; Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi kinerja
Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out
Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi kinerja

VIEWS: 1,794 PAGES: 125

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi kinerja

More Info
  • pg 1
									         ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG
                 MEMPENGARUHI
               KINERJA KEUANGAN
         PT. BERDIKARI UNITED LIVESTOCK

(Analysis Factors Affecting The Financial Performances at Berdikari United
                         Livestock Corporation )




                                 TESIS




                          MUHAMMAD ARDI




                     PROGRAM PASCASARJANA
                     UNIVERSITAS HASANUDDIN
                           MAKASSAR
                               2005
                                                            2




ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

                  KINERJA KEUANGAN
           PT. BERDIKARI UNITED LIVESTOCK




                           Tesis
  Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar Magister




                      Program Studi
                Manajemen dan Keuangan




                    MUHAMMAD ARDI




                          Kepada




              PROGRAM PASCASARJANA
               UNIVERSITAS HASANUDDIN
                       MAKASSAR
                           2005
                                                                          3




                                  TESIS

         ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
                         KINERJA KEUANGAN
                 PT. BERDIKARI UNITED LIVESTOCK



                       Disusun dan diajukan oleh



                           MUHAMMAD ARDI
                      Nomor Pokok P1700203022



             telah dipertahankan di depan Panitia Ujian Tesis

                     pada tanggal 3 Desember 2005

                 dan dinyatakan telah memenuhi syarat

                               Menyetujui
                            Komisi Penasihat



Dr. A. Racham Laba, MBA.                            Drs. Yansor DJaya,
M.A.
           Ketua                                           Anggota

Ketua Program Studi                          Direktur Program Pascasarjana
Manajemen dan Keuangan                       Universitas Hasanuddin




Dr. H. Osman Lewangka, SE.,M.A.              Prof.Dr.Ir. M.Natsir Nessa, M.S.
                                                                             4




                        LEMBAR PENGESAHAN




Nama                : Muhammad Ardi
NPM                 : P1700203022
Program Studi       : Manajemen Keuangan
    Judul               : Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja
Keuangan PT. Berdikari United Livestock.


                                                Makassar,……Nopember
                                         2005

                              Komisi Penasehat:



       Ketua,                                                 Anggota




Dr. A. Rachman Laba, MBA,                              Drs. Yansor Djaya, MA



                                Mengatahui :
                            Ketua Program Studi,




                          Dr. Osman Lewangka, MA
                                                                          5




                 PERNYATAAN KEASLIAN TESIS


Yang bertanda tangan dibawah ini


      Nama                : Muhammad Ardi
      Nomor Mahasiswa : P1700203022
      Program Studi       : Manajemen dan Keuangan


     Menyatakan dengan sebenarnya bahwa tesis yang saya tulis ini benar
  merupakan hasil karya saya sendiri, bukan merupakan pengambilalihan
                      tulisan atau pemikiran orang lain.


    Apabila di kemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan bahwa tesis ini
hasil jiplakan, maka saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut.

                                                Makassar, 3 Desember 2005
                                                Yang Menyatakan




                                               Muhammad Ardi
                                                                          6




                           KATA PENGANTAR

        Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha

Kuasa,     karena     berkat    rahmat   dan    hidayahNya,        sehingga

penyusunan Tesis ini dapat diselesaikan. Penyusunan tesis ini

dimaksudkan sebagai salahs atu persyatan untuk menyelesaikan

studi    apda    program       Pascasarjana    Universitas   Hasanuddin

Makassar.

        Dalam penyelesaian Tesis ini, penulis menemui banyak

hambatan baik hambatan operasional maupun hambatan berupa

keterbatasan pemahaman yang dimiliki penulis terhadap kajian

penelitian ini, akan tetapi berkat bantuan dari berbagai pihak,

hambatan        tersebut   dapat    diselesaikan.   Untuk    itu    penulis

menyampaikan ucapan terima kasih, terutama kepada :

1. Bapak Prof. Dr. natsir Nessa, M.Si selaku Direktur Program

   Pascararjana Universitas Hasanuddin

2. Bapak Dr. Rachman Laba, MBA, selaku poembimbing I yang

   telah memberikan bimvingan dan arahan keapda penulis dalam

   penyelesaian tesis ini.
                                                             7




3. Bapak Drs. Yansor Djaya, M.Si, selaku pembimbing II yang

  telah memberikan bimbingan dan arahan keapda penulis dalam

  penyelesaian tesis.

4. Bapak Prof. Dr. Ir. H. Kahar Mustarei, MS yang telah

  memberikan motivasi dan semangat kepada penulis.

5. Segenap     Dosen     Program    Pascasarjana   Universitas

  Hasanuddin

6. Segenap Staf Administrasi Program Pascasarjana Universitas

  Hasanuddin yang telah memberikan pelayanan keapda Penulis

  sejak menempuh studi.

7. Bapak Ir. Syamsul Bachri Razak, MM selaku Direktur UTama

  PT. Berdikari United Livestock.

8. Bapak H. Ridwan Umar salaku Kewpala Bagian Administrasi

  dan Keuangan PT. Berdikari United Livestock yang telah

  memberikan data/informasi yang dibutuhkan oleh penulis

  dalam penyelesaian tesis.
                                                                  8




9. Istriku tercinta Utiwaty, S.Pd, yang telah memberikan motivasi

  dan doanya yang tulus kepada penulis, ananda tio dan Fandi

  yang telah menghibur penulis.

     Semoga segala bantuan yang telah diberikan bernilai ibadah

disisiNya. Akhirnya dengan penuh kerendahan hati penulis

menyadari bahwa baik materi maupun tata cara penlisan tesis ini

terdapat kekurangan, oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya

membantund ari segenap pembaca sangat penulis hargai.
                                                                         9




                               ABSTRAK




 MUHAMMAD ARDI. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja
Keuangan PT. Berdikari United Livestock (dibimbing oleh A. Rachman Laba
                           dan Yansor Djaya)

       Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui apakah Faktor-faktor
Jumlah aktiva tetap, hutang jangka panjang, dan Equity secara bersama-
sama berpengaruh terhadap kinerja keuangan-Rentabilitas PT. Berdikari
United Livestock, (2) Untuk mengetahui apakah Faktor-faktor Jumlah aktiva,
hutang jangka panjang, dan Equity secara parsial berpengaruh terhadap
kinerja keuangan-Rentabilitas PT. Berdikari United Livestock.

      Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bila Kecamatan Pituriase
Kabupaten Sidrap. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif
dengan menggunakan data sekunder berupa Laporan Keuangan PT.
Berdikari United Livestock tahun 2000-2004. data dianalisis dengan
menggunakan analisis pendahuluan berdasarkan SK Menteri BUMN No.
Kep-100/MBU/2002, selanjutnya dilakukan analisis statistik dengan
menggunakan regresi berganda (Multiple regression).

      Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan SK No. Kep-
100/MBU/2002 skor kinerja rata-rata selama lima tahun adalah 56.3 (80.43%)
dari skor standar BUMN. Faktor jumlah aktiva tetap, hutang jangka panjang,
dan Equity secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang cukup berarti
terhadap kinerja keuangan-profitabilitas PT. Berdikari United Livestock
ditunjukkan dengan nilai sig 0.019  = 0.05. Secara parsial faktor jumlah
aktiva tetap mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja keuangan-
profitabilitas ditunjukkan dengan nilai sig. 0.019, sedangkan hutang jangka
panjang dan equity menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan, ditunjukkan
dengan nilai sig 0.807 dan 0.269  = 0.05.
                                                                            10




                                 ABSTRACT



MUHAMMAD ARDI. Analysis Factors Affecting The Financial Performances
at Berdikari United Livestock Corporation. ( Supervised by A. Rakhaman
Laba and Yansor Djaya).

     The purposes of this reseach are : (1) to determine whether or not the
amount of fixed assets, long term debt and equity in simultaneusly would
affect the financial performances at Berdikari Livestock Limited; (2) to
determine whether or not the amount of fixed assets, long term debt and
equity, in partially would affect the financial performances at Berdikari
Livestock Limited.

     This reseach was undertaken at Bila Villages, Pituriase Sub Adistict,
Sidrap Regency,. Metode of analysis used is quantitative descriptive by the
use of secondary data including financial repots at Berdikari Livestock Limited
during the priod 2000-2004.

     This thesis also used the Letter of Rules arranged by the Minister of
National Owned Firms No. 100/MBU/2002, furthermore the analysis also
used multiple regression analysis.

      The results indicated that based on the letters of rules by Minister of
National Owned Firms, indicated that performances in average achieved 56,3
score (80,43%). The fixed assets, long term debt and equity, in simultateous
way, have affected the Berdikari Livestock’s Financial Performances with the
value of 0.019 for fixed assets. In partial way, the value indicated that the
fixed assets contributed 0.019, long term with the value of 0.0807 and equity
with the value of 0.0269 with  of 0.05.
                                                                                                               11




                                                 DAFTAR ISI



PRAKATA            .......................................................................................    iv

ABSTRAK            .......................................................................................    vi

ABSTRACT .......................................................................................             vii

DAFTAR ISI .......................................................................................           viii

DAFTAR TABEL .................................................................................                xi

DAFTAR GAMBAR .............................................................................                  xii

DAFTAR LAMPIRAN ..........................................................................                   xiii

BAB          I    PENDAHULUAN ............................................................                     1

                  A. Latar belakang Masalah .............................................                      1

                  B. Rumusan Masalah .....................................................                     7

                  C. Tujuan Penelitian .......................................................                 8

                  D. Kegunaan Penelitian ..................................................                    8

                  E. Batasan Penelitian .....................................................                  8

BAB         II    TINJAUAN PUSTAKA ....................................................                        9

                  A. Laporan Keuangan ....................................................                     9

                  B. Jenis Laporan Keuangan ...........................................                      10

                  C. Kinerja Keuangan ......................................................                 19

                  D. Pengukuran Kinerja PT. Berdikari United Livestock ...                                   23

                  E. Kerangka Pikir ............................................................             28

                  F. Hipotesis.....................................................................          32
                                                                                        12




            G. Devinisi Operasional Variabel ....................................      32

BAB   III   METODE PENELITIAN ..................................................       35

            A. Rancangan Penelitian ................................................   35

            B. Lokasi dan waktu penelitian .......................................     35

            C. Populasi dan Sampel .................................................   35

            D. Teknik Pengumpulan data .........................................       36

            E. Metode Analisis dan Pengujian Hipotesis ..................              36

               1. Analisis rasio keuangan berdasarkan SK Menteri

                   BUMN No. Kep-100/MBU/2002 ............................              37

               2. Analisis regresi berganda (Multiple regression) ....                 37

               3. Pengujian Hipotesis ..............................................   43

BAB   IV    HASIL PENELITIAN ......................................................    48

            A. Gambaran umum PT. Berdikari United Livestock ......                     48

               1. Sejarah Perusahaan .............................................     48

               2. Letak dan Luas Lokasi ..........................................     51

               3. Sumber daya manusia ..........................................       52

            B. Profil PT. Berdikari United Livestock .........................         44

            C. Visi & Misi PT. Berdikari United Livestock..................            55

            D. Struktur organisasi dan wewenang ............................           55

               a. Tugas dan wewenang ...........................................       57

               b. Proses pengadaan sapi potong ............................            63

               c. Sistem penggemukan sapi ....................................         67
                                                                                                      13




                    d. Proses pengadaan dan pengolahan pakan kon-

                    e. Sentrat ..................................................................    70

                    f. Pengelolaan ternak sapi .......................................               73

BAB        V     ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN ....                                       76

                    A. Analisis Penilaian Kinerja Keuangan berdasar-

                         SK. Menteri BUMN RI No. Kep-100/MBU/2002 ....                               77

                    B. Analisis dan pengujian Hipotesis ..........................                   88

                         1. Asumsi klasik model regresi linier ..................                    88

                         2. Hasil pengujian terhadap variabel yang ber-

                              Pengaruh terhadap Kinerja Keuangan ............                        92

                         3. Pengujian terhadap Hipotesis Penelitian ........                         94

                    C. Pembahasan Hasil Penelitian ...............................                   96

BAB       VI        KESIMPULAN DAN SARAN ......................................                     101

                    A. Kesimpulan ............................................................      101

                    B. Saran-saran ...........................................................      102

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................         104

LAMPIRAN-LAMPIRAN
                                                                        14




                            DAFTAR TABEL



Nomor                                                              Halaman

1.   Perkembangan Kinerja Keuangan PT. Berdikari United
            Livestock Periode 2000 – 2004 (dalam Jutaan rupiah)         6

2.   Indikator Penilaian Kinerja Keuangan BUMM Non-Infrastruktur        37

3.   Taksiran Luas Pddock dan Feedlot Bila River Ranch                  51

4.   Tenaga kerja menurut jabatan pada PT. Berdikari United
            Livestock                                                   52

5.   Tenaga kerja menurut tingkat pendidikan pada PT. Berdikari
            United Livestock                                            53

6.   Tenaga kerja menurut status pada PT. United Livestock              53

7.   Jenis bahan pakan konsentrat, sumber pengadaan, harga per-
             kilogram yang digunakan pada PT. Berdikari United
             Livestock                                                  71

8.   Komposisi bahan pakan konsentrat ternak sapi starter dan grow-
           ser dengan sistem feedlot                                    73

9.   Hasil penilaian kinerja keuangan PT. Berdikari United Livestock
             tahun 2000-2004                                           78

10. Bobot kinerja keunagan PT. Berdikari United Livestock tahun
            2000-2004                                                   86

11. Matriks korelasi antar variabel bebas pada model penelitian         89

12. Pengaruh variabel X secara bersama-sama dan parsial terhadap
           variabel Y                                                   93

13. Pengujian Hipotesis pengaruh variabel X terhadap variabel Y         94
                                                                               15




                                      BAB I

                                  PENDAHULUAN


                            A. Latar belakang Masalah



       Indonesia sebagai salah satu negara sedang berkembang dituntut untuk

senantiasa meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakatnya melalui

pembinaan      pilar    ekonomi    yang    dianggap     mampu     menopang   dan

meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara adil dan merata. Selain

Koperasi, Swasta, maka salah satu pilar ekonomi yang dianggap mampu

untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia adalah Badan

Usaha Milik Negara (BUMN). Akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa

setelah bangsa ini dilanda krisis moneter pada akhir tahun 1997

menyebabkan            perekonomian       masyarakat      Indonesia     mengalami

keterpurukan. Berbagai bidang usaha yang dengan susah payah dibangun

oleh    pemetintah       selama    bertahun-tahun      satu   persatu   mengalami

kebangkrutan dan bahkan tidak cukup hanya sampai disitu para karyawan

pun menuai dampak lebih parah dengan PHK secara besar-besaran. Dalam

kondisi yang semakin terpuruk tersebut, pemerintah melalui Badan Usaha

Milik Negara (BUMN) melakukan pembenahan, meski belum menunjukkan

hasil yang cukup menggembirakan, akan tetapi Badan Usaha Milik Negara

merupakan salah satu pelaku ekonomi yang diangap mampu dan dapat
                                                                       16




diandalkan untuk menjadi lokomitif ekonomi Indonesia dalam kompetisi

ekonomi Nasional maupun Internasional. Dalam upaya perbaikan ekonomi

pasca krisis tersebut, pemerintah pun melakukan kegiatan restrukturisasi

yang dilakukan dengan memasukkan - swasta beserta seluruh jaminan

kreditnya menjadi milik pemerintah, sehingga dengan demikian 80% aset

produktif bangsa Indonesia berada dalam manajemen BUMN (Tanri Abeng,

2000).

      Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pelaku ekonomi terbesar

di Indonesia diharapkan untuk mampu terus tumbuh dan berkembang agar

mampu melakukan kompetisi di era yang semakin terbuka. Menurut Sofyan

Jalil (1999) total asset BUMN sampai akhir 1997 mencapai Rp. 461 triliyun.

Dengan aset yang begitu besar dan bergerak pada dua jenis BUMN yakni

BUMN Infra struktur dan Non Infrastruktur hampir semua bidang ekonomi

seperti : Industri dan perdagangan, Kawasan Industri dan Jasa Konstruksi,

dan Konsultasi, Perhubungan telekomunikasi dan Pariwisata, pertanian dan

perkebunan, pelayanan umum, dan lain-lain. Sehingga dengan demikian

kinerja BUMN dianggap sangat berpengaruh terhadap kinerja perekonomian

Indonesia pada umumnya.

    Pada Akhir tahun 1997 bila ditinjau secara parsial, maka kinerja

beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunjukkan kondisi yang

menggembirakan, akan tetapi secara umum kinerja Badan Usaha Milik

Negara (BUMN) masih menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Hal ini
                                                                        17




ditunjukkan dengan total asset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akhir

tahun 1997 senilai empat ratus enam puluh satu ( Rp. 461 trilliun ), ROA

sebesar 2,25% dari total aset, ROI sebesar 3,55% dari total aset yang

tergolong produktif Rp. 333,9 triliyun, serta ROE sebesar 9,56% dari total

equity sebesar Rp. 123,4 triliyun (Tanri Abeng 2000). Return tersebut

menunjukkan nilai yang jauh dibawah opportunity cost of capital.

     Fenomena tersebut di atas mendorong pemerintah melakukan reformasi

terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara besar-besaran, dengan

perubahan dari dominasi peran pemerintah ke peran pasar. Meskipun

demikian, dalam prakteknya birokrasi pemerintah enggan melepas kontrol.

Meskipun demikian PT. Berdikari United Livestock sebagai salah satu anak

perusahaan PT. Berdikari diharapkan untuk dapat memberi kontribusi

terhadap keuangan negara melalui peningkatan kinerja yang dimiliki dari

berbagai aspek, baik aspek keuangan, operasional, mapun administrasi.

      Salah satu penelitian yang berhubungan dengan Kinerja PT. Berdikari

United Livestock sebelumnya telah dilakukan oleh Syamsul Bachri Razak

(2002) sebagai berikut :

         “Evaluasi Kinerja PT. Berdikari United Livestock Parepare
        (Penerapan SK Menkeu RI No. 198/KMK.016/1998)”
        Berdasarkan Hipotesis yang telah disusun dan diuji maka
        disimpulkan sbb:
        1) Sesuai SK Menteri Keuangan RI No.198/KMK.016/1998, kinerja
            PT. Berdikari United Livestock (Persero) sebesar 76,75 atau
            berada pada tingkat kesehatan “Sehat” dengan predikat “A”.
            Pencapaian tingkat kesehatan ini berasal dari aspek keuangan,
            Operasional dan Administrasi masing-masing 52,75,15,0 dan 9,0
                                                                           18




           dari sumbangsih optimal setiap aspek tersebut masing-masing
           70,15 dan 15.
        2) Bobot penilaian kinerja PT. Berdikari United Livestock, atas aspek
           keuangan sebesar 52,75 dari total bobot sebesar 70. ini berarti
           bahwa kinerja aspek keuangan hanya mampu mencapai 75,36%
           dari nilai total. Rendahnya nilai kinerja ini disebabkan karena ada
           4 elemen penilaian yang berada dibawah nilai optimal yaitu ROI
           dengan bobot 7,5% (50%), perputaran persediaan dengan bobot
           0 (0%), perputaran total aset dengan bobot 3 (60%) dan rasio
           modal sendiri dengan bobot 7,25 (73%). Sedangkan 4 elemen
           penilaian lain mampu mencapai nilai optimal 100% yaitu ROE,
           Rasio Lancar, Rasio Kas dan Perputaran Piutang..


    Penelitian yang dilakukan oleh Syamsul Bachri Razak tersebut di atas

berdasarkan pada data perusahaan tahun 1999-2000 dengan penilaian

kinerja berdasarkan SK Menkeu RI No. 198/KMK.016/1998, dengan tujuan

untuk mengetahui Tingkat Kesehatan dan Predikat yang diperoleh PT.

Berdikari United Livestock tahun 1999-2000. Berdasarkan pada penelitian

tersebut maka penulis akan melakukan pengembangan penelitian dengan

menggunakan PT. Berdikari United Livestock sebagai Subjek Penelitian

dengan melakukan penilaian kinerja keuangan berdasarkan SK Mentri BUMN

No.100/MBU/2002 dan selanjutnya melakukan analisis faktor-faktor yang

mempengaruhi kinerja keuangan PT. Berdikari United Livestock

    Berikut ini perkembangan kinerja keuangan PT. Berdikari United

Livestock selama tahun 2000-2004 sebagai berikut:
                                                                            19




Tabel 1. Perkembangan Kinerja Keuangan PT. Berdikari United Livestock
           Periode 2000 – 2004 (dalam Jutaan rupiah)
                                            Tahun
       Uraian
                      2000        2001      2002     2003    2004
Pendapatan              4.447      5.063      7.764   9.258     7.399
HPP Usaha               2.812      2.983      5.001   5.987     4.985
Laba Kotor              1.635      2.080      2.763   3.271     2.414
Biaya Usaha             1.243      1.282      1.534   2.483     2.306
Laba Usaha                392        798      1.229     787       108
Pend & Biaya Lainnya       34        (39)        75     (43)      294
Laba sebelum Pajak        426        759      1.304     744       402
Aktiva                  6.861      7.285      8.410  10.918    11.210
Hutang                  4.494      4.529      5.053   7.503     7.505
Equitas                 2.367      2.756      3.357   3.416     3.705
ROE (%)                 15,78      25,88      38,01   18,46      8,75
ROI (%)                  9,67      14,63      18,33   10,71      5,59
Sumber : PT. Berdikari United Liverstock



     Memperhatikan tabel tersebut diatas, nampak secara keseluruhan

selama kurun waktu 2000-2004 beberapa indikator menunjukkan kinerja yang

baik, akan tetapi tahun 2002-2004 terdapat kecendrungan penurunan kinerja

keuangan dari aspek Profitabilitas/rentabilitas, hal ini ditunjukkan bahwa pada

tahun 2002 ROE 38,01, tahun 2003 menjadi 18,46, dan secara signifikan

tahun 2004 turun menjadi 8,75. Adanya kecenderungan penurunan kinerja

keuangan, terutama terjadinya penurunan laba selama kurun waktu 5 tahun

hal ini terlihat terutama pada tahun 2002-2004, tentunya disebabkan oleh

berbagai   faktor   baik   faktor   internal   perusahaan,   maupun   eksternal

perusahaan. Eksistensi perusahaan di tengah masyarakat , termasuk PT.

Berdikari United Livestock sejalan dengan sukses tidaknya perusahaan
                                                                              20




tersebut dalam mengelola operasi perusahaan ditunjukkan dengan indikator

keberhasilan dan sumbangan maksimum yang diberikan oleh perusahaan

dalam meningkatkan kesejahtraan masyarakat umumnya dan karyawan serta

pemilik perusahaan pada khusnya. Hal ini menunjukkan bahwa               sukses

perusahaan dapat diukur dari suksesnya memproduksi barang dan jasa

sehingga barang dan jasa yang diproduksi pada akhirnya akan dapat

meningkatkan hasil operasi perusahaan tersebut. Terdapat banyak kriteria

yang dapat digunakan sebagai variabel penilaian hasil operasi perusahaan

diantaranya perobahan volume dan omzet penjualan, tingkat laba kotor, laba

bersih. Akan tetapi kriteria tersebut tidak tidak terlepas dari besarnya kecilnya

jumlah     investasi   dan   sumber     permodalan   yang    digunakan     untuk

merealisasikan laba tersebut. Menurut Harnanto (1991:302), bahwa struktur

permodalan perusahaan berbeda disebabkan oleh perbedaan karakteristik di

antara tiap-tiap sumber/jenis permodalan tersebut. Perbedaan kareakteristik

di antara tiap-tiap jenis/sumber permodalan itu, secara umum mempunyai

akibat atau pengaruh pada dua aspek penting di dalam kehidupan setiap

perusahaan, yaitu : 1) terhadap kemampuannya untuk menghasilkan laba,

dan   2)    terhadap   keampuan       perusahaan   untuk    membayar     kembali

hutang/kewajiban-kewajiban jangka panjangnnya. Hal ini berarti bahwa

jumlah komposisi aktiva, dan sumber permodalan yang digunakan (Modal

sendiri dan Hutang Jangka Panjang) merupakan beberapa faktor yang dapat
                                                                           21




mempengaruhi prestasi perusahaan yang salah satu indikatornya adalah

perolehan pendapataan/Laba.

     Berbagai fenomena tersebut di atas menjadi dasar pemikiran bagi

penulis untuk melakukan suatu penelitian dengan judul “Analisis Faktor-

Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan PT. Berdikari United

Livestock.”




                            B. Rumusan Masalah

     Berdasarkan pada uraian-uraian dalam latar belakang di atas, maka

masalah pokok yang diidentifikasi dalam penelitian ini adalah :

   1.   Apakah Faktor-faktor Jumlah aktiva, hutang jangka panjang, dan

        Equity   secara    bersama-sama      berpengaruh    terhadap   kinerja

        keuangan-Rentabilitas PT. Berdikari United Livestock ?.

   2. Apakah Faktor-faktor Jumlah aktiva, hutang jangka panjang, dan

        Equity secara parsial berpengaruh terhadap kinerja keuangan-

        Rentabilitas PT. Berdikari United Livestock ?.
                                                                              22




                              C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk

mengetahui/mengkaji :

1. Faktor-faktor Jumlah aktiva, hutang jangka panjang, dan Equity secara

   bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja keuangan-Rentabilitas PT.

   Berdikari United Livestock.

2. Faktor-faktor Jumlah aktiva, hutang jangka panjang, dan Equity secara

   parsial berpengaruh terhadap kinerja keuangan-Rentabilitas PT. Berdikari

   United Livestock.



                            D. Kegunaan Penelitian

1. Sebagai masukan bagi manajemen PT. Berdikari United Livestock dalam

   pengelolaan usaha dan pengambilan kebijakan, terutama terkait dengan

   kebijakan investasi, kebijakan pembiayaan, dan kebijakan deviden.

2. sebagai rujukan bagi peneliti lain dengan kajian yang sama untuk
   melakukan pengembangan penelitian.


                             E. Batasan Penelitian

       Mengingat luasnya lingkup permasalahan terkait dengan faktor yang

mempengaruhi Kinerja Keuangan PT. Berdikari United Livestock, maka

dalam penelitian ini dibatasi pada analisis faktor-faktor yang mempengaruhi

kinerja keuangan dari sisi Profitabilitas/Rentabilitas periode 2000 – 2004.
                                                                             23




                                    BAB II

                            TINJAUAN PUSTAKA


                             A. Laporan Keuangan

     Dalam Prinsip-prinsip Akuntansi Indonesia (Ikatan Akuntaan Indonesia,

1974) dikatakan bahwa laporan keuangan ialah neraca dan perhitungan rugi

laba serta segala keterangan-keterangan yang dimuat dalam lampiran-

lampirannya antara lain laporan sumber dan penggunaan dana-dana,

sedangkan menurut Zaki Baridwan (1995:4) mengemukakan bahwa laporan

keuangan adalah merupakan suatu hasil akhir dari pencatatan, yang

merupakan suatu rangkaian dari transaksi keuangan yang terjadi selama

tahun buku perusahaan yang bersangkutan. Selanjutnya

     Berdasarkan defenisi tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa

laporan keungan perusahaan merupakan output dari sebuah proses sistem

informasi yang berasal dari kejadian-kejadian ekonomi yang meliputi

Revenue cycle, expense cycle, financial cycle yang dicatat/diinput dan

diproses sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Hal ini

dipertegas lagi oleh Scott (1986:67) melalui gambaran proses sistem

informasi yang meliputi ; Input, Processing, dan Output/laporan. Hal ini

dipertegas lagi oleh Michael A. Diamond (1993:22) sebagai berikut :

     “Financial Statements are the principal product of the accounting
     information system, communicating to inteeerest userts information on a
     firm’s financial position, its liquidity and profitability, and significant
     changes in its resources and obligations.”
                                                                            24




     Pendapat tersebut menunjukkan bahwa laporan keuangan merupakan

hasil dari sebuah sistem informasi akuntansi, sebagai media komunikasi bagi

pemakai informasi untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan baik dari

sisi likuiditas maupun profitabilitasnya, serta perubahan yang signifikan

terhadap sumber daya yang dimiliki.

     Laporan keuangan dipersiapkan atau dibuat dengan maksud untuk

memberikan gambaran atau laporan kemajuan (Progress Report) secara

periodik yang dilakukan pihak manajemen yang bersangkutan. Jadi laporan

keuangan adalah bersifat historis serta menyeluruh dan sebagai suatu

progress report laporan keuangan terdiri dari data-data yang merupakan hasil

dari suatu kombinasi antara : fakta yang telah dicatat (recorded fact), prinsip

dan kebiasaan-kebiasaan di dalam akuntansi (accounting converntion and

postulate), pendapat pribadi (personal judgement).



                         B. Jenis Laporan Keuangan

     Jenis laporan keuangan utama dan pendukung laporan keuangan terdiri
atas :
1. Daftar Neraca yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada

   suatu tanggal tertentu.

2. perhitungan Laba/Rugi yang menggambarkan jumlah hasil, Biaya dan

   Laba/Rugi perusahaan pada suatu periode tertentu.

3. Laporan Sumber dan Penggunaan dana. Di sini dimuat sumber dan

   pengeluaran perusahaan selama satu periode
                                                                          25




4. Laporan Arus Kas. Disini digambarkan sumber dan penggunaan kas

   dalam suatu periode.

5. Laproan harga pokok produksi yang menggambarkan berapa dan unsur

   apa yang diperhitungkan dalam harga pokok produksi usatu barang.

6. Laporan Laba Ditahan, menjelaskan posisi laba ditahan yang tidak

   dibagikan kepada pemilik saham.

7. Laporan Perubahan modal, menjelaskan perubahan posisi modal baik

   saham dalam Perseroan Terbatas atau Modal dalam perusahaan

   perseroan.

     Dari beberapa janis laporan keuangan tersebut di atas, akan diuraikan

sebagai berikut :

a) Laporan Neraca (Posisi Keuangan)

     Laporan neraca atau daftar neraca disebut juga laporan posisi keuangan

perusahaan. Laporan ini menggambarkan posisi aktiva, kewajiban, dan

modal pada saat tertentu. Laporan ini bisa disusun setiap saaat dan

merupakan opname situasi posisi keuangan pada saat itu. Isi/komponen

laporan neraca terdiri atas:

1. Harta,Aktiva (Asset)

     Asset adalah harta yang dimiliki perusahaan yang berperan dalam

operasi perusahaan misalnya kas, persediaan, aktiva tetap, aktiva yang tak

terwujud, dan lain-lain. Pengertian asset ini dikemukakan oleh berbagai pihak

sebagai berikut :
                                                                          26




     Menurut Accounting Principal Board (APB) Statement (1970:132)

dikemukakan bahwa :

     “kekayaan ekonomi perusahaan, termasuk didalamnya pembebanan
     yang ditunda, yang dinilai dan diakui sesuai prinsip akuntansi yang
     berlaku.”

     Selanjutnya Financial Accounting Standard Board (FASB) (1985)

memberikan definisi sebagai berikut :


     “asset adalah kemungkinan keuntungan ekonomi yang diperoleh atau
     dikuasai di masa yang akan datang oleh lembaga tertentu sebagai
     akibat transaksi atau kejadian yang lalu.”

     Berdasarkan definisi tersebut di atas maka dapat dikatakan bahwa

sesuatu dianggap sebagai asset jika di masa yang akan datang dapat

diharapkan memberikan net cash inflow yang positif kepada perusahaan.

     Selanjutnya klasifikasi aktiva yang dimiliki perusahaan terdiri dari

berbagai macam. Secara umum klasifikasi aktiva tetap terdiri atas : 1) aktiva

tetap berwujud (Fixed Asset), dan 2) aktiva tetap tidak berwujud (Intangible

Assets).   Aktiva tetap berwujud meliputi semua barang yang dimiliki

perusahaan dengan tujuan untuk dipakai secara aktif dalam operasi

perusahaan, dan mempunyai masa kegunaan relatif permanen. Aktiva tetap

berwujud yang mempunyai masa kegunaan yang terbatas harus didepresiasi

selama masa kegunaannya, dan disajikan dalam neraca sebesar nilai

bukunya (harga perolehan dikurangi dengan akumulasi depresiasinya). Yang

termaduk dalam golongan aktiva ini adalah bangunan, mesin dan alat-alat
                                                                           27




pabrik, mebel dan alat-alat kantor kendaraan dan alat-alat transport, alat

kerja bengkel,   aktiva sumber alam. Sedang aktiva tetap berwujud yang

mempunyai masa kegunaan tidak terbatas, disajikan di dalam neraca

sebesar harga perolehan. Sedangkan aktiva tetap tidak berwujud meliputi

hak-hak preferensi ( istimewa ) yang dijamin oleh undang-undang, kontrak,

perjanjian-perjanjian dan mempunyai masa manfaat dalam waktu relatif

permanen.

     Selanjutnya menurut Harnanto (1991:357), bagi manajemen operating

investment (assets), meliputi seluruh mesin dan alat-alat pabrik dan lain-lain

equipmen serta modal kerja yang ditempatkan untuk dikelola atau

dioperasikan dalam usaha perusahaan untuk menghasilkan laba.

     Berdasarkan pengertian di atas menunjukkan bahwa pada sudut

pandang operasional investasi, aktiva tetap adalah merupakan salah satu

unsur penting yang perlu menjadi fokus perhatian bagi perusahaan dalam

kegiatan    operasionalnya    dalam     kaitannya    dengan     menghasilkan

pendapatan/laba.   Disamping itu untuk untuk tujuan pemeliharaan kondisi

aktiva tetap baik berwujud maupun tidak berwujud tetap dalam kondisi

produktif bagi perusahaan diperlukan adanya depresiasi dan amortisasi

sebagai proses alokasi harga perolehan aktiva tetap tersebut.
                                                                         28




2. Kewajiban/utang (Liabilities)

     Menurut definisi yang diberikan oleh APB bahwa :

     “kewajiban ekonomis dari suatu perusahaan yang diakui dan dinilai
     seusuai prinsip akuntansi. Kewajiban disini termasuk juga saldo kredit
     yang ditunda yang bukan merupakan utang atau kewajiban.”


     Berdasarkan definisi di atas, maka kewajiban           ekonomis bagi

perusahaan adalah diartikan sebagai penyerahan harta atau jasa di masa

yang akan datang. Selanjutnya FASB memberikan definisi kewajiban sebagai

berikut :

     “….kemungkinan pengorbanan kekayaan ekonomis di masa yang akan
     datang yang timbul akibat kewajiban perusahaan sekarang untuk
     memberikan harta atau memberikan jasa kepada pihak lain di masa
     yang akan datang sebagai akibat suatu transaksi atau kejadian yang
     sudah terjadi.”

     Definisi tersebut di atas menunjukkan bahwa kewajiban memiliki 3 sifat

utama yaitu ; (1) kewajiban itu benar ada, (2) kewajiban itu tidak dapat

dihindarkan, (3) kewajiban yang mewajibkan perusahaan telah terjadi.

     Kewajiban jika dikategorikan sesuai dengan jangka waktunya, maka

terdapat kewajiban jangka pendek (Current liabilities) dan kewajiban jangka

panjang (long-term liabilities). Menurut Harnanto (1991:59), hutang jangka

panjang adalah semua hutang yang jatuh tempo pembayarannya melampaui

batas waktu satu tahun sejak tanggal neraca atau pembayarannya tidak akan

dilakukan dalam periode siklus operasi perusahaan, tetapi lebih panjang dari
                                                                        29




batas waktu tersebut. Hutang obligasi, hutang hipoteik, hutang bank (kredit

investasi) merupakan contoh-contoh dari hutang jangka panjang.

    Dalam kegiatan operasi perusahaan, hutang jangka panjang merupakan

salah satu sumber permodalan yang mengandung resiko, karena memiliki

komitmen untuk melakukan pembayaran sesuai jumlah yang disepakati,

meski perusahaan dalam keadaan rugi sekalipun, sehingga hutang dapat

saja menanggung resiko melebihi jumlah modal sendiri. Hal ini dipertegas

oleh Harnanto (1991:304) bahwa semakin besar proporsi hutang di dalam

struktur permodalan perusahaan, akan semakin besar pula kemungkinan

terjadinya ketidak mampuan untuk membayar kembali hutang beserta

bunganya pada tanggal jatuh temponya. Pernyataan tersebut berarti bahwa

bagi para kreditur bahwa kemungkinan turut sertanya dana yang mereka

tanamkan di dalam perusahaan, untuk dipertaruhkan pada resiko kerugian

juga semakin besar. Sedangkan bagi para pemilik khususnya pemegang

saham biasa, adaaanya hutang di dalam perusahaan merupakan pula suatu

resiko tersendiri terhadap kemungkinan rugi yang dihadapi dari dana yang

mereka tanamkan. Tetapi resiko itu juga diimbangi adanya harapan untuk

mendapatkan tingkat keuntungan yang lebih tinggi (rentabilitas) sebagai

akibat penggunaan modal asing. Akan tetapi perlu diingat bahwa proporsi

hutang/modal asing yang berlebihan akan berakibat pada fleksibilitas

manajemen untuk beralih pada aktivitas yang profitable akan tertutup dan

menghadapi banyak hambatan/tintangan.
                                                                           30




3. Modal Pemilik (Owner’s Equity)

     Equity adalah suatu hak yang tersisa atas aktiva suatu lembaga (entity)

setelah dikurangi kewajibannya. Kategori modal bagi setiap perusahaan

dapat berbeda yaitu pada perusahaan perseorangan nilai modal ini

merupakan modal pemiliknya sendiri. Sedangkan dalam perusahaan

perseroan terdiri dari modal setor dan modal dari pendapatan (retained

Earnings).

b) Laporan Laba rugi (Profit & Loss)

     Committee on Terminology memberikan definisi laba sebagai jumlah

yang berasal dari pengurangan harga pokok produksi, biaya lain, dan

kerugian dari penghasilan atau penghasilan operasi. Sedangkan menurut

APB Statement mengartikan laba rugi sebagai kelebihan/defisit penghasilan

di atas biaya selama suatu periode akuntansi.

     Dari definisi tersebut di atas, maka laba rugi merupakan selisih positif

atau selisih negatif yang diperoleh dari operasi dan non-operasional

perusahaan      terhadap    biaya   dalam   satu   periode   akuntansi   yang

menyebabkan perubahan dalam posisi equity (net asset) perusahaan. Hal ini

dipertegas lagi oleh FASB Statement dengan mendefinisikan Accounting

Income atau Laba akuntansi sebagai perubahan dalam equity (net asset) dari

suatu entity selama suatu periode tertentu yang diakibatkan oleh transaksi

dan kejadian atau peristiwa yang berasal dari bukan pemilik. Isi/komponen

laporan laba rugi terdiri atas :
                                                                        31




1. Pendapatan/hasil (Revenue)

       Pendapatan/hasil (revenue) merupakan hasil penjualan/penyerahan jasa

oleh perusahaan kepada langganan atau penerima jasa. Menurut Harahap

(2002:114) mengemukakan bahwa :

       “suatu penghasilan akan diakui sebagai pendapatan pada periode
       kapan kegiatan utama yang perlu untuk menciptakan dan menjual
       barang dan jasa itu telah selesai.”


       Definisi tersebut memberi penekanan pengakuan pendapatan dari sisi

waktu. Ditinjau dari sisi waktu maka pengakuan pendapatan tersebut dapat

digunakan alternatif ; (1) selama produksi, (2) pada saat proses produksi

selesai, (3) pada saat penjualan/penyerahan jasa, (4) pada saat penagihan

Kas.

2. Biaya (Expense)

       Menurut APB mendefinisikan sebagai penurunan gross dalam asset

atau kenaikan gross dalam kewajiban yang diakui dan dinilai menurut prinsip

akuntansi yang diterima yang berasal dari kegiatan mencari laba yang

dilakukan perusahaan. Sedangkan menurut FASB mendefinisikan expense

sebagai arus keluar aktiva, penggunaan aktiva atau muculnya kewajiban atau

kombinasi keduanya selama suatu periode yang disebabkan oleh pengiriman

barang, pembuatan barang, pembebanan jasa, atau pelaksanaan kegiatan

lainnya yang merupakan kegiatan utama perusahaan.
                                                                             32




     Penggolongan biaya terdiri atas ; (biaya yang dihubungkan dengan

penghasilan pada periode itu, (2) biaya yang dihubungkan dengan periode

tertentu yang tidak dikaitkan dengan penghasilan, (3) biaya yang akrena

alasan praktis tidak dapat dikaitkan dengan periode manapun.

3. Laba rugi Insidentil (Insidentil Gains & Insidentil Loses)

     Menurut FASB Gains adalah naiknya nilai Equity dari transaksi yang

sifatnya insidentil dan bukan kegiatan utama entity dan dari transaksi atau

kejadian lainnya yang mempengaruhi entity selam satu periode tertentu

kecuali yang berasal dari hasil atau investasi dari pemilik. Sedangkan Loses

adalah turunnya equity dari transaksi yang sifatnya insidentil dan bukan

kegiatan utama entity dan dari seluruh transaksi kejadian lainnya yang

mempengaruhi entity selama periode tertentu kecuali yang berasal dari biaya

atau pemberian kepada pemilik (prive).

4. Pos Luar Biasa (Extraordinary item)

     Pos luar biasa merupakan kejadian atau transaksi yang mempengaruhi

secara materiil yang tidak diperkirakan terjadi berulang kali dan tidak

dianggap merupakan hal yang berulang dalam proses operasiyang biasa dari

sautu perusahaan. Menurut PAI kriteria Pos luar biasa ini adalah : (1) bersifat

tidak normal (tidak biasa), artinya memiliki tingkat abnormalitas yang tingi dan

tidak berhubungan dengan aktivitas perusahaan sehari-hari, (2) tidak sering

terjadi, atau tidak diharapkan akan terjadi di masa yang akan datang..
                                                                          33




       Pelaporan pos luar biasa ini harus dipisahkan dari hasil usaha sehari-

hari dan ditunjukkan secara terpisah dalam perhitungan laba rugi disertai

pengungkapan mengenai sifat dan jumlahnya.

       Selanjutnya menurut Michael A. Diamond (1993:23) bahwa :

       “…The four main financial statement are the balance sheet, the income
       stattement, the retained earnings statement, and the statement of cash
       flows.”

       Definisi tersebut di atas menunjukkan bahwa diantara berbagai laporan
keuangan yang biasanya disajikan oleh perusahaan, maka ada empat
diantaranya merupakan laporan keuangan utama yang lazim digunakan yaitu
: laporan neraraca, laporan laba-rugi, laporan laba ditahan, dan laporan arus
kas.
                              C. Kinerja Keuangan

       Kinerja perusahaan pada dasarnya terdapat dua perspektif utama yaitu

perspektif keuangan dan non-keuangan, akan tetapi sehubungan dengan

topik yang telah dikemukakan penulis pada latar belakang masalah, maka

akan difokuskan pada kinerja perusahaan ditinjau dari perspektif keuangan.

Istilah kinerja keuangan ini telah banyak dikenal oleh masyarakat pelaku

ekonomi. Kinerja keuangan merupakan tingkat prestasi (performance) yang

dicapai oleh perusahaan, sebagaimana yang terdapat dalam Kamus Besar

Bahasa Indonesia, kinerja memiliki beberapa pengertian; (a) sesuatu yang

dicapai; (b) prestasi yang dihasilkan; (c) kemampuan kerja. Sedangkan

menurut Prawisentono (1999) mengemukakan bahwa:
                                                                           34




     “kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau
     sekolompok orang dalam sautu organisasi, sesuai dengan
     tanggungjawab masing-masing, dalam rangka untuk mencapai tujuan
     organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan
     sesuai dengan moral dan etika.”


     Pengertian tesebut diatas menujukkan bahwa kinerja perusahaan bukan

hanya dapat dilihat dari sisi hasil kerja yang dicapai, akan tetapi kesesuaian

akan tangungjawab, norma-norma, serta peraturan-peraturan yang telah

ditetapkan dalam lingkup internal (perusahaan) maupun yang ditetapkan oleh

lingkungan     eksternal   perusahaan    (pemerintah).   Kinerja   perusahaan

(copoerate performance) sangat ditentukan oleh seluruh komponen yang

terkait terutama karyawan sebagai salah satu unsur sumber daya yang

dimiliki perusahaan. Ini berarti bahwa kinerja yang baik yang ditunjukkan oleh

para karyawan merupakan indikator penting pada kinerja perusahaan secara

keseluruhan.

     Disamping aspek penting yang dikemukakan di atas, berikut ini

dipertegas oleh Mulyadi (2001) bahwa :

     “kinerja perusahaan adalah penciptaan kekayaan dalam jumlah
     memadai.”

     Akan tetapi penciptaan kekayaan dalam jumlah yang memadai tidak

cukup untuk menciptakan kinerja organisasi perusahaan apalagi dalam

kondisi usaha yang semakin kompetitif. Hal lain yang harus dilakukan oleh

perusahaan adalah pencapaian kinerja organisasi perusahaan melalui

pelipatgandaan kekayaan perusahaan dengan cara peletakan leverage
                                                                               35




kepada sumber daya manusia guna membangun keunggulan kompetitif

melalui peningkatan human capital, manajer berperan dalam menjadikan

produktif pengetahuan (knowledge) yang dikuasai oleh karyawan. Jadi

kemampuan organsiasi perusahaan dalam mengelola intangible asset akan

menjadikan perusahaan menjadi lebih sukses. Intangigle asset yang

dimaksud     mencakup      pengembangan        hubungan       dengan   pelanggan,

pengenalan produk baru, kemampuan menghasilkan produk jasa dengan

kualitas tinggi dengan biaya yang minimal, kemampuan meningkatkan skils

dan pemberian motivasi kepada karyawan, serta pengembangan teknologi

informasi.

     Penilaian kinerja perusahaan seperti yang dikemukakan pada uraian

tersebut diatas merupakan penilaian kinerja berdasarkan aspek keuangan

dan non-keuangan yang dikenal dengan istilah balanced scorecard.

Meskipun penilaian kinerja dapat dilakukan dari kedua aspek tersebut

(Keuangan dan non-keuangan) akan tetapi dalam penelitian ini difokuskan

pada kinerja perusahaan PT. Berdikari United Livestock ditinjau dari aspek

keuangan, dengan sasaran umum penilaian kinerja difokuskan kepada

likuiditas, rentabilitas, solvabilitas dan aktivitas usaha.

     Sehubungan dengan sasaran pencapaian kinerja keuangan perusahaan

tersebut di atas, menurut Kaplan dan Norton (1996:48) bahwa :

     “Financial objectives can differ considerably at each stage of a busines’s
     life cycle. Bussines strategy theory suggest different strategies that
     bussiness units can follow, ranging from aggressive market share
                                                                               36




      growth down to consilidation, exit, and liquidation, for simplification
      purpose, we identify just there stages:
      Growth
      Sustain
      Harvest,”


      Berdasarkan pada pernyataan di atas, maka dipahami bahwa

pengukuran kinerja keuangan perlu mempertimbangkan adanya tahapan

siklus kehidupan bisnis yaitu pertumbuhan (growth), bertahan (sustain), dan

memanen (harvest). Pada setiap tahapan siklus kehidupan tersebut memiliki

sasaran yang berbeda, sehingga penekanan pengukuran yang dilakukan

akan berbeda pula.

      Menurut Kaplan dan Norton (1996:48) bahwa “growth bussines are a the

early stages of their live cycle. They have products or services with the

significant grrowth potential”. Pertumbuhan (growth) sebagai tahapan awal

siklus kehidupan perusahaan yang ditunjukkan dengan adanya produk atau

jasa yang secara signifikan memiliki potensi pertumbuhan yang baik. Pada

tahapan ini, beberapa hal yang dijalankan pihak manajemen adalah

komitmen untuk mengembangkan suatu produk atau jasa baru, membangun

fasilitas   pelayanan,    menambah         kemapuan      operasi     pelayanan,

mengembangkan        sistem,   infrastruktur   dan   jaringan   distribusi,   dan

mengembangkan hubungan dengan nasabah/pelanggan.
                                                                        37




          D. Pengukuran Kinerja PT. Berdikasri United Livestock

     Kinerja keuangan merupakan suatu hal yang penting untuk diketahui

oleh berbagai pihak, baik pihak internal maupun eksternal perusahaan

terutama terkait dengan pengambilan keputusan kedua pihak tersebut. Hal ini

dipertegas oleh Van Home (1994:11) mengatakan bahwa kinerja keuangan

meliputi tiga keputusan utama yaitu Investment decision adalah keputusan

yang berhubungan dengan struktur keuangan dan struktur modal, Financial

decision yaitu kemampuan untuk menentukan struktur keuangan dan struktur

modal keuangan yang optimal, dan kekayaan para pemegang saham atau

pemilik perusahaan, deviden decision yaitu keputusan yang berhubungan

dengan pembagian keuntungan terhadap pemegang saham dan laba yang di

tahan.

     Meskipun terdapat beberapa kelemahan           pada analisa laporan

keuangan yaitu seringkali tidak mewakili hasil dan kondisi ekonomi yang

sesungguhnya, karena laporan keuangan adalah hasil pencatatan masa lalu

(history) dari business activity yang dilakukan oleh perusahaan, maka fokus

analisis akan diarahkan pada hubungan dan indikator keuangan pokok yang

memungkinkan analis dapat menilai kinerja masa lampau, sekarang, dan

melakukan proyeksi masa yang akan datang. Tentunya penekanan pada

manfaat serta keterbatasan yang dimiliki.

     Untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan melalui teknik analisa

laporan keuangan, maka terdapat banyak teknik yang dapat dipakai. Teknik
                                                                          38




ini   merupakan   cara    bagaimana   kita    melakukan   analisa.   Sebelum

mengadakan analisa terhadap suatu laporan keuangan, penganalisa harus

benar-benar memahami laporan keuangan tersebut. Penganalisa harus

dapat menggambarkan aktivitas-aktivitas perusahaan yang tercermin dalam

laporan keuangan tersebut. Dengan kata lain bahwa agar dapat menganalisa

laporan keuangan dengan hasil yang memuaskan maka perlu mengetahui

latar belakang dari data keuangan tersebut.

      Penganalisa juga harus mempunyai kemampuan atau kebijaksanaan

yang cukup di dalam mengambil suatu kesimpulan, di samping harus

memperhatikan     dan    mempertimbangkan     perubahan-perubahan     kondisi

perusahaan serta tingkat harga-harga yang terjadi. Oleh karena itu sebelum

mengadakan perhitungan-perhitungan, analisa dan interpretasi penganalisa

harus mempelajari atau mereview secara menyeluruh atau bila dipandang

perlu dapat diadakan penyusunan kembali (reconstruction) dari data-data

sesuai dengan prinsip-prinsip yang berlaku dan tujuan analisa. Setelah

mempelajari secara menyeluruh laporan keuangan, maka analisa dan

interpretasi dapat dilakukan dengan menggunakan metode dan teknik analisa

yang tepat dan disesuaikan dengan tujuan analisa.

      Analisa laporan keuangan terdiri dari penelaahan atau mempelajari

hubungan dan tendensi atau kecendrungan (trend) untuk menentukan posisi

keuangan dan hasil operasi serta perkembangan kinerja keuangan

perusahaan yang bersangkutan. Metode dan teknik analisadigunakan untuk
                                                                          39




menentukan dan mengukur hubungan antara pos-pos yang ada dalam

laporan, sehingga diketahui perubahan-perubahan dari masing-masing pos

tersebut bila diperbandingkan dengan laporan dari beberapa periode untuk

satu perusahaan tertentu.

     Tujuan yang hendak dicapai dari setiap metode dan teknik analisa

adalah untuk menyederhanakan data sehingga lebih dimengerti. Ada dua

metode analisa yang dapat digunakan yaitu analisa horisontal dan analisa

vertikal.   Analisa   horisontal   adalah   analisa   dengan    mengadakan

pembandingan laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa

saat, sehingga akan diketahui perkembangannya. Metode ini disebut metode

analisa dinamis. Sedangkan analisa vertikal yaitu apabila laporan keuangan

yang dianalisa hanya meliputi satu periode atau satu saat saja, yaitu dengan

membandingkan antara pos-pos yang satu dengan pos lainnya dalam

laporan keuangan tersebut, sehingga hanya akan diketahui keadaan

keuangan atau hasil operasi saat itu saja. Analisa seperti ini disebut metode

analisa statis.

     Analisa hubungan berbagai pos dalam suatu laporan keuangan adalah

merupakan dasar untuk dapat menginterpretasikan kondisi keuangan dan

hasil operasi suatu perusahaan. Dengan menggunakan laporan yang

diperbandingkan, termasuk data tentang perubahan-perubahan yang terjadi

dalam jumlah rupiah, prosentase serta trendnya, penganalisa menyadari
                                                                                     40




bahwa beberapa rasio secara individu membantu dalam menganalisa dan

menginterpretasikan posisi dan kinerja keuangan suatu perusahaan.

     Rasio    menggambarkan           suatu       hubungan     atau     perimbangan

(mathematical relationship) antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah lain,

dan dengan menggunakan alat analisa berupa rasio ini akan memberikan

gambaran tentang baik atau buruknya kinerja keuangan suatu perusahaan.

     Penggolongan     angka       rasio   dapat    ditinjau   dari    dua   sisi   yaitu

berdasarrkan sumber data keuangan yang merupakan unsur atau elemen

dari angka ratio tersebut dan penggolongan yang kedua adalah didasarkan

pada tujuan penganalisa. Berdasarkan sumber datanya maka angka ratio

terdiri dari; ratio-ratio neraca (balance sheet ratios) yaitu ratio yang semua

datanya diambil atau bersumber dari neraca, ratio-ratio laporan rugi-laba

(income statement ratio) yaitu angka-angka ratio yang semua datanya

diambil dari laporan rugi-laba, rasio-rasio antar laporan (interstatement

ratios), yaitu semua angka ratio yang datanya berasal dari neraca dan data

lainnya dari laporan rugi-laba.

     Sedangkan menurut tujuannya, rasio keuangan khususnya perusahaan

dikelompokkan menjadi lima kategori sebagai berikut ; (1) Rasio-rasio untuk

mengukur likuiditas , (2) rasio-rasio Untuk mengukur Rentabilitas , (3) rasio-

rasio resiko usaha , (4) rasio-rasio Permodalan, (5) Rasio-Rasio Efisiensi

Usaha.
                                                                          41




     Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan tingkat kemudahan

relatif suatu aktiva untuk segera dikonversikan ke dalam kas dengan sedikit

atau tanpa penurunan nilai; serta tingkat kepastian tentang jumlah kas yang

dapat diperoleh. Rasio-rasio yang tergolong dalam rasio likuiditas ini adalah

current ratio, quick ratio dan cash ratio. masing-masing rasio ini mempunyai

perspektif yang berbeda dalam mengukur tingkat likuiditas perusahaan untuk

memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Current ratio untuk mengukur

kemampuan perusahaan         untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya

dengan asumsi bahwa semua aktiva lancarnya dikonversi menjadi kas. Quick

ratio/acid test ratio mempunyai tujuan yang sama dengan current ratio, akan

tetap dalam perspektif yang lebih cepat yakni rasio ini tidak memperhitungkan

persediaan, karena memerlukan waktu yang relatif lama untuk dikonversi

menjadi uang kas. Sehingga dengan demikian rasio ini lebih tajam dari

current ratio. Cash ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan

untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan memperhitungkan

aktiva yang paling likuid.

     Rasio Profitabilitas/Rentabilitas digunakan untuk mengukur efektivitas

manajemen dalam mengelola perusahaan. Efektivitas yang dimaksud adalah

meliputi kegiatan fungsional manajemen yang terdiri dari keuangan,

pemasaran, sumber daya manusia dan operasional. Efektivitas pada faktor

tersebut akan menyebabkan peningkatan atau penurunan laba bagii

perusahaan. Yang tergolong dalam rasio ini adalah ; (1) Net Profit Margin
                                                                               42




(NPM), (2) Return on Investment (ROI), (3) Return on Equity (ROE).

Penurunan laba yang berlangsung terus menerus akan mengarah pada

kebangkrutan perusahaan.

       Rasio   Permodalan/solvabilitas     digunakan   untuk   menggambarkan

apakah permodalan perusahaan telah mencukupi untuk mendukung kegiatan

usaha yang akan dilakukan secara efisien, apakah permodalan             tersebut

akan     mampu    untuk   menyerap       kerugian-kerugian   yang   tidak   dapat

dihindarkan, apakah kekayaan (kekayaan pemegang saham) semakin besar

atau semakin kecil.

       Rasio Efisiensi Usaha, digunakan untuk mengukur performance

manajemen      apakah telah menggunakan semua faktor-faktor produksinya

dengan tepat guna dan berhasil guna.

       Disamping itu dikenal Dupont Model. Model ini diperkenalkan oleh

DuPont seorang pengusaha sukses dimana cara yang digunakan hampir

sama dengan analisis laporan keuangan biasa, namun pendekatannya lebih

intergratif dan menggunakan komposisi laporan keuangan sebagai elemen

analisanya.

                                  E. Kerangka Pikir

       Sesuai dengan latar belakang dan kajian teori yang telah dikemukakan

sebelumnya, menunjukkan bahwa kinerja keuangan PT. Berdikari United

Livestock menunjukkan fluktuasi meski secara keseluruhan perusahaan

dalam kategori Sehat berdasarkan Indikator Kinerja keuangan yang tertuang
                                                                                     43




dalam SK Menteri BUMN Nomor Kep-100/MBU/2002. terjadinya fluktuasi ini

tentunya tidak terlepas dari beberapa faktor-faktor, baik internal maupun

eksternal. Baik faktor internal maupun faktor internal tentu mempunyai

pengaruh yang berbeda. Akan tetapi karena keterbatasan waktu yang

dimuliki oleh peneliti, maka dalam penelitian ini akan difokuskan pada faktor-

faktor internal dan pengaruhnya terhadap kinerja keuangan-profitabilitas PT.

Berdikari United Livestock sebagai bagian dari delapan indikator kinerja

keuangan BUMN yang tertuang dalam SK Menteri BUMN Nomor Kep-

100/MBU/2002. indikator yang terkait dengan profitabilitas/rentabilitas yaitu

Return On Equity (ROE), Return On Investment,.

     Kedua Rasio Tersebut di atas menunjukkan kemampuan perusahaan

untuk   memperoleh     laba     (profitabilitas/rentabilitas).   Sutrisno   (2000:20)

menyatakan bahwa salah satu ukuran utama keberhasilan manajemen dalam

mengelola   perusahaan        adalah   rentabilitas.   Rentabilitas    seperti    yang

dimaksudkan di atas adalah rentabilitas ekonomi yang dinyatakan dalam

ROA/ROI sedangkan ROE merupakan rentabilitas modal sendiri.

     Sebagai   salah    satu     usaha     yang     mengelola      produksi      berupa

pengembangbiakan       sapi     (breeding),     penggemukan        (fattening),    dan

perdagangan (trading), PT. Berdikari dalam kegiatan operasi membutuhkan

investasi dalam bentuk aktiva tetap dalam bentuk sarana dan prasarana,

sehingga dengan dengan demikian akan mendukung operasional usaha yang

pada akhirnya akan mengarah pada peningkatan profitabilitas.
                                                                          44




     Untuk keperluan tersebut investasi pada berbagai bentuk aktiva

diperlukan komposisi pembiayaan yang berasal dari hutang dan modal

sendiri yang dapat digunakan untuk melakukan investasi dalam berbagai

bentuk aktiva tetap yang diperlukan dalam kegiatan operasi PT. Berdikari

United Livestock. Dengan komposisi aktiva, kewajiban jangka panjang, dan

modal sendiri dalam jumlah yang memadai, perusahaan diharapkan dapat

meningkatkan kinerja keuangannya dalam hal profitabilitas/rentabilitas.

     Untuk lebih jelasnya berikut ini disajikan kerangka pikir seperti pada

gambar 1 berikut ini :
                                                                           45




                     PT. Berdikari United Livestock


                     Kegiatan Operasio Perusahaan




  Jumlah                     Hutang Jangka                    Equity
Aktiva Tetap                    Panjang
    X1                            X2                            X3



                     Kinerja Keuangan-Profitabilitas
                                  Y




    Analisis Rasio                             Analisis Regresi Berganda




                            Analisis Rasio




                       Gambar 1 . Kerangka Pikir
                                                                             46




                                  F. Hipotesis


     Bertitik tolak pada permasalahan dan kerangka pikir             yang telah

dikemukakan sebelumnya maka diajukan hipotesis sebagai berikut :

1. Faktor Jumlah Aktiva Tetap, Jumlah Hutang Jangka Panjang, Equity

   berpengaruh secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap

   kinerja keuangan (Rentabilitas) PT. Berdikari United Livestock.

2. Faktor Jumlah Aktiva Tetap, Jumlah Hutang Jangka Panjang, Equity

   berpengaruh secara parsial terhadap kinerja keuangan PT. Berdikari

   United Livestock.



                       G. Definisi Operasional Variabel

     Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan sebelumnya, maka dapat

dikemukanan bahwa kinerja keuangan PT. Berdikari United Livestock

berdasarkan indikator yang terdapat pada SK Menteri BUMN Nomor Kep-

100/MBU/2002 dapat dipengaruhi oleh faktor baik internal maupun eksternal,

dari faktor-faktor tersebut bila diidentifikasi lebih jauh maka terdapat banyak

faktor yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan PT. Berdikari United

Livestock, akan tetapi sesuai dengan uraian pada perumusan masalah dan

hipotesis yang telah dikemukakan sebelumnya, maka beberapa faktor

tersebut dapat diidentifikasi kedalam variabel-variabel penelitian sebabagai

berikut :
                                                                             47




1. Dependent Variabel (variabel terikat),         yaitu kinerja keuangan PT.

   Berdikari United Livestock yang ditunjukkan oleh tingkat perolehan laba

   (Profitabilitas/rentabilitas)

2. Independent variabel (variabel bebas), yaitu Jumlah Aktiva tetap, Hutang

   jangka panjang, dan Equity. PT. Berdikari United Livestock.

      Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka identifikasi variabel dapat

ditunjukkan sebagai berikut :

      Variabel Y      = Kinerja Keuangan-Profitabilitas/rentabilitas

      Variabel X1     =Jumlah Aktiva Tetap

      Varoabel X2 = Hutang Jangka Panjang

      Variabel X3     = Equity.

a) Kinerja keuangan (Y) yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kinerja

   keuangan PT. Berdikari United Livestock yang ditunjukkan dengan tingkat

   perolehan laba (profitabilitas/rentabilitas) yang jika dihubungkan dengan

   delapan indikator Kinerja Keuangan BUMN pada SK Meteri BUMN No.

   Kep-100/MBU/2002 maka terkait Return on Equity, Return On Investment

   (Provitabilitas) tahun 2000-2004 dengan sebaran data penelitian 10

   semester (n=10).         Pemilihan      indikator kinerja keuangan berupa

   kemapulabaan       ini   dilakukan    dengan   pertimbangan    bahwa   bobot

   maksimum dari kedua indikator kinerja keuangan tersebut sebesar 35

   Point ( 50% ) dari bobot             kinerja keuangan standar BUMN Non-

   Infrastruktur.
                                                                      48




b) Jumlah Aktiva Tetap (X1) adalah Jumlah Aktiva tetap yang dimiliki oleh

   PT. Berdikari United Livestock periode 2000-2004 (10 semester).

c) Hutang Jangka panjang (X2) adalah jumlah hutang jangka panjang yang

   dimiliki oleh PT. Berdikari United Livestock periode 2000-2004 (10

   semester).

d) Equitas (X3) adalah Jumlah modal saham ditambah/dikurangi laba/rugi

   PT. Berdikari United Livestock periode 2000-2004 (10 Semester).
                                                                                49




                                    BAB III

                          METODE PENELITIAN



                            A. Rancangan Penelitian

   Penelitian ini dilakukan dengan mengunakan desain survei untuk

memperoleh informasi tentang masalah yang berkaitan dengan analisis

faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja keuangan PT. Berdikari

United Livestock. Dalam pelaksanaannya dilakukan dalam bentuk penelitian

deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang menggunakan data historis

berupa laporan keuangan periode 2000-2004.


                         B. Lokasi dan Waktu Penelitian

     Penelitian ini akan dilakukan di Kantor PT. Berdikari United Livestock

yang berkedudukan di Pare-pare Sulawesi selatan dan Desa Bila yang

dikenal dengan nama Bila Ranch River (BRR) Kecamatan Pituriase

kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian ini dilaksanakan kurang lebih tiga

bulan, dimulai pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2005.



                             C. Populasi dan Sampel

       Populasi sasaran dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan PT.

Berdikari United Livestock berupa Likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, aktivitas

usaha yang dinyatakan dalam SK Menteri BUMN No. Kep-100/MBU/2002
                                                                          50




dengan ROE, ROI, CR, CAR, COP, ITO, TATO, dan RMS terhadap TA.

Adapun jangka waktu penelitian adalah 10 semester mulai januari 2000

sampai dengan desember 2004. input data yang digunakan disusun secara

semesteran. Objek yang diamati adalah laporan keuangan PT. Berdikari

United Livestock periode januri 2000 sampai dengan Desembe 2004. yang

menjadi sampel dalam penelitian ini adalah profitabilitas/rentabilitas atau

kemampulabaan PT. Berdikari United Livestock Periode 2000-2004 (10

semester). Data yang digunakan dalah data historis berupa time series.



                        D. Teknik Pengumpulan Data

   Penelitian ini sepenuhnya menggunakan data sekunder. Data sekunder

berupa laporan keuangan yang diperoleh dari PT. Berdikari United Livestock

dan telah diperiksa oleh Akuntan Publik dengan pendapat wajar tanpa

pengecualian.

                E. Metode Analisis dan Pengujian Hipotesis

     Berdasarkan masalah, tujuan serta hipotesis yang telah dikemukakan,

maka metode analisis     yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah

metode deskriptif kuantitatif. Metode analisis kuantitatif dilakukan melalui

analisis rasio keuangan yang didasarkan pada SK Menteri Badan Usaha Milik

Negara (BUMN) Nomor : Kep-100/MBU/2002 dan Analisis Regresi Berganda

(Multiple regression). Kedua teknik analisis tersebut dapat diuraikan sebagai

berikut:
                                                                        51




1. Analisis rasio keuangan berdasarkan SK Mentri Badan Usaha Milik

   Negara Nomor : Kep-100/MBU/2002

     Berdasarkan SK tersebut di atas, maka Indikator penilaian didasarkan

pada 8 Aspek . Ke 8 rasio ini masing-masing digunakan untuk mengukur :

pengukuran Likuiditas, Solvabilitas, rentabilitas, Aktivitas Usaha. Bobot

penilain Kinerja standar sesuai SK tersebut di atas adalah 100 yang terdiri

dari bobot kinerja keuangan 70, bobot kinerja administrasi 15, dan bobot

kinerja operasional 15. akan tetapi berdasarkan judul dan uraian yang telah

dikemukakan sebelumnya maka dalam penelitian ini difokuskan pada kinerja

keuangan. 8 aspek kinerja keuangan tersebut dapat dilihat pada tabel 2

berikut ini:
                                                                               52




Tabel 2. Indikator Penilaian Kinerja Keuangan BUMN Non-Infrastruktur

 No              Indikator                         Rumus                    Bobot


1     Imbalan kepada         pemegang         Laba setelah Pajak             20
      saham (ROE) %                     -------------------------- x 100%
                                                 Modal Sendiri
                                             EBIT + Penyusutan
2     Imbalan Investasi (ROI) %         ------------------------- x 100%     15
                                               Capital Employed
                                             Kas+Bank+SSB JP
3     Cash Ratio/Rasio Kas %              ---------------------- x100%       5
                                                 Hutang Lancar
                                                 Current Asset
4     Current Ratio/Rasio Lancar %        ---------------------- x100%       5
                                                 Hutang Lancar
                                                  Tot. Piutang
5     Collection Priods (Hari)          ---------------------- x 365 Hari    5
                                              Pendapatan Usaha
                                               Total Persediaan
6     Perputaran Persediaan (Hari)      ---------------------- x 365 Hari    5
                                              Pendapatan Usaha
                                               Total Pendapatan
7     Perputaran Asset %                  ---------------------- x100%       5
                                               Capital Employed

8     Rasio Modal Sendir %                   Total Modal Sendiri             10
                                          ---------------------- x100%
                                                   Total Asset

                           Jumlah                                            70
Sumber : SK Menteri BUMN No. Kep-100/MBU/2002

      Untuk mempertajam analisis yang dilakukan dalam penilaian kinerja

keuangan PT. Berdikari United Livestock, maka laporan keuangan yang

digunakan adalah laporan keuangan yang dihasilkan pada periode lima tahun

terakhir yaitu tahun 2000, 2001, 2002, 2003, dan 2004.
                                                                          53




2. Analisis Regresi Berganda (Multiple Regression)

Dalam penelitian ini digunakan analisis data pendahuluan yaitu analisis rasio

keuangan berdasarkan SK Menteri BUMN No. Kep-100/MBU/2002. teknik ini

dimaksudkan untuk memperoleh gambaran tentang kinerja keuangan PT.

Berdikari   secara   keseluruhan.   Untuk melakukan     pengujian   hipotesis

penelitian yang telah diajukan sebelumnya digunakan model regresi

berganda (multiple regression), dengan persamaan (Sritua Arief :1993)

sebagai berikut :

Y =  + 1X1 + 2X2 + 3X3 + i

Dimana :

Y = Kinerja Keuangan – Profitabilitas

X1= Jumlah Aktiva tetap

X2= Jumlah Hutang Jangka Panjang

X3= Jumlah Equity

i = Paramater konstanta

 = Kesalahan random

Digunakan analisis regresi terhadap tiga variabel independen X1, X2, X3,

yang diduga berpengaruh positif ataupun negatif terhadap kinerja keuangan

PT. Berdikari United Livestock. Model analisis yang digunakan dalam

penelitian ini secara teoritis akan menghasilkan nilai parameter model

penduga yang sahih bila dipakai asumsi klasik. Karena model analisis regresi
                                                                                        54




linier berganda maka estimasi yang digunakan adalah Metode Kuadrat

Terkecil Biasa (Ordinary Leas Squares – OLS) yang mempunyai sifat BLUE

(Best, Liner, Unbiased, Elimation). Asumsi klasik tesebut menurut Gujarati

(1999)     alih    bahasa    Sumarno    Zain,      terdiri   dari   :    Multikolinieritas,

Heteroskedastisitas dan Autokorelasi yang dapat dijelaskan sebagai berikut :



a) Multikolinieritas

         Multikolinieritas menurut Gujarati (1999 : 157) berarti terdapat

hubungan linier yang sempurna atau pasti diantara beberapa atau semua

variabel yang menjelaskan dari model regresi, yaitu terdapatnya lebih dari

satu hubungan linier pasti.” Sedangkan Sritua Arief (1993:23) menyatakan

bahwa Multikolinieritas adalah situasi adanya korelasi variabel-variabel bebas

diantara    satu    dengan    yang     lainnya.”     Pendekatan         terhadap    gejala

multikolinieritas menurut Norman H. Nie, et al (Eko, 2002:80) dapat dilihat

dari korelasi antara variabel bebas lebih dari 0.8, maka terjadi multikolinieritas

yang serius. Kemungkinan ini juga dapat dilihat dari tolerance value atau

nilai variance inflation factors (VIF) batas toleransi value adalah 0.01 dan

batas VIF adalah 10. menurut Hair (1998), apabila toleransi value dibawah

0.01 atau nilai VIF diatas 10 maka terjadi multikolinieritas menyebabkan

standar error cenderung semakin besar dan meningkatkan tingkat korelasi

antara variabel serta standar error menjadi sangat sensitif terhadap

perubahan nilai.
                                                                                   55




b) Heteroskedastisitas

          Heteroskedastisitas syarat klasik dalam Analisis regresi berganda

adalah harus tidak terjadi gejala heteroskedastisitas yang berarti varian

residual harus sama. Untuk menguji ada atau tidaknya heteroskedastisitas

dapat dilihat melalui uji Park . menurut Gujarati (1999:186) bahwa pengujian

park karenanya merupakan prosedur dua tahap. Dalam tahap pertama kita

melakukan         regresi   OLS     dengan        tidak   memandang        persoalan

heteroskedastisitas, dan melakukan regresi model :

Yi = o + iXi +  dari sini akan diperoleh ei.

kemudian tahap kedua dengan melakukan regresi berikut :

Ln ei 2 =  + Ln Xi + Vi

Menurut uji Park jika  pada regresi tersebut diatas signifikan secara statistik,

maka terhdapat heterroskedastisitas di dalam data.



c) Autokorelasi

          Autokorelasi menurut Gujarati (1999:201) dapat didefinisikan sebagai

korelasi antara angota serangkaian observasi yang diurut menurut waktu

(seperti data dalam deretan waktu) atau ruang (seperti data dalam cross-

sectional). Akan tatapi biasanya autokorelasi banyak terjdi pada data time

series.     Uji   yang   menunjukkan     bahwa      varian   residual   tidak   saling

berpengaruh, kemungkinan ini bisa dilihat dari nilai Durbin Watson (DW).
                                                                                          56




Apabila nilai Dw-hitung lebih besar dari nilai DW-tabel maka tidak ditunjukkan

adanya autokorelasi. Konsekuensi adanya autokorelasi adalah selang

keyakinan menjadi lebar serta variasn dan kesalahan standar ditaksir terlalu

rendah.

       Menurut Gujarati (1999:217) mekanisme tes Durbin Watson (DW)

sebagai berikut:

1. Lakukan regresi OLS dan dapatkan residual ei

2. Hitung d dari Durbin Watson dengan rumus sebagai berikut :

          tN                       2

           e     1     et 1 
    d    t 2
                 tN

                 e
                 t 1
                         t
                             2




    Dimana : et                  = nilai residual dari persamaan regresi pada periode t

                        Et-1 = nilai residual dari persamaan regresi pada periode t-1

3. untuk ukuran sampel tertentu, dan banyak variabel yang menjelaskan

   tertentu, dapatkan nilai kritis dt dan du

4. jika hipotesis Ho adalah tidak ada serial korelasi positif, maka jika :

   d<dL                 : menolak Ho

   d<du                 : tidak menolak Ho

   d1<d<du : pengujian tidak meyakinkan

5. jika hipotesis Ho adalah tidak ada serial korelasi negatif, maka jika :

   d>4-dL               : menolak Ho

   d<4-du               : tidak menolak Ho
                                                                         57




   4-du<d<4-d1: pengujian tidak meyakinkan

6. jika hipotesis Ho dua ujung, yaitu tidak serial autokorelasi baik positif

   maupun negatif, maka jika :

   d<dL       : menolak Ho

   d>4-dL     : menolak Ho

   du<d<4-du : tidak menolak Ho

   d1<d<du atau 4-du<d4-d1: pengujian tidak meyakinkan



3. Pengujian Hipotesis

       Setelah melakukan uji asumsi klasik terhadap data, selanjutnya

dilakukan uji hipotesis. Hipotesis penelitian berkaitan dengan ada tidaknya

pengaruh variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y), untuk

menguji digunakan hipotesis nul (H0) yang menyatakan bahwa koefisien

regresi tidak signifikan dan hipotesis alternatif (Ha) yang menyatakan bahwa

koefisien regresi signifikan.

Untuk menguji hipotesis 1 dan 2 digunakan alat uji sebagai berikut:

a) Pengujian Hipotesis 1 (secara bersama-sama)

   Ho : Jumlah aktiva tetap, hutang jangka panjang, dan Equity secara

         bersama-sama tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan-

         profitabilitas PT. Berdikari United Livestock.
                                                                           58




   Ha : Jumlah aktiva tetap, hutang jangka panjang, dan Equity secara

        bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja keuangan-profitabilitas

        PT. Berdikari United Livestock.

      Untuk menguji hipotesis 1 dilakukan dengan uji-F Stat, untuk menguji

tingkat confidence    pengaruh variabel independen secara bersama-sama

terhadap kinerja keuangan-profitabilitas PT. Berdikari United Livestock.

Langkah-langkah yang dilakukan adalah :

   1. Menentukan tingkat confidence 95% ( = 0.05)

   2. Menentukan hipotesis statistik :

      Ho : i, 2, ……m    = 0,   artinya tidak ada pengaruh yang nyata secara

                              simultan dari independent variabel Xi terhadap

                              dependent variabel Y.

      Ha : 1, 2, ……m     ≠ 0,   artinya terdapat pengaruh yang nyata secara

                              simultan dari independent variabel Xi terhadap

                              dependent variabel Y

   3. Menentukan nilai F dengan rumus Sritua Arief (1993:10) :

                                        R2 /k-1
                        F – hit = -----------------------------
                                    ( 1 - R2 ) /n – k-1

      dimana :

                     R2 = Koefisien determinasi
                     n = jumlah sampel
                     k = jumlah variabel bebas
                                                                                           59




   4. Menentukan kaidah pengujian :

         Jika F –   hitung   <F–   tabel,   terima H0 , tolak Ha, berarti jumlah aktiva tetap,

                                            jumlah hutang jangka panjang, equity secara

                                            bersama-sama tidak berpengaruh terhadap

                                            kinerja keuangan-profitabilitas.

         Jika F – hitung > F – tabel, terima H0 , tolak\ Ha, berarti jumlah aktiva tetap,

                                            jumlah hutang jangka panjang, equity secara

                                            bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja

                                            keuangan-profitabilitas.

b) Pengujian Koefisien Determinasi (R2)

         Uji koefisien determinasi (R2), digunakan untuk melihat berapa

proporsi/variasi kemampuan prediktor dari jumlah aktiva tetap, jumlah hutang

jangka panjang, equity berpengaruh secara bersama-sama terahadap kinerja

keuangan-profitabilitas        PT.          Berdikari   United   Livestock.    Rumus    yang

digunakan adalah rumus menurut Gujarati (1999, Alih bahasa : Sumarno

Zain).

            JKR
     R2 = ---------
            Jky
Dimana :
     R2     = kofisien determinasi

         JKR    = jumlah kuadrat regresi (explained sum of squares)

         JKY    = jumlah total kuadrat (total sum of squares)
                                                                                60




        Semakin besar nilai R2 berarti semakin besar variasi variabel

independen X terhadap variabel dependen Y.



c) Pengujian Hipotesis 2 (secara parsial)

Ho      : Jumlah aktiva tetap, hutang jangka panjang, modal kerja bersih, dan

          Equity secara parsial tidak berpengaruh positif (+) atau negatif (-)

          terhadap     kinerja   keuangan-profitabilitas   PT.   Berdikari   United

          Livestock.

Ha      : Jumlah aktiva tetap, hutang jangka panjang, dan Equity secara

          parsial berpengaruh positif (+) atau negatif (-) terhadap kinerja

          keuangan-profitabilitas PT. Berdikari United Livestock.

        Untuk pengujian hipotesis 2 dilakukan dengan uji t, untuk menguji

tingkat signifikansi pengaruh variabel X secara parsial terhadap variabel Y

dengan asumsi bahwa variabel lain dianggap konstan. Adapun langkah-

langkah pengujian adalah :

1. Menentukan tingkat confidence 95% ( = 0.05)

2. Menentukan hipotesis statistik :

     Ho : i, 2, ……m = 0, artinya tidak ada pengaruh yang nyata secara parsial

                            dari independent variabel Xi terhadap dependent

                            variabel Y.
                                                                                        61




   Ha : 1, 2, ……m ≠ 0, artinya terdapat pengaruh yang nyata secara parsial

                                 dari independent variabel Xi terhadap dependent

                                 variabel Y



3. Menentukan nilai t dengan rumus Sritua Arief (1993:9) :

                                 bi
                         t = --------------
                                 Sbi

   dimana :

               bi        = Koefisien regresi masing-masing variabel

               Sbi       = standar error masing-masing variabel

4. Menentukan kaidah pengujian :

   Jika t –   hitung   < t –   tabel,   terima H0 , tolak Ha, berarti jumlah aktiva tetap,

                                    jumlah hutang jangka panjang, equity secara

                                    parsial tidak berpengaruh positif (+) maupun

                                    negatif           (-)   terhadap   kinerja   keuangan-

                                    profitabilitas.

   Jika t – hitung > t – tabel, tolak H0 , tolak Ha, berarti jumlah aktiva tetap, jumlah

                                    hutang jangka panjang, equity secara parsial

                                    berpengaruh positif (+) maupun (-) terhadap

                                    kinerja keuangan-profitabilitas.
                                                                         62




                                  BAB IV

                           HASIL PENELITIAN



          A. Gambaran Umum PT. Berdikari United Livestock

1. Sejarah Perusahaan

      Usaha pengembangan ternak sapi potong berupa ranch didirikan pada

tahun 1971 atas kerjasama dan usaha patungan antara PT. Bila dengan

United Livestock Service dari Virginia Texas USA dalam rangka Penanaman

Modal Asing dengan komposisi saham 10% PT. Bila dan 90% pihak United

Livestock Service. Dari kerjasama dua perusahaan ini membentuk suatu

perusahaan yang diberi nama PT. United Livestock dengan akte notaris

Abdul Latief No. 64 tanggal 27 Agustus 1971 di Jakarta dan disempurnakan

dengan akte notaris No. 159 tanggal 25 April 1972.

Untuk mendirikan usaha ternak sapi potong maka dimohon kepada

pemerintah lokasi tanah Negara yang terletak di Desa Bila dan batu

Kecamatan Dua Pitue Dati II Sidrap Sulawesi Selatan. Permohonan

perusahaan pada saat itu seluas 15.000 Ha. Setelah permohonan disetujui,

dilakukan survei dan sosialisasi antara Dinas Jawatan terkait dan masyarakat

dan selanjutnya diadakan pengukuran oleh petugas kantor Agraria pada

tahun 1970. Hasil pengukuran pada saat itu hanya seluas 11.900 Ha. Setelah

semua persyaratan dapat dipenuhi oleh PT. United Livestock, diterbitkanlah

seretifikat Hak Guna Usaha (HGU) dengan Surat Keputusan Menteri dalam
                                                                       63




Negeri Nomor : HGU/PA.71 tanggal 9 November 1971. usaha inipun resmi

beroperasi tahun 1971. lokasi perusahaan diberi nama BILA RIVER RANCH

karena berbatasan dengan sungai Bila, sekarang bendungan Bila.

Usaha pokok PT. Berdikari United Livestock adalah pengembangbiakan

ternak sapi potong jenis utama sapi Brahman Cross dan Sumba Onggole

yang ada di Bila River Ranch maupun di Holding Ground KM. 11 Lainungan.

Pada akhir tahun 1974 bulan November, saham-saham pihak PT. United

Livestock dibeli oleh BULOG menyusul saham-saham PT. Bila. Jadi pada

tahun 1975, saham-saham ini 100% dimiliki oleh BULOG dengan Akte

Notaris Abdul Latief No. 124 tanggal 23 September 1980, serta akte notaris

dan tambahan berita negara tanggal 21 Juli 1972, No. 58 dengan perincian

dan persetujuan dari :

1. Surat Persetujuan Bapak Presiden RI No. 80/Pres/6/1971, di Jakarta

   tanggal 18 Juli 1971.

2. Surat Keputusan Bapak Menteri Pertanian No. 364/KPTS/UNIS/1971.

Perusahaan ini dibeli oleh BULOG dengan asumsi untuk stabilitas harga

daging yang pada saat itu mengalami hambatan karena devisi harga pokok

produksi dengan operasi pasar dalam moment-moment tertentu tidak dapat

ditanggulangi oleh pemerintah. Lalu dianjurkan oleh pemerintah bahwa

BULOG tidak mengelola usaha peternakan sehingga pada tahun 1980

semua saham dan aset termasuk seluruh karyawan dihibahkan kepada PT.

PP Berdikari (BUMN) sempai sekarang. Diawal pembelian saham-saham
                                                                         64




tahun 1974 terdapat 800 ekor sapi Bali, tahun 1975 diimpor calon induk

(Pregnant Heifer) dari Australia sebanyak 1.150 ekor dan pejantan 100 ekor.

Tahun 1976 ditambah lagi 300 ekor induk Sumba Ongole. Jadi populasi

ternak pada akhir tahun 1976 sebanyak 2350. selanjutnya pada tahun 1994 d

impor lagi sapi heifer pregnant sebanyak 801 ekor dan pejantan 20 ekor jenis

Brahman Cros dari Australia. Dari perkembangan usaha hingga tahun 1998

sebanyak 5380 ekor. Kelahiran anak sapi setiap tahun berkisar ±1300 ekor

dan penjualan berkisar ± 1000 ekor pertahun.

2. Letak dan Luas Lokasi

Usaha peternakan Bila River Ranch terletak di Desa Bila Riase Kecamatan

Pitu Riase Kabupaten Dati II Sidenreng Rappang dan dikelilingi oleh 4 desa

yaitu :

c. Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Bila Riase

d. Sebelah Barat berbatasan dengan Kelurahan Barukku

e. Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Lagading

f. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Compong

Adapun jarak lokasi ini dari ibukota Kabupaten Sidrap (Pangkajene) ± 39 km,

sedangkan dari ibukota kecamatan Tanru Tedong ± 11 Km. Perjalanan ke

Lokasi dari ibukota Kecamatan ditempuh sekitar 30 menit.

Menurut hasil ukur kantor PBB wilayah Parepare tahun 1987, HGU yang

dikuasai hanya berkisar 7000 Ha terdiri dari padang rerumputan dan hutan
                                                                         65




belukar konservasi air di dalam pagar batas keliling. Jadi HGU yang dikuasai

kurang dari 11.900 Ha atau kurang sekitar 4990 Ha. Kekurangan ini

diperkirakan sebagian di daerah perbatasan Batu, Tompong, Lagading dan

Bila Riawa dan untuk tetapnya baru bisa diketahui setelah diadakan

pengukuran kembali yang direncanakan akhir 1999 dan proses izin

perpanjangan HGU. Adapun teksiran luas masing-masing Paddock dan

Feedlot dapat dilihat pada tabel 3 berikut ini :

Tabel 3. Taksiran Luas Pddock dan Feedlot Bila River Ranch
No.    Nama Lokasi        Awal       Hutan        Invasi      Efektif
   1. Addituang               672,20     168,05        235,27     268,88
   2. Lanro Taun I            292,65      43,90        117,06     131,69
   3. Lanro Taun II           392,20      98,05        137,27     156,88
   4. Salo Marra              650,07     130,01         97,51     422,55
   5. SP. Tomana              212,07      85,09         10,64     117,00
   6. SP. Mabborong           319,08      79,77         31,91     207,40
   7. BK.Majalajalae          558,26     223,30         72,57     262,38
   8. Lamasisa                304,51     76,130         15,25     213,16
   9. Tanatoriddi             159,27      39,82          7,96     111,49
   10. Cent I,II dan III      455,00      45,50          0,00     409,50
   11. Cent IV                 85,00         8,5         0,00      76,50
   12. LGD I,II               452,50     158,38          0,00     294,13
   13. Salo Batulappa         120,20      24,04          0,00      96,16
   14. Flores                  15,00       0,75         10,50        3,75
   15. Lawawoi I dan II        89,80      17,96          0,00      71,84
   16. Bila                   100,10      20,02          0,00      80,08
   17. Jambu Mente             25,00       2,50          0,00      22,50
   18. Ulue                   125,00      12,50         31,25      81,25
   19. Beli I,II, & Botto     242,80      24,28          0,00     212,52
   20. Barukku I dan II        95,30      14,30          0,00      81,01
   21. Kandang C               38,76       1,94          7,75      29,07
   22. Salo Jambu             925,40     555,24        323,89      46,27
   23. Bottolibu              455,00     136,50        159,25     159,25
         Total              6.785,82   1.966,52      1.258,06   3.561,24
Sumber : Bila River Ranch, 2005
                                                                         66




3. Sumber Daya Manusia

Jumlah tenaga kerja pada PT. Berdikari United Livestock (Persero) pada

tahun 1999 tercatat sebanyak 105 orang yang terdiri dari 9 orang wanita dan

96 orang pria. Jumlah tenaga kerja yang ada dalam perusahaan terdistribusi

menurut jabatan, tingkat pendidikan, dan status pekerjaan.

Tabel 4. Tenaga Kerja Menurut Jabatan Pada PT. Berdikari United Livestock
No.    Jabatan                       Jumlah (orang)     Persentase
    1. Direksi                                       2                1,90
    2. Manajer                                       5                4,75
    3. Kasie/Stockman                               15              14,28
    4. Fungsional                                   11              10,48
    5. Pekerja                                      72              68,57
               Jumlah                             105                  100
Sumber : Bila River Ranch, 2005


Tabel 4 di atas menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja terbanyak adalah

pekerja yaitu 72 orang atau 68,57% dari total jumlah tenaga kerja. Tingginya

jumlah pekerja karena pekerja yang paling banyak terjun langsung

dilapangan, baik pada unit fattening, breeding dan feeding, sedangkan untuk

jabatan direksi hanya 2 orang atau 1,90% yaitu commisaris dan managing

director.
                                                                          67




Tabel 5.    Tenaga Kerja Menurut Tingkat Pendidikan Pada PT. Berdikari
            United Livestock
 No.         Tingkat Pendidikan      Jumlah (orang)     Persentase
     1. Strata dua (S2)                            1             0,95
     2. Strata satu (S1)                           8             7,62
     3. Sarjana Muda                               2             1,90
     4. SLTA                                      18            17,14
     5. SLTP                                       5             4,76
     6. SD                                        71            67,62
                Jumlah                           105              100
Sumber : Bila River Ranch (2005)


Tabel 5 di atas menunjukkan bahwa tenaga kerja didominasi oleh tenaga

kerja dengan tingkat pendidikan sekolah dasar dengan jumlah 71 orang atau

67,62% dari total tenaga kerja. Tenaga kerja dengan tingkat pendidikan

sekolah dasar tersebut sebagai buruh kasar yang tersebar diberbagai unit

perusahaan. Sedangkat tingkat pendidikan tertinggi yaitu Strata dua (S2)

sebanyak 1 orang atau 0,95 sebagai manager.

Distribusi tenaga kerja menurut status dapat ditunjukkan pada tabel 6 berikut

ini :

Tabel 6. Tenaga Kerja Menurut Status pada PT. Berdikari United Livestock
 No.              Pekerja             Jumlah (orang)        Persentase
     1. Tetap                                       75             71,43%
     2. Kontrak                                      9               8,57%
     3. Harian                                      21                 20%
               Jumlah                              105                100%
Sumber : Bila River Ranch, 2005

Tabel 6 di atas menunjukkan bahwa tenaga kerja berdasarkan status pekerja

tetap didominasi oleh pekerja tetap sebanyak 75 orang atau 71,43%,
                                                                         68




sedangkan status pekerja harian sebanyak 21 orang atau 20%, dan status

kontrak sebanyak 9 orang atau 8,57%.



                  B. Profil PT. Berdikari United Livestock

    Berdasarkan Keputusan Mentri Badan Usaha Milik Negara Nomor : Kep-

100/MBU/2002 yang dimaksud BUMN adalah 1) Perusahaan perseroan

(Persero) sebagaimana dimaksud dalam peraturan Pemerintah Nomor 12

Tahun 1998 dan Perusahaan Umum (PERUM) sebagaimana dimaksud

dalam Peraturan Pemerintah nomor 13 Tahun 1998, 2) Perusahan BUMN

adalah berbentuk Perseroan terbatas yang sekurang-kurangnnya 51%

sehamnya dimiliki oleh BUMN.

    PT. Berdikari United Livestock adalah merupakan anak perusahaan PT.

Berdikari (Persero). PT. Berdikari United Livestock yang termasuk dalam

kelompok   Non-Infrastruktur   (Nomor   :   Kep-100/MBU/2002;Lampiran-1).

Perusahaan ini berkedudukan di Bila Kabupaten Sidrap dan Parepare

Sulawesi Selatan yang didirikan sejak tahun 1971 melalui akte notaris No. 64

tanggal 27 Agustus 1971. Anggaran perusahaan telah mengalami pergantian

beberapa kali, terakhir untuk penyesuaian Undang-undang No. 1 tahun 1995.

dengan Akte Notaris Lindasari Bachroem, SH No. 50 tanggal 24 Juni 1999

dengan Pengesahan Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia

Republik Indonesia No. C-7422 HT.01.04 tahun 2000 tanggal 27 Maret 2000.
                                                                               69




         Lokasi untuk pengembang biakan sapi (Breeding) berada di Bila,

Kelurahan Pituriase Kabupaten Sidenreng Rappang Propinsi Sulawesi

Selatan yang dikenal dengan Bila River Ranch (BRR), lokasi penggemukan

Sapi (Fattening) selain berada di Bila Rever Ranch, juga terdapat di

Lainungan Kabupaten Sidrap. Luas areal BRR 6.623,10 Ha dengan Status

Hak Guna Usaha (HGU) diperoleh berdasarkan SK Badan Pertanahan

Nasional No. 16/HGU/BPN/2002 tanggal 31 Januari 2002. sedangkan areal

penggemukan sapi berlokasi        di KM 11 Lainungan sebesar 218,54 Ha

dengan status HGU sesuai SK HGU No. 18 tahun 2003.



                          C. Visi dan Misi Perusahaan

          Visi perusahaan adalah menjadi Perusahaan Peternakan Sapi

Potong/Pedaging      terbesar   dan   terbaik   di   Indonesia.    Sedakan    Misi

Perusahaan adalah : melaksanakan kegiatan usaha dibidang Agribisnis yang

terfokus      pada   pengembangbiakan       ternak     sapi       potong/pedaging,

penggemukan dan perdangangan baik untuk potong maupun untuk ternak

bibit.

                D. Struktur Organisasi, Tugas dan Wewenang

          Sebagai perwujudan distribusi dan pebagian tugas dalam rangka

pencapaian tujuan perusahaan maka dijabarkan dalam sebuah struktur

organisasi. Berdasarkan SK No. 05/SK-DIR/BULI/V/99 tanggal 1 April 1999

struktur organisasi PT. Berdikari United Livestock adalah sebagai berikut :
                                                                    70




                                 RUPS


                                                    KOMISARIS


                              DIREKTUR


                                                      PENASEHAT

                                                     KONSULTAN

                                                      KEAMANAN


                                  GM



           PENGEMBANG
            AN USAHA &
              UMUM




PRODUKSI                 DIST. & PEMASARAN                    ADM & KEU


BREEDING                     SAPI LOKAL                      KEUANGAN



FATTENING                    SAPI INPOR                    ADMINISTRASI


FEEDMILL                     PEMASARAN                       PEMASARAN



     Gambar 2. Struktur Organisasi PT. Berdikari United Livestock
               Sumber: PT. Berdikari United Livestock
                                                                        71




a. Tugas dai wewenang sebagai berikut :

1. Commisaris

   a) Melakukan pengawasand an memberikan nasehat kepada managing

      director    dalam   menjalankan   pengurusan   perusahaan    meliputi

      Rencana Jangka Panjang (RJP) dan Rencana Kerja Anggaran

      Perusahaan (RKAP), ketentuan Anggaran Dasar serta Peraturan

      Perundang-undangan yang berlaku.

   b) Mengikuti     perkembangan    kegiatan   perusahaan,      memberikan

      pendapat dan saran kepada Rapat Umum Pemegang Saham

      mengenai     masalah   yang   dianggap   penting   bagi   pengurusan

      perusahaan.

   c) Melaporkan dengan segera kepada RUPS apabila terjadi menurunnya

      kinerja perusahaan.

2. Managing Director

   a) Melaksanakan pengurusan perusahaan untuk kepentingan dan tujuan

      perusahaan, serta mewakili perusahaan baik di dalam maupun diluar.

   b) Menyiapkan Rencana Jangka Panjang (RJP) dan RKAP (Rencana

      Kerja Anggaran Perusahaan)

   c) Menyerahkan perhitungan tahunan perusahaan kepada akuntan

      publik atau Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
                                                                      72




3. Manajer Breeding

   a) Menyusun rencana kerja dan jadwal kegiatan unit secara terperinci

        setiap bulan

   b) Bertanggungjawab terhadap seluruh jumlah ternak yang ada di unit

        breeding. Melakukakan pengawasan dalam melaksanakan kegiatan

        pemeliharaan induk-induk, heifer dan induk kering, induk bunting,

        pejantan dan calon pejantan serta kuda.

   c) Bertanggungjawab atas kondisi ternak, melakukan tindakan terhadap

        ternak-ternak yang kondisinya menurun.

   d) Senantiasa meningkatkan kelahirran, kualitas ternak dan menekan

        segala resiko kematian, jual paksaa/kecelakaan serta melakukan

        penyapihan setiap waktu.

   e) Bertanggungjawab terhadap seluruh serana dan prasarana unit

        breeding

   f)   Melakukan koordinasi dan komunikasi dengan unit-unit kegiatan

        lainnya.

   g) Dalam melaksanakan tugas, dibantu oleh stockman dan kepala

        kelompok serta bertanggungjawab kepada managing director.

4. Manajer fattening

   a) Menyusun rencana kerja dan jadwal kegiatan unit secara terperinci

        setiap bulan
                                                                          73




   b) Bertanggungjawab terhadap seluruh jumlah ternak yang ada di unit

        fattening

   c) Melakukan pengawasan dalam pelaksanaan kegiatan pemeliharaan

        starter, grower, fisher di Bila River Ranch dan Holding Ground Km 11

   d) Bertanggungjawab terhadap peningkatan berat badan ternak

   e) Menetapkan jumlah pemberian pakan, waktu pemberian pakan, waktu

        penimbangan, bersama unit feedmil menentukan susunan ransum

        serta kualitas pakan yang dikehendaki unit fattening

   f)   Bertanggungjawab atas penjualan ternak, hasil penjualan ternak dan

        tepat waktu mengirim ternak sesuai dengan program kerja.

   g) Bertanggungjawab terhadap sarana dan prasarana unit fattening

   h) Melakukan koordinasi dan komunikasi dengan unit-unit lainnya.

   i)   Dalam melaksanakan tugas dibantu oleh stockman dan kepala seksi

        dan bertanggungjawab kepada managing director.

5. Manajer Feedmil

   a) Menyusun rencana kerja dan jadwal kegiatan unit secara terperinci

        setiap bulan

   b) Bertanggungjawab atas tersedianya kebutuhan pakan ternak baik

        konsentrat, mineral dan hijauan serta memperhatikan kualitas dan

        kuantitas rumput seluruh pada penggembalaan baik untuk unit

        fattening maupun untuk unit breeding.
                                                                            74




   c) Bertanggungjawab terhadap stock bahan baku pakan, konsentrat,

        mineral dan hijauan serta seluruh sarana dan prasarana.

   d) Bersama-sama unit fattening dan unit breeding membuat komposisi

        ransum khususnya konsentrat serta peningkatan nutrisi dari rumput

        potong maupun limbah pertanian.

   e) Bertanggungjawab terhadap distribusi pakan konsentrat maupun

        hijauan yang diminta oleh unit fattening maupun unit breeding sersuau

        jumlah yang diminta serta tepat waktu.

   f)   Melakukan pengawasan terhadap seluruh kegiatan unit feedmil serta

        mengambil tindakan apabila diperlukan khususnya kondisi rumput

        lapangan    penggembalaan     yang    dikoordinasikan    dengan    unit

        breeding.

   g) Bertanggungjawab terhadap sarana dan prasarana unit breeding

   h) Dalam     melaksanakan     tugasnya    dibantu    oleh    stockman   dan

        bertanggungjawab kepada managing director.

6. Manajer Administration and Finance

   a) Menyusun      rencana   kerja   dan    anggaran   perusahaan    beserta

        evaluasinya bersama unit atau bagian (RKAP, RJP, Laporan

        Triwulan, Laporan Kinerja dan Annual Report).

   b) Bertanggungjawab terhadap administrasi ternak, non ternak dan

        keuangan.

   c) Menyusun proyeksi arus kas, laba atau rugi dan neraca
                                                                      75




   d) Bertanggungjawab terhadap arus keuangan perusahaan.

   e) Dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh kepala bagian finance,

      administrasi dan HRD (Human Resource and Development) serta

      bertanggungjawab kepada managing director.

7. Staf Managing Director

    a) Consultan

       1) Memberi pemikiran dan konsep-konsep pengembangan usaha

           demi peningkatan produksi.

       2) Mengevaluasi kelayakan setiap kegiatan yang dikembangkan

       3) Memberi petunjuk dan saran-saran pelaksanaan operasional

           setiap kegiatan.

    b) Corporate

       1) Merangkum laporan unit-unit dan menyusun laporan perusahaan.

       2) Bertanggungjawab atas hasil evaluasi seluruh kegiatan unit yang

           akan dipilih dasar untuk kebijakan dan keputusan serta

           perencanaan.

       3) Membuat percobaan-percobaan untuk pengembangan usaha dan

           berorientasi pada efisiensi dan efektifitas.

       4) Melakukan komunikasi pada instansi diluar perusahaan sebagai

           sumber informasi pengemban usaha.

       5) Bertanggungjawab kepada managing director.
                                                                      76




c) Veteriner

   1) Menyusun rencana kerja dan jadwal kegiatan unit secara

      terperinci

   2) Bertanggungjawab atas kesehatan seluruh ternak dan melakukan

      tindakan pencegahan penyakit terutama penyakit menular

      serperti SE, Anthrax dan Brucellosis.

   3) Melakukan pemeriksanaan kebuntingan (PKB), melaksanakan

      kawin suntik (IB) dan pemberian obat cacing.

   4) Membuat rencana dan jadwal kebutuhan obat-obatan ternak

      serta kebutuhan lainnya yang menyangkut program kegiatan

      kesehatan hewan.

   5) Senantiasa melakukan koordinasi dengan         unit-unit lain untuk

      kegiatan yang dilakukan oleh kesehatan hewan.

   6) Senantiasa    membuat      Berita   Acara      Kematian    dengan

      memaparkan sebab dan akibat kematian tersebut sesuai blanko

      yang sudah disiapkan baik untuk unit breeding maupun fattening

      dan dilaporkan kepada managing director.

   7) Dalam melakukan kegaitan dibantu oleh paramedis serta seluruh

      personil unit yang akan melakukan kegiatan.

   8) Bertanggungjawawab atas stok obat-obatan serta peralatan

      hewan
                                                                            77




        9) Mengontrol kualitas bahan baku pakan ternak dan obat-obatan

            (Quality control) untuk meningkatkan produktivitas ternak

        10) Bertanggungjawab kepada managing director.

8. Stockan dan Kepala Bagian

    a) Bartanggungjawab terhadap unit kegiatan masing-masing

    b) Senantiasa     melakukan     koordinasi   dan    komunikasi      dengan

        seksi/stockan lainnya yang menyangkut jadwal kegiatan dan

        permasalahan yang terjadi untuk diambil tindakan secepatnya.

    c) Dibantu oleh pekerja-pekerjanya.

    d) Bertanggungjawab kepada masing-masing manajer.

b. Proses Pengadaan Sapi Potong

      Untuk memperlancar roda kegiatan perusahaan, maka salah satu

unsur penting yang perlu diperhatikan adalah menjaga agar produk tetap

tersedia. Khususnya pada PT. Berdikari United Livestock        dengan usaha

peternakan sapi potong, maka ketersediaan ternak sapi potong adalah hal

yang mutlak dilakukan. Oleh karena itu bagian yang berkaitan dengan

produksi, yaitu unit breeding selalu mengusahakan pengadaan sapi potong

secara terus menurus, baik melalui usaha pengadaan sapi dan adanya

kelahiran   ternak   berdasarkan    pengelompokan      perkawinan       maupun

pengadaan sapi melalui usaha pembelian dari luar perusahaan. Bentuk

pengadaan ternak sapi potong akan dijelaskan berikut ini:
                                                                         78




1) Pengadaan Sapi Melalui Pengelompokan Perkawinan

      Pengadaan sapi melalui pengelompokan perkawinan dapat dilakukan

dengan mengusahakan kelahiran ternak dari induk-induk ternak yang sudah

diseleksi untuk dijadikan sebagai induk sapi yang berpeluang besar

melahirkan anak sesuai yang diharapkan.

      Dari ternak yang susah diseleksi tersebut, kemudian dilepaskan ke

lokasi pengembalaan dengan menggunakan dua sistem pengelompokan

perkawinan masing-masing sebagai berikut :

      1. Kelompok Perkawinan Bila Special Breed

                Kelompok perkawinan ini dapat menghasilkan bibit unggul

         dari hasil perkawinan pejantan hasil ET, dengan induk-induk

         terbaik hasil seleksi. Dari hasil perkawinan ini menghasilkan bibit

         unggul yang diberi nama Bila Special Breed atau lebih dikenal

         dengan istilah “Bis Breed”

      2. Kelompok Perkawinan Komersil

                Kelompok ini dikatakan kelompok perkawinan special karena

         dari hasil perkawinan sapi yang pertumbuhannya cepat dengan

         kualitas daging yang tinggi, pada kelompok perkawinan ini dipilih

         sapi jenis :

         a) Bali dara ( Peranakan Onggole) dikawinkan dengan pejatan Bali

            Gundul (tidak bertanduk)
                                                                            79




         b) Induk Onggole (SO,PO) dikawinkan dengan sapi pejantan

             Onggole (SO)

         c) Induk BX dikawinkan dengan Onggole (SO). Jenis sapi yang

             dihasilkan dari kelompok perkawinan ini diberi nama “Komersil

             Bila Cross” atau yang lebih dikenal dengan istilah “Kalbi Cross”.

2) Pengadaan Sapi dari Luar Perusahaan

      Agar persediaan ternak sapi potong tetap stabil, maka pihak

perusahaan juga mengusahakan pengadaan sapi melalui usaha pembelian

dari luar perusahaan. Pembelian sapi yang dilakukan perusahaan selama ini

pada umumnya berasal dari petani dan perusahaan-perusahaan lain disekitar

lokasi perusahaan dan dari daerah-daerah lain seperti Wajo, Luwu,

Enrekang, Bone, dan Pinrang.

      Sapi yang bibeli dari luar perusahaan terlebih dahulu digemukkan

dengan sistem Feedlot dalam jangka waktu beberapa bulan dan setelah

mencapai berat badan rata-rata 275-450 Kg per ekor, maka sapi-sapi

tersebut baru dijual kepada konsumen.

      Dari usaha pengadaan sapi potong baik yang dilakukan dengan sistem

pengelompokan perkawinan maupun dengan usaha pembelian dari luar

perusahaan, maka terdapat empat jenis sapi yaitu :

  a) Jenis Sapi Bali

         Sapi jenis ini adalah merupakan banteng yang telah dijinakkan dari

  bersal dari Bali. Adapun ciri-ciri sapi Bali adalah :
                                                                          80




       1. Jantan dewasa berwarna hitam

       2. betina berwarna coklat dengan spesifikasi warna putih pada

           bagian pantat dengan kaki mulai taspol ke bawah.

       3. tinggi badan dewasa berkisa antara 130-135 cm

       4. berat badan antara 300-400 Kg/Ekor.

b) Jenis Sapi Onggole

       Merupakan sapi Zebu yang bersal dari India. Adapun ciri-ciri sapi

Onggole adalah :

       1. Hidup berkelompok

       2. tinggi badan dewasa berkisar antara 135-150 cm

       3. berat rata-rata berkisar 450-600 Kg/ekor

c) Jenis Sapi Australia (Brahman Cross)

       Termasuk golongan sapi Zebu yang dikembangkan di Australia

yang beriklim panas. Dimasukkan ke Indonesia pada tahun 1974. Adapun

ciri-ciri sapi jenis ini adalah : Merupakan sapi Zebu yang bersal dari India.

Adapun ciri-ciri sapi Onggole adalah :

       1. tinggi badan rata-rata berkisar aantara 140-160 cm

       2. berat badan 500-700 Kg/ekor dan berpunuk

d) Jenis Sapi Peranakan

       Sapi Jenis ini merupakan hasil perkawinan sendiri dengan

menggunakan pejantan Onggole dari Australia dengan ciri-ciri yang

menerupai sapi jenis Onggole.
                                                                        81




         Dari jenis-jenis sapi ini, dikelompokkan lagi menurut umurnya

  sebagai berikut :

          1. Calf, yaitu sapi yang dikelompokkan pada umur 1-7 bulan

          2. weaner, yaitu sapi yang telah dipisahkan dengan induknya,

              berumur 6 bulan – 1 tahun.

          3. Heifer (sapi dara) dan calon bull (jantan muda) sapi yang

              berumur 1-2 tahun

          4. Cow (induk) dan Bull (pejantan) sapi dewasa umur 3 tahun

              keatas.

c. Sistem Penggemukan Sapi

      Sebagai salah satu usaha peternakan sapi potong yang tergolong

besar, menerapkan manajemen penggemukan dengan sistem feedlot yaitu

sistem penggemukan dengan dikandangkan dan pakan diberikan dalam

kandang tersebut.

      Pada unit penggemukan Bila River Ranch memiliki 8 unit kandang

penggemukan yang masing-masing dinamakan kandang A,B,C,D,F,G,H.

masing-masing kadang dibagi menjadi 10 petak. Setiap petak kandang yang

luasnya 24 m2 ( 4m x 6m ) dapat menampung 10 Animal Unit, yaitu 20 ekor

sapi muda atau 10 ekor sapi dewasa.

      Sapi-sapi yang digemukkan pada unit Bila Ranch River terdiri dari dua

fase yaitu fase starter dan fase growser. Sapi yang tergolong pada fase
                                                                            82




strarter yaitu sapi dengan berat 100 – 175 Kg. Sedangkan sapi yang

tergolong sapi growser yaitu sapi dengan berat 176 – 250 Kg.

      Pemberian pakan untuk ternak yang digemukkan dengan sistem

Feedlot dilakukan setiap hari, baik itu pakan hijauan maupun pakan non

hijauan (konsentrat). Pakan hijauan yang diberikan meliputi rumput gajah,

rumput alam maupun jerami padi, yang diberikan pada pagi dan sore hari,

setelah pakan konsentratnya diberikan.

      Pakan hijauan diberikan ini terlebih dahulu dicincang dengan

menggunakan mesin pencincang rumput (chopper). Pencincangan ini

dimaksudkan untuk mempermudah perenggutan sekaligus mengurangi

hijauan yang terbuang saat perenggutan, sedangkan pakan konsentrat

diberikan pada bak-bak penampungan pakan.

      Adapun pemberian air pada sistem feedlot dilakukan setiap hari pada

saat sanitasi kandang yaitu pagi hari dan penambahan kembali pada sore

hari untuk kebutuhan ternak pada malam hari. Sebelum pemberian air, bak

air terlebih dahulu dibersihkan agar ternak terhindar dari kuman atau bibit

penyakit. Banyaknya air yang diberikan pada ternak yang digemukkan tidak

dibatasi untuk menghindari terjadinya kekurangan air pada ternak.

      Kegiatan   membersihkan     (sanitasi)   kandang   ternak     pada   unit

penggemukan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan pada pagi hari pukul

09.00 setelah pemberian konsentrat. Pembersihan kandang yang dilakukan

meliputi pembersihan lantai kandang, tempat makanan dan bak air minum
                                                                              83




dari   sisa-sisa    makanan,    karena    hal   tersebut    dapat   menyebabkan

terkontaminasinya makanan dengan bakteri atau kuman yang dapat

membawa bibit penyakit. Pembersihan lantai kandang dari kotoran ternak

dilakukan dengan cara menyiramkan air kemudian didorong ke saluran

pembuangan yang ada di dalam kandang untuk kemudian diteruskan oleh

aliran air ke tempat pembuangan yang ada dibelakang kandang.

       Masalah kesehatan sapi yang digemukkan juga merupakan masalah

yang sangat diperhatikan oleh manajemen perusahaan. Hal ini disebabkan

karena kesehatan ternak merupakan salah satu faktor yang menentukan

keberhasilan       usaha   penggemukan.    Ternak    sapi   yang    kesehatannya

terganggu akan menyebabkan menurunnya kemampuan ternak tersebut

mengkonsumsi pakan, sehingga proses penggemukan sapi akan terhambat.

       Sapi-sapi yang digemukkan di Bila Ranch River senantiasa dijaga

kesehatannya dengan memperhatikan higien sapi dan lingkungan serta

tindakan pencegahan penyakit berupa pemberian obat cacing melalui mulut,

mandi obat (dipping), injeksi vitamin B Compleks dan injeksi teerramcyn.

       Untuk mengantisipasi terjadinya masalah jika ternak sakit tidak

diketahui oleh pekerja, maka dilakukan pengontrolan rutin. Pengontrolan

terhadap kondisi ternak yang ada dalam kandang dilakukan setiap hari yaitu

pada saat pemberian pakan dan setelah pemberian pakan.
                                                                      84




d. Proses Pengadaan dan Pegolahan Pakan Konsentrat

      Secara garis besar, pakan yang digunakan pada unit penggemukan

PT. Berdikari United Livestock Bila Ranch River dibedakan atas dua macam

yaitu pakan hijauan dan pakan non-hijauan. Pengadaan pakan hijauan untuk

kebutuhan unit penggemukan pada perusahaan ini tidak merupakan kendala,

karena perusahaan juga mengelola unit pasture. Sebagian besar lahan

pasture ditanami rumput gajah sebagai sumber pakan hijauan dan untuk

mencukupi kebutuhan pakan, juga ditanami jenis rumput alam yang

dikombinasikan dengan legim yang dapaat dijadikan pakan ternak.

      Penyediaan pakan hijauan untuk ternak yang digemukkan dengan

sistem feedlot pada perusahaan dilakukan setiap hari. Karena letak kebun

rumput yang agak jauh diberi lokasi kandang penggemukan maka untuk

mengangkut rumput tersebut digunakan 2 unit traktor gandengan. Rumput

yang telah dipotong diangkut ke lokasi penggemukan untuk kemudian

dicincang sebelum diberikan kepada ternak.

      Pada usaha penggemukan sapi, ketersediaan pakah hijauan yang

melimpah belum dapat menjamin keberhasilan usaha penggemukan. Hal ini

disebabkan karena pakan hijauan tidak dapat mensuplai seluruh zat-zat

makanan yang dibutuhkan oleh ternak. Oleh karena itu, ternak yang

dipelihara untuk tujuan pengemukan perlu diberikan pakan non-hijauan atau

pakan penguat. Disamping karena kandungan proteinnyaa lebih tinggi, pakan

penguat juga memberikan pertambahan berat badan yang lebih tinggi
                                                                        85




dibandingkan dengan hijauan. Atas dasar inilah sehingga penggunaan pakan

penguat (konsentrat) pada perusahaan ini mendapat perhatian yang cukup

besar oleh pihak manajemen.

       Adapun jenis bahan pakan non-hijauan yang biasa digunakan sebagai

pakan konsentrat pada PT. Berdikari United Livestock yaitu dedak padi,

pollard, kapur, urea, garam, vetamax, dan tetes. Pengadaan pakan

konsentrat dilakukan dengan cara membeli langsung pada tempat produksi

pakan jenis non-hijauan.

       Dedak padi sebagai bahan pakan yang paling banyak digunakan

dalam konsentrat diperoleh dari daerah-daerah di Sulawesi Selatan, tetapi

terbanyak diperoleh dari daerah Bulukumba. Pollard yang merupakan dedak

gandum diperoleh dari pabrik pengolahan tepung terigu PT. Berdikari sari

Utama yang juga merupakan anak cabang PT. Berdikari Group, di Makassar.

Kapur diperoleh dari Kabupaten Barru, Urea dari PT. Pupuk Srriwijaya, garam

dari Makassar,    vetamix dari Jakarta serta tetas dari PTP Nusantara XIV

Makassar.

       Untuk lebih jelasnya, jenis bahan pakan konsentrat yang digunakan

pada unit penggemukan PT. Berdikari United Livestock, sumber dan harga

perkilogram dapat dilihat pada tabel 7 berikut ini :
                                                                         86




Tabel 7. Jenis Bahan Pakan Konsentrat, Sumber Pengadaan, harga per Kg
         yang digunakan pada PT. Berdikari United Livestock Bila Ranch
         River.
 No.     Jenis Bahan Pakan      Harga/Kg (Rp) Sumber Pengadaan
 1.    Dedak Padi                         300 Bulukumba
 2.    Polland                            725 PT.     Berdikari   Sari
                                                Utama
 3.    Bungkil Kelapa                     700 Sidrap
 4.    Kapur                              175 Barru
 5.    Urea                              1200 PT. Pupuk Sriwijaya
 6.    Garam                            14500 Makassar
 7.    Vetamax                           4500 Jakarta & Makassar
 8.    Tetes                              600 PTP. Nusantara XIV
                                                Makassar
Sumber : Bila Ranch River, 2005

        Pembelian bahan pakan konsentrat dilakukan secara berkala

(perbulan) dengan tetap memperhatikan ketersediaan dan harga bahan

pakan melimpah, pembelian terus dilakukan karena harga pada saat-saat

seperti itu relatif murah. Dan untuk menjaga kualitas bahan pakan agar tidak

mengalami     penurunan     selama    masa     penyimpanan,     perusahaan

menyediakan unit Feed Mill sebagai tempat bahan pakan yang sekaligus

berfungsi sebagai termpat pengelolaan bahan pakan tersebut.

        Sebelum diberikan kepada ternak, bahan pakan tersebut perlu diolah

terlebih dahulu. Sistem pengolahan yang dilakukan adalah dengan

mencampur beberapa jenis bahan pakan non hijauan untuk menghasilkan

konsentrat. Sejumlah bahan pakan yang telah disiapkan sebelumnya

dicampur sedikit demi sedikit sampai tercampur seluruhnya menjadi

campuran yang homogen. Jumlah bahan pakan yang dicampur sejumlah 3
                                                                      87




ton untuk masing-masing fase. Adapun komposisi masing-masing jenis

bahan pakan yang akan dicampur menjadi pakan konsentrat tergantung pada

jenis bahan pakan yang tersedia dan status ternak. Pada unit penggemukan

PT. Berdikari United Livestock Bila Ranch River, pakan konsentrat yang

digunakan dibedakan atas dua macam yaitu pakan konsentrat untuk starter

dan grower dengan komposisi masing-masing jenis bahan pakan seperti

pada tabel 8 berikut ini :

Tabel 8.   Komposisi Bahan Pakan Konsentrat Ternak Sapi Starter dan
           Grower yang digemukkan dengan Sistem Feedlot pada PT.
           Berdikari United Livestock.
 No.     Jenis Bahan Pakan             Starter (%)  Grower (%)
 1.   Dedak Padi                          68,5          63
 2.   Polland                             12,5          15
 3.   Bungkil Kelapa                       15           17
 4.   Kapur                                 1            2
 5.   Urea                                 0,5           1
 6.   Garam                                 1            1
 7.   Vetamax                               1           0,5
 8.   Tetes                                0,5          0,5
              Total                       100          100
Sumber : Bila Ranch River 2005

e. Pengelolaan Ternak Sapi

         PT. Berdikari United Livestock sebagai usaha yang bergerak dalam

bidang peternakan sapi pedaging (potong) dalam ranch yang meliputi usaha

pengembangbiakan (breeding), penggemukan (fattening), dan perdagangan

ternak (trading). Berikut ini akan bagan alur pengelolaan sapi :
                                                                               88




                                       Sapi Bibit                             Peternak


   Induk             Breeding


                                       Sapi Bakalan           Pemotongan            Pasar



                                         Fattening           Sapi Potong            Pasar


       Sapi Bakalan                                            Industri
         Dari luar                                           Pengolahan



                                                           Produk Jadi :
                                                      1.    Frozen Beef
                                                      2.    Corned                  Pasar
                                                      3.    Sosis
                                                      4.    Konro


            Gambar 3. Bagan Alur Industri Sapi Potong (Pedaging)
                      Sumber : F Sumbung

      Pekerjaan      mulai   dari   pengembangbiakan,        penggemukan,     dan

perdagangan hasil-hasil ternak sapi pedaging. Ditangani secara keseluruhan

oleh manajemen PT. Berdikari United Livestock. Sedangkan pengelolaan

daging sapi belum dilakukan. Industri pengolahan pada umumnya ditangani

oleh mitra bisnisya seperti Kariyana Giya Utama dan PT. Sampico Adhi

Abbatoir,    kedua    perusahaan     tersebut   berada       di   Jakarta.   Yang

dikembangbiakkan adalah sapi jenis Brahman Cross, Sumba Ongole, PO,
                                                                         89




dan Sapi Bali Sulsel. Namun populasi terbesar (hampir 95%) adalah jenis

brahman    Cross    dari   Australia.   Ternak-ternak   dipelihara   dengan

memanfaatkan rumput alam yang merupakan vegetasi dominan. Sistem

pengembalaan yang diterapkan sebagian besar adalah extensif rearing

system, dimana ternak-ternak tersebut dilepas di dalam paddock sepanjang

tahun. Akan tetapi ada sebagian kelas sapi dipelihara secara intensif

(sapihan, jantan muda, dan bull). Sistem ini bertujuan untuk mempercepat

perbaikan kondisi tubuh induk sapi.
                                                                         90




                                  BAB V

             ANALISIS & PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN


      Sesuai dengan rencana proposal penelitian yang telah diajukan dan

direkomendasikan oleh komisi penasehat dan dewan penguji, maka

penelitian ini telah dilaksanakan di PT. Berdikari United Livestock Parepare

dan Sidrap, salah satu kelompok perusahaan Badan Usaha Milik Negara

(BUMN) non-infrastruktur sesuai SK Menteri BUMN No. Kep-100/MBU/2002.

Fokus permasalahan dititik beratkan pada analisis faktor-faktor yang

berpengaruh terhadap kinerja keuangan-rentabilitas dengan mengacu pada

Indikator Kinerja Keuangan yang tercantum pada SK Menteri BUMN No. Kep-

100/MBU/2002

      Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan PT.

Berdikari United Livestock ini menggunakan data Laporan Keuangan (Hasil

Perhitungan Tahunan) Perusahaan. Data yang digunakan adalah laporan

keuangan selama kurun waktu lima tahun terakhir (2000 – 2004).

      Terdapat beberapa Surat Keputusan Menteri BUMN tentang Penilaian

Kinerja BUMN, akan tetapi pada penelitian ini akan mengacu pada Indikator

Kinerja SK Menteri BUMN No. Kep-100/MBU/2002. Nilai bobot perusahaan

diadakan atas likuiditas, rentabilitas, solvabilitas, aktivitas usaha serta

indikator tambahan yang disesuaikan dengan perkembangan dunia usaha.
                                                                            91




       Surat Keputusan Meteri ini merupakan standar penilaian yang

digunakan dalam penilaian kinerja keuangan BUMN, dimana dalam

perhitungannya mengacu pada rasio-rasio keuangan. Dari hasil analisis

tersebut selanjutnya diadakan analisis beberapa faktor yang dianggap

berpengaruh       terhadap   kinerja   keuangan      terutama   pada    tingkat

kemampulabaan PT. Berdikari United Livestock.

       Guna menguji dan membuktikan hipotesis yang telah diajukan, maka

sebelum dilakukan analisis secara statistik, maka dilakukan analisis

pendahuluan dengan menggunakan metode analisis yang direkomendasikan

oleh Menteri BUMN melaui Surat Keputusan No. Kep-100/MBU/2002 sebagai

berikut :



  A. Analisis Penilaian Kinerja Berdasarkan SK. Menteri BUMN RI No.

                               Kep-100/MBU/2002

            Berdasarkan Surat Keputusan Meteri tersebut untuk kepentingan

penilaian Kinerja, BUMN digolongkan menjadi dua golongan yaitu Infra-

Struktur dan Non-Ingra Struktur.       PT. Berdikari United Livestock sebagai

salah satu anak Perusahaan PT. Berdikari masuk dalam golongan BUMN

Non-Infrastruktur. Penilaian Kinerja mencakup tiga hal pokok yaitu : 1) Kinerja

Keuangan, 2) kinerja Operasional, dan 3) Kinerja Administrasi. Adapun bobot

maksimum masing masing adalah 70 untuk kinerja keuangan, 15 untuk

kinerja administrasi, dan 15 untuk kinerja administrasi. Akan tetapi sesuai
                                                                         92




dengan masalah dan batasan masalah yang telah dikemukakan sebelumnya,

maka      penulis     memfokuskan     analisis   pada   Kinerja   Keuangan-

rentabilitas/profitabilitas.

         Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan dari data laporan

selama periode waktu tahun 2000 – 2004 (Lampiran 3-6) hasilnya dapat

diringkaskan dalam tabel 9 Berikut ini :

Tabel 9 . Hasil Penilaian Kinerja Keuangan PT. Berdikari United Livestock
          tahun 2000 – 2004
                                             Tahun
       Indikator
                           2000       2001     2002      2003       2004
         ROE                 15.35      25.88 38.01       18.46       8.75
          ROI                 9.67      14.63 18.33       10.71       5.59
   Perputaaaran TA           65.66      69.50 93.21       85.07      75.31
    MS terhada TA            34.50      37.83 39.92       31.28      33.05
Sumber : Data diolah (Lampiran 3-6)

     Berdasarkan pada tabel 9 tersebut di atas, maka akan diuraikan

perkembangan dari 9 indikator tersebut selama 5 (lima) tahun terakhir yaitu

tahun 2000 – 2004 sebagai berikut :

       a) Return on Equity (ROE)

       Perkembangan nilai Return on Equity (ROE) selama 5 (lima tahun

terakhir adalah sebagai berikut :
                                                                     93




40.00
35.00
30.00
25.00
20.00
15.00
10.00
 5.00
  -
             2000        2001       2002        2003         2004


         Gambar 4. Grafik Perkembangan Return on Equity (ROE)
                   Tahun 2000 – 2004 (dalam %)
                   Sumber : Tabel 9

        Grafik di atas menunjukkan adanya kecendrungan kinerja keuangan

PT. Berdikari United Livestock pada Indikator Return on Investment (ROE)

tahun 2000 – 2002 cendering meningkat, sedangkan periode 2002-2004

cendrung mengalami penurunan bahkan 2003-2004 mengalami penurunan

yang sangat drastis. Deskripsi Perkembangan kinerja tersebut dapat

dipaparkan sebagai berikut :

a) Pada tahun 2000 nilai ROE (Return on Equity) adalah 15,35% dan

   mengalami peningkatan pada tahun 2001 menjadi 25,88%. Kondisi ini

   disebabkan karena terjadinya peningkatan pada laba bersih perusahaan

   yang lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan rata-rata modal.
                                                                      94




b) Pada tahun 2001 nilai Return on Equity (ROE) 25,88 dan meningkat pada

   tahun 2002 menjadi 38.01% (46,87%). Terjadi peningkatan karena laba

   bersih perusahaan mengalami peningkatan yang juga diikuti oleh

   peningkatan rata-rata modal.

c) Pada tahun 2002 nilai Return on Equity (ROE) 38,01% mengalami

   penurunan pada tahun 2003 menjadi 18.46% (51.43%). Terjadinya

   penurunan ini disebabkan karena       adanya penurunan laba bersih

   sementara rata-rata modal tidak mengalami peningkatan.

d) Pada tahun 2003 nilai Return on Equity (ROE) 18.46% mengalami

   penurunan yang sangat drastis pada tahun 2004 menjadi 8,75% (52.60%)

   karena terjadi penurunan laba bersih perusahaan sementara rata-rata

   modal tidak mengalamikenaikan.



      b) Return on Investment (ROI)

      Perkembangan nilai Return on Investment (ROI) selama 5 (lima) tahun

terakhir adalah sebagai berikut :
                                                                           95




   20.00

   15.00

   10.00

     5.00

      -
                2000         2001        2002         2003        2004

      Gambar 5. Grafik Perkembangan Return on Investment (ROI)
                Tahun 2000 – 2004 (dalam %)
                Sumber : Tabel 9


     Grafik di atas menunjukkan adanya kecendrungan peningkatan nilai

Return on Investment (ROI) terutama pada tahun 2000-2002, sedangkan

tahun 2002-2004 menunjukkan adanya kecendrungan menurun, bahkan

secara drastis terjadi pada tahun 2004. deskripsi kinerja keuangan tersebut di

atas dipaparkan sebagai berikut :

a) Pada tahun 2000 nilai Return on Investment (ROI) 9.67% mengalami

   peningkatan pada tahun 2001 menjadi 14.63% (51.29%) disebabkan

   karena terjadinya peningkatan jumlah aktiva tahun 2001 sebesar Rp.

   47.453.883 (0.72%) yang juga diikuti dengan kenaikan EBIT yang lebih

   besar yaitu Rp. 102.684.013 (31.57%).
                                                                        96




b) Pada tahun 2001 nilai Return on Investment (ROI) 14.63% mengalami

   peningkatan pada tahun 2002 menjadi 18.33 % (25.29%) disebabkan

   karena terjadinya peningkatan jumlah aktiva sebesar Rp. 1.002.577.476 (

   15.01%) yang juga diikuti dengan kenaikan EBIT sebesar Rp. 49.215.051

   (11.50%).

c) Pada tahun 2002 nilai Return on Investment (ROI) 18.33% mengalami

   penurunan pada tahun 2003 menjadi 10.71 % (41.57%) disebabkan

   karena terjadinya peningkatan jumlah aktiva lebih besar (dua kali lipat

   dibandingkan dengan kenaikan EBIT) yakni Rp.2.513.328.254 (32.72%)

   sementara kenaikan EBIT jauh lebih kecil yaitu Rp. 75.197.916 (15.76%).

d) Pada tahun 2003 nilai Return on Investment (ROI) 10.71% mengalami

   penurunan yang sangat drastis       pada tahun 2004 menjadi 5.59%

   (47.81%) disebabkan karena terjadinya peningkatan jumlah aktiva yang

   sebesar RP. 84.775.617 (0.82%) sementara EBIT mengalami penurunan

   yang sangat drastis sebesar Rp. 276.127.589 (49.99%).

      c) Perputaran Total Asset

     Perputaran persediaan selama lima tahun terakhir dapat digambarkan

sebagai berikut :
                                                                         97




   100.00

     80.00

     60.00

     40.00

     20.00

        -
                    2000     2001        2002        2003        2004

     Gambar 6 . Grafik Perkembangan Perputaran Total Asset (TATO)
                 tahun 2000 – 2004 (dalam %)
                Sumber         : Tabel 9

Gambar 6 tersebut di atas menunjukkan adanya kecendrungan peningkatan

Perputaran total asset terutama range waktu 2000-2002, meski pada tahun

2002-2004 menunjukkan adanya penurunan, bahkan penurunan drastis

terjadi pada tahun 2004. deskripsi kinerja tersebut di atas dapat dipaparkan

sebagai berikut :

a) Pada tahun 2000 nilai Total Asset Turn Over (TATO) adalah 65,66% naik

   menjadi 69,50 %     pada tahun 2001. kenaikan ini disebabkan karena

   adanya kenaikan nilai penjualan sebesar Rp. 616.441.500 (13.86%)

   sementara total aktiva mengalami kenaikan sebesar Rp. 424.734.008

   (6.19%).
                                                                      98




b) Pada tahun 2001 nilai Total Asset Turn Over (TATO) adalah 69,50% naik

   menjadi 93,21 %     pada tahun 2002. kenaikan ini disebabkan karena

   adanya kenaikan nilai penjualan sebesar Rp. 2.701.046.500 (53.34%)

   yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan kenaikan nilai aktiva

   hanya sebesar Rp. 1.125.222.043 (15.44%).

c) Pada tahun 2002 nilai Total Asset Turn Over (TATO) adalah 93,21%

   turun menjadi 85,07 % pada tahun 2003. penurunan ini disebabkan

   karena adanya kenaikan nilai penjualan sebesar Rp. 1.493.077.550

   (19.23%) sementara total aktiva mengalami kenaikan yang cukup

   signifikan sebesar Rp. 2.507.589.367 (29.89%).

d) Pada tahun 2003 nilai Total Asset Turn Over (TATO) adalah 85,07%

   turun menjadi 75,31% pada tahun 2004.        penurunan ini disebabkan

   karena adanya penurunan nilai penjualan sebesar Rp. 1.858.829.041

   (20.08%) sementara total aktiva mengalami kenaikan sebesar Rp.

   291.715.439 (2.67%).

      d) Rasio Modal sendiri terhadap total Asset

    Rasio Modal sendiri terhadap Total Asset selama lima tahun terakhir

dapat digambarkan sebagai berikut :
                                                                       99




    50.00

    40.00

    30.00
    20.00

    10.00

       -
                2000        2001       2002        2003        2004

       Gambar 7 : Grafik Perkembangan Rasio Modal Sendiri terhadap
                  Total Asset Tahun 2000 – 2004 (dalam %)
                  Sumber       : Tabel 9


Gambar 7 tersebut di atas menunjukkan adanya peningkatan terutama pada

ttahun 2000-2002, akan tetapi cenderung mengalami penurunan pada tahun

2002 hingga 2003, kemudian pada tahun 2003-2004 mengalami kenaikan

yang tidak signifikan. Deskripsi kinerja tersebut dapat dipaparkan sebagai

berikut :

a) Pada tahun 2000 nilai Rasio Modal Sendiri terhadap Total Asset adalah

    34,50% naik menjadi 37,83 % pada tahun 2001. kenaikan ini disebabkan

    karena adanya kenaikan modal sendiri sebesar Rp. 389.478.911 namun

    dalam jumlah yang lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan jumlah

    aktiva sebesar Rp. 424.734.008.
                                                                        100




b) Pada tahun 2001 nilai Rasio Modal Sendiri terhadap Total Asset adalah

   37,83% naik menjadi 39,92 % pada tahun 2002. kenaikan ini disebabkan

   karena adanya kenaikan modal sendiri sebesar Rp. 600.919.112

   sementara     jumlah    aktiva   mengalami     kenaikan    sebesar   Rp.

   1.125.222.043.

c) Pada tahun 2002 nilai Rasio Modal Sendiri terhadap Total Asset adalah

   39,92 % turun menjadi 31,28 % pada tahun 2003.             penurunan ini

   disebabkan karena adanya kenaikan modal sendiri sebesar Rp.

   58.366.446 yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan jumlah

   aktiva sebesar Rp. 2.507.589.367.

d) Pada tahun 2003 nilai Rasio Modal Sendiri terhadap Total Asset adalah

   31,28 % naik menjadi 33,05 % pada tahun 2004. kenaikan ini disebabkan

   karena adanya kenaikan modal sendiri sebesar Rp. 289.751.439 dan

   kenaikan jumlah aktiva sebesar Rp. 291.715.439.

     Berdasarkan pemaparan tersebut di atas, maka berikut ini dilakukan

pembobotan nilai sesuai dengan indikator pengukuran kesehatan BUMN

dengan mengacu pada Surat Keputusan Menteri BUMN No. Kep-

100/MBU/2002. bobot kinerja ditunjukkan pada tabel 10 berikut ini :
                                                                      101




Tabel 10.     Bobot Kinerja Keuangan PT. Berdikari United Livestock tahun
              2000 – 2004
                                         Tahun
    Indikator
                    2000       2001      2002       2003         2004
      ROE             20        20        20         20           14
      ROI            7,5        12        15          9            5
Perputaaaran TA       3         3.5       5          3.5          3,5
 MS terhada TA        10        10        10         10           10
Sumber : Data diolah (Lampiran 3-4 )

     Bobot Kinerja Keuangan tersebut diatas disusun sesuai dengan Surat

Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor Kep-100/MBU/2002,

aspek penilaian Kinerja BUMN non-infra. Berdasarkan data tersebut di atas

menunjukkan bahwa kinerja keuangan PT. Berdikari United Livestock

menunjukkan kecendrungan penurunan terutama jika ditinjau dari sisi

Rentabilitas. Hal ini ditunjukkan terutama pada tahun 2000-2004. penurunan

ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, baik faktor internal perusahaan

maupun eksternal. Akan tetapi karena keterbatasan waktu dan biaya, maka

dalam penelitian ini difokuskan pada analisis faktor-faktor internal yang

berpengaruh terhadap kinerja keuangan PT. Berdikari United Livestock

antara lain Jumlah Aktiva tetap, Hutang jangka panjang, dan Equity.

      Sesuai dengan tujuan masalah dan tujuan penelitian yang kedua yang

telah dikemukakan sebelumnya, bahwa dalam penelitian ini akan dilihat dari

faktor-faktor yang teridentifikasi melalui analisis sebelumnya, maka pada

bagian ini akan dilakukan analisis dan pembuktian hipotesis yang telah

diajukan sebelumnya.
                                                                                 102




     Model analisis yang digunakan dalam melakukan perhitungan untuk

analisis dan pembuktian hipotesis tersebut adalah analisis regresi linier

berganda (Multiple regression) dengan memanfaatkan hasil analisis terhadap

laporan keuangan PT. Berdikari United Livestock selama 5 tahun 2000-2004.

pada analisis regresi berganda ini data hasil analisis sebelumnya

didistribusikan kedalam 10 semester sehingga n = 10 (sepuluh).

     Pendistribusian data dilakukan karena keterbatasan perolehan data dari

perusahaan. Prosentase pendistribusian data setiap periode adalah 45%

untuk semester I dan 55% untuk semester II untuk setiap tahunnya. hasil

distribusi data dapat dilihat pada lampiran 7.

     Berdasarkan data pada lampiran 7 tersebut, berikut ini disajikan hasil

analisis regresi berganda yang diawali dengan Pengujian Asumsi Klasik

Model Regresi Linier:



                    B. Analisis dan Pengujian Hipotesis

1. Pengujian Asumsi Klasik Model Regresi Linier

     Pengujian asumsi klasik model liner dimaksudkan untuk mengetahui ada

tidaknya    pelanggaran     yang   terjadi,   jika   hal   tersebut   terjadi   akan

mengakibatkan kofisien regresi memiliki standar error dan atau ragam

(variace)   yang   besar,   sehingga     mengurangi        kehandalan   penaksiran

parameter. Untuk memperoleh nilai pemerkira yang tidak bias dari model
                                                                          103




persamaan regresi berganda terhadap variabel-variabel yang diamati, maka

asumsi klasik harus terpenuhi.

a. Multikolinieritas

      Multikolinieritas menunjukkan terdapatnya hubungan linier yang

sempurna atau pasti diantara beberapa atau semua variabel yang

menjelaskan dari model regresi, yaitu terdapatnya lebih dari satu hubungan

linier pasti. Berdasarkan teori tersebut, maka dalam penelitian ini terdapat

korelasi yang rendah      antara variabel bebas dapat dijelaskan. Untuk

mengetahui terjadinya multikolinieritas dalam penelitian ini maka dapat

ditunjukkan matriks korelasi yang dihitung dengan menggunakan paket SPSS

versi 12 seperti yang ditunjukkan pada tabel 11 sebagai berikut :



Tabel 11. Matriks korelasi Antar Variabel Bebas pada Model Penelitian

                                 Y      X1            X2            X3
          Y                     1.000         0.641        -0.463        -0.85
         X1                     0.641         1.000         0.158        0.619
         X2                    -0.463         0.158         1.000        0.793
         X3                     -0.85         0.619         0.793        1.000
Sumber : Data diolah (lampiran 6)

      Dengan memperhatikan tabel 11 tersebut di atas menunjukkan bahwa

korelasi antara beberapa variabel bebas tidak terdapat nilai yang melebihi

0.80, sehingga dengan demikian tidak terjadi multikolinieritas. Hal ini sesuai

dengan pernyataan Norman H. Nie et al (1993) bahwa apabila korelasi
                                                                               104




variabel bebas tidak terdapat nilai lebih dari 0.80 maka tidak terjadi

multikolinieritas antara variabel yang diamati.

       Selanjutnya uji multikolinieritas dapat dilihat dari toleransi value atau

nilai Variance Inflation Factor (VIF) batas dari toleransi value adalah 0.10

dan batas VIF adalah 10. hasil uji multikulinieritas dapat dilihat pada lampiran

8 bahwa nilai VIF kurang dari 10 dan nilai toleransi lebih dari 0.10 sehinga

dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala multikolinieritas.

b. Hetoroskedastisitas

     Heteroskedastisitas merupakan syarat klasik didalam analisis regresi

linier yang harus tidak terjadi yang berarti bahwa varian residual harus sama.

Dengan menggunakan paket program SPSS versi 12 dideteksi adanya gejala

heterokedastisitas melalui grafik sctterplot variabel dependen berikut ini :
                                                                                                    105




                                                                    Scatterplot
       Regression Studentized Residual
                                                    Dependent Variable: K_Keuangan_Laba
                                          1.5

                                          1.0

                                         0.5

                                         0.0

                                         -0.5

                                         -1.0

                                         -1.5
                                                         -1               0               1           2
                                                        Regression Standardized Predicted Value



                                                Gambar 8. Grafik Sctterplot Variabel Dependen (Y)
                                                           Sumber : Data diolah (Lampiran 6)


     Grafik tersebut diatas menunjukkan titik-titik menyebar secara acak dan

tidak membentuk suatu pola tertentu, disamping itu tesebar di atas maupun di

atas angka 0 pada sumbu Y. dengan demikian tidak menunjukkan gejala

heteroskestisitas pada model regresi.

c. Autokorelasi

     Autokorelasi merupakan korelasi yang terjadi diantara anggota-anggota

dari serangkaian observasi yang berderatan waktu hal bisa terjadi pada data

time series). Untuk mendeteksi adanya penyimpangan asumsi klasik                                    ini

menunjukkan bahwa varian residual tidak saling berpengaruh, kemungkinan
                                                                            106




ini bisa dilihar dari nilai Durbin Watson (DW). Bila nilai DW-hitung lebih besar

dari nilai DW-tabel maka tidak ditunjukkan adanya autokorelsi. Konsekuensi

adanya autokorelasi adalah selang keyakinan menjadi lebar serta varian dan

kesalahan standar ditaksir terlalu rendah sehingga pengujian menjadi tidak

meyakinkan.

       Berdasarkan hasil regresi pengaruh variabel Xi (jumlah aktiva, hutang

jangka panjang, dan equity) terhadap variabel Y (kinerja keuangan-

Profitabilitas)   pada   lampiran   8,   dengan   pengujian   Durbin    Watson

menunjukkan bahwa nilai DW-hitung menunjukkan nilai 1.978, dan angka

tersebut lebih besar dari nilai DW-tabel sehingga tidak menunjukkan adanya

autokorelasi antara variabel yang diamati.



2. Hasil pengujian terhadap variabel yang mempengaruhi kinerja

   keuangan-profitabilitas.

       Berdasarkan hasil analisis regresi berganda (multiple regression)

dengan menggunakan SPSS versi 12 seperti yang ditunjukkan pada lampiran

8 menunjukkan adanya hubungan dan variasi arah hubungan antara variabel

bebas dengan variabel independen. Pengaruh dan arah hubungan tersebut

dapat ditunjukkan pada tabel berikut ini :
                                                                          107




Tabel 12. Pengaruh Variabel Bebas (X) secara bersama-sama dan Parsial
            terhadap Variabel terikat (Y).
                          Koefisien          Arah   Uji teori terhadap
   Variabel bebas
                           regresi         Pengaruh  variabel bebas
 (Constant)                -2.208
 X1 Aktiva tetap            1.396           Positif   Berpengaruh
 X2 Hutang J_Pnjg          -0.013           Negatif   Berpengaruh
 X3 Equity                 -0.444           Negatif   Berpengaruh
 R2 (Determinasi)              -            0.789     berpengaruh
Sumber : Data diolah (Lampiran 6)

       Berdasarkan hasil analisis regersi pada tabel tersebut diatas

menunjukkan bahwa variabel jumlah aktiva, hutang jangka panjang, equity

menunjukkan bahwa jumlah aktiva berpengaruh positif terhadap kinerja

keuangan-profitabilitas, sedangkan hutang jangka panjang dan equity

menunjukkan pengaruh negatif terhadap kinerja keuangan-profitabilitas PT.

Berdikari United Livestock. Dari hasil analisis tersebut maka disusun

persamaan regresi sebagai berikut :

Y = - 2.208 + 1.396X1 – 0.013X2 – 0.444X3 .

     Dari hasil persamaan regresi tersebut dapat diinterpretasikan sebagai

berikut :

a) Nilai koefisien regresi jumlah aktiva tetap (X1) = 1.396, mengandung tanda

   (+) yang berarti bahwa jika dua variabel lainnya tidak berubah, maka

   perubahan variabel jumlah aktiva tatap (X1) 1% memberikan pengaruh

   yang searah sebesar 1.396% terhadap kinerja keuangan-profitabilitas.

b) Nilai koefisien regresi jumlah hutang jangka panjang (X2) = -0.031,

   mengandung tanda (-) yang berarti bahwa jika dua variabel lainnya tidak
                                                                             108




       berubah, maka perubahan variabel jumlah hutang jangka panjang (X 2) 1%

       memberikan pengaruh yang berlawanan sebesar –0.031% terhadap

       kinerja keuangan-profitabilitas.

c) Nilai koefisien regresi modal sendiri (X3) = -0.444, mengandung tanda (-)

       yang berarti bahwa jika dua variabel lainnya tidak berubah, maka

       perubahan variabel modal sendiri (X3) 1% memberikan pengaruh yang

       berlawanan sebesar 0.444% terhadap kinerja keuangan-profitabilitas.



3. Pengujian terhadap Hipotesis Penelitian

          Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini sebanyak dua hipotesis

adapun alat analisis yang diajukan adalah hipotesis pertama dengan uji F

(secara bersama-sama) dan hipotesis uji t (secara parsial). Adapun

pembuktian terhadap hipotesis yang diajukan dapat dilihat pada tabel berikut

ini:

Tabel 13. Pengujian hipotesis pengaruh variabel jumlah X1,X2,X3 terhadap
            variavel Y
      Variabel
                                                                Kesimpulan
    Independen        F-hitung F-tabel t-hitung t-tabel Sig.
 Pengujian bersama- 7.478      4.76         -       -    0.019 Signifikan
 sama
 Pengujian secara parsial
 Jumlah aktiva tetap (X1)                  3.202   1.943   0.019 Signifikan
 Hutang jangka panjang (X2)               -0.256   1.943   0.807 Tdk signifikan
 Equity (X3)                              -1.219   1.943   0.269 Tdk signifikan
Sumber : Data diolah ( Lampiran 6)
                                                                                  109




a) Pengujian hipotesis pertama (secara bersama-sama)

       Berdasarkan tabel tersebut diatas menunjukkan bahwa F-hitung sebesar

7.478 sedangkan nilai F-tabel pada  = 0.05 dan df = 9 Adalah sebesar 4.76

sehingga F-hitung lebih besar dari pada F-tabel       (7.478>4.76). Sehingga Ho

ditolak dan menerima Ha yang berarti bahwa jumlah aktiva tetap, hutang

jangka panjang, equity secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang

cukup berarti terhadap kinerja keuangan-Profitabilitas PT. Berdikari United

Livestock.



b) Pengujian hipotesis kedua (secara parsial)

       Pengujian secara parsial dengan menggunakan uji t bertujuan

menentukan variabel mana dari variabel independen jumlah aktiva tetap (X 1),

hutang jangka panjang (X2), dan equity (X3) yang memiliki pengaruh

signifikan terhadap variabel dependen Kinerja Keuangan-Profitabilitas (Y).

berdasarkan hasil pengujian pada tabel 13 sebelumnya, menunjukkan bahwa

jumlah aktiva tetap (X1), hutang jangka panjang (X2), dan equity (X3), secara

parsial berpengaruh terhadap kinerja keuangan-profitabilitas PT. Berdikari

United Livestock. Hal ini dapat dilihat bahwa nilai t -hitung lebih besar dari t-tabel

pada tingkat signifikan  = 0.05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima.
                                                                          110




                     C. Pembahasan Hasil Penelitian

1. Pengaruh Variabel Independen X secara bersama-sama terhadap
   variabel Dependen Y


      Pengaruh variabel independen (X) berupa jumlah aktiva tetap, hutang

jangka panjang, dan equity secara bersama-sama terhadap kinerja

keuangan-prifitabilitas secara bersama-sama ditunjukkan oleh koefisien

determinasi (R2) analisis regresi. Kofisien determinasi (R2) menunjukkan

proporsi atau presentase variasi total dalam variabel dependen kinerja

keuanga-profitabilitas (Y) dapat dijelaskan secara bersama-sama oleh

variabel independen (X).

      Hasil analisis regresi berganda (multiple regression) pada tabel 13

menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0.789. hal

tersebut menunjukkan bahwa besarnya variasi dari variabel dependen kinerja

keuangan-profitabilitas (Y) dapat dijelaskan oleh variabel independen (X)

adalah sebesar 0.789. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa

secara bersama-sama ketiga variabel independen yang digunakan berupa

jumlah aktiva tetap, hutang jangka panjang, dan modal sendiri, sebanyak

78.9% mampu menjelaskan perubahan kinerja keuangan-profitabilitas PT.

Berdikari United Livestock, sedangkan sisanya sebesar 21.1% ini disebabkan

oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian. Berdasarkan

hasil pengujian hipotesis pada tabel 13 Menunjukkan nilai F-hitung lebih besar
                                                                         111




dari F-tabel (7.478>4.76) pada tingkat signifikansi 95% ( = 0.05), ini

menunjukkan variabel independen jumlah aktiva tetap (X1), hutang jangka

panjang (X2), dan equity (X3) secara bersama-sama (simultan) cukup

berpengaruh terhadap variabel dependen kinerja keuangan-profitabilitas PT.

Berdikari United livestock.

       Dalam penelitian ini besarnya koefisien determinasi (R2) adalah 78.9%

sehingga dengan mengacu pada tingkat keyakinan 95% ( = 0.05) dapat

dikatakan antara jumlah aktiva tetap (X1), hutang jangka panjang (X2), dan

equity (X3) mempunyai pengaruh yang lemah atau rendah.

       Faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini

dapat berasal dari faktor external berupa harga bahan baku pakan

konsentrat, isu penyakit, kurs valuta asing, suku bunga, kebijakan pemerintah

tentang beacukai, wilayah pemasaran yang jauh, dan pencurian ternak.



2. Pengaruh Variabel Independen X secara parsial terhadap variabel
   Dependen Y


       Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 13 dengan menggunakan

analisis linier berganda, maka dapat diketahui pengaruh jumlah aktiva tetap,

hutang jangka panjang, dan equity berpengaruh secara parsial terhadap

kinerja keuangan-profitabilitas pada PT. Berdikari United Livestock.
                                                                                 112




     Hasil perhitungan menunjukkan pada variabel jumlah aktiva tetap

mempunyai nilai koefisien regresi yang bertanda positif sebesar 1.396, hal ini

menunjukkan bahwa jumlah aktiva tetap berpengaruh positif secara parsial

terhadap kinerja keuangan-profitabilitas sebear 1.396 dengan hasil pengujian

hipotesis menunjukkan nilai t-hitung lebih besar dari nilai t-tabel ( 3.202 > 1.943),

hal ini menunjukkan bahwa jumlah aktiva tetap mempunyai pengaruh yang

signifikan terhadap kinerja keuangan-profitabilitas, hal ini juga dapat dilihat

pada nilai 0.019 pada taraf nyata  =0.05.

     Hal tesebut di atas sesuai pernyataan Harnanto (1991:359) bahwa laba

atas dasar mana rentabilitas itu diukur ditentukan dari jumlah netto aktiva

tetap setelah dikurangi seluruh biaya depresiasi.         Penentuan laba dalam

jumlah neto setelah dikurangi biaya depresiasi aktiva tetap untuk seluruh

aktiva tetap baik yang dipakai secara aktif maupun sebagai proyek atau

aktivitas tertentu di luar usaha pokok perusahaan. Hal serupa juga didukung

oleh pendapat Munawir (2001:120) bahwa hasil operasi perusahaan, adalah

jumlah net income yang nampak dalam laporan perhitungan rugi laba

ditambah dengan deperesiasi dan amortisasi. Hal ini juga menunjukkan

bahwa     meningkatnya jumlah aktiva tetap menyebabkan depresiasi dan

amortisasi meningkat, sementara depresiasi dan amortisasi merupakan unsur

yang akan menambah laba, sehingga dengan demikian terbukti bahwa

jumlah aktiva tetap berpengaruh positif terhadap profitabilitas perusahaan.
                                                                             113




     Selanjutnya dari hasil penelitian ini didukung oleh data aktiva tetap yang

dimiliki oleh PT. Berdikari dari tahun 2000 hingga tahun 2001 mengalami

peningkatan sebesar 18%, pada sisi lain laba perusahaan juga mengalami

peningkatan sebesar 103%. Sementara periode tahun 2002 hingga 2004

jumlah aktiva tetap cenderung mengalami penurunan, juga menyebabkan

laba perusahaan juga mengalami penurunan.

     Hasil perhitungan menunjukkan bahwa variabel hutang jangka panjang

mempunyai koefisien regresi yang bertanda negatif sebesar –0.031, hal ini

menunjukkan bahwa hutang jangka panjang secara parsial berpengaruh,

akan tetapi tidak signifikan berpengaruh terhadap           kinerja keuangan-

profitabilitas hal ini ditunjukkan oleh hasil pengujian hipotesis menunjukkan

bahwa t-hitung lebih kecil dari t-tabel ( -0.031 < 1.943 ). Hasil penelitian ini

sejalan dengan pendapat Harnanto (1991:309) bahwa dengan menggunakan

hutang yang disertai kewajiban membayar bunga yang bersifat tetap, tidak

tergantung   pada    pendapatan     yang   dapat    dihasilkan   dari   aktivitas

pendayagunaan dana yang berasal dari kreditur tersebut. Selanjutnya

penelitian ini pula didukung oleh data perusahaan yang menunjukkan bahwa

Jumlah kewajiban yang dimiliki oleh PT. Berdikari yang cenderung

mengalami peningkatan, namun pada sisi lain laba perusahaan justru

mengalami penurunan.

     Hasil perhitungan menunjukkan bahwa variabel equity mempunyai

koefisien regresi yang bertanda negatif sebesar –0.444, hal ini menunjukkan
                                                                            114




bahwa equity secara parsial berpengaruh terhadap kinerja keuangan-

profitabilitas, akan tetapi dengan hasil pengujian hipotesis menunjukkan

bahwa t-hitung lebih kecil dari t-tabel (-0.444< 1.943) ini berarti bahwa equity

tidak signifikan berpengaruh terhadap kinerja keuangan-profitabilitas PT.

Berdikari United Livestock. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian

Sumarni (2002) dengan menggunakan variabel struktur modal pengaruhnya

terhadap ROE, hasil koefisien regresi menunjukkan pengaruh negatif

terhadap ROE sebagai salah satu indikator rentabilitas/profitabilitas.
                                                                          115




                                    BAB VI

                        KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

     Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan

pada bab sebelumnya, maka selanjutnya dapat ditarik beberapa kesimpulan

sebagai berikut :

1. Faktor-faktor jumlah aktiva tetap, hutang jangka panjang, dan equity

   secara     bersama-sama      (simultan)   berpengaruh    terhadap   Kinerja

   Keuangan-profitabilitas PT. Berdikari United Livestock melalui uji F pada

   tingkat signifikansi 95 % ( = 0.05) menunjukkan variabel independen

   jumlah aktiva tetap (X1), hutang jangka panjang (X2), dan equity (X3)

   secara bersama-sama (simultan) mempunyai pengaruh yang cukup

   berarti terhadap variabel dependen kinerja keuangan-profitabilitas PT.

   Berdikari United livestock

2. Faktor jumlah aktiva tetap, pada hasil pengujian hipotesis secara parsial

   (uji t) pada tingkat signifikansi 95% ( =0.05) menunjukkan bahwa jumlah

   aktiva tetap mempunyai pengaruh yang signifikan           terhadap kinerja

   keuangan-profitabilitas.

3. faktor hutang jangka panjang mempunyai pengaruh tidak signifikan

   terhadap    kinerja keuangan-profitabilitas, hal ini ditunjukkan oleh hasil

   pengujian hipotesis uji t pada tingkat signifikansi 95% ( =0.05)
                                                                               116




4. faktor equity mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap kinerja

   keuangan-profitabilitas, hal ini ditunjukkan oleh hasil pengujian hipotesis

   menunjukkan bahwa t-hitung lebih kecil dari t-tabel , hal ini juga dapat dilihat

   pada tingkat signifikansi 95% pada taraf nyata  =0.05.



B. Saran-saran

    Berdasarkan      pembahasan       dan    analisis   yang    telah    dilakukan

sebelumnya, maka berikut ini dikemukakan beberapa saran sebagai berikut :

    1. Hendaknya investasi/penambahan aktiva tetap segera direalisasikan

        dari depresiasi/penyusutan dalam rangka peningkatan kinerja

        keuangan-profitabilitas/rentabilitas perusahaan.

    2. walaupun Hutang Jangka Panjang tidak signifikan mempengaruhi

        kinerja keuangan perusahaan, tetapi perusahaan perlu melakukan

        pengembalian      hutang    jangka   panjang     dan   mencari    sumber

        pembiayaan yang lebih murah.

    3. perusahaan tidak perlu mengakumulasi modal karena pertambahan

        modal sendiri tidak secara nyata meningkatkan kinerja keuangan

        perusahaan.

    4. peneliti menyadari bahwa pada penelitian ini terdapat kekurangan

        dari segi metode dan variabel-variabel penelitian yang hanya

        difokuskan pada variabel internal, oleh karena itu kepada peneliti
                                                            117




selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian pada

metode dan variabel penelitian terutama variabel eksternal yang

dapat berpengaruh terhadap kinerja keuangan PT. Berdikari United

Livestock.
                                                                          118




                          DAFTAR PUSTAKA




Anonim, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 1998

          Tentang Perusahaan Umum (PERUM), Tanggal 17 Januari 1998.

Anonim, Keputusan Menteri B adan Usaha Milik Negara Nomor. Kep-

          100/MBU/2002. Tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan

          Usaha Milik Negara.

Arthur J. Keown, dkk,2001. Dasar-dasar manajemen keuangan, Penerjemah:

          Chaerul D. Djakman; Jilid 1, Salemba empat Jakarta

----------------------------,2001. Dasar-dasar manajemen keuangan, Penerjemah:

          Chaerul D. Djakman; Jilid 2, Salemba empat Jakarta

Chaerul D. Djakman, 2001. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan, Edisi

          Ketujuh, Salemba Empat Jakarta.

Foseter, George, 1985. Financial Analysis, Second Edition, Second Edition,

          Prentice Hall International.

George W. Gallinger, A. Frame Work of Financial Statement Analisis Part 1

          Return on Asset Performance.

Gujarati, Damodar, 1999. Ekonometrika Dasar, Alih Bahasa : Sumarno Zain,

          Jakarta, Erlangga

Harnanto, 1991. Analisa Laporan Keuangan, UPP AMP YKPN, Yogyakarta

Husein Umar, 2003. Metode Riset Akuntansi Terapan, Karawaci.
                                                                     119




Helfert, Erich A, 1997. Teknik Analisa Laporan Keuangan, Edisi Indonesia

          oleh Herman Wibowo, Erlangga Jakarta.

Hanafi, Mamduh dan Abdul Halim, 1996, Analisa Laporan Keuangan, UPP

          AMP YKPN, Yogyakarta.

Ikatan Akuntan Indonesia, 1999, Standar Akuntansi Keuangan, Buku 1 & 2,

          Jakarta, Salemba Empat.

Kerlinger, Fred N. And Elazer J. Pedhazur, 1987. Korelasi dan Analisis

          Regresi Ganda, Terjemanan Nur Cahaya, Jakarta.

Muhammad Arif Tiro, Baharuddin Ilyas, 2002. Statistika Terapan, Andira

          Publisher, Makassar.

Munawir, 1979. Analisa Laporan Keuangan. Liberty, Yogyakarta.

------------, 1992 Analisis Laporan Keuangan. Liberty, Yogyakarta.

Michael A. Diamond, 1993. Financial Accounting. South-Western Publishing

          Co. Cicinnati Ohio

Purbayu Budi Santosa, Ashari, 2005. Analisis Statistik dengan Microsoft

          Excel & SPSS, Andi, Yogyakarta.

Ronald E. Walpole, 1992. Pengantar Statistika, Gramedia Pustaka Utama,

          Jakarta.

Sritua ArIef, 1993. Metodologi Penelitian Ekonomi, Jakarta, Penerbit

          Universitas Indonesia.

Sofyan Syafri Harahap, 1996. Teori Akuntansi Laporan Keuangan, Bumi

          Aksara, Jakarta.
                                                                    120




Sofyan Syafri Harahap, 2001. Analisa Kritis Atas Laporan Keuangan. Edisi

          Pertama, RajaGrafindo Persada, Jakarta

Tanri Abeng. 2000. Managing atau Choose Tantangan Globalisasi dan

          Ketidakpastian. Pustaka Sinar Harapan Jakarta.

Van Home, James C, 1997. Prinsip-Prinsip Manajemen Keuangan, Edisi

          Indonesia oleh Heru Sutajo, Salemba Empat, Jakarta

Zaki Baridwan, 1995. Intermediate Accounting. Andi, Yogyakarta
                                                                                                           121




Lampiran 1

                                          PT. BERDIKARI UNITED LIVESTOCK
                                                 LAPORAN LABA-RUGI
                                   PER 31 Desember 2000,2001,2002,2003, dan 2004


                                  Tahun
          Uraian
                                  2000              2001             2002           2003            2004

Pendapatan/Penjualan
     Sapi Afkir Tbx (Breeding)    163,000,000       500,287,000      877,785,750    448,044,000     767,345,000
   Sapi Potong bx (Fattening)    3,905,000,000     4,200,000,000   4,579,302,250   4,472,434,350   3,275,153,509
       Sapi Lokal (Pedaging)      379,000,000       363,154,500    2,307,400,000   4,337,087,200   3,356,238,000

           Sapi Potong Impor                 -                                 -               -               -

          Jumlah Penjualan       4,447,000,000     5,063,441,500   7,764,488,000   9,257,565,550   7,398,736,509


     Harga Pokok Penjualan
     Sapi Afkir Tbx (Breeding)     56,000,000       255,000,000      367,099,123     60,427,952     231,132,828
   Sapi Potong bx (Fattening)    2,430,000,000     1,957,000,000   2,814,844,115   2,880,336,468   2,035,185,973
       Sapi Lokal (Pedaging)      326,000,000       771,352,187    1,819,403,868   3,046,472,038   2,718,831,031

           Sapi Potong Impor                 -                 -               -               -               -

                Jumlah HPP       2,812,000,000     2,983,352,187   5,001,347,106   5,987,236,458   4,985,149,832

               LABA KOTOR        1,635,000,000     2,080,089,313   2,763,140,894   3,270,329,092   2,413,586,677

                Biaya Usaha

               Biaya Pegawai      400,000,000       430,000,000      589,938,223   1,110,172,481   1,408,168,239
                 Biaya Kantor      75,000,000       107,000,000      129,033,510    195,836,023     159,918,434
                 Biaya Umum       164,000,000       177,400,000      197,631,337    190,986,041      97,627,421
            Biaya Pemasaran       389,000,000       350,000,000      513,725,722    640,022,006     466,878,224
                 Biaya Bunga      198,000,000       124,000,000       89,766,000    269,328,000      92,186,000

           Biaya Penyusutan        17,000,000        93,694,415       13,697,290     77,051,888      81,069,000

        Jumlah Biaya Usaha       1,243,000,000     1,282,094,415   1,533,792,082   2,483,396,439   2,305,847,318

               LABA USAHA         392,000,000       797,994,898    1,229,348,812    786,932,653     107,739,359

                   Biaya & Pendapatan Lainnya

         Pendapatan lain-lain      58,000,000                  -      74,770,435     30,379,800     342,198,479
             Biaya Lain-lain       24,000,000                  -               -     72,255,479      48,223,200
      Jumlah Biaya & Pend.
                   Lainnya         34,000,000       (38,696,237)      74,770,435    (41,875,679)    293,975,279

        Laba sebelum Pajak        426,000,000       759,298,661    1,304,119,247    745,056,974     401,714,638

          Pajak Penghasilan       110,300,000       210,289,598      373,735,774    206,017,092     103,014,391

                 Laba Bersih      315,700,000       549,009,063      930,383,473    539,039,882     298,700,247
       Sumber : PT. Berdikari United Livestock
                                                                                                                 122




Lampiran 2

                                                  PT. BERDIKARI UNITED LIVESTOCK
                                                              NERACA
                                     PERIODE 31 DESEMBER 2000,2001,2002,2003, dan 2004
                                                                       Tahun
        Uraian
                              2000                    2001              2002              2003            2004

AKTIVA
Aktiva Lancar
Kas/Bank                     151,994,405               246,930,000        22,225,914      125,092,222     1,039,592,528
Deposito
Piutang                      601,129,512               435,000,000       184,825,000     2,087,157,200     135,472,500
   Cad. Kerugian
Piutang                                                                   (3,672,375)     (34,079,733)     (33,339,445)
Piutang Lain-Lain               9,033,715
Sewa dibayar dimuka                       -                       -                 -      13,500,000                 -
Uang Muka                                 -                       -                 -      20,675,500       40,831,300
Pers. Ternak                4,454,358,640             4,345,000,000    5,967,540,253     6,746,569,394    7,913,758,988
Persediaan Makanan &
Obat                         109,172,093               106,079,701       118,256,729      174,546,129      153,188,548
  Jumlah Aktiva
Lancar                      5,325,688,365             5,133,009,701    6,289,175,521     9,133,460,712    9,249,504,419
Aktiva Tetap                1,305,321,521             1,545,453,068    1,391,864,724     1,060,907,787    1,029,639,697
Aktiva Lain-Lain             229,646,636               606,927,761       729,572,328      723,833,441      930,773,263

JUMLAH AKTIVA ….            6,860,656,522             7,285,390,530    8,410,612,573    10,918,201,940   11,209,917,379

KEWAJIBAN & EKUITAS


KEWAJIBAN
Hutang Jangka
Pendek
Hutang Usaha                      35,763,755           190,822,200
Hutang Lain-Lain                  91,091,606                      -
   Jumlah Hutang
Jangka Pendek                   126,855,361            190,822,200       629,456,130      575,707,202      505,646,330
Hutang Jangka
Panjang
PT. PP Berdikari               4,367,206,000          4,338,305,465
    Jumlah Hutang
Jangka Panjang                 4,367,206,000          4,338,305,465    4,423,974,465     6,926,946,315    6,998,971,465
    JUMLAH
KEWAJIBAN                      4,494,061,361          4,529,127,665    5,053,430,595     7,502,653,517    7,504,617,795
EKUITAS
Modal Saham                    1,890,000,000          1,890,000,000    1,890,000,000     1,890,000,000    1,890,000,000
Cadangan Modal                                -                   -                 -                -                -
Laba Rugi Tahun Lalu            167,183,162            231,405,000       557,786,231     1,029,984,277    1,525,546,403
Laba Rugi Tahun Ini             309,600,792            634,857,865       909,395,746      495,564,146      289,753,181
   JUMLAH
EKUITAS                        2,366,783,954          2,756,262,865    3,357,181,977     3,415,548,423    3,705,299,584
JUMLAH KEWAJIBAN
& EKUITAS                      6,860,845,316          7,285,390,530    8,410,612,572    10,918,201,940   11,209,917,379
Sumber : PT. Berdikari United Livestock
                                                                       123




Lampiran 3

Tabel 1 : Perhitungan Indikator Keuangan Return on Equity (ROE) PT. Berdikari
          United Livestock Tahun 2000-2004
   Tahun                       Uraian                      %        Bobot
                   315,700,000
    2000                          x 100       =         15.35          20
                 2,057,183,162
                   549,009,063
    2001                          x 100       =         25.88          20
                 2,121,405,000
                   930,383,473
    2002                          x 100       =         38.01          20
                 2,447,786,231
                   539,039,882
    2003                          x 100       =         18.46          20
                 2,919,984,277
                   298,700,247
    2004                          x 100       =          8.75          14
                 3,415,546,403

Tabel 2 : Perhitungan Indikator Keuangan Return on Investment (ROI) PT. Ber-
          dikari United Livestock Tahun 2000-2004
   Tahun                       Uraian                     %          Nilai
                     641,000,000
    2000                            x 100      =        9.67%         7.5
                   6,631,009,886
                     976,993,076
    2001                              100               14.63%        12
                   6,678,462,769
                   1,407,582,537
    2002                              100               18.33%        15
                   7,681,040,245
                   1,091,436,862
    2003                              100               10.71%         9
                  10,194,368,499
                     574,969,638
    2004                              100               5.59%          5
                  10,279,144,116
                                                                       124




Lampiran 4

Tabel 3 : Perhitungan Indikator Keuangan Total Asset Turnover (TATO) PT. Ber-
          Dikari United Livestock Tahun 2000-2004
   Tahun                        Uraian                      %         Nilai
                 4,505,000,000
    2000                          x 100        =          65.66          3
                 6,860,656,522
                 5,063,441,500
    2001                             100       =          69.50         3.5
                 7,285,390,530
                 7,839,258,435
    2002                             100       =          93.21          5
                 8,410,612,573
                 9,287,945,350
    2003                             100       =          85.07         3.5
                10,918,201,940
                 7,740,934,988
    2004                             100       =          75.31         3.5
                10,279,144,116

Tabel 4 : Perhitungan Indikator Keuangan Rasio Modal Sendiri (RMS) PT. Ber-
          Dikari United Livestock Tahun 2000-2004
   Tahun                        Uraian                     %           Nilai
                   2,366,783,954
    2000                            x 100      =         34.50          10
                   6,860,656,522
                   2,756,262,865
    2001                            x 100      =         37.83          10
                   7,285,390,530
                   3,357,181,977
    2002                            x 100      =         39.92          10
                   8,410,612,573
                   3,415,548,423
    2003                            x 100      =         31.28          10
                  10,918,201,940
                   3,705,299,584
    2004                            x 100      =         33.05          10
                  11,209,917,379
                                                                                  125




Lampiran 5
Rekapitulasi Data Penelitian

     Kinerja Keuangan
                          Jumlah Aktiva tetap Hutang Jangka Panjang     Equity
       (Profitabilitas)
              Y                    X1                  X2                 X3
 1      142,065,000              690,735,671        1,965,242,700     1,065,052,779
 2      173,635,000              844,232,486        2,401,963,300     1,301,731,175
 3      664,668,342              968,571,373        1,952,237,459     1,240,318,289
 4      643,639,382            1,183,809,456        2,386,068,006     1,515,944,576
 5      418,672,563              954,646,673        1,990,788,509     1,510,731,890
 6      511,710,910            1,166,790,379        2,433,185,956     1,846,450,087
 7      242,567,947              803,133,553        3,117,125,842     1,536,996,790
 8      296,471,935              981,607,675        3,809,820,473     1,878,551,633
 9      134,415,111              882,185,832        3,149,537,159     1,667,384,813
10      164,285,136            1,078,227,128        3,849,434,306     2,037,914,771

								
To top