Laporan Keuangan Menggunakan Excel for Accounting by txq96420

VIEWS: 1,081 PAGES: 3

More Info
									Cara Mudah Menghitung Laba Rugi




[img align=right">http://www.zahiraccounting.com/id/uploads/img43ad2aa54f8fc.jpg"> eBizzAsi
 a September 2003
Piranti lunak yang pernah mendapatkan APICTA (Asia Pacific ICT Awards) ini membantu
perusahaan dalam membuat laporan keuangan secara otomatis. Dengan menggunakan
software ini, tidak ada lagi laporan akhir bulan untuk membuat laporan aliran kas, faktur pajak
dan lain-lain. “ Software ini akan sangat membantu. Tidak ada lagi lembur. Bahkan tidak perlu
lagi penambahan orang untuk kegiatan akuntansinya. Semua laporan sudah otomatis,” kata
Fadil Fuad Basymeleh, Director PT. Zahir Accounting kepada eBizzAsia belum lama ini di ruang
kerjanya. Rini (27 tahun), karyawati di sebuah perusahaan manufaktur di kawasan Sudirman
merasa resah ketika akhir bulan tiba. Pasalnya, profesinya sebagai akuntan membuatnya harus
bekerja ekstra keras untuk membuat laporan keuangan akhir bulan. Lebih dari itu, dari sekian
laporan yang masuk, ia — bersama rekan kerjanya — harus membuat laporan keuangan
secara manual, paling banter menggunakan Microsoft Excel sebagai alat bantu hitung.
Namun, baru-baru ini, ketika ditemui usai makan siang, wajah Rini tampak ceria. “Saya sudah
tidak pusing lagi,” tuturnya seraya mengatakan, perusahaannya telah memutuskan untuk
menggunakan software akuntansi guna mengatasi masalah akuntansi keuangannya. Terang
saja Rini riang, karena semasa kuliah, ia sudah terbiasa menggunakan software akuntansi.
Kini memang banyak software atau perangkat lunak yang ditawarkan untuk mengatasi sistem
akuntansi di perusahaan. Sebut saja program made in bule alias impor seperti DacEasy
Accounting (DAC), Quickbook, MYOB, Peachtree, Valauplus dan Oracle, yang beken di luar
negeri dan cukup populer juga di dalam negeri. Sementara untuk local content, misalnya, ada
Dbs Solution, Accurate, Zahir Accounting, ACCS, MAS Accounting, dan masih banyak lagi.
Namun masalahnya, apakah program-program itu, baik lokal maupun impor, cukup sederhana
dan aplikatif untuk bisnis di Indonesia? Apakah hal itu juga sesuai dengan standar akuntansi
yang berlaku? Dini Marlina, Sekretaris Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia mengatakan, kalau software akuntansi itu ingin berkembang, maka dibuat
berdasarkan standar akuntansi di Indonesia. Soalnya, para developer itu tidak tahu standar
akuntansi keuangannya seperti apa. “ Kesulitan kita kalau menggunakan software dari luar itu
tidak selalu sama dengan standar akuntansi di Amerika, misalnya. Karena itu, pada saat
mengembangkan software, standar akuntansinya harus sudah ada,” ujar Dini Marlina kepada
eBizzAsia beberapa waktu lalu di Kampus UI Depok. Pada kesempatan yang sama, Yan
Rahadian, Kepala Laboratorium Akuntansi FE UI, menambahkan, software yang paling baik
adalah software akuntansi yang di develop sesuai dengan kebutuhan perusahaan atau tailor
made. “Kita tidak bisa menggunakan software yang sudah jadi, karena biaya yang dikeluarkan
juga berbeda,” lanjutnya. Dini Marlina, Sekretaris Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia Otomatisasi laporan Software akuntansi memang dirancang untuk
memudahkan perusahaan dalam penghitungan keuangannya. Mulai dari biaya produksi,
operasional, hingga biaya distribusi. Jika sebelumnya dilakukan secara manual, perusahaan
terlebih dahulu harus membuat jurnal, memosting ke buku besar, membuat neraca saldo,
membuat jurnal penyesuaian, hingga menjadi laporan keuangan. “Kini dengan
berkembangnya teknologi komputer dan semakin kompleksnya transaksi-transaksi yang
berhubungan dengan akuntansi, pencatatan secara manual sudah tidak memungkinkan lagi,
sangat tidak efisien”, tegas Dini Marlina. Accurate, misalnya. Software yang diproduksi oleh
PT. Cipta Piranti Sejahtera (CPS Soft) ini sudah mengintegrasikan modul-modul penting dalam
akuntansi, seperti general ledger (GL), account receivable (AR), account payable (AP) dan



                                                                                          1/3
Cara Mudah Menghitung Laba Rugi




inventory. Walau dirancang untuk memenuhi kebutuhan sektor usaha kecil dan menengah
(UKM), Accurate memiliki beberapa fitur penting seperti kemampuan mencatat transaksi dalam
berbagai mata uang (multi currency), multi tax, multi user, dan multi company, bahkan
mengonsolidasikan laporan keuangan dari beberapa anak perusahaan. Darwin Tjoe,
Marketing Head PT. Cipta Piranti Sejahtera (CPS Soft), menjelaskan, pencatatan transaksi
melalui Accurate hanya dilakukan sekali saja. Software ini yang akan memosting, menjurnal
sendiri, sesuai dengan posting yang sudah dibuat. “Jadi tools ini memudahkan pelaku bisnis
untuk mengetahui kondisi perusahaan, situasi keuangan secara tepat dan akurat,” jelasnya.
Hal yang sama juga diimplementasikan oleh Zahir Accounting. Piranti lunak yang pernah
mendapatkan APICTA (Asia Pacific ICT Awards) ini membantu perusahaan dalam membuat
laporan keuangan secara otomatis. Dengan menggunakan software ini, tidak ada lagi laporan
akhir bulan untuk membuat laporan aliran kas, faktur pajak dan lain-lain. “ Software ini akan
sangat membantu. Tidak ada lagi lembur. Bahkan tidak perlu lagi penambahan orang untuk
kegiatan akuntansinya. Semua laporan sudah otomatis,” kata Fadil Fuad Basymeleh, Director
PT. Zahir Accounting kepada eBizzAsia belum lama ini di ruang kerjanya. Baik Accurate
maupun Zahir Accounting memang dirancang sesederhana mungkin agar pengunanya tidak di
buat pusing. Lihat saja tampilannya. Disajikan dengan bahasa yang mudah dimengerti, tidak
dengan bahasa akuntansi yang kadang njelimet. “ Pada prinsipnya, kalau perusahaan mau
menerapkan Zahir Accounting, tidak perlu ada training, karena bahasanya gampang. Struktur
programnya sederhana, dan transaksinya juga seperti mengisi nota-nota transaksi saja,” terang
Fadil menyarankan. Sementara Accurate, dengan kecepatan 32 bit dapat dioperasikan
dengan sistem operasi Windows 95, Windows 98, Windows NT, dan Windows 2000. Produk ini
dilengkapi dengan tampilan grafis (graphic user interface) yang mudah dipahami, bahkan untuk
orang yang baru pertama kali menggunakannya. Fadil Fuad Basymeleh, Director PT. Zahir
Accounting Jika dibandingkan dengan software buatan luar negeri, ada beberapa keunggulan
produk lokal yang tidak dimiliki oleh software asing. Accurate dan Zahir Accounting, misalnya,
bisa mencatat pajak penjualan (PPn) sebagaimana yang diterapkan di Indonesia. Bahkan, Zahir
Accounting boleh dikatakan satu-satunya software akuntansi yang menggunakan giro mundur.
Transaksinya juga bisa mencapai 15 digit atau setara dengan 920 triliun. Bandingkan dengan
produk impor yang menggunakan dollar AS dalam transaksinya. Hal ini pula yang menjadi
acuan para programmer Accurate dan Zahir Accounting untuk menggunakan standar akuntansi
yang berlaku di Indonesia. Untuk masalah keamanan, karena menggunakan operating
system Windows, database-nya pun menyesuikan dengan sistem yang digunakan oleh
Microsoft. Bahkan Accurate menggunakan database yang berbasis klien server. “ Mungkin
Accurate yang pertama menggunakan database klien server untuk aplikasi UKM. Biasanya
database yang menggunakan klien server ini adalah aplikasi yang skala besar untuk kelas
enterprise yang harganya sangat mahal,” ujar Darwin Tjoe. Solusi bisnis yang terintegrasi
Namun demikian, dari survai yang dilakukan eBizzAsia, beberapa produk software akuntansi ini
memang memiliki kelebihannya masing-masing. Tidak hanya produk lokal, produk asing pun,
kendati memerlukan biaya yang relatif besar, manfaat yang bisa di dapat perusahaan juga
setimpal. Lihat saja, misalnya, Oracle Software Accounting. Software ini tidak hanya
menampilkan transaksi-transaksi bisnis untuk kemudian dilaporkan sebagai laporan keuangan.
Namun, lebih dari itu. Oracle menyiapkan solusi bisnis yang terintegrasi untuk semua bisnis di
perusahaan. Soalnya, di perusahaan-perusahaan biasanya terdapat fungsi dasar, seperti
keuangan dan akuntansi, pemasaran dan penjualan, produksi dan distribusi, general
administration, dan human resource. Fungsi-fungsi tersebut, apapun perusahaannya, tentu



                                                                                         2/3
Cara Mudah Menghitung Laba Rugi




saling terintegrasi. Misalnya, keuangan dan penjualan, human resource dan produksi. “
Karena terintegrasi inilah kami menyebutnya suite. Kata yang populer di dunia teknologi
informasi (TI) disebutnya Enterprise Resources Planing (ERP). Nah, ERP inilah sistem yang
terintegrasi. Accounting software merupakan salah satu fungsi dari perusahaan, kami
menyebutnya Oracle eBusiness Suite,” demikian Felix Sugianto, Manager eBusiness Solutions,
PT. Oracle Indonesia kepada eBizzAsia beberapa waktu lalu di kantornya di bilangan Senayan.
  Menurut Felix, software akuntansi dan keuangan adalah software yang paling mature. Kita
tidak lihat mereknya apa. Namun, perkembangan dari software akuntansi ini, di dunia aplikasi,
itu yang paling mature jika dibandingkan dengan sistem produksi, maintenance peralatan, dan
sistem distribusi. Felix Sugianto, Manager eBusiness Solutions, PT. Oracle Indonesia “ Yang
membedakan dengan Oracle Software Accounting, kita tidak hanya mengakomodasi dari
fungsi-fungsi perusahaan, tetapi ada lagi yang namanya fungsi treasure. Apa bedanya fungsi
treasure ini dengan kas? Managemen kas ini adalah salah satu fungsi dari treasure di
perusahaan. Kita sebagai karyawan, juga bagian dari fungsi treasure,” jelasnya. Untuk
mengaplikasikan perangkat ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, harus
sesuai dengan visi perusahaan. Visi ini bersifat masa depan untuk kemudian dijabarkan
strateginya sesuai dengan visi tersebut. Kedua, harus ada pembenahan pada sistem. Ketiga,
harus mendevelop sumber daya manusianya. “ Jadi, kalau perusahaan sudah mencapai
omzet 20 juta dolar AS, ya itu sudah boleh menggunakan software ini,” tegas Felix seraya
menyediakan pula skema bagi Small and Medium Business (SMB). “Karena untuk kelas SMB di
Indonesia jumlahnya luar biasa banyak,” lanjutnya. Sebagai perusahaan eBusiness, Oracle
berprinsip bahwa dengan menerapkan knowledge economy, perusahaan akan tumbuh dengan
baik. Karena itu, Oracle selalu menyediakan solusi bisnis dengan menggunakan produk sendiri.
   Hingga kini, Oracle memiliki lebih dari 80 klien di Indonesia. Sebut saja di antaranya adalah
PT. Sampurna, Bimantara Group, Indosat, Telkomsel, dan Badan Keuangan Nasional (Bakun).
Dalam operasionalnya, mereka menggunakan software Oracle untuk sistem keuangannya.
•Rully Ferdian




                                                                                          3/3

								
To top