Docstoc

Reproduksi Ikan

Document Sample
Reproduksi Ikan Powered By Docstoc
					                                                     SIGIT K JATI WICAKSANA
                                              OCEANOGRAPHY
                                     K2E009037




                               REPRODUKSI IKAN

       Reproduksi ikan dilakukan secara eksternal. Dalam hal ini, ikan jantan dan
betina akan saling mendekat satu sama lain, kemudian si betina akan mengeluarkan
telur. Selanjutnya si jantan akan segera mengeluarkan spermanya, lalu sperma dan
telur ini bercampur di dalam air. cara reproduksi ini dikenal sebagai oviparus, yaitu
telur dibuahi dan berkembang di luar tubuh ikan.

       Ikan terkenal sebagai mahluk yang mempunyai potensi fekunditas yang tinggi,
dimana kebanyakan jenis ikan merupakan penghasil telur beribu-ribu bahkan berjuta-
juta tiap tahun. Apabila alam tidak mengaturnya, maka dunia akan sangat padat
dengan ikan.

Cara reproduksi ikan antara lain :

1. Ovipar, sel telur dan sel sperma bertemu di luar tubuh dan embrio ikan berkembang
di luar tubuh sang induk. Contoh : ikan pada umumnya

2. Vivipar, kandungan kuning telur sangat sedikit, perkembangan embrio ditentukan
oleh hubungannya dengan placenta, dan anak ikan menyerupai induk dewasa.

3. Ovovivipar, sel telur cukup banyak mempunyai kuning telur, Embrio berkembang
di dalam tubuh ikan induk betina, dan anak ikan menyerupai induk dewasa. Contoh :
ikan-ikan livebearers

       Pada sistem reproduksi ikan, faktor-faktor yang mempengaruhi kematangan
seksual ikan antara lain spesies, ukuran, dan umur. Secara umum ikan-ikan yang
mempunyai ukuran maksimum kecil dan jangka waktu hidup yang relatif pendek,
akan mencapai kematangan seksual lebih cepat dibandingkan ikan yang mempunyai
ukuran maksimum lebih besar.
       Ada berbagai cara yang sudah dilakukan oleh orang-orang perikanan yang
bekerja di bidang akuaultur. Adanya pemijahan buatan dapat mempercepat reproduksi
ikan di sebuah tambak atau hatchery. Hal ini dilakukan untuk mengejar target pasar
agar kebutuhan konsumen terpenuhi. Dengan cara menyuntikkan hormon untuk
mematangkan sel telur. Sehingga kita dapat mengawinkan ikan sesuai kebutuhan yang
kita inginkan.

         Siklus reproduksi ikan berhubungan erat dengan perkembangan gonad,
terutama ikan betina. Secara umum tahap-tahap perkembangan gonad ikan jantan
adalah spermatogonia, spermatosit primer, spermatosit sekunder spermatid,
metamorfose dan spermatozoa. Volume gonad ikan jantan bisa mencapai 5% dari
bobot total tubuhnya. Sedangkan tahap perkembangan ikan betina meliputi oogonia,
oosit primer, oosit sekunder dan ovum atau telur.


         Karena siklus reproduksi terkait erat dengan perkembangan gonad ikan
betina, maka pembahasan tentang siklus reproduksi lebih ditekankan pada
kematangan gonad ikan betina dan faktor-faktor yang mempengaruhinya


Tang dan Affandi (2002) menyatakan bahwa proses perkembangan sel gamet melalui
beberapa tahapan, yaitu
      Oogenesis
      Perkembangan oosit
           o Pervitellogenesis
           o Vitellogenesis
      Pematangan akhir oosit


   a. Oogenesis
         Oogenesis merupakan proses pembelahan sel-sel bakal telur secara mitosis
   sampai oosit primer atau fase pembentukan folikel. Fase ini dapat dipercepat
   dengan mengoptimalkan kondisi lingkungan misalnya suhu, periode cahaya dan
   atau penggunaan makanan berprotein tinggi yang ditambahkan dengan vitamin E,
   vitamin C atau asam lemak esensial (Lam, 1995 dalam Affandi dan Tang, 2002).


   b. Perkembangan oosit
            Perkembangan oosit terdiri dari dua tahap, yaitu previtellogenesis dan
    vitellogenesis (penimbunan kuning telur).
            Pada fase previtellogenesis oosit primer bertambah ukurannya tanpa
    akumulasi material yolk. Kemudian terjadi pertumbuhan yang sama pada
    sitoplasma dan nukleus, pada bagian perifer oosit primer ditemukan nukleus besar
    yang berisi beberapa nukleus. Selanjutnya dua lapisan sel berbeda nampak
    mengelilingi oosit membentuk folikel. Lapisan terdalam adalah sel-sel kubus yang
    merupakan bagian granulosa dan teka. Sedangkan Vitellogenesis adalah proses
    induksi dan sintesis vitelogenin di hati oleh hormon estradiol.


    c. Pematangan terakhir
            Prostaglandin berperan penting dalam menstimulasi ovulasi ikan teleostei
    pada tahap akhir. Pada ikan Goldfish, penyuntikan hormon human chorionic
    gonadotropin (hCG) akan menyebabkan sintesis indomethanin (prostaglandin
    inhibitor) terhambat. Prostaglandin juga dapat mendorong ovulasi ikan trout
    pelangi dan Goldfish (Jalabert dan Szollosi, 1975 dalam stacey, 1984).
            Gth yang berperan sebagai mediator yang bersifat lokal dalam proses
    ovulasi, sedangkan steroid pada ovarium berfungsi mengatur pelepasan GtH dari
    otak atau pituitary (ikatan steroid dapat dijumpai di pituitary) (Kim et al ., 1978
    dalam Stacey, 1984). Peningkatan jumlah steroid akan menurunkan jumlah GtH
    dalam darah, sedangkan pemberian antiestrogen akan meningkatkan kadar GtH
    dalam darah dan merangsang ovulasi ikan teleostei. Menurut Stacey (1984),
    perubahan tingkat steroid dalam darah diduga merupakan respon fisiologis
    terhadap faktor eksternal tertentu.

        Pada banyak kasus reproduksi ikan, sering ditemukan bahwa proses ovulasi
ikan tidak dapat berlangsung, meskipun proses vitellogenesis sudah sempurna.
Keberhasilan proses ovulasi ditentukan oleh mekanisme fisiologi, proses metabolisme
dan kesesuaian dengan faktor eksternal (kehadiran pejantan, substrat untuk
pemijahan, rendahnya ancaman predator dan sebagainya).                Namun demikian
informasi tentang peran faktor eksternal dalam proses reproduksi masih sangat
terbatas.
Menurut Stacey (1984), beberapa faktor eksternal yang berperan penting bagi
keberhasilan proses reproduksi ikan adalah:

1.      Photo periode

2.      Suhu

3.      Substrat pemijahan

4.      Ketersediaan makanan

5.      Faktor sosial (hubungan antar individu)

6.      Salinitas

       Faktor-faktor yang mempengaruhi kematangan seksual ikan antara lain
spesies, ukuran, dan umur. Secara umum ikan-ikan yang mempunyai ukuran
maksimum kecil dan jangka waktu hidup yang relatif pendek, akan mencapai
kematangan kematangan seksual lebih cepat dibandingkan ikan yang mempunyai
ukuran maksimum lebih besar.

       Ada berbagai cara yang sudah dilakukan oleh orang-orang perikanan yang
bekerja di bidang akuaultur. Adanya pemijahan buatan dapat mempercepat produksi
ikan di sebuah tambak atau hatchery. Hal ini dilakukan untuk mengejar target pasar
agar kebutuhan konsumen terpenuhi. Dengan cara menyuntikan hormon untuk
mematangkan sel telur. Sehingga kita dapat mengawinkan ikan sesuai kebutuhan yang
kita inginkan.

       Triploidisasi merupakan rekayasa kromosom untuk menghasilkan individu 3n,
sementara ginogenesis merupakan rekayasa kromosom juga untuk menghasilkan
individu yang sama dengan induk betinanya.

Referensi :

http://wawan-junaidi.blogspot.com/2010/04/siklus-reproduksi-ikan.html
http://shareaquaria.wordpress.com/

http://www.anneahira.com/ikan/reproduksi-ikan.htm

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:2289
posted:7/13/2011
language:Indonesian
pages:5
sky walker sky walker http://
About