Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

Sebuah Upaya Meningkatkan Profesionalisme Guru

VIEWS: 428 PAGES: 9

									Sebuah Upaya Meningkatkan Profesionalisme Guru

UNDANG-UNDANG NO 14 TH 2005 TENTANG GURU DAN DOSEN
Pasal 20: Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berkewajiban
merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu,serta menilai
dan mengevaluasi hasil pembelajaran;
Meningkatkan dan mengembangkan kualifkasi akademik dan kompetensi secara
berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Pasal 32
Pembinaan dan pengembangan guru meliputi pembinaan dan pengembangan profesi dan
karier.
Pembinaan dan pengembangan profesi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi
kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Pasal 34
Pemerintah dan pemerintah derah wajib membina dan mengembangkan kualifikasi akademik
dan kompetensi guru pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah,
pemerintah daerah dan / atau masyarakat.
PERATURAN PEMERINTAH NO 19 TH 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL
PENDIDIKAN
Pasal 19
Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta
memberi ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai bakat, minat
dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses
pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk
terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.
Memperhatikan UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta Peraturan Pemerintah No.
19 tentang Standar Nasional Pendidikan di atas maka tugas guru dalam menjalankan tugas
profesinya sungguh tidaklah ringan. Guru harus senantiasa mengikuti perkembangan ilmu
pengetahuan, teknologi, dan seni agar kualifikasi dan kompetensinya sejalan dengan kemajuan
zaman. Demikian juga kompetensi yang harus dimiliki sangat kompleks meliputi kompetensi
pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional.
Sekarang pertanyaannya ialah bagaimana semua kompetensi yang diisyaratkan oleh undang-
undang tersebut bisa terpenuhi? Pertanyaan sederhana ini sebenarnya mudah untuk dijawab
karena sesuai bunyi pasal 34 UUGD Tahun 2005 pemerintahlah yang berkewajiban membina
dan mengembangkan kualifikasi dan kompetensi guru.
Sebenarnya pemerintah dalam hal ini, Departeman Pendidikan Nasional telah melakukan
berbagai upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru seperti mengadakan Bimbingan
Teknis     (Bintek), Re-Training I dan  II      (Pelatihan    Terintegrasi  Berbasis
Kompetensi/PTBK), Training of Trainers (TOT), Revitalisasi dan Pemberdayaan MGMP, dan
lain-lain. Kegiatan-kegiatan tersebut diselenggarakan baik ditingkat provinsi maupun tingkat
kota dengan tujuan agar profesionalisme guru semakin meningkat sesuai dengan tuntutan
Undang-undang dan Perpu.
Namun, kita juga menyadari bahwa kemampuan pemerintah baik pusat maupun daerah dalam
mengadakan kegiatan sangatlah terbatas. Tidak semua guru dapat terjaring dalam semua kegiatan
tersebut di atas. Sehingga perlu diupayakan terobosan-terobosan lain agar seluruh guru dapat
menjalankan tugasnya secara profesional.
II. Sejarah Singkat
Lesson study sebenarnya berasal dari negeri matahari terbit, Jepang. Para guru di Jepang
senantiasa bekerja sama dalam proses pembelajaran, mulai dari menyusun rencana pembelajaran
sampai dengan evaluasi. Mereka bekerja sama dengan cara salah seorang guru menjadi
model/mengajar di depan kelas kemudian guru yang lain menjadi observer/pengamat selama
proses pembelajaran. Para observer memperhatikan tingkah laku para siswa pada saat guru
model melakukan pembelajaran dengan mengisi lembar observasi yang sudah disiapkan
sebelumnya. Semua tingkah laku siswa diamati dan didokumentasikan baik melalui foto maupun
audiovisual. Para observer tidak boleh mengintervensi selama proses pembelajaran berlangsung,
baik dengan bertanya kepada guru model maupun menyuruh siswa untuk bertanya sesuatu,
meskipun ada kekeliruan dalam proses pembelajaran.
Setelah proses pembelajaran berakhir mereka berkumpul untuk melakukan refleksi. Pada
kegiatan refleksi ini guru model diberi kesempatan untuk menyampaikan pengalaman selama
menjalankan proses pembelajaran tadi. Kemudian para observer menyampaikan hasil
pengamatannya dengan didukung dokumentasi yang sudah dibuat tadi. Dari hasil refleksi ini
kemudian diadakanlah perbaikan-perbaikan yang dianggap perlu untuk proses pembelajaran
selanjutnya. Observer yang terlibat dalamlesson study ini bisa terdiri dari para guru sejenis, pakar
pendidikan, kepala sekolah, dan pihak-pihak lain yang berkompeten. Dengan kegiatan ini para
guru di Jepang mengalami peningkatan profesionalisme yang cukup signifikan seperti yang kita
lihat hasilnya saat ini. Sehingga dampaknya para siswa di Jepang juga mengalami kemajuan
prestasi belajar yang luar biasa. Kegiatan lesson study ini di Jepang disebut dengan
istilah Jugyokenkyu.
III. PENGERTIAN
Lesson Study adalah suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran
secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual
learning untuk membangun learning community. Lesson studybukan suatu metode pembelajaran
atau strategi pembelajaran yang sesuai dengan situasi, kondisi, atau permasalahan pembelajaran
yang dihadapi pendidik. Lesson study merupakan suatu kegiatan pembelajaran dari sejumlah
guru dan pakar pembelajaran (do) dan observasi serta refleksi (see) terhadap perencanaan dan
implementasi pembelajaran tersebut, dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran. Alur
dari tiga tahapan kegiatan itu dapat dilihat seperti pada gambar berikut ini.
I . Tahap Perencanaan
Pada tahap ini dilakukan identifikasi masalah yang ada di kelas yang akan digunakan untuk
kegiatan lesson study dan perencanaan alternatif pemecahannya. Identifikasi masalah dalam
rangka perencanaan pemecahan masalah tersebut berkaitan dengan pokok bahasan (materi
pelajaran) yang relevan dengan kelas dan jadwal pelajaran, karakteristik siswa, dan suasana
kelas, metode/pendekatan pembelajaran, media, alat peraga, dan evaluasi proses dan basil
belajar.
Dari hasil identifikasi tersebut didiskusikan (dalam kelompok lesson study) tentang penilihan
materi pembelajaran, pemilihan metode dan media yang sesuaidengan karekteristik siswa, serta
jenis evaluasi yang akan digunakan. Pada saat diskusi akan muncul pendapat dan sumbang saran
dari para guru dan pakar dalam kelompok tersebut untuk menetapkan pilihan yang akan
diterapkan. Pada tahap ini pakar dapat mengemukakan hal-hal penting/baru yang perlu diketahui
dan diterapkan oleh para guru, seperti pendekatan pembelajaran konstruktif, pembelajaran
kontekstual, pengembangan life skill, atau lainnya yang dapat digunakan sebagai pertimbangan
dalam pemilihan tersebut.
hal yang penting pula untuk didiskusikan adalah penyusunan lembar observasi, terutama
penentuan aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran dan indikatornya,
yang dilihat dari segi tingkah laku belajar siswa. Aspek-aspek pembelajaran dan indikator-
indikator itu sdisusun berdasarkan perangkat pembelajaran yang dibuat serta kompetensi dasar
yang ditetapkan untuk dimiliki siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Dari hasil
identiflkasi masalah dan perencanaan pemecahannya, selanjutnya disusun perangkat
pembelajaran yang terdiri atas :
1.     i. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
2.     ii. Lembar Kegiatan Siswa (LKS)
3.     iii. Media atau peraga pembelajaran
4.     iv. Instrumen penilaian proses dan hasil belajar
5.     v. Lembar observasi pembelajaran
Perangkat pembelajaran ini dapat disusun oleh seorang guru atau beberapa guru atas dasar
kesepakatan tentang aspek-aspek pembelajaran yang direncanakan sebagai hasil dari diskusi.
Perangkat yang sudah disusun perlu dikonsultasikan/diseminarkan dengan para guru dan pakar
dalam kelompoknya untuk disempurnakan. Perencanaan itu dapat juga sebaliknya.
2. Tahap implementasi dan observasi
Pada tahap ini seorang guru yang telah ditunjuk oleh kelompoknya mengimplementasikan
rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) di kelas. Pakar dan guru lain melakukan observasi
dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan dan perangkat lain yang
diperlukan. Para observer ini mencatat hal-hal positif dan negatif dalam proses pembelajaran,
khusussnya tewntabg tingkah laku/belajar siswa. Selain itu dilakukan rekaman video
(audiovisual) yang mengclose up kejadian-kejadian khususpada siswa atau kelompok siswa
selama pelaksanaan pembelajaran.
Pada saat observasi, observer diharapkan untuk melakukan beberapa hal berikut :
1.      a. Mencatat komentar atau diskusi yang dilakukan siswa dan menuliskan nama atau
     posisi tempat duduk siswa.
2.      b. Membuat catatan tentang situasi ketika siswa melakukan kerja sama atau memilih
    untuk tidak melakukan kerja sama.
3.      c. Mencari contoh-contoh terjadinya proses konstruksi pemahaman melalui diskusi
    dan aktivitas belajar yang dilakukan siswa.
4.      d. Mencari variasi metode penyelesaian yang salah.
Selain mencatat beberap hal penting mengenai aktivitas belajar siswa, seorang observer selam
melakukan pengamatan perlu mempertimbangkan atau berpedoman pad sejumlah pertanyaan
berikut:
1.
     1.        a. Apakah tujuan pembelajaran sudah jelas Apakah aktivitas yang
        dikembangkan berkontribusi secara efektif pada pencapaian tujuan tersebut?
    2.         b. Apakah langkah-langkah pembelajaran yang dikembangkan berkaitan
        sat dengan lainya? Apakahy hal tersebut mendukung pemahaman sisw terhadap
        konsep yang dipelajari?
    3.         c. Apakah hans-on atau teaching material yang digunakan mendukung
        pencapaian tujuan pembelajaran yang ditetapkan?
    4.         d. Apakah diskusi kelas yang dilakukan membantu pemahaman siswa
        terhadap konsep yang dipelajari?
    5.         e. Apakah materi ajar yang dikembangkan guru sesuai dengantingkat
        kemampuan siswa?
    6.         f. Apakah siswa menggunakan pengetahuan awalnya atau pengetahuan
        sebelumnya untuk memahami konsep bare yang dipelajari?
    7.         g. Apakah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru dapat mendorong
        dan memfasilitasi cara berpikir siswa?
    8.         h. Apakah gagasan siswa dihargai dan dikaitkan dengan materi yang
        sedang dipelajari?
    9.         i. Apakah kesimpulan akhir yang diajukan didasarkan pada pendapat
        siswa?
    10.        j. Apakah kesimpulan yang diajukan sesuai dengan tujuan pembelaj aran?
    11.        k. Bagaimana guru memberi penguatan kepada siswa selam pembelajaran
        berlangsung?
3. Tahap refleksi
Pada tahap ini guru yang mengimplementasikan rencana pelaksanaan penbelajaran diberi
kesempatan untuk menyatakan kesan-kesannya selama melaksanakan pembelajaran, baik
terhadap dirinya maupun terhadap siswa. Selanjutnya observer (guru lain dan pakar)
menyampaikan hasil analisis data observasinya, terutama yang menyangkut kegiatan siswa
selama pembelajaran yang disertai dengan pemutaran video hasil rekaman pembelajaran.
Terakhir, guru yang melakukan implementasi tersebut memberikan tanggapan balik atas
komentar para observer.
Hal yang penting pula dalam tahap refleksi ini ialah mempertimbangkan kembali rencana
pelaksanaan pembelajaran yang telah disusun sebagai dasar untuk perbaikan rencana
pelaksanaan pembelajaran berikutnya. Apakah rencana pelaksanaan pembelajaran tersebut telah
sesuai dan dapat meningkatkan performence keaktifan belajar siswa? Jika belum ada kesesuaian,
hal-hal apa saja yang belum sesuai, metode pembelajaranya, materi dalam LKS, media atau alat
peraga, atau lainnya? Pertimbangan-pertimbangan ini selanjutnya digunakan untuk perbaikan
rencana pelaksanaan pembelajaran untuk kelas lain oleh guru dalam kelompok tersebut atau
untuk perencanaan pelaksanaan pembelajaran pada siklus berukutnya.
IV. PROSEDUR PELAKSANAAN LESSON STUDY Tiga tahapan lesson study
1. Perencanaan (plan)
2. Pelaksanaan (do) dan Observasi
3. Refleksi (see)
V. LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN LESSON STUDY
1. Membentuk kelompok lesson study.
2. Memfokuskan lesson study.
3. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
4. Melaksanakan pembelajaran di kelas dan mengamatinya (observasi).
5. Refleksi dan menganalisis pembelajaran yang telah dilaksanakan.
6. Merencanakan pembehjaran tahap selanjutnya.
A. Membentuk Kelompok Lesson Study
   
            • merekrut anggota kelompok
            • menyusun komitmen tentang tugas-tugas yang harus dilakukan.
            • menyusun jadwal pertemuan dan membuat aturan-aturan kelompok.
B. Memfokuskan Lesson Study
Menentukan dan menyepakati tema permasalahan
Merumuskan fokus permasalahan atau tujuan utama pemecahan masalah
Memilih subbidang studi, topik dan unit pelajaran yang bermasalah
C. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Apa yang saat ini dipahami oleh siswa tentang topik ini?
Apa yang kita inginkan dari siswa untuk dipahami pada akhir pembelajaran?
Rentetan pertanyaan dan pengalaman apa yang akan mendorong para siswa untuk berpiridah dari
pemahaman awal menuju pemahaman yang diinginkan?
Bagaimana para siswa akan menjawab pertanyaan dan aktivitas apa yang dilakukan siswa pada
pembelajaran tersebut? Apakah terdapat masalah dan miskonsepsi yang akan muncul?
Bagaimana guru akan menggunakan ide dan miskonsepsi untuk meningkatkan pembelajaran
tersebut?
Apa yang akan membuat pembelajaran ini mampu memotivasi dan memberi makna bagi siswa?
Apakah diperlukan bukti tentang belajar siswa, motivasi siswa, perilaku siswa yang perlu
dikumpul kan, yang nantinya dapat didiskusikan dalam kegiatan refleksi? Bagaimanakah format
pengumpulan data yang diperlukan?
D. Melaksanakan Pembelajaran dan Observasi
Guru yang ditunjuk mengimplementasikan rencana pembelajaran
Guru lain dan pakar sebagai observer. Observer mengambil tempat sedemikian hingga dapat
leluasa mengamati jalannya proses pembelajaran tanpa mengganggu aktivitas dan konsentrasi
siswa. Observer tidak diperkenankan melakukan intervensi pada pembelajaran, seperti menegur
guru, membantu atau bertanya kepada siswa. Fokus observasi pada aktivitas belajar siswa, baik
secara individual maupun kelompok.
Dokumentasi
E. Refleksi dan Menganalisis Hasil Observasi
Refleksi dari guru pelaksana pembelajaran
Tanggapan umum dari observer berdasarkan hasil pengamatan, dan bukan didasarkan pada teori
Tanggapan dan saran dari ahli/pakar.
F. Merencanakan Pembelajaran Tahap Selanjutnya
Apa yang berguna atau nilai tambah apa tentang pelaksanaan lesson study yang telah dikerjakan
bersama?
Apakah lesson study membimbing kita untuk berpikir dengan cara barn tentang praktek
pembelajaran sehari-hari?
Apakah lesson study membantu mengembang kan pengetahuan kita tentang materi pelajaran
serta pengetahuan tentang pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan siswa?
Apakah pelaksanaan lesson study menarik bagi kita dalam meningkatkan keprofesionalan kita?
Apakah pelaksanaan lesson study yang dilakukan secara kolaboratif / bersama
sama merupakan suatu kerja yang produktif dan sportif?
Sudahkah kita membuat kemajuan pembelajaran secara menyeluruh melalui
pelaksanaan lesson study?
Apakah semua anggota kelompok kita merasa terlibat dan berguna?
Apakah pihak yang bukan peserta kelompok memperoleh informasi atau manfaat dari hasil
pelaksanaan kegiatan lesson study kita?
VI. LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN LESSON STUDY (model Robinson)
emilihan topik lesson study
elakukan review silabus untuk mendapatkan kejelasan tujuan pembelajaran untuk
topik tersebut dan mencari ide-ide dari materi yang ada dalam buku pelajaran. Selanjutnya
bekerja dalam kelompok untuk menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran.
Setiap tim yang telah menyusun rencana pembelajaran menyajikan atau mempresentasikan
rencana pelaksanaan pembelajarannya, sementara kelompok lain memberi masukan, sampai
akhirnya diperoleh rencana pelaksanaan pembelajaran yang lebih baik.
Guru yang ditunjuk oleh kelompok menggunakan masukan-masukan tersebut untuk
memperbaiki rencana pelaksanaan pembelajaran.
Guru yang ditunjuk tersebut mempresentasikan rencana pelaksanaan pembelajarannya di depan
semua anggota kelompok lesson study untuk mendapatkan umpan balik.
Guru yang ditunjuk tersebut memperbaiki kembali secara lebih detail rencana pelaksanaan
pembelajaran dan mengirimkan pads semua guru anggota kelompok, agar mereka tahu
bagaimana pembelajaran akan dilaksanakan di kelas.
• Para guru dapat mempelajari kembali tentang rencana pelaksanaan pembelajaran tersebut dan
mempertimbangkannya dari berbagai aspek pengalaman pembelajaran yang mereka miliki,
khususnya difokuskan pada hal-hal yang penting seperti : hal-hal yang akan dilakukan guru,
pemahaman siswa, proses pemecahan oleh siswa, dan kemungkinan yang akan terjadi dalam
implementasi pembelajarannya.
Guru yang ditunjuk tersebut melaksanakan rencana pelaksanaan pembelajaran di kelas,
sementara guru yang lain bersama dosen/pakar mengamati sesuai dengan tugas masing-masing
untuk memberi masukan pada guru.
pertemuan refleksi segera dilakukan secepatnya setelah kegiatan pelaksanaan pembelajaran,
untuk memperoleh masukan dari guru observer, dan akhirnya komentar dari dosen atau pakar
luar tentang keseluruhan proses serta saran sebagai peningkatan pembelajaran, jika mereka
mengulangnya di kelas masing-masing atau untuk topik yang berbeda.
VII. MODEL-MODEL PELAKSANAAN LESSON STUDY
erbasis Sekolah
erbasis Kelompok Sekolah
Berbasis mGmp/KKG
A. LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH
Dilaksanakan pada sekolah tertentu
Banyaknya guru tiap rumpun bidang studi minimal 3 orang.
Jadwal pelajaran diatur sedemikian rupa sehingga pelaksanaan lesson study tidak
mengganggu tugas guru.
Bentuk kelompok-kelompok guru bidang studi/ rumpun bidang studi
melakukan langkah-langkah lesson study
Dapat memasukkan misi sekolah dalam kegiatan lesson study.
Guru senior/pakarpada setiap bidang studi sebagai koordinator.
PERANAN KEPALA SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN LESSON STUDY BERBASIS
SEKOLAH
Sebagai penggerak, motivator, dan koordinator secara keselurithan
merigatur jadwal pelajaran, agar pelaksanaan lesson study tidak mengganggu tugas pokok guru
di sekolah
Memimpin kegiatan lesson study, khususnya dalam perencanaan dan refleksi
Mengarahkan kegiatan lesson study, khususnya dalam membawa misi sekolah
memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan lesson study.
B. LESSON STUDY BERBASIS MGMP/KKG
esepakatan pengurus mGmp/KkG untuk melaksanakan lesson study
membentuk kelompok lesson study (kelompok dapat diubah-ubah untuk pengimbasan
pengetahuan)
elaksanakan langkah-langkah lesson study
elakukan seminar hasil lesson study antarkelompok rumpun bidang studi
C. Lesson Study Berbasis Kelompok Sekplah
esepakatan para Kepala Sekolah untuk melaksanakan lesson study
membentuk kelompok lesson study (kelompok dapat diubah-ubah untuk pengimbasan
pengetahuan)
elaksanakan langkah-langkah lesson study
elakukan seminar hasil lesson study antarkelompok rumpun bidang studi
viii. SEMINAR HASIL LESSON STUDY
emaparan hasil lesson study di antara kelompok lesson study atau antar sekolah
Tukar pengalaman lesson study tentang permasalahan yang muncul dan penyelesaiannya.
penulisan artikel basil lesson study untuk disebarluaskan
IX. MENGAPA LESSON STUDY PERLU DIIMPLEMENTASIkAN?
Lesson study dipilih dan diimplementasikan, sekurang-kurangnya ada dua alasan, yakni:
Pertama, lesson study merupakan suatu cara efektif yang dapat meningkatkan kualitas
pembelajaran       yang     dilakukan    guru      dan      siswa.      Hal  ini     karena(1)
pengembangan lesson study dilakukan dan didasarkan pada basil “sharing”pengetahuan
profesional yang mempertimbangkan pada praktek dan basil pembelajaran yang dilaksanakan
para guru, (2) penekanan dari lesson study aMah para siswa agar memiliki kualitas belajar, (3)
pengembangan kompetensi siswa dijadikan fokus dan titik perhatian utama dalam pembelajaran
di kelas, (4) berdasarkan pengalaman real di kelas, lesson study mampu menjadi landasan bagi
pengembangan pembelajaran, dan (5) lesson study akan menempatkan peran para guru sebagai
peneliti pembelajaran.
Kedua, lesson study yang didesain dengan baik akan menghasilkah guru
yang profesional dan inovatif. Derigan melaksanakan lesson study para guru dapat (1)
merencanakan pelajaran secara kolaboratif; (2) mengkaji secara teliti proses
pembelajaran dan perilaku siswa; (3) mengembangkan pengetahuan pembelajaran yang andal;
dan (4) melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang dilaksanakannya berdasarkan pandangan
siswa dan kolega guru.
X. MANFAAT LESSON STUDY
1. mengurapgi keterasingan guru (dari komunitasnya), khususnya dalam pembelajaran 2.
Membantu guru untuk mengobservasi dan mengkritisi pembelajarannya 3. memper, jalam
pemahaman guru tentang materi pelajaran, cakupan dan urutan
materi dalam kurikulum.
4. membantu guru memfokuskan bantuannya pada seluruh aktivitas belajar siswa. 5.
Menciptakan terj adinya pertukaran pengetahuan tentang pemahaman berpikir dan belajar siswa
6. Meningkatkan kolaborasi pada sesama guru.
XI. DAMPAK LESSON STUDY
A. peningkatan mutu guru dan mutu pembelajaran yang pada gilirannya berakibat pada
peningkatan mutu lulusan (siswa).
B. Guru memiliki banyak kesempatan untuk membuat bermakna ide-ide pendidikan dalam
praktek pembelajaran nya sehingga dapat merubah perspektif tentangpembelajaran, dan belajar
praktek pembelajaran dari perspektif siswa.
C. Guru mudah berkonsultasi kepada pakar dalam hal pembelajaran atau kesulitan materi
pelajaran.
D. perbaikan praktek pembelajaran di kelas.
E. peningkatan kolaborasi antar guru dan antara guru dan pakar/dosen dalam meningkatkan
kualitas pembelajaran.
F. peningkatan ketrampilan menulis karya tulis ilmiah atau buku ajar.
XII. Penutup
Dari paparan di atas dapat diambil sebuah simpulan bahwa kegiatan peningkatan mutu
profesional guru memang dapat dilakukan dengan berbagai cara dan metode. Berhasil atau
tidaknya sebuah metode sangatlah bergantung kepada banyak faktor, seperti situasi, kondisi,
komitmen, dan sikap kita sendiri terhadap keinginan untuk berubah. Oleh karena itu, lesson
study pun akan mengalami nasib yang sama seperti halnya metode-metode lain yang telah lalu
yang pernah diimplementasikan di dunia pendidikan kita, kalau kita tidak mempunyai komitmen
yang tinggi dan teguh terhadap keinginan untuk berubah agar lebih profesional dalam proses
pembelajaran di era global ini.


http://gemapendidikan.com/2010/05/lesson-study-sebuah-upaya-meningkatkan-profesionalisme-guru/

								
To top