Docstoc

Analisa Wilayah Kab Solok

Document Sample
Analisa Wilayah Kab Solok Powered By Docstoc
					                                           LAPORAN




                                      ANALISA WIALAYAH

                                      “KABUPATEN SOLOK”




                                          Dibuat Oleh :

1.   Alex Iskandar 2006 / 73520                           9.   Arki Putra 2006 / 73518

2.   Desi Jaswita 2006 / 73528                            10. Nelli Hidayati 2006 / 73502

3.   Netty C. Batubara 2006 / 73488                       11. Fakrur Razi Fadli 2006 / 73508

4.   Trimayuri Ningsih 2006 / 73540                       12. Ayong Fasiska 2006 / 73468

5.   Desi Asmalia 2006 / 73560                            13. Ariski Yulian Putra 2006 / 73504

6.   Nanda Eka Saputra 2006 / 73556                       14. Aprizon Putra 2007 / 89059

7.   Diana Wulan Sari 2006 / 73516                        15. Rita Septika 2006 / 73494

8.   Rahma Fitria 2006 /                                  16. Huriyani Zurdi 2006

                                                          17. Yondri Saputra 2006 / 73514

                                                          18. Syafrizal 2005 /

                                                          19. Fitria Rosa 2006 / 73490




                                      JURUSAN GEOGRAFI

                                 FAKULTAS ILMU-ILMU SOSIAL

                                 UNIVERSITAS NEGERI PADANG

                                              2009
                                          KATA PENGANTAR



        Puji dan syukur penulis sampaikan kepada ALLAH SWT, karena berkat rahmat dan karuniaNYA lah
penulis dapat menyelesaikan tugas ini. Selanjutnya shalawat beserta salam penulis kirimkan untuk Nabi Besar
MUHAMMAD SAW, yang telah membawa umat manusia dari alam yang tidak berilmu pengetahuan ke alam
yang berilmu pengetahuan yang kita rasakan sekarang ini.

                 Tujuan utama penulis dalam membuat laporan ini adalah untuk melengkapi tugas akhir
semester Analisa Wilayah.

        Laporan ini dapat diselaikan penulis karena adanya bimbingan dorongan dan juga semangat dari
berbagai pihak, oleh karena itu selaku penulis kami mengucapakan terima kasih terutama kepada Ibuk Dra. Hj.
Kamila Latif, MS dan Ibuk Ahyuni, ST, M.Si selaku pembimbing mata kuliah Analisa Wilayah. Dan juga kami
juga ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan dorongan dan semangat untuk
menyelesaikan laporan ini.

        Penulis menyadari di dalam tugas ini masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan. Kepada semua
pihak penulis mohon saran maupun tanggapan terhadap tugas ini agar dapat di jadikan sebagai alat yang
berguna dalam pembelajaran.




                                                                                      Padang,    Juni 2009




                                                                                      Penulis




                                                     2
                                           DAFTAR ISI



KATA PENGANTAR                                               i

DAFTAR ISI                                                   ii

DAFTAR TABEL                                                 iv

BAB I PENDAHULUAN                                            1

   a.   Latar Belakang                                       1
   b.   Batasan Masalah                                      4
   c.   Tujuan Masalah                                       4
   d.   Manfaat Penulisan                                    4

BAB II ANALISIS FISIK                                        5

   a.   Peta Dasar                                           5
   b.   Pembuatan Peta Hasil Overlay                         5

BAB III ANALISIS EKONOMI DAN SARANA PRASARANA                15

   a.   Analisis Ekonomi                                     15
   b.   Analisis Sarana Prasarana                            28

BAB IV ANALISIS SOSIAL KEPENDUDUKAN                          45

   a.   Jumlah Penduduk                                      45
   b.   IPM                                                  49
   c.   Jumlah Penduduk Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin   52
   d.   Angka Kelahiran                                      56
   e.   Kematian Bayi                                        61
   f.   Tingkat Harapan Hidup                                64
   g.   Angka Melek Hidup                                    66
   h.   Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja                   67
   i.   Sisa Pendaftaran Tenaga Kerja                        70
   j.   Jenis Pekerjaan                                      72

BAB V ANALISIS POLA RUANG                                    76

   a.   Dasar Teori                                          76
   b.   Sistematika Laporan Peta                             76
   c.   Gabungan Analisis Wilayah                            81

BAB VI KATEGORI DAN GENERALISASI                             84

   a.   Kategori Wilayah                                     84
   b.   Generalisasi                                         85




                                                 3
                                        DAFTAR TABEL



   1.  Pertumbuhan PDRB berdasarkan harga konstan 2000                15
   2.  Pertumbuhan PDRB persektor berdasarkan harga konstan 2000      17
   3.  Persentase persektor                                           20
   4.  Hasil produksi pertanian menurut kecamatan                     22
   5.  Persentase hasil priduksi                                      23
   6.  Kegiatan perekonomian yang terkait dengan lahan                24
   7.  Produksi sayuran                                               25
   8.  Produksi buah-buahan                                           26
   9.  Keterkaitan industri                                           27
   10. Persentase kondisi jalan                                       29
   11. Persentase panjang jalan perkecamatan                          31
   12. Kondisi pelayanan listrik                                      33
   13. Kondisi pelayanan perbankan                                    34
   14. Kondisi telekomunikasi                                         35
   15. Pelayanan air bersih perpiaan dan non perpiaan                 36
   16. Kondisi sanitasi lingkungan                                    38
   17. Pelayanan fasilitas pendidikan                                 39
   18. Pelayanan fasilitas kesehatan                                  42
   19. Jumlah penduduk Kab. Solok                                     45
   20. Jumlah penduduk Kota Padang                                    46
   21. Jumlah penduduk laki-laki dan perempuan menurut kecamatan      46
   22. Data IPM                                                       49
   23. Angka IPM                                                      50
   24. Jumlah penduduk berdasarakan umum dan jenis kelamin            52
   25. Perbandingan dengan jumlah penduduk Kota Padang                54
   26. Jumlah kelahiran bayi                                          56
   27. Angka lahir hidup menurut puskesmas                            58
   28. Jumlah kematian bayi kabupaten Solok                           61
   29. Jumlah kematian bayi Kota Padang                               62
   30. Angka kematian bayi menurut puskesmas                          62
   31. Angka harapan hidup                                            65
   32. Angka melek huruf                                              66
   33. Banyaknya penduduk 10 tahun ke atas menurut jenis kegiatan     67
        dan jenis kelamin Kab. Solok
   34. Banyaknya penduduk 10 tahun ke atas menurut jenis kegiatan     68
       dan jenis kelamin Kota Padang
   35. Sisa pendaftaran tenaga kerja                                  70
   36. Banyaknya penduduk 10 tahun ke atas yang mempunyai pekerjaan   72
       menurut lapangan pekerjaan utama




                                              BAB I

                                        PENDAHULUAN




A. Latar Belakang


                                                4
          Kabupaten Solok adalah sebuah kabupaten di provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini
memiliki luas wilayah 7.146 km² dan populasi 500.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Arosuka.
Kabupaten Solok dibentuk berdasarkan UU No. 12 tahun 1956 tentang pembentukan daerah otonom dalam
lingkungan propinsi Sumatera Tengah. Dalam UU ini dinyatakan bahwa pusart pemerintahan kabupaten Solok
berada di Solok, salah satu nagari dalam kabupaten Solok.
          Tahun 1970, ibukota kabupaten Solok ini berubah status menjadi Kotamadya, sehingga pusat
pemerintahan kabupaten Solok berada dalam wilayah pemerintahan Kotamadya Solok. Secara berangsur angsur
kemudian pusat pemerintahan kabupaten Solok "digeser" ke Koto Baru, Kecamatan Kubung. Namun seiring
dengan perkembangan pemerintahan kemudian, Kotobaru tidak memadai lagi untuk berfungsi sebagai pusat
pemerintahan karena beberapa faktor, antara lain:
         Lahan milik pemerintah yang tersedia sangat terbatas, sehingga tidak mungkin untuk mengembangkan
          gedung / sarana perkantoran.
         Lahan masyarakat disekitar Koto Baru adalah sawah yang subur yang didukung oleh irigasi yang baik
          dan produktivitasnya cukup tinggi, sehingga "sayang" kalau mesti dialih fungsikan untuk menjadi
          perkantoran pemerintah.
         Letak Koto Baru tidak berada ditengah tengah wilayah administrasi pemerintahan kabupaten sehingga
          cukup menyulitkan bgi masyarakat yang berjarak jauh.
         Karena ketebatasan lahan di Koto Baru, sebagian bangunan perkantoran pemerintah kabupaten Solok
          masih terdapat dalam wilayah administrasi Kota Solok, sehingga mempersulit koordinasi/konsultasi
          antar Unit Kerja. Juga terpisahnya perkantoran ini membuat prosedur pelayanan masyarakat menjadi
          tidak efektif dan efisien.



        1. Letak Geografis

        Kabupaten Solok yang memiliki luas wilayah 3.738 km2 ini terletak antara 01o 20' 27" Lintang Selatan -
01o 21' 39" Lintang Selatan dan 100o 25' 00" sampai 10o 33' 43" Bujur Timur. Batas-batas wilayah Kabupaten
Solok adalah :

            a)   Sebelah Utara berbatas dengan Kabupaten Tanah Datar.
            b) Sebelah Timur berbatas dengan Kabupaten Dharmasraya, Kota Sawahlunto dan Kabupaten
                 Sawahlunto Sijunjung.
            c)   Sebelah Selatan berbatas dengan Kabupaten Solok Selatan.
            d) Sebelah        Barat    berbatas     dengan   Kabupaten      Pesisir   Selatan    dan     Kota
                 Padang.
        Kabupaten Solok dikenal dengan sebutan Solok nan Indah. Pemerintah Propinsi Sumatera Barat
menunjuk daerah ini sebagai salah satu dari 16 daerah tujuan wisata di Sumatera Barat yang layak
dikembangkan karena memang potensi kepariwisataan kabupaten ini sangat besar. Didukung lagi oleh letak
kabupaten Solok yang strategis sehingga sangat memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan.



                                                        5
      Dari Padang, ibukota propinsi Sumatera Barat, kabupaten Solok berjarak sekitar 64 km dan bisa dicapai
dalam waktu sekitar 1 jam 30 menit dengan menggunakan jalur transportasi darat. Dari Kota Bukittinggi
jaraknya sekitar 76 km dan bisa dicapai lewat jalur jalan Lintas Sumatera dengan melewati kota Sawahlunto dan
Kota Solok. jalan didaerah ini umumnya telah diaspal dan berada dalam kondisi yang baik. Angkutan umum
dari dan menuju kabupaten Solok seperti bus umum dan taksi dengan mudah bisa didapat. Lagipula daerah ini
dilalui oleh jalur Lintas Sumatera ( Trans Sumatera Highway ) sehingga transportasi dari dan menuju daerah ini
tidaklah sukar. Untuk angkutan dalam daerah tersedia banyak oplet / mikrolet dengan trayek ke hampir semua
pelosok dalam kawasan kabupaten Solok.

      2. Letak Topografi

      Secara umum daerah ini beriklim tropis dengan temperatur bervariasi antara 12o C hingga 30o C.
Ketinggian daerah berkisar antara 329 sampai 1.700 meter di atas permukaan laut. Daerah dengan ketinggian
antara 300 sampai 500 meter diatas permukaan laut meliputi sekitar 37 %, kawasan yang berada pada ketinggian
500 sampai 1.000 meter meliputi 34 % dan kawasan yang berada pada ketinggian 1.000 sampai 1.700 meter
meliputi sekitar 29 % dari luas keseluruhan kabupaten Solok.

      Elemen Topografi yang paling meninjol dari Kabupaten Solok adalah danau. Daerah ini mempunyai lima
buah danau yaitu Danau Singkarak ( 1.129,29 Ha), Danau Diatas (17,19 Ha), Danau Dibawah (16,83 Ha),
Danau Talang (1,9 Ha) dan Danau Tuo (1,5 Ha). Perbedaan cukup tajam antara satu kawasan dengan kawasan
lainnya membuat kondisi sumber daya alam saling berbeda.



      3. Letak Demografi

      Penduduk Kabupaten Solok hingga pertengahan tahun 2005 berjumlah 350.433 jiwa. Penyebaran
penduduk tidak merata karena pengaruh topografi kabupaten Solok yang sebagian besar adalah dataran tinggi /
perbukitan serta aspek aspek lain seperti potensi ekonomi dan kemudahan aksesibilitas. Konsentrasi penduduk
terbesar berada di Kecamatan Kubung yaitu sebesar 15,60 %, disulusul oleh Kecamatan Lembah Gumanti (
13,88 % ) dan Kecamatn Gunung Talang (12,82 % ).

      Pertumbuhan penduduk di Kabupatan Solok rata rata sebesar 1,2 % pertahun. Sampai pada pertengahan
tahun 2005, komposisi penduduk kabupaten Solok terdiri dari laki-laki sebanyak 172.448 jiwa ( 49,21 % ) dan
perempuan sebanyak 177.985 jiwa ( 50.79 % ), dengan kepadatan penduduk sebesar 92 jiwa / km2. Dari jumlah
keseluruhan penduduk, 52,14 % diantaranya adalah penduduk pada kelompok umur angkatan kerja.

      Mata pencaharian utama dari 69,7 % penduduk daerah ini adalah bertani. Sektor perdagangan, hotel dan
restoran hanya menyerap sekitar 11,5 % dari tenaga kerja, sektor jasa dan industri sebesar 7,4 % dan sektor lain
lain sebesar 3%.

      4. Administrasi




                                                       6
         Wilayah Adminstrasi Pemerintah Kabupaten Solok secara Yuridis Formil dibentuk dengan Undang
Undang No.12 tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten Dalam OLingkunagn Propinsi
Sumatera Tengah. Pada awal pembentukannya, kabupaten Solok semula terdiri 12 Kecamatan dan 83 Nagari.

         Perkembangan keadaan kemudian yang berupa beberapa perubahan status Administrasi Pemerintahan
dilakukan pada tahun 1970 ,1983, 2000 dan 2001 sehingga Kabupaten Solok akhirnya terdiri dari 19
Kecamatan, 86 nagari dan 426 jorong. Wilayah administrasi terakhir ini ditetapkan dengan Perda No. 4 tahun
2001 tentang Pemerintahan Nagari dan Perda No. 5 tahun 2001 tentang Pemetaan dan Pembentukan Kecamatan.

Sebagai konsekwensi dari pemekaran ini, jumlah kecamatan di Kabupaten Solok sekarang menjadi 14
kecamatan serta nagari dari 86 menjadi 74 nagari.

B. Batasan Masalah
    1.    Aspek Fisik
    2.    Aspek Ekonomi dan Sarana Prasarana
    3.    Aspek Sosial Kependudukan
    4.    Aspek Pola Ruang
C. Tujuan penulisan
    Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan tentang Analisis Wilayah Kabupaten Solok.

D. Manfaat penulisan
    1.    Sebagai sumbangan wacana pemikiran bagi pemerintah dan masyarakat dalam pelaksanaan
          pengembangan Kabupaten Solok
    2.    Masyarakat, yaitu sebagai pengetahuan bagi masyarakat Umum
    3.    Akademisi, yaitu menjadi bahan referensi penulisan atau penelitian lebih lanjut.




                                                     BAB II

                                               ANALISIS FISIK




                                                        7
    I.   Peta dasar
    Dalam pembuatan peta fisik daerah Kab, Solok terlebih dahulu disediakan peta-peta dasar yaitu:

                    a.    Peta Topografi daerah Kab. Solok skala 1 : 180.000 cm
                    b.    Peta Jenis tanah daerah Kab. Solok sakala 1 : 180.000 cm
                    c.    Peta Geologi daerah Kab. Solok sakala 1 : 180.000 cm
                    d.    Peta Existing daerah Kab. Solok sakala 1 : 180.000 cm
                    e.    Peta Curah hujan daerah Kab. Solok sakala 1 : 180.000 cm


    II. Pembuatan peta hasil overlay
         a.         Alat dan bahan
                          A. Peta dasar
                          B. Kertas minyak atau kertas kalkir
                          C. Pena OHP
                          D. Penggaris
                          E. Pensil warna
                          F.    Penghapus
               b.        Cara kerja
    1) Pembuatan Peta Kemiringan Lereng
         Peta lereng dapat dibuat melalui peta topografi dengan melihat ketinggian daerah melalui kontur.
Berdasarkan pengamatan peta topografinya dapat diamati bahwa Kabupaten Solok merupakan daerah
perbukitan. Hal ini terbukti dengan besarnya jumlah kemiringan lereng yang tergolong dalam kategori amat
curam. Untuk lebih jelasnya hasil pengamatan dapat dilihat berikut ini:

                   Kelas I        = 0 – 8 % (Datar) dengan skor 20. banyak terdapat di sekitar daerah sebelah selatan
                    kota solok.
                   Kelas II       = 8 – 15 % (Landai) dengan skor 40
                   Kelas III      = 15 – 25 % (agak curam) dengan skor 60. lereng ini banyak terdapat di daerah
                    kecamatan pantai cermin dan ssebagian di kecamatan lembah gumanti.
                   Kelasa IV      = 25 – 45 % (Curam) dengan skor 80.
                   Kelas V        = > 45 % (sangat curam) dengan skor 100
         Hasil pembuatan peta lereng, dapat diketahui bahwa daerah kabupaten Solok kebanyakan memiliki
daerah dengan kemiringan lereng 25 – 45 % atau tergolong curam (dapat dilihat pada lembar kerja peta lereng
Kabupaten Solok skala 1 : 180.000 cm).

    2) Pembuatan peta penggunaan lahan
    Pembuatan peta ini diambil dari peta topografi, dimana penggunaan lahan yang ada di Kabupaten Solok
antara lain:

                   Sawah
                   Kebun campuran
                                                                8
               Perkebunan
               Semak / Rumput
               Tegalan / Ladang
               Tandus
               Hutan
               Pemukiman
        Daerah peersawahan dan pemukiman banyak terdapat di kecamatan bukit sundi, setengah dari
kecamatan talang digunakan untuk sawah dan perumahan. Hasil pengamatan dari peta penggunaan lahan dapat
disimpulkan bahwa daerah hutan banyak terdapat di daerah bagian timur Kabupaten Solok serta di sebelah
selatannya telah dipergunakan untuk pemukiman dan perladangan serta persawahan.

    3) Pembuatan peta jenis tanah
        Pada daerah penelitian yaitu Kabupaten Solok terdapat 6 jenis tanah yaitu:

                 tanah pedsolik merah kuning dengan skor 60, Podsolik merah kuning adalah jenis tanah masam
                  yang secara alami mempunyai produktivitas rendah, didominasi oksida Al dan Fe serta daya ikat
                  P yang tinggi sehingga menyebabkan ketidaktersedianya unsur P dalam tanah. Jenis tanah ini
                  terdapat pada daerah sebagian besar kecamatan tigo lurah, kecamatan payung sekaki, kecamatan
                  IX koto selasih dan sebagian kecil kecamatan X koto diatas. Jumlah tanah pedsolik pada
                  kecamatan-kecamatan tersebut sekitar 32,4% dari luas kabupaten solok skala 1: 180.000cm.
                 tanah latosol, dengan skor 30. terdapat pada kecamatan X koto diatas, kec junjung sirih
                  kecamatan talang, kecamatan danau kembar, kecamatan lembang gumanti dan sisanya terdapat
                  pada kecamatan X koto singkarak. Luasnya sebesar 10,7% dari luas Kabupaten Solok skala
                  1:180.000cm.
                 tanah complek pedsolik merah kuning, dengan skor 60. terdapat pada kecamtan X koto
                  singkarak. Luasnya sekitar 2,9% dari luas kabupaten solok.
                 tanah andosol dan regosol, dengan skor 60. Terdapat di daerah kecamatan bukit sundi,
                  kecamatan lembang jaya, kecamatan lembah gumanti, Kecamatan hiliran gumanti dan
                  kecamatan pantai cermin. Luasnya sekitar 35% dari luas kabupaten solok skala 1:180.000cm.
                 tanah andosol, dengan skor 60, Terdapat di kecamatan bukit sundi, kecamatan lembang jaya,
                  sebagian kecil lembah gumanti. Luasnya sebesar 18,3% dari luas kabupaten solok skala
                  1:180.000cm.
                 tanah regosol, dengan skor 75. terdapat pada daerah sebagian kecamatan x koto singkarak
                  dengan luas persen 0,7% dari luas kabupaten solok skala 1:180.000cm.
    Hasil yang dapat dilihat ternyata didaerah Kabupaten Solok jenis tanahnya kebanyakan tanah pedsolik
merah kuning dan tanah andosol regosol.

    4) Pembuatan peta curah hujan




                                                         9
    Dari peta curah hujan dan data yang didapat, dapat diketahui bahwa curah hujan di Kabupaten solok terbagi
dalam empat golongan dimana skor yang didapat ádalah 10 yang berarti curah hujannya sangat rendah, dengan
rata – rata hujan yang didapat antara lain yaitu:

       - 5,5 mm/ hari, dikecamatan X koto diatas dan sebagian kecil kecamatan bukit sundi dan kecamatan
             junjung sirih dengan luasan persen 12,5%.
       - 5,5 – 6,85 mm/hari, terdapat pada daerah kecamatan tiga lurah, kecamatan payung sekaki, kecamatan
             hiliran gumanti, sebagian kecil kecamatan junjung sirih, kecamatan X koto singkarak dan kecamatan
             pantai cermin.
       - 6,85 – 8,22 mm/hari, terdapat pada kecamatan junjung sirih, kecamatan X koto singkarak, payung
             sekaki, lembah gumanti dan sebagian kecil kecmatan danau kembar, kecamatan kubung dan
             kecamatan pantai cermin. Besar persentasenya 32%.
       - 8,22 – 11 mm/hari, terdapat pada daerah kecamatn tigo lurah, kecamatan hiliran gumanti dan sebagian
             kecil kecamatan payung sekaki, lembah gumanti, kecamatan danau kembar dan kecamatan talang.
             Dengan besar persentase 26,5%.
    5) Pembuatan peta geologi
         Dari peta geologi dapat diketahui jenis batuan di daerah Kabupaten Solok adalah:

         -     Qou            = Andiferentiated acid vulkanic rocks
         -     Kgr            = granite rocks
         -     Ps             = Silungkang pormation
         -     Qal            = batuan aluvium sungai
         -     Qf             = Alluvial fans
         -     Jgr            = introsive Rocks
         -     Kd             = Diorite
         -     Pb             = Barisan formation
         -     Pbl            =Limestone
         -     Pckl           = batuan metamorf
         -     Pcks           = Batuan metamorf
         -     Tgdr           = granodiorite
         -     Tmo            = upper member of ombilin formation
         -     Tmol           = lower member of ombilin formation
         -     Qol            = volcanic Rocks
         -     Tob            = brani formation
         -     Qtou           = undifferentiated volcanic products
         -     Qyu            = undiferented volcanic Rokcs
         -     Ta             = andesit to basalt
         -     Tatl           = Limestone member of tutur formation
         -     Gr             = granodiorite
         -      G             = granite
         -     Trtl           = state and shale




    6) Peta Arahan I
    Peta arahan I adalah peta hasil overlay peta lereng dengan peta jenis tanah dan peta curah hujan, hasil
overlay ini merupakan peta arahan penggunaan lahan.


                                                         10
    Ada tiga factor utama yang digunakan dalam peruntukan kesesuaian lahan yaitu kemiringan lereng, factor
jenis tanah berdasarkan kepekaan terhadap erosi, dan factor curah hujan harian rata-rata. Penetapan klasifikasi
penggunaan lahan dilakukan dengan jalan menjumlahkan skor ketiga faktor tersebut. Peta kesesuaian lahan
Kabupaten Solok skala 1;180.0000 dibuat berdasarkan kepada peta kemiringan lereng, peta jenis tanah dan peta
curah hujan kota Bukittinggi skala 1:180.000.

    Adapun scoring yang digunakan adalah sebagai berikut:

    1.   Faktor Kemiringan Lereng
                      Kelas 1    = 0-8 % (datar)                        Skor 20

                      Kelas II   = 8-15 % (landai)                      Skor 40

                      Kelas III = 15-25 % (agak curam)                  Skor 60

                      Kelas IV = 25-45 % (curam)                        Skor 80

                      Kelas V    = >45 % (sangat curam)                 Skor 100

    2.   Faktor Kepekaan Tanah Terhadap Erosi
         Kelas 1 = Skor 15

                 Aluvial, Gleisol, Planosol, Hidromorf, Cambisol, Kelabu, Laterik Air Tanah (tidak peka).

         Kelas 2 = Skor 30

                 Latosol (agak peka)

         Kelas 3 = Skor 45

                 Brown Forest Soil, Non calcic brown, Meditranian (agak peka).

         Kelas 4 = Skor 60

                 Andosol, Laterik, Grumusol, Podsol, Podsolic (peka).

         Kelas 5 = Skor 75

                 Regosol, Litosol, Renzina, (sangat peka).

    3.   Faktor Intensitas Curah Hujan

         Kelas 1 = s/d 13,6 mm/hr                    Skor 10 (sangat rendah)

         Kelas 2 = 13,6-20,7 mm/hr                   Skor 20 (sedang)

         Kelas 3 = 20,7-27,7 mm/hr                   Skor 30 (tinggi)

         Kelas 4 = 27,7-34,8 mm/hr                   Skor 40 (sangat tinggi)

         Kelas 5 = >34,8 mm/hr                       Skor 50 (sangat tinggi)



    Kriteria yang digunakan untuk menentukan masing-maisng penggunaan lahan mulai dari kawasan lindung,
kawasan penyangga, kawasan budidaya dan kawasan pemukiman adalah:


                                                      11
Kawasan Lindung
    Areal yang mempunyai jumlah skor untuk kemampuan lahan sama dengan atau lebih dari 175, atau
memenuhi salah satu atau beberapa syarat sebagai berikut:

          Mempunyai lereng lapangan > 45%
          Tanah sangat peka terhadap erosi yaitu jenis tana Regosol, litosol, Organosol, dan Renzina dengan
           lereng > 15%.
          Merupakan jalur pengaman aliran sungai/air sekurang-kurangnya 100 m di kiri kanan sungai /aliran
           air tersebut.
          Merupakan pelindung mata air, sekurang-kurangnya dengan jari-jari 200 m di sekeliling mata air
           tersebut.
          Mempunyai ketinggian antara 500 m di pulau-pulau di mana pegunungan hanya sekitar 1000 m dpl
           dan 1000 m di atas permukaan atau lebih untuk pulau-pulau yang mempunyai gunung-gunung
           tinggi.
          Guna keperluan/kepentingan khusus dan diterapkan oleh pemerintah sebagai kawasan lindung.


Kawasan Penyangga
    Areal dengan skor untuk kemampuan lahan antara 124-174 dan atau memenuhi beberapa criteria umum
berikut:

          Keadaan fisik areal memungkinkan untuk dilakukn budidaya secara ekonomis.
          Lokasi secara ekonomis mudah dikembangkan sebagai kawasan penyangga.
          Tidak merugikan sendi-sendi ekoligi/lingkungan hidup.


Kawasan Budi daya Tanaman Tahunan
    Yang termasuk dalam kawasan ini adalah areal dengan jumlah skor untuk kemampuan lahan 124 ke bawah
serta cocok atau seharusnya dikembangkan usaha tani tanaman tahunan (papohonan, tanaman perkebunan, dan
tanaman industri). Di samping itu areal tersebut harus memenuhi criteria umum untuk kawasan penyangga.

Kawasan Budi daya Tanaman Semusim/Setahun
    Yang termasuk dalam kategori kawasan ini adalah areal dengan criteria seperti dalam penetapan kawasan
budi daya tanaman tahunan, tetapi area tersebut cocok atau seharusnya dikembangkan untuk usaha tani tanaman
semusim/setahun.




Kawasan Permukiman
    Yang dapat terjadikan kawasan permukiman pada prinsipnya adalah areal yang sama dengan kawasan budi
daya., hanya saja lahan tersebut mempunyai kemiringan lereng sebaiknya antara 0 sampai 8 %. Kawasan
Lindung
                                                     12
    Areal yang mempunyai jumlah skor untuk kemampuan lahan sama dengan atau lebih dari 175, atau
memenuhi salah satu atau beberapa syarat sebagai berikut:

           -   Mempunyai lereng lapangan > 45%
           -   Tanah sangat peka terhadap erosi yaitu jenis tana Regosol, litosol, Organosol, dan Renzina dengan
               lereng > 15%.
           -   Merupakan jalur pengaman aliran sungai/air sekurang-kurangnya 100 m di kiri kanan sungai
               /aliran air tersebut.
           -   Merupakan pelindung mata air, sekurang-kurangnya dengan jari-jari 200 m di sekeliling mata air
               tersebut.
           -   Mempunyai ketinggian antara 500 m di pulau-pulau di mana pegunungan hanya sekitar 1000 m
               dpl dan 1000 m di atas permukaan atau lebih untuk pulau-pulau yang mempunyai gunung-
               gunung tinggi.
           -   Guna keperluan/kepentingan khusus dan diterapkan oleh pemerintah sebagai kawasan lindung.
Kawasan Penyangga
    Areal dengan skor untuk kemampuan lahan antara 124-174 dan atau memenuhi beberapa criteria umum
berikut:

           -   Keadaan fisik areal memungkinkan untuk dilakukn budidaya secara ekonomis.
           -   Lokasi secara ekonomis mudah dikembangkan sebagai kawasan penyangga.
           -   Tidak merugikan sendi-sendi ekoligi/lingkungan hidup.


Kawasan Budi daya Tanaman Tahunan
    Yang termasuk dalam kawasan ini adalah areal dengan jumlah skor untuk kemampuan lahan 124 ke bawah
serta cocok atau seharusnya dikembangkan usaha tani tanaman tahunan (papohonan, tanaman perkebunan, dan
tanaman industri). Di samping itu areal tersebut harus memenuhi criteria umum untuk kawasan penyangga.

Kawasan Budi daya Tanaman Semusim/Setahun

    Yang termasuk dalam kategori kawasan ini adalah areal dengan criteria seperti dalam penetapan kawasan
budi daya tanaman tahunan, tetapi area tersebut cocok atau seharusnya dikembangkan untuk usaha tani tanaman
semusim/setahun.

Kawasan Permukiman
    Yang dapat terjadikan kawasan permukiman pada prinsipnya adalah areal yang sama dengan kawasan budi
daya., hanya saja lahan tersebut mempunyai kemiringan lereng sebaiknya antara 0 sampai 8 %.

               I. Cara Kerja

    1.     Membuat peta dasar Kota Bukittinggi lengkap dengan batas-batas administratifnya.
    2.     Membuat sungai yang ada.



                                                       13
    3.   Mengoverlay peta lereng, peta jenis tanah serta peta curah hujan skala 1:10.000 pada peta dasar yang
         tela dibuat.
    4.   Menetapkan penggunaan lahan yang sesuai untuk masing-masing daerah dengan jalan menjumlahkan
         ketiga skor yang telah ditetapkan pada peta lereng, peta jenis tanah dan peta curah hujan.


              II. Hasil

Dari hasil overlay peta kemiringan lereng, curah hujan dan jenis tanah Kabupaten Solok skala 1:180.000 maka
didapatkanlah peta kesesuaian lahan Kabupaten Solok yang terdiri dari kawasan:

              1.   Kawasan Lindung, terdapat pada daerah kecamatan X koto diatas bagian timurny dan
                   kecamatan X koto singkarak bagian utara.
              2.   Kawasan Penyangga, rata-rata tersebar diseluruh wilayah Kabupaten Solok
              3.   Kawasan Budidaya tanaman semusim/tahun, sebagian kecil terdapat di bagian timur
                   kecamatan tigo lurah dan sebagian besar terdapat di bagian barat Kabupaten Solok
              4.   kawasan budidaya tanaman tahunan, terdapat di bagian utara kabupaten Solok dan sebagian
                   kecil terdapat di kecamatan payung sekaki dan kecamatan tigo lurah
              5.   Kawasan Pemukiman, tersebar di bagian timur dan tengah kabupaten solok.
    Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran I pada makalah ini.

    G. Peta arahan II
                          a.   Deskripsi
         Peta rawan bencana merupakan peta yang dibuat untuk mengetahui daerah-daerah yang rawan terhadap
bahaya bencana seperti: longsor, banjir dan erosi. Peta rawan bencana Kabupaten Solok skala 1:180.000 dibuat
berdasarkan overlay peta geologi dan peta bentuk lahan Kabupaten Solok skala 1:180.000.

                          b.   Cara kerja
    1) Buat peta dasar Kabupaten Solok skala 1:180.000 lengkap dengan batas administratif dan sungainya.
    2) Overlaykan peta geologi dan peta bentuk lahan Kabupaten Solok skala 1:180.000.
    3) Batasi daerah yang menjadi lokasi rawan bencana.
                          c.   Hasil
         Dari hasil overlay peta geologi dan peta bentuk lahan Kabupaten Solok skala 1:180.000, maka
didapatkanlah daerah yang rawan terhadap bencana :

         -    Daerah rawan longsor terdapat pada daerah kecamatan tigo lurah dan kecamatan talang.
         -    Daerah lelehan gunung api, rawan gempa dan awan panas berada di sekitar gunung talang.
         -    Daerah rawan banjir di daerah kecamatan Kubung , disekitar batang lembang.
         Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran II pada makalah ini.

    H. Peta Penyimpangan Lahan
         a.   Deskripsi


                                                       14
          Peta penyimpangan lahan yaitu peta yang dibuat untuk menggambarkan penggunaan lahan yang tidak
sesuai dengan penggunaan lahan yang seharusnya. Peta penyimpangan lahan Kabupaten Solok skala 1:180.000
dibuat berdasarkan overlay peta kesesuaian lahan dan peta penggunaan lahan Kabupaten Solok skala 1:180.000.

          b.   Cara Kerja
1.   Buat peta dasar Kabupaten Solok skala 1:180.000 lengkap dengan batas administratif dan sungainya.
2.   Overlay peta penggunaan lahan dan peta kesesuaian lahan Kabupaten Solok skala 1 : 180.000
3.   Batasi kawasan yang penggunaan lahannya tidak sesuai dengan arahan penggunaan lahan seharusnya.
     c.   Hasil
          Dari hasil overlay peta kesesuaian lahan dan peta penggunaan lahan Kabupaten Solok skala 1:180.000
maka diketahuilah adanya penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan arahan pengunaan lahan seharusnya,
diantaranya:

     1.   Adanya daerah yang seharusnya berfungsi sebagai kawasan tanaman tahunan tapi dilapangan terjadi
          penyimpangan lahan digunakan untuk pemukiman dan sawah. Penyimpangan ini terdapat di sekitar
          kecamatan X koto diatas. Penyimpangan ini sebesar o,7% dari luas kabupaten solok pada skala
          1;180.000cm.
     2.   Lahan yang seharusnya digunakan untuk hutan tetapi dilapangan digunakan sebagai pemukiman dan
          sawah. Penyimpangan ini sebesar 2,6% dari luas Kabupaten solok. Penyimpangan ini terdapat di
          sekitar daerah kecamatan bukit sundi dan kecamatan kubu.
     lahan seharusnya digunakann untuk hutan tetapi kenyataan di lapangan digunakan untuk hutan.
     Penyimpangan ini terdapat di daerah kecamatan tigo lurah sekitar 0,4% dari luas Kabupaten Solok pada
     skala 1: 180.000cm.

     9) Peta Arahan Sesungguhnya
     Peta arahan sesungguhnya merupakan overlay dari peta penggunaan lahan, peta arahan I dan arahan II
(rawan Bencana). Pada peta ini kelompok kami tidak memasukkan lagi penggunaan lahan yang menyimpang.
Jadi dalam peta arahan sesungguhnya ini adalah peta yang seharusnya dan sudah tidak ada lagi daerah yang
termasuk dalam penyimpangan lahan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran III pada makalah kami.




                                                   BAB III


                                                     15
                              ANALISIS EKONOMI DAN SARANA PRASARANA




A. ANALISIS EKONOMI KABUPATEN SOLOK


    1.   Pertumbuhan PDRB Kabupaten Solok berdasarkan harga konstan 2000

         Berdasarkan data yang telah di peroleh maka diperoleh kesimpulan bahwa PDRB Kabupaten Solok
semakin meningkat setiap tahunnya yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Solok yang
juga ikut meningkat setiap tahunnya, seperti dapat kita lihat pada table dan diagram dibawah ini :
         Tabel : Pertumbuhan PDRB Kabupaten Solok Berdasarkan Harga Konstan 2000 (Jutaan Rupiah).
                                      Jumlah PDRB            Pertumbuhan
               No        Tahun
                                     (Jutaan Rupiah)           Ekonomi
                1         2003    1435192.76

                2         2004    1519416.99                 5.54

                3         2005    1608661.4                  5.55

                4         2006    1705496.5                  5.68

                5         2007    1811861                    5.87
                         Jumlah   6645435.89
             Sumber Data : BPS Kabupaten Solok 2008
Pertumbuhan Ekonomi :
                    1.   Tahun 2004 = PDRB tahun 2004- PDRB tahun 2003 X 100%
                                             PDRB tahun 2004
                         PE 2004 = 1519416.99-1435192.76 X 100%
                                             1519416.99
                         PE 2004 = 5.54%
                    2.   Tahun 2005 = PDRB tahun 2005- PDRB tahun 2004 X 100%
                                             PDRB tahun 2005
                         PE 2004 = 1608661.4-1519416.99 X 100%
                                             1608661.4
                         PE 2005 = 5.55%
                    3.   Tahun 2006 = PDRB tahun 2006- PDRB tahun 2005 X 100%
                                             PDRB tahun 2006
                         PE 2006 = 1705496.5-1608661.4 X 100%
                                             1705496.5
                         PE 2006 = 5.68%
                    4.   Tahun 2007 = PDRB tahun 2007- PDRB tahun 2006 X 100%
                                             PDRB tahun 2006
                         PE 2007 = 1811861-1705496.4X 100%
                                             1811861
                         PE 2007 = 5.87%

         Grafik Pertumbuhan PDRB Kabupaten Solok Tahun 2003-2007 :




                                                       16
        Berdasarkan tabel dan bgrafik di atas dapat kita lihat bahwa jumlah PDRB Kabupaten Solok (jutaan
rupiah) terus meningkat dari tahun 2003-2007 yaitu pada tahun 2003 adalah 1235192.76, tahun 2004 adalah
1519416.99, tahun 2005 adalah 1608661.4, tahun 2006 adalah 1705496.5, dan tahun 2007 adalah 1811861. Jadi
jumlah PDRB Kabupaten Solok berdasarkan harga konstan 2000 selama tahun 2003-2007 adalah 6645435.89.




        Jadi pertumbuhan ekonomi wilayah Kabupaten Solok dari tahun 2003-2007 selalu mengalami
peningkatan yaitu dari tahun 2003-2004 meningkat sebanyak 5.54 %, dari tahun 2004-2005 meningkat sebanyak
5.55%, tahun 2005-2006 meningkat sebanyak 5.68%, dan tahun 2006-2007 meningkat sebanyak 5.87%.


        Tabel :       Pertumbuhan PDRB Kabupaten Solok Persektor Berdasarkan Harga Konstan 2000
                      (Jutaan Rupiah)
                                                                  Tahun
No         Sektor-Sektor
                                     2003            2004           2005          2006           2007
1      Pertanian                 508981.07       649629.21       686991.28     726116.64      768356.7
2      Pertambangan dan
                                 48951.74        50773.62        54693.24      58871.8        65029.79
       Penggalian
3      Industri Pengolahaan      110218.63       109394.48       117664.7      125642.37      133846.81
4      Listrik, Gas, dan Air
                                 5278.19         5716.63         6148.66       6665.39        7210.3
       Bersih
5      Bangunan                  70080.73        82363.25        88350.62      95082.94       101767.27
6      Perdagangan, Hotel,
                                 144966.82       211572.54       224780.62     240071.32      256868.34
       dan Restoran
7      Pengangkutan dan
                                 143211.92       147293.07       157229.46     167917.31      179883.22
       Komunikasi
8      Keuangan, Persewaan,
                                 30673.64        30889.74        32138.98      34049.08       36795.21
       dan Jasa Perusahaan
9      Jasa-Jasa                 172830.02       231784.45       240663.85     251079.65      262103.36
          Jumlah                 1235192.76      1519416.99      1608661.4     1705496.5      1811861
Sumber Data : BPS Kabupaten Solok Tahun 2008


        Grafik Pertumbuhan PDRB Kabupaten Solok Persektor Berdasarkan Harga Konstan 2000 Tahun
        2003-2005 :




                                                   17
        Berdasarkan data di atas dapat kita lihat bahwa sektor pertanian Kabupaten Solok terjadi naik turun
selama tahun 2003-2007 yaitu pada tahun 2003 jumlahnya adalah 508981.07 pada tahun 2004 jumlahnya adalah
89244.41, pada tahun 2005 jumlahnya adalah 686991.28, pada tahun 2006 jumlahnya adalah 726116.64, pada
tahun 2007 jumlahnya adalah 768356.7. Jadi jumlah Sektor pertanian Kabupaten Solok Selama tahun 2003-
2007 adalah 3340074.9.
        Berdasarkan data di atas dapat kita lihat bahwa sektor pertambangan dan penggalian Kabupaten Solok
semakin meningkat selama tahun 2003-2007 yaitu pada tahun 2003 jumlahnya adalah 48951.74 pada tahun
2004 jumlahnya adalah 50773.62, pada tahun 2005 jumlahnya adalah 54693.24 , pada tahun 2006 jumlahnya
adalah 58871.8, pada tahun 2007 jumlahnya adalah 65029.79. Jadi jumlah Sektor pertambangan dan penggalian
Kabupaten Solok Selama tahun 2003-2007 adalah 278320.19.
        Berdasarkan data di atas dapat kita lihat bahwa sektor industry pengolahan Kabupaten Solok semakin
meningkat selama tahun 2003-2007 yaitu pada tahun 2003 jumlahnya adalah 110218.63, pada tahun 2004
jumlahnya adalah 109394.48, pada tahun 2005 jumlahnya adalah 117664.7, pada tahun 2006 jumlahnya adalah
125642.37, pada tahun 2007 jumlahnya adalah 133846.81. Jadi jumlah Sektor industry pengolahan Kabupaten
Solok Selama tahun 2003-2007 adalah 596766.99.
        Berdasarkan data di atas dapat kita lihat bahwa sektor listrik, gas dan air bersih Kabupaten Solok
semakin meningkat selama tahun 2003-2007 yaitu pada tahun 2003 jumlahnya adalah 5278.19, pada tahun 2004
jumlahnya adalah 5716.63, pada tahun 2005 jumlahnya adalah 6148.66, pada tahun 2006 jumlahnya adalah
6665.39, pada tahun 2007 jumlahnya adalah 7210.3. Jadi jumlah Sektor listrik, gas dan air bersih Kabupaten
Solok Selama tahun 2003-2007 adalah 31019.17.
        Berdasarkan data di atas dapat kita lihat bahwa sektor bangunan Kabupaten Solok semakin meningkat
selama tahun 2003-2007 yaitu pada tahun 2003 jumlahnya adalah 70080.73, pada tahun 2004 jumlahnya adalah
82363.25, pada tahun 2005 jumlahnya adalah 88350.62, pada tahun 2006 jumlahnya adalah 95082.94, pada
tahun 2007 jumlahnya adalah 101767.27. Jadi jumlah Sektor bangunan Kabupaten Solok Selama tahun 2003-
2007 adalah 437644.81.
        Berdasarkan data di atas dapat kita lihat bahwa sektor perdagangan , hotel dan restoran Kabupaten
Solok semakin meningkat selama tahun 2003-2007 yaitu pada tahun 2003 jumlahnya adalah 144966.82, pada
tahun 2004 jumlahnya adalah 211572.54, pada tahun 2005 jumlahnya adalah 224780.62 pada tahun 2006
jumlahnya adalah 240071.32, pada tahun 2007 jumlahnya adalah 256868.34. Jadi jumlah Sektor perdagangan ,
hotel dan restoran Kabupaten Solok Selama tahun 2003-2007 adalah 1078259.64.
        Berdasarkan data di atas dapat kita lihat bahwa sektor pengakutan dan komunikasi Kabupaten Solok
semakin meningkat selama tahun 2003-2007 yaitu pada tahun 2003 jumlahnya adalah 143211.92 pada tahun

                                                   18
2004 jumlahnya adalah 147293.07, pada tahun 2005 jumlahnya adalah 157229.46, pada tahun 2006 jumlahnya
adalah 167917.31, pada tahun 2007        jumlahnya adalah 179883.22. Jadi jumlah Sektor pengakutan dan
komunikasi Kabupaten Solok Selama tahun 2003-2007 adalah 795534.98.
         Berdasarkan data di atas dapat kita lihat bahwa sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan
Kabupaten Solok semakin meningkat selama tahun 2003-2007 yaitu pada tahun 2003 jumlahnya adalah
30673.64, pada tahun 2004 jumlahnya adalah 30889.74, pada tahun 2005 jumlahnya adalah 32138.98, pada
tahun 2006 jumlahnya adalah 34049.08, pada tahun 2007 jumlahnya adalah 36795.21. Jadi jumlah Sektor
keuangan, persewaan dan jasa perusahaan Kabupaten Solok Selama tahun 2003-2007 adalah 164546.65.
         Berdasarkan data di atas dapat kita lihat bahwa sektor jasa-jasa Kabupaten Solok semakin meningkat
selama tahun 2003-2007 yaitu pada tahun 2003 jumlahnya adalah 172830.02, pada tahun 2004 jumlahnya
adalah 231784.45, pada tahun 2005 jumlahnya adalah 240663.85, pada tahun 2006 jumlahnya adalah
251079.65, pada tahun 2007 jumlahnya adalah 262103.36. Jadi jumlah Sektor pertanian Kabupaten Solok
Selama tahun 2003-2007 adalah 1158461.33.
         Jadi PDRB Kabupaten Solok selama tahun 2003-2007 didukung oleh sector pertaniannya yang sangat
maju.
    2.   Sektor-sektor Penunjang PDRB Kabupaten Solok
         Pertumbuhan PDRB Kabupaten Solok Persektor Berdasarkan Harga konstan 2000 banyak terdapat
pada sector pertaniannya, karena Kabupaten Solok merupakan salah satu Kabupaten yang banyak menghasilkan
beras, buah-buahan, sayuran dan lainnya. Seperti dapat kita lihat dalam penjelasan dibawah ini :
         Tabel : Persentase Persektor Tahun 2007
           No                  Sektor-Sektor                     Tahun 2007          Persentase (%)
            1    Pertanian                                    768356.7              42.41
            2    Pertambangan dan Penggalian                  65029.79              3.59
            3    Industri Pengolahaan                         133846.81             7.37
            4    Listrik, Gas, dan Air Bersih                 7210.3                0.4
            5    Bangunan                                     101767.27             5.62
            6    Perdagangan, Hotel, dan Restoran             256868.34             14.18
            7    Pengangkutan dan Komunikasi                  179883.22             9.93
            8    Keuangan, Persewaan, dan Jasa                36795.21              2.03
                 Perusahaan
            9    Jasa-Jasa                                    262103.36             14.47
                             Jumlah                           1811861               100
         Sumber Data : BPS Kabupaten Solok Tahun 2008
Diagram lingkaran Persentase Persektor Kabupaten Solok Tahun 2007 :




                                                      19
          Berdasarkan table di atas dapat kita ketahui bahwa persentase penunjang PDRB Kabupaten Solok
Tahun 2007 yang terbesar adalah Sektor Pertanian yaitu 42.41%, kemudian Sektor Jasa-Jasa sebesar 14.47%,
Sector Perdagangan, Hotel, dan Restoran sebesar 14.18%, Sektor Pengangkutan dan Komunikasi sebesar 9.93%,
Sektor Industri Pengolahan sebesar 7.39%, Sektor Bangunan sebesar 5.62%, Sektor Pertambangan dan
Penggalian sebesar 3.59%, Sektor Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan sebesar 2.03% dan Sektor Listrik,
Gas, dan Air Bersih sebesar 0.4%.


    3.    Hasil Produksi yang Paling Menunjang PDRB Kabupaten Solok

          Hasil produksi sector pertanian Kabupaten Solok yang menunjang PDRB Kabupaten Solok adalah
Produksi padi sawah, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu dan ubi jalar. Namun yang paling
menunjang PDRB adalah padi sawah sebagai mana kita ketahui bahwa Kabupaten Solok merupakan salah satu
kabupaten penghasil beras di Provinsi Sumatera Barat.

          Tabel :   Hasil Produksi Pertanian Menurut Kecamatan di Kabupaten Solok Tahun 2007 (Ton)
                                                                   Hasil Produksi
  No          Kecamatan                                               Kacang      Kacang      Ubi
                                                Jagung       Kedelai
                                Padi Sawah                            Tanah       Hijau       Kayu        Ubi Jalar
    1      Pantai Cermin        14039.44      305                     98.4                    577.6       661
    2      Lembah Gumanti       2976.56       7                                               531.8       7227
    3      Hiliran Gumanti      12115.07      129            17.4                             1146.5      1041.9
    4      Payung Sekaki        12166.79      19             12.7     34.7        3.5         795.1       1250
    5      Tigo Lurah           9468.69       112                     18.4        12.6        581.1       617.9
    6      Lembang Jaya         29147.97      230                     28.1        14          995         12560
    7      Danau Kembar         90.5          63                                              1229.6      2397.3
    8      Gunung Talang        50340.9       68                      10.8                    1609.2      3198
    9      Bukit Sundi          46534.92      128            6.3      43                      1168.4      502.8
   10      IX Koto Sungai       9146.47       29             8.8      15.5                    823.4       579.3
           Lasi
   11      Kubung              42657.34       137            3.3      48.8        4           876.1       768
   12      X Koto Diatas       10618.34       415            25.9     29.5        15.1        1921.8      757
   13      X Koto Singkarak    27295.21       223                     8.8         4           1095.8
   14      Junjung Sirih       9086.8         689                     12.2        6.4         341.2       181.7
            Jumlah              19691.7857      2554           74.4     348.2        59.6      13692.6     31741.9
          Sumber Data : BPS Kabupaten Solok Tahun 2008
         Grafik Hasil Produksi Pertanian Menurut Kecamatan di Kabupaten Solok Tahun 2007 (Ton) :




                                                        20
          Tabel : Persentase Hasil Produksi Kabupaten Solok Tahun 2007:

            No     Hasil Produksi     Jumlah        Persentase
             1    Padi Sawah          275685        85.05
             2    Jagung              2554          0.79
             3    Kedelai             74.4          0.023
             4    Kacang Tanah        348.2         0.11
             5    Kacang Hijau        59.6          0.02
             6    Ubi Kayu            13692.6       4.22
             7    Ubi Jalar           31741.9       9.79
                   Jumlah           324155.7     100
          Sumber Data : BPS Kabupaten Solok Tahun 2008




                                                                            Grafik Persentase Hasil
                                                                    Produksi Kabupaten Solok Tahun 2007
:




                                                                            Berdasarkan data di atas maka
                                                                    dapat kita lihat bahwa sektor pertanian
         yang sangat menunjang perekonomian masyarakat Kabupaten Solok adalah Sektor Pertanian padi sawah
         sejumlah 85.05%, kemudian ubi jalar 9.8%, ubi kayu 4.22%, jagung 0.79%, kacang tanah 0.11%,
         kedelai 0.023%, dan kacang hijau 0.018%.


    4.    Kegiatan Perekonomian Yang Menyangkut Lahan Tahun 2007

          Kegiatan perekonomian yang menyangkut lahan di Kabupaten Solok tahun 2007 terdiri dari Pertanian
tanaman pangan, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan. Dimana pertanian tanaman pangan yang
merupakan subsektor yang apling menunjang kegiatan ekonomi yang paling menyangkut lahan.

                  Tabel : Kegiatan Perekonomian Yang Terkait Dengan Lahan


                       KOMODITI
            NO                                  2007
                       PERTANIAN

            1     Tanaman Holtikultura       599707.7
            2     Perkebunan                 107968.1
            3     Peternakan                  37898.4
            4     Kehutanan                  11293.27
            5     Perikanan                  11489.25
                        Jumlah               768356.7
          Sumber data : BPS Kabupaten Solok Tahun 2008

          Diagram Batang Kegiatan Perekonomian yang Terkait dengan Lahan Tahun 2007 :

                                                       21
        Berdasakan tabel dan diagram diatas maka dapat kita ketahui bahwa subsektor yang paling banyak di
Kabupaten Solok adalah subsektor tanaman pangan sebanyak 599.707.7, kemudian subsektor perkebunan
sebanyak 107.968,1, sub sektor peternakan sebanyak 37.898,4, sub sektor perikanan sebanyak 11.489,25, dan
sub sektor kehutanan sebayak 11.293,27.

        5.        Agribisnis yang Ada di Kabupaten Solok Tahun 2007
        Agribisnis Kabupaten Solok adalah kegiatan bisnis yang menyangkut bidang pertanian yang ada di
Kabupaten Solok. Dilihat dari padi sawah, luas tanamnya adalah 51.828 Ha yang menghasilkan gabah sebanyak
14.039,44 Ton. Sedangkan untuk sayur-sayuran dan buah-buahan dapat dilihat pada table di bawah ini :
                  Tabel : Produksi Sayuran Kabupaten Solok Tahun 2007


             No   Jenis tanaman           Luas tanam     Produksi
              1   Bawang merah            1916           1866
              2   Bawang putih            122            116
              3   Bawang daun             220            201
              4   Kentang                 1482           1465
              5   Kubis                   2134           2023
              6   Petsai dan sawi         12             10
              7   Kacang panjang          98             85
              8   Cabe                    860            936
              9   Tomat                   716            685
             10   Terung                  91             77
             11   Buncis                  267            245
             12   Ketimun                 61             54
             13   Kangkung                42             44
             14   Bayam                   51             47
             15   Wortel                  120            126
             16   Cabe rawit              86             81

                  Sumber data : Dinas Pertanian
        Berdasarkan table di atas dapat kita lihat bahwa Kabupaten Solok merupakan salah satu Kabupaten
penghasil sayuran di Provinsi Sumatera Barat. Kubis merupakan tanaman agribisnis yang banyak di produksi di
Kabupaten Solok berdasarkan data di atas yaitu dengan luas tanam 2.134 Ha dapat memproduksi 66.581,4 Ton,
kemudian kentag dengan luas tanam 1482 Ha dapat memproduksi sebanayk 26.099,8 Ton, Bawang Merah
dengan luas tanam 1.916 Ha dapat memproduksi 16.618.1 Ton, tomat dengan luas tanam 716 Ha dapat
memproduksi sebanyak 13.622,6 Ton, cabe dengan luas tanam 860 Ha dapat memproduksi sebanyak 5.855 Ton,
                                                    22
wortel dengan luas tanam 120 dapat memproduksi sebanyak 2.547 Ton, buncis dengan luas tanam 267 Ha dapat
memproduksi sebanyak 2.077,7 Ton, bawang daun dengan luas tanam 220 Ha dapat memproduksi sebanyak
1.626,5 Ton, terung dengan luas tanam 91 Ha dapat memproduksi sebanyak 906,7 Ton, bawang putih dengan
luas tanam 122 ha dapat memproduksi sebanyak 724,9 Ton, kacang panjang dengan luas tanam 98 Ha dapt
memproduksi sebanyak 409,3 Ton, cabe rawit denan luas tanam 86 ha dapat memproduksi sebanyak 394,1 To,
kangkung dengan luas tanam 42 Ha dapat memproduksi 264,1 Ton, bayam dengan luas tanam 51 Ha dapat
memproduksi sebanyak 228,4 Ton, petsai dan sawi dengan luas tanam 12 Ton dapat memproduksi sebanyak 168
Ton, dan ketimun dengan luas tanam 61 Ha dapat memproduksi sebanyak 152,6 Ton
        Tabel : Produksi buah-buahan Kabupaten Solok Tahun 2007

         No     Jenis komoditi   Jumlah tanam       Produksi (ton)
         1     Alpokat          225952            11413.9
         2     Duku             0                 0
         3     Durian           135371            4728.7
         4     Jambu biji       8255              71.2
         5     Jeruk            309077            1828.2
         6     Mangga           11121             69.2
         7     Manggis          29333             297.7
         8     Nangka           11747             237.7
         9     Nenas            3681              1.4
         10    Pepaya           16819             124.4
         11    Pisang           242474            3641.9
         12    Rambutan         103580            849.9
         13    Sawo             10625             399.6
         14    Markisa          1525562           91035.1
         15    Sirsak           823               9.8
         16    Sukun            3211              35.4
                 Sumber data : Dinas Pertanian Kabuaten Solok
        Berdasarkan data di atas dapat kita ketahui bahwa Kabupaten Solok merupakan Kabupaten penghasil
buah markisah yaitu dengan jumlah tanam 1.525.562 dapat memproduksi 91.035,1 Ton, alpokat dengan jumlah
tanam 225.952 dapat memproduksi sebanayk 11.413,9 Ton, Durian dengan jumlah tanam 135.371 dapat
memproduksi sebanyak 4.728,7 Ton, Pisang dengan jumlah tanam 242.474 dapat memproduksi sebanyak
3.641,9, jeruk dengan jumlah tanam 309.077 dapat memproduksi sebanyak 1.818,2 Ton, rambutan dengan
jumlah tanam 103.580 dapat memproduksi sebanyak 849,9 Ton, sawo dengan jumlah tanam 10.625 dapat
memproduksi sebnyak 399,6 Ton, manggis dengan jumlah tanam 29.333 dapat memproduksi sebanyak 297,7
Ton, nangka dengan jumlah tanam 11.747 dapat memproduksi sebanyak 237,7 Ton, papaya dengan jumlah
tanam 16.819 dapat memproduksi sebanyak124,4 Ton, jambu biji dengan jumlah tanam 8.255 dapat
memproduksi sebanyak 71,2 Ton, mangga dengan jumlah tanam 11.121 dapat memproduksi sebanyak 69,2 Ton,
sukun dengan jumlah tanam sebanyak 3.211 dapat memproduksi sebanyak 35,4 Ton, sirsak dengan jumlah
tanam 832 pata memproduksi sebanyak 9,8 Ton, nenas dengan jumlah tanam 3.681 dapat memproduksi
sebanayk 1,4 Ton dan duku tidak ada datanya.




                                                    23
      6. Keterkaitan Industri Kabupaten Solok Tahun2007
      Jenis industry yang ada di Kabupaten Solok adalah Industri sandang, pangan, kerajinan, industry kimia,
bahan bangunan, industry logam, mesin, perbengkelan

        Tabel : Keterkaitan Industri Kabupaten Solok Tahun 2007

              No                Jenis Industri             Tahun 2007       Persentase
              1     Industri Sandang                     1444             18.37
              2     Industri Pangan                      1693             21.53
              3     Industri Kerajinan                   2468             31.39
              4     Industri Kimia.Bahan Bangunan        1714             21.80
              5     Industri Logam, Mesin, dan           543              6.91
                    Perbengkelan
                    Jumlah                               7862             100
                   Sumber data : Dinas Koperindag Kabupaten Solok Tahun 2007

        Berdasarkan table di atas maka terdapat keterkaitan industry yang ada di Kabupaten Solok dimana
industry yang satu dengan yang lain saling mendukung. Keterkaitan Industri tersebut juga harus di dukung oleh
ketersediaan bahan baku yang tersedia di Kabupaten Solok. Dimana industry kerajinan merupakan industry
yang paling banyak menyerap tenaga kerja yaitu 2.468, Industry kimia dan bahan bangunan Industri PanAan
sebanyak 1.693, Industri Sandang sebanyak 1.444, dan Industri Logam, Mesin dan Perbengkelan sebanyak 543.

B. ANALISIS SARANA PRASARANA KABUPATEN SOLOK
        Sarana prasarana Kabupaten Solok adalah terdiri dari jalan, listrik, perbankan, sarana kesehatan, dan
pendidikan.
        1.         Kondisi Jalan Kabupaten Solok Tahun 2007
         Kondisi jalan di Kabupaten Solok adalah Aspal, kerikil dan tanah. Berdasarkan data yang diperoleh
dapat kita ketahui bahwa kondisi jalan di Kabupaten Solok sudah banyak yang beraspal.

        Berdasarkan Tabel dan Diagram Lingkaran di atas maka jika dilihat dari kondisi jalan Aspal adalah
Kecamatan yang paling baik kondisi jalan aspal nya adalah Kecamatan X Koto di Atas yaitu 13,2 %, kemudian
Kecamatan X Koto Singkarak 12,89%, Kecamatan Gunung Talang yaitu 11,67%, Kecamatan Kubung yaitu
10,65%, Kecamatan Payung Sekaki yaitu 9%, Kecamatan Lembang Jaya yaitu 6,9%, Kecamatan Bukit Sundi
yaitu 6,8%, Kecamatan Lembah Gumanti yaitu 5,9%, Kecamatan Hiliran Gumanti yaitu 5,5%, Kecamatan IX
Koto Sei Lasi yaitu 4,7%, Kecamatan Pantai Cermin yaitu 4,3%, Kecamatan Danau Kembar yaitu 3,7%,
Kecamatan Tigo Lurah yaitu 3,03% dan Kecamatan Jujung Sirih yaitu 1,8%.




                                                      24
        Diagram Lingkaran Kondisi Jalan Kerikil Kabupaten Solok Tahun 2007 :




        Berdasarkan Tabel dan Diagram lingkaran di atas maka Kecamatan yang paling banyak jalannya
kerikil adalah Kecamatan Tigo Lurah yaitu 22,17%, Kecamatan Gunung Talang yaitu 13,24%, Kecamatan
Kubung yaitu 11,27%, Kecamatan Danau Kembar yaitu 10,2%, Kecamatan Payung Sekaki yaitu 8,3%,
Kecamatan X Koto di Atas yaitu 6,6%, Kecamatan Hiliran Gumanti yaitu 6,4%, Kecamatan Pantai Cermin yaitu
6,1%, Kecamatan Lembang Jaya Yaitu 5,05%, Kecamatan X Koto Singkarak yaitu 3,8%, Kecamatan Bukit
Sundi yaitu 2,4%, Kecamatan Lembah Gumanti yaitu 2,3%, Kecamatan IX Koto Sei Lasi yaitu 1,17% dan
Kecamatan Jujung Sirih yaitu 1,02%.

        Diagram Lingkaran Kondisi Jalan Tanah Kabupaten Solok Tahun 2007:




        Berdasarkan Tabel dan Diagram lingkaran di atas maka kecamatan yang paling banyak jalan tanahnya
adalah Kecamatan Tigo Lurah yaitu 27,05%, Kecamatan Hiliran Gumanti 22,53%, Kecamatan Lembah
Gumanti 12,2%, Kecamatan X Koto Diatas 10%, Kecamatan X Koto Singkarak 7,11%, Kecamatan Gunung
Talang yaitu 5,9%, Kecamatan Payung Sekaki yaitu 3,75%, Kecamatan Lembang Jaya yaitu 3,34%, Kecamatan
IX Koto Sei Lasi yaitu 2,5%, Kecamatan Pantai Cermin yaitu 2,3%, Kecamatan Danau Kembar yaitu 1,7%,
Kecamatan Kubung yaitu 1,3%, sedangkan Kecamatan Bukit Sundi dan Kecamatan Junjung Sirih yaitu 0%.




                                                  25
Tabel : Persentase Panjang Jalan Perkecamatan Di Kabupaten Solok Tahun 2007

     No       Kecamatan        Panjang Jalan (KM)        Persentase
      1   Pantai Cermin                        46.35            3.75
      2   Lembah Gumanti                          75            6.06
      3   Hiliran Gumanti                      179.3           14.49
      4   Payung Sekaki                         62.8            5.08
      5   Tigo Lurah                           187.1           15.12
      6   Lembang Jaya                         71.93            5.81
      7   Danau Kembar                         46.47            3.76
      8   Gunung Talang                       117.73            9.52
      9   Bukit Sundi                          45.95            3.71
     10   IX Koto Seilasi                       43.1            3.48
     11   Kubung                                88.5            7.15
     12   X Koto Tangah                        109.4            8.84
     13   Junjung Sirih                         23.9            1.93
     14   X Koto Diatas                        139.8            11.3
          Jumlah                             1237.33             100
        Sumber data : BPS Kabupaten Solok Tahun 2008

        Diagram Lingkaran Persentase Panjang Jalan Kabupaten Solok Per Kecamatan Tahun 2007 :




        Berdasarkan table dan diagram lingkaran di atas maka panjang jalan di Kabupaten Solok Per
Kecamatan Tahun 2007 adalah Kecamatan Tigo Lurah dengan panjang jalan 187,1 KM dan luas wilayahnya
602,5 KM2, Kecamatan Hiliran Gumanti dengan panjang jalan 179,3 KM dan luas wilayahnya 263,28 KM2,
Kecamatan X Koto Diatas dengan panjang jalan 139,8 KM dan luas wilayahnya 295,5 KM, Kecamatan Gunung
Talang dengan panjang jalan 117,73 KM dan luas wilayahnya 385 KM2, Kecamatan X Koto Singkarak panjang
jalannya 109,4 KM dan luas wilayahnya 102,5 KM2, Kecamatan Kubung panjang jalannnya 88,5 KM dan luas
wilayahnya 192 KM2, Kecamatan Lembah Gumanti panjang jalannya 75 KM dan Luas wilayahnya 459,72
KM2, Kecamatan Lembang Jaya panjang jalannya 71,93 KM dan luas wilayahnya 99,9 KM2, Kecamatan
Payung Sekaki panjang jalannya 62,8 KM dan luas wilayahnya 364,5 KM2, Kecamatan Pantai Cermin panjang
jalannya 46,35 KM dan luas wilayahnya 366 KM2, Kecamatan Danau Kembar panjang jalannya 46,47 KM dan
luas wilayahnya 70,1 KM2, Kecamatan Bukit Sundi panjang jalannya 45,95 KM dan luas wilayahnya 109 KM2,
Kecamatan IX Koto Sei Lasi panjang jalannya 43,1 KM dan luas wilayahnya 171 KM2, dan Kecamatan Junjung
Sirih panjang jalannya 23,9 KM dan luas wilayahnya 257 KM2.

                                                  26
2.   Kondisi Pelayanan Listrik Kabupaten Solok Tahun 2007

     Tabel : Kondisi Pelayanan Listrik Kabupaten Solok Tahun 2007

      NO    Kecamatan            Daya Tersambung Nilai Rekening
        1   Pantai Cermin                   1839200          95453830
        2   Lembah Gumanti                  3772950         233242755
        3   Hiliran Gumanti                  659350          34625625
        4   Payung Sekaki                    659350          36382865
        5   Tigo Lurah                             0                 0
        6   Lembang Jaya                    1885320         126882735
        7   Danau Kembar                     918950          51102580
        8   Gunung Talang                   5941460         459377175
        9   Bukit Sundi                     2772700         173487045
            IX Koto Sungai
                                             168450
       10 Lasi                                               11105150
       11 Kubung                            6830740         534182945
       12 X Koto Singkarak                      2773        303617840
       13 Junjung Sirih                          830         69535185
       14 X Koto Diatas                         1416        129231630
            Jumlah                        25453489         2258227360
     Sumber data : PT.PLN (Persero) Wilayah III Cabang Solok Tahun 2008

     Diagram Batang Daya Tersambung Perlistrikan Kabupaten Solok Tahun 2007 :




                 Berdasarkan table dan diagram batang diatas maka dapat kita ketahui bahwa kecamatan
         yang paling banyak daya tersambung adalah Kecamatan Kubung yaitu 6.830.740 VA, Kecamatan
         Gunung Talang yaitu 5.941.460 VA, Kecamatan Lembah Gumanti yaitu 3.772.950 VA,
         Kecamatan Bukit Sundi yaitu 2.772.700 VA, Kecamatan Lembang Jaya yaitu 1.885.320 VA,
         Kecamatan Pantai Cermin yaitu 1.839.200 VA, Kecamatan Danau Kembar yaitu 918.950 VA,
         Kecamatan Hiliran Gumanti dan Kecamatan Payung Sekaki yaitu 695.350 VA, Kecamatan IX
         Koto Sei Lasi yaitu 168.450 VA, Kecamatan X Koto Singkarak yaitu 2.773 VA, Kecamatan X
         Koto Diatas yaitu 1.416 VA, Kecamatan Junjung Sirih yaitu 830 dan Kecamatan Tigo Lurah 0
         VA.

3.   Kondisi Pelayanan Perbankan Kabupaten Solok Tahun 2007

                                               27
         Tabel : Kondisi Pelayanan Perbankan Kabupaten Solok Tahun 2007

          No    Bulan         Penabung       Jumlah
            1   Januari              247        76896000
            2   Februari             217        28182880
            3   Maret                277        93460000
            4   April                336       112640000
            5   Mei                  337        55855000
            6   Juni                 312        62250000
            7   Juli                 334        63400000
            8   Agustus              316        56200000
            9   September            313         6230000
           10   Oktober              262        53200500
           11   November             312        56300600
           12   Desember             372        56236000

               Jumlah                 3635    720850980
         Sumber data : Kantor Pos dan Giro Kabupaten Solok Tahun 2008:

         Berdasarkan table di atas maka dapat kita lihat pada Bulan Desember jumlah penabungnya adalah 372
dengan jumlah Rp.56.236.000,-, Bulan Mei sebanyak 337 dengan jumlah Rp.55.855.000,-, Bulan April
sebanyak 336 dengan jumlah Rp.112.640.000,-, Bulan Juli sebanyak 334 dengan jumlah Rp.63.400.000,-, Bulan
Agustus sebanyak 316 dengan jumlah Rp. 56.200.000,-, Bulan September sebanyak 313 dengan jumlah Rp.
6.230.000,-, Bulan Juni sebanyak 312 dengan jumlah Rp. 62.250.000,-, Bulan November sebanyak 312 dengan
jumlah Rp. 56.300.600,-, Bulan Maret sebanyak 277 dengan jumlah Rp. 93.460.000,-, Bulan Oktober sebanyak
262 dengan jumlah Rp. 53.200.500,-, Bulan Januari sebanyak 247 dengan jumlah 76.896.000,-, dan Bulan
Februari sebanyak 217 dengan jumlah Rp.28.182.880,-.

    4.   Kondisi Telekomunikasi Kabupaten Solok Tahun 2007

         Tabel : Kondisi Telekomunikasi Kabupaten Solok Tahun 2007

          No              Kantor               Satuan Sambungan Telepon        Banyak Pelanggan
           1   STO Solok                                            4844                    5108
           2   STO Sulit Air                                         277                     323
           3   STO Talang                                            708                     325
           4   CTR Bukit Sileh                                       123                     189
           5   STO Sumani                                            562                     533
           6   DLC Paninggahan                                         0                     225
           7   STO Sangir                                            349                     357
           8   STO Alahan Panjang                                    364                     406
           9   STO Muara Labuh                                       812                     863
          10   WWL Solok                                             196                     364
          11   Flexi Solok                                           921                    1258
          12   DLC Cupak                                               0                     362
               Jumlah                                               9156                   10313
         Sumber data : PT.Telkom Solok

         Diagram Batang Kondisi Telekomunikasi Kabupaten Solok Tahun 2007 :
                                                   28
         Berdasarkan table dan diagram batang di atas maka dapat kita ketahui bahwa kondisi sambungan
telepon yang paling banyak adalah terdapat di STO Solok sebanyak 4.844 dengan banyak pelanggan 5.108
rumah, Flexi Solok sebanyak 921 dengan jumlah pelanggan 1.258 rumah, STO Muara Labuh sebanyak 812
dengan jumlah pelanggan 863 rumah, STO Talang sebanyak 708 dengan jumlah pelanggan 325 rumah, STO
Sumani sebanyak 562 dengan jumlah pelanggan 533 rumah, STO Alahan Panjang sebanyak 364 dengan jumlah
pelanggan 406 rumah, STO Sangir sebanyak 349 dengan jumlah pelanggan 357 rumah, STO Sulit Air sebanyak
277 dengan jumlah pelanggan 323 rumah, WWL Solok sebanyak 196 dengan jumlah pelanggan 364 rumah,
CTR Bukit Sileh sebanyak 123 dengan jumlah pelanggan 189 rumah sedangkan data untuk DLC Paninggahan
dan DLC Cupak tidak ada.

    5.   Kondisi Pelayanan Air Bersih Kabupaten Solok Tahun 2007
         Tabel : Pelayanan Air Bersih Perpipaan Dan Non Perpipaan Kabupaten Solok


                                                  Sambungan rumah                               Kran umum
         No                Unit
                                       Perpipaan     Non perpipaan               Perpipaan       Non perpipaan
            1 Alahan Panjang                   399                        321               1                     27
            2 Cupak                            863                        151               6                     16
            3 Muara Panas                     2539                        465              18                     35
            4 Pusat                           1571                        211               9                     32
            5 Bukit Sileb                       85                        178               0                      0
            6 Koto Sani                        691                         93               4                     12
            7 Sulit Air                         81                        209               0                      0
            8 Surian                           161                         26               0                      0
            9 Kayu Aro                         608                         70               1                      0
           10 Sirukam                           29                          0               0                      0
           11 Talang                           360                        128               0                      0
                   Jumlah                     7387                       1852              39                    122
         Sumber data : PDAM Kabupaten Solok Tahun 2008

         Berdasarkan pelayanan air bersih Sambungan rumah Kabupaten Solok dengan perpipaan paling banyak
terdapat di Unit Muara Panas sebanyak 2.994, Unit pusat sebanyak 1.782, Unit Cupak sebanyak 1.014, Unit
Kota Sani sebanyak 784, Unit Alahan Panjang sebanyak 720, Unit Kayu Aro sebanyak 678, Unit Talang
sebanyak 488, Unit Sulit Air sebanyak 290, Unit Bukit Sileh sebanyak 263, Unit Surian sebanyak 187, dan Unit
Sirukam sebanyak 29.

         Sedangkan pelayanan air bersih sambungan rumah Kabupaten Solok dengan non perpipaan paling
banyak terdapat di Unit Muara panas sebanyak 2.539, Unit Pusat sebanyak 1.571, Unit Cupak sebanyak 863,

                                                    29
Unit Kayu Aro sebanyak 608, Unit Alahan Panjang sebanyak 399, Unit Talang sebanyak 360, Unit Surian
sebanyak 161, Unit Bukit Sileh sebanyak 85, Unit Sulit Air sebanyak 81, dan Unit Sirukam sebanyak 29.

            Berdasarkan pelayanan air bersih berdasarkan kran umum perpipaan Kabupaten Solok Tahun 2007
yang paling banyak terdapat di Unit Muara Panas sebanyak 53, Unit Pusat sebanyak 41, Unit Alahan Panjang
sebanyak 28, Unit Cupak sebanyak 22, Unit Koto Sani sebanyak 16, Unit Kayu Aro sebanyak 1 dan unit-unit
yang lain tidak ada.

            Sedangkan pelayanan air bersih berdasarkan kran umum non perpipaan Kabupaten Solok Tahun 2007
yang paling banyak terdapat di Unit Muara Panas sebanyak 18, Unit Pusat sebanyak 9, Unit Cupak sebanyak 6,
Unit Koto Sani sebanyak 4, Unit Kayu Aro dan Unit Alahan Panjang sebanyak 1 dan unit-unit yang lain tidak
ada.

       6.   Kondiasi Sanitasi Kabupaten Solok Tahun 2007

            Tabel : Kondisi Sanitasi Lingkungan Kabupaten Solok Tahun 2007

                       No                 Sanitasi lingkungan              Persentase
                        1          Sendiri                                      40.97
                        2          Bersama                                      37.84
                        3          Umum                                         19.18
                        4          Tidak Ada                                     2.01
                                     TOTAL                                       100
            Sumber data : BPS Kabupaten Solok Tahun 2008

            Diagram Batang Kondisi Sanitasi Kabupaten Solok Tahun 2007 :




            Berdasarkan tabel dan diagram batang maka kondisi sanitasi di Kabupaten Solok Tahun 2007 yang
paling banyak adalah sanitasi milik sendiri berjumlah 40,97%, sanitasi milik bersama berjumlah 37.84%,
sanitasi milik umum berjumlah 19.18% dan yang tidak memiliki sanitasi adalah 2,01%

            7.      Kondisi Fasilitas Pendidikan Kabupaten Solok Tahun 2007
            Fasilitas pendidikan yang ada di Kabupaten Solok adalah terdiri dari TK, SD, SLTP dan SLTA yang
terdiri dari sekolah negeri dan swasta.

            Tabel : Pelayanan Fasilitas Pendidikan Kabupaten Solok Tahun 2007

                                                        30
                                     TK                            SD                 SLTP                      SLTA
  No       Kecamatan
                            Negeri       Swasta       Negeri        Swasta       Negeri       Swasta       Negeri       Swasta
    1   Pantai Cermin                0            2        20                0            4            4            1            0

    2   Lembah Gumanti               0        15           34                1            5            5            2            3
    3   Hiliran Gumanti              0            3        16                1            4            4            2            0
    4   Payung Sekaki                0            3            9             0            2            2            1            0
    5   Tigo Lurah                   0            1        12                0            2            2            0            0
    6   Lembang Jaya                 0            8        24                0            4            4            1            0
    7   Danau Kembar                 0            4        13                1            2            2            1            0
    8   Gunung Talang                0        17           42                1            6            6            4            1
    9   Bukit Sundi                  1            8        21                1            3            3            1            1
   10   IX Koto Seilasi              0            2        17                0            2            2            1            0
   11   Kubung                       1        15           41                4            6            6            2            2
   12   X Koto Tangah                0        13           35                1            7            7            4            2
   13   Junjung Sirih                0            4        14                1            2            2            1            1
   14   X Koto Diatas               0        16       32          0                       4            3            2            2
         JUMLAH                     2      111       330         11                   53           52           23           12
Sumber data : Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kabupaten Solok Tahun 2007

        Diagram Batang Pelayanan Fasilitas Pendidikan TK Kabupaten Solok Tahun 2007 :




        Berdasarkan tabel dan diagram batang di atas maka dapat kita ketahui jumlah TK Negeri hanya
terdapat di Kecamatan Bukit Sundi dan Kecamatan Kubung masing-masing 1 Buah. Sedangkan TK swasta
banayk terdapat di Kecamatan Gunung Talang sebanyak 17 Buah, Kecamatan X Koto Diatas sebanyak 16 Buah,
Kecamatan Kubung dan Kecamatan Lembah Gumanti masing-masing 15 Buah, Kecamatan X Koto Singkarak
sebanyak 13 Buah, Kecamatan Bukit Sundi dan Kecamatan Lembang Jaya masing-masing 8 Buah, Kecamatan
Danau Kembar dan Kecamatan Junjung Sirih masing-masing sebanyak 4 Buah, Kecamatan Lembah Gumanti
dan Kecamatan Payung Sekaki sebanyak 3 Buah, Kecamatan Pantai Cermin dan Kecamatan IX Koto Sei Lasi
sebanyak 2 Buah, sedangkan Kecamatan Tigo Lurah sebanyak 1 Buah.

        Diagram Batang Pelayanan Fasilitas Pendidikan SD Kabupaten Solok Tahun 2007 :
                                                      31
        Berdasarkan tabel dan diagram batang di atas dapat kita ketahui jumlah SD Negeri yang terbanyak di
Kecamatan Gunung Talang sebanyak 42 Buah, Kecamatan Kubung sebanyak 41 Buah, Kecamatan X Koto
Singkarak sebanyak 35 Buah, Kecamatan Lembah Gumanti sebanyak 34 Buah, Kecamatan X Koto Diatas
sebanyak 32 Buah, Kecamatan Lembang Jaya sebanyak 24 Buah, Kecamatan Bukit Sundi sebanyak 21 Buah,
Kecamatan Pantai Cermin sebanyak 20 Buah, Kecamatan IX Koto Sei Lasi sebanyak17 Buah, Kecamatan
Hiliran Gumanti sebanyak 16 Buah, Kecamatan Junjung Sirih sebanyak 14 Buah, Kecamatan Danau Kembar
sebanyak 13 Buah, Kecamatan Tigo Lurah sebanyak 12 Buah, dan Kecamatan Payung Sekaki sebanyak 9 Buah.



        Sedangkan SD Swasta yang paling banyak terdapat di Kecamatan Kubung sedangkan di Kecamatan
Lembah Gumanti, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kecamatan Danau kembar, Kecamatan Gunung Talang,
Kecamatan Bukit Sundi, Kecamatan X Koto Singkarak dan Kecamatan Junjung Jaya masing-masing 1 Buah dan
pada Kecamatan Pantai Cermin, Kecamatan Payung Sekaki, Kecamatan Tigo Lurah, Kecamatan Lembang Jaya,
Kecamatan IX Koto Sei Lasi, dan Kecamatan X Koto Diatas adalah tidak ada.

        Diagram Batang Pelayanan Fasilitas Pendidikan SLTP Kabupaten Solok Tahun 2007:




        Berdasarkan tabel dan diagram di atas dapat kita lihat bahwa jumlah SLTP Negeri yang paling banyak
terdapat di Kecamatan X Koto Singkarak sebanyak 7 Buah, Kecamatan Kubung dan Kecamatan Gunung Talang
masing-masing 6 Buah, Kecamatan Lembah Gumanti sebanyak 5 Buah, Kecamatan Pantai Cermin, Kecamatan
Hiliran Gumanti, Kecamatan Lembang Jaya dan Kecamatan X Koto Diatas masing-masing 4 Buah, Kecamatan
Bukit Sundi sebanayk 3 Buah, Kecamatan Payung Sekaki, Kecamatan Tigo Lurah, Kecamatan Danau Kembar,
Kecamatan IX Koto Sei Lasi dan Kecamatan Junjung Jaya masing-masing 2 Buah.

        Sedangkan SLTP Swasta yang paling banyak terdapat di Kecamatan Kubung sebanyak 7 Buah,
Kecamatan X Koto Singkarak sebanyak 5 Buah, Kecamatan Hiliran Gumanti dan Kecamatan X Koto Diatas
masing-masing 3 Buah, Kecamatan Pantai Cermin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kecamatan Lembang Jaya,

                                                   32
Kecamatan Gunung Talang, Kecamatan Junjung Sirih masing-masing 2 Buah,dan KecamatanPayung Sekaki,
Kecamatan Tigo Lurah, Kecamatan Danau Kembar, Kecamatan Bukit Sundi masing-masing 1 Buah, sedangkan
Kecamatan Tigo Lurah dan Kecamatan IX Koto Sei Lasi tidak ada.

Diagram Batang Pelayanan Fasilitas Pendidikan SLTA Kabupaten Solok Tahun 2007 :




         Berdasarkan tabel dan diagram di atas dapat kita ketahui bahwa jumlah SLTA Negeri yang paling
banyak terdapat di Kabupaten Gunung Talang dan X Koto Singkarak masing-masing sebanyak 4 Buah,
Kecamatan Lembah Gumanti, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kecamatan Kubung dan Kecamatan X Koto Diatas
masing-masing 2 Buah, Kecamatan Pantai Cermin, Kecamatan Payung Sekaki, Kecamatan Lembang Jaya,
Kecamatan Danau Kembar, Kecamatan Bukit Sundi, Kecamatan IX Koto Singkarak, Kecamatan Junjung Sirih
masing-masing 1 Buah sedangkan Kecamatan Tigo Lurah tidak ada.

         Sedangkan    SLTA Swasta banyak terdapat di Kecamatan Lembah Gumanti sebanayk 3 buah,
Kecamatan Kubung, Kecamatan X koto singkarak, dan Kecamatan X Koto Diatas masing-masing sebanyak 2
buah, Kecamatan Gunung Talang, Kecamatan Bukit Sundi dan Kecamatan Junjung sirih sebanyak 1 Buah
sedangkan Kecamatan Pantai Cermin, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kecamatan Payung Sekaki, Kecamatan
Tigo Lurah, Kecamatan Lembang Jaya, Kecamatan Danau Kembar dan Kecamatan IX Koto Sei Lasi tidak ada.

    8.   Kondisi Fasilitas Kesehatan Kabupaten Solok tahun 2007

         Tabel: Pelayanan Fasilitas Kesehatan Kabupaten Solok Tahun 2007

          No         Kecamatan        Puskesmas      Puskesmas pembantu        Posyandu
             1   Pantai Cermin                  1                          5         37
             2   Lembah Gumanti                 1                          8         62
             3   Hiliran Gumanti                1                          4         31
             4   Payung Sekaki                  1                          3         16
             5   Tigo Lurah                     1                          4         22
             6   Lembang Jaya                   1                          8         45
             7   Danau Kembar                   1                          4         27
             8   Gunung Talang                  3                      15            69
             9   Bukit Sundi                    1                          5         36
            10   IX Koto Seilasi                1                          4         27
            11   Kubung                         2                          8         73
            12   X Koto Tangah                  1                      10            54

                                                    33
           13   Junjung Sirih                    1                         2            32
           14  X Koto Diatas                    2                          9            51
                 Jumlah                        18                         89           582
        Sumber data : Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Tahun 2008

        Diagram Batang Pelayanan Fasilitas Kesehatan Kabupaten Solok Tahun 2007:




        Berdasarkan tabel dan diagram di atas dapat kita lihat bahwa jumlah puskesmas paling banyak terdapat
di Kecamatan Gunung Talang sebanyak 3 Buah, Kecamatan Kubung dan Kecamatan X Koto Diatas masing-
masing 2 Buah, Kecamatan Pantai Cermin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kecamatan Hiliran Gumanti,
Kecamatan Payung Sekaki, Kecamatan Tigo Lurah, Kecamatan Lembang Jaya, Kecamatan Danau Kembar,
Kecamatan Bukit Sundi, Kecamatan IX Koto Sei Lasi, Kecamatan X Koto Singkarak dan Kecamatan Junjung
Sirih masing-masing 1 Buah.

        Jumlah puskesmas pembantu paling banyak terdapat di Kecamatan Gunung Talang sebanyak 15 Buah,
Kecamatan X Koto Singkarak sebanyak 10 Buah, Kecamatan X Koto Diatas sebanyak 9 Buah, Kecamatan
Lembah Gumanti, Kecamatan Lembang Jaya, dan Kecamatan Kubung masing-masing 8 Buah, Kecamatan
Pantai Cermin dan Kecamatan Bukit Sundi masing-masing 5 Buah, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kecamatan
Tigo Lurah, Kecamatan Danau Kembar, dan Kecamatan IX koto Sei Lasi masing-masing 4 Buah, Kecamatan
Payung Sekaki sebanyak 3 Buah, sedangkan Kecamatan Junjung Sirih sebanyak 2 Buah.

        Jumlah Posyandu yang terbanyak di Kabupaten Solok adalah terdapat di

        Kecamatan Kubung sebanayk 73 Buah, Kecamatan Gunung Talang sebanyak 69 Buah, Kecamatan
Lembah Gumanti sebanyak 62 Buah, Kecamatan X Koto Singkarak sebanyak 54 Buah, Kecamatan X Koto
Diatas sebanyak 51 Buah, Kecamatan Lembang Jaya sebanyak 45 Buah, Kecamatan Pantai Cermin sebanyak 37
Buah, Kecamatan Bukit Sundi sebanyak 36 Buah, Kecamatan Junjung Sirih sebanyak 32 Buah, Kecamatan
Hiliran Gumanti sebanyak 31 Buah, Kecamatan Danau Kembar dan Kecamatan IX Koto Sei Lasi masing-
masing 27 Buah, Kecamatan Tigo Lurah sebanyak 22 Buah dan Kecamatan Payung Sekaki sebanyak 16 Buah.




                                                     34
                                                              BAB IV

                                          ANALISIS SOSIAL KEPENDUDUKAN

A. JUMLAH PENDUDUK

                                  Tabel . Jumlah Penduduk Kabupaten Solok 2004-2007

                 Tahun                 Laki-laki                 Perempuan

                          2007                      173419                         178095

                          2006                      171335                         175953

                          2005                      169190                         173750

                          2004                      163683                         169505




                                         Grafik Jumlah Penduduk Kabupaten Solok 2004-2007

                              180000       178095
                                                        175953
                              175000   173419                           173750
                                                    171335
                                                                   169190           169505
                              170000
                     Jumlah




                                                                                             Laki-laki
                                                                                             Perempuan
                              165000                                             163683


                              160000


                              155000
                                          2007         2006            2005         2004
                                                               Tahun




        Dari grafik dapat kita lihat, bahwa setiap waktu jumlah penduduk kabupaten Solok cenderung naik dari
tahun ketahun. Untuk lebih jelasnya, pertumbuhan penduduk yang terjadi pada kabupaten Solok akan kita lihat
perkecamatannya masing-masing seperti grafik dibawah ini:

                                       Tabel . Jumlah Penduduk Kota Padang 2004-2007

                 Tahun                 Laki-laki                 Perempuan

                          2007                      416945                         421248

                          2006                      410580                         409160

                          2005                      395711                         405633

                          2004                      385460                         399280




                                                                 35
                       Grafik Jumlah Penduduk Kota Padang 2004-2007

           430000
                         421248
           420000   416945
                                  410580
                                       409160
           410000                                           405633

                                                                            399280
           400000
  Jumlah




                                                        395711
                                                                                     Laki-laki
                                                                                     Perempuan
           390000                                                     385460


           380000

           370000

           360000
                       2007          2006                  2005            2004
                                                Tahun




Jumlah Penduduk laki-laki dan perempuan menurut kecamatan
di kabupaten Solok
  No                                   Laki-laki       Perempuan                                 Luas     Kepadatan

   1           Pantai Cermin                                      10390              10416       366,0         56.85

   2           Lembah Gumanti                                     24280              24517       459,72       106.15

   3           Hiliran Gumanti                                    8266                8245       263,28        62.71

   4           Payung Sekaki                                      4232                4331       364,5         23.49

   5           Tigo Lurah                                         4424                4504       602,5         14.82

   6           Lembang Jaya                                       12821              13038        99,9        258.85

   7           Danau Kembar                                       9386               10293        70,1        280.73

   8           Gunung Talang                                      22358              22694       385,0        117.02

   9           Bukit Sundi                                        11187              11847       109,0        211.32

  10           IX Koto Sungai Lasi                                5197                5236       171,0         61.01

  11           Kubung                                             27284              27551       192,0        285.60

  12           X Koto Singkarak                                   10636              11091       299,5        211.97

  13           Junjung Sirih                                      16330              17300       102,5        130.86

  14           X Koto Diatas                                      6628                7032       257,0         46.23

                           Jumlah                                 173419             178095      940,45




                                                                               36
                                                             Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin Kabupaten Solok

                         30000



                         25000



                         20000


                                                                                                                                                                                                         Laki-laki
                         15000
                                                                                                                                                                                                         Perempuan


                         10000



                          5000



                               0
                                      in          ti           ti           i                                  r                        i           i
                                              an            an           ak           ra
                                                                                         h        ya        ba           ng          nd           as      ng            ra
                                                                                                                                                                           k         ri h          ta
                                                                                                                                                                                                     s
                                  er
                                     m
                                                                       ek           Lu          Ja                     la         Su           iL       bu           ka            Si           ia
                                            um            um         S                       ng          Ke
                                                                                                           m
                                                                                                                     Ta                      ga                                  g             D
                                iC         G            G         ng
                                                                                  o                                            it                     Ku           ng          un            o
                              ta         h            n                         ig         ba          u          ng        uk             un                   Si           nj           ot
                            n          ba      il ir
                                                     a        yu              T           m        an
                                                                                                      a
                                                                                                              un
                                                                                                                 u         B              S                   o           Ju            K
                          Pa         m        H             Pa                         Le        D          G                       ot
                                                                                                                                       o
                                                                                                                                                         K
                                                                                                                                                           ot                        X
                                  Le                                                                                              K                    X
                                                                                                                              IX




        Berdasarkan grafik di atas, kita dapat mengetahui jumlah penduduk di Kabupaten Solok meningkat dari
tahun ke tahun, dimana jumlah penduduk perempuan lebih besar dari pada jumlah penduduk laki-laki. Hal ini
dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya masyarakat di kabupaten Solok mampu melaksanakan
penghidupannya yang minimum dari sumber-sumber alam yang ada di sekitarnya. Berkembangnya penduduk
hanya dimungkinkan kalau terjadi pula perimbangan dalam penghidupannya. Faktor yang lain adalah
disebabkan oleh angka kecepatan kelahiran dan kecepatan kematian. Pada dasarnya jumlah penduduk tidak akan
bertambah jika angka kelahiran tidak melampaui angka kematian.

        Penurunan dalam kecepatan angka pertumbuhan, kemungkinan dikarenakan manusia secara sukarela
membatasi kesuburan kelahirannya. Jika kecepatan angka kelahiran tidak diturunkan, pertumbuhan penduduk
mungkin akan melebihi perkembangan benda-benda keperluan hidupnya.

        Berikut ini adalah tabel tentang perbandingan jumlah penduduk antara anak anak dan dewasa di
kabupaten Solok dari tahun 2004 samapai tahun 2007 sebagai berikut:


                               Luas Kabupaten Solok per Kecamatan

                                                                                                                                               Pantai Cermin
                                                                                                                                               Lembah Gumanti
                                                                                                                                               Hiliran Gumanti

                                   8%                                 10%                                                                      Payung Sekaki
                  7%
            3%                                                                                        12%                                      Tigo Lurah
       5%                                                                                                                                      Lembang Jaya
                                                                                                                                               Danau Kembar

      5%                                                                                                                                       Gunung Talang
                                                                                                                7%
       3%                                                                                                                                      Bukit Sundi
            10%                                                                                       10%
                                                                                                                                               IX Koto Sungai Lasi
                       2% 3%                                  15%                                                                              Kubung
                                                                                                                                               X Koto Singkarak
                                                                                                                                               Junjung Sirih
                                                                                                                                               X Koto Diatas




                                                                                                                               37
        Berdasarkan bagan diatas dapat kita simpulkan bahwa kecamatan yang tergolong terluas adalah
kecamatan Tigo Lurah, kemudian kecamatan Lembah Gumanti, sedangkan yang terkecil adalah kecamatan
Danau Kembar. Sehingga berdampak kepada penyebaran penduduk di kabupaten Solok untuk lebih jelasnya
maka kita dapat melihat penyebaran penduduk Kabupaten Solok perkecamatan yang ada pada bagan di bawah
ini




                                 Penyebaran Penduduk Kabupaten Solok 2007
                                                                                  Pantai Cermin
                                                                                  Lembah Gumanti
                                                                                  Hiliran Gumanti
                                                                                  Payung Sekaki
                                                                                  Tigo Lurah
                                            2%   3%                               Lembang Jaya
                                     7%                    6%    3%1%
                          11%                                       1%            Danau Kembar
                                                                           14%    Gunung Talang
                                                                                  Bukit Sundi
                                                                                  IX Koto Sungai Lasi
                    16%                                                           Kubung

                                                                     16%          X Koto Singkarak
                                3%
                                      11%             6%                          Junjung Sirih
                                                                                  X Koto Diatas




        Berdasarkan bagan diatas dapat kita simpulkan bahwa penyebaran penduduk pada kabupaten Solok
yang paling padat terdapat di Kecamatan Kubung, dan yang terjarang adalah kecamatan Tigo Lurah. Secara
garis besar, penyebaran penduduk Kabupaten Solok tergolong tersebar tidak merata. Hal ini tampak jelas pada
bagan diatas, dimana tidak terjadi perbedaan yang mencolok terhadap penyebaran penduduk.

B. IPM

                 Data IPM Kabupaten Solok 2002-2007

                           2002                                            63.7

                           2004                                          68.75

                           2005                                            68.9

                           2006                                            68.8

                           2007                                            69.2




                                                                38
                     Grafik IPM Kabupaten Solok 2002-2007

 70

 69                                                                      69.2
                            68.75           68.9       68.8
 68

 67

 66

 65

 64
              63.7
 63

 62

 61

 60
         2002            2004            2005       2006              2007




                                         Angka IPM Kab. Solok tahun 2004

         No                Puskesmas                          IPM               Peringkat

         1      Pantai Cermin                                 65,65                11

         2      Lembah Gumanti                                68,23                7

         3      Hiliran Gumanti                               64,48                12

         4      Payung Sekaki                                 63,13                13

         5      Tigo Lurah                                    61,46                14

         6      Lembang Jaya                                  67,32                10

         7      Danau Kembar                                  66,21                9

         8      Gunung Talang                                 69,52                4

         9      Bukit Sundi                                   69,48                5

         10     IX Koto Sungai Lasi                           67,9                 8

         11     Kubung                                        73,24                1

         12     X Koto Singkarak                              75,86                2

         13     Junjung Sirih                                 71,91                3

         14     X Koto Diatas                                 68,36                6

                                Jumlah                        68,75



Grafik




                                                       39
                                                             Nilai IPM Kab. Solok 2004

     80                                                                                                                                              75.86
                                                                                                                                       73.24
                                                                                                                                                                  71.91
                                                                                                   69.52       69.48                                                           68.36
     70                  68.23                                            67.32                                             67.9
             65.65                                                                    66.21
                                     64.48
                                                  63.13
                                                              61.46
     60


     50


     40


     30


     20


     10


       0
               in          ti           ti            i                                 r                         i           i
                       an            an            ak           ra
                                                                   h        ya        ba          ng           nd           as        ng            ra
                                                                                                                                                       k         ri h           ta
                                                                                                                                                                                  s
           er
              m
                                                 ek           Lu          Ja                    la          Su           iL         bu            ka           Si            ia
                     um            um          S                       ng         Ke
                                                                                    m
                                                                                              Ta                       ga                                    g             D
        iC          G            G           g              o                                            it                       Ku            ng         un            o
      ta          h            n           un             ig         ba        au          ng         uk             un                      Si          nj            ot
  Pa
    n           ba      il ir
                              a          y              T           m        an        un
                                                                                          u          B
                                                                                                                 o
                                                                                                                    S
                                                                                                                                        ot
                                                                                                                                           o          Ju             K
              m        H              Pa                         Le        D         G                         ot                     K                           X
           Le                                                                                                K                      X
                                                                                                        IX




                    Sedangkan IPM kabupaten Solok pada tahun 2002 (63,7), 2005 (68,9), 2006 (68,8) dan 2007 (69,2).
Salah satu tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian IPM kabupaten Solok adalah untuk mengetahui tingkat
kemajuan pembangunan manusia pada masing-masing kecamatan. Dari data menunjukkan bahwa nilai IPM
kecamatan yang terendah sebesar 61,46 yaitu di kecamatan Tigo Lurah dan tertinggi sebesar 73,24 di kecamatan
Kubung. Seiring dengan keberhasilan pemerintah mengatasi berbagai permasalahan ekonomi yang terjadi,
penetapan angka IPM mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

                    Dari kategori, IPM Kabupaten Solok tergolong menengah ke atas (66 < IPM < 80), sedangkan tingkat
IPM kota Padang pada tahun 2007 yakni sebesar 76,5, maka apabila dibandingkan ternyata IPM kota Padang
lebih baik dari IPM kabupaten Solok.

C. JUMLAH PENDUDUK BERDASARKAN UMUR DAN JENIS KELAMIN

                    Berikut ini data penduduk kabupaten Solok berdasarkan jenis kelamin tahun 2007. Dari data ini dapat
kita buat piramida penduduk dan grafik komposisi penduduk.

                       Tingkat Umur                                                                 Laki-Laki                                                             Perempuan        Sex Ratio

                                                                                                                                                                                          (L/P x 100%)

                                     0–4                                                                 18.024                                                                  16.526     109,06

                                     5–9                                                                 19.619                                                                  17.823     110,07

                                 10 – 14                                                                 19.871                                                                  20.748      95,77

                                 15 – 19                                                                 18.245                                                                  20.235      90,16

                                 20 – 24                                                                 14.549                                                                  13.944      104,3

                                 25 – 29                                                                 11.531                                                                  13.335      86,47

                                                                                                                                                        40
             30 – 34                   11.362                  12.021                 94,51

             35 – 39                   11.263                  11.433                 98,51

             40 – 44                   10.738                  12.607                103,97

             45 – 49                   11.078                  10.650                115,75

             50 – 54                   8.751                    7.560                 93,64

             55 – 59                   4.614                    4.927                 86,91

             60 – 64                   5.022                    5.775                 83,43

               + 65                    8.499                   10.499                 96,98




Untuk lebih jelasnya perhatikan piramida berikut ini dengan seksama.




         Berdasarkan piramida diatas seperti yang sudah kita gambarkan dapat kita simpulkan bahwa
perbandingan penduduk laki laki dan perempuan relatif seimbang walaupun penduduk perempuan lebih banyak
dibandingkan dengan penduduk yang laki laki tetapi tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Sedangkan kalau
kita lihat bentuk piramida diatas digolongkan kepada piramida berbentuk segitiga yang menandakan sebagian
besar penduduk berada dalam kelompok usia mudaa tau berciri ekspansif. Artinya penduduk tumbuh cepat
karena terjadi penurunan tingkat kematian bayi tetapi tingkat kelahiran masih tinggi hal ini wajar saja karena hal
itu juga terjadi pada penduduk indonesia yang mana ciri dari negara berkembang itu tingkat kelahiran yang
tinggi sehingga jumlah usia produktif besar daripada penduduk yang berusia tidak produktif


                                                       41
Perbandingan dengan Jumlah Penduduk Kota Padang

         Tingkat Umur           Laki-Laki                Perempuan    Sex Ratio

                                                                     (L/P x 100%)

             0–4              40171                    36954           108,71

             5–9              43327                    38955           111,22

           10 – 14            42681                    38796           110,09

           15 – 19            45990                    47102            97,64

           20 – 24            48969                    55494            88,24

           25 – 29            36858                    38383            96,03

           30 – 34            32380                    32887            98,46

           35 – 39            28491                    30217            94,29

           40 – 44            25929                    27722            93,53

           45 – 49            23657                    28410           105,56

           50 – 54            17568                    17432           100,56

           55 – 59            9669                     9194            100,78

           60 – 64            8147                     8173            105,17

             + 65             13105                    17256            96,15




       Jumlah Penduduk Berdasarkan Umur




                                                  42
          Uintuk mengetahui bagaimana jumlah penduduk berdasarkan umur dapat kita perhatikan pada grafik
berikut ini :


                Komposisi Penduduk Kabupaten Solok tanun 2007

                                                                             0–4
                               3%                                            5–9
                                     5%        10%
                           3%                                                10 – 14
                      5%                                                     15 – 19
                                                      11%
                                                                             20 – 24
                     6%
                                                                             25 – 29
                                                                             30 – 34
                  6%
                                                                             35 – 39
                                                           11%
                                                                             40 – 44
                     7%
                                                                             45 – 49
                                                                             50 – 54
                          7%                         11%
                                                                             55 – 59
                                7%        8%                                 60 – 64
                                                                             65




          Pada piramida diatas kita dapat mengetahui bahwa penduduk Kabupaten Solok yang berusia antara 0 –
40 tahun jauh lebih banyak bila dibandingkan dengan penduduk berusia diatasnya ini menandakan bahwa
penduduk berusia produktif lebih banyak bila dibandingkan dengan penduduk yang berusia lanjut dalam artian
sudah berkurang produktifitasnya

Di bawah ini dapat kita lihat grafik komposisi kota Padang.


             Jumlah Penduduk Kota Padang berdasarkan tingkat umur 2007


                                    2%
                                2%        4%          9%
                           4%                                                          0–4
                                                                                       5–9
                                                                 10%
                     6%                                                                10 – 14
                                                                                       15 – 19
                                                                                       20 – 24
                6%                                                                     25 – 29
                                                                       10%             30 – 34
                                                                                       35 – 39
                7%                                                                     40 – 44
                                                                                       45 – 49
                                                                                       50 – 54
                                                                  11%
                     8%                                                                55 – 59
                                                                                       60 – 64
                                                                                       > 65
                                    9%                12%




D. ANGKA KELAHIRAN

     Untuk mengetahui analisis kependudukan Kabupaten Solok maka kita bisa lihat dari tabel dan grafik di
bawah ini:


                                                                        43
Tabel. Jumlah Kelahiran Bayi di Kabupaten Solok 2004-2007

               Tahun        Jumlah

                   2004            6678

                   2005            6409

                   2006            6857

                   2007            6666


                         Jumlah Kelahiran Kabupaten Solok 2004-2007

               6900                                             6857
               6800
                            6678                                             6666
               6700
               6600
               6500                          6409
               6400
               6300
               6200
               6100
                            2004             2005               2006         2007



Tabel. Jumlah Kelahiran Bayi di Kota Padang 2005-2007

               Tahun        Jumlah

                   2005        14782

                   2006        15212

                   2007        14264

                                   Kelahiran bayi Kota Padang 2005-2007

                15400
                                                15212
                15200
                15000
                             14782
                14800
                14600
                                                                              Kelahiran
                14400                                             14264
                14200
                14000
                13800
                13600
                              2005               2006                 2007




                        Angka lahir hidup menurut Puskesmas pada tahun 2007

    No                Puskesmas                         Lahir Hidup           Peringkat


                                                    44
         1     Pantai Cermin                                                                                                     407                                                                             7

         2     Lembah Gumanti                                                                                                   1059                                                                             2

         3     Hiliran Gumanti                                                                                                   315                                                                             10

         4     Payung Sekaki                                                                                                     159                                                                             14

         5     Tigo Lurah                                                                                                        169                                                                             13

         6     Lembang Jaya                                                                                                      507                                                                             5

         7     Danau Kembar                                                                                                      359                                                                             8

         8     Gunung Talang                                                                                                     818                                                                             3

         9     Bukit Sundi                                                                                                       448                                                                             6

         10    IX Koto Sungai Lasi                                                                                               179                                                                             12

         11    Kubung                                                                                                          1.113                                                                             1

         12    X Koto Singkarak                                                                                                  596                                                                             4

         13    Junjung Sirih                                                                                                     221                                                                             11

         14    X Koto Diatas                                                                                                     316                                                                             9

                                       Jumlah                                                                                  6.666

                                                                              Jumlah Kelahiran Kab. Solok 2007

                         1200
                                                                                                                                                                    1123
                                                    1071


                         1000


                                                                                                                                827
                          800


                                                                                                                                                                                  602
                          600
                                                                                                       511
                                                                                                                                            455
                                         409
                          400                                                                                      359
                                                                  322                                                                                                                                       317

                                                                                                                                                                                               228
                                                                                          177                                                           182
                          200                                                 160




                               0
                                          in        ti            ti            i                                 r                          i            i                       k
                                                an             an            ak           ra
                                                                                             h        ya       ba           ng           nd             as        ng           ra           rih            ta
                                                                                                                                                                                                             s
                                      er
                                         m
                                                                           ek           Lu          Ja                    la          Su             iL         bu           ka           Si            ia
                                              um             um          S                       ng         Ke
                                                                                                              m
                                                                                                                        Ta                         ga                                   g             D
                                 iC          G             G           g              o                                            it                         Ku           ng         un            o
                               ta          h             n           un           T ig         ba        au          ng         uk              un                      Si          nj           ot
                         Pa
                           n             ba       ilir
                                                       a           y                          m        an        un
                                                                                                                    u          B
                                                                                                                                            o
                                                                                                                                               S
                                                                                                                                                                    ot
                                                                                                                                                                      o          Ju            K
                                        m       H               Pa                         Le        D         G                         ot                       K                          X
                                      Le                                                                                               K                        X
                                                                                                                                  IX




Sedangkan jumlah penduduk di kabupaten Solok terdapat seperti tabel di bawah ini

                 ]

                 Tabel 1. Jumlah Penduduk Kabupaten Solok 2004-2007

                 Tahun                     Laki-laki                                  Perempuan                                       Jumlah


                                                                                                                  45
                       2007        173419            178095              351514

                       2006        171335            175953              347288

                       2005        169190            173750              342940

                       2004        163683            169505              333188



         Dari data diatas kita dapat menggolongkan setiap kelahiran dalam setahun dengan menggunakan rumus
angka kelahiran kasar atau Crude Birth Rate (CBR) sebagai berikut (Tri Haryanto(2004: 49)


                 CBR = B/P x 1000
         Keterangan:

         CBR               : Angka Kelahiran Kasar

         B                 : Jumlah Kelahiran Selama Setahun

         P                 : Jumlah Penduduk.

         Perlu kita ketahui bahwa angka kelahiran kasar dinegara berkembang tidak sama dengan angka
kelahiran kasar di negara maju, angka kelahiran kasar dinegara berkembang lebih besar dibandingkan dengan
angka kelahiran kasar dinegara maju untuk lebih jelasnya dapat kita lihat pada tabel di bawah ini:

             Angka Kelahiran Kasar (          Negara Berkembang                Negara Maju
                     CBR )

                       Rendah                < 30 per 1000 penduduk       < 20 per 1000 penduduk

                       Sedang               30 – 40 per 1000 penduduk         20 – 30 per 1000
                                                                                 penduduk

                       Tinggi                > 40 per 1000 penduduk       > 30 per 1000 penduduk

         Sumber: Tri Haryanto (2004: 49)

         Jadi:

         CBR Tahun 2004             : B/P x 1000

                                             : 6678/333188 x 1000 = orang = 20 Orang

         CBR Tahun 2005             : B/P x 1000

                                             : 6409/342940 x 1000 = = 18,6 = 19 orang

         CBR Tahun 2006             : B/P x 1000

                                             : 6857/347588x 1000 = 19,7 = 20 orang

         CBR Tahun 2007             : B/P x 1000

                                             : 6666/351514x 1000 = 18,9 orang = 19


                                                       46
        Pada Tahun 2004 setiap 1000 penduduk terjadi penambahan sebesar 20 orang, pada tahun 2005 setiap
1000 orang terjadi penambahan sebesar 19 orang, pada tahun 2006 setiap 1000 orang penduduk terjadi
penambahan sebesar 20 orang, dan pada tahun 2007 setiap 1000 orang penduduk terjadi penambahan sebesar 19
orang, ini berarti bahwa tingkat kelahiran di Kabupaten Solok konstan/tetap setiap tahunnya

E. KEMATIAN BAYI

        Berikut adalah tabel grafik angka kematian bayi Kabupaten Solok dari tahun 2004 sampai tahun 2007.

    Tabel. Jumlah Kematian Bayi di Kabupaten Solok 2004-2007

                     Tahun          Jumlah

                         2004            82

                         2005            56

                         2006            38

                         2007            77

         Jumlah Kematian Bayi Kabupaten Solok 2004-2007

  90        82
                                                            77
  80
  70
                              56
  60
  50
                                              38
  40
  30
  20
  10
   0
           2004              2005             2006         2007




                               Tabel. Jumlah Kematian Bayi di Kota Padang 2004-2007

                     Tahun          Jumlah

                         2005            24

                         2006            11

                         2007            11




                                                      47
                                   Kematian bayi Kota Padang 2005-2007

                  30

                  25        24

                  20

                  15                                                     Kematian bayi
                                              11               11
                  10

                   5

                   0
                            2005              2006             2007




               Angka kematian bayi menurut Puskesmas pada tahun 2007

No             Puskesmas                             Lahir Hidup                  Peringkat

1    Pantai Cermin                                        2                              11

2    Lembah Gumanti                                       12                             1

3    Hiliran Gumanti                                      7                              5

4    Payung Sekaki                                        1                              12

5    Tigo Lurah                                           8                              4

6    Lembang Jaya                                         4                              9

7    Danau Kembar                                         -                              14

8    Gunung Talang                                        9                              3

9    Bukit Sundi                                          7                              6

10   IX Koto Sungai Lasi                                  3                              10

11   Kubung                                               10                             2

12   X Koto Singkarak                                     6                              8

13   Junjung Sirih                                        7                              7

14   X Koto Diatas                                        1                              13

                   Jumlah                                 77




                                                     48
                                                                                                 Jumlah kematian bayi kabupaten Solok 2007

                         14

                                                        12
                         12

                                                                                                                                                                                                                                       10
                         10
                                                                                                                                                                             9
                                                                                                                        8
                          8
                                                                                7                                                                                                                   7                                                                                7

                                                                                                                                                                                                                                                               6
                          6

                                                                                                                                              4
                          4
                                                                                                                                                                                                                             3

                                           2
                          2
                                                                                                       1                                                                                                                                                                                                            1

                                                                                                                                                             0
                          0
                                          in            t   i                  ti                      i                                                   r                                  i                             si
                                                     an                      an                   ak                    h                ya              ba                 ng              nd                                       ng                       ak                  ri h                          s
                                    er
                                         m
                                                                                                ek                   ra                Ja                              la                                                 La                                ar                  Si                           ta
                                                   um                      um                                     Lu                                    m
                                                                                                                                                                     Ta                   Su                          i            bu                   k                                               ia
                                C                                                           S                                     ng                 Ke                            k it                            ga            Ku                  ng                    ng                       D
                           ai                     G                    G               ng                    go              ba
                                                                                                                                                                 g                                             n                                  Si                     ju                  ot
                                                                                                                                                                                                                                                                                                o
                         nt                ba
                                              h
                                                                ira
                                                                   n
                                                                                    yu                     Ti                                   au             un                Bu                         Su                                o                        un                K
                       Pa                                  il                  Pa                                      Le
                                                                                                                         m                   an              un                                         o                                  ot                      J
                                         em            H                                                                                 D               G                                         ot                                  K                                            X
                                     L                                                                                                                                                         K                                   X
                                                                                                                                                                                          IX




        Dari data diatas kita dapat menggolongkan setiap kematian dalam setahun dengan menggunakan rumus
angka kematian kasar Crude Death Rate (CDR ) yang menunjukan jumlah orang yang mati dalam setiap seribu
penduduk disuatu wilayah.

        Crude Death Rate (CDR) dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut:


                  CDR = D/P x 1000
        Keterangan:

        CDR                 : Angka Kematian Kasar

        D                   : Jumlah Kematian bayi Selama Setahun

        P                   : Jumlah Penduduk/bayi lahir.

        Jadi:

        CDR Tahun 2004                                                 : D/P x 1000

                                                                                                                  : 82/6678 x 1000 = 12, 2orang = 12 Orang

        CDR Tahun 2005                                                 : D/P x 1000

                                                                                                                  : 56/6409x 1000 = =8,73 = 9 orang

        CDR Tahun 2006                                                 : D/P x 1000

                                                                                                                  : 38/6857 x 1000 = 5,54 = 6 orang

        CDR Tahun 2007                                                 : D/P x 1000

                                                                                                                  : 77/6666 x 1000 = 11,5 orang = 11



                                                                                                                                                         49
         Pada tahun 2004 setiap 1000 kelahiran terjadi kematian sebesar 12 orang, pada tahun 2005 setiap 1000
kelahiran terjadi kematian sebesar 9 orang, pada tahun 2006 setiap 1000 kelahiran terjadi kematian sebesar 6
orang, dan pada tahun 2007 setiap 1000 kelahiran terjadi kematian sebesar 11 orang juga, ini berarti jumlah
angka kematian di kabupaten Solok relatif tetap.




F. TINGKAT HARAPAN HIDUP

                                   Angka harapan hidup di kabupaten Solok

                                                   Angka harapan hidup
                   Kab
                                           2006                          2007

                  Solok                    65,2                       65,65

            Tingkat Harapan Hidup Kabupaten Solok 2006-2007

    66                                               65.65
  65.5
    65
  64.5
    64
  63.5
    63               62.5
  62.5
    62
  61.5
    61
  60.5
                      2006                            2007




Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan angka harapan hidup pada tahun 2007 apabila
dibandingkan tahun 2006, yaitu sebesar 45 bulan (tahun 2006 = 65 tahun 20 bulan dan tahun 2007 = 65 tahun 65
bulan)

                                     Angka harapan hidup Sumatera Barat

                                                   Angka harapan hidup
                   Kab
                                           2006                          2007

                  Solok                   68,50                          68,8




                                                     50
                        Tingkat Harapan Hidup Sumatera Barat

     68.85                                       68.8
      68.8
     68.75
      68.7
     68.65
      68.6                                                          Harapan Hidup
     68.55
                       68.5
      68.5
     68.45
      68.4
     68.35
                       2006                      2007




Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan angka harapan hidup di provinsi Sumatera Barat
dari tahun 2006 ke tahun 2007

              Apabila angka harapan hidup di provinsi Sumatera Barat kita bandingkan dengan angka harapan hidup
di kabupaten Solok, maka dapat kita ketahui bahwa angka harapan hidup di kabupaten Solok di bawah rata-rata
angka harapan hidup Sumatera Barat

 G. ANGKA MELEK HURUF KABUPATEN SOLOK TAHUN 2006-2007

     WILAYAH                   2006                       2007

     SOLOK                     97,10                      97,10



             Dari data di atas angka Melek Huruf Kabupaten Solok tahun 2006-2007 tidak mengalami peningkatan.
Ini cukup baik walaupun tidak ada peningkatan. Semua ini mungkin terjadi karena masih kurangnya motivasi
dari Pemda Solok. Mereka mungkin beranggapan behwa angka 97,10 % sudah cukup tinggi, padahal masih ada
2,90 % penduduk Kabupaten Solok yang masih belum melek huruf. Ini perlu disikapi secepatnya karena tidak
menutup kemungkinan angka melek huruf penduduk Kabupaten Solok pada tahun berikutnya akan berkurang.
Untuk membuat suatu daerah maju terutama sekali perlu pembangunan masyarakatnya terlebih dahulu, terutama
dalam bidang pendidikan. Kalau perlu masyarakat Kabupaten Solok 100 % melek huruf agar Kabupaten Solok
menjadi daerah yang maju.

 H. TINGKAT PARTISIPASI ANGKATAN KERJA DI KAB. SOLOK

         Banyaknya Penduduk Berumur 10 Tahun Ke Atas Menurut Jenis Kegiatan Dan Jenis Kelamin
                                                 Kabupaten Solok 2007

              Jenis kegiatan                    Laki-laki                     Perempuan          TOTAL

             Angkatan kerja

1.     Bekerja                                    91515                             39334         130849
2.     Mencari pekerjaan
                                                   4281                             2791           7072

                                                               51
      Bukan angkatan kerja

1.    Sekolah                                     26251                  30875                      56136
2.    Mengurus rumah tangga
3.    Lainnya                                     1013                   58776                      59789

                                                  13705                  119770                     25675



JUMLAH 2007                                      135775                  143746                     279521

                   2006                          134142                  142017                     276159

                   2005                          132462                  140239                     272701

                   2004                          128150                  136813                     264963




                               Persentase Angkatan Kerja Kabupaten Solok 2007

                          90
                          80
                          70
                          60
             Persentase




                          50                                                 Angkatan kerja
                          40                                                 Bukan angkatan kerja
                          30
                          20
                          10
                           0
                                 Laki-laki                 Perempuan
                                             Jenis kelamin



     Banyaknya Penduduk Berumur 10 Tahun Ke Atas Menurut Jenis Kegiatan Dan Jenis Kelamin Kota
                                                     Padang 2007

          Jenis kegiatan                        Laki-laki (%)          Perempuan (%)                TOTAL

         Angkatan kerja                             66,8                   23,6                      43,38

3.   Bekerja                                       62,45                   22,49                     41,21
4.   Mencari pekerjaan
                                                    3,37                   1,12                       2,17

      Bukan angkatan kerja                         34,18                   76,4                      56,62

4.   Sekolah                                       23,77                   28,0                      26,08
5.   Mengurus rumah tangga
6.   Lainnya

                                                             52
                                                 2,38                     43,7                        24,36

                                                 8,04                      4,6                        6,24

JUMLAH 2007                                      100                       100                        100

                   2006

                   2005

                   2004




                               Persentase Angkatan Kerja Kota Padang 2007

                          90
                          80
                          70
                          60
             Persentase




                          50                                                     Angkatan kerja
                          40                                                     Bukan angkatan kerja
                          30
                          20
                          10
                           0
                               Laki-laki                 Perempuan
                                           Jenis kelamin



          Pada tahun 2007 tercatat 279521 orang penduduk kab.solok yang diatas 10 tahun ke atas menurut jenis
kegiatan dan jenis kelamin. Dimana 51,42 persennya adalah perempuan. banyaknya penduduk berumur 10 tahun
ke atas menurut jenis kegiatan dan jenis kelamin,pada angkatan kerja laki-laki lebih banyak daripada perempuan
baik yang bekerja maupun yang mencari pekerjaan. Sedangkan pada bukan angkatan kerja laki-laki cenderung
lebih sedikit dibandingkan perempuan ditinjau dari sekolah dan mengurus rumah tangga. Hal ini dikarenakan
laki-laki lebih banyak yang bekerja pada angkatan kerja dibandingkan perempuan yang lebih banyak mengurus
rumah tangga. Sehingga partisipasi penduduk yang berumur 10 tahun ke atas dari tahun ke tahun semakin
meningkat. Hal ini juga dapat kita lihat pada total semuanya dari tahun ke tahun semakin meningkat. sehingga
menunjukkan kalau angka partisipasi masyarakat semakin hari semakin membaik,membuktikan pemerintah
semakin baik dalam memberikan kesempatan atau lowongan pekerjaan pada masyarakatnya.

 I.   SISA PENDAFTARAN TENAGA KERJA PADA KANTOR SOSNAKER KAB. SOLOK

      Pendidikan yang                Laki-laki                 Perempuan                       Total
        ditamatkan

      Tidak tamat SD                       -                         -                            -

                                                        53
           SD                           9                            1                           10

         SLTP                           29                          15                           44

         SLTA                         1449                         2699                        4148
       D1 dan D2
                                        4                           32                           36
   Sarjana muda D3
                                       165                          394                         559
        Sarjana
                                       224                          402                         626

Jumlah 2007                           1880                         3543                        5423

          2006                        1998                         3089                        5087

          2005                        2150                         3242                        5392

          2004                        2668                         3143                        5811



        Pada tahun 2007 tercatat sebanyak 5423 orang yang terdaftar sebagai pencari kerja pada dinas sosial
dan tenaga kerja kabupaten solok. Dari jumlah yang terdaftar tersebut sebagian besar diantaranya adalah wanita
yaitu sebanyak 65,33persen. Sedangkan kalau dikelompokkan menurut tingkat pendidikan yang ditamatkan
jumlah terbesar ada di kelompok SLTA yaitu 76,4 persen dan dari tamatan SD sebanyak 11,54 persen.



                    Sisa Pendaftaran Kerja Tingkat Pendidikan Kab. Solok

       3000

       2500

       2000
                                                                                           Laki-laki
       1500
                                                                                           Perempuan
       1000

         500

           0
                 Tidak      SD       SLTP       SLTA        D1 dan Sarjana Sarjana
                 Tamat                                        D3    Muda
                  SD                                                 D3



    Pendidikan yang                 Laki-laki                   Perempuan                      Total
      ditamatkan

    Tidak tamat SD                       -                           -                           -

           SD                           86                          13                           99



                                                       54
          SLTP                         361                             146                            507

          SLTA                        4917                             5104                           10021
        D1 dan D2
                                       59                              468                            527
     Sarjana muda D3
                                       907                             1690                           2597
         Sarjana
                                      2614                             4220                           6834



Jumlah 2007                           8944                             11641                          20585

           2006                       7219                             7018                           14237

           2005                       10121                            14130                          24260

           2004                       11539                            15281                          16820




                                 Sisa Pendaftaran Kerja Tingkat Pendidikan

                  6000

                  5000

                  4000
                                                                                          Laki-laki
                  3000
                                                                                          Perempuan
                  2000

                  1000

                    0
                         Tidak   SD     SLTP    SLTA        D1 dan Sarjana Sarjana
                         Tamat                                D3    Muda
                          SD                                         D3



J.    JENIS PEKERJAAN KAB. SOLOK

     Banyaknya Penduduk Berumur 10 Tahun Ke Atas Yang Mempunyai pekerjaan Menurut Lapangan
                                               Pekerjan Utama

                     Lapangan usaha                            Laki-          Perempuan        jumlah
                                                                laki




                                                       55
    a.   pertanian,kehutanan,perburuan,perikanan,            63550         30242            93792
    b.   pertambangan dan penggalian
    c.   industry                                             243           228              471
    d.   listrik,gas dan air,
    e.   konstruksi                                          2542           646             3188
    f.   perdagangan,rumah makan dan hotel
    g.   komunikasi dan transportasi                          113            60              173
    h.   keuangan
                                                             3102           131             3233
    i.   jasa-jasa
    j.   lainnya                                             8373          3920             12293

                                                             5762            26             5788

                                                              378            -               378

                                                             7279          3905             11184

                                                              172           177              349

                     Jumlah 2007                             91514         39355         130849

                               2006                          90414         38862         129276

                               2005                          89282         38375         127657

                               2004                          86376         37437         123813




         Banyaknya jumlah penduduk yang berumur 10 tahun ke atas yang mempunyai pekerjaan menurut
lapangan   pekerjaan   utama     baik   laki-laki   maupun   perempuan    lebih    banyak    bekerja   dibidang
pertanian,kehutanan,perburuan,perikanan dibandingkan dengan bidang lainnya seperti industry,konstruksi,dll.
Dari jumlahnya pun dapat kita lihat bahwa dari tahun ke tahun jumlah partisipasi laki-laki maupun perempuan
yang di atas 10 tahun yang pekerjaan menurut lapangan pekerjaan utama semakin meningkat di mana pada
tahun 2004 jumlahnya 123813,secara berurut-urut tahun 2005,127657,129267,130849. Dan dimana pada tahun
2007 tercatat 71,67 persen bekerja dibidang pertanian, prikanan, kehutanan, perburuan.Dan menunjukkan bahwa
penduduk paling sedikit bekerja di bidang listrik,air dan gas. Yaitu sebanyak 0,13 persen.tapi juga Membuktikan
bahwa pemerintah kabupaten solok dari tahun ke tahun telah memperluas lapangan pekerjaan utama sebagai
tempat mencari nafkah penduduk.




                                                      56
                                  Jenis Pekerjaan Penduduk Kab. Solok

                                                                        pertanian,kehutanan,perbu
                                                                        ruan,perikanan,
                                                                        pertambangan dan
                                                                        penggalian
                                                                        industry


                           9%     0%                                    listrik,gas dan air,
                   4% 0%
           10%
                                                                        konstruksi
           2%

           0%
                                                                        perdagangan,rumah
           2%
            0%                                                          makan dan hotel
                                                   73%                  komunikasi dan
                                                                        transportasi
                                                                        keuangan

                                                                        jasa-jasa

                                                                        lainnya




            Lapangan usaha                                 Laki-laki               Perempuan        jumlah

k.   pertanian,kehutanan,perburuan,perikanan,                 6,59                    4,22
l.   pertambangan dan penggalian
m.   industry                                                 0,63                      0
n.   listrik,gas dan air,
o.   konstruksi                                               11,23                   9,58
p.   perdagangan,rumah makan dan hotel
q.   komunikasi dan transportasi                              0,41                    0,51
r.   keuangan
                                                              12,08                   8,96
s.   jasa-jasa
t.   lainnya                                                  30,09                  37,51

                                                              12,81                   8,23

                                                              12,62                   4,75

                                                              1,48                    24,6

                                                              2,05                    1,53



                 Jumlah 2007

                           2006

                           2005

                           2004




                                                         57
                         Jenis Pekerjaan Penduduk Kota Padang 2007

                                                                     pertanian,kehutanan,perbu
                                                                     ruan,perikanan,
                                                                     pertambangan dan
                                                                     penggalian
                                                                     industry


                          2%    6%   0%                              listrik,gas dan air,
              14%                          11%
                                                 0%
       9%                                             11%            konstruksi

                                                                     perdagangan,rumah
       11%
                                                                     makan dan hotel
                                                                     komunikasi dan
                                 36%                                 transportasi
                                                                     keuangan

                                                                     jasa-jasa

                                                                     lainnya




Bayi tinggi, maka angka harapan hidup akan rendah




                                                        58
                                                  BAB V

                                        ANALISIS POLA RUANG




          Dengan Membuat Peta Kabupaten Solok yang Mengkaji tentang Peta Sistem Jaringan (Jaringan Jalan,
Jaringan Perpipaan PDAM, dan Jaringan Listrik), Peta Sebaran Pemukiman, dan Peta kepadatan penduduk
secara Manual, bertujuan memberikan keterampilan kepada Kami, Mahasiswa Pendidikan Geografi untuk dapat
membuat peta berdasarkan Pola ruang yang kami analisis dari Analisa pola Keruangan Kabuapaten Solok.

          Tujuan pembuatan peta Pola Ruang dengan skala 1:180.000 dengan sistem manual ini, selain
memberikan keterampilan kepada kami Mahasiswa Pendidikan Geografi. Juga bertujuan untuk memenuhi tugas
Pada Mata kuliah Analisa wilayah dengan aspek-aspek Pola keruangan Di kabupaten Solok yang mengkaji
tentang    Sistem Jaringan (Jaringan Jalan, Jaringan Perpipaan PDAM, dan Jaringan Listrik), Sebaran
Pemukiman, dan kepadatan penduduk, yang diberikan oleh Dosen Pada mata kuliah Analisa Wilayah.

A. Dasar Teori

          Pemetaan Pola Keruangan Kabaupaten Solok ini diambil dari Album Peta Rencana Tata Ruang
Wilayah Kabupaten Solok Tahun 2008-2028. Pada Mata Kuliah Sebelumnya telah diuraiakan Tentang konsep
dasar Dari Geografi Desa/kota dan Geografi Pembangunan sebagaimana atau bagaimana prosesnya, Secara
konsepsual pengertian pengembangan Pola Ruang wilayah dapat dirumuskan sebagai rangkaian upaya untuk
mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan berbagai sumber daya, merekatkan dan menyeimbangkan
pembangunan nasional dan kesatuan wilayah nasional, meningkatkan keserasian antar kawasan, keterpaduan
antar sektor pembangunan melalui proses penataan ruang dalam rangka pencapaian tujuan pembangunan yang
berkelanjutan dalam wadah NKRI.

B. Sistematika Laporan Peta

          Dalam Pembuatan Peta pada Mata kuliah Analisa Wilayah ini bertujuan untuk menuntut kami
mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi untuk mempraktekkannya dalam pembuatan peta dengan sistem
manual berdasarkan apa yang telah dipelajari pada Mata kuliah sebelumnya, baik dalam mata kuliah Kartogarfi,
Prat. Interprestasi Udara, Prat.Geomorfologi dan Sebagainya. Dan dengan itu diharapkan kami         sebagai
mahasiswa bimbingan pada mata kuliah Analisa Wilayah yang dibimbing oleh dosen ibu Dra.Hj.Kamila Latif,
M.S dan ibu Ahyuni, ST, M.Si yang telah atau boleh dikatakan Luas kajian dan pengalamannya dari kami-kami
Mahasiswa/mahasiswi Geogarfi Tentang apa itu Geografi Pembangunan. Kajian Geografi pada pembuatan peta
ini adalah dalam kaitan seperti yang disebutkan tadi yaitu pada Aspek Pola Sistim Jaringan Wilayah yang
menjadi topik atau permasalah utamanya dengan skala yang telah ditentukan.

    1.    Adapun Peta yang harus dibuat adalah:

    a.    Peta Sistem Jaringan Jalan
    b.    Peta Sistem Jaringan Perpipaan PDAM

                                                    59
    c.   Peta Sistem Jaringan Listrik
    d.   Peta Sebaran Pemukiman
    e.   Peta kepadatan penduduk


    2.   Bahan, Sumber dan Alat:

    1.   Album Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Solok Tahun 2008-2028 dari Bupati /
         BAPPEDA Kabupaten Solok.
    2.   Laporan Jumlah Penduduk dan rata-rata kepadatan penduduk menurut kecamatan dari Kantor BPS
         Kota Padang.
    3.   Kertas HVS
    4.   Pena Snowman Permanent 4 warna.
    5.   Penggaris
    6.   Pensil/Pena
    7.   Dan lain-lain.


    3.   Hasil Laporan

    a.   Peta Sistem Jaringan Jalan
         Dalam Pembuatan Peta Sistem Jaringan Jalan Kabupaten Solok, yang menjadi acuannya atau
contohnya adalah dari Album Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Solok Tahun 2008-2028, lembar
sistem jaringan jalan skala 1:180.000. Dalam pembuatan peta ini dapat diturunkan menjadi peta sistem Jaringan
Listrik, Jaringan PDAM dan Jaringan Irigasi.

         -   Langkah Kerja:

        Tentukan terlebih dahulu daerah /objek mana yang diteliti/analisa.
        Setelah menentukan daerah/objek yang diambil untuk dianalisa, kemudian buat dari mana daerah yang
         jadi awal kita menganalisa, seperti daerah Surian kecamatan Pantai Cermin di selatan, Kota Padang /
         Arosuka di sebelah barat, Sungai Lasi kecamatan X Koto di atas disebelah Timur, dan Tanjung Balit
         Kecamatan X Koto Singkarak disebelah Utara.
        Salin Kenampakan seperti Titik Sebagai Kota Kecamatan, Batas Kabupaten/Kecamatan, Danau, Jalan
         Kereta Api, Jalan Lingkar Arosuka, Jalan Negara/Propinsi/Lokal, Sungai dan Lain-lain.
        Masukkan Simbol dan cantumkan kedalam keterangan atau legenda.
         -   Hasil:

              Adapun hasil yang didapat dari pemetaan Pembuatan Peta Sistem Jaringan Jalan Kabupaten Solok
     adalah Jaringan Jalan yang menggambarakan Jaringan akses Transportasi dan Perhubungan Kabupaten
     Solok dengan daerah lainnya. Ditambah lagi terdapatnya Tatanan Hubungan sitem jaringan Jalan antar
     Pola Ruang Wilayah Meliputi Propinsi, Kabupaten, Kota, Kecamatan, Kelurahan, dan Desa.yang
     bervariasi.

                                                      60
    b.   Peta Sistem Jaringan Perpipaan PDAM
         Dalam pembuatan peta sistem jaringan perpipaan pdam kabupaten solok, yang menjadi acuannya atau
contohnya adalah dari album peta rencana tata ruang wilayah kabupaten solok tahun 2008-2028, lembar sistem
jaringan jalan skala 1:100.000. dalam pembuatan peta ini dapat diturunkan menjadi peta jaringan irigasi,
pengairan untuk areal persawahan pada lahan atau Daerah aliran sungai yang terdapat di kabupaten solok
Melalui Titik/keterangan yang diarsir pada lembaran peta yang menandakan daerah aliran Perpipaan PDAM
Pada Desa atau Kecamatan.

         -   Langkah Kerja:

        Tentukan terlebih dahulu daerah /objek mana yang diteliti/analisa.
        Setelah menentukan daerah/objek yang diambil untuk dianalisa, kemudian buat mana daerah yang kita
         analisa, seperti daerah atau sekeliling daerah danau atas danau bawah, Alahan Panjang/Simpang
         Tanjuang nan IV, kecamatan Lembah Gumanti/Lembah Jaya dan daerah disekitar Danau Singkarak
         Seperti Kecamatan Tigo Luhak Junjung Sirih, X Koto Singkarak, Singkarak. Dan Kecamatan X Koto
         diatas Tanjuang Balit yang dimana menjadi titik utama Aliran dari Sistem Perpipaan PDAM Kabupaten
         Solok.
        Salin Kenampakan seperti Titik Sebagai Kota Kecamatan, Batas Kabupaten/Kecamatan, Danau, Sungai
         dan daerah yang diasril pada Peta Lembaran Peta Sistem Jaringan Perpipaan PDAM yang menjadi
         objek pada Daerah yang dianalisa.
        Masukkan Simbol dan cantumkan kedalam keterangan atau legenda.
         -   Hasil:

         Adapun hasil yang didapat dari pemetaan Pembuatan Peta Sistem Jaringan Perpipaan PDAM
Kabupaten Solok adalah Jaringan Perpipaan yang menggambarakan Permasalahan pengelolaan DAS (Daerah
Aliran Sungai) pada Perpipaan PDAM dapat dilakukan melalui suatu pengkajian komponen komponen DAS
dan penelusuran hubungan antar komponen yang saling berkaitan, sehingga tindakan pengelolaan dan
pengendalian yang dilakukan tidak hanya bersifat parsial dan sektoral, tetapi sudah terarah pada penyebab utama
kerusakan dan akibat yang ditimbulkan, serta dilakukan secara terpadu.

         Salah satu persoalan pengelolaan DAS pada Perpipaan PDAM Kabupaten Solok adalah dalam konteks
wilayah adalah letak hulu sungai yang biasanya berada pada suatu kabupaten tertentu dan melewati beberapa
kabupaten serta daerah hilirnya berada di kabupaten lainnya Seperti disebelah utara Kabupaten Solok pada
Daerah disekitar Danau Singkarak Seperti Kecamatan Tigo Luhak Junjung Sirih, X Koto Singkarak, Singkarak.
Dan Kecamatan X Koto diatas Tanjuang Balit yang dekat dengan Kabupaten Tanah Datar.

    c.   Peta Sistem Jaringan Listrik
         Dalam pembuatan peta sistem jaringan Listrik kabupaten solok, yang menjadi acuannya atau contohnya
adalah dari album peta rencana tata ruang wilayah kabupaten Solok tahun 2008-2028, lembar sistem jaringan
jalan skala 1:100.000. dalam pembuatan peta ini dapat diturunkan menjadi peta Penerangan jalan dan Peta
Hirarki Pusat Pelayanan. yang terdapat di kabupaten solok Melalui Titik/Garis/keterangan yang diarsir pada

                                                      61
lembaran peta yang menandakan daerah sistem jaringan Listrik kabupaten solok Pada Desa, Kecamatan dan
kabupaten disekitar Wilayah Kabupaten Solok.

         -    Langkah Kerja:

        Tentukan terlebih dahulu daerah /objek mana yang diteliti/analisa.
        Setelah menentukan daerah/objek yang diambil untuk dianalisa, kemudian buat garis mana daerah yang
         kita analisa, seperti daerah-daerah yang diberi Titik-titik seperti daerah-daerah yang berada di sekitar
         Daerah Singkarak yang menjadi Pusatnya. Kecamatan Kubung Selayo, Kecamatan Bukit Sundi Muara
         Panas, Kecamatan Gunung Talang,Kecamatan Lembah Gumanti, dan Kota Solok yang menjadi Objek
         utama Analisa yang utama jelas terlihat kenampakannya menjadi daerah jaringan Listrik yang terluas di
         Kabupaten Solok
        Sa;lin Kenampakan seperti Titik Sebagai Kota Kecamatan, garis pada Batas Kabupaten/Kecamatan,
         Jalan Kereta Api, Jalan Lingkar Arosuka, Jalan Negara/Propinsi/Lokal, Sungai dan Yang Utama Titik
         dan arah garis yang menghubungkan Pusat Jaringan Listrik, Jaringan Listrik, Danau, dan Lain-lain.
        Masukkan Simbol dan cantumkan kedalam keterangan atau legenda.
         -    Hasil:

                      Adapun hasil yang didapat dari pemetaan Pembuatan Peta Sistem Jaringan Listrik Kabupaten
         Solok adalah Jaringan Listrik yang menggambarakan Permasalahan Penerangan pada Jaringan Listrik,
         dapat dilakukan melalui suatu pengkajian komponen komponen Pelistrikan Negara (PLN) dan
         penelusuran hubungan antar komponen yang saling berkaitan, sehingga tindakan penerangan dan
         pengendalian yang dilakukan tidak hanya bersifat parsial dan sektoral, tetapi sudah terarah pada
         penyebab utama Penerangan Aliran Listrik dan akibat yang ditimbulkan, serta dilakukan secara
         terpadu.

                      Salah satu persoalan pada Sistem Jaringan Listrik di Kabupaten Solok adalah dalam konteks
         wilayah adalah letak hulu sungai, jalan, dan daerah yang memiliki topografi yang tinggi yang biasanya
         berada pada suatu kabupaten tertentu dan melewati beberapa kabupaten serta daerah hilirnya berada di
         kabupaten lainnya Seperti disebelah utara bagian selatan Kabupaten Solok pada Daerah Paninggahan
         Kecamatan Tigo Luhak Junjung Sirih, X Koto Singkarak, Dan Kecamatan Hiliran Gumanti Talang
         Babungo arah ke Tumur yang boleh dikatakan masih kurang/minim akses Transportasi dan penerangan
         (listrik).

    d.   Peta Sebaran Pemukiman
         Dalam pembuatan peta Sebaran Pemukiman kabupaten solok, yang menjadi acuannya atau contohnya
adalah dari album peta rencana tata ruang wilayah kabupaten Solok tahun 2008-2028, lembar sistem jaringan
jalan skala 1:100.000. dalam pembuatan peta ini dapat diturunkan menjadi peta Kepadatan Penduduk, Peta
Pariwisata, Peta Wilayah Pengembangan dan Peta Hirarki Pusat Pelayanan. yang terdapat di kabupaten solok
Melalui Titik/Garis/keterangan yang diarsir pada lembaran peta yang menandakan daerah Sebaran Pemukiman
kabupaten solok Pada Desa, Kecamatan, Kota dan kabupaten disekitar Wilayah Kabupaten Solok.

                                                        62
         -   Langkah Kerja:

        Tentukan terlebih dahulu daerah/objek mana yang diteliti/analisa atau yang memiliki Kepadatan
         Penduduk dan Pusat Pelayanan.
        Setelah menentukan daerah/objek yang diambil untuk dianalisa, kemudian buat garis mana daerah yang
         kita analisa, seperti daerah-daerah yang diberi Titik-titik seperti daerah-daerah yang berada di sekitar
         Daerah Kota Solok Kecamatan Lubuk Sikarah, Kecamatan Tanjung Harapan yang menjadi Pusatnya.
         Kecamatan Kubung Selayo, Kecamatan Bukit Sundi Muara Panas, Kecamatan Gunung Talang,
         Kecamatan Lembah Gumanti, dan yang menjadi Objek utama Analisa yang utama jelas terlihat
         kenampakannya seperti jaringan Jalan lokal maupun Nasional, Pusat Administrasi Pemerintahan,
         Kegiatan Pertanian, Perekonomian, dan Wilayah Pengembangan.
        Salin Kenampakan seperti Titik Sebagai Kota Kecamatan, Permukiman dan lain-lain, garis pada Batas
         Kabupaten/Kecamatan, Jalan Kereta Api, Jalan Lingkar Arosuka, Jalan Negara/Propinsi/Lokal, Sungai
         dan Yang Utama Titik-titik yang menghubungkan Pusat utama permukiman dan pelayanan.
        Masukkan Simbol dan cantumkan kedalam keterangan atau legenda.


         -   Hasil:

              Adapun hasil yang didapat dari Peta Sebaran Pemukiman Kabupaten Solok adalah sebaran
    permukiman penduduk yan terpadat atau yang memiliki luas areal yang luas yang juga memiliki jumlah
    penduduk yang banyak yang mendiami Areal tersebut yang menggambarakan juga hubungan
    Perekonomian, Pelayanan Administrasi, sosial dan Kesehatan.

    e.   Peta kepadatan penduduk
    Dalam pembuatan peta kepadatan penduduk kabupaten solok, teknik/data Yang kami peroleh adalah
Sampel Luas daerah, Jumlah Penduduk dan Rata-rata Kepadatan penduduk Kabupeten Solok dari BPS Kota
Padang tahun 2007.

         -   Langkah Kerja:

        Data hasil pengumpulan data baik secara langsung maupun tidak langsung disusun berdasarkan acuan
         yang telah ditentukan kemudian diolah dan dianalisa menjadi bagian-bagian penting yang disusun
         kedalam uraian dalam bentuk Diagram Majemuk (Pratikum Kartografi ;Dra.Ernawati,M.SI .1999) yang
         terdapat pada tiap Titik kecamatan diKabupaten Solok.
        Data hasil wawancara baik secara lisan maupun tertulis dicatat dan disusun secara berurutan, serta
         dilakukan analisa untuk menguatkan data hasil penelitian yaitu membandingkan antara praktek yang
         terjadi dalam obyek penelitian dan teori-teori dari berbagai literature.
        Dari data hasil analisis dari berbagai sumber kemudian dari itu kami ditarik sebuah kesimpulan.


C. GABUNGAN ANALISIS WILAYAH KABUPATEN SOLOK MELALUI POLA TITIK, GARIS
    DAN LUASAN

                                                        63
1.    Pola Titik

                Dalam pembuatan pola titik kab.Solok, yang menjadi acuannya atau contohnya adalah dari
         Album Tata Ruang wilayah Kab.Solok Th 2008-2028 dan Peta Adminiustrasi Kab. Solok Keluaran
         PLN, Peta Sistem Pembagian wilayah pembangunan dengan skala 1:180.000. Dalam pembuatan Peta
         ini dapat diturunkan menjadi Peta Pola Titik sitim jaringan transportasi, Persebaran Penduduk dan
         persebaran Wilayah.

      Langkah Kerja:

       Tentukan terlebih dahulu daerah / objek yang diteliti atau di Analisis.

       Setelah menentukan daerah yang diambil untuk dianalisis, kemudian dari mana daerah yang
          menjadi awal kita menganalisa, seperti daerah surian Kec.Pantai Cermin, Hilir Gumanti diselatan,
          sungai lasi kec. X Koto diatas daerah timur, dan tanjung balit dikec. X Koto Singkarak disebelah
          utara. Dimana didaerah tersebut menjadi satu-satunya wilayah pembangunan dan Alahan panjang
          dikec. Lembah Gumanti (H_III) Menjuadi titik utama wilayah Pembangunan Wliayah Hirarki pusat
          pelayanan kota kab.Solok untuk Wilayah Pembangunan tiga.

       Pada Pembagian wilayah kedua, Daerah selingkar Arosuka kec.Talang disebelah Barat, Kecamatan
          Lembang Jaya diselatan dan Kec. IX Koto Sei.Lasi, Payung Sekaki dan Bukit Sundi dibagian Barat
          (H_II) menjadi satu-satunya wilayah pembangunan pada hiraki pusat pelayanan kota Kab. Solok,
          Untuk Wilayah Pembangunan Dua.

       Pada pembagian Wilayah Pertama diutara bagian Kab. Solok, Kecamatan Junjung Sirih dibagian
          Barat, X Koto Singkarak dibagian Selatan dan X koto diatas dibagian Utara menjadi satu-satunya
          Wilayah pembangunan yang pertama, yang dimana singkarak (H_I) Kec. X koto Singkarak menjadi
          titik utama wilayah pembangunan pada wilayah pembangunan Hirarki pusat pelayanan kota Kab.
          Solok, Untuk wilayah pembangunan pertama.

2.    Pola Garis

               Dalam pembuatan pola Garis kab.Solok, yang menjadi acuannya atau contohnya adalah dari
      Album Tata Ruang wilayah Kab.Solok Th 2008-2028 dan Peta Adminiustrasi Kab. Solok Keluaran
      PLN, Peta Sistem Pembagian wilayah pembangunan dengan skala 1:180.000. Dalam pembuatan Peta
      ini dapat diturunkan menjadi Peta Sistim jaringan jalan, Peta Sistim Jaringan Listrik dan peta Sistim
      Jaringan Irigasi.

     Langkah Kerja

         Tentukan terlebih dahulu daerah / objek yang diteliti atau di Analisis.

         Setelah menentukan daerah yang diambil untuk dianalisis, kemudian dari mana daerah yang
          menjadi awal kita menganalisa, Seperti daerah bagian Kab. Solok yaitu daerah kota Pasang menuju
                                                     64
          Kota Solok. Pola Garis yang nampak yaitu Jalan Negara yang menghubungkan Kab. Solok dengan
          Kab. Solok Selatan sampai Jambi, Sebelah Timur menghubungkan Kota Solok dengan Kota
          Sawahlunto.

         Jalan lintas Propinsi dan Kabupaten yang menjadi jalan utamanya yaitu didaerah Arosuka, Lubuk
          Selasih Kec. Talang sampai daerah simapang Tanjuang Nan IV Menjadi jalan utama Kab. Solok
          untuk lintas Transfortasi dibagian Selatan. Sedangkan Selayo sampai Sungai Lasi menjadi lintas
          utama dibagian timur Kab. Solok dan Tanjuang Balit Sampai Paninggahan menjadi Lintas
          Tranfortasi selingkar Danau Singkarak yang Menghubungkan Kab. Solok dengan Kab. Tanah
          Datar.

3.   Pola Luasan

                Dalam pembuatan pola luasan kab.Solok, yang menjadi acuannya atau contohnya adalah dari
         Album Tata Ruang wilayah Kab.Solok Th 2008-2028 dan Peta Administrasi Kab. Solok Keluaran
         PLN, Peta Sistem Pembagian wilayah pembangunan dengan skala 1:180.000. Dalam pembuatan Peta
         ini dapat diturunkan menjadi Peta Sebaran Permukiman, Peta Kepadatan Penduduk, dan Peta Hirarki
         Pusat Pelayanan yang terdapat diKab. Solok, yang melalui Pola Titik, Garis, dan luasan yang diarsir
         pada lembaran peta yang menandakan daerah sistem jalan, Irigasi, dan Permukiman pada Desa,
         Kecamatan dan Kabupaten disekitar Wilayah diKabupaten Solok.

         Langkah Kerja

         Setelah menentukan daerah atau objek yang diambil atau dianalisis , kemudian lembar Peta Kab.
          Solok dibagi atas tiga bagian persis seperti apa yang disajikan pada pola titik. Disini Wilayah
          luasan yang diambil adalah wilayah pembagian pembangunan sama seperti pola titik, kami lebih
          menitik beratkan pada luasan seperti WPP A Mencakup kecamatan X Koto luhak, X Koto
          Singkarak dan Sijunjung Sirih, WPP B Mencakup Kec. Talang, Kec. Kubung, Kec, Bukit sundi,
          Kec.Lembang Jaya, Kec. Payung Sekaki dan IX Koto Sei,Lasi. Sedangkan untuk wilayah WPP C
          Mencakup Kec. Lembah Gumanti, Kec. Danau Kembar, Kec.Hiliran Gumanti, Kec. Pantai Cermin
          dan Kec. Tigo Luhak.

         Sedangkan untuk luasan lainnya kami mengarsir Danau-Danau yang ada dikabupaten Solok, Seperti
          Danau Singkarak WPP A, dan Danau Atas_Bawah, Talang di WPP C.

         Masukkan Simbol dab cantumkan kedalam kseterangan atau legenda pada Peta.




                                                   65
66
                                                     BAB VI

                  KATEGORI DAN GENERALISASI WILAYAH KABUPATEN SOLOK




1.    KATEGORI WILAYAH KABUPATEN SOLOK

A. Kategori Fisik Wilayah Kabupaten Solok

     Jenis tanah yang mendominasi kabupaten Solok adalah andosol dan regosol dengan persentase 35%, tanah
ini subur dan cocok untuk pertanian. Struktur geologi pada daerah ini adalah batuan vulkanik dan intrusi, daerah
ini dilalui patahan semangko. Dari keadaan geologi tersebut, dapat dilihat pada peta kemiringan lereng pada
Kabupaten Solok lerengnya tergolong curam. Pada beberapa daerah sering trjadi bencana longsor, sehingga hal
ini bisa menghambat pembangunan.

     Kesesuaian lahan pada daerah ini adalah kawasan penyangga sehingga banyak terdapat kawasan hutan
lindung. Sementara, untuk penggunaan lahannya adalah untuk pertanian. Pergeseran funsi lahan sebanyak 0,7 %
pada kawasan hutan dijadikan kawasan pemukiman dan sebanyak 2,6% kawasan hutan dijadikan kawasan
pertanian. Ini berarti tidak terjadi penyimpangan lahan yang cukaup berarti.

     Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa wilayah Kabupaten Solok merupakan daerah yang subur
dan sesuai untuk lahan pertanian, namun karena daerah Kabupaten Solok ini sebagian besar merupakan kawasan
penyangga dan pada daerah lainnya cukup berpotensi terjadi bencana. Maka, wilayah Kabupaten Solok
sebaiknya lebih diperuntukkan sebagai hutan lindung. Jika pertanian ingin dikembangkan pada wilayah
Kabupaten Solok ini hendaknya pertanian dikembangkan pada daerah yang relatif datar atau landai.

B. Kategori Ekonomi Wilayah Kabupaten Solok

     Pertumbuhan ekonomi wilayah Kabupaten Solok dilihat dari sektor pergerakan ekonomi dibandingkan
wilayah Sumbar sudah mulai maju dan perekonomiannya masih tradisional, karena sektor basis yang mendukung
pergerakan perekonomian wilayah Kabupaten Solok adalah sektor pertanian. Sarana dan prasarana di Kabupaten
Solok cukup karena wilayah Kabupaten Solok memenuhi kebutuhan daerah sendiri dan memiliki sektor berbasis
pertanian. Jadi Kabupaten Solok belum terjadi transpormasi ke sektor lain.

C. Kategori Sarana dan Prasarana Kabupaten Solok

          Wilayah Kabupaten Solok di aspek kependudukan terlihatg bahwa penduduk tmbuh dengan cepat,
     dengan dominan oleh kaum perempuan dan partisipasi kerja yang tidak stabil dan angka putus sekolahnya
     pun sangat besar. Serta besarnya resiko kematian dikarenakan tingkat kesejahteraan masyarakat tiap
     tahunnya menurun dengan jumlah penduduk laki-laki 173.4192 dan perempuan 178.095 dengan
     pertumbuhan penduduk 0,6 %, tingkat partisispassi angkatan kerja 27,95 % , angka putus sekolah 54 %,
     jumlah yang melek huruf 97,1 % (tahun 2007 ), tingkat kelahiran 66,6 % dan kematian 77 %.

D. Kategori Pola Keruangan Kabupaten Solok
                                                        67
   Sistem Jaringan Jalan Kabupaten Solok adalah Jaringan Jalan yang menggambarakan Jaringan akses
Transportasi dan Perhubungan Kabupaten Solok dengan daerah lainnya. Ditambah lagi terdapatnya Tatanan
Hubungan sitem jaringan Jalan antar Pola Ruang Wilayah Meliputi Propinsi, Kabupaten, Kota, Kecamatan,
Kelurahan, dan Desa.yang bervariasi.

   Salah satu persoalan pada Sistem Jaringan Listrik di Kabupaten Solok adalah dalam konteks wilayah adalah
letak hulu sungai, jalan, dan daerah yang memiliki topografi yang tinggi yang biasanya berada pada suatu
kabupaten tertentu dan melewati beberapa kabupaten serta daerah hilirnya berada di kabupaten lainnya Seperti
disebelah utara bagian selatan Kabupaten Solok pada Daerah Paninggahan Kecamatan Tigo Luhak Junjung
Sirih, X Koto Singkarak, Dan Kecamatan Hiliran Gumanti Talang Babungo arah ke Tumur yang boleh
dikatakan masih kurang/minim akses Transportasi dan penerangan (listrik). Peta sebaran permukiman penduduk
yan terpadat atau yang memiliki luas areal yang luas yang juga memiliki jumlah penduduk yang banyak yang
mendiami Areal tersebut yang menggambarakan juga hubungan Perekonomian, Pelayanan Administrasi, sosial
dan Kesehatan.

2. GENERALISASI WILAYAH KABUPATEN SOLOK

                 Kesimpulan bahwa wilayah Kabupaten Solok merupakan daerah yang subur dan cocok untuk
   pertanian, namun karena daerah Kabupaten Solok ini sebagian besar memiliki lereng yang curam, maka
   wilayah Kabupaten Solok sebaiknya lebih diperuntukan sebagai hutan lindung. Jika pertanian ingin
   dikembangkan pada wilayah Kabuapaten Solok ini, hendaknya pertanian hanya dikembangkan pada daerah
   Kabuapaten Solok yang tidak terlalu curam. Sedangkan pengembangan untuk pertanian dan pembangunan di
   daerah yang sebagian curam ini memerlukan pengetahuan dan teknologi yang tinggi untuk
   mengembangkannya.

                 Dilihat dari perekonomian Kabupaten Solok masih tergolong tradisional yang bergerak pada
   sektor pertanian. Sarana dan prasarana di Kabupaten Solok masih kurang memadai, maka dari itu pemerintah
   Kabupaten Solok berusaha untuk mencukupi sarana dan prasarana Kabupaten Solok tersebut.

                 Dan penduduk Kabupaten Solok tumbuh dengan cepat namun tingkat kesejahteraannya masih
   kurang dan beresiko, sehingga tingkat kemiskinan semakin meningkat.

                 Untuk itu dari generalisasi diatas kami penulis menyarankan kepada pemerintah Kabupaten
   Solok untuk lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya dengan cara mencari alternatif lain untuk
   meningkatkan perekonomian masyarakat selain dari pertanian. Dan tingkatkan pengetahuan masyarakatnya
   tentang rawan bencana di Kabupaten Solok agar masyarakat lebih mengetahui wilayah mana yang tidak bisa
   dibangun dan digunakan untuk potensi perekonomian.




                                                    68

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:866
posted:7/6/2011
language:Indonesian
pages:68