Hubungan Layanan Informasi Studi Lanjut, Nilai Ujian Nasional Dengan Minat Melanjutkan Sekolah

Document Sample
Hubungan Layanan Informasi Studi Lanjut, Nilai Ujian Nasional Dengan Minat Melanjutkan Sekolah Powered By Docstoc
					         SISTEM PENJAMINAN
      MUTU PEMBELAJARAN PADA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI FKIP
       UNIVERSITAS KUNINGAN




                     Disusun oleh
              UHAR SUHARSAPUTRA
        Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi




      PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI
         BKK ADMINISTRASI PENDIDIKAN
 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
         UNIVERSITAS KUNINGAN
                            BAB I
                        PENDAHULUAN


        Dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita mendengar orang
membicarakan tentang kualitas/mutu, misalnya mutu produk atau jasa yang
diberikan oleh suatu perusahaan. Yang menjadi pertanyaan penting adalah apa
sesungguhnya mutu itu ? Pertanyaan ini mempunyai banyak jawaban, karena
maknanya akan berbeda, bagi setiap orang tergantung dari konteksnya. Makna
mutu sendiri memiliki banyak kriteria yang terus berubah sehingga orang yang
berbeda akan menilai dengan kriteria yang berlainan pula.
        Menurut Randall Schuller (1992) Kualitas dapat menghemat dana yang
dikeluarkan, mengingat upaya perbaikan yang terus menerus jelas akan
menjadikan barang berkualitas dan dapat memberikan kepuasan pada konsumen.
Oleh karena itu masalah kualitas mempunyai peran penting dalam strategi
persaingan, dalam hubungan ini keterlibatan manager dan eksekutif menjadi amat
penting, sebab tanpa itu peningkatan kualitas akan sulit dilaksanakan.Dalam
kaitan ini manager menengah perlu dapat perhatian mengingat hubungan mereka
pada pekerja paling bawah sangat dominan, dan ini akan menentukan bagaimana
melaksanakan perubahan yang diperlukan dalam memperbaiki atau meningkatkan
kualitas termasuk kualitas dalam Pendidikan.
        Kualitas memainkan peranan penting dalam memperoleh keuntungan
persaingan, untuk itu diperlukan perhatian yang sungguh-sungguh oleh para
manager/Pimpinan Lembaga Pendidikan. Dalam aktivitasnya, Kepala Sekolah/
Rektor/Dekan/Kaprodi sebagai manajer lembaga penddikan, akan menghadapi
masalah unik dalam mewujudkan kualitas, meskipun Tenaga pendidikan dan
Kependidikan diawasi dan diarahkan dari atas, namun perubahan masih bisa
dilakukan oleh Pimpinan Lembaga pedidikan. Mereka dapan dan harus menyusun
rencana untuk merubah kualitas, menemukan alat dan teknik yang diperlukan
untuk melakukan tindakan. Bagaimanapun juga untuk menjadikan organisasi
efektif, manager/Kepala Sekolah/Rektor/Dekan/Kaprodi harus menyadari
peluang-peluang dan keterbatasan-keterbatasan yang timbul dari lingkup
pengaruh, serta berupaya melakukan perubahan dalam lingkup pengaruhnya
sendiri untuk terus mewujudkan dan meningkatkan kualitas
A. Pengertian Mutu
        Kualitas telah menjadi isu kritis dalam persaingan modern dewasa ini,
dan hal itu telah menjadi beban tugas bagi para manager menengah. Dalam
tataran abstrak kualitas telah didefinisikan oleh dua pakar penting bidang
kualitas yaitu Joseph Juran dan Edward Deming. Mereka berdua telah berhasil
menjadikan kualitas sebagai mindset yang berkembang terus dalam kajian
managemen, khususnya managemen kualitas.
        Menurut Juran Kualitas adalah kesesuaian untuk penggunaan (fitness
for use), ini berarti bahwa suatu produk atau jasa hendaklah sesuai dengan apa
yang diperlukan atau diharapkan oleh pengguna. Tokoh Mutu lain yang
mengembangkan managemen kualitas adalah Edward Deming yang
berpendapat bahwa meskipun kualitas mencakup kesesuaian atribut produk
dengan tuntutan konsumen, namun kualitas harus lebih dari itu. Menurut
Deming terdapat empatbelas poin penting yang dapat membawa/membantu
manager mencapai perbaikan dalam kualitas yaitu :
      1. Menciptakan kepastian tujuan perbaikan produk dan jasa
      2. Mengadopsi filosofi baru dimana cacat tidak bisa diterima
      3. Berhenti tergantung pada inspeksi missal
      4. Berhenti melaksanakan bisnis atas dasar harga saja
      5. Tetap dan continue memperbaiki system produksi dan jasa
      6. Melembagakan metode pelatihan kerja modern
      7. Melembagakan kepemimpinan
      8. Menghilangkan rintangan antar departemen
      9. Hilangkan ketakutan
      10. Hilangkan/kurangi tujuan-tujuan jumlah pada pekerja
      11. Hilangkan managemen berdasarkan sasaran
      12. Hilangkan rintangan yang merendahkan pekerja jam-jaman
      13. Melembagakan program pendidikan dan pelatihan yang cermat
      14. Menciptakan struktur dalam managemen puncak yang dapat
          melaksanakan transformasi seperti dalam poin-poin di atas.

Dengan memperhatikan pendapat dua tokoh kualitas di atas, nampak bahwa
mereka menawarkan beberapa pandangan yang penting dalam bidang kualitas,
pada intinya dapat difahami bahwa semua yang berkaitan dengan managemen
kualitas atau perbaikan kualitas yang diperlukan adalah penerapan
pengetahuan dalam upaya meningkatkan/mengembangkan kualitas produk atau
jasa secara berkesinambungan.
        Selain itu dua Pakar di atas, Banyak pakar lain yang mencoba
mendefinisikan kualitas berdasarkan sudut pandangnya masing-masing. Beberapa
di antaranya adalah sebagai berikut (Fandy Tjiptono. 2003:3)
       Performance to the standard expected by the customer
       Meeting the customer's needs the first time and every time
       Providing our customers with products and services that consistently
        meet their needs and expectations.
       Doing the right thing right the first time, always striving for
        improvement, and always satisfying the customer
       A pragmatic system of continual improvement, a way to successfully
        organize man and machines
       The meaning of excellence
       The unyielding and continuing effort by everyone in an organization to
        understand, meet, and exceed the needs of its customers
       The best product that you can produce with the materials that you have
        to work with
       Continuous good product which a customer can trust
       Not only satisfying customers, but delighting them, innovating,
        creating.
      Meskipun tidak ada definisi mengenai kualitas yang diterima secara
universal, dari definisi-definisi yang ada terdapat beberapa kesamaan, yaitu dalam
elemen-elemen sebagai berikut:
      Kualitas meliputi usaha memenuhi atau melebihi harapan pelanggan.
      Kualitas mencakup produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan.
      Kualitas merupakan kondisi yang selalu berubah (misalnya apa Yang
       dianggap merupakan kualitas saat ini mungkin dianggap kurang
       berkualitas pada masa mendatang).
Dengan pemahaman sebagaimana diungkapkan di atas, maka adalah menjadi
suatu keharusan bagi lembaga Pendidikan (Sekolah, Perguruan Tinggi) ntuk
selalu berupaya membangun budaya kualitas dalam organisasi, sebab adalah
tidak mungkin Lembaga Pendidikan akan dipilih oleh Calon Mahasiswa
apabila pelayanan yang dirasakan dalam proses pendidikan tidak memberi
kepuasan. Ini berarti bahwa memperbaiki dan meningkatkan kualitas
pelayanan, fasilitas dan kualtas Sumberdaya manusia pendidik dan
kepandidikan merupakan syarat penting bagi terselenggaranya perbaikan dan
peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan, meskipun hal itu disadari
akan berpengaruh pada pembiayaan, namun dalam jangka panjang biaya
tersebut pada dasarnya merupakan suatu investasi dalam perbaikan kualitas,
sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi
       Menurut Schuler (1992), Organisasi bisnis pada dasarnya merupakan
suatu sistem yang mengkonversi/memproses input menjadi output yang bisa
digambarkan sebagai berikut :
    Inputs                      Conversion Process                 Output


      People

                                                                   Planned
    Equipment


     Materials
                                     ACTIVITIES

    Procedures

                                                                  Unplanned
   Environmen


   Externalities

          Gambar 1.1. Model Proses Bisnis (sumber Schuller, 1992)
Gambar di atas pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi
dalam lembaga pendidikan yang juga memproses Input dalam arti
Siswa/Mahasiswa menjadi Output dalam arti siswa/Mahasiswa yang lebih
kompeten dari sebelumnya, sehingga apa yang menjadi aktivitas dalam
pendidikan khususnya proses pembelajaran harus menjadi perhatian utama
dalam memperbaiki kualitas pendidikan, karena dalam aktivitas inilah kualitas
dan kompetensi lulusan (output Pendidikan) dari lembaga pendidikan
(Sekolah, perguruan Tinggi) akan ditentukan.

B. Konsep Penjaminan Kualitas/mutu (quality assurance)
        Penjaminan kualitas adalah seluruh rencana dan tindakan sistematis
yang penting untuk menyediakan kepercayaan yang digunakan untuk
memuaskan kebutuhan tertentu dari kualitas (Elliot, 1993). Kebutuhan tersebut
merupakan refleksi dari kebutuhan pelanggan. Penjaminan kualitas biasanya
membutuhkan evaluasi secara terus-menerus dan biasanya digunakan sebagai
alat bagi manajemen. Menurut Gryna (1988), penjaminan kualitas merupakan
kegiatan untuk memberikan bukti-bukti untuk membangun kepercayaan bahwa
kualitas dapat berfungsi secara efektif (Pike dan Barnes, 1996).
        Sementara itu Cartin (1999:312) memberikan definisi penjaminan
kualitas sebagai berikut : Quality Assurance is all planned and systematic
activities implemented within the the quality system that can be demonstrated to
provide confidence that a product or service will fulfill requirements for quality
C. Tujuan Penjaminan Kualitas/mutu
        Tujuan kegiatan penjaminan mutu bermanfaat, baik bagi pihak internal
maupun eksternal organisasi. Menurut Yorke (1997), tujuan penjaminan
(Assurance) terhadap kualitas tersebut antara lain sebagai berikut.
        1. Membantu perbaikan dan peningkatan secara terus-menerus dan ber-
            kesinambungan melalui praktek yang terbaik dan mau mengadakan
            inovasi.
        2. Memudahkan mendapatkan bantuan, baik pinjaman uang atau
            fasilitas atau bantuan lain dari lembaga yang kuat dan dapat
            dipercaya.
        3. Menyediakan informasi pada masyarakat sesuai sasaran dan waktu
            secara konsisten, dan bila mungkin, membandingkan standar yang
            telah dicapai dengan standar pesaing.
        4. Menjamin tidak akan adanya hal-hal yang tidak dikehendaki.
        Selain itu, tujuan dari diadakannya penjaminan kualitas (quality
assurance) ini adalah agar dapat memuaskan berbagai pihak yang terkait di
dalamnya, sehingga dapat berhasil mencapai sasaran masing-masing.
Penjaminan kualitas merupakan bagian yang menyatu dalam membentuk
kualitas produk dan jasa suatu organisasi atau perusahaan. Mekanisme
penjaminan kualitas yang digunakan juga harus dapat menghentikan perubahan
bila dinilai perubahan tersebut menuju ke arah penurunan atau kemunduran.
        Berkaitan dengan penjaminan kualitas, Stebbing dalam Dorothea E.
Wahyuni (2003) menguraikan mengenai kegiatan penjaminan kualitas
sebagai berikut :
       1. Penjaminan kualitas bukan pengendalian kualitas atau inspeksi.
          Meskipun program penjaminan kualitas (quality ass urance)
          mencakup pengendalian kualitas dan inspeksi, namun kedua
          kegiatan tersebut hanya merupakan bagian dari komitmen
          terhadap mutu secara menyeluruh.
       2. Penjaminan kualitas bukan kegiatan pengecekan yang luar
          biasa. Dengan kata lain, departemen pengendali kualitas tidak
          harus bertanggung jawab dalam pengecekan segala sesuatu
          yang dikerjakan oleh orang lain.
       3. Penjaminan kualitas bukan menjadi tanggung jawab bagian
          perancangan. Dengan kata lain, departemen penjaminan kualitas
          bukan murupakan keputusan bidang perancangan atau teknik,
          tetapi membutuhkan orang yang dapat bertanggung jawab dalam
          pengambilan keputusan dalam bidang-bidang yang dibutuhkan
          dalam perancangan.
       4. Penjaminan kualitas bukan bidang yang membutuhkan biaya
          yang sangat besar. Pendokumentasian dan sertifikasi yang
          berkaitan dengan penjaminan kualitas bukan pemborosan.
       5. Kegiatan penjaminan kualitas merupakan kegiatm pengendalian
          melalui prosedur secara benar, selungga dapat mencapai
          perbaikan dalam efisiensi, produktivitns, dan profitabilitas.
       6. Penjaminan kualitas bukan merupakan obat yang mujarab untuk
          menyembuhkan berbagai penyakit. Dengan penjaminan kualitas,
          justru akan dapat mengerjakan segala sesuatu dengan baik sejak
          awal dan setiap waktu (do it right the first time and every time).
       7. Penjaminan kualitas merupakan kegiatan untuk mencapai biaya
          yang efektif, membantu meningkatkan produktivitas.
D. Pentingnya Penjaminan Mutu di bidang Pendidikan
        Pendidikan merupakan upaya untuk membentuk manusia yang berkualitas,
hal ini tentu saja memerlukan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas pula.
Oleh karena itu penjaminan mutu pendidikan menjadi hal yang penting paling
tidak karena dua alasan yaitu alasan yuridis formal dan alasan perkembangan
masyarakat di era global. Alasan yuridis di dasarkan pada ketentuan Peraturan
dimana dalam Peraturan Pemerintah No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan fasal 91 ayat 1, 2, dan 3 tentang penjaminan mutu pendidikan
disebutkan bahwa :
        1. setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan non formal wajib
            melakukan penjaminan mutu.
        2. penjaminan mutu pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat 1
            bertujuan untuk memenuhi atau        melampaui Standar Nasional
            Pendidikan.
        3. penjaminan mutu pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat 1
            dilakukan secara bertahap, sistematis, dan terencana dalam suatu
            program penjaminan mutu yang memiliki target dan kerangka waktu
            yang jelas.
      Dengan melihat pasal tersebut di atas, nampak bahwa penjaminan kualitas
merupakan suatu kewajiban bagi lembaga pendidikan. Dalam melakukan
penjaminan Kualitas Pendidikan, sementara itu alasan berkaitan dengan
perkembangan global mengacu pada kondisi lingkungan yang ada, sebagaimana
akan dekemukakan berikut ini
      Dengan semakin berkembangnya teknologi dan globalisasi, maka berbagai
bidang kehidupan manusia pun mendapat pengaruh besar termasuk dalam
bidang pendidikan. Salah satu hal yang penting adalah makin tumbuhnya
tuntutan akan kualitas pendidikan seiring dengan makin kompetitifnya SDM
antar bangsa. Perubahan ini mendorong pada berkembangnya konsep
penjaminan mutu dalam Pendidikan baik pendidikan dasar dan menengah
maupun pendidikan tinggi.
      Dampak lain dari globalisasi dan penerapan teknologi baru dan maju
adalah penyebaran informasi, pencarian informasi sudah lebih mudah berkat
perkembangan teknologi informasi. Tidak ada informasi apa pun yang tidak
dapat diketahui sehingga pengendalian pun mulai beralih dari pengendalian fisik
menjadi ke pengendalian informasi. Artinya, mereka yang memiliki
informasilah yang memiliki kekuatan nyata, dan hal ini menimbulkan perbedaan
yang cukup besar antara pemilik informasi dan yang tidak memilikinya.
      Menurut Rinda Hedwig dan Gerardus Polla (2006), dampak globalisasi
sifatnya menyeluruh di dunia, dan dalam konteks Pendidikan Tinggi, hal
tersebut menimbulkan konsep baru dalam pendidikan dan perlu mendapat
perhatian yang antara lain mencakup:
        1. pembagian manfaat pendidikan tersebut kepada masyarakat maupun
           untuk alumnus,
        2. sistem swadaya dan swasembada yang mulai diberlakukan di
           perguruan tinggi negeri,
        3. efisiensi tanpa mengurangi efektifitas serta produktivitas lembaga,
        4. penekanan pada kepuasan stakeholder (mahasiswa, dosen, alumni,
           pengguna lulusan, orang tua, dan pemerintah),
        5. pemusatan kepada belajar dan bukan hanya mengajar (learning
           centered education),
        6. penekanan bahwa pendidikan ini adalah hal dinamis yang senantiasa
           berubah berdasarkan perkembangan yang terjadi,
        7. pendidikan yang ada saat ini sebaiknya relevan dengan kebutuhan
           masyarakat, negara, dan dunia,
        8. tanggung jawab pendidikan bukan hanya menjadi milik pendidik
           melainkan harus sama-sama dilakukan oleh si pendidik dan
           mahasiswa,
        9. pemberdayaan dalam pendidikan merupakan syarat mutlak yang tidak
           dapat ditawar.

      Dengan adanya paradigma baru di atas maka perlu dilakukan penjaminan
mutu dalam penyelenggaraan pendidikan, terutama pendidikan tinggi. Penataan
sistem pendidikan tinggi saat ini sudah lebih otonomi dan harus memiliki
akuntabilitas tinggi. Akreditasi nantinya merupakan akreditasi diri dengan
pengakuan dari perguruan tinggi yang bersangkutan. Akreditasi diri inilah yang
kemudian menjadi landasan bagi perguruan tinggi untuk mengajukan akreditasi
ke tingkat nasional yang akan dilakukan oleh pemerintah terhadap perguruan
tinggi tersebut. Akreditasi tidak lepas dari evaluasi diri agar setiap program studi
di dalam perguruan tinggi tersebut dapat mengenali kekuatan, kelemahan,
kesempatan, dan tantangan yang dihadapi. Ini semua akan mengacu kepada
peningkatan kualitas yang berkelanjutan.

E. Penjaminan Mutu di Perguruan Tinggi
       Pada tanggal 1 April 2003 Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi telah
menetapkan Higher Education Long Term Strategy 2003-2010 (disingkat
menjadi HELTS 2003-2010). Di dalam Part 1 Chapter 11 HELTS 2003 - 2010
dicantumkan Vision 2010, atau Visi 2010 Pendidikan Tinggi di Indonesia,
sebagai berikut :
       In order to contribute to the nation's competitiveness, the national higher
       education has to be organizationally healthy, and the same requirement
       also applies to institutions. A structural adjustment in the existing system
       is, however, needed to meet this challenge. The structural adjustment
       aims, by the year of 2010, of having a healthy higher education system',
       effectively coordinated and demonstrated by the following features :
       Quality; Access and equity; Autonomy

Dengan demikian, pada saat ini perlu dilakukan penyesuaian secara struktural
sistem pendidikan tinggi nasional, agar pada tahun 2010 terdapat sistem
pendidikan tinggi yang sehat, yang secara efektif dikoordinasikan dan
ditunjukkan oleh ciri-ciri kualitas, akses dan keadilan, serta otonomi. Selanjutnya
khusus mengenai ciri kualitas pendidikan tinggi nasional, di dalam Part II
Chapter III Point E HELTS 2003 - 2010 dinyatakan secara khusus tentang
Quality Assurance (Penjaminan Mutu) sebagai berikut :
       In a healthy organization, a continuous quality improvement should
       become its primary concern. Quality assurance should be Internally
       driven, institutionalized within each organization's standard
       procedure, and could also Involve external parties. However, since
       quality is also a concern of all stakeholders, quality improvement
       should aim at producing quality outputs and outcomes as part of
       public accountability.

 Berlandaskan HELTS 2003 - 2010 ini, nampak bahwa maslah kualitas dan
 penjaminan kualitas telah menjadi konsern penting dalam pengembangan
 pendidikantinggi di Indonesia. Ini jelas membawa implikasi pada perlunya
 Perguruan tinggi berupaya untuk meningkatkan kualitas manajemennya dalam
 rangka peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Dalam suatu organisasi perguruan
 tinggi yang sehat masalah kualitas akan menjadi suatu kebutuhan sendiri, namun
 demikian untuk mencapai hal itu jelas memerlukan komitmen dan kesadaran dari
 seluruh lapisan yang terlibat dalam organisasi perguruan tinggi.
       Dalam buku Pedoman Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi - Dikti 2003
berkaitan dengan penjaminan mutu dikemukakan hal sebagai berikut:
       “Secara umum yang dimaksud dengan penjaminan mutu adalah proses
       penetapan dan pemenuhan standar mutu pengelolaan secara konsisten
       dan berkelanjutan, sehingga konsumen, produsen, dan pihak lain yang
       berkepentingan memperoleh kepuasan.
       Dengan demikian penjaminan mutu pendidikan tinggi adalah proses
       penetapan dan pemenuhan standar mutu pengelolaan pendidikan tinggi
       secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga stakeholders memperoleh
       kepuasan”.

      Proses penjaminan mutu di Perguruan Tinggi bermula ketika Perguruan
Tinggi tersebut melakukan evaluasi diri dengan menggunakan pendekatan L-
RAISE (Kepemimpinan, Relevansi, Suasana Akademik, Manajemen Internal &
Organisasi, Keberlanjutan, Efisiensi dan Produktivitas). L-RAISE merupakan
isu strategis untuk menjaga keberlangsungan dan pengembangan Perguruan
Tinggi. Dengan demikian, jika L-RAISE ini tidak diperhatikan, atau tidak
ditangani dengan baik, maka kinerja Perguruan Tinggi akan menurun, bahkan
terancam keberadaannya.
      Menurut Hedwig dan Polla (2006), Penjaminan mutu di perguruan tinggi
(PT) bisa dilakukan baik secara menyeluruh maupun dalam bentuk berjenjang.
Yang dimaksud dengan menyeluruh berarti seluruh proses yang terkait di dalam
PT tersebut seperti penerimaan mahasiswa baru, perkuliahan, hingga proses
meluluskan mahasiswa dijaminkan mutunya. Sedangkan yang dimaksud dengan
bertahap adalah PT bisa melakukan penjaminan bukan seluruh proses yang
dilakukan PT melainkan hanya Tri Dharma (pendidikan, penelitian dan pengab-
dian masyarakat) atau hanya salah satu dharma saja.
      Penjaminan mutu juga bisa dilakukan hanya pada satu Fa-
kultas/Jurusan/Program Studi/Unit saja tetapi kemudian terus ditingkatkan hingga
seluruh proses kegiatan di PT dijaminkan. Jika dilakukan secara bertahap,
penentuan mana yang terlebih dahulu hendak dijaminkan tergantung pada
kesepakatan dari pimpinan PT tersebut.
      Dalam hubungan ini, sistem Penjaminan Mutu yang akan disusun berikut ini
berkaitan dengan tingkatan Program Studi, dengan fokus pada penjaminan mutu
pendidikan/pembelajaran. Dalam menetapkan sistem Penjaminan mutu di
Program Studi PE-AP FKIP UNIKU ini mengacu pada kebijakan umum pada
tataran Universitas dan Fakultas, sehingga SPM ini pada dasarnya merupakan
penjabaran dari kebijakan tersebut, dan dalam penyusunannya terlebih dahulu
dilakukan Evaluasi Diri sebagai dasar dari Kebijakan Mutu dengan fokus pada
kegiatan Pembelajaran (akademik) pada Program Studi.
                     BAB II
          EVALUASI DIRI PROGRAM STUDI
 PENDIDIKAN EKONOMI-ADMINITRASI PERKANTORAN
A Jati diri Program Studi
       Program Studi Pendidikan Ekonomi berdiri pada tahun 1992 berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 038/O/1992.
Berdasarkan surat keputusan tersebut nama program studi ini adalah Pendidikan
Dunia Usaha (PS PDU) dengan jenjang Diploma III (D-III). Pada tahun 1994
membuka jenjang Strata satu (S1) berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jendral
Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor : 128/DIKTI/Kep/1994. Pada tahun 1996, terjadi perubahan nama program
studi menjadi Program Studi Pendidikan Ekonomi dengan bidang keakhlian
khusus Administrasi Perkantoran (PE-AP) hingga sekarang.
       Sampai dengan tahun 2003 berada di bawah Sekolah Tinggi Keguruan dan
Ilmu Pendidikan (STKIP) Kuningan, dan kemudian berada di bawah Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan sejak terbentuknya Universitas Kuningan
(UNIKU). Program studi PEAP beralamat di Jalan Pramuka Nomor 67 Kuningan
Jawa Barat 45512, Telp. (0232)-871982.
       Program studi PE-AP memiliki status Terakreditasi dengan nilai “B”
berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN
PT) Nomor : 023/BAN-PT/Ak-IV/IX/2000 Tahun 2000, tahun 2005 dilakukan
reakreditasi dengan nilai “B” (SK No. 020/ BAN-PT/Ak-IX/S1/IX/2005).
B Hasil Evaluasi Diri
1. Keadaan Mahasiswa
       Dari sejak dibukanya Program Studi minat masyarakat untuk melanjutkan
Pendidikan ke Program Studi Pendidikan Ekonomi – Administrasi Perkantoran
terus mengalami peningkatan, peningkatan ini berdampak pada perlunya
melengkapi kecukupan untuk Proses Pembelajaran, adapun Animo masuk calon
mahasiswa yang mendaftar pada Program Studi Pendidikan Ekonomi, Bidang
Keahlian Khusus Pendidikan Administrasi Perkantoran dari tahun ke tahun
tergambar dalam tabel di bawah ini :
        Tabel 2.1. Pendaftar dan yang diterima masuk Prodi PE-AP
  No.           Angkatan                           Animo
              Tahun Masuk              Mendaftar              Diterima
   1.             1992                     13                    13
   2.             1993                     22                    22
   3.             1994                     35                    32
   4.             1995                     34                    32
   5.             1996                     33                    33
   6.             1997                     32                    32
   7.             1998                     68                    57
   8.             1999                     75                    69
   9.             2000                    120                    80
    No.                 Angkatan                             Animo
                       Tahun Masuk               Mendaftar           Diterima
    10.                   2001                     112                  80
    11.                   2002                      93                  88
    12.                   2003                     120                 107
    13                    2004                     182                 154
    14                    2005                     168                 124
        Pada saat ini, mahasiswa. Program Studi Pendidikan Ekonomi –
Administrasi Perkantoran. umumnya berasal dari lulusan SMU, SMK atau SLTA
lainnya yang sederajat dan belum bekerja yang langsung masuk ke Program
Pendidikan Ekonomi – Administrasi Perkantoran.. disamping terdapat sebagian
kecil mahasiswa yang sudah bekerja, terutama sebagai guru di SD hingga SLTA,
yang ingin meneruskan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi (S-1). Pada
umumnya mahasiswa yang sudah bekerja ini telah menyelesaikan pendidikan di
jenjang D-1, D-2, atau D-3 dari disiplin ilmu yang beragam.
        Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi – Administrasi
Perkantoran. berasal dari latar belakang yang berbeda baik daerah, tingkat dan
status social, maupun Latar belakang ekonomi. Mahasiswa yang berasal dari
kelompok ekonomi bawah dan berprestasi belajar dapat memperoleh kesempatan
beasiswa baik dari pemerintah, pihak swasta maupun dari Yayasan Sang Adipati
yang menaungi Universitas Kuningan, disamping dari intern Universitas Kuningan
sendiri sebagai motivasi bagi mahasiswa untuk terus berprestasi. Mahasiswa
Program Studi Pendidikan Ekonomi – Administrasi Perkantoran yang berasal dari
beragai latar belakang tersebut tentu saja memiliki tingkat kermadirian dan
kreativitas yang berbeda. Perbedaan ini terlihai dari kebiasaan hidup di kampus baik
dari segi hobi yang digelutinya maupun kegiatan lain yang dilakukan mahasiswa
dalam rangka menunjang keberhasilanya kuliah.
        Sementara itu keadaan mahasiswa bila dilihat dari prestasi belajarnya untuk
tahun 2005 adalah sebagai berikut :

                                   DATA PRESTASI MAHASISWA
                                         RATA-RATA IPK

                 2001 - 2002                                         2,31
N

      ANGKATAN




                 2002 - 2003                                                  2,66

                 2003 - 2004                                                2,62

                 2004 - 2005                                            2,5

                               0      0,5    1        1,5      2      2,5            3
                                                     IPK
                Grafik 2.1. Rata-rata IPK Mahasiswa tahun 2005
       Dari grafik tersebut di atas nampak bahwa rata-rata prestasi mahasiswa
masih rendah, berada di bawah nilai B, ini jelas masih memerlukan upaya-upaya
keras untuk meningkatnyan guna menghasilkan lulusan yang berkualitas
2. Tenaga Pendidik dan Kependidikan
     Program Studi Pendidikan Ekonomi Administrasi Perkantoran, FKIP,
UNIKU merupakan salah salah satu institusi yang memfokuskan pada bidang
pendidikan tinggi pada tingkat strata satu (S-1). Adapun maksud dari pendirian ini
selain turut mencerdaskan kehidupan bangsa, juga sebagai wahana untuk
memupuk bakat dan minat siswa di bidang Pendidikan Ekonomi Administrasi
Perkantoran
     Sebagai salah satu institusi, Program Studi Pendidikan Ekonomi Administrasi
Perkantoran tidak lepas dari sistem organisasi yang memiliki satu tujuan
organisasi. Tujuan organisasi tidak akan tercapai tanpa adanya satu pengelolaan
sumberdaya manusia, dalam hal ini dosen dan tenaga pendukung yang optimal.
Langkah optimalisasi pengelolaan dosen dan tenaga pendukung pada lembaga
ini adalah dengan cara mengadakan pelatihan pada bidang yang berkaitan
dengan tugasnya, serta kegiatan-kegiatan lain yang dapat menambah
pengetahuan dan keterampilan_
     Untuk memperlancar proses belajar mengajar, perlu adanya suatu
konsolidasi antara dosen dan tenaga pendukung dalam kegiatan tersebut. Dosen
dan tenaga pendukung proses kegiatan belajar mengajar di program studi
Pendidikan Ekonomi Administrasi Perkantoran, dapat dikemukakan sebagai
berikut. Jumlah dosen secara keseluruhan adalah sebanyak 47 orang, yang terdiri
dari dosen tetap sebanyak 20 orang dan dosen tidak tetap sebanyak 27 orang,
dengan demikian secara perbandingan antara dosen tetap dengan dosen tidak tetap
adalah 42,55 % dosen tetap dan 57,45 % dosen tidak tetap, sementara itu jika
melihat melihat pada dosen bantuan dari Kopertis di Program Studi PE-AP hanya
ada tiga orang, sehingga prosentasi dari keseluruhan dosen hanya 6,38%, ini
berarti dosen Kopertis yang diperbantukan pada Program Studi masih sangat
kecil.
        Dalam kaitannya dengan kewengangan sebagai Dosen, masalah jabatan
akademik menjadi faktor penting yang harus diperhatikan, mengingat jabatan
akademik menunjukan kewenang formal yang dipersyaratkan bagi pengajar di
Perguruan Tinggi. Dalam hubungan ini keadaan Dosen Program Studi Pendidikan
Ekonomi FKIP UNIKU masih jauh dari kondisi ideal yang dipersyaratkan,
sehingga masih memerlukan langkah-langkah untuk dapat memenuhi apa yang
dipersyaratkan sebagai Dosen. Adapun bila dilihak dari jabatan akademiknya,
keadaan Dosen komposisi nya adalah sebagai berikut sebagaimana terlihat dalam
grafik C.2. berikut ini
                    KEADAAN DOSEN MENURUT JABATAN
                              AKADEMIK

             25
                                                                        16
             20
             15                       11                      10
h

    Jumlah




             10                                     7
                      3
              5
              0
                  Guru Besar        Lektor        Lektor    Asistem    NJA
                                    Kepala                   akhli
                                           Jabatan Akademik

             Grafik 2.2. Keadaan Dosen menurut Jabatan Akademik tahun 2005

       Dari grafik tersebut nampak bahwa masih banyak dosen yang belum
mempunyai Jabatan akademik, yang berarti secara formal belum memenuhi
kelayakan untuk menjadi pengajar. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya untuk
mendorong mereka agar dapat memenuhi ketentuan yang berlaku agar para Dosen
mempunyai jabatan akademik.
       Sementara itu dilihat dari tingkat pendidikan, Dosen nampak sbb

                       KEADAAN DOSEN MENURUT TINGKAT
                                PENDIDIKAN



                                    S 3; 3 (6%)

                          S 2; 19                          S 1; 25
                          (39%)                            (55%)




             Grafik 2.3. Keadaan Dosen menurut tingkat pendidikan tahun 2005

    Adapun Tenaga Pendukung dapat dilihat dalam tabel berikut

              Tabel 2.2. Daftar Tenaga Pendukung Program Studi Pendidikan
                            Ekonomi Administrasi Perkantoran
 No                        Nama                              Jabatan
 1    Aspi Junaepi, S.Pd                           Kepala TU
      Aan Sugiantomas, Drs.                        Kepala Perpustakaan
 2    Cucu Suartini, S.Pd                          Staf TU
 3    Tata Taufik                                  Staf TU
 4    Rita Maryatun Dahniar                        Pustakawan
 5    Roni, S.Pd                                   Pustakawan
 6    Aan Rukanda                                  Pembantu Umum

          Melihat tenaga pendukung sebagaimana terlihat dalam tabel di atas,
nampak bahwa terdapat beberapa pegawai yang berpendidikan sarjana,
sehingga secara kualitas sangat memadai, namun karena mereka bukan dari
pendidikan ke administrasian, maka kinerjanya masih perlu ditingkatkan
          Meskipun penerimaan Dosen di dasarkan pada seleksi dengan
kualifikasi tertentu, namun penilaian kinerja tetap perlu dalam rangka
peningkatan kemampuan dan kompetensi dosen. Demi meningkatkan mutu
pendidikan khususnya pada Program Studi Pendidikan Pendidikan Ekonomi-
Administrasi Perkantoran FKIP Universitas Kuningan, perlu adanya suatu
penilaian terhadap kinerja dan mutu para dosen sesuai dengan kebutuhan akan
bidang yang diperlukan. Program Studi Pendidikan Pendidikan Ekonomi-
Administrasi Perkantoran mengadakan suatu penilaian kinerja dosen dilakukan
dengan cara melihat mutu dalam cara pengajaran, teknik mengajar, dan
penyampaian materi melalui suatu kuesioner pada mahasiswa secara langsung.
          Kecukupan jumlah pegawai dan dosen di Program Studi Pendidikan
Ekonomi-Administrasi Perkantoran FKIP Universitas Kuningan terhadap
jumlah mahasiswa yang ada untuk saat ini relatif baik, Rasio dosen dengan
mahasiswa di Program Studi Pendidikan Ekonomi-Administrasi Perkantoran
saat ini adalah 1 : 10
3. Kurikulum
       Rancangan kurikulum Program Studi Pendidikan Ekonomi Administrasi
Perkantoran mempunyai karakteristik berdasarkan beberapa pendekatan; yakni:
a).Pendekatan Concurrent, b). Berorientasi pada perkembangan ilmu dan
profesi kependidikan dengan memperhatikan kebutuhan lapangan, c).
Kombinasi pendekatan disiplin ilmu dan pendekatan kompetensi, dan d).
Bersifat fleksibel.
       Sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor Q56/U/1994 dan Keputusan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0217/U/1995, serta Pedoman Akademik
Universitas Kuningan, Struktur Kurikulum Program Studi Pendidikan Ekonomi
Administrasi Perkantoran FKIP Universitas Kuningan, mengacu pada ketentuan
tersebut. Berdasarkan SK Rektor No 236/UNIKU/KNG/PP/2003 mata kuliah
dari kurikulum Program Studi Pendidikan Ekonomi Administrasi Perkantoran
FKIP Universitas Kuningan yang berlaku pada tahun 2003, dengan jumlah SKS
sebanyak 152, namun dalam struktur kurikulum masih tidak memungkinkan
mahasiswa mengambil mata kuliah pilihan, karena tidak tersedia dapat dilihat
pada tabel berikut ini.
        Kurikulum Program Studi           Pendidikan Ekonomi – Administrasi
Perkantoran FKIP Universitas Kuningan senantiasa memperhatikan tuntutan
Stakeholder, serta perubahan obyektif tuntutan masyarakat pada umumnya.
Kurikulum terbaru yang disusun di Program Studi Pendidikan Ekonomi
Administrasi Perkantoran FKIP Universitas Kuningan. menekankan pada dua
aspek kompetensi yaitu Kompetensi substantif Akademik, dan kompetensi
prilaku/Kependidikan. Aspek substantive dimaksudkan untuk mempersiapkan
Mahasiswa dalam penguasaan bidang keilmuan dalam hal ini
Ekonomi/Manajemen Perkantoran, sementara aspek prilaku mengarah pada
kemampuan professional dalam bidang kependidikan, terutama kesiapan untuk
menjadi pendidik/Guru di Sekolah. Pada tahap akhir perkuliahan, terdapat dua
cara penyelesaian yaitu : a). Penyelesaian Dengan Skripsi. Alternatif penyelesaian
dengan skripsi dapat dipilih oleh mahasiswa yang telah memperoleh SKS
sebanyak 120 dengan IPK  2,50; dan b). penyelesaian tanpa skripsi bagi
Mahasiswa yang tidak memilih alternatif penyelesaian dengan skripsi, mereka
dapat mengambil alternatif penyelesaian tanpa skripsi dengan cara mengambil 6
SKS mata kuliah yang disediakan khusus sebagai pengganti skripsi.
4. Pembelajaran
        Proses mengajar yang dilaksanakan di Program Studi Pendidikan
Ekonomi-Administrasi Perkantoran FKIP Universitas Kuningan mengutamakan
teori dan praktek baik yang ada hubungannya dengan ilmu kependidikan
rnaupun ilmu Ekonomi-Administrasi Perkantoran. Proses belajar dilakukan tatap
muka di kelas maupun tatap muka langsung di lapangan, agar mahasiswa
mengetahui dengan persis peristiwa, gejala dan masalah di lapangan baik di
alam terbuka maupun di tengah-tengah masyarakat. Proses pembelajaran dengan
berpedoman pada nilai-nilai partisipatif dan demokratis, agar mahasiswa sebagai
peserta didik merniliki nilai kejujuran, kemandirian dan mampu menggali
potensi yang dimiliki oleh dirinya. Untuk mencapai tujuan tersebut di atas
tenaga pengajar diupayakan memiliki latar belakang akademis sesuai dengan
mata kuliah yang dibinanya.

       Perkuliahan di Prodi PE-AP FKIP Universitas Kuningan diselenggarakan
sesuai dengan penerapan satuan kridit semester, karena itu pada setiap awal
semester mahasiswa diberi kesempatan untuk merencanakan sendiri beban studi
dengan petunjuk dan arahan dari dosen wall sesuai dengan prestasi yang telah
dicapai pada semester sebelumnya. Bentuk perkuliahan yang diselenggarakan oleh
Program Studi Pendidikan Ekonomi-Administrasi Perkantoran terdiri atas
perkuliahaan di kelas, perkuliahan di lapangan dan perkuliahan praktik
pengalaman lapangan. Jumlah frekuensi perkuliahaan dalam satu semester adalah
16-18 minggu termausk ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Bagi
dosen yang belum mencapai jumlah minimal 14 kali pertemuan diharuskan
melengkapi perkuliahan sebelum ujian dimulai.
       Permbelajaran di Program Studi Pendidikan Ekonomi-Administrasi
Perkantoran selalu berupaya ditunjang dengan pemanfaatan teknologi infonnasi.
Langkah tersebut dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas teknologi
pembelajaran yang ada antara lain OHP, Televisi, intranet, serta internet sebabagi
sumber belajar mahasiswa.
       Proses kegiatan belajar mengajar di Program Studi Pendidikan Ekonomi-
Administrasi Perkantoran Universitas Kuningan, memberikan porsi yang cukup
besar pada mahasiswa untuk mengembangkan potensi, kemampuan, sikap
sehingga mahasiswa bisa mandiri dan profesionai, yang pada gilirannya menjadi
andalan bagi Program Studi Pendidikan Ekonomi-Administrasi Perkantoran
dalam mengembangkan kompetensinya.
5. Sarana Dan Prasarana
         Secara umum Sarana dan Prasarana seperti Ruang Kuliah, Laboratorium,
dan Perpustakaan cukup memadai dilihat dari segi kuantitas, upaya pembenahan
penataan terus dilakukan. Gedung yang saat ini merupakan gedung yayasan
pembina Universitas Kuningan yang terdiri dari satu lantai dengan luas tanah
5880 m2, luas bangunan 2025 m2, Luas Pertamanan 2720 m2, . Dengan kapasitas
listrik 10500 Watt, dan fasilitas air ledeng
Adapun kondisinya adalah sebagai berikut :
a. Ruang kuliah sebanyak 18 ruang kuliah dengan lantai keramik putih yang
     masing-masing dilengkapi dengan 1 buah OHP dan 2 buah kipas angin dengan
     kapasitas masing-masing 40 mahasiswa.
b. Laboratorium Komputer sebanyak dua ruang yang terdiri terdiri dari 25
     komputer Pentium 2 dan 20 komputer Pentium 4 yang masing-masing
     dilengkapi dengan hardisk antara 10,2 Gb sampai 40 Gb
c. Laboratorium Perkantoran sebanyak 1 ruang untuk keperluan praktikum
     Perkantoran, dan kesekretarisan denga sarana yang dimiliki terdiri dari :
              a. 2 buah Komputer
              b. 1 buah Scanner
              c. 1 buah Kamera digital
              d. 1 buah CD RW
              e. Model-model perlengkapan kantor
d. Ruab Praktek Mengetik 1 ruang, dengan jumlah Mesin Tik sebanyak 40 yang
     terdiri dari 20 mesin tik elektronik, dan 20 mesin Tik biasa
e. Perpustakaan terdiri dari 1013 buah buku teks book dengan 514 judul buku
     dan katya tulis ilmiah mahasiswa sebanyak 175 buah buku serta dilengkapi
     peralatan penunjang satu buah komputer pentium 3
f. Ruang pimpinan 5 buah dengan mebeulernya
g. Ruang akademik 1 buah dengan mebeulernya
h. Ruang layanan mahasiswa / ruang konsultasi mahasiswa 2 buah dengan
     mebeulernya
i. Ruang administrasi umum dan keuangan 1 buah dengan mebeulernya
j. Ruang mushola 1 buah dengan perlengkapannya
k. Ruang penerima tamu 4 buah dengan mebeulernya
l. Ruang teknisi 1 buah dengan perlengkapannya
m. Ruang arsip 2 buah dengan perlengkapannya
n. Ruang kerumahtanggaan 1 buah dengan perlengkapannya
         Untuk keperluan Administrasi Program Studi Pendidikan Ekonomi
Administrasi Perkantoran memiliki 3 buah Komputer yang sudah terkoneksi
secara intern / intranet. Setiap ruang kuliah dilengkapi dengan papan tulis black
board dan white board, media pendidikan, model / alat peraga, slide projector,
meja dosen dari kayu, kursi kuliah dari kayu, dan OHP, disamping itu untuk
peningkatan proses pembelajaran tersedia 1 ruang yang secara khusus
dipersiapkan secara bertahap sesuai dengan kesiapan, disediakan fasilitas
pengajaran melalui media Komputer dengan Televisi. Sementara itu untuk
mendorong kegiatan penelitian telah diterbitkan Jurnal Penelitian Pendidikan dan
Ekonomi EQUILIBRIUM. Jurnal ini telah mendapat ISSN, terbit 6 bulan sekali.
          Sarana dan prasaran yang digunakan di Program Studi Pendidikan
Ekonomi Administrasi Perkantoran Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Kuningan telah memenuhi asas kesesuaian. Hal ini apabila dilihat
dari fasilitas dasar, seperti ruang kuliah dan laboratorium. Namun, masih perlu
upaya peningkatan yang terus menerus, terutama fasilitas yang terkait dengan
perkembangan teknologi yang sangat cepat, agar fasilitas yang ada selalu
mengikuti perkembangan teknologi di masyarakat.
         Dari segi kecukupan, berdasar pada materi pendidikan dan keilmuan baik
dibidang Administrasi maupun keguruan, nampaknya fasilitas untuk kegiatan
pembelajaran masih ketinggalan, mengingat sampai sekarang ini penyediaan
fasilitas masih sangat terbatas, yang menyebabkan tingkat kecukupan sarana dan
prasarana, khususnya fasilitas pendukung pembelajaran tertentu dan penelitian
bagi Program Studi Pendidikan Ekonomi Administrasi Perkantoran masih belum
memadai.
6. Sistem Informasi
       Informasi merupakan darahnya organisasi, tanpa informasi organisasi
tidak mungkin dapat membuat keputusan, dan untuk membuat keputusan yang
akurat dan efektif, maka informasi perlu ditata dan dikelola dalam suatu system
yang padu sehingga pemanfaatannya untuk keperluan organisasi dapat berjalan
dengan baik. Dalam suatu system informasi, data merupakan factor yang sangat
penting dan menentukan, oleh karena itu tertatanya data base yang baik akan
sangat membantu mempermudah pemrosesan menjadi informasi yang diperlukan.
       Program Studi Pendidikan Ekonomi-Administrasi Perkantoran sebagai
bagian dari UNIKU merupakan sub system informasi yang membentuk system
informasi Universitas. Sebagai pelaksana akademis yang langsung menangani
kegiatan pembelajaran, maka data yang diolah menjadi informasi mengacu pada
ketentuan Universitas.
       Sistem informasi yang ada di Program Studi Pendidikan Ekonomi-
Administrasi Perkantoran Universitas Kuningan merupakan sub sistem dari sistem
informasi Universitas Kuningan yang bersifat meiayani kebutuhan untuk
penghimpunan, penyimpanan, pengambilan, dan pendistribusian data yang
menyangkut dan berada dalam kewenangan Program Studi.
        Sekarang ini Sistem Informasi di Universitas Kuningan menggunakan
Sistem Administrasi Akademik (SAA) yang merupakan sistem yang dirancang
khusus untuk penataan Informasi di Universitas Kuningan. Dalam melihat Sistem
Informasi, perlu dilihat dari dua pendekatan yaitu pendekatan komponen dan
pendekatan prosedur. Dalam prakteknya implementasi sitem ini masih belum
berjalan normal, mengingat masih terdapat informasi yang tidak terkaver dalam
sistem padahal sangat diperlukan bagi peningkatan efektivitas dan efisiensi.
Sementara itu untuk melakukan komunikasi data digunakan sistem LAN, dimana
Program Studi dapat mengirimkan data ke Fakultas, sebaliknya fakultas dapat
mengakses data Program Studi melalui pangkalan data yang ada di Program Studi
dengan file-file yang disusun menurut fungsinya dengan mengacu pada SAA
Universitas.
        Penerapan SAA sekarang ini masih dalam taraf permulaan dimana prinsip
implementasinya menggunakan cara parallel, hal ini dimaksudkan agar tidak
terjadi kejutan sistem, disamping perlunya persiapan Fasilitas dan SDM untuk
dapat menjalankannya dengan efektif dan efisien. Penerapan dan pemanfaatan
sistem informasi yang sudah dirancang dengan basis computer, memerlukan
kesiapan dalam tiga komponen yang terlibat di dalamnya yaitu : perangkat keran
(hardware), perangkat lunak (software, dan sumberdaya manusia (brainware).
Interaksi ketiga komponen tersebut akan menentukan keberhasilan dalam
implementasi sistem informasi.
        Dilihat dari perangkat keras, Program Studi Pendidikan Ekonomi memiliki
cukup perangkat keras untuk berperan sebagai sub sistem dari sistem informasi
Universitas Kuningan, demikian juga perangkat lunak, yang masih menjadi
masalah dalam hal kuantitas adalah Sumberdaya manusia yang siap
mengoperasikan sistem tersebut, meskipun pihak Universitas telah melakukan
pelatihan khusus kepada beberapa pegawai di lingkungan FKIP Uniku, termasuk
juga staf dari Program Studi Pendidikan Ekonomi
C Identifikasi masalah dalam kegiatan Pembelajaran (Akademik)
        Dari hasil Evaluasi diri, dapat diidentifikasi beberapa maslah yang
berkaitan dengan kegiatan Pembelajaran, berikut ini akan dikemukakan beberapa
masalah dengan usulan solusinya, untuk dapat dijadikan dasar empiris dalam
menentukan kebijakan mutu yang akan diimplementasikan.
        Berkaitan dengan kegiatan Akademik/Pembelajaran terdapat beberapa
faktor yang berhubungan yaitu :
         Faktor Input yang terdiri dari Kurikulum, Dosen, Mahasiswa, dan
            Fasilitas pembelajaran
         Faktor Proses yang mencakup metode, dan interaksi edukatif dalam
            proses pembelajaran
         Faktor Output mencakup prestasi belajar dan kepuasan mahasiswa
Dengan mengacu pada faktor-faktor tersebut berikut ini dapat dikemukanan daftar
masalah dan usulan solusi
 Tabel 2.3. Daftar masalah/kendala dalam bidang Akademik/Pembelajaran
                              dan usulan pemecahan
No            Masalah/kendala                         Usulan solusi
No            Masalah/kendala                        Usulan solusi
1. Kurikulum sudah tidak sesuai          Meninjau kurikulum untuk
    dengan perkembangan dan tuntutan     disesuaikan dengan tuntutan
    yang ada                             perubahan
2. Kurikulum belum memberikan            Meninjau kurikulum untuk
    pilihan Mata Kuliah bagi mahasiswa   menentukan mata kuliah pilihan
3. Banyak Dosen yang belum               Mendorong dan membantu Dosen
    memenuhi Kualifikasi Pendidikan      untuk studi lanjut
4. Kehadiran Dosen memberi Kuliah        Mewajibkan Dosen memenuhi
    belum sesuai dengan yang terjadwal   jumlah perkuliahan sesuai jadwal
5. Dosen sering hadir terlambat untuk    Memberikan sangsi bagi Dosen yang
    memberi kuliah                       terlambat
6. Banyak Dosen yang tidak membuat       Menyusun SAP bersama
    SAP
7. Ketidah hadiran mahasiswa cukup       Menerapkan aturan kehadiran yang
    tinggi yang melebihi 25%             tegas dalam hak UAS
8. Partisipasi mahasiswa dalam proses    Memberikan reward bagi mahasiswa
    pembelajaran masih rendah            yang aktif dalam pembelajaran
9. Fasilitas untuk media pembelajaran    Menambah jumlah fasilitas media
    masih kurang                         pembelajaran
10. Penggunaan Media Pembelajaran        Memberi pelatihan penggunaan
    yang ada masih rendah                media pembelajaran
11. Penggunaan metode mengajar yang      Memberi pelatihan tentang Strategi
    masih monoton                        Pembelajaran
12. Rata-rata IPK Mahasiswa masih        Meningkatkan kualitas pembelajaran
    rendah
13. Kepuasan Mahasiswa masih rendah      Meningkatkan kualitas pelayanan
    dengan tingkat DO yang masih         pada mahasiswa
    tinggi

Dengan melihat hasil identifikasi masalah sebagaimana dikemukakan di atas,
maka Program Studi menganggap perlu diadakan suatu kebijakan dalam upaya
mengatasi masalah tersebut. Kebijakan yang diambil pada dasarnya merupakan
kebijakan standar yang diberlakukan oleh Universitas bagi Prodi untuk
dilaksanakan dalam rangka menjamin terlaksananya program dan proses
pembelajaran dengan baik.
                               BAB III
                          KEBIJAKAN MUTU

A Visi, Misi, dan Tujuan Program Studi
1. Visi
“Menjadi Program Studi unggul dan inovatif dalam melahirkan tenaga pendidik
yang Profesional, Memiliki Etos Kewirausahaan yang Kuat, Memiliki Wawasan
Bisnis yang Luas, dan Berahlak Mulia”.
2. Misi
        Berdasarkan Visi tersebut Program Studi merumuskan misinya sebagai
berikut :
        (a) Menyelenggarakan pendidikan Calon Sarjana              dalam bidang
            Pendidikan Ekonomi-Administrasi Perkantoran secara terpadu serta
            adaptif terhadap perubahan,
        (b) Menyelenggarakan Kegiatan ilmiah dalam bidang Pendidikan.
            Ekonomi, serta bidang Administrasi Perkantoran
        (c) Membina dan mengembangkan              kehidupan akademik yang sehat
            sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berkembang di dunia
            akademik,
        (d) Melayani, memandu, dan menyatu dengan masyarakat dalam upaya
            ikut serta membangun masyarakat, dan
        (e) Membina dan mengembangkan budaya kewirausahaan yang mampu
            mengahadi resiko, mandiri, kreatif, inovatif serta mampu meghiasi
            sikap dan prilakunya dengan akhlak mulya.
3. Tujuan dan Sasaran
(a) Menyiapkan peserta didik menjadi kader bangsa yang mandiri, profesional,
    dan berakhlak mulia,
(b) Mempersiapkan peserta didik menjadi ilmuwan muda yang memiliki integritas
    dan dedikasi yang tinggi serta memiliki komitmen untuk mengembangkan
    ilmu dan teknologi,
(c) Mempersiapkan peserta didik menjadi tenaga Pendidik/Guru yang
    professional, kreatif, inovatif serta berakhlak mulya, dan
(d) Menghasilkan Sarjana Pendidikan dalam bidang Pendidikan Ekonomi-
    Administrasi Perkantoran yang siap berperan dalam kehidupan masyarakat.
B. Standar Kompetensi Dosen
        Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan/pembelajaran, salah
satu yang penting dan menentukan adalah kompetensi Dosen sebagai agen
pembelajaran, untuk itu diperlukan kompetensi yang memadai untuk dapat
melaksanakan perannya sebagai pengajar, oleh karena itu perlu disusun standar
kompetensi untuk menjadi dasar dalam pengembangan kompetensi dosen.
        Pada dasarnya standar kompetensi Dosen ini, dimaksudkan untuk menjadi
acuan dalam penilaian inerja, baik yeng bersifat eksternal maupun internal,
sebagai upaya penjaminan kualitas Dosen dalam upaya meningkatkan kualitan
pendidikan dan pembelajaran. Adapun manfaat standar kompetensi adalah :
        Sebagai pendorong/motivasi bagi Dosen untuk terus berupaya
         mengembangkan kualitas diri sebagai Dosen, sehingga mampu
         menjadi manusia pembelajar yang aktif
       Sebagai tolok ukur guna meningkatkan kinerja dosen dalam
         menjalankan tugasnya mendidik mahasiswa sesuai dengan tuntutan
         profesi.
      Adapun komponen-komponen kompetensi Dosen dibagi ke dalam tiga
komponen yaitu : Komponen Personal dan Profesional, Komponen Kependidikan,
dan Komponen substansi akademik, dengan rincian sebagai berikut
1. KOMPONEN KOMPETENSI PERSONAL

  KOMPETENSI                             INDIKATOR
1. Penampilan         1. bersikap dan berprilaku sebagai seorang Pendidik
                      2. berpakaian yang wajar dan patut sebagai seorang
                         pendidik baik dilingkungan kampus maupun di luar
                         kampus
                      3. memenuhi kewajiban melaksanakan aktivitas
                         pembelajaran sesuai ketentuan
                      4. berkomunikasi dengan sesama dosen secara baik dan
                         dengan semangat kekeluargaan
                      5. membimbing mahasiswa dengan penuh kepedulian
                      6. membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan
                         belajar
                      7. terbuka dalam menerima masukan positif dari
                         berbagai fihak untuk suatu perbaikan dalam proses
                         pendidikan
2. pengembangan       1. mengikuti dengan seksama berbagai perkembangan
   potensi dan           IPTEK yang dapat meningkatkan kemampuan dan
   profesi               mendukung profesi melalui berbagai aktivitas
                         pembelajaran mandiri
                      2. menulis karya ilmiah
                      3. menulis buku pelajaran
                      4. menulis diktat/modul pelajaran
                      5. menyumbangkan pengetahuan untuk kepentingan
                         masyarakat
                      6. melakukan penelitian
                      7. menggunakan perangkat komputer
                      8. mengikuti pendidikan kualifikasi
                      9. memiliki jabatan akademik
                      10. mengikuti berbagai seminar yang berkaitan dengan
                         pendidikan, substansi ilmu yang diajarkan, serta
                         berbagai kegiatan ilmiah lainnya yang penting bagi
                         peningkatan kemampuan diri

2. KOMPONEN KOMPETENSI KEPENDIDIKAN (PEDAGOGIK)
  KOMPETENSI                              INDIKATOR
1. pemahaman         1.   memahami konsep-konsep pendidikan
   wawasan           2.   memahami visi dan misi pendidikan nasional
   kependidikan      3.   memahami visi dan misi Universitas Kuningan
                     4.   memahami konsep pendidikan tinggi
                     5.   memahami tujuan pendidikan tinggi
                     6.   memahami fungsi pendidikan tinggi
2. Manajemen
   Pembelajaran
                    1.  mampu menyusun silabus
  2.1. Perencanaan
                    2.  mampu merumuskan tujuan pembelajaran
       pembelajaran
                    3.  mampu menentukan materi pembelajaran
                    4.  mampu      menentukan  metode     dan     strategi
                        pembelajaran
                     5. mampu menentukan media pembelajaran
                     6. mampu menentukan cara dan perangkat penilaian
                     7. mampu menentukan alokasi waktu kegiatan
                        pembelajaran
  2.2. pelaksanaan  8. mampu membuka kegiatan pembelajaran
       pembelajaran 9. mampu menyajikan materi pembelajaran
                    10. mampu menggunakan metoda
                    11. mampu menggunakan media pembelajaran
                    12. mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam
                        kegiatan pembelajaran
                    13. mampu      mengembangkan       berbagai model
                        pembelajaran
                    14. mampu memotivasi siswa
                    15. mampu memberikan umpan balik
                    16. mampu mengunakan waktu secara efektif
                    17. mengisi agenda kegiatan pembelajaran
  2.3. evaluasi
                    18.  mampu menyusun soal
       pembelajaran
                    19.  mampu memeriksa Jawaban
                    20.  mampu melakukan penilaian proses
                    21.  mampu melakukan analisis soal
                    22.  mampu menyusun laporan hasil penilaian
                    23.  mampu menafsirkan kecenderungan hasil penilaian
                    24.  mampu mengidentifikasi tingkat variasi hasil
                         penilaian
                     25. menyusun rencana tindak lanjut evaluasi
2.4. tindak lanjut   26. mengimplementasikan tindak lanjut hasil evaluasi
     evaluasi        27. mengevaluasi hasil tindak lanjut
3. KOMPONEN KOMPETENSI PROFESIONAL (AKADEMIK)

  KOMPETENSI                               INDIKATOR

1. Landasan            1. memahami filosofi dasar ilmu yang diajarkan
   Ke-Ilmuan           2. memahami struktur ilmu yang diajarkan

2. penguasaan          3. menguasai substansi materi yang diajarkan
   materi kajian       4. mampu mengembangkan materi ajar secara
   akademik )*            kontekstual sejalan dengan dinamika perkembangan
                          ilmu
)* rincian dijabarkan sesuai dengan spesifikasi ilmu yang diajarkan


4. KOMPONEN KOMPETENSI SOSIAL
  KOMPETENSI                               INDIKATOR
1. Komunikasi          1. Mampu berkumunikasi secara efektif dengan peserta
                          didik,
                       2. ampu berkumunikasi secara efektif dengan sesama
                          pendidik,
                       3. ampu berkumunikasi secara efektif dengan tenaga
                          kependidikan,
                       4. ampu berkumunikasi secara efektif dengan
                          orangtua/wali peserta didik, dan
                       5. ampu berkumunikasi secara efektif dengan
                          masyarakat sekitar
2. Pergaulan           1. Mampu bergaul secara efektif dengan peserta didik,
                       2. Mampu bergaul secara efektif dengan sesama
                          pendidik,
                       3. Mampu bergaul secara efektif dengan tenaga
                          kependidikan,
                       4. Mampu bergaul secara efektif dengan orangtua/wali
                          peserta didik, dan
                       5. Mampu bergaul secara efektif dengan masyarakat
                          sekitar


C. Kebijakan Mutu bidang Pendidikan/Pengajaran
       Upaya-upaya yang dilakukan untuk pengelolaan mutu penyelenggaraan
Program Studi yang telah dan akan terus dilakukan didasarkan pada kebijakan
mutu dengan mengacu pada Visi dan kondisi empiris hasil Evaluasi Diri,
kebijakan mutu bidang Pengajaran/akademik dapat dikemukakan sebagai berikut :
        Pengkajian/peninjauan kurikulum khususnya dalam aspek konten
          setiap semester, ini dimaksudkan untuk melihat dan mensejalankan isi
          kurikulum dengan perkembangan ilmu yang terus berlangsung
          Monitoring pelaksanaan Proses pembelajaran, dari mulai tahap
           perencanaan sampai dengan evaluasi.
          Melakukan penjajagan mengenai pendapat dan usul dari mahasiswa
           dan dosen berkaitan dengan pelayanan pembelajaran baik secara lisan
           maupun tertulis
          Menggali pendapat dan usul dari pengguna khususnya lembaga-
           lembaga pendidikan
       Program Studi Pendidikan Ekonomi-Administrasi Perkantoran merupakan
bagian dari Fakultas dan Universitas, oleh karena itu penjaminan mutu yang
dilakukan pada dasarnya merupakan penjabaran dari kebijakan lembaga
keseluruhan, dalam hubungan ini kebijakan lembaga sangat mendorong untuk
melakukan berbagai upaya peningkatan kualitas pendidikan/pembelajaran di
Program studi.
        Dengan demikian proses penjaminan mutu yang dilakukan oleh Program
Studi pada dasarnya merupakan kesinambungan dari komitmet penjaminan mutu
yang dicanangkan, direncanakan, dan dimonitor oleh tingkatan Fakultas dan
Universitas, disamping penjaminan mutu eksternal yang dilakukan oleh Badan
Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi.
        Dengan upaya penjaminan mutu, dampak yang dihasilkan diharapkan
dapat meningkatkan kemampuan lulusan dan proses pendidikan/pembelajaran.
Sampai saat ini, berdasarkan informasi yang diperoleh dari pengguna belum
menunjukan hasil yang optimal, sehingga upaya tersebut perlu terus
dikembangkan dan ditingkatkan.
        Evaluasi internal untuk penyelenggaraan pendidikan/pembelajaran di
Program Studi dilakukan melalui berbagai langkah, dengan melibatkan Dosen
serta mahasiswa terutama berkaitan dengan pelayanan program studi bagi
pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Berbagai usul yang disampaikan dosen dalam
berbagai kesempatan pada dasarnya merupakan masukan penting untuk perbaikan
disamping hal itu juga menggambarkan bagaimana kondisi dan kinerja Program
studi yang mereka rasakan, demikian juga halnya usulan atau pendapat mahasiswa
yang dapat menjadi masukan untuk perbaikan.
        Disamping itu, Evaluasi oleh Pimpinan Fakultas juga terus dilakukan
terhadap langkah kelembagaan dalam peningkatannya guna mencapai kondisi
yang ideal bagi pelaksanaan proses pembelajaran, mengingat banyak hal-hal yang
memerlukan proses pembelajaran yang aktif dan dinamis, terutama hal-hal yang
berkaitan dengan fasilitas teknologi pembelajaran yang adaptif terhadap
perkembangan, mengingat hal tersebut berkaitan dengan pendanaan yang menjadi
otoritas universitas/Rektorat.
        Evaluasi internal dan evaluasi eksternal (akreditasi) merupakan masukan
dan landasan bagi pengembangan program studi dalam seluruh aktivitas
penyelenggaraan pendidikan. Sampai sekarang ini pemanfaatan hasil evaluasi
belum optimal, meskipun secara bertahap upaya-upaya perbaikan berdasarkan
hasil tersebut terus dilakukan sesuai dengan kapasitas daya dukung sumberdaya
       Guna mewujudkan proses mengajar yang kondusif, Program Studi
Ekonomi-Administrasi Perkantoran Universitas Kuningan melakukan kebijakan
sebagai berikut:
       a.   Diawal semester, setiap dosen diwajibkan membuat SAP sebagai
           persiapan mengajar selama satu semester.
       b. Awal perkuliahan setiap dosen diwajibkan menginformasikan kepada
           mahasiswa tentang: (a) buku sumber wajib yang akan digunakan
           selama satu semester, dan harus dimiliki oelh setiap mahasiswa dan
           (b) buku sumber tambahan yang harus dimiliki atau meminjam di
           perpustakaan.
       c. Setiap dosen diwajibkan membuat tugas pada mahasiswa minimal 2
           tugas yang harus diselesaikan dalam satu semester.
       d. Setiap dosen diwajibkan mernberi penilaian secara transparan.
       e. Setiap dosen wajib memberikan ujian tengah semester dan ujian akhir
           semester
       f. Setiap dosen diwajibkan memberikan mata kuliahnya sesuai dengan
           perkembangan ilmu dan teknologi serta kebutuhan masyarakat.
Sementara itu untuk menjamin Proses belajar yang melibatkan mahasiswa
ditentukan upaya-upaya sebagai berikut.
       a. Belajar dengan menggunakan sarana dan prasarana yang ada,
           penugasan kepada mahasiswa, melakukan studi lapangan untuk
           melakukan pendataan, pengamatan, analisis dan evaluasi peristiwa
           yang ada hubungannya dengan Program Studi Ekonomi-Administrasi
           Perkantoran.
       b. Hasil dari lapangan di buat laporan dan dipersentasikan di depan
           kelas. Belajar mengamati peristiwa dan gejala serta masalah yang
           terjadi di masyarakat pada gilirannya bisa menemukan permasalahan
           penelitian.
       c. Belajar mempraktekan teori dengan peristiwa-peristiwa alam dan
           sosial di masyarakat yang pada gilirannya bisa dipecahkan dengan
           pendekatan ilmiah.
       d. Belajar membuat masalah-masalah ilmiah untuk kegiatan penelitian.
       e. Mampu menyelesaikan tugas secara mandiri baik tugas pribadi
           maupun tugas kelompok.
       Sementara itu hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran diatur
sebagai berikut :
       a. Setiap mahasiswa wajib hadir tepat pada waktunya sesuai dengan
           jadwal yang telah ditentukan. Toleransi kesiangan 10 menit, lebih dari
           10 menit dianggap tidak mengikuti perkuliahan.
       b. Selama berlangsung perkuliahan, mahasiswa diwajibkan untuk
           rnendengarkan, mencatat dan bertabya pada dosen.
       c. Selama purkuliahan berlangsung, nahasiswa tidak diperkenankan
           merokok.
       d. Setiap mahasiswa diwajibkan untuk menandatangani daftar hadir.
       Dalam implementasinya kebijakan tersebut di atas selalu mengacu pada
prinsip perbaikan terus menerus, artinya bahwa bila mana diperlukan maka
perbaikan akan langsung dilakukan dengan memperhatikan berbagai kondisi dan
dukungan sumber daya yang ada.
       Kebijakan mutu yang ditetapkan di atas pada dasarnya bersifat
menyeluruh, namun dalam konteks Program Studi, penjaminan mutu yang akan
dilakukan lebih menitik beratkan pada bidang pembelajaran sesuai dengan peran
Program Studi yang diatur dalam Pedoman Akademik Universitas Kuningan



D. Sasaran Mutu
        Sementara itu untuk penjaminan mutu bidang pembelajaran kemudian
ditetapkan sasaran mutu untuk menjadi dasar bagi palaksanaan pembelajaran,
adapun sasaran mutu yang ditetapkan adalah sbb :
        1. 70% kurikulum berbasiskan kompetensi
        2. Minimal 80% kehadiran Dosen dalam perkuliahan atap muka
        3. Minimal Kehadiran Mahasiswa 80%
        4. 75% mahasiswa lulus dalam Ujian Akhir Mata Kuliah dengan nilai
           minimal B;
        5. 80% dosen mengajar menggunakan media pembelajaran elektronik

Sasaran mutu tersebut merupakan dasar untuk melihat keberhasilan suatu
pelaksanaan penjaminan mutu dalam bidang pembelajaran. Dari sasaran tersebut
dapat diketahui bahwa banyak hal prosedur yang harus dipersiapkan sebagai
dasar untuk melakukan pengendalian agar proses pembelajaran dapat terjamin
kesesuaiannya dengan kebijakan dan sasaran mutu yang telah ditetapkan..
E. Panitia Penjaminan Mutu
         Sementara itu untuk kepentingan pemantuan, program studi membentuk
Penitia Penjaminan Mutu dengan dipimpin oleh Ketua Program Studi, dengan
pelaksananya Sekretaris Program Studi, sedangkan anggotanya adalah semua
Pembimbing Akademik. Ini dimaksudkan untuk lebih mengefektifkan
pelaksanaan penjaminan mutu serta dapat dilakukan respon yang cepat apabila
terjadi sesuatu yang tidak sejalan dengan standar/kebijakan yang telah ditentukan.
         Dalam mekanismenya, Panitia Penjaminan Mutu di tingkat Program Studi
merupakan bagian dari PPM Universitas dan Fakultas, sehingga dalam
mengimplementasikan Kebijakan dan sasaran mutu selalu berkoordinasi dan
melaporkan segala kegiatannya pada PPM di atasnya, sehingga dapat dicapai sutu
kebijakan mutu secara terpadi dalam tataran Fakultas dan Universitas       Adapun
Struktur Panitia Penjaminan Mutu di Program Studi Pendidikan Ekonomi adalah
sebagai berikut :
                                PPM
                            UNIVERSITAS




                                 PPM
                                 FKIP




                             Ketua Penitia
                              (Sekprodi)




                             Ket. pelaksana
                              (Sekprodi)




      Anggota          Anggota           Anggota            Anggota
       (PA)             (PA)              (PA)               (PA)




  Gambar 3.1. Struktur Organisasi Penitia Penjaminan Mutu Prodi PE-AP
Dalam menjalankan tugasnya, Panitia Penjaminan Mutu Program Studi mengacu
pada deskripsi tugas sebagai berikut :
A. Ketua
        Bertanggung jawab atas teraksananya Program Penjaminan Mutu pada
           Program Studi
        Bertanggung jawab atas tercapainya sasaran mutu pada Program Studi
         Bertanggung jawab pada pebinaan terhadap SDM Program Studi
          dalam memahami dan melaksanakan Program Penjaminan Mutu
       Memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan penjaminan mutu
       Melaporkan kegiatan dan pencapaian kebijakan dan sasaran mutu pada
          Panitia Penjaminan Mutu tingkat Fakultas dan Universitas
B. Ketua Pelaksana
       Membantu ketua dalam menjamin terlaksananya penjaminan mutu di
          Program Studi
       Membantu Ketua dalam melaksanakan kebijakan mutu yang telah
          ditetapkan pada tingkat Program Studi
       Mengkodisikan         dan membantu terselenggaranya pelaksanaan
          penjaminan mutu pada tingkat Program Studi
       Mempersiapkan Sumberdaya yang diperlukan dalam pelaksanaan
          penjaminan mutu
       Mengadministratsikan kegiatan penjaminan mutu
       Melaporkan pelaksanaan kinerja mutu yang dilaksanakan pada Ketua
          Panitia Penjaminan Mutu Program Studi.
C. Anggota
       Membantu Ketua Pelaksana dalam keterjaminan pelaksanaan
          penjaminan mutu pada kelas yang menjadi bimbingannya
       Membantu dalam pelaksanaan penjaminan mutu bagi Mahasiswa yang
          menjadi bimbingannya
       Menggali masukan dari mahasiswa dalam merespon kebijakan mutu
          yang dilaksanakan di Program Studi
       Melaporkan kepada Ketua Pelaksanan berkaitan dengan masalah yang
          dihadapi dalam pelaksanaan penjaminan mutu.
Dengan deskripsi sebagaimana dikemukakan di atas, diharapkan proses
penjaminan mutu dapat terkoordinir dan terlaksana dengan baik, sehingga
pencapaian sasaran mutu dapat terwujud
                          BAB IV
               PROSEDUR DAN SISTEM DOKUMEN
                     PENJAMINAN MUTU

        Sistem Dokumen, prosedur, dan Manual Mutu menjelaskan dengan
singkat struktur dokumentasi dan prosedur serta form yang dipergunakan dalam
sistem mutu dan aktivitas yang dilakukan guna menjamin pencapaian sasaran
mutu melalui perencanaan yang efektif, operasional, dan pengendalian proses.
Sistem dokumen prosedur dan manual mutu ini akan bermanfaat bagi
pengendalian kegiatan pembelajaran agar sesuai dengan tujuan yang telah
ditetap. Prosedur dan form-form Dokumen ditetapkan untuk memastikan bahwa
semua dokumen dan data yang mempengaruhi mutu pelayanan dapat dimonitor.
C. Prosedur Peninjauan/Perubahan Kurikulum
        Kurikulum merupakan faktor yang amat penting berkaitan dengan
peningkatn kualitas pembelajaran, oleh karena itu diperlukan upaya untuk selalu
melakukan peninjauan untuk menyesuaikan dengan tuntutan perubahan.
Peninjauan Kurikulum adalah kegiatan untuk mengkaji ulang kurikulum yang
sedang berjalan dengan maksud untuk menetapkan atau merubah kurikulum yang
ada berdasarkan pertimbangan perkembangan ilmu dan tuntutan kebutuhan serta
harapan stakeholder. Adapun prosedur untuk melakukan peninjauan/perubahan
kurikulum adalah sebagai berikut :
        1. Ketua Program Studi bertanggung jawab merencanakan dan
            melaksanakan kegiatan peninjauan kurikulum.
        2. Kegiatan peninjauan ini dapat dilakukan karena adanya tuntutan baru
            baik dari segi keilmuan maupun dari stakeholder, dan langkah ini
            harus dilakukan setelah dilaksanakan evaluasi yang cermat atas
            kurikulum yang ada.
        3. Rencana kegiatan peninjauan kurikulum harus diajukan oleh Ketua
            Ketua Program Studi kepada Rektor atas sepengetahuan Dekan.
        4. Apabila kegiatan peninjauan kurikulum disetujui, maka Ketua Program
            Studi dapat membentuk Tim peninjauan Kurikulum (selanjutnya
            disebut Tim PK) atas persetujuan Dekan.
        5. Ketua Tim PK bertanggung jawab menyelesaikan seluruh proses
            perancangan kurikulum sesuai dengan rencana kegiatan yang telah
            disusun termasuk memberikan laporan akhir kegiatan yang dapat
            diterima sebagai laporan pertanggungjawaban.
        6. Dokumen administrasi dijadikan dokumen catatan mutu yang
            dikendalikan oleh oleh Panitia Penjaminan Mutu di bawah supervisi
            Wakil Dekan I bidang Akademik.
        7. kuurikulum hasil peninjauan diajukan kepada Rektor melalui Dekan
            untuk mendapat penetapan pemberlakuan dalam proses pembelajaran.
D. Instruksi Kerja Pembuatan SAP & Materi
        1. Setiap Dosen yang mengajar harus membuat SILABUS, yang
            dilakukan maksimal 3 bulan sebelum perkuliahan dimulai disetiap
                  awal semester, dan menyusun SAP dan uraian pokok-pokok Materi
                  Kuliah dua minggu sebelum perkiulahan dimulai.
            2.    Program Studi mereview SAP dan materi untuk kemudian ditanda
                  tangani setelah didiskusikan dengan dosen yang bersangkutan.
            3.    Sekretaris Program Studi mengarsipkan master kedalam odner dan
                  memindahkan data dari disket ke hard disk sedangkan untuk berkas
                  pendukung disimpan selama satu semester.
            4.    Sekretris Program Studi melaporkan SAP dan uraian materi yang
                  sudah masuk dalam pengarsipan Program Studi
            5.    Format SAP mengikuti contoh berikut :
                                       SILABUS MATA KULIAH
                        PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI

A Identitas Mata Kuliah
      Dosen Penanggung Jawab                           :
      Kode Dosen                                       :
      Nama Mata Kuliah                                 :
      Kode Mata Kuliah                                 :
     Jumlah SKS                                        :
     Kelompok mata kuliah                             :

B. Deskripsi Mata Kuliah
....................................................................................................................................

C. Tujuan Mata Kuliah
....................................................................................................................................
D. Kompetensi yang diharapkan
....................................................................................................................................

E. Sistem Evaluasi
....................................................................................................................................

F. Daftar Pustaka
....................................................................................................................................

G. Uraian Pokok Bahasan
....................................................................................................................................

                                                                                               Kuningan, ...................
                                                                                                  Dosen mata Kuliah

                                                                                              ......................................
E. Formulir Kesedian Waktu Mengajar
Nama        :
Mata Kuliah :
Semester        :
Kesediaan waktu mengajar (beri tanda silang pada kolom yang diusulkan)
     Waktu                                       Hari
08.00-09.40         Senin     Selasa      Rabu      Kamis      Jumat     Sabtu
10.00-11.40
13.30-15.10
15.40-17.20
                                                        ………………………200..
                                                                       Dosen Ybs
                                                                ………………….
F. Prosedur Penjadwalan Dosen
1. Tujuan : Menjamin bahwa penugasan dosen yang berhubungan dengan
    kegiatan perkuliahan telah memenuhi persyaratan yang ditentukan.
2. Ruang Lingkup : Dosen yang mengajar pada Program Studi Pendidikan
    Ekonomi.
3. Prosedur
       Ketua Program Studi wajib menyusun daftar dosen yang dibina dan
          mata kuliah yang akan diajarkan .
       Setiap semester, penugasan dosen diatur oleh Ketua program Studi
          sesuai kebutuhan kelas dan mata kuliah yang dijadwalkan.
       Dosen yang ditugaskan harus sesuai dengan kualifikasi dosen per mata
          kuliah yang telah ditentukan. Dosen yang ditugaskan untuk mengajar
          dicantumkan dalam jadwal kuliah.
       Jumlah mata kuliah dan SKS setiap dosen dibatasi sesuai dengan
          ketentuan yang berlaku maksimum dua mata kuliah dan 8 SKS, apabila
          terjadi penyimpangan, maka harus mendapat ijin tertulis dari Dekan.
       Selain tugas mengajar, setiap dosen dapat diberi tugas oleh Ketua
          Program Studi untuk kegiatan pengembangan Jurusan.
       Ketua Program Studi wajib melakukan evaluasi atas tugas yang
          diberikan kepada dosen sesuai dengan prosedur evaluasi jasa/kinerja
          dosen
E. Prosedur Persiapan Perkuliahan
1. Tujuan : Menjaminkan bahwa kegiatan perkuliahan telah disiapkan dengan
    baik dan sesuai dengan kebutuhan operasional sehingga kegiatan perkuliahan
    dapat berjalan dengan baik.
2. Ruang Lingkup : Perkuliahan rutin
3. Prosedur
          Sekretaris Program Studi bertanggung jawab atas kegiatan persiapan
              pelaksanaan perkuliahan yang dimulai dari persiapan perkuliahan,
              persiapan buku daftar hadir, dan realisasi Satuan Acara Perkuliahan
              (SAP) dosen.
          (satu) minggu sebelum perkuliahan dimulai Sekretaris Program Studi
              melaporkan status persiapan perkuliahan kepada Dekan.
          Persiapan Perkuliahan
              o Paling lambat 4 minggu sebelum perkuliahan dimulai, Sekretaris
                  Program Studi yang bersumber dari SekProgram Studi
               memberikan data jadwal mengajar sementara per dosen serta
               rekapnya yang bertujuan . Mempersiapkan SAP, dan materi
               perkuliahan yang harus disediakan untuk dibagikan kepada para
               dosen dan sebagai master.
            o Mempersiapkan perlengkapan rapat Persiapan perkuliahan (sesuai
               tabel persiapan perkuliahan), persiapan administrasi perkuliahan
               dan persiapan untuk daftar hadir dan realisasi SAP Dosen.
            o Minimal dua minggu sebelum perkuliahan dimulai, Sekretaris
               Program Studi mengadakan Rapat Persiapan Perkuliahan yang
               dikoordinir pelaksanaannya oleh Ketua Program Studi.
            o Undangan rapat disampaikan kepada para Dosen yang akan
               mengajar melalui telepon atau media lain yang memungkinkan.
            o Agenda Rapat disusun oleh Sekretaris Program Studi dengan
               persetujuan Ketua Program Studi.
            o Selain undangan kepada dosen, yang juga diundang Dekan dan
               Wadek I.
            o Jika berkas untuk dibagikan ke dosen ada yang kurang pada saat
               Rapat, maka Sekretaris Program Studi wajib mendatakan dan
               melaporkan berkas yang kurang pada unit terkait dan kemudian
               membagikan berkas tersebut kepada Dosen pada hari yang
               bersangkutan, ataupun pada hari lain yang dijanjikan.
            o Dosen yang tidak hadir akan dihubungi lewat telepon oleh Staf
               Administrasi Fakultas untuk pemberitahuan pengambilan berkas
               dosen yang bersangkutan.
         Persiapan Buku Daftar Hadir dan Realisasi SAP Dosen
            o Setelah menerima jadwal kuliah sementara dari Sekretaris
               Program Studi, Sekretaris Program Studi menggandakan Formulir
               Daftar Hadir dan Realisasi SAP Dosen untuk dibuat dalam bentuk
               buku per dosen sesuai dengan jumlah kelas dan sks mengajar
               dosen yang ada dalam data jadwal kuliah sementara.
            o Paling lambat 3 (tiga) hari sebelum perkuliahan minggu pertama,
               Sekretaris Program Studi akan mencetak daftar hadir mahasiswa
               per hari per kelas.
F. Prosedur Perkuliahan Rutin
1. Tujuan : Menjaminkan bahwa kegiatanper kuliahan berjalan dengan baik dan
   sesuai dengan rencana.
2. Ketentuan/prosedur
       Sekretaris Program Studi bertanggung jawab atas seluruh kegiatan
          pelaksanaan perkuliahan yang terdiri atas perkuliahan rutin,
          penanganan dosen berhalangan hadir dan kuliah pengganti.
       Laporan Pelaksanaan Perkuliahan disampaikan Sekretaris Program
          Studi kepada Dekan/Wadek I melalui Laporan Bulanan.
       Perkuliahan Rutin.
       Kegiatan perkuliahan dilaksanakan sesuai dengan jadwal kuliah
          semester yang telah ditentukan. Perubahan jadwal kuliah harus dengan
          sepengetahuan/persetujuan Ketua Program Studi/Ketua Program Studi
            Sebelum perkuliahan berjalan, setiap shiftnya, petugas absensi dan
             pengendalian wajib mempersiapkan daftar hadir mahasiswa dan buku
             daftar hadir, realisasi SAP, materi kuliah, dan spidol untuk dosen yang
             akan mengajar dan disusun di atas meja counter pengendalian dosen.
          Setiap kali mengajar, dosen akan mengambil daftar hadir mahasiswa,
             buku daftar hadir dan realisasi SAP, materi kuliah per pertemuan, dan
             spidol yang telah disediakan. Setelah selesai mengajar, dosen diminta
             untuk mengembalikan ke tempat semula.
          Kegiatan perkuliahan di dalam kelas menjadi tanggung jawab dosen
             pengajar dan monitoring pelaksanaanya dilakukan melalui kegiatan
             verifikasi jasa dosen.
          Pengisian daftar hadir mahasiswa tidak dapat dilakukan lagi jika daftar
             hadir telah diserahkan oleh dosen kepada petugas pengendalian dosen.
3.   Penanganan Dosen Berhalangan Hadir dan Kuliah Pengganti
          Apabila dosen berhalangan hadir dan memberitahukan ke Biro
             Perkuliahan secara lisan ataupun tertulis, petugas akan mencatat
             pemberitahuan tersebut.
          Bagi dosen yang berhalangan hadir dapat menggantikan sendiri kelas
             yang dibatalkan dan menentukan jadwal kuliah pengganti setelah
             disepakati bersama antara dosen dan mahasiswa kelas yang
             bersangkutan.
          Untuk kuliah pengganti, bagian pengendalian ruang akan menentukan
             ruang kelas pengganti yang dapat digunakan oleh dosen, dan
             menyiapkan pengumuman kuliah pengganti.
          Petugas dapat menawarkan kepada dosen untuk dicarikan dosen
             pengganti yang mengajar mata kuliah yang sama pada semester
             tersebut ataupun dosen lain yang memenuhi kualifikasi yang berlaku
             dengan sepengetahuan Ketua Program Studi Pembina Mata Kuliah.
          Bagi dosen yang terlambat atau tidak hadir dan tanpa pemberitahuan,
             akan ditunggu sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Apabila sampai
             batas waktu yang ditentukan belum ada kabar, maka kelas akan
             dibatalkan sesaxai dengan instruksi kerja terkait.
          Bagi dosen yang tidak hadir berturut-turut untuk kelas yang sama,
             petugas akan melaporkan kepada Ketua Program Studi Pembina Mata
             Kuliah untuk ditindak lanjuti.
G.    Prosedur Persiapan & Pelaksanaan Ujian Teori
1.   Tujuan : Menjaminkan bahwa ujian telah disiapkan dengan baik dan sesuai
     dengan kebutuhan operasional sehingga kegiatan ujian dapat berjalan dengan
     baik.
2.   Prosedur
    Umum
      Sekretaris Program Studi bertanggung jawab atas seluruh kegiatan
        persiapan dan pelaksanaan ujian yang terdiri atas penyusunan jadwal ujian,
        persiapan administrasi ujian dan pelaksanaan ujian teori.
      1(satu) minggu sebelum pelaksanaan ujian, Sekretaris Program Studi
        melaporkan status persiapan pelaksanaan ujian ke Kaprodi
    Penyusunan Jadwal Ujian.
      Sekretaris Program Studi rnembuat jadwal ujian berdasarkan hari, tanggal,
       semester dan mata kuliah. Jadwal ujian dan batas maksimum waktu ujian
       dikirim ke Ketua Program Studi untuk dikoreksi atau disetujui.
     Sekretaris Program Studi menggandakan jadwal ujian dan dikirim ke Ketua
       Program Studi,
     Setelah selesai penjadwalan, Sekretaris Program Studi melaporkan hasil
       proses penjadwalan ujian kepada Ketua Pogram Studi.
     Sekretaris Program Studi mendistribusikan jadwal mengawas ujian kepada
       Dosen yang terkait.
    Persiapan Soal Ujian.
      Setelah mendapatkan jadwal ujian dari Sekretaris Program Studi, Ketua
        Program Studi/Program Studi mengadakan rapat pembuatan soal bersama
        dengan dosen yang mengajar sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
      Agenda rapat berisi pembahasan tentang bentuk dan jumlah soal untuk
        dijadikan kesepakatan dalam penyusunan soal.
      Soal yang telah dikumpulkan, diverifikasi terlebih dulu oleh Ketua
        Program Studi/Program Studi pembina mata kuliah.
      (dua) minggu sebelum hari pertama ujian berlangsung, Ketua Program
        Studi/Program Studi pembina mata kuliah sudah harus mengirimkan soal
        kepada bagian penggandaan dengan mencantumkan keterangan soal yang
        lengkap. Laporan Soal yang terlambat masuk, dibuat oleh kajur untuk di
        distribusikan ke Dekan.
    Persiapan Administrasi Ujian
         (dua) minggu sebelum ujian berlangsung, Sekretaris Program Studi
         menyiapkan formulir danberkas yang diperlukan untuk persiapan ujian
         sesuai instruksi kerja terkait.
        Sehari sebelum ujian dilaksanakan Sekretaris Program Studi harus
         melakukan pemeriksaan kesiapan administrasi ujian, jika ada
         ketidaksiapan yang berhubungan dengan fasilitas akan dilaporkan kepada
         pengelola gedung dan jika terjadi ketidaksiapan dalam hal soal ujian, akan
         dilaporkan kepada Ketua Program Studi terkait.
        Laporan lengkap persiapan ujian dikirim oleh 5.4.2. kepada
         Kajur/KaProgram Studi dan Dekan.
    Pelaksanaan Ujian
      Paling lambat 1(satu) hari sebelum ujian, Sekretaris Program Studi
        menerima jadwal ujian, jadwal dosen pengawas untuk ditempelkan pada
        papan pengumuman di ruang dosen.
      Soal ujian beserta berkas jawaban diterima oleh dosen pengawas oleh
        Sekretaris Program Studi dari bagian penggandaan dalam keadaan tertutup
        sesuai jadwal ujian yang ada.
      Jika masih ada dosen pengawas ujian yang belum datang, petugas piket
        harus mengkonfirmasikan kehadiran dosen pengawas dan mencari
        penggantinya apabila dosen pengawas tidak datang.
      Petugas piket menyusun berkas ujian dan berkas lain yang harus diisi oleh
        pengawas ujian sesuai Instruksi Kerja
       Jika ada ralat soal, harus diumumkan dan diusahakan paling lambat 30
        menit setelah ujian berlangsung kepada peserta ujian sesuai Instruksi Kerja
        Piket Ujian.
      Ralat soal harus berasal dari dosen yang mengajar mata kuliah yang
        bersangkutan pada semester berjalan, atau dari Ketua Program Studi
        terkait. Ralat soal diserahkan kepada dosen yang mengajar mata kuliah
        tersebut pada saat penyerahan lembar jawaban ujian. Master ralat soal
        diarsipkan olehbiro perkuliahan dan diserahkan kepada Ketua Program
        Studi setelah ujian berlangsung.
      Jika ada mahasiswa yang melakukan kecurangan, setelah selesai ujian,
        dosen pengawas menyerahkan berkas ujian dan berita acara kepada
        Sekretaris Program Studi untuk kemudian diarsipkan dan dilaporkan ke
        Jurusan. Sanksi akademik untuk mahasiswa yang melakukan kecurangan
        diberikan sesuai dengan tata tertib ujian yang berlaku.
      Semua berkas ujian yang telah dilaksanakan dikumpulkan oleh dosen
        pengawas dan diserahkan kepada dosen yang bersangkutan (jika dosen
        tersebut hadir) dengan memberikan tanda terima. Berkas ujian bagi dosen
        yang tidak hadir pada saat ujian, diserahkan oleh piket kepada Sekretaris
        Program Studi untuk diserahkan kepada dosen yang datang mengambil di
        luar jadwal ujian mata kuliah yang bersangkutan.
        Satu salinan berita acara, daftar hadir mahasiswa diserahkan kepada
        Sekretaris Program Studi untuk monitoring nilai dan laporan kehadiran
        dosen pengawas dikirimkan kepada bagian honor untuk pengolahan honor
        dosen mengawas ujian.
      Pada akhir periode ujian, Sekretaris Program Studi melaporkan hasil
        proses pelaksanaan ujian kepada Dekan dan Kajur/KaProgram Studi.
H. Instruksi Kerja Piket/Pengawas Ujian
1. Hadir di Ruang Dosen 30 (tiga puluh) menit sebelum ujian berlangsung.
    Siapkan berkas ujian yaitu
     Daftar Hadir Mahasiswa rangkap 2 (dua), perhatikan jika ada Daftar Hadir
       untuk ujian pindah shift, ujian negara, ujian khusus dll., agar tidak
       ketinggalan.
     2 (dua) lembar Berita Acara Ujian.
     1(satu) lembar Daftar Ketidakhadiran Mahasiswa.
     Amplop Berkas Karya Ujian.
     Ambil Soal Ujian di ruang Program Studi.
     Letakkan kunci ruangan di atas berkas ujian sesuai ruang ujian yang
       dijadwalkan.
     Periksa kelengkapan kehadiran dosen pengawas di masing-masing ruangan
       ujian dan cari dosen pengawas pengganti jika ada dosen pengawas yang
       tidak hadir.
     Bunyikan bel 5 (lima) menit sebelum ujian dimulai sebagai tanda bahwa
       pengawas harus menuju ke ruangan ujian.
     Jika ada ralat soal ujian, umumkan melalui sound system.
     Setelah 35 menit ujian berlangsung, keliling ke ruang ujian untuk
       mengambil berkas ujian yang telah diisi dosen pengawas ujian.
      Catat ke Buku Dosen Pengawas yang berhalangan hadir.
      Kumpulkan berkas jawaban ujian dari dosen pengawas ujian.
I.   Prosedur Pengolahan Nilai
1.    Tujuan : Memastikan adanya pengendalian dan verifikasi kegiatan
     penerimaan, pengolahan Nilai dari dosen untuk menjamin bahwa persyaratan
     yang ditentukan telah dipenuhi setelah melakukan proses perkuliahan.
2.    Ruang Lingkup : Penerimaan Nilai dari Dosen baik berupa Nilai Tugas,
     Nilai Pertengahan Semester ataupun Nilai Akhir Semester yang berlaku.
3.    Umum
         Sekretaris Program Studi bertangungjawab atas pengolahan nilai
            mahasiswa yang terdiri dari penerimaan nilai dari dosen, monitoring
            dan proses nilai, dan proses perhitungan grade nilai mahasiswa dan
            evaluasi.
         Setiap Bulan selama periode pengolahan nilai, Sekretaris Program
            Studi melaporkan hasil kegiatan pengolahan nilai kepada Ketua
            Program Studi


4. Penerimaan Nilai dari Dosen
       Sekretaris Program Studi bertanggung jawab untuk melakukan
         pencetakan blanko Nilai Tugas maksimal (tiga) minggu setelah
         perkuliahan dimulai pada setiap semesternya. Blanko Nilai tersebut,
         didistribusikan ke dosen.
       Sekretaris Program Studi menerima rekap Nilai Tugas, Mid Semester
         ataupun Nilai Akhir Semester yang telah berisi data nilai dari Dosen,
         kemudian memeriksa kelengkapan data nilai yang tercetak di rekap
         nilai dan memberikan tanda terima.
       Jika rekap nilai yang telah berisi nilai tidak diterima sesuai dengan
         jadwal di atas, maka Sekretaris Program Studi melaporkannya ke
         Ketua Program Studi/Program Studi Pembina untuk ditindak lanjuti.
       Apabila kegiatan penilaian di atas harus dialihkan ke dosen lain maka
         Sekretaris Program Studi melakukan koordinasi dengan Ketua
         Program Studi Pembina Mata kuliah dalam menentukan dosen mana
         yang akan dipilih.
       Sekretaris Program Studi melaporkan ke Dekan serta ke Ketua
         Program Studi Pembina Mata Kuliah tentang realisasi pengembalian
         nilai dari dosen, keterlambatan nilai, rekap keterlambatan nilai dan
         ketepatan memasukan nilai.
       Dekan melakukan analisis dari laporan yang diberikan untuk
         melakukan tindakan perbaikan dan pencegahan.

5. Monitoring dan Proses Nilai
      Sekretaris Program Studi bertanggungjawab atas seluruh perencanaan
         serta kegiatan monitoring dan proses nilai dari dosen.       Setelah
         menerima nilai dari Dosen, Sekretaris Program Studi melakukan
         koordinasi dengan Ketua Program Studi atas penilaian yang diberikan.
          Jika    terjadi     ketidak    sesuaian  Ketua     Program     Studi
          mengkoordinasikannya dengan Ketua Program Studi Pembina Mata
          Kuliah untuk menentukan tindakan perbaikan apa yang harus
          dilakukan.
       Setelah Nilai dari Dosen diverifikasi oleh Ketua Program Studi ma-
          sing-masing, Sekretaris Program Studi melakukan pencetakan daftar
          mata kuliah yang akan di umumkan kepada mahasiswa.
J. Prosedur Evaluasi Kinerja/Jasa Dosen.
   1. Tujuan : Melakukan evaluasi terhadap kinerja para dosen dalam hal
      pengajaran kepada mahasiswa.
   2. Prosedur
       Bahan evaluasi jasa dosen sekurang-kurangnya terdiri dari
                 o Penilaian mahasiswa pada proses belajar mengajar di dalam
                      kelas (bobot 50%).
                 o Kehadiran dosen dalam memberikan kuliah (bobot 20%).
                 o Ketepatan penyerahan nilai (bobot 20%).
                 o Kehadiran rapat (bobot 10%).
       Untuk penilaian mahasiswa pada proses belajar mengajar di dalam
         kelas, evaluasi dilakukan dengan menyebar Kuesioner Proses Belajar
         Mengajar sekali setiap semester yang jadwalnya diatur oleh Fakultas
         atas usulan Kaprodi. Pengumpulan data dilakukan oleh Sekretaris Prodi
         dan pengolahan data kuisioner dilakukan oleh Fakultas.
       Untuk Penilaian kehadiran dosen dalam memberikan kuliah harian,
         informasi diperoleh dari Sekretasis Program Studi. Penilaian itu dila-
         porkan setiap bulan kepada Ketua Program Studi
       jika dosen tidak hadir 3 (tiga) kali berurutan untuk kelas yang sama
         tanpa pemberitahuan, dosen yang bersangkutan akan ditegur dan
         diharuskan dapat mengganti dengan waktu lain.
       Untuk penilaian ketepatan penyerahan nilai, data dan informasi
         diperoleh Sekprodi setiap minggu sejak ujian dimulai. Tindak lanjut
         atas keterlambatan merupakan tanggung jawab Kaprodi setelah
         berkonsultasi dengan Dekanat/Wadek 1.
       Informasi tentang kehadiran rapat dosen diperoleh dari Sekretaris
         Program Studi.
       Evaluasi jasa dosen dikeluarkan oleh Staf Fakultas dan dilaporkan
         kepada Ketua Program Studi terkait untuk dievaluasi dan ditin-
         daklanjuti paling lambat 2 minggu setelah seluruh nilai kuesioner
         dibagikan.
       Evaluasi jasa dosen secara keseluruhan diolah oleh Staf Fakultas dan
         dilaporkan kepada Kaprodi. Tindak lanjut terhadap laporan evaluasi
         jasa dosen yang dilakuan oleh Kaprodi, diverifikasi oleh Dekan
         Fakultas yang bersangkutan dan hasilnya dilaporkan oleh Dekan kepada
         Rektor.
K. Kuesioner Proses Belajar Mengajar
Dimohon kesediaan Saudara untuk mengisi kuesioner ini dengan baik guna
pengembangan dan perbaikan proses belajar-mengajar di Program Studi
Pendidikan Ekonomi
 Pilihlah jawaban yang Saudara anggap paling sesuai dengan cara memberi
tanda silang (X) pada huruf yang Saudara pilih. Peran Saudara atas pengisian
kuesioner ini sangat berarti.
Nomor Dosen ................................................................................................
Nama Dosen        ................................................................................................
Kode Mata Kuliah ............................................................................................
1. Apakah waktu pelaksanaan perkuliahan telah digunakan secara penuh dalam
     proses belajar-mengajar di kelas ?
                      a. Tidak
                      b. Kurang
                      c. Cukup
                      d. d. Sangat
2. Selama belajar di kelas ini, apakah anda merasakan terciptanya suasana kelas
    yang mendukung terjadinya proses belajar-mengajar ?
                      a. Tidak
                      b. Kurang
                      c. Cukup
                      d. Sangat
3. Apakah anda diberi kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi selama kuliah
    berlangsung ?
                      a. Tidak
                      b. Kurang
                      c. Cukup
                      d. Sangat
4. Apakah materi yang disampaikan selama ini sudah sesuai dengan target yang
    direncanakan ?
                      a. Tidak sesuai
                      b. Kurang sesuai
                      c. Cukup sesuai
                      d. Sesuai
5. Apakah anda dapat mengerti dan mencerna materi kuliah yang disampaikan?
                      a. Tidak
                      b. Kurang
                      c. Cukup
                      d. Sangat
6. Apakah anda mendapatkan contoh-contoh yang cukup bervariasi di dalam
    kelas, sehingga Saudara dapat lebih cepat menangkap apa yang diajarkan ?
                       a. Tidak
                       b. Kurang
                       c. Cukup
                       d. Sangat
7. Apakah anda pernah menyelesaikan tugas/test/quiz pada kelas ini, untuk
     meningkatkan pemahaman atas materi yang disampaikan ?
                     a. Tidak pernah
                     b. Pernah 1 kali
                     c. Sering (2-3x)
                     d. Setiap kali (> 3x)
     Berikan saran/masukan anda:
L. Prosedur Penanganan Keluhan & Ketidaksesuaian
1. Tujuan : Memastikan kekurangan dan ketidaksesuaian yang terjadi pada
    proses secara keseluruhan dan keluhan stakeholder dapat diatasi dan dicegah
    untuk tidak terulang kembali.
2. Ruang Lingkup : Program Studi Pendidikan Ekonomi
3. Umum
Ketidaksesuaian dapat ditemukan dalam kegiatan Inspeksi dan Pengujian yang
dilakukan terhadap proses, hasil proses dan jasa yang diterima atau masukan
dari mahasiswa/dosen ataupun personil dalam lingkungan Program Studi
Pendidikan Ekonomi.
o Ketidaksesuaian dalam Perkuliahan, Penelitian, Pengabdian dan Pelayanan.
        Apabila ditemukan ketidaksesuaian, dalam kegiatan Inspeksi dan
          Pengujian yang dilakukan terhadap perkuliahan, penelitian, dan
          pengabdian serta pelayanan, maka Penanggung Jawab Pemeriksaan
          bersama-sama dengan Penanggung Jawab Penyelenggaraan Kegiatan
          Perkuliahan/Penelitan/Pengabdian memutuskan langkah-langkah
          penanganan yang diperlukan berupa
        diterima apa adanya, bila diyakini ketidaksesuaian tersebut tidak akan
          mengurangi mutu penyelenggaraan Perkuliahan/ Penelitian/
          Pengabdian.
        memperbaiki keadaan yang tidak sesuai tersebut dan melakukan usaha
          perbaikan/pencegahan yang berkaitan dengan ketidaksesuaian
          tersebut.
        Apabila harus diambil langkah-langkah perbaikan oleh bagian lain
          diluar tanggung jawab pemeriksa, maka Penanggung jawab
          Pemeriksaan mencatat ketidaksesuaian yang terjadi dalam Permintaan
          Tindakan Perbaikan dan Pencegahan. Setelah diisi, Permintaan
          Tindakan Perbaikan dan Pecegahan diserahkan kepada PPM untuk
          diserahkan kepada bagian yang bertanggung jawab atas
          ketidaksesuaian tersebut.
        Hasil review yang berupa penjelasan dan atau cara penanganan/
          TindakanPerbaikan/Pencegahan/Tanggapan           untuk      mengatasi
          ketidaksesuaian tersebut dicatat oleh tim review dalam formulir
          Permintaan Tindakan Perbaikan dan Pencegahan.
        Hasil review juga harus menentukan personel penanggung jawab
          penanganan ketidaksesuaian dan batas waktu penanganannya.
        Personel penanggung jawab melakukan tindak lanjut atas
          ketidaksesuaian yang terjadi, berdasarkan cara penanganan dan jangka
          waktu yang telah disepakati dalam review tersebut di atas.
        Semua tindak lanjut yang dilakukan untuk menangani ketidaksesuaian
          yang terjadi harus diverifikasi dengan menggunakan kriteria Inspeksi
         dan Pengujian semula. PPM bersama-sama dengan Penanggung Jawab
         Pemeriksaan melakukan verifikasi dan mencatat hasilnya dalam
         Permintaan Tindakan Perbaikan dan Pencegahan.
       Setiap tahap penanganan ketidaksesuaian yang dicatat dalam formulir
         Permintaan Tindakan Perbaikan dan Pencegahan juga akan dicatat
         oleh Dekan dalam Registrasi Ketidaksesuaian. Catatan ini
         memungkinkan pemantauan telah selesai tidaknya penanganan
         ketidaksesuaian yang timbul oleh PPM.
       Untuk kasus ketidaksesuaian yang tidak teratasi dengan cara
         penanganan yang ditentukan sebelumnya, maka dilakukan
         pengulangan prosedur untuk mencoba mengatasi masalah tersebut
         dengan cara penanganan yang lain.
o Masukan dari Stakeholder
      o Masukan dari stakeholder dapat berupa ketidaksesuaian keluhan,
          saran, ataupun pertanyaan. Masukan-masukan tersebut dapat di
          sampaikan langsung ke bagian-bagian terkait seperti PPM, Biro
          Layanan, Sekretaris Program Studi maupun Pejabat Akademis
          (Dekan, Kajur).
      o Unit yang menerima keluhan berkewajiban untuk mencatat dan
          melakukan tindakan perbaikan dan pencegahan kecuali keluhan
          tersebut tidak dapat diselesaikan sendiri maka dilaporkan ke PPM
          yang akan ditindaklanjuti sesuai dengan point 5.2.
      o bertanggung jawab menampung semua keluhan dari stakeholder.
M. Prosedur Pelatihan Dosen
   1. Tujuan         : Pelatihan Dosen merupakan hal yang penting dalam
      meningkatkan kompetensi dosen dalam bidang pembelajaran, perosedur
      pelatihan dosen dimaksudkan untuk menjamin bahwa pelatihan bagi
      dosen telah dilaksanakan dan memenuhi persyaratan yang ditentukan,
      dan sesuai dengan kebutuhan Program Studi.
   2. Ruang Lingkup : Dosen tetap dan dosen paruh waktu di seluruh program
      studi pada Program Studi Pendidikan Ekonomi.
       Pelatihan/Seminar/Lokakarya
                Untuk mengembangkan wawasan pengetahuan dosen tetap
                 dalam bidang studinya dan/atau bidang studi lain yang
                 termasuk penelitian, penulisan jurnal dan penulisan bahan ajar
                 serta keterampilan dalam mengajar sehingga perlu
                 mengadakan pelatihan/seminar/lokakarya bagi dosen Institusi
                 di kampus ataupun mengirimkan dosen tetap untuk mengikuti
                 pelatihan /seminar/ lokakarya di luar kampus.
                Program Studi/Jurusan/Fakultas dapat mengadakan pelatihan
                 /seminar/ lokakarya untuk para dosen tetap dan tidak tetap
                 yang berada di bawah binaannya baik secara internal maupun
                 eksternal, sesuai dengan rencana anggaran dan kegiatan
                 Program Studi terkait yang telah disetujui oleh Wadek 2 dan
                 Biro Keuangan serta Rektor cq. Warek 2.
   Bagi dosen tetap yang didaftarkan untuk mengikuti seminar
    eksternal, wajib membuat laporan tertulis tentang pela-
    tihan/seminar juga termasuik biaya keuangan yang digunakan
    untuk mengikuti pelatihan/ seminar/ lokakarya yang
    diikutinya kepada Ketua Program Studi atau Dekan yang di-
    teruskan kepada Biro Keuangan melalui Wadek 2, dan
    menyerahkan satu berkas copy bahan seminar kepada Jurusan
    untuk diarsipkan. Dekan bisa meminta agar Program Studi
    melakukan kegiatan seminar bagi dosen/staf lainnya.
   Ketua Prodi dan Sekretaris Program Studi yang menyeleng-
    garakan pelatihan/ seminar lokakarya baik di dalam kampus
    ataupun di luar kampus harus membuat Laporan tentang
    penyelenggaraan kegiatan termasuk data keuangan kepada
    Dekan untuk diteruskan kepada Biro Keuangan.
                                 BAB V
                               PENUTUP

         Penerapan penjaminan mutu pada dasarnya berarti melakukan perubahan
paradigma penyelenggaraan pendidikan yang memerlukan kerja keras dan
komitmen kuat dari pimpinan. Keinginan untuk melakukan perubahan tidaklah
mudah terutama bagi perguruan tinggi yang sudah merasa mapan. Dengan
demikian, diperlukan komitmen tinggi dari pimpinan puncak untuk
melaksanakan program penjaminan mutu.
         Komitmen ini kemudian harus diikuti oleh segenap staf dengan
membentuk sebuah tim/komite yang bertugas mempersiapkan proses penja-
minan mutu. Panitia/tm ini diberi tugas untuk membantu memantau pelaksanaan
penjaminan mutu. Apabila penjaminan mutu telah berhasil dilaksanakan maka
peningkatan mutu bukan lagi menjadi permintaan dari pucuk pimpinan
melainkan dari setiap unit/biro, atau individu dalam Lembaga.
         Melakukan penjaminan mutu di setiap perguruan tinggi akan mengalami
berbagai tantangan. Tantangan tersebut berbeda antara satu institusi dengan
institusi yang lain. Tantangan tersebut bisa bersifat internal maupun eksternal.
Tantangan yang internal mencakup penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan
Tinggi, komponen biaya yang diperlukan dalam penyelenggaraan penjaminan
mutu, Sumberdaya yang sangat terbatas dan sistem informasi yang belum
kondusif bagi terselenggaranya penjaminan mutu yang efektif dan efisien. Semua
ini jelas memerlukan langkah kreatif untuk mengatasinya.
         Sementara itu tantangan eksternal adalah berkaitan dengan bagaimana
Perguruan Tinggi dapat menghadapi perkembangan di dunia industri sehingga
lulusan yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan tersebut, serta tuntutan
stakeholder yang makin meningkat akan kualitas. Dalam konteks ini maka
penjaminan mutu di Program Studi Pendidikan Ekonomi masih memerlukan
perjalanan panjang untuk sampai-benar-benar terwujud, namun sebagai langkah
awal upaya untuk menjadikan mutu sebagai wacana nampaknya patut disambut
gembira, dan dari kondisi ini diharapkan dapat menjadi gerakan mutu yang
memberi inspirasi pada seluruh civitas academica untuk mendukung dan
melaksanakan kerjanya dalam kerangka mutu.
                          DAFTAR PUSTAKA


Arcaro, Jerome S. (2005). Pendidikan berbasis Mutu, terj. Yosal Iriantara,
       Pustaka Pelajar, Yogyakarta
Ariani, Dorothea Wahyu (2003). Manajemen Kualitas, Pendekatan sisi Kualitatif,
        Ghalia Indonesia, Jakarta
Ditjen Dikti Depdiknas (2003) Pedoman Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi,
       Jakarta.
Hedwig, Rinda. Gerardus Polla (2006). Model Sistem Penjaminan Mutu, Graha
      Ilmu, Jakarta
Joseph dan Susan Berk (1995) Total Quality Management, Implementing
      continous Improvement. .. S. Abdul Majeed & Co Malayasia
Sallis, Edward. (2006), Total Quality Management in Education, terj. Ahmad Ali
        Riyadi. IRCiSod, Yogyakarta
Schuler. Randall S. and Drew L Harris. (1992). Managing Quality, The Primer
       For Middle Managers, Addison Wesley Publishing House, New York
Spanbauer, Stanley J. (1992) A Quality System for Education, ASQC Quality
      Press, Wisconsin.
Syafaruddin. (2002). Manajemen Mutu Terpadu dalam Pendidikan, Grasindo,
       Jakarta
Tjiptono, Fandy. Anastasia Diana (2003) Total Quality Management, Andi
       Yogyakarta

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:353
posted:6/22/2011
language:Indonesian
pages:43
Description: Hubungan Layanan Informasi Studi Lanjut, Nilai Ujian Nasional Dengan Minat Melanjutkan Sekolah document sample