Penerapan pembiayaan murabahah

Document Sample
Penerapan pembiayaan murabahah Powered By Docstoc
					Penerapan pembiayaan murabahah

Sistem pembiayaan murabahah merupakan suatu kerangka dari prosedur-prosedur yang

saling berhubungan yang telah disusun dengan skema pembiayan yang menyeluruh.

Untuk menghasilkan informasi pembiayaan, khususnya pembiayaan murabahah dengan

cepat, tepat dan akurat,s erta dapat dipertanggung jawabkan maka diperlukan kerjasama

yang baik disetiap unit yang berhubungan dengan pembiayaan umumnya dan pembiayaan

murabahah khususnya.

Bank syariah mandiri cabang mataram menyediakan fasilitas murabahah berupa

pembiayaan produktif dan konsumtif kepada nasabah. Jenis pembiayan produktif untuk

menambah modal kerja sedangkan pembiayaan konsumtif untuk pembelian yang bersifat

konsumtif seperti pembelian rumah, kendaraan, pemilikan ruko dan sebagainya.

Pada transaksi murabahah marketing officer dan calon nasabah melakukan negosiasi

untuk melakukan jual beli barang meliputi jenis barang kualifikasi barang, harga barang

serta cara pembayarannya. Marketing officer menghubungi supplier barang yang akan

dibeli bersepakat untuk melakukan pembelian barang yang sesuai permintaan nasabah.

Setelah ada kesepakatan antara bank dengan nasabah, bank dan supplier lalu dilakukan

transaksi. Selain itu ada cara lain yang dapat dilakukan oleh pihak bank dalam transaksi

murabahah. Nasabah untuk dana atas nama bank (berdasarkan kuasa bank kepada

nasabah) dapat membeli barang langsung kepada supplier sesuai permintaan nasabah.

Selanjutnya penyerahan barang dilakukan langsung dari supplier kepada nasabah, namun

transaksi yang dilakukan langsung antara nasabah dan supplier seperti ini merupakan

pembiayaan yang nilainya relative kecil.
Jangka waktu yang diberikan oleh bank syariah mandiri untuk cicilan sampai 15 tahun

besarnya nisbah yang ditetapkan untuk pembiayaan murabahah adalah 12% sampai

dengan 14% per tahun. Pembiayaan murabahah yang dilakukan oleh bank syariah

mandiri cabang mataram meminta nasabah menyetor uang muak sebasar 20% sambi 30

% yang menjadi bagian dari pelunasan dalam pembiayaan murabahah.

Bank juga menilai jaminan minimum 125% dari plafon pinjaman yang biasanya

berbentuk akta tanah, bangunan, BPKB, deposito dan sebagainya. Agunan nasabah yang

djaminkan dapat pula berupan barang murabahah yang di pesan/beli dalam transaksi

antara pihak bank dan nasabah sesuai akad. Jaminan ini akan disimpan oleh disimpan

oleh unit control intern. Penilaian jaminan berdasarkan harga pasar yang ditentukan atas

informasi yang bersasal dari pemerintah, masyarakat maupun lembaga penilaian jaminan.

Nasabah yang menunda pembayaran sampai batas waktu yang ditentukan akan mendapat

denda atas keterlambatan pembayaran. Jika nasabah pailit tidak mampu membayar, bank

syariah manadiri memberi masa tenggang waktu sesuai kesepakatan dan melakukan

langkah-langkah sesuai restrukturasi. Dan jika nasabah masih tidak mampu membayar

maka bank akan menarik kembali barang yang telah dibiayai. Barang tersebut akan dijual

kepada pihak ketiga sesuai harga pasar. Kelebihan maupun kekurangann pembiayaan atas

penjualan barang atau jaminan itu akan diberikan kepada nasabah. Bila nasabah tidak

mengalami kesulitan dana dan mempercepat proses pembayaran angsuran tiap bulan,

maka nasabah akan diberi discount/ potongan oleh bank syariah mandiri.

Dalam hal pengakuan pendapatan margin yang diperoleh bank menggunakan dasar cash

basic yang besarnya jumlah pendapatan margin diakui proporsional dengan besaran kas

yang berhasil ditagih dari piutang nasabah. Artinya bahwa pendapatan dari transaksi
murabahah ini baru dapat diukur dan dakui setelah nasbah memenuhi angsuran kewajiban

sesuai dengan akad yang disepakati pada transaksi murabahah ini yang menjadi

pendapatan bank tidak hanya dari keuntungan (margin) atas barang yang dijual tetapi

juga dari jasa (fee based income) dan biaya administrasi yang diwajibkan oleh bank.

Biaya-biaya yang dikenakan kepada nasabah berkaitan dengan pembaiyaan murabahah

antara lain: biaya administrasi, biaya materai, biaya pengikat jaminan, biaya asuransi

jaminan yang harus dibayar terlebih dahulu tanpa mengurangi dari jumlah pencairan

pembiayaan. Yang artinya semua jaminan harus dibayar oleh nasabah secara cash atau

tunai.

Prosedur pembiayaan murabahah

Adapun prosedur pembiayaan murabahah yang dilakukan oleh bank syariah mandiri

cabang mataram secara garis besar terdapat kesesuaian denga prosedur yang dimiliki

bank syariah mandiri kantor cabang lainnya. Dalam hal ini nasabah yang ingin

memperoleh pembiayaan maka harus menempuh langkah-langkah yang diawali dengan

pengajuan usulan pembiayaan sampai pada proses untuk mendapatkan persetujuan

hingga pencarairan pembiayaan. Prosedur tersebut antara lain:

Prosedur aplikasi pembiayaan murabahah

Prosdeur yang mengawali langkah calon nasabah untuk memperoleh persetujuan

pembiayaan. Langkah tersebut antara lain:

Calon nasabah mengajukan permohonan pembiayaan yang dibuat langsung oleh calon

nasabah disertakan dengan dokumen-dokumen yang diperluakn sebagai syarat

permohonan pembiayaan yang disertakan kepada marketing officer. Dokumen-dokumen

yang dimaksud adalah:
a. pembiayaan konsumtif

   untuk pegawai (karyawan swasta/PNS/ABRI)

   kartu identitas calon nasabah dan istri: KTP

   kartu keluarga

   Surat nikah

   Slip Gaji Terakhir

   Surat Referensi dari kantor temapt bekerja/SK pengangkatan untuk pegawai

   negeri sipil (PNS)

   Salinan rekening 3 bulan terakhir

   Data Jaminan

b. pembiayaan produktif

   untuk pengusaha perorangan

   legalitas usaha

   kartu identitas usaha calon nasabah

   kartu keluarga dan surat nikah

   laporan keuangan

   salinan trekening bank 3 bulan terakhir

   data jaminan

   untuk badan usaha

   legalitas usaha

   kartu identitas pengurus

   data jaminan

   laporan keuangan 2 bulan terakhir
salinan rekening bank 3 bulan terakhir.

Proposal yang disampaikan calon nasabah dinilai oleh marketing officer. Dalam

penilaian layak tidaknya suatu pembiayaan disalurkan maka dilakukan pengilaian

pembiayaan. Penilaian awal (prescreening) dengan memperhatikan pasar sasaran

yakni jenis usaha atau barang yang dilarang dibiayai, jenis usaha yang perlu

dihindari, daftar kredit macet di bank Indonesia ( BI checking), daftar hitam bank

Indonesia dan daftar hitam bank syariah mandiri. Setelah analisis tersebut

dinyatakan layak maka marketing officer melakukan analisis lebih lanjut.

Marketing officer malekukan interview awal dengan calon nasabah utnuk

memperoleh informasi mengenai calon nasabah,penyelidikan tentang tujuan

penggunaan pembiayaan, kunjungan ke lokasi jaminan calon nasabah untuk

mengetahui kebenarannya dan menilai jaminan, penilaian atas legalitas usaha dan

untuk mengetahui gambaran umum mengenai kemampuan keuangan calon

nasabah.

Menganalisis pembiayaan murabahah oleh bank dapat dilakukan dengan berbagai

cara untuk mendapatkan keyakinan tentang nasabahnya, seperti dengan ukuran

yang ditetapkan sudah menjai standar penilaian setiap bank. Biasanya kreteria

penilaian yang dilakukan oleh bank Syariah mandiri cabang mataram               untuk

menilai kelayakan nasabah yang patut/ layak mendapat kan pembiayaan maka

dilakukan analaisis 5C ( character, capacity, capital, condition, collateral)

Character
Analisi ini merupaka analisis pribadi calon nasabah yang hendak mendapatkan

pembiyaan, seperti gaya hidup, sifat, kebiasaan individu             yang dapat

mempengaruhi kewajibannya kelak.

Capacity

Analisis ini berjutjuan untuk mengukur tingkat kemampuan calon nasabah dalam

mengelola pembiayaan yang diberikan. Hal-hal yang perlu diperhatikan

Aspek manajemen

Aspek menajemen adalah kemampuan mengelola perusahaan antara lain

kemamupuan untuk menetapkan visi, misi dan strategi dalam berusaha,

mentejemahkan visi, misinya dalam sasaran yang hendak ingin dicapai dengan

merumuskan strategi secara efektif dan efisien serta melakukan evaluasi.

Aspek produksi

Disini perlu untuk diperhatikan bahwa bank syariah mandiri melakukan analisis

ini bertujuan untuk mengetahi kemampuan permohonan untuk berproduksi/

berdagang serta berkesinambungan.

Aspek pemasaran

Tujuan analisis ini bank syariah mandiri cabang mataram dapat menilai

kemampuan calon nasabahnya dalam memasarkan produksinya. Hal-hal yang

perlu diperhatiak anrara lain: data penjualan masa lalu, tingkat persaingan, angka

proyeksi pemasaran pada masa yang akan datang meliputi peerencanaan dan

strategi pemasaran yang akan dilakukan.

Aspek personalia
Bank menganalisis aspek ini untuk dapat menilai kemampuan perusahaan

perusahaan yang dimiliki calon nasabah (perusahaan) dari segi kuantitas maupun

kualitas tenaga kerja yang dimilikinya dalam mendukung aktivitas perusahaan

dan kemampuan perusahaan memelihara hubungan baik antara tenaga kerja

dengan perusahaan.

Aspek keuangan

Analisis aspek ini bertujuan untuk menilai kemampuan perusahaan mengelola

dana dan membayar dimasa yang akan datang. Dalam aspek ini terkait dengan

laporan keuangan nasabah untuk dianalisis dengan menggunakan analisis yang

secara umum diterapkan oleh standar perbankan secara umum.

capital

Analisis ini Bank syariah juga akan menilai modal berasal dari mana, dan untuk

usaha seberapa besar digunakan secara efektif dan efisien untuk menunjang

pembayaran pembiayaan kelak, sehingga bank akan mengukur kemampuan usaha

calon nasabah untuk mendukung pembiayaan modalnya sediri, semakin besar

kemampuan modal berarti semakin besar porsi pembiayaan yang didukung oleh

modal sendiri.

Colletaral

Setiap pemberian pembiayaan harus disertakan jaminan fisik yang jumlah dan

nilainya harus dapat menjamin besarnya pembiayaan yang disetujui, bank syraiah

mandiri meminta calon nasabah untuk dapat memberikan jaminan yang nilainya

minimal 125% dari jumlah pembiayaan untuk dapat menkover pembiayaan jika

kelak dikemudaian hari nasabah tidak dapat membayar kewajibannya. Sehingga
bank melakukan penilaian jaminan atas dasar bahwa jaminan tersebut dapat

menjai alat pengaman atas pembiayaan yagn diberikan.

Setlah memperoleh keyakinan atas keabsahan dokumen dari hasil penyelidikan

dan wawancara maka langkah selanjutnya adalah memberikan keputusan,

menerima   atau   menolak   pembiayaan    tersebut.    Persetujuan   pembiayaan

merupakan sarana pengendalian resiko, sasrapan pengendalian proses manajemen

pembiayaan, cermin kemampuan pengelola pembiayaan, dan hasil akhirnya

memperlihatkan kualitas pembiayaan secara keseluruhan. Bila telah dianggap

layak menerima pembiayaan maka persetujuan pembiayaan dberikan oelh

marketing officer yang dituangkan dalam NAP (nota analisis pembiayaan).

Selanjutnya nota analisis pembiayaan akan diajukan oleh marketing officer

kepada komite pembiayaan dalam hal ini manajer marketing dan pimpinan cabang

untuk meminta persetujuan pembiayaan. Jika pimpinan cabang menyetujui

pembiyaan tersebtu maka akan dinyatakan dalam surat keputusan pembiayaan

(SKP) yang telah dibuat oleh Adminstrasi pembiayaan.

Prosedur realisasi pembiayaan murabahah

Realisasi pembiayaan murabahah adalah prose pencarian dana atas permohonan

pembiayaan yang talah disetujui pimpinan cabang. NAP, SKP dan dokumen

lainnya akan diserahkan kepada administrasi pembiayaan untuk selanjutnya

dibuatkan SP3 (Surat Penegasan Pengajuan Pembiayaan) dan didudukkan dalam

perjanjian akad pembiayaan persetuja untuk menempatkan dana dan modal bank

pada aktiva yang beresiko. Dalam persetujuan pembiayaan ini harus
mencerminkan suatu pernyataan bahwa nasabah yang disetujui adalah nasabah

yang layak menerima pembiayaan.

Tahap selanjutnya adalah pencairan pembiayaan. Dana yang diberikan sesuai

dengan jumlah yang disetujui dalam akad perjanjian pembiayaan murabahah yang

akan langsung ditransfer ke dalam rekening yang ada di bank syariah mandiri

cabang mataram.

Prosedur pembiayaan dan monitoring pembiayaan murabahah

Prosedur inmi meliputi informasi yang diperoleh marketing officer khusunya dan

unit-unit yang terkait lainnya, yang mencakup pemeriksaan jumlah saldo

pemenuhan kewajiban nasabah. Secara periodic marketing officer menghubungi

nasabah untuk mengingatkan nasabah akan kewajibannya dan untuk pembiayaan

produktif marketing officer melakukan kunjungan ke lokasi usaha yang biasanya

dilakuakn minimal 3 bulan sekali.monitoring yang dilakukan oleh marketing

officer meliputi pemantauan langsung ke tempat usaha pemeriksaan laporan

keuangan maupun perkembangan nilai jaminannya.

Setiap bulan nasabah harus memberikan laporan keuangan atau catatan

pembukuan kepada marketing officer untuk mengetahui perkembangan usaha

yang dibiayai berdasarkan data-data yang diperoleh dari riwayat pembayaran

nasabah dan data-data yang ada dalam file pembiayaan. Apabila dalam evaluasi

tersebut terdapat indikasi adanya masalah dalam pelaksanaan kegiatan nasabah,

maka marketing officer melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait

lainnya, dan mengusulkan tindakan-tindakan yang dapat diambil untuk

mengetahui dan memecahkan masalah.
       Dalam melakukan penutupan pembiayaan murabahah nasabah haruslah melunasi

       seluruh pembiayaan yang telah disepakati, kemudian marketing officer

       melakukan pemeriksaan melalui data yang ada pada computer untuk melihat

       kebenaran, apakah nasabah telah benar-benar melunasi sejumlah pembiayaan.

       Jika nasabah telah melunasi pembiayaan maka administrasi pembiayaan akan

       membyuat pelunasan yang harus disetujui oelh Pimpinan Cabang. Bila pimpinan

       cabang telah menyetujui surat pelunasan tersebut maka ia akan memberikan

       perintah kepada Unit control Intern untuk mengeluarkan jaminan nasabah.



Dari hasil penelitian bahwa pembiayaan murabahah yang dilakukan oleh bank syariah

mandiri cabang mataram secara umum telah sesuai dengan PSAK No. 102 Kesesuaian

penerapan pembiayaan murabahah yang terkait dengan PSAK No. 102 antaral lain:

Bank syariah mandiri cabang mataram dalam melakukan pembiayaan murabahah

bertindak sebagai penjual dengan menyatakan harga jual dan keuntungan yang disepakati

antara bank dan nasabah. Hal ini sesuai dengan akuntansi murabahah yang menyatakan

bahwa dalam system pembiayaan transaksi murabahah bank bertindak sebagai penjual

dan nasabah bertindak sebagai pembeli atas barang dan dinilai sebesar harga jual

ditambah keuntungan. (PSAK No.102 Akuntansi Murabahah, Paragraf 06)

Bank Syariah Mandiri Cabang Medan Meminta Nasabah untuk membayar uang muka

sebesar 20% hingga 30 %yang akan menjadi pelunasan pembiayaan. Dalam prakteknya

bank syariah mandiri cabang mataram tidak akan membebankan nasabah untuk

membayar uang muka sebelum transaksi tersebut benar-benar terjadi, dan pembayaran
uang muka bank syariah mandiri menekankan kepada nasabah untuk membayar secara

tunai/cash. Hal ini sesuai dengan akuntansi murabahah yang menyatakan bahwa bank

dapat meminta uang muka kepada nasabah yang merupakan bagian dari pelunasan

pembiayaan dan harus mengembalikan uang muka bila nasabah tidak jadi melakukan

pembiayaan (PSAK No.102 Akuntansi Murabahah, Paragraf 14)

Bank syariah mandiri cabang mataram mngakui keuntungan murabahah (margin

murabahah) secara proporsional dengan bersaran kas yang berhasil ditagih dari piutang

murabahah. Hal ini sesuai dengan akuntansi murabahah yang menyatakan bahwa

keuntungan diakui pada saat penyerahan asset murabahah atau secara proposional dengan

besaran kas yang berhasil ditagih dari piutang murabahah. (PSAK No.102 Akuntansi

Murabahah, Paragraf )

Pada praktek perbankan, bank menerima pesanan dari pembeli nasabah sesuai criteria

nasabah, dan mengingat bank bukan sebagai pedagang barang maka bank dalam praktek

transaksi murabahah dilakukan dengan cara nasabah dan untuk atas nama bank

(berdsarkan atas nama bank kepada nasabah) membali barang langsung kepada supplier

dengan spesifikasi yang telah disepakati antara nasabah dengan bank. Nasabah tersebut

bertindak untuk dan atas nama bank, maka pembayaran tersebut dikuasakan kepada

nasabah untuk membayar kepda supplier. Selanjutnya penyerahan barang dilakukan

langsung dari supplier kepada nasabah. Dalam hal ini nasabah bertindak untuk dan atas

nama bank.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1512
posted:6/20/2011
language:Indonesian
pages:11