pemanfaatan serbuk gergaji kayu by bayu6330

VIEWS: 4,357 PAGES: 23

									PEMANFAATAN SERBUK GERGAJI KAYU SEBAGAI

   MEDIA UNTUK BUDIDAYA JAMUR TIRAM




                 KARYA TULIS

    Diajukan Untuk Melengkapi Salah Satu Tugas

     Perorangan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

                Di Semester Genap




           SMA MUHAMMADIYAH 1

                BANJARNEGARA




                  Disusun oleh :

          NAMA              : FENDI EKA SETYAWAN

          NIS               : 5863

          PROGRAM           : IPA

          KELAS             : XI
                         PENGESAHAN




      Karya Tulis ini telah telah disetujui dan disahkan pada :

          1.   Hari : Sabtu
          2.   Tanggal : 23 maret 2010




                                Oleh :




     Bagian Penulis,                           Guru Pembimbing,




( FENDI EKA SETYAWAN )                      ( YUDA EKA S, S.Pd )




                              Mengetahui

KEPALA SEKOLAH SMA MUHAMMADIYAH 1 BANJARNEGARA




                       ( Drs, RUWANTO )

                         NIP. 131612540
                                PERSEMBAHAN




KaryaTulis ini saya persembahkan kepada :
1.   Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati.
2.   Orang tua saya yang saya sayangi.
3.   Teman – teman saya kelas XI IPA yang saya cintai dan banggakan.
                                       Absrtak




    Membudidayakan jamur tiram menggunakan media bahan – bahan limbah
disekitar kita, seperti serbuk gergaji kayu .hal itu mungkin masih baru dan semua
orang menggetahuinya oleh karena itu kita sebgai manusia tentunya harus pandai
memaafatkan limbah yanga ada di sekitar lingkungan kita .dengan demikian ,kita
berperan membantu mengurangi pencemaran lingkungan serta menjaga kebersihan
lingkungan.

    Dalam penilisan karya tulisan ini penulis mencari dan menggumpulkan sumber
- sumber informasi yaitu menggunakan metode literatur atau studi pustaka.penulis
menggunakan metode tersebut karena penulis menginginkan data - data dan sumber
informasi yang di dapat lebih lengkap ,dan penulis juga mengharapkan hasil yang di
peroleh memuaskan.

    Setelah kami mencari dan mengunpul kan sumber sumber kami mendapat kan
hasil penelitian sebagai berikut:

A. Bahwa proses budidaya jamur tiram itu melalui beberapa tahap, antra lain
    sebagai berikut:
    1.   pembuatan bibit f2
    2.   pengomposan
    3.   pembungkusan
    4.   sterelisasi
    5.   penanaman bibit / inokolasi
    6.   pemeliharan dan inkobasi
    7.   pembukaan polibek
    8.   pemanenan jamur
    9.   perawatan media polibek
    10. pembratasan penyakit
B. Bahwa kandungan yang terkandung pada jamur tiram yaitu:
    1.   protein, air, kolori, karbohidrat dan sisinya berupa serat, zat besi, kalsium
         vitamin b1, b2, dan vitamin c.
    2.   sembilan macam asam amino yaitu lisin, metionin, prip tovan, theroin,
         valin, leosin dll.


C. Manfaat jamur tiram bagi kesehatan antara lain :
    1.   menurunkan kolesterol.
    2.   melancarkan proses pencernaan.
    3.   menyembuhkan berbagai penyakit seperti liver ,diabetes,anemia dll.
    4.   bermafat sebagai antiviral, antikanker, antibakterial dan antitumor.


D. Keuntungan menbudidayakan jamur tiram sebagai berikut:
    1.   melalui pemanfatan bahan bahan limbah di sekitar kita menjadikan
         lingkungan bersih, indah dan sehat.
    2.   budidaya jamur tiram dapat dibudidayakan tanpa menggunakan lahan yang
         luas, dll.
                               KATA PENGANTAR




    Alhamdulillah, Penulis memanjatkan rasa syukur       kehadirat ALLOH yang
senantiasa telah memberikan taufiq dan hidayahnya kepada penulis, sehingga bisa
menyusun karya tulis       ini yang berjudul “PEMANFAATAN SERBUK GERGAJI
KAYU SEBAGAI MEDIA UNTUK BUDIDAYA                       JAMUR TIRAM”, tanpa
ridhonya penulis mungkin tidak sanggup menyelesaikan karya tulis ini dengan waktu
yang cukup singkat.

   Selain itu, Penulis juga mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak
yang telah membantu penulis menyusun dan menyelesaikan karya tulis ini.terutama
penulis tujukan kepada :

   1. Yth. Ibu yuda selaku guru mata pelajaran bahasa indonesia yang telah
       memberikan banyak penjelasan dan pengarahan kepada penulis, sehingga
       penulis mampu menyelesaikan karya tulis ini.
   2. Orang tua penulis yang telah membiayai penulis untuk penyusun karya tulis
       ini , sehingga tersusunlah karya tulis ini.
   3. Teman – teman kelas XI IPA yang telah memerikan dukungan kepada penulis
       .

   Didalam penulisan karya tulis ini, penulis merasa masih ada kekurangan dan
kesalahan dalam penyusunannya, hal ini terjadi karena masih terbatasnya
pengetahuan penulis. Untuk itu,penulis mohon maaf apabila pembaca masih merasa
belum puas dengan hasil penlitian yang telah dilakukan oleh penulis. Selain itu
penulis juga mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yang kira – kira
bermanfaat dan bersifat membangun untuk penulis sendiri,terimakasih.
                                                      DAFTAR ISI

Halaman Judul ..................................................................................................... i
Kata Pengantar ..................................................................................................... ii
Halaman Persembahan .......................................................................................... iii
Abstrak ................................................................................................................. iv
Kata Pengantar ..................................................................................................... vi
Daftar isi ............................................................................................................... vii

BAB I          PENDAHULUAN
               A. Latar Belakang Masalah ............................................................... 1
               B. Perumusan Masalah ...................................................................... 1
               C. Tujuan Penelitian .......................................................................... 2
               D. Manfaat Penelitian ........................................................................ 2

BAB II         TINJAUAN PUSTAKA
               A. Kajian Teori .................................................................................. 3
               B. Sistematika ................................................................................... 4
               C. Hipotesis ....................................................................................... 5

BAB III METODELOGI PENELITIAN
               A. Setting Penelitian .......................................................................... 6
               B. Subyek Penelitian ......................................................................... 6
               C. Metode Penelitian ......................................................................... 6

BAB IV HASIL PENELITIAN
               A. Proses dan Cara Membudidayakan Jamur Tiram ......................... 7
               B. Kandungan dan Manfaat Jamur Tiram ......................................... 11
               C. Keuntungan Membudidayakan Jamur Tiram ................................ 13

BAB V          PENUTUP
               A. KESIMPULAN ............................................................................ 14
               B. SARAN ......................................................................................... 14

DAFTAR PUSTAKA
                                  BAB I
                            PENDAHULUAN




1. Latar Belakang
           Disekitar lingkungan kita banyak terdapat limbah hasil pabrik yang
   jumlahnya cukup banyak dan bersifat mengotori lingkungan sekitar. Salah
   satu contohnya yaitu sisa hasil pabrik kayu, yang berupa serbuk gergaji kayu.
   Serbuk gergaji di lingkungan sekitar tentunya masih banyak di temukan oleh
   kita.
           Serbuk gergajian mungkin dikalangan masyarakat dianggap cukup
   meresahkan dan hanya mengotori lingkungan saja. Selain itu masyarakat
   mengaggap bahwa serbuk gergajian tidak mempunyai banyak manfaat, dan
   mungkin yang mereka ketahui bahwa serbuk gergajian kayu hanya bisa
   digunakan untuk bahan bakar saja. Atau mungkin pengetahuan masyarakat
   yang kurang kreatif sehingga hanya melihat serbuk gergajian dari satu sisi
   saja, sebenarnya hal itu adalah yang salah. Serbuk geragajian sebenarya
   memiliki manfaat lain, seperti bisa digunakan untuk media pembudidayaan
   jamur tiram.
            mungkin masyarakat belum banyak yang tahu hal itu, karena
   mereka tidak mengetahui bagaimana caranya dan seperti apa proses
   pengolahannya. Disini kami akan mencoba memberikan hasil penelitian
   tentang pemanfaatan serbuk gergajian sebagai media untuk membudidayakan
   jamur tiram.


2. Perumusan Masalah
   a. Bagaimana proses dan cara membudidayakan jamur tiram menggunakan
       serbuk gergajian sebagai media tanamnya?
   b. Apa kandungan dan manfaat dari jamur tiram?
   c. Apa keuntungan membudidayakan jamur tiram?
3. Tujuan penelitian
   a. Untuk mengetahui bagaimana proses dan cara membudidayakan jamur
      tiram menggunakan media serbuk gergaji kayu.
   b. Untuk mengetahui apa kandungan jamur tiram dan manfaatnya bagi
      kesehatan .
   c. Untuk memenuhi salah satu tugas perorangan mata pelajaran bahasa
      indonesia.


4. Manfaat penelitian
   Agar penulis memperoleh informasai yang sesuai dengan apa yang telah
   diharapkan dari penelitian .
                                       BAB II

                              TINJAUAN PUSTAKA

1.   Kajian Teori
        Jamur Tiram Putih adalah jamur yang hidup pada kayu-kayu lapuk, serbuk
     gergaji, limbah jerami, atau limbah kapas. Dinamakan jamur tiram karena
     mempunyai flavor dan tekstur yang mirip tiram yang berwarna putih.
        Tubuh buah jamur ini menyerupai cangkang kerang, tudungnya halus,
     panjangnya 5-15 cm. Bila muda, berbentuk seperti kancing kemudian
     berkembang manjadi pipih. Ketika masih muda, warna tudungnya cokelat gelap
     kebiru-biruan. Tetapi segera menjadi cokelat pucat dan berubah menjadi putih
     bila telah dewasa. Tangkai sangat pendek berwarna putih.
        Jamur ini sangat populer saat ini. Teksturnya lembut, penampilannya
     menarik, dan cita rasanya relatif netral sehingga mudah untuk dipadukan pada
     berbagai masakan. Budidayanya juga relatif mudah dan murah hingga sangat
     potensial dikomersialkan.
        Selain jamur tiram putih ada pula beberapa jenis jamur tiram yang berbeda
     warna pada batang tubuh buahnya, yaitu P. flabellatus berwarna merah jambu,
     P. florida berwarna putih bersih, P. sajor caju berwarna kelabu dan P.
     cysridious berwarna kelabu.
        Jamur tiram mempunyai nama lain shimeji (jepang), Abalon mushroom atau
     ayster mushroom (Eropa atau Amerika), Supa liat (Jawa Barat). Warna
     tubuhnya putih, kecoklat-coklatan, keabu-abuan kekuning-kuningan, kemerah-
     merahan dan sebagainya sehingga namanya tergantung pada warna tubuhnya.
     Bila sudah terlalu tua, apalagi kalau sudah kering, jamur tiram akan liat
     walaupun terus menerus direbus. Jenis supa liat yang paling banyak dicari serta
     tumbuh secara alami yaitu yang tumbuh pada kayu lunak, seperti karet, kapuk,
     dan kidamar karena bentuknya besar, berdaging tebal,dan empuk.
        Hal yang perlu diperhatikan dalam budi daya jamur tiram menyangkut faktor
     penentu, antara lain lokasi dengan ketinggian dan persyaratan lingkungan
     tertentu, sumber bahan baku untuk substrat tanam, dan sumber bibit (kalau
     mungkin bibit unggul). Bentuk dan ukuran bangunan disesuaikan dengan
     kebutuhan, misalnya disesuaikan dengan jumlah log/substrat tanam, bahan-
     bahan yang diperlukan berupa tiang, kaso, dan sebagainya yang terbuat dari
     bambu misalnya bambu belung, atau dan kayu yang sudah diawetkan. Atap
     maupun dinding bangunan sebaiknya dan bambu ataupun bahan lain yang tidak
     cepat dirusak oleh adanya pertumbuhan serat jamur.
       Manfaat jamur Tiram selain dapat disayur, jamur tiram juga dapat diolah
     menjadi makanan lain, misalnya kerupuk,keripik, batikan di Eropa dan
     Amenika Jamur tiram sering dikonsumsi Iangsung, dijadikan semacam sayuran
     pada pembuatan salad. Dan paparan tersebut diketahui bahwa pangsa pasar
     untuk produk budi daya jamur tiram terbuka lebar, disamping kebutuhan
     konsumen setempat Setiap hari.


2.   Sitematika Penelitian

                                         Latar Belakang
                                            Masalah



                                      Perumusan Masalah




                                       Tujuan Penelitian




                                            Hipotesis




                                      Identifikasi Masalah




         Kesimpulan                     Hasil Penelitian               Saran
3.   HIPOTESIS
     1.   Membudidayakan jamur tiram menggunakan media serbuk gergajian
          hasilnya akan lebih banyak dibandingkan menggunakan media yang
          lainnya.
     2.   Khasiat jamur tiram dapat menyembuhkan berbagai penyakit, seperti :
          lever, diabetes, anemia dan juga dapat menurunkan kolesterol.
     3.   Kandungan protein dari jamur tiram jumlahnya lebih banyak dari pada
          kentang, tomat, wortel, dan jeruk.
     4.   Produk jamur tiram dapat menambah pendapatan keluarga.
     5.   Budidaya jamur tiram tidak membutuhkan waktu yang lama dan lahan
          yang luas.
     6.   Produk jamur tiram dapat diolah menjadi berbagai makanan.
     7.   Jamur tiram mengandung berbagai vitamin penting yang dibutuhkan oleh
          tubuh.
     8.   Serat yang terkandung pada jamur tiram sangat baik untuk pencernan.
                                        BAB III

                          METODELOGI PENELITIAN




1.   Setting Penelitian
        Tempat: lingkungan sekitar
        Tanggal: jumat,28 april 2011


2.   Subyek Penelitian

         Budidaya adalah mengusahakan dan menjadikan sesuatu menjadi
     bermanfaat. Serbuk adalah barang yang lumat atau berbutir-butir halus (seperti :
     tepung, abu,bubuk), dan berasal dari kayu yang dipotong dengan gergaji.
         Gergaji adalah besi tipis bergigi tajam (perkakas pemotong atau pembelah
     kayu).
     Jamur adalah jenis tumbuhan yang tidak berdaun dan tidak berbuah,
     berkembang biak dengan spora, biasanya berbentuk payung, tumbuh di daerah
     berair atau lembap atau batang busuk.
         Tiram adalah okan yang kulitnya agak datar, dagingnya (isinya) lezat
     dimakan, banyak jenisnya seperti pada batu dan kayu.
         Kayu pohon yang batangnya keras, seperti : cabang, dan dahan (biasa
     dipakai untuk bahan bangunan).


3.   Metode Penelitian

         Dalam penulisan karya tulis ini ,penulis menggunakan metode study
     pustaka. Penulis menggunakan metode tersebuk karena diharapkan bisa
     mendapatkan sumber informasi yang luas dan lengkap, selain itu penulis
     mencari sumber informasi di media masa, seperti : internet.
                                     BAB IV

                                HASIL PENELITIAN




1.   Proses Budi daya Jamur Tiram
     A. Bahan dan Alat

             Bahan – bahan media tanam untuk jamur tiram putih adalah gergajian
        kayu (serbuk) dicampur dengan       bahan – bahan dibawah ini dengan
        perbandingan sebagai berikut:

        a.   Serbuk gergaji 100 kg
        b.   Bekatul atau dedak halus 10 - 15 kg
        c.   Kalsium carbonat / kapur ( CaCO3 ) 0,5 kg
        d.   Gips ( CaSO4 ) 0,5 kg
        e.   Pupuk TSP 0,5 kg
        f.   Bibit 25 kantong
        g.   Air secukupnya

             Disamping itu perlu disiapkan bahan – bahan yaitu kantong plastik
        tahan panas (ukuran 03 atau 04, 15 x 25 cm atau 7 x 30 cm,karet pengikat
        ,potongan kertas koran,potongan pipa pralon (diameter 1cm dan lebar 1
        cm) Alat – alat,sebagai berikut:

            Alat pencampur seperti sekop dan cangkul.
            Alat sterilisasi berupa : drum perebus dengan tutup dan sarangan,
             sumber panas ( kompor minyak/ briket batu bara ).


        a.   Pembuatan bibit f2
                 Membuat bibit dengan menggunakkan media gergajian yang perlu
             diperhatikan adalah kualitasnya. Media campuran gergajian ini
             digunakan, karena lebih sedikit resikonya, tetapi hendaknya dibuat
             dengan campuran konsentrat agar bisa mendekati kualitas dari bibit
             media jagung. Proses pembuatannya adalah sebagai berikut :
   1.   Siapkan gergajian yang telah dicampur kapur dan dibiarkan
        selama kurang lebih 3 minggu.
   2.   Kalau bisa pilih jenis gergajian dengan gradasi lebih besar / kasar.
   3.   Beri sedikit kalsium dengan kadar 1%.
   4.   Taburkan beras jagung dengan perbandingan 1.
   5.   Taburkan bekatul/dedak kualitas baik dengan perbandingan 2.
   6.   Gergajian tadi perbandingannya 3.jadi takarannya 1:2:3 ( beras
   7.   jagung:bekatul:gergajian).
   8.   Campur hingga merata,lalu masukkan ke dalam botol, tutup
        dengan plastik tebal.
   9.   Sterillisasikan menggunakan autoclave pada tekanan 2,5 BAR
        selama kurang lebih 60 menit.
   10. Keluarkan dan biarkan mendingin hingga suhu kurang lebih 38
        derajat celcius.


b. Pengomposan
        Sebelum ditanam bibit bahan – bahan media tanam tersebut di
   komposkan terlebih dahulu selama 15 hari dengan tahapan sebagai
   berikut:
   1.   Serbuk gergaji yang telah benar – benar kering direndam dengan
        air bersih didalam suatu wadah selama 1 malam.
   2.   Tiriskan ( sampai dikepal tidak pecah ), selanjutnya tambahkan
        kapur beserta bekatul dan diaduk sampai merata. Kemudian
        biarkan dalam tumpukkan selama 15 hari.
   3.   Tumpukkan diaduk kembali dengan tambahan pupukTSP dan
        biarkan selama 5 hari.
   4.   Bahan diaduk kembali dan tambahkan gips, kemudian biarkan lagi
        tumpukkan itu sampai 5 hari, maka proses pengomposan telah
        selesai.
c.   Pembungkusan
         bahan media tanam yang telah dikomposkan dimasukkan ke dalam
     kantong plastik. Kemudian kantong plastiik pada kedua ujung
     pangkalnya ditekuk kedalam,sehingga setelah diisi dan dipadatkan
     kantong plastik dapat berdiri seperti botol.kantong plastik yang telah
     diisi kurang lebih ¾ bagian,kemudian yang ¼ bagiannya ditekuk
     kedalam.untuk meletakan kantong plastik yang telah diisi ( polibek )
     pada posisi terbalik yaitu bagian yang ditekuk /dilipat kedalam
     ditempatkan dibawah.


d. Srerilisasi
         Siapkan alat drum perebus beserta perlengkapanya .sarangan
     diletakkan kira – kira 1/3 bagian drum dari bawah. Isilah drum dengan
     air bersih kira – kira ¼ bagian drum. kemudian sumber panas
     dinyalakkan,sambil media tanam dimasukkan ke dalam plastik besar
     tahan panas yang menjulur ke atas drum.proses sterilisasi dengan uap
     ini dilakukan selama 6 – 8 jam pada suhu 90 – 95 C.


e.   Tehnik penanaman bibit ( inokulasi)
          setelah proses sterilisasi selesai, polibek dari drum diambil keluar
     dan dibiarkan dingin, Apabila proses inokulasi dapat dilakukan yaitu
     dengan cara memasukan bibit dibagian atas, usahakan merata dibagian
     atas permukaan media dalam polibekn. Untuk mengikatkan plastik
     agar kuat, ujung polibek dimasukan potongan pralon ( cicin ),
     kemudian ditutup dengan potongan kertas koran dan diikat dengan
     karet gelang.saat inokulasi sebaiknya jangan sampai melebihi dari 24
     jam setelah proses sterilisasi.


f.   Pemeliharaan dan inkubasi
         Polibek yang telah di inokulasi dotempatkan pada rak – rak yang
     telah disediakan. rak – rak ini sebaiknya ditempatkan dalam suatu
     ruangan agar suhu dan kelembabannya tidak terpengaruh oleh udara
     luar .suhu dan kelembabanya diusahakan stabil sesuai dengan kondisi
     yang diinginkan bagi pertumbuhan jamur yaitu 24 – 28 C dan
     kelembaban udara 80 – 90 % .polibek tersebut dibiarkan selama 6 – 8
     minggu sampai miselium tumbuh memenuhi kantong plastik sehingga
     warnanya putih padat.


g.   Pembukaan polibek
          Setelah polibek berwarna putih kompak ( umur 6 – 8 minggu )
     ,maka polibek dapat dibuka dengan melepas karet dan cincin pralon.
     Kemudian plastik yang terbuka disibakkan keluar agar permukaan
     media tumbuh jamur dan mendapatkan udara sebanyak – banyaknya.
h. Pemanenan jamur
          Setelah 1 minggu dari pembukaan polibek, jamur biasanya akan
     terbentuk tubuh / rumpun jamur dan sudah ada yang siap panen . umur
     jamur dari “ singit “ / bakal jamur sampai panen sekitar 3 hari.


i.   Perawatan media polibek
          Setiap polibek yang telah ditumbuhi miselium dapat tumbuh jamur
     berkali – kali, sampai 4 – 6 kali panen. Pemanenan ini dapat
     berlangsung selama 2 – 3 bulan dengan hasil total 75% dari berat
     serbuk gergaji kering untuk substratnya. Agar media tumbuh jamur
     berkali – kali maka perlu pemeliharaan. Adapun cara - cara
     pemeliharaannya adalah sebagai berikut:
     1.   Media polibek yang telah tumbuh jamur sekali, permukaan be3kas
          tumbuh jamur dikeruk dan dipotong 0,5 – 1 cm .kemudian
          disuntikkan kedalamnya larutan vitamin B kompleks sekitar 30 cc
          ( 2 butir vitamin B komplek dan dilarutkan dalam 1,5 liter air
          bersih).
     2.   Setiap pagi dan sore permukaan media polibek disemprot dengan
          air bersih, jangan sampai terlihat kering permukaannya.
     3.   Untuk media polibek yang telah tumbuh jamur kedua,ketiga dan
          seterusnya diperlukan sama dengan point 1 dan 2 ,hanya saja
                    jumlah vitamin kompleks yang disuntikkan semakin berkurang
                    sebanding dengan berkurangnya media yang dipotong / dibuang.
              4.    Pemberantasan penyakit apabila proses sterilisasi berjalan dengan
                    sempurna dan peralatan yang dipakai bersih dan steril,maka tidak
                    ada kontaminasi pada substratnya (medianya) .apabila ada polibek
                    terkontaminasi / terkena penyakit, sebaiknya polibek tersebut
                    dibuang saja, agar tidak menular dan menyebabkan turunnya
                    produksi.


2.   Kandungan gizi

         Jamur tiram Berdasarkan penelitian Sunan Pongsamart, biochemistry,
     Faculty of Pharmaceutical Universitas Chulangkorn, jamur tiram mengandung
     protein, air, kalori, karbohidrat, dan sisanya berupa serat zat besi, kalsium,
     vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C. Jamur tiram (Pleurotus ostreatus)
     merupakan bahan makanan bernutrisi dengan kandungan protein tinggi, kaya
     vitamin dan mineral, rendah karbohidrat, lemak dan kalori. Jamur ini memiliki
     kandungan nutrisi seperti vitamin, fosfor, besi, kalsium, karbohidrat, dan
     protein. Untuk kandungan proteinnya, lumayan cukup tinggi, yaitu sekitar 10,
     5-30, 4%.Komposisi dan kandungan nutrisi setiap 100 gram jamur tiram adalah
     367 kalori, 10,5-30,4 persen protein, 56,6 persen karbohidrat, 1,7-2,2 persen
     lemak, 0.20 mg thiamin, 4.7-4.9 mg riboflavin, 77,2 mg niacin, dan 314.0 mg
     kalsium.[10][11] Kalori yang dikandung jamur ini adalah 100 kj/100 gram dengan
     72 persen lemak tak jenuh. Serat jamur sangat baik untuk pencernaan.
     Kandungan seratnya mencapai 7,4- 24,6 persen sehingga cocok untuk para
     pelaku diet.

         Kandungan gizi jamur tiram menurut Direktorat Jenderal Hortikultura
     Departemen Pertanian. Protein rata-rata 3.5 – 4 % dari berat basah. Berarti dua
     kali lipat lebih tinggi dibandingkan asparagus dan kubis. Jika dihitung berat
     kering. Kandungan proteinnya juga mengandung 9 macam asam amino yaitu
     lisin, metionin, triptofan, threonin, valin, leusin, isoleusin, histidin, dan
     fenilalanin. 72% lemak dalam jamur tiram adalah asam lemak tidak jenuh
sehingga aman dikonsumsi baik yang menderita kelebihan kolesterol
(hiperkolesterol) maupun gangguan metabolisme lipid lainnya. 28% asam
lemak jenuh serta adanya semacam polisakarida kitin di dalam jamur tiram
diduga menimbulkan rasa enak. Jamur tiram juga mengandung vitamin penting,
terutama vitamin B, C dan D. vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin),
niasin dan provitamin D2 (ergosterol), dalam jamur tiram cukup tinggi. Mineral
utama tertinggi adalah Kalium, Fosfor, Natrium, Kalsium, dan Magnesium.
Mineral utama tertinggi adalah : Zn, Fe, Mn, Mo, Co, Pb. Konsentrasi K, P, Na,
Ca dan Me mencapai 56-70% dari total abu dengan kadar K mencapai 45%.
Mineral mikroelemen yang bersifat logam dalam jarum tiram kandungannya
rendah, sehingga jamur ini aman dikonsumsi setiap hari.

Manfaat

    jamur tiram juga memiliki berbagai manfaat yaitu sebagai makanan,
menurunkan kolesterol, sebagai antibakterial dan antitumor, serta dapat
menghasilkan enzim hidrolisis dan enzim oksidasi. Selain itu, jamur tiram juga
dapat berguna dalam membunuh nematodaJamur tiram ini memiliki manfaat
kesehatan diantaranya, dapat mengurangi kolesterol dan jantung lemah serta
beberapa penyakit lainnya. Jamur ini juga dipercaya mempunyai khasiat obat
untuk berbagai penyakit seperti penyakit lever, diabetes, anemia. Selain itu
jamur tiram juga dapat bermanfaat sebagai antiviral dan antikanker serta
menurunkan kadar kolesterol Di samping itu, jamur tiram juga dipercaya
mampu membantu penurunan berat badan karena berserat tinggi dan membantu
pencernaan. Jamur tiram ini mengandung senyawa pleuran yang berkhasiat
sebagai antitumor, menurunkan kolesterol, serta bertindak sebagai antioksidan.
Adanya polisakarida, khususnya Beta-D-glucans pada jamur tiram mempunyai
efek positif sebagai antitumor, antikanker, antivirus (termasuk AIDS), melawan
kolesterol, antijamur, antibakteri, dan dapat meningkatkan sistem imun. Pada
jamur tiram, produk ini disebut sebagai plovastin yang di pasaran dikenal
sebagai suplemen penurun kolesterol (komponen aktifnya statin yang baik
untuk menghambat metabolisme kolesterol di dalam tubuh manusia). Dilihat
dari kandungan gizi yang terdapat dalam jamur tiram maka bahan ini termasuk
     aman untuk dikonsumsi. Adanya serat yaitu lignoselulosa baik untuk
     pencernaan. USDA (United States Drugs and Administration) yang melakukan
     penelitian pada tikus menunjukkan bahwa dengan pemberian menu jamur tiram
     selama 3 minggu akan menurunkan kadar kolesterol dalam serum hingga 40 %
     dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi pakan yang mengandung jamur
     tiram. Sehingga mereka berpendapat bahwa jamur tiram dapat menurunkan
     kadar kolesterol pada penderita hiperkolesterol. Di Jepang saat ini sedang
     diteliti potensi jamur tiram sebagai bahan makanan yang dapat mencegah
     timbulnya tumor.

3.   Keuntungan

     1.   Budidaya Jamur Tiram hanya memanfaatkan limbah organik yang banyak
          melimpah ditengah masyarakat, murah dan mudah didapat
     2.   Budidaya Jamur Tiram dengan penggunaan modal yang relatif kecil dan
          terjangkau oleh segala lapisan masyarakat.
     3.   Budidaya jamur tiram tidak menggunakan lahan yang luas.(100 mtr persegi
          bisa menampung kurang lebih 7500 baglog, dengan estimasi pendapatan
          Rp.200.00 per hari.
     4.   Permintaan jamur tiram yang standar di pasaran, karena jamur tiram sudah
          terposisi sebagai jenis sayuran yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat,
          jamur tiram yang mempunyai cita rasa yang lezat juga bergizi tinggi dan
          bisa digunakan sebagai makanan alternatif untuk pengobatan.
     5.   Teknologi tepat guna yang murah dan sederhana sehingga lapisan
          masyarakat pedesaan bisa melakukan budidaya jamur tiram ini.
     6.   Budidaya Jamur Tiram fleksibel sehingga bisa dijalankan siapa saja, dimana
          saja,kapan saja dan tidak mengenal musim, bisa dijalankan dalam skala
          rumah tangga /kecil, menengah bahkan dengan teknologi modern.
     7.   Dibanding usaha budidaya yang lain,jamur tiram mempunyai waktu panen
          yang singkat 1.5 bulan sudah memetik hasil,tidak membutuhkan biaya
          pakan, obat-obatan, dan pupuk. tenaga kerja yang sedikit sehingga hasil bisa
          maksimal.
                                          BAB V

                                        PENUTUP

1.   Kesimpulan

          Dari pembuatan karya tulis ini saya sebagi penulis dapat menyimpulkan
     beberapa hal, antara lain:

     a.   Membudidayakan jamur tiram tidaklah sulit dan membutuhkan biaya yang
          banyak, serta lahan yang luas.
     b.   Budidaya jamur tiram menggunakan media serbuk gergajian kayu hasilnya
          cukup memuaskan, tidak kalah dibandingkan menggunakan media yang
          lainnya.
     c.   Produk jamur tiram ,hasilnya menguntungkan bagi kita ,mampu menambah
          pendapatan keluarga.karena selain dapat diolah menjadi berbagai
          makanan,.tetaqpi juga bisa digunakan sebagai obat- obatan.
     d.   Khasiat jamur tiram bagi kesehatan antara lain yaitu : lever, diabetes, dll
     e.   Kandungan protein pada jamur tiram dua kali lipat protein asparagus, kol,
          kentang, dan empat kali lipat dari pada tomat ,dan wortel,serta enam kali
          lipat dari jeruk.
     f.   Jamur tiram mengandung vitamin penting bagi tubuh, seperti b, c, d, b1,
          b2, dan provitamin d.
     g.   Serat jamur sangat baik untuk pencernaan ,karena kandungan seratnya
          mencapai 7,4- 24,6% sehingga sangat cocok untuk para pelaku diet.
     h.   Jamur tiram dapat diolah menjadi berbagai bentuk olahan makanan, seperti
          kripik, sate, sayur, dan lain- lain.


2.   Saran

          Dalam penulisan karya tulis ini penulis memberi saran kepada para
     pembaca khususnya, antara lain sebagai berikut:

     a.   Penanaman bibit jamur tiram diusahakan ditempat yang tertutup dan steril.
b.   Pada saat mencampur bahan bahan media tanam sebaiknya mengunakan
     masker agar uap hasil reaksi bahan bahan tersebut tidak terhirup kedalam
     paru-paru.
c.   Media tanam mengunakan gergaji, sebaiknya memilih serbuk gergaji yang
     ukuranya besar-besar dan diusahakan mengunakan gergaji kayu albasiah
     (segar).
                            DAFTAR PUSTAKA




Isnawan dkk.( 2002 ).Teknologi Bioproses Pembibitan dan Produksi Jamur Tiram
Untuk Peningkatan Nilai Tambah Pertanian : Bandung

								
To top