Tenaga Medis Asing Pascabencana

Description

Artikel di Kompas Juni 2006 tentang kontroversi tenaga medis asing untuk aksi kemanusiaan pasca bencana gempa bumi Yogyakarta.

Shared by: anisfuad
-
Stats
views:
229
posted:
7/14/2009
language:
Indonesian
pages:
4
Document Sample
scope of work template
							Tenaga Medis Asing Pascabencana - 08/06/2006, 11:16 WIB - KOMPAS...

http://74.125.153.132/search?q=cache:Dod9nX_7YWIJ:www2.kompas....

Ini adalah tembolok Google' untuk http://www2.kompas.com/kesehatan/news/0606/08/111706.htm. Gambar ini adalah jepretan laman seperti yang ditampilkan pada tanggal 29 Mei 2009 03:00:00 GMT. Sementara itu, halaman tersebut mungkin telah berubah. Pelajari Selengkapnya Berikut adalah frasa penelusuran yang disorot: tenaga medis asing bencana Versi hanya teks

Kompas Cyber Media

Ad Info | About Us | Contact Us Kesehatan Rubrik Komunitas Kolom Surat Kabar Majalah CARI Tenaga Medis Asing Pascabencana Oleh: Anis Fuad, Mahasiswa Doktoral Department of Social Medicine, University of Kirim Query Groningen, Belanda Adalah Wapres Jusuf Kalla yang pertama kali melontarkan isu, tenaga medis asing sudah cukup (bencana H+4). Menurut dia, kini yang lebih diperlukan bantuan untuk rehabilitasi rakyat dan perumahan, diperkuat keinginan untuk mempercepat fase tanggap darurat hanya menjadi dua minggu. Kirim Teman | Print Artikel Updated: Kamis, 08 Juni 2006, 11:16 WIB

KESEHATA

Berita Terkait:

• Minim MCK, Diare Dera Dalam fase penanganan gempa, Pengungsi 24 jam pertama adalah golden period dalam penanganan • Tim Medis Asing Masih medis. Penanganan yang tepat Kurang Dimanfaatkan dan cepat akan menyelamatkan nyawa serta menghindarkan dari • Selamatkan Anak, Kini kecacatan. Pengalaman gempa Mereka Lumpuh… di Italia (1980) menunjukkan, 25-50 persen pasien terluka yang parah, akhirnya meninggal. Mereka sebenarnya dapat diselamatkan jika mendapat pertolongan pada fase itu. Idealnya, pelayanan medis untuk korban bencana meliputi pertolongan pertama untuk menyelamatkan hidup atau immediate life-supporting first aid (LSFA), pertolongan penanganan trauma tingkat lanjut atau advanced trauma life support (ATLS), bedah resusitasi, analgesia dan anestesi lapangan, teknologi SAR serta perawatan intensif. Saat bencana kemarin, mungkin hanya beberapa rumah sakit dan puskesmas yang memiliki kemampuan itu.

1 dari 4

15/07/2009 10:43

Tenaga Medis Asing Pascabencana - 08/06/2006, 11:16 WIB - KOMPAS...

http://74.125.153.132/search?q=cache:Dod9nX_7YWIJ:www2.kompas....

Pengalaman menunjukkan, puncak kunjungan korban ke fasilitas kesehatan akan terjadi pada hari ke-3 sampai ke-5. Lalu, mulai hari ke-6 kebutuhan terhadap layanan rawat darurat akan menurun dan dapat pelayanan rawat jalan. Maka, rumah sakit lapangan dengan peralatan canggih yang datang setelah satu minggu atau lebih pascagempa sudah terlambat. Dalam kondisi serba kekurangan, mengharap pasien mendatangi fasilitas kesehatan (dengan mengeluarkan ongkos transpor) menjadi aneh. Rumah sakit lapangan Tentara Diraja Malaysia di Bantul sepi kunjungan pasien (Kompas, 2/6/2006). Sehingga pendekatan jemput bola menjadi solusi yang masuk akal. Mengambil sikap Bagaimana menyikapi pernyataan Wapres tentang dihentikannya relawan medis asing? Mereka yang setuju mengajukan tiga alasan. Pertama, dari sisi waktu, mulai (H+7) kebutuhan terhadap tenaga medis asing bukan hal utama lagi. Apalagi banyak relawan medis lokal terjun ke wilayah bencana, termasuk dari Aceh. Ditambahkan lagi, di DIY dan Jateng ada tujuh fakultas kedokteran negeri dan swasta selain program keperawatan. DIY juga dikenal sebagai salah satu daerah di Indonesia dengan rasio tenaga kesehatan terhadap populasi yang cukup baik. Kedua, perlindungan terhadap masyarakat, tenaga medis dan fasilitas kesehatan lokal. Di saat tenaga medis lokal terbatasi UU Praktik Kedokteran, ada tenaga medis asing yang melakukan pelayanan medis langsung ke masyarakat. Dengan keterbatasan bahasa (meski sudah ditemani penerjemah lokal), risiko terhadap munculnya medical error bisa lebih besar. Jika terjadi demikian, siapa yang bertanggung jawab? Bagaimana peran pemberi izin? Ketiga, pernyataan Wapres mungkin terkait komitmen asing dalam membantu. Menlu juga mengeluarkan pernyataan serupa. Komitmen bantuan negara asing biayanya tinggi, diduga proporsi honorarium untuk tenaga medis asing cukup signifikan. Umum tahu, gaji profesional asing dalam proyek bantuan luar negeri jauh lebih tinggi dari profesional lokal. Komponen biaya tinggi akan lebih baik jika dialokasikan untuk rekonstruksi perumahan. Jika alokasi tidak boleh diubah untuk rekonstruksi perumahan, dapat diusulkan untuk rekonstruksi puskesmas atau fasilitas kesehatan yang rusak. Paradoks Namun, pernyataan itu menjadi paradoks. Pertama, pernyataan tentang permintaan agar tenaga medis asing disetop muncul hanya tiga hari setelah Wapres menyatakan Indonesia membutuhkan tenaga medis. Pada hari kedua setelah bencana, dinyatakan, "dua belas rumah sakit yang ada tidak cukup menampung dan menangani korban bencana... tenaga medis masih amat dibutuhkan karena ada ribuan orang perlu dioperasi". Sayang, pernyataan ini tidak disertai keterangan jumlah, jenis, kapan, dan wilayah yang membutuhkan. Kedua, meski wilayah DIY dan Jateng memiliki rasio baik tentang tenaga medis, tetapi distribusi tenaga medis dengan spesialisasi

2 dari 4

15/07/2009 10:43

Tenaga Medis Asing Pascabencana - 08/06/2006, 11:16 WIB - KOMPAS...

http://74.125.153.132/search?q=cache:Dod9nX_7YWIJ:www2.kompas....

tertentu tidak merata. Sehingga, RS Kasih Ibu Solo justru menyatakan, mereka terbantu oleh dokter spesialis ortopedi dari Singapura karena sebagian besar dokter ortopedi ada di RSOP Dr Soeharso. Ketiga, kedatangan tenaga medis asing merupakan kesempatan emas bagi tenaga dan institusi kesehatan setempat untuk sharing pengetahuan dan keterampilan. Ini kesempatan mahal jika dibanding mengikuti internship, kursus atau penelitian bersama di negara asal relawan asing itu. Mengingat RSUD Panembahan Senopati Bantul dan RSUP Soeradji Klaten merupakan rumah sakit pendidikan, kedatangan tenaga medis asing dapat menjadi berkah untuk pembelajaran. Jika menelusuri database jurnal penelitian kesehatan Medline, kita akan kaget karena publikasi mengenai tsunami di Aceh justru lebih banyak ditulis tenaga medis dari negara asing. Berkaca dari pengalaman itu, kita melihat bahwa ada ketidakjelasan tentang manajemen tenaga medis asing saat bencana. Diperlukan panduan dan tatalaksana yang membuat happy semua pihak. Pernyataan ihwal kebutuhan tenaga medis asing pascabencana perlu dilandasi alasan yang jelas, baik dari sisi waktu, kebutuhan, jenis tenaga, alat medis yang menyertai, serta lokasi geografis maupun jenis fasilitas kesehatan lokal yang memerlukan. Hal ini dapat diperbaiki jika tersedia database fasilitas dan tenaga kesehatan yang cepat dan akurat. Sebuah pekerjaan rumah yang amat penting bagi upaya kesiapsiagaan bencana (disaster preparedness). Dalam panduan itu harus memuat kemitraan dengan institusi kesehatan lokal baik puskesmas, rumah sakit, dinas kesehatan hingga fakultas kedokteran. Panduan sebaiknya tidak terlalu birokratis, apalagi menghambat, sehingga masyarakat yang membutuhkan bantuan tidak sempat tertolong. Tidak terlalu longgar sehingga menimbulkan kecemburuan tenaga medis lain, bahkan menyulut potensi konflik dengan otoritas kesehatan setempat seperti puskesmas dan dinas kesehatan. *** Komentar Anda: ama: Komentar: Email:

Lihat Komentar: Berita Lain
08/06/2006, 08:54 wib

• Kurangi Kasus, Jauhkan Ayam dari Lingkungan Manusia
07/06/2006, 21:45 wib

• Kawan Istri, Angan-angan Orang Kecil & Musim Semi (Texas, Toronto, Cape Town)
07/06/2006, 16:23 wib

• Seksologi: Belum Hamil karena Ejakulasi Dini?

3 dari 4

15/07/2009 10:43

Tenaga Medis Asing Pascabencana - 08/06/2006, 11:16 WIB - KOMPAS...

http://74.125.153.132/search?q=cache:Dod9nX_7YWIJ:www2.kompas....

Dapatkan berita KCM melalui: SMS - WAP/GPRS

Tampilan terbaik dengan browser IE 5,5 atau lebih Design By KCM Copyright @ PT. Kompas Cyber Media

4 dari 4

15/07/2009 10:43


						
Related docs