Materi Rapat Koordinasi Kebudayaan dan Pariwisata Lembata di Alor

Document Sample
Materi Rapat Koordinasi Kebudayaan dan Pariwisata Lembata di Alor Powered By Docstoc
					                                            BAB I

                                     PENDAHULUAN

1. 1 Latar Belakang
             Salah satu prinsip penyelenggaraan kepariwisataan sebagaimana yang
   diamanatkan dalam Pasal 5 Undang-Undang Negara Republik Indoensia Tahun
   2009 adalah menjamin keterpaduan antar sektor, antar daerah, antara pusat dan
   daerah yang merupakan satu kesatuan sistemik dalam kerangka otonomi daerah,
   serta keterpaduan antar pemangku kepentingan.
             Merujuk pada prinsip ini, maka proses pembangunan kepariwisataan di
   daerah hendakanya dilakukan secara sinergis artinya perlu adanya suatu sistem
   perencanaan, pelaksanaan, pengendalian               dan evaluasi yang dilakukan secara
   terpadu baik antar Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi, Pusat dan para
   pemangku kepentingan.
             Apa yang digambarkan di atas merupakan persoalan yang selama ini
   dihadapi oleh        Pemerintah baik Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah
   Kabupaten dimana terkesan adanya kesenjangan dalam meramu berbagai
   program pengembangan kepariwisataan secara terpadu.                  Ketidaksinambungan
   program ini merupakan hal serius yang harus ditanggapi oleh semua pihak agar
   program pengembangan kepariwisataan dapat dilaksanakan secara terfokus.
             Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lembata sebagai sebuah
   Dinas baru dalam melaksanakan tugas dan fungsinya terutama program
   pengembangan         pariwisata    di    Kabupaten      Lembata     memerlukan           adanya
   sinkronisasi program dengan Pemerintah Provinsi sebagai wujud dukungan
   terhadap pembangunan pariwsata daerah. Oleh karena itu, melalui rapat ini dapat
   diperoleh masukan-masukan yang berarti sebagai langkah konkrit dalam
   melaksanakan berbagai program di bidang Kebudayaan dan Pariwisata.


1. 2 Dasar
   Surat     dari   Sekretariat   Daerah     Provinsi     Nusa    Tenggara        Timur     Nomor:
   BU.556/49/Budpar/2010          perihal   Pemberitahuan        Kegiatan     Jambore,       Lomba
   Kelompok Sadar Wisata dan Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program
   Kebudayaan dan Pariwisata Tingkat Provinsi NTT.



                                              1                             Rakor Rote Ndao Tahun 2010
1. 3 Maksud dan Tujuan
   Adapun maksud dari laporan ini adalah:
   1. Memberikan gambaran riil tentang profil Kebudayaan dan Pariwisata di
      Kabupaten Lembata.
   2. Menggambarkan potensi Kebudayaan dan Pariwisata daerah Kabupaten
     Lembata beserta kendala yang dihadapai dalam upaya pengembangan.
   3. Mengevaluasi berbagai program dan kegiatan yang telah dilaksanakan di
     Kabupaten Lembata.
   Sedangkan tujuan dari laporan ini adalah:
   1. Terdatanya berbagai potensi Kebudayaan dan Pariwisata yang dapat dibidik
     sebagai daya tarik yang siap dikembangkan.
   2. Terbangunnya suatu program aksi yang selaras di sektor Kebudataan dan
     Pariwisata antar Pemerintah Provinsi dan Kabupaten dengan mengedepankan
     daya tarik budaya dan wisata unggulan yang ada di masing-masing Kabupaten
   3. Terciptanya suatu model perencanaan Kebudayaan dan Pariwisata yang lebih
     menyeluruh dengan menyentuh berbagai kondisi riil kebudayaan dan pariwisata
     daerah.




                                        2                      Rakor Rote Ndao Tahun 2010
                           BAB II
    PROFIL KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN LEMBATA


      Menjadikan sebuah daerah sebagai daerah tujuan atau destinasi wisata yang
maju tidak terlepas dari sumber daya parwisata yang dimiliki sebuah daerah. Dengan
itu diupayakan agar semua potensi wisata dan saran pendukung yang ada di masing-
masing daerah dupayakan agar dapat memberikan nilai bagi para pengunjung. Untuk
mencapai hal dimaksud, maka profil Kepariwisataan daerah Kabupaten Lembata dapat
kami uraikan dengan masing-masing kalsifikasi sebagai berkut:
I. Profil Daya Tarik Wisata
   1). Wisata Budaya:
      1. Perburuan Ikan Paus Lamalera :
        a. Lokasi              : Lamalera Kecamatan Wulandoni dengan jarak tempuh
                                 47 km dari Kota Lewoleba.
        b. Jenis Obyek         : Wisata Budaya
        c. Deskripsi           : Atraksi perburuan Ikan Paus secara tradisional yang
                                 hanya mempergunakan peralatan tradisional seperti
                                 peledang (perahu kayu tanpa mesin ) dan tempuling
                                 (tombak yang ujungnya berkait yang terbuat dari baja)
                                 yang digunakan untuk menikam ikan paus. Tradisi
                                 penangkapan ikan paus (Leva Nuang) berlangsung dari
                                 tanggal 01 Mei sampai dengan 31 Oktober setiap tahun.
                                 Persiapan ritual dimulai tanggal 29 April dengan
                                 dilaksanakan “Tobu Neme Vate” atau ritus antara
                                 nelayan dan tuan tanah di Batu Paus. Pada tanggal 01
                                 Mei dilangsungkan misa Pembukaan Leva (melaut).
        d. Status Pengembangan : Potensial untuk dikembangkan.
        e. Daya Tarik          : Perburuan Ikan Paus secara tradisional dengan adanya
                                 beberapa ritual yang dilaksanakan. Wisatawan juga
                                 menikamati panorama alam pantai yang terdapat di
                                 Lamalera.
        f. Aksesibilitas       : Dapat ditempuh dari Kota Lewoleba menggunakan
                                 angkutan darat sekitar 3 jam perjalanan dengan kondisi
                                 jalan menuju obyek yakni jalan semen dan aspal.




                                          3                       Rakor Rote Ndao Tahun 2010
  g. Permasalahan           : Keterbatasan      sarana    dan   prasarana       pendukung
                             pariwisata seperti moda transportasi, hotel dan rumah
                             makan, pengelolaan obyek dan keterlibatan masyarakat
                             lokal.
2. Desa Budaya Lusilame :
  a. Lokasi                 : Kecamatan Atadei dengan jarak tempuh 46 km dari Kota
                             Lewoleba.
  b. Jenis Obyek            : Wisata Budaya
  c. Deskripsi              : Desa Lusilame memiliki atraksi budaya yang masih ada
                             hingga sekarang berupa ritual pembukaan kebun baru
                             sebelum       kegiatan   penanaman     di   ladang     dimulai,
                             disamping ritual pesta panen (rigum kelu’ok). Dalam ritual
                             pesta panen, dipersembahkan sesajian untuk Tuhan dan
                             leluhur “Peni” dan “Laba” yang diyakini sebagai leluhur
                             padi dan jagung. Selain ritual tersebut terdapat tarian duo
                             bolo dan tinju tradisional (hadok).
  d. Status Pengembangan : Potensial untuk dikembangkan.
  e. Daya Tarik             : Atraksi budaya yang beragam berupa ritual adat, tari-
                             tarian, olahraga tradisional.
  f. Aksesibilitas          : Ada angkutan umum yang melayani jalur ke Lusilame
                             dengan kondisi jalan yang belum beraspal (Jalan tanah
                             dan berbatu).
  g. Permasalahan           : Keterbatasan      sarana    dan   prasarana       pendukung
                             pariwisata seperti moda transportasi, jalan, penginapan
                             dan rumah makan.
3. Kampung Tua Lamagute :
  a. Lokasi                 : Kecamatan Ile Ape dengan jarak tempuh 26 km dari Kota
                             Lewoleba.
  b. Jenis Obyek            : Wisata Budaya
  c. Deskripsi              : Kampung tua yang terdiri dari beberapa rumah adat yang
                             digunakan sebagai ritual atau upacara dimana masing-
                             masing    mempunyai         kelengkapan     upacara     seperti
                             keramik, gading dll. Kampung ini merupakan tempat
                             diadakannya pesta kacang, yang dilaksanakan pada
                             rumah adat – rumah           adat. Pesta kacang diadakan




                                       4                           Rakor Rote Ndao Tahun 2010
                            sebagai ucapan syukur bagi hasil panen khususnya
                            panen kecang sekaligus membuka pantangan makan
                            kacang bagi pemangku-pemangku adat.
  d. Status Pengembangan : Potensial untuk dikembangkan sebagai kampung adat.
  e. Daya Tarik            : Tempat pelaksanaan upacara dan pesta adat dari
                            beberapa suku.
  f. Aksesibilitas         : Kualitas jalan menuju obyek adalah jalan beraspal yang
                            dapat ditempuh selama 2 jam dari Lewoleba, ada tangga
                            menuju ke obyek yang lebih dikenal sebagai tangga
                            1000.
  g. Permasalahan          : Kondisi obyek yang kurang terawat sehingga dapat
                            mengancam        kelestarian     DTW     Budaya      ini      serta
                            keterbatasan sarana dan prasarana pendukung.
4. Pasar Barter Labala :
  a. Lokasi                : Labala Kecamatan Wulandoni dengan jarak tempuh 47
                            km dari Kota Lewoleba.
  b. Jenis Obyek           : Wisata Budaya
  c. Deskripsi             : Pasar barter merupakan salah satu pasar tradisional yang
                            menggambarkan transaksi barang pada jaman dahulu
                            sebelum       manusia     mengenal     uang     sebagai        alat
                            pembayaran. Akktifitas pasar Labala dimulai pada jam
                            10.00 pagi yang ditandai dengan tiupan peluit (Buri) dari
                            petugas (mandor) yang mengawasi kegiatan barter.
  d. Status Pengembangan : Potensial untuk dikembangkan.
  e. Daya Tarik            : Tetap mempertahankan tradisi          jual beli dengan cara
                            barter.
  f. Aksesibilitas         : ada angkutan umum yang melayani rute ke pasar Labala
                            meskipun kondisi jalan yang belum beraspal.
  g. Permasalahan          : Keterbatasan     sarana       dan   prasarana       pendukung
                            pariwisata seperti moda transportasi, hotel dan rumah
                            makan,        kerusakan     lingkungan      akibat         aktifitas
                            perdagangan.




                                      5                            Rakor Rote Ndao Tahun 2010
2). Wisata Alam:
   1. Pantai Pedan:
     a. Lokasi              : Di Kecamatan Ile Ape dengan jarak tempuh 13 km dari
                              Kota Lewoleba.
     b. Jenis Obyek         : Wisata Pantai
     c. Deskripsi           : Pantai ini memiliki pasir putih yang terhampar sepanjang
                              pantai, dengan habitat pohon bakau yang tumbuh
                              disekitar       pantai.   Wisatawan     yang    datang     dapat
                              menikmati panorama alam dan bermain di area pantai
                              yang cukup luas.
     d. Status Pengembangan : Potensial untuk dikembangkan.
     e. Daya Tarik Alam     : Ponorama pantai yang indah dan hamparan air laut biru
                              dan jernih.
     f. Aksesibilitas       : Cukup mudah dicapai, sekitar 60 menit dari Kota
                              Lewoleba menggunakan angkutan darat dengan kondisi
                              jalan yang cukup baik.
     g. Permasalahan        : Keterbatasan         sarana   dan     prasarana      pendukung
                              pariwisata seperti moda transportasi, hotel dan rumah
                              makan, pengelolaan obyek dan keterlibatan masyarakat
                              lokal serta kerusakan lingkungan dan sumber daya alam
                              yang ada akibat aktivitas pembangunan.
   2. Pantai Waijarang
     a. Lokasi              : di Kecamatan Nubatukan dengan jarak tempuh 10 km
                              dari Kota Lewoleba.
     b. Jenis Obyek         : Wisata Pantai
     c. Deskripsi           : Keindahan          panorama    pantai     didukung       dengan
                              pemandangan bukit yang indah dan selat Boleng. Di
                              pantai ini cocok bagi pengunjung untuk menikmati wisata
                              pantai seperti ski air, renang, berjemur, camping, voli
                              pantai dan hiking.
     d. Status Pengembangan : Potensial untuk dikembangkan.
     e. Daya Tarik Alam     : Ponorama alam dengan hamparan pasir putih di
                              sepanjang garis pantai.
     f. Aksesibilitas       : Sangat muda dicapai dengan menggunakan angkutan
                              darat karena kondisi jalan beraspal sampai di obyek.




                                          6                           Rakor Rote Ndao Tahun 2010
  g. Permasalahan        : Keterbatasan          sarana   dan    prasarana     pendukung
                            pariwisata seperti moda transportasi, hotel dan rumah
                            makan, pengelolaan obyek dan keterlibatan masyarakat
                            lokal serta kerusakan lingkungan dan sumber daya alam
                            yang ada akibat aktivitas pembangunan.
3. Ekowisata Pantai Ohe – Wewabelen
  a. Lokasi              : Desa Kolontobo Kecamatan Ile Ape dengan jarak tempuh
                           13 km dari Kota Lewoleba.
  b. Jenis Obyek         : Wisata Pantai
  c. Deskripsi           : Pantai ini memiliki pasir putih yang terhampar sepanjang
                           pantai, dengan habitat pohon bakau yang tumbuh
                           disekitar       pantai.   Wisatawan    yang    datang     dapat
                           menikmati panorama alam dan bermain di area pantai
                           yang cukup luas serta dapat menikmati tarian/kesenian
                           yang kerap dipentaskan dipanggung terbuka.
  d. Status Pengembangan : Potensial untuk dikembangkan.
  e. Daya Tarik          : Ponorama alam dengan pasir pantainya yang putih,
                           makam dan sumur tua serta kerangka tulang ikan paus.
  f. Aksesibilitas       : Sangat muda dicapai dengan menggunakan angkutan
                           darat karena kondisi jalan beraspal sampai di obyek.
  g. Permasalahan        : Keterbatasan         sarana    dan    prasarana     pendukung
                           pariwisata seperti moda transportasi, hotel dan rumah
                           makan, pengelolaan obyek dan keterlibatan masyarakat
                           lokal serta kerusakan lingkungan dan sumber daya alam
                           yang ada akibat aktivitas pembangunan.
4. Pantai Mingar
  a. Lokasi              : di Desa Pasir Putih Kecamatan Nagawutung dengan
                           jarak tempuh 36 km dari Kota Lewoleba.
  b. Jenis Obyek         : Wisata Pantai
  c. Deskripsi           : Pantai Mingar memiliki pasir putih dengan garis pantai
                           yang panjang. Wisatawan/pengunjung dapat melakukan
                           kegiatan wisata pantai seperti selancar dan surfing
                           karena mempunyai gelombang pantai yang cukup tinggi.
  d. Status Pengembangan : Potensial untuk dikembangkan.




                                       7                          Rakor Rote Ndao Tahun 2010
  e. Daya Tarik Alam     : Ponorama alam dengan hamparan pasir putih di
                           sepanjang garis pantai.
  f. Daya Tarik Budaya   : Ritual pengmabilan Nale (sejenis cacing laut berwarna
                           hijau dan merah yang muncul di bulan purnama.
  g. Aksesibilitas       : Terdapat angkutan umum yang menuju ke obyek.
  h. Permasalahan        : Keterbatasan     sarana    dan   prasarana     pendukung
                           pariwisata seperti moda transportasi, hotel dan rumah
                           makan, pengelolaan obyek dan keterlibatan masyarakat
                           lokal serta kerusakan lingkungan dan sumber daya alam
                           yang ada akibat aktivitas pembangunan.
5. Pantai Lewolein
  a. Lokasi              : di Kecamatan Lebatukan dengan jarak tempuh 27 km
                           dari Kota Lewoleba.
  b. Jenis Obyek         : Wisata Pantai
  c. Deskripsi           : Pantai Lewolein merupakan pantai rekreasi yang sangat
                           indah dan memiliki keistimewaan yaitu komposisi letak
                           dan panorama alam. Dari pantai ini pengunjung bisa
                           menyaksikan sunset di Puncak Gunung Ile Ape.
  d. Status Pengembangan : Potensial untuk dikembangkan.
  e. Daya Tarik          : Ponorama pantai dengan hamparan pasir putih keabu-
                           abuan. Terdapat pula batu wadas yang dipercaya
                           memiliki kekuatan magis.
  f. Aksesibilitas       : Untuk mencapai obyek tersebut sangat mudah karena
                           sarana angkutan darat yang banyak dan jalan beraspal
                           sampai ke obyek.
  g. Permasalahan        : Keterbatasan     sarana    dan   prasarana     pendukung
                           pariwisata seperti moda transportasi, hotel dan rumah
                           makan, pengelolaan obyek dan keterlibatan masyarakat
                           lokal serta kerusakan lingkungan dan sumber daya alam
                           yang ada akibat aktivitas pembangunan.
6. Pantai Bean
  a. Lokasi              : di Kecamatan Buyasuri dengan jarak tempuh 82 km dari
                           Kota Lewoleba.
  b. Jenis Obyek         : Wisata Pantai




                                    8                        Rakor Rote Ndao Tahun 2010
  c. Deskripsi           : Pantai pasir putih Bean merupakan pantai pasir putih
                           yang unik dalam bentuk cristal-kristal halus yang
                           membentang dari barat ke timur sejauh kurang lebih 4-5
                           km dengan ombak laut yang bergulung terus menerus
                           dan pecah secara teratur. Pantai dengan kondisi ini
                           cocok untuk berselancar dan surfing. Pantainya cukup
                           landai dan aman bagi pengunjung yang ingin berekreasi
                           di pantai.
  d. Status Pengembangan : Potensial untuk dikembangkan.
  e. Daya Tarik          : Keindahan panorama pantai dengan hamparan pasir
                           putih serta hempasan ombak yang cukup besar..
  f. Aksesibilitas       : Dapat di tempuh ke lokasi tersebut dengan angkutan
                           umum..
  g. Permasalahan        : Keterbatasan     sarana   dan   prasarana      pendukung
                           pariwisata seperti moda transportasi, hotel dan rumah
                           makan, pengelolaan obyek dan keterlibatan masyarakat
                           lokal serta kerusakan lingkungan dan sumber daya alam
                           yang ada akibat aktivitas pembangunan.




7. Air Terjun Lodowawo
  a. Lokasi              : di Kecamatan Nagawutung dengan jarak tempuh 42 km
                           dari Kota Lewoleba.
  b. Jenis Obyek         : Wisata Tirta
  c. Deskripsi           : Air Terjun Lodowawo menawarkan panorama alam yang
                           alami, sejuk dan menyenangkan. Dengan ketinggian
                           tebing sekitar 30 m, kita dapat menyaksikan luncuran air
                           yang terjun bebas dari atas menegnai bebatuan yang
                           ada dibawahnya.
  d. Status Pengembangan : Potensial untuk dikembangkan.
  e. Daya Tarik          : Keindahan air terjun yang unik karena mengalir dari
                           ketinggian serta mengalir pada dinding bebatuan.
  f. Aksesibilitas       : Dapat di tempuh ke lokasi tersebut dengan angkutan
                           umum namun melewati jalan yang sebagian besarnya
                           tanah dengan kondisi yang berlobang.




                                        9                    Rakor Rote Ndao Tahun 2010
  g. Permasalahan        : Keterbatasan     sarana    dan     prasarana     pendukung
                           pariwisata terutama akses jalan menuju objek. Selain itu
                           juga permasalahan keterlibatan masyarakat lokal serta
                           kelembagaan dalam pengelolaan obyek.
8. Sumber Gas Alam “Karun”
  a. Lokasi              : di Kecamatan Atadei dengan jarak tempuh 43 km dari
                           Kota Lewoleba.
  b. Jenis Obyek         : Wisata Alam
  c. Deskripsi           : Mayoritas lokasi sekitarnya vulkanis sehingga muncul
                           adanya gas bumi yang berupa uap-uap panas yang
                           berkekautan      cukup    besar.    Keunikannya       adalah
                           digunakan oleh masyarakat lokal sebagai dapur alam.
                           Mereka meggali lubang-lubang kecil dan memasukan
                           berbagai jenis makanan seperti ubi-ubian, kacang-
                           kacangan, jagung muda dan lain-lain dan setelah matang
                           dapat dikonsumsi dengan aroma yangkhas.
  d. Status Pengembangan : Potensial untuk dikembangkan.
  e. Daya Tarik          : Gas alam berupa uap panas yang keluar dari dalam
                           bumi.
  f. Aksesibilitas       : Dapat di tempuh ke lokasi tersebut dengan angkutan
                           darat umum namun melewati jalan yang sebagiannya
                           tanah dengan kondisi yang berlobang.
  g. Permasalahan        : Keterbatasan     sarana    dan     prasarana     pendukung
                           pariwisata terutama akses jalan menuju objek. Selain itu
                           juga permasalahan keterlibatan masyarakat lokal serta
                           kelembagaan dalam pengelolaan obyek.
9. Gunung Api
  a. Lokasi              : di Kecamatan Ile Ape dengan jarak tempuh 15 km dari
                           Kota Lewoleba.
  b. Jenis Obyek         : Wisata Alam Pegunungan
  c. Deskripsi           : Ile Ape merupakan satu gunung yang masih aktif di
                           Kabupaten Lembata. Gunung ini memiliki panorama alam
                           yang    indah   dengan    keberadaan     kawah-kawah       di
                           beberapa bagian gunung.
  d. Status Pengembangan : Potensial untuk dikembangkan.




                                    10                         Rakor Rote Ndao Tahun 2010
     e. Daya Tarik          : Panorama alam pegungungan Ile Ape. Obyek ini
                              wisatawan dapat melakukan kegiatan pendakian (hiking)
                              sambil   menikmati   alam     yang     berada     di   sekitar
                              pegunungan.
      f. Aksesibilitas      : Untuk    mencapai    lokasi    ini     pengunjung       dapat
                              menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua, tapi
                              dengan kondisi jalan tanah dan jalan setapak.
      g. Permasalahan       : Ketersediaan sarana dan prasarana wisata yang masíh
                              terbatas terutama moda transportasi dan jalan menuju
                              obyek ini.
   10. Sumber Air Panas Sabu Tobo
     a. Lokasi              : Desa Ile Boli Kecamatan Nagawutung dengan jarak
                              tempuh 20 km dari Kota Lewoleba.
     b. Jenis Obyek         : Wisata Tirta
     c. Deskripsi           : Di lokasi ini terdapat hutan tropis yang di dalamnya
                              mengalir sungai Sabu Tobo yang jernih dan sejuk Kuran
                              lebih 200 meter sebelah kiri jalan pengunjung dapat
                              menemukan sumber mata air panas.
     d. Status Pengembangan : Potensial untuk dikembangkan.
     e. Daya Tarik          : Mata air panas yang mengalir di antara tebing dan akar-
                              akar pohon, dan punya keunikan lainnya yaitu air panas
                              ini langsung dikonsumsi.
      f. Aksesibilitas      : Jalan beraspal, namun terdapat beberapa bagian ruas
                              jalan yang berlubang. Sumber air panas alam Sabutobo
                              dapat ditempuh kurang lebih 1 atau 2 jam dengan
                              kendaraan roda dua dan roda empat dari Lewoleba.
   g. Permasalahan          : Ketersediaan sarana dan prasarana pariwisata yang
                              masíh terbatas terutama moda transportasi dan jalan
                              menuju obyek ini. Selain itu encaman pencemaran aliran
                              sungai akibat sampah rumah tangga.
3). Aneka Atraksi:
   Atraksi budaya merupakan salah satu daya tarik wisata yang perlu dilestarikan.
   Hal ini karena atraksi budaya mengandung nilai yang diyakini sebagai salah satu
   unsur kepercayaan dalam tatanan masyarakat setempat. Beberapa ritus yang
   sering dipentaskan sebagai event pariwisata di Kabupaten Lembata adalah:



                                       11                          Rakor Rote Ndao Tahun 2010
1). Leva Nuang
    Leva Nuan adalah ritus pembuka masa perburuan ikan paus secara
    tradisional oleh masyarakat setempat yang dimulai dengan seremonial adat
    dan misa pelepasan para nelayan. Ini dimaksudkan agar hasil tangkapan
    berlimpah ruah dan dijauhkan dari berbagai jenis kemalangan yang dapat
    menimpah para nelayan. Ritus ini dibuka pada awal Bulan Mei setiap tahun
    dan berakir pada Agustus sampai September, dan terjadi di Desa Lamalera
    Kecamatan Wulandoni.
2). Reka Utan (pesta kacang)
    Reka Utan merupakan rangkaian upacara makan kacang baru di rumah adat
    pada kampung lama/adat oleh salah satu suku atau beberapa rumpun suku
    terkait dengan mempersembahkan kacang baru sebagai pertanda syukur
    kepada Tuhan atas hasil panenan selama satu musim tanam. Upacara ini
    terjadi pada BulanJuli s/d Nopember.
3). Buka Karun
    Buka karun adalah ritus pembuka masa dimana masyarakat boleh
    menggunakan areal karun (dapur alam) untuk memasak makanan tertentu
    seperti ubi-ubian, daging-dagingan, kacang-kacangan, jagung dan jenis
    makanan lainnya dengan menggunakan uap yang bersumber dari dalam
    perut bumi (gas alam). Buka Karun terjadi di Desa Atakore Kecamatan Atadei.
4). Guti / Oit Nale
    Guti / Oit Nale adalah ritus yang dibuat untuk mengawali pekan penangkapan
    ikan laut nale sejenis cacing laut. Ritus ini dilakukan oleh ketua suku yang
    diyakini sebagai pemilik asal muasal ikan dimaksud. Guti / Oit Nale terjadi di
    Desa Pasir Putih (Mingar) Kecamatan Nagawutung.
5). Ahar
    Ahar merupakan ritus inisiasi seorang bayi yang baru lahir atau orang dewasa
    yang hendak masuk kedalam satu suku tertentu dengan cara mengurung bayi
    dan ibunya didalam rumah selama sepekan dengan pantangan-pantangan
    adat yang sangat sulit. Ahar juga berlaku bagi pasangan yang baru menikah.
    Penyelenggaraan Ahar secara sukses diyakini akan dijauhkan dari berbagai
    macam penyakit. Ahar      terdapat di Desa Atakore Kecamatan Atadei dan




                                     12                      Rakor Rote Ndao Tahun 2010
     terjadi pada saat ada peristiwa kelahiran warga yang adalah penduduk desa
     setempat. Dalam Upacara ini diikuti dengan tarian tradisional dan lagu-lagu
     daerah setempat.
 6). Bako Medeh
     Bako Medeh adalah upacara yang dibuat saat hendak membuka sebuah
     kebun baru. Yang dimaksudkan dengan kebun baru adalah kebun adat yang
     dimiliki secara pribadi atau secara kolektif oleh suku. Bako Medeh adalah ritus
     meminta izin kepada para arwah leluhur sekaligus meminta agar tanaman
     dilindungi dari berbagai hama penyakit untuk menghasilkan panenan yang
     berlimpah ruah.
 7). Hadok
     Hadok adalah tinju tradisional untuk mengawali musim tanam di kebun adat
     yang juga merupakan salah satu bagian dari ritus Bako Medeh. Bako Medeh
     dan Hadok terdapat di Desa Lusilame Kecamatan Atadei
 8). Rigum Keluok
    Rigum Keluok adalah acara pesta panen di kampung lama Lewogolen, Desa
    Lusilame sebagai ucapan syukur kepada Yang Maha Kuasa dan Leluhur ”Peni
    dan Laba” yang diyakini sebagai penjelmaan padi dan jagung. Dalam Upacara
    ini dilakukan perontokkan/pemisahan        biji padi dari bulirnya dengan cara
    menginjak atau memukul bulir-bulir padi yang telah diletakkan diatas tikar
    dengan ukuran besar yang dianyam dari daun lontar. Dalam Upacara ini
    ditampilkan tarian tradisional.
 9). Sawar
    Upacara bagi seseorang untuk “makan” jagung muda setelah panen yang
    dilakukan dalam suatu ritual di kampung lama Tokojaeng Desa Lamatokan,
    juga sebagian besar suku-suku di Ile Ape dan Lembata pada umumnya yang
    dihadiri oleh seluruh komunitas suku yang bersangkutan dengan maksud
    membuka pantangan makan jagung selama musim yang lalu dan memberi
    sesajian kepada leluhur.
10). Penang
    Tradisi adat dalam membantu warga pada acara-acara tertentu antara lain
    upacara ritual adat, acara peminangan, pesta pernikahan, pesta keagamaan




                                      13                      Rakor Rote Ndao Tahun 2010
           dan kedukaan. Bantuan yang diberikan berupa hantaran dalam bentuk bahan
           makanan, hewan, pakaian serta assesori. Dalam kegiatan hantaran ini sering
           dilakukan dalam prosesi adat yang menampilkan busana daerah diiringi musik
           tradisional dan lagu-lagu daerah.
  11). Buka Badu
           Upacara adat pembukaan musim penangkapan ikan pada areal tertentu yang
           sebelumnya ditutup. Upacara ini berlangsung setelah musim panen di Desa
           Watodiri.
  12). Bihu Sia
           Adalah proses pembuatan garam secara tradisional di Desa Watodiri
           Kecamatan Ile Ape.

II. Profil Sarana dan Prasarana Pendukung Pariwisata:
    1. Jasa Akomodasi

 No Nama Hotel/Penginapan     Klasifikasi             Fasilitas                  Alamat

  1 Palm Indah Hotel          Menegah             Akomodasi                Lewoleba - Nubatukan
  2   Hotel An Nisa            Melati       Masage, Restoran, MICE         Lewoleba - Nubatukan
  3   Hotel Rejeki             Melati                MICE                  Lewoleba - Nubatukan
  4   Hotel Lewoleba           Melati                MICE                  Lewoleba - Nubatukan
  5   Hotel Lembata Indah      Melati                MICE                  Lewoleba - Nubatukan
  6   Hotel Puri Mutiara       Melati           Restoran, MICE             Lewoleba - Nubatukan
  7   Uran's Inn               Kecil              Akomodasi                Lewoleba - Nubatukan
  8   Penginapan Stansen Karya Kecil              Akomodasi                Lewoleba - Nubatukan
  9   Lile Ile                 Kecil              Akomodasi                Lewoleba - Nubatukan
 10   Abel Home Stay           Kecil              Akomodasi                Lamalera - Wulandoni
 11   Lamalera A Home Stay     Kecil              Akomodasi                Lamalera - Wulandoni
 12   Lamalera B Home Stay     Kecil              Akomodasi                Lamalera - Wulandoni
 13   Lamagute Home Stay       Kecil              Akomodasi                  Lamagute - Ile Ape



      2. Jasa Makan Minum
      NO       NAMA RESTORAN/ RUMAH MAKAN                               LOKASI
       1    Restoran An'nisa                                      Lewoleba - Nubatukan
       2    Restoran Moting Lomblen                               Lewoleba - Nubatukan
       3    Kafe Amigos                                           Lewoleba - Nubatukan
       4    RM. Lamongan                                          Lewoleba - Nubatukan
       5    RM. Jawa Timur                                        Lewoleba - Nubatukan
       6    RM. Bandung                                           Lewoleba - Nubatukan
       7    RM. Lilica                                            Lewoleba - Nubatukan
       8    RM. Berkat Lomblen                                    Lewoleba - Nubatukan
       9    RM. Merkuri                                           Lewoleba - Nubatukan




                                                 14                           Rakor Rote Ndao Tahun 2010
3. Bank / Lembaga Keuangan

 NO             NAMA BANK                    LOKASI
 1    BRI Cabang Lewoleba              Lewoleba - Nubatukan
 2    BRI Unit Lewoleba                Lewoleba - Nubatukan
 3    Kantor Layanan BNI               Lewoleba - Nubatukan
 4    Bank NTT                         Lewoleba - Nubatukan
 5    BRI Unit Balauring                Balauring - Omesuri
 6    BRI Unit Wulandoni                    Wulandoni
 7    Bank NTT Unit Balauring           Balauring - Omesuri

4. Jasa Hiburan

 NO        NAMA JASA HIBURAN                 LOKASI
 1    Macan Pub/Karaoke                Lewoleba - Nubatukan
 2    Lomblen Pub/Karaoke              Lewoleba - Nubatukan
 3    Santana Pub/Karaoke              Lewoleba - Nubatukan
 4    Silver Pub/Karaoke               Lewoleba - Nubatukan
 5    Safika Pub/Karaoke               Lewoleba - Nubatukan
 6    Sinar Pub/Karaoke                Lewoleba - Nubatukan
 7    Sabar Menanti Pub                Lewoleba - Nubatukan
 8    Bas Band Pub                     Lewoleba - Nubatukan
 9    Sari Asih Pub/Karaoke            Lewoleba - Nubatukan

5. Jasa Perjalanan

 NO      NAMA JASA PERJALANAN                     LOKASI
 1     Lodandoro Tours and Travel           Lewoleba - Nubatukan
 2     Raflesia Tours and Travel            Lewoleba - Nubatukan
6. Kelembagaan Kepariwisataan
   Di Kabupaten Lembata baru membetuk Kelompok Sadar Wisata sebagai
   perpanjangan tangan Pemerintah di desa-desa. Sementara lembaga-lembaga
   kepariwisataan yang lainnya belum terbentuk.

 NO      NAMA POKDARWIS                     LOKASI
 1    Cipta                          Lewoleba - Nubatukan
 2    Nubapuken                      Waijarang - Nubatukan
 3    Selandoro                      Wangatoa - Nubatukan
 4    Baoviga                   Pasir Puith Mingar - Nagawutung
 5    Lodovavo                        Atawai - Nagawutung
 6    Baodei                       Dua Wutun – Nagawutung
 7    Orca                          Lamalera A – Wulandoni
 8    Ikan Paus                     Lamalera B – Wulandoni
 9    Muda Gedo                         Atakore – Atadei
 10   Handayalu                        Lusilame – Atadei
 11   Jaganawe                         Muruona – Ile Ape
 12   Pedan                           Petuntawa – Ile Ape



                                 15                    Rakor Rote Ndao Tahun 2010
13   Epo Wewabelen             Kolontobo – Ile Ape
14   Sedan Teka                Amakaka – Ile Ape
15   Napaulun                 Bunga Muda – Ile Ape
16   Lewohala                Jontona – Ile Ape Timur
17   Hamahena                Lamgute – Ile Ape Timur
18   Sonata                 Lamatokan – Ile Ape Timur
19   Tujuh Maret              Merdeka – Lebatukan
20   Taan Sare                Dikesare – Lebatukan
21   Oneq Ui Laleng Nuan      Leuwayang – Omesuri
22   Pantai Lestari            Wowong – Omesuri
23   Haba Bitan                 Bean – Buyasuri




                           16                   Rakor Rote Ndao Tahun 2010
                              BAB III
                STRATEGI PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN
                               KABUPATEN LEMBATA


3.1 Strategi
3.1.1 Strategi Perencanaan
        Merujuk pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
     Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata Tahun 2007-2011, maka sektor
     pariwisata merupaka salah satu sektor yang dapat dikembangkan menjadi sektor
     unggulan selain sektor lainnya. Hal ini dimaksudkan agar dapat merangsang
     pertumbuhan ekonomi daerah dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli
     Daerah. Karena itu, strategi yang dibangun dalam merencanakan pembangunan
     pariwisata kedepan adalah peningkatan infrastruktur ke lokasi-lokasi wisata
     disertai dengan penyiapan sumber daya para pelaku wisata baik yang berada
     disekitar lokasi daya tarik wisata maupun komponen pelaku usaha wisata lainnya.
        Dengan demikian, maka strategi perencanaan pariwisata tetap berorientasi
    pada suatu pengembangan sektor wisata melalui Program Pengembangan
    Destinasi Pariwisata, Program Pengembangan Kemitraan dan SDM di bidang
    Kebudayaan     dan      Pariwisata,    Pogram     Pembangunan      Pengadaan         dan
    Pemeliharaan Sarana dan Fasilitas Pariwisata dan Program Pengembangan
    Pemasaran Pariwisata seperti Pelaksanaan promosi pariwisata di dalam dan di
    luar negeri (Jambore Pariwisata, Festival Flobamora II dan Sail Indonesia) dan
    Pelatihan Pemandu wisata.


3.1.2 Strategi Pengembangan
           Dengan strategi perencanaan sebagaimana yang diutarakan diatas, maka
    strategi   Pemerintah    Daerah       Kabupaten   Lembata   dalam     pengembangan
    pariwisata kedepan adalah:
    1. Upaya untuk meningkatkan mutu dan kualitas serta kuantitas daya tarik wisata
       yang bernilai daya saing pada pasar wisata global yang terfokus pada
       kontribusi sektor pariwisata bagi peningkatan pendapatan asli daerah dan
       masyarakat pada umumnya baik secara langsung maupun tidak langsung




                                             17                     Rakor Rote Ndao Tahun 2010
       melalui pemberdayaan sektor pariwisata dan budaya yang dimiliki langsung
       oleh masyarakat.
    2. Meningkatkan profesionalitas pelayanan pariwisata melalui peningkatan mutu
       dan kualitas kelembagaan serta manajemen sumber daya manusia.
     3. Meningkatkan kualitas produk wisata, sumber daya pariwisata dan lingkungan
      secara integral berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
    4. Menempatkan daerah Kabupaten Lembata sebagai salah satu daerah tujuan
      wisata yang berorientasi pada pengembangan pariwisata yang berbasis pada
      masyarakat, pelestarian budaya serta ramah lingkungan dan menerapkan
      unsur-unsur Sapta Pesona yang berdasarkan keseimbangan antara permintaan
      pasar dan petensi yang tersedia.


3.1.3 Strategi Pemasaran
           Mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun
     2009 tentang Kepariwisataan, maka dalam rangka melaksanakan program
     pengembangan pemasaran pariwisata Pemerintah Daerah harus membentuk
     Badan Promosi Pariwisata Daerah yang dibina dan dibimbing oleh pemerintah.
           Disamping itu pula pemerintah harus membentuk Asosiasi kepariwisataan
    dalam rangka menghimpun seluruh pengusaha pariwisata baik perhotelan, biro
    perjalanan, pemandu wisata agar secara bersama-sama mengemas dan
    menetapkan paket wisata yang akan dipromosikan dan dipasarkan kepada
    wisatawan dengan berpijak pada prinsip-prinsip dasar pemasaran pariwisata yaitu
    persiapan produk wisata, price (penetapan harga produk wisata), place
    (penetapan tempat pemasaran) dan promotion (promosi) yang merupakan
    tahapan akhir dari proses pemasaran pariwisata. Dan yang tidak                kalah
    pentingnya yakni sarana-sarana penunjang promosi perlu diperhatikan misalnya
    melalui media cetak, media elektronik, fam tour dan event-event budaya perlu
    diperhatikan materi promosi yang sesuai dengan selera dan minat wisatawan
    yang potensial untuk berkunjung.




                                         18                    Rakor Rote Ndao Tahun 2010
3.1.4 Hambatan
           Pemerintah sebagai fasilitator pembangunan menyadari bahwa potensi
       pariwisata    di   Kabupaten        Lembata        memiliki     prospek      yang    sangat      baik.
       Keunggulan-keunggulan komparatif yang mencirikan masing-masing daya tarik
       wisata yang ada di Kabupaten Lembata sungguh menjanjikan jika proses
       perencanaan dibarengi dengan pengembangan dan pemasaran secara terpadu.
       Disinilah benang merah persoalan pembangunan di sektor pariwisata                               yang
       selama ini sangat sulit dielakkan.
         Secara konkrit tantangan dan hambatan yang dihadapi oleh Pemerintah
      Kabupaten Lembata dalam pengembangan sektor pariwisata adalah:
      1. Belum adanya produk perencanaan pengembangan pariwisata Kabupaten
         Lembata yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam proses perencanaan sektor
         pariwisata.
      2. Terbatasnya kualitas sumber daya manusia secara khusus aparatur di bidang
         kepariwisataan.
      3. Terbatasnya sarana dan prasarana pendukung pariwisata.
      4. Belum adanya investor yang handal dan profesional di bidang pariwisata.
      5. Terbatasnya sumber dana yang dapat digunakan untuk mengembangankan
         sektor pariwisata.
      6. Belum adanya organisasi-organisasi yang bergerak di bidang kepariwisataan
         yang dapat berfungsi untuk memfasilitasi dan mengorganisir semua pelaku
         usaha pariwisata.

3.2 Program dan Kegiatan Tahun 2010 dan 2011

      Tahun Anggaran 2010
  No                Program dan Kegiatan                             Indikator                  Pagu
  1     Program Pengembangan Destinasi Pariwisata :
        Kegiatan Penyusunan RIPPDA Kabupaten              Tersedianya      Dokumen         Rp 439.665.000,-
        Lembata                                           RIPPDA Kabupaten Lembata

  2     Program Pembangunan, Pengadaan dan                -   Tertatanya perkampungan      Rp 180.936.060,-
        Pemliharaan Sarana serta Fasilitas Pariwisata :       adat dan pembangunan
        Kegiatan Peningkatan Pembangunan Sarana               jalur tracking.
        dan Prasarana Pariwisata                          -   Terlaksananya     kegiatan
                                                              pengembangan         obyek
                                                              wisata pantai Waijarang.
                                                          -   Terbangunnya        sarana
                                                              prasarana Pariwisata di




                                                     19                             Rakor Rote Ndao Tahun 2010
                                                           Desa Hoelea I dan DTW
                                                           Epowewabelen
3    Program Pengembangan Kemitraan :                   Tersedianya SDM Aparatur         Rp 79.999.300,-
     Kegiatan Pengembangan SDM di Bidang                yang berkualitas.
     Kebudayaan dan Pariwisata bekerja sama
     dengan lembaga lainnya.



    Tahun Anggaran 2010

No               Program dan Kegiatan                             Indikator                  Pagu
1     Program Pembangunan, Pengadaan dan                                                 Rp 50.000.000,-
      Pemliharaan Sarana serta Fasilitas Pariwisata :
     - Kegiatan Peningkatan Pembangunan Sarana          -   Terbangunnya      Sarana
       dan Prasarana Pariwisata                             prasarana    di     DTW
     - Kegiatan Rehabilitasi sedang/berat sarana            Unggulan.
       dan prasarana pariwisata

2    Program        Pengembangan      Pemasaran                                         Rp 150.000.000,-
     Pariwisata:
     a. Kegiatan Pelaksanaan Promosi Pariwisata         -   Terpromosinya      wisata
        Nusantara di Dalam dan Luar Negeri :                Lembata
        - Sail Indonesia.
        - Jambore Pariwisata
        - Festival Flobamora II
     b. Pelatihan Pemandu Wisata Terpadu                -   Tersedianya       pemandu
                                                            wisata di lokasi DTW yang
                                                            profesional.

3    Program Pengembangan Destinasi Pariwisata :                                        Rp 150.000.000,-
     Kegiatan Pengembangan Obyek Pariwisata
     Unggulan :
     - Lomba penataan DTW Tingkat Kab.                  Termotivasinya    kesadaran
        Lembata                                         mastyarkat untuk menata,
                                                        memelihara dan melestarikan
                                                        DTW dengan baik guna
                                                        menarik pengunjung.
     -   Pembuatan     Ranperda     Izin Usaha          Tersusunnya kebijakan/norma
         Kepariwisataan dan Penetapan Kawasan           standar dan prosedur bidang
         Strategis Pembangunan Parwisata                Pariwisata

4    Program Pengembangan Kemitraan :                                                   Rp 50.000.000,-
     Kegiatan Pengembangan SDM di Bidang                Terlaksananya studi banding
     Kebudayaan dan pariwisata bekerjasama              bagi pengurus Pokdarwis.
     dengan lembaga lainnya.
     Kegiatan       Pelaksanaan       Koordinasi        Terlaksananya    pembinaan
     pembangunan :                                      dan pengawasan terpadu
     - Pembinaan dan Pengawasan Terpadu                 terhadap usaha pariwisata
        terhadap usaha pariwisata (jasa hiburan,        (jasa hiburan, jasa makan
        jasa makan minum, jasa akomodasi)               minum, jasa akomodasi)


Catatan : Program dan kegiatan Tahun Anggaran 2010 sesuai dengan Peraturan Bupati Lembata Nomor 14
Tahun 2009 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata Tahun 2010.




                                                   20                            Rakor Rote Ndao Tahun 2010
                                      BAB IV
                                    PENUTUP


      Laporan ini merupakan informasi tentang kondisi riil sehubungan dengan potensi
dan prospek beserta berbagai kendala kepariwisataan di Kabupaten Lembata. Selain
itu laporan ini berisi pula program dan kegiatan yang sedang dilaksanakan pada Tahun
Anggaran 2010 dan rencana progran dan kegiatan Tahun Anggaran 2010. Besar
harapan agar melalui rapat koordinasi ini dapat diperoleh berbagai masukan dalam
rangka sinkronisasi berbagai program dan kegiatan di Kabupaten dan Provinsi.
      Sekian dan terima kasih.




                                                       Kepala Dinas


                                              WENSESLAUS OSE,S.Sos,M.AP
                                                      Pembina Tk. I
                                               NIP. 19680819 199903 1 005




                                         21                     Rakor Rote Ndao Tahun 2010

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:429
posted:7/9/2011
language:Indonesian
pages:21