Docstoc

DEWA AYU MERTANADI_ S.Pd

Document Sample
DEWA AYU MERTANADI_ S.Pd Powered By Docstoc
					                       IDENTITAS PENELITI
          NAMA           : DEWA AYU MERTANADI, S.Pd.SD
          NIP            :
          T.TUGAS        :



A. Judul Penelitian
       Penerapan Metode Ceramah, Tanya jawab, Demonstrasi dan Media
Benda Asli Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam
Pada Siswa Kelas IV Tahun Pelajaran 2009 / 2010


B. Bidang Kajian
   Dalam proposal penelitian tindakan kelas yang disusun ini, bidang kajian
yang diteliti adalah mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.


C. Latar Belakang

    Salah satu kemampuan yang harus dimiliki seorang guru agar mampu
melaksanakan        pembelajaran yang efektif adalah memahami tentang
bagaimana siswa belajar. Belajar sering diartikan sebagai penambahan ilmu
pengetahuan. Menurut Fontana (1981) menyatakan bahwa belajar merupakan
suatu proses perubahan yang relative tetap dalam prilaku individu sebagai
hasil pengalaman. Gagne (1986) juga menyatakan bahwa belajar bahawa
belajar adalah suatu perubahan dalam kemampuan yang bertahan lama bukan
berasal dari proses pertumbuhan. Jadi belajar adalah perubahan prilaku dari
hasil pengalaman.

   Pendidikan dan pengajaran dapat berhasil dengan harapan sangat
dipengaruhi oelh beberapa faktor yang saling berkaitan dan sling menunjang
yang terdiri dari faktor yang paling menentukan keberhasilan pedidikan /
pengajaran adalah guru. Sehingga guru dituntut kemampuannya utnuk dapat
menyampaikan bahan pengajaran kepada siswa dengan baik. Untuk itu guru
perlu mendapatkan pengetahuan tentang metode dan media pengajaran yang
dapat digunakan dalam proses belajar mengajar.


                                   1
   Harapan yang tidak pernah sirna dan selalu guru guru tuntut adalah,
bagaimana bahan pelajaran yang disampaikan guru dapat dikuasai oleh anak
didik secara tuntas. Ini merupakan masalah yang cukup sulit yang dirasakan
guru. Kesulitan itu dikarenakan anak didik bukan hanya sebagai individu
dengan segala keunikannya, tetapi mereka juga sebagai mekhlluk sosial
dengan latarbelakang yang berlainan. Paling sedikit ada tiga aspek lainnya
yaitu aspek intelektual, psikologis, dan biologis.

   Ketiga sapek tersbut diakui sebagai akar permasalahan yang melahirkan
bervariasinya sikap dan tingkah laku anak didik di sekolah. Hal itu pula yang
menjadi tugas cukup bagi guru dalam mengelola kelas dengan baik keluhan-
keluhan guru sering terlontar hanya karena sukarnya mengelola kelas dengan
baik. Akibat kegagalan guru mengelola kelas, tujuan pengajaran pun sukar
untuk dicapai. Hal ini kiranya tidak perlu terjadi, karena usaha yang dapat
dilakukan masih terbuka lebar. Salah satu caranya adalah dengan
meminimalkan jumlah anak didik di kelas. Mengaplikasikan beberapa prinsip
pengelolaan kelas adalah upaya lain yang tidak bisa diabaikan begitu saja.
Pendekatan terpilih mutlak dilakukan guna mendukung pengelolaan kelas.

   Masalah pengelalaan kelas memang masalah yang tidak pernah absen dari
agenda kegiatan guru. Semua tidak lain guna kepentingan belajar anak didik.
Masalah lain yang juga selalu guru gunakan adalah masalah pendekatan.
Hampir tidak pernah ditemukan dalam suatu pertemuan, seorang guru tidak
melakukan pendekatan tertentu terhadap semua anak didik. Karena disadari
bahwa pendekatan dapat mempengaruhi hasil kegiatan belajar mengajar. Bila
begitu akibat yang dihasilkan dari penggunaan suatu pendekatan, maka guru
tidak sembarangan memilih dan menggunakannya. Bahan peajaran yang satu
mungkin cocok untuk suatu pendekatan trtentu, tetapi untuk pelajaran yang
lain lebih pas digunakan pendekatan yang lain. Maka adalah penting
mengenal suatu bahan kepentingan pemilihan pendekatan.

   Media sumber belajar adalah alat bantu yang berguna dalam kegiatan
belajar mengajar. Alat bantu dapat mewakili sesuatu yang tidak dapat
disampaikan guru melalui kata-kata atau kelimat. Keefektifan daya serap


                                     2
anak didik terhadap bahan pelajaran yang sulit dan rumit dapat terjadi dengan
bantuan alat bantu. Kesulitan anak didik memahami konsep dan prinsip
tertentu dapat diatasi dengan bantuan alat bantu. Bahkan alat bantu diakui
dapat melahirkan umpan balik yang baik dari anak didik. Dengan
memanfaatkantaktik alat bantu yang akseptabel, guru dapat menggairahkan
belajar anak didik.

   Metode mempunyai andil yang cukup besar dalam kegiatan belajar
mengajar. Kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki anak didik, akan
ditentukan oleh kerelevansian penggunaan suatu metode yang sesuai dengan
tujuan. Itu berarti tujuan pembelajaran akan dapat dicapai dengan penggunaan
metode yang tepat, sesuai dengan standar keberhasila yang terpatri dalam
suatu tujuan. Dalam mengajar, jarang ditemukan guru menggunakan satu
metode, tetapi kombinasi dari dua atau beberapa macam metode. Penggunaan
metode gabuangan dimaksudkan untuk menggairahkan belajar anak didik.
Dengan bergairahnya belajar, anak didik tidak sukar untuk mencapai tujuan
pengajaran. Karena bukan guru yang melaksanakan anak didik untuk
mencapai tujuan, tetapi anak didiklah dengan sadar untuk mencapai tujuan.

   Dengan adanya tututan kemepuan yang harus dimiliki guru, maka
diadakan pengamatan. Dari hasil pengamatan ternyata di Sekolah Dasar
dalam proses pembelajaran belum sepenuhnya melibatkan fisik dan mental
siswa. Sehhingga siswa kurang aktif dan guru-guru dalam proses
pembelajaran kurang mementapkan penggunaan metode yang telah dipelajari
dan jarang sekali menggunakan media. Sehingga hasil belajar yang diperoleh
siswa sangat rendah. Dengan kondisi seperti itu dipandang perlu diadakan
perbaikan pelaksanaan proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar
siswa. Salah satu cara untuk meningkatkan pelaksanaan proses pembelajaran,
guru harus mempu memilih dan menggunakan beberapa metode dan media
pengajaran.

   Berdasarkan uraian di atas maka penulis mencoba melakukan pnelitian
dengan judul “Penerapan Metode Ceramah, Tanya jawab, Demonstrasi, dan




                                   3
 Media Beda Asli Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam
 Kelas Tahun Pelajaran 2010/2011”.




D. Rumusan Masalah
       Permasanlahan yang terdapat pada identifikasi masalah dapat
 dirumuskan sebagai berikut:
       Bagaimanakah tingkat hasil belajar setelah diterapkan beberapa metode
 dan media benda asli dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam siswa
 kelas IV?


E. Tujuan Penelitian

        Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan
hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru,
secara khusus bertujuan untuk:

1. Mengetahui pelaksanaan proses penerapan beberapa metode dan media
   benda asli untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV.
2. Mengetahui cara guru menyiapkan media benda asli yang akan digunakan
   dalam proses pembelajaran sesuai dengan materi yang akan disampaikan.
3. Untuk mengetahui aktifitas dan kretifitas siswa selama mengikuti proses
   pembelajaran.
4. Untuk mengetahui tingkat hasil belajaar atau prestasi setelah diterapkannya
   beberapa metode dan media benda asli dalam mata pelajaran Ilmu
   Pengetehuan Alam Siswa Kelas IV.


F. Manfaaat Hasil Penelitian
             Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang
 berarti. Hasil penelitian diharapkan dapat bermanfaat sebagai berikut:
1. Manfaat Teoritis




                                     4
        Secara teori hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan
berharga dalam upaya mengembangkan konsep pembelajaran atau strategi
belajar mengajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.

2. Manfaat Praktis
a. Bagi siswa kelas IV akan terdorong untuk meningkatkann hasil
belajarnyadalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam melalui penerapan
beberapa metode dan media benda asli.
b. Bagi Guru
        Bagi guru pengajar mata pelajaran Ilmu Pengeetahuan Alam kelas
IV,   dapat     meningkatkan    profesionalnya     dalam   pengelolaan   proses
pembelajaran dengan penerapan beberapa metode dan media benda asli
dengan bahan pelajarannya.
c. Bagi Peneliti yang berminat
          Dapat nmencermati dan menggunakan hasil penelitian ini pada
penelitian yang lebih luas mengingat penelitian ini hanya terbatas pada kelas
dan waktu yang singkat.


G. Kajian Pustaka
           Tinjauan pustaka terdiri dari tiga hal yang mendasar antara lalin;
dasar teori, kerangka berpikir dan hipotesis tindakan. Berikut ini akan
dijelaskan ketiga hal tersebut secara mendetail.

              Dalam penelitian ini akan diuraikan beberapa hal yaitu: beberapa
metede penganjaran, media benda asli danhasil belajar.

a. Metode Pengajaran
          Untuk mencapai tujuan pengajaran diperlukan beberapa cara atau
teknik yang disebut dengan metode. Utnuk lebih jelasnya pada bagian ini
akan duuraikan tentang pengertian metode dan jenis-jenis metode pengajaran.
1. Pengertian Metode
          Tercapai tidaknya tujuan pembelajaran yang diharapkan tergantung
pada cara atau teknik yang disebut dengan metode pengajaran yang kita
gunakan dalam proses pembelajaran.


                                     5
          Dalam hal ini metode berasal dari kata “Methodos, yang secara
etimologis Methodos berasal dari kata Metha yang artinya dilalui dan hodos
yang artinya jalan. Jadi meode artinya jalan atau cara yang harus dilalui untuk
mencapai tujuan.” (A.A. Gede Agung, 1991 : 1).
          Dalam pembelajaran metode merupakan suatu cara atau teknik
yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi pelajaran sehingga
dapat mempermudah penyampaian pesan dan mempercepat pemahaman
siswa terhadap materi yang disampaikan.
2. Jenis-jenis Metode Pengajaran
          Ada sejumlah metode pengajaran yang dapat diguakan dalam
proses pembelajaran. Berikut ini akan diuraikan tentang jenis-jenis metode
pengajaran yang dapat dikutip dari beberapa sumber: A. Tabrani Rusyam
(1993:63-117) menyatakan, jenis-jenis Metode Pengajaran terdiri dari metode
ceramah, tanya jawab, diskusi, benda-benda dokumentasi, metode AVA,
narasumber, wawancara, karya wisata, survey studi lapangan, proyek
pelayanan masyarakat kerja, pengalaman,simulasi, eksperimen neoristik,
discoveri dan penggunaan buku-buku pelajaran.
          Pada bagian lain juga diuraikan di atas terllihat adanya berbagai
jenis metode yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran, akan tetapi
harus dipilih yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan. Untuk itu
dalam penelitian ini akan digunakan tiga macam metode yaitu metode
ceramah, Tanya jawab, dan demonstrasi. Secara lebih mantap karena ketiga
metode tersebut sesuai dengan pokok bahasan pada mata pelajaran Ilmu
Pengetahuan Alam. Disamping itu dalam pengajaran Ilmu Pengetahuan Alam
selain berceramah utnuk menginformasikan konsep, perlu diadakannya Tanya
jawab utnuk mengetahui tingkat suatu konsep dan agar pemahaman siswa
lebih melekat tentang suatu konsep perlu dilakukan suatu proses melalui
demonstrasi.
a. Metode Ceramah
          Untuk dapat menggunakan metode ceramah dengan tepat guna
maka dalam bagian ini akan diuraikan tentang pengertian metode ceramah,
kelebihan, kelemahan dan penggunaan metode tersebut.



                                    6
           Pengertian Metode Ceramah
            Metode ceramah adalah metode yang boleh dikatakan metode
tradisional, karena sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat
komunikasi lisan antara guru dengan anak didik dalam proses belajar
mengajar. Meski metode ini lebih banyak menuntut keaktifan guru daripada
anak didik, tetapi metode ini tetap tidak bisa ditinggalkan begitu saja dalam
kegiatan pengajaran. Apalagi dalam pendidikan dan pengajaran tradisional,
seperti di pedesaan, yang kurang fasilitas.
            Cara mengajar dengan ceramah dapat dikatakan juga sebagai teknik
kuliah, merupakan suatu cara cara mengajar yang digunakan untuk
menyampaikan keterangan atau informasi atau uraian tentang suatu pokok
persoalan serta masalah secara lisan.
            Dalam hal ini guru menjadi pusat perhatian dan pusat tumpuan
keberhasilan karena komunikasi hanya satu arah. Disisi lain Soetomo(1993 :
146)       juga   mengatakan,   “Metode       caramah   adalah   metode   yang
pelaksanaannya sangat mudah karena tidak membutuhkan tenaga atau pikiran
dan biaya yang terlalu banyak.”
            Dengan demikian dapat dipahami bahwa metode ceramah adalah
metode yang biasa digunakan untuk member penjelasan tentang materi yang
perlu dan sukar dipahami siswa.


           Metode Kelebihan Ceramah
           Metode ceramah memiliki beberapa kelebihan yang dapat diuraikan di
bawah ini sebagai berikut:
- Guru mudah menguasai kelas
- Guru mudah mengorganisasikan tempat duduk/kelas
- Dapat diikuti oleh jumlah siswa yang besar
- Mudah mempersiapkan dan melaksanakannya
- Guru mudah menerangkan pelajaran dengan baik
           Dalam hal ini dapat diuraikan kembali bahwa kelebihan metode
ceramah adalah yang paling efesien, karena dapat menghemat waktu, biaya



                                      7
 dan mudah disesuaikan baik terhadap siswa maupun guru serta metode
 ceramah ini selalu digunakan dalam penyampaian materi pelajaran.


        Kelemahan Metode Ceramah
         Disamping memiliki kelebihan metode ceramah, juga memiliki
 kelemahan-kelemahan yaitu:
 - Mudah menjadi verbalisme (pengertian kata-kata)
 - Yang visual menjadi rugi, yang auditif (mendengar) yang besar
     menerimanya
 - Bila selalu digunakan dan terlalu lama, membosankan
 - Guru menyimpulkan bahwa siswa siswa mengerti dan tertarik pada
     ceramahnya, ini sukar sekali
 - Menyebabkan siswa menjadi pasif
          Disamping itu ada juga kelemahan-kelemahan yang lain yang
diuraikan oleh: Roestyah N.K(1991 : 138) mengatakan,
     “(1) Guru tidak mempu mengontrol sejauh mana siswa telah memehami
     uraiannya, (2) Apakah ketenangan dan kedamaian siswa dalam
     mendengar penjelasan itu berarti telah memehami ? Hal ini perlu
     dipertimbangkan, dan (3) Dalam menangkap pengertian yang berbeda
     tentang penjelasan guru”


     Kelemahan-kelemahan itu dapat diatasi dengan cara : selama guru
melakukan ceramah, guru perlu melakukan pertanyaan-pertanyaan. Sikap itu
perlu diambil untuk meneliti apakah siswa telah menguasai pengertian dari
setiap pokok persoalan yang telah diuraikan oleh guru. Mengingat bahwa
setiap penggunaan teknik-teknik penyajian itu harus mencapai sarana berdaya
guna dan berhasil guna, maka bila menggunakan teknik berceramah itu perlu
perhatian prosedur pelaksanaannya.


        Penggunaan Metode Ceramah




                                     8
         Agar metode ceramah ini dapat digunakan dengan tepat maka perlu
diketahui kapan harus digunakan metode ceramah tersebut ? Berikut ini akan
diuraikan tentang penggunaan metode ceramah.
Moh. Dimyati dan Moedjiono (1992 / 1993 : 30) mengatakan,
         Metode ceramah digunakan untuk ; (1) menciptakan landasan
         pemikiran yang mendorong dan mengarakan siswa untuk lebih banyak
         mempelajari isi pelajaran melalui bahan tertulis secara mandiri, (2)
         menyajikan garis-garis besar isi pelajaran dan permasalahan yang
         penting yang terdapat dalam isi pelajaran, (3) memberikan motovasi
         kepada siswa utnuk belajar secara mandiri dan menentukan faktor,
         konsep, serta kaidah yang lebih luas dari pada yang disajikan oleh
         guru, (4) memperkenalkan hal-hal yang baru member gambaran yang
         lebih luas dari pada buku teks aatau bahan pelajaran tertulis lainnya,
         mengaitkan teori dan praktek dan menjelaskan hubungan informasi
         tertentu, dan (5) menjelaskan prosedudr tugas-tugas belajar yang
         diberikan dengan format yang lain, misalnya sebelum permainan
         simulasi dilaksanakan guru menjelaskan prosedurnya.


         Metode ceramah digunakan untuk memberkan penjelasan tentang
 materi yang akan disampaikan kepada siswa karena dapat membantu
 penyampaian materi secara efisien dan bisa diterima secara cepat oleh
 penerima pesan. Metode ini sering digunakan bisa karena factor-faktor lalin
 seperti kurang informasi yang dapat diperoleh, anak dan guru menghadapi
 jumlah yang cukup banyak.


b. Metode Tanya Jawab
         Pengertian Metode Tanya Jawab
          Untuk dapat memastikan bahwa siswa dapat menerima pesan yang
 disampaikan melalui ceramah maka perlu digunakan metode tanya jawab.
 Karena metode tanya jaawab ini dapat dilakukan bersamaan dengan metode
 ceramah dan metode yang lainnya.




                                     9
         Metode Tanya jawab “adalah suatu metode dimana guru memberikan
pertanyaan kepada murid, atau sebaliknya murid bertanya guru menjawab
pertanyaan murid” (Soetomo, 1993 : 150).
         Metode   Tanya      jawab    ini   dilakukan   dengantujuan    inginn
meningkatkan kemampuan berpikir dan keaktifan belajar anak. Dalam
memberikan pertanyaan kepada murid, guru harus dapat melihat sejauh mana
murid mengerti akan materi yang akan disampaikan sehingga guru dapat
menyesuaikan pertanyaannya sesuai dengan tingkat pencapaian murid.
         Pendapat senada diuraikan oleh R. Ibrahim dan Nana Syahodin
(1991/1992 : 30) mengatakan, Metode Tanya jawab adalah metode mengajar
yang dapat mengaktifkan siswa dan dapat dilaksanakan secara klasikal
maupun secara kelompok anatara siswa dengan guru atau sebaliknya.”
         Dalam uraian tersebut di atas dinyatakan bahwa metode Tanya jawab
ini dapat menigkatkan dan mengaktifkan siswa daya piker siswa sehingga
potensi yang dimiliki siswa dapat tumbuh dan berkembang.


        Kelebihan Metode Tanya Jawab

        Metode Tanya jawab ini digunakan karena memiliki kelebihan-
kelebihan sebagai berikut:

Menurut uraian dari Roestyah N.K. (1991 : 132) mengatakan,

         Kelebihan metode Tanya jawab yaitu : (1) suasana kelas akan hidup,
         (2) sambutan akan lebih baik karena siswa tidak hanya
         mendengarkan ceramah saja, (3) dengan Tanya jawab, partisipasi
         siswa lebih besar dan berusaha mendengarkan pertanyaan dengan
         baik dan mencoba memberikan jawaban dengan tepat, dan (4) siswa
         menerima pelajaran dengan aktif, tidak pasif mendengar saja.

         Dengan kelebihan yang dimiliki metode Tanya jawab maka dalam
proses pembelajaran sangat baik digunakan untuk selingan pada metode
ceramah, yang dapat mengaktifkan siswa dalam belajar dan memotivasi siswa




                                     10
untuk mendorong keberanian menjawab pertanyaan dari guru maupun dari
siswa lainnya.

       Dari uraian di atas dapat dirangkum bahwa metode Tanya jawab
memiliki kelebihan separti mendorong motivasi siswa untuk belajar
menciptakan suasana belajar yang aktif, dapat digunakan sebagai alat
pengukur tingkat penguasaan materi yang dijelaskan. Dengan demikian
metode Tanya jawab ini sangat digunakan dalam proses pembelajaran.

     Kelemahan Metode Tanya Jawab
        Memang dalam pelaksanaan metode Tanya jawab ini terdapat banyak
kelebihan, tetapi tidak luput dari kelemahan-kelemahan yang dimilikinya.
        Adapun kelemahan-kelemahan metode Tanya jawab yaitu :
“pelajaran agak terhambat karena disellingi Tanya jawab, jawaban siswa
belum tentu selalu benar bahkan kadang-kadang menyimpang dari
persoalannya, dan memerlukan waktu yang banyak utnuk memperoleh
jawaban yang benar”
        Dalam hal ini kelemahan-kelemahan dari metode ini dalam proses
pembelajaran perlu diatasi oleh guru agar tidak terlalu banyak menghambat
jalannya pelajaran. Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dari metode
Tanya jawab, hendaknya guru dalam menyusun dan memberikan pertanyaan
harus pertanyaan yang sfatnya bermakna, yaitu dapat membangkitkan
aktivitas belajar yang sesungguhnya, dapat membentuk keterampilan, sikap
dan pengetahuan yang dibutuhkan sehingga tujuan pembelajaran diharapkan
dapat tercapai.


     Penggunaan Metode Tanya Jawab
      Kalau siswa mendengarkan ceramah terus menerus maka akan
mengantuk dan bosan, lama-kelamaan perhatiannya menurun, apalagi si
penceramah suara dan ucapan kata-katanya tidak menarik, maka metode
Tanya jawab ini sangat baik digunakan utnuk menciptakan interaksi belajar
mengajar di kelas, karena metode ini dapat memberi motovasi kepada siswa
agar bangkit pemikirannya untuk bertanya selama mendengarkan pelajaran.



                                  11
        Penggunaan metode Tanya jawab memiliki tujuan yang dapat
diuraikan sebagai berikut.
        Tujuan digunakann metode Tanya jawab ini yaitu ; (1) agar siswa
        dapat mengerti atau mengingat-ingat tentang fakta yang dipelajari
        didengar ataupun dibaca, sehingga mereka memiliki pengertian yang
        mendalam tentang fakta itu, (2) diharapkan pula dengan penggunaan
        Tanya jawab ini siswa mampu menjelaskan langkah-langkah berpikir
        atau proses yang ditempuh dalam memecahkan masalah, sehingga
        jalan pikiran anak tidak meloncat-loncat yang akan merugikan siswa
        sendiri dalam menangkap suatu masalah untuk dipecahkan. Dengan
        demikian siswa menemukan pemecahan masalah dengan cepat dan
        tepat. (Roestyah N.K. 1991 : 129).

     Bedasarkan uraian di atas, penggunaan metode Tanya jawab biasanya
baik untuk maksud-maksud yangn diperlukan untuk menyimpulkan atau
mengikhtisarkan pelajaran atau apa yang dibaca dengan dibantu Tanya jawab,
siswa tersusunjalan pemikirannya sehingga mencapai perumusan yang baik
dan tepat.

c. Metode Demonstrasi
        Untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa disamping digunakan
metode Tanya jawab, perlu juga digunakan metode yang lain yaitu seperti
metode demonstrasi. Pada bagian ini akan diuraikan tentang pengertian
metode demonstrasi, kelebihan metode demonstrasi, kelemahan metode
demonstrasi dan penggunaan metode demonstrasi.


        Pengertian Metode Demonstrasi
         Tidak semua metode pengajaran dapat mewakili pencapaian tujuan
pendidikan. Semua pemakaiannya ditentukan oleh tujuan dan isi materi yang
akan diajarkan. Dalam pembekajaran Ilmu Pengetahuan Alam sebagian besar
menggunakan media yang harus didemonstrasikan.
         “Metode demonstrasi adalah merupakan pertujukan tentang proses
terjadinya suatu peristiwa atau benda sampai pada penampilan tingkah laku



                                   12
yang dicontohkan” (A. Tabsrani Rusyan, 1993 : 106). Dalam hal ini dengan
demonstrasi, peserta didik berkesempatan mengembangkan kemampuan
mengamati segalabenda yang sedang terlibat dalam proses serta dapat
mengambil kesimpulan-kesimpulan yang sesuai dengan harapan.
        Pendapat senada dinyatakan oleh Rosetyah, N.K. (1991 : 83) bahwa,
“Demonstrasi adalah cara mengajar dimana seorang guru menunjukan atau
memperlihatkan suatu proses”.
        Berdasarkan uraian-uaraian di atas dinyatakan kembali bahwa
metode demonstrasi adalah menunjukkan proses terjadinya sesuatu, dengan
demonstrasi proses penerimaan terhadap pelajaran akan lebih berkesan secara
mendalam sehingga membentuk pengertian dengan baik dan sempurna. Juga
siswa dapat mengamati apa yang diperlihatkan guru selama pelajaran
berlangsung.


       Kelebihan Metode Demonstrasi
        Metode demonsrtasi sering digunakan karena merupakan metode
yang sangat baik dan efektif dalam menolong siswa mencari jawaban atas
pertanyaan yang sifatnaya pemahaman, disamping itu metode demonstrasi
memiliki kelebihan-kelebihan yang dapat diuraikan sebagai berikut.
        Kelebihan metode demonstrasi yaitu ; (1) siswa akan memperoleh
        gambaran yang lebih jelas mengenai proses suatu yang telah di
        demonstrasikan, (2) perhatian siswa akan lebih mudah dipusatkan
        pada hal-hal yang penting yang sedang dibahas, (3) dapat
        mengurangi kesalahan pengertian anatara anak dan guru bila
        dibandingkan dengan ceramah dan Tanya jawab, karena dengan
        demonstrasi siswa akan dapat mengamati sendiri proses dari sesuatu,
        (4) akan dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk
        mendiskusikan apa yang telah didemonstrasikan. (Soetomo, 1993 :
        162).
        Dengan uraian di atas ditegaskan kembali bahwa dengan
demonstrasi akan dapat mengaktifkan siswa, dapat menghindari kesalahan
pengertian dari siswa dan guru, dan siswa akan merasa lebih terkesan karena



                                  13
siswa mengalami sendiri sehingga akan lebih mendalam dan lebih lama
disimpan dalam pikirannya tentang sesuatu proses yang terjadi.


       Kelemahan Meetode Demonstrasi
        Disamping memiliki beberapa kelemahan-kelemahan pada metode
demonstrasi juga tidak terlepas dari kemungkinan-kemungkinan kurang
efektif apabila digunakan. Kemungkinan-kemungkinan yang dapat membuat
demonstrasi kurang efektif menurut Soetomo (1993 : 163) mengatakan,
        Kelemahan metode demonstrasi yaitu; (1) apabila demonstrasi tidak
        digunakan secara matang maka bisa terjadi demonstrasi banyak
        kesulitan, (2) kadang-kadang sesuatu yang tidak dibawa ke kelas
        untuk didemonsstrasikan terjadi proses yang berlainan dengan proses
        yang terjadi dalam situasi yang sebenarnya, (3) demonstrasi kurang
        efektif bila tidak diikuti secara aktif oleh para siswa untuk menamati,
        (4) demonstrasi akan merupakan metode yang kurang efektif bila
        alat yang didemonstrasikan itu tidak dapat diamati secara seksama
        oleh siswa.


        Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan pada metode demonstrasi
maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti            ; guru harus
mempersiapkan sesuatu yang akan digunakan dalam                   pelaksanaan
demonstrasi, menjelaskan tujuan demonstrasi kepada siswa, memperhatikan
situasi dan kondisi yang dapat mempengaruhi jalannya demonstrasi dan
selama demonstrasi hendaknya semua siswa dapat memperhatikan jalannya
demonstrasi.


       Penggunaan Metode Demonstrasi
        Penggunaan teknik demonstrasi ini mempunyai tujuan agar siswa
mampu memahami tentang cara mengatur, atau menyususun sesuatu.
Penggunaan metode demonstrasi menunjang proses interaksi mengajar belajar
di kelas karena dapat memusatkan perhatian siswa pada pelajaran,




                                   14
meningkatkan partisipasi aktif dari siswa untuk mengembangkan kecakapan
siswa dan memotovasi siswa untuk belajar lebih giat.
        Berdasarkan utraian di atas bahwa penggunaan metode demonstrasi
ini bertujuan untuk meningkatkan aktifitas siswa dalam proses pembelajaran,
menghindari kesalahan dalam memahami konsep-konsep dan dapat
menciptakan motivasi belajar siswa serta dapat melatih kecakapan siswa
dalam menganalisa sesuatu yang sedang dialami atau didemonstrasikan.




b. Media Pengajaran
          Media merupakan alat bantu dalam proses pembelajaran yang
dapat menciptakan kondisi belajar yan merangsang siswa agar mau belajar
sehingga proses belajar mengajar dapat efektif dan efisien.
          Di bawah ini akan diuraikan pengertian media pengajaran dan
jenis-jenis media pengajaran sebagai berikut.
1. Pengertian Media Pengajaran
         Sebagai salah satu komponen yang dapat menentukan keberhasilan
proses pembelajaran, adalah media pengajaran. Karena media pengajaran
merupakan alat bantu untuk menyampaikan informasi.
         Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak
dari kata medium yang berarti perantara atau pengantar. Selalin media-media
yang disebutkan di atas masih bayak jenis-jenis media lain yang belum
disebutkan sahingga pendapat yang senada juga mengemukakan jenis-jenis
media sebagai berikut. A. Tabrani Rusyan (1993 : 93) mengatakan, Jenis-
jenis media pengajaran terdiri dari (1) alat visual dua dimensi pada bidang
yang tidak transparan meliputi gambar yang diproyeksikan, grafik, diagram,
bagan, pita, poster, gambar hasil cetak miring, foto gambar sederhana dengan
garis dan lengkung, (2) berbagai visual tiga dimensi yang meliputi benda asli,
model barang contoh, mock up, diorama, pameran, dan bak pasir, (3)
berbagai macam papan, papan tulis, planel, papan magnet, dan peragaan, (4)




                                    15
 alat-alat audio, tape recorder dan radio, (5) alat-alat audio visual murnni, film
 suara, (6) demonstrasi dan widyawisata.
         Dari uraian di atas jelaslah bahwa media pengajaran ada bermacam-
 macam bentuknya dan cara penggunaannya berbeda-beda disesuaikan dengan
 situasi dan kondisi pembelajaran itiu berlangsung. Disamping itu sebelum
 digunakan sangat perlu dipahami agar tidak mengalami hambatan dalamm
 penerapannya sehingga proses pembelajaran berjalan sesuai dengan yang
 diharapkan dalam penyampaian pesan

Media Benda Asli

          Dalam proses pembelajaran, benda asli dapat digunakan sebagai
 media. Agar lebih memahami tntang media benda asli, di bawah ini akan
 diuraikan tentang pengertian benda asli, kelemahan media benda asli dan
 penggunaan media benda asli.

1) Pengertian Media Benda Asli
          Agar tidak terjadi kesalahan dalam penerapan media benda asli,
berikut akan diungkapkan pengertian media benda asli. Media benda asli
termasuk media atau sumber belajar yang secara fisik dikembangkan sebagai
komponen system instruksional untuk mempermudah radar belajar yang formal
dan direncanakan.
          Dengan menggunakan media benda asli                akan memberikan
rangsangan yang amat penting bagi siswa untuk mempelajari berbagai hal
terutama menyangkut pengembangan keterampilan tertentu.
2) Kelebihan Media Benda Asli
          Media benda asli memiliki kelebihan atau keunggulan yang dapat
diungkapkan oleh A. Tabrani Rusyan (1993 : 199) bahwa, “ mdia benda asli
sangat membantu guru dalam menjelaskan sesuatu kepada peserta didik dan
dapat membentu peserta didik memahami segalanya.” Kelebihan media benda
asli adalah dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari
situasi yang nyata, dan dapat melatih keterampilan siswa menggunakan alat
indra.




                                     16
         Berdasaarkan uraian di atas dipertegas kembali bahwa kelebihan
media benda asli dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk
mempelajari sesuatu menggunakan obyek-obyek yang nyata.


3) Kelemahan Media Benda Asli
         Media benda asli selain memiliki kelebihan juga memiliki
kelemahan-kelemahan seperti (1) membawa murid-murid ke berbagai tempat
di luar sekolah kadan-kadang mengandung resiko dalam bentuk kecelakaan
dan sejenisnya, (2) biaya yang diperlukan untuk mengadakan berbagai obyek
nyata kadang-kadang tidak sedikit apalagi kemungkinan kerusakan dalam
menggunakannya, (3) tidak selalu membrikan gambaran dari obyek yang
seharusnya.
         Kelemahan-kelemahan yang diuraikan di atas hendaknya dapat
diatasi dengan cara menggunakan media benda asli yang ada disekitar lokasi
sekolah yang dapat dijadikan penunjang dalam proses pembelajaran, sesuaikan
dengan pelajaran dan berusaha membawa benda asli ke kelas yang dapat
digunakan untuk menjelaskan materi dalam lingkup kelas.


4) Penggunaan Media Benda Asli
         Salah satu komponen yang juga dapat menunjang keberhasilan
proses pembelajaran adalah media pembelajaran. Karena pembelajaran mampu
menyampaikan pesan atau informasi, baik dari guru kepada siswa maupun
media itu sendiri kepada guru maupun siswa.
         Media mempunyai kegunaan sebagai berikut
 - Memperjelas perjanjian pesan agar tidak selalu bersifat verbalitas
 - Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, daya indra
 - Dengan menggunakan media secara tepat mengatasi sikap positif anak
     didik
 - Media dapat memberikan perangsang yang sama, mempersamakan
     pengalaman dan emnimbulkan persepsi yang sama pada anak didik.
         Dari uaraian di atas dapat ditegaskan bahwa penggunaan media pada
 saat proses pembelajaran berlagsung akan lebih baik dari pada berceramah



                                    17
saja,   karena   media    pendidikan/pengajaran     dapat    membantu      untuk
memperjelaspesan yang akan kita sampaikan, merangasang siswa untuk
belajar. Sehingga dengan penggunaan media tersebut seiswa menjadi giat
belajar dan mempunyai pengalaman serta persepsi yang sama tentang suatu
konsep yang dipelajarinya.

Hasil Belajar

          Setiap akhir program pembelajaran selalu diadakan evaluasi dengan
maksud untuk mengetahui hasil belajar yang diperoleh siswa dapat
menunjukkan tercapai tidaknya tujuan pembelajaran yang diharapkan. untuk
lebih memehami yang dimaksud dengan hasil belajar di bawah ini akan
diuraikan mengenai pengertian hasil belajar, ciri-ciri hasil belajar, dan factor-
faktor yang mempengaruhi hasil belajar.

 a) Pengertian Hasil Belajar
             Hasil belajar adalah merupakan hasil belajar yang dicapai siswa
 melalui belajar yang berupa perubahan tingkah laku (sikap), keterampilan
 maupun kognitifnya. Dari pendapat diatas maka dipertegas kembali bahwa
 hasil belajar adalah yang diperoleh siswa setelah mengalami interaksi proses
 pembelajaran atau dapat dikatakan bahwa hasil belajar merupakan suatu
 pendapatan, perolehan seseorang dari suatu perbuatan belajar. Dapat pula
 dikatakan hasil belajar adalah merupakan suatu kecakapan nyata yang
 dicapai seseorang siswa dalam waktu tertentu.
 b) Ciri-ciri Belajar
             Setelah memperoleh pengetahuan, pengalaman dan yang lainnya
 di sekolah dalam proses pembelajaran, maka akan terjadi perubahan tingkah
 laku baik pada aspek kognitif, afektif dan psikomotor yang merupakan ciri-
 ciri dari hasil belajar yang diperoleh siswa.
 c) Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
          Ilmu Pengetahuan Alam sebagai salah satu mata pelajaran di
Sekolah     Dasar,    merupakan      program      untuk     menanamkan       dan
menggembangkan pengetahuan, keeterampilan, sikap dan nilai ilmiah pada
siswa serta rasa mencintai dan menghargai kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.


                                    18
                 Ilmu Pengetahuan Alam di        Sekolah Dasar adalah melatih
   pemahaman siswa terhadap konsep-konsep IPA, melatih keterampilan siswa
   dalam menggunakan alat teknologi sederhana dalam memcahkan masalah
   yang berkaitan dengan alam sekitar yang pada akhirnya dapat diterapkan pada
   kehidupan sehari-hari sehingga dapat memupuk rasa cinta terhadap alam
   sekitarnya dalam penelitian ini hanya ditekankan pada ranah kognitifnya saja.
    d) Factor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar
                 Hasil belajar siswa selalu bervariasi atau berbeda-beda. Hal ini
   disebabkan oleh beberapa factor yang mempengaruhi dan pada umumnya
   factor yang mempengaruhi adalah factor dari dalam diri dan factor dari luar
   diri siswa.
                 Untuk lebih jelasnya mengenai factor-faktor yang mempengaruhi
   hasil belajar akan dikemukakan beberapa pendapat yaitu; Sumadi Suryabarata
   (1981:7) mengaatakan bahwa “hasil belajar dipengaruhi oleh factor dalam
   dan factor dari luar individu. Factor dari dalam meliputi ; keadaan, waktu,
   minat, intelegensi dan bakat. Factor luar ; fasilitas belajar, waktu media
   belajar, cara mengajar dan motovasi.” Pendapat senada menyatakan bahwa,
   “hasil belajar yang diperoleh siswa banyak dipengaruhi factor psikologi
   seperti; kecerdasan, motovasi, perhatian, pengindraan, cita-cita peserta didik,
   kebugaran fisik dan mental serta lingkungan belajar yang menunjang.”
   (Tbrani Rusyan, (1993 : 32).
                 Dengan uraian di atas bahwa factor-faktor yang mempengaruhi
   hasil belajar menjadi lebih baik atau terendah adalah factor dalam diri siswa
   dan factor dari luar diri siswa. Untuk memperoleh hasil belajar yang lebih
   baik maka guru harus memahami keadaan siswa dalam proses pembelajaran.

H. Metode Penelitian

  H.1. Subyek dan Objek Peneltian

  a. Subyek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas IV SD No. 02 Banjar Tegal
    tahun pelajaran 2010/2011.




                                        19
b. objek penelitian ini adalah penerapan beberapa metode dan media benda
  asli untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa SD Kelas IV.

H.2. Rancangan Penelitian

            Penellitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). PTK
adalah suatu bentuk kajian yang bersifat sistematis reflektif oelh pelaku
tindakan untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang dilakukan.

            Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus, setiap
siklus menggunakan metode pendekatan yang dikemukakan oleh Kemmis dan
MC Taggart (1997) yang dalam pelaksanaannya terdidri dari empat tahap yaitu
1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) observasi dan evaluasi, dan 4) refleksi.


                        A. Perencanaan



                          D. Refleksi

  C. Observasi

                       B. Pelaksanaan
                          Tindakan


                                              A. Perencanaan


                                                D. Refleksi

                       C. Observasi

                                              B. Pelaksanaan
                                                 Tindakan


                                                               Perencanaan Siklus
                                                               N
                                                                               A. Perencanaan


                                                                                 D. Refleksi

                                                                C. Observasi

a. Rancangan Penelitian Tindakan Siklus I                                      B. Pelaksanaan
                                                                                  Tindakan

                                                                                                Perencanaan Siklus N



1). Perencanaan

    Dalam perencanaan ini disusun rencana tindakan yang akan dilakukan
berhubungan dengan penerapan dari beberapa metode dan media benda asli.
Kegiatan yang dilakkukan sebagai berikut:


                                         20
 - Menyususn rencana pengajaran
 - Membuat persiapan mengajar sesuai dengan pokok bahasan yang akan
     diajarkan
 - Menyiapkan materi pengajaran yang akan digunakan untuk demonstrasi
 - Menyusun seperangkat tes evaluasi belajar

 2) Tindakan

 Dalam pelaksanaan tindakan ditempuh langkah-langkah sebagai berikut:

 - Memberikan apersepsi yang ada hubungannya dengan materi
 - Menjelaskan secara singkat materi pelajaran
 - Mengadakan Tanya jawab
 - Melakukan pengamatan dari proses demonstrasi
 - Mengambil suatu kesimpulan.

 3) Observasi/Evaluasi

        Pada akhir proses pembelajaran pada tiap akhir pokok bahasan
 diadakan penilaian terhadap hasil belajar siswa.

4) Refleksi
        Mengkaji hasil evaluasi terhadap hasil belajar yang gunanya dapat
menyusun rencana pembelajaran yang lebih efektif.


H.3 Metode Pengumpulan Data
        Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode
tes. Metode tes digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa dengan alat
pengumpul data berupa butir-butir tes yang sesuai dengan pokok bahasan yang
sudah diajarkan.


H.4 Metode Analisis Data
        Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode analisis statistik
deskriptif. Metode ini diguanakan untuk pengolahan data yang dilakukan




                                     21
 dengan jalan menerapkan rumus-rumus statistik deskriptif seperti menghitung
 rata-rata, daya serap, dan criteria penelaian acuan patokan.




I. JADWAL PENELITIAN

                           Waktu Pelaksanaan Tahun Ajaran 2011/2012
   No    Kegiatan      Mei      Juni         Juli       Agustus Sepetember
                     1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
     1 Pembuatan
       Proposal
     2 Seminar
       Proposal
     3 Perencanaan
     4 Pelaksanaan
       Siklus I
       Siklus II
       Siklus III
     5 Pembuatan
       Laporan




J. DAFTAR PUSTAKA

  Agung, A.A. Gede. 1999. Metodologi Penelitian Pendidikan. Singaraja.
             Jurusan Ilmu Pendidikan, STKIP Singaraja.

   Dimyati, dan Mudjiono. 2002. Belajar Dan Pembelajaran. Depdikbud:
             Rineka cipta

   Djamarah, Bahri dan Zain Aswan. 1995. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta:
             Rineka Cipta

  Ibrahim, dan Nana Syahodih. 1991/1992. Perencanaan Pengajaran. Jakarta:
             Depdikbud.

  Nurkancana, Wayan. dan Sunartana. 1990. Evaluasi Hasil Belajar. Surabaya:
             Usaha Nasional.

  Roestyah. N.K. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

  Rohani, Ahmad. 1997. Media Instruksional Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta.


                                       22
Rusyan Tabrani. 1993. Proses Belajar Mengajar Yang Efektif Tingkat
         Pendidikan Dasar. Bandung: Bina Budhaya.

Soetomo. 1993. Dasar-Dasar Interaksi Belajar Mengajar. Surabaya: Usaha
         Nasional.

Suryabrata, Sumadi.2005. Metodelogi Penelitian. Jakarta: Raja Grafindo
         Persada.




                                23

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags:
Stats:
views:179
posted:7/2/2011
language:Indonesian
pages:23