02_13_Deskripsi_pemelajaran_pembuatan_benang_dhani
Document Sample


KURIKULUM SMK EDISI 2004
DESKRIPSI PEMELAJARAN
KOMPETENSI : Mengidentifikasi Serat Tekstil
KODE : TEX.OO01.002.01
DURASI PEMELAJARAN : 30 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 1 1 1 1 2 1
1. Pengetahuan dasar serat-serat tekstil adalah asal dan jenis serat, sifat-sifat fisik dan kimia yang umum pada serat.
2. Kriteria unjuk kerja ini berlaku untuk mengidentifikasi serat :
• di laboratorium atau di luar laboratorium,
KONDISI KINERJA • serat-serat tekstil yang banyak di proses di industri tekstil.
3. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah : Prosedur identifikasi serat, SNI , AATCC No. 0093, Referensi serat-serat
tekstil, Standar Kompetensi TEX.OO01.001.01 (OPKR-10-016B) : Melaksanakan Prosedur Kesehatan dan
Keselamatan Kerja.
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan proses Pengetahuan dasar tentang serat- Serat-serat tekstil, kesiapan Teliti dalam identifikasi Serat-serat tekstil dan alat Mengidentifikasi serat-serat
identifikasi serat serat tekstil dikuasai. peralatan uji bakar dan uji serat-serat tekstil dan uji bakar serta alat uji tekstil dan menyiapkan alat
Prosedur identifikasi serat dibaca pelarutan. menyiapkan alat uji. pelarutan. uji bakar dan alat uji
dengan teliti. pelarutan
Kesiapan peralatan uji bakar dan
uji pelarutan di periksa dengan
teliti.
Identifikasi serat Bentuk fisik serat diperiksa sesuai Serat berdasarkan bentuk fisik Teliti dalam menentukuan Bentuk fisik serat dan Menentukan bentuk fisik
berdasarkan bentuk fisiknya prosedur. dan prosedure pemeriksaannya bentuk fisik serat dan prosudure pemeriksaannya serat berdasarkan prosedure
prosedure pemeriksaannya pemeriksaannya
Identifikasi jenis serat Identifikasi serat dengan uji bakar Identifikasi serat berdasarkan Teliti dalam Uji bakar serat Melaksanakan uji bakar
dengan uji bakar dilakukan sesuai prosedur. uji bakar mengidentifikasi serat serat
berdasarkan uji bakar
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 1 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Identifikasi jenis serat Identifikasi serat dengan uji Identifikasi serat berdasarkan Teliti dalam Uji pelarutan Melaksanakan uji pelarutan
dengan uji pelarutan pelarutan dilakukan sesuai uji pelarutan mengidentifikasi serat serat
prosedur. berdasarkan uji pelarutan
Membuat laporan kerja Hasil kerja di catat dalam instruksi Prosedure pembuatan Teliti dalam menyusun Tata cara pembuatan Membuat laporan hasil uji
kerja. pelaporan laporan laporan tentang uji bakar bakar dan uji pelarutan
dan uji pelarutan
Melaksanakan aturan Pekerjaan-pekerjaan dalam proses Proses identifikasi serat Ketepatan dalam Penggunaan alat identifikasi Menggunakan alat
Kesehatan dan Keselamatan identifikasi serat dilakukan dengan dilaksanakan sesuai dengan menggunakan alat serat dan alat kesehatan identifikasi serat dan alat
Kerja mengikuti petunjuk Kesehatan SOP kesehatan dan kselamatan identifikasi serat dan alat dan keselamatan kerja kehatan dan keselamatan
dan Keselamatan Kerja yang kerja kesehatan dan dengan tepat kerja dengan tepat
berlaku. keselamatan kerja
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 2 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Mengidentifikasi Benang Tekstil
KODE : TEXT-Basic – Yarn.Indent-OP1-A
DURASI PEMELAJARAN : 30 jam @ 45 menit
Nomer dan Level A B C D E F G H
Kompetensi Kunci
1 1 1 1 2 1 1 -
1. Pengetahuan dasar serat serat tekstil adalah asal dan jenis serat,sifat sifat serat fisik dan kimia yang umum pada serat
2. Kriteria Kinerja ini berlaku untuk mengidentifikasi serat dan bentuk fisik benang :
• Di laboratorium atau di luar laboratorium
• Serat serat tekstil yang banyak dip roses di industri
3. Dokumen yangdijadikan rujukan adalah : Prosedur identifikasi serat, SNI, AATC No.0093, Referensi serat serat tekstil,Petunjuk
KONDISI KINERJA
dalam Aturan Kesehatan dan Keselamatan Kerja yaitu UU No. 1 tahun 1970 tentang keselamat kerja, peraturan Manaker No.
PER.05/ MEN/1996,tanggal 12 desember 1996 tentang sistem manajemen. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah: SII. 0096/75
Tentang prosedur pengujian nomer benang,SII 0098/75 tentang prosedur pengujian antihan benang Keselamatan dan Kesehatan
kerja; Standar Kompetensi TEXT- Support- ME 1 ( OPKR-10-016B ) Melaksanakanprosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan
peraturan KLH
T
MATERI POKOKPEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
1. Menyiapkan proses • Pengetahuan dasar • Mengidentifikasi: • Cermat,teliti dengan • Menjelaskan jenis benang • Menentukan jenis, nomor
identifikasi benang tentang benang tekstil - Jenis benang tekstil memperhatikan prosedur tekstil dan twist benang
dikuasai - Penomeran benang kerja dan keselamatan • Menjelaskan sistem
• Prosedur pengujian No. - antihan benang dan kesehatan kerja penomoran benang
Benang dan pengujian
antihan pada benang
dibaca dengan teliti
• Kesiapan peralatan uji No.
Benang dan twist benang
diperiksa
2. Identifikasi benang • Identifikasi bentuk fisik • identifikasi benang
berdasarkan bentuk serat tekstil dilakukan
fisiknya sesuai prosedur
3. Menguji nomer benang • Pengujian No. Benang • menjelaskan cara
tekstil dilakukan • Pengujian nomor benang pengujian nomor benang
sesuaiprosedur
4. Menguji antihan ( twist ) • Pengujian arah antihan • menjelaskan cara
benang benang dilakukan sesuai • Pengujian antihan pengujian antihan benang
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 3 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOKPEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
prosedur • menjelaskan peralatan
5. Membuat laporan kerja • Hail pekerjaan dilaporkan pengujian nomor benang
secara tertulis dan sesuai dan antihan bengan
prosedur
6. Melaksanakan aturan • Pekerjaan- pekerjaan • Menjelaskan format
kesehatan dan dalam proses identifikasi laporan Kesehatan dan
keselamatan kerja benang tekstil dilakukan Keselamatan Kerja
dengan mengikutin
petunjuk kesehatan dan
keselamatan kerja yang
berlaku
A. Metode pelaksanaan • Standar ruang pengujian • Macam – macam alat • Ketelitian membaca alat • Menjelaskan macam – • Menentukan RH dan suhu
pengujian benang ditentukan sesuai dengan untuk menentukan RH dan macam alat untuk sesuai dengan alat yang
jenis alat suhu ruang pengujian menentukan suhu & RH digunakan
• Contoh uji benang dapat • Macam – macam contoh • Mengamati setiap • Menjelaskan pengaruh • Menentukan contoh induk
diambil secara acak uji tahapan pengambilan suhu dan RH terhadap kelompok, dan contoh
• Langkah pengujian • Tahapan dalam contoh uji hasil uji laboratorium
ditentukan sesuai dengan pengambilan contoh • Memahami proses • Memahami tahapan • Menentukan contoh uji
kebutuhan • Macam – pengujian pengujian pengambilan contoh uji pengujian yang akan
benang • Menjelaskan macam – dilaksanakan
macam pengujian benang
• Cara pengumpulan data • Pengumpulan data hasil • Menjelaskan cara • Mengelompokkan data
uji • Teliti dalam pengumpulan data hasil pengujian
pengelompokan data
B. Menguji grade benang • Macam – macam grade • Macam – macam grade • Kecermatan dalam • Menjelaskan macam – • Menggulung benang
benang dijelaskan sesuai benang membanding-kan benang macam grade benang dengan yarn inspector
dengan jenisnya standar grade secara
visual
• Grade benang dapat diuji • Cara pengujian grade • Menjelaskan cara • Menentukan grade
sesuai dengan standar benang pengujian grade benang benang
berdasarkan kenampakan
warna kotoran
dibandingkan dengan
standar grade benang
C. Menguji nomor benang • Nomor benang diuji • Uji nomor benang secara • Mengikuti prosedur • Menjelaskan proses • Menguji nomor benang
secara analitis analitik pengujian nomor benang pengujian benang secara analitik
berdasarkan panjang dan
berat
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 4 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOKPEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
• Nomor benang dalam Ne1 • Uji nomor benang dengan • Menjelaskan pengujian • Menguji nomor benang
ditentukan dengan acara kwadran balance nomor benang dengan cara kwadran
kwadran balance berdasarkan panjang per balance
lea
D. Menguji twist benang • Antihan benang tunggal • Uji antihan benang • Mengikuti prosedur • Menjelaskan proses • tunggal meliputi arah
(antihan ) diuji sesuai dengan SN I tunggal pengujian antihan pengujian antihan pada antihan dan umlah antihan
benang tunggal benang tunggal per inchi
berdasarkan arah antihan
dan jumlah antihan
• Uji antihan benang gintir • Mengikuti prosedur • Menjelaskan proses • Menghitung x dan twist
pengujian antihan pengujian antihan benang faktor
benang gintir gintir berdasarkan arah
antihan dan jumlah
antihan per inci
E. Menguji kekuatan tarik dan • Kekuatan tarik dan mulur • Uji kekuatan tarik benang • Mengkuti prosedur • Menjelaskan proses • Menguji kekuatan tarik
mulur benang benang / helai diuji sesuai / helai pengujian kekuatan tarik pengujian kekuatan tarik bennag per helai
dengan prosedur per helai benang dalam gram / • Menghitung X. CN tek
helai dan centi meter
Newton
• Kekuatan tarik dan mulur • Uji kekuatan tarik benang • Mengikuti prosedur • Menjelaskan pengujian • Menguji kekuatan tarik
benang per lea diuji / lea pengujian kekuatan tarik kekuatan tarik / lea benang per lea
sesuaia dengan prosedur per lea berdasarkan berat dalam • Menghitung X, SD, dan
kg lea atau lls / lea error
F. Mengikuti ketidakrataan • Ketidakrataan benang • Uji ketidakrataan benang • Mengikuti prosedur • Menjelaskan proses • Mengikuti
benang diuji sesuai dengan pengujian ketidakrataan pengujian ketidakrataan ketidakrataan benang
prosedur benang benang uster evenes dengan uster evenes
tester berdasarkan tester
prosedur
G. Menguji tahan gesek • Tahan gesek benang diuji • Uji tahan gesek benang • Mengikuti prosedur • Menjelaskan proses • Menguji tahan
benang sesuai dengan prosedur pengujian tahan gesek pengujian tahan gesek gesek benang dengan
benang benang berdasarkan jumlah gesekan tertentu
jumlah gesekan saat putus pada saat benang putus
benang
H. Menguji regain benang • Regain benang dapat • Uji regain benang • Mengikuti prosedur uji • Menjelaskan • Menguji regain
diuji sesuai dengan regain benang pengujian regain pada benang dengan muisture
prosedur benang bentuk cone, ball tester
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 5 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOKPEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
dengan muisture tester • Menghitung data
pengujian
I. Membuat laporan • Hasil pekerjaan dilaporkan • Laporan hasil pekerjaan • Rajin membuat laporan • Menjelaskan cara • Membuat laporan sesuai
pekerjaan secara tertulis sesuai kerja membuat laporan dengan ketentuan
dengan prosedur. pekerjaan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 6 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Menggunakan dan Memelihara Peralatan dan Perlengkapan Kerja
KODE : TEX.OO01.014.01 (Disadur dari SK Otomotif OPKR-10-017B)
DURASI PEMELAJARAN : 14 jam @ 45 menit
A B C D E F G H
Level Kompetensi Kunci
2 1 1 1 1 1 2 1
1. Standar kompetensi ini diterapkan pada :
• Seluruh bagian dalam industri tekstil, yaitu bagian perkantoran, produksi, pemeliharaan & perbaikan, perbengkelan, dan utilitas.
2. Sumber informasi/dokumen dapat termasuk :
• spesifikasi tools, peralatan, perlengkapan dan mesin;
• SOP (Standard Operating Procedures) setiap jenis tugas yang terkait, dalam perusahaan;
• kode area tempat kerja;
• spesifikasi bahan baku, bahan pembantu, dan produk pabrik;
• laporan asuransi perusahaan.
3. Pelaksanaan K 3 harus memenuhi :
• peraturan tentang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
KONDISI KINERJA
4. Sumber-sumber dapat termasuk :
• perangkat lunak/keras komputer, perlengkapan kantor dan kalkulator;
• peralatan tangan/hand tools dan peralatan bertenaga/power tools, peralatan khusus untuk membongkar/menyetel, rak penyimpanan, alat-alat ukur,
peralatan gerinda rol/wire, perlengkapan pembersih mesin;
• buku panduan perawatan tools, peralatan dan bengkel.
5. Kegiatan :
Kegiatan harus dilaksanakan di bawah kondisi kerja normal dan harus meliputi :
• pemeliharaan rutin pada peralatan dan perlengkapan sesuai jadwal;
• peralatan dan perlengkapan yang rusak diberi label;
• perbaikan kecil pada peralatan dan perlengkapan.
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
1. Memilih dan • Peralatan dan perlengkapan • Prosedur penggunaan • Cermat dalam memilih • Memahami prosedur • Melaksanakan prosedur
menggunakan secara yang dapat digunakan dipilih per-alatan dan dan menggunakan pemilihan dan pemilihan dan
aman peralatan tempat untuk memenuhi persyaratan perlengkapan tempat per-alatan penggunaan peralatan pengguna-an
kerja pekerjaan kerja. /perlengkapan. peralatan/perleng-
• Peralatan dan perlengkapan • Prosedur pemeliharaan kapan
digunakan sesuai dengan per-alatan dan
prosedur unruk mendapatkan perlengkapan tempat
hasil yang diinginkan kerja.
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 7 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
• Peralatan dan perlengkapan • Prosedur pemilihan
yang sesuai digunakan untuk peralatan dan
mencegah kecelakaan perlengkapan tempat
terhadap diri sendiri, kerja.
oranglain dan kerusakan hasil
pekerjaan
• Seluruh kegiatan pengujian
peralatan dan perlengkapan
dilaksanakan berdasarkan
SOP ( Standar Operating
Prosedure ) peraturan K3 (
keselamatan dan kesehatan
kerja ),peraturan perundang
undangan dan
prosedur/kebijakan
perusahaan.
2. Memelihara peralatan • Peralatan dan perlengkapan • Prosedur penggunaan • Cermat dalam memilih • Memahami prosedur • Melaksanakan prosedur
dan perlengkapan tempat diperiksa secara teratur per-alatan dan dan menggunakan per- pemilihan dan pemilihan dan
kerja berdasarkanrosedur/rekomen perlengkapan tempat alatan penggunaan peralatan pengguna-an
dasi pabrik pembuatnya, kerja. /perlengkapan. peralatan/perleng-kapan
untuk memastikan kondisi • Prosedur pemeliharaan
kerja yang aman. per-alatan dan
• Kerusakan dan keausan perlengkapan tempat
peralatan dan perlengkapan kerja.
diberi tanda dan dipisahkan • Prosedur pemilihan
dari tempat kerja untuk peralatan dan
diperbaiki atau diganti dan perlengkapan tempat
dilaporkan kepada atasan kerja.
atau pejabat yang terkait.
• Peralatan/perlengkapan
dirawat,disetel dan dipelihara
sesuai jadwal pabrik untuk
memastikan operasi yang
aman dan benar dalam
batasan tanggung jab
• Seluruh kegiatan perbaikan
dan pemeliharaan
dilaksanakan berdasarkan
SOP dan peraturan
K3,Peraturan perundang
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 8 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
undangan dan
prosedur/kebijakan
perusahaan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 9 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Melaksanakan Persiapan Menggambar Teknik
KODE : TEX.OO01.015.01 (Disadur dari SK Otomotif OPKR-10-008B)
DURASI PEMELAJARAN : 30 jam @ 45 menit
A B C D E F G H
Level Kompetensi Kunci
2 1 1 1 1 1 2 1
1. Standar kompetensi ini digunakan untuk :
• bagian pemeliharaan & perbaikan atau perbengkelan.
2. Sumber informasi/dokumen dapat termasuk :
• SOP (Standard Operating Procedures) setiap jenis tugas yang terkait, dalam perusahaan;
• spesifikasi komponen mesin;
• spesifikasi mesin;
• kode area tempat kerja;
• ISO gambar teknik.
3. Pelaksanaan K 3 harus memenuhi :
KONDISI KINERJA • peraturan tentang K 3.
4. Sumber-sumber dapat termasuk :
• Semua peralatan dan perlengkapan yang sesuai dimana digunakan secara terpadu untuk menggambar teknik, contoh : komputer, meja gambar, mesin
gambar, penggaris, T persegi (T squares), alat ukur, pena gambar, pensil.
5. Kegiatan :
Kegiatan harus dilaksanakan di bawah kondisi kerja normal dan harus termasuk :
• dengan tangan dan mesin gambar;
• komputer dan mesin gambar.
6. Kebutuhan spesifik :
• program komputer, kertas gambar, peralatan gamba
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
1. Melaksanakan persiapan • Informasi yang benar Pengetahuan dasar gambar Tepat dalam memberikan Menjelaskan dasar dasar Melakukan persiapan
menggambar teknik diakses dari spesifikasi teknik. informasi yang diakses dari gambar proyeksi. perlengkapan gambar teknik.
komponen/ mesin dan spesifikasi komponen.
dipahami. Standarisasi gambar teknik. Menjelaskan simbol- simbol Menguasai dasar- dasar
• Perlengkapan gambar teknik dan standar gambar flow gambar proyeksi.
dipilih untuk disesuaikan chart.
dengan kebutuhan.
• Penggambaran teknik
dilengkapi untuk memenuhi
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 10 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
persyaratan perusahaan.
• Seluruh kegiatan persiapan
menggambar teknik
dilaksanakan berdasarkan
SOP (Standard Operating
Procedures), peraturan K 3
(Keselamatan dan
Kesehatan Kerja), peraturan
perundang-undangan dan
prosedur/kebijakan
perusahaan.
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 11 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Membaca dan Memahami Gambar Teknik
KODE : TEX.OO01.016.01 (Disadur dari SK Otomotif OPKR-10-009B)
DURASI PEMELAJARAN : 30 jam @ 45 menit
A B C D E F G H
Level Kompetensi Kunci
2 1 1 1 1 1 2 1
1. Standar kompetensi ini digunakan untuk :
• pembacaan dan pemahaman gambar teknik.
2. Sumber informasi/dokumen dapat termasuk :
• SOP (Standard Operation Procedures) setiap tugas yang terkait, dalam perusahaan;
• spesifikasi komponen/produk;
• spesifikasi mesin;
• kode area tempat kerja.
3. Pelaksanaan K 3 harus memenuhi :
KONDISI KINERJA
• peraturan K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
4. Sumber– sumber dapat termasuk :
• peralatan dan perlengkapan yang sesuai;
• gambar teknik;
• meja gambar, penggaris, T-squares, perlengkapan ukuran, pena gambar, pensil dan lain-lain.
5. Kegiatan :
Kegiatan harus dilaksanakan di bawah kondisi kerja normal dan harus termasuk:
• pembacaan dan pemahaman gambar teknik secara rinci.program komputer, kertas gambar, peralatan gamba
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
1. Membaca dan memahami • Mengenal simbol-simbol, Membaca dan memahami Mengenal simbol-simbol,ko Prosedur pengukuran . Mengakses, memahami dan
gambar teknik kode-kode dan penampilan gambar teknik. de-kode dan penampilan Pemahaman gambar teknik. menerapkan informasi tek
diagram/gambar dengan diagram/gambar dengan Pembacaan gambar teknik. nik.
benar. benar. Standar industri gambar Menerapkan standar gambar
• Produk/sistem/komponen Informasi yang diberikan di teknik. teknik.
yang disajikan teridentifikasi mengerti dengan tepat. Standar gambar teknik dari Menentukan informasi teknik
dengan benar. Pembacaan dan pemahaman pabrik komponen/produk. secara benar dalam gambar
• Informasi yang diberikan gambar teknik disesu aikan Prosedur dan kebijakan teknik.
dimengerti dengan tepat. dengan SOP (Stan dar perusahaan tentang gambar
Operasional Prosedur) teknik.
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 12 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Memelihara Komponen Mesin dan Peralatan
KODE : TEX.OO01.017.01 (Disadur dari SK Otomotif OPKR-10-001B)
DURASI PEMELAJARAN : 14 jam @ 45 menit
A B C D E F G H
Level Kompetensi Kunci
2 1 1 1 1 1 2 1
1. Standar kompetensi ini digunakan untuk :
• Bagian produksi, perbengkelan, dan bagian lain yang menggunakan mesin/peralatan.
2. Sumber informasi/dokumen dapat termasuk :
• spesifikasi mesin;
• spesifikasi komponen mesin;
• SOP (Standard Operating Procedures) tugas yang terkait, dalam perusahaan
• kode area tempat kerja.
KONDISI KINERJA 3. Pelaksanaan K3 harus memenuhi :
• Peraturan tentang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
4. Sumber-sumber dapat termasuk :
• peralatan tangan/hand tools, peralatan bertenaga angin/air tools, peralatan bertenaga/power tools, peralatan khusus untuk melepas, peralatan ukur;
• perlengkapan pelumasan dan pembersihan.
5. Kegiatan :
Kegiatan harus dilaksanakan di bawah kondisi kerja normal dan harus meliputi :
• Penggunaan peralatan pelumas dan pembersih dengan benar.
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
1. Melaksanakan • Pemeliharaan komponen Komponen utama mesin . Berhati-hati dalam bekerja Menjelaskan komponen uta Memelihara dan merawat
pemeliharaan komponen dilaksanakan tanpa dan selalu memperhati kan ma suatu mesin. komponen mesin dan
mesin k menyebabkan kerusakan Penggerak motor. SOP, CPR, aturan K3 dan peralatan.
terhadap komponen atau prosedur kebijakan Menjelaskan jenis pemeliha
sistem lainnya Jenis-jenis pemeliharaan dan perusahaan. raan dan perbaikan.
• Informasi yang benar perawatan komponen mesin.
diakses dan dari spesifikasi Menjelaskan spesifikasi mesin
pabrik dan dipahami dan komponennya.
• Pemeliharaan dilaksanakan Spesifikasi mesin dan pera
dengan menggunakan latan. Menjelaskan jenis dan
metode dan perlengkapan macam penggunaan pelu
yang ditentukan mas.
berdasarkan spesifikasi yang Perbaikan ringan dan peng
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 13 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
sesuai terhadap komponen gantian komponen mesin. Menjelaskan prosedur
• Pekerjaan pemeliharaan perbaikan ringan dan
dilaksanakan dengan penggantian komponen
pedoman dari industri yang mesin.
telah ditetapkan
• Data yang tepat dilengkapi
sesuai hasil pemeliharaan
• Seluruh kegiatan
pemeliharaan dilaksanakan
berdasarkan SOP (Standard
Operating Procedures),
peraturan K3, peraturan
perundang-undangan dan
prosedur/kebijaksanaan
perusahaan..
2. Mengidentifikasi dan • Penggunaan pelumas/cairan Macam-macam pelumas. Berhati-hati dalam Menjelaskan cara pengguna Membersihan komponen
menggunakan pelumas/ pembersih yang benar untuk menggunakan minyak pe an minyak pelumas untuk mesin dengan minyak
cairan pembersih yang komponen dilaksanakan Prosedur pelumasan. lumas. membersihkan komponen pelumas/cairan pembersih
benar sesuai dengan spesifikasi mesin. dilakukan sesuai prosedur.
pabrik
• Pembuangan pelumas/cairan Membuang pelumas/cairan
pembersih bekas pembersih bekas sesuai
dilaksanakan berdasarkan dengan Undang-undang
undang-undang lingkungan lingkungan.
hidup
• Penanganan pelumas/cairan
pembersih bekas
dilaksanakan berdasarkan
SOP (Standard Operating
Procedures), K 3, peraturan
perundang-undangan dan
prosedur/kebijaksanaan
perusahaan.
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 14 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Menggunakan dan Memelihara Alat Ukur
KODE : TEX.OO01.018.01 (Disadur dari SK Otomotif OPKR-10-010B)
DURASI PEMELAJARAN : 25 jam @ 45 menit
A B C D E F G H
Level Kompetensi Kunci
2 1 1 1 1 1 2 1
1. Standar kompetensi ini dipergunakan untuk :
• Bagian-bagian dalam industri tekstil yang menggunakan alat ukur, terutama bagian produksi, pemeliharaan & perbaikan, pengujian bahan/produk,
bengkel dan utilitas.
2. Sumber informasi/dokumen dapat termasuk :
• spesifikasi komponen, mesin, perlatan, bahan/produk;
• SOP (Standard Operating Procedures) tugas yang terkait, dalam perusahaan;
• kode area tempat kerja.
3. Pelaksanaan K 3 harus memenuhi :
• peraturan K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
KONDISI KINERJA 4. Sumber-sumber dapat termasuk :
• peralatan tangan/hand tools, alat ukur (antara lain, thermometer, barometer, hygrometer, penggaris baja, jangka sorong/vernier calipers, leafe gauges,
tension meter, hardness meter, RPM meter, pH meter/kertas pH, Baume meter, viscosi-meter, colorimeter, alat timbang, alat ukur volume, kertas
reduktor).
5. Kegiatan :
Kegiatan harus dilaksanakan di bawah kondisi kerja normal dan termasuk :
• pengukuran suhu, tekanan udara, RH, panjang, berat, tegangan, kekerasan, RPM, pH, kekentalan;
• penyetelan rutin dari alat ukur.
6. Persyaratan Khusus :
• pengukuran inci dan meter, gram dan pon
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 15 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
1. Mengukur dimensi dan • Pengukuran dimensi dan Pengukuran perlengkapan Pengukuran dimensi dan va Persyaratan keamanan per Menggunakan peralatan ukur
variabel menggunakan variabel dilaksanakan tanpa komponen dengan riabel dilaksanakan tanpa lengkapan kerja. secara benar.
perlengkapan yang sesuai menyebabkan kerusakan menggunakan perleng kapan menyebabkan kerusakan
terhadap perlengkapan atau umum/tidak khusus. terhadap perlengkapan/ Tipe-tipe alat ukur dan Menggunakan alat ukur
komponen lainnya komponen lainnya. penerapannya. tertentu untuk menukur
• Pemilihan alat ukur yang komponen atan bagian-
sesuai Prosedur pengukuran. bagian.
• Penggunaan teknik
pengukuran yang sesuai dan Skala alat ukur.
hasilnya dicatat dengan
benar
• Seluruh kegiatan
pengukuran dilaksanakan
berdasarkan SOP (Standard
Operating Procedures),
peraturan K 3 (Keselamatan
dan Kesehatan Kerja),
peraturan perundang-
undangan dan prosedur/
kebijakan perusahaan.
2. Memelihara alat ukur • Pemeliharaan alat ukur Pemeliharaan alat ukur. Pemeliharaan alat ukur Prosedur pemeliharaan alat Memelihara alat ukur.
dilaksanakan tanpa dilaksanakan tanpa ukur.
menyebabkan kerusakan menyebabkan kerusakan
terhadap perlengkapan atau terhadap perlengkapan
komponen lainnya lainnya.
• Pemeliharaan rutin dan
penyimpanan alat ukur Seluruh kegiatan pemeliha
sesuai spesifikasi pabrik raan dilaksanakan
• Pemeriksaan dan penyetelan berdasarkan SOP, K3 yang
secara rutin pada alat ukur berlaku.
termasuk kalibrasi alat ukur
dilaksanakan sebelum
digunakan
• Seluruh kegiatan
pemeliharaan dilaksanakan
berdasarkan SOP (Standard
Operating Procedures),
peraturan K 3 (Keselamatan
dan Kesehatan Kerja),
peraturan perundang-
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 16 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
undangan dan
prosedur/kebijakan
perusahaan.
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 17 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Melaksanakan Prosedur Diagnosa
KODE : TEX.OO01.021.01 (Disadur dari SK Otomotif OPKR-10-014B)
DURASI PEMELAJARAN : 25 jam @ 45 menit
A B C D E F G
Level Kompetensi Kunci
2 1 1 1 1 2 1
1. Standar kompetensi ini digunakan :
• bagian pemeliharaan & perbaikan dalam menangani masalah pada mesin/peralatan di bagian produksi.
2. Sumber informasi/dokumen dapat termasuk :
• spesifikasi mesin/komponen mesin/peralatan tambahan;
• SOP (Standard Operating Procedures) tugas yang terkait, dalam perusahaan;
• kode area tempat kerja;
• spesifikasi pabrik produk/komponen;
• kebutuhan operasi proses.
3. Pelaksanaan K 3 harus memenuhi :
• peraturan tentang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
KONDISI KINERJA
4. Sumber-sumber dapat termasuk :
• perangkat lunak/keras komputer, perlengkapan kantor dan kalkulator;
• peralatan dan perlengkapan khusus untuk melepas, pengujian dan diagnosa.
5. Kegiatan :
Kegiatan harus dilaksanakan di bawah kondisi kerja normal dan harus termasuk :
• mendiagnosa, memilah, melepas dan mengganti, membongkar dan menyetel;
• mengidentifikasi secara visual dan pengujian;
• perbandingan komponen/mesin.
6. Variabel lainnya meliputi :
• perlengkapan produksi.
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
1. Mendiagnosa kesalahan/ • Informasi diakses dari Dasar-dasar prngendalian Mematuhi prosedur identi Menjelaskan dasar-dasar pe Melakukan konsep dasar-
kerusakan dari gejala dan sumber yang tepat untuk mutu. fikasi kesalahan/keru sakan ngendalian mutu. dasar pengendalian mutu.
penentuan tindakan menginformasikan tindakan dari gejala kerusakan pada
yang dibutuhkan dalam Dasar-dasar perawatan dan mesin Menjelaskan prosedur Melakukan diagnosa kesa
membantu membedakan perbaikan pada mesin /komponen/perlengkapan perawatan dan perbaikan lahan /kerusakan dari gejala
antara “gejala” dan “sebab”. /komponen/perleng kapan. pada mesin/komponen/ pada mesin/kompo
• Otoritas diberikan untuk perlengkapan. nen/perlengkapan.
membongkar bagian Statistik Quality control.
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 18 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
komponen, agar Teliti di dalam membuat la Menjelaskan pembuatan Melakukan tindakan perba
pemeriksaan lebih akurat poran hasil pengumpulan laporan berdasarkan ikan berdasarkan laporan
dalam mendiagnosa data. pengumpulan data. hasil pengumpulan data.
kesalahan/kerusakan (jika
diperlukan).
• Pendiagnosaan kesalahan/
kerusakan dilaksanakan
tanpa menyebabkan
kerusakan terhadap area
tempat kerja, mesin dan
perlengkapan.
• Strategi pendiagnosaan
dikembangkan sehingga
dapat digunakan untuk
menentukan suatu
kerusakan/kesalahan pada
mesin/ komponen/
perlengkapan.
• Pengidentifikasian
kerusakan/kesalahan
didapat dari hasil tes, dan
”rencana tindakan”
diputuskan selama
perbaikan.
• Laporan hasil pemeriksaan
dilengkapi dalam format
yang ditetapkan.
• Seluruh kegiatan
pemeriksaan dilaksanakan
berdasarkan SOP (Standard
Operating Procedures),
peraturan K 3 (Keselamatan
dan Kesehatan Kerja),
peraturan perundang-
undangan dan prosedur/
kebijakan perusahaan.
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 19 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Memelihara dan Memperbaiki Kompresor Udara dan Komponen-komponennya
KODE : TEX.OO01.024.01 (Disadur dari SK Otomotif OPKR-10-005B)
DURASI PEMELAJARAN : 25 jam @ 45 menit
A B C D E F G
Level Kompetensi Kunci
2 1 1 1 1 1 1
1. Standar kompetensi ini digunakan untuk :
• Jasa pelayanan pemeliharaan & perbaikan bidang perbengkelan.
2. Sumber informasi/dokumen dapat termasuk :
• spesifikasi mesin/komponen mesin/peralatan tambahan;
• spesifikasi kompresor udara;
• SOP (Standard Operation Procedures) tugas yang terkait, dalam perusahaan;
• fungsi kompresor udara;
• kode area tempat kerja;
• peraturan dan perundang-undangan yang berlaku;
• lembaran data keamanan bahan.
3. Pelaksanaan K 3 harus memenuhi :
KONDISI KINERJA
• peraturan tentang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
4. Sumber-sumber dapat termasuk :
• peralatan tangan/hand tools, peralatan bertenaga angin/air tools, peralatan bertenaga/power tools, peralatan khusus/special tools untuk melepas/menyetel,
perlengkapan pengujian, perlengkapan pelumasan, perlengkapan pengukuran;
• pelumas kompresor dan pelumas roda gigi;
• perlengkapan perlindungan diri yang tepat.
5. Kegiatan :
Kegiatan harus dilaksanakan di;bawah kondisi kerja normal dan harus termasuk :
• melakukan persyaratan pemeliharaan,
• mengidentifikasi dan menambahkan jenis-jenis pelumas,
• melaksanakan pemeriksaan keamananan kompresor udara sesuai dengan rekomendasi dan spesifikasi pabrik.
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
1. Memelihara dan • Pemeliharaan dan perbaikan
memperbaiki kompresor kompresor udara
udara dan komponen- dilaksanakan tanpa
komponennya menyebabkan kerusakan
terhadap komponen atau
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 20 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
sistem lainnya.
• Informasi yang benar
diakses dari spesifikasi
pabrik dan dipahami.
• Pemeliharaan dan perbaikan
kompresor udara
dilaksanakan dengan
menggunakan metode dan
perlengkapan yang
ditentukan berdasarkan
spesifikasi yang sesuai
terhadap komponen.
• Pekerjaan pemeliharaan
dilaksanakan dengan
pedoman dari industri yang
telah ditetapkan.
• Data yang tepat dilengkapi
sesuai hasil pemeliharaan
dan perbaikan.
• Seluruh kegiatan
pemeliharaan/servis dan
perbaikan dilaksanakan
berdasarkan SOP (Standard
Operation Procedures),
peraturan K 3 (Keselamatan
dan Kesehatan Kerja),
peraturan perundang-
undangan dan prosedur/
kebijakan perusahaan.
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 21 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Pelaksanaan Operasi Penanganan Secara Manual
KODE : TEX.OO01.025.01 (Disadur dari SK Otomotif OPKR-10-005B)
DURASI PEMELAJARAN : 25 jam @ 45 menit
A B C D E F G
Level Kompetensi Kunci
3 2 2 2 2 3 3
1. Standar kompetensi digunakan untuk :
• Jasa pelayanan pemeliharaan & perbaikan bidang perbengkelan.
2. Sumber informasi/dokumen dapat termasuk :
• spesifikasi mesin/komponen/bahan/produk,
• SOP (Standard Operation Procedures) tugas yang terkait, dalam perusahaan,
• kode area tempat kerja.
3. Pelaksanaan K 3 harus memenuhi :
• peraturan tentang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
KONDISI KINERJA
4. Sumber-sumber dapat termasuk :
• perlengkapan penentuan berat (skala atau tanda-tanda penunjuk) dan perlengkapan keamanan.
5. Kegiatan :
Kegiatan harus dilaksanakan di bawah kondisi kerja normal dan meliputi :
• penggunaan perlengkapan tangan atau secara manual.
6. Persyaratan khusus :
• part/komponen yang sesuai untuk penanganan secara manual,
• bahaya yang timbul (contoh: zat kimia, cairan dan gas).
SUB KOMP MATERI POKOK PEMELAJARAN
KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
ETENSI SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 22 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
SUB KOMP MATERI POKOK PEMELAJARAN
KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
ETENSI SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
1. Mengangkat dan § Pekerjaan dilaksanakan § Teknik penanganan secara § Cermat dan hati-hati § Teknik-teknik penanganan § Melaksanakan pengang-
memindahkan tanpa menyebabkan keru- manual yang benar dan aman. dalam pelaksanaan secara manual yang katan dan pemindahan
material/komponen/ sakan-kerusakan terhadap § Teknik pemindahan dan pengangkatan dan benar/ prosedur material/
part. komponen atau sistem pengangkatan material sesuai pemindahan material/ pengangkatan dan komponen/part
lainnya. dengan standar tempat kerja. komponen/part pemindahan yang aman § Menerapkan undang-
§ Berat material ditentukan § Mematuhi undang- § Persyaratan keamanan undang keselamatan
dengan benar dengan peng- undang keselamatan perlengkapan/ material kerja
gunaan teknik yang paling kerja § Persyaratan keselamatan
memadai. diri
§ Perlengkapan yang tepat § Kode area tempat kerja.
dipilih sesuai kebutuhan.
§ Part-part/komponen/
material yang di angkat
diperiksa terhadap bahaya-
bahaya yang timbul.
§ Teknik pengangkatan dilaku-
kan dibawah standar tempat
kerja Indonesia. Cara-cara
pemindahan dengan mem-
pertimbangkan metode,
penyimpanan, berat, tinggi
dan posisinya.
§ Part/komponen/material
ditempatkan dengan aman
pada perlengkapan pemin-
dahan dan penempatan
kembali dengan memastikan
keselamatan petugas dan
keamanan dari part/
komponen/material.
§ Seluruh kegiatan dilaksana-
kan berdasarkan SOP
(Standard Operation
Procedures), undang-undang
K 3 (Keselamatan dan Kese-
hatan Kerja), peraturan
perundang-undangan dan
prosedur/kebijakan perusa-
haan.
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 23 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Membuka Bal Serat Kapas
KODE : TEX.SP02.003.01
DURASI PEMELAJARAN : 25 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 1 - 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Pembukaan bal serat, terutama untuk serat kapas.
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Petunjuk / Label pada bal, Prosedur Penggunaan Peralatan, Instruksi Kerja, dan Aturan K3
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan pembukaan bal Instruksi Kerja dibaca dengan Instruksi kerja, peralatan Tepat dalam menyiapkan Menjelaskan instruksi kerja Menyiapkan alat, bal serat,
serat teliti. pembuka bal serat, bal serat alat, bal serat, tempat dan penyiapan alat, bal serat, tempat dan penyusunan bal
Peralatan yang diperlukan dan tempat serta penyusunan penyusunan bal serat tempat dan penyusunan bal serat sesuai instruksi kerja
untukpembukaan bal serat bal-bal serat sesuai lot sesuai dengan instruksi serat sesuai dengan lot
disiapkan sesuai Prosedur. kerja
Bal serat yang akan dibuka
disiapkan di tempat pembukaan
bal.
Penyusunan bal-bal serat
dilakukan sesuai Instruksi Kerja.
Membuka bal serat Pembukaan pengikat bal serat Prosedure membuka, Cermat dalam membuka, Menjelaskan prosedure Membuka, mengumpulkan
dilakukan sesuai Prosedur. mengumpulkan pengikat dan mengumpulkan pengikat membuka, mengumpulkan pengikat dan pembungkus,
Pengumpulan pengikat dan pembungkus, kebersihan dan pembungkus, pengikat dan pembungkus, kebersihan tempat serta
pembungkus bal serat dilakukan tempat serta meletakkan bal kebersihan tempat serta kebersihan tempat serta meletakkan bal serat yang
sesuai Instruksi Kerja. serat yang telah dibuka meletakkan bal serat yang meletakkan bal serat yang telah dibuka
Kebersihan tempat pembukaan telah dibuka telah dibuka
bal dijaga sesuai Instruksi Kerja.
Peletakan bal serat yang telah
dibuka dilakukan sesuai Instruksi
Kerja.
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 24 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Melaksanakan aturan Pekerjaan-pekerjaan dalam Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan prosedure Melaksanakan prosedure
kesehatan dan keselamatan pembukaan bal serat dilakukan keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
kerja dengan mengikuti aturan membuka bal serat kesehatan dan kerja dalam membuka bal kerja dalam membuka bal
kesehatan dan keselamatan kerja keselamatan kerja dalam serat serat
yang berlaku. membuka bal serat
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Teliti dalam menyusun Menjelaskan prosedure Membuat laporan hasil kerja
Prosedur laporan pembuatan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 25 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Melakukan Pencampuran Serat Kapas
KODE : TEX.SP02.004.01
DURASI PEMELAJARAN : 25 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 1 - 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Pencampuran serat-serat kapas secara manual, atau serat staple lain yang sejenis.
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Prosedur Pencampuran Serat, Instruksi Kerja, dan Aturan K3.
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan pencampuran Instruksi Kerja dibaca dengan Instruksi kerja, perlatan Cermat dalam mengikuti Menjelaskan instruksi kerja, Menyiapkan pencampuran
serat kapas teliti. pencampur serat, serat-serat instruksi kerja, perlatan pencampur serat, serat secara mixing dan
Peralatan yang diperlukan untuk dan tempat pencampuran serat menyiapkan peralatan, serat-serat dan tempat blending
pembukaan bal serat dan secara mixing maupun blending serat-serat dan tempat pencampuran serat secara
pencampuran serat-serat pencampuran serat secara mixing dan blending
disiapkan sesuai Instruksi Kerja mixing dan blending
dan Prosedur.
Kesiapan serat-serat kapas yang
akan dicampur diperiksa sesuai
Prosedur.
Kesiapan tempat untuk
pencampuran serat-serat kapas
diperiksa sesuai Prosedur.
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 26 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Mengambil gumpalan serat Pembukaan bal-bal serat kapas Prosedure pembukaan bal-bal Cermat dalam pembukaan Menjelaskan prosedure Membukaan bal-bal serat,
yang akan dicampur dilakukan serat, pengambilan gumpalan bal-bal serat, pengambilan pembukaan bal-bal serat, Mengambilan gumpalan
sesuai Prosedur. serat, penempatan gumpalan gumpalan serat, pengambilan gumpalan serat, menempatkan
Pengambilan gumpalan kecil serat serat dan pencampuran serat penempatan gumpalan serat, penempatan gumpalan serat dan
dari masing-masing bal kapas secara mixing dan blending serat dan pencampuran gumpalan serat dan mencampur serat secara
atau masing-masing gumpalan serat secara mixing dan pencampuran serat secara mixing dan blending
besar serat dilakukan sesuai blending mixing dan blending
Instruksi Kerja dan Prosedur.
Penempatan gumpalan-gumpalan
serat dilakukan sesuai Instruksi
Kerja dan Prosedur.
Pencampuran serat kapas
dilakukan sesuai Instruksi Kerja
dan Prosedur.
Melaksanakan aturan Pekerjaan pencampuran serat Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan prosedure Melaksanakan prosedure
kesehatan dan keselamatan kapas dilakukan dengan mengikuti keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
kerja aturan kesehatan dan pencampuran serat secara kesehatan dan kerja dalam pencampuran kerja dalam pencampuran
keselamatan kerja yang berlaku. mixing dan blending keselamatan kerja dalam serat secara mixing dan secara mixing dan blending
pencampuran serat secara blending
mixing dan blending
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Teliti dalam menyusun Menjelaskan prosedure Membuat laporan hasil kerja
Prosedur. laporan pembuatan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 27 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Melakukan Penyuapan Serat Secara Manual Di Mesin Feeding Pada Mesin Blowing
KODE : TEX.SP02.005.01
DURASI PEMELAJARAN : 25 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 1 - 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Operasi penyuapan secara manual di semua jenis mesin Feeding pada unit Blowing.
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Operasi Unit Blowing, Prosedur Penyuapan Serat, Instruksi Kerja, dan Aturan K3.
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Memeriksa kesiapan bahan Instruksi Kerja dibaca dengan Instruksi kerja, prosedure Teliti dalam membaca Menjelaskan instruksi kerja Memeriksa kesiapan bahan
baku teliti. penyiapan bahan baku panjang instruksi kerja dan tepat dan prosedure penyiapan baku sesuai dengan instruksi
Kesiapan bahan baku diperiksa serat efektif dalam memriksa kesiapan bahan baku panjang serat kerja
sesuai Prosedur. bahan baku panjang serat efektif
efektif
Mengoperasikan unit Kesiapan unit Blowing diperiksa Prosedure kesiapan mesin, Tepat dalam mengikuti Menjelaskan prosedure Menyiapkan mesin,
Blowing sesuai Prosedur. pengoperasian mesin dan prosedure kesiapan mesin, kesiapan mesin, mengoperasikan mesin dan
Pengoperasian mesin dilakukan penghentian mesin blowing pengoperasian mesin dan pengoperasian mesin dan menghentikan mesin
sesuai Prosedur. penghentian mesin penghentian mesin blowing blowing
Penghentian mesin dilakukan blowing
sesuai Prosedur.
Melakukan penyuapan Pencabikan gumpalan serat dari Prosedure dan instruksi kerja Tepat dalam mengikuti Menjelaskan prosedure dan Mencabik dan menyuapkan
bal serat dilakukan sesuai pencabikan gumpalan serat dan prosedure dan instruksi instruksi kerja pencabikan gumpalan serat ke mesin
Instruksi Kerja dan Prosedur. penyuapan ke mesin feeding kerja pencabikan gumpalan serat dan feeding
Penyuapan gumpalan serat ke gumpalan serat dan penyuapan ke mesin feeding
mesin Feeding dilakukan sesuai penyuapan ke mesin
Instruksi Kerja dan Prosedur. feeding
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 28 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Mengendalikan proses Jalannya proses dikontrol sesuai Prosedure pengawasan Teliti dalam mengawasi Menjelaskan prosedure Mengawasi jalannya proses,
Prosedur. jalannya proses, mengatasi jalannya proses, mengatasi pengawasan jalannya mengatasi gangguan proses
Gangguan proses yang terjadi gangguan proses dan pelaporan gangguan proses dan proses, mengatasi gangguan dan melaporkan gangguan
diatasi sesuai Prosedur. gangguan proses yang tidak pelaporan gangguan proses dan pelaporan proses yang tidak dapat
Gangguan pada mesin yang tidak dapat diatasi proses yang tidak dapat gangguan proses yang tidak diatasi sesuai prosedure
dapat diatasi dilaporkan sesuai diatasi sesuai prosedure dapat diatasi
Prosedur.
Melaksanakan aturan Pekerjaan-pekerjaan dalam Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan prosedure Melaksanakan prosedure
kesehatan dan keselamatan operasi penyuapan dilakukan keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
kerja dengan mengikuti aturan pekerjaan-pekerjaan operasi kesehatan dan kerja dalam pekerjaan kerja dalam pekerjaan
kesehatan dan keselamatan kerja pnyuapan bahan keselamatan kerja dalam operasi penyuapan bahan operasi penyuapan bahan
yang berlaku. pekerjaan operasi
penyuapan bahan
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Teliti dalam menyusun Menjelaskan prosedure Membuat laporan hasil kerja
Prosedur. laporan pembuatan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 29 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Melakukan Penyuapan Serat Dengan Alat Otomatis Di Mesin Feeding Pada Mesin Blowing
KODE : TEX.SP02.006.01
DURASI PEMELAJARAN : 25 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 1 - 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Operasi penyuapan dengan semua jenis alat penyuapan otomatis pada unit Blowing.
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Operasi Unit Blowing, Buku Manual Operasi Alat Penyuap Otomatis, Instruksi Kerja, dan Aturan K3.
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Memeriksa kesiapan proses Instruksi Kerja dibaca dengan Instruksi kerja, prosedure Teliti dalam membaca Menjelaskan instruksi kerja Memeriksa kesiapan bahan
teliti. penyiapan bahan baku panjang instruksi kerja dan tepat dan prosedure penyiapan baku sesuai dengan instruksi
Kesiapan bahan baku diperiksa serat efektif dalam memriksa kesiapan bahan baku panjang serat kerja
sesuai Prosedur. bahan baku efektif
Mengoperasikan unit Kesiapan unit Blowing diperiksa Prosedure kesiapan mesin, Tepat dalam mengikuti Menjelaskan prosedure Menyiapkan mesin,
Blowing sesuai Prosedur. pengoperasian mesin dan prosedure kesiapan mesin, kesiapan mesin, mengoperasikan mesin dan
Pengoperasian mesin dilakukan penghentian mesin blowing pengoperasian mesin dan pengoperasian mesin dan menghentikan mesin
sesuai Prosedur. penghentian mesin penghentian mesin blowing blowing
Penghentian mesin dilakukan blowing
sesuai Prosedur.
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 30 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Melakukan penyuapan Kesiapan alat penyuapan otomatis Prosedure penyiapan alat Tepat dalam menyiapkan Menjelaskan prosedure Menyiapkan alat penyuapan
diperiksa sesuai Prosedur. penyuapan otomatis, susunan alat penyuapan otomatis, penyiapan alat penyuapan otomatis, menyusun bal-bal
Kesiapan bal-bal serat dan bal-bal serat, pengoperasian menyusunan bal-bal serat, otomatis, susunan bal-bal serat, mengoperasikan alat
susunannya diperiksa sesuai alat penyuapan otomatis, mengoperasikan alat serat, pengoperasian alat penyuapan otomatis,
Instruksi Kerja. penyuapan bahan baku ke penyuapan otomatis, penyuapan otomatis, menyuapkan bahan baku ke
Pengoperasian alat penyuapan mesin feeding dan penghentian menyuapkan bahan baku penyuapan bahan baku ke mesin feeding dan
otomatis dilakukan sesuai alat penyuapan otomatis ke mesin feeding dan mesin feeding dan menghentikan alat
Prosedur. menghentikan alat penghentian alat penyuapan penyuapan otomatissesuai
Operasi penyuapan bahan baku penyuapan otomatis sesuai otomatis prosedure
ke mesin Feeding dilakukan prosedure
sesuai Instruksi Kerja dan
Prosedur.
Penghentian alat penyuapan
otomatis dilakukan sesuai
Prosedur.
Mengendalikan proses Jalannya proses dikontrol sesuai Prosedure pengawasan Teliti dalam mengawasi Menjelaskan prosedure Mengawasi jalannya proses,
Prosedur. jalannya proses, mengatasi jalannya proses, mengatasi pengawasan jalannya mengatasi gangguan proses
Gangguan proses yang terjadi gangguan proses dan pelaporan gangguan proses dan proses, mengatasi gangguan dan melaporkan gangguan
diatasi sesuai Prosedur. gangguan proses yang tidak pelaporan gangguan proses dan pelaporan proses yang tidak dapat
Gangguan pada mesin yang tidak dapat diatasi proses yang tidak dapat gangguan proses yang tidak diatasi sesuai prosedure
dapat diatasi dilaporkan sesuai diatasi sesuai prosedure dapat diatasi
Prosedur.
Melaksanakan aturan Pekerjaan-pekerjaan dalam Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan prosedure Melaksanakan prosedure
kesehatan dan keselamatan operasi penyuapan dilakukan keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
kerja dengan mengikuti aturan pekerjaan-pekerjaan operasi kesehatan dan kerja dalam pekerjaan kerja dalam pekerjaan
kesehatan dan keselamatan kerja pnyuapan bahan keselamatan kerja dalam operasi penyuapan bahan operasi penyuapan bahan
yang berlaku. pekerjaan operasi
penyuapan bahan
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Teliti dalam menyusun Menjelaskan prosedure Membuat laporan hasil kerja
Prosedu laporan pembuatan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 31 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Mengoperasikan Mesin Scutcher
KODE : TEX.SP02.007.01
DURASI PEMELAJARAN : 100 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 1 - 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Pengoperasian semua jenis mesin Scutcher dan pelaksanaan doffing gulungan lap.
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Operasi Unit Blowing & Mesin Scutcher, Prosedur Doffing Gulungan Lap, Instruksi Kerja, dan
Aturan K3
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Memeriksa kesiapan mesin Instruksi Kerja dibaca dengan Instruksi kerja, prosedure Teliti dalam membaca Menjelaskan prosedure Memeriksa kesiapan mesin
Scutcher teliti. penyiapan mesin scutcher instruksi kerja dan tepat penyiapan lap stick, lap scutcher dan peralatannya
Kesiapan mesin Scutcher dan meliputi penentuan jumlah dalam memriksa kesiapan sheet, jumlah pukulan sesuai dengan prosedure
peralatannya diperiksa sesuai pukulan perserat dan mesin scutcher dan perserat dan instruksi kerja
Instruksi Kerja dan Prosedur. peralatannya pealatannya
Mengoperasikan unit Pengoperasian mesin dilakukan Prosedure pengopersian dan Teliti dalam Menjelaskan prosedure Mengoperasikan dan
Blowing sesuai Prosedur. penghentian mesin scutcher mengoperasikan dan pengopersian dan menghentikan mesin
Penghentian mesin dilakukan menghentikan mesin penghentian mesin scutcher scutcher sesuai prosedure
sesuai Prosedur. scutcher sesuai prosedure
Melakukan doffing lap Pelaksanaan doffing gulungan lap Instruksi kerja dan prosedure Tepat dalam melakukan Menjelaskan instruksi kerja Melakukan doffing gulungan
dilakukan sesuai Instruksi Kerja doffing , menangani hasil akhir doffing gulungan lap dan prosedure doffing, lap sesuai instruksi kerja dan
dan Prosedur meliputi penentuan nomer sesuai instruksi kerja dan menangani hasil akhir prosedure
hasil, produksi dan efisiensi prosedure meliputi menentukan nomor
produksi hasil, produksi dan efisiensi
produksi
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 32 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Mengendalikan proses Jalannya proses dikontrol sesuai Prosedure pengawasan Teliti dalam mengawasi Menjelaskan prosedure Mengawasi jalannya proses,
Prosedur. jalannya proses, mengatasi jalannya proses, mengatasi pengawasan jalannya mengatasi gangguan proses
Gangguan proses yang terjadi gangguan proses dan pelaporan gangguan proses dan proses, mengatasi gangguan dan melaporkan gangguan
diatasi sesuai Prosedur. gangguan proses yang tidak pelaporan gangguan proses dan pelaporan proses yang tidak dapat
Gangguan pada mesin yang tidak dapat diatasi proses yang tidak dapat gangguan proses yang tidak diatasi sesuai prosedure
dapat diatasi dilaporkan sesuai diatasi sesuai prosedure dapat diatasi
Prosedur.
Melaksanakan aturan Pengoperasikan mesin Scutcher Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan prosedure Melaksanakan prosedure
kesehatan dan keselamatan dilakukan dengan mengikuti keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
kerja aturan kesehatan dan mengendalikan proses kesehatan dan kerja dalam mengendalikan kerja dalam mengendalikan
keselamatan kerja yang berlaku. keselamatan kerja dalam proses proses
mengendalikan proses
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Teliti dalam menyusun Menjelaskan prosedure Membuat laporan hasil kerja
Instruksi Kerja dan Prosedur. laporan pembuatan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 33 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Melakukan Pembersihan Unit Mesin Blowing
KODE : TEX.SP02-008-01
DURASI PEMELAJARAN : 25 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 - - 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Semua jenis unit Blowing.
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Unit Blowing, Prosedur Pembersihan Unit Blowing, Instruksi Kerja, dan Aturan K3
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan operasi Instruksi Kerja dibaca dengan Instruksi kerja dan prosedure Teliti dalam membaca Menjelaskan instruksi kerja Memeriksa kesiapan
pembersihan teliti. operasi pembersihan dan instruksi kerja dan tepat dan prosedure operasi peralatan operasi
Peralatan yang diperlukan untuk peralatan yang diperlukan dalam memriksa kesiapan pembersihan pembersihan sesuai dengan
operasi pembersihan disiapkan peralatan operasi prosedure dan instruksi
sesuai Prosedur. pembersihan kerja
Melakukan pembersihan unit Bagian-bagian unit Blowing yang Bagian mesin blowing yang Tepat dalam Menjelaskan bagian mesin Membersihkan bagian mesin
Blowing perlu dibersihkan diketahui. perlu dibersihkan, instruksi membersihkan bagian blowing yang perlu blowing dan menempatkan
Pembersihan bagian-bagian unit kerja dan prosedure mesin blowing dan dibersihkan, instruksi kerja limbah serta sesuai instruksi
Blowing dilakukan sesuai Instruksi pembersihan dan penempatan penempatan limbah serta dan prosedure pembersihan kerja dan prosedure
Kerja dan Prosedur. limbah dan kotoran sesuai instruksi kerja dan dan penempatan limbah dan
Penempatan limbah dan kotoran prosedure kotoran
dilakukan sesuai Instruksi Kerja.
Melaksanakan aturan Pelaksanaan pembersihan unit Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan prosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan Blowing dilakukan dengan keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja mengikuti aturan kesehatan dan pembersihan unit mesin kesehatan dan kerja dalam pembersihan kerja dalam pembersihan
keselamatan kerja yang berlaku. blowing keselamatan kerja dalam unit mesin blowing unit mesin blowing
pembersihan unit mesin
blowing
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Teliti dalam menyusun Menjelaskan prosedure Membuat laporan hasil kerja
Prosedur. laporan pembuatan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 34 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Melakukan Pelumasan Pada Unit Mesin Blowing
KODE : TEX.SP02.009.01
DURASI PEMELAJARAN : 25 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 - - 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Pelumasan pada semua jenis unit Blowing.
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Pelumasan Unit Blowing, Prosedur Pelumasan Unit Blowing, Instruksi Kerja, dan Aturan K3.
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan pekerjaan Pengetahuan dasar tentang Bagian-bagian mesin blowing Tepat dalam menentukan Menjelaskan bagian-bagian Menentukan bagian-bagian
pelumasan bagian-bagian yang perlu dilumasi yang perlu dilumasi, jenis-jenis bagian-bagian mesin mesin blowing yang perlu mesin blowing yang perlu
pada unit Blowing dikuasai. pelumas, instruksi kerja dan blowing yang perlu dilumasi, jenis-jenis dilumasi, jenis-jenis
Pengetahuan dasar tentang jenis- peralatan yang diperlukan dilumasi, jenis-jenis pelumas, instruksi kerja dan pelumas, menyiapkan
jenis pelumas dan peralatan pelumas, teliti dalam peralatan yang diperlukan pelumas dan peralatan yang
pelumasan dikuasai. membaca instruksi kerja diperlukan
Instruksi Kerja dibaca dengan dan tepat dalam
teliti. menentukan pelumas dan
Pelumas dan peralatan yang peralatan yang diperlukan
diperlukan disiapkan sesuai
Instruksi Kerja dan Prosedur.
Melakukan pelumasan pada Pelumasan pada unit Blowing Instruksi kerja dan prosedure Tepat dalam mengikuti Menjelaskan instruksi kerja Melaksanakan pelumasan
unit Blowing dilaksanakan sesuai Instruksi pelumasan mesin blowing, instruksi kerja dan dan prosedure pelumasan mesin blowing,
Kerja dan Prosedur. kebersihan mesin, pengatasan prosedure kerja pelumasan mesin blowing, kebersihan membersihkan mesin,
Kebersihan mesin dijaga. gangguan ringan dan pelaporan mesin blowing, kebersihan mesin, pengatasan mengatasi gangguan ringan
Gangguan ringan pada gangguan ringan yang tidak mesin, mengatasi gangguan ringan dan dan melaporkan gangguan
pelaksanaan pelumasan diatasi dapat diatasi gangguan ringan dan pelaporan gangguan ringan ringan yang tidak dapat
atau dilaporkan sesuai prosedur. melaporkan gangguan yang tidak dapat diatasi diatasi
ringan yang tidak dapat
diatasi
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 35 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Melaksanakan aturan Pelaksanaan pelumasan pada unit Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan irosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan Blowing dilakukan dengan keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja mengikuti aturan kesehatan dan melaksanakan pelumasan di kesehatan dan kerja dalam melaksanakan kerja dalam pelaksanaan
keselamatan kerja yang berlaku. mesin blowing keselamatan kerja dalam pelumasan di unit mesin pelumasan pada unit mesin
pembersihan unit mesin blowing blowing
blowing
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Teliti dalam menyusun Menjelaskan prosedure Membuat laporan hasil kerja
Prosedur. laporan pembuatan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 36 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Mengoperasikan Mesin Flat Card
KODE : TEX.SP02.012.01
DURASI PEMELAJARAN : 100 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 1 - 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Mesin Flat Card dengan masukan gulungan lap atau system chute-feed.
• Mesin Flat Card, tunggal atau tandem, yang menggunakan Doffer Comb atau Cross-roll.
KONDISI KINERJA
2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Pengoperasian Mesin Flat Card, Prosedur Pengoperasian Mesin Flat Card, Instruksi Kerja, dan
Aturan K3.
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan operasi mesin Instruksi Kerja dibaca dengn teliti. Instruksi dan prosedure kerja, Tepat dalam mengikuti Menjelaskan instruksi dan Menyiapkan operasi mesin
Kesiapan mesin Flat Card pemeriksaan kesiapan mesin instruksi dan prosedure prosedure kerja, memeriksa flat card, memasang
diperiksa sesuai Prosedur. flat card yanmeliputi penentuan kerja, pemeriksaan menyiapkan mesin flat card gulungan lap, lap cadangan
Pemasangan gulungan lap pada roda gigi ganti regangan dan kesiapan mesin flat card (penentuan roda gigi ganti dan can kosong pada turn
Lap Roll dan gulungan lap produksi, penyiapan gulungan (roda gigi ganti regangan , regangan dan produksi) , table serta melaporkan
cadangan pada dudukannya di lap dan penentuan nomor produksi), pemasangan menyiapkan gulungan lap ketidaksiapan mesin sesuai
mesin Flat Card dilakukan sesuai bahan (SD, CV, E), lap gulungan lap, lap dan menentukan nomor instruksi dan prosedure
Prosedur. cadangan pada tempat cadangan dan can kosong bahan (SD, CV, E), lap kerja
Pemasangan can kosong pada dudukannya dan can kosong pada turn table serta cadangan, dan can kosong
Turn-table dilakukan sesuai pada turn table serta pelaporan pelaporan ketidaksiapan pada turn table serta
Prosedur. ketidaksiapan mesin mesin pelaporan ketidaksi
Ketidaksiapan mesin dilaporkan
sesuai Prosedur.
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 37 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Mengoperasikan mesin Pengoperasian mesin Flat Card Instrusi dan prosedure kerja, Tepat dalam mengikuti Menjelaskan instrusi dan Mengoperasikan mesin,
dilakukan sesuai Prosedur. pengoperasian mesin, instruksi dan prosedure prosedure kerja, menyuapkan lap pada feed
Penyuapan lap pada Feed Roll penyuapan lap pada feed roller, kerja, pengoperasian pengoperasian mesin, roller, menyuapkan web
dan penyuapan web pada penyuapan web pada terompet, mesin, penyuapan lap penyuapan lap pada feed pada terompet, mengontrol
Terompet dilakukan sesuai pengontrolan jalannya proses, pada feed roller, roller, penyuapan web pada jalannya proses, mengatasi
Prosedur. mengatasi gangguan proses penyuapan web pada terompet, pengontrolan gangguan proses yang
Jalannya proses dikontrol sesuai yang terjadi dan pelaporan terompet, pengontrolan jalannya proses, mengatasi terjadi dan melaporkan
Instruksi Kerja. gangguan pada mesin yang jalannya proses, mengatasi gangguan proses yang gangguan pada mesin yang
Gangguan proses yang terjadi tidak dapat diatasi gangguan proses yang terjadi dan pelaporan tidak dapat diatasi sesuai
(misalnya, penyambungan sliver) terjadi dan pelaporan gangguan pada mesin yang instruksi dan prosedure
diatasi sesuai Prosedur. gangguan pada mesin tidak dapat diatasi kerja
Gangguan pada mesin yang tidak yang tidak dapat diatasi
dapat diatasi dilaporkan sesuai
Prosedur.
Penghentian mesin Flat Card
dilakukan sesuai Prosedur.
Melakukan doffing Penggantian can penuh dengan Prosedure kerja, penggantian Tepat dalam mengikuti Menjelaskan prosedure Melaksanakan doffing,
can kosong (doffing) dilakukan can penuh dengan can kosong prosedure kerja, kerja, penggantian can mengganti can penuh
sesuai Prosedur. dan pemutusan sliver, penggantian can penuh penuh dengan can kosong dengan can kosong dan
Pemutusan sliver dilakukan sesuai menangani hasil akhir yang dengan can kosong dan dan pemutusan sliver, memutus sliver sesuai
Prosedur. meliputi penentuan nomor pemutusan sliver menangani hasil akhir yang prosedure kerja
hasil, produksi dan efisiensi meliputi penentuan nomor
hasil, produksi dan efisiensi
Melaksanakan aturan Pekerjaan mengoperasikan mesin Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan prosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan Flat Card dilakukan sesuai aturan keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja Kesehatan dan Keselamatan Kerja mengoperasikan mesin flat card kesehatan dan kerja dalam mengperasikan kerja dalam mengoperasikan
yang berlaku. keselamatan kerja dalam mesin flat card mesin flat card
mengoperasikan mesin flat
card
Membuat laporan kerja Hasil pekerjaan dilaporkan sesuai Prosedure pembuatan laporan Teliti dalam menyusun Menjelaskan prosedure Membuat laporan hasil kerja
Prosedur. laporan pembuatan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 38 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Mengoperasikan Mesin Roller Card
KODE : TEX.SP02.013.01
DURASI PEMELAJARAN : 100 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 1 - 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Mesin Roller Card yang masukannya berupa gulungan lap atau gumpalan serat.
• Mesin Roller Card, tunggal atau tandem, yang menggunakan Doffer Comb atau Cross-roll.
KONDISI KINERJA
2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Pengoperasian Mesin Roller Card, Prosedur Pengoperasian Mesin Roller Card, Instruksi Kerja, dan
Aturan K3.
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan operasi mesin Instruksi Kerja dibaca dengn teliti. Instruksi dan prosedure kerja, Tepat dalam mengikuti Menjelaskan instruksi dan Menyiapkan operasi mesin
Kesiapan mesin Roller Card pemeriksaan kesiapan mesin instruksi dan prosedure prosedure kerja, memeriksa flat card, memasang
diperiksa sesuai Prosedur. flat card yanmeliputi penentuan kerja, pemeriksaan menyiapkan mesin flat card gulungan lap, lap cadangan
Pemasangan gulungan lap pada roda gigi ganti regangan dan kesiapan mesin flat card (penentuan roda gigi ganti dan can kosong pada turn
Lap Roll di mesin Roller Card produksi, penyiapan gulungan (roda gigi ganti regangan , regangan dan produksi) , table serta melaporkan
dilakukan sesuai Prosedur. lap dan penentuan nomor produksi), pemasangan menyiapkan gulungan lap ketidaksiapan mesin sesuai
Pemasangan can kosong pada bahan (SD, CV, E), lap gulungan lap, lap dan menentukan nomor instruksi dan prosedure
Turn-table atau bobbin cadangan pada tempat cadangan dan can kosong bahan (SD, CV, E), lap kerja
penggulung sliver pada dudukannya dan can kosong pada turn table serta cadangan, dan can kosong
dudukannya dilakukan sesuai pada turn table serta pelaporan pelaporan ketidaksiapan pada turn table serta
Prosedur. ketidaksiapan mesin mesin pelaporan ketidaksi
Ketidaksiapan mesin dilaporkan
sesuai Prosedur.
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 39 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Mengoperasikan mesin Pengoperasian mesin Roller Card Instrusi dan prosedure kerja, Tepat dalam mengikuti Menjelaskan instrusi dan Mengoperasikan mesin,
dilakukan sesuai Prosedur. pengoperasian mesin, instruksi dan prosedure prosedure kerja, menyuapkan lap pada feed
Pengambilan gumpalan serat penyuapan lap pada feed roller, kerja, pengoperasian pengoperasian mesin, roller, menyuapkan web
untuk disuapkan sesuai Prosedur. penyuapan web pada terompet, mesin, penyuapan lap penyuapan lap pada feed pada terompet, mengontrol
Penyuapan lap/gumpalan serat pengontrolan jalannya proses, pada feed roller, roller, penyuapan web pada jalannya proses, mengatasi
pada Feed Roll dan penyuapan mengatasi gangguan proses penyuapan web pada terompet, pengontrolan gangguan proses yang
web pada Terompet dilakukan yang terjadi dan pelaporan terompet, pengontrolan jalannya proses, mengatasi terjadi dan melaporkan
sesuai Prosedur. gangguan pada mesin yang jalannya proses, mengatasi gangguan proses yang gangguan pada mesin yang
Jalannya proses dikontrol sesuai tidak dapat diatasi pada mesin gangguan proses yang terjadi dan pelaporan tidak dapat diatasi sesuai
Instruksi Kerja. roller card terjadi dan pelaporan gangguan pada mesin yang instruksi dan prosedure
Gangguan proses yang terjadi gangguan pada mesin tidak dapat diatasi kerja
(misalnya, penyambungan sliver) yang tidak dapat diatasi
diatasi sesuai Prosedur.
Gangguan pada mesin yang tidak
dapat diatasi dilaporkan sesuai
Prosedur.
Penghentian mesin Roller Card
dilakukan sesuai Prosedur.
Melakukan doffing Penggantian can penuh dengan Prosedure kerja, penggantian Tepat dalam mengikuti Menjelaskan prosedure Melaksanakan doffing,
can kosong, atau bobbin penuh can penuh dengan can kosong prosedure kerja, kerja, penggantian can mengganti can penuh
dengan bobbin kosong (doffing) dan pemutusan sliver, penggantian can penuh penuh dengan can kosong dengan can kosong dan
dilakukan sesuai Prosedur. menangani hasil akhir yang dengan can kosong dan dan pemutusan sliver, memutus sliver sesuai
Pemutusan sliver dilakukan sesuai meliputi penentuan nomor pemutusan sliver menangani hasil akhir yang prosedure kerja
Prosedur. hasil, produksi dan efisiensi meliputi penentuan nomor
hasil, produksi dan efisiensi
Melaksanakan aturan Pekerjaan mengoperasikan mesin Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan prosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan Roller Card dilakukan sesuai keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja aturan Kesehatan dan mengoperasikan mesin roller kesehatan dan kerja dalam mengperasikan kerja dalam mengoperasikan
Keselamatan Kerja yang berlaku. card keselamatan kerja dalam mesin roller card mesin roller card
mengoperasikan mesin
roller card
Membuat laporan kerja Hasil pekerjaan dilaporkan sesuai Prosedure pembuatan laporan Teliti dalam menyusun Menjelaskan prosedure Membuat laporan hasil kerja
Prosedur. laporan pembuatan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 40 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Melakukan Pembersihan Mesin Carding
(Flat Atau Roller )
KODE : TEX.SP02.014.01
DURASI PEMELAJARAN : 25 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 - - 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Semua jenis mesin Flat Card dan Roller Card.
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Mesin Carding (Flat atau Roller), Prosedur Pembersihan Mesin Carding (Flat atau Roller), Instruksi
Kerja, dan Aturan K3.
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan operasi Instruksi Kerja dibaca dengan Instruksi kerja dan prosedure Teliti dalam membaca Menjelaskan instruksi kerja Memeriksa kesiapan
pembersihan teliti. operasi pembersihan dan instruksi kerja dan tepat dan prosedure operasi peralatan operasi
Peralatan yang diperlukan untuk peralatan yang diperlukan dalam memriksa kesiapan pembersihan pembersihan sesuai dengan
operasi pembersihan disiapkan peralatan operasi prosedure dan instruksi
sesuai Prosedur. pembersihan kerja
Melakukan pembersihan Bagian-bagian Carding (Flat atau Bagian mesin carding (flat atau Tepat dalam Menjelaskan bagian mesin Membersihkan bagian mesin
Mesin Carding Roller) yang perlu dibersihkan roller) yang perlu dibersihkan, membersihkan bagian Carding (flat atau roller) Carding (flat atau roller) dan
diketahui. instruksi kerja dan prosedure mesin blowing dan yang perlu dibersihkan, menempatkan limbah serta
Pembersihan bagian-bagian mesin pembersihan dan penempatan penempatan limbah serta instruksi kerja dan sesuai instruksi kerja dan
Carding dilakukan sesuai Instruksi limbah dan kotoran sesuai instruksi kerja dan prosedure pembersihan dan prosedure
Kerja dan Prosedur. prosedure penempatan limbah dan
Pengumpulan setiap jenis limbah kotoran
dan kotoran dilakukan sesuai
Instruksi Kerja.
Melaksanakan aturan Pelaksanaan pembersihan mesin Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan prosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan Carding dilakukan dengan keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja mengikuti aturan kesehatan dan pembersihan mesin carding (flat kesehatan dan kerja dalam pembersihan kerja dalam pembersihan
keselamatan kerja yang berlaku. atau roller) keselamatan kerja dalam mesin carding (flat atau mesin carding (flat atau
pembersihan unit mesin roller) roller)
blowing
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 41 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Teliti dalam menyusun Menjelaskan prosedure Membuat laporan hasil kerja
Prosedur. laporan pembuatan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 42 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Melakukan Pelumasan (Oiling) Pada Mesin Carding
(Flat Atau Roller)
KODE : TEX.SP02.015.01
DURASI PEMELAJARAN : 25 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 - - 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Pelumasan pada semua jenis mesin Carding (Flat atau Roller).
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Pelumasan mesin Carding (Flat atau Roller), Prosedur Pelumasan mesin Carding (Flat atau Roller),
Instruksi Kerja, dan Aturan K3
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan pekerjaan Pengetahuan dasar tentang Bagian-bagian mesin carding Tepat dalam menentukan Menjelaskan bagian-bagian Menentukan bagian-bagian
pelumasan bagian-bagian yang perlu dilumasi (flat atau roller) yang perlu bagian-bagian mesin mesin carding (flat atau mesin carding (flat atau
pada mesin Carding (Flat atau dilumasi, jenis-jenis pelumas, blowing yang perlu roller) yang perlu dilumasi, roller) yang perlu dilumasi,
Roller) dikuasai. instruksi kerja dan peralatan dilumasi, jenis-jenis jenis-jenis pelumas, instruksi jenis-jenis pelumas,
Pengetahuan dasar tentang jenis- yang diperlukan pelumas, teliti dalam kerja dan peralatan yang menyiapkan pelumas dan
jenis pelumas dan peralatan membaca instruksi kerja diperlukan peralatan yang diperlukan
pelumasan dikuasai. dan tepat dalam
Instruksi Kerja dibaca dengan menentukan pelumas dan
teliti. peralatan yang diperlukan
Pelumas dan peralatan yang
diperlukan disiapkan sesuai
Instruksi Kerja dan Prosedur.
Melakukan pelumasan Pelumasan pada mesin Carding Instruksi kerja dan prosedure Tepat dalam mengikuti Menjelaskan instruksi kerja Melumasi bagian-bagian
(Flat atau Roller) dilaksanakan pelumasan mesin carding (flat instruksi kerja dan dan prosedure pelumasan mesin carding (flat atau
sesuai Instruksi Kerja dan atau roller), kebersihan mesin, prosedure kerja pelumasan mesin carding (flat atau roller), membersihkan
Prosedur. pengatasan gangguan ringan mesin carding (flat atau roller), kebersihan mesin, mesin, mengatasi gangguan
Kebersihan mesin dijaga. dan pelaporan gangguan ringan roller), kebersihan mesin, pengatasan gangguan ringan dan melaporkan
Gangguan ringan pada yang tidak dapat diatasi mengatasi gangguan ringan dan pelaporan gangguan ringan yang tidak
pelaksanaan pelumasan diatasi ringan dan melaporkan gangguan ringan yang tidak dapat diatasi
atau dilaporkan sesuai prosedur. gangguan ringan yang dapat diatasi
tidak dapat diatasi
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 43 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Melaksanakan aturan Pelaksanaan pelumasan pada Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan prosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan mesin Carding (Flat atau Roller) keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja dilakukan dengan mengikuti pembersihan mesin carding (flat kesehatan dan kerja dalam pembersihan kerja dalam pembersihan
aturan kesehatan dan atau roller) keselamatan kerja dalam mesin carding (flat atau mesin carding (flat atau
keselamatan kerja yang berlaku pembersihan unit mesin roller) roller)
blowing
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Teliti dalam menyusun Menjelaskan prosedure Membuat laporan hasil kerja
Prosedur laporan pembuatan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 44 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Mengoperasikan Mesin Drawing
KODE : TEX.SP02.022.01
DURASI PEMELAJARAN : 100 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 1 - 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Semua jenis mesin Drawing dan Pre-Drawing.
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Pengoperasian Mesin Drawing, Prosedur Pengoperasian Mesin Drawing, Instruksi Kerja, dan Aturan
K3.
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan operasi mesin Instruksi Kerja dibaca dengan Instruksi dan proisedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan instruksi dan Menyiapkan dan memeriksa
teliti. pemeriksaan kesiapan mesin mengikuti instruksi dan proisedure kerja kesiapan mesin drawing (pre
Kesiapan mesin Drawing (mesin drawing (pre drawing) yang proisedure kerja pemeriksaan kesiapan mesin drawing), menempatkan
Pre-Drawing) diperiksa sesuai meliputi penentuan roda gigi memeriksa kesiapan mesin drawing (pre drawing) yang can-can sliver dan
Prosedur. ganti regangan, produksi drawing (pre drawing), meliputi penentuan roda gigi memasang sliver bahan
Penempatan can-can sliver bahan persen limbah), penempatan menempatkan can-can ganti regangan, produksi, baku, memasang can
baku dan pemasangan sliver can-can sliver dan pemasangan sliver dan memasang sliver persen limbah, penempatan kosong pada turn table serta
bahan baku dilakukan sesuai sliver bahan baku yang meliputi bahan baku, memasang can-can sliver dan melaporkan ketidaksiapan
Prosedur. penentuan panjang serat, can kosong pada turn pemasangan sliver bahan mesinsesuai prosedure dan
Pemasangan can kosong pada nomor bahan) , pemasangan table serta melaporkan baku yang meliputi instruksi kerja
Turn-table dilakukan sesuai can kosong pada turn table ketidaksiapan mesin penentuan panjang serat
Prosedur. serta pelaporan ketidaksiapan dan nomor bahan,
Ketidaksiapan mesin dilaporkan mesin pemasangan can kosong
sesuai Prosedur. pada turn table serta
pelaporan ketidaksiapan
mesin
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 45 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Mengoperasikan mesin Pengoperasian mesin Drawing Prosedure pengoperasian mesin Tepat dan teliti dalam Menjelaskan prosedure Mengoperasikan mesin
(mesin Pre-Drawing) dilakukan drawing (pre drawing), mengikuti prosedur pengoperasian mesin drawing (pre drawing),
sesuai Prosedur. penyuapan rangkapan sliver, mengoperasikan mesin drawing (pre drawing), menyuapkan rangkapan
Penyuapan rangkapan sliver pada pengontrolan jalannya proses, drawing (pre drawing), penyuapan rangkapan sliver, sliver, mengontrol jalannya
condenser /terompet dilakukan penanganan gangguan proses menyuapkan rangkapan pengontrolan jalannya proses, menangani
sesuai Prosedur. (sliver putus, lapping, sliver, mengontrol jalannya proses, penanganan gangguan proses (sliver
Jalannya proses dikontrol sesuai penyambungan sliver), proses, menangani gangguan proses (sliver putus, lapping,
Instruksi Kerja. pelaporan gangguan yang tidak gangguan proses (sliver putus, lapping, menyambung sliver),
Gangguan proses yang terjadi dapat diatasi serta penghentian putus, lapping, penyambungan sliver), melaporkan gangguan yang
(misalnya, penanganan lapping mesin menyambung sliver), pelaporan gangguan yang tidak dapat diatasi serta
pada rol, penyambungan sliver) melaporkan gangguan tidak dapat diatasi serta menghentikan mesin sesuai
diatasi sesuai Prosedur. yang tidak dapat diatasi penghentian mesin prosedure dan instruksi
Gangguan pada mesin yang tidak serta menghentikan mesin kerja
dapat diatasi dilaporkan sesuai
Prosedur.
Penghentian mesin Drawing
(mesin Pre-Drawing) dilakukan
sesuai Prosedur.
Melakukan doffing Penggantian can penuh dengan Prosedure penggantian can Tepat dan teliti dalam Menjelaskan prosedure Mengganti can penuh
can kosong (doffing) dilakukan penuh dengan can kosong dan mengikuti prosedure penggantian can penuh dengan can kosong dan
sesuai Prosedur. pemutusan sliver, menangani mengganti can penuh dengan can kosong dan memutus sliver sesuai
Pemutusan sliver dilakukan sesuai hasil akhir yang meliputi dengan can kosong dan pemutusan sliver, prosedure serta menangani
Prosedur. penentuan nomor hasil, memutus sliver penanganan hasil akhir yang hasil akhir
produksi dan efisiensi produksi meliputi penentuan nomor
hasil, produksi dan efisiensi
produksi
Melaksanakan aturan Pekerjaan mengoperasikan mesin Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan prosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan Drawing (mesin Pre-Drawing) keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja dilakukan sesuai aturan pengoperasian mesin drawing kesehatan dan kerja dalam pengoperasian kerja dalam pengoperasian
Kesehatan dan Keselamatan Kerja keselamatan kerja dalam mesin drawing mesin drawing
yang berlaku pengoperasian mesin
drawing
Membuat laporan kerja Hasil pekerjaan dilaporkan sesuai Prosedure pembuatan laporan Teliti dalam menyusun Menjelaskan prosedure Membuat laporan hasil kerja
Prosedur laporan pembuatan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 46 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Melakukan Pembersihan Mesin Drawing
KODE : TEX.SP02.023.01
DURASI PEMELAJARAN : 25 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 - - 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Semua jenis mesin Drawing.
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Mesin Drawing, Prosedur Pembersihan Mesin Drawing, Instruksi Kerja, dan Aturan K3
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan operasi Instruksi Kerja dibaca dengan Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan instruksi dan Membaca instruksi dan
pembersihan teliti. dibaca dan penyiapan peralatan membaca instruksi dan prosedure kerja dan prosedure kerja dengan teliti
Peralatan yang diperlukan untuk pembersihan mesin drawing prosedure serta penyiapan peralatan serta menyiapkan peralatan
operasi pembersihan disiapkan menyiapkan peralatan pembersihan mesin drawing pembersihan mesin drawing
sesuai Prosedur. pembersihan mesin sesuai prosedure dan
drawing instruksi kerja
Melakukan pembersihan Bagian-bagian mesin Drawing Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskanprosedure serta Menentukan dan
Mesin Drawing yang perlu dibersihkan diketahui. pembersihan bagian-bagian menentukan bagian-bagian menyiapkan peralatan membersihkan bagian-
Pembersihan bagian-bagian mesin mesin drawing mesin drawing yang pembersihan mesin drawing bagian peralatan mesin
Drawing dilakukan sesuai dibersihkan serta drawing sesuai prosedur
Instruksi Kerja dan Prosedur. melakukan pembersihan
bagian-bagian mesin
drawing yang telah
ditentukan
Melaksanakan aturan Pelaksanaan pembersihan mesin Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan prosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan Drawing dilakukan dengan keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja mengikuti aturan kesehatan dan pembersihan mesin drawing kesehatan dan kerja dalam pembersihan kerja dalam pembersihan
keselamatan kerja yang berlaku keselamatan kerja dalam mesin drawing mesin drawing
pembersihan mesin
drawing
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 47 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Teliti dalam menyusun Menjelaskan prosedure Membuat laporan hasil kerja
Prosedur. laporan pembuatan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 48 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Melakukan Pelumasan (Oiling) Pada Mesin Drawing
KODE : TEX.SP02.024.01
DURASI PEMELAJARAN : 25 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 - - 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Pelumasan pada semua jenis mesin Drawing (Pre-Drawing).
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Pelumasan mesin Drawing, Prosedur Pelumasan mesin Drawing, Instruksi Kerja, dan Aturan K3.
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan pekerjaan Pengetahuan dasar tentang Bagian-bagian mesin drawing Tepat dan teliti dalam Menjelaskan bagian-bagian Menyiapkan bagian-bagian
pelumasan bagian-bagian yang perlu dilumasi yang perlu dilumasi, jenis-jenis menyiapkan bagian-bagian mesin drawing yang perlu mesin drawing yang perlu
pada mesin Drawing dikuasai. pelumas dan peralatannya, mesin drawing yang perlu dilumasi, jenis-jenis pelumas dilumasi dan jenis-jenis
Pengetahuan dasar tentang jenis- serta instruksi dan prosedure dilumasi dan jenis-jenis dan peralatannya pelumas serta peralatannya
jenis pelumas dan peralatan kerja penyiapan peralatan pelumas serta sesuai instruksi dan
pelumasan dikuasai. pelumasan dan bagian-bagian peralatannya sesuai prosedure kerja
Instruksi Kerja dibaca dengan mesin yang perlu dilumasi instruksi dan prosedure
teliti. kerja
Pelumas dan peralatan yang
diperlukan disiapkan sesuai
Instruksi Kerja dan Prosedur.
Melakukan pelumasan Pelumasan pada mesin Drawing Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan bagian-bagian Melumasi bagian-bagian
dilaksanakan sesuai Instruksi pelumasan bagian-bagian mesin mengikuti instruksi dan mesin drawing yang perlu mesin drawing,
Kerja dan Prosedur. drawing, pembersihan mesin prosedure kerja melumasi dilumasi, pembersihan mesin membersihkan mesin dan
Kebersihan mesin dijaga. dan gangguan ringan dalam bagian-bagian mesin dan gangguan ringan dalam mengatasi gangguan ringan
Gangguan ringan pada pelumasan diatasi drawing, membersihkan pelumasan dalam pelumasan sesuai
pelaksanaan pelumasan diatasi mesin dan mengatasi instruksi dan prosedure
atau dilaporkan sesuai prosedur. gangguan ringan dalam kerja
pelumasan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 49 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Melaksanakan aturan Pelaksanaan pelumasan pada Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan prosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan mesin Drawing dilakukan dengan keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja mengikuti aturan kesehatan dan pelumasan mesin drawing kesehatan dan kerja dalam pelumasan kerja dalam pelumasan
keselamatan kerja yang berlaku keselamatan kerja dalam mesin drawing mesin drawing
pembersihan mesin
drawing
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Teliti dalam menyusun Menjelaskan prosedure Membuat laporan hasil kerja
Prosedur laporan pembuatan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 50 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Mengoperasikan Mesin Gill
KODE : TEX.SP02.026.01
DURASI PEMELAJARAN : 100 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 1 - 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Semua jenis mesin Faller dan Rotary Gill.
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Pengoperasian Mesin, Prosedur Pengoperasian Mesin, Instruksi Kerja, dan Aturan K3
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan operasi mesin Instruksi Kerja dibaca dengan Instruksi dan proisedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan instruksi dan Menyiapkan dan memeriksa
teliti. pemeriksaan kesiapan mesin mengikuti instruksi dan proisedure kerja kesiapan mesin Gill (faller
Kesiapan mesin Gill (Faller atau Gill (faller atau rotary gill) yang proisedure kerja pemeriksaan kesiapan mesin atau rotary gill),
Rotary Gill) diperiksa sesuai meliputi penentuan roda gigi memeriksa kesiapan mesin Gill (faller atau rotary gill) menempatkan can-can sliver
Prosedur. ganti regangan dan produksi, Gil (Faller atau rotary gill), yang meliputi penentuan dan memasang sliver bahan
Penempatan can-can sliver bahan penyiapan bahan baku menempatkan can-can roda gigi ganti regangan dan baku, memasang can
baku dan pemasangan sliver (penentuan nomor bahan) sliver dan memasang sliver produksi, penyiapan bahan kosong pada turn table serta
bahan baku dilakukan sesuai penempatan can-can sliver dan bahan baku, memasang baku (penentuan nomor), melaporkan ketidaksiapan
Prosedur. pemasangan sliver bahan baku, can kosong pada turn penempatan can-can sliver mesinsesuai prosedure dan
Pemasangan can kosong pada pemasangan can kosong pada table serta melaporkan dan pemasangan sliver instruksi kerja
Turn-table dilakukan sesuai turn table serta pelaporan ketidaksiapan mesin bahan baku, pemasangan
Prosedur. ketidaksiapan mesin can kosong pada turn table
Ketidaksiapan mesin dilaporkan serta pelaporan
sesuai Prosedur. ketidaksiapan mesin
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 51 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Mengoperasikan mesin Pengoperasian mesin Gill (Faller Prosedure pengoperasian mesin Tepat dan teliti dalam Menjelaskan prosedure Mengoperasikan mesin gill
atau Rotary Gill) dilakukan sesuai Gill (faller atau rotary gill), mengikuti prosedur pengoperasian mesin gill (faller atau rotary gill),
Prosedur. penyuapan rangkapan sliver, mengoperasikan mesin Gill (faller atau rotary gill), menyuapkan rangkapan
Penyuapan rangkapan sliver pada pengontrolan jalannya proses, (faller atau rotary gill), penyuapan rangkapan sliver, sliver, mengontrol jalannya
condenser / terompet dilakukan penanganan gangguan proses menyuapkan rangkapan pengontrolan jalannya proses, menangani
sesuai Prosedur. (sliver putus, lapping, sliver, mengontrol jalannya proses, penanganan gangguan proses (sliver
Jalannya proses dikontrol sesuai penyambungan sliver), proses, menangani gangguan proses (sliver putus, lapping,
Instruksi Kerja. pelaporan gangguan yang tidak gangguan proses (sliver putus, lapping, menyambung sliver),
Gangguan proses yang terjadi dapat diatasi serta penghentian putus, lapping, penyambungan sliver), melaporkan gangguan yang
(misalnya, penyambungan sliver) mesin menyambung sliver), pelaporan gangguan yang tidak dapat diatasi serta
diatasi sesuai Prosedur melaporkan gangguan tidak dapat diatasi serta menghentikan mesin sesuai
Gangguan pada mesin yang tidak yang tidak dapat diatasi penghentian mesin prosedure dan instruksi
dapat diatasi dilaporkan sesuai serta menghentikan mesin kerja
Prosedur.
Penghentian mesin Gill (Faller
atau Rotary Gill) dilakukan sesuai
Prosedur.
Melakukan doffing Penggantian can penuh dengan Prosedure penggantian can Tepat dan teliti dalam Menjelaskan prosedure Mengganti can penuh
can kosong (doffing) dilakukan penuh dengan can kosong dan mengikuti prosedure penggantian can penuh dengan can kosong dan
sesuai Prosedur. pemutusan sliver, menangani mengganti can penuh dengan can kosong dan memutus sliver sesuai
Pemutusan sliver dilakukan sesuai hasil akhir yang meliputi dengan can kosong dan pemutusan sliver, prosedure
Prosedur. penentuan nomor hasil, memutus sliver menangani hasil akhir yang
produksi dan efisiensi meliputi penentuan nomor
hasil, produksi dan efisiensi
Melaksanakan aturan Pekerjaan mengoperasikan mesin Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan prosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan Gill (Faller atau Rotary Gill) keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja dilakukan sesuai aturan pengoperasiam mesin gill (faller kesehatan dan kerja dalam pengoperasian kerja dalam pengoperasian
Kesehatan dan Keselamatan Kerja atau rotary gill) keselamatan kerja dalam mesin gill (faller atau rotary mesin gill (faller atau rotary
yang berlaku mengoperasikan mesin gill gill) gill)
(faller atau rotary gill)
Membuat laporan kerja Hasil pekerjaan dilaporkan sesuai Prosedure pembuatan laporan Teliti dalam menyusun Menjelaskan prosedure Membuat laporan hasil kerja
Prosedur laporan pembuatan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 52 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Melakukan Pembersihan Mesin Gill
KODE : TEX.SP02.027.01
DURASI PEMELAJARAN : 25 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 - - 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Semua jenis mesin Gill (Faller atau Rotary Gill).
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Mesin Gill, Prosedur Pembersihan Mesin Gill, Instruksi Kerja, dan Aturan K3.
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan operasi Instruksi Kerja dibaca dengan Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan instruksi dan Membaca instruksi dan
pembersihan teliti.. dibaca dan penyiapan peralatan membaca instruksi dan prosedure kerja dan prosedure kerja dengan teliti
Peralatan yang diperlukan untuk pembersihan mesin gill (faller prosedure serta penyiapan peralatan serta menyiapkan peralatan
operasi pembersihan disiapkan atau rotary gill) menyiapkan peralatan pembersihan mesin gill pembersihan mesin gill
sesuai Prosedur. pembersihan mesin gill (faller rotary gill) (faller atau rotary gill) sesuai
(faller atau rotary gill) prosedure dan instruksi
kerja
Melakukan pembersihan Bagian-bagian mesin Gill (Faller Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan pembersihan Menentukan dan
Mesin Gill atau Rotary Gill) yang perlu pembersihan bagian-bagian menentukan bagian-bagian mesin gill (faller atau rotary membersihkan bagian-
dibersihkan diketahui. mesin gill (faller atau rotary gill) mesin gill (faller atau gill) bagian peralatan mesin gill
Pembersihan bagian-bagian mesin rotary gill) yang (faller atau rotary gill) sesuai
Gill (Faller atau Rotary Gill) dibersihkan serta prosedur
dilakukan sesuai Instruksi Kerja melakukan pembersihan
dan Prosedur. bagian-bagian mesin
drawing yang telah
ditentukan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 53 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Melaksanakan aturan Pelaksanaan pembersihan mesin Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan prosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan Gill (Faller atau Rotary Gill) keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja dilakukan dengan mengikuti pembersihan mesin gill (faller kesehatan dan kerja dalam pembersihan kerja dalam pembersihan
aturan kesehatan dan atau rotary gill) keselamatan kerja dalam mesin gill (faller atau rotary mesin gill (faller atau rotary
keselamatan kerja yang berlaku membersihkan mesin gill gill) gill)
(faller atau rotary gill)
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Teliti dalam menyusun Menjelaskan prosedure Membuat laporan hasil kerja
Prosedur. laporan pembuatan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 54 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Melakukan Pelumasan (Oiling) Pada Mesin Gill
KODE : TEX.SP02.028.01
DURASI PEMELAJARAN : 25 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 - - 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Pelumasan pada semua jenis mesin Gill (Faller atau Rotary Gill).
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Pelumasan mesin Gill, Prosedur Pelumasan mesin Gill, Instruksi Kerja, dan Aturan K3.
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan pekerjaan Pengetahuan dasar tentang Bagian-bagian mesin gill (faller Tepat dan teliti dalam Menjelaskan bagian-bagian Menyiapkan bagian-bagian
pelumasan bagian-bagian yang perlu dilumasi atau rotary gill) yang perlu menyiapkan bagian-bagian mesin gill (faller atau rotary mesin gill (faller atau rotary
pada mesin Gill (Faller atau dilumasi, jenis-jenis pelumas mesin gill (faller rotary gill) gill) yang perlu dilumasi, gill) yang perlu dilumasi dan
Rotary Gill) dikuasai. dan peralatannya, serta yang perlu dilumasi dan jenis-jenis pelumas dan jenis-jenis pelumas serta
Pengetahuan dasar tentang jenis- instruksi dan prosedure kerja jenis-jenis pelumas serta peralatannya peralatannya sesuai instruksi
jenis pelumas dan peralatan penyiapan peralatan pelumasan peralatannya sesuai dan prosedure kerja
pelumasan dikuasai. dan bagian-bagian mesin yang instruksi dan prosedure
Instruksi Kerja dibaca dengan perlu dilumasi kerja
teliti.
Pelumas dan peralatan yang
diperlukan disiapkan sesuai
Instruksi Kerja dan Prosedur.
Melakukan pelumasan Pelumasan pada mesin Gill (Faller Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan bagian-bagian Melumasi bagian-bagian
atau Rotary Gill) dilaksanakan pelumasan bagian-bagian mesin mengikuti instruksi dan mesin gill (faller atau rotary mesin gill (faller atau rotary
sesuai Instruksi Kerja dan gill (faller atau rotary gill), prosedure kerja melumasi gill) yang perlu dilumasi, gill), membersihkan mesin
Prosedur. pembersihan mesin dan bagian-bagian mesin gill pembersihan mesin dan dan mengatasi gangguan
Kebersihan mesin dijaga. gangguan ringan dalam (faller atau rotary gill), gangguan ringan dalam ringan dalam pelumasan
Gangguan ringan pada pelumasan diatasi membersihkan mesin dan pelumasan sesuai instruksi dan
pelaksanaan pelumasan diatasi mengatasi gangguan prosedure kerja
atau dilaporkan sesuai prosedur. ringan dalam pelumasan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 55 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Melaksanakan aturan Pelaksanaan pelumasan pada Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan prosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan mesin Gill dilakukan dengan keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja mengikuti aturan kesehatan dan pelumasan mesin gill (faller kesehatan dan kerja dalam pelumasan kerja dalam pelumasan
keselamatan kerja yang berlaku atau rotary gill) keselamatan kerja dalam mesin gill (faller atau rotary mesin gill (faller atau rotary
melumasi mesin gill (faller gill) gill)
atau rotary gill)
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Teliti dalam menyusun Menjelaskan prosedure Membuat laporan hasil kerja
Prosedur laporan pembuatan laporan
Melaksanakan aturan Pelaksanaan perawatan rol Menjelaskan prosedure Tepat dalam Prosedure kesehatan dan Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan drafting dilakukan dengan kesehatan dan keselamatan menggunakan prosedure keselamatan kerja dalam kesehatan dan keselamatan
Kerja mengikuti aturan kesehatan dan kerja dalam perawatan roller kesehatan dan perawatan roller drafting kerja dalam perawatan roller
keselamatan kerja yang berlaku drafting keselamatan kerja dalam drafting
perawtan roller drafting
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Menjelaskan prosedure Teliti dalam menyusun Prosedure pembuatan Membuat laporan hasil kerja
Prosedur pembuatan laporan laporan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 56 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Mengoperasikan Mesin Lap Former
KODE : TEX.SP02.034.01
DURASI PEMELAJARAN : 100 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 - - 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Pengoperasian semua jenis mesin Lap Former.
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Operasi Mesin Lap Former, Prosedur Pengoperasian Mesin Lap Former, Instruksi Kerja, dan Aturan
K3.
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan mesin Instruksi Kerja dibaca dengan Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan Instruksi dan Menyiapkan dan memeriksa
teliti. pemeriksaan kesiapan mesin mengikuti instruksi dan proisedure kerja kesiapan mesin lap former
Kesiapan mesin Lap Former lap former (penentuan roda gigi proisedure kerja persiapan pemeriksaan kesiapan mesin gill), menempatkan can-can
diperiksa sesuai Prosedur. ganti produksi) , penempatan pengoperasian mesin lap lap former (penentuan roda sliver dan memasang sliver
Penempatan can sliver Pre- can-can sliver dan pemasangan former gigi ganti produksi), bahan baku, memasang can
Drawing yang akan diproses dan sliver bahan baku, penyiapan penempatan can-can sliver kosong pada turn table serta
pemasangan sliver pada mesin bahan (penentuan nomor bahan baku, pasangan sliver melaporkan ketidaksiapan
Lap Former dilakukan sesuai bahan) pemasangan can bahan baku, penyiapan mesinsesuai prosedure dan
Prosedur. kosong pada turn table serta bahan baku (penentuan instruksi kerja
Pemasangan bobbin penggulung pelaporan ketidaksiapan mesin nomor bahan) pemasangan
lap dilakukan sesuai Prosedur. can kosong pada turn table
Ketidaksiapan mesin dilaporkan serta pelaporan
sesuai Prosedur. ketidaksiapan mesin
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 57 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Mengoperasikan mesin Pengoperasian mesin dilakukan Prosedure pengoperasian mesin Tepat dan teliti dalam Menjelaskan Prosedure Mengoperasikan mesin lap
sesuai Prosedur. Gill (faller atau rotary gill), mengikuti prosedur pengoperasian mesin gill former, menyuapkan
Penghentian mesin dilakukan penyuapan rangkapan sliver, mengoperasikan mesin lap (faller atau rotary gill), rangkapan sliver,
sesuai Prosedur. pengontrolan jalannya proses, former penyuapan rangkapan sliver, mengontrol jalannya proses,
penanganan gangguan proses pengontrolan jalannya menangani gangguan proses
(sliver putus, lapping, proses, penanganan (sliver putus, lapping,
penyambungan sliver), gangguan proses (sliver menyambung sliver),
pelaporan gangguan yang tidak putus, lapping, melaporkan gangguan yang
dapat diatasi serta penghentian penyambungan sliver), tidak dapat diatasi serta
mesin pelaporan gangguan yang menghentikan mesin sesuai
tidak dapat diatasi serta prosedure dan instruksi
penghentian mesin kerja
Mengendalikan proses Jalannya proses dikontrol sesuai Prosedure kerja pengontrolan Teliti dalam melaksanakan Menjelaskan Prosedure kerja Mengontrol proses,
Prosedur. proses, gangguan proses diatasi pengontrolan jalannya pengontrolan proses, mengatasi gangguan proses
Gangguan proses yang terjadi (lapping, sliver putus), proses gangguan proses diatasi (lapping, sliver putus)
(misalnya, lapping pada rol, sliver pelaporan gangguan proses (lapping, sliver putus),
putus) diatasi sesuai Prosedur . yang tidak dapat diatasi pelaporan gangguan proses
Gangguan pada mesin yang tidak yang tidak dapat diatasi
dapat diatasi dilaporkan sesuai
Prosedur.
Melakukan doffing Pelaksanaan doffing dilakukan Prosedure pelaksanaan doffing Tepat dan teliti dalam Menjelaskan prosedure Melaksanakan doffing
sesuai Prosedur dan penanganan hasil akhir mengikuti prosedure penggantian can penuh
yang meliputi penentuan nomor doffing dengan can kosong dan
hasil, produksi dan efisiensi pemutusan sliver, serta
penanganan hasil akhir yang
meliputi menentukan nomor
hasil, produksi dan efisiensi
Melaksanakan aturan Pelaksanaan pengoperasian mesin Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan Prosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan Lap Former dilakukan dengan keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja mengikuti aturan kesehatan dan pengoperasian mesin lap kesehatan dan kerja dalam pengoperasian kerja dalam pengoperasian
keselamatan kerja yang berlaku former keselamatan kerja dalam lap former mesin lap fromer
pengoperasian lap former
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Teliti dalam menyusun Menjelaskan Prosedure Membuat laporan hasil kerja
Prosedur laporan pembuatan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 58 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Melakukan pembersihan mesin lap former
KODE : TEX.SP02.035.01
DURASI PEMELAJARAN : 25 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 - 1 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Semua jenis mesin Lap Former.
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Perawatan Mesin Lap Former, Prosedur Pembersihan Mesin Lap Former, Instruksi Kerja, dan
Aturan K3.
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan operasi Instruksi Kerja dibaca dengan Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan Instruksi dan Menyiapkan peralatan
pembersihan teliti. dibaca dan penyiapan peralatan membaca instruksi dan prosedure kerja dan pembersihan mesin lap
Peralatan yang diperlukan untuk pembersihan mesin lap former prosedure serta penyiapan peralatan former sesuai prosedure dan
operasi pembersihan disiapkan menyiapkan peralatan pembersihan mesin lap instruksi kerja
sesuai Prosedur. pembersihan mesin lap former
former
Melakukan pembersihan Bagian-bagian Lap Former yang Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan instruksi dan Membersihkan mesin lap
Mesin Lap Former perlu dibersihkan diketahui. pembersihan bagian-bagian mengikuti prosedure prosedure serta former
Pembersihan bagian-bagian mesin mesin lap former pembersiahn mesin lap melaksanakan proses
Lap Former dilakukan sesuai former pembersihan mesin lap
Instruksi Kerja dan Prosedur. former
Pengumpulan limbah dan kotoran
dilakukan sesuai Instruksi Kerja.
Melaksanakan aturan Pelaksanaan pembersihan mesin Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan Prosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan Lap Former dilakukan dengan keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja mengikuti aturan kesehatan dan pembersihan bagian-bagian kesehatan dan kerja dalam pembersihan kerja dalam pembersihan
keselamatan kerja yang berlaku mesin lap former keselamatan kerja dalam bagian-bagian lap former bagian-bagian mesin lap
pembersihan bagian- fromer
bagian lap former
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 59 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Teliti dalam menyusun Menjelaskan Prosedure Membuat laporan hasil kerja
Prosedur laporan pembuatan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 60 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Melakukan Pelumasan (Oiling) Pada Mesin Lap Former
KODE : TEX.SP02.036.01
DURASI PEMELAJARAN : 25 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 - - 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Pelumasan pada semua jenis mesin Lap Former.
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Pelumasan mesin Lap Former, Prosedur Pelumasan mesin Lap Former, Instruksi Kerja, dan Aturan
K3.
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan pekerjaan Pengetahuan dasar tentang Bagian-bagian mesin lap former Tepat dan teliti dalam Menjelaskan Bagian-bagian Menyiapkan bagian-bagian
pelumasan bagian-bagian yang perlu dilumasi yang perlu dilumasi, jenis-jenis melaksanakan pelumasan mesin lap former yang perlu mesin lap former yang perlu
pada mesin Lap Former dikuasai. pelumas dan peralatannya, pada mesin lap former dilumasi, jenis-jenis pelumas dilumasi dan jenis-jenis
Pengetahuan dasar tentang jenis- serta instruksi dan prosedure dan peralatannya pelumas serta peralatannya
jenis pelumas dan peralatan kerja penyiapan peralatan sesuai instruksi dan
pelumasan dikuasai. pelumasan dan bagian-bagian prosedure kerja
Instruksi Kerja dibaca dengan mesin yang perlu dilumasi
teliti.
Pelumas dan peralatan yang
diperlukan disiapkan sesuai
Instruksi Kerja dan Prosedur.
Melakukan pelumasan Pelumasan pada mesin Lap Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan Bagian-bagian Melumasi bagian-bagian
Former dilaksanakan sesuai pelumasan bagian-bagian mesin mengikuti instruksi dan mesin lap former yang perlu mesin lap former,
Instruksi Kerja dan Prosedur. lap former, pembersihan mesin prosedure kerja melumasi dilumasi, pembersihan mesin membersihkan mesin dan
Kebersihan mesin dijaga. dan gangguan ringan dalam bagian-bagian mesin lap dan gangguan ringan dalam mengatasi gangguan ringan
Gangguan ringan pada pelumasan diatasi former, membersihkan pelumasan dalam pelumasan sesuai
pelaksanaan pelumasan diatasi mesin dan mengatasi instruksi dan prosedure
atau dilaporkan sesuai prosedur. gangguan ringan dalam kerja
pelumasan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 61 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Melaksanakan aturan Pelaksanaan pelumasan pada Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan Prosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan mesin Lap Former dilakukan keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja dengan mengikuti aturan pelumasan bagian-bagian mesin kesehatan dan kerja dalam pelumasan kerja dalam pelumasan
kesehatan dan keselamatan kerja lap former keselamatan kerja dalam bagian-bagian lap former bagian-bagian mesin lap
yang berlaku pelumasan bagian-bagian fromer
lap former
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Teliti dalam menyusun Menjelaskan Prosedure Membuat laporan hasil kerja
Prosedur laporan pembuatan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 62 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Mengoperasikan Mesin Super Lap
KODE : TEX.SP02.038.01
DURASI PEMELAJARAN : 100 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 - 1 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Pengoperasian semua jenis mesin Super Lap.
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Operasi Mesin Super Lap, Prosedur Pengoperasian Mesin Super Lap, Instruksi Kerja, dan Aturan
K3.
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan mesin Instruksi Kerja dibaca dengan Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan Instruksi dan Menyiapkan dan memeriksa
teliti. pemeriksaan kesiapan mesin mengikuti instruksi dan proisedure kerja kesiapan mesin super lap
Kesiapan mesin Super Lap super lap( penentuan roda gigi proisedure kerja persiapan pemeriksaan kesiapan mesin
diperiksa sesuai Prosedur. ganti produksi), penempatan pengoperasian mesin super lap (penentuan roda
Penempatan can sliver Pre- can-can sliver dan pemasangan super lap gigi ganti produksi) ,
Drawing yang akan diproses dan sliver bahan baku, penyiapan penempatan can-can sliver
pemasangan sliver pada mesin bahan baku (penentuan nomor bahan baku, pesangan sliver
Super Lap dilakukan sesuai bahan) pemasangan can bahan baku, penyiapan
Prosedur. kosong pada turn table serta bahan (penentuan nomor
Pemasangan bobbin penggulung pelaporan ketidaksiapan mesin bahan), pemasangan can
lap dilakukan sesuai Prosedur. kosong pada turn table serta
Ketidaksiapan mesin dilaporkan pelaporan ketidaksiapan
sesuai Prosedur. mesin
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 63 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Mengoperasikan mesin Pengoperasian mesin dilakukan Prosedure pengoperasian mesin Tepat dan teliti dalam Menjelaskan Prosedure Mengoperasikan mesin
sesuai Prosedur. super lap, penyuapan mengikuti prosedur pengoperasian mesin super super lap
Penghentian mesin dilakukan rangkapan sliver, pengontrolan mengoperasikan mesin lap, penyuapan rangkapan
sesuai Prosedur. jalannya proses, penanganan super lap sliver, pengontrolan jalannya
gangguan proses (sliver putus, proses, penanganan
lapping, penyambungan sliver), gangguan proses (sliver
pelaporan gangguan yang tidak putus, lapping,
dapat diatasi serta penghentian penyambungan sliver),
mesin pelaporan gangguan yang
tidak dapat diatasi serta
penghentian mesin
Mengendalikan proses Jalannya proses dikontrol sesuai Prosedure kerja pengontrolan Teliti dalam melaksanakan Menjelaskan Prosedure kerja Mengontrol proses,
Prosedur. proses, gangguan proses diatasi pengontrolan jalannya pengontrolan proses, mengatasi gangguan proses
Gangguan proses yang terjadi (lapping, sliver putus), proses gangguan proses diatasi (lapping, sliver putus)
(misalnya, lapping pada rol, sliver pelaporan gangguan proses (lapping, sliver putus),
putus) diatasi sesuai Prosedur. yang tidak dapat diatasi pelaporan gangguan proses
Gangguan pada mesin yang tidak yang tidak dapat diatasi
dapat diatasi dilaporkan sesuai
Prosedur.
Melakukan doffing Pelaksanaan doffing dilakukan Prosedure pelaksanaan doffing Tepat dan teliti dalam Menjelaskan Prosedure Melaksanakan doffing
sesuai Prosedur. dan penanganan hasil akhir mengikuti prosedure penggantian can penuh
yang meliputi penentuan nomor doffing dengan can kosong dan
hasil, produksi dan efisiensi pemutusan sliver,
penanganan hasil akhir yang
meliputi penentuan nomor
hasil, produksi dan efiensi)
Melaksanakan aturan Pelaksanaan pengoperasian mesin Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan Prosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan Super Lap dilakukan dengan keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja mengikuti aturan kesehatan dan pengoperasian mesin super lap kesehatan dan kerja dalam pengoperasian kerja dalam pengoperasian
keselamatan kerja yang berlaku. keselamatan kerja dalam mesin super lap mesin super lap
pengoperasian mesin
super lap
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Teliti dalam menyusun Menjelaskan Prosedure Membuat laporan hasil kerja
Prosedur. laporan pembuatan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 64 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Melakukan Pembersihan Mesin Super Lap
KODE : TEX.SP02.039.01
DURASI PEMELAJARAN : 25 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 - - 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Semua jenis mesin Super Lap.
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Perawatan Mesin Super Lap, Prosedur Pembersihan Mesin Super Lap, Instruksi Kerja, dan Aturan
K3.
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan operasi Instruksi Kerja dibaca dengan Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan Instruksi dan Menyiapkan peralatan
pembersihan teliti. dibaca dan penyiapan peralatan membaca instruksi dan prosedure kerja dan pembersihan mesin super
Peralatan yang diperlukan untuk pembersihan mesin super lap prosedure serta penyiapan peralatan lap sesuai prosedure dan
operasi pembersihan disiapkan menyiapkan peralatan pembersihan mesin super instruksi kerja
sesuai Prosedur. pembersihan mesin super lap
lap
Melakukan pembersihan Bagian-bagian Super Lap yang Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan instruksi dan Membersihkan mesin super
Mesin Super Lap perlu dibersihkan diketahui. pembersihan bagian-bagian mengikuti prosedure prosedure serta lap
Pembersihan bagian-bagian mesin mesin super lap pembersiahn mesin super melaksanakan proses
Super Lap dilakukan sesuai lap pembersihan mesin super
Instruksi Kerja dan Prosedur. lap
Pengumpulan limbah dan kotoran
dilakukan sesuai Instruksi Kerja.
Melaksanakan aturan Pelaksanaan pembersihan mesin Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan Prosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan Super Lap dilakukan dengan keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja mengikuti aturan kesehatan dan pembersihan mesin super lap kesehatan dan kerja dalam pembersihan kerja dalam pengoperasian
keselamatan kerja yang berlaku keselamatan kerja dalam mesin super lap mesin super lap
pembersihan mesin super
lap
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 65 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Teliti dalam menyusun Menjelaskan Prosedure Membuat laporan hasil kerja
Prosedur laporan pembuatan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 66 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Melakukan Pelumasan (Oiling) Pada Mesin Super Lap
KODE : TEX.SP02.040.01
DURASI PEMELAJARAN : 25 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 - - 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Pelumasan pada semua jenis mesin Super Lap.
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Pelumasan mesin Super Lap, Prosedur Pelumasan mesin Super Lap, Instruksi Kerja, dan Aturan K3
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan pekerjaan Pengetahuan dasar tentang Bagian-bagian mesin super lap Tepat dan teliti dalam Menjelaskan Bagian-bagian Menyiapkan bagian-bagian
pelumasan bagian-bagian yang perlu dilumasi yang perlu dilumasi, jenis-jenis melaksanakan pelumasan mesin lap former yang perlu mesin lap former yang perlu
pada mesin Super Lap dikuasai. pelumas dan peralatannya, pada mesin super lap dilumasi, jenis-jenis pelumas dilumasi dan jenis-jenis
Pengetahuan dasar tentang jenis- serta instruksi dan prosedure dan peralatannya pelumas serta peralatannya
jenis pelumas dan peralatan kerja penyiapan peralatan sesuai instruksi dan
pelumasan dikuasai. pelumasan dan bagian-bagian prosedure kerja
Instruksi Kerja dibaca dengan mesin yang perlu dilumasi
teliti.
Pelumas dan peralatan yang
diperlukan disiapkan sesuai
Instruksi Kerja dan Prosedur.
Melakukan pelumasan Pelumasan pada mesin Super Lap Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan Bagian-bagian Melumasi bagian-bagian
dilaksanakan sesuai Instruksi pelumasan bagian-bagian mesin mengikuti instruksi dan mesin super lap yang perlu mesin super lap,
Kerja dan Prosedur. super lap, pembersihan mesin prosedure kerja melumasi dilumasi, pembersihan mesin membersihkan mesin dan
Kebersihan mesin dijaga. dan gangguan ringan dalam bagian-bagian mesin super dan gangguan ringan dalam mengatasi gangguan ringan
Gangguan ringan pada pelumasan diatasi lap, membersihkan mesin pelumasan dalam pelumasan sesuai
pelaksanaan pelumasan diatasi dan mengatasi gangguan instruksi dan prosedure
atau dilaporkan sesuai prosedur. ringan dalam pelumasan kerja
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 67 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Melaksanakan aturan Pelaksanaan pelumasan pada Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan Prosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan mesin Super Lap dilakukan keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja dengan mengikuti aturan pelumasan mesin super lap kesehatan dan kerja dalam pelumasan kerja dalam pelumasan
kesehatan dan keselamatan kerja keselamatan kerja dalam mesin super lap mesin super lap
yang berlaku pelumasan mesin super lap
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Teliti dalam menyusun Menjelaskan Prosedure Membuat laporan hasil kerja
Prosedur laporan pembuatan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 68 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Mengoperasikan Mesin Ribbon Lap
KODE : TEX.SP02.042.01
DURASI PEMELAJARAN : 100 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 - 1 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Pengoperasian semua jenis mesin Ribbon Lap.
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Operasi Mesin Ribbon Lap, Prosedur Pengoperasian Mesin Ribbon Lap, Instruksi Kerja, dan Aturan
K3.
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan mesin Instruksi Kerja dibaca dengan Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan Instruksi dan Menyiapkan dan memeriksa
teliti. pemeriksaan kesiapan mesin mengikuti instruksi dan proisedure kerja kesiapan mesin ribbon lap
Kesiapan mesin Ribbon Lap ribbon lap (penentuan roda proisedure kerja persiapan pemeriksaan kesiapan mesin
diperiksa sesuai Prosedur. gigiganti produksi), pengoperasian mesin ribbon lap (penentuan roda
Penempatan gulungan lap yang penempatan can-can sliver dan ribbon lap gigi ganti produksi),
akan diproses dan pemasangan pemasangan sliver bahan baku, penempatan can-can sliver
lap pada mesin Ribbon Lap penyiapan bahan (penentuan bahan baku, pesangan sliver
dilakukan sesuai Prosedur. nomor bahan), pemasangan bahan baku, penyiapan
Pemasangan bobbin penggulung can kosong pada turn table bahan (penentuan nomor
lap kosong pada tempatnya serta pelaporan ketidaksiapan bahan), pemasangan can
dilakukan sesuai Prosedur. mesin kosong pada turn table serta
Ketidaksiapan mesin dilaporkan pelaporan ketidaksiapan
sesuai Prosedur. mesin
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 69 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Mengoperasikan mesin Pengoperasian mesin dilakukan Prosedure pengoperasian mesin Tepat dan teliti dalam Menjelaskan Prosedure Mengoperasikan mesin
sesuai Prosedur. ribbon lap, penyuapan mengikuti prosedur pengoperasian mesin ribbon ribbon lap
Penghentian mesin dilakukan rangkapan sliver, pengontrolan mengoperasikan mesin lap, penyuapan rangkapan
sesuai Prosedur. jalannya proses, penanganan ribbon lap sliver, pengontrolan jalannya
gangguan proses (sliver putus, proses, penanganan
lapping, penyambungan sliver), gangguan proses (sliver
pelaporan gangguan yang tidak putus, lapping,
dapat diatasi serta penghentian penyambungan sliver),
mesin pelaporan gangguan yang
tidak dapat diatasi serta
penghentian mesin
Mengendalikan proses Jalannya proses dikontrol sesuai Prosedure kerja pengontrolan Teliti dalam melaksanakan Menjelaskan Prosedure kerja Mengontrol proses,
Prosedur. proses, gangguan proses diatasi pengontrolan jalannya pengontrolan proses, mengatasi gangguan proses
Gangguan proses yang terjadi (lapping, sliver putus), proses gangguan proses diatasi (lapping, sliver putus)
(misalnya, lapping pada rol) pelaporan gangguan proses (lapping, sliver putus),
diatasi sesuai Prosedur. yang tidak dapat diatasi pelaporan gangguan proses
Gangguan pada mesin yang tidak yang tidak dapat diatasi
dapat diatasi dilaporkan sesuai
Prosedur.
Melakukan doffing Pelaksanaan doffing dilakukan Prosedure pelaksanaan doffing Tepat dan teliti dalam Menjelaskan prosedure Melaksanakan doffing
sesuai Prosedur dan penanganan hasil akhir mengikuti prosedure penggantian bobbin penuh
yang meliputi penentuan nomor doffing dengan bobbin kosong dan
hasil, produksi dan efisiensi pemutusan sliver,
penanganan hasil akhir yang
meliputi penentuan nomor
hasil, produksi dan efisiensi
Melaksanakan aturan Pelaksanaan pengoperasian mesin Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan Prosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan Ribbon Lap dilakukan dengan keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja mengikuti aturan kesehatan dan pengoperasian mesin ribbon lap kesehatan dan kerja dalam pengoperasian kerja dalam pengoperasian
keselamatan kerja yang berlaku keselamatan kerja dalam mesin ribbon lap mesin ribbon lap
pengoperasian mesin
ribbon lap
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Teliti dalam menyusun Menjelaskan Prosedure Membuat laporan hasil kerja
Prosedur laporan pembuatan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 70 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Melakukan Pembersihan Mesin Ribbon Lap
KODE : TEX.SP02.043.01
DURASI PEMELAJARAN : 25 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 - 1 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Semua jenis mesin Ribbon Lap.
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Perawatan Mesin Ribbon Lap, Prosedur Pembersihan Mesin Ribbon Lap, Instruksi Kerja, dan Aturan
K3.
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan operasi Instruksi Kerja dibaca dengan Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan Instruksi dan Menyiapkan peralatan
pembersihan teliti. dibaca dan penyiapan peralatan membaca instruksi dan prosedure kerja dan pembersihan mesin super
Peralatan yang diperlukan untuk pembersihan mesin ribbon lap prosedure serta penyiapan peralatan lap sesuai prosedure dan
operasi pembersihan disiapkan menyiapkan peralatan pembersihan mesin ribbon instruksi kerja
sesuai Prosedur. pembersihan mesin ribbon lap
lap
Melakukan pembersihan Bagian-bagian Ribbon Lap yang Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan instruksi dan Membersihkan mesin ribbon
Mesin Ribbon Lap perlu dibersihkan diketahui. pembersihan bagian-bagian mengikuti prosedure prosedure serta lap
Pembersihan bagian-bagian mesin mesin ribbon lap pembersiahn mesin ribbon melaksanakan proses
Ribbon Lap dilakukan sesuai lap pembersihan mesin ribbon
Instruksi Kerja dan Prosedur. lap
Pengumpulan limbah dan kotoran
dilakukan sesuai Instruksi Kerja.
Melaksanakan aturan Pelaksanaan pembersihan mesin Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan Prosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan Ribbon Lap dilakukan dengan keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja mengikuti aturan kesehatan dan pembersihan mesin ribbon lap kesehatan dan kerja dalam pembersihan kerja dalam pengoperasian
keselamatan kerja yang berlaku keselamatan kerja dalam mesin ribbon lap mesin ribbon lap
pembersihan mesin ribbon
lap
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 71 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Teliti dalam menyusun Menjelaskan Prosedure Membuat laporan hasil kerja
Prosedur. laporan pembuatan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 72 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Melakukan Pelumasan (Oiling) Pada Mesin Ribbon Lap
KODE : TEX.SP02.044.01
DURASI PEMELAJARAN : 25 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 - - 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Pelumasan pada semua jenis mesin Ribbon Lap.
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Pelumasan mesin Ribbon Lap, Prosedur Pelumasan mesin Ribbon Lap, Instruksi Kerja, dan Aturan
K3.
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan pekerjaan Pengetahuan dasar tentang Bagian-bagian mesin ribbon lap Tepat dan teliti dalam Menjelaskan Bagian-bagian Menyiapkan bagian-bagian
pelumasan bagian-bagian yang perlu dilumasi yang perlu dilumasi, jenis-jenis melaksanakan pelumasan mesin ribbon lap yang perlu mesin ribbon lap yang perlu
pada mesin Ribbon Lap dikuasai. pelumas dan peralatannya, pada mesin ribbon lap dilumasi, jenis-jenis pelumas dilumasi dan jenis-jenis
Pengetahuan dasar tentang jenis- serta instruksi dan prosedure dan peralatannya pelumas serta peralatannya
jenis pelumas dan peralatan kerja penyiapan peralatan sesuai instruksi dan
pelumasan dikuasai. pelumasan dan bagian-bagian prosedure kerja
Instruksi Kerja dibaca dengan mesin yang perlu dilumasi
teliti.
Pelumas dan peralatan yang
diperlukan disiapkan sesuai
Instruksi Kerja dan Prosedur.
Melakukan pelumasan Pelumasan pada mesin Ribbon Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan Bagian-bagian Melumasi bagian-bagian
Lap dilaksanakan sesuai Instruksi pelumasan bagian-bagian mesin mengikuti instruksi dan mesin ribbon lap yang perlu mesin ribbon lap,
Kerja dan Prosedur. ribbon lap, pembersihan mesin prosedure kerja melumasi dilumasi, pembersihan mesin membersihkan mesin dan
Kebersihan mesin dijaga. dan gangguan ringan dalam bagian-bagian mesin dan gangguan ringan dalam mengatasi gangguan ringan
Gangguan ringan pada pelumasan diatasi ribbon lap, membersihkan pelumasan dalam pelumasan sesuai
pelaksanaan pelumasan diatasi mesin dan mengatasi instruksi dan prosedure
atau dilaporkan sesuai prosedur. gangguan ringan dalam kerja
pelumasan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 73 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Melaksanakan aturan Pelaksanaan pelumasan pada Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan Prosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan mesin Ribbon Lap dilakukan keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja dengan mengikuti aturan pelumasan mesin ribbon lap kesehatan dan kerja dalam pelumasan kerja dalam pelumasan
kesehatan dan keselamatan kerja keselamatan kerja dalam mesin ribbon lap mesin ribbon lap
yang berlaku pelumasan mesin ribbon
lap
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Teliti dalam menyusun Menjelaskan Prosedure Membuat laporan hasil kerja
Prosedur laporan pembuatan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 74 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Mengoperasikan Mesin Combing
KODE : TEX.SP02.046.01
DURASI PEMELAJARAN : 100 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 - - 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Pengoperasian semua jenis mesin Combing untuk kapas.
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Operasi Mesin Combing, Prosedur Pengoperasian Mesin Combing, Instruksi Kerja, dan Aturan K3.
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan mesin Instruksi Kerja dibaca dengan Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan istruksi dan Menyiapkan dan memeriksa
teliti. pemeriksaan kesiapan mesin mengikuti instruksi dan proisedure kerja kesiapan mesin combing
Kesiapan mesin Combing combing (penentuan roda gigi proisedure kerja persiapan pemeriksaan kesiapan mesin
diperiksa sesuai Prosedur. ganti produksi) , penempatan pengoperasian mesin combing (penentuan roda
Penempatan gulungan lap bahan can-can sliver dan pemasangan combing gigi ganti produksi),
baku yang akan diproses dan lap bahan baku, penyiapan penempatan can-can sliver,
penyuapannya pada feed roll bahan (penentuan nomor pemasangan lap bahan
pada mesin Combing dilakukan hasil), pemasangan can kosong baku, penyiapan bahan
sesuai Prosedur. pada turn table serta pelaporan (penentuan nomor bahan),
Pemasangan can kosong pada ketidaksiapan mesin pemasangan can kosong
turn table dilakukan sesuai pada turn table serta
Prosedur. pelaporan ketidaksiapan
Ketidaksiapan mesin dilaporkan mesin
sesuai Prosedur.
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 75 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Mengoperasikan mesin Pengoperasian mesin dilakukan Prosedure pengoperasian mesin Tepat dan teliti dalam Menjelaskan Prosedure Mengoperasikan mesin
sesuai Prosedur. combing, penyuapan lap, mengikuti prosedur pengoperasian mesin combing
Penghentian mesin dilakukan pengontrolan jalannya proses, mengoperasikan dan combing, penyuapan lap,
sesuai Prosedur. penanganan gangguan proses mematikan mesin combing pengontrolan jalannya
(sliver putus, lapping, proses, penanganan
penyambungan sliver), gangguan proses (sliver
pelaporan gangguan yang tidak putus, lapping,
dapat diatasi serta penghentian penyambungan sliver),
mesin pelaporan gangguan yang
tidak dapat diatasi serta
penghentian mesin
Mengendalikan proses Jalannya proses dikontrol sesuai Prosedure kerja pengontrolan Teliti dalam melaksanakan Menjelaskan Prosedure kerja Mengontrol proses,
Prosedur.Pengumpulan noil waste proses, pengumpulan noil pengontrolan jalannya pengontrolan proses, mengatasi gangguan proses
dilakukan sesuai Prosedur dan waste, gangguan proses diatasi, proses pengumpulan noil waste, pada mesin combing
Instruksi Kerja. pelaporan gangguan proses gangguan proses diatasi ,
Gangguan proses yang terjadi yang tidak dapat diatasi pelaporan gangguan proses
(misalnya, lapping pada rol, web yang tidak dapat diatasi
robek) diatasi sesuai Prosedur
Gangguan pada mesin yang tidak
dapat diatasi dilaporkan sesuai
Prosedur.
Melakukan doffing Pelaksanaan doffing dilakukan Prosedure pelaksanaan doffing Tepat dan teliti dalam Menjelaskan Prosedure Melaksanakan doffing
sesuai Prosedur dan penanganan hasil akhir mengikuti prosedure penggantian can penuh
yang meliputi penentuan nomor doffing dengan can kosong dan
hasil, produksi dan efisiensi pemutusan sliver,
penanganan hasil akhir yang
meliputi penentuan nomor
hasil, produksi dan efisiensi
Melaksanakan aturan Pelaksanaan pengoperasian mesin Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan Prosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan Combing dilakukan dengan keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja mengikuti aturan kesehatan dan pengoperasian mesin combing kesehatan dan kerja dalam pengoperasian kerja dalam pengoperasian
keselamatan kerja yang berlaku keselamatan kerja dalam mesin combing mesin combing
pengoperasian mesin
combing
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Prosedure pembuatan Menjelaskan Prosedure Membuat laporan hasil kerja
Prosedur laporan pembuatan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 76 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Melakukan Pembersihan Mesin Combing
KODE : TEX.SP02.047.01
DURASI PEMELAJARAN : 25 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 - 1 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Semua jenis mesin Combing untuk kapas.
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Perawatan Mesin Combing, Prosedur Pembersihan Mesin Combing, Instruksi Kerja, dan Aturan K3
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan operasi Instruksi Kerja dibaca dengan Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan Instruksi dan Menyiapkan peralatan
pembersihan teliti. dibaca dan penyiapan peralatan membaca instruksi dan prosedure kerja dan pembersihan mesin super
Peralatan yang diperlukan untuk pembersihan mesin combing prosedure serta penyiapan peralatan lap sesuai prosedure dan
operasi pembersihan disiapkan menyiapkan peralatan pembersihan mesin instruksi kerja
sesuai Prosedur. pembersihan mesin combingb
combing
Melakukan pembersihan Bagian-bagian mesin Combing Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan instruksi dan Membersihkan mesin
Mesin Combing yang perlu dibersihkan diketahui. pembersihan dan pengumpulan mengikuti prosedure prosedure serta combing
Pembersihan bagian-bagian mesin noil waste mesin combing pembersiahn dan melaksanakan proses
Combing dilakukan sesuai pengumpulan noil waste pembersihan dan
Instruksi Kerja dan Prosedur. mesin combing pengumpulan noil waste
Pengumpulan limbah (noil waste) mesin combing
dan kotoran dilakukan sesuai
Instruksi Kerja.
Melaksanakan aturan Pelaksanaan pembersihan mesin Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan Prosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan Combing dilakukan dengan keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja mengikuti aturan kesehatan dan pembersihan mesin combing kesehatan dan kerja dalam pembersihan kerja dalam pengoperasian
keselamatan kerja yang berlaku keselamatan kerja dalam mesin combing mesin combing
pembersihan mesin
combing
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 77 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Prosedure pembuatan Menjelaskan Prosedure Membuat laporan hasil kerja
Prosedur laporan pembuatan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 78 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Melakukan Pelumasan (Oiling) Pada Mesin Combing
KODE : TEX.SP02.048.01
DURASI PEMELAJARAN : 25 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 - 1 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Pelumasan pada semua jenis mesin Combing untuk kapas.
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Pelumasan mesin Combing, Prosedur Pelumasan mesin Combing, Instruksi Kerja, dan Aturan K3.
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan pekerjaan Pengetahuan dasar tentang Bagian-bagian mesin combing Tepat dan teliti dalam Menjaleaskan Bagian-bagian Menyiapkan bagian-bagian
pelumasan bagian-bagian yang perlu dilumasi yang perlu dilumasi, jenis-jenis melaksanakan pelumasan mesin combing yang perlu mesin combing yang perlu
pada mesin Combing dikuasai. pelumas dan peralatannya, pada mesin combing dilumasi, jenis-jenis pelumas dilumasi dan jenis-jenis
Pengetahuan dasar tentang jenis- serta instruksi dan prosedure dan peralatannya pelumas serta peralatannya
jenis pelumas dan peralatan kerja penyiapan peralatan sesuai instruksi dan
pelumasan dikuasai. pelumasan dan bagian-bagian prosedure kerja
Instruksi Kerja dibaca dengan mesin yang perlu dilumasi
teliti.
Pelumas dan peralatan yang
diperlukan disiapkan sesuai
Instruksi Kerja dan Prosedur.
Melakukan pelumasan Pelumasan pada mesin Combing Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan Bagian-bagian Melumasi bagian-bagian
dilaksanakan sesuai Instruksi pelumasan bagian-bagian mesin mengikuti instruksi dan mesin combing yang perlu mesin combing,
Kerja dan Prosedur. combing, pembersihan mesin prosedure kerja melumasi dilumasi, pembersihan mesin membersihkan mesin dan
Kebersihan mesin dijaga. dan gangguan ringan dalam bagian-bagian mesin dan gangguan ringan dalam mengatasi gangguan ringan
Gangguan ringan pada pelumasan diatasi combing, membersihkan pelumasan dalam pelumasan sesuai
pelaksanaan pelumasan diatasi mesin dan mengatasi instruksi dan prosedure
atau dilaporkan sesuai prosedur. gangguan ringan dalam kerja
pelumasan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 79 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Melaksanakan aturan Pelaksanaan pelumasan pada Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan Prosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan mesin Combing dilakukan dengan keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja mengikuti aturan kesehatan dan pelumasan mesin combing kesehatan dan kerja dalam pelumasan kerja dalam pelumasan
keselamatan kerja yang berlaku keselamatan kerja dalam mesin combing mesin combing
pelumasan mesin combing
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Prosedure pembuatan Menjelaskan Prosedure Membuat laporan hasil kerja
Prosedur laporan pembuatan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 80 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Mengoperasikan Mesin Simplex
KODE : TEX.SP02.051.01
DURASI PEMELAJARAN : 100 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 - 1 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Pengoperasian semua jenis mesin Simplex.
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Operasi Mesin Simplex, Prosedur Pengoperasian Mesin Simplex, Instruksi Kerja, dan Aturan K3.
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan mesin Instruksi Kerja dibaca dengan Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan instruksi dan Menyiapkan mesin simplex
teliti. pemeriksaan kesiapan mesin mengikuti instruksi dan prosedure kerja
Kesiapan mesin Simplex diperiksa simplex penentuan ( roda gigi proisedure kerja persiapan pemeriksaan kesiapan mesin
sesuai Prosedur. ganti regangan, antihan, pengoperasian mesin simplex ( penentuan roda
Penempatan can sliver bahan produksi, sudut gulungan) simplex gigi ganti regangan, antihan,
baku yang akan diproses dan penempatan can-can dan produksi, sudut gulungan)
pemasangan sliver pada bagian penyiapan sliver bahan baku penempatan can-can dan
penyuapan pada mesin Simplex (penentuan nomor bahan), penyiapan sliver bahan
dilakukan sesuai Instruksi Kerja pemasangan bobbin kosong baku(penentuan nomor),
dan Prosedur. pada spindle, pemasangan flyer pemasangan bobbin kosong
Pemasangan bobbin kosong pada kembali serta pelaporan pada spindle, pemasangan
spindle dan pemasangan kembali ketidaksiapan mesin flyer kembali, penempatan
flyer dilakukan sesuai Prosedur. kereta pada awal
Ketidaksiapan mesin dilaporkan penggulungan serta
sesuai Prosedur. pelaporan ketidaksiapan
mesin
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 81 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Mengoperasikan mesin Pengoperasian mesin dilakukan Prosedure pengoperasian mesin Tepat dan teliti dalam Menjelaskan prosedure Mengoperasikan mesin
sesuai Prosedur. simplex, pengambilan roving mengikuti prosedur pengoperasian mesin simplex
Pengambilan roving dari front roll dari front roll, penggulungan mengoperasikan dan simplex, penyuapan sliver,
dan penggulungan ujung roving roving pada bobbin, mematikan mesin simplex pengontrolan jalannya
pada bobbin dilakukan sesuai pengontrolan jalannya proses, proses, penanganan
Instruksi Kerja dan Prosedur. penanganan gangguan proses gangguan proses (roving
Penghentian mesin dilakukan (roving putus, lapping, putus, lapping,
sesuai Prosedur. penyambungan roving), penyambungan roving),
pelaporan gangguan yang tidak pelaporan gangguan yang
dapat diatasi serta penghentian tidak dapat diatasi serta
mesin penghentian mesin
Mengendalikan proses Jalannya proses dikontrol sesuai Prosedure kerja pengontrolan Teliti dalam melaksanakan Menjelaskan prosedure kerja Mengontrol proses,
Prosedur. proses,gangguan proses diatasi pengontrolan jalannya pengontrolan proses, mengatasi gangguan proses
Gangguan proses yang terjadi ( sliver/roving putus, lapping), proses gangguan proses pada mesin simplex
(misalnya, lapping pada rol, pelaporan gangguan proses ( sliver/roving putus,
sliver/roving putus) diatasi sesuai yang tidak dapat diatasi lapping) diatasi , pelaporan
Prosedur. gangguan proses yang tidak
Gangguan pada mesin yang tidak dapat diatasi
dapat diatasi dilaporkan sesuai
Prosedur.
Melakukan doffing Pelaksanaan doffing dilakukan Prosedure pelaksanaan doffing Tepat dan teliti dalam Menjelaskan prosedure Melaksanakan doffing
sesuai Prosedur mengikuti prosedure penggantian bobbin penuh
doffing dengan bobbin kosong dan
pemutusan sliver,
penanganan hasil akhir yang
meliputi nomor hasil,
produksi dan efisiensi
Melaksanakan aturan Pelaksanaan pengoperasian mesin Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan Prosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan Simplex dilakukan dengan keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja mengikuti aturan kesehatan dan pengoperasian mesin simplex kesehatan dan kerja dalam pengoperasian kerja dalam pengoperasian
keselamatan kerja yang berlaku.. keselamatan kerja dalam mesin simplex mesin simplex
pengoperasian mesin
simplex
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Prosedure pembuatan Menjelaskan Prosedure Membuat laporan hasil kerja
Prosedur laporan pembuatan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 82 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Melakukan Pembersihan Mesin Simplex
KODE : TEX.SP02.052.01
DURASI PEMELAJARAN : 25 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 - 1 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Semua jenis mesin Simplex.
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Perawatan Mesin Simplex, Prosedur Pembersihan Mesin Simplex, Instruksi Kerja, dan Aturan K3.
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan operasi Instruksi Kerja dibaca dengan Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan Instruksi dan Menyiapkan peralatan
pembersihan teliti. dibaca dan penyiapan peralatan membaca instruksi dan prosedure kerja dan pembersihan mesin simplex
Peralatan yang diperlukan untuk pembersihan mesin simplex prosedure serta penyiapan pe sesuai prosedure dan
operasi pembersihan disiapkan menyiapkan peralatan ralatan pembersihan mesin instruksi kerja
sesuai Prosedur. pembersihan mesin simplex
simplex
Melakukan pembersihan Bagian-bagian mesin Simplex Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan instruksi dan Membersihkan mesin
Mesin Simplex yang perlu dibersihkan diketahui. pembersihan dan pengumpulan mengikuti prosedure prosedure serta simplex
Pembersihan bagian-bagian mesin noil waste mesin simplex pembersiahn dan melaksanakan proses
Simplex dilakukan sesuai Instruksi pengumpulan noil waste pembersihan dan
Kerja dan Prosedur. mesin simplex pengumpulan noil waste
Pengumpulan limbah dan kotoran mesin simplex
dilakukan sesuai Instruksi Kerja.
Melaksanakan aturan Pelaksanaan pembersihan mesin Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan Prosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan Simplex dilakukan dengan keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja mengikuti aturan kesehatan dan pembersihan mesin simplex kesehatan dan kerja dalam pembersihan kerja dalam pengoperasian
keselamatan kerja yang berlaku keselamatan kerja dalam mesin simplex mesin simplex
pembersihan mesin
simplex
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 83 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Prosedure pembuatan Menjelaskan Prosedure Membuat laporan hasil kerja
Prosedur laporan pembuatan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 84 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Melakukan Pelumasan (Oiling) Pada Mesin Simplex
KODE : TEX.SP02.053.01
DURASI PEMELAJARAN : 25 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 - - 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Pelumasan pada semua jenis mesin Simplex.
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Pelumasan mesin Simplex, Prosedur Pelumasan mesin Simplex, Instruksi Kerja, dan Aturan K3
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan pekerjaan Pengetahuan dasar tentang Bagian-bagian mesin simplex Tepat dan teliti dalam Menjelaskan Bagian-bagian Menyiapkan bagian-bagian
pelumasan bagian-bagian yang perlu dilumasi yang perlu dilumasi, jenis-jenis melaksanakan pelumasan mesin simplex yang perlu mesin simplex yang perlu
pada mesin Simplex dikuasai. pelumas dan peralatannya, pada mesin simplex dilumasi, jenis-jenis pelumas dilumasi dan jenis-jenis
Pengetahuan dasar tentang jenis- serta instruksi dan prosedure dan peralatannya pelumas serta peralatannya
jenis pelumas dan peralatan kerja penyiapan peralatan sesuai instruksi dan
pelumasan dikuasai. pelumasan dan bagian-bagian prosedure kerja
Instruksi Kerja dibaca dengan mesin yang perlu dilumasi
teliti.
Pelumas dan peralatan yang
diperlukan disiapkan sesuai
Instruksi Kerja dan Prosedur.
Melakukan pelumasan Pelumasan pada mesin Simplex Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan Bagian-bagian Melumasi bagian-bagian
dilaksanakan sesuai Instruksi pelumasan bagian-bagian mesin mengikuti instruksi dan mesin simplex yang perlu mesin simplex,
Kerja dan Prosedur. simplex, pembersihan mesin prosedure kerja melumasi dilumasi, pembersihan mesin membersihkan mesin dan
Kebersihan mesin dijaga. dan gangguan ringan dalam bagian-bagian mesin dan gangguan ringan dalam mengatasi gangguan ringan
Gangguan ringan pada pelumasan diatasi simplex, membersihkan pelumasan dalam pelumasan sesuai
pelaksanaan pelumasan diatasi mesin dan mengatasi instruksi dan prosedure
atau dilaporkan sesuai prosedur. gangguan ringan dalam kerja
pelumasan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 85 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Melaksanakan aturan Pelaksanaan pelumasan pada Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan Prosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan mesin Simplex dilakukan dengan keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja mengikuti aturan kesehatan dan pelumasan mesin simplex kesehatan dan kerja dalam pelumasan kerja dalam pelumasan
keselamatan kerja yang berlaku keselamatan kerja dalam mesin simplex mesin simplex
pelumasan mesin simplex
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Prosedure pembuatan Menjelaskan Prosedure Membuat laporan hasil kerja
Prosedur laporan pembuatan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 86 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Mengoperasikan Mesin Ring Spinning
KODE : TEX.SP02.056.01
DURASI PEMELAJARAN : 100 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 - 1 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Pengoperasian semua jenis mesin Ring Spinning.
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Operasi Mesin Ring Spinning, Prosedur Pengoperasian Mesin Ring Spinning, Instruksi Kerja, dan
Aturan K3.
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan mesin Instruksi Kerja dibaca dengan Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan instruksi dan Menyiapkan mesin ring
teliti. pemeriksaan kesiapan mesin mengikuti instruksi dan prosedure kerja memeriksa spinning
Kesiapan mesin Ring Spinning ring spinning (penentuan roda proisedure kerja persiapan kesiapan mesin simplex
diperiksa sesuai Prosedur. gigi ganti regangan, antihan, pengoperasian mesin ring (penentuan roda gigi ganti
Penempatan bobbin roving dan produksi, awal gulungan), spinning regangan, antihan, produksi,
pemasangan roving pada bagian penyiapan bobbin roving awal gulungan),
penyuapan pada mesin Ring (penentuan nomor bahan) dan menyiapkan bobbin roving
Spinning dilakukan sesuai penempatan bobbin roving (penentuan nomor bahan)
Instruksi Kerja dan Prosedur. pada bagian penyuapan, dan menempatkan bobbin
Pemasangan bobbin kosong pada pemasangan bobbin kosong roving pada bagian
spindle dilakukan sesuai Prosedur. pada spindle serta pelaporan penyuapan, memasang
Ketidaksiapan mesin dilaporkan ketidaksiapan mesin bobbin kosong pada spindle
sesuai Prosedur. serta melaporkan
ketidaksiapan mesin
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 87 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Mengoperasikan mesin Pengoperasian mesin dilakukan Prosedure pengoperasian mesin Tepat dan teliti dalam Menjelaskan prosedure Mengoperasikan mesin ring
sesuai Prosedur. ring spinning, pemasangan mengikuti prosedur mengoperasikan mesin ring spinning
Pemasangan ujung benang ujung benang pemancing pada mengoperasikan dan spinning, memasang ujung
pemancing pada bobbin dan bobbin, penyambungan dengan mematikan mesin ring benang pemancing pada
penyambungan ujung lainnya ujung benang pada front roll spinning bobbin, menyambung
dengan benang dari front roll dengan ujung benang pada
dilakukan sesuai Instruksi Kerja front roll
dan Prosedur.
Penghentian mesin dilakukan
sesuai Prosedur.
Mengendalikan proses Jalannya proses dikontrol sesuai Prosedure kerja pengontrolan Teliti dalam melaksanakan Menjelaskan prosedure kerja Mengontrol proses,
Prosedur. proses, gangguan proses diatasi pengontrolan jalannya mengontrol proses, mengatasi gangguan proses
Gangguan proses yang terjadi ( benang/roving putus, proses mengatasi gangguan proses pada mesin ring spinning
(misalnya, lapping pada rol, lapping), pelaporan gangguan ( benang/roving putus,
roving/benang putus) diatasi proses yang tidak dapat diatasi lapping) , melaporkan
sesuai Prosedur. gangguan proses yang tidak
Gangguan pada mesin yang tidak dapat diatasi
dapat diatasi dilaporkan sesuai
Prosedur.
Melakukan doffing Pelaksanaan doffing dilakukan Prosedure pelaksanaan doffing Tepat dan teliti dalam Menjelaskan prosedure Melaksanakan doffing
sesuai Prosedur dan penanganan hasil akhir mengikuti prosedure penggantian bobbin penuh
yang meliputi penentuan omor doffing dengan bobbin kosong dan
hasil, produksi dan efisiensin pemutusan benang,
penanganan hasil akhir yang
meliputi penentuan nomor
hasil, produksi dan efisiensi
Melaksanakan aturan Pelaksanaan pengoperasian mesin Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan Prosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan Ring Spinning dilakukan dengan keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja mengikuti aturan kesehatan dan pengoperasian mesin ring kesehatan dan kerja dalam pengoperasian kerja dalam pengoperasian
keselamatan kerja yang berlaku. spinning keselamatan kerja dalam mesin ring spinning mesin ring spinning
pengoperasian mesin ring
spinning
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Prosedure pembuatan Prosedure pembuatan Membuat laporan hasil kerja
Prosedur laporan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 88 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Melakukan Pembersihan Mesin Ring Spinning
KODE : TEX.SP02.057.0
DURASI PEMELAJARAN : 25 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 - 1 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Semua jenis mesin Ring Spinning.
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Perawatan Mesin Ring Spinning, Prosedur Pembersihan Mesin Ring Spinning, Instruksi Kerja, dan
Aturan K3
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan operasi Instruksi Kerja dibaca dengan Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan Instruksi dan Menyiapkan peralatan
pembersihan teliti. dibaca dan penyiapan peralatan membaca instruksi dan prosedure kerja dan pembersihan mesin ring
Peralatan yang diperlukan untuk pembersihan mesin ring prosedure serta penyiapan peralatan spinning sesuai prosedure
operasi pembersihan disiapkan spinning menyiapkan peralatan pembersihan mesin ring dan instruksi kerja
sesuai Prosedur. pembersihan mesin ring spinning
spinning
Melakukan pembersihan Bagian-bagian mesin Ring Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan instruksi dan Membersihkan mesin ring
Mesin Ring Spinning Spinning yang perlu dibersihkan pembersihan dan pengumpulan mengikuti prosedure prosedure serta spinning
diketahui. noil waste mesin ring spinning pembersiahn dan melaksanakan proses
Pembersihan bagian-bagian mesin pengumpulan pneumafil pembersihan dan
Ring Spinning dilakukan sesuai waste mesin ring spinning pengumpulan noil waste
Instruksi Kerja dan Prosedur. mesin ring spinning
Pengumpulan limbah dan kotoran
dilakukan sesuai Instruksi Kerja.
Melaksanakan aturan Pelaksanaan pembersihan mesin Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan Prosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan Ring Spinning dilakukan dengan keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja mengikuti aturan kesehatan dan pembersihan mesin ring kesehatan dan kerja dalam pembersihan kerja dalam pengoperasian
keselamatan kerja yang berlaku spinning keselamatan kerja dalam mesin ring spinning mesin ring spinning
pembersihan mesin ring
spinning
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 89 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Prosedure pembuatan Prosedure pembuatan Membuat laporan hasil kerja
Prosedur laporan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 90 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Melakukan Pelumasan (Oiling) Pada Mesin Ring Spinning
KODE : TEX.SP02.058.01
DURASI PEMELAJARAN : 25 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 - 1 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Pelumasan pada semua jenis mesin Ring Spinning.
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Pelumasan mesin Ring Spinning, Prosedur Pelumasan mesin Ring Spinning, Instruksi Kerja, dan
Aturan K3.
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan pekerjaan Pengetahuan dasar tentang Bagian-bagian mesin ring Tepat dan teliti dalam Menjelaskan Bagian-bagian Menyiapkan bagian-bagian
pelumasan bagian-bagian yang perlu dilumasi spinning yang perlu dilumasi, melaksanakan pelumasan mesin ring spinning yang mesin ring spinning yang
pada mesin Ring Spinning jenis-jenis pelumas dan pada mesin ring spinning perlu dilumasi, jenis-jenis perlu dilumasi dan jenis-
dikuasai. peralatannya, serta instruksi pelumas dan peralatannya jenis pelumas serta
Pengetahuan dasar tentang jenis- dan prosedure kerja penyiapan peralatannya sesuai instruksi
jenis pelumas dan peralatan peralatan pelumasan dan dan prosedure kerja
pelumasan dikuasai. bagian-bagian mesin yang perlu
Instruksi Kerja dibaca dengan dilumasi
teliti.
Pelumas dan peralatan yang
diperlukan disiapkan sesuai
Instruksi Kerja dan Prosedur.
Melakukan pelumasan Pelumasan pada mesin Ring Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan Bagian-bagian Melumasi bagian-bagian
Spinning dilaksanakan sesuai pelumasan bagian-bagian mesin mengikuti instruksi dan mesin ring spiining yang mesin ring spinning,
Instruksi Kerja dan Prosedur. ring spinning, pembersihan prosedure kerja melumasi perlu dilumasi, pembersihan membersihkan mesin dan
Kebersihan mesin dijaga. mesin dan gangguan ringan bagian-bagian mesin ring mesin dan gangguan ringan mengatasi gangguan ringan
Gangguan ringan pada dalam pelumasan diatasi spinning, membersihkan dalam pelumasan dalam pelumasan sesuai
pelaksanaan pelumasan diatasi mesin dan mengatasi instruksi dan prosedure
atau dilaporkan sesuai prosedur. gangguan ringan dalam kerja
pelumasan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 91 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Melaksanakan aturan Pelaksanaan pelumasan pada Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan Prosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan mesin Ring Spinning dilakukan keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja dengan mengikuti aturan pelumasan mesin ring spinning kesehatan dan kerja dalam pelumasan kerja dalam pelumasan
kesehatan dan keselamatan kerja keselamatan kerja dalam mesin ring spinning mesin ring spinning
yang berlaku pelumasan mesin ring
spinning
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Prosedure pembuatan Prosedure pembuatan Membuat laporan hasil kerja
Prosedur. laporan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 92 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Mengoperasikan Alat Pembuat Gulungan Awal Pada
Bobbin Di Mesin Open-End Spinning
KODE : TEX.SP02.061.01
DURASI PEMELAJARAN : 100 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 - 1 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Pengoperasian alat pembuat gulungan awal pada bobbin di mesin Open-end Spinning.
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Operasi Mesin Open-end Spinning, Prosedur Pengoperasian Alat Pembuat Gulungan Awal pada
Mesin Open-end Spinning, Instruksi Kerja, dan Aturan K3.
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan mesin Instruksi Kerja dibaca dengan Instruksi kerja pembentukan Teliti dalam menyiapkan Menjelaskan instruksi kerja Menyiapkan bahan baku dan
teliti. awal penggulungan, mesin open end membentuk awal mesin open end
Kesiapan alat pembuat gulungan pemasangan bobbin kosong penggulungan, memasang
awal pada mesin Open-end pada creel, penempatan bobbin kosong pada creel,
Spinning diperiksa sesuai gulungan benang, pemasangan menempatkan gulungan
Prosedur. benang dan pelaporan benang, memasang benang
Ketidaksiapan mesin dilaporkan ketidaksiapan mesin dan melaporkan
sesuai Prosedur. ketidaksiapan mesin
Pemasangan bobbin kosong pada
creel dilakukan sesuai Prosedur.
Penempatan gulungan benang
dan pemasangan benangnya
dilakukan sesuai Prosedur.
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 93 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Mengoperasikan alat Alat doffing otomatis (auto doffer) Prosedure kerja penyiapan alat Cermat dan teliti dalam Menjelaskan prosedure kerja Mengoperasikan mesin,
pembuat gulungan awal pada mesin Open-end Spinning doffing otomatis, mengoperasikan mesin menyiapkan alat doffing menghentikan mesin dan
(benang pemancing) disiapkan sesuai Prosedur. pengoperasian alat pembuat serta mengontrol jalannya otomatis, mengoperasikan mengontrol jalannya
Pengoperasian alat pembuat awal gulungan, pengontrolan proses pada mesin open alat pembuat awal proses mesin open end
gulungan awal dilakukan sesuai proses pembentukan awal end gulungan, mengontrol
Prosedur. gulungan pada bobbin dan proses pembentukan awal
Pengontrolan proses pembuatan pemindahan bobbin yang berisi gulungan pada bobbin dan
gulungan awal pada bobbin dan gulungan awal ke rak pada auto memindahkan bobbin yang
pemindahan bobbin yang berisi doffer, gangguan pada proses berisi gulungan awal ke rak
gulungan awal ke rak pada auto diatasi, pelaporan gangguan pada auto doffer, mengatasi
doffer dilakukan sesuai Prosedur. yang tidak dapat diatasi serta gangguan pada proses ,
Gangguan proses yang terjadi penghentian mesin melaporkan gangguan yang
diatasi sesuai Prosedur. tidak dapat diatasi serta
Gangguan pada mesin yang tidak menghentikan mesin open
dapat diatasi dilaporkan sesuai end
Prosedur.
Penghentian alat pembuat
gulungan awal dilakukan sesuai
Prosedur.
Melaksanakan aturan Pelaksanaan pengoperasian mesin Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan Prosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan Open-end Spinning dilakukan keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja dengan mengikuti aturan pengoperasian mesin open end kesehatan dan kerja dalam penyetelan kerja dalam pengoperasian
kesehatan dan keselamatan kerja spinning keselamatan kerja dalam bagian-bagian ring spinning mesin open end
yang berlaku pengoperasian mesin open
end
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Prosedure pembuatan Prosedure pembuatan Membuat laporan hasil kerja
Prosedur laporan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 94 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Mengoperasikan Mesin Open-End Spinning
KODE : TEX.SP02.062.01
DURASI PEMELAJARAN : 100 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 - - 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Pengoperasian semua jenis mesin Open-end Spinning yang menggunakan alat penyambung benang otomatis
(splicer) dan alat doffing otomatis (auto doffer).
KONDISI KINERJA
2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Operasi Mesin Open-end Spinning, Prosedur Pengoperasian Mesin Open-end Spinning, Instruksi
Kerja, dan Aturan
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan mesin Instruksi Kerja dibaca dengan Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan instruksi dan Menyiapkan mesin dan
teliti. pemeriksaan kesiapan mesin mengikuti instruksi dan prosedure kerja memeriksa bahan baku mesin open end
Kesiapan mesin Open-end open end, alat penyambung proisedure kerja persiapan kesiapan mesin open end,
Spinning, termasuk alat benang otomatis (spicer), alat pengoperasian mesin alat menyambung benang
penyambung benang otomatis doffing otomatis (auto doffer), open end otomatis (spicer), alat
(splicer) dan alat doffing otomatis penempatan can sliver, doffing otomatis (auto
(auto doffer), diperiksa sesuai penentuan roda gigi ganti doffer), penentuan roda gigi
Prosedur. regangan, antihan, produksi, ganti regangan, antihan
Ketidaksiapan mesin dilaporkan penyuapan sliver Penentuan produksi, menempatkan can
sesuai Prosedur. nomor bahan), penempatan sliver, menyiapkan sliver
Penempatan can sliver dan bobbin berisi gulungan awal (penentuan nomor bahan),
pemasangan sliver pada bagian pada dudukannya dan menempatkan bobbin berisi
penyuapan pada mesin Open- pelaporan ketidaksiapan mesin gulungan awal pada
end Spinning dilakukan sesuai open end dudukannya dan melaporkan
Instruksi Kerja dan Prosedur. ketidaksiapan mesin open
Pemasangan bobbin (silinder atau end
cone) berisi gulungan awal pada
dudukannya dilakukan sesuai
Prosedur.
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 95 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Mengoperasikan mesin Pengoperasian mesin dilakukan Prosedure pengoperasian mesin Tepat dan teliti dalam Menjelaskan prosedure Mengoperasikan dan
sesuai Prosedur. ring spinning dan penghentian mengikuti prosedur mengoperasikan menghentikanmesin open
Penghentian mesin dilakukan mesin open end mengoperasikan dan menghentikan mesin open end
sesuai Prosedur. mematikan mesin ring end
spinning
Mengendalikan proses Jalannya proses dikontrol sesuai Prosedure kerja pengontrolan Teliti dalam melaksanakan Menjelaskan prosedure kerja Mengontrol proses,
Prosedur. proses, pengumpulan bobbin pengontrolan jalannya mengontrol proses, mengatasi gangguan proses
Pengumpulan bobbin penuh yang penuh hasil doffing, gangguan proses mengumpulkan bobbin pada mesin open end
telah di-doffing oleh auto doffer proses diatasi ( benang/roving penuh hasil doffing,
dilakukan sesuai Instruksi Kerja. putus, lapping), pelaporan mengatasi gangguan proses
Gangguan proses yang terjadi gangguan proses yang tidak ( benang/roving putus,
(misalnya, sliver putus/habis) dapat diatasi penentuan nomor lapping) , melaporkan
diatasi sesuai Prosedur. hasil, produksi dan efisiensi gangguan proses yang tidak
Gangguan pada mesin yang tidak dapat diatasi, penentuan
dapat diatasi dilaporkan sesuai nomor hasil, produksi dan
Prosedur. efisiensi
Melaksanakan aturan Pelaksanaan pengoperasian mesin Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan prosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan Open-end Spinning dilakukan keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja dengan mengikuti aturan pengoperasian mesin open end kesehatan dan kerja dalam pengoperasian kerja dalam pengoperasian
kesehatan dan keselamatan kerja keselamatan kerja dalam mesin open end mesin open end
yang berlaku. pengoperasian mesin open
end
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Prosedure pembuatan Prosedure pembuatan Membuat laporan hasil kerja
Prosedur. laporan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 96 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Melakukan Pembersihan Mesin Open-End Spinning
KODE : TEX.SP02.063.01
DURASI PEMELAJARAN : 25 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 - 1 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Semua jenis mesin Open-end Spinning.
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Perawatan Mesin Open-end Spinning, Prosedur Pembersihan Mesin Open-end Spinning, Instruksi
Kerja, dan Aturan K3
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan operasi Instruksi Kerja dibaca dengan Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan Instruksi dan Menyiapkan peralatan
pembersihan teliti. dibaca dan penyiapan peralatan membaca instruksi dan prosedure kerja dan pembersihan mesin open
Peralatan yang diperlukan untuk pembersihan mesin open end prosedure serta penyiapan peralatan end sesuai prosedure dan
operasi pembersihan disiapkan menyiapkan peralatan pembersihan mesin open instruksi kerja
sesuai Prosedur. pembersihan mesin open end
end
Melakukan pembersihan Bagian-bagian Open-end Spinning Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan instruksi dan Membersihkan mesin open
Mesin Open-end Spinning yang perlu dibersihkan diketahui. pembersihan dan pengumpulan mengikuti prosedure prosedure serta end
Pembersihan bagian-bagian mesin noil waste mesin open end pembersiahn dan melaksanakan proses
Open-end Spinning dilakukan pengumpulan pneumafil pembersihan dan
sesuai Instruksi Kerja dan waste mesin open end pengumpulan noil waste
Prosedur. mesin open end
Pengumpulan limbah dan kotoran
dilakukan sesuai Instruksi Kerja.
Melaksanakan aturan Pelaksanaan pembersihan mesin Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan Prosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan Open-end Spinning dilakukan keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja dengan mengikuti aturan pembersihan mesin open end kesehatan dan kerja dalam pembersihan kerja dalam pengoperasian
kesehatan dan keselamatan kerja keselamatan kerja dalam mesin open end mesin open end
yang berlaku. pembersihan mesin open
end
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 97 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Prosedure pembuatan Prosedure pembuatan Membuat laporan hasil kerja
Prosedur. laporan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 98 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
KOMPETENSI : Melakukan Pelumasan (Oiling) Pada Mesin Open-End Spinning
KODE : TEX.SP02.064.01
DURASI PEMELAJARAN : 25 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
1 - 1 1 - 1 1
1. Unit kompetensi ini berlaku untuk :
• Pelumasan pada semua jenis mesin Open-end Spinning.
KONDISI KINERJA 2. Dokumen yang dijadikan rujukan adalah:
• Buku Manual Pelumasan mesin Open-end Spinning, Prosedur Pelumasan mesin Open-end Spinning, Instruksi
Kerja, dan Aturan K3
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menyiapkan pekerjaan Pengetahuan dasar tentang Bagian-bagian mesin open end Tepat dan teliti dalam Menjelaskan Bagian-bagian Menyiapkan bagian-bagian
pelumasan bagian-bagian yang perlu dilumasi yang perlu dilumasi, jenis-jenis melaksanakan pelumasan mesin open end yang perlu mesin open end yang perlu
pada mesin Open-end Spinning pelumas dan peralatannya, pada mesin open end dilumasi, jenis-jenis pelumas dilumasi dan jenis-jenis
dikuasai. serta instruksi dan prosedure dan peralatannya pelumas serta peralatannya
Pengetahuan dasar tentang jenis- kerja penyiapan peralatan sesuai instruksi dan
jenis pelumas dan peralatan pelumasan dan bagian-bagian prosedure kerja
pelumasan dikuasai. mesin yang perlu dilumasi
Instruksi Kerja dibaca dengan
teliti.
Pelumas dan peralatan yang
diperlukan disiapkan sesuai
Instruksi Kerja dan Prosedur.
Melakukan pelumasan Pelumasan pada mesin Open-end Instruksi dan prosedure kerja Tepat dan teliti dalam Menjelaskan Bagian-bagian Melumasi bagian-bagian
Spinning dilaksanakan sesuai pelumasan bagian-bagian mesin mengikuti instruksi dan mesin open end yang perlu mesin open end,
Instruksi Kerja dan Prosedur. open end, pembersihan mesin prosedure kerja melumasi dilumasi, pembersihan mesin membersihkan mesin dan
Kebersihan mesin dijaga. dan gangguan ringan dalam bagian-bagian mesin open dan gangguan ringan dalam mengatasi gangguan ringan
Gangguan ringan pada pelumasan diatasi end, membersihkan mesin pelumasan dalam pelumasan sesuai
pelaksanaan pelumasan diatasi dan mengatasi gangguan instruksi dan prosedure
atau dilaporkan sesuai Prosedur. ringan dalam pelumasan kerja
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 99 dari 100
KURIKULUM SMK EDISI 2004
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Melaksanakan aturan Pelaksanaan pelumasan pada Prosedure kesehatan dan Tepat dalam Menjelaskan Prosedure Melaksanakan prosedure
Kesehatan dan Keselamatan mesin Open-end Spinning keselamatan kerja dalam menggunakan prosedure kesehatan dan keselamatan kesehatan dan keselamatan
Kerja dilakukan dengan mengikuti perawatan bagian-bagian mesin kesehatan dan kerja dalam perawatan kerja dalam perawatan
aturan kesehatan dan open end keselamatan kerja dalam bagian-bagian open end bagian-bagian mesin open
keselamatan kerja yang berlaku. perawatan bagian-bagian end
open end
Membuat laporan kerja Laporan hasil kerja dibuat sesuai Prosedure pembuatan laporan Prosedure pembuatan Prosedure pembuatan Membuat laporan hasil kerja
Prosedur. laporan laporan
PROGRAM KEAHLIAN: DISKRIPSI PEMELAJARAN – PRODUKTIF
TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG Halaman 100 dari 100
Get documents about "