Karya Ilmiah by AfitNighthawk

VIEWS: 953 PAGES: 14

									PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN
BENAR PADA PENULISAN SMS DI KALANGAN SISWA
SMAN 1 MATARAM KELAS XI RSBI 5 TAHUN AJARAN
                2010/2011




                      Oleh
          FITRAHTUR RAHMAN (14282)
            SMA NEGERI 1 MATARAM
 Jalan Pendidikan No. 21 Telp / Fax (0370) 621803
                 Mataram 83125
          Tahun ajaran 2010-2011
     Karya ilmiah ini telah ditulis oleh


           FITRAHTUR RAHMAN




dan telah dibaca dan disahkan oleh a Bahasa
              Indonesia kami,




           Dra. IGA Dauti Antari


       pada tanggal………………………
“SEMAKIN SEMPIT, SEMAKIN TERPACU”




Ucapan terima kasih saya berikan kepada:
   1. Orang tua saya, yang telah memberikan dukungan sejak awal membuat
      karya ilmiah ini.
   2. Ibu IGA Dauti Antari, guru Bahasa Indonesia saya yang telah memberikan
      saya sebuah pengalaman dalam menulis sebuah karya ilmiah.
   3. Teman-teman sekelas saya. Karya tulis yang telah mereka buat saya
      gunakan sebagai perbandingkan dengan tujuan untuk melengkapi unsur
      karya ilmiah yang saya miliki.
   4. Linkin Park, Pendulum, dan MuteMath. Lagu-lagu mereka saya jadikan
      pengiring saat mengerjakan karya ilmiah ini.
              KATA PENGANTAR




   PUJI SYUKUR KEHADIRAT ALLAH SWT ATAS RAHMAT, KARUNIA, SERTA
IZIN-NYA SEHINGGA SAYA DAPAT MENYELESAIKAN KARYA ILMIAH INI.

  DALAM KARYA ILMIAH INI SAYA MENGAMBIL TEMA YANG CUKUP
FAMILIAR, YAITU PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA PENULISAN
DALAM SMS.

   KENDALA YANG SEMPAT MENGHALANGI SAYA YANG PERTAMA ADALAH
PENGAMBILAN TEMA. SAYA INGIN MENGAMBIL TEMA YANG MENURUT
SAYA UNIK DAN JARANG DIAMBIL OLEH ORANG LAIN UNTUK DITELITI YANG
AKHIRNYA MENDAPATKAN TEMA SEPERTI YANG TERCANTUM DI ATAS.
YANG KEDUA ADALAH INI ADALAH KALI PERTAMA SAYA MEMBUAT SEBUAH
KARYA ILMIAH. SAYA BELUM MEMLIKI GAMBARAN SEPERTI APA KARYA
ILMIAH ITU.

  SAYA MEMINTA MAAF APABILA TERDAPAT KESALAHAN DALAM
PENULISAN KARYA ILMIAH INI. SEMOGA DALAM PENULISAN BERIKUTNYA
DAPAT MENJADI LEBIH BAIK. AKHIR KATA, SEMOGA KARYA ILMIAH INI
DAPAT BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA.




                                  MATARAM, DESEMBER 2010


                                             PENULIS
                           ABSTRAKSI


      Tujuan pembuatan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui bagaimana
penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, lebih rincinya
dalam SMS (Short Service Message). Karya ilmiah ini dilatarbelakangi oleh
keingintahuan saya untuk mengetahui bagaimana cara penulisan dan kerapian
pada SMS. Metode yang digunakan di sini adalah metode angket. Sampel
diambil dari 10 siswa SMA Negeri 1 Mataram kelas XI RSBI 5 tahun ajaran 2010-
2011, 5 siswa laki-laki dan 5 siswi perempuan. Saya memiliki hipotesis bahwa
banyak yang mengabaikan ejaan baku, di antaranya dengan menyingkat-
menyingkat kata dan menggunakan gaya bahasa yang mereka inginkan.
Penelitian yang dilakukan pada Desember 2010 ini ternyata berbuah hasil yang
tidak jauh berbeda hipotesis saya.
                                          DAFTAR ISI


Lembar Pengesahan…………………………………………………...……………......................i
Halaman Motto……………………………………………...………………………........................ii
Kata Pengantar...............................................................................................iii
Abstrak.................................................................................................................iv
Daftar Isi..........................................................................................................v
BAB I PENDAHULULUAN
       1.1 Latar Belakang Masalah....................................................................1
       1.2 Tujuan dan Manfaat.........................................................................2
       1.3 Rumusan masalah.............................................................................2
       1.4 Metode Penulisan.............................................................................2
       1.5 Hipotesis..........................................................................................3
BAB II PEMBAHASAN
       2.1 Hasil Angket dan Uraian....................................................................4
       2.2 Implikasi Hasil Penelitian...................................................................5
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
       3.1 Kesimpulan......................................................................................6
       3.2 Saran...............................................................................................6
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………………………….7
BIOGRAFI PENULIS…………………………………………………………………………………………..8
                                  BAB I
                      PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

       Ejaan merupakan kaidah yang harus dipatuhi oleh pemakai bahasa demi
keteraturan dan keseragaman bentuk, terutama dalam bahasa tulis.
Keteraturan bentuk akan berimplikasi pada ketepatan dan kejelasan makna.
Ibarat sedang mengemudi kendaraan, ejaan adalah rambu lalu lintas yang harus
dipatuhi oleh setiap pengemudi. Jika para pengemudi mematuhi rambu-rambu
yang ada, terciptalah lalu lintas yang tertib dan teratur. Seperti itulah kira-kira
bentuk hubungan antara pemakai bahasa dan ejaan.

      Penggunaan bahasa juga dapat dipengaruhi oleh teknologi. Sejak
hadirnya SMS, ejaan bebas semakin cepat berkembang. Banyak orang yang
seringkali menyingkat kata-kata. Hal itu bukan tanpa sebab. Penulisan SMS
memilki pembatasan jumlah karakter, karena SMS sendiri hakikatnya adalah
sebuah layanan pesan singkat. Namun di balik itu, SMS juga memberikan
dampak positif, yaitu dapat menjadi saran informasi tertulis secara cepat.

     Belakangan ini sering kita mendengar gaya bahasa “alay” . Apakah gaya
bahasa “alay” itu? Pada penulisan SMS, penulisannya tidak lazim, dengan
menggunakan huruf kapital ataupun angka pada kata yang digunakan dalam
tempat yang tidak tepat, seperti “mEngeNdARai” dan “k353r46am4n”. Di
beberapa kalangan, hal ini dianggap biasa. Namun di sisi lain, ada juga yang
bahkan pusing ketika membaca tulisan dengan gaya bahasa tersebut.

      Emoticon juga sedang populer belakangan ini. Emoticon adalah gabungan
dari beberapa simbol yang dapat membentuk ekspresi wajah. Contohnya
simbol “:” dan “)”. Jika keduanya digabung akan membentuk “:)” yang
menyerupai wajah tersenyum jika kita melihatnya dari samping.
1.2 Tujuan dan Manfaat

      Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara
penulisan dan kerapian pada SMS. Sejauh mana responden memakai ejaan
baku pada SMS



1.3 Metode Penelitian

      Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angket, di
mana responden akan diberikan secarik kertas yang berisi beberapa pertanyaan
dan jawabannya akan diuraikan dalam bentuk presentase.



1.4 Rumusan Masalah

1. Apakah pemakaian kata baku pada percakapan dalam SMS digunakan?
2. Apakah sering menyingkat kata pada percakapan dalam SMS?
3. Jika ya, mengapa menyingkatnya?
4. Mana yang lebih disukai, ejaan baku atau ejaan bebas?
5. Apakah responden menggunakan huruf kapital pada kata yang seharusnya
   tidak ditulis dengan huruf kapital (contoh: mAkaN) pada penulisan dalam
   SMS?
6. Apakah responden menggunakan angka pada kata yang seharusnya tidak
   ditulis dengan angka (contoh: tr4n5f0rm4s1) pada penulisan dalam SMS?
7. Dalam keadaan formal, apakah responden tetap menggunakan gaya bahasa
   Anda sendiri pada percakapan dalam SMS?
8. Apakah   gaya    bahasa   dan   tulisan   teman   dari   responden   dapat
   mempengaruhi gaya dan tulisan responden pada penulisan dalam SMS?
9. Apakah dalam penulisan SMS terdapat penggunaan emoticon?
10.Jika ya, seringkah digunakan?
1.5 Hipotesis

      Berdasarkan rumusan masalah yang telah saya buat, dugaan sementara
saya adalah dalam penulisan SMS, siswa di kelas XI RSBI 5 tahun ajaran 2010-
2011 banyak yang mengabaikan ejaan baku, di antaranya dengan menyingkat-
menyingkat kata dan menggunakan gaya bahasa yang mereka inginkan.
                          BAB II
                       PEMBAHASAN
2.1 Hasil Angket dan Uraian

            Setelah saya memberikan 10 lembar angket kepada perwakilan 10
      siswa XI RSBI 5 tahun ajaran 2010/2011, saya mendapatkan hasil yang
      saya uraikan di bawah ini beserta persentasenya.


   1. Pada penulisan dalam SMS, 70% responden jarang menggunakan kata
      baku dan 30% lainnya terkadang.

   2. Pada penulisan dalam SMS, 90% responden mengatakan bahwa mereka
      sering menyingkat kata, sedangkan 10% lainnya tidak.

   3. 44% responden mengatakan bahwa mereka menyingkat kata untuk
      menghemat tenaga, sedangkan 66% lainnya mengatakan bahwa mereka
      menyingkatnya untuk menghemat tenaga dan juga mengehemat pulsa.

   4. 100% responden mengatakan bahwa mereka lebih menyukai ejaan bebas
      daripada ejaan baku.

   5. Tidak ada responden yang menggunakan huruf kapital pada kata yang
      tidak seharusnya.

   6. Tidak ada responden yang menggunakan angka sebagai pengganti huruf
      tertentu.

   7. 70% responden tidak menggunakan gaya bahasanya ketika dalam
      keadaan formal, sedangkan 30% lainnya tetap pada gaya bahasa yang
      mereka miliki.
   8. 50% gaya bahasa dan tulisan responden dapat dipengaruhi oleh teman
      mereka, sedangkan 50% lainnya tetap pada gaya bahasa dan tulisan
      mereka.

   9. 90% responden suka memakai emoticon, sedangkan 10% lainnya tidak.

   10.66% responden mengatakan bahwa mereka sering menggunakan
      emoticon tersebut, sedangkan 44% lainnya kadang-kadang. Kebanyakan
      dari mereka beralasan bahwa emoticon digunakan untuk
      mengungkapkan ekspresi muka secara tidak langsung, sehingga
      menghindari kesalahpahaman.


B. Implikasi Hasil Penelitian
       Setelah melihat hasil angket yang telah saya terima dari para responden,
saya menggabungkan kembali hipotesis yang saya tulis dalam pendahuluan
tadi. Ternyata hipotesis saya tidak jauh berbeda dengan hasil yang saya dapat.
                         BAB III
                       KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
      Dari saya dapat menarik sebuah kesimpulan bahwa siswa kelas XI RSBI 5
tahun ajaran 2010-2011 lebih sering menggunakan ejaan bebas dan lebih sering
memakai gaya bahasa mereka sendiri. Namun dalam keadaan formal, mereka
menyesuaikan diri. Tidak ada dari mereka yang menggunakan bahasa “alay”.
Emoticon digunakan sebagai pengungkap ekspresi agar SMS tidak terkesan kaku
dan monoton . Dengan penambahan emoticon semakin membuktikan bahwa
SMS sebenarnya bukanlah sesuatu yang bersifat formal bagi mereka.


3.2 Saran
   1. Pemakaian singkatan dalam SMS boleh-boleh saja, asal singkatan
      tersebut juga dapat dimengerti oleh penerima SMS.
   2. Jangan pernah gunakan gaya bahasa “alay”, karena gaya bahasa tersebut
      hanya akan mempersulit orang lain untuk membaca SMS Anda.
                DAFTAR PUSTAKA



1. Finoza, Lamuddin. 2005. Komposisi Bahasa Indonesia. Jakarta: Diksi Insan
   Media
                 BIOGRAFI PENULIS


Nama                       : Fitrahtur Rahman
Tempat dan Tanggal Lahir   : Mojokerto, 10 November 2010
Agama                      : Islam
Alamat                     : Asrama Polda NTB Jl. Catur Prasetya 4B
Sekolah                    : SMA Negeri 1 Mataram
NIS                        : 14182

								
To top