Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

modifikation

VIEWS: 462 PAGES: 10

									                                           Reno Ardiansyah, pemilik Skywave 125 tahu betul kalau basic skubek
                                           pabrikan berlogo ‘S’ besar itu berbodi gambot di kelasnya. Baik itu
                                           ukuran panjang ataupun lebar. Sehingga dimodif aliran bober low rider
                                           pun menurut Reno, masi sah-sah saja. Iyalah, kan dia yang punya
                                           motor. Terserah dia mau diapain juga!
                                           Pemilik email: momoreno@yahoo, co.id, percaya rumah modifikasi
                                           Han’s Custom di Bogor untuk mengubahnya.
                                           Caranya menerapkan bodi kit di beberapa bagian cover bodi yang
                                           memang harus diperlihatkan ke khalayak. Apalagi rencananya Reno
bakal mengikutkan tunggangannya di ajang tahunan MOTOR Plus Skubek Contezt 2011 di Senayan, Jakarta
minggu lalu.
Semua dicustom ulang dengan bodi kit yang mengandalkan serat fiber. Agar terlihat lebih besar dari biasanya.
“Kesan low rider dimunculkan lewat ubahan pada kaki depan dan belakang yang diubah lebih lebar juga
memanjang ke belakang,” ucap pemilik alamat di kartu tanda pendukuk Jl. Villa Duta, Ciheleut, Bogor.
Kini ubahan pun dapat dirasakan dari bentuk tebeng depan hingga sayap samping yang memang diperlebar lewat
bantuan bahan serat fiber tadi. Biar enak dipandang, tebeng depan asli dipercantik ulang pakai pelat mika kaca
model cembung. Kalau lirik dari samping, kesannya tuh skubek bisa dilihat hingga bagian dalamnya.
                                                                   Lebarnya tebeng depan tadi akhirya memaksa kaki
                                                                   depan dibengkek keluar atau bergeser ke keluar.
                                                                   Dan cara umum yang biasa dilakukan para
                                                                   modifikator adalah mengganti bagian segitiga
                                                                   bawah atau besi pegangan pipa teleskopiknya,
                                                                   serta memasang adaptor setang yang juga banyak
                                                                   dijual toko variasi.
                                                                   “Setang pakai model robocop ditambah layar LCD
biar lebih berkesan kalau ini skubek hitech. Selain itu juga, kulit jok MB Tech ikut menyesuaikan bodi kit yang juga
pasang di bodi samping dan bawah bordes. Untuk itu, kontur jok harus diatur ulang,” lanjutnya.
Urusan belakang, seperti biasa ciri khas skubek low rider adalah memanfaatkan undur-undur agar posisi mesin
berikut rumah CVT terlihat mulor ke balakang. Kata Reno, undur-undur tertutup cover bawah dana yang dipakai
punya panjang sekitar 15 cm.
Sedangkan perbedaan paling mencolok dari matik Suzuki ini adalah posisi peredam kejut yang memang
modelnya double sok. Tapi konstruksinya sudah diubah. Jika biasanya kedua sok terikat di arm sebelah kanan
dan rumah CVT di bagian kiri, “Sekarang dijadikan satu di tengah pakai adaptor yang ditempatkan di atas mesin.
Secara performa, tuas kedua sok masih tetap dirasa oke,” urai Reno.

 DATA MODIFIKASI
Ban depan : Swallow 120/70-14
Ban belakang : Swallow 150/70-14
Pelek : Custom 4 dan 5,5 inci
Sok belakang : Ride It
Knalpot : Variasi
                                  Kehadiran Honda BeAT ini di arena MOTOR Plus Skubek Contezt 2011 di area
                                  Tumplek Bek Otobursa 2011 lalu begitu banyak menarik minat pengunjung.
                                  Hampir semua yang datang dan melihar dari dekat, sedikt tidak percaya kalau
                                  ini matik Honda. "Takjub melihatnya, kalau dijual mau gue beli," lagak Kiwil,
                                  pelawak yang sempat menduduki langsung di arena contezt.
                                  Ubahan x-treme ini menyimpan beberapa cerita unik. Dimulai dari pemilihan
                                  material utama dulu. "Menggunakan pipa ledeng. Utu lho yang biasa
digunakan PDAM," pasti Hanif Baitullah dari Hans Custom (HC) selaku builder.

Pipa yang dipilih diambil dari berbagai ukuran. "Mulai dari 2,5 inci sampai besar,"
tambah Hans, sapaan akrab Hanif. Dengan peralatan seadanya, Hans bisa dan sukses
menekuk dan membentuk pipa ini dengan rapi.
"Sengaja pilih pipa ledeng karena terkenal kuat, selain itu jenis ini juga terkenal tahan
terhadap karat," kata anak muda 23 tahun ini. Jadi berdasarkan perhitungannya lebih
gampang dalam perawatan juga tidak merepotkan menghadapi serbuan karat.

Posisi mesin dan CVT sekarang ditempatkan dalam posisi yang rapat di bawah jok.
"Tentu saja semua dudukan mesin dibuat baru, tak ada rangka lama yang tersisa,"
tambah pemilik bengkel di Baranang Siang, Bogor ini.
                                            Biar putaran mesin dan CVT tidak menimbulkan getaran keras,
                                            seluruh dudukan mesin diberikan karet tambahan. "Jadi karet tadi
                                            menjadi semacam bantalan," ungkap modifikator yang ngakunya
                                            cuma tamatan SD ini.
                                            Untuk menggerakan motor sendiri sekarang sudah tidak murni
                                            CVT. "Kita menggunakan gabungan antara CVT dan rantai,"
                                            ungkapnya.

                                           Awalnya sempat terpikirkan hanya menggunakan rantai. Tapi
karena waktunya mepet, ya tidak jadi. "Untuk komponen, hanya menggunakan produk dari motor Honda. Gir
diambil dari Supra, sementara as roda belakang dari Tiger yang sudah dicustom ulang," cerita Hans.

 DATA MODIFIKASI
Ban depan: IRC 110/70-17
Ban belakang: Swallow 180/60-14
Pelek depan: Variasi 2,5x17 inci
Pelek belakang: Custom 8x14 inci
Sok depan: Custom
Tangki: Custom
Setang: Custom
                                          Suzuki Skydrive bisa juara 3 di kelas 130 cc open seperti mustahil.
                                          Apalagi di gelaran MOTOR Plus Indonesian Super Matic Race 2011 di
                                          sirkuit dadakan Harapan Indah Bekasi. Jadi kenyataan pada geberan
                                          Ahmad Kohar dari Suzuki TOP 1 BRT KYT IRC Chia Felix.
                                          Padahal Skydrive dianggap paling berat. Bobotnya lebih berat 15 kg.
                                          Dibawa handling juga susah karena lebih gambot dan panjang. Ini
                                          menandakan mesin Skydrive hasil korekan Sefri memang sudah punya
                                          power besar.
                                          Menurut Sefri, kuncinya menggunakan rasio milik Skywave yang
dianggap paling enteng dibanding skubek lain keluaran Suzuki. Bisa dilihat dari diameter roda, milik Skywave 16
inci, otomatis rasio harus lebih ringan agar akselerasi yang diinginkan jadi lebih spontan.
Begitu juga roler CVT yang digunakan. Hanya mengandalkan 7 gram meski trek lurusnya sekitar 200 meter. Agar
tarikan bawah benar-benar ringan.
Ini kemajuan yang luar biasa. Hanya butuh dua seri, sudah sanggup bersaing dengan matik pabrikan lain.
Dipastikan akan banyak pengguna matik Suzuki kalau bisa kencang seperti ini.
Kalau untuk korekan mesin, bisa dibilang biasa saja. Seperti piston, cukup menggunakan merek NPP yang aslinya
untuk Shogun 125 cc.

                                                          Ukuran piston yang digunakan yaitu 54,75 mm.
                                                          Dipadu dengan stroke Skydrive yang 55,2 bisa
                                                          dihitung peningkatan kapasitas mesin. Yaitu jadi
                                                          129,9 cc.
                                                          Agar aman, posisi piston dibuat lebih mendem 0,7
                                                          mm. Dipadukan dengan ruang bakar bentuk hemi
                                                          atau dome biasa, dipatok rasio kompresi 12,2 : 1.
                                                          urasi kem juga dipatok tidak terlalu tinggi. Untuk klep
                                                          isap diseting membuka 28° sebelum TMA (Titik Mati
Atas) dan menutup 57° setelah TMB alias Titik Mati Bawah .
Untuk klep buang dibuat berbeda. yaitu membuka 53 derajat sebelum TMB dan menutup 28 setelah TMA. LSA
klep buangnya yaitu 10,2,5. Klep yang digunakan juga seperti kebanyakan orang pakai. Yaitu klep Sonic 28 mm
untuk in dan ex 24 mm.
 DATA MODIFIKASI
Ban : Indotire
CDI: BRT
Karburator : PWK 28
Spuyer : 112/52
                                Aliran low rider mencapai puncak kejayaannya sekitar 3 tahun lalu. Memasuki 2011
                                banyak yang beranggapan bahwa gaya modifikasi seperti ini sudah mati. Indikasi itu
                                bisa diintip dari jumlah peserta contetzt yang terjun di kelas ini. Tapi, bagi Antonius
                                Chandra, low rider tidak bisa mati begitu saja. Dengan inovasi, tema ini masih akan
                                tetap menarik dan akan selalu berkelas.
Lihat saja pada Nouvo karya Ton's Chrome (TC) ini. "Jika sekadar memundurkan sumbu roda memang sudah basi,
tapi dibuat tampil beda dengan beberapa inovasi, hasilnya seperti ini," kata Anton yang menyabet juara 1 di
kelas low rider pada event tahunan MOTOR Plus Skubek Contezt 2011 lalu.
Sesuai konsep low rider, roda belakang pasti dibuat lebih mundur. "Cukup 10 cm, pelek belakang sengaja dibuat
dengan ukuran ekstra lebar supaya sesuai bodi Nouvo yang besar," lanjut pria asal Palembang ini. Pelek belakang
pakai ukuran 8 x 14 inci.
Langkah berikutnya terlihat kejelian Anton. "Biasanya orang berhenti sampai situ. Pelek lebar dan mundur.
Padahal jika begitu aja, motor akan terlihat aneh sebab mesin tetap terlihat kecil jadi kurang harmonis dilihat,"
cuapnya panjang-lebar.
Karena menyadari efek mesin yang menjadi jomplang tadi, dibuatlah trik dengan membuatkan cover untuk kipas.
Posisinya ada di sebalah kanan. Dengan bentuk seperti ini, mesin seolah jadi lebih besar mengimbangi bodi.
Hal lain yang bisa dibilang jadi inovasi adalah adanya semacam tabung di atas rumah CVT. "Itulah tangki bensin
sekarang. Ada beberapa manfaat dari pembuatan tangki seperti itu," tunjuk pemilik bengkel di Jl. Ciputat Raya
No. 20A, Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Pertama dengan tangki diluar seperti itu, enggak bakal ribet lagi saat mengisi bensin. "Sebab dengan bentuk jok
seperti ini, agak susah saat mengisi bensin. Kalau begini, kan jadi lebih enak," ujar pria yang ahli dalam lapis
verneckel ini.
Penampung bensin tadi bisa juga menjadi variasi tambahan yang menarik. "Karena itu bentuk dan finishing
memang harus bagus karena jelas dan langsung terlihat," tambah Anton lagi.
Aslinya tabung yang dipakai adalah tabung pemadam api. "Dicustom posisi lubang untuk bensin, terakhir baru
dikrom biar lebh mengilap," tutup Anton yang juga memperhatikan jalur slang bensin agar tetap rapi.
                             Bodi Campuran
                             Selama ini Anton selalu menggunakan pelat. Kali ini mulai sedikit ditinggalkan. "Saya
                             coba mengombinasikan dengan fiber juga," buka modifikator gondrong itu.
                             Pelat galvanis digunakan untuk membuat sepatbor. "Kalau untuk ini wajib hukumnya
                             pelat karena lebih kokoh, kalau pun nabrak enggak bakap pecah," cuapnya sambil
                             bilang kalau supaya lebih aman.
                             Begitu juga dengan bodi belakang. "Sebenarnya saya memang lebih sip dengan pelat,
                             bisa ngebentuk bodi lebih sesuai selera," cerita penyuka ayam ini.
                             Bagian lain yang dibuat dari pelat adalah dek lengkap dengan bodi kit. "Desain
                             mengikuti bodi atas, besar dan memanjang," tegas Anton.
Sementara yang dibuat dari fiber hanya bodi bagian depan. "Biar lebih gampang memasang lampu variasi Scoopy
ini. Selain itu juga, tentu agar bobot total motor jadi tidak terlalu berat," cerita pria ramah ini.
Data Modifikasi
Ban depan : Swallow 140/60-14
Ban belakang : Swallow 180/60-14
Pelek depan : Custom 4x14 inci
Pelek belakang : Custom 8x14 inci
Setang : Custom
Stop lamp : H-D
                                   Honda PCX 125, dari sononya sudah punya bodi gambot, memiliki banyak
                                   kelebihan bila kena roh modifikasi. Lewat beberapa sentuhan di detail,
                                   langsung membuat tampilan skubek bongsor ini berubah dan mampu
                                   membuat tongkrongan jadi lebih elegan.
                                   Mau bukti? Nih satu karya Budi ‘Big’ Rahmanto, owner sekaligus modifikator
                                   bengkel Big Modify (BM). PCX 2011 miliknya, juga jadi conteztan di pentas
                                   MOTOR Plus Skubek Contezt 20111. Hampir seluruh detail sudah kena olah.

Paling kentara rombakan pada bodi. Beberapa detail sudah diberi sentuhan wide bodi. Seperti penambahan
spoiler pada kedua sisi bagian bawah dek atau sandaran kaki. Ubahan itu membuat bodi skubek yang
menggondol gelar Bike of The Year di ajang MOTOR Plus Award 2010 lalu itu jadi lebih bongsor.
“Saya memainkan detail biar lebih terlihat elegen dan dinamis lewat pemasangan kisi-kisi pada bagian dek depan
yang dibalur sentuhan krom,” urai builder yang buka praktik di Jl H. Mugeni I No. 33 RT 4/4, Pisangan Lama,
                            Jakarta Timur.

                              Tidak hanya itu, kesan big skuter juga makin dipertegas lewat tambahan bodi yang
                              menempel pada buntut belakang. Sebagai boks atau bagasi tambahan, selain itu
                              bikin tampilan bodi PCX berotot.
                              “Seluruh bodi tambahan PCX ini mengandalkan serat fiber berkualitas. Selain kuat
                              juga ringan,” ujar pria yang kerap ditunjuk ATPM sebagai mitra dalam mengolah
                              motor modifikasi konsep untuk display pameran.
                              Satu hal yang jadi perhatian Big, ada pada ubahan setang. Oleh Big, diganti dengan
                              peranti variasi model setang jepit bahan aluminium berlabel Shark.
                              Pemasangan itu membuat posisi spion berpindah tempat, tidak lagi nempel di
                              setang seperti bawaan PCX. Sekarang menempel pada areal kanan dan kiri bodi
                              depan layaknya big skuter sejati.
Areal kaki-kaki tidak luput, pelek standar dirasa masih kurang lebar. “Pelek custom dengan aplikasi tapak lebih
lebar, ukuran jadi 3,5 inci dengan pelek tetap ring 14 inci,” sebut Budi yang membungkus pelek pakai ban
Swallow.
DATA MODIFIKASI
Ban depan : Swallow 120/70/14
Ban belakang : Swallow 140/70/14
Sok belakang: YSS
Knalpot : Custom Big Modify
Winshiled : Custom Big Modify
                                       Ini contoh ubahan skubek simpel, gaya dan pasti tetap nyaman dibawa
                                       riding. Untuk masuk arena contezt, paling pas ya main di kelas fashion
                                       advance. Tapi, tampilan minimalis ini menyimpan cerita kurang sip.

                                       "Modifikasi ini memang dipersiapkan untuk ikut MOTOR Plus Skubek
                                       Contezt. Tapi ternyata salah perhitungan waktu. Akibatnya motif grafis
                                       tidak sempat diberikan di wilayah bodi," sesal Petrus John Edison sang
                                       modifikator.

Sebenarnya John sudah mempersiapkan motif perpaduan merah dan silver di bodi. "Tapi gagal, akibatnya warna
silver di jok jadi sendirian nggak ada temannya," kekeh pria bertubuh kurus ini.
                               Jika berhasil dilaksanakan, hasilnya pasti oke banget. Merah sudah dirasa pas dengan
                               beberapa penempatan variasi bolt-on yang dipilih. Begitu juga aksen perak yang
                               sudah digunakan pada pelapis jok. Baru membayangkannya saja sudah tergambar
                               kalau itu akan jadi sebuah perpaduan kelir yang menarik.
                               Untuk aneka variai bolt-on yang dipasang John memang sudah bertekad hanya
                               menggunakan satu warna. "Tidak mau terlalu ramai, kelir candy gold seperti ini saja
                               sudah lumayan bikin heboh," lanjut modifikator dari Absolut 2M asal wilayah Bates,
                               Ciledug ini.
                               Mulai dari tutup kipas, cover knalpot, footstep, sok depan sampai tabung master rem
                               di batang kemudi. "Bahkan dudukan pelat nomor juga ikut diberikan sentuhan
                               warna serupa," unjuknya.
                               Sementara itu hal yang membuatnya harus masuk kelas fashion advance adalah
karena sudah mengganti setang dan lampu depan. Untuk kendali kemudi, John ikut arus yang banyak
menggunakan batang kemudi model robocop.
Untuk lampu utama, merasa lebih modern menggunakan punya Click Vietnam. "Pastinya berhasil mengubah
tampak depan dan bisa juga memberikan efek yang besar," tambahnya.
Tentu saja harus dilakukan ubahan pada cover bodi depan. Untuk ini harus John membuat ulang dengan tetap
menggunakan fiber.
 DATA MODIFIKASI
Ban depan: Swallow 120/70-14
Ban belakang: Swallow 140/60-14 Pelek depan: 2,5 x 14 inci
Pelek belakang: 5 x 14 inci
Sok belakang: YSS
                                    Turun di kelas fashion standar, Yamaha Nouvo 2003 milik Liauw Fresna
                                    Joya, memang terlihat tampil paling mentereng. Selain pemasangan variasi
                                    bolt on yang seirama dengan kaidah MEFRIK. Di soal pemilihan grafis, juga
                                    punya tema jelas. Sehingga arah modifikasi jadi jelas.
                                    Kalau biasanya grafis pada besutan custom skubek berupa tarikan garis dan
                                    sebatas permainan warna. Bila mengamati grafis pada Nouvo lele ini
                                    kelihatan berbeda. “Saya sengaja tampil beda dengan tema kampanye go

                                                    green,” ujar pria tinggal di bilangan Sunter, Jakarta Utara.

                                                    Yup... memang, terlihat Liauw Fresna coba kampanyekan
                                                    hijau untuk bumi lewat media besutannya. “Dengan
                                                    modifikasi pada grafis Nouvo ini setidaknya saya ikut
                                                    peduli agar bumi lebih hijau. Kalau bukan kita sebagai
                                                    mahluk bumi yang peduli, siapa lagi,” tambahnya.

Grafis andalan pada Nouvo ini merupakan perpaduan antara kelir dasar putih dan grafis hijau yang sudah dipadu
dengan unsur gradasi. Pada bagian bodi belakang terlihat gambar planet bumi yang di kelilingi grafis berbentuk
daun.
Paduan warna bodi yang digarap airbrusher Andri Design ini juga menampilkan grafis yang menarik. Selain
warna solid juga dipadukan dengan warna anodized pada beberapa detail bodi. Bisa dilihat pada desain di cover
aki dan bagian sayap Nouvo juga dibikin serupa mengandalkan kelir anodized grafis daun.

                                      Kulit pelapis jok juga dibuat kompak dengan warna bodi, mengandalkan
                                      potongan bahan semi kulit dengan warna hijau, hijau tua, putih dan
                                      hitam yang di jahit model vertikal untuk alas bokong Nouvo. "Biar
                                      kompak dengan bodi, jok ikut diolah," lanjut Liauw Frasna.
                                      Sektor kaki-kaki tak luput dari modifikasi, pemasangan part bolt-on
                                      dengan warna meyesuikan bodi. Seperti pelek aluminium hijau anodized
                                      berpadu dengan susupensi depan dan cover CVT yang juga dikelir hijau
                                      anodized.

DATA MODIFIKASI
Ban depan: Swallow 50/90/17
Ban belakang: Swallow 60/90/17
Pelek: DBS 140/17
Cakram: Variasi
                                            Hampir seluruh pengunjung yang hadir meyaksikan pentas MOTOR
                                            Plus Skubek Contezt di acara Tumplek Blek Otobursa 2011, Sabtu-
                                            Minggu lalu dibuat penasaran. Apa lagi kalau bukan sama besutan
                                            salah satu conteztan yang dipajang.
                                            Itu karena Yamaha Nouvo Z 2006 milik Antanius Chandra yang turun di
                                            kelas extreme ini indentitasnya sudah hilang total. Malah sudah
                                            berubah bentuk jadi klasik berjenis Roundtank yang diproduksi sekitar
                                            era 1937-an.
                                            Maklum sudah jadi tradisi bengkel Ton's Chrome bila turun di event
gawean MOTOR Plus dan Majalah BIKERS selalu menampilakan ubahan berbeda juga dengan ide segar. "Tahun
ini coba tampilkan tema klasik," jelas builder gondrong yang buka bengkel di Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
Untuk mengerjakan praktis hanya bagian mesin Nouvo Z yang dipakai. Sisanya custom sendiri mengandalkan
rangka dari pipa seamles diameter 32 mm dan tebal 3 mm. "Model rangka dibuat simpel mengikuti besutan
lawas seperti DKW Union atau BSA Bantam 125 cc," lanjutnya.
Diakui oleh Anton memang sengaja menghilangkan identitas mesin yang dipakai. Sesuai temanya, makanya
seluruh bagian CVT dan mesin dibungkus pelat besi. "Modelnya dibuat membulat supaya tidak kaku," urai builder
berambut lurus.

                                                                          Paling unik ide untuk menyiasati
                                                                          bagian mesin biar silinder terlihat jadi
                                                                          tegak. Mengandalkan barang copotan
                                                                          dari blok dan silinder head milik Vespa
                                                                          yang disusun di atas crankcase tengah
                                                                          Nouvo. "Mesin dan silinder head
                                                                          tambahan enggak aktif kok, cuma
                                                                          pemanis saja," lanjut juragan krom ini.

Sedang areal roda, keduanya dipilih pelek dengan diameter 21 inci. Aplikasi dari pelek depan Suzuki TS, tapi biar
terlihat makin sip, batang jari-jari dibuat lebih kekar, mengandalkan besi bulat dengan diameter 6 mm. "Ini yang
bikin motor kelihatan jangkung dan kurus layaknya motor klasik," urai Anton yang mengandalkan teromol depan
milik Suzuki TS.
Aplikasi roda ring 21 inci membutuhkan ubahan radikal pada CVT. Crankcase CVT terpaksa harus dibikin lebih
panjang lagi. Tentunya agar belakang roda enggak mentok. "CVT ditambah daging sekitar 10 cm," jelas builder
asal Palembang, Sumatera Selatan ini.

 DATA MODIFIKASI
Setang : Ton's Chrome
Teromol belakang : Yamaha Mio
Tangki : Ton's Chrome
Knalpot : Ton's Chrome
                                        Widi Jatmoko, pemilik Yamaha Mio Sporty ini memang rada nyentrik.
                                        Di saat banyak sepeda fixie bermunculan adopsi warna candy atau
                                        pastel, warga Jl. Otista Raya, Jakarta Timur justru memilik corak batik
                                        yang merupakan indentitas orang Indonesia. Hidup Indonesia!
                                        Merdeka!

                                         Corak batik khas Jogja bermotif Parang Kusumo dan Kestarian itu,
                                         digambar pakai pen airbrush oleh Donny Ariyanto, punggawa Studio
Motor Custom Bike, pada sasis fixie PCO Airblade berikut peleknya yang lebar 4,5 cm.
Cuma berhubung sepeda sering dibawa kemana-mana, dia juga pengin skubek bisa bawa sepedanya dan
digambar aliran yang sama. "Cuma agar temanya sesuai, Mio lebih dulu dirombak aliran low-rider. Lalu dipasang
anhang di sebelah kanan,L ucap builder dari Jl. Veteran Raya, Bintaro, Jakarta Selatan.

                        Ubahan dapat dilihat dari pemasangan batok lampu Scoopy di tebeng depan yang
                        didesain menyatu dengan spatbor. Lalu peredam kejut depan merek One Racing,
                        langsung terhubung ke setang model scrambler variasi berikut perniknya.
                        Biar kelihatan kokoh, Donny juga ikut menambahkan bodi di bagian rangka tengah
                        pakai fiberglass yang bagian tengahnya sudah diberi tulang dari pipa besi terlebih
                        dahulu. Penambahan ini digarap sampai buritan yang bentuknya buntung dan lebih
                        kaku ikuti desain lampu dan rem belakang.
                        Kelihatan buntung karena mesin berikut CVT dan ban belakang Swallow 160/60-14
                        dipasang undur-undur 15 cm. Lalu monosok Jupiter MX diterapkan di tengah setelah
                        ditopang adaptor di tengah CVT.
"Untuk anhang, dibikin dari besi kotak yang pasang pada rangka tengah. Juga di rangka belakang dekat kipas
mesin. Lalu dudukan sepeda merek Thule dipakai jadi pegangan besi anhang itu," imbuh pemenang ke-2 kelas
low rider di ajang MOTOR Plus Skubek Contezt 2011.
                                      Kemudian Mio kena airbrush motif batik dan warna yang sama yaitu
                                      oranye. "Untuk motif Parang Kusumo bisa dilihat pada bagian tebeng
                                      sampai ke buritan. Sedang motif Kesatrian tampak pada tebeng hingga
                                      cover tengah. Motif itu juga bias dilihat loh di fixie," tunjuk Donny
                                      tentunya dengan penuh kebanggaan.




DATA MODIFIKASI
Ban depan : Swallow 140/70
Ban belakang : Swallow 160/60-14
Pelek depan : Custom 4 inci
Pelek belakang : Custom 7 inci
Cat : Sikkens
                                         Spesies binatang reptil memang tergolong unik. Sifatnya diam, susah
                                         ditebak perawakannya. Entah jinak atau liar. Persis seperti tunggangan
                                         milik Dewa Aditya Prana yang warga Kukusan, Depok, Jawa Barat.
                                         Memiliki bodi besar, namun bertampang kalem. Agak susah diprediksi.

                                           Mengusung tema streetfighter, Scorpio ini didukung part yang juga
                                           besar. Bisa dengan limbah moge atau customized. Bicara besar sudah
                                           tentu kompak nih. Itu karena motor ini juga ditangani builder yang
                                           juga berbadan besar. Tentu sudah punya nama besar pula.
"Untuk sok depan pakai punya Aprilia RS 125. Dengan tipe upside down. Selain tampilan pas, juga nyaman
ketimbang sok standar," kata Wardoyo dari Gandul 2Wheel Custom (G2C) di Jl. Gandul Krukut Ambara, Cinere,
Depok.
Kalau biasanya Wardoyo senang menanggalkan sasis asli untuk motor-motor garapannya, ini kali sasis asli pabrik
tetap dipertahankan. "Malah tidak dipotong sama sekali. Hanya ditutup dengan pelat galvanis 0,8 mm.
Modelnya masih sesuai tematis streetfighter. Tapi, lebih lebar karena harus mengimbangi desain tangki yang
juga sudah besar," lanjut builder ramah ini. Kondom sasis gaya deltabox ini memang membuat bagian tengah
tampil lebih gahar.
Lengan ayun kena rombak juga. Pas-tinya kena sedikit ubahan. Bagian tengah lengan ayun standar dipotong.
Dengan tujuan untuk melebarkan lengan ayun. Supaya masuk ban ukuran yang lebih besar.
                                            Begitu juga bentuknya yang tidak luput dari perhatian sang
                                            modifikator. Se- perti penambahan ornamen mirip tanduk di bagian
                                            atas lengan ayun. Berikut sepatbor yang jadi satu dengan lengan ayun
                                            custom. Desain seperti ini memang sudah umum diterapkan pada
                                            moge.
                                            Tameng lampu depan sangat tidak diduga tampilannya. "Lampu pakai
                                            punya Yamaha Jupiter-Z. Tapi, ya harus dicustom ulang. Sementara
                                            batoknya bikin sendiri dari pelat galvanis. Tujuannya supaya lebih
                                            beda dari biasanya karena tidak single lamp. Dengan begitu, tampang
motor jadi unik dan juga sedikit kalem," yakin Wardoyo.

								
To top