Limbah BW.pdf by wuyunyi

VIEWS: 1,421 PAGES: 63

									             BAHAN AJAR KETERAMPILAN
                   Berbasis Teknologi Tepat Guna

                Pendidikan Kesetaraan
                PROGRAM PAKET C


Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah
                      Disusun Oleh:
                     M. Ansar S.P. Msi
                  Prof. Dr. Lucia Muslimin

                      Pengarah:
                 Hamid Muhammad, Ph.D

                          Editor:
                         Dr. Triyadi
                Dra. Palupi Raraswati, MAP
                      Maryana, M.Pd

                       Kontributor:
                 Ir. Teguh Imanto, S.Kom
                Dwi Atmi Purnamasari, S.Pd
                        Givenchi Bria

                      Tata Bahasa:
                   Dra. Dumaria, M.Hum

               Tim Layouter & Ilustrator:
                     Nur Cahyono
                   Eddie B. Handono
                      Pieter Setra




              Kementerian Pendidikan Nasional
   Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal
               Direktorat Pendidikan Kesetaraan
                         Jakarta, 2010

                              ISBN:
Kata Sambutan

P
      endidikan sangat berperan di dalam pembangunan manusia seutuhnya karena hanya
      dengan pendidikan akan terwujud manusia Indonesia yang berakhlak mulia, cerdas,
      produktif, dan berdaya saing. Dengan demikian, secara tidak langsung pendidikan
berpengaruh terhadap kecerdasan dan kesejahteraan rakyat.

Pasal 28B ayat (2) UUD 1945 menyatakan bahwa pendidikan merupakan hak asasi manusia
“Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas
perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”. Pasal 28C ayat (1): “Setiap orang berhak
mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan
dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi
meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia”.

Sejalan dengan hal di atas, untuk memenuhi hak-hak warga negara terhadap akses pendidikan
bermutu dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, pemerintah menyediakan pelayanan
pendidikan kesetaraan. Pendidikan Kesetaraan, sebagai salah satu bagian dari Pendidikan
Nonformal, telah diperkenalkan sejak tahun 1990, terutama ditujukan untuk melayani warga
masyarakat marjinal. Dari tahun ke tahun, jumlah peserta didik dan lulusan Pendidikan
Kesetaraan terus meningkat terutama pada tahun 2006. Sejak tahun 2006 cakupan Pendidikan
Kesetaraan diperluas, yaitu termasuk membantu mereka yang mendapat kesulitan di dalam
menyelesaikan pendidikan jalur formal. Dengan demikian keberadaan Pendidikan Kesetaraan
menjadi lebih penting di dalam meningkatkan pelayanan pendidikan sepanjang hayat.
Mengingat luas dan heterogennya cakupan sasaran Pendidikan Kesetaraan, pelaksanaan
Pendidikan Kesetaraan terus dikembangkan dan diperbaharui, melalui pemikiran kreatif dan
inovatif, khususnya dalam diversifikasi pelayanan pendidikan.

Untuk itulah Pendidikan Kesetaraan menjadi alternatif yang dipilih masyarakat karena peserta
didik tidak hanya diberikan pendidikan akademik tetapi juga pendidikan keterampilan,
sehingga dapat digunakan sebagai bekal untuk bekerja atau mengembangkan usaha. Sebagai
salah satu terobosan dalam upaya peningkatan mutu proses pembelajaran dengan merujuk
pada standar nasional pendidikan, sehingga disusunlah bahan ajar keterampilan.


                                                              Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah   iii
     Dengan terbitnya bahan ajar kecakapan hidup keterampilan (vokasi) bagi peserta didik
     Program Paket B dan Paket C, kami menyambut baik sebagai hasil karya kreatif dan inovatif
     dalam upaya mendorong dan memfasilitasi peserta didik belajar secara bermakna, kontekstual
     dan bernilai guna. Semoga di kesempatan berikutnya akan hadir karya-karya inovatif lainnya
     dalam bidang teknologi pembelajaran untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan
     kepada masyarakat.

     Akhirnya, diharapkan semoga bahan ajar keterampilan yang disusun dengan kesungguhan,
     komitmen, dan keikhlasan ini bermanfaat untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran
     pendidikan kesetaraan yang mempunyai peserta didik dengan keragaman karakteristik dan
     kecepatan belajar yang berbeda.




     Jakarta,        September 2010


     Direktur Jenderal Pendidikan
     Nonformal dan Informal




     Hamid Muhammad, Ph.D




iv    Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah
Kata Pengantar

D
           alam menanggapi dan mengantisipasi terjadinya berbagai perubahan, para
           penyelenggara dan pengelola pendidikan nonformal dan informal juga harus
           mampu secara terus menerus memperluas wawasan dan cara pandang secara
dinamis.

Program Pendidikan Kesetaraan mempunyai posisi strategis dalam mengantisipasi dan
mengatasi permasalah penting. Pertama, Pendidikan Kesetaraan membantu penuntasan
Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun melalui Program Paket A dan Paket B. Kedua,
Pendidikan Kesetaraan memberikan dorongan dan bantuan kepada peserta didik lulusan
pendidikan dasar yang tidak melanjutkan dan mereka yang putus sekolah dari sekolah
menengah, untuk mengikuti Program Kesetaraan Paket C. Ketiga, Pendidikan Kesetaraan
memberikan muatan pendidikan kecakapan hidup dalam bentuk keterampilan fungsional
dan kepribadian profesional yang relevan dan dibutuhkan oleh dunia kerja, dan kemampuan
mengembangkan wirausaha baik secara mandiri atau berkelompok.

Sistem dan model Pendidikan Kesetaraan dikembangkan berorientasi pada kebutuhan
peserta didik, yang mengacu pada pencapaian standar kompetensi lulusan dan penguasaan
keterampilan bekerja atau membangun usaha mandiri. Peningkatan mutu layanan
Pendidikan Kesetaraan dilakukan melalui pembelajaran yang lebih luwes, meluas dan dinamis
sesuai dengan tuntutan keadaan, kebutuhan, kondisi dan potensi individu. Di samping itu,
Pendidikan Kesetaraan memberikan ruang dan peluang seluas-luasnya bagi peserta didik
untuk memperoleh pengakuan terhadap pembelajaran yang telah ditempuhnya.

Menyadari pentingnya sumber belajar bagi peserta didik yang efektif dalam pembelajaran,
maka dikembangkan bahan ajar keterampilan yang berbasis pendidikan untuk
pengembangan berkelanjutan, dan teknologi tepat guna serta pedoman pemanfaatannya.
Bahan ajar keterampilan Program Paket B dan Paket C ini disusun dan dikemas dengan
menggunakan pendekatan pembelajaran induktif, tematik, partisipatif andragogi, konstruktif
dan berwawasan lingkungan.


                                                            Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah   v
     Bahan ajar Keterampilan Program Paket B dan Paket C ini merupakan pemicu dan pemacu
     agar peserta didik dapat belajar secara bermakna dan berkelanjutan. Setiap orang selalu
     belajar dari kejadian dan pengalamannya. Pendidikan Kesetaraan berupaya untuk membuat
     pembelajaran individual dari berbagai kalangan, dengan harapan semoga hasilnya bermanfaat
     untuk memperoleh pekerjaan atau membuka usaha mandiri. Lebih jauh, diharapkan semoga
     bahan ajar Keterampilan Program Paket B dan Paket C ini dapat meningkatkan mutu dan
     daya saing peserta didik. Masukan dan saran perbaikan terhadap naskah ini akan sangat
     diharapkan.




     Jakarta, September 2010
     Direktur Pendidikan Kesetaraan




     Dr. Triyadi




vi    Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah
Daftar Isi
KATA PENGANTAR ~ iii
KATA SAMBUTAN ~ v
DAFTAR TABEL ~ ix
DAFTAR GAMBAR ~ xi

BAB I. PENDAHULUAN ~ 1
1.     Latar Belakang ~ 1
2.     Macam-Macam Limbah ~ 2

BAB II. PENGOLAHAN LIMBAH RUMAH TANGGA ~ 3
1.      Limbah Kertas ~ 3
2.      Limbah Plastik ~ 13
3.      Limbah Botol ~ 16
4.      Limbah Kain ~ 18
5.      Limbah Rumah Tangga/Dapur ~ 27

BAB III. PENGOLAHAN LIMBAH INDUSTRI ~ 34
1.      Limbah Ampas Tahu ~ 34
2.      Kerupuk Ampas Tahu ~ 35
3.      Cookies Ampas Tahu ~ 37
4.      Pai Ampas Tahu ~ 38
5.      Kecap Ampas Tahu ~ 39

BAB IV. PENGOLAHAN LIMBAH PERTANIAN ~ 42
1.     Nata de Banana ~ 42
2.     Nata de Coco ~ 45

BAB V. NILAI EKONOMI LIMBAH (PEMBUATAN KOMPOS) ~ 48
DAFTAR PUSTAKA ~ 51
GLOSARIUM ~ 53




                                                Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah   vii
       Daftar Tabel
       Tabel 1. Kandungan Gizi Dalam Ampas Tahu ~ 35




viii    Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah
Daftar Gambar
1    Diagram alur pembuatan bahan isi pot ~ 4
2    Pot berisi kertas limbah ~ 4
3    Diagram alur pembuatan box ~ 5
4    Limbah kertas menjadi daur ulang kotak ~ 6
5    Diagram Alur pembuatan kartu undangan ~ 8
6    Limbah kertas dan karbon menjadi boneka ~ 8
7    Limbah kertas menjadi dompet tisu ~ 10.
8    Limbah kertas menjadi bentuk daun sirih ~ 11
9    Limbah kertas menjadi tempat surat ~ 12
10   Limbah karton menjadi wadah serba guna ~ 12
11   Akuarium mini dari kardus plastik bekas ~ 13
12   Limbah plastik menjadi dompet ~ 14
13   Limbah plastik menjadi tas ~ 17
14   Botol bekas menjadi vas ~ 18
15   Kain Perca ~ 19
16   Sarung bantal kursi dari kain perca ~ 22
17   Kain Perca Menjadi tas ~ 23
18   Kain perca menjadi kota kain ~ 24
19   Kain perca menjadi kotak tas ~ 24
20   Kain perca menjadi tempat tisu kreatif ~ 25
21   Limbah rumah tangga/ dapur ~ 27
22   Diagram alur kerupuk ampas tahu ~ 36
23   Diagram alur cookies ampas tahu ~ 37
24   Diagram alur pai ampas tahu ~ 39
25   Diagram alur kecap ampas tahu ~ 41
26   Bahan baku untuk nata de banana ~ 43
27   Sebelum diolah bahan baku perlu ditimbang lalu diblender ~ 43
28   Blender ~ 43
29   Ampas kulit pisang ~ 43
30   Adonan ampas kulit pisang ~ 44
31   Substrat kulit pisang ~ 44
32   Starter ~ 44
33   Ruang pemeraman ~ 44
34   Hasil Nata de banana ~ 44


                                                         Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah   ix
BAB I
PENDAHULUAN


1. Latar Belakang


   L
          imbah adalah sisa suatu produk yang tidak dapat dimanfaatkan
          lagi untuk produk tersebut. Akibat pembuangan limbah telah
          memunculkan masalah lingkungan yang cukup mengkhawatirkan,
   mulai dari limbah industri (pabrik) hingga limbah rumah tangga. Bahkan,
   kini limbah yang berasal dari rumah tangga khususnya di kota-kota besar.
   Dari hasil penelitian di wilayah Jawa Barat, kontribusi limbah rumah tangga
   semakin membesar di Jabar, yakni sudah mencapai 80%.

   Limbah rumah tangga yang paling dominan adalah jenis organik, seperti
   sayuran, kotoran manusia, dan hewan. Di kota besar tinja terkadang dibuang
   seenaknya atau tidak pada tempatnya seperti ke sungai. Akibatnya, sungai
   menjadi tercemar sehingga menyebabkan timbulnya berbagai macam
   penyakit seperti diare.




                                                           Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah   1
    Bab I - Pendahuluan




         Limbah anorganik berupa plastik, barang pecah belah, kaleng, dan bahan-bahan
         kimia, yang diakibatkan oleh penggunaan deterjen, sampo, dan penggunaan bahan
         lainnya semakin meningkat. Umumnya, limbah rumah tangga tersebut dibuang secara
         sembarangan dan tidak terkontrol, sehingga terakumulasi dan mengakibatkan terjadinya
         masalah pencemaran lingkungan. Sebenarnya, limbah tersebut mempunyai nilai
         ekonomis karena bisa didaur ulang, Masalah limbah rumah tangga lainnya seperti kain
         perca, plastik, dan kertas sangat erat hubungannya dengan kultur masyarakat. Mereka
         seakan sudah terbiasa membuang sampah dan limbah secara sembarangan sehingga
         perlu mengubah kebiasaan masyarakat tersebut dan melatih mereka untuk mengerti
         masalah lingkungan dan dapat mendaur ulang limbah sehingga dapat meningkatkan
         ekonomi mereka dengan pemanfaatan limbah.

         Limbah merupakan buangan/bekas yang berbentuk cair, gas, dan padat. Dalam limbah
         terdapat bahan kimia yang sukar untuk dihilangkan dan berbahaya. Bahan kimia tersebut
         dapat memberi kehidupan bagi kuman-kuman penyebab penyakit disentri, tipus, kolera
         dsb. Limbah tersebut harus diolah agar tidak mencemari dan tidak membahayakan
         kesehatan lingkungan.




    2. Macam-Macam Limbah

        a. Limbah rumah tangga
              Limbah rumah tangga terdiri dari: limbah kertas, limbah plastik, limbah kaleng,
              limbah botol, limbah kain, dan limbah dapur atau sampah sayur.


        b. Limbah Industri
              Limbah industri antara lain limbah pabrik tahu, yang dapat berupa ampas tahu dan
              air limbah tahu.


        c. Limbah Pertanian
              Limbah pertanian dan limbah peternakan terdiri dari: limbah kulit pisang , daun
              pisang, dan kotoran ternak.


2     Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah
BAB 2
PENGOLAHAN LIMBAH
RUMAH TANGGA
1. Limbah Kertas

  a. Limbah Kertas sebagai Media Tanam
     Limbah kertas yang terbuang percuma dapat dibuat sebagai media
     tanam pengganti tanah dan berhasil. Keperluan dan cara pembuatan
     bahan isi pot, adalah sebagai berikut.

     1). Bahan-bahan
         •   Kertas bekas sebanyak 3 Kg /seperlunya
         •   Air sebanyak +15 liter

     2). Alat-alat
         •   Blender
         •   Ember yang berdiameter + 50 cm




                                                      Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah   3
    Bab II - Pengolahan Limbah Rumah Tangga




             3). Proses pembuatan
                  Kertas direndam ke dalam ember yang
                                                                  Kertas digunting dan direndam
                  sudah diisi air, rendam selama satu
                  hari satu malam, setelah dihancurkan
                  dengan blender, lalu dihilangkan
                  kandungan air yang terdapat dalam                 Kertas rendaman diblender

                  kertas tadi, maka akan terdapat kertas
                  yang siap dimasukkan ke dalam pot.
                                                              Kertas siap dimasukkan kedalam
                  Dari bahan baku kertas koran yang                          pot
                  sangat sederhana itu, bisa dihasilkan
                  aneka macam kerajinan yang unik dan Gambar 1. Diagram alur pembuatan
                                                           bahan isi pot
                  fungsional. Seperti vas kotak besar,
                  lemari mini, kotak tissue, vas kecil,
                  bingkai foto, jam meja, kap lampu, dan aneka macam tas. Dari sekian
                  banyak produk yang dihasilkan, vas bunga dan tempat buah paling banyak
                  diminati konsumen.

        b. Limbah Kertas menjadi Box
             1). Bahan-bahan yang diperlukan adalah:
                  •   Kertas koran
                  •   Lem kayu warna putih(PVC)
                  •   Pewarna tekstil warna pekat

             2). Bahan-bahan yang diperlukan adalah:
                  •   Blender
                  •   Ember perendam
                  •   Ember dengan lubang besar
                                                            Gambar 2. Pot berisi kertas limbah
                  •   Frame saringan dan pengering (lebih   (indosiar.com, http://www.indosiar.com/
                      baik dengan frame untuk sablon atau   ragam/68449/bercocok-tanam-dengan-
                                                            media-limbah-kertas)
                      kalau masih mau coba-coba pakai
                      saringan santan dulu atau ditampi
                      yang terbuat dari anyaman bambu).



4    Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah
                                                  Bab II - Pengolahan Limbah Rumah Tangga




3). Cara pembuatannya
    a).    Gunting kecil-kecil kertas koran.
    b).    Rendam guntingan kertas tadi dalam ember paling tidak 1-2 malam.
    c).    Setelah direndam, kertas kemudian diblender sampai halus.
    d).    Hasil blenderan ini kemudian diberi pewarna tekstil (wantex) atau pewarna
           makanan, bisa juga direbus terlebih dahulu agar warna tahan lebih lama.
    e).    Setelah dingin kemudian dicampur dengan lem kayu (tidak usah terlalu
           banyak cukup untuk pengikat serat kertas saja).
    f ).   Campurkan adonan kertas tersebut dengan air 1:10 didalam ember yang
           berlubang besar (muat dengan saringan) atau jika ingin lebih tipis, air bisa
           ditambah.
    g).    Masukkan saringan ke dalam ember sampai bubur kertas rata menempel di
           saringan.
    h).    Angkat dengan hati-hati kemudian saringan yang ada bubur kertasnya
           ditempelkan diframe pengering dengan hati-hati (bubur kertas ada di
           tengah).
    i).    Tekan hati-hati sampai mengering hingga kadar airnya berkurang (dapat
           menggunakan sandal bekas yang diiris diagonal).
    j).    Lalu lepaskan lembaran bubur kertas secara hati-hati, kemudian jemur
           hingga kering atau bisa juga setelah setengah kering lalu di setrika.
    k).    Selanjutnya dapat diolah lagi menjadi boks, tempat
                                                                  Gunting-gunting dan
           tisue, lapisan frame foto dan lainnya.                    rendam 12 jam

4). Variasi
    Untuk memberikan motif, kertas daur ulang                          Rendam kertas
                                                                   diblender, di beri warna
    dapat ditambahkan dengan bahan tambahan
    seperti daun, rumput, rempah, gliter, bunga
                                                                      Kertas ditaruh
    kering dan sebagainya. Yang diberikan pada saat                 dalam saringan dan
                                                                        dikeringkan
    pemblenderan (sebentar agar potongan masih
    kasar), pencampuran dalam ember (potongan
                                                                    Siap untuk dijadikan
    tetap besar ,tetapi tercampur tidak beraturan) atau                     Boks

    saat pengepresan (motif disusun agar lebih teratur)         Gambar 3. Diagram alur
                                                                pembuatan boks




                                                        Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah     5
    Bab II - Pengolahan Limbah Rumah Tangga




                  Selain dibuat untuk kertas daur ulang, bisa juga untuk patung kertas,
                  topeng kertas, atau dibuat untuk hiasan kulkas. Prosesnya hampir sama
                  dengan membuat kertas daur ulang.
                  a). adonan tersebut dimasukan kedalam cetakan (bisa untuk cetakan agar-
                      agar atau coklat) lalu pres hingga kering. Lalu jemur.
                  b). Setelah kering tinggal diberi warna (bisa menggunakan cat kayu) dan
                      terakhir diberi tempelan magnet di belakangnya.


                  Cobalah untuk menengok sekeliling kita, dari yang paling dekat
                  bersentuhan langsung sampai pada hal yang tidak berhubungan langsung
                  dengan kita sehari-hari. Kita setiap saat selalu menghasilkan apa yang lazim
                  disebut sebagai sampah. Hal itu memang sudah manusiawi dan kita tidak
                  bisa menghindarinya. Yang perlu mendapat perhatian adalah bagaimana
                  kita bisa mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan. Akan lebih baik
                  lagi jika sampah dikelola secara profesional sehingga dapat menciptakan
                  nilai positif dari sampah tersebut yang bila dibisniskan dapat meraup
                  keuntungan.




                         Gambar 4. Limbah kertas menjadi daur ulang kotak

6    Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah
                                               Bab II - Pengolahan Limbah Rumah Tangga




c. Limbah Kertas Menjadi Daur Ulang Kotak
   Karton bekas dapat dibuat kotak yang mempunyai nilai ekonomi.
   Cara membuat kotak

   1). Bahan
       •   Karton
       •   Kertas kado bekas
   2). Alat
       •   Gunting
       •   Cutter
       •   Penggaris
       •   Penghapus
       •   Pensil
   3). Cara pembuatannya
       a). Kotak
       b). Kertas Pelapis
                                                     Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah   7
    Bab II - Pengolahan Limbah Rumah Tangga




        d. Limbah Karton Menjadi Kartu Ucapan
             Karton bekas bisa dibuat
             menjadi kartu ucapan dengan
                                                                              Karton bekas
             menempelkan bunga dan                                             undangan
             daun kering. Bunga yang
             dipakai umumnya: soka,
             bungur, bougenvil, anggrek                                    Bunga dikeringkan

             kecil, dan mawar.

             Cara pembuatannya:                                               Bunga kering
                                                                           ditempelkan pada
                                                                                 karton
             Bunga dipres dan ditaruh
             pada kertas koran lalu
             ditekan   dengan      bahan                                 Gambar 5. Diagram alur
             yang berat, misalnya buku,                                  pembuatan kartu undangan

             disimpan kira-kira 2 minggu
             sampai helai bunga atau
             daun kering.

             Tempelkan helai-helai tersebut pada karton bekas
             undangan atau lainnya.


        e. Limbah Kertas dan Karton Menjadi Boneka
             Cara membuat boneka kertas

             1). Bahan yang diperlukan
                  •   Kertas kado bekas
                  •   Lem
                  •   Karton putih
                  •   Kertas krep hitam
             2). Alat yang diperlukan
                  •   Gunting
                                                                Gambar 6. Limbah kertas dan
                                                                karbon menjadi boneka
8    Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah
                                                                Bab II - Pengolahan Limbah Rumah Tangga




               •      Pensil
               •      Penghapus
               •      Buat pola untuk kepala dan badan dari karton, pola tangan, badan, krah baju,
                      dan obi dari kertas kado bekas
          3). Cara pembuatannya
               Tempelkan pola kepala pada badan, tempelkan pola krah, dibentuk pada
               leher, lalu pola baju kemudian lengan, terakhir bagian rambut, dan buat
               mata dan mulut.

     f.   Limbah Kertas Menjadi Dompet Tisu
          Banyak hal yang dapat kita manfaatkan dari kertas semen, salah satunya
          membuat dompet tisu.

                                                        1). Bahan
           Badan

                                                            • Kertas semen warna hijau lumut
                          Rambut 2X
Kepala                                                      • Kain kapas berperekat
                                                            • Kain furing warna hijau
                                                            • Cat warna emas
                                                        2). Alat
                                      Krah baju
                                                            •     Gunting/cutter
Lengan
2X                 Baju                 obi                 •     Pensil
                                      Pita                  •     Penghapus
                                                            •     Penggaris
                                                            •     Kuas


          3). Cara pembuatan
             a).      Potong kertas semen, kain kapas, busa angin, kain furing sesuai dengan
                      ukuran pola 34 x 18 cm.
             b).      Satukan kain kapas berperekat dengan kertas semen, seperti teknik
                      pembuatan kantong yang dijahit.
             c).      Satukan kertas semen dengan busa angin, jahit tindas dengan motif kotak-
                      kotak (jajaran genjang).

                                                                      Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah   9
     Bab II - Pengolahan Limbah Rumah Tangga




                  d).    Satukan bentukan yang telah dibuat dengan
                         kain furing dengan permukaan yang ada kertas
                         semennya di bagian dalam, jahit sekelilingnya,
                         sisakan 10 cm untuk membalik jahitan.
                  e).    Balik bentukan kemudian jahit tindas di
                         sekeliling dompet.
                  f ).   Rapikan bentuk dompet sehingga nampak
                         seperti pada gambar.                           Gambar 7. Limbah kertas
                  g).    Untuk mempermanis tampilan dompet, hiasi menjadi dompet tisu
                         permukaan depan dompet dengan cat.


         g. Limbah Kertas Menjadi Bentuk Daun Sirih
              1). Bahan
                    •    Kertas semen warna hijau
                    •    Lem putih
                    •    Kawat kecil
                    •    Kawat untuk merangkai daun
                    •    Kertas krep warna hijau
                    •    Kertas Koran
                    •    Cat warna kuning poster/akrilik

              2). Langkah-langkah pembuatan daun
                     a). Buat lembaran bahan daun dengan
                         susunan: kertas semen, kawat kecil.
                         Rekatkan dengan lem putih, bentuk
                         beberapa pola daun (lihat gambar pola).
                     b). Bentuk dengan bolder rangka daun
                         pada bentukan daun yang telah dibuat.
                     c). Tambahkan warna kuning pada daun
                         dengan cat poster atau akrilik sehingga
                         nampak belang-belang kuning seperti
                         daun sirih.



10    Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah
                                                   Bab II - Pengolahan Limbah Rumah Tangga




   3). Cara pembuatan
       a). Setelah lembaran-lembaran daun terbentuk,
           lilitkan satu per satu daun tersebut di tangkai
           kawat yang telah dililiti kertas koran, susun
           seperti pada gambar.
       b). Lilitkan tangkai yang telah disusun dedaunan
           dengan kertas kre.
       c). Rangkai tangkai-tangkai yang dipenuhi
           dedaunan tersebut di pot gantung. Daun sirih-
                                                             Gambar 8. Limbah kertas menjadi
           sirihan siap menghiasi dinding rumah Anda.        bentuk daun sirih

h. Limbah Kertas Menjadi Tempat Surat
   1). Bahan yang diperlukan
       •   2 buah kardus kemasan berbentuk pipih persegi panjang
       •   Kertas kado
       •   Tali cina
       •   Lem
       •   Stiker hias

   2). Cara Membuatnya
       a). Carilah kardus seperti
            pada contoh gambar.
       b). Lapisi seluruh permukaan
            kardus dengan kertas
            kado.
       c). Buatlah dua lubang di
            bagian dasar kardus
            pertama dan dua lubang
            di bagian atas kardus
            kedua.
       d). Gantungkan kardus pertama pada kardus kedua dengan tali cina.
       e). Tempelkan gambar-gambar lucu atau hiasan lain pada tempat surat.
       f ). Gunakan 2 motif kertas kado agar menarik, hiasilah dengan potongan yang
            diambil dari kertas kado yang kita gunakan.
                                                         Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah   11
     Bab II - Pengolahan Limbah Rumah Tangga




         i.   Limbah Karton menjadi Wadah Serba Guna
              Membuat wadah serba guna
              1). Bahan
                   •   Kotak dari karton merang
                   •   Kertas semen warna hijau toska
                   •   Kayu bulat untuk pegangan
                   •   Karton lapis dua untuk penyangga pegangan
                   •   Cat warna emas

              2). Alat
                   •   Kuas
                   •   Gunting/cutter
                   •   Pensil
                   •   Penghapus
                                                                    Gambar 9. Limbah kertas
                   •   Penggaris                                    menjadi tempat surat
                   •   Lem

              3). Cara pembuatan
                   a). Siapkan bentukan kotak, penyangga pengangan, dan pegangan sesuai
                        pola
                   b). Lapisi kotak dari karton merang dengan kertas semen
                        seperti “ Teknik pembuatan kotak lapis semen”
                   c). Beri sentuhan cat warna emas dengan kuas, disapukan
                        di bagian kertas semen yang timbul.
                   d). Lapisi kayu untuk pegangan dengan kertas semen yang
                        dikerutkan
                                                                            Gambar 10. Limbah karton
                   e). Lapisi karton penyangga dengan kertas semen warna    menjadi wadah serba guna
                        hijau toska (tanpa dikerut)
                   f ). Gabungkan bentukan penyangga pegangan dan pegangan dengan mur
                        baut kemudian rekatkan penyangga kotak dengan lem seperti pada
                        gambar.




12    Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah
                                                  Bab II - Pengolahan Limbah Rumah Tangga




2. Limbah Plastik
  a. Akuarium Mini dari Kardus Plastik Bekas
     1). Bahan
         • Kardus kemasan minuman
         • Plastik Mika
         • Cat kayu
         • Lem kayu
         • Stiker untuk penghias
     2). Alat
         • Penggaris
         • Cutter dan Gunting
         • Kuas
     3). Cara membuatnya
         a). Cucilah kardus hingga bersih,lalu potong
             bagian atasnya.
         b). Buatlah bentuk bingkai pada bagian depan
             kardus kurang lebih 1-2 cm dari tepi kardus.
         c). Berilah cat pada seluruh permukaan kardus,
             biarkan cat mengering.
         d). Setelah cat mengering tempelkan mika
             dari dalam kardus dengan lem kayu. Tunggu
             hingga kering.
         e). Hias akuarium mini dengan stiker lalu isi
             dengan air dan ikan hias.
         Akuarium ini cocok untuk tempat ikan cupang.
         Permukaan dasar kardus kemasan minuman              Gambar 11. Akuarium mini dari
                                                                      kardus plastik bekas
         terbuat dari lapisan tahan air, sehingga
         cocok dibuat akuarium mungil. Limbah terus
         meningkat. Karena hampir setiap produk menggunakan plastik sebagai
         kemasan atau bahan dasar. Material plastik banyak digunakan karena
         memiliki kelebihan dalam sifatnya yang ringan, transparan, tahan air, serta
         harganya relatif murah dan terjangkau oleh semua kalangan masyarakat.

                                                        Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah   13
     Bab II - Pengolahan Limbah Rumah Tangga




         b. Limbah Plastik Menjadi Dompet
             Karena kepraktisannya, barang-barang plastik
             yang kita gunakan dalam keseharian sangatlah
             beragam. Kita ketahui bersama bahwa plastik
             dapat didaur ulang dan dibentuk menjadi
             produk-produk baru yang berguna daripada
             menjadi sampah, seperti sampah kaleng baja.
             Plastik kemasan apa pun bentuknya dijadikan
             satu bagian sebelum dibuang ke tempat
             sampah. Demikian juga untuk barang-barang
             perkakas yang terbuat dari plastik akan lebih
             baik untuk dipisahkan dari sampah nonplastik
             serta sebaiknya ditekan atau dipres sehingga
             menghemat tempat. Setiap harinya ribuan ton
             lebih sampah plastik yang terkumpul untuk didaur ulang menjadi barang-barang
             baru. Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan untuk daur ulang.

              1). Siapkan bekas bungkus jajanan ataupun
                  bungkus rinso, filma sebanyak 200 buah (untuk
                  penerapan, disesuaikan dengan keinginan
                  ukuran tas); gunting; benang kasur; jarum.
              2). Gunting bagian-bagian plastik menjadi rata
                  (tidak ada yang mengkerut), semua plastik
                  yang dipakai, digunting sama besarnya.
              3). Setelah semua selesai dirapikan, tentukan       Gambar 12. Limbah plastik menjadi dompet

                  ujung plastik yang akan ditampakkan di depan.
              4). Kemudian lipat 4 bagian, seperti gambar di bawah ini. Lipat kembali dengan
                  menentukan ujung plastik lebih rendah dari lawannya, (ujung plastik yang akan
                  jadi icon/ tampak depannya, diletakkan di dalam).
              5). Siapkan 2 plastik yang sudah dilipat kemudian masukkan ujung yang pendek
                  ke dalam selipan plastik yang dihimpit dan begitu pula sebaliknya untuk ujung
                  yang panjang.


14    Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah
                                                            Bab II - Pengolahan Limbah Rumah Tangga




     6). Lakukan secara zigzag, berulang kali. Untuk 200 buah bungkus jajanan/ bungkus
         sabun, buat rangkaian sampai 20 zigzag-an. Lakukan 3 kali. (tergantung
         keinginan panjang tas). Misalnya, (40×3=120)
     7). Untuk bagian bawah, buat rangkaian sampai 10 zigzag-an. Lakukan 3 kali.
         (tergantung keinginan besarnya). Misalnya (20×3=60)
     8). Untuk sisanya, yakni 20 bungkus kantong, dapat dirangkai menjadi tali tas
         ataupun penutup tas, tergantung kreativitas.
     9). Sambunglah seluruh rangkaian menjadi sebuah tas, dengan menggunakan
          benang kasur.
     10). Hasilnya, dapat dilihat pada gambar di bawah ini:




                    Gambar 13. Limbah plastik menjadi tas



3. Limbah Botol
  Botol beling merupakan sampah bernilai tinggi apalagi jika masih utuh dan tidak ada
  kerusakan. Jika sudah tidak utuh biasanya akan didaur ulang lagi bersama dengan beling-
  beling lain dari berbagai sumber untuk dicetak menjadi botol baru. Banyak ragam botol
  tentu saja membuat harganya pun bervariasi. Botol bekas minuman seperti Fanta, Coca-
  Cola, Sprite, dan Teh Botol misalnya, karena bentuknya khusus maka biasanya agak murah
  karena pembelinya terbatas hanya perusahaan minuman itu sendiri. Sedangkan botol
  kecap yang bentuknya universal lebih mahal karena banyak produk yang bisa dikemas
  dengan botol jenis itu. Usaha botol bekas juga memberi peluang kerja bagi ibu-ibu dan
  anak-anak, yakni sebagai pencuci botol. Perdagangan botol bekas mendominasi hampir
  separuh kegiatan usaha barang rongsokan, bisa dibayangkan betapa besar peredaran
  botol-botol bekas tersebut. Lebih, sungguh bukan jumlah yang sedikit dalam hitungan
  uang untuk barang seperti botol bekas.


                                                                  Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah   15
     Bab II - Pengolahan Limbah Rumah Tangga




          Botol bening bekas parfum dapat dimanfaatkan sebagai pengharum dan penghias
          ruangan, caranya setelah botol dibersihkan kemudian diisi dengan pengharum cucian,
          untuk botol yang bermulut lebar dapat dimasukkan kulit jeruk kering dan essen jeruk lalu
          ditutup selama 2 minggu agar aroma meresap kemudian dibuka sebagai pengharum
          ruangan.


         a. Menyulap Botol Menjadi Hiasan
              Mengurangi dampak global warming (pemanasan global) kita perlu menyulap
              bahan rongsokan menjadi hiasan indah.
              1). Bahan
                   •   Botol
                   •   Kertas patisa yang sudah diplisket (kertasnya udah jadi, bisa dibeli di toko
                       perlengkapan art & craft)
                   •   Tali
                   •   Pita

              2). Cara membuat
                   a). Letakkan botol di tengah permukaan kain, bungkus dengn arah ke atas lalu
                       ikat leher botol dengan tali atau pita. (lihat gambar nomor 1).
                   b). Buat simpul sebanyak 2 kali dari sisa kain yang menjuntai di atas secara
                       menyilang.
                   c). Dari dua simpul tadi balikkan hingga membentuk konde, rapikan.
                   d). Hias dengan pita pada bagian leher botol.


         b. Botol Bekas Menjadi Vas
              Jangan buang botol-botol bekas di rumah Anda. Botol-botol tersebut bisa
              untuk menghias ruang. Dengan sedikit langkah mudah, botol bekas bisa jadi
              vas.




16    Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah
                                                  Bab II - Pengolahan Limbah Rumah Tangga




     Contohnya botol-botol bekas. Anda
     cukup membersihkan bagian dalam dan
     permukaan luarnya. Masukkan kerikil atau
     koral pada bagian dalam botol, kemudian
     masukkan beberapa tangkai bunga di
     dalamnya. Botol pun berubah fungsi
     menjadi vas cantik. Untuk menambah
     cantik tampilannya, Anda juga bisa
     menambahkan lukisan pada permukaan        Gambar 14. Botol bekas menjadi vas

     botol. Apalagi kalau botol yang Anda
     gunakan memiliki bentuk-bentuk yang unik. Tanpa hiasan pun bentuk botol
     yang unik sudah membuatnya tampil menarik.


4. Limbah Kain
  Kain yang disebutkan di sini (kain perca)
  bisa berasal dari apa saja, misalnya pakaian,
  gorden, serbet, taplak meja, dan lain- lain.
  Jika sudah rusak ataupun sudah tidak
  terpakai maka berubahlah statusnya
  menjadi sampah kain. Pemanfaatannya
  bervariasi sesuai situasi dan kreativitas
  masing-masing, misalnya dipakai untuk
  cuci motor, lap, dan bisa juga dimanfaatkan
  untuk tujuan komersial sebagai bahan
  baku barang kerajinan. Salah satu peluang
  bisnis untuk mendulang rejeki dari
  sampah kain adalah lap dari kain perca. Kain
  perca yang merupakan limbah di pabrik
  konveksi bisa dibuat menjadi barang yang
  bernilai. Salah satunya adalah mengubahnya
  menjadi kain lap sederhana saja, bila kain
  perca masih cukup besar tinggal dipotong



                                                        Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah   17
     Bab II - Pengolahan Limbah Rumah Tangga




          sesuai kebutuhan dan kemudian dijahit
          pinggirannya. Untuk perca ukuran kecil-kecil
          dibutuhkan kreativitas dengan menyambung-
          nyambungkannya sehingga menghasilkan
          ukuran yang dikehendaki dengan desain yang
          baik pula. Bahan baku kain perca biasanya dijual
          per karung, harganya sekitar Rp 500,00 per
          kilogram.                                          Gambar 14. Botol bekas menjadi vas


          Tentu saja kondisinya masih tercampur baur
          dengan berbagai ukuran dan motif. Biasanya juga ada dibutuhkan pekerjaan menyortir
          kain perca itu berdasarkan ukurannya. Ongkos sortir berkisar Rp 50,00 per kilogram.
          Karena kualitas bahan dan ukuran kain perca sangat beragam maka kualitas lap yang
          dihasilkan pun beragam. Kain lap yang paling mahal adalah yang berwarna putih dan
          tebal, berukuran 10 x 15 cm. Untuk jenis ini harganya bisa mencapai Rp 6.000,00 per
          kilogram. Jika bahannya tidak terlalu tebal, kain lap bisa dibuat dalam dua lapis namun
          harganya turun menjadi Rp 3.500,00 per kilogram. Kelas di bawahnya lagi adalah
          lap berukuran 5 x 15 cm, bahan berbagai warna. Untuk yang berbahan tebal hanya
          memerlukan satu lapisan harganya Rp 2.500,00 per kilogram, sedangkan yang tipis
          sehingga dua lapis harganya Rp 1.500,00 per kilogram. Harga paling rendah adalah lap
          yang terbuat dari kain perca yang kecil-kecil. Sedemikian kecilnya bahkan kebanyakan
          hanya selebar pita, maka kain perca itu dijahit secara melintang sedemikian rupa menjadi
          yang paling tebal, harganya Rp 1.000,00 per kilogram.


         a. Kain Perca
              Industri tekstil merupakan salah satu industri besar di Indonesia. Dari industri
              banyak sekali limbah yang dibuang. Salah satunya adalah kain-kain bekas
              potongan kecil-kecil yang disebut kain perca. Kain-kain ini dibuang oleh
              perusahaan tekstil dalam bentuk karungan yang biasa dibeli oleh pedagang kecil.
              Kain perca sering kali kita buang percuma, biasanya kita gunakan hanya
              sebagai kain lap. Akan tetapi, sebenarnya kalau kita tahu pemanfaatannya,
              kita bisa menggunakan untuk banyak hal yang mempunyai nilai ekonomis
              yang lebih tinggi daripada sekedar menjadi alat pembersih seperti:

18    Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah
                                                Bab II - Pengolahan Limbah Rumah Tangga




1).   menjadi bahan pengisi badan boneka, sofa;
2).   digiling halus untuk bahan pengisi bantal atau guling;
3).   dijahit menjadi rangkaian keset;
4).   dibentuk menjadi tas, dompet, sandal ataupun sepatu.

Ide pengembangan industri lanjutan dari kain perca ini didapatkan oleh orang
orang yang berpikir kreatif untuk mendapatkan nilai guna dari kain perca.
Mulai   dari coba-coba membuat kain perca menjadi barang sederhana seperti
keset   atau taplak meja dengan balutan seni, pedagang kecil mengadu
nasib   untuk menjualnya. Melihat peluang pasar yang menyambut baik,
maka     industri pengolahan kain perca ini mulai ditekuni secara serius.
Faktor yang mempengaruhi penjualan kain perca adalah karakteristik perca
itu sendiri dan kemampuan penjual melihat keadaan pasar. Jenis kain perca
yang ada di pasaran tingkat pengepul biasa bercampur antara jenis kain
yang satu dengan yang lainnya. Tinggi
rendahnya harga tergantung besar
kecilnya pasokan kain perca dengan
kebutuhan tiap industri yang mempunyai
permintaan jenis-jenis kain perca yang
sesuai untuk produk yang dibuat. Namun,
bagaimanapun juga membidik pasar
yang cocok dengan pasokan kain yang
kita miliki akan menempatkan nilai harga
                                            Gambar 15. Kain perca
jual barang lebih tinggi daripada menjual
pada industri yang tidak memperhatikan
jenis kain. Produk yang dihasilkan tinggi memiliki kriteria jenis kain tertentu
seperti pada industri pembuat boneka, pembuat sofa ataupun petani buah
yang biasa memanfaatkan sebagai sekat antara buah-buahan agar tidak rusak
karena benturan saat pengangkutan. Banyak jenis kain yang biasa ada di
pasaran seperti kain kaos dari jenis katun/polyester dan sebagainya. ada lagi
yang berasal dari bahan TC, jeans dan yang masih banyak lagi yang lainnya.

Harga pasaran yang naik turun membuat harga kain perca selalu
menyesuaikan hukum pasar, yaitu bila stok berlimpah, sedangkan

                                                      Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah   19
     Bab II - Pengolahan Limbah Rumah Tangga




              permintaan terbatas maka harga kain perca mengalami penurunan.
              Akan tetapi, bila sebaliknya maka harga kain akan melambung. Di
              sinilah dituntut pengamatan pasar yang baik dari setiap pelaku bisnis.
              Memang dalam jumlah sedikit perca kain kurang begitu banyak diminati. Akan tetapi,
              dalam jumlah yang banyak akan menjadi perhitungan bisnis bernilai ekonomis.
              Selain, sebagai pasokan bahan produksi untuk pembuatan bahan pengisi
              sofa, boneka ataupun dibentuk menjadi benda lain seperti dompet,
              keset, sandal dan yang lainnya, tentu pasokan dalam jumlah yang banyak
              dan kontinuitas pasokan sangatlah dibutuhkan.      Sudah barang tentu
              tidak mudah mendapatkannya selain dari pabrik konveksi yang besar.
              Inilah yang akan menjadi peluang besar yang menjanjikan keuntungan
              kalau kita memiliki sumber pasokan perca kain yang berlimpah.
              Jenis kain perca yang ada di pasaran tingkat pengepul biasa bercampur antara jenis
              kain yang satu dengan yang lainnya. Tinggi rendahnya harga tergantung besarnya
              kecilnya pasokan kain perca dengan kebutuhan tiap industri yang mempunyai
              permintaan jenis-jenis kain perca yang sesuai untuk produk yang dibuat.
              Begitu juga dengan warna. Putih adalah warna yang mempunyai nilai jual paling
              tinggi, sedangkan warna gelap umumnya mempunyai nilai jual yang lebih rendah.
              Namun, bagaimanapun juga membidik pasar yang cocok dengan pasokan kain
              yang kita miliki akan menempatkan nilai harga jual barang lebih tinggi daripada
              menjual pada industri yang tidak memperhatikan jenis kain. Banyak jenis kain
              yang biasa ada di pasaran seperti kain kaos dari jenis katun, poleyster dan
              sebagainya. Ada lagi yang berasal dari bahan TC, jeans, dan masih banyak lagi
              yang lainnya. Bila Anda memiliki sumber kain perca dari jenis apapun, tidak
              menutup kemungkinan akan memberikan peluang baik berbisnis kain perca ini.
              Kebutuhan kain perca bisa dibilang sangat besar sekali. Karenanya bila Anda
              memiliki sumber kain perca ini dalam jumlah besar, tidak ada salahnya Anda
              mencoba berbisnis dengan kami. Akan tetapi, juga tidak menutup kemungkinan
              bila Anda membutuhkan kain perca sebagai bahan produksi maka jangan
              sungkan untuk melakukan pemesanan pada kami. Harga pasaran yang naik turun
              membuat harga kain perca selalu menyesuaikan hukum pasar yaitu bila stok
              berlimpah sedangkan permintaan terbatas maka harga kain perca mengalami
              penurunan tetapi, bila sebaliknya maka harga kain akan melambung. Di sinilah
20    Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah
                                                 Bab II - Pengolahan Limbah Rumah Tangga




dituntut pengamatan pasar yang baik dari setiap pelaku bisnis. Tentu tidak hanya
membeli kain perca dari pemasok seperti Anda, tetapi kami pun bisa melayani
permintaan kain perca dengan harga yang wajar dan saling menguntungkan.
Keuntungan pengolahan kain perca ini adalah modal yang dibutuhkan
hanya sedikit, namun kreativitaslah yang lebih berperan dalam industri
ini. Kemampuan menjahit sederhana dengan balutan seni yang baik akan
menghasilkan olahan produk dari kain perca yang bernilai jual tinggi.

Kain perca dapat dibuat menjadi berbagai macam produk
1). Sarung Bantal Kursi dari Kain Perca
     a.) Alat dan bahan
         • Kain Perca ukuran 50 cm, untuk dasar bantalan kursi
         • Kain perca macam-macam motif ukuran 20 cm
         • Benang jahit
         • Resluiting
         • Gunting
     b). Cara membuat
         (1). Buat pola gambar yang diinginkan, sesuaikan kain dengan pola sesuai
              motif kain yang diinginkan. Tempelkan guntingan kain pada kain dasar
              dengan menjahitkannya.
         (2). Jahit keempat sisi kain dasar dan beri resluiting pada salah satu sisinya.

2). Kain Perca menjadi Tas
     a). Alat dan Bahan
         • Kain perca warna polos
         • Pita warna merah muda, hijau muda
         • Benang
         • Gunting
     b). Cara
         (1). Gunting bahan kain perca sesuai pola, buat gambar yang diinginkan
              untuk sulam pita.
         (2). Buat sulam pita sesuai gambar kemudian dibuat tas dengan menjahit
              setiap sisinya.

                                                        Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah   21
     Bab II - Pengolahan Limbah Rumah Tangga




              3). Kain Perca Menjadi Kotak Kain
                  Kotak ini terbungkus oleh kain
                  dan bentuknya yang cantik
                  pantas sebagai perlengkapan
                  rias bunda. Selain murah,
                  bahan yang dipakai mudah
                  didapat. Daripada kardus bekas
                  dibuang begitu aja, lebih baik
                  dimanfaatkan untuk kotak kain
                  serba guna.

                   a). Bahan yang perlu disiapkan       Gambar 16. Sarung bantal kursi dari kain perca
                       • Kardus kemasan sepatu
                       • Kain perca 0,5 m
                       • Tali elastis
                       • Lem kayu
                       • Selotip
                   b). Cara
                       (1). Kardus dibuat dasar pola, potong dibagian 4 sudutnya dan beri tanda
                            bagian-bagian dasar tersebut, kemudian tandai bagian dasarnya.
                       (2). Potong dua lembar kain 7 cm lebih panjang dari panjang dan
                            lebarnya. Lapisi bagian luar dan dalam kardus dengan kain tersebut.
                        (3). Buatlah lubang pada salah satu sisi samping kardus.
                        (4). Pasanglah tali elastis dan buat simpulnya.
                        (5). Susunlah sisi kardus dengan melingkarkan tali ke badan kardus, atur
                             ujung-ujung kain agar tali keluar di tiap sudut kardus.
                        (6). Bisa gunakan kancing yang dilekatkan pada sudut-sudut kardus
                             sebagai pengganti tali elastis.

              4). Kain Perca Menjadi Kotak Tas

                   a). Alat dan bahan yang dibutuhkan
                       • Kardus
                       • Pita kain, lebar 1 cm dan panjang 5 m
                       • Kain tisu
                       • Pembolong kertas
22    Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah
                                                Bab II - Pengolahan Limbah Rumah Tangga




    b). Cara
        (1). Tentukan bagian kardus yang akan
             dipakai sebagai tutup tas. Berilah
             selotip pada bagian dasar kardus
             agar tidak terpisah saat dipotong.
             Potonglah sudut kardus seperti pada
             gambar.
        (2). Lapisi permukaan kardus dengan kain
             tisu.                                   Gambar 17. Kain Perca Menjadi tas
        (3). Buatlah lubang pada bagian tepinya
             dengan jarak dan jumlah yang sama
             menggunakan pembolong kertas.
        (4). Susunlah kardus kembali dengan menjalin pita kain seperti mengikat
             tali sepatu pada lubang-lubang di tepi kardus.
        (5). Pasanglah tali tas ke tas pada lubang di sisi kotak bagian atas. Agar tas
             bisa tertutup rapat, buatlah lubang pada tutup tas untuk memasukkan
             pita sebagai kuncinya.

5). Kain Perca Menjadi Tempat Tisu Kreatif

    a). Bahan
        • Kain perca
        • Kertas semen yang telah
           direndam di larutan
           pelembut
        • Kain kapas berperekat
        • Busa angin
        • Kain furing coklat tua
        • Bisban coklat tua
        • Cat warna emas dan silver
           (sesuai selera)
        • Gunting




                                                      Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah   23
     Bab II - Pengolahan Limbah Rumah Tangga




                   b). Teknik pembuatan kantong yang dijahit:
                       (1). Buat pola dengan menempelkan kain
                            kapas berperekat di atas permukaan
                            kertas semen. Bagian yang ada perekatnya
                            menempel pada kertas semen. Setrika
                            bagian atas kain kapas sampai kain kapas
                            menempel pada kertas semen agar kertas
                                                                       Gambar 18. Kain perca menjadi
                            tidak mudah robek pada waktu dijahit.      kotak kain
                       (2). Gunting pola dari kertas semen yang sudah
                            menyatu dengan kain kapas, juga pada busa angin sesuai pola.
                       (3). Tempelkan pola pada kain perca, gunting sesuai pola.

              6). Pembuatan Tempat Tisu
                   a). Setelah pembuatan kantong yang dijahit selesai, satukan bentukan yang
                        telah dibuat dengan busa angin, jahit tindas dengan motif kotak-kotak
                        (jajaran genjang).
                   b). Satukan bentukan yang telah dibuat dengan kain
                        furing, jahit di sekelilingnya.
                   c). Pasang bisban di sekeliling bentukan kecuali pada
                        1 (satu) sisi seperti pola.
                   d). Lipat tempat tisu seperti pola, kemudian beri
                        bisban.
                   e). Beri velcrow (kretekan) untuk pengancing tisu.
                   f ). Hiasi tempat tisu di bagian atas dengan cat seperti Gambar 19. Kain perca menjadi
                        pada gambar.                                        kotak tas



     5. Limbah Rumah Tangga/Dapur
          Sudah menjadi hal umum, yang namanya dapur pasti menghasilkan sampah. Yang
          berbeda adalah volume yang dihasilkan dari sebuah keluarga kecil sampai pada restoran
          besar. Intinya sama yaitu sisa-sisa dari bahan makanan yang dimasak yang akan dibuang
          karena sudah tidak digunakan lagi. Bagi personal atau keluarga yang penting adalah
          memisahkan sampah organik dari sampah nonorganik, akan lebih baik jika di dapur
          tersedia lebih dari satu tempat sampah sehingga sampah lebih terorganisir dalam

24    Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah
                                                Bab II - Pengolahan Limbah Rumah Tangga




pembuangannya. Sampah organik selanjutnya bisa diolah menjadi pupuk kompos yang
bisa digunakan untuk hobi berkebun atau bahkan untuk tambahan pakan perikanan.
Sedangkan untuk limbah padat organik rumah makan, yang tidak dapat digunakan untuk
bahan pakan diperlakukan dengan cara yang berbeda. Limbah pertanian dan limbah
peternakan berupa kotoran hewan itu difermentasi dengan mikroba dengan ditambah
sedikit pupuk urea, TSP, KCL (1 persen), kompos
yang dihasilkan dari proses fermentasi itu akan
menjadi pupuk organik.


a. Kompos dari Sampah Dapur
   Untuk     membuat    kompos,  Anda
   memerlukan ember plastik atau
   gentong plastik yang telah diberi      Gambar 20. Kain perca menjadi
                                          tempat tisu kreatif
   lubang, dan ditancapkan pipa untuk
   saluran udara. Saluran udara ini
   berguna untuk memasukkan oksigen. Namun, untuk mencegah masuknya
   lalat ke dalam gentong atau ember, lubang pipa harus diberi kawat kasa.


                                                      Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah   25
     Bab II - Pengolahan Limbah Rumah Tangga




                                                                   10cm         20cm          10cm
                              • Lipat tempat tisu seperti pola,
                                kemudian beri bisban
                              • Beri velcrow (kretekan) untuk
                                pengancing tisu




                                                                                                       32cm
                              • Hiasi tempat tisu di bagian atas
                                dengan cat seperti pada gambar



                                                                          Pola tempat tisu kotak




                                     Pola tempat tisu yang telah   Pola tempat tisu kotak yang telah
                                             dibentuk                       diberi bisban


              Setelah ember siap, sampah hijau berupa sisa sayuran, buah, potongan rumput,
              daun segar, dan sebagainya bisa dimasukkan. Sebaiknya sampah hijau ini
              dicincang dulu, atau diiris kecil-kecil agar mempercepat proses penghancuran.
              Campur sampah hijau ini dengan sampah coklat (serbuk gergaji, sekam,
              daun kering). Campuran kedua jenis sampah ini memakai perbandingan
              1:1. Tambahkan kompos yang sudah jadi atau lapisan tanah atas, kemudian
              diaduk. Jangan lupa sirami dengan air sedikit untuk menjaga kelembaban.
              Bila ingin mempercepat proses pengomposan itu dapat ditambahkan larutan
              yang didalamnya mengandung mikroba (EM4 /Effective Microorganism)
              yang dijual di toko pertanian atau toko bahan kimia. Anda juga bisa
              menambahkan molase (limbah kecap), larutan gula merah, atau gula putih.

26    Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah
                                               Bab II - Pengolahan Limbah Rumah Tangga




  Setiap tiga hari sampah di ember itu diaduk untuk memasukkan oksigen
  dan menurunkan panas yang timbul karena proses pengomposan.
  Jika tampak kering, basahi lagi dengan air. Pengomposan telah
  selesai jika campuran menjadi kehitaman dan tidak berbau sampah.
  Pembuatan kompos bisa dilakukan sekaligus, atau selapis demi selapis. Misalnya,
  setiap dua hari ditambah sampah yang baru (sampah hijau dan sampah coklat).
  Kompos bermutu, tidak menimbulkan efek-efek yang merugikan
  bagi pertumbuhan tanaman. Penggunaan kompos yang belum
  matang akan menyebabkan terjadinya persaingan bahan nutrisi
  antara tanaman    dengan    mikro-organisme    tanah. Ini    justru
  akan   mengakibatkan    terhambatnya      pertumbuhan     tanaman.
  Sampah yang bisa dijadikan kompos adalah         sampah basah yang mudah
  hancur atau larut, seperti potongan sayuran      bayam, kangkung, singkong,
  jagung, dan sayuran basi. Pisahkan sampah        basah tersebut dari sampah
  plastik, kardus, kertas, bekas minyak, oli,      air sabun, dan sebagainya.




                  Gambar 21. Limbah rumah tangga/dapur


b. Pembuatan Kompos
  Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-
  bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai
  macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik
  atau anaerobik. Sedangkan pengomposan adalah proses dimana bahan organik
  mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba


                                                     Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah   27
     Bab II - Pengolahan Limbah Rumah Tangga




              yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Membuat kompos
              adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat
              terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang
              seimbang, pemberian air yang cukup, pengaturan udara, dan penambahan
              aktivator pengomposan. Sampah terdiri dari dua bagian, yaitu bagian organik
              dan anorganik. Rata-rata persentase bahan organik sampah mencapai ±80%
              sehingga pengomposan merupakan alternatif penanganan yang sesuai.
              Pengomposan pada dasarnya merupakan upaya mengaktifkan kegiatan
              mikroba agar mampu mempercepat proses penguraian bahan organik.
              Yang dimaksud mikroba di sini bakteri, fungi dan jasad renik lainnya. Bahan
              organik di sini ialah jerami, sampah rumah tangga, limbah pertanian,
              kotoran hewan/ ternak dan sebagainya. Cara pembuatan kompos
              bermacam-macam tergantung keadaan tempat pembuatan, mutu yang
              diinginkan, jumlah kompos yang dibutuhkan, macam bahan yang tersedia.
              Yang perlu diperhatikan dalam proses pengomposan ialah:
              1). Kelembaban timbunan bahan kompos. Kegiatan dan kehidupan mikroba
                  sangat dipengaruhi oleh kelembaban yang cukup, tidak terlalu kering maupun
                  basah atau tergenang.

              2). Udara timbunan. Udara berhubungan erat dengan kelengasan. Apabila terlalu
                  anaerob, mikroba yang hidup hanya mikroba anaerob saja, mikroba aerob mati
                  atau terhambat pertumbuhannya. Sedangkan bila terlalu aerob udara bebas
                  masuk ke dalam timbunan bahan yang dikomposkan. Yang menyebabkan
                  hilangnya nitrogen relatif banyak karena menguap berupa ammonia.

              3). Temperatur harus dijaga tidak terlampau tinggi (maksimum 60 0C). Selama
                  pengomposan selalu timbul panas sehingga bahan organik yang dikomposkan
                  temparaturnya naik bahkan sering temperatur mencampai 60 0C. Pada
                  temperatur tersebut mikroba mati atau sedikit sekali yang hidup. Untuk
                  menurunkan temperatur umumnya dilakukan pembalikan timbunan kompos.

              4). Suasana. Proses pengomposan kebanyakan menghasilkan asam-asam organik,
                  sehingga menyebabkan pH turun. Pembalikan timbunan mempunyai dampak
                  netralisasi kemasaman.


28    Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah
                                                 Bab II - Pengolahan Limbah Rumah Tangga




 5). Netralisasi kemasaman sering dilakukan dengan menambah bahan pengapuran
     misalnya kapur, dolomit atau abu. Pemberian abu tidak hanya menetralisasi,
     tetapi juga menambah hara Ca, K, dan Mg dalam kompos yang dibuat.

 6). Kadang-kadang untuk mempercepat dan meningkatkan kualitas kompos,
     timbunan diberi pupuk yang mengandung hara terutama P. Perkembangan
     mikroba yang cepat memerlukan hara lain termasuk P. Sebetulnya P disediakan
     untuk mikroba sehingga perkembangannya dan kegiatannya menjadi lebih
     cepat. Pemberian hara ini juga meningkatkan kualitas kompos yang dihasilkan
     karena kadar P dalam kompos lebih tinggi dari biasa, karena residu P sukar
     tercuci dan tidak menguap.

Pembuatan kompos sebaiknya dikerjakan:
1). Dalam bangunan yang memiliki lantai rata, keras dan bebas dari genangan air,
    serta adanya atap yang melindungi dari terik matahari dan hujan.
2). Dekat dengan sumber bahan organik: jerami, pupuk kandang, sampah, sekam,
    dedak dan lain-lain.
3). Dekat dengan sumber air.
4). Transportasi mudah. Alat yang diperlukan: garuk atau cangkul, pemotong rumput
    atau sabit, gembor, ember, cetakan kayu dan karung atau plastik.

    a).   Bahan
          • Sampah dapur. Pasar dicacah halus 3- 5 cm:
          • 500 kg
          • Pupuk kandang: 500 kg
          • EM-4: 500 mL
          • Gula pasir: 250 g

    b).   Cara Pembuatan
          (1). Larutan EM-4. Masukkan 20 mL EM-4 + 10 g gula pasir + air bersih 1.000
               ml ke dalam jerigen tertutup rapat, dikocok merata dan difermentasikan
               /diperam selama 24 jam.

          (2). Sampah + pupuk kandang dicampur merata di atas lantai.




                                                       Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah   29
     Bab II - Pengolahan Limbah Rumah Tangga




                        (3). Tambahkan larutan EM-4 kemudian diaduk merata sehingga kadar
                             lengas dalam adukan tersebut sekitar 30%. Ambil segenggam bakal
                             kompos tersebut, jika diperas air mulai menetes.

                        (4). Buat gundukan setinggi 60 cm, tutupi dengan karung goni.

                        (5). Setiap 2 hari gundukan tersebut diperiksa, jika temperatur lebih dari
                             50 oC gundukan harus dibongkar dan dianginkan. Setelah dingin
                             buat gundukan kembali, tutup dengan karung goni. Jika terlalu kering
                             tambahkan larutan EM-4.

                        (6). Setelah 3 minggu gundukan dibongkar. Kompos diayak dengan
                             saringan kasa 2 cm. Bahan yang tidak lolos saring dikomposkan kembali.

             Penggunaan Kompos
             Takaran penggunaan secara umum 2 kg/m2. Begitu sampai di lahan kompos
             harus segera dicampur merata dengan tanah. Kompos yang tidak segera
             digunakan dapat disimpan. Kompos terlebih dahulu dikeringanginkan, kemudian
             dimasukkan dalam karung plastik yang kedap air dan berwarna gelap. Karung
             tersebut disimpan ditempat yang kering, terlindung dari hujan dan cahaya
             matahari langsung.

             Manfaat Kompos
             Kompos ibarat multivitamin untuk tanah pertanian. Kompos akan meningkatkan
             kesuburan tanah dan merangsang perakaran yang sehat. Kompos memperbaiki
             struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan
             akan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air
             tanah. Aktivitas mikroba tanah yang bermanfaat bagi tanaman akan meningkat
             dengan penambahan kompos. Aktivitas mikroba ini membantu tanaman
             untuk menyerap unsur hara dari tanah dan menghasilkan senyawa yang dapat
             merangsang pertumbuhan tanaman. Aktivitas mikroba tanah juga diketahui
             dapat membantu tanaman menghadapi serangan penyakit.
             Tanaman yang dipupuk dengan kompos juga cenderung lebih baik kualitasnya
             daripada tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia, misal: hasil panen lebih
             tahan disimpan, lebih berat, lebih segar, dan lebih enak. Kotoran kerbau sebanyak

30    Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah
                                              Bab II - Pengolahan Limbah Rumah Tangga




100 kg yang ditampung di bioreaktor ternyata dalam waktu tidak kurang enam
hari sudah bisa menghasilkan biogas. Biogas itu sudah dapat dimanfaatkan
untuk kompor gas yang digunakan untuk berbagai keperluan. Sementara itu,
limbah atau ampasnya dari bioreaktor itu ,masih tetap bisa dimanfaatkan. Selain
untuk pupuk kebutuhan perkebunan, ampasnya bisa menghasilkan cacing tanah
rubellus rumbricus yang bisa menyuburkan tanah. Sebenarnya dua tahun belakang
rubellus rumbricus sempat menjadi komoditi yang dicari-cari peternak cacing.
Cacing rubellus rumbricus disebut-disebut sebagai bahan untuk pembuatan
obat. Sayangnya belakangan tren cacing tanah yang bisa dihasilkan dari ampas
bioreaktor yang menghasilkan gasbio lenyap begitu saja.

Memecahkan Masalah Pengomposan
Jika Anda membuat kompos dengan cara menumpuk, pastikan tumpukannya
paling sedikit 1 meter tingginya dan 1 meter lebarnya. Dengan sistem kerangkeng
kompos atau kompos segitiga, tumpukannya tidak harus terlalu besar.
Jika tumpukan kompos tidak hangat kemungkinan penyebabnya adalah:
1.   tidak cukupnya bahan nitrogen;
2.   tidak cukupnya oksigen yang masuk ke kompos;
3.   tidak cukupnya kelembaban dalam tumpukan kompos.


Pemecahan Masalah
1.   Pastikan Anda mempunyai sumber yang kaya nitrogen seperti kotoran hewan,
     potongan rumput atau sisa-sisa makanan.
2.   Campur dan aduk tumpukannya sehingga ia dapat bernafas, atau ganti ke sistem
     kerangkeng kompos atau kompos segitiga.
3.   Campur dan aduk tumpukannya serta siram dengan air sehingga tumpukannya
     lembab. Tumpukan yang sangat kering tidak akan menjadi kompos.
Jika daun-daun lengket atau rumput tidak terurai kemungkinan penyebabnya
adalah tidak cukupnya aliran udara dan/atau kekurangan kelembaban.




                                                    Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah   31
     Bab II - Pengolahan Limbah Rumah Tangga




             Pemecahan Masalah
             1.   Hindari lapisan tebal suatu jenis bahan saja. Terlalu banyak sesuatu seperti daun,
                  kertas atau potongan rumput tidak akan terurai dengan baik.
             2.   Campur lapisan-lapisan tersebut dan aduk tumpukannya sehingga bahan-bahan
                  tersebut tercampur baik.
             3.   Cacah kecil-kecil bahan apapun yang besar yang tidak terurai dengan baik.
             Komposnya berbau seperti mentega asam atau telur busuk. Kemungkinan
             penyebabnya yakni tidak cukup oksigen, dan/atau tumpukan komposnya terlalu
             basah, atau terlalu padat.

             Pemecahan masalah
             1.   Aduk tumpukannya sehingga dapat teraliri udara dan bernafas atau gunakan
                  sistem kerangkeng kompos atau segitiga.
             2.   Tambahkan bahan-bahan kering yang kasar seperti jerami, atau daun-daunan
                  untuk menyerap kelembaban yang berlebihan.
             3.   Jika sangat bau, tambahkan bahan-bahan kering di atasnya dan tunggu sampai
                  agak kering sedikit sebelum mengaduk tumpukannya.




32    Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah
BAB III
PENGOLAHAN LIMBAH
INDUSTRI

Salah satu limbah industri adalah limbah pabrik tahu, yang berupa ampas tahu
dan air limbah tahu.


1. Limbah Ampas Tahu
    Ampas tahu adalah salah satu produk yang dapat dimanfaatkan kembali
    dan mempunyai nilai ekonomi yang baik dan dapat menjadi makanan yang
    masih mempunyai nilai gizi. Ampas yahu masih mempunyai kadar protein
    yang cukup tinggi.

    Selama ini ampas tahu hanya dimanfaatkan sebagai makanan ternak,
    padahal ampas tahu dapat dibuat kue, tepung, kecap dan kue kering lainnya.
    Kandungan gizi dalam ampas tahu (100 gram) adalah sebagai berikut.




                                                            Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah   33
     Bab III - Pengolahan Limbah Industri




          Saat ini ampas tahu kita ketahui dapat dimanfaatkan             Zat gizi      Jumlah
          sebagai kerupuk ampas tahu, kembang tahu, kecap          Energi (kal)         41,3
                                                                   Protein (gr)         26,6
          ampas tahu, dan stik tahu. Dengan proses fermentasi
                                                                   Lemak (gram)         18,3
          dihasilkan nata de soya serta sebagai alternatif bahan   Karbohidrat (gram)   41,3
          pakan ternak. Melihat sifat ampas tahu yang memiliki            Zat gizi      Jumlah
          banyak kelebihan seperti mengandung protein yang         Kalsium (mg)              19
                                                                   Fosfor (mg)               29
          tinggi, banyak mengandung serat serta murah dan
                                                                   Besi (mg)                   4
          mudah didapat, maka dapat dikembangkan suatu             Vitamin A                   0
          bentuk usaha baru yang memanfaatkan ampas tahu           Vitamin B                 0,2
          sebagai bahan dasarnya. Tujuan ampas tahu selain         Vitamin C                   0
                                                                   Air                         0
          sebagai salah satu upaya mengurangi pencemaran dari
                                                                   Tabel 1. Kandungan Gizi dalam
          limbah atau ampas tahu khususnya di daerah perairan,               Ampas Tahu
          tetapi juga mampu memberikan alternatif gizi sebagai
          sumber protein yang bermanfaat bagi tubuh manusia.
          Olahan pangan dari bahan ampas tahu adalah kerupuk ampas tahu, kue pai ampas tahu,
          perkedel ampas tahu, kue kering ampas tahu, dan kecap ampas tahu.


     2. Kerupuk Ampas Tahu
          Ampas tahu dapat diolah menjadi kerupuk yang bernilai tambah lebih tinggi. Pembuatan
          kerupuk ampas tahu mudah dilakukan dan murah biayanya. Dalam pembuatan kerupuk
          ampas tahu, digunakan tapioka sebagai pengikat ampas. Garam, bawang putih, dan
          merica ditambahkan sebagai bumbu.

          a.   Bahan
               • Ampas tahu yang telah dikukus (2 kg)
               • Tapioka /kanji(1 kg)
               • Garam (30 gram)
               • Bawang putih (100 gram)
               • Merica (25 gram)
               • Udang ebi kering (50 gram)
               • Royko (20 gram)




34     Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah
                                                         Bab III - Pengolahan Limbah Industri




b.   Peralatan
     • Pemeras
                                                                   Ampas tahu diperas,
     • Pengaduk adonan                                               airnya keluar
     • Pengukus
     • Pisau dan talenan
                                                                    Ampas tahu dikukus
     • Tempat penjemuran
     • Wajan
     • Kompor atau tungku                                         Ampas tahu dicampur
                                                                    dengan bumbu
     • Timbangan

c.   Cara Pembuatan
                                                                    Ampas tahu dibuat
     1). Ampas tahu diperas untuk mengurangi airnya.                   dodolan
     2). Pemerasan dapat dilakukan dengan tangan,
         atau dipres dengan alat pres.
                                                                     Dodolan dikukus
     3). Setelah itu, ampas dikukus selama 30 menit.
     4). Persiapan bumbu. Bawang, garam, merica dan
         udang digiling sampai halus.                                Setelah dikukus,
                                                                       didinginkan
     5). Pengadonan. Ampas yang telah dikukus (2
         kg) dicampur dengan tapioka, dan bumbu,
         kemudian diaduk sampai rata, licin dan padat.              Dipotong tipis-tipis
         Adonan ini dibentuk seperti selinder dengan
         diameter 5-6 cm dan panjang 20 cm.
     6). Adonan yang telah dibentuk ini disebut dengan            Dijemur sampai kering
         dodolan.
                                                           Gambar 22. Diagram alur kerupuk
     7). Pengukusan dodolan. Dodolan dikukus selama                 ampas tahu
         2 jam sampai bagian tengah dodolan menjadi
         matang. Dodolan matang ini diangkat dan
         didinginkan.
     8). Pengangin-anginan. Dodolan matang diangin-anginkan selama 3-5 hari sampai
         dodolan mengeras dan mudah dipotong.
     9). Pengirisan. Dodolan diiris tipis-tipis setebal 2-3 mm. Hasil pengirisan disebut
         kerupuk basah.
     10). Penjemuran. Kerupuk basah dijemur atau dikeringkan dengan alat pengering
          sampai kering. Kerupuk yang sudah kering akan gemersik jika diaduk-aduk, dan
          mudah dipatahkan. Hasil pengeringan disebut kerupuk kering.



                                                          Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah     35
     Bab III - Pengolahan Limbah Industri




               11). Pengemasan kerupuk kering. Kerupuk kering dapat disimpan lama. Kerupuk ini
                    harus disimpan di dalam wadah yang tertutup rapat, atau dikemas di dalam
                    kantong plastik yang ditutup secara rapat.
               12). Penggorengan. Kerupuk kering digoreng di dalam minyak panas sambil dibalik-
                    balik sampai kerupuk matang dan mekar.




     3. Cookies Ampas Tahu
          Tepung ampas tahu memiliki potensi yang cukup tinggi untuk digunakan sebagai bahan
          baku cookies karena memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, tetapi murah.

          a.   Bahan yang digunakan adalah:
               • tepung ampas tahu 50 gram
               • tepung terigu 150 gram
               • kuning telur 1 butir                    Mentega dan gula dikocok
               • gula halus 50 gram
               • susu bubuk 2 sendok makan
                                                        Masukkan telur, kocok kembali
               • mentega putih/roomboter/margarin 60
                   gram
               • coklat bubuk 2 sendok makan           Masukkan tepung ampas tahu,
               • air secukupnya                        terigu, susu, coklat bubuk aduk
                                                                      rata
          b.   Alat
               • Tempat adonan
               • Mixer                                  Cetak dan panggang sampai
                                                                   matang
               • Pengaduk
                                                     Gambar 23. Diagram alur cookies
               • Cetakan kue                                      ampas tahu
               • Oven




36     Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah
                                                            Bab III - Pengolahan Limbah Industri




  c.   Cara
       1). Mentega dan gula dikocok sampai lembut lalu masukkan telur, kocok kembali.
       2). Masukkan tepung ampas tahu yang sudah dicampur terigu dan susu diaduk
           dan tambahkan coklat bubuk. Dicetak dan kemudian dipanggang sampai
           matang.




                       Gambar 23. Diagram alur cookies ampas tahu




4. Pai Ampas Tahu
  a. Bahan
      • Ampas tahu
      • Telur
      • Kanji
      • Kornet
      • Garam
      • Merica
      • Udang
      • Seledri
  b. Cara
     Aduk bahan ampas tahu, telur , kanji, kornet,garam dan merica lalu masukkan
     diloyang, kemudian dipanggang dan ditaruh penghias udang dan seledri di
     atasnya.




                                                             Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah     37
     Bab III - Pengolahan Limbah Industri




                                                 Ampas tahu dicampur
                                                 dengan bahan lainnya



                                            Panggang, taruh hiasan diatasnya


                                     Gambar 24. Diagram alur pai ampas tahu



     5. Kecap Ampas Tahu
          Ampas padat pengolahan tahu dapat diolah menjadi kecap. Cara pengolahannya
          sama dengan pengolahan kecap kedelai. Kecap yang dihasilkan dari ampas tahu sulit
          dibedakan aroma, rasa, dan warnanya dari kecap kedelai. Usaha ini cocok untuk usaha
          kecil skala rumah tangga.

          a.   Bahan
               •   Ampas tahu
               •   Garam
               •   Laru tempe
               •   Bumbu-bumbu
               •   Tapioka

38     Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah
                                                        Bab III - Pengolahan Limbah Industri




b.   Peralatan
     •   Wadah perendam
     •   Pengukus
     •   Wadah fermentasi
     •   Tampah
     •   Kompor
     •   Kain penyaring
     •   Botol
     •   Alat penutup botol

c.   Cara Pembuatan
     1). Penyiapan ampas tahu. Ampas tahu direndam dengan air bersih selama12 jam.
         Setelah itu bahan dipres dengan alat pres sehingga airnya keluar.
     2). Ampas yang telah berkurang airnya dikukus selama 60 menit, kemudian
         didinginkan di atas tampah sampai suam-suam kuku.
     3). Fermentasi menjadi tempe gembus. Ampas ditaburi laru tempe (1 gram untuk 1
         kg ampas), dan diaduk-aduk sampai rata. Setelah itu ampas dihamparkan di atas
         tampah setebal 2 cm dan ditutup dengan daun pisang.
     4). Tampah diletakkan di atas para-para yang terhindar dari serangga dan cahaya
         matahari langsung selama 4-5 hari sampai kapang cukup tebal menutupi tempe
         gembus.
     5). Penjemuran tempe gembus. Tempe gembus dipotong-potong 0,5 x 0,5 x0,5
         cm, kemudian dijemur atau dikeringkan dengan alat pengering sampai kering
         (kadar air di bawah 12 %).
     6). Penyiapan larutan garam 20%. Untuk mendapatkan 1 liter larutan garam 20%
         dilakukan dengan cara berikut. Garam sebanyak 200 gram ditambah dengan
         air sedikit demi sedikit sambil diaduk, sampai volumenya menjadi 1liter.
     7). Fermentasi. Butiran tempe yang telah kering dimasukkan ke dalam larutan
         garam. Tiap 1 kg butiran tempe kering membutuhkan 3 liter larutan garam.
         Perendaman dilakukan di dalam wadah perendam selama 10-15 minggu.
         Pada siang hari manakala langit tidak tertutup awan, atau tidak hujan, wadah
         dipindahkan ke udara terbuka , dan penutup wadah dibuka.

                                                         Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah     39
     Bab III - Pengolahan Limbah Industri




               8). Ekstraksi kecap mentah. Hasil fermentasi disaring
                                                                                 Ampas tahu dikukus,
                   dengan kain saring.                                              didinginkan

               9). Ampas diperas dengan kain saring atau dipres dengan
                   mesin pres. Cairan kental hasil penyaringan dan              Ditaruh ditampah, diberi
                                                                                        taru.bibit
                   pemerasan/ pres disatukan. Cairan ini disebut dengan
                   kecap mentah. Selanjutnya, kecap mentah ditambah
                   dengan air.Tiap 1 liter kecap mentah ditambah dengan
                                                                               Difermentasi/diperam 4-5
                   1 liter air.                                                          hari
               10). Penyiapan bumbu. (1) Keluwak, dan lengkuas digiling
                    sampai halus, (2) Gula merah disayat, kemudian digiling    Dipotong-potong dijemur
                    sampai halus, dan (3) Sereh dipukul-pukul sampai                sampai kering

                    memar.
               11). Pembumbuan dan pemasakan kecap manis. Cairan                Siapkan larutan garam,
                                                                                masukkan tempe kering
                    kecap dipindahkan ke panci kemudian ditambahkan
                    keluwak, lengkuas, sereh, daun salam.
                                                                                Diperam 19-15 minggu
               12). Kecap dipanaskan sampai mendidih. Kecap yang masih
                    panas disaring dengan kain saring. Bahan-bahan yang
                    tertinggal di kain saring dibuang. Setelah itu, kecap      Hasil peraman disaring -->
                                                                                      kecap mentah
                    ditambah dengan gula merah diaduk-aduk sampai
                    seluruh gula larut. Setiap 1 liter kecap ditambah dengan
                                                                               Kecap mentah ditambah
                    750 gram gula merah. Kecap ini disaring kembali.              air dan bumbu -->
                                                                                       didihkan
               13). Pengentalan. Kecap yang telah dingin ditambah
                    dengan tepung tapioka. Setiap 1 liter kecap ditambah
                                                                                 Tambahkan tapioka,
                    dengan 20 gram tapioka dan diaduk sampai rata.              pengawet --> didihkan
                    Setelah itu kecap ini dipanaskan sampai mendidih
                    sambil diaduk aduk.
                                                                                Dinginkan, pembotolan
               14). Penambahan pengawet. Sebelum kecap diangkat dari
                    api, natrium benzoat ditambahkan sebanyak 1 gram Gambar 25. Diagram alur kecap
                                                                              ampas tahu
                    untuk setiap 1 liter kecap.
               15). Pembotolan. Kecap yang telah dingin dikemas di
                    dalam botol, kemudian ditutup rapat dan diberi label.



40     Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah
BAB IV
PENGOLAHAN LIMBAH
PERTANIAN

Limbah pertanian dapat berupa kulit pisang, kulit nenas, kulit kakao, bahan-
bahan tersebut dapat dimanfaatkan dengan pengolahan menjadi bahan yang
mempunyai nilai ekonomi.

1. Nata de Banana
    Nata de banana berasal dari hasil pengolahan limbah pisang yaitu kulit
    pisang menjadi nata de banana.

    Cara pembuatan nata de banana

    Pembuatan nata merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk
    mengatasi masalah limbah (air kelapa, kulit pisang, kulit nanas, dll.) dengan
    bantuan bakteri Acetobacter xylinum. Pembuatan nata de banana skin
    dimulai dengan mendidihkan ekstrak kulit pisang dengan ditambahkan
    cuka, gula, dan bahan tambahan lainya, kemudian disimpan dalam wadah
    untuk diperam (diinokulasi). Dalam penginokulasian harus pada suhu kamar.
    Kemudian disimpan selama kurang lebih 10-14 hari atau sampai adanya
    lembaran nata.
                                                              Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah   41
     Bab IV - Pengolahan Limbah Pertanian




              Gambar 26. Bahan baku untuk       Gambar 27. Sebelum diolah bahan baku
                     Nata de Banana                perlu ditimbang lalu diblender




                   Gambar 28. Blender             Gambar 29. Ampas kulit pisang

          Pembuatannya tergolong sederhana dan mudah. Kulit pisang harus dicuci bersih untuk
          menghilangkan kotoran. Berikutnya, kulit pisang dipotong-potong, lalu diblender dan
          disaring agar diperoleh konsentratnya. Cairan konsentrat tadi dipasteurisasi dengan
          suhu 90-100°C selama 15 menit, ditambah gula pasir dan amonium sulfat sebagai
          nutrisi bakteri, kemudian didinginkan. Larutan tersebut kemudian ditambahkan
          asam acetat glasial atau asam cuka pasar hingga tingkat keasaman 4. Baru setelah itu
          larutan dimasukkan ke dalam loyang berukuran 30 x 40 cm. Bahan yang sudah dingin
          itu lalu diinokulasi dengan starter (diberi bakteri Acetobacter xylinum) untuk kemudian
          difermentasi 12-14 hari. Proses fermentasi ini, harus dilakukan semi anaerob dengan cara
          menutup baki plastik tempat fermentasi dengan kertas koran. Selama proses fermentasi,
          baki tidak boleh dipindah-pindah. Goyang sedikit saja proses fermentasi gagal.

          Proses fermentasi yang sukses akan menghasilkan anyaman serat yang menggumpal di
          permukaan medium cair dengan ketebalan tertentu, sedangkan bakterinya terperangkap

42    Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah
                                                               Bab IV - Pengolahan Limbah Pertanian




dalam fibrilar yang dibuatnya. Namun, bukan berarti nata de banana sudah bisa langsung
dikonsumsi. Proses selanjutnya, nata dipotong-potong berbentuk kubus dan direndam
satu hari untuk menghilangkan bau asam dari asam asetat glasial. Setelah itu baru
ditiriskan dan direbus selama 3 menit dan sekaligus diberi gula. Nata de banana skin
yang dihasilkan mengandung kadar gula sekitar 11,13% dan kadar serat sekitar 2%. Dari
sekitar 2 kg kulit pisang, bisa untuk mendapatkan 4-5 loyang nata.




   Gambar 30. Adonan ampas   Gambar 31. Substrat kulit        Gambar 32. Starter
   kulit pisang              pisang




   Gambar 33. Ruang                           Gambar 34. Hasil ata de banana
   pemeraman




                                                                 Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah    43
     Bab IV - Pengolahan Limbah Pertanian




     2. Nata de Coco
             Nata de coco berasal dari limbah air kelapa yang diproses dengan fermentasi menjadi
             nata de coco.

     a.      Pembuatan Starter Nata de coco
             1). Air kelapa yang didapat dari penjual kelapa di pasar ditampung dari penjualan
                 pagi sampai sore, tidak dari air kelapa yang sudah bermalam. Air kelapa bisa dari
                 kelapa muda maupun yang sudah tua, disaring dengan beberapa lapisan kain kassa
                 kemudian dipanaskan sampai mendidih dengan api besar sambil diaduk-aduk.
                 Setelah mendidih, ditambahkan (a) asam aseat glasial (10 ml asam asetat untuk tiap
                 1 liter air kelapa, dan (2) gula (75-100,0 g gula untuk tiap 1 liter air kelapa). Campuran
                 ini diaduk sampai gula larut. Larutan ini disebut air kelapa asam bergula.

             2). Urea (sebanyak 3 g urea untuk setiap 1 liter air kelapa yang disiapkan pada no. 1
                 di atas) dilarutkan di dalam sedikit air kelapa ( setiap 1 g urea membutuhkan 20
                 ml air kelapa). Larutan ini didihkan kemudian dituangkan ke dalam air kelapa asam
                 bergula.

             3). Ketika masih panas, media dipindahkan ke dalam beberapa botol bermulut lebar,
                 masing-masing sebanyak 200 ml. Botol ditutup dengan kapas steril. Setelah dingin
                 ditambahkan 4 ml suspensi mikroba. Setelah itu, media diinkubasi pada suhu kamar
                 selama 6-8 hari (sampai terbentuk lapisan putih pada permukaan media).




44        Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah
                                                                 Bab IV - Pengolahan Limbah Pertanian




b.   Fermentasi Nata
     1). Penyaringan dan pengenceran. Cairan lendir disaring untuk memisahkan berbagai
         kotoran seperti pasir, serat kulit, dan daun. Setelah itu cairan lendir diencerkan dengan
         air bersih. Setiap 1 liter cairan lendir ditambah dengan 14 liter air. Pengenceran ini
         akan memucatkan warna cairan lendir. Cairan yang sudah diencerkan ini disebut
         cairan lendir encer.

     2). Pemanasan dan penambahan zat gizi. Cairan encer dipanaskan sampai mendidih.
         Setelah mendidih, ditambahkan asam asetat glasial (10 ml asam asetat untuk setiap
         1 liter cairan lendir encer, ZA 0,8% per liter, dan gula (80 g gula untuk setiap 1 liter air
         kelapa). Campuran ini diaduk sampai gula larut. Pendidihan diteruskan 5-10 menit.
         Setelah itu ditambahkan urea (sebanyak 5 g urea untuk setiap 1 liter cairan lendir
         encer) dan diaduk sampai larut. Larutan yang diperoleh disebut sebagai media nata.
         Larutan ini didinginkan sampai suam-suam kuku.

     3). Media nata ditambah dengan starter (setiap 1 liter media nata membutuhkan 50-
         100 ml starter), kemudian dipindahkan ke dalam wadah-wadah fermentasi dengan
         ketinggian 4 cm. Wadah ditutup dengan kertas yang telah dipanaskan di dalam oven
         pada suhu 1400C selama 2 jam. Wadah berisi media ini disimpan di ruang fermentasi
         selama 12-15 hari sampai terbentuk lapisan nata yang cukup tebal (1,5-2,0 cm).

c.   Panen dan Pencucian
     Lapisan nata diangkat, kemudian dicuci dengan air bersih. Setelah itu nata direndam
     di dalam air mengalir atau air yang diganti-ganti dengan air segar selama 3 hari.
     Setelah itu nata dipotong-potong dengan panjang 1,5 dan direbus 5-10 menit,
     kemudian dicuci, dan direbus lagi selama 10 menit. Hal ini diulangi sampai nata
     tidak berbau dan berasa asam lagi.

d.   Pembotolan
     1). Pembuatan sirup. Gula yang putih dilarutkan ke dalam air (setiap 2 kg gula dilarutkan
         ke dalam 4 liter air bersih), kemudian ditambahkan vanile (secukupnya) dan bezoat
         (1 gram untuk setiap liter larutan gula). Larutan sirup ini direbus sampai mendidih
         selama 30 menit.




                                                                    Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah   45
     Bab IV - Pengolahan Limbah Pertanian




          2). Pengemasan. Nata yang masih panas segera dimasukkan ke dalam sirup, kemudian
              didinginkan sampai suam-suam kuku. Setelah itu nata dikemas di dalam kantong
              plastik rangkap dua, atau di dalam gelas plastik, dan dikemas ditutup dengan rapat
              (kantong plastik diikat dengan karet, dan gelas plastik di-seal/ ditutup dengan
              penutup plastik).




46    Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah
BAB V
NILAI EKONOMI LIMBAH
( Pembuatan Kompos )
K
      ompos merupakan pupuk organik yang berasal dari sisa tanaman
      dan kotoran hewan yang telah mengalami proses dekomposisi atau
      pelapukan.

Seekor sapi mampu menghasilkan kotoran padat dan cair sebanyak 23,6
kg/hari dan 9,1 kg/hari, seekor sapi muda kebiri akan memproduksi 15-
30 kg kotoran per hari. Kotoran yang baru dihasilkan sapi tidak dapat
langsung diberikan sebagai pupuk tanaman, tetapi harus mengalami proses
pengomposan terlebih dahulu.

Mengingat pentingnya pupuk kompos dalam memperbaiki struktur tanah dan
melambungnya harga pupuk buatan maka segmen pengolahan limbah yang
satu ini dapat menjadi salah satu bidang usaha yang dapat mendatangkan
keuntungan yang menggiurkan.




                                                       Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah   47
     Bab V - Nilai Ekonomi Limbah (Pembuatan Kompos)




     Di pasaran jenis-jenis kompos ada berbagai macam:
     1). Kompos curah, adalah jenis kompos yang berasal dari kotoran ternak yang dikeringkan,
         diayak kemudian dikemas dalam karung. Jenis kompos ini adalah yang paling murah
         karena proses pembuatannya lebih sederhana dibandingkan jenis kompos lainnya.

     2). Kompos blok, adalah jenis kompos yag berasal dari kotoran yang baru dipanen
         (kondisi masih basah), dicetak menggunakan alat pres manual sederhana atau dengan
         menggunakan mesin pres batako. Cetakan berukuran p = 20 x l = 12 atau 6 x t = 5 cm.,

     3). Kompos granula, adalah jenis kompos yang berbahan dasar kompos curah yang
         ditambahkan tepung tapioka, air serta zat pewarna dan menggunakan alat cetakan
         khusus yang membuat produk akhir berbentuk bulat-bulat dengan ukuran tertentu.

     4). Kompos bokhasi, adalah jenis kompos yang dibuat dari kotoran ternak yang telah
         ditiriskan kemudian ditambahkan sekam padi, abu sekam, dedak padi dan air serta proses
         pengomposan dibantu dengan menambahkan mikroba. Mikroba yang telah diproduksi
         dalam pasar adalah Effective Microorganisme 4 (EM4) .

     Berikut ini merupakan contoh analisis pendapatan untuk beberapa jenis kompos.
                      Jenis Kompos                 Jumlah       Satuan   Harga Satuan    Biaya
                Kompos Curah
                Kotoran sapi                                1       kg             100           100
                Kemasan plastik                             1     buah              50            50
                Biaya operasional                           1       kg             100            100
                                    Jumlah biaya            1       kg                           250
                Kompos Blok
                Kotoran sapi                                1       kg             100           100
                Kemasan plastik                             1     buah              50            50
                Biaya operasional                           1       kg             100            100
                                    Jumlah biaya            1       kg                           250
                Kompos Granula
                Kotoran sapi                                1       kg                           100
                Bahan yang lain                             1     buah             250            250
                Kemasan plastik                             1       kg             100           100
                                    Jumlah biaya            1       kg                           450
                Kompos Bokhasi
                Kotoran sapi                                1       kg             100           100
                Bahan yang lain                             1       kg            1000           1000
                Kemasan plastik                             1     buah             100           100
                               Jumlah biaya                                                  1200
               Sumber : Prihandini dan Purwanto, 2007

48    Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah
                                             Bab V - Nilai Ekonomi Limbah (Pembuatan Kompos)




Berdasarkan tabel di atas, secara umum biaya produksi untuk pembuatan kompos berkisar
antara Rp250,00 - Rp1.200,00/ kg sehingga bila harga jual kompos di pasaran berkisar
antara Rp 500,00 - Rp2.000,00 maka pendapatan yang bisa diperoleh berkisar antara
Rp 250,00 - Rp 800/kg pupuk komposnya. Bila dalam sehari kita bisa memproduksi kompos
100 Kg dan laku terjual maka pendapatan yang bisa di peroleh yaitu Rp 25.000,00 -
Rp 80.000,00/hari.

Jadi, dalam sebulan sebuah usaha pembuatan kompos dapat memperoleh keuntungan
berkisar antara Rp 750.000,00 - Rp 2.400.000,00.




                                                           Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah   49
     Glosarium
     Aerobik            :   Mikroba yang hidupnya memerlukan oksigen untuk kehidupan, gerak,
                            dan pertumbuhannya

     Aktivator          :   Zat yang menyebabkan proses sistem menjadi aktif.

     Akumulasi          :   Pengumpulan; penimbunan; penghimpunan.

     Alternatif         :   Pilihan di antara dua atau beberapa kemungkinan

     Anaerobik          :   Mikroba yang hidup tanpa memerlukan oksigen (tentang bakteri)

     Anorganik          :   1 Mengenai atau terdiri atas benda selain manusia, tumbuhan, dan
                            hewan; mengenai benda tidak hidup; 2 n Kim elemen yang meliputi air,
                            gas, asam, dan mineral, kecuali karbon

     Apik               :   Rapi; bersih dan bagus: pekerjaannya

     Artifisial          :   Tidak alami; buatan

     Biomassa           :   Jumlah keseluruhan benda hidup dalam suatu tempat.

     Dekomposisi        :   Proses perubahan menjadi bentuk yang lebih sederhana; penguraian

     Diameter           :   Garis lurus melalui titik tengah lingkaran dari satu sisi ke sisi lainnya; garis
                            tengah

     Ekonomis           :   bersifat hati-hati dalam pengeluaran uang, penggunaan barang, bahasa,
                            waktu; tidak boros; hemat;

     Em 4               :   Singkatan dari Efektif Mikroorganise Kultur campuran dari mikroorganisme
                            yang meng- untungkan bagi pertumbuhan tanaman. Sebagian besar
                            mengandung mikroorganisme Lactobacillus sp. bakteri penghasil asam
                            laktat, serta dalam jumlah sedikit bakteri fotosintetik Streptomyces sp.
                            dan ragi.

     Fermentasi         :   1 peragian; 2. penguraian metabolik senyawa organik oleh mikroorganisme
                            yang menghasilkan energi yang pada umumnya berlangsung dengan
                            kondisi anaerobik dan dengan pembebasan gas.

50     Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah
Fungsional     :   dari segi fungsi: kedua kata itu secara – sepadan.

Inokulasi      :   1 pembiakan bakteri pada suatu perbenihan; 2 pemasukan bakteri,
                   virus, atau vaksin ke dalam tubuh melalui luka atau melalui alat yang
                   digoreskan pada kulit dan tidak selalu menimbulkan infeksi

Komersil       :   Memiliki nilai jual yang dapat mendatangkan keuntungan.

Konsentrat     :   Larutan hasil proses pencampuaran dengan perbandingan konsentrasi
                   tertentu.

Kontaminasi    :   pencemaran (khususnya krn kemasukan unsur luar);

Kontribusi     :   1 uang iuran (kpd perkumpulan dsb); 2 sumbangan.

Kreativitas    :   1 kemampuan untuk mencipta; daya cipta; 2 perihal berkreasi; kekreatifan

Kultur         :   Pertumbuhan jaringan lewat media tumbuh yang diatur kondisinya

Label          :   1 sepotong kertas (kain, logam, kayu, dsb) yang ditempelkan pd barang
                   dan menjelaskan tentang nama barang, nama pemilik, tujuan, alamat, dsb;
                   2 etiket; merek dagang; 3 petunjuk singkat tentang zat yang terkandung
                   dalam obat dsb; 4 petunjuk kelas kata, sumber kata, dsb dalam kamus;
                   5 catatan analisis pengujian mutu fisik, fisiologis, dan genetik dari benih
                   dsb;

Media          :   1 alat; 2 alat (sarana) komunikasi seperti koran, majalah, radio, televisi,
                   film, poster, dan spanduk; 3 yang terletak di antara dua pihak (orang,
                   golongan, dsb): wayang bisa dipakai sebagai -- pendidikan; 4 perantara;
                   penghubung; 5 zat hara yang mengandung protein, karbohidariat,
                   garam, air, dsb baik berupa cairan maupun yang dipadatkan dengan
                   menambah gelatin untuk menumbuhkan bakteri, sel, atau jaringan
                   tumbuhan;

Mikroorganisme :   makhluk hidup sederhana yang terbentuk dari satu atau beberapa sel
                   yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop, berupa tumbuhan atau
                   hewan yang biasanya hidup secara parasit atau saprofit, misal bakteri,
                   kapang, ameba




                                                              Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah   51
     Motif              :   1 pola; corak: ia menyukai kain batik dengan -- parang; 2 salah satu
                            dari antara gagasan yang dominan di dalam karya sastra, yang dapat
                            berupa peran, citra yang berulang, atau pola pemakaian kata; 3 alasan
                            (sebab) seseorang melakukan sesuatu

     Omzet              :   Jumlah uang hasil penjualan barang (dagangan) tertentu selama suatu
                            masa jual:

     Organik            :   1 berkaitan dengan zat yang berasal dari makhluk hidup (hewan atau
                            tumbuhan, seperti minyak dan batu bara); 2 berhubungan dengan
                            organisme hidup: kimia --

     Perca              :   Sobekan (potongan) kecil kain sisa dari jahitan dsb; reja kain; carik kain

     Profesional        :   1 bersangkutan dengan profesi; 2 memerlukan kepandaian khusus
                            untuk menjalankannya, 3 mengharuskan adanya pembayaran untuk
                            melakukannya (lawan amatir):

     Temperatur         :   Panas dinginnya badan atau hawa; suhu.

     Sterilisasi        :   Perlakuan untuk menjadikan suatu bahan atau benda bebas dari
                            mikroorganisme dengan cara pemanasan, penyinaran, atau dengan
                            zat kimia untuk mematikan mikroorganisme hidup maupun sporanya;

     Universal          :   Umum (berlaku untuk semua orang atau untuk seluruh dunia); bersifat
                            (melingkupi) seluruh dunia;

     Zig-zag            :   Model tulisan/potongan yang berkelok-kelok.




52   Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah
Daftar Pustaka
•   Akuarium Mini dari Kardus, 20 September 2009 Sumber : buku Kreasi Daur Ulang
    Hanna Paluzi)

•   Aya, 2010. Barang Bekas untuk mempercantik Rumah. Kompas, 22 Januari 2010

•   Badan Standarisasi Nasional (BSN). 2004. Spesifikasi Kompos dari Sampah Organik
    Domestik. SNI 19-7030-2004.

•   Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan
    dan Teknologi. Gedung II BPP Teknologi Lantai 6, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340).

•   Djuarnani, Nan; Kristian & Setiawan, B.D., 2005. Cara Cepat Membuat Kompos. Kiat
    Mengatasi Permasalahan Praktis. Agromedia Pustaka.

•   Hasbullah. Teknologi Tepat Guna Agroindustri Kecil Sumatera Barat. Dewan Ilmu
    Pengetahuan, Teknologi dan Industri Sumatera Barat, Januari 2001, Padang Baru,
    Padang, Telp. 0751 40040, Fax. 0751 40040.

•   Isroi. 2008. KOMPOS. Makalah. Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia,
    Bogor.

•   Johny Adhi Aryawan. Manajer Desa Wisata Batik Kliwonan. Dewan Ilmu Pengetahuan,
    Teknologi dan Industri Sumatera Barat, Januari 2001, Padang Baru, Padang, Telp. 0751
    40040, Fax. 0751 40040.

•   Ptihandini, P.W. dan Purwanto, T. 2007. Petunjuk Teknis Pembuatan Kompos Berbahan
    Kotoran Sapi. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Badan
    Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian.

•   Purwendro, Setyo & Nurhidayat. 2006. Seri Agritekno. Mengolah Sampah untuk
    Pupuk & Pestisida Organik. Penebar Swadaya.

•   Anonimous, Menyulap Botol Bekas jadi Vas Bunga. www.http:Tmore.3 Januari 2009




                                                           Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah   53
54   Daur Ulang dan Pemanfaatan Limbah

								
To top