IQ EQ DAN SQ by malj

VIEWS: 1,221 PAGES: 13

									                                                                                             Psikologi Pendidikan
                                                                Anda bisa bayangkan bagaimana hasil semua
              IQ EQ DAN SQ                               lobi di ruang makan tersebut. Sang CEO tidak jadi
             (Psikologi Pendidikan)                      membeli pesawat dari Indonesia, akibat ucapan dari
                                                         sang Insinyur tersebut. Dari kunjungan tersebut sang
                                                         CEO merasa tersinggung merasa kurang dihargai oleh
A. PENDAHULUAN                                           sang Insinyur tadi.
       Pada suatu hari seorang yang berasal dari                Dari cerita di atas dapat ditarik kesimpulan
Amerika ingin membeli sebuah pesawat buatan              bahwa seorang Insinyur adalah seseorang yang
Indonesia. sehingga perusahaan dalam negeri              memiliki IQ yang tinggi tetapi kurang mengerti
mengirimkan utusannya yang terkenal pintar dalam         tentang perasaan orang lain atau kurang dapat
merancang dan mengerti benar tentang seluk beluk         menghargai perasaan orang lain dan bisa dikatakan
aeronautika dan      seorang yang pintar dalam           bahwa EQ yang dimiliki kurang dapat dikuasai.
bernegosiasi barang. Kedua orang dari Indonesia          Sedangkan seorang      Seles mengetahui bagaimana
kemudian diundang makan malam oleh sang CEO              meyakinkan seseorang dan berusaha mengerti
(chief executive officer ), julukan untuk eksekutif      perasaan orang lain, dalam hal ini seorang seles
muda Amerika.      Dua orang eksekutif muda yang         dapat dikatakan memiliki IQ yang kurang akan tetapi
terlibat dalam urusan bisnis jual beli pesawat terbang   memiliki kelebihan dalam hal EQ.
tergolong ahli dalam bidangnya masing-masing.                    Dalam rentang waktu dan sejarah yang
Kemudian mereka terlibat dalam perbincangan yang         panjang, manusia pernah sangat mengagungkan
sangat menarik, baik yang seorang istilah lain adalah    kemampuan otak dan daya nalar (IQ). Kemampuan
seles dan insinyur      mengeluarkan kepiawaiannya       berfikir dianggap sebagai primadona. Potensi diri yang
dalam meyakinkan agar client nya tertarik untuk          lain dimarginalkan. Pola pikir dan cara pandang yang
membeli pesawat buatan dalam negeri.                     demikian telah melahirkan manusia terdidik dengan
       Setelah selesai makan malam, mereka diajak        otak yang cerdas tetapi sikap., perilaku dan pola hidup
untuk berkeliling melihat-lihat koleksi pribadi sang     sangat kontras dengan kemampuan intelektualnya.
CEO. Berbagai macam koleksi diperlihatkan, mulai dari    Banyak orang yang cerdas secara akademik tetapi
Patung, keramik dan model-model pesawat. (maket          gagal dalam pekerjaan dan kehidupan sosialnya.
Pesawat). Semuanya menarik dan berharga sangat           Mereka memiliki kepribadian yang terbelah (split
mahal.                                                   personality). Di mana tidak terjadi integrasi antara
        Kedua orang dari Indonesia tersebut merasa       otak dan hati. Kondisi tersebut pada gilirannya
kagum ataupun memasang wajah kekaguman mereka.           menimbulkan krisis multi dimensi yang sangat
Setelah itu mereka keluar dari ruang koleksi. Tanpa      memprihatinkan.
disangka sang CEO menanyakan pendapat tentang                   Fenomena tersebut telah menyadarkan para
semua koleksinya, hal itu ditanyakan kepada seorang      pakar bahwa kesuksesan seseorang tidak hanya
yang dijuluki seorang insinyur tersebut. Tetapi          ditentukan oleh kemampuan otak dan daya pikir
jawaban yang keluar adalah “ semua hal itu bias anda     semata, malah lebih banyak ditentukan oleh
dapatkan di Pulau Bali dengan harga yang murah”.         kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual
                                                                                            Psikologi Pendidikan
(SQ). Tentunya ada yang salah dalam pola                 dirinya sendiri yakni suara hati. Malahan sumber
pembangunan SDM selama ini, yakni terlalu                infomasi yang disebut terakhir akan menyaring dan
mengedepankan IQ, dengan mengabaikan EQ dan SQ.          memilah informasi yang didapat dari panca indra.
Oleh karena itu kondisi demikian sudah waktunya                 Substansi dari kecerdasan emosional adalah
diakhiri, di mana pendidikan harus diterapkan secara     kemampuan merasakan dan memahami untuk
seimbang, dengan memperhatikan dan memberi               kemudian disikapi secara manusiawi. Orang yang EQ-
penekanan yang sama kepada IQ, EQ dan SQ.                nya baik, dapat memahami perasaan orang lain, dapat
                                                         membaca yang tersurat dan yang tersirat, dapat
                                                         menangkap bahasa verbal dan non verbal. Semua
B. PENGERTIAN IQ, EQ DAN SQ                              pemahaman tersebut akan menuntunnya agar
                                                         bersikap sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan
       Kecerdasan intelektual adalah kemampuan           lingkungannya Dapat dimengerti kenapa orang yang
intelektual, analisa, logika dan rasio. Ia merupakan     EQ-nya baik, sekaligus kehidupan sosialnya juga baik.
kecerdasan untuk menerima, menyimpan dan                 Lain tidak karena orang tersebut dapat merespon
mengolah infomasi menjadi fakta.1 Orang yang             tuntutan lingkungannya dengan tepat .
kecerdasan intelektualnya baik, baginya tidak ada               Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk
informasi yang sulit, semuanya dapat disimpan dan        menghadapi persoalan makna atau value, yakni
diolah, untuk pada waktu yang tepat dan pada saat        kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup
dibutuhkan diolah dan diinformasikan kembali. Proses     dalam konteks makna yang lebih luas. Kecerdasan
menerima , menyimpan, dan mengolah kembali               untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup
informasi, (baik informasi yang didapat lewat            seseorang lebih bermakna dibanding dengan yang
pendengaran, penglihatan atau penciuman) biasa           lain. Dapat juga dikatakan bahwa kecerdasan spiritual
disebut "berfikir". Berfikir adalah media untuk          merupakan kemampuan untuk memberi makna ibadah
menambah perbendaharaan/khazanah otak manusia.           terhadap setiap perilaku dan kegiatan, melalui
Manusia     memikirkan     dirinya,  orang-orang   di    langkah- langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah
sekitarnya dan alam semesta. Dengan daya pikirnya,       dalam upaya menggapai kualitas hanif dan ikhlas5. SQ
manusia berupaya mensejahterakan diri dan kualitas       adalah suara hati Ilahiyah yang memotivasi seseorang
kehidupannya.                                            untuk berbuat atau tidak berbuat.
       Kecerdasan emosional adalah kemampuan
merasakan,      memahami        dan   secara   efektif
menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai               C. KECERDASAN MANUSIA
sumber energi, informasi koneksi dan pengaruh yang
manusiawi.2 Dapat dikatakan bahwa EQ adalah                     Sering kita mendengar istilah IQ( intellegent
kemampuan mendengar suara hati sebagai sumber            quotient), Eq (emotional Qoutient), dan saat ini yang
informasi. Untuk pemilik EQ yang baik, baginya           sedang terkenal adalah istilah ESQ (emotional
infomasi tidak hanya didapat lewat panca indra           Spiritual Qoutient) gagasan seorang Indonesia yatiu
semata, tetapi ada sumber yang lain, dari dalam          Ari Ginanjar. Gagasan ESQ bisa dibilang merupakan
                                                                                            Psikologi Pendidikan
suatu keberhasilan yang luar biasa, karena gagasan       kahir, sementara sisanya 58% merupakan hasil dari
ESQ ini diciptakan oleh seluruh aspek masyarakat         proses belajar.
mulai    dari   tingkat    buruh   sampai    petinggi-   b. Cakupan kecerdasan manusia : kecerdasan nalar,
petingginegara di dunia.                                 matematika dan logika Steve Hallam sekali lagi
      Disini akan dijelaskan tentang kecerdasan yang     mengatakan bahwa pandangan tersebut tidaklah
ada pada manusia diantaranya adalah ketiga hal tadi,     tepat, sebab dewasa ini makin banyak pembuktian
IQ,EQ, dan SQ.                                           yang mengarah pada fakta bahwa kecerdasan
                                                         manusia itu bermacam-macam. Buktinya, Michael
      1. Intellegent Qoutient (IQ).                      Jordan dikatakan cerdas selama berhubungan dengan
                                                         bola basket. Mozart dikatakan cerdas selama
       Kecerdasan pikiran ini merupakan kecerdasan       berurusan dengan musik. Mike tyson dikatakan cerdas
yang mampu bertumpu kemampuan otak kita                  selama berhubungan dengan ring tinju.
untukberpikir dalam menyelesaikan masalh. Jika kita
mengikuti psikotes ada banyak soal yang menuntut               2. Emotional Qoutient (EQ)
kejelian pikiran kita untuk menjawabnya, misalnya               Disebut juga kecerdasn Emosi. Kecerdasan
soal mengenai delik ruang seperti bentuk kubus yang      emosi ini didasarkan kepada kemampuan manusia
diputar-putar akan menjadi seperti apa. Soal ini         dalam mengelola emosi dan perasaan. Kecerdasan
bertujuan untuk mellihat kemampuan pikiran kita          emosi ini dikatakan sangat berpengaruh dalam
dalam menyelesaikan suatu masalah dari berbagai          performance dan kecakapan emosi kita dalam bekerja,
sisi.                                                    dan juga kemampuan kita dalam menghadapi suatu
             Sudah bertahun-tahun dunia akademik,        masalah. Seseorang yang memiliki emosi yang buruk
dunia militer (sistem rekrutmen dan promosi personel     walaupun IQ nya besar, dia akan gagal dalam
militer) dan dunia kerja, menggunakan IQ sebagai         hidupnya dikarenakan tidak mampu mengontrol diri
standart yang mengukur kecerdasan manusia, akan          saat menghadapi suatu masalah. Kecerdasn emosi
tetapi namanya juga temuan manusia, istilah teknis       sudah suatu tolak ukur utama yang dicari oleh
yang diperkenalkan Alfred Binet (1857-1911) lama         perusahaan pada pegawainya dan sering merupakan
kelamaan mendapat sorotan dari para ahli dan mereka      kerakteristik penentu kesuksesan dalam bekerja dan
mencatat setidaknya ada dua kelemahan (bukan             pembedaan kinerja dan performance suatu karyawan.
kesalahan) yang menuntut untuk diperbaharui, yaitu :     Kecerdasan     emosi   adalah   kemampuan      untuk
                                                         mendapatkan dan menerapkan pengetahuan dari
   a. Pemahaman absolut terhadap skor IQ.                emosi diri dan emosi orang lain agar bisa lebih
      Steve Hallam berpandangan, pendapat yang           berhasil dan bisa mencapai kehidupan yang lebih baik.
menyatakan kecerdasan manusia itu sudah seperti
angka mati dan tidak bisa dirubah adalah tidak tepat.
Penemuan modern menunjukan pada fakta bahwa
kecerdasan manusia itu hanya 42% yang dibawa dari
                                                                                            Psikologi Pendidikan
        3. Spiritual Qoutient (SQ)                       mengetahui bahwa jutaan tahun yang lalu di muka
        Kecerdasan spirituasl ini berkaitan dengan       bumi ini pernah hidup makhluk yang dinamakan
keyakinan kita kepada TUHAN YNG MAHA ESA.                Dinosaurus yaitu sejenis hewan yang secara fisik jauh
Kecerdasan ini muncul apabila kita benar-benar yakin     lebih besar dan kuat dibandingkan dengan manusia.
atas segala ciptaanNya dan segala kuasanya kepada        Namun saat ini mereka telah punah dan kita hanya
manusia (bukan atheis). Seputar kecerdasan spiritual     dapat mengenali mereka dari fosil-fosilnya yang
Danah Zohar,penggagas istilah tehnis SW (kecerdasan      disimpan di musium-musium tertentu. Boleh jadi,
Spiritual) dikatakan bahwa kalau IQ bekerja untuk        secara langsung maupun tidak langsung, kepunahan
melihat keluar (mata pikiran), dan EQ bekerja            mereka salah satunya disebabkan oleh faktor
mengolah yang ada didalam (telinga perasaan), maka       keterbatasan kecerdasan yang dimilikinya. Dalam hal
SQ (spiritual Quotient) menunjuk pada kondisi „pusat     ini, sudah sepantasnya manusia bersyukur, meski
diri‟. Kecerdasan ini adalah kecerdasan yang             secara fisik tidak begitu besar dan kuat, namun berkat
mengangkat fungsi jiwa sebagai perangakat internal       kecerdasan yang dimilikinya hingga saat ini manusia
diri yang memiliki kemampuan dan kepekaan dalam          ternyata masih dapat mempertahankan kelangsungan
melihat makna yang ada dibalik kenyataan apa             dan peradaban hidupnya.
adanya. Kecerdasan spiritual lebih berurusan dnegan             Lantas, apa sesungguhnya kecerdasan itu ?
pencerahan jiwa, orang yang ber SQ tinggi mampu          Sebenarnya hingga saat ini para ahli pun tampaknya
memaknai penderitaan hidup dengan makna positif          masih mengalami kesulitan untuk mencari rumusan
pada setiap peristiwa, maslah, bahkan penderitaan        yang komprehensif tentang kecerdasan. Dalam hal ini,
yang dialaminya. Dengan memberi makna yang positif       C.P.    Chaplin     (1975)   memberikan     pengertian
itu, ia mampu membangkitkan jiwanya dan melakukan        kecerdasan sebagai kemampuan menghadapi dan
perbuatan dan tindakan positif.                          menyesuaikan diri terhadap situasi baru secara cepat
                                                         dan efektif. Sementara itu, Anita E. Woolfolk (1975)
       Kecerdasan merupakan salah satu anugerah          mengemukan bahwa menurut teori lama, kecerdasan
besar dari Allah SWT kepada manusia dan                  meliputi tiga pengertian, yaitu : (1) kemampuan untuk
menjadikannya sebagai salah satu kelebihan manusia       belajar; (2) keseluruhan pengetahuan yang diperoleh;
dibandingkan dengan makhluk lainnya. Dengan              dan (3) kemampuan untuk beradaptasi dengan
kecerdasannya, manusia dapat terus menerus               dengan situasi baru atau lingkungan pada umumnya.
mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidupnya               Memang, semula kajian tentang kecerdasan
yang semakin kompleks, melalui proses berfikir dan       hanya sebatas kemampuan individu yang bertautan
belajar secara terus menerus.                            dengan aspek kognitif atau biasa disebut Kecerdasan
       Dalam pandangan psikologi, sesungguhnya           Intelektual yang bersifat tunggal, sebagaimana yang
hewan pun diberikan kecerdasan namun dalam               dikembangkan oleh Charles Spearman (1904) dengan
kapasitas yang sangat terbatas. Oleh karena itu untuk    teori “Two Factor”-nya, atau Thurstone (1938) dengan
mempertahankan keberlangsungan hidupnya lebih            teori “Primary Mental Abilities”-nya. Dari kajian ini,
banyak     dilakukan   secara   instingtif (naluriah).   menghasilkan pengelompokkan kecerdasan manusia
Berdasarkan temuan dalam bidang antropologi, kita        yang dinyatakan dalam bentuk Inteligent Quotient
                                                                                              Psikologi Pendidikan
(IQ), yang dihitung berdasarkan perbandingan antara      emosional      (EQ)    dipandang    masih    berdimensi
tingkat kemampuan mental (mental age) dengan             horisontal-materialistik belaka (manusia sebagai
tingkat usia (chronological age), merentang mulai dari   makhluk individu dan makhluk sosial) dan belum
kemampuan dengan kategori Ideot sampai dengan            menyentuh        persoalan    inti   kehidupan      yang
Genius (Weschler dalam Nana Syaodih, 2005). Istilah      menyangkut fitrah manusia sebagai makhluk Tuhan
IQ mula-mula diperkenalkan oleh Alfred Binet, ahli       (dimensi vertikal-spiritual). Berangkat dari pandangan
psikologi dari Perancis pada awal abad ke-20.            bahwa sehebat apapun manusia dengan kecerdasan
Kemudian, Lewis Terman dari Universitas Stanford         intelektual maupun kecerdasan emosionalnya. pada
berusaha membakukan tes IQ yang dikembangkan             saat-saat tertentu, melalui pertimbangan fungsi
oleh Binet dengan mempertimbangkan norma-norma           afektif, kognitif, dan konatifnya manusia akan
populasi sehingga selanjutnya dikenal sebagai tes        meyakini dan menerima tanpa keraguan bahwa di luar
Stanford-Binet.                                          dirinya ada sesuatu kekuatan yang maha Agung yang
       Selama bertahun-tahun IQ telah diyakini           melebihi apa pun, termasuk dirinya. Penghayatan
menjadi ukuran standar kecerdasan, namun sejalan         seperti itu menurut Zakiah Darajat (1970) disebut
dengan tantangan dan suasana kehidupan modern            sebagai       pengalaman       keagamaan       (religious
yang serba kompleks, ukuran standar IQ ini memicu        experience).
perdebatan sengit dan sekaligus menggairahkan di                 Brightman     (1956)      menjelaskan     bahwa
kalangan akademisi, pendidik, praktisi bisnis dan        penghayatan keagamaan tidak hanya sampai kepada
bahkan publik awam, terutama apabila dihubungkan         pengakuan atas kebaradaan-Nya, namun juga
dengan tingkat kesuksesan atau prestasi hidup            mengakui-Nya sebagai sumber nilai-nilai luhur yang
seseorang.                                               abadi yang mengatur tata kehidupan alam semesta
       Adalah Daniel Goleman (1999), salah seorang       raya ini. Oleh karena itu, manusia akan tunduk dan
yang mempopulerkan jenis kecerdasan manusia              berupaya      untuk    mematuhinya      dengan    penuh
lainnya yang dianggap sebagai faktor penting yang        kesadaran dan disertai penyerahan diri dalam bentuk
dapat mempengaruhi terhadap prestasi seseorang,          ritual tertentu, baik secara individual maupun kolektif,
yakni Kecerdasan Emosional, yang kemudian kita           secara simbolik maupun dalam bentuk nyata
mengenalnya dengan sebutan Emotional Quotient            kehidupan sehari-hari (Abin Syamsuddin Makmun,
(EQ). Goleman mengemukakan bahwa kecerdasan              2003).
emosi merujuk pada kemampuan mengenali perasaan                  Temuan ilmiah yang digagas oleh Danah Zohar
kita sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan          dan Ian Marshall, dan riset yang dilakukan oleh
memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelola          Michael Persinger pada tahun 1990-an, serta riset
emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam            yang dikembangkan oleh V.S. Ramachandran pada
hubungan dengan orang lain.                              tahun 1997 menemukan adanya God Spot dalam otak
       Pekembangan berikutnya dalam usaha untuk          manusia, yang sudah secara built-in merupakan pusat
menguak      rahasia  kecerdasan     manusia  adalah     spiritual (spiritual centre), yang terletak diantara
berkaitan dengan fitrah manusia sebagai makhluk          jaringan syaraf dan otak. Begitu juga hasil riset yang
Tuhan. Kecerdasan intelelektual (IQ) dan kecerdasan      dilakukan oleh Wolf Singer menunjukkan adanya
                                                                                                            Psikologi Pendidikan
proses syaraf dalam otak manusia yang terkonsentrasi           dengan hati nurani dengan merujuk pada Rukun Iman; (3)
pada usaha yang mempersatukan dan memberi                      Mission Statement, Character Building, dan Self Controlling;
makna dalam pengalaman hidup kita. Suatu jaringan
yang secara literal mengikat pengalaman kita secara            yaitu   usaha     untuk    menghasilkan     ketangguhan   pribadi
bersama untuk hidup lebih bermakna. Pada God Spot              (personal strength) dengan merujuk pada Rukun Islam; (4)
inilah sebenarnya terdapat fitrah manusia yang                 Strategic Collaboration; usaha untuk melakukan aliansi atau
terdalam (Ari Ginanjar, 2001). Kajian tentang God
Spot inilah pada gilirannya melahirkan konsep                  sinergi dengan orang lain atau dengan lingkungan sosialnya
Kecerdasan Spiritual, yakni suatu kemampuan                    untuk mewujudkan tanggung jawab sosial individu; dan (5)
manusia yang berkenaan dengan usaha memberikan
                                                               Total   Action;    yaitu    suatu   usaha    untuk    membangun
penghayatan bagaimana agar hidup ini lebih
bermakna. Dengan istilah yang salah kaprahnya                  ketangguhan sosial (Ari Ginanjar, 2001).
disebut Spiritual Quotient (SQ)
                                                                       Berkembangnya        pemikiran      tentang   kecerdasan
Di Indonesia, ada dua orang yang berjasa besar dalam
                                                               emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) menjadikan
mengembangkan        dan    mempopulerkan       kecerdasan
                                                               rumusan dan makna tentang kecerdasan semakin lebih
emosional dan kecerdasan spiritual yaitu K.H. Abdullah
                                                               luas. Kecerdasan tidak lagi ditafsirkan secara tunggal dalam
Gymnastiar atau dikenal     AA Gym, da‟i kondang dari
                                                               batasan intelektual saja. Menurut Gardner bahwa “salah
Pesantren Daarut Tauhiid - Bandung dengan Manajemen
                                                               besar bila kita mengasumsikan bahwa IQ adalah suatu
Qalbu-nya dan Ary Ginanjar, pengusaha muda yang banyak
                                                               entitas tunggal yang tetap, yang bisa diukur dengan tes
bergerak   dalam   bidang   pengembangan     Sumber   Daya
                                                               menggunakan pensil dan kertas”. Hasil pemikiran cerdasnya
Manusia dengan Emotional Spritual Quotient (ESQ)-nya.
                                                               dituangkan dalam buku Frames of Mind.. Dalam buku
Dari pemikiran Ary Ginanjar Agustian melahirkan satu           tersebut secara meyakinkan menawarkan penglihatan dan
model pelatihan ESQ yang telah memiliki hak patent             cara pandang alternatif terhadap kecerdasan manusia, yang
tersendiri. Konsep pelatihan ESQ ala Ary Ginanjar Agustian     kemudian dikenal dengan istilah Kecerdasan Majemuk
menekankan tentang : (1) Zero Mind Process; yakni suatu        (Multiple Intelligence) (Colin Rose dan Malcolm J. Nicholl,
usaha untuk menjernihkan kembali pemikiran menuju God          2002) .
Spot (fitrah), kembali kepada hati dan fikiran yang bersifat
                                                                       Berkat kecerdasan intelektualnya, memang manusia
merdeka dan bebas dari belenggu; (2) Mental Building;
                                                               telah mampu menjelajah ke Bulan dan luar angkasa
yaitu usaha untuk menciptakan format berfikir dan emosi
                                                               lainnya, menciptakan teknologi informasi dan transportasi
berdasarkan kesadaran diri (self awareness), serta sesuai
                                                               yang menjadikan dunia terasa lebih dekat dan semakin
                                                                                                                         Psikologi Pendidikan
transparan, menciptakan bom nuklir, serta menciptakan                        D. PERANAN KECERDASAN MANUSIA
alat-alat teknologi lainnya yang super canggih. Namun
bersamaan itu pula kerusakan yang menuju kehancuran                                   Mengapa orang yang lebih sosial berhasil sedangkan

total sudah mulai nampak. Lingkungan alam merasa terusik                     yang IQ-nya sedang banyak yang gagal? Pertama-tama kita

dan tidak bersahabat lagi. Lapisan ozon yang semakin                         perlu pahami dulu bahwa kecerdasan emosi (EQ) bukanlah

menipis telah menyebabkan terjadinya pemanasan global,                       lawan dari kosien kecerdasan (IQ). EQ justeru melengkapi

banjir dan kekeringan pun terjadi di mana-mana Gunung-                       IQ seperti halnya kecerdasan akademik dan ketrampilan

gunung menggeliat dan memuntahkan awan dan lahar                             kognitif. Penelitian menunjukkan bahwa sebenarnya kondisi

panasnya. Penyakit-penyakit ragawi yang sebelumnya tidak                     emosi mempengaruhi fungsi otak dan kecepatan kerjanya

dikenal, mulai bermunculan, seperti Flu Burung (Avian                        (Cryer     dalam    Kemper).        Penelitian   bahkan     juga

Influenza),     AIDs    serta    jenis-jenis   penyakit      mematikan       menunjukkan bahwa kemampuan intelektual Albert Einstein

lainnya. Bahkan, tatanan sosial-ekonomi menjadi kacau                        yang luar biasa itu mungkin berhubungan dengan bagian

balau karena sikap dan perilaku manusia yang mengabaikan                     otak yang mendukung fungsi psikologis, yang disebut

kejujuran dan amanah (perilaku koruptif dan perilaku                         amygdala. Meskipun demikian, EQ dan IQ berbeda dalam

manipulatif).                                                                hal mempelajari dan mengembangkannya. IQ merupakan
                                                                             potensi genetik yang terbentuk saat lahir dan menjadi
       Manusia         telah    berhasil    menciptakan          “raksasa-
                                                                             mantap pada usia tertentu saat pra-pubertas, dan sesudah
raksasa teknologi” yang dapat memberikan manfaat bagi
                                                                             itu   tidak dapat   lagi    dikembangkan     atau   ditingkatkan.
kepentingan hidup manusia itu sendiri. Namun dibalik itu,
                                                                             Sebaliknya,    EQ    bisa     dipelajari,   dikembangkan     dan
“raksasa-raksasa        teknologi”     tersebut     telah   bersiap-siap
                                                                             ditingkatkan    pada       segala   umur.    Penelitian   justeru
untuk menerkam dan menghabisi manusia itu sendiri.
                                                                             menunjukkan bahwa kemampuan kita untuk mempelajari
Kecerdasan       intelektual      yang      tidak     diiringi    dengan
                                                                             EQ meningkat dengan bertambahnya usia. Perbedaan lain,
kecerdasan       emosional       dan       kecerdasan       spiritualnya,
                                                                             IQ merupakan kemampuan ambang yang hanya bisa
tampaknya       hanya     akan     menghasilkan        kerusakan      dan
                                                                             menunjukkan jalan bagi karir kita atau membuat kita
kehancuran bagi kehidupan dirinya maupun umat manusia.
                                                                             bekerja di bidang tertentu; sedangkan EQ berjalan di jalan
Dengan demikian, apakah memang pada akhirnya kita pun
                                                                             itu dan mempromosikan kita di bidang itu. Oleh karena itu,
harus bernasib sama seperti Dinosaurus ?
                                                                             keseimbangan antara IQ dan EQ merupakan unsur penting
                                                                                                                     Psikologi Pendidikan
dalam keberhasilan manajerial. Sampai tingkat tertentu, IQ             tinggi     menghasilkan        skor    peningkatan     laba     110%,
mendorong kinerja produktif; tapi kompetensi berbasis-IQ               sementara           yang   dibekali    manajemen-diri         mencatat
dianggap "kemampuan ambang", artinya kemampuan yang                    peningkatan laba 390%, peningkatan $ 1.465.000 per
diperlukan     untuk     pekerjaan      rata-rata.      Sebaliknya,    tahun. Sebaliknya, kelompok dengan kemampuan kognitif
kompetensi dan Ketrampilan berbasis-EQ jauh lebih efektif,             dan      analitik    tinggi,   yang    mencerminkan     IQ,     hanya
terutama pada tingkat organisasi yang lebih tinggi ketika              menambah laba 50%; artinya, IQ memang meningkatkan
perbedaan IQ dapat diabaikan. Dalam studi perbandingan                 kinerja, tapi secara terbatas karena hanya merupakan
antara orang yang kinerjanya cemerlang dan yang biasa-                 kemampuan ambang. Kompetensi berbasis EQ jelas jauh
biasa saja pada organisasi tingkat tinggi, perbedaannya                lebih mendorong kinerja.
85% disebabkan oleh kompetensi berbasis-EQ, bukan IQ.
                                                                       Didalam bidang pendidikan,Pemerintah masih berusaha
Dr Goleman mengatakan bahwa walaupun organisasinya
                                                                       untuk mendapatkan formula yang terbaik dalam mendidik
berbeda,      kebutuhannya        berbeda,        ternyata      EQ
                                                                       pelajar-pelajar disekolah. Pendidikan telah begitu merosot
menyumbangkan           80-90%       untuk        memprediksikan
                                                                       hingga pelajar terlibat dalam gangsterisme, vandalisme,
keberhasilan dalam organisasi secara umum. Kami merujuk
                                                                       budaya rock, budaya metal, skinhead, narkoba, melawan
kepada studi kasus yang dilakukan oleh Dr. Goleman dan
                                                                       guru, bahkan paling sering terjadi perkelahian antar pelajar.
dua peneliti EQ terkenal lain untuk menganalisis bagaimana
kompetensi EQ berkontribusi bagi laba yang didapatkan
                                                                       Ada pihak yang menyarankan pendidikan diarahkan kepada
sebuah firma akuntansi yang besar. Pertama, IQ dan EQ
                                                                       system pertumbuhan IQ (intelligence quotient) semata-
para partisipan diuji dan dianalisis secara mendalam;
                                                                       mata. Dalam system yang ada sekarang, kecerdasan atau
kemudian     mereka      diorganisasi    ke     dalam     beberapa
                                                                       IQ saja yang menjadi indeks pengukur untuk menilai
kelompok     kerja,    dan   masing-masing       kelompok    diberi
                                                                       kecerdasan seseorang pelajar. Namun ada pihak lain yang
pelatihan mengenai satu bentuk kompetensi EQ, seperti
                                                                       menentang,IQ hanya salah satu ukuran untuk menunjukkan
manajemen-diri dan ketrampilan sosial; sebagai kontrol
                                                                       kemampuan            mental    dalam     mempelajari     ilmu     dan
adalah satu kelompok yang terdiri atas orang-orang ber-IQ
                                                                       menyelesaikan masalah teoritikal. Ia tidak menunjukkan
tinggi. Ketika dilakukan evaluasi nilai-tambah ekonomi yang
                                                                       kepada kualitas pelajar secara menyeluruh yang sepatutnya
diberikan    kompetensi      EQ   dan    IQ,     hasilnya    sangat
                                                                       merangkum lebih banyak ciri, bidang dan kriterianya.
mencengangkan.        Kelompok    dengan       ketrampilan    sosial
                                                                                                             Psikologi Pendidikan
Kalau diteliti kita akan mendapati bahwa, akhlak, pribadi,              Dalam istilah modennya, dinamakan IQ (Intelligence
jati diri dan perilaku pelajar semakin buruk dan merosot.       Quotient), EQ (Emotional Quotient) dan SQ (Spiritual
Pasti ada sesuatu yang tidak kena. Juga membuktikan             Quotient). Namun tidak semua orang ataupun para pendidik
bahwa system bidang pengajaran pendidikan para pelajar          yang benar-benar faham tentang ketiga-tiga kekuatan ini
ada yang kurang dan tidak menyeluruh. Pribadi pelajar           dan bagaimana untuk mengendalikannya. Setiap orang
yang terbina berat sebelah dan tidak seimbang. Ada usulan       mempunyai salah satu dari kekuatan diatas. Jarang ada
untuk penambahan kecerdasan lain yang mesti diambil             manusia yang memiliki kekuatan tersebut sekali gus kecuali
yaitu   EQ    (emotional   quotient).   Harusnya   penerapan    para Nabi dan para Rasul. Orang yang mempunyai kekuatan
pembelajaran IQ perlu di imbangi dengan EQ, kecerdasan          akal   selalunya kurang mempunyai kekuatan jiwa dan
minda perlu di imbangi dengan kecerdasan emosi. Kalau           kekuatan perasaan. Seterusnya, sesiapa yang mempuyai
tidak emosi para pelajar akan mudah terganggu dan pelajar       kekuatan jiwa, maka dia kurang mempunyai kekuatan akal
akan bertindak mengikut emosi dan dorongan perasaan.            dan kekuatan perasaan. Kalau seseorang itu mempunyai
Dalam hal ini kecerdasan minda tidak akan berfungsi             kekuatan   perasaan   pula    maka    kekuatan     jiwanya   dan
dengan baik. Apabila pelajar mempunyai EQ yang rendah           kekuatan akalnya pula kurang. Sifat, watak dan bakat
atau kecerdasan emosinya kurang, maka emosinya menjadi          seseorang itu bergantung kepada kekuatan batin yang ada
tidak stabil. Mereka akan bertindak mengikut emosi dan          padanya. Inilah sebab utama dan terbesar mengapa berlaku
mudah    terjebak       dengan   vandalisme,   gangsterisme,    perbedaan sifat, watak dan bakat antara seseorang dengan
keganasan        atau      mencederakan        orang    lain.   orang lain. Inilah diantara hikmah dan rahmat Tuhan dalam
Tuhan menjadikan manusia mempunyai sifat batin yang             penciptaan manusia. Sifat, bakat, minat dan kecenderungan
berbeda-beda antara satu sama lain. Ada tiga jenis sifat        manusia itu tidak sama dan berbeda-beda mengikut sifat
atau kekuatan batin yang menonjol yang merupakan sifat          dan    kekuatan   batinnya.   Ini   sesuai     denga   keperluan
manusia yang berbeda-beda itu. Diantaranya ialah:               masyarakat itu sendiri yang tidak sama dan berbeda-beda.
                                                                Yang kuat jiwa suka dan berbakat menjadi polisi, tentera,
             1. Kekuatan akal
                                                                bertani, penternak dan nelayan. Yang kuat akal berbakat
             2. Kekuatanperasaan
                                                                menjadi guru, saint, doktor, teknokrat. Yang kuat perasaan
             3. Kekuatanjiwa                                    berbakat menjadi ahli seni, pekerja media, sasterawan dan
                                                                sebagainya.
                                                                                                                        Psikologi Pendidikan
Memang benar bahwa system pendidikan sekarang amat                       KEKUATAN AKAL
lemah dan mementingkan kekuatan akal atau IQ semata-
                                                                                Orang    yang    kuat    akal     mempunyai         keupayaan
mata. Tidak ada tempat dan ruang untuk pelajar yang kuat
                                                                         berfikir. Melalui pemikirannya itu, dia dapat membuat
jiwa dan kuat perasaan atau dalam istilah lain yang kuat SQ
                                                                         berbagai-bagai penemuan dan teori. Dia juga mudah faham
dan EQnya. Oleh itu mereka ini terpinggir dalam system
                                                                         dan mudah mengingati ilmu-ilmu yang dipelajarinya bahkan
yang hanya mementingkan IQ semata-mata. System ini
                                                                         dia   mampu    mengambil       ilmu     yang   tersirat    dan    yang
tidak relevan bagi mereka. Tidak heran kalau mereka ini
                                                                         tersembunyi. Dia juga sangat berhati-hati supaya hasil
rusak dan hanyut karana tidak dapat menyesuaikan diri
                                                                         kerja akalnya tidak salah.Kelemahannya, orang yang kuat
dengan system yang ada. Mereka di asah dan diuji untuk
                                                                         akal selalu asyik-mahsyuk dengan kerja akalnya sehingga
menghasilkan kerja akal padahal kekuatan mereka bukan
                                                                         dia selalu terlupa dan lalai dari tanggungjawapnya terhadap
terletak disitu. Dalam hal-hal yang mereka minati dan
                                                                         Tuhan, terhadap masyarakat, keluarga bahkan pada dirinya
mampu berdasarkan kekuatan perasaan dan jiwa mereka
                                                                         sendiri. Jiwanya penuh dengan rasa ego maupun sombong
tidak pernah dibina. Kesannya ialah tekanan perasaan,
                                                                         (rasa diri hebat).
kekecewaan, putus asa dan kekeliruan. Maka berlakulah
                                                                         KEKUATAN PERASAAN
tindak    balas        dendam        sebagai    manifestasi     kepada
kekecewaan, tekanan perasaan, putus asa dan kekeliruan                          Orang yang kuat perasaan selalunya sangat berhati-
ini.   Yang    kuat     jiwa    mengganas,        memberontak     dan    hati dan tidak gopoh. Dia sangat bertimbang-rasa dan
melanggar disiplin dan peraturan. Yang kuat perasaan pula                wataknya lemah lembut. Namun keburukan sifat orang
mendongkol, murung, merasa inferiority complex, putus asa                yang kuat perasaan ini ada banyak. Dia bakhil, mudah
dan    sakit   jiwa.    Didalam      setiap    kekuatan   batin   yang   merajuk, mudah kecewa, suka menyendiri, rasa rendah diri
disebutkan      diatas,        ada     kebaikan    dan    ada     pula   dan tidak yakin pada diri sendiri. Dia juga mudah beralah,
keburukannya. Yang baik akan memberi faedah. Yang buruk                  pemalu, penakut, tidak tahan diuji dan suka buruk sangka.
pula akan membawa kerugian. Sifat-sifat baik dan buruk ini
adalah seperti berikut:                                                  KEKUATAN JIWA

                                                                                Orang yang kuat jiwa pula berani, yakin pada diri,
                                                                         pemurah,    tabah,     tahan    diuji    dan    tidak     putus   asa.
                                                                         Keburukannya pula, dia selalu gopoh, boros (membazir),
                                                                                                                       Psikologi Pendidikan
zalim (suka menindas), pemarah, sombong, pendendam                       tidak akan dapat menghasilkan pelajar yang benar-benar
dan ujub. Dalam hendak mendidik para pelajar, kekuatan                   cemerlang lahir dan batinnya.
batin mereka harus dikenalpasti terlebih dahulu. Setiap
guru dan pendidik mesti tahu dimana letaknya kekuatan
batin   setiap    pelajar     mereka.    Adakah     akalnya      kuat,
                                                                         E. HUBUNGAN KERJA ANTARA IQ,EQ DAN SQ

perasaannya atau adakah jiwanya yang kuat. Kemudian                                              Masalah & tantangan
mereka perlu di didik mengikut kekuatan mereka masing-
masing.
Setiap pelajar mempunyai sifat –sifat batin yang baik
                                                                                                    Radar Hati
disamping sifat-sifat batin yang buruk. Tegasnya setiap
pelajar mempunyai kelebihan dan keistimewaan dan juga                        Orientasi                                    Orientasi
kekurangan       dan   kelemahan       yang   tertentu   bergantung          Materialisme                                 Spiritualisme
kepada kekuatan batin yang ada padanya. Setiap sifat yang
                                                                                                                          Tauhid
baik itu tidak akan sempurna selagi ianya tidak di pimpin
                                                                                                    DIMENSI EMOSI
dengan syariat Islam dan diarahkan kepada jalan Allah.
                                                                          Emosi tidak terkendali         EQ       Emosi terkendali
Begitu juga, setiap sifat yang buruk itu boleh di didik hingga
                                                                              -    Marah                                 - Tenang
menjadi baik atau sekurang-kurangnya ia boleh dibendung                       -    Sedih                                 - Damai
                                                                              -    Kesal,takut
agar ia tidak meliar. Inilah yang perlu difahami oleh para
guru dan pendidik dan semua yang terlibat dengan para
                                                                                                        DIMENSI
pelajar disemua peringkat samada di peringkat sekolah,                    God Spot terbelenggu                           God Spot terbuka
                                                                                                       SPIRITUAL
pendidikan daerah, pendidikan negeri dan kementerian                                                       SQ
sendiri. Kalau istilah pembelajaran itu berkaitan dengan                  Suara Hati tertutup                            Suara Hati Spiritual
                                                                                                                         Bekerja
ilmu,   kemahiran       dan    akal,    istilah   pendidikan     pula
melibatkan   pengurusan         dan     pengendalian     sifat   batin    Logika Tidak Berjalan      DIMENSI FISIK       Logika Bekerja Normal
                                                                                                          IQ
pelajar. Selagi perkara ini tidak difahami, tidak diambil kira
dan tidak dijadikan konsep dan prinsip dalam mendidk,                     IQ, EQ SQ Terpisah             OUTPUT          IQ, EQ, SQ terintegrasi

membimbing dan membentuk para pelajar, selagi itulah kita
                                                                                                              Psikologi Pendidikan
Dengan mellihat bagan Meta Kecerdasan. Kita akan melihat               nilai-nilai keadilan, kejujuran dan tanggung jawab. Lahirlah
bahwa    kecerdasan     emosi,    kecerdasan       spiritual    dan    sebuah META Kecerdasan, yatiu integrasi EQ, IQ, SQ.
kecerdasan intelektual sangat berkaitan erat satu dengan
yang lain. Dari bagan tersebut dapat kita lihat, apabila kita
                                                                       Penyederhanaan Bagan hubungan IQ, EQ, dan SQ dalam
berorientasi pada Ketuhanan, maka hasilnya adalah eq, iq
                                                                       model ESQ (Ary Ginanjar Agustian) .
dan SQ yagn terintegrasi. Pada saat masalah datang maka
radar hati bereaksi menangkap signal. Karena berorientasi                                                        Dimensi Fisik (IQ)
pada materialisme, maka emosi yang dihasilkan adalah                                 1
emosi yang tidak terkendali, sehingga menghasilkan sikap-                             2                          Dimensi Emosi (eq)
sikap sebagai berikut: marah, sedih, kesal dan takut. Akibat
emosi yang tidak terkendali, God Spot menjadi terbelenggu
                                                                                      3                          Dimensi spiritual (SQ)
atau suara hati tidak memiliki peluang untuk muncul.
Bisikan suara hati ilahiah yang bersifat mulia tidak lagi bisa
didengarkan, yang berperan adalah emosi.

        Kasus lain adalah ketika masalah atau tantangan
muncul radar hati langsung menangkap getaran atau sinyal.
Ketika sinyal itu menyentuh dinding TAUHID, kesadaran
                                                                       Orientasi materialisme
TAUHID mengendalikan emosi hasilnya adalah emosi yang
                                                                          1. ketika masalah muncul pada dimensi fisik,
terkendali,   seperti   rasa   tenang    dan     damai.   Dengan
ketenangan emosi yang terkendali, maka            God Spot atau           2. maka akan terjadi rangsangan pada dimensi emosi,
pintu hati terbuka dan bekerja. Terdengarlah bisikan-                         berupa kemarahan, kesedihan, kekesalan.
biskan, kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, kreativitas,
                                                                          3. akibatnya, suara hati ilahiah pada dimensi spiritual
komitmen kebersamaan perdamaian dan bisikan hati mulia
                                                                              (SQ) tidak bisa bekerja. Akhirnya aktivitas pada
lainnya. Berdasarkan dorongan biskikan mulia itulah potensi
                                                                              dimensi fisik akan bekerja tidak optimum bahkan
kecerdasan    intelektual   bekerja     dengan    optimal,     yaitu
                                                                              tidak normal.
sebuah perhitungan intelektualias yang berlandaskan pada
                                                            Psikologi Pendidikan
ORIENTASI SPIRITUALISME TAUHID

  1. ketika terjadi masalah pada dimensi fisik,

  2. maka akan tejadi rangsangan pada dimensi emosi
     (EQ). namun karena aspek mental telah dilindungi
     oleh prinsip tauhid, maka emosi akan tetap tenang
     terkendali.

  3. akibatnya, suara hati ilahiah pada dimensi spiritual
     (sq) bekerja dengan baik.



F KESIMPULAN

     MONGGO DILANJUTKE ……..

								
To top