Docstoc

corprt prshaan

Document Sample
corprt prshaan Powered By Docstoc
					Nama :yuli wistanti ika
No mhsw: 23658




         Strategi Pemasaran PT.Sido Muncul

JAKARTA Penjualan produk PT Sido Muncul diprediksikan selama tahun ini meningkat sekitar
25% dibandingkan dengan tahun lalu, sedangkan nilainya akan naik 35%, terkait dengan
kenaikan harga sejumlah produk.
Direktur Utama PT Sido Muncul Irwan Hidayat mengakui harga beberapa jenis produk naik
selama tahun ini, tetapi sebagian besar harganya tetap, sehingga kenaikan nilai tidak berbeda
jauh dengan kenaikan volume penjualan produk-produk perusahaan tersebut.
"Penjualan produk kami [tahun ini] naik sekitar 25%, sedangkan omzet dapat naik mencapai
35%," ujarnya seusai konferensi pers atas penganugerahan Economic Chalenge 2009 kepada PT
Sido Muncul, kemarin.
Dia menjelaskan permintaan dari pasar dalam negeri yang cukup baik membuat persentase
ekspor produk Sido Muncul turun yakni hanya sebanyak 5% dari seluruh produk yang dijual.
Namun, dari segi volume, lanjutnya, kinerja ekspor selama tahun ini justru naik dua kali lipat
dibandingkan dengan tahun lalu.
"Pasar ekspor masih bagus, tetapi permintaan di pasar domestik juga masih bertumbuh dengan
baik, sehingga kami tetap memfokuskan pasar lokal."
Irwan mencontohkan salah satu produk seperti Jamu Tolak Angin yang mulai dikenal orang luar
negeri yang berada di Indonesia.Pasar ekspor produknya di antaranya Hong Kong, Australia,
Asean dan Timur Tengah. Untuk mempro-
mosikan produknya, dia membidik orang asing yang berada di Indonesia. "Makanya, kami
sedang membuat iklan dalam dua bahasa untuk mengincar konsumen asing yang berada di
Indonesia."
Dia akan mengembangkan obat kuno yang berasal dari kunyit dan temulawak dalam waktu
dekat, karena saat ini masih dalam proses penelitian. Menurut dia, sulit untuk memprediksikan
volume dan omzet pada tahun depan.
Irwan menambahkan untuk mengolah limbah usahanya, maka dibuat pupuk organik, sehingga
tidak menyebabkan pencemaran lingkungan. Pupuk organik yang diproduksi, kata dia, mencapai
60 juta ton per bulan. Pupuk tersebut dijual melalui sistem pemasaran mulri level marketing
(MLM).
Bangun hotel
Irwan menuturkan akan membangun hotel dengan nama lokal yakni "Ientrem yang artinya
damai. Maksud penggunaan nama lokal tersebut, lanjutnya, untuk semakin mencintai produk asli
Indonesia dibandingkan dengan produk luar negeri.
Hotel tersebut, kata dia, akan mulai dibangun pada awal 2010 dan diperkirakan selesai pada awal
2011. Nilai investasi untuk membangun Hotel Bintang Lima tersebut, lanjutnya, mencapai
Rp200 miliar.
Jika hotel tersebut berkembang, kata dia, akan dilakukan pengembangan melalui jaringan
waralaba, sehingga semakin berkembang.
"Memang ini berada di luar bisnis utama kami jamu dan obat tradisional), tetapi tidak ada
salahnya kan untuk mengemhangkan bisnis hotel




                                PT SIDOMUNCUL
Visi:
Menjadi industri jamu yang dapat memberikan manfaat pada masyarakat dan lingkungan

Misi:
       Meningkatkan mutu pelayanan di bidang herbal tradisional
       Mengembangkan research/penelitian yang berhubungan dengan pengembangan
        pengobatan dengan bahan-bahan alami.
       Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membina kesehatan melalui pola
        hidup sehat, pemakaian bahan-bahan alami dan pengobatan secara tradisional.
       Ikut mendorong pemerintah/instnais resmi agar lebih berperan dalam pengembangan
        pengobatan tradisional.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:16
posted:6/28/2011
language:Indonesian
pages:2