Docstoc

Ketahanan Nasional _Tyas_

Document Sample
Ketahanan Nasional _Tyas_ Powered By Docstoc
					                                             KETAHANAN NASIONAL 2011



                                       BAB I
                                PENDAHULUAN



1.1   Latar Belakang
      Sejak merdeka negara Indonesia tidak luput dari gejolak dan ancaman yang
membahayakan kelangsungan hidup bangsa. Tetapi bangsa Indonesia mampu
mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatannya dari agresi Belanda dan mampu
menegakkan wibawa pemerintahan dari gerakan separatis.
      Ditinjau dari segi politik dan strategi dengan posisi geografis, sumber daya alam
dan jumlah serta kemampuan penduduk telah menempatkan Indonesia menjadi ajang
persaingan kepentingan dan perebutan pengaruh antar negara besar. Hal ini secara
langsung maupun tidak langsung memberikan dampak negatif terhadap segenap aspek
kehidupan sehingga dapat mempengaruhi dan membahayakan kelangsungan hidup dan
eksistensi NKRI. Untuk itu bangsa indonesia harus memiliki keuletan dan ketangguhan
yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional sehingga berhasil
mengatasi setiap bentuk tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan dari manapun.


1.2   Tujuan Penulisan
      Tujuan dalam pembuatan makalah ini dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:


1.2.1 Tujuan Umum
      Untuk menambah wawasan kita sebagai mahasiswa dalam pengetahuan dan
penerapan Ketahanan Nasional.


1.2.2 Tujuan Khusus
      Tujuan khusus dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.    Penulis ingin mengetahui aspek-aspek yang mempengaruhi kethanan nasional
2.    Penulis ingin mengetahui langkah-langkah pembinaan ketahanan nasional
3.    Penulis ingin mengetahui wujud nyata ketahanan nasional dalam kehidupan
      sehari-hari



      1
                                                KETAHANAN NASIONAL 2011



1.3       Kegunaan (teoritis & Praktis)
          Adapun kegunaan ketahanan nasional adalah sebagai berikut:
1.        Teoritis
          Penulis berharap makalah ini memberikan manfaat bagi kalangan akademis
          khususnya mahasiswa dan mastarakat pada umumnya yang membutuhkan
          informasi tentang kehatanan nasional. Penulis juga berharap bahwa makalah ini
          memberikan manfaat yang besar bagi kemajuan bangsa dan Negara.
2.        Praktis
          Memperkenalkan     ketahanan    nasional   ketahanan   nasional   sebagai   alat
          pembangunan bangsa kepada mahasiswa, sehingga ketahanan nasional benar-
          benar dapat diwujudkan sebagi sarana pembangunan bangsa di segala bidang.


1.4       Metode penulisan
          Metode pengumpulan data yaitu suatu cara pengumpulan suatu bahan untuk
menjadikan suatu makalah atau laporan agar data yang terkumpul mampu memberikan
penegasan pada makalah tersebut.
          Dalam menyusun makalh ini penulis menggunakan metode studi literature yaitu
dengan cara mengumpulakn, menganalisis bukti-bukti tertentu untuk memperoleh fakta
dan kesimpulan yang kuat. Dimana pengumpulan data diperoleh dari berbagai macam
sumber sebagai bahan acuan untuk dijadikan suatu makalah, salah satunya dengan
menggunakan media internet.
      .




          2
                                             KETAHANAN NASIONAL 2011



                                       BAB II
                               PERMASALAHAN



    Berdasarkan kenyataan yang tersaji dalam latar belakang, makalah ini disusun
dengan maksud mencari solusi atas permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan
ketahanan nasional. Permasalahan tersebut antara lain:
2.1 Pengertian Ketahanan Nasional
2.2 Macam-Macam Ketahanan Nasional
2.3 Asas-Asas Ketahanan Nasional
2.4 Sifat– Sifat Ketahanan Nasional
2.5 Ketahanan Nasional dalam Era Globalisasi




     3
                                              KETAHANAN NASIONAL 2011



                                       BAB III
                                  PEMBAHASAN



3.1 PENGERTIAN KETAHANAN NASIONAL INDONESIA
    Ketahanan Nasional pastinya mempunyai rumusan dengan pengertian yang baku
dalam upayanya menghadapi dinamika perkembangan dunia dari masa ke masa.
Kepastian itu menjadi keharusan karena dipakai sebagai titik dasar atau titik tolak untuk
gerak implemetasi/penerapan di dalam hidup dan kehidupan masyarakat berbangsa dan
bernegara.
    Pengertian baku Ketahanan Nasional bangsa Indonesia adalah kondisi dinamik
bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi,
berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan
kekuatan nasional, dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman,
hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam untuk menjamin
identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai
tujuan nasionalnya.
    Oleh karena itu, Ketahanan Nasional adalah kondisi hidup dan kehidupan nasional
yang harus senantiasa diwujudkan dan dibina secara terus-menerus serta sinergik. Hal
demikian itu, dimulai dari lingkungan terkecil yaitu diri pribadi, keluarga, masyarakat,
bangsa dan negara dengan modal dasar keuletan dan ketangguhan yang mampu
mengembangkan kekuatan nasional. Proses berkelanjutan itu harus selalu didasari oleh
pemikiran geopolitik dan geostrategi sebagai sebuah konsepsi yang dirancang dan
dirumuskan dengan memperhatikan konstelasi yang ada disekitar Indonesia.
    Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia adalah konsepsi pengembangan kekuatan
nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang
seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh, menyeluruh
dan terpadu berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. Dengan kata
lain, konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia merupakan pedoman (sarana) untuk
meningkatkan (metode) keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung
kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, dengan pendekatan kesejahteraan dan
keamanan.

     4
                                                KETAHANAN NASIONAL 2011



     Kesejahteraan     dapat    digambarkan     sebagai   kemampuan       bangsa    dalam
menumbuhkembangkan nilai-nilai nasionalnya, demi sebesar-besar kemakmuran yang
adil dan merata, rohaniah dan jasmaniah. Sementara itu, keamanan adalah kemampuan
bangsa dan negara untuk melindungi nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman dari luar
maupun dari dalam.
     Hakikat Ketahanan Nasional Indonesia adalah keuletan dan ketangguhan bangsa
yang mengandung kemampuan mengambangkan kekuatan nasional untuk dapat
menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara dalam mencapai tujuan nasional.
     Hakikat konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia adalah pengaturan dan
penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang , serasi dan selaras
dalam aspek hidup dan kehidupan nasional.atau secara ringkas dapat diartikan sebagai
berikut Ketahanan Nasional adalah suatu kondisi dinamis suatu bangsa yang terdiri atas
ketangguhan serta keuletan dan kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional
dalam menghadapi segala macam dan bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan
gangguan baik yang datang dari dalam maupun luar, secara langsung maupun yang
tidak langsung yang mengancam dan membahayakan integritas, identitas, kelangsungan
hidup bangsa dan negara serta perjuangan dalam mewujudkan tujuan perjuangan
nasional.
      Contoh Bentuk-bentuk ancaman menurut doktrin hankamnas (catur dharma eka
karma) :
1.   Ancaman di dalam negeri
           Contohnya adalah pemberontakan dan subversi yang berasal atau terbentuk
     dari masyarakat indonesia.
2.   Ancaman dari luar negeri
           Contohnya adalah infiltrasi, subversi dan intervensi dari kekuatan kolonialisme
     dan imperialisme serta invasi dari darat, udara dan laut oleh musuh dari luar negeri.
3.2 MACAM-MACAM KETAHANAN NASIONAL
     Perwujudan ketahanan nasional terbagi :
1.   Perwujudan Ketahanan Nasional Indonesia dalam Trigarta, terbagi menjadi :
     a.    Aspek lokasi dan posisi Geografis Wilayah Indonesia
     b.    Aspek Keadaan dan Sumber-sumber Kekayaaan Alam
     c.    Aspek Penduduk
2.   Perwujudan Ketahanan Nasional dalam Pancagatra, terbagi menjadi :
      5
                                             KETAHANAN NASIONAL 2011



     a.   Ketahanan Nasional Dalam Bidang Ideologi
     b.   Ketahanan Nasional Dalam Bidang Politik
     c.   Ketahanan Nasional di Bidang Ekonomi
     d.   Ketahanan nasional dibidang social budaya
     e.   Ketahanan nasional dibidang pertahanan keamanan
     Kondisi kehidupan nasional merupakan pencerminan ketahanan nasional yang
mencakup aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan,
sehingga ketahanan nasional adalah kondisi yang harus dimiliki dalam semua aspek
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam wadah NKRI yang dilandasi
oleh landasan idiil Pancasila, landasan konstitusional UUD 1945, dan landasan visional
Wawasan Nasional.
     Untuk mewujudkan keberhasilan ketahanan nasional diperlukan kesadaran setiap
warga Negara Indonesia, yaitu :
1.    Memiliki semangat perjuangan bangsa dalam bentuk perjuangan non fisik yang
      berupa keuletan dan ketangguhan yang tidak mengenal menyerah yang
      mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam rangka
      menghadapi segala ancaman, gangguan, tantangan dan hambatan baik yang
      datang dari luar maupun dari dalam, untuk menjamin identitas, integritas,
      kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan
      nasional.
2.    Sadar dan peduli terhadap pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek ideologi,
      politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan, sehingga setiap warga
      Negara Indonesia baik secara individu maupun kelompok dapat mengeliminir
      pengaruh tersebut, karena bangsa Indonesia cinta damai akan tetapi lebih cinta
      kemerdekaan. Hal itu tercermin akan adanya kesadaran bela negara dan cinta
      tanah air. Apabila setiap warga negara Indonesia memiliki semangat perjuangan
      bangsa dan sadar serta peduli terhadap pengaruh yang timbul dalam
      bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta dapat mengeliminir pengaruh-
      pengaruh tersebut, maka akan tercermin keberhasilan ketahanan nasional
      Indonesia. Untuk mewujudkan ketahanan nasional diperlukan suatu kebijakan
      umum dari pengambil kebijakan yang disebut Politik.




      6
                                                KETAHANAN NASIONAL 2011



3.3 ASAS-ASAS KETAHANAN NASIONAL INDONESIA
     Asas Ketahanan Nasional Indonesia adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang
tersusun berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan Nasional yang terdiri dari :
1.   Asas Kesejahteraan dan Keamanan
     Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dan
     merupakan kebutuhan manusia yang mendasar dan esensial, baik sebagai
     perorangan maupunkelompok dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
     bernegara. Dengan demikian kesejahteraan dan keamanan merupakan asas dalam
     sistem kehidupan nasional dan merupakan nilai intrinsik yang ada padanya. Dalam
     realisasinya   kondisi    kesejahteraan   dan   keamanan   dapat   dicapai   dengan
     menitikberatkan pada       kesejahteraan tetapi tidak mengabaikan        keamanan.
     Sebaliknya memberikan prioritas pada keamanan tidak boleh mengabaikan
     kesejahteraan. Oleh karena itu, keduanya harus selalu ada, berdampingan pada
     kondisi apapun sebab keduanya merupakan salah satu parameter tingkat ketahanan
     nasional sebuah bangsa dan negara.
2.   Asas komprehensif intergral atau menyeluruh terpadu
     Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh
     menyeluruh dan terpadu dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang
     seimbang, serasi dan selaras dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat,
     berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, ketahanan nasional mencakup
     ketahanan segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh, menyeluruh dan terpadu
     (komprehensif integral)
3.   Asas mawas ke dalam dan mawas ke luar
     Sistem kehidupan nasional merupakan perpaduan segenap aspek kehidupan bangsa
     yang saling berinteraksi. Disamping itu, sistem kehidupan nasional juga
     berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya. Dalam prosesnya dapat timbul
     berbagai dampak baik yang bersifat positif maupun negatif.
          Untuk itu diperlukan sikap mawas ke dalam dan ke luar.
     a.   Mawas ke dalam
              Mawas ke dalam bertujuan menumbuhkan hakikat, sifat dan kondisi
          kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan nilainilai kemandirian yang
          proporsional untuk meningkatkan kualitas derajat kemandirian bangsa yang


      7
                                                 KETAHANAN NASIONAL 2011



          ulet dan tangguh. Hal itu tidak berarti bahwa ketahanan nasional mengandung
          sikap isolasi dan atau nasionalisme sempit (chauvinisme).
     b.   Mawas ke luar
                Mawas ke luar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan ikut berperan
          serta menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis luar negeri, serta
          menerima kenyataan adanya saling interaksi dan ketergantungan dengan dunia
          internasional. Untuk menjamin kepentingan nasional, kehidupan nasional harus
          mampu mengembangkan kekuatan nasional, agar memberikan dampak keluar
          dalam bentuk daya tangkal dan daya tawar. Namun demikian, interaksi dengan
          pihak lain diutamakan dalam bentuk kerjasama yang saling menguntungkan.
4.   Asas kekeluargaan
          Asas kekeluargaan mengandung keadilan, kearifan, kebersamaan, kesamaan,
     gotong-royong,     tenggang   rasa    dan    tanggung   jawab    dalam   kehidupan
     bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam asas ini diakui adanya perbedaan
     yang harus dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan serta dijaga
     agar tidak berkembang menjadi konflik yang bersifat antagonistik yang saling
     menghancurkan.


3.4 SIFAT – SIFAT KETAHANAN NASIONAL
     Ketahanan Nasional memiliki sifat yang terbentuk dari nilai –nilai yang terkandung
dalam landasan dan asas-asasnya, yaitu :
1.   Mandiri.
     Ketahanan Nasional percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri serta pada
     keuletan dan ketangguhan, yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah,
     dengan tumpuan pada identitas, integritas, dan kepribadian bangsa. Kemandirian
     (independency) ini merupakan prasyarat untuk menjalin kerjasama yang saling
     menguntungkan dalam perkembangan global (independency).
2.   Dinamis.
     Ketahanan Nasional tidak tetap, namun dapat meningkat atau menurun tergantung
     pada situasi dan kondisi bangsa dan negara serta kondisi lingkungan strategisnya.
     Karena itu upaya peningkatan Ketahanan Nasional harus senantiasa diorientasikan
     ke masa depan dan dinamikanya diarahkan untuk mencapai kondisi kehidupan
     nasional yang lebih baik.
      8
                                              KETAHANAN NASIONAL 2011



3.   Wibawa.
     Keberhasilan    pembinaan      Ketahanan      Nasional    yang     berlanjut   dan
     berkesinambungan akan meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa, yang
     menjadi faktor yang diperhitungkan oleh pihak lain. Makin tinggi tingkat ketahanan
     nasional Indonesia. Makin tinggi nilai kewibawaan nasional yang berarti makin
     tinggi pula tingkat daya tangkal yang dimiliki oleh bangsa dan negara Indonesia.
4.   Konsultasi dan Kerjasama.
     Ketahanan Nasional Indonesia tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan
     antagonistis, tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik, tetapi lebih
     mengutamakan sikap konsultatif, kerjasama, serta saling menghargai dengan
     mengandalkan kekuatan moral dan kepribadian bangsa


3.5 KETAHANAN NASIONAL DALAM ERA GLOBALISASI
     Kehidupan bangsa Indonesia di Era Globalisasi, di tandai oleh era perdagangan
bebas, dimana produk dari suatu negara dengan bebas dapat masuk dan di
perjualbelikan di negara lain. Kenyataan itu tentu menimbulkan tantangan bagi semua
negara untuk mampu bersaing dalam meningkatkan kualitas produk industrinya, bangsa
Indonesia juga tidak terlepas dari tantangan itu. Ditengah-tengah usaha itu untuk
memperbaiki perekonomian, bangsa Indonesia juga ditantang untuk berjuang
menempatkan bangsa Indonesia sederajat dengan bangsa lain. Oleh karena itu kita
sebagai warga negara Indonesia yang baik tentu memiliki rasa bangga terhadap produk
dalam negeri. Kita harus sadar dan bangga bahwa produksi dalam negeri tidak kalah
dengan produksi luar negeri.
     Di era globalisasi ini persaingan begitu ketat dan tajam pada semua aspek
kehidupan. Dibidang ideologi, kehancuran komunisme di Eropa Timur memungkinkan
liberalisme – kapitalisme mendominasi dunia. Di bidang politik, pengaruh negara-
negara besar sulit di elakan. Dibidang ekonomi, perdagangan bebas menyebabkan
produksi lokal terpental. Di bidang sosial budaya, pola hidup dan budaya hedonistic
(maunya enak, senang saja) mewarnai semua lapisan dan lingkungan masyarakat.
Sedangkan dibidang pertahanan dan keamanan penguasaan teknologi persenjataan
bukan lagi jaminan keamanan melainkan cenderung sebagai ancaman.
     Dalam kondisi seperti itu, maka hanya orang, masyarakat bangsa dan negara yang
memiliki kualitas sajalah yang berpeluang memenangkan persaingan tersebut dan kunci
      9
                                                KETAHANAN NASIONAL 2011



untuk mencapai itu adalah sumber daya manusia yang berkualitas dan di dukung oleh
teguhnya pendirian, loyal pada bangsa dan negara. Terikat pada tekad, cinta pada tugas,
dan semua itu dilakukan sebagai wujud cinta pada tanah air.


3.5.1 Upaya Pemerintah menghadapi Era Globalisasi dan perkembangan IPTEK
     Dalam menghadapi globalisasi dan perkembangan IPTEK, pemerintah menetapkan
beberapa kebijakan seperti termuat dalam GBHN sebagai berikut :
1.   Bidang Ekonomi
     Kebijakan bidang ekonomi dalam upaya menghadapi tantangan globalisasi
disebutkan sebagai berikut :
     a.   Mengembangkan perekonomian yang berorientasi global sesuai kemajuan
          teknologi dengan membangun keunggulan kompetitif berdasarkan keunggulan
          komparatif sebagai negara maritim dan agraris sesuai kompetensi dan produk
          unggulan di setiap daerah terutama pertanian dalam arti luas, kehutanan,
          kelautan, pertambangan, pariwisata, serta industri kecil serta kerajinan rakyat.
     b.   Mengembangkan kebijakan industri, perdagangan dan investasi dalam rangka
          meningkatkan Persaingan global dengan membuka aksesibilitas yang sama
          terhadap kesempatan kerja dan berusaha bagi segenap rakyat, dan seluruh
          daerah melalui keunggulan kompetitif terutama berbasis keunggulan sumber
          daya manusia dengan menghapus segala bentuk perlakuan diskriminatif dan
          hambatan.


2.   Bidang Politik
     Kebijakan bidang politik dalam upaya menghadapi tantangan globalisasi disebutkan
sebagai berikut :
     a.   Menegaskan arah politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan
          berorientasi pada kepentingan nasional, menitikberatkan pada solidaritas antar
          negara berkembang mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa,
          menolak penjajahan dalam segala bentuk, serta kerja sama internasional bagi
          kesejahteraan rakyat.
     b.   Meningkatkan kesiapan Indonesia dalam segala bidang untuk menghadapi
          perdagangan bebas, terutama dalam menyongsong pemberlakuan AFTA,
          AFEC dan WTO.
     10
                                              KETAHANAN NASIONAL 2011



     c.   Memperkuat kelembagaan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana
          penerangan khususnya di luar negeri dalam rangka memperjuangkan
          kepentingan Nasional di Forum Internasional.


3.   Bidang Agama
     Kebijakan bidang Agama dalam upaya menghadapi tantangan globalisasi
disebutkan sebagai berikut :
     a.   Meningkatkan kualitas pendidikan agama melalui penyempurnaan sistem
          pendidikan agama, sehingga lebih terpadu dan integral dengan sistem
          pendidikan nasional dengan didukung oleh sarana dan prasarana yang
          memadai.
     b.   Meningkatkan peran dan fungsi lembaga-lembaga keagamaan dalam ikut
          mengatasi dampak perubahan yang terjadi dalam semua aspek kehidupan untuk
          memperkokoh jati diri dan kepribadian bangsa, serta memperkuat kerukunan
          hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.


4.   Bidang Pendidikan
     Kebijakan bidang Pendidikan dalam upaya menghadapi tantangan globalisasi dan
perkembangan IPTEK antara lain :
     a.   Meningkatkan kemampuan akademik dan kesejahteraan tenaga kependidikan
          sebagai tenaga kependidikan sebagai tenaga pendidikan mampu berfungsi
          secara optimal terutama dalam peningkatan pendidikan watak dan budi pekerti
          agar dapat mengembalikan wibawa lembaga dan tenaga pendidikan.
     b.   Meningkatkan kualitas lembaga pendidikan yang diselenggarakan baik oleh
          masyarakat maupun pemerintah untuk memantapkan sistem pendidikan yang
          efektif dan efisien dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan,
          teknologi, dan seni.


5.   Bidang Sosial Budaya
     Kebijakan bidang sosial budaya dalam upaya menghadapi tantangan globalisasi dan
perkembangan IPTEK sebagai berikut :
     a.   Mengembangkan dan membina kebudayaan Nasional bangsa Indonesia yang
          bersumber dari warisan budaya leluhur bangsa, budaya nasional yang
     11
                                              KETAHANAN NASIONAL 2011



          mengandung nilai-nilai universal, termasuk kepercayaan terhadap Tuhan Yang
          Maha Esa dalam rangka mendukung terpeliharanya kerukunan hidup
          bermasyarakat dan berbangsa dan bernegara.
     b.   Memberantas secara sistematis perdagangan dan penyalahgunaan narkotika dan
          obat-obat terlarang dengan memberikan sanksi yang seberat-beratnya kepada
          produsen, pengedar dan pemakai.
     c.   Melindungi segenap generasi muda dari bahaya destruktif, terutama bahaya
          penyalahgunaan narkotika, obat-obatan terlarang dan narkotika lainnya melalui
          gerakan pemberantasan dan peningkatan kesadaran masyarakat akan bahaya
          penyalahgunaan narkotika.


3.5.2 Membangun Masyarakat Indonesia Modern Sesuai Budaya Bangsa
     Kemerdekaan memberikan kesempatan kepada bangsa kita untuk mewujudkan cita-
citanya, yaitu membangun manusia Indonesia seutuhnya. Dengan berpedoman pada
Pancasila, bangsa Indonesia membangun masyarakat Indonesia modern sesuai budaya
bangsa.
     Terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, berkeadilan, berdaya
asing, maju dan sejahtera, dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia yang
didukung oleh manusia Indonesia yang sehat, mandiri, beriman, Bertakwa, cinta tanah
air, berkesadaran hukum dan lingkungan, menguasai IPTEK serta berdisiplin.
     Dalam visi GBHN 1999 menunjukkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan menjadi
ukuran segala upaya pemodernan masyarakat. Keberhasilan pembangunan senantiasa
harus dinilai berdasarkan kenyataan sejauh mana proses dan juga hasil-hasil
pembangunan telah mengangkat martabat manusia Indonesia. Martabat manusia
hendaklah menjadi ukuran terhadap keberhasilan gerak pembangunan, namun ironisnya
kadang-kadang atas nama modernitas pembangunan tidak jarang justru diwarnai dengan
tindakan-tindakan yang tidak memanusiakan manusia, misalnya :
1.   Perlakuan sewenang-wenang terhadap buruh dan rakyat kecil
2.   Penggusuran permukiman penduduk secara paksa demi mendirikan bangunan
     prestisius.
3.   Tindak kekerasan
4.   Pencemaran lingkungan
5.   Penyelewengan pemanfaatan teknologi
     12
                                               KETAHANAN NASIONAL 2011



6.   Upaya mendorong masyarakat bersikap materialistik dan hedonistic melalui
     berbagai iklim
     Itulah kenyataan yang sebenarnya, terwujudnya masyarakat Indonesia yang modern
dan manusiawi harus terus diperjuangkan. Dengan berbekal kemampuan IPTEK yang
tangguh serta wawasan kemanusiaan yang luas kita siap menapaki era globalisasi dan
kemajuan IPTEK menuju masyarakat Indonesia yang manusiawi.


3.5.3 Kehidupan yang Diharapkan dalam Pembangunan di Era Globalisasi
     Ketika pembangunan kita memasuki era globalisasi diperkirakan kita hidup dalam
suasana penuh persaingan, perdagangan bebas, dan hubungan antar bangsa yang
semakin terbuka. Untuk itu diperlukan persiapan yang matang dan memadai. Dengan
demikian, gambaran kehidupan yang sesuai dengan era itu antara lain sebagai berikut :
1.   Kualitas sumberdaya manusia yang tinggi, antara lain tercermin dari kemampuan
     profesionalismenya untuk memenuhi kebutuhan pembangunan.
2.   Semakin handalnya sumber pembiayaan pembangunan yang berasal dari dalam
     negeri yang berarti semakin kecil ketergantungan pada sumber pembiayaan dari
     luar negeri.
3.   Kemampuan untuk memenuhi sendiri kebutuhan yang paling pokok agar tidak
     menimbulkan berbagai keraguan.
4.   Ketahanan ekonomi yang tangguh dan memiliki daya saing tinggi.
5.   Etos kerja dan disiplin masyarakat yang tinggi.
     Selain itu, perlu diperhatikan juga situasi internasional. Baik situasi politik,
ekonomi, maupun keamanan. Karena hal itu akan dapat mempengaruhi perkembangan
kehidupan kita baik langsung ataupun tidak langsung. Dan pada akhirnya akan dapat
mengganggu tercapainya sasaran pembangunan nasional.


3.5.4 Tatanan Kehidupan Abad Teknologi Canggih yang Berdasarkan Pancasila
     Sekarang ini ilmu pengetahuan dan teknologi telah berkembang begitu cepat dan
canggih hal itu memacu adanya perubahan di berbagai aspek kehidupan. Perubahan
yang di sebabkan oleh masuknya teknologi modern, dirasakan sebagai suatu hal yang
sangat cepat dan mendesak. Indonesia sebagai negara berkembang sangat merasakan hal
itu, dengan demikian. Indonesia harus melakukan alih teknologi untuk mempertahankan
kehidupannya di tengah pergaulan dengan negara lain.
     13
                                               KETAHANAN NASIONAL 2011



     Proses alih teknologi itu bukan hanya langsung meniru dan menerapkan hasil
budaya bangsa asing. Akan tetapi bangsa Indonesia harus bersikap terbuka dengan
masuknya hasil budaya bangsa asing tersebut. Karena apabila, tidak bersikap terbuka,
berarti bangsa Indonesia menutup diri dengan segala kemajuan yang terjadi, dan
dikhawatirkan bangsa Indonesia akan ketinggalan dengan bangsa/ negara lain. Tentu
saja, hal itu tidak kita harapkan. Namun perlu di ingat dengan adanya proses alih
teknologi, kita harus menyiapkan segala kondisi fisik alamiah maupun sosial. Hal itu
dimaksudkan agar kita tidak kehilangan kepribadian bangsa. Kita sebagai bangsa
Indonesia patut bersyukur karena mempunyai landasan kepribadian yang cukup kuat,
yaitu Pancasila.


3.5.5 Pentingnya Pemantapan Rasa Kebangsaan dan Kebanggaan Nasional
Terhadap Kreasi dan Produksi dalam Negeri
     Dengan belajar dari pengalaman bangsa lain, bangsa Indonesia sejak dahulu telah
mempunyai semangat kebangsaan dan kebanggaan nasional yang tinggi. Namun untuk
sekarang ini lebih dikembangkan lagi dengan apa yang kemudian dikenal wawasan
kebangsaan. Inti dari konsep itu adalah loyalitas warga negara terhadap bangsa dan
negaranya. Bentuk loyalitas itu antara lain sebagai berikut :
1.   Mengaku sebagai warga negara Indonesia. Hal itu berarti mempunyai suatu
     kesadaran untuk mengakui sebagai pendukung cita-cita dan tujuan yang menjadi
     jati diri bangsa Indonesia.
2.   Bangga sebagai bangsa Indonesia. Dengan memiliki rasa bangga, maka akan timbul
     rasa cinta yang kemudian akan rela berkorban demi kepentingan bangsa.
3.   Mempunyai rasa solidaritas sosial yang tinggi kita sebagai manusia tidak dapat
     hidup sendiri. Oleh karena itu, kita harus mempunyai rasa solidaritas sosial yang
     tinggi. Sikap dan perilaku tersebut dapat diwujudkan dengan bekerja sama dan
     tolong menolong terhadap orang lain.
4.

3.5.6 Pengaruh Era Globalisasi dan Kemajuan Iptek dalam Penegakan Nilai-Nilai
Kemanusiaan
1.   Pengaruh Era Globalisasi dan Kemajuan IPTEK
          Di era globalisasi ini, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) menjadi faktor
     yang sangat mempengaruhi kehidupan IPTEK menjadi faktor penentu keberadaan
     14
                                              KETAHANAN NASIONAL 2011



     dan kemajuan masyarakat. Kecenderungan ke arah globalisasi dan pemanfaatan
     IPTEK akan terlindas oleh kemajuan bangsa-bangsa lain.
          Berkat kemajuan IPTEK, kini kita begitu mudah berkomunikasi dan
     berinteraksi dengan masyarakat dunia. Terjadinya proses akulturasi dan pengaruh
     nilai-nilai kebudayaan antar bangsa secara langsung ataupun tidak langsung dapat
     mempengaruhi nilai, tata hidup, gaya hidup, sikap hidup, maupun pikiran kita.
     Untuk itu diperlukan sikap bijaksana, yaitu kesediaan untuk membuka diri terhadap
     tuntutan zaman, sekaligus waspada terhadap nilai-nilai sosial budaya dari luar.
     Hanya nilai-nilai yang sesuai dengan kepribadian kita yang kita serap.
          Dengan meningkatnya hubungan antar bangsa di dunia, maka pengaruh tata
     nilai dan budaya luar akan makin tinggi pula masuk ke Indonesia. Akibatnya kalau
     kita tidak mempunyai ketahanan mental, ideologi, dan kewaspadaan kita dapat
     menjadi korban globalisasi dan pergaulan antar bangsa. Sadar akan besarnya
     bahaya yang akan mengancam moralitas bangsa, pemerintah mengambil langkah-
     langkah guna mempertahankan kepribadian bangsa Indonesia kepribadian yang
     dimaksud adalah kepribadian yang berakar dan bersejarah dan kebudayaan
     Indonesia. Yaitu kebudayaan yang menghargai keserasian dan keselarasan sebagai
     nilai esensial.


2.   Nilai-Nilai yang Dapat Merusak Kepribadian Bangsa
          Adapun beberapa nilai-nilai yang tidak sesuai atau lebih – lebih yang dapat
     merusak kepribadian bangsa yang harus kita tolak, misalnya :
     1.   Sekularisme, yaitu paham atau pandangan falsafah yang berpendirian bahwa
          moralitas tidak perlu didasarkan pada ajaran agama.
     2.   Individualisme, yaitu sikap yang mementingkan kepentingan sendiri
     3.   Hedonisme, yaitu paham yang melihat bahwa kesenangan atau kenikmatan
          menjadi tujuan hidup dan tindakan manusia
     4.   Materialisme, yaitu sikap yang selalu mengutamakan dan mengukur segala
          sesuatu berdasarkan materi. Hubungan batiniah tidak lagi menjadi bahan
          pertimbangan dalam hubungan antar manusia
     5.   Ekstremisme, yaitu pikiran atau tindakan seseorang yang melampaui batas
          kebiasaan / norma-norma yang ada dan berlaku di suatu tempat


     15
                                        KETAHANAN NASIONAL 2011



6.    Chauvinisme, yaitu paham yang mengagung-agungkan bangsa sendiri dan
      merendahkan bangsa lain
7.    Elitisme, yaitu sikap yang cenderung bergaya hidup berbeda dengan rakyat
      kebanyakan
8.    Konsumenisme, yaitu paham atau gaya hidup menganggap barang-barang
      sebagai ukuran kebahagiaan dan kesenangan
9.    Diskriminatif, yaitu sifat seseorang yang suka membeda-bedakan antar yang
      satu dengan lainnya
10.   Glamoristik, yaitu sikap atau gaya hidup suka menonjolkan kemewahan




16
                                              KETAHANAN NASIONAL 2011



                                       BAB IV
                                      PENUTUP




4.1 Kesimpulan Dan Saran
     Ketahanan Nasional saat ini dirasakan makin diuji dengan semakin banyaknya
dampak –dampak yang dirasakan atas berlakunya kebijakan masyarakat dunia tentang
konsep globalisasi dimana tiap masing-masing negara yang merupakan warga dunia
semakin membuka diri, globalisasi yang akan melahirkan berbagai kebijakan diberbagai
sektor dan salah satunya adalah kebijakan mengenai pasar bebas hal ini dirasakan sangat
memberatkan pelaku usaha mikro di Indonesia yang mana siap atau tidak siap, mau atau
tidak mau harus dapat bersaing dengan produk-produk yang dihasilkan oleh negara lain
terutama china yang merupakan produsen terbesar pada hampir semua produk yang
dapat memberikan harga yang jauh sangat murah.
     Ketahanan Nasional NKRI yang memiliki pengertian, “kondisi dinamik bangsa
Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi
keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan
nasional, dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan
gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam untuk menjamin identitas,
integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan
nasionalnya.”, haruslah dapat ditingkatkan diberbagai levelnya.
     Pemerintah sebagai pemegang otoritas telah melakukan berbagai hal di berbagai
sektor agar dapat mengantisipasi ancaman Globalisasi dan perkembangan Iptek,
diantaranya sebagai berikut:
1.   BIDANG EKONOMI
2.   BIDANG POLITIK
3.   BIDANG AGAMA
4.   BIDANG SOSIAL BUDAYA
5.   BIDANG PENDIDIKAN
Dimasa depan akan muncul satu industri yang besar yaitu industri kreatif maka dari itu
hendaknya pemerintah dapat menumbuhkan rasa kebangsaan dan kebanggaan nasional
terhadap kreasi dan produksi dalam negeri. Pemerintah hendaknya dapat mengantisipasi


     17
                                             KETAHANAN NASIONAL 2011



pengaruh dari era globalisasi dan perkembangan Iptek serta dapat menekan tumbuhnya
nilai-nilai yang dapat merusak kepribadian bangsa.




    18

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1834
posted:6/25/2011
language:Indonesian
pages:18