Docstoc

Akuntansi untuk produk piutang murabahah

Document Sample
Akuntansi untuk produk piutang murabahah Powered By Docstoc
					            AKUNTANSI UNTUK PRODUK PIUTANG MURABAHAH


A. PENGERTIAN
       Murabahah adalah transaksi penjualan barang dengan menyatakan harga
perolehan dan keuntungan (margin) yang disepakati oleh penjual dan pembeli. Dalam
murabahah bank dapat bertindak sebagai penjual dan pembeli. Sebagai penjual apabila
bank syariah menjual barang kepada nasabah, sedangkan sebagai pembeli bank syariah
membeli barang kepada supplier untuk dijual kepada nasabah.


B. PERHITUNGAN MARGIN MURABAHAH.
       Dalam perhitungan menentukan keuntungan murabahah ada beberapa cara yakni
sebagai berikut:
a) Bank menentukan keuntungan dari jumlah dana yang dipinjam nasabah untuk
   membeli barang ke bank tersebut sebesar yang disepakati ke dua belah pihak.
   Rumus harga jual (cara pertama)
   Harga jual = harga pokok aktiva / jumlah pembiayaan + (markup/laba x n tahun)
b) Atas dasar dana yang dipinjam oleh nasabah bank syariah menerapkan keuntungan
   misalnya 20%, kemudiah jika dibayar satu atau dua tahun maka untuk menstabilkan
   daya beli uang tersebut bank syariah dapat menambah sejumlah dua kali infalsi yang
   akan datang. Misalnya diperkirakan inflasi 5% pertahunmaka faktor stabilizer daya
   beli untuk dua tahun sama dengan 2 x 5% = 10% selam dua tahun nasabah
   mengangsur peokok pinjaman ditambah dengan keuntungan dan inflasi.
   Rumus harga jual (cara kedua)
   Harga jual = harga pokok aktiva murabahah/ jumlah pembiayaan + (inflasi x n)
                   tahun+ markup/ laba sekali.
c) Dalam menentukan harga jual bank, bank dapat menerapkan metode penetapan harga
   jual berdasarkan cost plus markup. Dengan metoade cost plus, harga jual dapat
   dihitung dengan rumus sbb:
   Rumus harga jual (cara ketiga)
   Harga jual = harga pokok aktiva murabahah / jumlah pembiayaan + cost recovery +
                   markup/laba sekali.
   Cost recovey adalah bagian dari estimasi biaya operasi bank syariah yang dibebankan
   kepada harga pokok aktiva murabahah/ pembiayaan.
   Rumus perhitungan cost recovery
   Cost recovery = (harga pokok aktiva murabahah atau pembiayaan/ estimasi total
                    pembiayaan) x estimasi biaya operasi 1 tahun.
   Markup/ laba ditentukan sekian persen dari harga pokok aktiva murabahah/
   pembiayaan, misalnya 10%. Untuk menghitung margin murabahah (cost recovery +
   markup)/ harga pokok aktiva murabahah (pembiayaan)


C. AKUNTANSI MURABAHAH; BANK SEBAGAI PENJUAL PENGAKUAN,
   PENGUKURAN, PENYAJIAN
       Pengakuan dan pengukuran murabahah telah diatur oleh PSAK no 59(2002)
sebagai berikut:
a) Pada saat perolehan, aktiva yang diperoleh dengan tujuan untuk dijual kembali dalam
   murabahah di akuti sebagai aktiva murabahah sebesar harga perolehan.
b) Pengukuran murabahah setelah perolehan sebagai berikut:
1. Aktiva tersedia untuk dijual dalam murabahah pesanan mengikat.
    dinilai sebesar harga perolehan, dan
    jika terjadi penurunan nilai aktiva karena usang, rusak, atau kondisi laininya,
       penurunan nilai diakui sebagai beban dan mengurangi nilai aktiva.
2. Apabila dalam murabahah tanpa pesanan atau murabahah pesanan tidak mengikat
   terdapat indikasi kuat pembeli batal melakukan transaksi maka aktiva murabahah:
    Dinilai berdasarkan biaya perolehan atau nilai bersih yang dapat direalisasikan,
       mana yang lebih rendah, dan
    Jika nilai bersih yang dapat direalisasikan lebih rendah dari biaya perolehan maka
       selisihnya diakui sebagai kerugian.
    Potongan pembeli dari pemasok diakui sebagai pengurang biaya perolehan aktiva
       murabahah.
    Pada saat akad piutang murabahah di akui sebasar biaya perolehan aktiva
       murabahah ditambah keuntungan yang disepakati. Pada akhir periode, laporan
   keuangan piutang murabahah dinilai sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi,
   yaitu saldo piutang dikurangi penyisihan kerugian piutang.
 Apabila akad murabahah lebih dari satu periode akuntansi maka pada akhir
   periode bank syariah akan mengakui penyisihan kerugian piutang.
 Keuntungan murabahah yang diakui adalah
   a. Pada saat terjadinya, apabila akad berakhir pada periode laporan keuangan
      yang sama.
   b. Selama periode akad secara proporsional, apabila akad melampui satu periode
      laporan keuangan.
 Potongan pelunasan diakui dengan menggunakan salah satu metode yaitu sebagai
   berikut:
   a. Jika potongan pelunasan diberikan pada saat penyelesaian, bank akan
      mengurangi piutang murabahah dan keuntungan murabahah akan dicatat.
   b. Jika potongan pelunasan diberikan setelah penyelesaian, bank terlebih dahulu
      menerima pelunasan piutang murabahah dari nasabah, kemudian bank akan
      membayar potongan pelunasan kepada nasabah dengan mengurangi
      keuntungan murabahah.
 Denda dikenakan apabila nasabah lalai dalam melakukan kewajibannya sesuai
   dengan akad. Pada saat diterijma denda diakui sebagai bagian dana sosial dan
   pada saat penerimaan denda bank syariah akan mengakui sebagai adanya
   penambahan sumber dana sosial (al-qardhul hasan)
 Urbun (uang muka
   Pengakuan dan pengukuran urbur adalah sebagai berikut:
   Urbun diakui sebagai uang muka pembelian sebesar jumlah yang diterima oleh
   bank pada saat diterima. Pada saat barang jadi dibeli oleh nasabah maka urbun
   diakui sebagai pembayaran piutang. Jika barang batal dibeli oleh nasabah maka
   urbun dikembalikan kepada nasabah setelah diperhitungkan dengan biaya-biaya
   yang telah dikeluarkan bank.
D. PERLAKUAN AKUNTANSI (PSAK 02)
Akuntansi untuk penjual
1. Pada saat perolehan asset murbahah diakui sebagai persediaan sebesar biaya
   perolehan.
       Dr. asset murabahah xxx
                Cr. Kas/asset non kas xxx
2. Untuk murabahah pesanan mengikat pengukuran asset murabahah setelah perolehan
   adalah dinilai sebesar biaya perolehan dan jika terjadi penurunan nilai asset karena
   usang, rusak, atau kondisi lainnya sebelum di serahkan ke nasabah, penurunan nilai
   tersebut di akui sebagai beban dan mengurangi nilai asset. Jika penurunan nilai untuk
   murabahah pesanan mengikat, maka jurnalnya:
       Dr. Beban       xxx
                Cr. Asset murabahah xxx
3. Untuk murabahah tanpa pesanan atau murabahah pesanan tidak mengikat maka asset
   dinilai berdasarkan biaya perolehan atau nilai bersih yang dapat direalisasi, dan
   dipilih mana yang lebih rendah. Apabila nilai bersih yang dapat direalisasi lebih
   rendah dari biaya perolehan, maka selisihnya diakui sebagai kerugian.
4. Jika terjadi penurunan nilai untuk murabahah pesanan tidak mengikat, maka jurnal:
       Dr. kerugian xxx
                Cr. Asset murabahah xxx

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:500
posted:6/20/2011
language:Indonesian
pages:4