PEMBAHASAN ONTOLOGI (FILSAFAT ILMU)

					PEMBAHASAN ONTOLOGI
   (FILSAFAT ILMU)
2.1 Pengertian Ontologi

• Istilah “Ontologi” berasal dari kata Yunani “Onta” yang berarti
  sesuatu yang sungguh-sungguh ada, kenyataan yang
  sesungguhnya dan “Logos” yang berarti studi yang membahas
  sesuatu. Jadi Ontologi adalah studi yang membahas sesuatu
  yang ada.
• Berikut beberara pengertian Ontologi :

  Ontologi dalam definisi Aristoteles
• Yaitu pembahasan tentang hal ada sebagai hal ada (hal
  ada sebagai demikian) mengalami perubahan yang
  dalam, sehubungan dengan objeknya
2.2 Objek Ontologi

Objek ontologi ada 2:
1. Objek material
         Ontologi adalah yang ada, artinya segala-galanya meliputi
yang ada sebagai wujud konkret dan abstrak, indrawi maupun
tidak indrawi.
2. Objek formal
         Ontologi adalah memberikan dasar yang paling umum
tiap masalah yang menyangkut manusia, dunia dan tuhan. Titik
tolak dan dasar ontologi adalah refleksi terhadap kenyataan yang
opaling dekat yaitu manusia sendiri dan dunianya.
2.3 Manfaat Ontologi

Ontologi memiliki manfaat, diantaranya :
   • Sebagai refleksi kritis atas objek atau bidang, konsep-
     konsep, asumsi-asumsi dan postulat-postulat ilmu.
   • Membantu ilmu untuk menyusun suatu pandangan
     dunia yang integral, komprehensif dan koheren.
   • Membantu memberikan masukan informasi untuk
     mengatasi permasalahan yang tidak mampu
     dipecahkan oleh ilmu-ilmu khusus.
Ontologi Dalam Filsafat Ilmu

        Ontologi dalam Filsafat ilmu adalah studi/pengkajian
mengenai sifat dasar ilmu yang sifat dasar itu menentukan arti,
struktur dan prinsip ilmu.
1. Struktur Ilmu
Ontologi Dalam Struktur Ilmu, Posisi dan Peran Pentingnya
            Sebagaimana telah di sampaikan di atas mengenai pengertian Ontologi dalam
Filsafat ilmu bahwa ontologi adalah studi/pengkajian mengenai sifat dasar ilmu yang sifat
dasar itu menentukan arti, struktur dan prinsip ilmu.
            Ontologi menempati posisi yang penting karena menempati posisi landasan
yang terdasar dari fondasi ilmu dimana disitulah terletak “undang-undang dasarnya”
dunia ilmu. Kelompok kami mengajukan sebuah penyimpulan yang merupakan
penyederhanaan dari pembahasan para ahli sebelumnya yaitu bahwa fenomena ilmu
adalah bagaikan fenomena gunung es di tengah lautan, dimana yang nampak oleh panca
indera kita hanyalah sebuah kerucut biasa yang tidak begitu besar namun jika kita selami
ke dalamnya maka akan tampak fenomena lain yang luar biasa dimana ternyata kerucut
yang terlihat biasa itu merupakan puncak dari sebuah dari sebuah gunung yang dasarnya
jauh berada di dalam lautan.
            dunia ilmu yang terlihat oleh kita dan yang ada dalam benak kita ternyata
hanyalah permukaan ( terapan ) saja dari sebuah dunia yang begitu luas yaitu dunia
Paradigma atau dunia landasan ilmu.

				
DOCUMENT INFO
Description: PEMBAHASAN ONTOLOGI (FILSAFAT ILMU)