Docstoc

Laporan Kerja Praktek Studi kasus PT.POS Indonesia

Document Sample
Laporan Kerja Praktek Studi kasus PT.POS Indonesia Powered By Docstoc
					              ANALISIS SISTEM INFORMASI
 PEMBUKAAN REKENING GIRO POS MENGGUNAKAN
             METODE BERORIENTASI OBJEK
(STUDI KASUS DI PT.POS INDONESIA (PERSERO) CABANG GARUT)



                    LAPORAN KERJA PRAKTEK


        Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Kelulusan
                       Mata Kuliah Kerja Praktek




                                 Oleh:
                        RIDWAN SETIAWAN
                               (0706073)




        JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
     SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI GARUT
                                2011
                        LEMBAR PENGESAHAN




ANALISIS SISTEM INFORMASI PEMBUKAAN REKENING GIRO POS
        MENGGUNAKAN METODE BERORIENTASI OBJEK
(STUDI KASUS DI PT.POS INDONESIA (PERSERO) CABANG GARUT)


Laporam kerja peraktek ini telah dibaca dan disetujui oleh komisi pembimbing
 untuk diajukan dalam sidang kerja peraktek Sekolah Tinggi Teknologi Garut

                                   Oleh:
                         RIDWAN SETIAWAN
                              NRP. 0706073




                                Menyetujui:


    Dosen Pembimbing                              Pembimbing Lapangan




 H. Eko Retnadi, M. Kom                              Roni Santika
   NIDN : 0410086401                              NIPPOS : 974369846




                                Mengetahui
                     Ketua Jurusan Teknik Informatika




                H. Abdusi Syakur Amin, Ir. M. Eng. Ph. D
                           NIDN : 040616801
Ridwan Setiawan, 0706073
Analisis Sistem Informasi Pembukaan Rekening Giro Pos Menggunakan Metode
Berorientasi Objek (Studi Kasus di PT.POS Indonesia (Persero) Cabang Garut).
Di bawah bimbingan H. Eko Retnadi, M. Kom.
84 Halaman + xi /56 Gambar/17 Tabel/10 Pustaka (1999 – 2005)/3 Lampiran


                                  ABSTRAK

PT.POS Indonesia Cabang Garut sebagai salah satu BUMN yang bergerak
dibidang pelayanan barang dan jasa merupakan salah satu perusahaan yang
dalam aktifitas bisnisnya sudah menerapkan kecanggihan dari teknologi
informasi yang sudah berbasiskan komputer baik berupa produk sistem informasi
secara on-line maupun offline. Pelayanan PT.POS Cabang Garut semakin lama
semakin baik mutunya sehingga dapat melahirkan pelayanan baru dan
terkomputerisasi diantaranya adalah pengiriman dokumen dan barang dengan
layanan POS Express, rekening tabungan Giro Pos, pembayaran pajak,
Pembayaran telepon seluler, Western Union, dan sebagainya.

Tujuan dari analisis sistem informasi pembukaan rekening Giro Pos ini adalah
untuk menganalisis sistem tersebut dari sisi current systemnya dalam rangka
meningkatkan kinerja perusahaan dan untuk memberikan kemudahan kepada
nasabah Giro Pos dalam melakukan proses pembukaan rekening Giro Pos.

Proses analisis pada kerja praktek ini menggunakan pendekatan berorientasi
objek yang terdiri dari tahapan-tahapan sebagai berikut: identifikasi aktor,
activity diagram, use case diagram, sequence diagram, dan class diagram.

Berdasarkan hasil analisis terhadap sistem yang telah berjalan di PT.POS
Indonesia Cabang Garut, proses pembukaan rekening Giro Pos sudah berjalan
dengan cukup baik dan dapat mengakomodasi kebutuhan dari pengguna sistem
kendati demikian masih ada kekurangan yang ditemukan, selain itu penggunaan
pendekatan berorientasi objek dinlai cukup mudah dan cepat dalam menganalisis
suatu sistem.



Kata Kunci : Giro Pos, Analisis, Sistem, Informasi, Objeck Oriented.




                                        i
                                KATA PENGANTAR


          Puji dan syukur penyusun panjatkan kepada dzat yang maha segalanya
Allah SWT yang masih melimpahkan rahmat dan karunia-Nya hingga saat ini
sehingga penyusun dapat menyelesaikan Laporan Kerja Praktek ini.
          Shalawat serta salam tak lupa penyusun curahkan kepada Nabi Besar
Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabatnya, tabi’in dan itba’uttabi’in
sehingga sampai kepada kita.
          Laporan ini disusun sebagai salah satu syarat kelulusan Mata Kuliah
Kerja Praktek di Jurusan Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Garut
(STTG).
          Dalam penyusunan Laporan Kerja Praktek ini penyusun banyak sekali
mendapatkan bantuan, dorongan, bimbingan dan petunjuk dari berbagai pihak,
oleh karena itu rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya
penyusun sampaikan kepada yang terhormat :


1. Ayahanda dan Ibunda tercinta yang tak henti-henti memberikan do’a dan
   dorongan baik secara moril maupun materil sejak penyusun dilahirkan hingga
   saat ini, semoga apa yang telah diberikan oleh beliau menjadikan ibadah serta
   amalan shaleh dihadapan Allah SWT, Amin.
2. Tetehku, Kaka ipar dan adik – adikku tersayang, A Purwa, Teh Nisa, Fikri,
   Rizal dan, yang telah menjadi motivasi penyusun dalam menyelesaikan
   laporan kerja praktek ini.
3. Keponakanku De Adlin yang selalu menghibur dengan tingkah lucunya yang
   membuat tersenyum disaat penulis menemukan kejenuhan.
4. Adikku Isma yang selalu memotivasi saat kakanya drop, makasih atas
   dukungannya dan semoga lancar kuliahnya.
5. Bapak Prof. Dr. HM Ali Ramdhani, STP, MT selaku Ketua Sekolah Tinggi
   Teknologi Garut, yang selalu menjadi inspirasi serta motivasi bagi penyusun
   untuk menjadi orang yang sukses.




                                      ii
6. Bapak H. Abdusi Syakur Amin, Ir. M. Eng. Ph. D, selaku Ketua Jurusan
   Teknik Informatika.
7. Bapak Rd. Erwin Gunadhi, Ir. M.T, selaku Sekretaris Jurusan Teknik
   Informatika dan Koordinator Kerja Praktek.
8. Bapak H. Eko Retnadi, M. Kom selaku dosen pembimbing dalam penyusunan
   Laporan Kerja Praktek ini, ”Terima kasih banyak Pak, atas nasehat, masukan,
   bimbingan serta motivasinya yang sangat berguna dan menjadi pemicu
   terselesainya laporan ini”.
9. Bapak Roni Santika, selaku pembimbing lapangan di PT. POS Persero Garut
   yang telah memberikan banyak masukan dan arahan dalam melaksanakan
   kerja peraktek.
10. Sobat – sobat The Geng @-six, Adul, Acot, Apih, Atonk dan Adun yang
   selalu menjadi tempat sharing serta memberi keceriaan dan inspirasi di
   kampus STTG tercinta.
11. Rekan-rekan seperjuangan Teknik Informatika Angkatan 2007 kelas A dan B,
   yang telah memberikan motivasi demi selesainya laporan kerja praktek ini.
12. Adik – adik kelasku yang telah memberikan dukungannya, semoga kalian
   sukses menghadapi perjuangan yang akan datang.
13. Seluruh staf dosen dan civitas akademika di Sekolah Tinggi Teknologi Garut.
        Akhirnya penyusun mengucapkan terima kasih kepada pembaca yang
telah menyempatkan waktunya untuk membaca laporan kerja praktek ini.
Penyusun menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam
laporan ini. Oleh karena itu, saran kritik dan koreksi pembaca sangat penyusun
harapkan. Harapan penyusun, semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca dan
menjadi amalan baik bagi penyusun. Amin.


                                                       Garut, Maret 2011




                                                           Penyusun


                                      iii
                                                  DAFTAR ISI


                                                                                                            Halaman


Abstark ..........................................................................................................   i
Kata Pengantar ...............................................................................................       ii
Daftar Isi ........................................................................................................ iv
Daftar Gambar ............................................................................................... viii
Daftar Tabel ...................................................................................................     xi


BAB I          PENDAHULUAN
             1.1 Latar Belakang .........................................................................            1
             1.2 Identifikasi Masalah .................................................................              4
             1.3 Tujuan Penelitian .....................................................................             4
             1.4 Batasan Masalah ......................................................................              5
             1.5 Kerangka Pemikiran .................................................................                5
             1.6 Metodologi Penelitian ..............................................................                6
                     1.6.1 Metodologi Pengumpulan Data ......................................                        6
                     1.6.2 Metode Analisis .............................................................             7
             1.7 Sistematika Penulisan ...............................................................               8


BAB II         LANDASA TEORI
             2.1     Konsep Dasar Sistem Informasi ..............................................                     9
                     2.1.1 Definisi Sistem ...............................................................           9
                               2.1.1.1 Karakteristik Sistem ......................................... 10
                               2.1.1.2 Klasifikasi Sistem ............................................. 11
                     2.1.2 Definisi Informasi .......................................................... 12
                               2.1.2.1 Siklus Informasi ............................................... 14
                               2.1.2.2 Kualitas Informasi ............................................ 14
                     2.1.3 Definisi Sistem Informasi ............................................... 15
                               2.1.3.1 Komponen Sistem Informasi ............................ 16
             2.2     Konsep Dasar Manajemen Sistem Informasi ........................... 17



                                                           iv
      2.2.1 Definisi Manajemen ....................................................... 17
              2.2.1.1 Tingkat Manajemen .......................................... 18
      2.2.2 Definisi Manajemen Sistem Informasi ............................ 19
      2.2.3 Ruang Lingkup Pekerjaan Manajemen Sistem Informasi. 20
2.3   Konsep Dasar Data .................................................................. 21
      2.3.1 Definisi Data .................................................................. 21
      2.3.2 Jenis Data ...................................................................... 21
      2.3.3 Sumber Data .................................................................. 22
2.4   Hubungan Informasi Dengan Manajemen ................................ 23
2.5   Analisis Sistem Informasi ........................................................ 24
2.6   Pengertian Metodologi Berorientasi Objek .............................. 26
2.7   Karakteristik Sistem Berorientasi Objek .................................. 26
2.8   Konsep Dasar Pemodelan Berorientasi Objek .......................... 27
2.9   Metode Analisis Berorientasi Objek (OOA-Object Oriented
      Analysis) ................................................................................. 32
      2.9.1 Unified Approach (UA) ................................................. 32
               2.9.1.1 Identifikasi Aktor ............................................. 34
               2.9.1.2 Analisis Bisnis Proses ....................................... 35
               2.9.1.3 Identifikasi Use Case ........................................ 36
               2.9.1.4 Pemodelan             Interaksi       Menggunakan             Interaction
                          Diagram ........................................................... 37
               2.9.1.5 Perancangan Kelas ........................................... 37
2.10 Unified Modelling Language (UML) ....................................... 38
      2.10.1 Sejarah UML ................................................................ 38
      2.10.2 Definisi Unified Modelling Language ........................... 39
      2.10.3 View Dalam UML ........................................................ 40
      2.10.4 Diagram-diagram Unified Modelling Language ............ 41
                2.10.4.1 Class Diagram .............................................. 43
                2.10.4.2 Use Case Diagram ........................................ 48
                2.10.4.3 Sequence Diagram ........................................ 50
                2.10.4.4 Activity Diagram .......................................... 52
2.11 Perangkat Lunak Pendukung ................................................... 53



                                         v
            2.11.1 Rational Rose .............................................................. 53


BAB III ANALISIS SISTEM
     3.1    Analisis Kebutuhan Sistem ...................................................... 55
            3.1.1 Identifikasi Aktor ........................................................... 55
            3.1.2 Pengembangan Activity Diagram .................................... 57
            3.1.3 Pengembangan Use Case ............................................... 61
                     3.1.3.1 Use Case Costumer Service Login .................... 63
                     3.1.3.2 Use Case Input Data Nasabah Perorangan ........ 64
                     3.1.3.3 Use Case Input Data Nasabah Lembaga ........... 65
                     3.1.3.4 Use Case Keluar Form Pembuatan Rekening .... 66
                     3.1.3.5 Use Case Pembuatan Laporan .......................... 67
            3.1.4 Pengembangan Interaction Diagram ............................... 68
                    3.1.4.1 Sequence Diagram Costumer Service Login ..... 69
                    3.1.4.2 Sequence Diagram Input Data Pembuatan Rekening
                                Perorangan ....................................................... 70
                    3.1.4.3 Sequence Diagram Input Data Pembuatan Rekening
                                Lembaga .......................................................... 70
                    3.1.4.4 Sequence              Diagram         Keluar        Form        Pembuatan
                                Rekening .......................................................... 71
                    3.1.4.5 Sequence Diagram Pembuatan Laporan ............ 71
            3.1.5 Perancangan Kelas Pada Sistem Informasi Pembukaan
                    Rekening Giro Pos ......................................................... 72
                     3.1.5.1 Identifikasi Kelas............................................... 72
                     3.1.5.2 Identifikasi Relationship ................................... 78
                     3.1.5.3 Identifikasi Attributes ....................................... 78
                     3.1.5.4 Identifikasi Methods .......................................... 80


BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
      4.1   Kesimpulan ............................................................................. 83
      4.2   Saran ....................................................................................... 84




                                                vi
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN – LAMPIRAN




                      vii
                                           DAFTAR GAMBAR


                                                                                                          Halaman


Gambar 1.1 Kerangka Pemikiran ...................................................................                    6
Gambar 1.2 Tahap Analisis UA .....................................................................                   7
Gambar 2.1 Elemen-elemen Sistem ................................................................ 10
Gambar2.2 Karakteristik Suatu Sistem ........................................................... 11
Gambar 2.3 Siklus Informasi .......................................................................... 14
Gambar 2.4 Pilar Kualitas Informasi .............................................................. 15
Gambar 2.5 Tingkat Manajemen .................................................................... 19
Gambar 2.6 Pengelompokan data ................................................................... 22
Gambar 2.7 Kebutuhan Informasi Sesuai Tingkatan Manajemen .................... 24
Gambar 2.8 Simbol Aktor ............................................................................. 28
Gambar 2.9 Contoh Simbol Kelas .................................................................. 29
Gambar 2.10 Contoh Kelas dan Atribut-atributnya ......................................... 30
Gambar 2.11 Cotoh Kelas dan Operasi-operasinya ......................................... 30
Gambar 2.12 Simbol Paket ............................................................................ 30
Gambar 2.13 Contoh Kelas Mahasiswa dengan Visibilitynya ....................... 31
Gambar 2.14 Asosiasi Antara Pegawai dengan Perusahaan ........................... 31
Gambar 2.15 Contoh Agregasi ...................................................................... 32
Gambar 2.16 Contoh Generalisasi ................................................................. 32
Gambar 2. 17 Tahap Analisis Unified Approach (UA) ................................... 33
Gambar 2.18 Activity Diagram (AD) menunjukan beberapa aktivitas dilakukan
aktor .............................................................................................................. 36
Gambar 2.19 Contoh Use case diagram pada sistem perpustakaan .................. 37
Gambar 2.20 Tiga kategori kelas .................................................................... 38
Gambar 2.21 Unsur-unsur pembentuk UML .................................................. 39
Gambar 2.22 Model 4+1 View ....................................................................... 40
Gambar 2.23 Klasifikasi Jenis Diagram UML Versi 1.3 ................................. 41
Gambar 2.24 Diagram Kelas ......................................................................... 45
Gambar 2.25 Contoh Generalisasi .................................................................. 46



                                                         viii
Gambar 2.26 Contoh Aggregasi ..................................................................... 47
Gambar 2.27 Contoh Asosiasi ........................................................................ 47
Gambar 2.28 Asosiasi dengan Multiplisitas .................................................... 48
Gambar 2.29 Simbol Use Case Diagram ........................................................ 48
Gambar 2.30 Contoh Kondisi Uses ................................................................ 49
Gambar 2.31 Contoh Kondisi Extends ........................................................... 49
Gambar 2.32 Contoh Use Case Diagram ....................................................... 50
Gambar 2.33 Contoh Sequence Diagram ....................................................... 52
Gambar 2.34 Tampilan Awal Rational Rose ................................................... 54
Gambar 3.1 Tahapan Analisis UA .................................................................. 55
Gambar 3.2 Activity Diagram untuk Sistem Informasi Pembukaan Rekening Giro
Pos ................................................................................................................. 58
Gambar 3.3 Activity Diagram untuk Proses Login .......................................... 59
Gambar 3.4 Activity Diagram untuk Proses Input Data Nasabah Perorangan... 59
Gambar 3.5 Activity Diagram untuk Proses Input Data Nasabah Lembaga..... 60
Gambar 3.6 Activity Diagram untuk Proses Keluar Form Pembuatan Rekening 60
Gambar 3.7 Activity Diagram untuk Proses Pembuatan Laporan .................... 61
Gambar 3.8 Use Case Login ........................................................................... 61
Gambar 3.9 Use Case Input Data Nasabah Perorangan ................................... 62
Gambar 3.10 Use Case Input Data Nasabah Lembaga .................................... 62
Gambar 3.11 Use Case Keluar Pembuatan Rekening ...................................... 62
Gambar 3.12 Use Case Pembuatan Laporan ................................................... 63
Gambar 3.13 Sequence Diagram untuk Costumer Service Login .................... 69
Gambar 3.14 Sequence Diagram untuk Input data Pembuatan Rekening
Perorangan ..................................................................................................... 70
Gambar 3.15 Sequence Diagram untuk Input data Pembuatan Rekening
Lembaga......................................................................................................... 70
Gambar 3.16 Sequence Diagram untuk keluar dari Form Pembuatan Rekening 71
Gambar 3.17 Sequence Diagram untuk Pembuatan Laporan ........................... 71
Gambar 3.18 Relasi Diagram Sistem Informasi Pembukaan Rekening Giro Pos
....................................................................................................................... 78




                                                           ix
Gambar 3.19 Attributes Class Diagram Sistem Informasi Pembukaan Rekening
Giro Pos ......................................................................................................... 80
Gambar 3.20 Methods Class Diagram Sistem Informasi Pembukaan Rekening
Giro Pos ......................................................................................................... 81




                                                         x
                                        DAFTAR TABEL


                                                                                               Halaman


Tabel 2.1 Notasi pada Class Diagram ............................................................. 43
Tabel 2.2 Notasi Multiplisitas ........................................................................ 48
Tabel 2.3 Notasi Use Case Diagram ............................................................... 49
Tabel 2.4 Notasi Sequence Diagram .............................................................. 51
Tabel 2.5 Notasi Activity Diagram ................................................................. 53
Tabel 3.1 Identifikasi Aktor dengan Aktivitasnya ........................................... 56
Tabel 3.2 Skenario untuk use case Costumer Service Login .......................... 63
Tabel 3.3 : Skenario untuk use case Input Data Nasabah Perorangan ............ 64
Tabel 3.4 : Skenario untuk use case Input Data Nasabah Perorangan ............. 65
Tabel 3.5 : Skenario untuk use case Keluar Form Pembuatan Rekening ......... 66
Tabel 3.6 Skenario untuk use case Pembuatan Laporan .................................. 67
Tabel 3.7 Kandidat Kelas ............................................................................... 73
Tabel 3.8 Eliminasi Kandidat Kelas ............................................................... 73
Tabel 3.9 Kandidat kelas dengan kategori kelas ............................................. 74
Tabel 3.10 Identifikasi Kelas Redundant ........................................................ 75
Tabel 3.11 Deskripsi Kelas ............................................................................ 76
Tabel 3.12 Keterhubungan (relationship) antar kelas ..................................... 78




                                                    xi
                                    BAB I

                             PENDAHULUAN


1.1   Latar Belakang
         Perkembangan teknologi informasi yang berkembang pesat dewasa ini
membawa pengaruh yang besar terhadap kemajuan organisasi di berbagai bidang,
dimana Informasi sudah menjadi kebutuhan primer baik bagi individu ataupun
organisasi. Dimana “Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang
lebih berguna dan berarti bagi yang menerimanya”(Jogiyanto, 1999). Informasi
pada sebuah organisasi diperoleh dari system informasi dimana Sistem informasi
didefinisikan:

         “Suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan
         kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat
         manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan
         pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan”(Jogiyanto,
         1999).

         Keterkaitan perkembangan dunia Teknologi Informasi dan Komputer
dengan penerapan sebuah sistem informasi pada saat ini semakin banyak
digunakan oleh Instansi dan Organisasi baik itu milik Swasta ataupun Badan
Usaha Milik Negara (BUMN). Dimana penggunaan teknologi informasi
diharapkan dapat meningkatkan kinerja organisasi sehingga dapat bersaing
dengan perusahaan yang lainnya.
         PT.POS Indonesia Cabang Garut merupakan salah satu instansi BUMN
yang bergerak dibidang komunikasi dan jasa yang membantu pemerintah untuk
melayani masyarakat dalam hal : pengiriman surat, barang, uang, menyalurkan
uang pensiunan dan penjualan berbagai benda pos seperti perangko dan materai.
Semunya itu masih dilayani secara manual atau belum terkomputerisasi. Sesuai
dengan perkembangan waktu maka pelayanan di PT.POS Indonesia Cabang Garut
pun semakin beragam jenisnya dan sudah mulai terkomputerisasi, yaitu dengan
hadirnya Pelayanan SOPP (System On-line Payment Pos), Giro Online (Giro
Pos), Transaksi Bank (bekerja sama dengan bank).



                                       1
                                                                             2



        Salah satu pelayanan PT. POS adalah Giro Pos atau lebih dikenal dengan
Giro Online, dimana giro adalah suatu istilah perbankan untuk suatu cara
pembayaran yang hampir merupakan kebalikan dari sistem cek. Suatu cek
diberikan kepada pihak penerima pembayaran (payee) yang menyimpannya di
bank mereka, sedangkan giro diberikan oleh pihak pembayar (payer) ke banknya,
yang selanjutnya akan mentransfer dana kepada bank pihak penerima, langsung ke
akun mereka.
        Perbedaan tersebut termasuk jenis perbedaan sistem 'dorong dan tarik'
(push and pull). Suatu cek adalah transaksi 'tarik' menunjukkan cek akan
menyebabkan bank penerima pembayaran mencari dana ke bank sang pembayar
yang jika tersedia akan menarik uang tersebut. Jika tidak tersedia, cek akan
"terpental" dan dikembalikan dengan pesan bahwa dana tak mencukupi.
Sebaliknya, giro adalah transaksi 'dorong': pembayar memerintahkan banknya
untuk mengambil dana dari akun yang ada dan mengirimkannya ke bank
penerima pembayaran sehingga penerima pembayaran dapat mengambil uang
tersebut. Karenanya, suatu giro tidak dapat "terpental", karena bank hanya akan
memproses perintah jika pihak pembayar memiliki daya yang cukup untuk
melakukan pembayaran tersebut. Namun ini juga berarti pihak pembayar tidak
mendapatkan keuntungan dari "float".
        Produk Giro yang dikeluarkan PT. POS selain digunakan seperti
tabungan biasa untuk kepentingan pribadi juga sebagai alat bantu untuk
pemerintah dalam menyalurkan dana untuk menggaji para tenaga relawan dan
membantu pemerintah dalam memberikan bantuan operasional sekolah (BOS),
dalam hal ini disebut kepentingan lembaga.
        Hingga akhir Januari 2011 jumlah nasabah Giro di PT. POS cabang garut
mencapai 4955 Nasabah (Sumber: PT. POS Cabang Garut).
        Untuk membuka rekening Giro seperti umumnya pembukaan rekening
biasa di bank, tetapi ada perbedaan dimana pada pembukaan giro, calon pembuka
akan ditanya kepentingan membuka rekening giro tersebut, apakah untuk
kepentingan pribadi atau kepentingan lembaga. Adapun prosedur secara umum
dalam pembukaan rekening giro adalah :
1. Pemohon mendatangi kantor pos.
                                                                             3



2. Pemohon mengajukan permohonan pembukaan rekening
3. Pegawai Pos menanyakan tujuan pembukaan rekening, apakah untuk
   perorangan atau lembaga.
4. Pemohon memberikan alasan/tujuan pembukaan rekening dan pegawai POS
   memberikan formulir pendaftaran sesuai dengan jenis pembukaan rekening.
5. Pemohon mengisi formulir pendaftaran
6. Pemohon menyerahkan data identitas dan persyaratan yang dibutuhkan.
7. Jika data belum memenuhi persyaratan, maka pembukaan rekening gagal, dan
   pemohon dipersilahkan mengulang kembali atau kembali lagi dan membawa
   persyaratan yang komplit, jika data terpenuhi maka lanjut ke proses
   selanjutnya.
8. Pegawai pos memproses data.
9. Pemohon membayar setoran untuk saldo awal di teller.
10. Rekening siap dan buku rekening diberikan.
        Dalam proses pembukaan rekening Giro Pos, terdapat beberapa
permasalahan yang ditemukan, diantaranya:
1. Setelah pemohon melakukan pengisian formulir pendaftaran, dan costumer
   service mengisi data dan menyetujui pembukaan rekening, pemohon yang
   telah menjadi nasabah diharuskan melakukan pembayaran di teller (di tempat
   yang berbeda), sehingga waktu yang dibutuhkan dalam proses pembuatan
   rekening menjadi bertambah.
2. Penggunaan sistem aplikasi yang berbeda antara transaksi dan pembukaan
   rekening, menjadi salah satu masalah dalam pelayanan nasabah baru, dimana
   penggunaan sistem yang terpisah mengurangi dari tujuan sistem informasi
   dalam masalah waktu.
        Dalam menganalisis perangkat lunak atau sistem informasi diperlukan
suatu pendekatan yang dapat digunakan dalam memecahkan masalah, diantaranya
adalah pendekatan klasik atau konvensional, pendekatan prosedural, dan
pendekatan berorientasi objek.
        Diantara semua pendekatan, pendekatan yang terbaru dan popular saat ini
yaitu pendekatan berorientasi objek. Pendekatan ini merupakan suatu teknik yang
memusatkan rancangan pada objek dan antar muka yang dihasilkan. Objek adalah
                                                                                    4



entity yang berisi data atau variabel dan tingkah laku. Data atau variabel yang
menggambarkan sifat atau keadaan objek dalam dunia nyata (real world)
didefiniskan sebagai attribute, sedangkan tingkah laku yang menggambarkan aksi-
aksi yang dimiliki objek didefinisikan sebagai method.
           Kenyataannya, perancangan berorientasi objek sama seperti pendekatan
lainnya memerlukan suatu pemodelan untuk menggambarkan sistem yang sedang
ditinjau secara keseluruhan. Sistem yang besar dan sangat komplek memerlukan
suatu teknik pemodelan dan visualisasi yang baik. Terdapat beberapa faktor
berhasilnya suatu perancangan dan pengembangan sistem, salah satu faktor yang
sangat penting adalah pemakaian bahasa pemodelan yang tepat.
           Sehubungan dengan penjelasan di atas, penyusun tertarik untuk
menggunakan Unified Modeling Language (UML) dalam sistem yang berorientasi
objek ke dalam penelitian kerja praktek yang dilakukan di PT.POS Indonesia
(Persero). Dalam penelitian ini penyusun mengambil judul “ANALISIS SISTEM
INFORMASI PEMBUKAAN REKENING GIRO POS MENGGUNAKAN
METODE          BERORIENTASI          OBJEK      (STUDI      KASUS      DI     PT.POS
INDONESIA (PERSERO) CABANG GARUT)”.


1.2     Identifikasi Masalah
           Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan di atas, terdapat
beberapa       permasalahan-permasalahan     yang    dapat   diidentifikasi.   Adapun
permasalahan tersebut yaitu pada proses penyetoran untuk saldo awal, dimana
pada prosesnya:
1. Nasabah harus berpindah tempat dalam melakukan transaksi dikarenakan
      pengunaan sistem yang berbeda dalam pembukaan rekening dan penyetoran
      saldo.
2. penggunaan sistem yang berbeda mengurangi waktu dalam pelayanan kepada
   nasabah, dan mengurangi nilasi dari sistem informasi yang harusnya efektiv
   dan efisien.


1.3     Tujuan penelitian
           Melalui kegiatan analisis tujuan dari kerja peraktek ini adalah:
                                                                                   5



1. Untuk menganalisis Sistem Sistem Informasi Pembukaan Rekening Giro di
      PT.POS    Indonesia   Cabang    Garut    dan   mencari   kelemahannya       dan
      menyarankan perbaikan pada sistem yang ada.
2. Untuk mengetahui sejauh mana Sistem Informasi Pembukaan Rekening Giro
      di PT.POS Indonesia Cabang Garut dapat melayani masyarakat dengan baik
      dalam melakukan transaksi.


1.4     Batasan Masalah
           Adapun batasan masalah supaya pembahasan tidak melebar ke
pembahasan yang lain dan tertuju ke materi yang dibahas, dalam laporan kerja
praktek ini batasan masalah dibatasi sebagai berikut :
1. Sistem Informasi yang diteliti adalah Sistem Informasi Pembukaan Rekening
      Giro di PT Pos Indonesia cabang Garut.
2. Menganalisis proses-proses yang terlibat dalam Sistem Informasi Pembukaan
      rekening Giro di PT.Pos Indonesia Cabang Garut.
3. Pemodelan yang digunakan adalah Unified Modelling Languge (UML).
4. Metode analisis yang digunakan yaitu pendekatan berorientasi objek
      menggunakan dengan Unified Approach (UA).


1.5     Kerangka Pemikiran
1. Studi Pendahuluan, teknik dalam meninjau suatu objek kerja praktek.
2. Studi Kepustakaan, yaitu suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan
      dengan cara mempelajari dan menganalisa beberapa referensi buku
      pengumpulan data dengan cara mempelajari beberapa dokumen, literatur, atau
      file-file yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan yang berkaitan
      dengan masalah-masalah yang ada dalam ruang lingkup penelitian ini.
3. Analisis, yaitu proses pengumpulan data dan menganalisis sistem yang
      berjalan dengan menggunakan Unified Approach(UA)..
4. Kesimpulan, yaitu menjelaskan tentang usulan hasil akhir dari kerja praktek
      yang telah dilakukan dan bisa diterapkan pada instansi yang bersangkutan.
                                                                                 6




                         Gambar 1.1 Kerangka Pemikiran


1.6     Metodologi Penelitian
           Metodologi pengumpulan data merupakan salah satu unsur yang penting
dalam proses analisis dan pengembangan sistem. Ada pun metode yang di
gunakan pada penelitian kerja praktek ini adalah sebagai berikut :
1.6.1 Metode Pengumpulan Data :
1.       Teknik Wawancara
      Melakukan tanya jawab secara langsung kepada staff pekerja ahli dalam
      bidang Teknologi Informasi (TI) di PT.Pos Indonesia Cabang Garut.
2. Studi Dokumentasi
      Mempelajari beberapa dokumen, literatur, atau file-file yang berhubungan
      dengan penelitian yang dilakukan.
3. Observasi
      Mengamati kinerja perusahaan, mempelajari bagaimana proses sistem
      informasi data yang sedang berjalan, sehingga peneliti bisa mengetahui sejauh
      mana kelancaran kinerja yang ada dan dapat mengetahui informasi-informasi
      apa saja yang dihasilkan dan informasi apa yang akan diidentifikasi.
4. Studi Kepustakaan
      Mempelajari dan menganalisa beberapa referensi buku yang berkaitan dengan
      masalah yang ada dalam ruang lingkup penelitian.
                                                                             7



1.6.2 Metode Analisis
        Metode analisis yang akan digunakan yaitu pendekatan berorientasi
objek dengan Unified Approach (UA) dari Ali Bahrami (1999). UA adalah suatu
metodologi pengembangan sistem berbasis objek yang menggabungkan proses
dan metodologi yang telah ada sebelumnya dan menggunakan UML sebagai
standar pemodelannya. Proses dan tahapan yang ada dalam UA merupakan
proses-proses terbaik yang diambil dari metode objek yang telah diperkenalkan
oleh Booch, Rumbaugh, dan Jacobson. Tahap Analisis dalam UA ditujukan untuk
mengidentifikasi kelas-kelas yang terdapat dalam sistem.
        Langkah-langkah yang harus dilakukan pada metodologi UA dari Ali
Bahrami (1999) adalah sebagai berikut:




               Gambar 1.2 Tahap Analisis UA (Bahrami, 1999)


Keterangan:
 Identifikasi Aktor
  Tahap mengidentifikasi aktor yang akan berinteraksi dengan sistem.
 Pengembangan Diagram Use Case dan Diagram Aktifitas
  Tahap yang menggambarkan alur kerja sistem dalam diagram aktifitas dan
  menggambarkan interaksi antara user dengan sistem dalam diagram use case
 Pengembangan Diagram Interaksi
  Diagram interaksi yang digunakan adalah sequence diagram, dalam diagram
  ini digambarkan interaksi antar objek dalam sistem melalui pesan yang
  dikirimkan dari objek yang satu ke objek yang lain.
 Identifikasi Kelas-kelas, relasi, atribut dan method
  Proses mengidentifikasi kelas, relasi, atribut dan method dalam sistem
  berdasarkan proses sebelumnya.
 Pemeriksaan terhadap tahap sebelumnya.
                                                                                 8



  Proses pemeriksaan terhadap hasil akhir tahap analisis. Bila terdapat kesalahan
  maka kembali ke tahap awal analisis bila hasilnya benar maka tahap analisis
  selesai.


1.7   Sistematika Penulisan
          Sistematika penulisan laporan Kerja Praktek ini terdiri dari empat bab,
agar lebih dipahami dari bab-bab tersebut, maka pada penulisan sistematika
pembahasan ini dapat dijelaskan sebagai berikut :
BAB I        PENDAHULUAN
             Bab ini berisi mengenai latar belakang, identifikasi masalah, tujuan
             penelitian, batasan penelitian, metodologi penelitian, kerangka
             pemikiran, dan sistematika dari penulisan ini.
BAB II       LANDASAN TEORI
             Berisikan    teori   yang   akan   digunakan     untuk   menyelesaikan
             permasalahan, diantaranya definisi dari sistem informasi, definisi
             managemen sistem informasi, konsep, hubungan informasi dengan
             manajemen,     analisis sistem informasi, pengertian        metodologi
             berorientasi objek, karakteristik sistem berorientasi objek, konsep
             dasar pemodelan berorientasi objek, metode analisis berorientasi
             objek (ooa-object oriented analysis), unified modelling language
             (uml), perangkat lunak pendukung rational rose.
BAB III      ANALISIS SISTEM
             Pada bab ini menerangkan analisis terhadap sistem yaitu mengenai
             identifikasi masalah, pemodelan dan analisis pada Sistem Pembukaan
             Rekening Giro di PT.POS Indonesia Cabang Garut.
BAB IV       KESIMPULAN DAN SARAN
             Berisikan kesimpulan yang dapat ditarik dari pembahasan masalah
             yang telah dilakukan sebelumnya, serta saran-saran yang mungkin
             dapat berguna bagi pihak PT.POS Indonesia Cabang Garut.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
                                      BAB II
                              LANDASAN TEORI


2.1     Konsep Dasar Sistem Informasi
2.1.1 Definisi Sistem
           Pengembangan Sistem ditentukan oleh pemahaman tentang konsep dasar
mengenai sistem, juga disertai dengan pemahaman tentang teknik-teknik, konsep,
dan aturan dalam pengembangan sebuah sistem.

           “Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang
            saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu
            kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu”,
            (Jogiyanto, 1999).

           Pengertian sistem yang pertama lebih menekankan pada prosedur,
sedangkan pengertian sistem yang kedua lebih menekankan pada komponen atau
elemennya. Tetapi kedua pengertian atau definisi dari sistem ini adalah benar dan
tidak bertentangan, yang berbeda adalah cara pendekatannya. Karena pada
hakekatnya setiap komponen sistem, untuk dapat saling berinteraksi dan untuk
dapat mencapai tujuan tertentu harus melakukan sejumlah prosedur, metode, dan
cara kerja yang juga saling berinteraksi.
           Suatu sistem dapat terdiri dari empat elemen subsistem, yang secara
bersama-sama membentuk satu kesatuan yang disebut sistem. Elemen-elemen
tersebut yaitu:
1. Masukan Kumpulan data transaksi ke kesebuah pengolahan data medium,
      contohnya penyortiran data (surat keluar dan surat masuk).
2. Pengolahan untuk mengelola surat keluar dan surat masuk pengolahannya
      dilakukan dengan cara manual, seperti mengelompokkan data (surat keluar
      dan surat masuk) kedalam group berdasarkan ciri surat, no urut surat dan
      sebagainya.
3. Keluaran menampilkan hasil yang didapat dari kegiatan sebelumnya berupa
      informasi yang dibutuhkan seperti menampilkan laporan (surat keluar dan
      surat masuk).




                                            9
                                                                                   10



4. Umpan Balik/Kontrol terdiri dari usul perbaikan yang diberikan oleh unit
   pengawasan mutu dari instansi yang bersangkutan.




             Gambar 2.1 Elemen-elemen Sistem (Amsyah, 2005)


2.1.1.1 Karakteristik Sistem
        Ada beberapa karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang dimiliki oleh
suatu sistem yaitu adanya komponen-komponen sistem, batasan-batasan sistem,
lingkungan luar sistem, penghubung, masukan sistem, keluaran sistem,
pengolahan sistem dan sasaran atau tujuan sistem (Jogiyanto, 1999).
        Suatu sistem mempunyai karakterisitik atau sifat-sifat tertentu, yaitu :
1. Komponen Sistem (component)
   Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang
   artinya saling kerjasama membentuk satu kesatuan.
2. Batasan Sistem (Boundary)
   Merupakan daerah yang membatasi antara satu sistem dengan sistem yang
   lainnya atau dengan lingkungan luarnya.
3. Subsistem
   Bagian-bagian dari sistem yang beraktuvitas dan berinteraksi satu sama lain
   untuk mencapai tujuan dengan sasarannya masing – masing.
4. Lingkungan Luar Sistem (Environments)
   Apapun diluar dari batas sistem yang mempengaruhi operasi.
5. Penghubung Sistem (Interface)
   Merupakan media penghubung antara sub sistem dengan sistem lainnya.
   Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang
   lainnya membentuk satu kesatuan.
6. Masukan Sistem (Input)
   Masukan (input) adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan
   dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) yaitu energi yang
                                                                              11



   dimasukkan supaya sistem dapat beroperasi, dan dapat berupa masukan sinyal
   (signal input) yaitu energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran.
7. Keluaran Sistem (Output)
   Keluaran (output) adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan
   menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat
   merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem.
8. Pengolahan Sistem (Process)
   Suatu sistem dapat mempunyai bagian pengolah yang akan mengubah
   masukan menjadi keluaran.
9. Sasaran Sistem (Objective)
   Suatu sistem mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Sasaran dari
   sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan
   keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila
   mengenai sasaran atau tujuannya.




          Gambar2.2 Karakteristik Suatu Sistem (Jogiyanto, 1999).


2.1.1.2 Klasifikasi Sistem
        Sistem    dapat   diklasifikasikan   dari   beberapa   sudut   pandangan,
diantaranya adalah sebagai berikut (Jogiyanto, 1999):
1. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem
   fisik (physical system).
                                                                               12



   Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak
   tampak secara fisik. Sedangkan sistem fisik merupakan sistem yang ada secara
   fisik.
2. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system)dan sistem
   buatan manusia (human made system).
   Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat
   manusia. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang manusia
   dengan melibatkan interaksi antara dengan mesin seperti sistem informasi.
3. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan
   sistem tidak tentu (probabilistic system).
    Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi
   sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem tidak tentu adalah
   sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena
   mengandung unsur probabilitas.
4. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system ) dan sistem
   terbuka (open system).
   Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak
   terpengaruh dengan lingkungan luarnya, bekerja secara otomatis tanpa ada
   turut camput tangan dari pihak luarnya. Sedangkan sistem terbuka adalah
   sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan linkungan luarnya, sistem
   ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan atau
   subsistem yang lainnya.


2.1.2 Definisi Informasi
            Definisi informasi menurut Amsyah (2005) :“Informasi adalah data yang
sudah diolah, dibentuk, atau dimanipulasi sesuai dengan keperluan tertentu”.
Sementara Jogiyanto (1999) mendefinisikan : ”Informasi adalah data yang telah
diolah menjadi suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang
menerimanya”.
            Dari kedua pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa informasi
adalah data yang setelah diolah atau diproses, menghasilkan informasi yang
memiliki nilai dan lebih bermanfaat bagi penggunanya.
                                                                                13



        Informasi merupakan proses lebih lanjut dari data yang sudah memiliki
nilai tambah. Berdasarkan pada bentuknya, informasi dapat dibedakan menjadi :
1. Informasi Uraian
    Informasi Uraian adalah informasi yang disajikan dalam bentuk uraian cerita
    yang panjang atau singkat yang berisikan kalimat-kalimat yang singkat dan
    jelas. Informasi ini bisa dalam bentuk laporan, notulen, surat atau memo.
2. Informasi rekapitulasi
    Informasi rekapitulasi adalah informasi ringkas dengan hasil akhir dari suatu
    perhitungan (kalkulasi) atau gabungan perhitungan yang berisikan angka-
    angka yang disajikan dalam bentuk kolom-kolom. Contohnya neraca,
    kuitansi, rekening, daftar pembelian.
3. Informasi Gambar (Bagan)
    Informasi Gambar (Bagan) adalah informasi yang di buat dalam bentuk
    gambar atau bagan, misalnya gambar konstruksi dan bagan organisasi.
4. Informasi Model
    Informasi Model adalah informasi dalam bentuk formulir dengan model-
    model yang dapat memberikan nilai ramalan atau prediksi dan nilai-nilai lain
    seperti nilai hasil pemecahan persoalan yang optimal sebagai alternatif bagi
    pembuatan keputusan.
5. Informasi Statistik
    Informasi statistik adalah informasi yang disajikan dalam bentuk angka yang
    ditunjukkan dalam bentuk grafik atau tabel.
6. Informasi Formulir
    Informasi formulir adalah informasi yang di buat dalam bentuk formulir
    dengan format (kolom) isian yang sudah ditentukan dan yang disesuaikan
    dengan keperluan kegiatan masing-masing.
7. Informasi Animasi
    Informasi animasi adalah informasi dalam bentuk gambar animasi dengan
    suara dan video. Informasi ini dapat juga disebut informasi multimedia.
8. Informasi Simulasi
    Informasi simulasi adalah informasi mengenai suatu kegiatan nyata pada
    suatu situasi atau peralatan yang di buat dalam bentuk serupa tetapi dengan
                                                                                 14



    ukuran kecil atau dengan layar komputer menjadi mirip seperti ukuran
    sebenarnya. Misalnya simulasi untuk pendidikan pilot pesawat terbang
    dengan perangkat lunak khusus.


2.1.2.1 Siklus Informasi
         Data yang masih merupakan bahan mentah apabila tidak diolah maka
data tersebut tidak akan berguna. Data tersebut akan berguna dan menghasilkan
suatu informasi apabila diolah melalui suatu model. Model yang digunakan untuk
mengolah data tersebut disebut dengan model pengolahan data atau lebih dikenal
dengan nama siklus pengolahan data.




                Gambar 2.3 Siklus Informasi (Jogiyanto, 1999).


         Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima
kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan
tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan membuat
sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses
kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus.


2.1.2.2 Kualitas Informasi
         Kualitas dari suatu informasi (quality of information) tergantung dari tiga
hal, yaitu (Jogiyanto, 1999):
1. Informasi harus akurat (accurate)
   Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bisa
   atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan
   maksudnya. Informasi harus akurat karena dari sumber informasi sampai ke
                                                                                15



   penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat
   merubah atau merusak informasi tersebut.
2. Tepat pada waktunya (timeliness)
   Tepat waktu, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh
   terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi.
   Karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan. Bila
   pengambilan keputusan terlambat, maka dapat berakibat fatal.
3. Relevan (relevance)
   Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakaiannya.
   Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.
         John Burch dan Gary Grudnitski menggambarkan kualitas dari informasi
dengan bentuk bangunan yang ditunjang oleh tiga buah pilar:




           Gambar 2.4 Pilar Kualitas Informasi (Jogiyanto, 1999).


2.1.3   Definisi Sistem Informasi
         Dari beberapa definisi mengenai sistem dan informasi yang telah
dijelaskan diatas, maka Sistem Informasi dapat didefinisikan sebagai berikut:


         “Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang
         mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung
         operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi
         dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang
         diperlukan”. (Jogiyanto, 1999).

         Sistem informasi merupakan suatu sistem yang saling barkaitan dan
berintegrasi satu sama lain dan bertujuan untuk menyediakan informasi untuk
                                                                              16



mendukung operasi, manajemen dan fungsi pengambilan keputusan dalam suatu
organisasi.
Kegiatan di Sistem Informasi mencakup (Jogiyanto, 1999):
1. Input, menggambarkan suatu kegiatan untuk menyediakan data untuk
   diproses.
2. Proses, menggambarkan bagaimana suatu data di proses untuk menghasilkan
   suatu informasi yang bernilai tambah.
3. Output, suatu kegiatan untuk menghasilkan laporan dari proses diatas tersebut.
4. Penyimpanan, suatu kegiatan untuk memelihara dan menyimpan data.
5. Kontrol, ialah suatu aktifitas untuk menjamin bahwa sistem informasi tersebut
   berjalan sesuai dengan yang diharapkan.


2.1.3.1 Komponen Sistem Informasi
         Dalam sebuah sistem informasi terdapat komponen-komponen yang
berfungsi sebagai pendukung, komponen-komponen tersebut diantaranya adalah
sebagai berikut (Jogiyanto, 1999):
1. Manusia,yaitu semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan
   sistem infomasi, pemrosesan dan penggunaan keluaran sistem informasi.
   Seperti operator, pemimpin sistem informasi dan sebagainya.
2. Perangkat Keras(Hardware), mencakup berbagai paeranti fisik seperti
   komputer dan printer.
3. Perangkat Lunak (Software) atau program, merupakan kumpulan perintah/
   instruksi/ fungsi yang ditulis dengan aturan tertentu untuk memerintahkan
   komputer melaksanakan tugas tertentu, yang memungkinkan perangkat keras
   memproses data.
4. Basis data (database), yaitu sekumpulan tabel, hubungan dan lain-lain yang
   berkaitan dengan penyimpanan data.
5. Prosedur, yaitu sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan
   pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehendaki. Seperti
   dokumentasi prosedur/ proses sistem, buku penuntun operasional (aplikasi)
   dan teknis.
                                                                          17



6. Jaringan komputer dan komunikasi data, yaitu sistem penghubung yang
   memungkinkan sumber (resources) dipakai secara bersama atau diakses oleh
   sejumlah pemakai.


2.2 Konsep Dasar Manajemen Sistem Informasi
2.2.1 Definisi Manajemen
      Secara operasional manajemen dapat didefinisikan sebagai berikut:


        “Manajemen adalah Proses mengkoordinasikan, mengintegrasikan,
        menyederhanakan, dan mensinkronisasikan sumber daya manusia,
        material, dan metode dengan mengaplikasikan fungsi-fungsi manajemen
        seperti perencanaan, pengorganisasian, penggiatan, pengawasan, dan
        lain-lain agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efisien dan
        efektif”, (Amsyah, 2005).

      Untuk mencapai tujuannya, organisasi memerlukan dukungan manajemen
dengan berbagai fungsinya yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi
masing-masing. Kegiatan fungsi-fungsi tersebut memerlukan data dan informasi,
dan akan menghasilkan data dan informasi pula. Beberapa fungsi manajemen
pokok adalah:
a. Perencanaan
   Berkaitan dengan penyusunan dan penjabaran tujuan serta menjabarkannya
   dalam bentuk perencanaan untuk mencapai tujuan.
b. Pengorganisasian
   Berkaitan dengan pengelompokan personel serta tugasnya untuk menjalankan
   pekerjaan sesuai tugas dan misinya.
c. Pengaturan personel
   Berkaitan dengan kegiatan bimbingan dan pengaturan kerja personel.
d. Pengarahan
   Berkaitan dengan kegiatan melakukan intruksi tugas-tugas.
e. Pengawasan
   Berkaitan dengan pemeriksaan untuk menentukan sampai sejauh mana
   kemajuan yang dicapai dan melakukan koreksi-koreksi.
                                                                           18



2.2.1.1 Tingkat Manajemen
        Pengolahan data dan informasi dilakukan sesuai dengan keperluan
manajemen sebagai proses kegiatan dan keperluan manajer sebagai pimpinan
manajemen. Maka dari itu, dalam organisasi terdapat tingkatan-tingkatan
manajemen sebagai ukuran tinggi rendahnya tingkat kelompok pimpinannya.
Karena organisasi terbagi dalam unit-unit kerja maka tingkatan tersebut
merupakan juga tingkat unit kerja. Tingkat tersebut umumnya terdiri dari
(Amsyah, 2005):
1. Manajemen Lini Atas (Top Management)
   Kegiatan manajemen lini puncak adalah memformulasikan perencanaan dan
   strategi. Tingkat manajemen ini berorientasi pada masa depan organisasi dan
   meninjau hasil kerja dan pencapaian tujuan organisasi secara umum dan
   menyeluruh. Tugas-tugas pada tingkat ini terutama mengkoordinasikan
   keseluruhan upaya organisasi dan hubungan dengan organisasi lain dan
   masyarakat.
2. Manajemen Lini Tengah (Middle Management)
   Manajemen lini tengah ini bertugas meninjau hasil dalam organisasi dan
   dengan kegiatan-kegiatan pengawasan menggerakkan organisasi mencapai
   sasaran. Manajemen pada lini ini lebih berorientasi pada masalah-masalah
   pelatihan personel, pertimbangan terhadap personel, pengadaan peralatan dan
   bahan, dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah-masalah kritis dalam
   mencapai keberhasilan kinerja.
3. Manajemen Lini Bawah (Lower Management)
   Pada manajemen lini bawah terdapat jumlah manajer yang banyak sesuai
   dengan bentuk piramida organisasi yang makin membesar ke bawah. Tingkat
   ini disebut juga tingkat manajemen operasional. Tugas pentingnya adalah
   mengawasi dan mengatur personel berketerampilan teknis atau karyawan
   biasa.
        Secara umum tugas dan pekerjaan ketiga tingkat manajemen tersebut
dapat digambarkan seperti berikut :
                                                                            19




              Gambar 2.5 Tingkat Manajemen (Amsyah, 2005)

2.2.2   Definisi Manajemen Sistem Informasi
         Manajemen Sistem Informasi (MSI) berasal dari kata Management of
Information System yang lazim disingkat MSI. Adapun definisi dari MSI adalah:

         “MSI adalah mata kuliah yang mempelajari cara-cara mengelola
         pekerjaan informasi dengan menggunakan pendekatan sistem yang
         berdasarkan pada prinsip-prinsip manajemen”, (Amsyah, 2005).

Menurut Barry E. Cushing :

         “Suatu SIM adalah kumpulan dari manusia dan sumber-sumber daya
         modal didalam suatu organisasi yang bertanggung jawab
         mengumpulkan dan mengolah data untuk menghasilkan informasi yang
         berguna untuk semua tingkatan manajemen di dalam kegiatan
         perencanaan dan pengendalian” (Jogiyanto, 1999).

Menurut Gordon B. Davis :

         “SIM adalah sistem manusia/mesin yang menyediakan informasi untuk
         mendukung operasi manajemen dan fungsi pengambilan keputusan dari
         suatu organisasi”( Jogiyanto, 1999).

         Dari definisi diatas maka dapat dirangkum bahwa sistem informasi
dikerjakan dengan menggunakan prinsip-prinsip manajemen dengan komponen
manusia/mesin dan sumber daya di dalamnya dan ada data yang diolah untuk
menjadi informasi yang berguna dimana tujuan dari organisasi dapat tercapai
secara efisien dan efektif maka disebut Manajemen Sistem Informasi (MSI).
                                                                                 20



2.2.3 Ruang Lingkup Pekerjaan Manajemen Sistem Informasi
         Pekerjaan MSI berkembang melalui empat proses sesuai dengan
perkembangan alat pengolah data, yaitu zaman MSI (Amsyah, 2005):
1. Dikerjakan secara manual.
2. Dikerjakan dengan alat mesin manual.
3. Dikerjakan dengan alat mesin elektrik.
4. Dikerjakan dengan elektrik (komputer).
         Pekerjaan MSI dimulai dari pengumpulan data yang dibuat atau terjadi
karena adanya fakta. Fakta tersebut dicatat atau direkam pada komputer sehingga
menghasilkan fakta yang disebut data. Data atau fakta tertulis otentik (asli) harus
disimpan sebagai arsip (otentik) untuk keperluan pembuktian-pembuktian dan
“back-up” baik sebagai bukti administratif ataupun sebagai bukti hukum tertulis
bila terjadi kesalahan pada komputerisasi data bersangkutan untuk pengolahan
menjadi informasi dalam pekerjaan sistem informasi.
         Pengolahan data menjadi informasi disebut juga sebagai proses
transformasi, atau manipulasi data menjadi informasi. Bentuk pengolahannya
dapat terdiri dari klasifikasi, sortir, kalkulasi, dan penyimpulan. Alat pengolahnya
dapat dikelompokkan menjadi alat pengolah manual, mesin manual, mesin
elektrik, dan komputer.
         Hasil pengolahan data adalah informasi yang berbentuk laporan, model
deskriptif, dan bentuk statistik.
         Informasi kemudian dianalisis sebagai bahan pengambilan keputusan.
Keputusan pada manajemen lini bawah umumya bersifat teknis, pada manajemen
lini tengah umumnya bersifat taktis, dan pada manajemen lini atas umumnya
bersifat strategis.
         Keputusan kemudian dioperasionalkan ke dalam bentuk kegiatan
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi atau penilaian. Pada setiap kegiatan
tersebut dilakukan juga kegiatan pengawasan.
         Kegiatan tersebut secara keseluruhan untuk mencapai tujuan organisasi
secara efisien dan efektif, terutama dalam menghadapi era globalisasi yang penuh
dengan persaingan, di mana setiap kegiatan memerlukan dukungan data dan
informasi.
                                                                             21



2.3 Konsep Dasar Data
2.3.1. Definisi Data
        “Data adalah fakta yang sudah ditulis dalam bentuk catatan atau
direkam ke dalam berbagai bentuk media”, (Amsyah, 2005).
        “Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian
dan kesatuan nyata”, (Jogiyanto, 1999).
        Dalam konteks sistem informasi data di pandang sebagai keterangan
yang masih mentah. Agar dapat digunakan untuk keperluan manajemen maka data
harus diolah dulu ke dalam bentuk informasi yang sesuai dengan keperluan
manajemen yang bersangkutan. Karena itu, sering dikatakan bahwa data adalah
bahan yang masih mentah. Sedang arti data menurut isinya adalah keterangan atau
bukti mengenai kenyataan yang masih mentah, masih berdiri sendiri-sendiri,
belum diorganisasikan, dan belum diolah. Data yang sudah diolah sesuai
keperluan disebut informasi.
        Semua kegiatan memang memerlukan data, serta sebaliknya setiap
pekerjaan juga akan menghasilkan data baik untuk keperluan unit kerjanya sendiri
maupun untuk keperluan unit kerja lain, ataupun organisasi lain.


2.3.2. Jenis Data
        Dikatakan bahwa data adalah fakta-fakta kegiatan organisasi dengan
unit-unitnya. Untuk keperluan penulisan data di kertas atau kartu dan pemasukan
data ke komputer, maka data dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
1. Data statis
   Data statis adalah jenis data yang umumnya tidak berubah atau jarang
   berubah, misalnya identitas nama (orang, organisasi, atau tempat), kode-kode
   nomor ataupun alamat.
2. Data dinamis
   Data dinamis adalah jenis data yang selalu berubah baik dalam frekuensi
   waktu yang singkat atau agak lama dan lain-lain. Data tersebut sering
   dikatakan sebagai peremajaan data. Data tersebut misalnya, data tabungan,
   data gaji, data nilai mahasiswa, dan sebagainya.
                                                                                22



          Berdasarkan sifatnya, data dapat dikelompokkan menjadi dua jenis,
yaitu:
1. Data kuantitatif
   Data kuantitatif adalah data dengan hitungan bilangan. Misalnya 5 ekor,
   Rp.1000, satu juta, dan sebagainya.
2. Data kualitatif
   Data kualitatif adalah data yang tidak dihitung dengan hitungan bilangan,
   tetapi diukur dngan kata-kata bernilai. Misalnya banyak, sedikit, kecil, rendah,
   dan sebagainya.


2.3.3. Sumber Data
          Berdasarkan sumbernya maka data dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
1. Data internal
   Data internal adalah data yang berasal dari dalam organisasi itu sendiri, yaitu
   oraganisasi pusat dan cabang-cabangnya.
2. Data eksternal
   Data eksternal adalah data yang berasal dari sumber-sumber yang berada di
   luar organisasi itu sendiri.
         Berdasarkan isinya maka baik data internal maupun data eksternal dapat
dibagi menjadi empat kelompok.




               Gambar 2.6 Pengelompokan data (Amsyah, 2005)

1. Data kegiatan
   Setiap     organisasi   mempunyai     kegiatan.   Kegiatan-kegiatan     tersebut
   dilaksanakan baik oleh perorangan maupun unit-unit kerja yang terdapat
   dalam organisasi bersangkutan. Kegiatan-kegiatan itu perlu direkam, untuk
   dipergunakan sebagai bahan pengingat, bukti, pengambil keputusan, laporan,
   informasi, penelitian, perencanaan, penilaian, pengawasan, dan lain-lain.
                                                                                  23



2. Data Hasil penelitian
   Hasil penelitian merupakan data yang penting bagi organisasi. Hasil penelitian
   cenderung disebut data, karena untuk dapat digunakan lebih lanjut oleh unit-
   unit (fungsi) organisasi secara spesifik masih harus diubah terlebih dahulu
   bentuknya sesuai dengan keperluan.
3. Data lingkungan
   Data penting untuk keperluan pekerjaan manajer dalam membuat keputusan
   dan mengerjakan fungsi-fungsi manajemen lainnya seperti perencanaan,
   penganggaran,     pengawasan,    evaluasi   atau   lain-lainnya,     adalah   data
   lingkungan. Pengertian data lingkungan ini sangat luas, yaitu mengenai semua
   bidang yang berkaitan dengan kegiatan organisasi dan yang dapat
   mempengaruhi kegiatan organisasi. Data tersebut banyak terdapat pada media
   cetak seperti buku, buku referensi, majalah, koran, dan lain-lain.
4. Data peraturan
   Data penting lainnya yang sangat berguna sebagai alat bantu dalam pekerjaan
   manajemen dan pekerjaan operasional adalah bahan-bahan peraturan.


2.4 Hubungan Informasi Dengan Manajemen
        Untuk mencapai tujuan, tiap organisasi memerlukan manajemen yang
tepat dan dapat dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan. Kegiatan manajemen
membutuhkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan yang akan
dilakukannya. Sumber informasi untuk pengambilan keputusan manajemen bisa
didapatkan dari informasi eksternal dan informasi internal. Dengan berkembang
pesatnya teknologi alat pengolah data komputer dan teknologi peralatan
komunikasi, maka pekerjaan manajemen dan pelayanan masyarakat yang
memerlukan dukungan data dan informasi juga mengalami kemajuan pesat.
        Maka dari itu, sistem informasi mempunyai peranan penting di dalam
menyediakan informasi bagi manajemen semua tingkatan. Supaya informasi yang
dihasilkan oleh sistem informasi dapat mengena dan berguna bagi manajemen,
maka analis sistem harus mengetahui kebutuhan informasi yang diinginkan oleh
manajemen. Untuk maksud ini, maka analis sistem harus mengerti terlebih dahulu
apa kegiatan dari manajemen untuk masing-masing tingkatannya dan bagaimana
                                                                              24



tipe keputusan yang diambilnya. Selanjutnya bagaimana tipe informasi yang
dibutuhkan oleh manajemen juga harus diketahui. Akhirnya diharapkan informasi
yang dihasilkan oleh sistem informasi akan dapat mengena sesuai dengan yang
dibutuhkan oleh manajemen.
         Tanpa dukungan informasi, manajemen suatu organisasi tidak akan dapat
mencapai tujuan yang direncanakan. Apalagi untuk mencapai sasaran yang
efesien dan efektif. Pekerjaan penting dari MSI adalah terletak pada tujuan untuk
menghasilkan informasi untuk tujuan manajemen.
         Adapun kebutuhan informasi berdasarkan tingkatan manajemen dapat
dilihat dari gambar berikut ini:


                            Top                           TERSARING


                           Middle

                                                TERINCI
                           Lower



                     Gambar 2.7 Kebutuhan Informasi Sesuai
                    Tingkatan Manajemen (Jogiyanto, 1999).


         Untuk tiap-tiap tingkatan manajemen, tipe informasi yang dibutuhkan
berbeda. Untuk manajemen tingkat bawah, tipe informasinya adalah terinci
(detail), karena terutama digunakan untuk pengendalian operasi. Sedang untuk
manajemen yang lebih tinggi tingkatnya, tipe informasinya adalah semakin
tersaring (terfilter) atau lebih ringkas.


2.5 Analisis Sistem Informasi
         Analisis sistem informasi dapat didefinisikan sebagai berikut :


         “Analisis Sistem Informasi adalah penguraian dari suatu sistem
         informasi yang utuh ke dalam bagian–bagian komponennya dengan
         maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan–
         permasalahan, kesempatan–kesempatan, hambatan–hambatan yang
         terjadi dan kebutuhan–kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat
         diusulkan perbaikan – perbaikannya”, (Jogiyanto, 1999).
                                                                             25



          Pada dasarnya, Analisis Sistem merupakan proses untuk memahami
sistem yang ada, kemudian mengidentifikasi masalah dan mencari solusinya.
Analisis sistem memiliki tujuan untuk mengetahui sistem secara detail sebagai
pedoman untuk melanjutkan proses pengembangannya.
         Dalam menganalisis suatu sistem terdapat langkah-langkah dasar yang
harus dilakukan oleh analis sistem sebagai berikut (Jogiyanto, 1999):
1. Identify, yaitu mengidentifikasi masalah.
 - Mengidentifikasi penyebab masalah.
 - Mengidentifikasi titik keputusan
 - Personel-personel kunci
2. Understand, yaitu memahami kerja dari sistem yang ada.
 - Menentukan jenis penelitian.
 - Merencanakan jadwal penelitian.
 - Mengatur jadwal wawancara.
 - Mengatur jadwal observasi.
 - Mengatur jadwal pengambilan sample.
 - Membuat penugasan penelitian.
 - Membuat agenda wawancara.
 - Mengumpulkan hasil penelitian.
3. Analyze, yaitu menganalisis system.
 - Menganalisis kelemahan sistem.
 - Menganalisis kebutuhan informasi pemakai/manajemen
4. Report, yaitu membuat laporan hasil analisis.
          Alasan yang melatar belakangi dilakukannya analisis sistem (Jogiyanto,
1999):
1. Problem Solving, dikarenakan sistem yang lama sudah tidak bisa memenuhi
   kebutuhan, sehingga diperlukan pengembangan sistem yang baru. Hal ini
   memerlukan analisis sistem agar sistem yang baru dapat berfungsi sesuai
   dengan kebutuhan.
2. Adanya kebutuhan baru dalam lingkungan atau organisasi di tempat sistem
   berjalan yang memerlukan modifikasi untuk mendukung organisasi.
3. Meningkatkan kemampuan atau performansi sistem.
                                                                             26



4. Meningkatkan performansi sistem secara keseluruhan.


2.6 Pengertian Metodologi Berorientasi Objek
        Metodologi Berorientasi Objek atau object oriented merupakan suatu
strategi pembangunan atau paradigma baru dalam rekayasa perangkat lunak yang
memandang sistem sebagai kumpulan obyek-obyek diskrit yang saling
berinteraksi. Yang dimaksud berorientasi objek adalah bahwa mengorganisasikan
perangkat lunak sebagai kumpulan obyek-obyek diskrit yang bekerja sama antara
informasi atau struktur data dan perilaku (behavior) yang mengaturnya.
        Sebuah sistem yang dibangun dengan berdasarkan metode berorientasi
objek adalah sebuah sistem yang komponennya dibungkus (dienkapsulasi)
menjadi kelompok data dan fungsi. Setiap komponen dalam sistem tersebut dapat
mewarisi atribut dan sifat dan komponen lainnya serta dapat berinteraksi satu
sama lainnya.


2.7 Karakteristik Sistem Berorientasi Objek
        Karakteristik yang dimiliki sebuah sistem berorientasi objek antara lain
(Munawar, 2005):
1. Abstraksi (Abstraction)
   Prinsip untuk merepresentasikan dunia nyata yang kompleks menjadi satu
   bentuk model yang sederhana dengan mengabaikan aspek-aspek lain yang
   tidak sesuai dengan permasalahan. Atau secara sederhana dikatakan sebagai
   proses memilah beberapa attribut dan beberapa operasi suatu objek hanya
   sampai pada yang benar-benar diperlukan saja, dan membuang attribut dan
   operasi yang tidak diperlukan untuk persoalan yang dihadapi.
2. Pembungkusan (Encapsulation)
   Pembungkusan atribut data dan layanan (operasi-operasi) yang dipunyai
   objek, untuk menyembunyikan implementasi dan objek sehingga objek lain
   tidak mengetahui cara kerja-nya. Dengan kata lain, menyembunyikan
   kompleksitas dari luar dan hanya membuka operasi-operasi yang diperlukan
   saja terhadap objek-objek lain.
3. Pewarisan (Inheritance)
                                                                                27



    Mekanisme yang memungkinkan suatu kelas mewarisi sebagian atau seluruh
    definisi ke objek lain sebagai bagian dari dirinya.
4. Pengiriman Pesan (message sending)
    Komunikasi antar objek dilakukan lewat pesan (message) yang dikirim dari
    satu objek ke objek lainnya.
5. Banyak Bentuk (Polymorphism)
    Kemampuan suatu objek untuk digunakan di banyak tujuan yang berbeda
    dengan nama yang sama sehingga menghemat baris program. Atau dengan
    kata lain, polymorphism yaitu suatu operasi dengan nama yang sama, tetapi
    jika diberikan pada objek yang berbeda akan mengakibatan operasi yang
    berbeda.
6. Assosiasi (Association)
    Hubungan antar objek yang saling membutuhkan. Hubungan ini bisa satu arah
    ataupun lebih dari satu arah. Selain dengan sesama objek, sebuah class bisa
    juga berasosiasi dengan lebih dari satu class.
    Multiplicity adalah sebuah aspek yang penting dalam asosiasi antar objek. Ini
    berkaitan dengan sejumlah objek dalam satu class yang saling berasosiasi.
7. Aggregasi (Aggregation)
    Adalah bentuk khusus dari assosiasi yang menggambarkan seluruh bagian
    suatu objek merupakan bagian dari objek yang lain.
Salah satu bentuk aggregasi yang melibatkan hubungan yang sangat erat antar
objek dan komponen objek disebut composition. Kata kunci composition adalah
komponen itu hanya bisa ada sebagai komponen pada objek composition.


2.8 Konsep Dasar Pemodelan Berorientasi Objek
         Terdapat beberapa konsep penting dalam pemodelan sistem informasi
menggunakan pendekatan objek atau berorientasi objek, diantaranya:


   Aktor (Actor)
         Dalam pemodelan sistem dengan UML, aktor adalah seseorang atau
sesuatu yang berinteraksi dengan sistem yang sedang dikembangkan. Artinya,
seorang aktor dapat mengirim atau menerima pesan dari dan ke sistem atau
                                                                             28



merubah informasi yang dibutuhkan sistem. Aktor adalah sebuah class bukan
sebagai objek. Komunikasi antara aktor dan sistem dilakukan dengan cara
mengirim dan menerima pesan. Primary actor adalah seseorang atau sesuatu yang
menggunakan fungsi utama dari sistem, sedangkan secondary actor adalah
seseorang atau sesuatu yang menggunakan fungsi sekunder dari sistem.
         Aktor dalam use case dilambangkan dengan gambar sebagai berikut :




                 Gambar 2.8 Simbol Aktor (Whitten, 2004).
         Actor terbagi pada empat macam tipe (Whitten, 2004):
1. Primary business actor (Pelaku Bisnis Utama)
    Stakeholder yang terutama mendapatkan keuntungan dari kegiatan transaksi
    dengan menerima nilai yang terukur dan terobservasi.
2. Primary system actor (Pelaku Sistem Utama)
    Stakeholder yang secara langsung dapat berhadapan dengan sistem untuk
    menginisiasi atau memicu kegiatan atau sistem. Pelaku sistem utama dapat
    berinteraksi dengan para pelaku bisnis utama untuk menggunakan sistem
    aktual. Mereka memfasilitasi kejadian dengan menggunakan sistem secara
    langsung demi mencapai keuntungan para pelaku bisnis utama.
3. External server actor (Pelaku server eksternal)
    Stakeholder yang melayani kebutuhan user.
4. External receiving actor (Pelaku penerima eksternal)
    Stakeholder yang bukan pelaku utama tetapi menerima output dari kegiatan
    transaksi.


   Objek (Object)
         Sebuah objek adalah sebuah penggambaran komputer dari beberapa
kejadian di dunia nyata. Objek dapat berupa benda konkrit maupun hal-hal yang
abstrak. Objek bisa berupa orang, tempat, kejadian, benda atau konsep-konsep
lain yang ada di dunia nyata. Setiap objek      memiliki identitas, keadaan dan
perilaku. Identitas adalah sesuatu yang membedakan suatu objek dari objek
lainnya sehingga masing-masing objek dapat dibedakan.
                                                                               29



         Setiap objek juga memiliki keadaan. Keadaan dari sebuah objek adalah
kondisi objek tersebut atau himpunan dari yang menggambarkan objek tersebut.
keadaan dinyatakan oleh nilai dari atribut objeknya. Atribut adalah nilai internal
suatu objek yang mencerminkan antara lain karakteristik objek, kondisi sesaat,
koneksi dengan objek lain, dan identitas.
         Selain memiliki identitas dan keadaan, setiap objek memiliki perilaku
yang mendefinisikan bagaimana sebuah objek bertindak dan memberi reaksi.
Perilaku sebuah objek dicerminkan oleh antarmuka dan metode dari objek
tersebut. Objek-objek juga dapat saling berhubungan atau berinteraksi dengan
objek yang lainnya. Hal ini dimungkinkan karena setiap objek memiliki
antarmuka yang memfasilitasi terjadinya interaksi antar objek tersebut.
     Contoh dari objek :
- Objek orang : saya, anda, kita dan lain-lain
- Objek tempat : kampus, gedung, komputer dan lain-lain
- Objek kejadian : kuliah, survei, pendaftaran dan lain-lain.


   Kelas (Class)
         Kelas adalah kumpulan dari objek yang didalamnya terdapat atribut dan
operasi yang serupa. Dengan penggolongan objek-objek dalam suatu kelas kita
bisa melakukan abstraksi masalah. Atribut dan nama kelas untuk beberapa objek
yang sejenis dapat dituliskan sekali saja begitu juga dengan fungsi dan metode
yang sama cukup dituliskan satu kali saja dan bisa digunakan ulang oleh objek
yang termasuk kedalam kelas yang sama.

                                   Boeing 737


               Gambar 2.9 Contoh Simbol Kelas (Bahrami, 1999).


   Attribut
         Atribut adalah property dari sebuah kelas. Atribut ini menggambarkan
batas nilai yang mungkin ada pada objek dari kelas. Sebuah kelas mungkin akan
mempunyai nol atau lebih atribut. Secara konvensi, jika nama atribut terdiri dari
satu kata, maka ditulis dengan huruf kecil. Akan tetapi jika nama atribut
                                                                               30



mengandung lebih dari suku kata maka semua suku kata digabungkan dengan kata
pertama menggunakan huruf kecil dan awal suku kata berikutnya menggunakan
huruf besar.




    Gambar 2.10 Contoh Kelas dan Atribut-atributnya (Bahrami, 1999).
   Operasi (Operation)
        Operasi adalah fungsi yang dapat diaplikasikan ke atau oleh suatu objek
dalam kelas. Misalnya kelas window memiliki fungsi close, cancel, open dan lain-
lain. Operasi yang sama dapat diterapkan pada kelas yang berbeda.




     Gambar 2.11 Cotoh Kelas dan Operasi-operasinya (Bahrami, 1999).


   Paket (Package)
        Paket adalah pengelompokan untuk menandakan kelompok suatu elemen
model. Paket digunakan untuk mempermudah mengorganisasi elemen-elemen
model. Sebuah paket dapat mengandung beberapa paket kelas lain didalamnya.



                Gambar 2.12 Simbol Paket (Munawar, 2005).


   Kelas Objek (Object Class)
        Kelas terdiri dari beberapa objek yang memiliki atribut, operasi, semantik
dan relationship yang sama. Kelas objek menggambarkan abstraksi dari suatu
objek dalam implementasi. Dalam kelas objek terdapat istilah Derajat
Pembungkusan (Visibility) operasi atau atribut yang terdiri dari (Munawar, 2005):
a. Protected : operasi atau atribut yang tampak hanya oleh kelas itu sendiri,
    subkelas atau teman kelas tersebut. Visibility merupakan default dari sebuah
                                                                                31



    operasi yang kita buat. Visibility ini melindungi operasi dari penggunaan oleh
    kelas-kelas luar. Protected digambarkan dengan tanda (#).
b. Public : operasi atau atribut dapat digunakan oleh kelas lain yang
    berhubungan dengan kelas tersebut. Digambarkan dengan tanda (+).
c. Private : operasi atau atribut yang hanya bisa digunakan oleh kelas itu sendiri.
    Digambarkan dengan tanda (-).




        Gambar 2.13 Contoh Kelas Mahasiswa dengan Visibilitynya
                               (Munawar, 2005).


   Asosiasi
         Asosiasi adalah kelas-kelas yang terubungkan satu sama lain secara
konseptual. Untuk menunjukan asosiasi ini bisa digunakan segitiga yang diarsir
pada arah yang dituju.
         Asosiasi bisa digunakan untuk memodelkan relasi diantara objek-objek.
Nama dari asosiasi memberi informasi secara tepat tentang relasi apa yang sedang
dimodelkan. Di UML, ada relasi dengan perlakuan khusus yang disebut dengan
‘bagian dari (part of)’ yang menangani antar objek-objek dimana salah satunya
adalah bagian dari yang lain. Dengan kata lain sebuah objek terdiri atas objek-
objek yang lain.
                   Pegawai                             Perusahaan

                                     bekerja

         Gambar 2.14 Asosiasi Antara Pegawai dengan Perusahaan
                               (Munawar, 2005).


   Agregasi
         Agregasi adalah terminology yang digunakan di UML untuk menjelaskan
hal tersebut. Sebuah agregasi adalah kasus khusus dari asosiasi. Hal ini
                                                                             32



disimbolkan dengan jajaran genjang yang diletakkan pada kelas yang
mengandung objek.




              Gambar 2.15 Contoh Agregasi (Munawar, 2005).
   Generalisasi
Generalisasi digunakan untuk menjelaskan hubungan kesamaan diantara kelas.
Objek-objek kelas bisa diatur secara hierarkis. Manfaat yang bisa diambil dengan
cara ini diantaranya bisa menampilkan aspek-aspek perbedaan dari kondisi nyata
yang ingin dipahami. Dengan menggunakan generalisasi bisa dibangun struktur
logis yang bisa menampilkan derajat kesamaan atau perbedaan diantara kelas-
kelas.




            Gambar 2.16 Contoh Generalisasi (Munawar, 2005).


2.9 Metode Analisis Berorientasi Objek (OOA-Object Oriented Analysis)
2.9.1 Unified Approach(UA)
         Untuk melakukan analisis sistem terdapat beberapa macam pendekatan,
diantaranya pendekatan konvensional dan pendekatan berorientasi objek.
Pendekatan konvensional terutama mengacu kepada strategi dekomposisi yang
berdasar algoritma atau fungsional. Pendekatan ini telah berkembang meliputi
seluruh tahap atau aktifitas proses rekayasa perangkat lunak dari mulai
pemrograman dengan iterasi perbaikan, pemrograman terstruktur, ditambah
                                                                               33



dengan perancangan terstruktur kemudian analisis terstruktur dan sebagainya.
Sedangkan pendekatan berorientasi objek memusatkan pada rancangan pada objek
dan antar muka yang dihasilkan. Objek adalah entiti yang berisi data atau variabel
dan tingkah laku. Data atau variabel yang menggambarkan sifat atau keadaan
objek dalam dunia nyata (real world) didefiniskan sebagai attribute, sedangkan
tingkah laku yang menggambarkan aksi-aksi yang dimiliki objek didefinisikan
sebagai method.
        Unified Approach (UA) merupakan metode analisis berorientasi objek
dari Ali Bahrami (1999). UA adalah suatu metodologi pengembangan sistem
berbasis objek yang menggabungkan proses dan metodologi yang telah ada
sebelumnya dan menggunakan UML sebagai standar pemodelannya. Proses dan
tahapan yang ada dalam UA merupakan proses-proses terbaik yang diambil dari
metode objek yang telah diperkenalkan oleh Booch, Rumbaugh, dan Jacobson.
Tahap Analisis dalam UA ditujukan untuk mengidentifikasi kelas-kelas yang
terdapat dalam sistem.
        Analisis berorientasi objek dengan pendekatan UA (Unified Approach )
dari Ali Bahrami digambarkan dalam bagan berikut:




   Gambar 2. 17 Tahap Analisis Unified Approach (UA) (Bahrami, 1999).


Keterangan:
1. Identifikasi aktor
   Identifikasi aktor adalah tahap pertama yang penting dalam OOA. Istilah aktor
   merepresentasikan peran dari seorang user terhadap sistem. Kandidat aktor
   dapat ditemukan dengan mencari tahu siapa yang akan menggunakan sistem
   dan apa yang dilakukan aktor terhadap sistem.
2. Pengembangan Diagram Aktifitas dan Diagram Use Case
   Pada tahap ini akan digambarkan model aktifitas bisnis menggunakan diagram
   aktifitas UML untuk menggambarkan kinerja sistem. Dalam diagram aktifitas
   akan digambarkan alur kerja dari sistem. Dengan mengetahui alur kerja sistem
                                                                               34



   yang     ada,   dapat      dilakukan   pemodelan   diagram   use   case   untuk
   menggambarkan interkasi user terhadap sistem.
3 Mengembangkan diagram interaksi
   Salah satu dari diagram interaksi adalah sequence diagram. Sequence diagram
   adalah suatu model untuk menggambarkan interaksi antar objek dalam sistem.
   Interaksi yang dilakukan oleh objek-objek tersebut dilakukan dengan cara satu
   objek mengirimkan pesan (message) kepada objek lain. Dalam tahap ini akan
   ditentukan rangkaian diagram aktifitas sistem yang sedang berjalan.
4. Identifikasi kelas
   Dari sequence diagram akan terlihat kelas-kelas apa saja yang ada dalam
   sistem. Pada tahap ini dilakukan proses identifikasi kelas-kelas, relationship,
   atribut serta metode-metode yang digunakan pada setiap kelas.
5. Pemeriksaan terhadap tahap sebelumnya.
    Proses pemeriksaan terhadap hasil akhir tahap analisis. Bila terdapat
    kesalahan maka kembali ke tahap awal analisis bila hasilnya benar maka
    tahap analisis selesai.


2.9.1.1 Identifikasi Aktor
          Mengidentifikasi aktor merupakan hal penting dalam proses analisis
sistem. Istilah aktor menunjukan sekumpulan pengguna yang beraktivitas pada
sistem. Satu pengguna mungkin saja melakukan satu atu lebih aktivitas pada
sistem. Dalam mengidentifikasi aktor mesti dipahami pula bagaimana aktor
tersebut berinterakasi dengan sistem. (Bahrami, 1999).
          Aktor adalah sesuatu yang perlu berinteraksi dengan sistem untuk
pertukaran informasi. Pelaku menginisiasi kegiatan sistem, yakni sebuah use case,
dengan maksud melengkapi beberapa tugas bisnis yang menghasilkan sesuatu
yang dapat diukur Whitten (2004).
1. Primary Business Actor (Pelaku Bisnis Utama)
   Stakeholder yang terutama mendapatkan keuntungan dari pelaksanaan use
   case dengan menerima nilai yang terukur atau terobservasi. Pelaku bisnis
   utama kemungkinan tidak menginisiasi kejadian bisnis. Sebagai contoh, dalam
   kejadian bisnis dari seorang karyawan yang menerima gaji (nilai terukur) dari
                                                                               35



    sistem penggajian setiap hari jumat, karyawan tidak menginisiasi kejadian itu,
    tetapi merupakan penerima utama dari sesuatu yang bernilai.
2. Primary System Actor (Pelaku Sistem Utama)
    Stakeholder yang secara langsung berhadapan dengan sistem untuk
    menginisiasi atau memicu kegiatan atau sistem. Pelaku sistem utama dapat
    berinteraksi dengan para pelaku bisnis utama untuk menggunakan sistem
    aktual. Mereka memfasilitasi kejadian dengan menggunakan sistem secara
    langsung demi mencapai keuntungan para pelaku bisnis utama. Contohnya
    operator telepon yang memberikan bantuan kepada pelanggan dan kasir Bank
    yang memproses transaksi Bank. Pelaku bisnis utama dan pelaku sistem utama
    kemungkinan memiliki persamaan, yaitu sama-sama pelaku bisnis yang
    berhadapan langsung dengan sistem, misalnya seorang yang melayani jasa
    penyewaan mobil via website.
3. External Server Actor (Pelaku Server Eksternal)
    Stakeholder yang melayani kebutuhan pengguna use case (misalnya biro
    kredit yang memiliki kuasa atas perubahan kartu kredit).
4. External Receiving Actor (Pelaku Penerima Eksternal)
    Stakeholder yang bukan pelaku utama, tapi menerima nilai yang terukur atau
    teramati (output) dari use case (misalnya gudang menerima paket permintaan
    untuk menyiapkan pengiriman sesudah seorang pelanggan memesannya).


2.9.1.2 Analisa Bisnis Proses
         Tahap ini tidak selalu mengawali suatu proyek analisis sistem, akan
tetapi jika dibutuhkan, proses bisnis dan kebutuhan pengguna menjelaskan sampai
ke level detail. Berikut contoh pemodelan proses bisnis menggunakan diagram
aktivitas :
                                                                             36




    Gambar 2.18 Activity Diagram (AD) menunjukan beberapa aktivitas
                      dilakukan aktor (Bahrami, 1999)


2.9.1.3 Identifikasi Use Case
        Suatu use case adalah interaksi antara aktor dengan sistem. Suatu use-
case menyangkut aktivitass dan respon dari suatu aktor. Pemodelan use case dapat
dilakukan dengan mengambil beberapa aktor kemudian mendiskusikan apa saja
yang akan dilakukan aktor tersebut terhadap sistem. Setiap use case
merepresentasikan apa yang akan dilakukan oleh aktor (Bahrami, 1999). Berikut
contoh use case diagram pada sistem perpustakaan :
                                                                                   37




             Gambar 2.19 Contoh Use case diagram pada sistem
                         perpustakaan (Bahrami, 1999)


2.9.1.4 Pemodelan Interaksi Menggunakan Interaction Diagram
        Salah satu dari diagram interaksi adalah sequence diagram. Diagram
interakasi menjelaskan urutan proses dan interaksi yang terdapat pada use case
atau scenario. Pada interaction diagram digambarkan interakasi antar suatu objek
terhadap objek yang lain. Pengembangan diagram ini menuntut pengembang
untuk mengidentifikasi seluruh objek dan event yang terjadi pada suatu use case,
hal ini akan sangat membantu untuk perancangan kelas (class). (Bahrami, 1999).


2.9.1.5 Perancangan Kelas
        Class   adalah    sebuah     spesifikasi    yang   jika   diinstansiasi   akan
menghasilkan sebuah objek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain
berorientasi objek. Class menggambarkan keadaan (atribut/properti) suatu sistem,
sekaligus   menawarkan     layanan     untuk       memanipulasi   keadaan     tersebut
(metoda/fungsi). Class diagram menggambarkan struktur dan deskripsi class,
package dan objek beserta hubungan satu sama lain (Bahrami, 1999).
        Dalam proses identifikasi kelas ada beberapa pendekatan yang dapat
digunakan untuk mengidentifikasi kelas-kelas pada system yang dirancang :
Pendekatan Noun Phrase; pendekatan common class patterns; pendekatan use-
                                                                               38



case driven; dan pendekatan Class, Responsibility and Collaborators (CRC).
Adapun pendekatan yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah noun
phrases approach, dengan kata lain pendekatan ini dilakukan dengan cara
mendaftar sejumlah objek (kata benda atau frase) pada sistem yang dirancang
yang dianggap akan menjadi kandidat kelas. Objek yang telah teridentifikasi
menjadi kandidat kelas tersebut kemudian diidentifikasi menjadi tiga kategori
kelas, Rellevant class, Fuzzy class (kelas ambigu) dan Irrelevant class. Rellevant
class adalah kategori kelas yang terdiri dari objek-objek yang memiliki
keterkaitan dengan sistem serta memiliki attribut dan method. Fuzzy class adalah
kelas yang memiliki makna ambigu dimana kelas ini tidak jelas apakah relevan
atau tidak. Irrelevant class adalah kelas yang tidak mempunyai pengaruh atau
keterkaitan langsung dengan sistem, misalkan proses eliminasi pada kelas yang
berupa atribut atau method (Bahrami, 1999).




              Gambar 2.20 Tiga kategori kelas (Bahrami, 1999).


2.10 Unified Modelling Language (UML)
2.10.1 Sejarah UML
        Grady Booch dan Jim Rumbaugh memulai penelitian di Rational
Software Co. sekitar tahun 1994. Tujuan mereka yakni menciptakan sebuah
metode baru yang dapat menciptakan metode-metode sebelumnya yang dapat
digunakan pada semua kalangan. Sekitar tahun 1995 Ivar Jacobson, seorang
tokoh yang menciptakan OOSE and Objectory Methode bergabung.
        Selain itu, perusahaan Rational Software Co. membeli lisensi Objectory
System dari Swedish Company sebagai pengembang dan pendistribusinya. Maka
lahirnya sebuah metode baru yang mereka beri nama “Unified Modeling
Languange” yang diharapkan dapat menjadi sebuah bahasa pemodelan standar.
                                                                          39




       Gambar 2.21 Unsur-unsur pembentuk UML (Munawar, 2005).


2.10.2 Definisi Unified Modelling language
        Unified Modelling Language merupakan sebuah notasi grafis standar
untuk menggambarkan sistem berorientasi objek yang merupakan hasil kerjasama
dari Grady Booch, James Rumbaugh dan Ivar Jacobson. Dan didefinisikan
sebagai berikut:

     “Unified Modelling Language (UML) adalah keluarga notasi grafis yang
     didukung oleh meta-model tunggal, yang membantu pendeskripsian dan
     desain sistem perangkat lunak, khususnya sistem yang dibangun
     menggunakan pemrograman berorientasi objek (OO)”, (Flowler, 2005).

     “Unified Modeling Language (UML) adalah suatu bahasa untuk
     menetapkan, membangun, memvisualisasikan, dan mendokumentasikan
     sistem perangkat lunak dan komponen-komponennya”, (Bahrami, 1999).

        Dari definisi diatas UML merupakan sebuah bahasa pemodelan suatu
sistem berdasarkan grafik atau gambar untuk menspesifikasikan, membangun,
menvisualisasikan dan mendokumentasikan suatu sistem perangkat lunak
berorientasi objek. UML memberikan standar penulisan sebuah sistem yang
meliputi konsep bisnis proses, penulisan kelas, skema data base, dan komponen
yang diperlukan dalam sistem perangkat lunak.
                                                                               40



2.10.3 View Dalam UML
        UML dibangun atas model 4+1 view. Model ini didasarkan pada fakta
bahwa struktur sebuah sistem dideskripsikan dalam 5 view dimana salah satu
diantaranya use case view. Use case view ini memegang peran untuk
mengintegrasikan content ke view yang lain.

                      Design                  Implementation
                                   Use Case
                     Process                   Deployment

               Gambar 2.22 Model 4+1 View (Munawar, 2005).


Keterangan:
1. Use case View
   Use case view mendefinisikan perilaku eksternal sistem. Hal ini menjadi daya
   tarik bagi end-user, analis dn tester. Pandangan ini mendefinisikan kebutuhan
   sistem karena mengandung semua view yang lain yang mendeskripsikan
   aspek-aspek tertentu dan rancangan sistem. Itulah sebabnya use case view
   menjadi pusat peran yang dan sering dikatakan yang mendrive proses
   pengembangan perangkat lunak.
2. Design View
   Design view mendeskripsikan struktur logika yang mendukung fungsi-fungsi
   yang dibutuhkan di use case. Design view berisi definisi komponen program,
   class-class utama bersama-sama dengan spesifikasi data, perilaku dan
   interaksinya.
3. Implementation View
   Implementation view menjelaskan komponen-komponen fisik dari sistem yang
   akan dibangun. Hal ini berbeda dengan komponen logic yang yang
   dideskripsikan pada design view. Termasuk disini diantaranya file exe, library
   dan database. Informasi yang ada di view ini relevan dengan aktifitas-aktifitas
   seperti manajemen konfigurasi dan integrasi sistem.
4. Process View
   Process view berhubungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan concurency
   di dalam sistem. Sedangkan deployment view menjelaskan bagaimana
                                                                               41



     komponen-komponen fisik didistribusikan ke lingkungan fisik. Kedua view ini
     menunjukan kebutuhan non-fungsional dari sistem.
5. Deployment View
     Deployment View menjelaskan bagaimana komponen-komponen fisik
     didistribusikan ke lingkungan fisik seperti jaringan komputer, printer dan
     peralatan lainnya serta bagaimana peralatan tersebut dihubungkan dengan
     peralatan yang lainnya dimana sistem akan dijalankan.


2.10.4 Diagram-diagram Unified Modelling Language
        Setiap sistem yang komplek memiliki pendekatan yang terbaik melalui
suatu himpunan kecil dalam pandangan semua view dalam suatu model, tidak ada
single view yang terpenuhi. Setiap model bisa dinyatakan pada tingkat yang
berbeda dari ketepatannya.
        Adapun diagram-diagram yang terdapat pada UML diantaranya:




    Gambar 2.23 Klasifikasi Jenis Diagram UML Versi 1.3 (Munawar, 2005).


Keterangan :
1    Diagram Kelas. Bersifat statis. Diagram ini memperlihatkan himpunan kelas-
     kelas, serta relasi-relasi. Diagram ini umum dijumpai pada pemodelan system
     berorientasi objek. Meskipun bersifat statis, sering pula digram kelas memuat
     kelas-kelas aktif.
                                                                                   42



2 Diagram Objek. Bersifat statis. Diagram ini memperlihatkan objek-objek
   serta relasi-relasi antar objek. Diagram objek memperlihatkan instansiasi statis
   dari segala sesuatu yang dijumpai pada diagram kelas.
3 Use Case Diagram. Bersifat statis. Diagram ini memperlihatkan himpunan
   use case dan actor-aktor (suatu Jenis khusus dari kelas). Diagram ini
   terutama sangat penting untuk mengorganisasi dan memodelkanperilaku dari
   suatu system yang dibutuhkan serta diharapkan pengguna.
4 Sequence Diagram. Bersifat dinamis. Diagram urutan adalah diagram
   interaksi yang menekankan pada pengiriman pesan (message) dalam suatu
   waktu tertentu.
5 Collaboration Diagram. Bersifat dinamis. Diagram kolaborasi adalah
   diagram interaksi yang menekankan organisasi structural dari objek-objek
   yang menerima serta mengirim pesan (message).
6 Statechart Diagram. Bersifat dinamis. Diagram state ini memperlihatkn
   state-state pada system; memuat state, transisi, even, serta aktivitas. Diagram
   ini terutama penting untuk memperlihatkan sifat dinamis dari antarmuka
   (interface), kelas, kolaborasi dan terutama penting pada pemodelan system-
   sistem reaktif.
7 Aktivity Diagram. Bersifat dinamis. Diagram aktivitas ini adalah tipe khusus
   dari diagram state yang memperlihatkan aliran dari suatu aktivitas ke aktivitas
   lainnya dalam suatu system. Diagram ini teruthama penting dalam pemodelan
   fungsi-fungsi dalam suatu system yang memberi tekanan pada aliran kendali
   antar objek.
8 Component          Diagram.     Bersifat   statis.   Diagram     komponen        ini
   memperlihatkan organisasi serta kebergantungan system/perangkat lunak pada
   komponen-komponen yang telah ada sebelumnya. Diagram ini berhubungan
   dengan diagram kelas dimana komponen secara tipikal dipetakan kedalam
   satu   atau    lebih   kelas-kelas,   antarmuka-antarmuka     (interfaces),   serta
   kolaborasi-kolaborasi.
9 Deployment Diagram. Bersifat statis. Diagram ini memperlihatkan
   konfigurasi saat aplikasi dijalankan (saat run-time). Diagram ini memuat
   simpul-simpul (node) beserta komponen-komponen yang ada di dalamnya.
                                                                               43



   Deployment diagram berhubungan erat dengan diagram komponen dimana
   deployment diagram memuat satu atau lebih komponen-komponen. Diagram
   ini sangat berguna saat aplikasi kita berlaku sebagai aplikasi yang dijalankan
   pada banyak mesin (distributed computing).


2.10.4.1 Class Diagram
         Class Diagram, juga dikenal sebagai objek modeling, adalah diagram
analisis statis yang utama. Diagram ini menunjukkan struktur yang statis dari
suatu model. Suatu class diagram adalah suatu koleksi unsur-unsur modeling yang
statis, seperti kelas-kelas dan relationship yang dihubungkan sebagai suatu grafik
antara yang satu dengan yang lainnya beserta isi-isinya. Sebagai contoh, hal yang
ada (seperti kelas-kelas), struktur-struktur class diagram internal, dan hubungan
class diagram dengan kelas-kelas yang lain. Class diagram tidak menunjukkan
informasi yang temporal, yang diperlukan di dalam pemodelan yang dinamis.
         Class diagram memodelkan struktur kelas dan isinya dengan
menggunakan elemen-elemen model seperti class, package, dan objek. Kelas
terdiri dari tiga bagian yaitu nama kelas, attribut dan operations. Kelas
didefinisikan secara global dapat diakses oleh objek diluar kelas tersebut.
         Berikut adalah notasi – notasi yang ada pada class diagram :
Tabel 2.1 Notasi pada Class Diagram
 Class              Class adalah blok - blok pembangun
                    pada pemrograman berorientasi objek.
                    Sebuah class digambarkan sebagai
                    sebuah kotak yang terbagi atas 3
                    bagian.Bagian atas adalah bagian nama
                    dari     class.      Bagian       tengah
                    mendefinisikan property/atribut class.
                    Bagian akhir mendefinisikan method-
                    method dari sebuah class.
                                                                44



Lanjutan Tabel 2.1 Notasi pada Class Diagram
 Assosiation     Sebuah asosiasi merupakan sebuah
                 relationship paling umum antara 2
                 class, dan dilambangkan oleh sebuah
                 garis yang menghubungkan antara 2
                 class. Garis ini bisa melambangkan
                 tipe-tipe relationship dan juga dapat
                 menampilkan                 hukum-hukum
                 multiplisitas pada sebuah relationship
                 (Contoh:     One-to-one,     one-to-many,
                 many-to-many).
 Composition     Jika sebuah class tidak bisa berdiri
                 sendiri dan harus merupakan bagian
                 dari class yang lain, maka class
                 tersebut memiliki relasi Composition
                 terhadap class tempat dia bergantung
                 tersebut.         Sebuah        relationship
                 composition digambarkan sebagai garis
                 dengan      ujung     berbentuk      jajaran
                 genjang berisi/solid.
 Dependency      Kadangkala             sebuah          class
                 menggunakan class yang lain. Hal ini
                 disebut       dependency.        Umumnya
                 penggunaan        dependency     digunakan
                 untuk menunjukkan operasi pada suatu
                 class yang menggunakan class yang
                 lain.         Sebuah            dependency
                 dilambangkan sebagai sebuah panah
                 bertitik-titik.
                                                                                 45



 Lanjutan Tabel 2.1 Notasi pada Class Diagram
 Aggregation       Aggregation             mengindikasikan
                   keseluruhan bagian relationship dan
                   biasanya     disebut        sebagai   relasi
                   “mempunyai sebuah” atau “bagian
                   dari”.        Sebuah           aggregation
                   digambarkan sebagai sebuah garis
                   dengan sebuah jajaran genjang yang
                   tidak berisi/tidak solid.
 Generalization    Sebuah relasi generalization sepadan
                   dengan sebuah relasi inheritance pada
                   konsep berorientasi objek. Sebuah
                   generalization dilambangkan dengan
                   sebuah panah dengan kepala panah
                   yang tidak solid yang mengarah ke
                   kelas “parent”-nya/induknya.
Sumber : http://resource.visual-paradigm.com/



        Diagram kelas memodelkan struktur kelas dan isinya. Kelas terdiri dari
Nama Kelas, Atribut dan Operasi.




               Gambar 2.24 Diagram Kelas (Munawar, 2005).


Keterangan :
1. Class Name: bagian yang paling atas berisi nama kelas, nama kelas diambil
   dari domain permasalahan dan harus sejelas mungkin. Oleh karena itu, nama
   kelas haruslah berupa kata benda.
                                                                                 46



2. Attribute: kelas memiliki attribut yang menggambarkan karakteristik dari
   objek. Attribut kelas yang benar adalah yang dapat mencakup informasi yang
   dilukiskan dan mengenali instance tertentu dari kelas. Tipe attribut dapat
   berupa primitive attribut atau tipe lainnya.
3. Method / Operations: operations digunakan untuk memanipulasi attribut atau
   menjalankan aksi-aksi.


Class diagram terdiri dari beberapa relationship, diantaranya (Munawar, 2005):
1. Generalization
  Generalisasi adalah hubungan antara suatu kelas secara umum dengan suatu
  kelas yang lebih spesifik. Generalisasi adalah suatu yang dipertunjukkan
  sebagai suatu garis berarah dengan tertutup. UML membiarkan suatu label
  diskriminator untuk dihubungkan dengan suatu Generalization superclass.
  Sebagai contoh, kelas boeing-airplane mempunyai kejadian-kejadian dari kelas
  boeing 737, boeing 747, boeing 757, dan boeing 767, yang merupakan subclass
  dari kelas boeing-airplane. Elipsis tunjukkan bahwa Generalization itu adalah
  tidak lengkap dan lebih banyak subclass yang tidak ditunjukkan. Pembangun
  melengkapi menunjukkan bahwa Generalization itu sudah lengkap dan tidak
  memerlukan lagi subclass.
  Jika suatu label teks ditempatkan di segi tiga yang berongga yang dibagi
  dengan beberapa alur generalization kepada subclass, label berlaku bagi semua
  alur. Dengan kata lain, semua subclass berbagi property yang diberi.
                               Boeing Airplane




          Boeing 737             Boeing 757           Boeing 767

             Gambar 2.25 Contoh Generalisasi (Bahrami, 1999).


2. Diagram objek
  Suatu diagram objek yang statis adalah satu kejadian dari suatu diagram kelas.
  Itu menunjukkan suatu snapshot dari status yang terperinci dari sistem pada
                                                                             47



  suatu momen yang tepat. Notasi adalah sama selama satu diagram objek dan
  suatu diagram kelas. Diagram kelas dapat berisi objek, maka suatu diagram
  kelas dengan objek dan tidak ada kelas-kelas adalah satu diagram objek.
3. Aggregation
  Aggregasi adalah suatu bentuk asosiasi. Komposisi, juga yang dikenal sebagai
  a-part-of adalah suatu wujud aggregation dengan kepemilikan yang kuat untuk
  menunjukkan komponen dari suatu objek yang kompleks. Komposisi juga
  dikenal sebagai suatu part-whole relationship. notasi UML untuk komposisi
  adalah suatu berlian yang padat pada akhir suatu alur. Sebagai alternatif, UML
  menyediakan suatu wujud dengan nyata bersarang itu, dalam banyak
  kesempatan, lebih menyenangkan karena adanya komposisi.




              Gambar 2.26 Contoh Aggregasi (Nugroho, 2005).


4. Association
  Asosiasi didefinisikan sebagai penghubung objek-objek pada kelas yang sama.
                                     bekerja
                  Pegawai                               Perusahaan



                 Gambar 2.27 Contoh Asosiasi (Munawar, 2005).


5. Multiplisitas (Multiplicity)
  Multiplicity atau multiplisitas adalah jumlah banyaknya objek sebuah class
  yang berelasi dengan sebuah objek lain pada class lain yang berasosiasi dengan
  class tersebut. Untuk menyatakan multiplisitas anda dapat meletakkannya
  diatas garis asosiasi berdekatan dengan class yang sesuai.
  Berikut adalah notasi – notasi yang ada pada multiplisitas :
                                                                          48



  Tabel 2.2 Notasi Multiplisitas
              Multiplisitas             Arti
              *                         Banyak
              0                         Nol
              1                         Satu
              0..*                      Nol atau banyak
              1..*                      Satu atau banyak
              0..1                      Nol atau satu
              1..1                      Hanya satu
             Sumber : Nugroho, 2005.

  Ada banyak multiplisitas yang mungkin untuk dipakai. Tabel berikut
  menjabarkan multiplisitas yang dapat digunakan.




        Gambar 2.28 Asosiasi dengan Multiplisitas (Munawar, 2005).


2.10.4.2 Use Case Diagram
        Konsep Use case diperkenalkan oleh ivan Jacobson di dalam Object
Oriented Software Engineering (OOSE). Kemampuan suatu sistem menguraikan
sejumlah use case yang berbeda, masing-masing menunjukkan secara spesifik
suatu arus kejadian yang spesifik di dalam sistem.
        Use case adalah deskripsi fungsi dari sebuah sistem dari prespektif
pengguna. Use case akan menggambarkan cara kerja suatu software dengan aktor.
Dalam use case diagram akan digambarkan hubungan antara aktor dengan use
case. Aktor adalah orang atau subsistem lain yang akan berinteraksi dengan
sistem. Sementara use case menggambarkan proses yang akan dilakukan oleh
aktor terhadap sistem.



                                         Use Case


          Gambar 2.29 Simbol Use Case Diagram (Munawar, 2005).
                                                                                                      49



         Uraian suatu use case menggambarkan apa yang terjadi di dalam sistem
ketika use case dilaksanakan.
         Pada intinya hubungan-hubungan ini ditunjukkan di suatu diagram use
case :
1. Communication. Hubungan komunikasi dari suatu aktor di suatu use
   case,ditunjukkan dengan menghubungkan simbol aktor kepada simbol use
   case dengan suatu alur yang padat. Aktor itu dikatakan “komunikasi” dengan
   use case.
2. Uses. Menggunakan hubungan antara use case ditunjukkan oleh panah
   generalisasi dari use case.

                                                               << Uses >>
                                         Proses A                                       Proses B



                        User



               Gambar 2.30 Contoh Kondisi Uses (Munawar, 2005).


3. Extends. Perluasan hubungan digunakan ketika kita mempunyai satu use case
   yang serupa dengan use case yang lain tetapi lebih banyak. Pada intinya, itu
   seperti suatu subclass.

                                                     < < E x te n d s > >
                                  P ro s e s A                                P ro s e s B



               U se r


          Gambar 2.31 Contoh Kondisi Extends (Munawar, 2005).


Tabel 2.3 Notasi Use Case Diagram
 Actor             Actor adalah pengguna sistem. Actor tidak terbatas
                   hanya       manusia           saja,       jika           sebuah           sistem
                   berkomunikasi           dengan               aplikasi            lain       dan
                   membutuhkan input atau memberikan output,
                   maka aplikasi tersebut juga bisa dianggap sebagai
                   actor.
                                                                               50



Lanjutan Tabel 2.3 Notasi Use Case Diagram
 Use Case       Use case digambarkan sebagai lingkaran elips
                                                                   Use Case Name
                dengan nama use case dituliskan didalam elips
                tersebut.

 Association    Asosiasi digunakan untuk menghubungkan actor
                dengan use case. Asosiasi digambarkan dengan
                sebuah garis yang menghubungkan antara Actor
                dengan Use Case.

 Depends on     Menyatakan hubungan ketergantungan antar Use
                Case, yakni pelaksanaan suatu use case baru bisa
                dilakukan setelah pelaksanaan use case lain
                selesai.

Sumber : http://resource.visual-paradigm.com/


Berikut adalah contoh use case diagram :




            Gambar 2.32 Contoh Use Case Diagram (Nugroho, 2005).


2.10.4.3 Sequence Diagram
        Sequence diagram menggambarkan interaksi antar objek didalam dan
disekitar sistem (termasuk pengguna, display dan sebagainya) berupa message
yang digambarkan terhadap waktu. Sequence diagram terdiri atas dimensi vertika
(waktu) dan dimensi horizontal (objek-objek yang terkait).
                                                                         51



          Sequence diagram biasa digunakan untuk menggambarkan skenario atau
rangkaian langkah-langkah yang dilakukan sebagai respon dari sebuah event
untuk menghasilkan output tertentu.
          Sequence diagram terdiri dari sumbu vertikal putus-putus yang
merepresentasikan “lifetime” objek dan sumbu horizontal yang menunjukan
sekumpulan objek yang saling berinteraksi dalam sistem. Diagram ini
menjelaskan bagaimana objek berinteraksi dengan objek yang lainnya yaitu
dengan cara mengirim dan menerima pesan. Komunikasi antar objek tersebut
ditandai dengan garis horizontal yang disertai dengan nama operasinya.
          Berikut adalah notasi-notasinya:
Tabel 2.4 Notasi Sequence Diagram
 Object        Object merupakan instance dari sebuah class dan
               dituliskan tersusun secara horizontal. Digambarkan
               sebagai sebuah class (kotak) dengan nama objek
               didalamnya yang diawali dengan sebuah titik koma.
 Actor         Actor juga dapat berkomunikasi dengan objek, maka
               actor juga dapat diurutkan sebagai kolom. Simbol
               Actor sama dengan simbol pada Actor Use Case
               Diagram.
 Lifeline      Lifeline mengindikasikan keberadaan sebuah objek
               dalam basis waktu. Notasi untuk Lifeline adalah
               garis putus-putus vertikal yang ditarik dari sebuah
               objek.
 Activation    Activation dinotasikan sebagai sebuah kotak segi
               empat yang digambar pada sebuah lifeline. Activation
               mengindikasikan sebuah objek yang akan melakukan
               sebuah aksi.
 Massage       Message, digambarkan dengan anak panah horizontal
               antara     Activation.   Message   mengindikasikan
               komunikasi antara objek-objek
Sumber : http://resource.visual-paradigm.com/
                                                                                    52



Gambar berikut ini adalah contoh dari Sequence Diagram:

         Caller                  Exchange              Receiver             T alk

                     OffHook



                     DialTone



                    DialNumber

                                            RingTone
                                                                  OffHook




                                                        OnHook




             Gambar 2.33 Contoh Sequence Diagram (Munawar, 2005).
2.10.4.4 Activity Diagram
             Activity diagram menggambarkan berbagai alur aktifitas dalam sistem
yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal, keputusan yang
mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir. Activity diagram juga dapat
menggambarkan proses paralel yang mungkin terjadi pada beberapa eksekusi.
             Activity diagram merupakan state diagram khusus, dimana sebagian
besar state adalah aksi dan sebagian besar transisi di-trigger oleh selesainya state
sebelumya (internal processing). Oleh karena itu, Activity diagram tidak
menggambarkan behavior internal sebuah sistem (dan interaksi antar subsistem)
secara eksak, tetapi lebih menggambarkan proses-proses dan jalur-jalur aktifitas
dari level atas secara umum.
             Sebuah aktivitas dapat direalisasikan oleh satu use case atau lebih.
Aktifitas menggambarkan proses yang berjalan, sementara use case
menggambarkan bagaimana actor mengguanakan sistem untuk melakukan
aktifitas.
             Berikut adalah notasi activity diagram :
                                                                             53



Tabel 2.5 Notasi Activity Diagram
 Simbol     Keterangan
            Titik Awal

            Titik Akhir

            Activity

            Pilihan Untuk mengambil Keputusan

            Fork; Digunakan untuk menunjukkan kegiatan yang dilakukan secara
            parallel / menggabungkan dua kegiatan peralel menjadi satu.

            Rake; Menunjukkan adanya dekomposisi

            Tanda Waktu
            Tanda pengiriman

            Tanda penerimaan

            Aliran akhir (Flow Final)
Sumber : http://resource.visual-paradigm.com/


2.11 Perangkat Lunak Pendukung
2.11.1 Rational Rose
          Rational Rose adalah tools pemodelan visual untuk pengembangan
sistem berorientasi objek yang sangat handal untuk digunakan sebagai bantuan
bagi para pengembang dalam melakukan analisis dan perancangan sistem.
Rational Rose digunakan untuk melakukan pemodelan sistem sebelum
menuliskan kode-kode dalam bahasa pemrograman tertentu.
          Dalam Rational Rose, pemodelan adalah cara melihat sistem dari
berbagai sudut pandang dengan mencakup semua diagram yang dikenal dalam
UML, aktor-aktor yang terlibat dalam sistem, use-case, objek-objek, kelas-kelas,
komponen-komponen, serta simpul-simpul penyebaran (deployment node).
                                                                              54




        Gambar 2.34 Tampilan Awal Rational Rose (Nugroho, 2005).


        Tampilan awal dari Rational Rose 2000 terdapat 3 jendela, yang
deskripsinya masing-masing sebagai berikut:
1. Browser
   Jendela ini berfungsi untuk secara cepat bergerak dalam model.
2. Jendela diagram
   Jendela ini berfungsi untuk membuat menampilkan (display), serta
   menyunting (edit) satu atau lebih diagram UML.
3. Jendela dokumentasi
   Jendela ini berguna untuk melihat atau memperbaharui (update) dokumentasi
   unsur-unsur model.
Disamping itu, Rational Rose juga memiliki menu-menu yang berguna untuk
mengaktifkan perintah-perintah tertentu serta toolbar yang dapat digunakan untuk
mengakses perintah-perintah yang sering digunakan.
                                     BAB III
                              ANALISIS SISTEM


3.1 Analisis Kebutuhan Sistem
         Pada tahap analisis ini dilakukan beberapa langkah identifikasi dengan
pemodelan object oriented menggunakn pendekatan Unified Approach dari ali
bahrami (1999) dengan tujuan untuk mengetahui kinerja sistem pembukaan
rekening Giro Pos. Tahapan dari analisis tersebut terdiri dari:




                          Gambar 3.1 Tahapan Analisis UA
3.1.1   Identifikasi Aktor
         Melalui kegiatan interview dan observasi dalam melihat bisnis proses
yang sedang berjalan, maka proses identifikasi aktor didapatkan berdasarkan siapa
saja yang akan menggunakan dan mempengaruhi sistem.
         Actor terbagi pada empat macam tipe (Jeffrey Whitten, 2004):
1. Primary Business Actor (Pelaku Bisnis Utama)
   Stakeholder yang terutama mendapatkan keuntungan dari kegiatan transaksi
   dengan menerima nilai yang terukur dan terobservasi.
2. Primary System Actor (Pelaku Sistem Utama)
   Stakeholder yang secara langsung dapat berhadapan dengan sistem untuk
   menginisiasi atau memicu kegiatan atau sistem.
3. External Server Actor (Pelaku Server Eksternal)
   Stakeholder yang melayani kebutuhan user.
4. External Receiving Actor (Pelaku Penerima Eksternal)
   Stakeholder yang bukan pelaku utama tetapi menerima output dari kegiatan
   transaksi.
         Dalam sistem pembukaan rekening Giro Pos, aktor yang dapat
teridentifikasi adalah:



                                         55
                                                                               56



Tabel 3.1 Identifikasi Aktor dengan Aktivitasnya
       Aktor               Tipe Aktor                    Aktifitas Aktor
 Pemohon     (Calon   Primary business actor   - Mengajukan       permohonan
 Nasabah)              (Pelaku Bisnis Utama)       pembukaan rekening Giro
                                                   Pos
                                               - Mengisi               formulir
                                                   pendaftaran yang sesuai
                                                   dengan tujuan pembukaan
                                               - Menyerahkan Persyaratan
                                                   dan formulir pendaftaran
                                               - Menandatangani            buku
                                                   rekening Giro Pos
                                               - Menerima buku rekening
                                                   Giro Pos.
 Costumer Service      Primary system actor    - Melayani costumer untuk
                      (Pelaku Sistem Utama)        melakukan       pembukaan
                                                   rekening Giro Pos
                                               - Menanyakan kepentingan
                                                   pembukaan rekening Giro
                                                   Pos
                                               - Menerima              formulir
                                                   pendaftaran dan validasi
                                                   formulir
                                               - Menginput data identitas
                                                   customer sesuai        dengan
                                                   formulir yang diberikan
                                               - Mengeluarkan              buku
                                                   rekening Giro Pos
                                               - Membuat        laporan     hasil
                                                   pembukaan rekening Giro
                                                   Pos
                                               - Mengeluarkan              form
                                                                                57



                                                        pembuatan rekening Giro
                                                        Pos
 Sistem     Informasi    External server actor      - Menerima       data nasabah
 Penyetoran     Giro    (Pelaku server eksternal)       untuk dijadikan inputan
 Pos                                                    dalam          pelaksanaan
                                                        penarikan, penyetoran, dan
                                                        transfer
 Supervisior            External receiving actor    -    Mengawasi     berjalannya
 Pelayanan                 (Pelaku penerima              sistem        pembukaan
                               eksternal)                rekening
                                                    -    Menerima laporan akhir
                                                         dari pembukaan rekening
                                                         Giro Pos


3.1.2 Pengembangan Activity Diagram
          Pada tahap pengembangan Activity Diagram ini akan menjelaskan
mengenai alur kerja pembukaan rekening Giro Pos yang telah teridentivikasi
(Customer dan Costomer Service) menggunakan layanan aplikasi CSO di PT. Pos
Cabang Garut.
          Dalam sistem pembukaan rekening ini, transaksi terjadi antara Calon
Nasabah dan Customer Service yang bertugas melayani pembukaan rekening
giropos. Pada saat transaksi, proses pertama dari sistem ini yaitu Costumer
Service diharuskan melakukan login dengan mengisi User ID            dan password.
Kemudian sistem akan melakuka validasi password, apakah password yang di
masukan sesuai dengan data yang telah tersimpan dalam data base sistem atau
tidak. Setelah itu Costumer Service menerima dan memverifikasi formulir
permohonan beserta persyaratan pembukaan rekening yang telah diisi oleh Calon
Nasabah. Untuk melanjutkan ke pengisian data Calon Nasabah, Costumer Service
memilih pembuatan rekening Giro Pos untuk perorangan atau lembaga atau
membatalkan pembuatan. Costumer Service menginputkan data Calon Nasabah
sesuai dengan formulir pendaftaran. Jika telah selesai proses berikutnya adalah
menyimpan data nasabah dan pencetakan buku rekening. Selain dapat menginput
                                                                                                                    58



data dan mencetaknya, Costumer Service dapat membuat laporan                                                  sesuai
kebutuhannya setelah melakukan login dan Costumer Service dapat mengeluarkan
form pembukaan rekening giro pos.
                                              Start


                                         Login

                                                                   No
                                                 Data Valid

                                             Yes



  Transaksi Costumer Service          Pembuatan
       dengan nasabah                  Laporan


    Tampilan Pembuatan               Pencetakan
         Tabungan                      Laporan



          pemilihan
          jenis giro



                 Pilihan 1       Rekening Giro            Input data
                        Yes      Pos Lembaga               lembaga
                                                                                Yes    Simpan          Cetak Buku
                                                                                         Data           Tabungan
                 Pilihan 2     Rekening Giro Pos              Input Data   No
                                                                                                                         End
                                  Perorangan                  Perorangan         Yes      Keluar Form
                   No
                                                                                       Pembuatan rekening


                                                                            No           Batal
                                                                                       pembuatan


                   Gambar 3.2 Activity Diagram untuk Sistem Informasi
                                      Pembukaan Rekening Giro Pos


           Adapun Aktifitas yang teridentifikasi dari Activity Diagram di atas
adalah sebagai berikut:
1. Activity Diagram untuk Proses Login
                                                                                                               59


                                                           Start

                                                    Akses
                                                   Software

                                                  Tampilan
                                                   Login

                                                 Koneksi ke
                                                   Server


                                              Input User ID dan                Ulang Inputan
                                                  Password

                                 Vrifikasi Password ?              No            Tampilan Pesan
                                                                                   Kesalahan
                                                          Yes
                                                Menu Utama
                                                   CSO




                                                                         End



                    Gambar 3.3 Activity Diagram untuk Proses Login
2. Activity Diagram untuk Proses Input Data Nasabah Perorangan
            Start

     Menu Utama
        CSO


   Form Pembuatan
   Rekening Giro Pos

   Menentukan Jenis
       Rekening


                    Y es     Rekening Giro       Input Data Nasabah
                              Perorangan


                                                        Input Data
                                                         Pekerjaan


           No                                           Input Data
                                                         Lain-Lain
                                                                        Y es       Simpan
                                                                                    Data

                                                             No      Tampilan Data Nasabah, No    Cetak Buku
                  Y es     Rekening Giro                             Costumer dan No Rekening      Rekening
                             Lembaga
                                                                        Y es        Batal
                                                                                  pembuatan
                                                             No
                                                                     Y es      Keluar Pembuatan
                                                                                   Rekening


                                                                                                         End

                           Gambar 3.4 Activity Diagram untuk Proses
                                  Input Data Nasabah Perorangan
                                                                                                                                    60



3. Activity Diagram untuk Proses Input Data Nasabah Lembaga
                                  Start

                         Menu Utama
                            CSO

                       Form Pem buatan
                       Rekeni ng Giro Pos

                          Menentukan
                         Jenis Rekening


                                      Yes Rekeni ng Giro Perorangan

                                No
                                      Yes     Rekening Giro Lem baga



                                                      Input Data
                                                       Nasabah


                                     Input Pendapatan, Akti vi tas T ransaksi &
                                                Sumber Dana

                                             Input Data Pemil ik dan
                                               Pengurus Lembaga


                                                      Input Data
                                                       Lain-Lai n

                                                                     Yes      Simpan
                                                                                Data


                                                           No       T ampil an Data Nasabah, No         Cetak Buku
                                                                     Costumer dan No Rekening            Rekeni ng

                                                                     Yes       Batal
                                                                             pembuatan
                                                           No
                                                                    Yes    Keluar Pembuatan
                                                                                                                End
                                                                               Rekeni ng

                             Gambar 3.5 Activity Diagram untuk Proses
                                          Input Data Nasabah Lembaga


4.         Activity Diagram untuk Proses Keluar Form Pembuatan Rekening
               Start

       Menu Utama                                                                          Yes
          CSO

     Form Pembuatan
     Rekening Giro Pos

       Menentukan
      Jenis Rekening

                           Rekening Giro Perorangan
                   Yes
                                                                              Yes      Simpan
                                                                     No                 Data
              No            Rekening Giro Lembaga

                                                                              Yes        Batal
                                                                                       pembuatan
                                                                     No

                                                                             Yes    Keluar Pembuatan                    no
                                                                                                                                    End
                                                                                        Rekening

                                                                                                       Keluar pembuatan rekening?
                         Gambar 3.6 Activity Diagram untuk Proses Keluar
                                            Form Pembuatan Rekening
                                                                             61



5. Activity Diagram untuk Proses Pembuatan Laporan
                                             Start


                                         Login


                       Password Benar?                 No

                                            Yes

                                   Pembuatan
                                    Laporan


                                   Pencetakan
                                     Laporan



                                                 End



       Gambar 3.7 Activity Diagram untuk Proses Pembuatan Laporan
         Dari tahap ini kita bisa mengetahui alur kerja dari sistem secara
keseluruhan. Dari alur kerja sistem yang sedang berjalan dapat ditentukan use
case diagram yang akan dibahas berikutnya.


3.1.3 Pengembangan Use Case
         Dalam tahapan pengembangan activity diagram terdapat gambaran
umum sistem serta beberapa aksi aktor yang berinteraksi dengan sistem. Dari alur
kerja tersebut diatas maka dapat ditentukan use case diagram untuk melihat
proses apa yang dilakukan costumer service terhadap sistem dalam bentuk use
case. Adapun proses yang dilakukan oleh costumer service terhadap sistem adalah
sebagai berikut :
1. Use Case Login


                                                 Interaksi Dengan Sistem
                                                              <<Uses>>
                    Costumer
                     Service


                                                                   Login

                                                            <<Extend>>




                                                        Perivikasi User

                          Gambar 3.8 Use Case Login
                                                                                62



2. Use Case Input Data Nasabah Perorangan


                              Interaksi Dengan Sistem
                                       <<Uses>>
              Costumer
               Service


                                  Input Data Perorangan               Nasabah

                                       <<Extend>>




                                  Perivikasi Nasabah

          Gambar 3.9 Use Case Input Data Nasabah Perorangan


3. Use Case Input Data Nasabah Lembaga


                               Interaksi dengan sistem

                                      <<uses>>


                 Costumer                                   Nasabah
                  Service      Input data nasabah

                                   <<Extend>>




                               Perivikasi Nasabah

           Gambar 3.10 Use Case Input Data Nasabah Lembaga


4. Use Case Keluar Pembuatan Rekening


                                    Interaksi Dengan Sistem

                                                 <<Uses>>




                   Costumer
                    Service             Pemilihan Jenis Rekening


                                             <<Extend>>




                                    Keluar Pembuatan Rekening

           Gambar 3.11 Use Case Keluar Pembuatan Rekening
                                                                                63



5. Use Case Pembuatan Laporan.


                              Interaksi Dengan Sistem
                                       <<Uses>>
              Costumer
               Service


                                   Pembuatan Laporan
                                                             Supervisior
                                       <<Extend>>            Pelayanan



                                     Cetak laporan

                  Gambar 3.12 Use Case Pembuatan Laporan
          Dari setiap use case yang digambarkan diatas, pada tahap selanjutnya
setiap use case akan dijelaskan lebih rinci dan disertai skenarionya.


3.1.3.1 Use Case Costumer Service Login
          Fungsi costumer service login merupakan reaksi sistem kepada setiap
costumer service untuk membatasi hak akses terhadap sistem pembukaan
rekening giro pos. Hak akses ini dibatasi dengan cara costumer service harus
memasukan User ID dan password.
Tabel 3.2 Skenario untuk use case Costumer Service Login
                                    Identifikasi
 Nomor         PRG-001
 Nama          Costumer Service Login
 Tujuan        Membatasi hak akses aktor pengguna untuk menjaga keamanan
               data
 Deskrifsi     Sistem memeriksa User ID dan password yang dimasukan aktor
               costumer service kedalam basis data untuk melakukan pencocokan
               agar bisa melakukan login.
 Aktor         Costumer Service
                                     Skenario
 Kondisi Awal                                Tampilan utama CSO
 Aksi Aktor                                  Reaksi Sistem
                                             1. Sistem menampilkan form login
                                                                                 64



 2. Costumer Service mengisi form
    login dengan User ID            dan
    password
 3. Klick ‘OK’                             4. open data base, cek User ID dan
                                               password
                                           5. User ID dan password valid
                                           6. sistem menampilkan menu layanan
                                               dalam CSO bila benar.
                                           7. Sistem menampilkan dialog box
                                               pesan kesalahan bila User ID atau
                                               password yang dimasukan salah.
 Kondisi Akhir                             Tampilan Menu layanan CSO
                                           Tampilan dialog box pesan kesalahan


3.1.3.2 Use Case Input Data Nasabah Perorangan
          Fungsi dari input data nasabah perorangan merupakan reaksi dari sistem
untuk memberikan kemudahan kepada costumer service untuk memasukan data
nasabah perorangan secara cepat dengan cara mengunakan form pembuatan
rekening khusus yang telah disediakan oleh sistem.
Tabel 3.3 Skenario untuk use case Input Data Nasabah Perorangan
                                  Identifikasi
 Nomor         PRG-002
 Nama          Proses Input Data Nasabah Perorangan
 Tujuan        Memberikan    kemudahan      kepada    actor   dalam    melakukan
               pengimputan data calon nasabah perorangan.
 Deskrifsi     Sistem menampilkan menu yang didalamnya terdapat button untuk
               masuk ke form pencatatan data calon nasabah perorangan
 Aktor         Costumer Service, Nasabah
                                    Skenario
 Kondisi Awal                              Menu Layanan CSO
 Aksi Aktor                                Reaksi Sistem
 1. Costumer Service memilih button 2. Sistem              menampilkan      form
                                                                                 65



    pembukaan rekening Giro pos.                pemilihan jenis rekening giro pos.
 3. Costumer Service memilih button 4. Sistem menampilkan form input
    rekening perorangan.                        data nasabah perorangan.
 5. Costumer Service menginputkan
    data     nasabah,   data   pekerjaan,
    pendapatan, aktifitas dan sumber
    dana,     dan   tujuan     pembukaan
    rekening.
 6. Costumer Service menekan button 7. Sistem menampilkan dialog box
    OK.                                         perintah untuk mencek kembali
                                                data telah benar atau belum.
                                            8. Sistem menyimpan data nasabah
                                                ke data base dan mencetak buku
                                                rekening giro pos
 Kondisi Akhir                              Form Tampilan nasabah perorangan


3.1.3.3 Use Case Input Data Nasabah Lembaga
          Fungsi dari input data nasabah lembaga merupakan reaksi dari sistem
untuk memberikan kemudahan kepada costumer service untuk memasukan data
nasabah lembaga secara cepat dengan cara mengunakan form pembuatan rekening
khusus yang telah disediakan oleh sistem.
Tabel 3.4 Skenario untuk use case Input Data Nasabah Perorangan
                                    Identifikasi
 Nomor          PRG-003
 Nama           Proses Input Data Nasabah Lembaga
 Tujuan         Memberikan     kemudahan     kepada    actor   dalam    melakukan
                pengimputan data calon nasabah lembaga.
 Deskrifsi      Sistem menampilkan menu yang didalamnya terdapat button untuk
                masuk ke form pencatatan data calon nasabah lembaga
 Aktor          Costumer Service, Nasabah
                                     Skenario
 Kondisi Awal                               Menu Layanan CSO
                                                                                  66



 Aksi Aktor                                   Reaksi Sistem
 1. Costumer Service memilih button 2. Sistem                 menampilkan       form
    pembukaan rekening Giro pos.                 pemilihan jenis rekening giro pos.
 3. Costumer Service memilih button 4. Sistem menampilkan form input
    rekening lembaga.                            data nasabah lembaga.
 5. Costumer Service menginputkan
    jenis    data     umum     perusahaan
    rekening,       pendapatan,   aktifitas
    transaksi,      sumber    daya   jenis
    pembukaan rekening, data pemilik
    dan pengurus lembaga, dan tujuan
    pembukaan rekening.
 6. Costumer Service menekan button 7. Sistem menampilkan dialog box
    OK.                                          perintah untuk mencek kembali
                                                 data telah benar atau belum.
                                              8. Sistem menyimpan data nasabah
                                                 ke data base dan mencetak buku
                                                 rekening giro pos
 Kondisi Akhir                                Form Tampilan nasabah lembaga


3.1.3.4 Use Case Keluar Form Pembuatan Rekening
          Fungsi Keluar form pembuatan rekening merupakan reaksi dari sistem
untuk memberikan kemudahan kepada Costumer Service untuk keluar dari
pembuatan rekening giro pos dengan cara mengeluarkan form pembuatan
rekening.
Tabel 3.5 Skenario untuk use case Keluar Form Pembuatan Rekening
                                       Identifikasi
 Nomor              PRG-004
 Nama               Proses Keluar Form Pembuatan Rekening
 Tujuan             Memberikan kemudahan kepada Costumer Service untuk
                    keluar dari form pembuatan rekening giro pos.
                                                                              67



 Deskripsi        Sistem menampilkan menu yang didalamnya terdapat button
                  untuk keluar form pembuatan rekening.
 Aktor            Costumer Service
                                       Skenario
 Kondisi Awal                      Menu Layanan CSO
 Aksi Aktor                        Reaksi Sistem
 1. Costumer              Service 2. Sistem menampilkan form pemilihan jenis
    memilih               button      rekening giro pos.
    pembukaan        rekening
    Giro pos.
 3. Costumer              Service 4. Sistem      menampilkan    form   pembuatan
    memilih jenis pembukan            rekening
    rekening yang di pilih
 5. Costumer              Service 6. Sistem      mengeluarkan   form   pembuatan
    memilih      keluar     form      rekening dan kembali ke tampilan utama
    pembuatan rekening                layanan CSO
 Kondisi Akhir                     Tampilan menu utama layanan CSO


3.1.3.5 Use Case Pembuatan Laporan
         Fungsi proses pembuatan laporan merupakan reaksi dari sistem untuk
memberikan kemudahan kepada costumer service               dalam membuat laporan
pembuatan rekening giro pos secara cepat dengan cara menggunakan form khusus
yang telah disediakan oleh sistem.
Tabel 3.6 Skenario untuk use case Pembuatan Laporan
                                       Identifikasi
 Nomor            PRG-005
 Nama             Proses Pembuatan Laporan
 Tujuan           Memberikan kemudahan kepada Costumer service melakukan
                  pembuatan laporan pembukaan rekening giro pos
 Deskripsi        Sistem menampilkan menu yang didalamnya terdapat fasilitas
                  untuk melakukan pembuatan laporan pembukaan rekening giro
                  pos
                                                                                 68



 Aktor              Costumer Service, Suvervisior Pelayanan
                                        Skenario
 Kondisi Awal                       Menu Layanan CSO
 Aksi Aktor                         Reaksi Sistem
 1. Costumer             Service
    memilih                menu
    pembuatan laporan
                                    2. Sistem   menampilkan     form      pembuatan
                                       laporan pembukaan rekening giro pos dengan
                                       membuka data dan menampilkan            data
                                       nasabah dari database.
 3. Costumer             Service 4. Sistem melakukan pencetakan laporan
    mengklik button cetak
    untuk       cetak    laporan
    yang     akan       ditujukan
    kepada          Supervisior
    pelayanan.
 Kondisi Akhir                      Form tampilan laporan data nasabah.


         Skenario-skenario diatas berfungsi untuk menjelaskan aktivitas yang
terjadi pada setiap use case. Melalui skenario kita dapat mengetahui gambaran
proses yang akan terjadi pada sistem. Skenario ini akan membantu mempermudah
pembuatan sequence diagram.


3.1.4 Pengembangan Interaction Diagram
         Setiap skenario dalam use case dapat digambarkan dalam urutan interaksi
antara aktor dan sistem beserta aktifitasnya. Pengembangan dari use case yang
dapat mengimplementasikan skenario adalah Interaction Diagram. Salah satu
jenis dari Interaction diagram adalah sequence diagram. Diagram ini dapat
memodelkan analisis lebih spesifik karena memodelkan interaksi antar objek
dalam sistem.
                                                                                                69



         Sequence diagram merepresentasikan urutan dan interaksi pada use case
yang ada untuk mempermudah identifikasi kelas. Sequence diagram                               juga
merepresentasikan suatu kejadian dan bagaimana objek dalam sistem mengirim
pesan untuk objek lain.


3.1.4.1 Sequence Diagram Costumer Service Login
         Pada fungsi Costumer Service login, sistem akan meminta Costumer
Service untuk memasukan User ID dan password, jika User ID dan password
yang dimasukan valid maka sistem akan melakukan login dan Costumer Service
dapat mengoperasikan sistem informasi pembukaan rekening giro pos. Sebaliknya
jika User ID            dan password            yang dimasukan salah maka sistem akan
menampilkan pesan kesalahan.
 Costumer Service        Aplikasi CSO         Form Login            DB Password       Form Pembuatan
                                                                                          Rekening

          1: Klik aplikasi CSO
                                 2: Load Form Login


                    3: Tampilan Form Login


               4: Input Nippos dan Password


                         5: Klik OK
                                                      6: Open DB Password

                7: Pesan kesalahan jika nippos dan password salah



    8: Tampilan Menu Layanan CSO



                     9: Costumer Service mengakses Form Pembuatan Rekening Giro Pos




        Gambar 3.13 Sequence Diagram untuk Costumer Service Login
                                                                                                                                     70



3.1.4.2 Sequence Diagram Input Data Pembuatan Rekening Perorangan
               Pada fungsi proses input data pembuatan rekening perorangan. Costumer
service menginputkan data dari calon nasabah di form nasabah perorangan sesuai
dengan data yang telah diberikan oleh nasabah.
    Costumer                  Form Pembuatan                                                          Form Rekening     DB Nasabah
     Service                     Rekening                                                               Perorangan       Giro Pos

      1: Klik Layanan Pembuatan Rekening

        2: Pilih Jenis Rekening Giro Pos
                                                         3: Masuk Form Rekening Perorangan

                                           4: Tampilan Form rekening perorangan

        5: Input data nasabah, data pekerjaan, pendapatam, aktifasi & sumber dana dan tujuan pembukaan rekening

                                                    6: Klik Button OK
                             7: Tampilkan data nasabah, nomor costumer dan nomor rekening
                                                                                                          8: Simpan Data Nasabah
                                              9: Pencetakan Buku Rekening




                          Gambar 3.14 Sequence Diagram untuk Input data
                                           Pembuatan Rekening Perorangan


3.1.4.3 Sequence Diagram Input Data Pembuatan Rekening Lembaga
               Pada fungsi proses input data pembuatan rekening lembaga. Costumer
service menginputkan data dari calon nasabah di form nasabah lembaga sesuai
dengan data yang telah diberikan oleh nasabah.
   Costumer                  Form Pembuatan                                                          Form Rekening      DB Nasabah
    Service                     Rekening                                                                Lembaga          Giro Pos

     1: Klik Layanan Pembuatan Rekening

       2: Pilih Jenis Rekening Giro Pos
                                                         3: Masuk Form Rekening Lembaga

                                           4: Tampilan Form rekening Lembaga


5: Input data jenis umum perusahaan rekening, pendapatan, aktifitas transaksi & Sumber daya Jenis pembukaan rekening,
                       data pemilik dan pengurus lembaga, dan tujuan pembukaan rekening

                                                   6: Klik Button OK

                            7: Tampilkan data nasabah, nomor costumer dan nomor rekening

                                                                                                          8: Simpan Data Nasabah

                                             9: Pencetakan Buku Rekening




                          Gambar 3.15 Sequence Diagram untuk Input data
                                            Pembuatan Rekening Lembaga
                                                                                          71



3.1.4.4 Sequence Diagram Keluar Form Pembuatan Rekening
        Jika Costumer Service keluar dari form pembuatan rekening giro pos
maka Costumer Service mengeluarkan form pembuatan rekening dengan menekan
button keluar dan tampilan akan kembali ke tampilan menu utama aplikasi
(layanan CSO).

     Costumer                                 Form Pembuatan                   Tampilan
      Service                                    Rekening                     Utama CSO
                 1: Klik Pembuatan rekening

           2: Tampilan Form Pembuatan Rekening


             3: Klik Keluar pembuatan rekening

                               4: Form Tampilan Utama CSO




                Gambar 3.16 Sequence Diagram untuk keluar dari
                             Form Pembuatan Rekening


3.1.4.5 Sequence Diagram Pembuatan Laporan
        Untuk membuat laporan maka Costumer Service harus dalam keadaan
login dan dapat memilih layanan pembuatan laporan di menu utama layanan CSO.
Setelah dipilih layanan tersebut maka rincian laporan akan ditampilkan dan
terdapat button print untuk mencetak laporan tersebut.
            Costumer                                Form                DB Nasabah
             Service                               Laporan               Giro Pos

                   1: Klik layanan pembuatan laporan

                  2: Tampilan penentuan rincian laporan

                        3: Penyesuaian Laporan
                                                             4: Load data


                                   5: Tampilan Rincian laporan

                               6: Klik OK

                 7: Tampilan Proses Pencetakan Laporan




         Gambar 3.17 Sequence Diagram untuk Pembuatan Laporan
                                                                                 72



3.1.5 Perancangan Kelas Pada Sistem Informasi Pembukaan Rekening Giro
      Pos
         Perancangan kelas pada sistem yang dianalisis didasarkan pada use case
diagrams dan interaction diagrams yang diimplementasikan dengan sequence
diagrams pada tahap sebelumnya.
         Adapun tahapan dalam klasifikasinya meliputi:
   Identifikasi Kelas (classes)
   Identifikasi relationships
   Identifikasi attributes
   Identifikasi methods


3.1.5.1 Identifikasi Kelas
         Dalam proses identifikasi kelas ada beberapa pendekatan yang dapat
digunakan untuk mengidentifikasi kelas-kelas pada system yang dirancang :
Pendekatan Noun Phrase; pendekatan common class patterns; pendekatan use-
case driven; dan pendekatan Class, Responsibility and Collaborators (CRC).
Adapun pendekatan yang penulis gunakan dalam analisis ini adalah noun phrases
approach, dengan kata lain pendekatan ini dilakukan dengan cara mendaftar
sejumlah objek (kata benda atau frase) pada sistem yang dianalisis yang dianggap
akan menjadi kandidat kelas. Objek yang telah teridentifikasi menjadi kandidat
kelas tersebut kemudian diidentifikasi menjadi tiga kategori kelas, Rellevant class,
Fuzzy class (kelas ambigu) dan Irrelevant class. Rellevant class adalah kategori
kelas yang terdiri dari objek-objek yang memiliki keterkaitan dengan sistem yang
dirancang serta memiliki attribut dan method. Fuzzy class adalah kelas yang
memiliki makna ambigu dimana kelas ini tidak jelas apakah relevan atau tidak.
Irrelevant class adalah kelas yang tidak mempunyai pengaruh atau keterkaitan
langsung dengan sistem yang akan dirancang, misalkan proses eliminasi pada
kelas yang berupa atribut atau method.
         Berdasarkan use case yang telah dikembangakan sebelumnya, maka pada
lingkungan sistem yang dirancang terdapat kandididat kelas berikut ini:
                                                                                    73



Tabel 3.7 Kandidat Kelas
Pencetakan Buku Rekening         Supervisior Pelayanan
Koneksi Database                 DB Password
Tampilan Pesan Kesalahan         Tampilan Form login
Tampilan Menu CSO                Tampilan Form laporan
User ID                          Tampilan Form Pembuatan Rekening
                                 Tampilan     Form     Pembuatan    Rekening
password
                                 Perorangan
Form login                       Tampilan Form Pembuatan Rekening Lembaga
Form laporan                     Tampilan Utama CSO
Form Pembuatan Rekening          Tampilan Penentuan rincian laporan
Form Pembuatan Rekening
                                 DB Nasabah
Perorangan
Form Pembuatan Rekening
                                 Laporan
Lembaga
Costumer Service                 Load data
Nasabah                          Nomor Costumer
Sistem Informasi Giro Pos        Nomor Rekening
Buku Rekening                    Login

         Dari kandidat kelas diatas kemudian dieleminasi object yang tidak
relevan, sehingga kelas terdiri dari seluruh kelas relevan (Relevant class) atau
kelas fuzzy (Fuzzy class). Pada tahap ini maka kandidat kelas:
Tabel 3.8 Eliminasi Kandidat Kelas
            Kandidat Kelas                               Alasan
 Koneksi    Database,    Load     data, Hanya sebuah proses dari sistem
 Pencetakan Rekening
 User ID dan Password                   Karena     merupakan        attribut      dari
                                        Costumer Service
 Tampilan Pesan Kesalahan               karena     hanya         berupa        eksepsi
                                        (pengecualian kesalahan)
 Sistem Informasi Giro Pos              Induk dari sistem pembukaan rekening
                                        giro
 Supervisior Pelayanan                  Tidak berhubungan langsung dengan
                                        sistem, hanya melalui Costumer Service
 Nomor      Costumer     dan    Nomor Karena merupakan attribut dari Nasabah
 Rekening
                                                                                74



Tabel berikut menunjukan deskripsi masing masing kandidat kelas.
Tabel 3.9 Kandidat kelas dengan kategori kelas
 No        Kandidat Kelas          Kategori                    Deskripsi
                                        Kelas
  1   Tampilan Menu CSO            Relevant Class   Tampilan awal sistem
  2                                Relevant Class   Interface awal dari interaksi
      Form login
                                                    aktor dengan sistem
  3   Form laporan                 Relevant Class   Tempat pembuatan laporan
  4   Form           Pembuatan Relevant Class       Tempat input data nasabah
      Rekening
  5   Form           Pembuatan Relevant Class       Tempat input data nasabah
      Rekening Perorangan                           perorangan
  6   Form           Pembuatan Relevant Class       Tempat input data nasabah
      Rekening Lembaga                              lembaga
  7   Costumer Service             Relevant Class   Aktor dari sistem
  8   Nasabah                      Relevant Class   Aktor dari sistem
  9   Tampilan Form login          Relevant Class   Tampilan awal dari sistem
 10                                Relevant Class   Tampilan untuk pembuatan
      Tampilan Form laporan
                                                    laporan
 11   Tampilan              Form Relevant Class     Tampilan            pembuatan
      Pembuatan Rekening                            rekening
 12   Tampilan              Form Relevant Class     Tampilan            pembuatan
      Pembuatan         Rekening                    rekening perorangan
      Perorangan
 13   Tampilan              Form Relevant Class     Tempat pembuatan rekening
      Pembuatan         Rekening                    lembaga
      Lembaga
 14                                Relevant Class   Output      dari    pembuatan
      Laporan
                                                    laporan
 15   Tampilan Utama CSO           Relevant Class   Interface awal sistem
 16   Tampilan          Penentuan Relevant Class    Interface Pengspesifikasian
      rincian laporan                               dari   laporan     yang   akan
                                                                                  75



                                                    dibuat
 17                               Relevant Class    Output       dari   transaksi
      Buku Rekening                                 nasabah      dan    Costumer
                                                    Service
 18   DB Nasabah                  Relevant Class    Tempat disimpannya data
                                                    nasabah
 19   DB Password                 Relevant Class    Tempat disimpannya data
                                                    password dan User ID
 20   Login                       Relevant Class    Tampilan untuk masuk ke
                                                    menu CSO
 21   Laporan                     Relevant Class    Hasil       dari    transaksi
                                                    Costumer Service dengan
                                                    Form Laporan


        Setelah kita menentukan kategori kelas dari kandidat-kandidat kelas di
atas, tahap selanjutnya adalah memeriksa jika terdapat kelas yang redundant, yaitu
kelas yang berbeda akan tetapi memiliki makna yang sama (same idea). Berikut
adalah beberapa kelas redundant yang terdapat pada kandidat kelas di atas:
Tabel 3.10 Identifikasi Kelas Redundant
 No                 Kelas Redundant                          Kelas yang Dipilih
 1    Tampilan Menu CSO, Tampilan Utama              Menu CSO
      CSO
 2    Tampilan Penentuan rincian laporan, Form Form Laporan
      laporan
 3    Login, form login, Tampilan Form Login         Login
 4    Tampilan Form Pembuatan Rekening, Form Form Pembuatan Rekening
      Pembuatan Rekening
 5    Form Pembuatan Rekening Perorangan,            Form Rekening Perorangan
      Tampilan Form Pembuatan Rekening
      Perorangan
 6    Tampilan Form Pembuatan Rekening               Form Rekening Lembaga
      Lembaga, Form Pembuatan Rekening
                                                                                76



       Lembaga


           Berdasarkan analisis serta eliminasi di atas maka kandidat kelas yang
tidak relevan atau redundant tidak diidentifikasi sebagai kelas pada sistem :


  1. Menu CSO
  2. Form login
  3. Form laporan
  4. Form Pembuatan Rekening
  5. Form Rekening Perorangan
  6. Form Rekening Lembaga
  7. Costumer Service
  8. Nasabah
  9. Tampilan Form login
 10. Tampilan Form laporan
 11. Tampilan Form Pembuatan Rekening
 12. Tampilan Form Pembuatan Rekening Perorangan
 13. Tampilan Form Pembuatan Rekening Lembaga
 14. Laporan
 15. Form Laporan
 16. Tampilan Utama CSO
 17. Tampilan Penentuan rincian laporan
 18. Buku Rekening
 19. DB Nasabah
 20. DB Password
 21. Login


           Jika kita pisahkan kelas-kelas yang terpilih maka hasilnya sebagai
berikut:
Tabel 3.11 Deskripsi Kelas
           Nama Kelas                               Deskripsi
              Login             Kelas yang memuat data login Costumer Service
                                                                         77



                           Menu utama layanan pembuatan rekening giro
       Menu CSO
                           pos
                           Form yang digunakan Costumer Service dalam
Form Pembuatan Rekening
                           melakukan pemilihan jenis Rekening
                           Form yang digunakan Costumer Service dalam
Form Rekening Perorangan
                           melakukan pembuatan rekening perorangan
                           Form yang digunakan Costumer Service dalam
Form Rekening Lembaga
                           melakukan pembuatan rekening lembaga
                           Form yang digunakan Costumer Service dalam
     Form Laporan
                           melakukan pembuatan laporan
                           Kelas Costumer Service adalah kelas petugas
                           yang memiliki wewenang dalam mengakses
                           layanan pembuatan rekening giro pos serta
    Costumer Service
                           menginputkan data nasabah. Wewenang ini
                           diberikan oleh Kepala Kantor Pos melalui
                           Supervisior Pelayanan.
                           Kelas Nasabah adalah kelas yang merupakan
                           kumpulan orang yang menjadi para Nasabah dan
        Nasabah            melakukan    pembukaan     rekening   giro   pos
                           menggunakan layanan CSO di Kantor Pos
                           Cabang Garut baik perorangan atau lembaga
                           Semua data nasabah yang terdaftar giro pos,
        Laporan            dimana merupakan hasil dari interaksi costumer
                           service dengan form laporan
                           Hasil dari transaksi antara Nasabah dengan
     Buku Rekening
                           Costumer Service (Hasil akhir dari sistem)
                           Database yang memuat semua identitas nasabah
      DB Nasabah
                           giro pos
      DB Password          Database password Costumer Service login
                                                                                          78



3.1.5.2 Identifikasi Relationship
         Setelah semua kelas telah teridentifikasi, maka langkah selanjutnya yaitu
menentukan relationships antar kelas. Adapun relationships dari tiap kelas dapat
dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 3.12 Keterhubungan (relationship) antar kelas
       Kelas               Kelas Terkait       Hubungan (Relasi)           Kardinalitas
 Costumer Service               Login               Melakukan             One
 Costumer Service          Buku Rekening             Membuat              One or more
 Costumer Service              Laporan               Membuat              One or more
      Nasabah              Buku Rekening           Mendapatkan            One


         Adapun Kelas diagram yang memperlihatkan relasi antar kelas dari tabel
relasi diatasa adalah:

       Laporan            Form Laporan

            ..*
             Membuat
         1
   Costumer Service 1                           Membuat                  Buku Rekening
                                                                   ..*
        1                                                                    1
                                           Form Rekening Lembaga

            Melak uk an
                                                                                 Mendapatkan
            1
                                              Form Pembuatan                  1
        Login              Menu CSO
                                                  Rekening                 Nasabah



                                              Form Rekening
                                                Perorangan
     DB Password                                                          DB Nasabah




                   Gambar 3.18 Relasi Diagram Sistem Informasi
                            Pembukaan Rekening Giro Pos


3.1.5.3 Identifikasi Attributes
         Setelah relasi antar kelas sudah terbentuk, maka langkah selanjutnya
yaitu menentukan attributes dari tiap kelas sebagai berikut:
                                                                           79



Costumer Service                      Kartu Identitas
User ID                               No Identitas
Password                              NPWP
Nippos                                Pekerjaan
Nama                                  Jabatan
Alamat                                Nama Perusahaan
Laporan                               Alamat Perusahaan
No Laporan                            Lama Bekerja
Tanggal Laporan                       Kepemilikan Tempat usaha
Jenis Laporan                         NIP
Pembuat Laporan                       Alamat Surat
Nasabah                               Penghasilan Gaji pertahun
No Nasabah                            Aktivitas transaksi normal perhari
Nomor Rekening                        Sumber Penghasilan
Nama                                  Tujuan Pembukaan Rekening
Alamat                                Dalam Hal ini bertindak
Pekerjaan                             Nama Referensi
No Tlp                                Nama Ibu Kandung
Buku Rekening                         Kode Petugas
Nomor Rekening                        Form Rekening Lembaga
Nomor Nasabah                         Nama Perusahaan
Nama Nasabah                          Alamat Perusahaan
Alamat                                Kelurahan
Pengesahan                            Kecamatan
Nippos                                Kabupaten
Tanggal Diterbitkan                   KodePos
Form Rekening Perorangan              Telepon
Nama                                  Bentuk Usaha
Tempat lahir                          Bidang Usaha
Tanggal lahir                         Tanggal Berdiri
Jenis kelamin                         Ijin Usaha
Status perkawinan                     NPWP
Agama                                 Pendapatan Pertahun
Pendidikan                            Aktivitas transaksi normal perhari
Alamat Rumah Tinggal                  Sumber Dana
No Hp                                 Lampiran Lap. keuangan
Alamat Rumah sesuai KTP               Pemilik Perusahaan
Kelurahan                             Pengurus Perusahaan
Kecamatan                             Tujuan Pembukan Rekening
Kabupaten                             Dalam Hal ini bertindak
KodePos                               Nama Referensi
Telepon                               Kode Petugas
Kewarganegaraan

        Adapun atribut-atribut dari tiap kelas dapat dilihat pada model class
diagram dibawah ini :
                                                                                                                       80



                                                                  Nasabah
                                                                NoNasabah
       Laporan                                                  NoRekening                 DbNasabah
                                                                NamaNasabah
   NoLaporan                                                    Alamat
   TanggalLaporan            FormLaporan                        Pekerjaan
   JenisLaporan                                                 NoTlp
   PembuatLaporan
                                                                    1

                                                                Mendapatkan



                                                                        1
                                                                BukuRekening
  CostumerService
                                                               NomorRekening
  UserID                           Membuat                     NomorNasabah
  Password           1                                         NamaNasabah
  Nama                                                         Alamat                  FormRekeningPerorangan
  Nippos                                             *..       Pengesahan             Nama
  Alamat                                                       NipPos                 TempatLahir
                                                               TglDiterbitkan         TanggalLahir
         1                                                                            JenisKelamin
                                                                                      StstusPerkawinan
                                                                                      Agama
                                                                                      Pendidikan
     Melakukan                                                                        AlamatRumahTinggal
                                                                                      HP
                                                                                      AlamatRumahSesuaiKTP
                                                                                      Kelurahan
                                                                                      Kecamatan
                                                                                      Kabupaten
             1                                                                        KodePOS
                                                                                      Telepon
        Login                 MenuCSO                      FormPembuatanRekening      Kewarganegaraan
                                                                                      KartuIdentitas
                                                                                      NoIdentitas
                                                                                      NPWP
                                                                                      Pekerjaan
                                                                                      Jabatan
                                                                                      NamaPerusahaan
                                                           FormRekeningLembaga        AlamatPerusahaan
                                                                                      Fax
                                                     NamaPerusahaan                   LamaBekerja
                                                     AlamatPerusahaan                 KepemilikanTempatUsaha
                                                     Kelurahaan                       NIP
                                                     Kecamatan                        AlamatSurat
     DbPassword                                      Kabupaten                        PenghasilanGajiPertahun
                                                     KodePOS                          AktivasiTransaksiNormalPerhari
                                                     Telepon                          TujuanPembukaanRekening
                                                     BentukUsaha                      BertindakSebagai
                                                     BidangUsaha                      NamaReferensi
                                                     TanggalBerdiri                   NamaIbuKandung
                                                     IjinUsaha                        KodePetugas
                                                     NPWP
                                                     PendapatanPertahun
                                                     AktivasiTransaksiNormalPerhari
                                                     SumberDana
                                                     LampiranLaporanKeuangan
                                                     PemilikPerusahaan
                                                     PengurusPerusahaan
                                                     TujuanPembukaanRekening
                                                     BertindakSebagai
                                                     NamaReferensi
                                                     KodePetugas




       Gambar 3.19 Attributes Class Diagram Sistem Informasi Pembukaan
                                             Rekening Giro Pos


3.1.5.4 Identifikasi Methods
                 Setelah attributes dari tiap kelas terbentuk, maka langkah selanjutnya
yaitu menentukan methods/behavior dari tiap kelas. Adapun methods/behavior
dari tiap kelas dapat dilihat pada model class diagrams dibawah ini:
                                                                                                                           81



                                                                      Nasabah
                                                                  NoNasabah
         Laporan                                                  NoRekening                    DbNasabah
                                 FormLaporan                      NamaNasabah
    NoLaporan                                                     Alamat
    TanggalLaporan
    JenisLaporan                                                  Pekerjaan                OpenConnection()
                                                                  NoTlp
    PembuatLaporan          ShowFormLaporan()                                              CloseConnection()
                                                                  AddNasabah()
    LihatLaporan()          CloseFormLaporan()                    DeleteNasabah()
    BuatLaporan()
    PrintLaporan()                                                     1
                                                                    Mendapatkan



                                                                         1
                                                                   BukuRekening
    CostumerService                                            NomorRekening
    UserID                                                     NomorNasabah                      FormRekeningPerorangan
    Password
                       1               Membuat                 NamaNasabah
    Nama                                                       Alamat                           Nama
    Nippos                                                     Pengesahan                       TempatLahir
    Alamat                                          *..        NipPos                           TanggalLahir
                                                               TglDiterbitkan                   JenisKelamin
    addUserID()                                                                                 StstusPerkawinan
    AddPAssword()                                              PrintBukuRekening()              Agama
                                                               ShowBukuRekening()               Pendidikan
           1                                                                                    AlamatRumahTinggal
                                                                                                HP
                                                                                                AlamatRumahSesuaiKTP
                                                                                                Kelurahan
        Melakukan                                                                               Kecamatan
                                                                                                Kabupaten
               1                                                                                KodePOS
                                                                                                Telepon
           Login                                           FormPembuatanRekening                Kewarganegaraan
             1                    MenuCSO                                                       KartuIdentitas
                                                                                                NoIdentitas
                                                                                                NPWP
 Login()                                         ShowFormRekeningPEerorangan()                  Pekerjaan
                             ShowMenuCSO()                                                      Jabatan
 Password()                                      ShowFormRekeningLembaga()                      NamaPerusahaan
                             CloseMenuCSO()
 CloseFormLogin()                                CloseFormRekening()                            AlamatPerusahaan
                                                                                                Fax
                                                                                                LamaBekerja
                                                                                                KepemilikanTempatUsaha
                                                                                                NIP
                                                                                                AlamatSurat
       DbPassword                                                                               PenghasilanGajiPertahun
                                                             FormRekeningLembaga                AktivasiTransaksiNormalPerhari
                                                                                                TujuanPembukaanRekening
                                                          NamaPerusahaan                        BertindakSebagai
  OpenConnection()                                        AlamatPerusahaan                      NamaReferensi
                                                          Kelurahaan                            NamaIbuKandung
  CloseConnection()                                       Kecamatan                             KodePetugas
                                                          Kabupaten
                                                          KodePOS                               AddNasabah()
                                                          Telepon                               SaveNasabah()
                                                          BentukUsaha                           ClosePembuatanRekening()
                                                          BidangUsaha                           Batal()
                                                          TanggalBerdiri
                                                          IjinUsaha
                                                          NPWP
                                                          PendapatanPertahun
                                                          AktivasiTransaksiNormalPerhari
                                                          SumberDana
                                                          LampiranLaporanKeuangan
                                                          PemilikPerusahaan
                                                          PengurusPerusahaan
                                                          TujuanPembukaanRekening
                                                          BertindakSebagai
                                                          NamaReferensi
                                                          KodePetugas

                                                          AddNasabah()
                                                          SaveNasabah()
                                                          ClosePembuatanRekening()
                                                          Batal()




                      Gambar 3.20 Methods Class Diagram Sistem Informasi
                                Pembukaan Rekening Giro Pos


               Dengan berbagai pemodelan sistem yang telah dibahas pada tahap analisis
kebutuhan sistem diatas, dapat diketahui bagaimana proses dan alur kerja dari
sistem informasi pembukaan rekening giro pos. Dari setiap tahapan pemodelan
Object Oriented diatas diperoleh informasi sebagai berikut :
1. Pada tahap identifikasi aktor dapat diketahui bahwa orang yang terlibat dalam
    sistem adalah Costumer Service, Nasabah, Sistem Informasi Penyetoran Giro
    Pos dan, Supervisior Pelayanan.
                                                                                82



2. Pada tahap pengembangan Activity Diagram dapat diketahui alur kerja dari
   sistem pembukaan rekening giro pos.
3. Pada tahap pengembangan Use Case Diagram dapat diketahui cara kerja
   sistem dengan lingkungan eksternal, yaitu interaksi antara user dengan sistem.
   Pada pemodelan ini lebih fokus pada apa yang akan user kerjakan terhadap
   sistem.
4. Setiap Use Case yang telah dibuat dikembangkan kembali dengan pemodelan
   Sequence Diagram. Dalam sequence diagram digambarkan interaksi antar
   objek dalam sistem melalui message (pesan) yang disampaikan oleh satu
   objek ke objek lain. Dalam tahapan ini, proses kerja sistem terlihat lebih jelas
   dan lebih mudah dipahami.
5. Pada Class Diagram, berisi kelas-kelas yang memiliki atribut dan metode.
   Dalam class diagram digambarkan hubungan internal sistem yang
   menjelaskan relasi antar kelas beserta asosiasinya.
                                   BAB IV

                         KESIMPULAN DAN SARAN


4.1 Kesimpulan
        Berdasarkan kajian serta tinjauan teori yang dimiliki serta dari hasil
Analisis Sistem Informasi Pembuatan Rekening Giro Pos, kesimpulan yang dapat
diambil yaitu:
1. Berdasarkan hasil analisa terhadap current system, Sistem Informasi
   Pembuatan Rekening Giro Pos di Kantor Pos sudah berjalan dengan baik
   dilihat dari aspek:
   a. Kelayakan operasional
       - Dengan adanya proses login oleh Costumer Service dapat mengatasi
         keamanan data dan informasi.
       - Sistem informasi ini mudah untuk dipelajari dan digunakan oleh user-
         nya.
   b. Kelayakan Teknis
       Sistem Informasi Pembuatan Rekening Giro Pos di PT.POS memenuhi
       kelayakan teknis karena praktis untuk diaplikasikan, mempunyai teknologi
       yang memadai serta mempunyai pakar teknis yang dibutuhkan untuk
       mengaplikasikan teknologi secara tepat.
2. Kelemahan yang terdapat pada sistem pembukaan rekening giro pos ini
   dimana terpisahnya layanan pembukaan rekening CSO yang terdapat di
   Costumer Service dengan pembayaran setoran untuk saldo (Giro Pos) yang
   ada di teller membuat nasabah harus berpindah ke teller dan menambah waktu
   dalam pembuatan rekening giro pos, hal tersebut mengurangi nilai dalam
   pelayanan yang tidak sesuai dengan prinsif sistem informasi yang mampu
   meningkatkan efektif dan efisien dalam melayani costumer dalam hal ini
   nasabah.
3. Metode analisis object oriented dengan menggunakan Unified Approach
   mampu menggambarkan dan memperlihatkan perilaku dari current system
   yang direpresentasikan pada beberapa model.



                                        83
                                                                           84



4.2. Saran
         Pada current system pembukaan rekening, ada sedikit kekurangan yang
perlu untuk diperbaiki yaitu:
1. Perlu adanya perbaikan dalam CSO dimana disatukannya atau ditambah
   dengan penyetoran saldo, sehingga dalam pelayanan terhadap nasabah akan
   lebih cepat.
2. Untuk lebih meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat dan menambah
   nasabah lebih banyak, Sistem Pembukaan Rekening Giro Pos di PT.POS
   Indonesia Cabang Garut diharapkan bisa tersedia diseluruh kantor pos cabang
   di daerah kecamatan Kabupaten Garut, karena pada saat ini pembukaan hanya
   bisa dilakukan di cabang kabupaten saja.
3. Untuk itu diperlukan peningkatan fasilitas di kantor pos cabang kecamatan
   diantaranya pemasangan layanan Pembukaan Rekening Giro Pos dan
   perangkatnya.
                             DAFTAR PUSTAKA


Amsyah, Zulkifli, “Manajemen Sistem Informasi”, Gramedia Pustaka Utama,
            Jakarta, 2005.
Bahrami, Ali, “Object Oriented Systems Development”, Irwin McGraw-Hill,
            Singapore, 1999
Munawar, “Pemodelan Visual dengan UML”, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2005.
Jogiyanto HM, ”Analisis dan Desain”, Andi Offset, Yogyakarta, 1999.
Nugroho, Adi, “Analisis dan Perancangan Sistem Informasi dengan
            Metodologi Berorientasi Objek”, Informatika, Bandung, 2005.
___________, “Rational Rose untuk Pemodelan Berorientasi Objek”,
            Informatika, Bandung, 2005.
Whitten, Jeffrey. Bentley, Lonnie D. Dittman, Kevin C. “Metode dan Analisis
            Sistem”, Edisi Bahasa Indonesia, Irwin McGraw-Hill, Singapore,
            2004.
Flowler, Martin, “UML DISTILED”, Edisi 3 Bahasa Indonesia, Andi Offset,
            Yogyakarta, 2004.
http://resource.visual-paradigm.com/.
http://id.wikipedia.com/giro.html.
LAMPIRAN – LAMPIRAN
Lampiran 1 (Kondisi Objektif PT.POS Indonesia)
Sejarah PT.POS Indonesia
        PT.POS di Indonesia telah ada jauh sebelum perangko pertama digunakan di
Indonesia yaitu pada tahun 1964. saat itu Indonesia masih bernama Nederlands Indie
(Hindia Belanda).
        Bahkan dari data sejarah yang ada, dapat diketahui bahwa surat-menyurat juga
telah ada jauh sebelum kertas digunakan di Indonesia. Pada jaman kerajaan Kutai,
Tarumanagara, Sriwijaya dan Masehi, surat-menyurat telah dikenal. Bersamaan dengan
itu, mulai dibuka pula pelayanan pos, walaupun terbatas antara raja dan keluarga kerajaan.
Pengantar posnya juga khusus dari kerajaan yang bersangkutan.
        Saat itu, surat ditulis dengan menggunakan berbagai bahan yang lazim dijumpai
pada jaman tersebut, antara lain kulit kayu yang dibuat rata, potongan bambu tipis, daun
dari pohon bunga pudak dan daun lontar. Bahkan ada data yang menyebutkan bahwa
pengririman surat juga telah terjadi antar negara. Orang-orang Cina di Pulau Jawa pada
abad 7 Masehi, kabarnya menulis surat menggunakan daun lontar yang dikirim ke negeri
leluhurnya.
        Kedatangan bangsa-bangsa Eropa pada akhir abad 15 Masehi menandai pula
babak baru sejarah Pos di Indonesia. Awalnya dari kedatangan kapal-kapal laut Belanda
yang mendarat di Banten dengan membawa surat dari pemerintahan Belanda untuk para
raja Banten dan Jakarta. Maka dimulailah jalur pelayanan pos Indonesia – Belanda. Pada
waktu itu pelayanan pos masih belum teratur, karena masih tergantung pada kapal-kapal
milik kompeni.
        Mengingat semakin banyaknya arus kirim surat, maka pada tanggal 26 Agustus
1946 di Jakarta kantor pos akhirnya didirikan oleh Gubernur Belanda. Dan empat tahun
kemudian didirikan kantor pos di Semarang. Maka setelah itu dibukalah pelayanan pos
teratur antara Jakarta-Priangan-Semarang-Surakarta-Yogyakarta. Pada tahun 1784 barulah
cap berupa stempel pos untuk menyatakan pembayaran dimuka digunakan.
        Ketika Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan diterbitkannya
perangko-perangko buatan Indonesia yang dirancang dengan gambar-gambar dan warna
yang menarik, maka pelayanan pos Indonesia semakin lama semakin baik mutunya dan
semakin luas pula ragam pelayannya. Semua bermula dari perebutan Kantor Pos Pusat,
Telepon dan Telegraf (PTT) dari tangan bala tentara Jepang sehingga kantor pos yang ada
di Indonesia menjadi milik Indonesia seutuhnya.
        Pelayanan pos kini hampir menjangkau seluruh wilayah RI serta jenis kiriman
suratnya juga semakin beragam. Demikian pula dengan pelayanan pengiriman uang
melalui jasa wesel pos yang semakin berkembang yang dapat melayani proses pengiriman
uang dengan cepat sehingga penerima tidak perlu menunggu terlalu lama.


Visi PT. POS Indonesia
        PT.Pos senantiasa berupaya untuk menjadi penyedia sarana komunikasi kelas
dunia, yang peduli terhadap lingkungan, dikelola oleh sumber daya manusia yang
profesional, sehingga mempu memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, serta tumbuh
dan berkembang sesuai dengan konsep bisnis yang sehat.


Misi PT. POS Indonesia
        Adapun Misi dari PT.Pos adalah sebagai berikut:
1. Menyediakan sarana komunikasi yang handal serta terpercaya bagi masyarakat dan
   pemerintah, guna menunjang pembangunan nasional serta memperkuat kaesatuan dan
   keutuhan bansa dan negara.
2. Mengembangkan usaha yang bertumpu pada peningkatan mutu pelayanan melalui
   penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna untuk mencapai kepuasan
   pelanggan, serta memberikan nilai tambah yang optimal bagi karyawan, pemegang
   saham, masyarakat dan mitra kerja dengan moto “Untuk Anda Kami Ada”.
             STRUKTUR ORGANISASI PT. POS GARUT TAHUN 2011




              Gambar Struktur Organisasi PT. POS Garut Tahun 2011


Tugas Pokok dan Fungsi PT. POS Indonesia
        Tugas Pokok dan Fungsi PT.POS selaku BUMN yang bergerak dibidang jasa
adalah membantu pemerintah untuk melayani masyarakat dalam hal pengiriman dan
penerimaan surat, barang, uang dan juga membantu pemerintah untuk menyalurkan uang
pensiunan.
        Perangkat organisasi PT.POS terdiri atas Pot Master yang bertanggung jawab
secara keseluruhan terhadap perusahaan, dan dalam pelaksanaan tugasnya Pot Master
dibantu oleh para staff kepegawaiannya diantaranya : Quality Control Supervisior, Bagian
IT, Supervisior Juru Bayar Pensiun, Supervisior Pemasaran, Supervisior SDM Sarana,
Supervisior PKC, Supervisior Akuntansi, Supervisior Pelayanan, Supervisior Keuangan,
Supervisior DC, Staff Juru Bayar Pensiun, Staff PLP Pemasaran, Juru Bayar Gaji, Staff
UPL 1 – 4, Staff Supervisior Akuntansi, ASS Supervisior Counter I, Staff Kasir KUG,
ASS Supervisior Trier, Sarana SDM, Staff Counter, ASS Supervisior Purie, Agendaris
SDM, ASS Supervisior Mandor, Security, Supir, dan 19 Kantor Cabang dan 2 Loket
Extension seperti yang tertera dalam struktur organisasi PT.POS.
        Adapun tugas pokok dan tanggung jawab dari karyawan PT.POS Garut adalah
sebagai berikut :
1. Bagian IT
   a. Mengendalikan seluruh perangkat komputer yang digunakan untuk operasional
        perusahaan (bagian Pelayanan, bagian Pengolahan, bagian Keuangan, bagian
        Akuntansi, bagian SDM & Sarana, bagian UPL dan Perangkat Server).
   b. Melakukan pendataan dan pemeriksaan pada perangkat komputer yang mengalami
        kerusakan kemudian menindaklanjuti hasil pemeriksaan tersebut, bilamana terjadi
        kerusakan ringan dapat diselesaikan setempat tetapi bilamana tidak dapat diatasi
        setempat segera mengajukan biaya perbaikan kepada Technology Manager Divre
        IV Jakarta 10004, melalui Spv. SDM & Sarana .
   c. Melakukan perbaikan / maintenance Personal Computer (PC) jika ada gangguan /
        kerusakan di Kantor Pos Cabang.
   d. Membantu perbaikan jaringan koneksitas jika ada gangguan baik di Kprk maupun
        di Kp Cabang.
   e. Melakukan Update Aplikasi sesuai dengan kebijakan perusahaan baik Update
        Aplikasi perubahan tarif maupun aplikasi penting lainnya.
   f. Mengupdate terus informasi dan perubahan yang berhubungan dengan system
        komputer di Perusahaan (via Millist IT Nasional dan Millist IT Divre IV Jakarta
        10400).
   g. Melakukan sosialisasi tentang perubahan system komputer terhadap bagian terkait
        UPT.
   h.   Melakukan maintenance perangkat komputer setiap akhir pekan.
   i. Merekap laporan data produksi dan pendapatan (S8) sekaligus mengirimkan
        Laporan S8 tersebut ke Divre IV Jakarta 10400.
   j. Melakukan pemeriksaan rutin Personal Computer (PC) ke Kp Cabang
   k. Melakukan inventarisir komputer di seluruh bagian setiap 3 (bulan) sekali
        (bezetting).
   l.   Membuat bezetting komputer pada akhir tahun dan mengirimkan ke TSI Divre IV
        Jakarta 10400.
   m. Melaksanakan tugas kedinasan yang diberikan oleh Pimpinan.


2. Supervisior Juru Bayar Pensiun
   a. Membayarkan Pensiun Taspen dan Asabri kepada Pensiunan yang berhak
       menerima dan kuasanya yang disertai dengan Surat Kuasa dan memperlihatkan
       KARIP.
   b. Membayarkan Asuransi Multiguna kepada Pensiun PT Pos Indonesia (Persero) .
   c. Membuat Rekening Koran dan Neraca Pembayaran Pensiun Taspen dan Asabri.
   d. Melengkapi carik pensiun yang telah dibayarkan (Paraf Juru Bayar dan cap
       tanggal).
   e. Menempelkan carik pensiun yang telah dibayarkan pada Dapem.
   f. Pada akhir dinas masa pembayaran Pensiun menyetorkan kembali sisa Uang
       Pensiun yang belum dibayarkan kepada kasir dengan menggunakan buku serah.
   g. Menerima Panjar Uang Pensiun Taspen dan Asabri dari Kasir dengan
       menandatangani bukti penerimaan.
   h. Melakukan Penyampulan Uang Pensiun Taspen dan Asabri untuk bulan yang
       bertalian.
   i. Melakukan pembuatan Laporan SPJP Pensiun Taspen dan Asabri.
   j. Menerima dapem Pensiun Taspen dan Asabri untuk pembayaran bulan berikutnya.
   k. Menerima Kwitansi Potongan Bank serta mencocokan besar uang dan kelengkapan
       kwitansi antara kwitansi dan daftarnya.
   l. Merinci Jumlah panjar yang diterima kedalam sampul-sampul pensiun yang akan
       dibayarkan.
   m. Menyetorkan melalui Giro Pos ke Taspen atau Asabri sisa pensiun yang belum
       terbayarkan ( DAMU II dan DAMU III ).
   n. Menyetorkan hasil pemotongan Bank ke masing-masing Bank/Koperasi pemberi
       kredit.
   o. Membuat laporan pertanggungan pensiun Taspen dan Asabri.
   p. Membuat laporan potongan Bank.
   q. Membantu tugas Bendahara/Supervisior Akuntansi yang berhubungan dengan
       laporan pensiun
   r. Melaksanakan tugas kedinasan yang diberikan oleh pimpinan.


3. Supervisior Pemasaran
   a. Melapor kepada Post Master
   b. Menerima Laporan dari : Para PLP, Staff Layanan Korporat, Sopir Pemasaran.
   c. Melaksanakan tugas fungsi pengawasan terhadap ketertiban pengisian Absensi
      (Peg-18) bagian pemasaran.
   d. Melaksanakan tugas fungsi pengawasan terhadap semua pelaksanaan pekerjaan
      staff di lingkungan pemasaran termasuk Customer Service dan Layanan Korporat.
   e. Menjawab / menyelesaikan surat menyurat dinas yang telah didisposisi oleh Post
      Master.
   f. Melaksanakan tugas pembinaan terhadap semua pegawai / staff di lingkungan
      pemasaran.
   g. Membuat program kerja pemasaran jangka pendek maupun jangka panjang.
   h. Mendorong bawahan untuk berinovatif, kreatif dan inisiatif.
   i. Sebagai lokomotif dalam pencapaian pendapatan, collection layanan mail dan
      logistik segmen korporat.
   j. Melaksanaan koordinasi dengan supervisor / bagian lain untuk kelancaran
      operasional kantor.
   k. Menciptakan suasana kerja yang kondusif.
   l. Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diperintahkan oleh Pot Master.


4. Supervisior SDM Sarana
   a. Melapor kepada Post Master
   b. Menerima Laporan dari : Assisten Spv. Urusan SDM & Kesekertariatan, Assisten
      Sarana , IT, Satpam.
   c. Melaksanakan tugas fungsi pengawasan terhadap ketertiban pengisian Absensi
      (Peg-18) di semua bagian.
   d. Melaksanakan tugas fungsi pengawasan terhadap semua pelaksanaan pekerjaan
      staff di lingkungan SDM , Sarana , IT dan Satpam.
   e. Menjawab / menyelesaikan surat menyurat dinas yang telah didisposisi oleh Post
      Master.
   f. Melaksanakan tugas pembinaan terhadap semua pegawai / staff di lingkungan
      SDM & Sarana.
   g. Bertanggung    jawab mengelola      manajemen Sumber          Daya   Manusia     dan
      Administrasi perkantoran untuk memberikan dukungan agar pencapaian tujuan
      bisnis di Kantor Pos Ciputat dapat dilaksanakan secara produktif dan sinergis.
   h. Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diperintahkan oleh Post Master.


5. Supervisior PKC
   a. Melapor kepada Post Master
   b. Menerima Laporan dari : Staff Pemeriksa Register Berharga dan BPM/Sarana,
      Staff Pemeriksa SOPP /Komunikasi & Entry SIMAK, Staff Pemeriksa Layanan
      Remittance & Penggunaan Resi, Staff Pemeriksa antara Naskah dengan N2, Kkp
      cabang dan PKK/LE
   c. Bertanggung       jawab     dalam      mengelola    pengawasan/Verifikasi    Kantor
      Cabang/PKK/Loket Ekstension dan kompilasi laporan harian transaksi kantor
      cabang/PKK/LE/Agenpos tersebut yang meliputi jasa komunikasi, Logistik ,
      keuangan dan pelaporannya ke bagian terkait.
   d. Mencegah terjadinya kecurangan dengan pengawasan segitiga (cross check) antara
      dokumen sumber, N2 dengan N1.
   e. Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diperintahkan oleh Post Master.


6. Supervisior Akuntansi
   a. Melapor kepada Post Master
   b. Menerima Laporan dari : Masing-masing Supervisor, Staff Akuntansi, Urusan
      Penagihan
   c. Memeriksa semua transaksi yang terjadi di bagian Pelayanan meliputi Komunikasi
      dan Keuangan, untuk bagian UPL meliputi Kp Cabang, PKK, LE dan Agenpos.
   d. Realtime SIMAK.
   e. Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diperintahkan oleh Post Master.


7. Supervisior Pelayanan
   a. Melapor kepada Post Master
   b. Menerima      Laporan     dari   :   Loket   BPM/   PpDN/EMS/PpLN/RLN,       Loket
      SKh/Posexpres,     Loket     Remintance/WU/Moneygram,        Loket   SOPP,   Loket
      SOPP/Pajak.
   c. Mengelola kelancaran proses collecting kiriman bisnis Komunikasi , Remittance,
      Keagenan dan Logistik di loket pelayanan Kprk Ciputat 15400.
   d. Verifikasi transaksi harian mulai pencatatan, pertanggungan dan penyetoran dari
      loket ke kasir.
   e. Memastikan implementasi SIMAKPOS di bagian Pelayanan berjalan realtime.
   f. Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diperintahkan oleh Post Master.
8. Supervisior Keuangan
   a. Melapor kepada Post Master
   b. Menerima Laporan dari : Kasir, Juru Bayar Pensiun
   c. Menerima , menyimpan dan membayarkan serta mengadministrasikan uang dan
        surat berharga uang , dengan baik dan benar.
   d. Menjaga Likuiditas keuangan sesuai dengan Pagu yang ditetapkan.
   e. Menerima , menyimpan dan mengeluarkan serta mengadministrasikan BPM pada
        Buku Persediaan dan G15.
   f. Menjaga ketersediaan BPM dengan menghitung kebutuhan Kprk dan Kpc.
   g. Mengupdate panjar tetap BPM untuk Kp Cabang, PKK, UPL dan Loket.
   h.   Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diperintahkan oleh Post Master.


9. Supervisior DC
   a. Melapor kepada post master
   b. Menerima laporan dari : Assisten Spv.Pengolahan, Processing Pos Express, Puri
        Kirim Paket (1,2), Puri Kirim Skh (1, 2, 3, dan 4), Puri EMS-R-Trier , Para Sopir
        & Pengawalpos, Satpam Sore
   c. Melaksanakan tugas fungsi pengawasan terhadap ketertiban pengisian Absensi
        (Peg-18) bagian pengolahan.
   d. Melaksanakan tugas fungsi pengawasan terhadap semua pelaksanaan pekerjaan
        staff di lingkungan pengolahan.
   e. Menjawab / menyelesaikan surat menyurat dinas yang telah didisposisi oleh Post
        Master.
   f. Melaksanakan tugas pembinaan terhadap semua pegawai / staff di lingkungan
        pengolahan
   g. Membuat laporan kegiatan operasional harian baik kegiatan di lingkungan unit
        kerja pengolahan khususnya maupun kegiatan keseluruhan kantor umumnya yang
        dicatat dalam Buku I-10
   h. Bertanggung jawab atas kelancaran semua proses pekerjaan di bagian pengolahan
   i. Membuat Buku Neraca Gabungan Harian tentang jumlah item / produksi yang
        diterima dari Loket , Pemsar, kpc, dan yang dikirim ke kantor lain.
   j. Melaksanakan tugas pengawasan uji petik secara berkala terhadap semua tutupan
      kantong SKH, PPB, PPKH, R, EMS dan kiriman LC/AO serta kirimanpos lainnya
      yang dicatat dalam buku tersendiri.
   k. Melaksanaan koordinasi dengan supervisor / bagian lain untuk kelancaran
      operasional kantor.
   l. Menciptakan suasana kerja yang kondusif.
   m. Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diperintahkan oleh Post Master


10. Staff PLP Pemasaran
   a. Melakukan kegiatan prospecting ke target pasar (Corporat, Government dan Retail)
      sesuai dengan target prospek yang sudah dibagikan kepada setiap petugas Penata
      Layanan Pos (PLP).
   b. Mengisi Form yang disediakan terkait kegiatan Pemasaran.
   c. Melaporkan hasil kegiatan prospecting dan koordinasi dengan Spv.Pemasaran,
      terutama mengenai SLA dan tarip khusus.
   d. Membina komunikasi yang baik dengan para Contact Person pelanggan.
   e. Melakukan Entry i-pos kiriman yang diterima melalui Pemasaran.
   f. Melakukan prospecting dan maintenance produk Prangko Prisma dan Filateli serta
      memandu kepada peserta kunjungan wisatapos dari TK, SD, SMP dll.
   g. Melakukan Pick-Up Service dan Reporting bagi pelanggan khusus.
   h. Menjadi penghubung antara pengguna jasa dengan Perusahaan sebagai Sentral
      Layanan Pelanggan.
   i. Mengarsipkan dengan baik Dokumen yang terkait dengan Piutang Usaha
      pelanggan yang menjadi tanggung jawabnya yang pada waktunya sebagai lampiran
      Tagihan.
   j. Membuat Neraca kiriman.
   k. Melaksanakan kegiatan Intelegent Marketing, dengan harapan dapat mengetahui
      kekuatan dan kelemahan pihak pesaing.
   l. Mengadakan konsolidasi internal marketing dalam menghadapi permasalahan baik
      berupa hambatan maupun peluang dalam kurun waktu sepekan (satu minggu)
      kebelakang maupun kedepan.
   m. Menyerahkan dokumen-dokumen yang terkait untuk penagihan kepada petugas
      penagihan
   n. Melaksanakan tugas kedinasan yang diberikan oleh pimpinan.
11. Juru Bayar Gaji
   a. Memberi nomor agenda surat-surat masuk dan keluar.
   b. Mengkonsep dinas yang berkaitan dengan Sumber Daya Manusia (SDM).
   c. Mendistribusikan surat-surat dinas ke bagian terkait dengan bukti serah sesuai
       dengan disposisi Post Master.
   d. Menyerahkan surat dinas rahasia langsung kepada Post Master.
   e. Mengumpulkan Daftar Hadir Peg 18 dari para bagian selanjutnya diperiksa oleh
       Spv. SDM dan Sarana.
   f. Membuat agenda pertemuan/rapat-rapat yang bersifat rutin.
   g. Mencatat mutasi atau hal-hal yang terkait dengan SDM pada Peg 12 sekaligus
       memasukkan berkas pada Bendel Kepegawaian.
   h. Mengerjakan penyelesaian restitusi pengobatan karyawan & pensiunan.
   i. Menyimpan naskah-naskah dan berkas yang terkait dengan SDM pada Almari yang
       terkunci dengan baik.
   j. Menyampaikan semua informasi terkait dengan SDM yang dikeluarkan oleh Post
       Master.
   k. Mengawasi penggunaan ruang pertemuan/rapat.
   l. Membuat Daftar Kug-7 sekaligus membayar gaji/penghasilan              karyawan,
       selanjutnya mengirimkan Daftar tsb ke Divre IV Jakarta 10004 dan Datakom
       Bandung 40000.
   m. Membuat Daftar Kug-9 dan Kug 10 sekaligus membayar pensiunan pegawai dan
       janda, selanjutnya mengirimkan Daftar tsb ke Dapenpos Bandung 40000 dan Divre
       IV Jakarta 10004.
   n. Mengirimkan Data Kug-7R via email atau internet
   o. Membuat dan mengirim Laporan Peg-17, dan mengirimkan laporan hardcopy-nya
       paling lambat tanggal 5 bulan berikutnya.
   p. Membuat, membayar dan melakukan pelaporan atas TKK/Tenaga Outsourching /
       Honor.
   q. Membuat dan mengirimkan Laporan Pph 21 pegawai & pensiunan.
   r. Membuat dan mengirimkan Laporan Kesehatan Pegawai dan Pensiunan.
   s. Melaporkan Laporan PPH 21 ke Kantor Pelayanan Pajak setempat.
   t. Membuat dan mengirimkan Daftar Bezetting Pegawai.
   u. Membuat Daftar Urutan Kepangkatan Pegawai (DUK) .
   v. Membuat dan mengirimkan Laporan Usulan Pegawai Penerima Penghargaan,
      Kenpa dan Kenga.
   w. Membuat dan mengirimkan Daftar Penilaian Pegawai (Peg-21) setelah dinilai oleh
      Atasan Langsung.
   x. Membuat laporan sisa Cuti Tahunan.
   y. Melaksanakan tugas kedinasan yang diberikan oleh pimpinan.


12. Sarana SDM
   a. Mengendalikan      persediaan   Barang-Barang   Cetakan,     sekaligus   melayani
      permintaan seluruh bagian di Kprk maupun Kpc.
   b. Menerima, menyimpan, mengeluarkan dan mempertanggungjawabkan Barang
      Berharga.
   c. Memberikan nomor indeks terhadap barang inventaris kantor sesuai dengan yang
      tercantum pada Daftar Pertanggungan Barang Inventaris (Per-75).
   d. Mendistribusikan Bahan Bakar Minyak keseluruh bagian terkait untuk keperluan
      operasional.
   e. Menyediakan Alat Tulis Kantor (ATK) dan memenuhi permintaan seluruh bagian
      di Kprk maupun Kpc.
   f. Mengontrol kebersihan luar & dalam kantor.
   g. Mengkoordinasikan dengan para petugas Cleaning Service untuk penyediaan
      sarana & prasarana     bilamana ada kegiatan kedinasan (Rapat Dinas, Senam
      Kesegaran Jasmani, Kunjungan Tamu, dll)
   h. Mengawasi kondisi phisik Kendaraan Dinas Roda 4 maupun Roda 2 sekaligus
      memperhatikan kebersihannya.
   i. Mengawasi dan mengendalikan tingkat penggunaan Listrik, Telepon & Air agar
      efisien.
   j. Mengajukan permintaan Barang-Barang Cetakan / Berharga / Timah ke Teksar
      Divre IV Jakarta 10004.
   k. Memeriksa sisa persediaan Barang Cetakan maupun Barang Berharga.
   l. Mengontrol Ban-Ban Kendaraan Roda 4 Operasional apakah kondisinya sudah
      tipis sehingga membahayakan.
   m. Menyelesaikan panjar-panjar Sarana yang masih terbuka.
   n. Mengajukan Barang Cetakan Model GII/Ld ke Manajer Pengelola Asset U/p
      Asman Pengelolaan Asset-3 Bandung 40005 yaitu pada bulan (Januari, April, Juli
      dan Oktober) dengan tembusan Divre IV Jakarta 10004
   o. Membuat Daftar Pertanggungan Barang Inventaris Kantor (Per 75) beserta Per 74-
      nya.
   p. Melaksanakan tugas kedinasan yang diberikan oleh pimpinan.


13. Agendaris SDM
   a. Memberi nomor agenda surat-surat masuk dan keluar.
   b. Mengkonsep dinas yang berkaitan dengan Sumber Daya Manusia (SDM).
   c. Mendistribusikan surat-surat dinas ke bagian terkait dengan bukti serah sesuai
      dengan disposisi Post Master.
   d. Menyerahkan surat dinas rahasia langsung kepada Post Master.
   e. Mengumpulkan Daftar Hadir Peg 18 dari para bagian selanjutnya diperiksa oleh
      Spv. SDM dan Sarana.
   f. Membuat agenda pertemuan/rapat-rapat yang bersifat rutin.
   g. Mencatat mutasi atau hal-hal yang terkait dengan SDM pada Peg 12 sekaligus
      memasukkan berkas pada Bendel Kepegawaian.
   h. Mengerjakan penyelesaian restitusi pengobatan karyawan & pensiunan.
   i. Menyimpan naskah-naskah dan berkas yang terkait dengan SDM pada Almari yang
      terkunci dengan baik.
   j. Menyampaikan semua informasi terkait dengan SDM yang dikeluarkan oleh Post
      Master.
   k. Mengawasi penggunaan ruang pertemuan/rapat.
   l. Membuat Daftar Kug-7 sekaligus membayar gaji/penghasilan              karyawan,
      selanjutnya mengirimkan Daftar tsb ke Divre IV Jakarta 10004 dan Datakom
      Bandung 40000.
   m. Membuat Daftar Kug-9 dan Kug 10 sekaligus membayar pensiunan pegawai dan
      janda, selanjutnya mengirimkan Daftar tsb ke Dapenpos Bandung 40000 dan Divre
      IV Jakarta 10004.
   n. Mengirimkan Data Kug-7R via email atau internet.
   o. Membuat dan mengirim Laporan Peg-17, dan mengirimkan laporan hardcopy-nya
      paling lambat tanggal 5 bulan berikutnya.
   p. Membuat, membayar dan melakukan pelaporan atas TKK/Tenaga Outsourching /
       Honor.
   q. Membuat dan mengirimkan Laporan Pph 21 pegawai & pensiunan.
   r. Membuat dan mengirimkan Laporan Kesehatan Pegawai dan Pensiunan.
   s. Melaporkan Laporan PPH 21 ke Kantor Pelayanan Pajak setempat. Membuat dan
       mengirimkan Daftar Bezetting Pegawai.
   t. Membuat Daftar Urutan Kepangkatan Pegawai (DUK) .
   u. Membuat dan mengirimkan Laporan Pph 21 Pegawai dan Pensiunan.
   v. Membuat dan mengirimkan Laporan Usulan Pegawai Penerima Penghargaan,
       Kenpa dan Kenga.
   w. Membuat dan mengirimkan Daftar Penilaian Pegawai (Peg-21) setelah dinilai oleh
       Atasan Langsung.
   x. Membuat laporan sisa Cuti Tahunan.
   y. Melaksanakan tugas kedinasan yang diberikan oleh pimpinan.


14. Staff UPL 1
   a. Menghidupkan PC Simakpos UPL.
   b. Mengentry data SOPP Kp Cabang berdasarkan SOPP-2 (Rekap SOPP masing2
       Kpc) kedalam menu Buku Bantu SOPP.
   c. Mencocokkan SOPP-2 dengan SOPP-6 di bagian Akuntansi .
   d. Mengentry      N2 (Daftar Perhitungan Kpc) masing-masing Kpc kedalam
       Rekapitulasi N2.
   e. Menyerahkan SOPP-2 kepada Spv. UPL untuk selanjutnya dicocokan dengan
       Rekapitulasi N2.
   f. Mencocokkan antara Rekapitulasi N2 dengan Buku Bantu dengan pos-pos sebagai
       berikut :
   g. Skh, Pos Express dan Paketpos Standar/Kilat Khusus,
   h. EMS, PP-LN dan R-LN.
   i. Remitence-3 dan Remitence-4.
   j. Mengentry Simakpos setelah proses pencocokan N2 dengan Buku Bantu.
   k. Memeriksa ulang hasil entry Simakpos dengan Rekap-N2.
   l. Menyerahkan Naskah Rekapitulasi N2 dan hasil Print-out Simakpos UPL kepada
       SPV. Akuntansi.
   m. Mematikan PC, Monitor, Printer pada akhir dinas.
   n. Menjaga kebersihan lingkungan kerja.
   o. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Pimpinan.


15. Staff UPL 2
   a. Menerima portepel Kpc dari bagian Pengolahan , dengan menandatangani buku
       serah.
   b. Membuka portepel dan memilah-milah sesuai dengan bagian masing-masing.
   c. Mengambil form N2a dari N2 Kpc, selanjutnya mencocokkan besar uang yang
       tercantum pada form N2a dengan besar uang yang dipertanggungkan di N2.
   d. Membukukan permintaan BPM Kpc (N2a) pada Buku Rekap Permintaan BPM.
   e. Menyerahkan Buku Rekap Permintaan BPM kepada Bendahara.
   f. Menerima BPM dari Bendahara sesuai dengan Buku Permintaan.
   g. Mengisi N1 kiriman BPM tiap Kp Cabang sesuai dengan permintaannya.
   h. Memasukkannya kiriman BPM ke kantong Remise masing-masing Kp Cabang
       dengan memplombirnya.
   i. Bertanggungjawab dan menjaga kebenaran persediaan Panjar Tetap BPM yang
       diterima sesuai dengan Kuitansi Panjar.
   j. Bertanggungjawab dan menjaga sarana kerja berupa Captgl dan Tang Plombir.
   k. Memenuhi permintaan Register Berharga dan ATK dari Kp Cabang.
   l. Bertanggungjawab dan menjaga persediaan Register Berharga yang menjadi
       tanggungjawabnya.
   m. Mengajukan permintaan Register berharga dan ATK dengan memakai model Per 7
       kepada Asman Sarana.
   n. Menjaga kebersihan di lingkungan kerja.
   o. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan Pimpinan.


16. Staff UPL 3
   a. Menerima naskah-naskah pertanggungan N2 / N2b Kp Cabang beserta
       lampirannya.
   b. Mencocokkan antara pertanggungan pada Daftar Perhitungan Kp Cabang (N2)
       dengan lampirannya (Dokumen Sumber).
   c. Melaporkan kepada Spv. UPL jika terdapat selisih pertanggungan.
   d. Memeriksa penggunaan resi sesuai dengan nomor urut yang digunakan dan
       mencatat pada Buku Pengawasan Resi (Dipastikan tidak ada nomor resi lompat).
   e. Mencatat transaksi N2 Kp Cabang berdasarkan dokumen sumbernya pada Buku
       Bantu ; EMS dan Pos Express.
   f. Menyerahkan Buku Bantu EMS dan Pos Express kepada Spv. UPL untuk diperiksa
       sesuai dengan data pada Simakpos UPL.
   g. Menjaga kebersihan lingkungan kerja.
   h. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Pimpinan.


17. Staff UPL 4
   a. Menerima naskah-naskah pertanggungan N2 / N2b Kp Cabang beserta
       lampirannya.
   b. Mencocokkan antara pertanggungan pada Daftar Perhitungan Kp Cabang (N2)
       dengan lampirannya (Dokumen Sumber).
   c. Melaporkan kepada Spv. UPL jika terdapat selisih pertanggungan.
   d. Memeriksa penggunaan dan mencatat nomor resi SOPP sesuai dengan nomor urut
       yang digunakan dan mencatat pada Buku Pengawasan Resi SOPP (Dipastikan tidak
       ada nomor resi lompat).
   e. Mencatat transaksi N2 Kp Cabang berdasarkan dokumen sumbernya pada Buku
       Bantu ;
          Buku Bantu Skh
          Buku Bantu Paketpos
          Buku Bantu Share / BTN
          Buku Bantu RS 3/4
   f. Menyerahkan Buku Bantu tersebut diatas kepada Spv. UPL untuk diperiksa sesuai
       dengan data pada Simakpos UPL.
   g. Menjaga kebersihan lingkungan kerja.
   h. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Pimpinan.


18. Staff Counter
   a. Mengambil Stempel Cap tanggal ke Spv. Pelayanan dengan menandatangani buku
       serah terima Cap tanggal.
   b. Menghidupkan PC Layanan Surat Terbukukan.
   c. Menjalankan Aplikasi I-POS,       Login sesuai User ID, termasuk menjaga
       kerahasiaan Password.
   d. Melayani pembelian Benda Pos dan Meterai sekaligus melayani pembuatan
      Kwitansi Pembelian bila diminta pembeli.
   e. Melayani pengiriman Surat-surat Terbukukan (Skh, Pos Ekspress, Surat Perlaksus,
      Surat Bebas Bea/dinas).
   f. Melayani dan mengadministrasikan penggunaan Meterai untuk keperluan dinas.
   g. Memberikan pelayanan sesuai dengan Standar Pelayanan Frontliner (Senyum,
      Salam, Sapa dan Ramah) kepada pelanggan.
   h. Menyiapkan Register Manual sebagai antisipasi bilamana lampu PLN mati.
   i. Memeriksa kebenaran persediaan antara Panjar Tetap BPM yang diterima dari
      Bendahara dengan setoran hasil penjualan.
   j. Memberikan pelayanan sesuai dengan Standar Pelayanan Frotliner (Senyum,
      Salam , Sapa dan Ramah) kepada pelanggan.
   k. Mencetak (print-out) Backsheet pengiriman surat-surat terbukukan pada jam 15.30
      wib.
   l. Membuat Neraca Loket
   m. Meng-entry Simakpos.
   n. Mematikan PC, Monitor, Printer dan lampu Ultraviolet
   o. Sebelum meninggalkan loket pada akhir dinas menyerahkan kembali Captanggal
      ke bagian Spv. Pelayanan dengan tanda terima.
   p. Menjaga kebersihan lingkungan kerja.
   q. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Pimpinan.
   r. Merapikan Arsip (resi pertinggal dan backsheet) per bulan dan disimpan di lemari
      yang telah disediakan.


19. Staff Kasir KUG
   a. Menerima panjar Uang dari Spv Keuangan dengna buku serah.
   b. Menerima kantong remise Kp Cabang dari Spv Keuangan dengan menggunakan
      buku serah.
   c. Membuka remise dari Kpc Cabang yang disaksikan oleh Bendahara atau Staff dan
      dicocokan dengan N1 tiap Kpc,Pkk , LE dan membukukan pada Neraca Kasir.
   d. Memberikan Panjar Uang ke Loket dengan menggunakan buku serah.
   e. Membayarkan Kwitansi Biaya,Hutang Titipan,Potongan dan Panjar serta
      memeriksa kelengkapan Tanda Tangan Kwitansi yang akan dibayarkan (Stelah
      ditandatangani Kakp,Bdh dan Penerima ).
   f. Menerima setoran Pelunasan piutang pendapatan dari Pkk yang diketahui Spv
      Pemasaran.
   g. Pada Pukul 12.00 wib menerima setoran uang yang pertama dari loket.
   h. Pada Pukul 13.30 menerima setoran yang kedua dari Loket.
   i. Menyetorkan uang dan atau Surat Berharga ke Bank untuk dilimpahkan ke
      Rekening Dirkugpos bila melebihi pagu yang ditetapkan.
   j. Menerima dan membukukan pada neraca kasir pembebanan dari Dirkugpos setelah
      penarikan cek intern dari Bank BNI.
   k. Pada pukul 13.30 menerima setoran terakhir dari loket dan membukukannya pada
      neraca Kasir.
   l. Pada akhir dinas menyetorkan uang dan Surat Berharga ke Bendahara sesuai
      dengan yang tertera pada saldo akhir pada Neraca Kasir.
   m. Menyerahkan kwitansi pembayaran ( Panjar,Potongan,Biaya dan Hutang uang
      titipan ) kepada bagian akuntansi dengan buku serah.
   n. Melakukan entri Simakpos pada menu Kasir Internal dan Kasir Eksternal.
   o. Menyimpan Naskah N1 pada hari berjalan dengan tertib.
   p. Menyusun Naskah N1 selama bulan yang bertalian dan mengarsipkannya dengan
      baik.
   q. Membantu Spv Keuangan dalam membuat laporan Bulanan.
   r. Melaksanakan tugas kedinasan yang diberikan oleh pimpinan.


20. Kantor Cabang
   a. Melapor kepada Branch Supervisor
   b. Menerima laporan dari Staff Loket
   c. Menjalankan proses bisnis perusahaan yaitu bisnis Komunikasi , Remittance,
      Keagenan dan Logistik di Kantor Pos Cabang.
   d. Mewujudkan visi dan misi perusahaan, meningkatkan mutu layanan secara
      berkesinambungan dengan berorientasi kepada kepuasan pelanggan.
   e. Verifikasi transaksi harian mulai pencatatan, pertanggungan dan penyetoran ke
      Kprk.
   f. Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diperintahkan oleh atasan.


Layanan-Layanan Jasa yang ada di PT.POS Garut
       Layanan-layanan jasa yang ada di PT.POS adalah sebagai berikut:
1. Layanan yang sudah menggunakan Sistem Informasi sebagai alat Bantu yaitu:
   a. Pengiriman dokumen dan barang dengan layanan POS Express.
   b. Pengiriman dokumen dan barang dengan layanan I-POS.
   c. Pengiriman uang dengan transfer dengan layanan Wesel Pos.
   d. Pembayaran Rekening Telepon, Listrik, PDAM dengan layanan SOPP
   e. Pembayaran Kartu Kredit.
   f. Pembayaran cicilan seperti untuk FIF (cicilan motor).
   g. Penyetoran tabungan, cicilan Bank BTN, Bank Shar’e.
   h. Penarikan, Transfer, menabung melalui Giro Pos (GOL)
   i. Pembayaran telepon seluler kartu hallo telkomsel.
   j. Pembayaran pajak.
   k. Pengiriman wesel/western union.
2. Layanan yang prosesnya masih manual,yaitu:
   a. Pembayaran Pensiunan Asabri
   b. Pembayaran Pensiunan Taspen
   c. Pengiriman Surat Biasa dan Surat Kilat Khusus serta pengiriman paket.


Batasa Sistem Secara Fungsional
Fungsi Substantif
         Giro Pos merupakan sistem aplikasi layanan berbasis rekening ( account based )
yang digunakan bagi nasabah perorangan dan lembaga untuk pengelolaan dana, serta dapat
digunakan untuk melakukan transaksi penyetoran, penarikan dan pemindah bukuan. Selain
itu nasabah Giro Pos terbagi kepada dua, yaitu perorangan dan lembaga. Dalam
pembukaan rekeningnya ada beberapa perbedaan, dimana untuk perorangan persyaratan
yang dibutuhkan adalah : mengisi formulir pendaftaran perorangan, memberikan fotocopy
kartu identitas dan menyetorkan saldo awal di Teller. Sedangkan untuk lembaga
persyaratan yang dibutuhkan adalah: mengisi formulir pendaftaran lembaga, data identitas
dari lembaga (berupa akta perusahaan dan badan hukum), Nomor Pokok Wajib Pajak
(NPWP), Surat Kuasa, fotocopy identitas dari penerima Surat Kuasa, dan menyetorkan
saldo awal di Teller.
         Adapun pihak yang berhubungan dengan sistem meliputi:
1. Calon Nasabah yang merupakan orang yang akan membuka rekening Giro Pos.
2. Customer Service yang bertugas melayani pemohon dalam pembuatan rekening Giro
   Pos dan membuat buku rekening.
3. Sistem Informasi Penyetoran Saldo rekening yang melayani penyetoran saldo awal dan
   berhubungan dengan Sistem pembukaan rekening Giro Pos.
4. Supervisior Pelayanan yang menyetujui pembukaan rekening Giro Pos dan menerima
   laporan dari pembukaan rekening Giro Pos


Fungsi Fasilitatif
        Fungsi fasilitatif mengambarkan kelompok kegiatan pendukung dari layanan
pembukkan rekening Giro Pos. Adapun perangkat kegiatan pendukung tersebut meliputi:
1. Kepala Kantor yang bertanggung jawab secara keseluruhan terhadap kegiatan
   perusahaan yang ditangani.
2. Bagian Operasional yang bertugas menjalankan kegiatan-kegiatan yang berkaitan
   dengan bidang operasional.
3. Bagian Keuangan yang bertugas menjalankan kegiatan-kegiatan yang berhubungan
   dengan manajemen uang perusahaan.
4. Operator Sistem informasi yang khusus menangani bagian sistem informasi
   terkomputerisasi.
5. Seluruh karyawan PT POS Garut.
Lampiran 2 Komponen – Komponen Pendukung Sistem
        Untuk membentuk suatu sistem informasi, diperlukan komponen-komponen yang
dapat mendukung kerja sistem. Seperti halnya sistem pembukaan rekening Giro Pos yang
dibangun oleh beberapa komponen sebagai berikut:


Hardware
       Hardware adalah salah satu komponen utama pendukung dimana sistem
pembukkan rekening Giro Pos dijalankan. Tanpa adanya hardware maka sistem informasi
tidak dapat bekerja. Untuk dapat menjalankan sistem ini diperlukan sebuah komputer
sebagai server/standalone dan beberapa komputer sebagai client. Adapun spesifikasi
minimum yang diperlukan dalam sistem ini adalah:
      Beberapa unit PC (Personal Computer).
      Printer, untuk proses pencetakan resi (bukti transaksi) .
      Modem, media untuk penghubung ke internet.
      HUB, alat untuk menghubungkan PC server dan PC client.
      Kabel.
      Saluran Telfon
    NIC (Network Interface Card)


Software
        Perangkat lunak merupakan komponen dimana data-data dan informasi diolah.
Perangkat lunak yang diperlukan dalam sistem pembukaan rekening Giro Pos adalah:
      Sistem Operasi,
      Perangkat Lunak CSO
      Internet Protocol
      Network Adapter Card


Kebijakan Organisasi
        Giro Pos adalah sistem aplikasi layanan berbasis rekening yang dimiliki PT. Pos
guna meningkatkan mutu agar dapat bersaing dengan organisasi yang lain. Dalam
pembukaan rekening Giro Pos, pembukaan hanya dapat dilakukan di Cabang Wilayah, hal
tersebut juga berlaku untuk pemindahan buku, dan penutupan. Dalam penyetoran,
penarikan, dan transfer bisa dilakukan di Cabang wilayah juga bisa dilakukan di cabang
kecamatan dimana dengan keberadaan PT.Pos yang terdapat hampir diseluruh kecamatan
di Indonesia, diharapkan nasabah Giro Pos bisa tetap bertransaksi melalui jaringan kantor
pos terdekat.
         Petugas yang berhak mengakses sistem pembukaan rekening Giro Pos adalah
petugas yang telah diberi wewenang oleh Kepala Kantor Pos melalui Supervisior
Pelayanan. Dengan wewenang tersebut setiap petugas yang ditunjuk memiliki nippos dan
password masing-masing untuk menjaga keamanan data.


User (Pengguna)
         Sistem pembukaan rekening Giro Pos ini pengelolaannya dipegan oleh
Supervisior Pelayanan. Dalam implementasinya layanan pembukaan rekening Giro Pos
dilakukan oleh Costumer Service. Costumer Service ini adalah user yang telah diberi
wewenang untuk dapat mengakses dan mengoprasikan layanan pembukaan rekening Giro
Pos di Kantor Pos.
         User (costumer service) hanya bertugas untuk melakukan input data nasabah yang
akan melakukan pembukaan rekening Giro Pos. Sementara itu, kerja user berada dibawah
pengawasan Supervisior Pelayanan.
     Dari uraian deskripsi sistem diatas, diperoleh informasi bahwa PT.POS merupakan
salah satu BUMN yang senantiasa berusaha untuk bisa membantu masyarakat Indonesia.
Dengan berkembangnya teknologi informasi yang semakin pesat maka kebutuhan
masyarakat pun meningkat. Oleh karena itu, sesuai dengan tujuannya serta untuk
meningkatkan eksistensinya, PT.POS berusaha untuk mengimbangi kebutuhan masyarakat
salah satunya dengan menyediakan jasa Giro Pos.
         Adapun komponen-komponen yang menjadi pendukung yang harus ada pada
sistem pembukaan rekening Giro Pos antara lain hardware, software, kebijakan organisasi
serta user (pengguna / costumer service). Komponen-komponen tersebut sangat penting
dan saling terintegrasi. Jika ada salah satu komponen tidak ada maka sistem pembukaan
rekening Giro Pos tidak dapat diaplikasikan.
Lampiran 3 Tampilan Aplikasi CSO




                                   Form Login




                             Tampilan Awal CSO
    Pemilihan jenis rekening Giro Pos




Form input data nasabah perorangan hal 1
Form input data nasabah perorangan hal 2




 Form input data nasabah lembaga hal 1
Form input data nasabah lembaga hal 2

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:7473
posted:7/13/2011
language:Indonesian
pages:124