Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

pidato - DOC - DOC

VIEWS: 791 PAGES: 2

									NAMA          : TRI RAHAYU
KELAS         :X–9
NO. ABSEN : 33




                                        PIDATO

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera bagi kita semua
Yth. Kepala SMA N 1 Bawang,
Yth. Bapak Ibu dewan guru,
Serta karyawan tata usaha yang saya hormati pula, juga tidak lupa teman-teman SMA N 1
Bawang semua yang saya sayangi.
       Hadirin yang berbahagia, disini saya ingin memberikan sedikit kata-kata penceramahan
yang nantinya semoga bisa bermanfaat untuk para hadirin sekalian, pidato yang saya sampaikan
yaitu dengan berjudul “Pentingnya Bimbingan Bagi Penentu Masa Depan”.
       Waktu terus berjalan, beberapa era telah kita arungi, sekarang kita sedang memasuki era
globalisasi dan era apa lagi yang akan kita masuki. Walaupun bencana terjadi dimana-mana,
namun Sang Khaliq tetap terus mengadakan penciptaan. Oleh karena itu, Tidak dapat dipungkiri
bahwa kehidupan kita masih tetap mempunyai generasi. Generasi inilah yang nantinya akan
menjadi penentu masa depan. Pemuda inilah harapan masa depan bangsa.
       Sebagian dari karakter seseorang bergantung pada pembinaan diwaktu kecil. Menurut
ahli psikolog bahwa pembentukan kepribadian seseorang ditentukan pada usia emas, yaitu dari 0
– 5 tahun. Sesuai dengan pengamatan masa kini anak lebih sering, bahkan lebih kuat
menggunakan otak kanan daripada otak kiri, sedangkan otak kanan lebih keras dibandingkan
otak kiri. Nah pada saat seperti inilah dibutuhkan kemampuan kecerdasan hingga 50%. Perlu
diingat wahai orang tua dan calon orang tua, bahwa anak adalah standar predikat sukses.
Gagalnya anak merupakan tanggungjawab orang tua dalam membinanya.
Hadirin yang berbahagia.
       Agar bangsa ini tidak rapuh maka sebagai orang tua janganlah enggan membina anak-
anaknya. Membina anak perempuan lebih sulit dibanding membina anak laki-laki. Dapat dibuat
tamsil (perumpamaan) dari fenomena ini, yakni anak perempuan adalah piring unik penghias
lemari, sedangkan anak laki-laki adalah piring Seng. Mengapa demikian, piring unik hanya
Nampak indah dan mempesona apabila selalu dirawat, disimpan di dalam lemari kaca agar tidak
mudah jatuh. Sebab sekali tersenggol hingga terjatuh dia akan pecah, dan pada akhirnya tidak
dapat dikembalikan seperti semula. Walaupun bisa di perbaiki dengan mengelem, itu pun masih
tampak jelas lukanya (bekas pecahan). Adapun piring seng walaupun sudan dipakai berkali-kali
dibanting ke atas batu ataupun ke lantai (kemana saja) masih dapat digunakan seperti semula
dan masih layak pakai.
         Membentuk anak menjadi anak yang sholeh itu tidaklah rugi, bahkan hal ini merupakan
tabungan kita di akhirat kelak. Dari Abi Hurairah RA, bahwasannya Rasulullah SAW telah
bersabda : “Apabila mati anak Adam, putuslah amalnya kecuali tiga perkara : Shodaqoh yang
terus mengalir (amal Jariyah) atau ilmu yang diambil manfaatnya, atau anak sholeh yang bisa
mendoakannya”. (H.R Muslim).
         Sebenarnya banyak wadah untuk membentuk atau membina generasi uang kita harapkan.
Salah satunya adalah dengan mengikuti kajian-kajian disekolah, seperti Rohis dan lain-lain.
Anak merupakan pengganti masa depan bangsa, untuk itu marilah kira bina mereka dengan
sebaik-baiknya. Jika     berada dirumah orang tualah yang berkewajiban membinanya, tetapi
dilingkungan sekolah guru merupakan salah satu pembimbingnya. Karena ilmu yang bermanfaat
merupakan salah satu amal yang tidak akan putus-putusnya apabila kita nanti telah meninggal
dunia.
         Sekian pidato dari saya bila ada tutur kata yang kurang berkenan di hati anda sekalian
saya mohon maaf dan atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.
Billahitaufik walhidayah Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

								
To top