Docstoc

STRUKTUR ILMU

Document Sample
STRUKTUR ILMU Powered By Docstoc
					                 STRUKTUR ILMU DAN
 PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN


                                              BAB I

                                          PENDAHULUAN



                       Matinya kreativitas seseorang dalam menelurkan

                       karya-karya ilmunya, dapat disebabkan salah satunya

                       adalah oleh ketidakfahaman terhadap mekanisme

kerja ilmu pengetahuan. Seseorang yang berpengetahuan akan disebut

mandul (tidak produktif) bahkan tidak pantas disebut sebagai seorang

ilmuan, ketika ia selalu terbentur dengan perjalanan proses menuju puncak

pencetusan suatu gagasan yang meragukan karena tidak memiliki

kontrol/ramalan ilmu. Seorang ilmuan tentu di dalam dirinya harus mengalir

sederetan proses ilmu dan mengerti mekanisme kerjanya, sehingga ketika ia

menghasilkan   suatu     karya   ilmu,   kemungkinan   hasil   temuan    atau

pengembangannya akan diakui oleh ilmuan lain dan akan memberikan

kepuasan bagi pelaku penelusuran proses metode ilmu itu sendiri. Dalam

perspektif filsafat, bahwasanya ilmu adalah pengetahuan yang didapat

dengan metode keilmuan, sehingga seorang ilmuan harus memiliki

pemahaman metode ilmu dan mampu memanfaatkannya sebagai media

untuk menghasilkan suatu temuan-temuan baru atau penegmbangan -

pengembangan baru dari sebuah ilmu pengetahuan yang telah diakui



STRUKTUR ILMU DAN PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN                         Page 1
eksistensinya oleh segenap ilmuan yang menekuni disiplin ilmu tertentu.

Ilmu, secara kuantitatif dapat dikembangkan oleh masyarakat keilmuan

secara keseluruhan, meskipun secara kualitatif beberapa orang jenius

seperti Newton atau Einstein, merumuskan landasan-landasan baru yang

mendasar. Ini berarti bahwa siapapun yang berpengetahuan berhak dan

dapat menjadi ilmuan dengan tetap berjalan di jalur aturan - aturan ilmiah

maupun prinsip-prinsip yang telah diwariskan oleh para ilmuan terdahulu.




STRUKTUR ILMU DAN PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN                       Page 2
                                 BAB II

                              PEMBAHASAN



A. Pengertian Struktur Ilmu

   Jika dalam suatu organisasi, struktur merupakan organ/atau perangkat

   dari organisasi tersebut yang tentunya terkait dengan mekanisme

   kerjanya dan tujuan yang akan dicapai. Melalui sistem kerja yang

   masing-masing organisasi tentu memliki kekhsusan tersendiri, Dalam

   proses operasionalnya tentu diperlukan koordinasi yang baik agar tautan

   dari perangkat satu dan lainya tidak terputus. Seorang kepala sekolah

   dalam organisasi sekolah misalnya, sampai kepada para guru pemegang

   mata pelajaran bahkan sampai kepada tukang kebun, agar tujuan

   organisasi tersebut yaitu memintarkan, akan dapat tercapai jika mereka

   memiliki koordinasi yang baik. Adapun dalam konsep ilmu, tentu

   mekanisme kerja yang ada dalam strukturnya memiliki goal yaitu sebuah

   kebenaran; benar menurut rasio, mendasar dan diakui secara umum.

   Dan berangkat dari pemahaman sebuah struktur yang ada pada sebah

   organisasi yang dalam hal ini memiliki kesamaan stilah yaitu; Struktur

   dan kesamaan fungsinya sebagai mekanisme kerja, maka akan timbul

   sebuah perspeksif khusus mengenai struktur yang ada dalam Sistem

   Ilmu. Dalam bahasa Inggris struktur adalah structure dan Structura yang

   keduanya artinya adalah bangunan susunan. Dan sebutan untuk

   pandangan, filsafat atau gerakan filsafatnya disebut strukturalisme.

   Ditinjau dari fungsinya ia juga disebut sebagai Sistem Ilmu. Dari




STRUKTUR ILMU DAN PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN                     Page 3
  beberapa pengertian di atas dapat ditarik sebuah pengertian dari struktur

  ilmu yaitu; “Sebuah susunan yang terdiri dari komponen-komponen yang

  membatasi mekanisme pencarian sebuah kebenaran”.



B. Perangkat dalam Struktur Ilmu

  1. Harus terdapat komponen-komponen di dalam struktur.

     Dikatakan harus ada karena yang dikatakan struktur tentu bukan

     merupakan satu kesatuan yang utuh tanpa memiliki organ-organ di

     dalam dirinya. Dalam hal ini yang dimaksud dengan komponen-

     komponennya tentu juga bersifat abstrak sebagai mana struktur ilmu

     itu sendiri merupakan satu kesatuan yang sebenarnya abstrak pula.

     Komponen-komponen yang terangkai dalam struktur ilmu tentu

     merupakan pendukung atas beroperasinya mekanisme kerja yang

     diprakarsai oleh bagan struktur ilmu itu sendiri.



  2. Harus terdapat Fungsi-fungsi di dalam struktur.

     Mengenai fungsi di dalam struktur ilmu tentu merupakan suatu hal

     yang tidak kalah pentingnya dengan komponen-komponen yang ada

     di dalam struktur ilmu. Dikatakan demikian karena Struktur ilmu

     sebagai salah satu kajian dalam kajian filsafat ilmu jelas memiliki

     fungsi-fungsi. Jika dilihat dari definisi yang dapat disimpulkan di atas,

     fungsi   yang   paling   utama    tentunya   adalah   untuk   mencapai

     kebenaran. Akan tetapi ada pula fungsi-fungsi struktur ilmu yang lain




STRUKTUR ILMU DAN PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN                        Page 4
      yang juga penting; yaitu ia menjadi sebuah alat ukur bagi sebuah

      kebenaran dalam ilmu pengetahuan.



   3. Harus ada hirarkis bagi komponen-komponen dalam struktur ilmu

      Dan sebutan untuk sudut pandangan, filsafat atau gerakan filsafatnya

      disebut strukturalisme. Ditinjau dari fungsinya ia juga disebut sebagai

      Sistem Ilmu. Dari beberapa pengertian di atas dapat ditarik sebuah

      pengertian dari struktur ilmu yaitu; “Sebuah susunan yang terdiri dari

      komponen-komponen yang membatasi mekanisme pencarian sebuah

      kebenaran”.



C. Sistematika Kerja Struktur Ilmu

   1. Perumusan Masalah

      Perumusan     masalah    diletakkan   pada   barisan   depan   karena

      komponen ini berfungsi sebagai penentu apakah sebuah fenomena

      yang dijumpai merupakan sebuah masalah yang perlu dikaji secara

      keilmuan atau tidak. Dalam kehidupan sehari-hari misalnya dapat

      dibedakan antara masalah yang dapat dijawab melalui metode ilmu

      atau mungkin tidak tepat untuk ilmu; Contohnya “Apakah bulan

      terbuat dari bahan terigu?” Pertanyaan yang ke-dua,”Mengapa dia

      berbuat yang tidak wajar?”. Pertanyaan pertama merupakan masalah

      yang tidak tepat bagi ilmu, karena pertanyaan tersebut tidak masuk

      dalam persyaratan masalah keilmuan, dan pertanyaan yang ke dua

      tepat bagi ilmu karena memenuhi persyaratan keilmuan.




STRUKTUR ILMU DAN PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN                        Page 5
     Adapun persyaratan masalah keilmuan adalah sebagai berikut:

     a. Penting

     Dikatakan sebuah masalah itu penting jika;

     - Pemecahan dari masalah tersebut berguna dalam kehidupan.

     - Pemecahannya mampu mengisi celah yang masih dalam khazanah

     ilmu pengetahuan kita.- Pemecahannya dapat dijawab dengan jelas

     .b. Memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

     -Pengumpulan datanya dilakukan secara obyektif;data dapat tersedia.

     -Dapat dijawab dengan penelaahan keilmuan.

     -Mengandung unsur pengukuran dan definisi;Agar dapat diuji

     kebenarannya oleh orang lain.



  2. Pengamatan dan Deskripsi

     Yang paling utama dalam kegiatan pengamatan dan deskripsi adalah

     klasifikasi,    kemampuan        mengklasifikasikan       masalah     akan

     mengarahkan pada deskripsi yang benar pada sebuah masalah yang

     akan dikaji. Jika dalam kajian ilmu fisika, biologi atau yang lain (non-

     sosia),sorang     ilmuan    mungkin       saja   untuk   membuat    istilah-

     istilah,namun    untuk ilmusosial yang subyeknya            manusia dan

     masyarakat; biasanya telah memiliki nama dan klasifikasi. Beberapa

     langkah berikut akan membantu dalam pendeskripsian masalah:

     a. Melakukan Tinjauan Pustaka, yaitu;

     Meninjau apa yang telah dilakukan oleh para ilmuan yang terdahulu,

     sehingga temuannya kelak akan bersifat kumulatif, di mana




STRUKTUR ILMU DAN PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN                          Page 6
     pengetahuan disusun atau pengetahuan sebalumnya. Hal ini akan

     menghindarkan duplikasi ilmu. Hal ini mungkin saja terjadi karena

     tidak mengetahui bahwa apa yang dikajinya telah ditemukan oleh

     ilmuan terdahulu. Selain menghindarkan duplikasi ilmu, tinjauan

     pustaka akan membirikan jalan atau langkah mana yang harus

     ditempuh untuk mendekati hipotesis. Bahkan jika k ita beruntung

     mungkin saja mendapatkan metode baru setelah kita mengadakan

     tinjauan pustaka. Menemukan jalan mengenai data, model atau

     instrumen keilmuan dapat pula dengan jalan tinjauan pustaka.



     b. Membuat Sebuah Persepsi

     Dengan adanya metode ilmu memperingatkan kita bahwa fakta tak

     dapat berbicara sendiri. Fakta dapat dimengerti hanya dalam ruang

     lingkup sistem ilmu.Orang di masa lalu memberikan pengertian yang

     berbeda dengan pengertian para ilmuan saat ini.Jika ditinjau dari segi

     hipotesis, yang pertama-tama harus diputuskan adalah tingkah laku

     apa atau benda mana yang akan diamati. Dapat juga diartikan bahwa

     persepsi pada akhirnya akan mempengaruhi hipotesis.



     c. Memanfaatkan Teknologi

     Keterbatasan    panca      indralah    yang   menjadi    alasan     utama

     penggunaan teknologi. Jika dalam astronomi menggunakan alat-alat,

     seperti   teleskop   dan    pemotret    lainnya.Dan     dalam     psikologi




STRUKTUR ILMU DAN PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN                           Page 7
     menggunakan alat seperti IQ test atau reaksi verbal terhadap gambar

     - gambar.



     d. Menggunakan Pengukuran

     Pengukuran berarti membandingkan obyek tertentu dan memberi

     angka pada obyek tersebut menurut cara tertentu. Dalam hal ini para

     ahli ilmu sosial kebanyakan mempergunakan dua tyipe perbandingan,

     yaitu ordinal dan kardinal. Perbandingan ordinal adalah perbandingan

     yang meletakkan benda-benda dalam urutan ditinjau dari segi

     tertentu;    misalnya   jika   murid-murid   di   kelas   diminta   berdiri

     memanjang, maka akan tampak yang paling tinggi, kemudian paling

     tinggi ke dua dan seterusnya dan dapat dilambangkan dengan angka

     atau     huruf.   Dan   perbandingan   kardinal mempergunakan         alat

     penghitung, misalnya berapa jumlah murid dalam satu kelas? Angka-

     angka dapat mengabstraksikan obyek yang diukur secara berulang

     dalam suatu kelompok, tanpa mengenal ciri-ciri, tinggi rendah, besar

     kecil dan sebagainya. Untuk menjaga ketelitian juga dipergunakan

     satuan pengukuran, misalnya yang dipergunakan oleh para ilmuan

     untuk membandingkan misalnya antara otak manusia dan otak

     binatang, maka akan memudahkan menjajarkan mereka untuk diukur.



  3. Penjelasan

     Dalam upaya penjelasan, mungkin dilakukan dengan beberapa cara,

     yaitu:




STRUKTUR ILMU DAN PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN                          Page 8
     a. Penjelasan Deduktif; yaitu sebuah penjelasan yang terdiri dari

     serangkaian pertanyaan di mana kesimpulan tertentu disimpulkan

     setelaah menetapkan aksioma atau postulat. Contoh klasik mislanya,

     semua manusia adalah fana. Socrates adalah manusia. Oleh sebab

     itu Socrates adalah fana. Namun demikian sebagai seorang ilmuan

     tentu tidak akan puas begitu saja dan akan mengembangkan

     beberapa tes untuk membuktikan bahwa Socrates adalah fana,

     danterus menelusuri dengan metode induktifnya.



     b. Penjelasan Probabilistik (kemungkinan); yaitu penjelasan hanya

     menggunakan kata "mungkin", "hampir pasti", atau dalam batas 5%.

     Hal ini terjadi apabila kita berurusan dengan sejumlah besar manusia,

     atau individu dengan berbagai macam tingkah lakunya. Misalnya jika

     ditanya, mengapa presiden John Kenedy dibunuh? Kita bisa saja

     menjawab "mungkin pembunh itu gila.



     c. Penjelasan Genetis; Yaitu menjawab pertanyaan "mengapa"

     dengan apa yang terjadi sebelumnya. Misalnya untuk menerangkan

     mengapa seorang anak mempunyai tipe rambut tertentu, yakni

     dengan memakai faktor keturunan yang dihubungkan dengan

     karakteristik orang tua si anak tersebut.



     d. Penjelasan Fungsional; yaitu menjawab pertanyaan "mengapa"

     dengan jalan menyelidiki tempat obyek yang sedang diteliti dalam




STRUKTUR ILMU DAN PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN                     Page 9
     keseluruhan sistem di mana obyek tersebut berada. Dalam

     Antropologi ini sering digunakan, misalnya mengapa anak-anak

     sekolah menghormati bendera? Penjelasan fungsional mungkin akan

     menjawab bahwa penghormatan tersebut akan menjadikan anak-

     anak itu lebih patriotik.



  4. Ramalan dan Kontrol

     Hipotesis yang diajukan dapat disyahkan kebenarannya dengan cara

     yang memungkinkan adanya ramalan dan kontrol. Macam ramalan

     dan kontrol, yaitu;

     a. Hukum ;        yaitu yang dalam ilmu sosial diartikan sebagai

        keteraturan yang fundamental yang dapat diterapkan kepada

        hakekat manusia. Adapun dalam ilmu alam yang sering digunakan

        adalah hukum grafitasi. Akan tetapi dalam ilmu sosial hukum

        sudah banyak ditinggalkan dan beralih pada ramalan yang lain.



     b. Proyeksi ;     yaitu bentuk ramalan yang dapat didasarkan atas

        ekstrapolasi atau proyeksi. Ramalan ini mempelajari kejadian

        terdahulu dan mebuat pernyataan tentang hari depan. Dan

        ramalan seperti ini sering menggunakan faktor peluang.


     c. Struktur ; yaitu ramalan yang didasarkan atas struktur dari benda

        atau intuisi atau manusia yang bersangkutan. Misalnya kenaikan

        pangkat pada ketentaraan, dari kopral lalu menjadi sersan dan

        seterusnya.



STRUKTUR ILMU DAN PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN                   Page 10
     d. Institusional ; yaitu yaitu ramalan yang didasarkan oleh institusi

        beroperasi. Seorang ahli sosial bangsa Amerika, Ruth Benedict,

        waktu perang dunia ke-2 diminta oleh Departemen Penerangan

        Amerika Serikat untuk mempelajari bangsa Jepang. Dia tidak

        pernah mengenal ataupun berkunjung ke Jepang. Namun dengan

        menyelidiki institusi-institusi sosialnya, dia dapat meramalkan

        secara tepat bagaimana kelakuan bangsa Jepang jika mereka

        dikalahkan, serta bagaimana cara angkatan bersenjata Amerika

        Serikat harus bertindak untuk mengontrol kelakuan tersebut agar

        selaras dengan yang dikehendaki oleh Amerika.


     e. Masalah ; yaitu ramalan yang didasarkan pada penentuan

        masalah apa yang dihadapi oleh manusia dan masyarakatnya.

        Misalnya suatu negara dengan jumlah penduduk yang amat besar,

        namun ia tidak dapat meningkatkan produksi pangannya, maka

        bukan tidak masuk akal jika masalah gawat akan dihadapinya,

        yaitu kekurangan pangan.


     f. Tahap ; yaitu perkembangan yang berurutan. Dalam biologi

        sangat sering digunakan, misalnya biji yang diberi makanan

        dengan baik akan tumbuh dalam tahap-tahap yang dapat

        dirumuskan dengan jelas.


     g. Utopia ; yaitu membayangkan apa yang mungkin terdapat atau

        terjadi berdasarkan pengetahuan yang kita ketahui sekarang.



STRUKTUR ILMU DAN PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN                     Page 11
        Misalnya, bumi mengelilingi planit Jupiter, hal ini telah diramalkan

        berdasarkan pengetahuan teoretis sebelum ditemukan teleskop.

           Hasil     telaah    keilmuan      dapat     dikomunikasikan      kepada

        masyarakat melalui media-media sebagai berikut;

        a. Jurnal keilmuan (yang paling umum)

        b. Menerbitkan buku

        c. Merbitkan monograf ; yaitu laporan yang lebih panjang dari

        artikel keilmuan namun lebih pendek dari sebuah buku dan

        bersifat teknis.

        d. Melakukan korespondensi pribadi, berbicara pada konferensi,

        atau    membuat       laporan     kepada     Universitas   atau    lembaga

        taertentu.    Kendatipun        setiap   institusi   memiliki   gaya   dan

        persyaratan tertentu. Namun ada persyaratan minimum yang

        diminta oleh Ilmu, yaitu; Kejujuran mutlak, Jelas serta mudah

        difahami, Cukup terperinci, sehingga orang lain dapat menilai

        karya tersebut dan Pengakuan terhadap idea orang lain.Terdapat

        beberapa contoh khusus yang ekstrim dalam sejarah ilmu, di

        mana mereka yang meimpin penelitian, setelah menemukan para

        peneliti yang dia pimpin memalsukan data lalu bunuh diri. Sekali

        saja seorang ilmuan mengemukakan suatu pernyataan yang

        salah, atau menyesatkan, sukar sekali bagi para ilmuan lainnya

        untuk        mempercayai          lagi     dirinya      atau      karyanya.

        Sifat jelas dan dapat difahami adalah perlu agar orang lain

        mengerti apa yang sedang dilaporkan. Sedangkan perincian yang




STRUKTUR ILMU DAN PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN                              Page 12
        cukup diperlukan agar ilmuan dapat melakukan penilaian terhadap

        karya    tersebut,    atau    melakukan   pengulangan.    Pengakuan

        terhadap idea orang lain diperlukan karena dua hal;

        - Sopan santun terhadap mereka yang ideanya dipergunakan.

        - Lebih penting lagi, tinjauan pustaka dan daftar kepustakaan akan

        memungkinkan tiap pembaca untuk menempatkan hasil karya itu

        dalam urutan perkembangan sejarah ilmu secara tepat dan

        mudah. Dan dalam hal ini juga akan memudahkan penelitian lain,

        disebabkan oleh pemikiran yang sistematis.



D. Pengaruh     Struktur     Ilmu    dalam   Perkembangan      Pengetahuan.

  Dapat dirasakan sekarang ini bahwa pengaruh struktur ilmu sangat besar

  terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, di mana metode yang

  sistematis ini dapat melahirkan teori-teori baru di berbagai bidang dalam

  ilmu pengetahuan yang digeluti oleh para ilmuanilmuan modern sekarang

  ini. Paling tidak dapat difahami bahwa dalam mengembangkan ilmu

  pengetahuan     sangat     mungkin    dengan    mengikuti   langkah-langkah

  sistematis yang dimiliki oleh struktur ilmu. Kendatipun sudah muncul

  kembali sekelompok ilmuan yang mengatasnamakan diri mereka sebagai

  penganut “PostStrukturalisme”, namun fenomena dalam dunia ilmu

  pengetahuan aliran sturukturalisme (penganut struktur ilmu) masih

  mendominasi.




STRUKTUR ILMU DAN PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN                        Page 13
                                  BAB III

                               KESIMPULAN

    Dari seluruh paparan yang ada, dapat disimpulkan bahwa struktur ilmu

merupakan sebuah mekanisme kerja ilmu yang terdiri dari komponen-

komponen yang satu sama lain saling terkait dalam upaya mencari suatu

kebenaran dari sebuah pengetahuan yang kemudian dapat disebut sebagai

ilmu. Adapun fungsi struktur ilmu adalah sebagai system yang memproses

hipotesis dari suatu masalah yang dimunculkan, kepada kenyataan yang

membenarkan atau menolak hipotesis tersebut. Jika sesuai dengan

hipotesis maka jadilah ia sebagai temuan ilmiah atau prinsisp-prinsip sebuah

pengetahuan ilmiah dan atau yang disebut sebagai ilmu. Adapun jika

ternyata menolak hipotesis, maka berhentilah samapi di situ saja. Terkait

dengan pengertian dan fungsi dari struktur ilmu, sangatlah tidak berlebihan

jika struktur ilmu dianggap sebagai sebuah metode yang harus dimiliki oleh

siapapun yang berkecimpung di bidang pengetahuan, sehingga akan dapat

membedakan antara pengetahuan biasa dan pengetahuan yang didapat

melalui metode ilmu. Selain itu dengan pengasaan struktur ilmu,

memungkinkan juga bagi siapapun untuk menjadi seorang ilmuan yang

selalu inten dalam pengembangan pengetahuan. Pada saat ini para ilmuan

cenderung menganut aliran positifisme untuk mendapatkan suatu kebenaran

ilmu, oleh karena itu sangat tidak berlebihan jika struktur yang diuraiakan di

atas sudah dianggap memadai dalam kajian ilmu pengetahuan dan

pengembangannya.




STRUKTUR ILMU DAN PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN                        Page 14
                           DAFTAR PUSTAKA



John M. Echol dan Hasan Sadeli, Kamus inggeris Indonesia, Gramedia PU,

1996

Jujun S. Suria Sumantri, Filsafat Ilmu, (Sebuah Pengantar Populer), Jakarta,

Pustaka Sinar Harapan, 2003

Jujun S. Suria Sumantri, Ilmu Dalam Perspektif, Jakarta Yayasan Obor

Indonesia, 1997

Loran Bagus, Kamus Filsafat, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2002

Diposkan oleh Mr. J'sblog di 03.06

http://tarjo2009.blogspot.com/2009/03/struktur-ilmu-dan-perkembangan-

ilmu.html




STRUKTUR ILMU DAN PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN                       Page 15

				
DOCUMENT INFO
Tags:
Stats:
views:553
posted:6/28/2011
language:Indonesian
pages:15
Jerry  Makawimbang, M. Pd Jerry Makawimbang, M. Pd Teacher
About Kenalan langsung donk