Docstoc

PTK AKUNTANSI MAS

Document Sample
PTK AKUNTANSI MAS Powered By Docstoc
					PENGGUNAAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING
  AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN
     PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA
        KELAS XI IPS SMA N 1 BOYOLALI
              (Penelitian Tindakan Kelas)




                      SKRIPSI


                        Oleh :
             ARDHIANI PURWANDARI
                      K 7406003




     FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
           UNIVERSITAS SEBELAS MARET
                    SURAKARTA
                        2010
PENGGUNAAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING
     AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN
         PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA
             KELAS XI IPS SMA N 1 BOYOLALI
                  TAHUN AJARAN 2009/2010
                     (Penelitian Tindakan Kelas)




                               Oleh :
                    ARDHIANI PURWANDARI
                             K 7406003


                               Skripsi
Ditulis dan diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan mendapatkan
     gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi
            Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi
             Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial


        FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
                 UNIVERSITAS SEBELAS MARET
                           SURAKARTA
                                2010
                        HALAMAN PERSETUJUAN


       Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan di hadapan Tim Penguji
Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret
Surakarta.




                            Persetujuan Pembimbing,


    Pembimbing I                                      Pembimbing II




Prof. Dr. Siswandari, M. Stats.                  Drs. Wahyu Adi, M. Pd.
NIP 19590201 198503 2 002                        NIP 19630520 198903 1 005
                                  PENGESAHAN


         Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan Tim Penguji Skripsi Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta dan diterima
untuk memenuhi persyaratan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan.


                                                 Pada hari          :
                                                 Tanggal            :


Tim Penguji Skripsi:
Nama Terang                                             Tanda Tangan
Ketua           : Drs. Sudiyanto, M. Pd.                .......................


Sekretaris      : Sri Sumaryati, S. Pd., M. Pd.                                   .......................


Anggota I       : Prof. Dr. Siswandari, M. Stats        ........................


Anggota II      : Drs. Wahyu Adi, M. Pd.                                          .......................




Disahkan oleh
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sebelas Maret
Dekan,




Prof. Dr. M. Furqon Hidayatullah, M.Pd
NIP. 19600727 198702 1 001




                                            iv
                                 PENGESAHAN


        Skripsi ini telah direvisi berdasarkan anjuran Tim Penguji Skripsi Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta dan diterima
untuk memenuhi persyaratan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan.




Tim Penguji Skripsi:
Nama Terang                                         Tanda Tangan
Ketua          : Drs. Sudiyanto, M. Pd.             .......................


Sekretaris     : Sri Sumaryati, S. Pd., M. Pd.                                .......................


Anggota I      : Prof. Dr. Siswandari, M. Stats     ........................


Anggota II     : Drs. Wahyu Adi, M. Pd.                                        .......................




                                           v
                                    ABSTRAK


Ardhiani Purwandari. K 7406003. PENGGUNAAN PENDEKATAN
CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN
PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI KELAS XI IPS 1 SMA N 1 BOYOLALI.
Skripsi. Surakarta. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas
Maret Surakarta, Juni 2010.
        Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Pendekatan
Contextual Teaching and Learning (CTL)dalam upaya peningkatan prestasi belajar
akuntansi kelas XI IPS 1 SMA N 1 Boyolali Tahun Pelajaran 2009/20109, dengan subyek
siswa berjumlah 41 siswa.
       Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas
(classroom action research) dengan menggunakan strategi siklus. Obyek
penelitian pada penelitian tindakan ini adalah berbagai kegiatan yang terjadi di
dalam kelas selama berlangsungnya proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan
dengan kolaborasi antara peneliti, guru kelas dan melibatkan partisipasi siswa. Sumber
data yang digunakan dalam penelitian tindakan ini antara lain informan, tempat
atau lokasi, peristiwa, dokumen dan arsip. Teknik pengumpulan data dilakukan
dengan observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Prosedur penelitian meliputi
tahap: (1) identifikasi masalah, (2) persiapan, (3) penyusunan rencana tindakan,
(4) implementasi tindakan, (5) pengamatan, dan (6) penyusunan laporan. Proses
penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari
empat tahap, yaitu: (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3)
observasi dan interpretasi, dan (4) analisis dan refleksi. Setiap siklus dilaksanakan
dalam 4 dan 3 kali pertemuan, alokasi waktu masing-masing pertemuan 8 x 45
menit dan 6 x 45 menit.
        Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa
terdapat peningkatan prestasi belajar melalui penggunaan pendekatan Contextual
Teaching and Learning (CTL). Hal tersebut terefleksi dari beberapa indikator
sebagai berikut: (1) Keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran menunjukkan
peningkatan dari 64 % atau 20 siswa menjadi 81 % atau 29 siswa. (2) Selama
diskusi berlangsung, siswa yang aktif sebanyak 17 siswa pada siklus I sedangkan
pada siklus II sebanyak 30 siswa, (3) Dalam ketelitian dan ketepatan
menyelesaikan soal pada siklus I terdapat 26 siswa, pada siklus II terdapat 33
siswa. (4) Adanya peningkatan pencapaian hasil belajar siswa dari rata-rata kelas
74.04 menjadi 81.20, dan peningkatan hasil evaluasi setiap siswa meningkat10%
tiap siklusnya. Peningkatan tersebut terjadi setelah guru melakukan beberapa upaya,
antara lain: (1) Penggunaan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL), (2)
Guru membuat Rencana Pembelajaran terlebih dahulu sebelum mengajar sehingga
kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung terarah dan terprogram, (3) Guru
memberikan motivasi kepada siswa dalam mengikuti pelajaran Akuntansi, (4)
Guru melakukan evaluasi setelah pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan prestasi
belajar berikutnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan
pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan prestasi
belajar akuntansi baik dari segi keaktifan maupun hasil belajar.


                                          vi
                                   ABSTRACT

Ardhiani Purwandari. K 7406003. APPLICATION OF CONTEXTUAL
TEACHING AND LEARNING (CTL) APPROACH TO INCREASE
ACCOUNTING LEARNING ACHIEVEMENT IN GRADE OF XI IPS 1 OF
SMA NEGERI 1 BOYOLALI YEAR OF 2009/2010. Thesis. Surakarta.
Teacher Training and Education Faculty. Sebelas Maret University, Mei 2010.
            The aim of this research is to find out the effect of Contextual
Teaching and Learning approach to increase accounting learning quality in grade
of XI IPS 1 of SMA Negeri 1 Boyolali year of 2009/2010.
            This research used classroom action research approach by using
cycling strategy. The subject research is the XI grade of IPS 1 of SMA Negeri 1
boyolali which is 41 student. The object research in this action research is the
activities which is happening in the class during the learning process. This
research is done by collaborating between researcher, teacher class by involving
student partisipation. The source of data used in this action research are informan,
place or location, document, and file. The technique of collecting is done by
observing, interviewing, testing, and documenting. The research procedure
include stage of: (1) problem identification, (2) preparation, (3) arranging the
action plan, (4) action implementation, (5) observation, and (6) report arranging.
The process of this research is done in to cycles, which consist of four stage, they
are: (1) planning action, (2) doing action, (3) observation and interpretation, and
(4) analysis and reflection. Each cycle is done in 4 and 3 times meeting, with time
allocation of each meeting is 8 x 45 minutes and 6 x 45 minutes.
            According to the research which had been done before , it can be
conclude that there is the increasing of accounting learning quality (process and
yield as well) through the application of Contextual Teaching and Learning
approach. It is reflected in some indicators : (1) student‟s activation in learning
process, student which show that they are active is 64% or 20 student in cycle I
while in cycle II 81% or 29 student, (2) student‟s activation in disscusing process,
student which show that they are active is 17 student in cycle I while in cycle II 30
student (3) in carefulness and accuracy in solving the problem in cycle I there are
26 student, in cycle II there are 33 student, (4) the existence of increasing the
student‟s achievement 10% for each cycles, from mean value class 74.04 in cycle
I to 81.20 in cycle II. That increation happens after the teacher did some attempt,
they are: (1) the application of contextual teaching and learning approach, (2) the
teacher makes learning plan before teaches so that the learning activity can be
directed and programmed, (3) teacher give motivate for students in learning
process, (4) the teacher makes evaluation after it can be concluded that with the
implementation of contextual teaching and learning approach can improve the
quality of accounting learning both from the process and achievement side.




                                            vii
                                   MOTTO

”Lingkungan adalah ilmu yang sangat beharga, karena dari situ kita dapat belajar
                             yang sesungguhnya”
                                   (Penulis)




                                       viii
           PERSEMBAHAN




Skripsi ini penulis persembahkan sebagai wujud rasa sayang,
cinta kasih penulis dan terima kasih penulis kepada :
    Bangsa dan Negara Indonesia
    Guru-Guru Indonesia
    Almamater UNS.




                  ix
                             KATA PENGANTAR


       Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
karunia rancangannya yang sempurna sehingga skipsi ini dapat diselesaikan
dengan baik oleh penulis untuk memenuhi sebagian persyaratan untuk
mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan.
       Hambatan dan kesulitan yang penulis hadapi dalam menyelesaikan
penulisan skipsi ini dapat diatasi berkat bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu,
atas segala bentuk bantuannya penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Prof. Dr. M. Furqon Hidayatullah, M.Pd., selaku Dekan Fakultas Keguruan
   dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.
2. Drs. Saiful Bachri, M.Pd., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan
   Sosial yang telah memberikan ijin penulisan skripsi ini.
3. Drs. Sutaryadi, M. Pd., selaku Ketua Prodi Pendidikan Ekonomi yang telah
   memberika ijin penulisan skripsi ini.
4. Drs. Wahyu Adi, M.Pd., selaku Ketua Bidang Keahlian Khusus Pendidikan
   Akuntansi yang telah memberikan bimbingan, pengarahan dengan bijaksana.
5. Dra. Sri Witurachmi, M. M., selaku Pembimbing Akademik yang telah
   memberikan banyak doa dan bimbingan serta semangat.
6. Prof. Dr. Siswandari, M. Stat., selaku pembimbing I yang telah memberikan
   banyak sekali motivasi, ilmu dan arahan dengan penuh kesabaran.
7. Drs. Wahyu Adi, M. Pd., selaku pembimbing II yang telah memberikan
   dorongan, semangat dan bimbingan dengan baik.
8. Hardiman, SH, MH., selaku kepala Sekolah SMA N 1 Boyolali terimakasih
   atas ijin dan kemudahan bagi penulis dalam pelaksanakan penelitian.
9. Drs. Soeparno, selaku guru akuntansi SMA N 1 Boyolali yang telah banyak
   membantu penulis dalam penelitian ini. Terimakasih untuk bantuan waktu
   tenaga serta pikiran dan juga doa yang selalu diberikan kepada Penulis.
10. Siswa Kelas XI IPS 1SMA N 1 Boyolali terimakasih atas kerjasamanya dalam
   penelitian yang penulis lakukan.




                                        x
11. Ibu, Ayah, Adik dan segenap keluarga yang ada di Boyolali terima kasih atas
   segenap dukungan dan Do‟anya.
12. Sahabatku Isna, Wulan, Titik, Yanie, Septi, Wahyuni yang senantiasa
   menemaniku dan memberiku semangat.
13. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah
   membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.


       Penulis menyadari dalam penulisan skripsi ini masih banyak kekurangan,
namun penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada
umumnya dan perkembangan ilmu pengetahuan pada khususnya.




                                                  Surakarta,           2010




                                                          Penulis




                                    xi
                                               DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL .....................................................................................            i
HALAMAN PENGAJUAN ..........................................................................                   ii
HALAMAN PERSETUJUAN .....................................................................                     iii
HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................                    iv
HALAMAN REVISI ....................................................................................           v
HALAMAN ABSTRAK ...............................................................................               vi
HALAMAN ABSTRACT ............................................................................               vii
HALAMAN MOTTO ................................................................................... viii
HALAMAN PERSEMBAHAN ...................................................................                       ix
KATA PENGANTAR ....................................................................................            x
DAFTAR ISI .................................................................................................. xi
DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... xv
DAFTAR TABEL ......................................................................................... xvi
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................ xvii
BAB I       PENDAHULUAN ........................................................................... 1
             A. Latar Belakang Masalah ............................................................. 1
             B. Identifikasi Masalah ................................................................... 6
             C. Pembatasan Masalah ................................................................... 7
             D. Perumusan Masalah ..................................................................... 7
             E. Tujuan Penelitian ........................................................................ 7
             F. Manfaat Penelitian ...................................................................... 8
BAB II. LANDASAN TEORI ...................................................................... 9
             A. Tinjauan Pustaka ........................................................................ 9
                  1. Hakikat Pendidikan ................................................................ 8
                       a. Pengertian Pendidikan ...................................................... 8
                       b. Tujuan Pendidikan .......................................................... 9
                  2. Hakikat Pembelajaran.............................................................. 10
                      a. Pengertian Pembelajaran ................................................... 11
                      b. Teori-teori Pembelajaran .................................................... 12


                                                            xii
                  c. Ciri-ciri Pembelajaran ........................................................ 14
              3. Hakikat Prestasi Belajar Akuntansi ........................................ 15
                  a. Hakikat Belajar .................................................................. 15
                  b. Hakikat Prestasi Belajar ..................................................... 15
                  c. Hakikat Mata Pelajaran Akuntansi ..................................... 17
         4. Hakikat Contextual Teaching and Learning (CTL) ...................... 18
                  a. Pengertian Pembelajaran Kontekstual ................................. 18
                  b. Asas-asas Pembelajaran Kontekstual .................................. 19
                  c. Karakteristik Pembelajaran Kontekstual ............................. 22
                  d. Komponen CTL .................................................................. 23
                  e. Pendekatan CTL .................................................................. 24
                  f. Prinsip-prinsip Pembelajaran Kontekstual .......................... 25
                  g. Model Pembelajaran Kontekstual ....................................... 25
                  h. Strategi Pembelajaran Kontekstual .................................. . 26
                  i. Implementasi CTL ................................................................ 27
          B. Penelitian Yang Relevan ............................................................ 30
         C. Kerangka Pemikiran .................................................................... 31
         D. Hipotesis Tindakan ...................................................................... 32
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ................................................... 34
         A. Tempat dan Waktu Penelitian ..................................................... 33
         B. Subjek dan Objek Penelitian ........................................................ 34
         C. Sumber Data ............................................................................... 34
         D. Metode Penelitian ........................................................................ 35
         E. Teknik Pengumpulsn Data ............................................................ 39
         F. Prosedur Penelitian ....................................................................... 42
         G. Proses Penelitian ......................................................................... 43
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.............................. 47
         A. Deskripsi Lokasi Penelitian.......................................................... 47
         B. Identifikasi Masalah Pembelajaran Akuntansi Dasa Kelas XI IPS 1
            di SMA N 1 Boyolali ................................................................... 51
         C. Deskripsi Hasil Penelitian ........................................................... 53



                                             xiii
                  1. Siklus I ................................................................................... 53
                        a. Perencanaan Tindakan Siklus I ........................................ 53
                        b. Pelaksanaan Tindakan Siklus I ......................................... 57
                        c. Observasi dan Interpretasi ................................................. 61
                        d. Analisis dan Refleksi Tindakan Siklus I .......................... 65
                  2. Siklus II .................................................................................. 66
                        a. Perencanaan Tindakan Siklus II ....................................... 67
                        b. Pelaksanaan Tindakan Siklus II ....................................... 69
                        c. Observasi dan Interpretasi ................................................. 73
                        d. Analisis dan Refleksi Tindakan Siklus II ......................... 75
             D. Pembahasan .................................................................................. 76
BAB IV SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN ..................................... 83
             A. Simpulan ...................................................................................... 83
             B. Implikasi ...................................................................................... 84
             C. Saran ............................................................................................ 85
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 88
LAMPIRAN ................................................................................................... 90




                                               xiv
                              DAFTAR GAMBAR


Gambar 1. Bagan Siklus Inkuiri                                    20
Gambar 2. Kerangka Pemikiran                                      32
Gambar 3. Siklus Penelitian Tindakan Kelas                        37
Gambar 4. Struktur Organisasi SMA N 1 Boyolali               50
Gambar 5. Grafik Prestasi Belajar Siklus I                        64
Gambar 6. Grafik Ketuntasan Belajar Siswa Siklus I                64
Gambar 7. Grafik Prestasi Belajar Siswa Siklus II                 75
Gambar 8. Grafik Ketuntasan Belajar Siswa Siklus I I              75
Gambar 9. Grafik Hasil Penelitian Siklus I dan II                 78
Gambar 10. Grafik Ketuntasan Belajar Siswa Siklus I dan II        78




                                       xv
                                DAFTAR TABEL


Tabel 1. Perbandingan antara Pembelajaran Konvensional dan Kontekstual 29
Tabel 2. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Dalam Penelitian                 33
Tabel 3. Indikator Ketercapaian Belajar Siswa                         44
Tabel 4. Prestasi Belajar Siswa Siklus I                              63
Tabel 5. Ketuntasan Belajar Siswa Siklus I                            63
Tabel 6. Prestasi Belajar Siswa Siklus II                             74
Tabel 7. Ketuntasan Belajar Siswa Siklus II                           74
Tabel 8. Hasil Penelitian Siklus I dan II                             77
Tabel 9. Ketuntasan Belajar Siswa Siklus I dan II                     77




                                            xvi
                            DAFTAR LAMPIRAN
                                                                   Halaman
Lampiran 1    : Catatan Lapangan 1 Survey Awal                       92
Lampiran 2    : Catatan Lapangan 2 Siklus I                          95
Lampiran 3    : Rencana Pelaksanaan pembelajaran Siklus I           103
Lampiran 4    : Materi Siklus I                                     108
Lampiran 5    : Soal dan Kunci Jawaban Diskusi Kelompok Siklus I    115
Lampiran 6    : Soal dan Jawaban Latihan individu Siklus I          121
Lampiran 7    : Soal dan Jawaban Kuis Siklus I                      124
Lampiran 8    : Daftar Siswa Kelas XI IPS 1 SMA N 1 Boyolali        133
Lampiran 9    : Daftar Kelompok Diskusi siklus I                    134
Lampiran 10 : Daftar Nilai Kuis Siklus I                            135
Lampiran 11 : Lembar Observasi Siklus I                             138
Lampiran 12 : Gambar foto Siklus I                                  141
Lampiran 13 : Catatan Lapangan 3 Siklus I I                         144
Lampiran 14 : Rencana Pelaksanaan pembelajaran Siklus II            149
Lampiran 15 : Materi Siklus II                                      153
Lampiran 17 : Soal dan Jawaban Latihan individu Siklus II           158
Lampiran 18 : Soal dan Kunci Jawaban Diskusi Kelompok Siklus II     160
Lampiran 19 : Soal dan Jawaban Kuis Siklus II                       163
Lampiran 20 : Daftar Siswa Kelas XI IPS 1 SMA N 1 Boyolali          170
Lampiran 21 : Daftar Kelompok Diskusi siklus II                     171
Lampiran 22 : Daftar Nilai Kuis Siklus II                           172
Lampiran 23 : Lembar Observasi Siklus II                            173
Lampiran 24 : Gambar foto Siklus I                                  176
Lampiran 25 : Pedoman Wawancara untuk Guru                          179
Lampiran 26 : Angket Tanggapan siswa                                181
Lampiran 27 : Hasil Wawancara dengan Guru                           186
Lampiran 28 : Hasil Tanggapan Siswa                                 189
Lampiran 29 : Hasil Peningkatan Prestasi Belajar Siswa              194
Lampiran 30 : Nilai Dasar Siswa Kelas XI IPS 1 SMA N 1 Boyolali     195

                                       xvii
Lampiran 31 : Hasil Evaluasi Siklus I              196
Lampiran 32 : Hasil Evaluasi Siklus II             202
Lampiran 33 : Surat Perijinan Penelitian           210




                                           xviii
                                                                               1




                                     BAB I
                               PENDAHULUAN


                          A. Latar Belakang Masalah
       Masalah pendidikan merupakan masalah yang penting bagi kehidupan,
sebab pendidikan itu menyangkut kelangsungan hidup manusia. Manusia tidak
cukup hanya tumbuh dan berkembang dengan dorongan instingnya saja, namun
perlu bimbingan dan pengarahan dari luar dirinya (pendidikan). Pendidikan
merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi manusia, Pendidikan sangat
berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut ukuran
normatif. Tujuan utama pendidikan adalah memberi kemampuan pada manusia
untuk hidup di masyarakat, kemampuan ini berupa pengetahuan dan/atau
keterampilan, serta perilaku yang diterima masyarakat. Kemampuaan seseorang
akan dapat berkembang secara optimal apabila memperoleh pengalaman belajar
yang tepat. Untuk itu lembaga pendidikan dalam hal ini sekolah, harus memberi
pengalaman belajar yang sesuai dengan potensi dan minat peserta didik.
       Perkembangan teknologi dan imformasi yang cepat dalam berbagai aspek
kehidupan termasuk dalam bidang pendidikan, merupakan suatu upaya untuk
menjembatani masa sekarang dan masa yang akan datang denga jalan
memperkenalkan pembaharuan-pembaharuan yang cenderung mengejar efisiensi
dan efektifitas. Perkembangan dalam dunia pendidikan harus dapat berjalan
seiring dengan pembaharuan-pembaharuan yang ada. Hal ini perlu diupayakan
agar para penerus bangsa tidak ketinggalan informasi dan teknologi sehingga
dapat bertahan dalam era globalisasi sertadapat bersaing dengan bangsa yang lain
untuk hidup yang lebih baik.
       Pembaharuan yang ada mempunyai tujuan untuk menciptakan efisiensi
dan efektifitas. Begitu juga dalam dunia pendidikan, sangat diperlukan efisiensi
dan efektifitas dalam kegiatan pembelajarannya. Hal - hal yang akan dilaksanakan
perlu adanya sebuah perencanaan yang disesuaikan dengan perkembangan yang
terjadi. Kegiatan pembelajaran merupakan sebuah rangkaian yang melibatkan
motivasi belajar, bahan belajar, alat bantu belajar, suasana belajar, dan kondisi

                                       1
                                                                                2




subyek yang belajar. Agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan
dapat meningkatkan prestasi belajar siswa maka komponen-komponen tersebut
harus seimbang. Pembahruan yang dilakukan dalam dunia pendidikan salah
satunya adalah pembaharuan dalam hal metode pembelajaran yang digunakan.
Pembelajaran secara tradisional atau konvensional tidak dapat mendukung
kegiatan pembelajaran di masa sekarang ini. Sangat diperlukan sebuah inovasi
dalam kegiatan pembelajaran, agar dapat membuat siswa lebih maju dan dapat
meningkatkan prestasi belajarnya.
         Pendidikan tradisional tidak berhasil untuk para siswa karena berbagai
alasan. Misalnya guru hanya menganggap bahwa siswanya ada di kelas supaya
lulus, bukan untuk belajar sesuatu, bahkan pengajar terlalu sibuk mengajar kelas-
kelas sepanjang hari hingga mereka tidak memiliki waktu untuk mengenal, atau
bahkan berbicara pada siswanya. Ditambah lagi, karena dalam sistem tradisional
alokasi waktu hanya berlangsung selama 45 sampai dengan 50 menit, mereka
tidak diberi waktu untuk bertanya, berdiskusi, mencari tahu, berpikir kritis, atau
terlibat dalam kerja nyata dalam pemecahan masalah. Waktu siswa hanya
dihabiskan untuk mengisi buku tugas, mendengarkan gurum dan menyelesaikan
latihan-latihan yang membosankan. Yang terakhir mereka hanya mengikuti ujian
untuk mengukur kemampuan siswa dalam menghafalkan fakta-fakta atau rumus-
rumus.
         Menciptakan proses pembelajaran yang efektif       dan dapat mengatasi
berbagai kelelmahan dari pembelajaran tradisional adalah sangat diperlukan, agar
prestasi belajar yang dicapai siswa optimal, maka diperlukan usaha dari guru
untuk memotivasi seluruh siswa untuk belajar, menyusun kegiatan kelas
sedemikian rupa sehingga siswa dapat memahami ide, konsep, dan keterampilan
yang diberikan. Hal yang tidak kalah penting dalam kegiatan pembelajaran adalah
siswa dapat menemukan makna dari materi yang dipelajari dan dapat mengkaitkan
dengan kehidupan sehari-hari, sehingga siswa dapat menerapkan ilmunya dalam
masyrakat dan bermanfaat untuk kehidupannya. Dengan demikian pembelajaran
dengan pendekatan kontekstual dapat membantu siswa untuk menemukan makna
dari materi yang dipelajari dan mengkaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.
                                                                                    3




Oleh karena pentingnya hal tersebut maka guru harus dapat melaksanakan
pembelajaran yang sesuai, agar tujuan yang dikehendaki dapat tercapai.
Pendekatan pembelajaran kontekstual adalah salah satu metode pembelajaran
yang dapat digunakan dan sesuai dengan kebutuhan.
       Jika dipahami dan dilaksanakan dengan benar, CTL akan memiliki
kemampuan untuk memperbaiki beberapa kekurangan yang paling serius dalam
pendidikan tradisional. Kekurangan-kekurangan ini digambarkan dalam berbagai
laporan penelitian yang dilakukan selama kurang lebih 15 tahun. Garis besar yang
dapat ditarik dalam masing-masing laporan penelitian itu, bahwa semua siswa
layak mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Semua siswa tidak hanya
mempelajari materi-materi akademis yang maju, tetapi juga harus mencapai
stándar akademis yang tinggi. Artinya setiap siswa berhak untuk mempelajari
tidak hanya ketrampilan, tetapi juga materi akademis. Hal tersebut di atas
dilaksanakan dengan cara menggabungkan pengetahuan dan ketrampilan,
mempelajari konsep-konsep abstrak dengan melakukan kegiatan praktis,
menghubungkan tugas sekolah dengan dunia nyata (Hull, 1993) yang akhirnya
terkenal dengan istilah „belajar dengan melakukan (learning by doing)‟. Dihimbau
untuk mengaitkan mata pelajaran akademik dengan dunia nyata, sehingga
pengajaran seharusnya diberikan dalam konteks. „Belajar agar tahu‟ tidak boleh
dilepaskan dari „belajar agar bisa melakukan‟. Akhirnya kata “konteks” di atas
menghasilkan terminologi pembelajaran kontekstual. Kata kontekstual kemudian
secara alami menggantikan kata ‟terapan‟ karena ‟terapan‟ terlalu sempit untuk
dapat mencakup inovasi mengejutkan yang dicapai oleh gerakan akar rumput
reformis   ini.   Kontekstual   yang   lebih      menyeluruh    menyatakan      saling
keterhubungan. Yaitu segala sesuatu yang terhubung, termasuk gagasan-gagasan
dan tindakan. Kontekstual juga mengarahkan pemikiran kita pada pengalaman.
Ketika gagasan-gagasan dialami, digunakan di dalam konteks, mereka menjadi
memiliki makna. Kemitraan yang memungkinkan para siswa menerapkan
pelajaran akademis ke dalam kelas; pelajaran-pelajaran uang mengaitkan tugas
sekolah    dengan    pengalaman    sehari-hari;     restrukturisasi   sekolah    yang
memungkinkan ”learning by doing” dimana semua kegiatan ini menunjukkan
                                                                              4




kekuatan dari pesan pokok CTL, yaitu: ”learning by doing” menyebabkan kita
membuat keterkaitan-keterkaitan yang menghasilkan makna, dan ketika kita
melihat makna, kita menyerap dan menguasai pengetahuan dan ketrampilan.
(http://enititikusuma.blogspot.com/2008/12/mengapa-menggunakan-contextual-
teaching.html) diakses pada 22 Februari 2010.
       Pentingnya mendefinisikan Contextual Teaching and Learning (CTL) bagi
para pendukung dan praktisi CTL yang dapat diterima secara universal,
menyetujui ciri khasnya, asalnya, dan alasan keberhasilannya. Jika dipahami dan
dilaksanakan secara tepat, CTL memiliki potensi untuk menjadi lebih dari sekedar
tanda pada proses pembelajaran di ruang kelas. CTL menawarkan cara menuju
keunggulan akademis yang dapat diikuti oleh semua siswa. Hal itu dapat terjadi
karena sistem kerja CTL sesuai dengan cara kerja otak dan prinsip-prinsip yang
mendukung sistem kehidupan. CTL adalah sebuah sistem yang bersifat
menyeluruh yang menyerupai cara alam bekerja. CTL melibatkan para siswa
dalam aktivitas penting yang membantu mereka mengaitkan pelajaran akademis
dengan konteks kehidupan nyata yang mereka hadapi. Dengan mengaitkan
keduanya, para siswa melihat makna di dalam tugas sekolahnya. Ketika mereka
menemukan suatu permasalahan yang menarik, mereka akan membuat pilihan dan
menerima suatu tanggung jawab, mencari informasi dan menarik kesimpulan,
ketika mereka aktif memilih, menyusun, mengatur, menyentuh, merencanakan,
menyelidiki, mempertanyakan, dan membuat keputusan, mereka akan mengaitkan
isi akademiknya dengan konteks dalam dunia nyata (dunia sehari-hari), dan
dengan cara ini mereka menemukan makna.
       Penemuan makna adalah ciri utama dari CTL. Arti makna secara harfiah
adalah „arti penting dari sesuatu atau maksud‟ (diadopsi dari Webster’s New
World Dictionary, 1968). Pencarian makna merupakan hal yang alamiah, seperti
pernyataan Viktor E. Frankl (Elanine B. Johson, 2007: 177), bahwa tujuan utama
seseorang bukanlah mencari kesenangan maupun menghindari rasa sakit,
melainkan melihat sebuah makna di dalam hidupnya. Pembelajaran dengan
pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) adalah suatu pendekatan
pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh
                                                                                5




untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan
situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya
dalam kehidupan mereka (Sanjaya,2005 dalam Udin Saefudin su‟ud, 2008). Pada
pendekatan CTL menonjolkan keaktifan siswa dalam melakukan sesuatu, akan
memberikan pengalaman belajar yang beharga dan bernuansa lain kepada siswa.
       Sekolah Menengah Atas (SMA) Negri 1 Boyolali merupakan salah satu
SMA yang unggul dalam prestasi akademik di lingkungan kota Boyolali, hampir
tiap tahun memperoleh peringkat pertama. SMA N 1 Boyolali terdiri dari 3
jurusan yaitu IPA, IPS, dan Bahasa. Penjurusan dilakukan pada saat kenaikan
kelas XI. SMA N 1 Boyolali mempunyai Visi dan Misi unggul pada prestasi
akademik dan non akademik.
       Kelas XI IPS terdiri dari 2 kelas yaitu kelas XI IPS 1 dan XI IPS 2, khusus
pada pelajaran akuntansi siswa-siswa masih sering mengalami kesulitan belajar
hal ini berakibat pada hasil prestasi belajar akuntansi mereka yang sedang-sedang
saja bahkan dibawah dari mata pelajaran yang lain. Dari survey awal yang peneliti
lakukan ada beberapa siswa yang tidak mengerti terhadap materi yang dipelajari,
sebagian dari mereka hanya mengerjakan sola sesuai contoh tanpa memahami
maksudnya, sehingga apabila diberikan contoh soal yang lebih variatif mereka
kurang mengerti dan merasa sulit mengerjakan soal tersebut. Pembelajaran yang
dilakukan selama ini masih bersifat konvensional, yaitu pembelajaran yang terjadi
masih satu arah tanpa ada interaksi atau keaktifan siswa dikelas. Pembelajaran
yang   demikian     membuat     siswa    kurang    antusias     dalam   mengikuti
pembelajaran,yang dapat mengakibatkan kurangnya keaktifan siswa selama
proses belajar mengajar. Hasil yang dicapaipun tidak maksimal, hanya beberapa
siswa saja yang mencapai batas kelulusan, sedangkan pada mata pelajaran tertentu
kegiatan pembelajaarannya sudah inovatif, dan siswa menjadi lebih termotivasi
dalam belajarnya dan prestasi bejara yan dicapaipun maksimal.
       Dengan adanya permasalahan ini, maka diperlukan suatu model
pembelajaran yang sesuai dengan standar kompetensi, efektif serta dapat
mengatasi kekurangan dari pembelajaran konvensional. Pembelajaran dengan
                                                                                   6




pendekatan Contextual Teaching and Learning adalah salah satu metode
pembelajaran yang sesuai.
           Penelitian ini metode pembelajaran yang dilakuakan dengan menggunakan
pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning), dalam pembelajaran
kontektual, minimal ada tiga prinsip utama yang sering digunakan, yaitu: saling
ketergantungan         (interdepence),     diferensiasi    (differentiation),     dan
pengorganisasian diri (self Organitation). Saling ketergantungan ini yang
dimaksud adalah adanya saling ketergantungan antara kegiatan pembelajaran
dengna konteks kehidupan nyata, dan atau antara pelajaran yang satu dengan
pelajaran yang lain. Prinsip deferensiasi yang menunjukan sifat alam yang terus
menerus menimbulkan perbedaan, hal ini menunjukkan kreatifitas yang luar biasa.
Sedangkan self organitation menunjukkan setiap individu mempunyai potensi
yang melekat, yaitu kesadaran sebagai kesatuan yang utuh yang berbeda dari yang
lain.
           Pembelajaran akuntansi akan lebih menarik apabila siswanya belajar
dengan cara mencari makna melalui menghubungkan materi ajar dengan konteks
kehidupan nyata sesuai dengan pengorganisasian diri masing-masing. Untuk itu,
peneliti     bermaksud    mengadakan penelitian dengan judul          “Penggunaan
Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk Meningkatkan
Prestasi Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI IPS SMA N 1 BOYOLALI.”


                                B. Identifikasi Masalah
           Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka masalah dapat di
identifikasikan sebagai berikut:
1.      Metode pembelajaran Akuntansi yang diterapkan selama ini adalah metode
        konvensional, yaitu ceramah.
2.      Siswa kelas XI IPS 1 kurang aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran
        mata pelajaran akuntansi.
3.      Siswa kelas XI IPS 1 kurang antusias terhadap mata pelajaran akuntansi.
4.      Siswa kelas XI IPS 1 selama ini dalam mengerjakan soal hanya melihat pada
        contoh-contoh soal yang ada di buku teks saja tanpa memahami soal tersebut,
                                                                             7




     sehingga ketika diberi soal yang lebih variatif siswa mengalami kesulitan
     dalam mengerjakannya.
5.   Prestasi belajar siswa kelas XI IPS 1 untuk mata pelajaran akuntansi belum
     maksimal.


                             C. Pembatasan Masalah
        Berdasarkan latar belakang masalah serta identifikasi masalah di atas,
maka permasalahan pada penelitian ini difokuskan dan dibatasi pada hal-hal
tersebut dibawah ini.
1.   Subjek penelitian adalah pada siswa kelas XI IPS 1 SMA N 1 Boyolali
     semester genap tahun ajaran 2009/2010, sebanyak 8 kali pertemuan @ 2 jam
     pelajaran.
2.   Implementasi (pelaksanaan) pendekatan kontekstual dalam penelitian ini
     menggunakan model klasikal dan kelompok (kooperatif), model klasikal
     dengan menggunakan metode tanya jawab yang menyajikan serangkaian
     pertanyaan kepada siswa yang sifatnya menggali dan menuntun sehingga
     siswa dapat diarahkan untuk membangun konsep (constructivism), melalui
     eksplorasi, inkuiri, dan penalaran. Juga digunakan model koperatif.


                             D. Perumusan Masalah
        Berdasarkan latar belakang yang telah disebutkan diatas, maka masalah
dapat dirumuskan sebagai berikut:
“ Apakah penerapan pendekatan CTL (contextual teaching and learning) dapat
meningkatkan prestasi belajar siswa mata pelajaran akuntansi kelas XI IPS 1 SMA
N 1 Boyolali tahun pelajaran 2009/2010?”


                              E. Tujuan Penelitian
        Berdasarkan perumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah digunakannya
pendekatan Contextual Teaching ang Learning pada mata pelajaran akuntansi
kelas XI IPS SMA N 1 Boyolali tahun pelajaran 2009/2010
                                                                            8




                              F. Manfaat Penelitian
       Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi dunia
pendidikan yang dapat ditinjau dari dua segi, yaitu :


                               1. Manfaat Teoritis
       Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah dan mengembangkan
pengetahuan dalam dunia pendidikan dan sebagai bahan pertimbangan dan
pengembangan penelitian dimasa yang akan datang.


                                2. Manfaat Praktis
a. Bagi Siswa
       Memperoleh kemudahan dalam mempelajari materi ajar akuntansi
sehingga berdampak pada meningkatnya prestasi belajar para siswa.


b. Bagi lembaga
       Sebagai masukan dan sumbangan bagi SMA N 1 Boyolali dalam usaha
meningkatkan prestasi belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran
yang bervariasi sesuai dengan kondisi di lapangan


c. Bagi peneliti
       Untuk meningkatkan kemampuan dalam melakukan suatu penelitian
sekaligus sebagai penerapan dari ilmu pengetahuan yang telah didapat pada saat
kuliah yang berkaitan dengan teori dan model-model pembelajaran.
                                                                      9




                             BAB II
                      LANDASAN TEORI


                      A. Tinjauan Pustaka
                     1. Hakikat Pendidikan
                    a. Pengertian Pendidikan
        Pendidikan merupakan usaha yang dilakukan oleh manusia secara
sadar untuk dapat meningkatkan kemampuan dan ketrampilannya,
sehingga manusia dapat bertahan hidup dan menjadi manusia yang
sempurna dalam kehidupannya. Proses dalam pendidikan tersebut
dinamakan      mendidik, mendidik merupakan kegiatan yang dilakukan
untuk     mengubah tingkah laku seseorang. Mendidik tidak hanya
mengajarkan suatu ilmu tetapi juga mengarahkan agar seseorang tersebut
bertingkah laku yang baik. Hal ini sama halnya dengan yang diungkapkan
oleh ahli Dr. Sis Heyster “Mendidik adalah membantu manusia dalam
pertumbuhan, agar ia kelak mendapat kebahagiaan lahir dan batin yang
sedalam–dalamnya yang dapat tercapai olehnya dengan tidak menggangu
orang lain”.
        Menurut kamus besar bahasa Indonesia (1989), Pendidikan adalah
proses mengubah sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang
dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan
pelatihan (proses, perbuatan, dan cara mendidik).
        Wikipedia, menyebutkan Pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran
agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk
memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan
masyarakat.
        Dalam Undang-Undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional dalam Bab I Pasal 1 ayat 1
menyebutkan:


                                 9
                                                                           10




         Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
         suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
         aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
         spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
         akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya,
         masyarakat, bangsa dan Negara.

         Menurut definisi diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan
merupakan sebuah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran atau pelatihan agar peserta didik secara
aktif dapat mengembangkan potensi dirinya supaya memiliki kekuatan
spiritual   keagamaan,     emosional,    pengendalian     diri,   kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan
masyarakat.
                       b. Tujuan pendidikan
         Tujuan utama pendidikan adalah mengubah tingkah laku seseorang
untuk menjadi pribadi yang lebih baik, baik itu secara jasmaniah maupun
rohaniah. Dalam mendidik tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan
saja, tetapi juga mengarahkan tingkah laku manusia agar sesuai dengan
norma-norma yang berlaku.
         Tujuan pendidikan secara umum dapat dilihat pada UU No2 Tahun
1985 yaitu :
         “Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia
         yang seutuhnya yaitu yang beriman dan dan bertagwa kepada tuhan
         yang maha esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan
         dan kerampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang
         mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan
         berbangsa”.

         Tujuan Pendidikan nasional menurut TAP MPR NO II/MPR/1993
yaitu:
         “Meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang
         beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi
         pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas,
         kreatif, terampil, berdisiplin, beretos kerja profesional serta sehat
         jasmani dan rohani. Pendidikan nasional juga harus menumbuhkan
         jiwa patriotik dan memepertebal rasa cinta tanah air, meningkatkan
                                                                             11




              semangat kebangsaan dan kesetiakawaan sosial, serta kesadaran
              pada sejarah bangsa dan sikap menghargai jasa para pahlawan,
              serta berorientasi masa depan”.

          Dengan demikian dapat dirumuskan bahwa tujuan pendidikan sejati
tidaklah hanya mengisi ruang-ruang imajinasi dan intelektual anak, mengasah
kepekaan sosialnya, ataupun memperkenalkan mereka pada aspek kecerdasan
emosi, tapi lebih kepada mempersiapkan mereka untuk mengenal Tuhan dan
sesama untuk pencapaian yang lebih besar bagi kekekalan.
                           2. Hakikat Pembelajaran
                         a. Pengertian Pembelajaran
       Belajar adalah proses perubahan perilaku secara aktif, proses mereaksi
terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu, proses yang diarahkan pada
suatu tujuan, proses berbuat melalui berbagai pengalaman, proses melihat,
mengamati, dan memahami sesuatu yang dipelajari. Sedangkan mengajar sendiri
memiliki pengertian Upaya guru untuk “membangkitkan” yang berarti
menyebabkan atau mendorong seseorang (siswa) belajar.
       Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Pembelajaran adalah proses
interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan
belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat
terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan
tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata
lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar
dengan baik. (Wikipedia.com) Proses pembelajaran dialami sepanjang hayat
seorang manusia serta dapat berlaku di manapun dan kapanpun, pembelajaran
mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, walaupun mempunyai
konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar supaya peserta
didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif
yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat mempengaruhi perubahan sikap
(aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seseorang peserta didik.
Pengajaran memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan
guru saja. Sedangkan pembelajaran juga menyiratkan adanya interaksi antara guru
                                                                                 12




dengan peserta didik. Instruction atau pembelajaran adalah suatu sistem yang
bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa
yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung
terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal.
       Sehingga dengan demikian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa
Pembelajaran adalah usaha sadar dari guru untuk membuat siswa belajar, yaitu
terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa yang belajar, dimana perubahan
itu dengan didapatkannya kemampuan baru yang berlaku dalam waktu yang
relative lama dan karena adanya usaha.
       Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa kegiatan pembelajaran
merupakan kegiatan yang melibatkan beberapa komponen, diantaranya:
   1) Siswa adalah seorang yang bertindak sebagai pencari, penerima, dan
       penyimpan isi pelajaran yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
   2) Guru merupakan seseorang yang bertindak sebagai pengelola, katalisator,
       dan peran lainnya yang memungkinkan berlangsungnya kegiatan belajar
       mengajar yang efektif.
   3) Tujuan     adalah    pernyataan    tentang   perubahan   perilaku   (kognitif,
       psikomotorik, afektif) yang diinginkan terjadi pada siswa setelah mengikuti
       kegiatan pembelajaran.
   4) Isi Pelajaran adalah segala informasi berupa fakta, prinsip, dan konsep
       yang diperlukan untuk mencapai tujuan.
   5) Metode ialah cara yang teratur untuk memberikan kesempatan kepada
       siswa untuk mendapat informasi yang dibutuhkan mereka untuk mencapai
       tujuan.
   6) Media adalah bahan pengajaran dengan atau tanpa peralatan yang
       digunakan untuk menyajikan informasi kepada siswa.
   7) Evaluasi merupakan cara tertentu yang digunakan untuk menilai suatu
       proses dan hasilnya.
                          b. Teori-Teori Pembelajaran
       Pendekatan pembelajaran yang lebih banyak dikenal dengan model
pembelajaran telah banyak dibahas, diantaranya adalah model pembelajaran
                                                                              13




kooperatif, maupun individual. Penerapan model-model pembelajaran bertujuan
untuk memenuhi kebutuhan dari pembelajaran itu sendiri, yang pada akhirnya
untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Model-model yang telah dikembangkan
tidak lepas dari teori-teori yang telah ada sebelumnya atau yang telah
dikembangkan oleh para ahli, Berikut ini beberapa teori pembelajaran,
diantaranya adalah :
1) Berhavioristik
       Pembelajaran selalu memberi stimulus kepada siswa agar menimbulkan
respon yang tepat seperti yang kita inginkan. Hubunagn stimulus dan respons ini
bila diulang kan menjadi sebuah kebiasaan.selanjutnya, bila siswa menemukan
kesulitan atau msalah, guru menyuruhnya untuk mencoba dan mencoba lagi (trial
and error) sehingga akhirnya diperoleh hasil.
2) Kognitivisme
       Pembelajaran adalah dengan mengaktifkan indera siswa agar memeperoleh
pemahaman sedangkan pengaktifan indera dapat dilaksanakan dengan jalan
menggunakan media/alat Bantu. Disamping itu penyampaian pengajaran dengan
berbagai variasi artinya menggunakan banyak metode.
3) Humanistik
       Dalam pembelajran ini guru sebagai pembimbing memberi pengarahan
agar siswa dapat mengaktualisasikan dirinya sendiri sebagai manusia yang unik
untuk mewujudkan potensi-potensi yang ada dalam dirinya sendiri. Dan siswa
perlu melakukan sendiri berdasarkan inisisatif sendiri yang melibatkan pribadinya
secara utuh (perasaan maupun intelektual) dalam proses belajar, agar dapat
memperoleh hasil.
4) Sosial/Pemerhatian/permodelan
       Proses pembelajaran melalui proses pemerhatian dan pemodelanterdapat
empat unsur utama dalam proses pembelajaran melalui pemerhatian atau
pemodelan, yaitu       pemerhatian (attention), mengingat (retention), reproduksi
(reproduction), dan penangguhan (reinforcement) motivasi (motivion). Implikasi
daripada kaedah ini berpendapat pembelajaran dan pengajaran dapat dicapai
melalui beberapa cara yang berikut:
                                                                                14




a) Penyampaian harus interktif dan menarik
b) Demonstasi guru hendaklah jelas, menarik, mudah dan tepat
c) Hasilan guru atau contoh-contoh seperti ditunjukkan hendaklah mempunyai
  mutu yang tinggi.
                             c. Ciri-ciri Pembelajaran
       Dalam pembelajaran terdapat kegiatan yang melibatkan antara guru
dengan murid, kegiatan tersebut merupakan suatu proses untuk mempelajari suatu
materi. Kegiatan mempelajari materi tentunya terdapat aktivitas-aktivitas yang
dilakukan agar materi tersebut dapat dengan baik diterima oleh siwa, hal ini
menuntut peran serta dari pendidik maupun siswa untuk aktif dalam kegiatan yang
dilaksanakan . Menurut Eggen dan Kauchak Menjelaskan bahwa ada enam ciri
pembelajaran yang efektif (http://krisna1.blog.uns.ac.id/2009/10/19/pengertian-
dan-ciri-ciri-pembelajaran/), diantaranya adalah :
   1) siswa menjadi pengkaji yang aktif terhadap lingkungannya melalui
       mengobservasi
   2) membandingkan,         menemukan    kesamaan-kesamaan      dan   perbedaan-
       perbedaan serta membentuk konsep dan generalisasi berdasarkan
       kesamaan-kesamaan yang ditemukan
   3) guru menyediakan materi sebagai fokus berpikir dan berinteraksi dalam
       pelajaran
   4) aktivitas-aktivitas siswa sepenuhnya didasarkan pada pengkajian, guru
       secara aktif terlibat dalam pemberian arahan dan tuntunan kepada siswa
       dalam menganalisis informasi
   5) orientasi pembelajaran penguasaan isi pelajaran dan pengembangan
       keterampilan berpikir
   6) serta guru menggunakan teknik mengajar yang bervariasi sesuai dengan
       tujuan dan gaya mengajar guru.
       Dengan uraian di atas maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa cirri-
ciri pembelajaran adalah adanya siswa dan pendidik yang melakukan aktivitas,
materi yang dipelajari, dan aktivitas-aktivitas yang dilakukan, serta adanya tujuan
yang hendak ingin dicapai.
                                                                           15




                     3. Hakikat Prestasi Belajar Akuntansi
                            a. Hakikat Belajar
    Berawal dari pengertian belajar yang beragam, berikut ini merupakan
pengertian belajar yang dikemukakan oleh para ahli, seperti menurut Winkels
dalam Gino(1999: 6) mengatakan bahwa belajar adalah aktifitas mental (psikis)
yang berangsung dalam interaksi dengan ligkungan yang menghasilkan
perubahan-perubahan pengetahuan pemahaman, keterampilan dan nilai sikap.
Perubahan itu bersifat konstan dan berbekas.
    Menurut Cronbach dalam bukunya yang berjudul Educational Psycology
sebagaimana yang     dikutip oleh Gino dkk (1999: 5) menyatakan bahwa
“Learning is shown by a change in behaviour as of experience”. Cronbach
berpendapat bahwa hasil belajar yang baik harus melalui pengalaman. Pelajar
harus mengalami dengan mempergunakan panca indranya.
    Dari kedua pendapat yang telah dikemukakan oleh para ahli mengenai
pengertian belajar, maka dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses
perubahan tingkah laku yang terjadi pada diri seseorang sebagai hasil dari
pengalaman dan interaksi dengan lingkungan. Perubahan dan kemampuan
untuk berubahlah yang menjadikan manusia dapat secara bebas untuk
mengeksplorasi, memilih, dan menetapkan keputusan-keputusan penting untuk
kehidupannya.
                         b.Hakikat Prestasi Belajar
                       1) Pengertian Prestasi Belajar
       Dalam proses belajar mengajar dikelas untuk mengetahui berhasil atau
 tidaknya pembelajaran yang dicapai siswa harus dilakukan evaluasi yang
 hasilnya berupa prestasi belajar siswa. Evaluasi terhadap penilaian hasil dan
 proses belajar bertujuan untuk mengetahui ketuntasan peserta didik dalam
 menguasai kompetensi dasar yang telah ditetapkan. Nana Sudjana (2005:22)
 dalam bukunya berpendapat bahwa “Hasil belajar adalah kemampuan-
 kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya.”
 Prestasi belajar berasal dari kata “prestasi” dan “belajar”. Menurut Kamus
 Ilmiah Populer (2002:594) prestasi merupakan hasil yang telah dicapai.
                                                                          16




      Berdasarkan pendapat tersebut, disimpulkan bahwa prestasi belajar
merupakan hasil belajar yang dicapai oleh siswa dalam penguasaan
pengetahuan dan keterampilan suatu mata pelajaran tertentu sesuai dengan
tujuan yang diinginkan.
                 2) Fungsi dan Kegunaan Prestasi belajar
      Untuk mengetahui seberapa jauh prestasi belajar telah dicapai peserta
didik, maka diadakan kegiatan evaluasi pembelajaran. Evaluasi pembelajaran
merupakan kegiatan yang dilakukan secara sistematis dengan mengumpulkan
bukti-bukti untuk menentukan keberhasilan belajar. Oemar Hamalik
(2001:159) dalam bukunya menyatakan tentang evaluasi hasil belajar
merupakan:
      Keseluruhan kegiatan pengukuran (pengumpulan data dan
      informasi),pengolahan, penafsiran, dan pertimbangan untuk membuat
      keputusan tentang tingkat hasil belajar yang dicapai oleh siswa setelah
      melakukan kegiatan dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang
      telah ditetapkan. Hasil belajar menunjuk kepada prestasi belajar,
      sedangkan prestasi belajar itu merupakan indikator adanya dan derajat
      perubahan tingkah laku.

      Tujuan diadakannya kegiatan evaluasi adalah untuk mengetahui
keefektifan dan keberhasilan kegiatan belajar mengajar sehingga dalam
pelaksanaannya evaluasi harus dilakukan secara terus-menerus baik itu pada
awal, pada saat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar maupun pada akhir
tatap muka kegiatan belajar mengajar. Evaluasi pada umumnya digunakan
untuk menilai dan mengukur hasil belajar peserta didik, terutama hasil yang
berkenaan dengan penguasaan bahan pengajaran sesuai dengan tujuan
pendidikan dan pengajaran. Zainal Arifin (1991:2) mengemukakan fungsi
utama prestasi belajar antara lain:
      a) Prestasi belajar sebagai indikator kualitas dan kualitas pengetahuan
         yang telah dikuasai anak didik.
      b) Prestasi belajar sebagai lambang pemuasan hasrat ingin tahu.
      c) Prestasi belajar sebagai bahan informasi dalam inovasi pendidikan.
      d) Prestasi belajar sebagai indikator intern dan ekstern dari suatu
            institusi pendidikan.
      e) Prestasi belajar dapat dijadikan indikator terhadap daya serap
         (kecerdasan) anak didik.
                                                                        17




         Berdasarkan pendapat tersebut, maka dapat diketahui bahwa betapa
  pentingnya mengetahui prestasi belajar siswa, baik individual maupun
  kelompok karena prestasi belajar tidak hanya sebagai indikator
  keberhasilan, dan juga berguna bagi guru yang bersangkutan sebagai
  umpan balik dalam melaksanakan pembelajaran dikelas apakah akan
  diadakan perbaikan dalam proses belajar mengajar ataupun tidak.
                 c. Hakikat Mata Pelajaran Akuntansi
       Menurut American Accounting Association dalam Alam S (2004:2)
mendefinisikan     pengertian     akuntansi   sebagai     “suatu    proses
pengidentifikasian, pengukuran dan pelaporan informasi ekonomi, yang
memungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan yang jelas dan
tegas oleh mereka yang menggunakan informasi keuangan tersebut.”
       Sedangkan menurut        American Institute of    Certified Publik
Accountants (AICPA) dalam Agus Suranto, dkk (2005:2) menjelaskan
pengertian akuntansi adalah “seni dari pencatatan, penggolongan, dan
peringkasan dengan suatu cara tertentu dan dalam nilai uang terhadap
kejadian atau transaksi yang paling sedikit atau sebagian bersifat keuangan
dan penafsiran terhadap hasil-hasilnya.”
       Berdasarkan pendapat tersebut diatas maka secara garis besar
pengertian akuntansi adalah suatu proses pencatatan, penggolongan,
peringkasan, dan pelaporan dari transaksi-transaksi yang bersifat keuangan
yang terjadi pada suatu entitas (badan usaha) dalam satu periode tertentu
yang digunakan oleh pihak-pihak yang berkaitan untuk pemgambilan
keputusan.
       Karakteristik yang sangat menonjol dari mata pelajaran akuntansi
adalah banyak hitungan serta pembuatan kolom yang diperlukan pada
hampir setiap pokok bahasan. Sehingga untuk mata pelajaran akuntansi
harus memahami konsep, siswa juga dituntut untuk terampil dan teliti
dengan cara mempraktikkannya.
                                                                     18




     4. Hakikat CTL (Contextual Teaching and Learning)
              a. Pengertian Pembelajaran Kontekstual
     Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan proses
pembelajaran yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk
memahami makna materi ajar dengan mengaitkannya terhadap konteks
kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial dan kultural),
sehingga siswa memiliki pengetahuan/ ketrampilan yang dinamis dan
fleksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya. CTL
disebut pendekatan kontektual karena konsep belajar yang membantu guru
mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata
siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang
dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai
anggota masyarakat. Seperti yang dikemukakan oleh Sanjaya dalam udin
syaifudin su‟ud   (2008, 162) menjelaskan    “pembelajaran kontekstual
(Contextual    Teaching   and   Learning)   adalah   suatu   pendekatan
pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara
penuh   untuk     dapat   menemukan    materi   yang    dipelajari   dan
menghubungkannya dengan situasi kehidupan yang nyata sehingga
mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka”,
dan agus supriyono (2009, 79) “pembelajaran kontekstual merupakan
konsep yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya
dengan situasi dunia nyata dan mendorong peserta didik membuat
hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya
dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat”.
     Menurut pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pendekatan
kontekstual melibatkan para siswa dalam aktivitas penting yang
membantu mereka mengkaitkan pelajaran akademis dengan konteks
kehidupan nyata yang mereka hadapi. Dengan mengkaitkan keduanya
para siswa melihat maknadidalam tugas sekolah. Penemuan makna adalah
cirri utama dari pmbelajaran dengan pendekatan Contextual Teaching and
                                                                     19




Learning (CTL). Makna adalah arti penting dari sesuatu atau maksud
(Webster’s New World Dictionary 1968).
              b. Asas-asas Pembelajaran Kontektual
     Dalam pembelajaran yang menggunakan pendekatan kontekstual,
terdapat 7 asas utama yang menjadi cirri khusus dari pendekatan
kontekstual, yaitu:
1) Konstruktivisme
       Kontruktivisme adalah landasan berfikir (filosofi) pendekatan
kontekstual. Yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit
demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui kontes yang terbatas dan
dengan tidak tiba-tiba (Suwarna dkk, 2006, 120). menurut Udin Syaifudin
(2008: 168) kontruktifisme adalah proses membangun atau menyusun
pengetahuan baru dalam struktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman.
Konsep ini yang menuntut siswa untuk menyusun dan membangun makna
atas pengalaman baru yang didasarkan pada pengetahuan tertentu.
2) Bertanya
       Belajar   pada   hakikatnya   adalah   bertanya   dan   menjawab
pertanyaan. Dalam konsep ini kegiatan tanya jawab yang dilakukan baik
oleh guru maupun oleh siswa. Pertanyaan guru digunakan untuk
memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir secara kritis dan
mengevaluasi cara berpikir siswa, sedangkan pertanyaan siswa merupakan
wujud keingintahuan. Tanya jawab dapat diterapkan antara siswa dengan
siswa, guru dengan siswa, siswa dengan guru, atau siswa dengan orang
lain yang didatangkan ke kelas. Kegiatan bertanya akan sangat berguna
untuk : (1) menggali imformasi tentang kemampuan siswa dalam
penguasaan materi pelajaran, (2) membangkitkan motivasi siswa untuk
belajar, (3) merangsang keingin tahuan siswa terhadap sesuatu, (4)
memfokuskan siswa pada sesuatu yang diinginkan, (5) membimbing siswa
untuk menemukan dan menyimpulkan sendiri (Udin Syaifudi, 2008: 170).
                                                                       20




3) Inkuiri
       Menemukan merupakan bagian inti kegiatan pembelajaran berbasis
pendekatan kontekstual. Pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh
siswa diharapkan bukan hasil mengingat seperangkat fakta-fakta, tetapi
hasil dari menemukan sendiri (Suwarna dkk, 2006, 122)              Inkuiri
merupakan proses membangun pengetahuan/ konsep dengan pencarian dan
penemuan melalui proses berpikir yang sistematis. Proses berfikir
sistematis ini bermula dari melakukan observasi, bertanya, investigasi,
analisis, kemudian membangun teori atau konsep. Dari hal tersebut maka
dapat dibuat siklus Inquiri yaitu :observasi, bertanya, mengajukan dugaan,
pengumpulan data, penyimpulan, sehinnga dapat digambarkan sebagai
berikut:

                                   Bertanya
      Observasi

                                                        Mengajukan
                                                        Dugaan
    Penyimpulan                Mengumpulkan
                               data


   Gambar 1. Bagan siklus Inkuiri (Suwarna dkk, 2006, 122)


4) Komunitas belajar
       Adalah kelompok belajar atau komunitas yang berfungsi sebagai
wadah komunikasi untuk berbagi pengalaman dan gagasan. Konsep
masyarakat belajar dalam pembelajaran kontekstual menyarankan agar
hasil pembelajaran diperoleh melalui kerjasama dengan orang lain (team
work). Konsep Learning Community menyarankan agar hasil belajar
diperoleh dari kerjasama dengan orang lain. Hasil belajar diperoleh
melalui sharing antar teman, antar kelompok, dan antar yang tahu ke
yang belum yaitu.
                                                                       21




5) Pemodelan
        Yang dimaksud asas modeling adalah proses pembelajaran dengan
memperagakan sesuatu sebagai contoh yang dapat ditiru oleh setiap siswa.
Dalam konsep ini kegiatan mendemontrasikan suatu kinerja agar siswa
dapat mencontoh, belajar atau melakukan sesuatu sesuai dengan model
yang diberikan. Pembelajaran kontekstual menekankan arti penting
pendemonstrasian terhadap hal yang dipelajari peserta didik. Memusatkan
pada arti penting pengetahuan prosedural (Agus Supriyono, 2009).
6) Refleksi
       Refleksi yaitu melihat kembali atau merespon suatu kejadian,
  kegiatan dan pengalaman yang bertujuan untuk mengidentifikasi hal
  yang sudah diketahui, dan hal yang belum diketahui agar dapat
  dilakukan suatu tindakan penyempurnaan.
7) Penilaian otentik
       Penilaian nyata adalah proses yang dilakukan guru untuk
  mengumpulkan informasi tentang perkembangan belajar yan dilakukan
  siswa. Selain itu penilaian autentik adalah suatu istilah/terminologi
  yang diciptakan untuk menjelaskan berbagai metode penilaian alternatif
  yang memungkinkan siswa dapat mendemonstrasikan kemampuannya
  dalam       menyelesaikan   tugas-tugas   dan   menyelesaikan   masalah.
  Sekaligus, mengekspresikan pengetahuan dan keterampilannya dengan
  cara mensimulasikan situasi yang dapat ditemui di dalam dunia nyata di
  luar lingkungan sekolah (Hymes, 1991). Simulasi yang dapat
  mengekspresikan prestasi (performance) siswa yang ditemui di dalam
  praktek dunia nyata.          Prosedur penilaian yang menunjukkan
  kemampuan (pengetahuan, ketrampilan sikap) siswa secara nyata.
       Penekanan penilaian otentik adalah pada; pembelajaran seharusnya
  membantu siswa agar mampu mempelajari sesuatu, bukan pada
  diperolehnya informasi di akhir periode, kemajuan belajar dinilai tidak
  hanya hasil tetapi lebih pada prosesnya dengan berbagai cara, menilai
  pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh siswa. Penilaian ini
                                                                       22




  diperlukan untuk mengetahui apakah siswa belajar atau tidak, apakah
  pengalaman belajar siswa memiliki pengaruh yang positif terhadap
  perkembangan baik intelektual maupun mental siswa.
            c. Karakteristik Pembelajaran Kontekstual
     Pembelajaran kontekstual melibatkan aktivitas saling mengkaitkan,
yaitu mengkaitkan antara materi yang telah diperoleh dengan materi baru
serta antara materi yang sedang dipelajari dengan keadaan yang
senyatanya. Kegiatan saling mengkaitkan tersebut dilakukan berdasarkan
tahapan-tahapanyang telah ditentukan dan sesuai. Kegiatan tersebut
diantaranya, yaitu mereview mengetahuan sebelumnya, yang dikaitkan
dengan materi yang baru, mempraktekan pengetahuan yang baru, dan
menarik kesimpulan dari kegiatan yang telah dilaksanakan.
     Berdasarkan pengertian pembelajaran kontekstual, terdapat lima
karakteristik   penting   dalam      menggunakan   proses   pembelajaran
kontekstual (Udin Sayifudin, 163):
      1) Dalam CTL pembelajaran merupakan proses pengaktifan
         pengetahuan yang sudah ada, artinya apa yang yang akan
         dipelajari tidak terlepas dari pengetahuan yang sudah dipelajari,
         dengan demikian pengetahuan yang akan diperoleh siswa adalah
         pengetahuan yang utuh yang memiliki keterkaitan satu sama
         lain.
      2) Pembelajaran kontektual adalah belajar dalam rangka
         memperoleh dan menambah pengetahuan baru, yang diperoleh
         dengan cara deduktif, artinya pembelajaran dimulai dengan cara
         mempelajari secara keseluruhan, kemudian memperhatikan
         detailnya.
      3) Pemahaman pengetahuan, artinya pengetauhan yang diperoleh
         bukan untuk dihafal tapi untuk dipahami dan diyakini, misalnya
         dengan cara meminta tanggapan dari yang lain tentang
         pengetahuan yang diperolehnya dan berdasarkan tanggapan
         tersebut baru pengetahuan dikembengkan.
      4) Mempraktekan pengetahuan dan pengalaman tersebut, artinya
         pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh harus dapat
         diaplikasikan dalam kehidupan nyata, sehingga tampak
         perubahan perilaku siswa.
      5) Melakukan       refleksi   terhadap    strategi  pengembangan
         pengetahuan. Hal ini dilakukan sebagai umpan balik untuk
         proses perbaikan dan penyempurnaan strategi.
                                                                              23




      Menurut Zahorik dalam        Agus Supriyono ( 2009 )            urut-urutan
pembelajaran     kontekstual    adalah     activating    knowledge,    acquiring
knowledge, understanding knowledge, applying knowledge, dan reflecting
knowledge.
      Berdasarkan uraian diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa
Pembelajaran kontekstual diawali dengan pengaktifan pengetahuan yang
sudah ada atau telah dimiliki peserta didik. Selanjutnya perolehan
pengetahuan baru dengan cara mempelajari secara keseluruhan dahulu,
kemudian memperhatikan detailnya. Integrasi pengetahuan baru ke dalam
pengetahuan yang sudah ada dan penyesuaian pengetahuan awal terhadap
pengetahuan baru merupakan urutan selanjutnya. Dengan cara meneruskan
konsep      sementara,   melakukan         Sharing,     dan   perevisian    serta
pengembangan       konsep,     integrasi     dan      akomodasi   menghasilkan
pemahaman pengetahuan. Urutan berikutnya adalah mempraktikkan
pengetahuan yang telah dipahami dalam berbagai konteks dan melakukan
refleksi terhadap strategi pengembangan selanjutnya terhadap pengetahuan
tersebut.
                         d. Komponen CTL
      Dalam pembelajaran yang menggunakanpendekatan kontekstual ada
beberapa komponen yang harus diperhatikan, diantaranya:
1) Membuat hubungan yang bermakna (making meaningful connections)
    antara sekolah dan konteks kehidupan nyata, sehingga siswa
    merasakan bahwa belajar penting untuk masa depannya.
2) Melakukan pekerjaan yang siginifikan (doing significant work).
    Pekerjaan yang memiliki suatu tujuan, memiliki kepedulian terhadap
    orang lain, ikut serta dalam menentukan pilihan, dan menghasilkan
    produk.
3) Pembelajaran mandiri (self-regulated learning) yang membangun
    minat individual siswa untuk bekerja sendiri ataupun kelompok dalam
    rangka mencapai tujuan yang bermakna dengan mengaitkan antara
    materi ajar dan konteks kehidupan sehari-hari.
                                                                          24




4) Bekerjasama (collaborating) untuk membantu siswa bekerja secara
    efektif   dalam   kelompok,       membantu    mereka     untuk   mengerti
    bagaimana berkomunikasi/berinteraksi dengan yang lain dan dampak
    apa yang ditimbulkannya.
5) Berpikir kritis dan kreatif (critical and creative thingking); siswa
    diwajibkan untuk memanfaatkan berpikir kritis dan kreatifnya dalam
    pengumpulan, analisi s dan si n tesa data, memahami suatu isu/fakta
    dan pemecahan masalah.
6) Pendewasaan individu (nurturing individual) dengan mengenalnya,
    memberikan perhatian, mempunyai harapan tinggi terhadap siswa dan
    memotivasinya.
7) Pencapaian standar yang tinggi (reaching high standards) melalui
    pengidentifikasian tujuan dan memotivasi siswa untuk mencapainya.
8) Menggunakan penilaian autentik (using authentic assessment) yang
    menantang siswa agar dapat menggunakan informasi akademis baru
    dan keterampilannya kedalam situasi nyata untuk tujuan yang
    signifikan.
                         e. Pendekatan CTL
     Dalam kegiatan pembelajaran yang menggunakan Contextual
Teaching and Learning (CTL) terdapat beberapa pendekatan untuk
memudahkan pemahaman tentang bagaimana melaksanakan pembelajaran
dengan pendekatan kontekstual, yaitu:
1) Problem-Based Learning , yaitu suatu pendekatan pembelajaran yang
    menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa
    untuk belajar melalui berpikir kritis dan keterampilan pemecahan
    masalah dalam rangka memperoleh pengetahuan dan konsep yang
    esensi dari materi pelajaran.
2) Authentic      Instruction,      yaitu   pendekatan     pengajaran   yang
    menperkenankan siswa untuk mempelajari konteks bermakna melalui
    pengembangan keterampilan berpikir dan pemecahan masalah yang
    penting di dalam konteks kehidupan nyata.
                                                                            25




3) Inquiry-Based Learning, yaitu pendekatan pembelajaran yang
    mengikuti metodologi sains dan memberi ke-sempatan untuk
    pembelajaran bermakna.
4) Project-Based Learning, adalah           pendekatan pembelajaran yang
    memperkenankan siswa untuk bekerja mandiri dalam mengkonstruk
    pembelajarannya      (pengetahuan     dan    keterampilan     baru),   dan
    mengkulminasikannya dalam produk nyata.
5) Work-Based Learning, merupakan            pendekatan pembelajaran yang
    memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk
    mempelajari materi ajar dan menggunakannya kembali di tempat
    kerja.
6) Service Learning , yaitu pendekatan pembelajaran yang menyajikan
    suatu penerapan praktis dari pengetahuan baru dan berbagai
    keterampilan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui
    proyek/tugas terstruktur dan kegiatan lainnya.
7) Cooperative      Learning,    yaitu   pendekatan     pembelajaran       yang
    menggunakan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam rangka
    memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar.
    (http://www.slideshare.net/abeyow/pembelajarankontekstualcontextua
    l-teaching-learning-ctl)
             f. Prinsip-prinsip Pembelajaran Kontekstual
      Elaine B. Jhonson (2007) mengklaim bahwa dalam pembelajaran
kontekstual terdapat tiga prinsip utama, yaitu : saling ketergantungan
(interdepence), diferensiasi (differetation), dan pengaturan diri sendiri (self
organization).
                 g. Model Pembelajaran Kontekstual
      Menurut Udin Syaifudin (2008: 173) Tahapan model pembelajaran
kontekstual meliputi empat tahapan yaitu:

1) Tahap Invitasi
      Siswa didorong agar mengemukakan pengetahuan awalnya tentang
konsep yang dibahas. Bila perlu guru memancing dengan memberikan
                                                                     26




pertanyaan yang problematik tentang fenomena kehidupan sehari-hari
melalui kaitan konsep-konsep yang dibahas tadi dengan pendapat mereka
miliki.
2) Tahap Eksplorasi
      Siswa diberi kesempatan untuk menyelidiki dan menemukan konsep
melalui pengumpulan, pengorganisasian, penginterprestasikan data dalam
sebuah kegiatan yang telah dirancang guru.
3) Tahap Penjelasan dan Solusi
      Saat siswa memberikan penjelasan-penjelasan dan solusi yang
didasari pada hasil observasi ditambah dengan penguatan guru, maka
siswa dapat menyampaiakan gagasan, membuat model, membuat
rangkuman dan ringkasan.
4) Pengambilan Tindakan
      Siswa dapat membuat keputusan dengan menggunakan pengetahuan
dan ketrampilan, berbagai informasi dan gagasan, megajukan pertanyan
lanjutan, baik secara individu maupun kelompok.
               h. Strategi Pembelajaran Kontekstual
      Strategi pembelajaran merupakan kegiatan yang dipilih yang dapat
memberikan fasilitas atau bantuan kepada peserta didik untuk mencapai
tujuan pembelajaran (Agus Supriyono. 2009:82). Berdasarkan Center for
Occupational Research and Development (CORD) penerapan strategi
pembelajaran kontekstual digambarkan sebagai berikut :
1) Relating, belajar dikaitkan dengan konteks pengalaman kehidupan
nyata, konteks merupakan kerangka kerja yang dirancang guru untuk
membantu peserta didika agar yang dipelajari bermakna.
2) Experiencing, belajar adalah kegiatan “mengalami”, peserta didik
berproses secara aktif dengan hal yang dipelajari dan berupaya melakukan
eksplorasi terhadap hal yang dikaji, berusa menemukan dan menciptakan
hal baru dari apa yang dipelajari.
3) Applying, belajar menekankan pada proses mendemonstrasikan
pengetahuan yang dimiliki dalam konteks dan pemanfaatannya.
                                                                                27




4) Cooperating, belajar merupakan proses kolaborati dan kooperatif
melalui belajar berkelompok, komunikasi interpersonal atau hubungan
intersubjektif.
5) Transferring, belajar menekankan pada terwujudnya kemampuan
memanfaatkan pengetahuan dalam situasi atau kontes baru.
                             i. Implementasi CTL
      Pelaksanaan          pembelajaran      yang     menggunakan       pendekatan
kontekstual dapat diawali dengankegiatan-kegiatan sebagai berikut:
1) Merencanakan pembelajaran sesuai dengan perkembangan mental
   (developmentally appropria) siswa.
2) Membentuk group belajar yang saling tergantung (interdependent
   learning group).
3) Mempertimbangan keragaman siswa (disversity of students).
          Sesuai dengan faktor kebutuhan individual siswa , maka untuk
dapat mengimplementasikan pembelajaran dan pengajaran kontekstual
guru seharusnya:
1) Menyediakan lingkungan yang mendukung pembelajaran mandiri (self-
   regulated learning) dengan 3 karakteristik umumnya (kesadaran
   berpikir, penggunaan strategi dan motivasi berkelanjutan).
2) Memperhatikan multi-intelegensi (multiple intelligences) siswa.
3) Menggunakan teknik bertanya (quesioning) yang meningkatkan
   pembelajaran        siswa,        perkembangan    pemecahan       masalah   dan
   keterampilan berpikir tingkat tinggi.
4) Mengembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna
   jika    ia     diberi    kesempatan     untuk     bekerja,    menemukan,    dan
   mengkontruksi           sendiri     pengetahuan     dan      keterampilan   baru
   (contructivism).
5) Memfasilitasi kegiatan penemuan (inquiry) agar siswa memperoleh
   pengetahuan dan keterampilan melalui penemuannya sendiri (bukan
   hasil mengingat sejumlah fakta).
                                                                                  28




6) Mengembangkan sifat ingin tahu siswa melalui pengajuan pertanyaan
  (quesioning).
7) Menciptakan     masyarakat     belajar    (learning    community)       dengan
  membangun kerjasama antar siswa.
8) Memodelkan (modelling) sesuatu agar siswa dapat menirunya untuk
  memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru.
9) Mengarahkan siswa untuk merefleksikan tentang apa yang sudah
  dipelajari.
10) Menerapkan penilaian autentik (authentic assessment).
       Berkaitan dengan faktor peran guru, agar proses pengajaran
kontekstual dapat lebih efektif, maka guru seharusnya;
1) Mengkaji konsep atau teori (materi ajar) yang akan dipelajari oleh
    siswa.
2) Memahami latar belakang dan pengalaman hidup siswa melalui proses
    pengkajian secara seksama.
3) Mempelajari      lingkungan     sekolah    dan     tempat    tinggal        siswa,
    selanjutnya memilih dan mengkaitkannya dengan konsep atau teori
    yang akan dibahas.
4) Merancang pengajaran dengan mengkaitkan konsep atau teori yang
    dipelajari    dengan     mempertimbangkan        pengalaman        siswa     dan
    lingkungan kehidupannya .
5) Melaksanakan pengajaran dengan selalu mendorong siswa untuk
    mengkaitkan        apa       yang       sedang        dipelajari       dengan
    pengetahuan/pengalaman sebelumnya dan fenomena kehidupan
    sehari-hari , serta mendorong siswa untuk membangun kesimpulan
    yang merupakan pemahaman siswa terhadap konsep atau teori yang
    sedang dipelajarinya.
6) Melakukan       penilaian    autentik     (authentic     assessment)         yang
    memungkinkan siswa untuk menunjukkan penguasaan tujuan dan
    pemahaman yang mendalam terhadap pembelajarannya, sekaligus
                                                                                         29




                 pada saat yang bersamaan dapat meningkatkan dan menemukan cara
                 untuk peningkatan pengetahuannya.
   Tabel 1: perbedaan Pembelajaran Kontekstual dan Pembelajaran Konvensional
          Perbedaan Pembelajaran Kontekstual dengan Pembelajaran Konvensional
   Konteks                 Pembelajaran Kontekstual               Pembelajaran Konvensional
Pembelajaran
Hakikat            Konten pembelajaran selalu dikaitakan Isi pelajaran terdiri dari konsep dan
Belajar            dengan       kehidupan     nyata      yang teori     yang        abstrak       tanpa
                   diperoleh sehari-hari pada lingkungan       pertimbangan manfaat bagi siswa

Model              Siswa       belajar   melalui      kegiatan Siswa       melkukan            kegiatan
pembelajaran       kelompok seperti kerja kelompok, pembelajaran bersifat individual dan
                   bersdiskusi,     praktikum      kelompok, komunikasi      satu    arah,     kegiatan
                   saling bertukar pikiran, member dan dominan             mencatat,         menghafal,
                   menerima informasi                          menerima intruksi guru
Kegiatan           Siswa ditempatkan sebagai subyek Siswa ditemapatkan sebgai obyek
pembelajaran       pembelajaran dan berusaha menggali pembelajaran yang lebih berperan
                   serta     menemukan      sendiri    materi sebagai penerima informasi yang
                   pelajaran                                   pasif dan kaku
Kebermaknaan       Mengutamakan          kemampuan       yang Kemempuan yang didapat siswa
belajar            didasarkan pada pengalaman yang berdasarkan pada latihan-latihan dan
                   diperoleh siswa dari kehidupan nyata        dril yang terus menerus
Tindakan dan       Menumbuhkan kesadaran diri pada Tindakan                dan   perilaku      individu
perilaku siswa     anak didik karena menyadari perilaku didasrakan oleh factor luar dirinya,
                   itu merugikan dan tidak memberikan tidak melakukan sesuatu karena takut
                   manfaat bagi dirinya dan masyarakat         sangsi, kalaupun melakukan sekedar
                                                               memperoleh nialai atau ganjaran
Tujuan hasil       Pengetahuan       yang   dimilikibersifat Pengetahuan yang diperoleh dari
belajar            tentative karena tujuan akhir belajar hasil pembelajaran bersifat final dan
                   kepuasan diri                               absolute karena bertujuan untuk nilai
                                                                            30




                             B. Penelitian Yang Relevan
       Penelitian yang relevan merupakan hasil penelitian yang terdahulu yang
digunakan sebagai acuan dan pembanding penelitian yang dilakukan. Ada
beberapa hasil penelitian yang relevan dalam penelitian ini antara lain yang
dilakukan oleh Apik Wijaya           (2007) dalam penelitiannya yang berjudul
“Penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) disertai tugas
terhadap hasil belajar siswa kelas VII      SMP N 14 Surakarta tahun ajaran
2006/2007”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar biologi ranah
kognitif, afektif, dan psikomotor siswa kelas VII semester genap dengan
pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) disertai tugas
lebih baik dibandingksn dengan pendekatan kovensional.
       Joko Suryanto 2008 dalam penelitiannya yang berjudul “Penerapan
Contextual Teaching and Learning pada pembelajaran biologi dalam pelaksanaan
kurikulum tingkat satuan pendidikan Sekolah Menengah Pertama di kota
Surakarta”. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan : (1) penerapan aspek-aspek
Contextual Teaching Learning oleh guru adalah aspek kontruktivisme
(Contructivism), aspek menemukan (inquiry), aspek bertanya (questioning), dan
aspek reflek (reflection) masing-masing sebesar 16,18 % sampel, aspek penilaian
sesungguhnya (authentic assessment) sebesar 14,57 % sampel, aspek masyarakat
belajar (learning community) sebesar 10,79 % sampel, dan aspek pemodelan 9,89
% sampel. (2) sebagian besar guru telah menguasai aspek-aspek Contextual
Teaching Learning berarti mereka telah siap untuk menerapkannya dalam proses
pembelajaran disekolah. (3) Aspek-aspek Contextual Teaching Learning perlu
dikembangkan dalam proses pembelajaran agar siswa dapat lebih memahami
konsep pelajaran. (4) pendekatan pembelajaran kontekstual atau Contextual
Teaching Learning perlu diterapkan di sekolah-sekolah karena sangat sesuai
dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
       Jurnal   Penelitian     dan   Pengembangan    Pendidikan   “Implementasi
pendekatan kontekstual untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa
sekolah dasar “. Oleh I Nyoman Gita Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas
MIPA Undiksha. Berdasarkan hasil dan pembahasan dari penelitian ini dapat
                                                                             31




disimpulkan bahwa implementasi pendekatan kontekstual melalui pembelajaran
kooperatif berbantuan LKS dapat meningkatkan prestasibelajar matematika siswa
kelas V SD 3 Sambangan. Hal ini dapat dilihat dariterjadinya peningkatan skor
rata-rata kelas dari 6,29 pada siklus I menjadi7,45 pada siklus II. Meskipun
ketuntasan belajar belum memenuhi tuntutan kurikulum yaitu minimal 85% tetapi
ketuntasan belajar siswa juga meningkatdari 52,94% pada siklus I menjadi
79,41% pada siklus II. Rerata tanggapan siswa terhadap pembelajaran yang
diterapkan adalah 43,29 yang tergolongsangat positif. Berdasarkan simpulan di
atas, maka dikemukakan saran-saran berikut (a) Disarankan kepada guru
matematika kelas V SD untuk mencobakanpembelajaran di atas dengan lebih
banyak memberi kesempatan kepadasiswa untuk berdiskusi dalam kelompoknya
dan guru membantu seperlunyasaja karena pembelajaran tersebut dapat
menciptakan suasana kelas yangkondusif, (b) Disarankan kepada peneliti lain
untuk mengembangkan modelpembelajaran di atas dan mencobanya di jenjang
pendidikan yang lebih tinggi.
        Penelitian yang dilakukan oleh Apik wijaya adalah menambah tugas dan
membandingkan dengan pendekatan konvensional sebagai objeknya dan
penerapannya dilakukan pada salah satu mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
yaitu biologi. Penelitian ini tidak menambah tugas individu sebagai objeknya dan
dilakukan pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yaitu akuntansi.
       Jenis penelitian yang dilakukan oleh Joko Suryanto adalah kualitatif
eksploratif yang menggunakan SMP di seluruh kota Surakarta sebagai
populasinya, sedangkan pada penelitian adalah penelitian tindakan kelas yang
menggunakan siswa SMA N 1 Boyolali sebagai populasinya.


                            C. Kerangka Pemikiran
       Kerangka pemikiran merupakan arahan penalaran untuk dapat sampai
pada pemberian jawaban sementara atas masalah yang telah dirumuskan. Untuk
mencapai prestasi belajar yang optimal landasan teori yang telah dikemukakan
sebelumnya, maka dapat diuraikan kerangka pemikiran dalam penelitian ini
bahwa banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan prosesbelajar mengajar,
                                                                              32




salah satunya adalah model pembelajaran. Dalam penelitian ini peneliti menggunkan
pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam kegiatan pembelajarannya.
maka dapat digambarkan kerangka pemikiran sebagai berikut:

                  Penerapan Pendekatan Contextual Teaching and
                                Learning (CTL)



                    Siswa Memperoleh Pengalaman Belajar nyata


                  Keaktifan Siswa Meningkat baik dalam kegiatan
                     pembelajaran maupun diskusi kelompok



                         Peningkatan prestasi belajar siswa

Gambar 2. Kerangka Pemikiran


       Contextual Teaching and Learning merupakan pendekatan pembelajaran
dimana siswa dapat mengkaitkan materi ajar dengan konteks kehidupan nyata,
dengan begitu siswa akan memperoleh pengalaman. Menurut Cronbach hasil
belajar yang baik harus melalui pengalaman. Sehingga dengan demikian prestasi
belajar siswa merupakan hasil belajar siswa yang diperoleh dalam penguasaan
pengetahuan dan ketrampilan suatu mata pelajaran tertentu melalui pengalaman
yangdiperolehnya.
                            D. Hipotesis Tindakan
       Menurut Cholid Narbuko (2007:28) “Hipotesis adalah pernyataan yang
masih lemah kebenarannya dan masih perlu dibuktikan lagi kenyataannya”, maka
hipotesis tindakan pada penelitian ini dapat dirumuskan bahwa penerapan
pembelajaran dengan pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) dapat
meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPS 1 SMA N 1 Boyolali mata
pelajaran akuntansi.
                                                                              33




                                      BAB III
                          METODOLOGI PENELITIAN


                          A. Tempat dan Waktu Penelitian
                                1. Tempat Penelitian
         Dalam melaksanakan penelitian ini penulis mengambil lokasi penelitian di
SMA N 1 Boyolali yang beralamatkan di Jln. Kates No. 8 Boyolali. Sekolah ini
dipimpin oleh Drs. Hardiman, SH, MH. yang bertindak sebagai kepala sekolah.
Alasan peneliti melakukan penelitian di SMA N 1 Boyolali dengan pertimbangan
prestasi belajar akuntansi kelas XI IPS 1 yang belum optimal sehingga perlu
dilakukan penelitian dengan penerapan model Pembelajaran yang menggunakan
pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan harapan prestasi
belajar siswa kelas XI IPS 1 dapat meningkat.


                                2. Waktu Penelitian
         Waktu yang direncakan untuk kegiatan penelitian ini adalah mulai bulan
Januari 2010 sampai bulan Juni 2010. Waktu ini meliputi kegiatan persiapan
sampai penyusunan laporan penelitian, dengan jadwal sebagai berikut:
Tabel 2. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan dalam Penelitian:
Jenis Kegiatan
                            Januari   Pebruari   Maret     April       Mei          Juni
Persiapan Penelitian
a. Penyusunan Judul
b. Penyusunan proposal
c. Perijinan
2. Perencanaan Tindakan
3.Implementasi Tindakan
a. Siklus I
b. Siklus II
c. Siklus III
4. Review
5. Penyusunan Laporan


                                        33
                                                                             34




                         B. Subyek dan Obyek Penelitian
                                 1. Subyek Penelitian
        Di SMA N 1 Boyolali, untuk kelas XI IPS dibagi kedalam dua kelas yaitu
kelas XI IPS I dan XI IPS 2 . Pada kedua kelas tersebut ditemukan adanya
permasalahan-permasalahan dalam kegiatan belajar-mengajar khususnya mata
pelajaran akuntansi. Permasalahan yang timbul seperti siswa kurang antusias
dalam mengikuti pembelajaran, dan kesulitan ketika menyelesaikan soal-soal yang
variatif. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil salah satu subyek yaitu siswa
kelas XI IPS I semester 2 pada tahun ajaran 2009/2010. Adanya permasalahan
tersebut mendorong peneliti untuk mengadakan penelitian dengan menerapkan
pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual guna meningkatkan keaktifan
siswa untuk mencapai prestasi belajar kompetensi akuntansi dan dapat
memperbaiki proses pembelajaran yang telah berlangsung di dalam kelas.
                                 2. Objek Penelitian
        Objek penelitian pada penelitian tindakan kelas ini adalah berbagai
kegiatan yang terjadi didalam kelas selama berlangsungnya proses belajar
mengajar yang terdiri dari:
a. Pemilihan strategi pembelajaran
b. Pelaksanaan strategi atau model pembelajaran yang dipilih, yaitu dengan
     pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)
c. Suasana belajar saat berlangsungnya proses belajar mengajar.
d. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.
e. Materi pelajaran :Tahapan pembuatan Laporan keuangan dan penutupan
     siklus akuntansi perusahaan jasa.
f.   Hasil proses pembelajaran


                                   C. Sumber Data
        Sumber data merupakan suatu sumber dimana data dapat diperoleh, data
tidak dapat diperoleh tanpa adanya sumber data. Dalam memilih sumber data,
peneliti harus benar-benar berpikir mengenai kelengkapan informasi yang akan
dikumpulkan dan juga validitasnya. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Sutopo
                                                                               35




(2002:49) yang menyebutkan bahwa: “Pemahaman mengenai berbagai sumber
data merupakan bagian yang sangat penting bagi peneliti karena ketetapan
memilih dan menentukan jenis sumber data akan menentukan ketepatan dan
kekayaan data atau informasi yang diperoleh.” Sumber data dalam penelitian ini,
antara lain:
1. Informan
        Dalam penelitian tindakan kelas (PTK) ini yang menjadi informan adalah
    guru mata pelajaran akuntansi kelas XI IPS tahun pelajaran 2009/2010.
2. Tempat atau lokasi
        Tempat atau lokasi dalam penelitian tindakan kelas ini adalah sekolah
    ruang kelas XI IPS SMA N 1 Boyolali.
3. Peristiwa
        Melalui pengamatan pada peristiwa atau aktivitas, peneliti bisa mengetahui
    proses bagaimana sesuatu terjadi secara langsung. Peristiwa dalam penelitian
    ini adalah proses kegiatan belajar mengajar mata pelajaran kompetensi
    kejuruan akuntansi
4. Dokumen atau arsip
        Dokumen dan arsip juga merupakan sumber data yang penting artinya
    dalam penelitian tindakan kelas. HB. Sutpopo (2002:54) menyatakan bahwa
    “Dokumen dan arsip merupakan bahan tertulis yang bergayutan dengan suatu
    peristiwa atau aktivitas tertentu.” Dokumen dan arsip sebagai sumber data
    yang dapat membantu peneliti dalam mengumpulkan data penelitian yang ada
    kaitannya dengan permasalahan dalam penelitian tindakan kelas ini, yaitu:
    silabus. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan hasil pekerjaan siswa,
    dalam hal ini siswa kelas XI IPS SMA N 1 Boyolai tahun pelajaran
    2009/2010.


                              D. Metode Penelitian
        Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan
Kelas (PTK) atau disebut juga classroom action research, karena kelas
merupakan bagian kecil dan bagian penting dalam sistem pembelajaran di
                                                                               36




sekolah. Penelitian tindakan kelas merupakan bagian dari penelitian pendidikan.
Sukardi (2003) menuturkan bahwa penelitian pendidikan adalah penelitian yang
bidang garapan yang menjadi pokok penelitian adalah menekankan pada sekitar
masalah pendidikan baik yang mencakup faktor internal pendidikan maupun
eksternal pendidikan. Untuk lebih memahami tentang Penelitian Tindakan Kelas,
menurut Suharsimi Arikunto (2007) ada tiga kata yang membentuk pengertian
Penelitian Tindakan Kelas, yaitu:
     1.   Penelitian – menunjuk pada suatu kegiatan mencermati suatu objek
          dengan menggunakan cara dan aturan metodologi tertentu untuk
          memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan
          mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti.
     2.   Tindakan – menunjuk pada suatu gerak kegiatan yang disengaja
          dilakukan dengan tujuan tertentu. Dalam penelitian berbentuk rangkaian
          siklus kegiatan untuk siswa.
     3.   Kelas – dalam hal ini tidak terikat pada pengertian ruang kelas, tetapi
          dalam pengertian yang lebih spesifik. Seperti sudah lama dikenal dalam
          bidang pendidikan dan pengajaran, yang dimaksud dengan istilah kelas
          adalah sekelompok siswa dalam waktu yang sama, menerima pelajaran
          yang sama dari guru yang sama pula.

              Menurut Zainal Aqib PTK memiliki 6 karateristik, antara lain :
   1. Didasarkan pada masalah yang dihadapi guru dalam intruksional
   2. Adanya kolaborasi dalam pelaksanaannya
   3. Penelitian sekaligus sebagai praktisi yang melakukan refleksi
   4. Bertujuan memperbaiki adan atau meningkatkan kualitas praktik
       intruksional
   5. Dilaksanakan dalam rangkaian langkah dalam beberapa siklus
       Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan melalui empat langkah
utama yang saling berkaitan, yaitu: 1) Perencanaan Tindakan, 2) Pelaksanaan
Tindakan, 3) Observasi, dan 4) Refleksi. Dalam penelitian ini, peneliti
menggunakan model PTK sebagaimana yang dikemukakan oleh Suhardjono
dalam Suharsimi Arikunto, Suhardjono, dan Supardi (2007:74). Untuk lebih jelas
mengenai tahapan-tahapannya, dapat dilihat pada bagan berikut.
                                                                                37




     Permasalahan                     Perencanaan                 Pelaksanaan
                                      Tindakan I                  Tindakan I




           Siklus I                     Refleksi I                  Pengamatan/
                                                                    Pengumpulan
                                                                    Data I



      Permasalahan baru                Perencanaan                    Pelaksanaan
        Hasil refleksi                 Tindakan II                    Tindakan II




                                                                    Pengamatan/
            Siklus II                   Refleksi II
                                                                    Pengumpulan
                                                                    Data II

           Apabila                      Dilanjutkan ke siklus
        permasalahan                    berikutnya
     belum terselesaikan



                Gambar 3. Siklus Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas
   (Suhardjono dalam Suharsimi Arikunto, Suhardjono, dan Supardi, 2007:74)


Keterangan :
Rincian kegiatan pada tahapan adalah sebagai berikut:
1. Perencanaan
               Tahapan ini berupa menyusun rancangan tindakan yang menjelaskan
   tentang apa, mengapa, kapan, di mana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan
   tersebut akan dilakukan.
   Secara rinci, pada tahapan perencanaan terdiri dari kegiatan sebagai berikut :
   a. Mengidentifikasi cara menganalisis masalah, yaitu secara jelas dapat
       dimengerti masalah apa yang akan diteliti. Masalah tersebut harus benar-
                                                                            38




      benar factual terjadi di lapangan, masalah bersifat umum di kelasnya,
      masalah cukup penting dan bermanfaat bagi peningkatan mutu hasil
      pembelajaran, dan masalah pun harus dalam jangkauan kemampuan
      peneliti.
   b. Menetapkan alasan mengapa penelitian tersebut dilakukan, yang akan
      melatarbelakangi PTK.
   c. Merumuskan masalah secara jelas, baik dengan kalimat Tanya maupun
      kalimat pernyataan.
   d. Menetapkan cara yang akan dilakukan untuk menemukan jawaban, berupa
      rumusan hipotesis tindakan. Umumnya dimulai dengan menetapkan
      berbagai alternatif   tindakan    pemecahan masalah, kemudian dipilih
      tindakan yang paling menjanjikan hasil terbaik dan yang dapat dilakukan
      oleh guru.
   e. Menentukan cara untuk menguji hipotesis tindakan dengan menjabarkan
      indikator-indikator keberhasilan serta berbagai instrument pengumpul data
      yang dapat dipakai untuk menganalisis indicator keberhasilan itu.
   f. Membuat secara rinci rancangan tindakan.
2. Tindakan
            Pada tahap ini, rancangan strategi dan skenario penerapan
   pembelajaran akan diterapkan. Skenario atau rancangan tindakan yang akan
   dilakukan, hendaknya dijabarkan serinci mungkin secara tertulis. Rincian
   tindakan itu menjelaskan (a) langkah demi langkah kegiatan yang akan
   dilakukan,(b) kegiatan yang seharusnya dialakukan oleh guru,(c) kegiatan
   yang diharapkan dilakukan oleh siswa, (d) rincian tentang jenis media
   pembelajaran yang akan digunakan dan cara menggunakannya, (e) jenis
   intrumen yang akan digunakan untuk pengumpulan data/ pengamatan disertai
   dengan penjelasan rinci bagaimana menggunakannya.
3. Observasi dan interpretasi
            Tahap ini sebenarnya berjalan bersamaan dengan saat pelaksanaan.
   Pengamatan dilakukan pada waktu tindakan sedang berjalan, jadi keduanya
   berlangsung dalam waktu yang sama.
                                                                              39




              Pada tahap ini, peneliti melakukan pengamatan dan mencatat semua
   hal yang diperlukan dan terjadi selama pelaksanaan tindakan berlangsung.
   Pengumpulan data ini dilaksanakan dengan menggunakan format observasi/
   penilaian yang telah disusun, termasuk juga pengamatan secara cermat
   pelaksanaan scenario tindakan dari waktu ke waktu serta dampaknya terhadap
   proses dan hasil belajar siswa. Data yang dikumpulkan dapat berupa data
   kualitatif (hasil tes, kuis, presentasi, nilai tugas, dan lain-lain) atau data
   kuantitatif yang menggambarkan kretifitas siswa, antusias siswa, mutu diskusi
   yang dilakukan, dan lain sebagainya.
              Data yang dikumpulkan hendaknya dicek untuk mengetahui
   keabsahannya. Data yang telah terkumpul memerlukan analisis, baik untuk
   mempermudah penggunaan maupun dalam penarikan kesimpulan. Untuk hal
   ini berbagai teknik analisis statistika dapat digunakan.
4. Refleksi
              Tahapan ini dimaksudkan untuk mengkaji secara menyeluruh
   tindakan yang telah dilakukan, berdasarkan data yang telah terkumpul,
   kemudian dilakukan evaluasi guna menyempurnakan tindakan berikutnya.
              Refleksi dalam PTK menyangkut analisis, sintesis, dan penilaian
   terhadap hasil pengamatan atas tindakan yang dilakukan. Jika terdapat
   masalah dari proses refleksi maka dilakukan proses pengkajian ulang melalui
   siklus berikutnya yang meliputi kegiatan perencanaan ulang, tindakan ulang,
   dan pengamatan ulang sehingga permasalahan dapat teratasi.


                       E. Teknik Pengumpulan Data
       Untuk memecahkan masalah dalam penelitian diperlukan data yang
relevan dengan permasalahannya, sedangkan untuk mendapatkan data tersebut
perlu digunakan teknik pengumpulan data sehingga dapat diperoleh data yang
benar-benar valid dan dapat dipercaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan
dalam penelitian tindakan tidak hanya satu, tetapi menggunakan multi teknik atau
multi instrumen. Ada tiga kelompok teknik pengumpulan data yang oleh Wolcott,
                                                                           40




(1992) disebutnya sebagai strategi pekerjaan lapangan primer yaitu (Nana
Syaodah Sukmadinata, 2006) :
   1) Pengalaman
             Pengalaman (experiencing) dilakukan dalam bentuk observasi. Ada
      beberapa bentuk observasi yang dilakukan peneliti yaitu :
          a) Observasi partisipasi, peneliti melakukan observasi sambil ikut
             serta dalam kegiatan yang sedang berjalan.
          b) Observasi khusus, observasi dilakukan ketika peneliti melakukan
             tugas khusus, sebagai contoh memberikan bimbingan.
          c) Observasi pasif, peneliti hanya bertindak sebagai pengumpul data,
             mencatat kegiatan yang sedang berjalan.
   2) Pengungkapan
             Pengungkapan (enquiring) dilakukan melalui wawancara. Peneliti
      mengadakan wawancara terhadap pihak-pihak yang terkait untuk
      mendapatkan data yang diperlukan. Strategi pengungkapan juga memiliki
      beberapa bentuk, yaitu :
          a) Wawancara informal
          b) Wawancara formal terstruktur
          c) Pengedaran angket
          d) Menggunakan skala ( model Linkert, Thurstone )
          e) Pengukuran dengan tes standar
   3) Pembuktian
             Pembuktian ( examining ) dilakukan dengan mencari bukti-bukti
      dokumenter, seperti :
          a) Dokumen arsif
          b) Jurnal
          c) Peta
          d) Audio dan video tape
          e) Benda-benda bersejarah
          f) Catatan lapangan
                                                                              41




      Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain
dengan menggunakan:
   (1). Wawancara
      Wawancara dilakukan oleh peneliti terhadap guru dan siswa mengenai
      proses pembelajaran yang selama ini dilakukan dan bagaimanakah respon
      atau hasil yang timbul dari proses pembelajaran tersebut.wawancara
      dilakukan dalam dua tahap, yaitu sebelum dilakukan tindakan dan setelah
      di;lakukan tindakan. Jenis wawancara yang digunakan adalah wawancara
      bebas terpimpin dimana pewawancara memberikan pertanyaan sesuai
      dengan rancangan yang telah dibuat, namun cara menyampaikan
      pertanyaan tersebut tergantung pada kebijaksanaan pewawancara.
   (2). Observasi
      Observasi     dilaksanakan   oleh    peneliti   dengan   mengamati   proses
      pembelajaran dikelas saat guru tengah memberikan materi pelajaran.
      Observasi hanya dilakukan sebatas mengamati, mengidentifikasi, dan
      mencatat apa kekurangan dan kelebihan dalam proses pembelajaran.
   (3). Dokumentasi
      Dokumentasi merupakan upaya untuk memberikan gambaran bagaimana
      sebuah penelitian tinn mengadakan kelas dilakukan. Kegiatan ini
      dilaksanakan dengan mengambil gambar kegiatan para siswa dan guru
      dalam pelaksanaan pembelajaran saat penelitian dilaksanakan.
   (4). Tes
      Tes merupakan alat yang digunakan peneliti untuk mengetahui hasil dari
      penelitian yang telah dilakukan. Tes dilakukan untuk mengetahui seberapa
      jauh hasil belajar yang diperoleh siswa setelah kegiatan pemberian
      tindakan.
   (5). Angket
      Angket merupakan alat yang digunakan peneliti untuk mengetahui
      tanggapan       siswa   setelah     diterapkannya   pembelajaran     dengan
      menggunakan pendekatan kontekstual.
                                                                                42




                             F. Prosedur Penelitian

       Prosedur Penelitian merupakan tahapan-tahapan yang ditempuh dalam
penelitian dari awal sampai akhir secara urut. Prosedur penelitian ini terdiri dari
beberapa tahap kegiatan yaitu:
1. Tahap Pengenalan Masalah
   Kegiatan yang dilakukan oleh peneliti pada tahap ini adalah :
   a. Mengidentifikasi masalah
   b. Menganalisis masalah secara mendalam dengan mengacu pada teori-teori
       yang relevan
2. Tahap Persiapan Tindakan
   Pada tahap ini peneliti melakukan persiapan yang meliputi :
   a. Penyusunan jadwal penelitian
   b. Penyusunan bentuk tindakan yang sesuai dalam bentuk RPP
   c. Penyusunan soal evaluasi
3. Tahap Penyusunan Rencana Tindakan
           Rencana tindakan disusun dalam dua siklus, yaitu : siklus I dan siklus
   II. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan
   tindakan, observasi dan interpretasi, serta tahap analisis dan refleksi.
4. Tahap Implementasi Tindakan
           Dalam tahap ini peneliti melaksanakan tindakan dengan menerapkan
   pendekatan Contextual Teaching and Learning, dimana pencarian makna dari
   materi yang dipelajari adalah menjadi ciri khas model pembelajaran ini.
   Penggunaan pendekatan kontekstual dilakukan untuk menumbuhkan minat
   siswa dalam pembelajaran akuntansi sehingga meningkatkan pemahaman
   yang akhirnya meningkatkan pula hasil belajar akuntansi siswa. Hal ini diukur
   dari tingkat keaktifan siswa dan pemahaman siswa terhadap materi dengan
   diadakannya diskusi kelompok serta         pre-test maupun post-test. Hipotesis
   tindakan ini dimaksudkan untuk menguji kebenarannya melalui tindakan yang
   telah direncanakan.
                                                                                  43




5. Tahap observasi dan interpretasi
           Pada tahap ini peneliti melakukan pengamatan terhadap siswa yang
   sedang melakukan kegiatan belajar-mengajar dibawah bimbingan guru.
   Pengamatan dapat dilakukan secara beiringan bahkan bersamaan dengan
   pelaksanaan tindakan (interperetasi metode). Semua hal yang berkaitan
   dengan hal diatas perlu dikumpulkan dengan sebaik-baiknya.
6. Tahap refleksi
           Pada tahap ini peneliti mengemukakan kembali apa yang sudah
   dilakukan, kemudian bersama dengan guru pelaksana mendiskusikan
   implementasi     rancangan    tindakan.   Dalam   hali   ini,   guru   pelaksana
   merefleksikan pengalamannya kepada peneliti yang baru saja mengamati
   kegiatannya dalam tindakan.
7. Tahap Penyusunan Laporan
           Pada tahap ini peneliti menyusun laporan dari semua kegiatan yang
   telah dilakukan selama penelitian. Dalam kegiatan ini pertama-tama perlu
   ditulis paparan hasil-hasil PTK. Paparan hasil PTK ini disatukan dengan
   deskripsi masalah, rumusan masalah, tujuan, dan kajian konsep atau teoritis.

                             G. Proses Penelitian
       Pelaksanaan Penelitian tindakan kelas ini direncanakan terdiri dari dua
siklus dimana setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: (1) Perencanaan
tindakan, (2) Pelaksanaan tindakan, (3) Observasi dan interpretasi, dan (4)
Analisis dan refleksi. Adapun kedua siklus tersebut dijelaskan sebagai berikut:
                             1. Rancangan Siklus I
a. Perencanaan Tindakan
   Pada tahap ini peneliti bersama guru melakukan berbagai persiapan dan
   perencanaan yang meliputi:
   1) Mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
   2) Mempersiapkan model mengajar dalam hal ini model yang digunakan
       adalah pendekatan kontekstual,
   3) Mempersiapkan media pembelajaran dan instrument berupa soal diskusi
       kelompok dan soal tes tertulis.
                                                                               44




   4) Menetapkan indikator ketercapaian
Tabel 3. Indikator ketercapaian
                                  Persentase
                                   Target
    Aspek yang diukur             Capaian        Cara mengukur


 Keaktifan siswa selama                        Diamati saat guru memberikan
 mengikuti pembelajaran                        apersepsi kepada siswa pada awal
                                    80 %
                                               pembelajaran
 Keaktifan siswa dalam                         Diamati saat pembelajaran dengan
 mengikuti diskusi kelompok                    menggunakan lembar observasi dan
                                    80%
                                               dihitung dari jumlah siswa yang
                                               menunjukkan      perhatian   dan
                                               kesungguhan dalam KBM
 Ketelitian dan ketepatan                      Diamati saat pembelajaran dengan
 siswa dalam menyelesaikan                     menggunakan lembar observasi
                                    80 %
 persoalan/soal                                oleh peneliti dan dihitung dari
                                               jumlah siswa yang diteliti dan
                                               benar (tepat) dalam menyelesaikan
                                               soal
 Ketuntasan hasil belajar                      Dihitung dari jumlah siswa yang
 (standar   nilai minimal                      mendapatkan nilai 70 ke atas, untuk
                                    80 %
 adalah 70)                                    siswa yang mendapat nilai 70
                                               dianggap       telah     mencapai
                                               ketuntasan belajar.




b. Pelaksanaan Tindakan
       Peneliti melakukan tindakan pembelajaran sesuai dengan rencana yang
   telah disusun bersama guru yang akan dilakukan di kelas XI IPS SMA N 1
   Boyolali, yaitu pembelajaran menggunakan pendekatan Contextual Teaching
   and Learning untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran
   Akuntansi. Skenario pembelajaran yang akan peneliti lakukan bersama guru
   adalah sebagai berikut.
   1) Apersepsi materi, yaitu guru menjelaskan tentang materi pelajaran yang
       diawali dengan guru mengingatkan materi yang sebelumnya dan kemudian
       dikaitkan dengan materi yang baru.
                                                                          45




   2) Guru mendemonstrasikan bagaimana cara menyelesaikan latihan soal dan
      memberikan latihan terbimbing kepada siswa.
   3) Guru memberi tugas mandiri kepada siswa secara berkelompok agar siswa
      menyelesaikan soal latihan atau soal diskusi kelompok dengan
      mengkaitkan antara materi yang dipelajari dengan kehidupan nyata.
      Sehingga siswa memperoleh pengetahuan dari pengalaman yang mereka
      lakukan. Dalam kegiatan tersebut siswa di harapkan dapat bekerja secara
      kelompok dengan melakukan kegiatan diskusi        dengan kelompoknya
      masing-masing. Siswa diberi kebebasan untuk mencari sumber-sumber
      yang relevan, atau dalam mengerjakan soal sesuai dengan sumber yang
      mereka gunakan, tidak hanya dari cara yang disampaikan oleh guru.
      Dalam kegiatan ini siswa diharapkan dapat membangun pengetahuannya
      sendiri.
   4) Siswa membahas jawaban soal latihan atau soal diskusi dan kemudian
      menyususn laporannya secara sederharna. Dalam kegiatan ini diharapkan
      siswa dapat menemukan makna dari materi yang sedang mereka pelajari.
   5) Setiap kelompok mendeskripsikan hasil diskusinya masing-masing dan
      kelompok lain memberikan tanggapan. Dalam diskusi ini siswa
      didampingi guru untuk melakukan diskusi antar kelompok
   6) Bersama-sama dengan guru, siswa dibimbing untuk menyimpulkan
      masalah yang sedang didiskusikan.
c. Observasi/ Pengamatan
      Pada tahap ini peneliti mengamati jalannya proses pembelajaran dan
   mencatat hal-hal yang mungkin terjadi ketika tindakan berlangsung antara
   lain: (1) perhatian siswa ketika menerima penjelasan , (2) keaktifan siswa
   selama bekerja dalam kelompok, (3) tingkat pemahaman materi atau prestasi
   belajar siswa, (4) hal-hal lain yang berpengaruh terhadap tindakan yang
   diberikan. dalam tahap ini guru memberikan penilaian outentik terhadap
   siswa, baik pada saat guru menyampaikan materi maupun pada saat diskusi
   kelompok, serta ketika diadakannya tes atau kuis. Sehingga dapat diketauhi
   secara langsung perkembangan siswa, apakah siswa telah memahami materi
                                                                               46




   yang disampiakan, dan apakah ada perubahan tingkah laku dari siswa setelah
   memperoleh materi yang diajarkan.
d. Refleksi
       Data-data yang diperoleh melalui observasi dikumpulkan dan dianalisis
   dengan model analisis interaktif dalam tahap ini. Berdasarkan hasil observasi
   tersebut, peneliti dapat merefleksikan diri tentang kegiatan pembelajaran
   dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning yang
   telah dilakukan. Dengan demikian, dapat diketahui peningkatan keaktifan
   siswa dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi. Berdasarkan
   hasil refleksi ini akan dapat diketahui kelebihan dan kelemahan kegiatan
   pembelajaran yang telah dilakukan pada siklus I sehingga dapat digunakan
   untuk menentukan tindakan kelas pada pertemuan berikutnya atau siklus II.

                            2. Rancangan Siklus II
        Pada siklus II perencanaan tindakan dikaitkan dengan hasil yang telah
dicapai pada tindakan siklus I sebagai upaya perbaikan dari siklus tersebut dengan
materi pembelajaran sesuai dengan silabus mata pelajaran akuntansi dagang,
termasuk perwujudan tahap pelaksanaan, observasi dan interpretasi, serta analisis
dan refleksi yang juga mengacu pada siklus sebelumnya. Berbeda pada siklus I,
pada siklus II materi yang digunakan adalah materi lanjutan dari siklusI.
                                                                             47




                                   BAB IV
                            HASIL PENELITIAN


                        A. Deskripsi Lokasi Penelitian
1. Sejarah Singkat SMA N 1 Boyolali
       Pada tahun 1958 di Kabupaten Boyolali telah terdapat dua buah sekolah
setingkat SLTP berstatus “ Negeri ” tetapi belum ada satupun sekolahan untuk
melanjutkan belajar ke jenjang yang lebih tinggi bagi siswa-siswi lulusan kedua
sekolah tersebut. Dengan demikian para lulusan harus memilih antara putus
sekolah atau melanjutkan sekolah ke kota-kota lain, seperti Surakarta, Salatiga,
Jogjakarta dll. Realita inilah yang menjadi benih perhatian Kepala Daerah
Boyolali saat itu yakni Bapak M.S. Handjojo yang selanjutnya turut andil
memprakarsai dan mempersiapkan berdirinya sebuah sekolah setingkat SMA di
Boyolali.

     Mengalirnya dukungan atas prakarsa Bapak M.S. Handjojo tersebut turut
memperlancar proses     yang dicanangkan      dan akhirnya     diawali   dengan
pembentukan sebuah panitia pendiri SMA Negeri 1 Boyolali dengan salah
seorang anggotanya ialah Bapak I.S. Siswosoebroto yang kala itu menjabat
sebagai Kepala SMP Negeri 1 Boyolali. Panitia ini bertugas mempersiapkan
persyaratan dan pelaksanaan pendaftaran calon siswa, sementara Bapak M.S.
Handjojo mengusahakan fasilitas gedung yang hendak digunakan kegiatan bejajar
mengajar sementara.
     Setelah selesainya pendaftaran calon siswa dan persiapan-persiapan lainnya,
barulah Bapak I.S. Siswosoebroto mengajukan persetujuan ke Kantor Wilayah
Departemen Pengajaran Propinsi Jawa Tengah di Semarang. Berkat keuletan
beliau, persetujuan segera turun dengan SK Nomor 26/S.K/B.III yang berisi
persetujuan secara resmi dari Menteri Pengajaran untuk dibukanya sebuah SMU
di Boyolali yang dikenal dengan nama SMA Negeri ABC Boyolali terhitung
semenjak tanggal 1 Agustus 1958.
     Untuk sementara waktu kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri ABC
yang baru tersebut diselenggarakan disebuah gedung di Jl. Merbabu No. 2

                                      47
                                                                            48




Boyolali. Gedung tersebut adalah bekas rumah dinas pejabat kontrolir yang tidak
habis dimakan api sebagai akibat sistem bumi hangus pada saat terjadi Agresi
Militer Belanda II. Pada saat awal kemerdekaan gedung tersebut semula
disediakan untuk menampung para pengungsi dari lereng gunung Merapi, apabila
sewaktu-waktu gunung Merapi meletus. Hingga saat ini gedung tersebut masih
berdiri meskipun telah direnovasi dan digunakan sebagai kantor BP7 dan BPD
Jateng
     Setelah mendapat SK dari Kantor Wilayah Departemen Pengajaran Propinsi
Jawa Tengah, SMA Negeri ABC segera memulai kegiatannya, tepatnya pada
tanggal 11 Agustus 1958 dan diresmikan pada tanggal 22 September 1958 oleh
Bapak Ali Marsaban, seorang putera daerah yang menjabat sebagai Inspektur
Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pengajaran di Jakarta dan
Boyolali.
     SMA Negeri ABC Boyolali memulai kegiatan belajar mengajar dengan
siswa yang terbagi dalam tiga kelas, yang mana masing-masing satu kelas untuk
kelas A, kelas B dan kelas C. Para siswa tampak sangat gagah dengan berseragam
sekolah di bawah kepemimpinan Bapak R. Soebadar (alm), selaku kepala Sekolah
yang berasal dari SMA Negeri 1 Surakarta. Sejak saat itulah SMA Negeri ABC
Boyolali terus berperan aktif sebagai sebuah institusi pendidikan guna mencetak
generasi penerus bangsa yang berbudi pekerti luhur, berakhlak mulia ,dan
berpengetahuan luas yang handal dan kompetitif.
     Selama kurun waktu 51 tahun SMA Negeri 1 Boyolali dalam proses
perkembangannya mengalami tiga kali perubahan nama, yaitu pada saat
berdirinya bernama SMA ABC Boyolali, pada tahun 1962 menjadi SMA Negeri
Boyolali, pada tahun 1993 menjadi SMA Negeri 1 Boyolali, dan pada tahun 1996
menjadi SMU Negeri 1 Boyolali sampai tahun 2004, dan kembali lagi menjadi
SMA Negeri 1 Boyolali sampai tahun 2009 ini.
         Dari awal berdirinya sampai Tahun 2009 SMA Negeri 1 Boyolali telah
mengalami pergantian sepuluh orang Kepala Sekolah, yaitu Bp. R. Soebadar
(alm), Bp. Soewito, BA (alm), Bp. Soepono, BA (alm), Bp. Engan Hermanto
(alm), Bp. Soedarno, BA, Bp. Soelaiman HS, dan Ibu Sri Muryati, S.Pd., Bp.
                                                                               49




Basoeki, Bp. Marsum M. Dahlan, dan Bp.Drs. Sumarno,M.Pd. serta Bp.Drs.
Hardiman, MH. Beliaulah yang secara gigih memperjuangkan aspirasi warga
Boyolali untuk memiliki SMA Bertaraf Internasional. Kesepuluh Kepala Sekolah
tersebut telah berhasil memberi warna sekolah yang dipimpin sehingga selalu
tampil di jajaran paling depan dalam pendidikan. Masing-masing memiliki ciri
khas yang patut diteladani oleh guru dan siswa SMA N 1 Boyolali, yaitu tidak
pernah berhenti untuk belajar, jujur, sabar, disiplin yang tinggi, selalu berhasil
dalam diplomasi dan giat membangun.
2. Visi dan Misi SMA N 1 Boyolali
Visi Sekolah :
       Menjadi sekolah yang berkualitas dan berprestasi dengan sumber daya
manusia yang cerdas dan inovatif berdasarkan iman dan taqwa kepada Tuhan
yang maha esa.
Misi Sekolah :
a. Mengembangkan       prestasi   peserta dididik   secara berkualitas    melalui
   pembelajaran dan bimbingan, yang efektif, efisien, inovatif dan relevan
   dengan kebutuhan masyarakat serta perguruan tinggi.
b. Mewujudkan sekolah sebagai pusat kajian, percontohan serta pengalaman
   ilmu pengetahuan, teknologi serta keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan
   Yang Maha Esa.
c. Meningkatkan SDM yang kreatif, inovatif dan profesional dengan berdaya
   saing tinggi yang tetap berkepribadian dan berbudi pekerti luhur.
d. Menciptakan kondisi lingkungan sekolah yang bersih, nyaman dan kondusif
   guna keberhasilan pendidikan.
e. Menyelenggarakan proses pendidikan yang berorentasi pada mutu dan
   tekhnologi informasi (ICT).
3. Keadaan Lingkungan SMA N 1 Boyolali
  a. Lokasi SMA N 1 Boyolali
      SMA N 1 Boyolali berada di lokasi yang strategis, yaitu dijalan Kates No.8
      Boyolali. sehingga sangat mudah dijangkau kendaraan umum. Adapun
      batas-batasnya adalah:
                                                                                        50




                  Sebelah barat        : Perumahaan
                  Sebelah selatan      : Perumahan, Jalan Perintis Kemerdekaan
                  Sebelah timur        : Jalan Kates, Perumahaan, Kantor Koperasi
                  Sebelah utara        : Perumahan, dan kios pertokoan
         b. Struktur Organisasi SMK Kristen 1 Surakarta


                   SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 BOYOLALI


 KOMITE SEKOLAH                                  KEPALA SEKOLAH

H. Djoko Pramudyo. S.Pd                           Hardiman. SH.MH


                                                                   KEPALA TATA USAHA

                                                                            Tri Narsi




   WAKASEK                  WAKASEK                      WAKASEK SARANA               WAKASEK
  KESISWAAN                                                PRASARANA
                           KURIKULUM                                                   HUMAS
 Drs. Supriyanto            Dra. Sukamti                 Drs. Mulyadi J M            Dra. Endang S




                      Koordinator BP                        Guru-Guru




                                            Seluruh Siswa


                                     Jalur Konsultatif
                                     Jalur Komando
         Gambar 4: Struktur Organisasi SMA N 1 Boyolali
                                                                              51




       B. Identifikasi Masalah Pembelajaran Akuntansi Kelas XI IPS 1
                                  di SMA N 1 Boyolali
       Sebelum melaksanakan proses penelitian, terlebih dahulu peneliti
melakukan kegiatan identifikasi masalah (observasi awal) melalui kegiatan
wawancara dan pengamatan di kelas, tujuan observasi awal yaitu untuk
mengetahui keadaan nyata yang ada di lapangan. Observasi awal yang dilakukan
oleh peneliti dilaksanakan 2 kali, penelitian yang pertama dilakukan di luar jam
sekolah pada hari Rabu 6 Januari 2010. Penelitian ini menggunakan metode
wawancara, sampel yang digunakan adalah sampel acak, dengan populasi siswa
kelas XI IPS yang dilaksanakan di lingkungan SMA N 1 Boyolali. Observasi yang
ke dua dilakukan pada hari Sabtu tanggal 20 Januari 2010 di SMA N 1 Boyolali.
Hasil dari identifikasi masalah tersebut adalah sebagai berikut :
1. Ditinjau dari Segi Siswa
   a. Siswa kurang antusias terhadap mata pelajaran akuntansi.
               Kurangnya antusias siswa terhadap mata pelajaran akuntansi
       disebabkan karena metode yang diterapkan selama ini adalah ceramah,
       sehingga siswa hanya mendengarkan penjelasan guru, dan mengerjakan
       soal latihan yang diperintahkan guru. Pembelajaran yang seperti ini sangat
       berpengaruh terhadap pelaksanaan pembelajaran, yaitu siswa cenderung
       mengabaikan mata pelajaran akuntansi dan kegiatan pembelajaran yang
       terjadi hanya satu arah.
   b. Siswa kurang aktif dalam pembelajaran akuntansi.
               Siswa cenderung tidak mempergunakan kesempatan untuk
       bertanya tentang kesulitan yang mereka hadapi. Siswa merasa malu untuk
       mengungkapkan pendapatnya jika diadakan tanya jawab. Mereka memilih
       diam tidak bertanya meskipun sebenarnya mereka belum paham tentang
       materi yang sedang dibahas. Sebagian siswa juga masih malu untuk maju
       ke depan jika diminta guru untuk menjelaskan kembali apa yang mereka
       terima setelah mendengarkan penjelasan            guru. Siswa cenderung
       bermasalah dalam menuangkan ide, gagasan dan kreatifitas.
                                                                            52




   c. Siswa mengalami kesulitan menyelesaikan soal-soal latihan dan tugas
       kelompok
              Kesulitan siswa dalam menyelesaikan latihan soal diakibatkan dari
       kurangnya pemahaman siswa terhadap materi pelajaran, hal tersebut
       merupakan dampak dari pembelajaran konvensional yang diterapkan
       selama ini. Kurangnya pemahaman siswa terhadap materi berdampak pada
       saat siswa mengerjakan soal latihan yang cenderung hanya melihat contoh,
       sehingga ketika diberi soal yang lebih variatif mengalami kesulitan.
              Selain itu pemberian tugas kelompok tanpa adanya pantauan dan
       motivasi dari guru, menyebabkan siswa kurang bersemangat dalam
       menyelesaiakan tugas. Siswa akan lebih bersemangat apabila diberikan
       motivasi yang lebih dan keterbukaan guru terhadap siswanya, sebagai
       contoh adanya penghargaan yang lebih terhadap siswa yang menunjukkan
       keaktifannya di kelas. Dengan demikian siswa akan termotivasi untuk
       berlomba mengumpulkan point keaktifan, dan secara tidak langsung akan
       membantu     siswa meningkatkan ketrampilannya, baik        ketrampilan
       menyelesaikan soal latihan maupun berpendapat di kelas.
2. Ditinjau dari Segi Guru
   a. Guru merasa kesulitan dalam menerapkan model pembelajaran yang tepat
       untuk meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran
       akuntansi.
              Pada saat pembelajaran, siswa menunjukkan sikap yang kurang
       berminat dan kurang antusias terhadap mata pelajaran akuntansi. Siswa
       terlihat bosan dan jenuh terhadap pelajaran akuntansi serta kurang
       memperhatikan pelajaran dengan seksama. Guru sudah mencoba
       membangkitkan minat siswa dengan memberikan pendekatan secara
       langsung dan dengan memotivasi serta menegur siswa yang tidak mau
       memperhatikan pelajaran. Namun, cara ini ternyata belum mampu
       membangkitkan semangat dan minat belajar siswa.
   b. Hasil belajar yang tercermin dari prestasi siswa belum menunjukkan hasil
       yang maksimal.
                                                                              53




              Berdasarkan survey awal yang dilakukan peneliti, terdapat20 siswa
       dari 41 siswa kelas XI IPS 1 yang memenuhi standar nilai KKM (Kriteria
       Ketuntasan Minimal) mata pelajaran akuntansi yaitu 70.00. Dari hasil
       ulangan (untuk materi mengelola buku besar), nilai terendah yang
       diperoleh siswa kelas XI IPS 1 adalah 60.00 sedangkan nilai tertinggi
       adalah 75.00. Dari rentang nilai yang terlihat menunjukkan hasil yang
       diperoleh siswa belum maksimal. Banyak siswa yang tidak memenuhi
       standar minimal ketuntasan belajar, bahkan hanya ada 6 siswa
       memperoleh nilai 75. Untuk tugas-tugas rumah yang diberikan oleh guru,
       mayoritas siswa masih mengerjakan di kelas sebelum pelajaran dimulai.
       Ini menunjukkan rendahnya keaktifan dan tanggung jawab siswa dalam
       mengikuti pelajaran akuntansi.


                           C. Deskripsi Hasil Penelitian
       Proses penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang masing-masing
siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu : (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan
tindakan, (3) observasi dan interpretasi, dan (4) analisis dan refleksi tindakan.
Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai guru, sehingga selama proses
pembelajaran peneliti yang melakukan tindakan pembelajaran dan penelitian.
1. Siklus I
           Penerapan pembelajaran akuntansi pada siklus I melalui pembelajaran
   dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning :
   a. Perencanaan Tindakan Siklus I
              Kegiatan perencanaan tindakan I dilaksanakan pada hari Sabtu,
       tanggal 13 Februari 2010 di ruang guru SMA N 1 Boyolali. Guru bersama
       peneliti mendiskusikan rancangan tindakan yang akan dilakukan dalam
       penelitian   ini.   Peneliti   mengungkapkan    bahwa   siswa   menemui
       permasalahan dalam mengikuti pembelajaran akuntansi dan kurang
       menguasai materi pelajaran akuntansi yang berdampak siswa kesulitan
       menyelesaikan soal-soal latihan. Kemudian disepakati bahwa pelaksanaan
       tindakan pada siklus I akan dilaksanakan selama 4 kali pertemuan, yakni 3
                                                                       54




kali pemberian materi dan 1 kali ulangan atau kuis. Tahap siklus 1 akan
dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 17 Februari 2010, Rabu tanggal 24
Februari 2010, Sabtu tanggal 27 Februari 2010, Rabu tanggal 3 Maret
2010.
        Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pada siklu I sebagai
berikut :
1) Peneliti bersama guru mendiskusikan skenario pembelajaran akuntansi
    menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning, dengan
    skenario pembelajaran sebagai berikut:
    a) Pertemuan pertama ( Rabu, 17 Februari 2010)
        (1) Salam pembuka, mengecek kehadiran siswa
        (2) Menciptakan situasi pembelajaran yang kondusif untuk
            membangkitkan minat siswa dengan mengecek kondisi baik
            siswa maupun kelas.
        (3) Mengulangi sedikit materi yang terdahulu yang masih ada
            kaitannya dengan materi yang akan diajarkan dengan cara
            memberikan pertanyaan kepada siswa (tanya jawab) agar guru
            tahu seberapa jauh pemahaman siswa.
        (4) Guru menekankan tentang materi apa yang akan dipelajari
            yaitu tentang laporan keuangan perusahaan jasa.
        (5) Guru menyajikan materi tentang laporan keuangan yang dibuat
            perusahaan jasa berdasarkan kertas kerja. Dalam memberikan
            materi guru mengkaitkan antara materi dengan konteks
            kehidupan yang nyata, misalnya dalam memberikan penjelasan
            tentang pentingnya membuat laporan keuangan             dalam
            perusahaan.
        (6) Guru memberikan berbagai contoh cara mengerjakan laporan
            keuangan      perusahaan   jasa.   Sebelum   membuat   laporan
            keuangan guru menekankan kepada siswa agar mencermati
            terlebih dahulu kertas kerja yang telah tersedia.
                                                                     55




   (7) Guru    memberikan     kesempatan        kepada     siswa   untuk
       menanyakan materi yang belum dipahami, kemudian guru
       memanggil siswa secara acak untuk menjawab pertanyaan
       yang diberikan oleh guru.
   (8) Siswa diberikan soal untuk diselesaikan.
   (9) Siswa mencermati lembar kegiatan yang telah dikerjakan dan
       menanyakan tentang kesulitan yang dihadapi saat mengerjakan
       tugas tersebut.
   (10) Guru   membuat     kesimpulan    dari     materi    yang   telah
       disampaikan.
   (11) Salam penutup.
b) Pertemuan kedua (Rabu, 24 Februari 2010)
   (1) Salam pembuka, mengecek kehadiran siswa
   (2) Guru menyampaikan rencana kegiatan yang akan dilakukan
       dalam pembelajaran.
   (3) Membahas sedikit materi yang terdahulu dengan tanya jawab
       kepada siswa untuk menilai pemahaman/konsepsi yang ada
       pada diri siswa.
   (4) Siswa dibuat menjadi 6 kelompok besar, masing-masing
       kelompok membuat tugasnya masing-masing berdasarkan
       intruksi guru.
   (5) Setiap kelompok diberi kertas kerja yang sama, namun
       masing-masing kelompok diberi pertanyaan yang berbeda-
       beda.
   (6) Siswa berdiskusi bersama kelompoknya untuk menyelesaikan
       tugasnya.
   (7) Guru mengawasi berjalannya diskusi dengan berkeliling ke
       masing-masing kelompok.
   (8) Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok
       masing-masing dan Kelompok lain menanggapi.
                                                               56




   (9) Guru mengawasi berjalannya diskusi apabila ada kesalahan
       konsep yang dipaparkan siswa guru mengarahkan.
   (10) Guru meminta hasil diskusi kelompok, dan guru mereview
       jalannya diskusi kelompok, serta memberikan kesimpulan
       terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan.
   (11) Salam penutup
c) Pertemuan Ketiga (Rabu, 03 Maret 2010)
   (1) Salam pembuka, mengecek kehadiran siswa
   (2) Guru menyampaikan rencana kegiatan yang akan dilakukan
       dalam pembelajaran.
   (3) Guru Membagikan soal laitihan yang dikerjakan secara
       mandiri oleh siswa.
   (4) Siswa mengerjakan soal latihan.
   (5) Guru mengawasi dan mengamati kelas, serta memberikan
       pengarahan kepada siswa yang mengalami kesulitan.
   (6) Guru membuat kesimpulan dari materi dan tugas yang sudah
       dikerjakan. Siswa akan berpikir apakah jawaban mereka sudah
       sesuai dengan konsep yang diharapkan oleh kompetensi dasar
       atau belum.
   (7) Salam penutup
d) Pertemuan Keempat (Sabtu, 06 Maret 2010)
   (1) Salam pembuka, mengecek kehadiran siswa
   (2) Guru menciptakan situasi yang kodusif agar siswa siap untuk
       mengerjakan soal Quis
   (3) Membahas sedikit materi yang terdahulu dengan tanya jawab
       kepada siswa untuk menilai pemahaman/konsepsi yang ada
       pada diri siswa.
   (4) Guru membagikan soal untuk kuis berupa soal esai dan
       meminta agar siswa dalam mengerjakan secara mandiri untuk
       menunjukkan apa yang telah siswa pelajari selama bekerja
       dalam kelompok.
                                                                          57




          (5) Guru bersama peneliti mengawasi dengan baik agar hasil dari
              kuis   dapat    mencerminkan     kemampuan       mereka     dan
              memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan soal
              dengan tertib dan tenang.
          (6) Guru meminta lembar jawab siswa.
          (7) Salam penutup
   2) Peneliti dan guru menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
      untuk materi Laporan Keuangan Perusahaan Jasa (Laporan Laba Rugi,
      Laporan Perubahan Modal, dan Neraca) dengan pembelajaran yang
      menggunakan pendekatan Contexual Teaching and Learning (CTL)
   3) Peneliti dan guru menyusun instrumen penelitian, yang berupa tes dan
      nontes. Instrumen tes dari hasil pekerjaan siswa (evaluasi akhir siklus
      berupa kuis), sedangkan instrumen non-tes dinilai berdasarkan
      pedoman observasi yang dilakukan oleh peneliti dengan mengamati
      keaktifan dan sikap siswa selama proses belajar mengajar berlangsung.
b. Pelaksanaan Tindakan I
          Pelaksanaan tindakan I dilaksanakan selama 4 kali pertemuan,
   seperti yang telah direncanakan, yaitu setiap hari Rabu dan Sabtu, masing-
   masing pada tanggal 17, 24 Februari 2010, dan 3, 6 Maret 2010 diruang
   kelas XI IPS 1. Pertemuan dilaksanakan selama 8 x 45 menit sesuai
   dengan skenario pembelajaran dan RPP.
          Materi pada pelaksanaan tindakan I ini adalah laporan Keuangan
   Perusahaan Jasa (Laporan Laba rugi, Laporan Perubahan Modal, dan
   Neraca). Pertemuan Pertama digunakan guru untuk menjelaskan materi
   secara jelas, sedangkan pada pertemuan kedua digunakan untuk diskusi
   kelompok, masing-masing kelompok mengerjakan soalnya masing-
   masing. Pada pertemuan ketiga siswa mengerjakan soal latihan secara
   mandiri, dan pada pertemuan keempat diadakan evaluasi belajar atau kuis.
          Urutan pelaksanaan tindakan tersebut adalah sebagai berikut :
   1) Pertemuan Pertama (Rabu, 17 Februari 2010)
                                                                  58




a) Guru   mengawali     pembelajaran   dengan    salam,    kemudian
   melakukan presensi siswa yang mengikuti pelajaran.
b) Guru mengulangi materi sebelumnya yaitu tentang kertas kerja
   dengan memberikan pertanyaan kepada siswa. Pada saat itu yang
   berhasil menjawab adalah Bayu Bintoro, Savitri Vidya, Kurnia
   Sari, Lilis Nur Aysah dan Andi Purnomo. Kegiatan ini dilakukan
   guru untuk mengkaitkan antara materi sebelumnya dengan materi
   yang akan dipelajari. Selain itu untuk mengetahui sampai dimana
   pengetahuan siswa (mengetahui pengetahuan dasar siswa untuk
   melanjutkan materi berikutnya).
c) Guru menjelaskan materi tentang Laporan Keuangan secara jelas.
   Pada kesempatan kali ini laporan keuangan yang di bahas adalah
   tentang laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan neraca.
   Dalam memberikan penjelasan peneliti memberikan contoh dengan
   mengkaikan antara materi dengan konteks kehidupan yang
   senyatanya, dalam kesempatan ini guru memberikan penjelasan
   tentang pentingnya membuat laporan keuangan perusahaan, dalam
   memberikan keterangan tentang akun-akun yang terlibat dalam
   laporan keuangan guru juga mengkaitkannya dengan kehidupan
   yang   senyatanya.    Disela-sela   penyampaian      materi   guru
   memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa yang dilakukan
   secara acak. Pada kesempatan ini yang berhasil menjawab adalah
   Bella Ariesta, Ifnu syarifudin, Eko Pranana dan Rasyid Ghoniyyu.
d) Guru memberikan contoh bagaimana cara membuat laporan
   keuangan laba rugi, laporan perubahan modal, dan neraca. Sebelum
   membuat laporan keuangan perusahaan jasa Guru menekankan
   kepada siswa agar mencermati terlebih dahulu kertas kerja yang
   telah tersedia.Guru memberikan contoh dengan mengerjakan di
   depan kelas yang diikuti oleh seluruh siswa. Sebagian dari siswa
   yang belum mengerti terhadap contoh soal yang dikerjakan oleh
   guru di depan kelas mengajukan beberapa pertanyaan kepada guru.
                                                                     59




      Salah satunya adalah Lilis Rahayu dan Wimpie Adi Guna, mereka
      menanyakan tentang modal yang terdapat dalam neraca.
   e) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan
      materi yang belum dipahami sebelum mengerjakan latihan soal.
   f) Berdasarkan intruksi dari guru siswa membuat laporan keuangan
      berdasarkan kertas kerja yang telah guru siapkan.
   g) Setelah waktu yang telah ditentukan guru membahas latihan soal
      yang telah dikerjakan oleh siswa, dalam pembahasan siswa diminta
      untuk memperhatikan pekerjaan mereka masing-masing dan
      memperbaiki apabila ada yang salah.
   h) Guru memberikan kesimpulan terhadap materi yang telah
      dipelajari.
   i) Sebelum       Guru   mengakhiri   kegiatan   pembelajaran,   Guru
      memerintahkan siswa untuk mencari berbagai contoh bentu-bentuk
      laporan keuangan.
   j) Salam penutup
2) Pertemuan Kedua (Rabu, 24 Februari 2010)
   a) Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan salam, kemudian
      melakukan presensi siswa yang mengikuti pelajaran.
   b) Guru memberikan pengantar materi yang akan dipelajari.
   c) Guru memberikan intruksi kepada siswa untuk duduk berkelompok
      sesuai kelompok yang telah dibentuk. Kelas dibagi menjadi 6
      kelompok besar.
   d) Guru memberikan penjelasan tentang model pembelajaran yang
      akan dilaksanakan, yaitu diskusi kelompok. Masing-masing
      kelompok akan memperoleh kertas kerja yang sama, tetapi dengan
      soal yang berbeda. Kelompok I mengerjakan Laporan Laba Rugi
      Singel step, Kelompok II membuat Laporan Laba rugi model
      Multyple Step, kelompok III membuat Laporan Laba rugi model
      scontro, Kelompok IV Membuat Laporan Perubahan Modal,
                                                                         60




      Kelompok V membuat Neraca model scontro, dan kelompok VI
      membuat Neraca model stafel.
   e) Guru dan peneliti mengawasi jalannya diskusi dengan berkeliling
      kelas dan mengontrol jalannya diskusi, serta memberikan
      penjelasan kepada kelompok yang mengalami kesulitan.
   f) Siswa dengan kelompok masing-masing mengerjakan soal latihan
      yang telah diberikan oleh guru.
   g) Setelah waktu yang diberikan untuk diskusi berakhir, guru
      mempersilakan      kepada      masing-masing       kelompok     untuk
      mempresentasikan jawaban kelompoknya. Salah satu perwakilan
      dari   kelompok    I   yaitu     Andi   Purnomo    dengan     sukarela
      mempresentasikan       jawabannya,      kemudian    diikuti    dengan
      kelompok-kelompok lain.
   h) Bersama guru siswa membuat kesimpulan tentang perbedaan dan
      persamaan masing-masing model laporan keuangan.
   i) Salam penutup.
3) Pertemuan Ketiga (Rabu, 03 Maret 2010)
   a) Guru mengawali kegiatan belajar mengajar dengan mengucapkan
      salam, kemudian dilanjutkan dengan presensi siswa.
   b) Guru memberikan penjelasan tentang kegiatan yang akan
      dilakukan.
   c) Guru memberikan intruksi untuk mengerjakan soal latihan pada
      buku latihan.
   d) Guru membagikan soal latihan mandiri kepada siswa, dan
      mengaharapkan siswa untuk mengerjakan soal latihan secara
      mandiri.
   e) Guru dan peneliti berkeliling kelas mengawasi kelas dan
      memerikasa pekerjaan siswa, serta memberikan pengarahan kepada
      siswa yang mengalami kesulitan.
   f) Setelah waktu yang ditentukan siswa bersama guru membahas soal
      latihan yang telah dikerjakan.
                                                                             61




      g) Diakhir kegiatan pembelajaran guru memberikan kesimpulan
            terhadap materi yang dipelajari.
      h) Salam penutup.
   4) Pertemuan Keempat (Rabu, 06 Maret 2010)
       a) Guru mengawali kegiatan belajar mengajar dengan mengucapkan
            salam, kemudian dilanjutkan dengan persensi siswa.
       b) Siswa diberikan kesempatan oleh guru untuk mempersiapkan diri
            menjawab pertanyaan kuis berupa soal esai untuk materi yang
            sudah didiskusikan pada pertemuan sebelumnya.
       c)    Guru dan peneliti membagikan soal kuis untuk materi laporan
            keuangan perusahaan jasa.
       d) Siswa mengerjakan soal kuis sedangkan guru bersama peneliti
            mengawasi      dengan    baik      agar   hasil   kuis   benar-benar
            mencerminkan kemampuan mereka. Pada saat kuis berlangsung
            ada salah satu siswa yang mencoba bertanya kepada teman,
            namun guru segera memperingatkan siswa tersebut untuk
            mengerjakan soal kuis secara mandiri.
       e) Kegiatan evaluasi yang dilaksanakan berlangsung cukup tertib,
            hasil kuis dikumpulkan saat itu juga.
       f) Kegiatan belajar dan kegiatan evaluasi pada Siklus I berakhir
c. Observasi dan Interpretasi
            Peneliti mengamati proses pembelajaran akuntansi dengan
   berpedoman pada lembar observasi yang telah disusun. Pertemuan pertama
   dimulai hari Rabu 17 Februari 2010 di kelas XI IPS 1. Metode yang
   digunakan pada pertemuan pertama lebih didominasi metode ceramah dan
   presentasi oleh guru. Hal ini dilakukan karena materi pelajaran yang
   diajarkan adalah materi yang cukup sulit, sehingga diperlukan penjelasan
   yang menyeluruh oleh guru. Selain itu guru juga menekankan siswa
   tentang bagaimana membuat laporan keuangan melalui pemberian contoh
   didepan kelas, hal ini dilakukan agar siswa lebih mudah memahami materi
   dan terampil. Dalam menyampaikan materi guru selalu memberikan
                                                                      62




contoh atau gambaran yang dikaitkan dengan konteks kehidupan yang
senyatanya. Pada pertemuan kedua yaitu hari Rabu, tanggal 24 Maret
2010, guru melanjutkan penyampaikan materi pertemuan sebelumnya
yaitu    Laporan     Keuangan    Perusahaan    Jasa,   kemudian     guru
mengintruksikan kepada siswa untuk duduk berdasarkan kelompok
masing-masing dan mendiskusikan soal latihan yang telah disiapkan oleh
guru. Pada waktu yang telah ditentukan setiap kelompok menyampaikan
hasil diskusinya, dan kelompok lain menanggapinya. Sedangkan pada
pertemuan ketiga, yaitu pada hari Rabu tanggal 03 Maret 2010, kegiatan
pembelajaran dilanjutkan dengan latihan soal secara individu, kegiatan
latihan yang dilakukan secara teruss menerus ini dilakukan agar siswa
lebih terampil dalam menyelesaikan soal latihan yang bervariatif dan
memahami materi yang sedang mereka pelajari. Dengan latihan secara
individu ini diharapkan siswa menjadi lebih siap dalam menghadapi kuis
yang akan dilaksanakan pada pertemuan berikutnya. Pada pertemuan
keempat pada hari Sabtu tanggal 06 Maret 2010 digunakan oleh guru
untuk melakukan evaluasi akhir dari siklus I berupa kuis agar prestasi
belajar siswa dapat diketahui. Kuis berupa soal esai untuk mengetahui
tingkat pemahaman siswa sebagai hasil dari diskusi kelompok dan latihan
individu pada pertemuan sebelumnya. Dari kegiatan tersebut, deskripsi
tentang jalannya proses pembelajaran akuntansi dengan pendekatan
Contextual Teaching and Learning (CTL) sudah dijelaskan secara rinci
dalam pelaksanaan tindakan I.
        Berdasarkan hasil pengamatan terhadap pelaksanaan proses belajar
mengajar akuntansi di kelas XI IPS 1, diperoleh gambaran tentang prestasi
belajar siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung, yaitu pada
tabel berikut ini:
                                                                               63




Tabel 4. Hasil/ Prestasi Belajar Siswa Siklus I
                                                  Jumlah Siswa
       Aspek yang diukur              Aktif       Cukup aktif      Kurang
                                                                       aktif

 Keaktifan siswa selama             20 siswa          13 siswa         8 siswa
 pembelajaran

 Keaktifan siswa dalam              17 siswa          14siswa      10 siswa
 mengikuti diskusi
 kelompok

 Ketelitian dan ketepatan            26siswa          8 siswa          7 siswa
 siswa dalam menyelesaikan
 persoalan/soal


       Berdasarkan kuis pada siklus I, ketuntasan hasil belajar (Kriteria
Ketuntasan Minimal adalah 70) yang tercapai pada siklus I sebanyak 32
siswa dengan presentase sebesar 78% dan nilai rata-rata kelas yang dicapai
sebesar 74.04. Peningkatan nilai siswa pada siklus 1 rata-rata 10% per
siswa jika dibandingkan dengan nilai dasar. Ketuntasan belajar siswa
tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.


Tabel 5. Ketuntasan Belajar Siswa Siklus I
                          Ketuntasan Hasil Belajar
 Kriteria                    Jumlah siswa                 Persentase
 Tuntas                         32 siswa                    78%
 Tidak Tuntas                    9siswa                     32%
 Jumlah                         41 siswa                    100%


       Hasil capaian prestasi dan keaktifan siswa untuk pelajaran
akuntansi dagang tersebut juga dapat dilihat pada grafik berikut ini:
                                                                                      64




30


                                                                  Keaktifan siswa selama
25                                                                pembelajaran



20

                                                                  Keaktifan siswa dalam
15                                                                mengikuti diskusi
                                                                  kelompok


10

                                                                  Ketelitian dan ketepatan
                                                                  siswa dalam
5                                                                 menyelesaikan
                                                                  persoalan/soal

0
     Aktif                     Kurang Aktif



     Gambar 5. Profil Hasil/ Prestasi Belajar Siswa Siklus I


                    Ketuntasan hasil belajar siswa juga dapat dilihat pada grafik
             berikut ini:




             35
             30
             25
                                                                                    Tuntas
             20
             15                                                                     Tidak Tuntas

             10
              5
              0
                                 Jumlah siswa


                    Gambar 6. Profil Ketuntasan Belajar Siswa Siklus I
                                                                             65




d. Analisis dan Refleksi Tindakan Siklus I
            Berdasarkan hasil observasi dan interpretasi tindakan pada siklus I,
   peneliti melakukan analisis sebagai berikut:
   1) Beberapa kelemahan guru dalam siklus I ini adalah:
       a)   Guru kurang memberi motivasi pada siswa yang kurang aktif dan
            lebih memberi perhatian pada siswa yang bertanya.
       b)   Guru juga belum dapat memahami kondisi konsentrasi siswa pada
            saat itu sehingga masih banyak siswa yang kurang paham terhadap
            materi, mereka hanya mengetahui tanpa memahami, jadi siswa
            hanya memiliki pengetahuan sesaat saja.
       c)   Guru kurang dapat memperhatikan siswa ketika mengerjakan
            latihan soal, guru hanya berkeliling kelas sesaat saja atau ketika
            siswa mengalami kesulitan. Akibatnya banyak siswa yang gaduh
            dibagian belakang dan hanya menyontek pekerjaan teman.
       d)   Pada saat evaluasi, posisi guru lebih banyak duduk di depan dan
            kurang memperhatikan kondisi siswa yang duduk dibarisan
            belakang. Hal ini mengakibatkan siswa yang duduk dibelakang
            kurang sportif dalam mengerjakan soal, masih ada beberapa siswa
            yang bertanya dan menyontek jawaban teman sebelahnya tanpa
            diketahui oleh guru.
  2)   Sedangkan dari segi siswa ditemukan beberapa kekurangan, yaitu
       sebagai berikut:
       a)   Banyak siswa yang kurang memperhatikan ketika guru ketika
            sedang memberikan materi, banyak diantara mereka yang
            melakukan aktivitas lain, seperti mencoret-coret kertas, dan
            berbincang kepada teman sebelahnya, akibatnya banyak siswa
            yang tidak paham terhadap materi yang disampaikan guru.
       b)   Belum maksimalnya siswa dalam menggunakan waktu yang
            diberikan saat diskusi. Hal ini dapat dilihat dari masih adanya
            beberapa siswa yang melakukan aktivitas lain selain diskusi
            tentang materi pelajaran.
                                                                              66




         c)    Hanya satu siswa perwakilan dari kelompoknya yang bersedia
               tampil untuk mempresentasikan hasil diskusi secara sukarela.
         d)    Pada saat kuis berlangsung, beberapa siswa yang duduk dibarisan
               belakang kurang sportif dalam mengerjakan soal. Hal ini terbukti
               dengan adanya siswa yang bertanya dan menyontek jawaban teman
               sebelahnya tanpa sepengetahuan guru.
               Berdasarkan observasi dan analisis diatas, maka tindakan refleksi
      yang dapat dilakukan adalah :
      1) Guru lebih banyak melakukan pendekatan dan motivasi kepada seluruh
          siswa terutama siswa yang kurang aktif di kelas.
      2) Pada saat guru mempresentasikan materi kepada siswa dikelas,
          sebaiknya guru memastikan terlebih dahulu apakah para siswa telah
          benar-benar memahami materi yang disampaikan tersebut. Setelah itu
          baru kemudian beralih ke konsep atau materi selanjutnya.
      3) Guru memperhatikan keseluruhan siswa ketika siswa sedang
          mengerjakan latihan soal baik secara individu maupun diskusi agar
          siswa benar-benar melaksanakan tugasnya dengan baik dan mandiri.
      4) Guru lebih memperhatikan kondisi siswa yang duduk dibarisan
          belakang pada saat kuis sehingga hal tersebut tidak memungkinkan
          bagi siswa yang mencoba bertanya jawaban pada teman yang duduk
          disebelahnya.
2. Siklus II
         Penerapan pembelajaran dengan menggunkan pendekatan Contextual
   Teaching and Learning (CTL) berdasarkan refleksi pada Siklus I
   menunjukkan bahwa masih terdapat kekurangan-kekurangan, yaitu masih
   terdapat siswa yang kurang aktif dan hasil atau prestasi belajarnya kurang
   maksimal. Langkah-langkah penerapan pembelajaran dengan menggunkan
   pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada Siklus II adalah
   sebagai berikut:
                                                                            67




a. Perencanaan Tindakan Siklus II
          Kegiatan perencanaan tindakan II dilaksanakan pada hari Senin
   tanggal 08 Maret 2010 di ruang Guru SMA N 1 Boyolali. Guru bersama
   peneliti mendiskusikan rancangan tindakan yang akan dilakukan dalam
   penelitian ini. Peneliti mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil analisis
   dan refleksi dari siklus I, kemudian disepakati bahwa pelaksanaan
   tindakan pada siklus II akan dilaksanakan selama 3 kali pertemuan, yakni
   setiap hari Rabu, masing-masing tanggal 10, 13, 17 Maret 2010 dengan
   rancangan sebagai berikut:
   1) Peneliti bersama guru mendiskusikan skenario pembelajaran akuntansi
      dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning
      (CTL), yaitu dengan skenario pembelajaran sebagai berikut:
      a) Pertemuan Pertama ( Rabu, 10 Maret 2010)
         (1) Salam pembuka, mengecek kehadiran siswa
         (2) Menciptakan situasi pembelajaran yang kondusif untuk
              membangkitkan minat siswa dengan mengecek kondisi baik
              siswa maupun kelas.
         (3) Mengulangi sedikit materi yang terdahulu yang masih ada
              kaitannya dengan materi yang akan diajarkan dengan cara
              memberikan pertanyaan kepada siswa (tanya jawab) agar guru
              tahu seberapa jauh pemahaman siswa.
         (4) Guru menekankan tentang materi apa yang akan dipelajari
              yaitu   tentang   Jurnal     Penutup,   Neraca   Saldo    Setelah
              Penutupan, dan Jurnal Pembalik.
         (5) Guru menyajikan materi tentang Jurnal Penutup, Neraca Saldo
              Setelah Penutupan, dan Jurnal Pembalik.
         (6) Guru     memberikan         kesempatan   kepada    siswa    untuk
              menanyakan materi yang belum dipahami, kemudian guru
              memanggil siswa secara acak untuk menjawab pertanyaan
              yang diberikan oleh guru.
         (7) Siswa diberikan soal untuk diselesaikan.
                                                                      68




   (8) Siswa mencermati lembar kegiatan yang telah dikerjakan dan
       menanyakan         tentang   kesulitan     yang   dihadapi    saat
       mengerjakan tugas tersebut.
   (9) Guru    membuat       kesimpulan    dari    materi   yang    telah
       disampaikan.
   (10) Salam penutup.
b) Pertemuan Kedua ( Sabtu, 13 Maret 2010)
   (1) Salam pembuka, mengecek kehadiran siswa
   (2) Guru menyampaikan rencana kegiatan yang akan dilakukan
       dalam pembelajaran.
   (3) Membahas sedikit materi yang terdahulu dengan tanya jawab
       kepada siswa untuk menilai pemahaman/konsepsi yang ada
       pada diri siswa.
   (4) Siswa dibuat menjadi 6 kelompok besar dalam setiap
       kelompok siswa mengerjakan tugasnya masing-masing. Setiap
       siswa dapat memberikan penjelasan kepada temannya yang
       kurang mengerti dalam kelompok tersebut.
   (5) Guru mengawasi berjalannya belajar kelompok dengan
       berkeliling ke masing-masing kelompok.
   (6) Guru meminta hasil pekerjaan siswa dan membahas soal yang
       telah dikerjakan.
   (7) Guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari
   (8) Salam penutup
c) Pertemuan Ketiga ( Rabu, 17 Maret 2010 )
   (1) Salam pembuka, mengecek kehadiran siswa
   (2) Guru menciptakan situasi yang kodusif agar siswa siap untuk
       mengerjakan soal Kuis
   (3) Membahas sedikit materi yang terdahulu dengan tanya jawab
       kepada siswa untuk menilai pemahaman/konsepsi yang ada
       pada diri siswa.
                                                                       69




         (4) Guru membagikan soal untuk kuis berupa soal esai dan
              meminta agar siswa dalam mengerjakan secara mandiri untuk
              menunjukkan apa yang telah siswa pelajari selama bekerja
              dalam kelompok.
         (5) Guru bersama peneliti mengawasi dengan baik agar hasil dari
              kuis   dapat   mencerminkan      kemampuan    mereka    dan
              memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan
              soal dengan tertib dan tenang.
         (6) Guru meminta lembar jawab siswa.
         (7) Salam penutup
   2) Guru menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk
      materi Jurnal Penutup, Neraca Saldo detelah penutupan dan jurnal
      pembalik dengan pembelajaran yang menggunakan pendekatan
      Contextual Teaching and Learning (CTL).
   3) Peneliti dan guru menyusun instrumen penelitian, yang berupa tes dan
      nontes. Instrumen tes dari hasil pekerjaan siswa (kuis), sedangkan
      instrumen nontes dinilai berdasarkan pedoman observasi yang
      dilakukan oleh peneliti dengan mengamati keaktifan dan sikap siswa
      selama proses belajar mengajar berlangsung.
b. Pelaksanaan Tindakan II
          Pelaksanaan tindakan II dilaksanakan selama 3 kali pertemuan
   seperti yang telah direncanakan yaitu tanggal 10,13, 17 Maret 2010 di
   ruang kelas XI IPS 1. Pertemuan dilaksanakan selama 6 x 45 menit sesuai
   dengan skenario pembelajaran dan RPP. Pelaksanaan tindakan II sedikit
   berbeda dengan    tindakan yang dilakukan pada siklus I, yaitu pada
   pelaksanaan kegiatan diskusi, pada siklus 1 setiap kelompok memiliki
   tugas yang berbeda-beda, namun pada diskusi kali ini siswa diberi soal
   yang sama dan dikerjakan secara berdiskusi dengan kelompoknya masing-
   masing, sehingga siswa memiliki hasil pekerjaannya masing-masing.
   Materi yang disampaikan pada pelaksanaan tindakan II juga berbeda
   dengan pelaksanaan tindakan I. Materi pada pelaksanaan tindakan II ini
                                                                         70




adalah membuat Jurnal Penutup, Neraca saldo setelah Peutupan, dan
Jurnal Pembalik.
       Urutan pelaksanaan tindakan tersebut adalah sebagai berikut :
1)   Pertemuan Pertama (Rabu, 10 Maret 2010)
     a) Salam pembuka, mengecek kehadiran siswa.
     b) Menciptakan       situasi   pembelajaran   yang   kondusif     untuk
         membangkitkan minat siswa dengan mengecek kondisi baik
         siswa maupun kelas.
     c) Guru membuka pelajaran dengan mengulas sedikit soal kuis
         pada siklus I.
     d) Pelajaran dilanjutkan dengan penjelasan materi jurnal penutup
         dan pembalik. Penjelasan dimulai dari pengertian jurnal penutup
         dan akun-akun apasaja yang harus ditutup, serta fungsi dari
         jurnal penutup. Dalam memberikan penjelasan guru memberikan
         contoh-contoh yang dikaitkan dengan kehidupan nyata.
     e) Guru memberikan contoh di depan kelas tentang bagaimana cara
         membuat jurnal penutup. Dan bagaimana cara memposting
         jurnal penutup tersebut kedalam buku besar.
     f) Setelah memberikan penjelasan tentang bagaimana memposting
         kedalam buku besar, sehingga terlihat akun-akun yang bersaldo
         nol dan akun yang mempunyai saldo, guru menjelaskan bahwa
         akun-akun yang memiliki saldo tidak nol dibuat neraca saldo
         setelah penutupan.
     g) Siswa diberi kesempatan kepada untuk menanyakan tentang
         materi yang belum dipahami, kemudian menunjuk siswa secara
         acak untuk menjawab pertanyaan. Siswa yang ditunjuk secara
         acak untuk menjawab pertanyaan sudah mampu menjawab
         dengan benar.
     h) Penjelasan guru dilanjutkan dengan materi tentang jurnal
         pembalik.
     i) Guru memberikan latihan soal kepada siswa.
                                                                   71




     j) Siswa mengerjakan soal latihan.
     k) Setelah waktu yang ditentukan guru membahas soal latihan yang
        telah dikerjakan oleh siswa, dan memberikan kesimpulan
        terhadap materi yang dipelajari hari ini.
     l) Salam penutup
2)   Pertemuan Kedua (Sabtu, 13 Maret 2010)
     a) Sebelum guru memulai pelajaran, seperti biasanya guru
        mengabsen siswa satu persatu.
     b) Guru membuka pelajaran dengan mengulang kembali materi
        yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya yang
        berkaitan dengan materi yang akan diajarkan dengan cara
        memberikan pertanyaan kepada siswa. Siswa cukup antusias
        memperhatikan guru, hal ini terbukti pada saat guru memberikan
        pertanyaan, banyak siswa yang dapat menjawab dengan tepat
        dan sebagian besar pertanyaan dijawab secara serempak.
     c) Siswa diberikan kesempatan untuk menanyakan tentang materi
        yang belum dipahami, kemudian menunjuk siswa secara acak
        untuk menjawab pertanyaan. Siswa yang ditunjuk secara acak
        untuk menjawab pertanyaan sudah mampu menjawab dengan
        benar. Bagi siswa yan dapatmenjawab pertanyaan dengan benar
        diberikan sebuah penghargaan berupa bintang, hal ini dilakukan
        sebagai motivasi kepada siswa yang kurang aktif untuk berani
        berpendapat di kelas.
     d) Guru membagi siswa kedalam 6 kelompok besar yang telah
        ditetapkan sebelumnya, dan mengintruksikan siswa duduk secara
        berkelompok.
     e) Guru membagikan soal latihan yang harus dikerjakan secara
        individual, tetapi siswa dapat mendiskusikan soal tersebut
        dengan teman dalam kelompoknya.
                                                                        72




    f) Siswa diberikan kewenangan untuk menjelaskan jawaban soal
        latihan kepada teman dalam kelompoknya yang belum paham.
        Dengan
    g) Setelah waktu yang diberikan untuk diskusi berakhir, guru
        mempersilakan masing-masing siswa untuk mempresentasikan
        jawabannya. Berbeda pada Sikus I, pada Siklus II ini siswa
        secara sukarela berani mempresentasikan jawaban tanpa ditunjuk
        guru. Bagi siswa yang berani maju kedepan guru memberikan
        penghargaan berupa bintang.
    h) Guru memberikan kesimpulan tentang materi yang telah
        disampaikan sebelum menutup pelajaran.
    i) Salam penutup
3) Pertemuan Ketiga (Rabu, 17 Maret 2010)
    a) Guru mengucapkan salam pembuka dan mengabsen siswa.
    b) Siswa     diberikan   kesempatan     untuk   mempersiapkan      diri
        menjawab pertanyaan Quis berupa soal pilihan ganda dan esai
        untuk materi yang telah didiskusikan dalam pertemuan
        sebelumnya yaitu membuat jurnal penutup, Neraca saldo setelah
        penutupan dan jurnal pembalik.
    c) Guru membagikan lembar soal kepada siswa dan meminta siswa
        untuk mengerjakannya secara tertib dan mandiri.
    d) Siswa mengerjakan soal kuis sampai waktu yang telah
        ditentukan berakhir, sedangkan guru mengawasi dengan tertib
        jalannya kuis. Berbeda pada Siklus I dimana posisi guru lebih
        banyak didepan kelas, pada evaluasi (Quis) Siklus II ini, guru
        berkeliling kelas dan lebih memperhatikan siswa yang duduk
        dibarisan belakang agar tidak ada siswa yang berani mencoba
        bertanya jawaban pada temannya. Pelaksanaan evaluasi (Quis)
        pada Siklus II ini berjalan lebih tertib bila dibanding pada Siklus
        I. Hal ini terbukti dari suasana kelas yang tenang dan tidak ada
        siswa yang berbuat curang selama kuis berlangsung.
                                                                            73




        e) Kegiatan evaluasi (Quis) berlangsung baik, setelah waktu yang
            telah ditentukan untuk menjawab kuis berakhir guru meminta
            siswa untuk mengumpulkan jawaban mereka.
        f) Guru membahas soal yang telah dikerjakan dan memberikan
            kesimpulan terhadap materi yang telah dipelajari.
        g) Salam penutup.
c. Observasi dan Interpretasi
          Peneliti mengamati proses pembelajaran akuntansi dengan
   menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) di
   kelas XI IPS 1. Peneliti bertindak sebagai guru sehingga dapat secara
   langsung mengamati kelas dan perkembangan siswa. Pada pertemuan
   pertama yaitu hari Rabu, tanggal 10 Maret 2010, guru menyampaikan
   materi jurnal penutup, neraca saldo setelah penutupan, dan jurnal pembalik
   dengan lebih didominasi metode ceramah secara jelas dan tanya jawab.
   Ketika guru menjelaskan materi guru memberikan contoh-contoh yang
   disesuaikan dengan konteks kehidupan nyata. Pertemuan kedua yaitu pada
   hari Sabtu, tanggal 13 Maret 2010 digunakan guru untuk melanjutkan
   penyampaikan materi pada pertemuan sebelumnya yaitu membuat jurnal
   penutup, neraca saldo setelah penutupan, dan jurnal pembalik dengan
   membagi kelas menjadi 6 (enam) kelompok besar, setiap siswa
   mengerjakan     soal   latihan   yang    diberikan      guru   dengan   cara
   mendiskusikannya dengan teman dalam kelompoknya. Bagi siswa yang
   tidak mengerti atau kurang jelas dapat meminta bantuan teman dalam
   kelompoknya untuk menjelaskannya. Guru mengawasi jalannya diskusi
   dengan berkeliling kelas dan memperhatikan murid-murid dengan
   seksama, guru mengontrol setiap kelompok. Sedangkan pertemuan yang
   ketiga hari Sabtu, tanggal 17 Maret 2010 digunakan guru dan peneliti
   untuk melakukan evaluasi (kuis) akhir dari siklus II.
          Berdasarkan hasil observasi terhadap pelaksanaan proses belajar
   mengajar akuntansi dagang, diperoleh informasi tentang prestasi dan
                                                                            74




aktivitas siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung, yaitu
sebagai berikut:
Tabel 6. Hasil/ Prestasi Belajar Siswa Siklus II
                                                        Jumlah Siswa
            Aspek yang diukur
                                             Aktif     Cukup aktif     Kurang aktif

 Keaktifan siswa selama                 29 siswa           9 siswa        3 siswa
 pembelajaran

 Keaktifan siswa dalam mengikuti        30 siswa           8siswa         3 siswa
 diskusi kelompok

 Ketelitian dan ketepatan siswa              33siswa       6 siswa        2 siswa
 dalam menyelesaikan
 persoalan/soal


       Berdasarkan nilai kuis siklus II, ketuntasan hasil belajar (standar
nilai minimal adalah 70) yang tercapai pada siklus I sebanyak 38 siswa
dengan presentase sebesar 95% dan nilai rata-rata kelas yang dicapai
sebesar 81,20. Peningkatan prestasi siswa pada siklus II adalah 10% per
siswa berdasarkan hasil kuis pada siklus II dan nilai kuis siklus I.
Ketuntasan hasil belajar tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 7. Ketuntasan Belajar Siswa Siklus II
                          Ketuntasan hasil belajar
 Kriteria                       Jumlah siswa                Persentase
 Tuntas                           38 siswa                     93%
 Tidak Tuntas                     3siswa                        7%
 Jumlah                           41 siswa                    100%


       Hasil capaian prestasi dan keaktifan siswa untuk pelajaran
akuntansi dagang tersebut juga dapat dilihat pada grafik berikut ini:
                                                                                  75




35                                                                      Keaktifan siswa
                                                                        selama apersepsi
30

25
                                                                        Keaktifan siswa
20                                                                      dalam mengikuti
                                                                        pembelajaran
15

10                                                                      Ketelitian dan
                                                                        ketepatan siswa
5                                                                       dalam
                                                                        menyelesaikan
0                                                                       persoalan/soal
          Aktif       Cukup Aktif    Kurang Aktif


             Gambar 5. Profil Capaian Prestasi dan Keaktifan Siswa Siklus II


     Ketuntasan hasil belajar siswa juga dapat dilihat pada grafik berikut ini:

        40

        30                                                     Tuntas

        20
                                                               Tidak Tuntas
        10

         0
                           Jumlah Siswa


             Gambar 6. Profil Ketuntasan Belajar Siswa Siklus II


d. Analisis dan Refleksi Tindakan Siklus II
             Berdasarkan hasil observasi dan interpretasi tindakan pada siklus
     II, peneliti melakukan analisis sebagai berikut:
     1) Guru lebih bisa membangkitkan semangat dan motivasi siswa untuk
        lebih memperhatikan penjelasan guru saat kegiatan belajar mengajar
        sedang berlangsung.
     2) Guru lebih dapat memotivasi siswa untuk aktif dalam kegiatan
        pembelajaran, contohnya mengungkapkan pendapatnya di depan kelas.
                                                                                76




       3) Adanya peningkatan keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran, hal
           ini dapat dilihat dari antusias siwa saat guru memberikan contoh di
           depan kelas, dan banyak siswa yang tidak lagi malu untuk bertanya
           kepada guru terhadap hal-hal yang belum mereka mengerti.
       4) Pada kegiatan diskusi siswa lebih antusian dan sebagian besar siswa
           bersedia mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya tanpa ditunjuk
           guru.
       5) Guru sudah dapat memposisikan diri saat evaluasi berlangsung dan
           tidak hanya berada didepan kelas tetapi berkeliling untuk mengawasi
           dengan ketat jalannya kuis. Hal tersebut dilakukan agar siswa terutama
           siswa yang duduk dibarisan belakang tidak mempunyai kesempatan
           untuk berbuat curang.
               Berdasarkan hasil observasi dan analisis tersebut, peneliti dan guru
        melakukan refleksi tindakan sebagai berikut:
        1) Guru lebih inovatif dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran,
            contohnya penggunaan media, atau sarana yang ada disekitar
            lingkungan sekolah atau masyarakat agar siswa dapat belajar secara
            langsung.
        2) Guru harus dapat melakukan pendekatan kepada siswa, tidak hanya
            pada siswa yang menonjol tetapi seluruh siswa, agar guru dapat
            mengetahui perkembangan masing-masing siswa.
        3) Guru lebih kreatif dalam menciptakan suasana pembelajaran yang
            kondusif sehingga siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi.


                                   D. Pembahasan
       Berdasarkan hasil pelaksanaan tindakan pada siklus I dan II dapat
dinyatakan bahwa terjadi peningkatan prestasi/ hasil belajar akuntansi melalui
pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and
Learning (CTL) dari siklus satu ke siklus berikutnya. Hal tersebut dapat dilihat
dari tabel berikut ini:
Tabel 8. Hasil Penelitian Siklus I dan II
                                                                                          77




                                                         Jumlah Siswa
     Aspek yang diukur                    Aktif           Cukup aktif       Kurang Aktif
                                    Siklus      Siklus   Siklus    Siklus   Siklus Siklus
                                       I          II        I        II       I      II
  Keaktifan siswa selama             20           29      13          9       8          3
        pembelajaran

   Keaktifan siswa dalam             17           30      14          8      10          3
     mengikuti diskusi
            kelompok

  Ketelitian dan ketepatan           26           33       8          6       7          2
          siswa dalam
       menyelesaikan
        persoalan/soal


        Berdasarkan kuis pada siklus I, ketuntasan hasil belajar (Kriteria
Ketuntasan Minimal adalah 70) yang tercapai pada siklus I sebanyak 32 siswa
dengan presentase sebesar 78% dan nilai rata-rata kelas yang dicapai sebesar
74.04. Sedangkan untuk siklus II, ketuntasan hasil belajar yang tercapai sebanyak
38 siswa dengan presentase sebesar 95% dan nilai rata-rata kelas yang dicapai
sebesar 81.20. Sedangkan peningkatan hasil evaluasi setiap siswa adalah 10%
setiap siklus (Lihat Lampiran Hal. 194). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
tabel berikut ini.
Tabel 9. Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Siklus I dan II
                                   Ketuntasan Hasil Belajar
 Kriteria                    Jumlah Siswa                             Persentase
                        Siklus I             Siklus II         Siklus I       Siklus II
 Tuntas                32 siswa              39 siswa           78%                95%
 Tidak Tuntas           9 siswa              2 siswa            22%                5%
                                                                                        78




        Peningkatan prestasi belajar akuntansi tersebut juga dapat dilihat pada
grafik berikut ini :
                                                                            Keaktifan siswa selama
 35                                                                         pembelajaran Siklus I

 30
                                                                            Keaktifan siswa dalam
                                                                            mengikuti diskusi
 25                                                                         kelompok Siklus I

                                                                            Ketepatan dan ketelitian
 20                                                                         siswa dalam
                                                                            menyelesaikan soal siklus I
 15
                                                                            Keaktifan siswa dalam
                                                                            pembelajaran Siklus II
 10

                                                                            Keaktifan siswa dalam
  5                                                                         mengikuti diskusi
                                                                            kelompok Siklus II
  0
                                                                            Ketelitian dan ketepatan
           Aktif          Cukup Aktif     Kurang Aktif                      siswa dalam
                                                                            menyelesaikan soal Siklus
                                                                            II
                        Gambar 7. Hasil Penelitian Siklus I dan II


      Ketuntasan hasil belajar siswa juga bisa dilihat pada grafik berikut ini:

                   40
                   35
                   30                                                          Tuntas
                   25
                   20
                   15                                                          Tidak
                   10                                                          tuntas
                    5
                    0
                        Ketuntasan hasil belajar Ketuntasan hasil belajar
                             siswa Siklus I           siswa Siklus II

                   Gambar 8. Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Siklus I dan II
                                                                                 79




       Grafik      tersebut   menunjukan   bahwa     setelah   adanya    penerapan
pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and
Learning (CTL) berdampak terhadap proses dan hasil kegiatan pembelajaran
akuntansi. Dampak positif tersebut antara lain siswa lebih aktif dalam kegiatan
pembelajaran akuntansi, siswa lebih termotivasi untuk belajar mata pelajaran
akuntansi, dan siswa dapat lebih paham terhadap materi yang sedang dipelajari,
serta siswa juga lebih antusias untuk menyelesaikan latihan soal melalui diskusi
kelompok. Selain itu, hasil belajar siswa mengalami peningkatan.
       Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus
dilaksanakan dalam empat tahap, yaitu : (1) perencanaan tindakan, (2)
pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan interpretasi, dan (4) analisis dan refleksi
tindakan. Deskripsi hasil penelitian dari siklus I sampai siklus II dapat dijelaskan
sebagai berikut:
       Sebelum melaksanakan siklus I, peneliti melakukan survei awal untuk
mengetahui kondisi/ keadaan yang ada di kelas XI IPS 1 SMA N 1 Boyolali
dengan cara observasi dan wawancara baik dengan guru kelas maupun dengan
siswa. Dari hasil survei ini, peneliti menemukan bahwa prestasi belajar akuntansi
pada siswa kelas XI IPS 1 SMA N 1 Boyolali masih belum maksimal. Oleh
karena itu, peneliti mengadakan diskusi dengan guru kelas dan mencari solusi
untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu dengan menerapkan pembelajaran dengan
menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)
       Setelah mengadakan diskusi dengan guru, selanjutnya peneliti dibantu
guru   menyusun      Rencana Pelaksanaan      Pembelajaran     (RPP)    yang akan
dilaksanakan dalam siklus I tindakan kelas. Sesuai dengan kesepakatan antara
peneliti dan guru mata pelajaran akuntansi, maka materi pada pelaksanaan
tindakan siklus I ini adalah Laporan Keuangan Perusahaan Jasa, dalam
menyampaikan materi guru memberikan contoh-contoh sesuai dengan konteks
kehidupan yang nyata, agar siswa dapat lebih memahami materi dan memperoleh
gamabaran yang senyatanya. Setelah penjelasan dari guru siswa diberi latihan
soal untuk didiskusikan dengan kelompoknya dan diminta untuk dapat
mempresentasikan hasil pekerjaannya. Dalam pengerjaan soal, guru membagi
                                                                                 80




siswa dalam 6 kelompok besar setiap kelompok terdiri dari 6-7 siswa. Hal ini
dilakukan agar siswa dapat belajar bekerjasama dengan siswa yang lain. Selain itu
siswa juga diberi kan soal latihan secara mandiri, hal ini dilakukan agar siswa siap
dalam menghadapi kuis dan lebih terampil dalam menyelesaikan soal yang
bervariatif. Dari hasil pengamatan terhadap proses belajar mengajar akuntansi
pada siklus I masih terdapat kekurangan dan kelemahan, yaitu siswa kurang aktif
dalam mengikuti pembelajaran akuntansi. Hal ini dapat dilihat dari respon siswa
pada saat apersepsi dan dominasi beberapa siswa dalam mengemukakan
pendapatnya selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, kesempatan
tanya jawab yang diberikan guru juga cukup terbatas. Karena itu, peneliti mencari
solusi dan menyusun rencana pembelajaran siklus II untuk mengatasi kekurangan
dan kelemahan dalam pembelajaran akuntansi pada siklus I.
       Materi pembelajaran pada siklus II adalah membuat Jurnal Penutup,
Neraca saldo setelah penutupan, dan jurnal pembalik. Dalam siklus ke II ini, guru
siswa dibagi menjadi 6 kelompok, setiap kelompok tidak lagi hanya mengerjakan
1 soal saja, tetapi setiap siswa wajib menyelesaikan soal latihan yang telah
diberikan guru, dalam menyelesaikan soal siswa dapat berdiskusi dengan teman
dalam kelompoknya. Pada saat peneliti menyebarkan angket kepada siswa, siswa
merasa cukup tertarik dengan pembelajaran menggunakan pendekatan Contextual
Teaching and Learning (CTL), selain siswa menjadi aktif dalam pembelajaran,
siswa juga merasa lebih bisa memahami materi. Selain itu, siswa juga diajarkan
untuk bekerja secara kelompok dalam menyelesaikan latihan soal. Dengan cara
ini, siswa menjadi lebih aktif karena selain dapat bertanya langsung kepada guru,
siswa juga dapat bertanya dengan teman mereka dalam kelompok.
       Berdasarkan hasil pengamatan terhadap proses belajar mengajar akuntansi
pada siklus II, kualitas pembelajaran baik hasil maupun proses sudah
menunjukkan peningkatan. Dari segi keaktifan siswa dalam mengikuti
pembelajaran menunjukkan peningkatan dari 64% atau 20 siswa pada siklus I
menjadi 81% atau 29siswa pada siklus II. Selama proses diskusi berlangsung
siswa yang menunjukkan keaktifan mereka sebanyak 27 siswa atau 57% pada
siklus I sedangkan pada siklus II sebanyak 30 siswa atau 83%. Dalam ketepatan
                                                                               81




dan ketelitian menyelesaikan soal pada siklus I terdapat 26 siswa atau 77%,
sedangkan pada siklus II terdapat 33 siswa atau 88%. Begitupula pada ketuntasan
hasil belajar siswa peningkatan ini ditunjukkan dari banyaknya siswa yang sudah
mencapai batas ketuntasan minimal yaitu sebesar 78 % atau sebanyak 32 siswa
pada siklus I dan    95 % atau sebanyak 39 siswa pada siklus II, sedangkan
peningkatan hasil evaluasi siswa 10% per siswa, hal ini dibandingkan antara nilai
dasar dengan hasil evaluasi siklus I dan hasil evaluasi siklus II. Siswa yang
sebelumnya kurang aktif saat pembelajaran, sekarang menjadi lebih antusias
dalam proses pembelajaran. Selain itu siswa yang sebelumnya tidak bisa
bekerjasama dalam kelompok, pada siklus II ini sudah dapat bekerjasama dengan
siswa lain dengan baik. Meskipun begitu, masih diperlukan juga motivasi dan
pendekatan dari guru untuk mendukung berhasilnya proses belajar mengajar
akuntansi. Oleh sebab itu masalah yang dihadapi pada pembelajaran akuntansi
sudah dapat teratasi dengan cara penerapan pembelajaran dengan menggunakan
pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) yang secara langsung dapat
meningkatkan pemahaman siswa, mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran
dan meningkatkan hasil belajar siswa.
       Dari kegiatan yang dilakukan pada siklus I dan siklus II terdapat kelebihan
maupun kekurangan yang masih harus di perbaiki dari masing-masing siklus,
selain itu juga terdapat perbedaan kegiatan yang dilaksanakan. Pada siklus I waktu
yang diberikan lebih panjang dari pada waktu yang diberikan pada siklus II,
sehingga pada siklus I siswa mempunyai waktu untuk latihan secara individu guna
menghadapi kuis yang akan datang. Kegiatan diskusi yang dilakukan pada siklus I
dan II berbeda, pada siklus I setiap kelompok mengerjakan soalnya masing-
masing dan hanya terdapat satu laporan atau satu pekerjaan saja. Pada siklus II
setiap siswa dalam kelompok tersebut mengerjakan soal yang sama sehingga
siswa benar-benar mengerjakan latihan soal dan memiliki laporannya, hal ini
dilakukan untuk memperbaiki kegiatan diskusi yang dilakukan pada siklus I.
Yaitu sebagian dari siswa tidak ikut mengerjakan latihan soal yang diberikan oleh
Guru, melainkan melakukan aktivitas lainnya. Selain itu pada siklus II Guru juga
telah memberikan motivasi kepada siswa dengan memberikan bintang kepada
                                                                               82




siswa yang aktif sebagai tanda bahwa siswa tersebut memperoleh nilai plus.
Bintang tersebut akan ditempel pada kertas hasil Quis siswa dan akan memperoleh
nilai tambahan. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada siklus II ini merupakan
wujud tindakan perbaikan dari kegiatan yang dilakukan pada siklus I, agar prestasi
belajar siswa meningkat dan siswa lebih antusias dalam mengikuti kegiatan
pembelajaran akuntansi.


       Berdasarkan tindakan tersebut, guru berhasil melaksanakan pembelajaran
akuntansi yang dapat menarik perhatian siswa, sehingga prestasi/ hasil
pembelajaran akuntansi dapat meningkat. Selain itu, peneliti juga dapat
meningkatkan motivasi dan kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran yang
efektif, menarik, dan menyenangkan. Keberhasilan pembelajaran akuntansi
dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat
dilihat dari indikator-indikator sebagai berikut:
1) Siswa terlihat antusias dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran
   akuntansi.
2) Siswa mampu memahami materi yang diberikan oleh guru. Hal ini terjadi
   karena siswa yang mulanya belum memahami benar materi yang disampaikan
   oleh guru dapat menanyakannya lebih lanjut dan leluasa baik kepada gur
   secara langsung maupun kepada teman satu kelompoknya.
3) Siswa telah menyadari tanggung jawabnya, hal ini dapat di lihat dari siswa
   telah mengerjakan latihan soal maupun kuis secara mandiri.
4) Siswa menjadi lebih menyadari pentingnya kerjasama dalam kelompok untuk
   mnyelesaikan suatu tugas bersama. Mereka terlihat aktif dalam mengikuti
   diskusi kelompok maupun diskusi pada saat presentasi.
5) Siswa sudah tidak malu dan berani untuk maju ke depan kelas
   mempresentasikan tugas yang diberikan guru. Hal ini dikarenakan siswa sudah
   paham tentang materi yang akan dipresentasikan, karena sebelumnya sudah
   melihat secara langsung guru menjelaskan dan memberikan contoh secara
   langsung mengenai materi yang sedang dipelajaari.
                                                                              83




                                    BAB V
                   SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN


                                A. Simpulan
      Berdasarkan analisis data dan pembahasan yang telah penulis lakukan
pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan :
1. Penerapan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Contextual
   Teaching Learning (CTL) dapat meningkatkan prestasi belajar pada siswa
   kelas XI IPS 1 SMA N 1 Boyolali. Indikator peningkatan prestasi belajar
   siswa antara lain :
   a. Siswa terlihat antusias dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran
      akuntansi, keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran menunjukkan
      peningkatan dari 63 % (pada siklus I) menjadi 81 % (pada siklus II). Siswa
      sudah tidak malu dan berani untuk maju ke depan kelas mempresentasikan
      tugas yang diberikan guru (siswa menjadi lebih aktif).
   b. Siswa mampu memahami materi yang diberikan oleh guru. Hal ini bisa
      dilihat dari hasil evaluasi yang menunjukkan peningkatan pencapaian hasil
      belajar siswa yaitu setiap siswa mengalami peningkatan nilai evaluasi 10%
      dalam tiap siklusnya, dan nilai rata-rata kelas meningkat dari 74.04
      menjadi 81.20. Ketuntasan belajar siswa juga meningkat yaitu dari 78%
      menjadi 95%, sedangkan aspek dalam ketelitian dan ketepatan
      menyelesaikan soal pada siklus I terdapat 26 siswa, pada siklus II terdapat
      33 siswa.
   c. Siswa menjadi lebih menyadari pentingnya kerjasama dalam kelompok
      untuk menyelesaikan suatu tugas kelompok, selain itu manfaat lain yang
      diperoleh adalah siswa dapat dapat memahami materi yang sedang
      dipelajari melalui penjelasan dari teman dalam kelompoknya masing-
      masing.     Selama   proses   pembelajaran    berlangsung    siswa    yang
      menunjukkan keaktifan mereka dalam kelompok sebanyak 17 siswa pada
      siklus I sedangkan pada siklus II sebanyak 30 siswa.



                                      83
                                                                             84




2. Hambatan atau kendala yang dihadapi dalam meningkatkan prestasi belajar
   akuntansi siswa kelas XI IPS 1 SMA N 1 Boyolali antara lain sebagai berikut :
   a. Sarana dan prasarana          sekolah   yang kurang mendukung proses
       pembelajaran.    Fasilitas   pembelajaran    yang    minim   menyebabkan
       kelancaran proses pembelajaran menjadi terganggu.
   b. Pemahaman siswa yang masih kurang terhadap materi yang disampaikan
       oleh guru, hal tersebut menyebabkan siswa tidak dapat mengerjakan soal
       latihan yang bervariatif.
   c. Kemampuan siswa dalam bekerjasama dan berkomunikasi dengan siswa
       lain masih belum maksimal. Hal ini menyebabkan kemampuan siswa
       untuk bekerjasama dengan kelompok yang menjadi agak sulit, khususnya
       dengan anggota kelompok yang bukan dari siswa yang sudah dikenal
       akrab sebelumnya.
   d. Kemampuan guru dalam mengelola kelas, khususnya dalam merangsang
       siswa untuk ikut aktif atau dalam memberikan motivasi kepada siswa
       dalam proses pembelajaran masih belum optimal. Selama proses
       pembelajaran dapat dilihat siswa yang aktif biasanya didominasi oleh
       beberapa siswa tertentu.


                                    B. Implikasi
       Berdasarkan simpulan di atas, maka dapat dikaji implikasinya baik
implikasi teoritis maupun implikasi praktis sebagai berikut :
                              1. Implikasi Teoritis
       Pembelajaran kontekstual merupakan pembelajaran yang memusatkan
pada proses dan hasil, selain itu pembelajaran kontekstual merupakan
pembelajaran aktif, artinya pembelajaran yang berpusat pada keaktifan peserta
didik. Dalam pembelajaran kontekstual siswa diarahkan untuk mengkaitkan antara
materi yang sedang dipelajari dengan konteks kehidupan nyata, dengan demikian
dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi ajar. Penerapan
Pembelajaran dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning perlu
dilaksanakan dalam proses pembelajaran akuntansi sebab CTL menawarkan jalan
                                                                            85




menuju keunggulan akademis yang dapat diikuti oleh semua siswa, hal tersebut
dikarenakan CTL sesuai dengan cara kerja otak dan prinsip-prinsip yang
menyokong kehidupan.(Elaine B. Johnson, 2007:52)
                              2. Implikasi Praktis
        Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa penerapan pembelajaran
dengan menggunakan pendekatan Contextual Theacing and Learning (CTL) dapat
meningkatkan prestasi belajar siswa yang dapat dilihat dari proses (keaktifan)
selama mengikuti pembelajaran dan hasil belajar siswa yang meningkat. Siswa
menjadi aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dan diskusi karena lebih
memahami materi yang diberikan oleh guru (95%, siswa sudah mencapai kriteria
ketuntasan minimal, dan setiap siswa mengalami peningkatan hasil belajar 10%
dalam setiap siklusnya), sedangkan tingkat ketelitian siswa dalam mengerjakan
suatu soal menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Dengan demikian guru harus
menerapkan pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) dalam kegiatan
pembelajarannya.
       Pelaksanaan tindakan dari siklus I sampai siklus II dapat dideskripsikan
bahwa terdapatnya kekurangan atau kelemahan yang terjadi selama proses
pembelajaran akuntansi berlangsung. Kelemahan tersebut antara lain kemampuan
siswa untuk bekerjasama dalam diskusi dan berkomunikasi baik dalam kelompok
maupun dengan guru masih belum maksimal. Belum maksimalnya kemampuan
guru untuk mengelola kelas dikarenakan kondisi kelas yang tidak mendukung,
media pembelajaran yang kurang lengkap, serta pengembangan model dan metode
pembelajaran yang masih sangat minim. Dari pelaksanaan tindakan yang
kemudian dilakukan refleksi terhadap proses pembelajaran, dapat dideskripsikan
terdapatnya peningkatan prestasi belajar akuntansi.


                                    C. Saran
       Berdasarkan simpulan dan implikasi yang telah dikemukakan, maka dapat
dikemukakan saran-saran sebagai berikut :
1. Bagi Sekolah :
                                                                             86




   a. Mengusahakan      media    pembelajaran      yang   mendukung   kegiatan
      pembelajaran, misalnya penyediaan internet di sekolah, dan lab komputer
      yang dapat digunakan secara umum oleh siswa.
2. Bagi Guru:
   Bagi Guru yang akan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and
   Learning dalam kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan, hendaknya:
   a. Sebelum     melaksanakan    kegiatan   pembelajaran    hendaknya    guru
      menyiapkan materi yang akan disampaikan dan memilih media
      pembelajaran yang akan digunakan.
   b. Sebaiknya Guru dapat memberikan motivasi kepada siswa sebelum
      pembelajaran dimulai, agar siswa lebih antusias dalam mengikuti
      pembelajaran.
   c. Guru menentukan aspek apa saja yang akan di nilai dalam kegiatan
      pembelajaran, sebab dalam pembelajaran yang menggunakan pendekatan
      kontekstual tidak hanya melalui hasil evaluasi akhir saja namun juga
      melalui sikap yang ditunjukkan oleh siswa.
   d. Dalam penyampaian materi guru hendaknya disertai dengan contoh-contoh
      yang dikaitkan dengan konteks kehidupan nyata, agar siswa lebih tertarik
      dan dapat menghubungkan antara materi dengan kehidupan yang
      senyatanya. Dengan demikian siswa dapat mengambil sikap selanjutnya
      setelah mendapatkan penjelasan dari Guru.
   e. Dalam memberikan contoh, sebaiknya Guru memberikan contoh-contoh
      latihan soal yang bervariatif, agar siswa memahami materi yang dipelajari
      dan lebih terampil.
   f. Kerjasama guru dan siswa selama proses pembelajaran harus diperhatikan
      sehingga suasana pembelajaran menjadi lebih kodusif dan siswa dapat
      lebih mudah memahami materi pembelajaran.
3. Bagi Siswa :
   a. Dalam kegiatan pembelajaran siswa hendaknya memperhatikan penjelasan
      guru dan berani untuk mengungkapkan pendapatnya di kelas.
                                                                     87




b. Saat kegiatan diskusi siswa tidak melakukan aktivitas lain yang dapat
   menganggu jalannya diskusi dan siswa dapat bekerja sama dengan
   temannya serta aktif dalam kegiatan diskusi.
                                                                      88




                    DAFTAR PUSTAKA

Agus Supriyono. 2009. Cooperative Learning Teori dan Paikem.
         Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Abu Achmadi, Cholid Narbuko. 2007. Metodologi Penelitian. Jakarta:
        Bumi aksara.

Bandono. 2008.menyusun model pembelajaran contextual teaching
         learning.www.bandono.web.id/2008/03/07/menyusunmodel-
         pembelajaran-contextual-teaching-and-learning-ctl.php.
         Diakses pada hari Minggu, 3 Januari 2010 pkl. 16.15 WIB

Eni Titi Kusuma. 2008.Mengapa menggunakan Contextual Teaching and
           Learning.www.enititikusuma.blogspot.com/2008/12/mengap
           a-menggunakan -contextual-teaching.html. diakses pada hari
           Senin 22 Februari 2010 pkl. 17.00 WIB

Elaine B. Johson, Chaedar Alwasilah. 2007. Contextual Teaching
          Learning. Bandung: MLC.

Eti Rachaety, Pantjorini, Prima Gusti Yanti. 2006. Sistem Informasi
          Manejemen Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

H.J.Gino. 1999. Belajar dan Pembelajaran 1. Surakarta: Universitas
           Sebelas Maret.

Hasbullah. 2005. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: Rajawali Press.

Isjani. 2009. Pembelajaran Kooperatif. Yogtakarta: Pustaka Belajar.

Krisna.   2009. Pengertian dan cici-ciri pembelajaran.www.
           krisna1.blog.uns.ac.id/2009/10/19/pengertian-dan-ciri-ciri-
           pembelajaran/. Diakses pada hari minggu, 3 Januari pkl.
           16.00 WIB

Nana Sudjana. 2005. Penilaian Hasil Proses Belajar.Bandung: Remaja
          Rosdakarya.




                              88
                                                                    89




Nana Syaodih S. 2006. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung:
         Remaja Rosdakary.

Oemar Hamalik. 2001. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi
        Aksara.

Soedomo. 2003. Pendidikan (suatu pengantar). Surakarta: Sebelas Maret
          University Press.

Suharno, Sukardi, Codijah, Suwalni. 2000. Belajadan Pembelajaran II.
          Surakarta: Universitas Sebelas Maret Press.

Suharsimi Arikunto, dkk. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta:
          Bumi Aksara.

Suharsimi Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan
          Praktik. Jakarta: Rineka Cipta

Sukardi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Suwarna, dkk. 2006. Pengajaran Mikro. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Slameto. 1995. Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya.
          Jakarta: Rineka Cipta.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20. Tahun 2003. Tentang
         Sistem Pendidikan Nasional. Semarang:Aneka Ilmu.

Udin Saefudin Su‟ud. 2008. Inovasi Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Widodo. 2002. Kamus Ilmiah Populer. Yogyakarta: Absolut.

W. S. Winkel. 1999. Psikologi Pengajaran. Jakarta: PT Gramedia.

Zainal Arifin. 1990. Evaluasi Instruksional Prinsip Teknik Prosedur.
           Bandung: Remaja Rosdakarya.

Zainal Aqib. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Yrama Widya.
90
91
                                                                             92




                          CATATAN LAPANGAN 1


Hari/Tanggal          : Sabtu, 20 Januari 2010
Waktu                 : Jam 12.00-13.30 WIB
Data Kelas            : Kelas XI IPS 1 SMA N 1 Boyolali
Model Pembelajaran : Ceramah
Tema Pembelajaran     : Kertas Kerja Perusahaan Jasa
Jumlah Siswa          : 38 siswa
Jenis                 : Observasi mendalam (survei awal)


Deskripsi :
        Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan mengabsen satu persatu
siswa. Kegiatan rutin ini dilakukan untuk menegakkan disiplin pada diri siswa.
Guru menjelaskan tentang maksud kedatangan peneliti dan mempersilakan
peneliti untuk duduk dibelakang mengawasi proses belajar mengajar yang sedang
berlangsung. Guru membuka pelajaran dengan memperkenalkan materi baru
yaitu, Kertas Kerja Perusahaan Jasa. Di saat guru menjelaskan, apabila ada siswa
yang tidak memperhatikan, maka guru akan menegur siswa tersebut dengan
melontarkan pertanyaan seputar materi yang sedang dijelaskan. Jika siswa tidak
dapat menjawab, maka pertanyaan itu akan dijawab oleh siswa yang lain dengan
catatan siswa yang belum bisa menjawab tersebut akan selalu dipantau secara
diam-diam oleh guru. Hal ini dilakukan guru agar siswa lebih memperhatikan apa
yang disampaikan guru.
        Di akhir pertemuan, guru langsung memberikan latihan soal yang masih
berhubungan dengan materi yang baru saja disampaikan, dan buku tugas siswa
akan dikumpulkan kemudian.


Refleksi :
        Proses belajar mengajar berjalan dengan baik, meskipun terdapat beberapa
kekurangan di dalamnya yang harus diperbaiki. Misalnya dalam kegiatan awal
                                                                           93




pembelajaran guru terlalu lama menunggu siswa untuk memulai pelajaran,
sehingga banyak siswa yang kemudian meminta ijin ke belakang, hal ini
memperlambat kegiatan pembelajaran. Guru kurang memberikan motivasi kepada
siswa, yang diperhatikan hanya siswa yang pandai dan mengikuti pembinaan.
Ketika guru menjelaskan materi banyak siswa yang tidak berkonsentrasi, mereka
memperhatikan guru bukan karena ingin tahu tentang materi yang disampaiakan
oleh guru tetapi karena takut ditunjuk dan diberikan pertanyaan. Guru harus
memberikan contoh-contoh menyelesaikan soal latihan dengan jelas, sebab selama
ini masih banyak siswa yang kurang paham terhadap soal-soal yang dikerjakan.
Selain itu, menurut pendapat siswa dan tidak memberikan kesemapatan kepada
siswa untuk bertanya, setelah materi disampaiakan. Sehingga siswa yang kurang
paham dengan apa yang disampaikan tidak mengutarakannya kepada guru.
       Sedangkan dari segi hasil pekerjaan siswa saat diperiksa guru, masih
banyak siswa yang belum mengerjakan seluruh pertanyaan dan mengerjakan
pekerjaan rumah di kelas ketika pelajaran akan di mulai dengan alasan kurang
paham materi yang disampaikan dan banyak tugas. Hal ini menjadi penghambat
kegiatan pembelajaran, sebab guru harus menunggu siswa untuk menyelesaiakan
tugasnya. Walaupun ada yang mengerjakan penuh, pekerjaan itu bukan hasil dari
mengerjakan sendiri tetapi hasil dari mencontek jawaban dari temannya.
94
                                                                            95




                         CATATAN LAPANGAN 2
A. Pertemuan Pertama
   Hari / Tanggal                   : Rabu, 17 Februari 2010.
   Waktu                            : Jam 08.30-10.00
   Kelas                            : XI IPS I SMA N 1 Boyolali
  Model Pembelajaran                : Pendekatan Contextual Teaching and
                                    Learning denganCeramah bervariasi
  Jumlah Siswa                      : 41 siswa
  Jenis                             : Observasi mendalam


  Deskripsi :
       Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan salam, kemudian
melakukan presensi siswa yang mengikuti pelajaran. Guru mengulangi materi
sebelumnya yaitu tentang kertas kerja dengan memberikan pertanyaan kepada
siswa secara acak. Pada saat itu yang berhasil menjawab adalah Bayu Bintoro,
Savitri Vidya, Kurnia Sari, Lilis Nur Aysah dan Andi Purnomo. Kegiatan ini
dilakukan guru untuk mengkaitkan antara materi sebelumnya dengan materi yang
akan dipelajari. Selain itu untuk mengetahui sampai dimana pengetahuan siswa
(mengetahui pengetahuan dasar siswa untuk melanjutkan materi berikutnya).
       Kegiatan dilanjutkan untuk menjelaskan materi tentang Laporan
KeuanganPerusahaan Jasa secara jelas. Pada kesempatan kali ini laporan
keuangan yang di bahas adalah tentang laporan laba rugi, laporan perubahan
modal, dan neraca. Dalam memberikan penjelasan guru memberikan contoh
dengan mengkaitkan antara materi dengan konteks kehidupan yang senyatanya,
dalam kesempatan ini guru memberikan penjelasan tentang pentingnya membuat
laporan keuangan perusahaan, dalam memberikan keterangan tentang akun-akun
yang terlibat dalam laporan keuangan guru juga mengkaitkannya dengan
kehidupan yang senyatanya. Disela-sela penyampaian materi guru memberikan
pertanyaan-pertanyaan kepada siswa yang dilakukan secara acak. Pada
                                                                             96




kesempatan ini yang berhasil menjawab adalah Bella Ariesta, Ifnu syarifudin, Eko
Pranana dan Rasyid Ghoniyyu.
       Setelah menyampaikan materi guru memberikan contoh bagaimana cara
membuat laporan keuangan laba rugi, laporan perubahan modal, dan neraca.
Sebelum membuat laporan keuangan perusahaan jasa guru menekankan kepada
siswa agar mencermati terlebih dahulu kertas kerja yang telah tersedia.Guru
memberikan contoh dengan mengerjakan di depan kelas yang diikuti oleh seluruh
siswa. Sebagian dari siswa yang belum mengerti terhadap contoh soal yang
dikerjakan oleh guru di depan kelas mengajukan beberapa pertanyaan kepada
guru. Salah satunya adalah Lilis Rahayu dan Wimpie Adi Guna, mereka
menanyakan tentang modal yang terdapat dalam neraca. Guru memberikan
kesempatan kepada siswa untuk menanyakan materi yang belum dipahami
sebelum mengerjakan latihan soal.
       Berdasarkan      intruksi dari guru siswa membuat laporan keuangan
berdasarkan kertas kerja yang telah guru siapkan. Setelah waktu yang telah
ditentukan guru membahas latihan soal yang telah dikerjakan oleh siswa, dalam
pembahasan siswa diminta untuk memperhatikan pekerjaan mereka masing-
masing dan memperbaiki apabila ada yang salah.
       Di akhir kegiatan pembelajaran guru memberikan kesimpulan terhadap
materi yang telah dipelajari, dan mengingatkan kepada siswa untuk belajar di
rumah serta mencari contoh bentuk- bentuk laporan keauangan. Salam penutup


  Refleksi:
          Berdasarkan     pengamatan    yang     dilakukan   mengenai    proses
  pembelajaran akuntansi sudah berjalan dengan baik meskipun terdapat
  beberapa kekurangan. Kekurangan-kekurangan tersebut berasal dari pihak
  siswa maupun dari guru sendiri. Dari pihak guru, kekurangan tersebut adalah
  kurang perhatiannya guru dalam mengelola waktu saat penjelasan materi. Guru
  terlalu cepat dalam menjelaskan dengan alasan untuk mengejar waktu. Ketika
  siswa sedang mengerjakan latihan soal guru hanya duduk di depan kelas sambil
  mengawasi siswa, sehingga banyak siswa yang kurang bertanggung jawab
                                                                               97




  dalam mengerjakan tugasnya. Guru juga lebih memperhatikan siswa yang
  sering aktif bertanya dan kurang memperhatikan siswa yang cenderung pasif.
           Jika dilihat dari pihak siswa, kekurangannya terletak pada kurang
  perhatiannya siswa saat penjelasan materi oleh guru. Sebagian siswa masih
  sering melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan
  pelajaran seperti bicara sendiri dengan teman sebangkunya, bermain alat tulis
  dan bahkan ada yang bermain handphone tanpa sepengetahuan guru. Siswa
  baru memperhatikan penjelasan guru ketika guru menegurnya. Hal itu
  berdampak pada siswa sendiri, yaitu ketika ditanya guru untuk menjawab
  pertanyaan seputar materi hanya sebagian kecil yang bisa menjawab.


B. Pertemuan kedua
  Hari / Tanggal             : Rabu, 24 Februari 2010
  Waktu                      : Jam 08.30-10.00 WIB
  Data Kelas                 : XI IPS 1 SMA N 1 Boyolali
  Model Pembelajaran         : Pendekatan Contextual Teaching and Learning
                             dengan Diskusi Kelompok
  Jumlah Siswa               : 41 siswa
  Jenis                      : Observasi mendalam


  Deskripsi:
          Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan salam, kemudian
  melakukan presensi siswa yang mengikuti pelajaran. Guru memberikan
  pengantar materi yang akan dipelajari. Setelah itu Guru memberikan intruksi
  kepada siswa untuk duduk berkelompok sesuai kelompok yang telah dibentuk.
  Kelas dibagi menjadi 6 kelompok besar. Guru memberikan penjelasan tentang
  model pembelajaran yang akan dilaksanakan, yaitu diskusi kelompok. Masing-
  masing kelompok akan memperoleh kertas kerja yang sama, tetapi dengan soal
  yang berbeda. Kelompok I mengerjakan Laporan Laba Rugi Singel step,
  Kelompok II membuat Laporan Laba rugi model Multyple Step, kelompok III
  membuat Laporan Laba rugi model scontro, Kelompok IV Membuat Laporan
                                                                               98




Perubahan Modal, Kelompok V membuat Neraca model skontro, dan
kelompok VI membuat Neraca model stafel.
        Dalam kegiatan diskusi Guru dan peneliti mengawasi jalannya diskusi
dengan berkeliling kelas dan mengontrol jalannya diskusi, serta memberikan
penjelasan kepada kelompok yang mengalami kesulitan. Siswa dengan
kelompok masing-masing mengerjakan soal latihan yang telah diberikan oleh
guru.     Setelah    waktu   yang   diberikan   untuk   diskusi   berakhir,   guru
mempersilakan kepada masing-masing kelompok untuk mempresentasikan
jawaban kelompoknya. Salah satu perwakilan dari kelompok I yaitu Andi
Purnomo dengan sukarela mempresentasikan jawabannya, kemudian diikuti
dengan kelompok-kelompok lain.
        Setelah kegiatan diskusi selesai Bersama guru siswa membuat
kesimpulan tentang perbedaan dan persamaan masing-masing model laporan
keuangan. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan salam penutup.


Refleksi:
        Pengamatan dilakukan peneliti dengan guru akuntansi yang berlangsung
pada pertemuan pertama dan kedua, menunjukkan bahwa proses belajar
mengajar sudah berjalan dengan cukup baik, hal ini dapat dilihat dari sudah
banyak siswa yang disiplin masuk kelas. Tetapi masih terdapat kekurangan-
kekurangan. Kekurangan-kekurangan tersebut berasal dari pihak siswa maupun
dari guru sendiri.
        Dilihat dari pihak guru, kekurangannya terletak pada pemberian motivasi
yang kurang pada siswa yang cenderung pasif dan lebih memberi perhatian
pada siswa yang bertanya. Hal tersebut menyebabkan siswa yang kurang aktif
menjadi semakin tidak berminat pada saat diskusi berlangsung, sehingga
banyak siswa yang kurang menggunakan waktu diskusi dengan baik.
        Dari pihak siswa, kekurangan terletak pada belum aktifnya siswa pada
saat proses belajar mengajar berlangsung dikelas. Masih terdapat siswa yang
kurang memperhatikan saat guru menjelaskan materi pelajaran. Hal tersebut
dibuktikan pada saat apersepsi, guru melontarkan pertanyaan kepada 5 siswa
                                                                          99




  dan hanya 2 siswa yang menjawab dengan benar. Selain itu, hanya sebagian
  kecil siswa yang aktif bertanya materi yang belum dipahami kepada guru.
  Mereka cenderung lebih suka bertanya mengenai kesulitan pelajaran kepada
  temannya daripada bertanya secara langsung kepada guru. Pada saat kegiatan
  diskusi kelompok sedang berlangsung, masih terdapat siswa yang malas
  berdiskusi tentang soal yang diberikan guru. Mereka cenderung mengandalkan
  temannya yang lebih pintar dalam megerjakan tugas. Selain itu, masih ada
  beberapa siswa yang melakukan aktifitas lain seperti berbicara dengan
  temannya diluar materi pelajaran, memainkan alat tulis, dan bermain
  handphone. Pada saat presentasi, hanya satu wakil dari kelompok yang suka
  rela mau mempresentasikan jawabannya tanpa ditunjuk guru. Mereka
  cenderung enggan melakukan presentasi dengan alasan takut salah dan harus
  menunggu perintah dari guru dulu.


C. Pertemuan ketiga
  Hari / Tanggal             : Rabu, 03 Maret 2010.
  Waktu                      : Jam 08.30-10.00 WIB
  Data Kelas                 : Kelas XI IPS 1 SMA N 1 Boyolali
  Model Pembelajaran         : Pendekatan Contextual Teaching and Learning
                             dengan Latihan Individu
  Jumlah Siswa               : 41 siswa
  Jenis                      : Observasi mendalam


  Deskripsi:
          Guru mengawali kegiatan belajar mengajar dengan mengucapkan
  salam, kemudian dilanjutkan dengan presensi siswa. Guru memberikan
  penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan dengan memberikan intruksi
  untuk mengerjakan soal latihan pada buku latihan. Guru membagikan soal
  latihan mandiri kepada siswa, dan mengaharapkan siswa untuk mengerjakan
  soal latihan secara mandiri.   Latihan soal yang dilaksanakan pada hari ini
  diharapkan agar siswa lebih siap menghadapi kuis yang akan datang dan
                                                                           100




  meningkatkan ketrampilan dan sportifitas sisawa dalam mengerjakan soal,
  sehingga tidak bergantung pada teman yang lain.
          Ketika siswa sedang mengerjakan soal latihan mandiri Guru dan
  peneliti berkeliling kelas mengawasi dan memerikasa pekerjaan siswa, serta
  memberikan pengarahan kepada siswa yang mengalami kesulitan. Setelah
  waktu yang ditentukan siswa bersama guru membahas soal latihan yang telah
  dikerjakan. Diakhir kegiatan pembelajaran guru memberikan kesimpulan
  terhadap materi yang dipelajari.
  Refleksi:
          Kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada hari ini sudah cukup baik,
  telah ada perubahan dari sikap siswa ketika mengikuti pelajaran akuntansi.
  Siswa lebih antusias dan memperhatikan Guru ketika menyampaikan materi
  ataupun penjelasan di kelas. Dari pengamatan yang dilakukan masih ada
  kekurangan- kekurangan yang harus diperbaiki. Kekurangan tersebut berasal
  dari Guru maupun siswa.
          Kekurangan-kekurangan       tersebut,   diantaranya   Guru    kurang
  memperhatikan siswa ketika mengerjakan latihan soal, hanya sesekali
  berkeliling kelas. sehingga banyak siswa yang kurang bertanggung jawab
  terhadap pekerjaannya, mereka hanya mencontoh pekerjaan teman bahkan ada
  yang melakukan aktivitas lain ketika latihan soal berlangsung. Guru hanya
  memperhatikan pada siswa yang aktif bertanya saat mengerjakan latihan
  individu, siswa yang kurang aktif dan takut bertanya pada guru luput dari
  perhatian guru. Akibatnya banyak pekerjaan siswa yang tidak selesai pada hari
  itu juga.


D. Pertemuan keempat
  Hari / Tanggal              : Rabu, 06Maret 2010.
  Waktu                       : Jam 08.30-10.00 WIB
  Data Kelas                  : Kelas XI IPS 1 SMA N 1 Boyolali
  Model Pembelajaran          : Pendekatan Contextual Teaching and Learning
  Jumlah Siswa                : 41 siswa
                                                                        101




Jenis                       : Observasi mendalam


Deskripsi:
        Guru mengucapkan salam sebelum memulai kegiatan pembelajaran dan
mengabsen siswa. Sebelum kegiatan evaluasi dimulai, guru memberikan
kesempatan kepada siswa untuk mempersiapkan diri menjawab kuis atas materi
yang telah didiskusikan dengan kelompoknya pada pertemuan sebelumnya.
Siswa diperbolehkan bertanya materi yang belum dimengerti kepada guru.
Setelah waktu yang diberikan untuk belajar dan bertanya habis, guru bersama
peneliti membagikan lembar soal untuk kuis berupa soal esai untuk materi
laporan keuangan perusahaan jasa. Selama kuis berlangsung, guru bersama
peneliti mengawasi dengan baik jalannya kuis.
    Selama kuis berlangsung, siswa cukup tenang dalam mengerjakan soal
evaluasi, meskipun ada yang masih bertanya teman sebelahnya, namun hal
tersebut masih dalam batas kewajaran. Guru mengawasi dengan ketat, sehingga
siswa cenderung takut dengan guru dan mengerjakan secara mandiri sesuai
kemampuannya. Setelah waktu yang diberikan untuk kuis berakhir, lembar
jawab siswa segera dikumpulkan.
Refleksi:
        Pengamatan yang telah dilakukan oleh dengan guru akuntansi kelas XI
IPS 1 saat kuis berlangsung, menunjukkan bahwa proses evaluasi berjalan
cukup lancar. Materi yang diajarkan tentang laporan keuangan perusahaan jasa
sudah berjalan baik meskipun terdapat beberapa kekurangan-kekurangan baik
itu dari guru maupun dari siswa sendiri.
        Kekurangan guru terletak pada kurangnya pengawasan pada siswa yang
duduk dibarisan belakang pada saat kuis sedang berlangsung. Pengawasan guru
lebih tertuju pada siswa yang duduk dibarisan depan sehingga memberikan
kesempatan bagi siswa yang duduk dibarisan belakang untuk tidak sportif
dalam mengerjakan soal. Sebagian siswa yang duduk dibelakang ada yang
bertanya dan menyontek jawaban teman sebelahnya tanpa sepengetahuan guru.
Sedangkan dari pihak siswa, kekurangannya terletak pada tidak disiplinnya
                                                                        102




siswa dalam mengerjakan soal kuis dan masih adanya siswa yang menyontek
dan melakukan hal-hal yang dapat mengganggu konsentrasi teman sebelahnya
misalnya meminjam kalkulator dan alat tulis pada temannya. Hal tersebut
disebabkan kurangnya persiapan siswa sebelum evaluasi. Selain itu, mayoritas
siswa tidak menggunakan kesempatan bertanya materi yang belum dipahami
kepada guru saat diberi kesempatan untuk bertanya.
                                                                                 103




    RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )



Sekolah                : SMA N 1 Boyolali
Mata Pelajaran         : Ekonomi
Kelas / Semester       : XI (sebelas) / 2


Standar Kompetensi                 : 5. Memahami penyusunan siklus akuntansi
                                   perusahaan jasa
Kompetensi Dasar                   : 5.7 Menyusun laporan keuangan perusahaan
                                   jasa
Indikator                          : 1. Menyusun laporan laba-rugi berdasarkan
                                   saldo akun dalam       kertas kerja
                                    2.      Menyusun     laporan   perubahan   modal
                                   berdasarkan saldo akun dalam kertas kerja.
                                    3. Menyusun neraca berdasarkan saldo akun
                                   dalam kertas kerja.
Alokasi Waktu          : 8 x 45 menit


A. Tujuan Pembelajaran
   a) Siswa dapat menyusun laporan laba-rugi berdasarkan saldo akun dalam
       kertas kerja.
   b) Siswa dapat menyusun laporan perubahan modal berdasarkan saldo akun
       dalam kertas kerja.
   c) Siswa dapat menyusun neraca berdasarkan saldo akun dalam kertas kerja.


B. Materi Pokok
       Laporan keuangan perusahaan jasa


C. Uraian Materi
                                                                          104




   Pembuatan laporan keuangan yaitu
       a) Laporan laba rugi
       b) Laporan perubahan modal
       c) Neraca


D. Metode Pembelajaran
         Implementasi (pelaksanaan) pendekatan CTL dalam penelitian ini dengan
menonjolkan beberapa karakteristik CTL yang menggabungkan model klasikal
dan diskusi kelompok (masyarakat Belajar). Model klasikal dengan menggunakan
metode tanya jawab yang menyajikan serangkaian pertanyaan kepada siswa yang
sifatnya menggali dan menuntun sehingga siswa dapat diarahkan untuk
membangun konsep (contructivism), inkuiri, dan penalaran. Selain itu juga
digunakan model diskusi kelompok (Masyarakat Belajar).


E. Skenario Pembelajaran
Skenario Pembelajaran ( Siklus I)
Pertemuan pertama (2x 45 menit)
Kegiatan awal (15 menit)
(12)     Salam pembuka, mengecek kehadiran siswa
(13)     Menciptakan situasi pembelajaran yang kondusif untuk membangkitkan
   minat siswa dengan mengecek kondisi baik siswa maupun kelas.
Kegiatan inti (60 menit)
1. Mengulangi sedikit materi yang terdahulu yang masih ada kaitannya dengan
   materi yang akan diajarkan dengan cara memberikan pertanyaan kepada siswa
   (tanya jawab) agar guru tahu seberapa jauh pemahaman siswa.
2. Guru menekankan tentang materi apa yang akan dipelajari yaitu tentang
   laporan keuangan perusahaan jasa.
3. Guru menyajikan materi tentang laporan keuangan yang dibuat perusahaan
   jasa berdasarkan kertas kerja. Dalam memberikan materi guru mengkaitkan
   antara materi dengan konteks kehidupan yang nyata, misalnya dalam
                                                                        105




   memberikan penjelasan tentang pentingnya membuat laporan keuangan dalam
   perusahaan.
4. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan materi yang
   belum dipahami, kemudian guru memanggil siswa secara acak untuk
   menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.
5. Siswa diberikan soal untuk diselesaikan.
Kegiatan akhir (15 menit)
1. Siswa mencermati lembar kegiatan yang telah dikerjakan dan menanyakan
   tentang kesulitan yang dihadapi saat mengerjakan tugas tersebut.
2. Guru membuat kesimpulan dari materi yang telah disampaikan.
3. Salam penutup.


Pertemuan Kedua (2 x 45 menit)
Kegiatan awal (10 menit)
1. Salam pembuka, mengecek kehadiran siswa
2. Guru menyampaikan rencana kegiatan yang akan dilakukan dalam
   pembelajaran.
Kegiatan inti (70menit)
1. Membahas sedikit materi yang terdahulu dengan tanya jawab kepada siswa
   untuk menilai pemahaman/konsepsi yang ada pada diri siswa.
2. Siswa dibuat menjadi 6 kelompok besar, masing-masing kelompok membuat
   tugasnya masing-masing berdasarkan intruksi guru.
3. Setiap kelompok diberi kertas kerja yang sama, namun masing-masing
   kelompok diberi pertanyaan yang berbeda-beda.
4. Siswa berdiskusi bersama kelompoknya untuk menyelesaikan tugasnya.
5. Guru mengawasi berjalannya diskusi dengan berkeliling ke masing-masing
   kelompok.
6. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok masing-masing
   dan Kelompok lain menanggapi.
7. Guru mengawasi berjalannya diskusi apabila ada kesalahan konsep yang
   dipaparkan siswa guru mengarahkan.
                                                                        106




Kegiatan akhir (10 menit)
1. Guru meminta hasil diskusi kelompok, dan guru mereviw jalannya diskusi
     kelompok, serta memberikan kesimpulan terhadap kegiatan yang telah
     dilaksanakan.
2. Salam penutup
Pertemuan Ketiga (2 x 45 menit)
Kegiatan awal (10 menit)
1. Salam pembuka, mengecek kehadiran siswa
2. Guru menyampaikan rencana kegiatan yang akan dilakukan dalam
     pembelajaran.
Kegiatan inti (60menit)
1.   Guru memberikan soal latihan individu
2.   Siswa mengerjakan soal latihan
3.   Guru mengawasi dan mengamati kelas, dan memberikan pengarahan kepada
     siswa yang mengalami kesulitan.
Kegiatan akhir (15menit)
1. Guru membuat kesimpulan dari materi dan tugas yang sudah dibahas. Siswa
     akan berpikir apakah jawaban mereka sudah sesuai dengan konsep yang
     diharapkan oleh kompetensi dasar.
2. Salam penutup
Pertemuan Keempat (2 x 45 menit)
Kegiatan awal (10 menit)
1. Salam pembuka, mengecek kehadiran siswa
2. Guru menciptakan situasi yang kodusif agar siswa siap untuk mengerjakan
     soal Quis
Kegiatan inti (75 menit)
1. Membahas sedikit materi yang terdahulu dengan tanya jawab kepada siswa
     untuk menilai pemahaman/konsepsi yang ada pada diri siswa.
2. Guru membagikan soal untuk kuis berupa soal esai dan meminta agar siswa
     dalam mengerjakan secara mandiri untuk menunjukkan apa yang telah siswa
     pelajari selama bekerja dalam kelompok.
                                                                             107




3. Guru bersama peneliti mengawasi dengan baik agar hasil dari kuis dapat
   mencerminkan kemampuan mereka dan memberikan kesempatan kepada
   siswa untuk mengerjakan soal dengan tertib dan tenang.
Kegiatan akhir (15 menit)
1. Guru meminta lembar jawab siswa.
2. Salam penutup
F. Penilaian
      Hasil kerja kelompok
      Hasil Ulangan
      Lembar pengamatan


G. Sumber dan Alat
       Buku teks dan spidol


                                                  Boyolali, 15 Februari 2010
   Guru Pamong                                        Praktikan/ mahasiswa




   Drs. H. Soeparno                               Ardhiani Purwandari
NIP. 19560615 198003 1 023                        NIM. K7406003

                                 Mengetahui

 Dosen Pembimbing I                                         Dosen Pembimbing II




Prof. Dr. Siswandari, M. Stats                 Drs. Wahyu Adi, M. Pd
NIP. 19590201 198503 2 002                  NIP. 19630520 198903 1 005
                                                                      108




                            Laporan laba rugi


 A. Pengertian Laporan Laba Rugi
         Laporan laba/rugi (Inggris: Income Statement atau Profit and Loss
 Statement) adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang
 dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur
 pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba
 (atau rugi) bersih. laporan laba/rugi berguna untuk :
    Menetapkan besarnya pajak penghasilan
    Menilai keberhasilan perusahaan dengan memperhitungkan tingkat
 profitabilitas (keuntungan).
    Menilai laba perusahaan dengan membandingkan dengan laba dalam
 laporan tahun yang lalu.
    Menilai efisiensi perusahaan dengan melihat besarnya biaya dan jenis
 komposisinya.
Bentuk Laporan Laba-Rugi
 Laporan Laba-Rugi dapat dibuat dalam dua bentuk, yaitu:
 1. Bentuk Single Step atau Langsung
         Single Step. Laporan Laba Rugi bentuk atau format single-step
 disusun dengan mengelompokkan semua pendapatan atau penghasilan ke
 dalam satu kelompok yang disebut penghasilan. Semua beban yang terjadi
 dalam suatu periode dalam satu kelompok yang disebut biaya. Selisih
 positif antara kelompok penghasilan dengan biaya disebut dengan istilah
 Penghasilan Bersih atau Laba, sedangkan jika selisih tersebut negatif
 disebut dengan Rugi. Semua pendapatan dikelompokkan tersendiri di
 bagian atas dan dijumlahkan, kemudian semua beban dikelompokkan
 tersendiri di bagian bawah dan dijumlahkan. Jumlah pendapatan dikurangi
 jumlah beban, selisihnya merupakan laba bersih atau rugi bersih.
 2. Bentuk Multiple Step atau Tidak Langsung
                                                                                109




               Multiple Step. Laporan Laba Rugi bentuk atau format multiple-
        step, Penghasilan Bersih (laba) disusun secara bertahap, semua
        penghasilan dan beban disajikan sesuai dengan urutan aktivitas yaitu
        kegiatan usaha, diluar usaha dan luar biasa. Pada dasarnya isi laporan rugi-
        laba sama, bedanya hanya terletak pada sistematis penulisan saja, dimana
        single step pendapatan atau beban itu tidak dirinci sedangkan bentuk
        multiple    step      dirinci   dan    dikelompokkan      sesuai    dengan
        jenisnya.Pendapatan dibedakan menjadi pendapatan usaha dan pendapatan
        di luar usaha, demikian juga beban dibedakan menjadi beban usaha usaha
        dan beban di luar usaha. Pendapatan dan beban usaha disajikan pertama,
        pendapatan dan beban di luar usaha disajikan kemudian.


        C. Langkah-langkah Penyusunan Laporan Laba-Rugi
        Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun Laporan Laba-
Rugi:
        1. Judul Laporan
        * Menuliskan nama perusahaan, nama laporan, dan periode laporan di
        tengah atas halaman
        2. Isi Laporan
        Bentuk single step:
        * Menuliskan semua pendapatan
        * Menuliskan semua beban
        * Menghitung selisih pandapatan dan beban, jika pendapatan lebih besar
        dari pada beban maka selisihnya disebut laba bersih dan jika sebaliknya
        maka selisihnya disebut rugi bersih.
        Bentuk multiple step:
        * Menuliskan pendapatan usaha
        *Menuliskan beban usaha
        * Menghitung selisih pandapatan dan beban usaha, jika pendapatan usaha
        lebih besar dari pada beban usaha maka selisihnya disebut laba usaha dan
        jika sebaliknya maka selisihnya disebut rugi usaha.
                                                                             110




* Menuliskan pendapatan usaha
* Menuliskan beban usaha
* Menghitung selisih pandapatan dan beban usaha, jika pendapatan usaha
lebih besar dari pada beban usaha maka selisihnya disebut laba usaha dan
jika sebaliknya maka selisihnya disebut rugi usaha.
* Menuliskan pendapatan di luar usaha
* Menuliskan beban di luar usaha
* Menghitung selisih pendapatan dan beban di luar usaha, jika pendapatan
di luar usaha lebih besar dari pada beban di luar usaha maka selisihnya
disebut laba di luar usaha dan jika sebaliknya maka selisihnya disebut rugi
di luar usaha.
* Menghitung laba (rugi) usaha dengan laba (rugi) di luar usaha, hasilnya
disebut laba (rugi) bersih sebelum pajak.
* Laba bersih sebelum pajak dikurangi dengan pajak penghasilan yang
dikenakan dan hasilnya disebut laba bersih setelah pajak.

D. Contoh Laporan Laba-Rugi
Bentuk Single Step:
                         Bengkel Mobil "Hadian Putra"
                              Laporan Laba Rugi
                             Per 31 Desember 2009

 Pendapatan Usaha
 1. pendapatan Jasa servis                                 Rp   10.000.000
 2. Pendapatan Penjualan Suku Cadang                       Rp   4.200.000
 3. Pendapatan Bunga                                       Rp     500.000
 Jumlah Pendapatan                                         Rp   14.700.000


 Beban Usaha
 1. Beban Gaji                      Rp       1.500.000
 2. Beban Penyusutan Peralatan      Rp        200.000
 3. Beban Asuransi                  Rp        500.000
 4. Beban Perlengkapan              Rp        400.000
 5. Beban Bunga                     Rp            40.000
 Jumlah Beban usaha                                        Rp   2.640.000
 Laba Bersih                                               Rp   12.060.000
                                                                                                         111




Bentuk Multiple Step:

                                              Bengkel Mobil "Hardian Putra"
                                                      Laporan Laba Rugi
                                                    Per 31 Desember 2009


               Pendapatan Usaha
           1. Pendapatan Jasa Servis                                                  Rp   10.000.000


           Beban Usaha
           1. Beban Gaji                                          Rp      1.500.000
           2. Beban Penyusutan Peralatan                          Rp       200.000
           3. Beban asuransi                                      Rp       500.000
           4. Beban Perlengkapan                                  Rp       400.000
           Jumlah Beban Usaha                                                         Rp     2.600.000
           Laba Usaha                                                                 Rp     7.400.000


           Pendapatan di Luar Usaha
           1. Pendapatan penjualan Suku Cadang                    Rp      4.200.000
           2. Pendapatan Bunga                                    Rp       500.000
           Jumlah pendapatan diluar usaha                         Rp      4.700.000


           Beban diluar usaha
           1. Beban Bunga                                         Rp        40.000
           Laba diluar usaha                                                          Rp     4.660.000
           Laba Bersih                                                                Rp   12.060.000


         Bentuk scontro (sebelah menyebelah)


                                             Bengkel Mobil "Hardian Putra"
                                                    Laporan Laba Rugi
                                                   Per 31 Desember 2009

 Beban                      Jumlah                     Pendapatan                                Jumlah

 1. Beban Gaji               Rp        1.500.000       1. pendapatan Jasa servis                 Rp        10.000.000
 2. Beban Penyusutan
 Peralatan                   Rp         200.000        2. Pendapatan Penjualan Suku Cadang       Rp            4.200.000
 3. Beban Asuransi           Rp         500.000        3. Pendapatan Bunga                       Rp             500.000
 4. Beban Perlengkapan       Rp         400.000
 5. Beban Bunga              Rp          40.000
 Jumlah Beban usaha          Rp        2.640.000
 laba Bersih                 Rp      12.060.000
                             Rp      14.700.000        Jumlah Pendapatan                         Rp        14.700.000
                                                                    112




Kesimpulan dari laporan laba-rugi bentuk scontro (sebelah-menyebelah),
bahwa semua beban ada di sebelah kiri dan semua pendapatan ada di
sebelah kanan


                      Laporan Perubahan Modal
         Laporan perubahan modal perlu disajikan, dimaksudkan untuk
mengetahui perkembangan perusahaan yang dilihat dari hak kepemilikan
(modal) selama satu periode akuntansi. Laporan perubahan modal adalah
laporan yang menyajikan modal perusahaan beserta perubahannya dalam
satu periode.
                       "Bengkel Hardian Putra"
                      Laporan Perubahan Modal
                      periode 31 Desember 2009


 modal awal                                Rp    125.000.000
 laba (+)        Rp   12.060.000
 Prive (-)       Rp    4.000.000
                 kenaikan Modal            Rp      8.060.000
                 Modal akhir Periode       Rp    116.940.000



Dari format laporan perubahan modal di atas, dapatkah disebutkan unsur-
unsur yang terdapat dalam laporan Laporan perubahan modal yaitu:
1. Modal awal tahun dan tambahan modal (investasi).
2. Saldo laba atau rugi.
3. Prive (pengambilan pemilik untuk keperluan pribadi).

                                   Neraca
             Neraca (Inggris: balance sheet atau statement of financial
position) adalah bagian dari laporan keuangan suatu entitas yang
dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi
keuangan entitas tersebut pada akhir periode tersebut. Neraca adalah
laporan keuangan yang menunjukan keadaan harta, uatang, dan modal dari
                                                                                  113




          suatu perusahaaan pada periode akuntansi. Neraca terdiri dari tiga unsur,
          yaitu aset, kewajiban, dan ekuitas yang dihubungkan dengan persamaan
          berikut:

               aset = kewajiban + ekuitas

                    Informasi yang dapat disajikan di neraca antara lain posisi sumber
          kekayaan entitas dan sumber pembiayaan untuk memperoleh kekayaan
          entitas tersebut dalam suatu periode akuntansi (triwulan, caturwulan, atau
          tahunan).
          Neraca dapat disusun dalam dua bentuk: yaitu bentuk skontro dan bentuk
staffel. Bentuk skontro, artinya menyusun harta pada sisi kiri dan utang pada sisi
kanan atau sebelahmenyebelah. Sedangkan bentuk staffel sering disebut dengan
bentuk laporan, yaitu menempatkan harta pada bagian atas neraca dan utang
dengan modal di bagian bawahnya. Coba Anda bedakan kedua bentuk neraca
berikut.
               Bentuk scontro
                                   "Bengkel XYZ"
                                      Neraca
                             Per 31 Desember 2009


 Aktiva (Harta)                            Utang dan Modal
 Aktiva Lancar                             Utang Lancar
 1. Kas                          Rp xxx    utang lancar           Rp xxx
 2. Piutang usaha                Rp xxx
 3. dll                                    Utang Jangka panjang   Rp xxx


 Aktiva Tetap
 1. bangunan                     Rp xxx    modal Tn/Ny            Rp xxx
 2. Kendaran                     Rp xxx
 3. dll
                                                                                                                                                        114



Latihan Diskusi


                                                                 BIOSKOP QUEEN
                                                                   KERTAS KERJA
                                                               Per 31 Desember 2009

 No                   Nama Akun             Neraca Saldo        Jurnal Penyesuaian              NSD                  Lap L/R                 Neraca
                                       D                   K      D           K             D         K        D               K         D              K
101   Kas                          31.000                                             31.000                                       31.000
102   Sewa film dibayar di muka    2.000                                  1.600       400                                          400
103   Perlengkapan Kantor          5.000                                  1.500       3.500                                        3.500
111   Peralatan proyeksi           80.000                                             80.000                                       80.000

112   Akm. Pnystn pltn proyeksi                    40.000                 4.000                   44.000                                              44.000

211   Pinjaman Bank                                10.000                                         10.000                                              10.000
301   Modal Prajoko                                40.200                                         40.200                                              40.200
302   Prive Prajoko                4.000                                              4.000                                        4.000
401   Pendapatan Pnjualan Karcis                   40.000                                         40.000                  40.000
501   Beban Gaji                   5.000                                              5.000                 5.000
502   Beban LAT                    2.000                                              2.000                 2.000
503   Beban Iklan                  1.200                                              1.200                 1.200
504   Beban perlengkapan kator                                 1.500                  1.500                 1.500
                                   130.200         130.200
505   Beban sewa film                                          1.600                  1.600                 1.600
506   Beban Pnystn pltn kntor                                  4.000                  4.000                 4.000
                                                               7.100      7.100       134.200     134.200   15.300        40.000   118.900            94.200
                                                                                                            24.700                                    24.700
                                                                                                            40.000        40.000   118.900            118.900
                                                            115




Dari Kertas Kerja tersebut buatlah:
   1. Laporan Laba Rugi Bentuk Singel Step (Kelompok I)
   2. Laporan Laba Rugi Bentuk Multyple Step (Kelompok 2)
   3. Laporan Laba Rugi Bentuk Scontro (Kelompok 3)
   4. Laporan Perubahan Modal (Kelompok 4)
   5. Neraca Bentuk Scontro (Kelompok 5)
   6. Neraca Bentuk Stafell (Kelompok 6)
                                                                      116




Jawaban Latihan Diskusi


kunci Jawaban latihan diskusi
laporan Laba Rugi Bentuk Singel Step:

                            BIOSKOP QUEEN
                          LAPORAN LABA RUGI
                           Per 31 Desember 2009

Pendapatan
   1. Pendapatan Penjualan Karcis                 45.800
   2. Pendapatan Bunga                             4.000
jumlah Pendapatan                                           49.800

Beban-beban
   1. Beban Gaji                                   7.000
   2. Beban Pnystn Paltan                          4.000
   3. Beban Bunga                                  3.300
   4. Beban LAT                                    3.000
   5. Beban Perlengkapan Kantor                    2.500
   6. Beban Sewa Film                              1.600
   7. Beban Iklan                                  1.600
   8. Beban Sewa                                   1.000
   9. Beban Asuransi                                 900
   10. Beban Lain-lain                             1.600
jumlah beban                                               (26.500)
Laba Bersih                                                 23.300
                                                            117




laporan laba rugi bentuk multyple step

                         BIOSKOP QUEEN
                       LAPORAN LABA RUGI
                        Per 31 Desember 2009

Pendapatan Usaha
   1. Pendapatan Penjualan Karcis                 45.800

Beban Usaha
   1. Beban Gaji                         7.000
   2. Beban Pnystn Paltan                4.000
   3. Beban LAT                          3.000
   4. Beban Perlengkapan Kantor          2.500
   5. Beban Sewa Film                    1.600
   6. Beban Iklan                        1.600
   7. Beban Sewa                         1.000
   8. Beban Asuransi                       900
   9. Beban Lain-lain                    1.600
jumlah beban usaha                               (23.200)
Laba Usaha                                        22.600

Pendapatan di luar usaha
   1. pendapatan bunga                   4.000
jumlah pendapatan di luar usaha                    4.000

Beban diluar usaha
   1. Beban bunga                        3.300
jumlah beban di luar usaha                        (3.300)

laba bersih                                       23.300
                                                                            118




laporan laba rugi bentuk Scontro

                                BIOSKOP QUEEN
                              LAPORAN LABA RUGI
                               Per 31 Desember 2009

Beban                              Jumlah     Pendapatan                     Jumlah
  1. Beban Gaji                      7.000    Pendapatan Penjualan Karcis     45.800
  2. Beban Pnystn Paltan             4.000    Pendapatan Bunga                 4.000
  3. Beban Bunga                     3.300
  4. Beban LAT                       3.000
  5. Beban Perlengkapan Kantor       2.500
  6. Beban Sewa Film                 1.600
  7. Beban Iklan                     1.600
  8. Beban Sewa                      1.000
  9. Beban Asuransi                    900
  10. Beban Lain-lain                1.600
jumlah Beban                        26.500
laba bersih                         23.300
                                    49.800                                    49.800


laporan Perubahan Modal

                          BIOSKOP QUEEN
                       Laporan Perubahan Modal
                        Per 31 Desember 2009


Modal awal                                                  40.200
Laba                                  23.300
Prive                                  (4.000)
                             Kenaikan Modal                 19.300
                             Modal Akhir                    59.500
                                               119




Neraca Bentuk Stafel

               BIOSKOP QUEEN
                    NERACA
              Per 31 Desember 2009

Aktiva
Aktiva Lancar
   1. Kas                             27000
   2. Perlengkapan Kantor              1500
   3. Asuransi di bayar di muka         300
   4. Sewa di Byar dimuka              3800
   5. Iklan dibayar di muka             800
   6. Sewa film dibyr dimuka            400
jumlah Aktiva lancar                  33800

Aktiva Tetap
   1. Peralatan Proyeksi               80000
   2. Akm. Pnystn. Paltn Proyeksi    (44000)
Jumlah aktiva Tetap                    36000
Total Aktiva                           69800

Utang dan Modal
Utang Lancar
   1. Utang Bunga                       300
Utang Jangka Panjang
   1. Utang Bank                      10000
Modal Tn Prajoko                      59500
Total Utang dan Modal                 69800
                                                                       120




Neraca Bentuk Scontro

                            BIOSKOP QUEEN
                                 NERACA
                           Per 31 Desember 2009

Aktiva                                       Utang dan Modal
   1. AktivaLancar                           Utang Lancar
   2. Kas                          27.000       1. Utang Bunga        300
   3. Perlengkapan Kantor           1.500
   4. Asuransi di bayar di muka       300    Utang Jangka panjang
   5. Sewa di Byar dimuka           3.800       1. Utang Bank       10000
   6. Iklan dibayar di muka           800
   7. Sewa film dibyr dimuka          400    Modal Tn Prajoko       59500


Aktiva Tetap
   1. Peralatan Proyeksi           80.000
   2. Akm. Pnystn. Paltn
       Proyeksi                   (44.000)
Total Aktiva                        69800                           69800
                                                                                                                                                                121



SOAL LATIHAN INDIVIDU DAN JAWABAN
                                                                           BENGKEL PUTRA
                                                                             Kertas Kerja
                                                                        Per 31 Desember 2009
No Akun                    Nama Akun                 Neraca Saldo        Jurnal Penyesuaian              NSD                    Lap. Laba Rugi                Neraca

                                                 D                  K       D          K           D              K         D                K           D               K
 101      Kas                                31.800                                            31.800                                               31.800
 102      Sewa Gedung Dibayar di muka         2.000                                 1.600         400                                                   400
 103      Asuransi dibayar Di muka             1.200                                 900          300                                                   300
 111      Peralatan Bengkel                  80.000                                            80.000                                                80.000
 112      Akm. Pnystn Paltn Bengkel                         40.000                 4.000                       44.000                                             44.000
 211      Pinjaman Bank                                     10.000                                             10.000                                             10.000
 301      Modal Putra                                        40.200                                            40.200                                             40.200
 302      Prive Putra                        4.000                                              4.000                                                 4.000
 401      Pendapatan Jasa                                   45.800                                             45.800                    45.800
 411      Pendapatan Penjualan suku cadang                   4.000                                              4.000                     4.000
 501      Beban Gaji                         7.000                                              7.000                    7.000
 502      Beban LAT                          3.000                                              3.000                    3.000
 503      Beban Lain-lain                    1.600                                              1.600                    1.600
 504      Beban Iklan                        2.400                                  800         1.600                    1.600
 506      Beban Perlengkapan Kantor          4.000                                  1.500       2.500                    2.500
 601      Beban Bunga                        3.000                        300                   3.300                    3.300
                                               140.000
                                                            140.000
 507      Beban Sewa Gedung                                              1.600                   1.600                   1.600
 508      Beban Asuransi                                                   900                   900                        900
 509      Beban Pnystn Paltn Bengkel                                     4.000                 4.000                      4.000
 202      utang Bunga                                                                300                         300                                                    300
 104      Iklan dibayar di muka                                           800                   800                                                     800
 106      Perlengkapan Kantor                                            1.500                  1.500                                                 1.500
                                                                                      9.100    144.300         144.300                     49.800                       94.500
                                                                         9.100                                           25.500                     118.800
          LABA                                                                                                                                                         24.300
                                                                                                                         24.300
                                                                                                                                           49.800                      118.800
                                                                                                                         49.800                     118.800
                                                                122




Jawaban Latihan Individu:


1. Laporan Laba Rugi

               BENGKEL PUTRA
               Laporan Laba Rugi
              Per 31 Desember 2010

PENDAPATAN
1. Pendapatan Jasa                       45.800
2. Pendapatan Lain-Lain                    4.000
Jumlah Pendapatan                                      49.800

BEBAN-BEBAN
1. Beban Gaji                             7.000
2. Beban Penystn Peraltn Bengkel          4.000
3. Beban Bunga                            3.300
4. Beban LAT                              3.000
5. Beban Perlengkapan Kantor              2.500
6. Beban Sewa Gedung                      1.600
7. Beban Iklan                            1.600
9. Beban Asuransi                           900
10. Beban Lain-lain                       1.600
Jumlah Beban                                           25.500
LABA                                                   24.300


2. Laporan Perubahan Modal

                               BENGKEL PUTRA
                          Laporan Perubahan Modal
                            Per 31 Desember 2010

Modal Awal                                          40.200
Laba                          24.300
Prive                         (4.000)
Kenaikan Modal                                      20.300
Modal Akhir                                         60.500
                                                                     123




3. Neraca
                           BENGKEL PUTRA
                                NERACA
                          Per 31 Desember 2009
Aktiva                                        Utang dan Modal
AktivaLancar                                  Utang Lancar
1. Kas                              31.800    1. Utang Bunga        300
2. Perlengkapan Kantor               1.500
3. Asuransi di bayar di muka           300    Utang Jangka panjang
4. Iklan dibayar di muka               800    1. Utang Bank        10000
5. Sewa gedung dibyr dimuka            400
                                              Modal Tn Prajoko    60500
Aktiva Tetap
1. Peralatan Proyeksi               80.000
2. Akm. Pnystn. Paltn Proyeksi     (44.000)
Total Aktiva                        70.800                        70800
                                                                                                                                                                      124



                 SOAL QUIS DAN JAWABAN
                                                                       BENGKEL ADINDA
                                                                           Kertas Kerja
                                                                      Per 31 Desember 2009
 No                                                                Jurnal Penyesuaian
                                                Neraca Saldo                                                              Lap. Laba Rugi                 Neraca
Akun                    Nama Akun                                                                       NSD
                                             D                 K      D           K            D                 K        D           K           D                 K
 101    Kas                                 36.000                                            36.000                                           36.000
 102    Sewa Gedung Dibayar di muka          2.000                                 1.600         400                                              400
 103    Asuransi dibayar Di muka             1.200                                   900         300                                              300
 104    Piutang Usaha                        3.700                                             3.700                                            3.700
 105    Perlengkapan Bengkel                45.000                                25.800      19.200                                           19.200
 111    Peralatan Bengkel                   80.000                                            80.000                                           80.000
111.1   Akm. Pnystn Paltn Bengkel                          4.000                      400                       4.400                                               4.400
 112    Kendaraan                           10.000                                            10.000                                           10.000
112.1   Akm. Pnystn Kendaraan                              1.000                      100                       1.100                                               1.100
 211    Pinjaman Bank                                     50.000                                               50.000                                              50.000
 301    Modal Dony                                        70.000                                               70.000                                              70.000
 302    Prive Prajoko                        4.000                                             4.000                                            4.000
 401    Pendapatan Jasa Bengkel                           46.700                                               46.700                46.700
 411    Pendapatan Penjualan suku cadang                  28.000                                               28.000                28.000
 412    Pendapatan Bunga                                   4.000                                                4.000                 4.000
 501    Beban Gaji                            7.800                                            7.800                      7.800
 502    Beban LAT                             3.000                                            3.000                      3.000
 503    Beban Lain-lain                       1.600                                            1.600                      1.600
 504    Beban Iklan                           2.400                                  800       1.600                      1.600
 506    Beban Perlengkapan Kantor             4.000                                1.500       2.500                      2.500
 601    Beban Bunga                           3.000                       300                  3.300                      3.300
                                           203.700       203.700
507     Beban Sewa gedung                                              1.600                   1.600                      1.600
508     Beban Asuransi                                                   900                     900                        900
509     Beban Perlengkapan Bengkel                                    25.800                  25.800                     25.800
510     Beban Pnystn Paltn Bengkel                                       400                     400                        400
511     Beban Pnystn Kendaraan                                           100                     100                        100
202     utang Bunga                                                                   300                         300                                                 300
104     Iklan dibayar di muka                                            800                      800                                              800
106     Perlengkapan Kantor                                            1.500                    1.500                                            1.500
                                                                      31.400      31.400     204.500          204.500    48.600      78.700   155.900             125.800
                           LABA                                                                                         30.100                                     30.100
                                                                                                                         78.700      78.700   155.900             155.900
                                                                                                                                                               125


                                                                       BENGKEL SIAP SIAGA
                                                                            Kertas Kerja
                                                                        Per 31 Desember 2009
No Akun                   Nama Akun                 Neraca Saldo             Jurnal Penyesuaian                    NSD                Lap. Laba Rugi                  Neraca

                                                 D                 K             D            K           D                K          D           K            D                 K
  101     Kas                                 34.000                                                     34.000                                             34.000
  102     Sewa Gedung Dibayar di muka          2.000                                          1.600         400                                                400
  103     Asuransi dibayar Di muka             1.200                                              900       300                                                300
  104     Piutang Usaha                        3.700                                                      3.700                                              3.700
  105     Perlengkapan Bengkel                47.000                                         25.800      21.200                                             21.200
  111     Peralatan Bengkel                   80.000                                                     80.000                                             80.000
 111.1    Akm. Pnystn Paltn Bengkel                            4.000                              400                      4.400                                                 4.400
  112     Kendaraan                           10.000                                                     10.000                                             10.000
 112.1    Akm. Pnystn Kendaraan                                1.000                              100                      1.100                                                 1.100
  211     Pinjaman Bank                                       50.000                                                      50.000                                                50.000
  301     Modal Dony                                          70.000                                                      70.000                                                70.000
  302     Prive Prajoko                        4.000                                                      4.000                                              4.000
  401     Pendapatan Jasa Bengkel                             46.700                                                      46.700                 46.700
  411     Pendapatan Penjualan suku cadang                    28.000                                                      28.000                  .000
  412     Pendapatan Bunga                                     4.000                                                       4.000                   4.000
  501     Beban Gaji                            7.800                                                     7.800                       7.800
  502     Beban LAT                             3.000                                                     3.000                       3.000
  503     Beban Lain-lain                       1.600                                                     1.600                       1.600
  504     Beban Iklan                           2.400                                           800       1.600                       1.600
  506     Beban Perlengkapan Kantor             4.000                                         1.800       2.200                       2.200
  601     Beban Bunga                           3.000                                600                  3.600                       3.600
                                             203.700         203.700
  507     Beban Sewa gedung                                                      1.600                    1.600                       1.600
  508     Beban Asuransi                                                           900                      900                         900
  509     Beban Perlengkapan Bengkel                                            25.800                   25.800                      25.800
  510     Beban Pnystn Paltn Bengkel                                               400                      400                         400
  511     Beban Pnystn Kendaraan                                                   100                      100                         100
  202     utang Bunga                                                                             600                          600                                                   600
  104     Iklan dibayar di muka                                                     800                      800                                                800
  106     Perlengkapan Kantor                                                   1.800                      1.800                                              1.800
                                                                                32.000       32.000     204.800          204.800      48.600     78.700    156.200             126.100
          LABA                                                                                                                       30.100                                     30.100
                                                                                                                                      78.700     78.700    156.200             156.200
                                                                                                                                                           126

                                                                             BENGKEL YOGA
                                                                                Kertas Kerja
                                                                            Per 31 Desember 2009
                                                                     Jurnal Penyesuaian
                                                  Neraca Saldo
No Akun                Nama Akun                                                                              NSD                Lap. Laba Rugi             Neraca
                                               D                 K        D              K           D                K         D             K        D               K
  101     Kas                                 40.000                                                40.000                                            40.000
  102     Sewa Gedung Dibayar di muka          2.000                                     1.600         400                                               400
  103     Asuransi dibayar Di muka             1.200                                       900         300                                               300
  104     Piutang Usaha                        3.700                                                 3.700                                             3.700
  105     Perlengkapan Bengkel                49.000                                    23.800      25.200                                            25.200
  111     Peralatan Bengkel                   80.000                                                80.000                                            80.000
 111.1    Akm. Pnystn Paltn Bengkel                          4.000                         400                        4.400                                            4.400
  112     Kendaraan                           10.000                                                10.000                                            10.000
 112.1    Akm. Pnystn Kendaraan                              1.000                         100                        1.100                                            1.100
  211     Pinjaman Bank                                     50.000                                                   50.000                                           50.000
  301     Modal Dony                                        78.000                                                   78.000                                           78.000
  302     Prive Prajoko                        4.000                                                 4.000                                             4.000
  401     Pendapatan Jasa Bengkel                           46.700                                                   46.700                 46.700
  411     Pendapatan Penjualan suku cadang                  28.000                                                   28.000                 28.000
  412     Pendapatan Bunga                                   4.000                                                    4.000                  4.000
  501     Beban Gaji                            7.800                                                7.800                      7.800
  502     Beban LAT                             3.000                                                3.000                      3.000
  503     Beban Lain-lain                       1.600                                                1.600                      1.600
  504     Beban Iklan                           2.400                                      800       1.600                      1.600
  506     Beban Perlengkapan Kantor             4.000                                    1.500       2.500                      2.500
  601     Beban Bunga                           3.000                      300                       3.300                      3.300
                                             211.700       211.700
  507     Beban Sewa gedung                                              1.600                       1.600                      1.600
  508     Beban Asuransi                                                   900                         900                        900
  509     Beban Perlengkapan Bengkel                                    23.800                      23.800                     23.800
  510     Beban Pnystn Paltn Bengkel                                       400                         400                        400
  511     Beban Pnystn Kendaraan                                           100                         100                        100
  202     utang Bunga                                                                      300                          300                                              300
  104     Iklan dibayar di muka                                            800                          800                                               800
  106     Perlengkapan Kantor                                            1.500                        1.500                                             1.500
                                                                        29.400          29.400     212.500          212.500    46.600       78.700   165.900         133.800
                         LABA                                                                                                 32.100                                  32.100
                                                                                                                               78.700       78.700   165.900         165.900
                                                                                                                                                          127



                                                                     BENGKEL WAWAN
                                                                        Kertas Kerja
                                                                   Per 31 Desember 2009
 No                     Nama Akun               Neraca Saldo        Jurnal Penyesuaian              NSD                Lap. Laba Rugi                Neraca
Akun
                                               D               K       D            K         D              K         D            K          D                K
 101    Kas                                27.500                                         27.500                                           27.500
 102    Sewa Gedung Dibayar di muka         3.500                                1.600     1.900                                            1.900
 103    Asuransi dibayar Di muka            2.400                                  900     1.500                                            1.500
 104    Piutang Usaha                       3.700                                          3.700                                            3.700
 105    Perlengkapan Bengkel               49.000                               23.900    25.100                                           25.100
 111    Peralatan Bengkel                  80.000                                         80.000                                           80.000
111.1   Akm. Pnystn Paltn Bengkel                         4.000                   400                      4.400                                              4.400
 112    Kendaraan                          20.000                                         20.000                                           20.000
112.1   Akm. Pnystn Kendaraan                            2.000                   2.200                     2.200                                           2.200
 211    Pinjaman Bank                                   50.000                                            50.000                                          50.000
 301    Modal Dony                                      78.000                                            78.000                                          78.000
 302    Prive Prajoko                        5.000                                          5.000                                            5.000
 401    Pendapatan Jasa Bengkel                         46.300                                            46.300                46.300
 411    Pendapatan Penjualan suku cadang                28.000                                            28.000                28.000
 412    Pendapatan Bunga                                 4.000                                             4.000                 4.000
 501    Beban Gaji                           7.100                                         7.100                    7.100
 502    Beban LAT                            3.100                                         3.100                    3.100
 503    Beban Lain-lain                      1.600                                         1.600                    1.600
 504    Beban Iklan                          2.400                                 800     1.600                    1.600
 506    Beban Perlengkapan Kantor            4.000                               1.500     2.500                    2.500
 601    Beban Bunga                          3.000                    300                  3.300                    3.300
                                           212.300     212.300
507     Beban Sewa gedung                                           1.600                  1.600                    1.600
508     Beban Asuransi                                                900                   900                       900
509     Beban Perlengkapan Bengkel                                 23.900                 23.900                   23.900
510     Beban Pnystn Paltn Bengkel                                    400                    400                      400
511     Beban Pnystn Kendaraan                                        200                    200                      200
202     utang Bunga                                                                300                      300                                                300
104     Iklan dibayar di muka                                         800                     800                                              800
106     Perlengkapan Kantor                                         1.500                   1.500                                            1.500
                                                                   29.600       29.600    213.200     213.200      46.200       78.300     167.000       134.900
                           LABA                                                                                    32.100                                32.100
                                                                                                                      78.300      78.300    167.000       167.000
                                                                              128



                                  BENGKEL ADINDA
                                         Neraca
                                  Per 31 desember 2009
                     AKTIVA                                UTANG DAN MODAL
Aktiva Lancar
1. Kas                                       36.000   Utang
2. Sewa Dibayar Dimuka                          400   1. Pinjaman Bank               50.000
3,Asuransi dibayar dimuka                       300   2. Utang bunga                    300
3. Piutang usaha                              3.700   total utang                    50.300
4. Perlengkapan Bengkel                      19.200
5. Perlengkapan Kantor                        1.500   Modal
6. Iklan Dibayar dimuka                         800   1. Modal Dony                 96.100
total aktiva lancar                         61.900
Aktiva Tetap
1. Peralatan Bengkel              80.000
2. Akm. Pnystn Paltn Bengkel      (4.400)
3. Kendaraan                      10.000
4. Akm. Pnystn Paltn Bengkel      (1.100)
total aktiva tetap                           84.500
TOTAL AKTIVA                                146.400   Total utang dan modal         146.400



 laporan laba rugi bentuk singel step
                              BENGKEL ADINDA
                               Laporan Laba Rugi
                              Per 31 Desember 2009
 PENDAPATAN
 1. Pendapatan Jasa bengkel                              46.700
 2. Pendapatan penjualan suku Cadang                     28.000
 3. Pendapatan Bunga                                       4.000
 Total Pendapatan                                                        78.700
 BEBAN-BEBAN
 1. Beban Gaji                                             7.800
 2. Beban LAT                                              3.000
 3. Beban Lain-lain                                        1.600
 4. Beban Iklan                                            1.600
 5. Beban Perlengkapan Kantor                              2.500
 6. Beban Bunga                                            3.300
 7. Beban Sewa Gedung                                      1.600
 8. Beban Asuransi                                           900
 9. Beban Perlengkapan Bengkel                           25.800
 10. Beban Pnystn Paltn Bengkel                              400
 11. Beban Pnystn Kendaraan                                  100
 Total Beban-beban                                                       48.600
 Laba Bersih                                                             30.100
                                                                        129




                             BENGKEL ADINDA
                          laporan Perubahan Modal
                            Per 31 Desember 2009
Modal Awal                                                             70.000
laba                                                    30.100
Prive                                                    (4.000)
Kenaikan Modal                                                         26.100
Modal akhir                                                            96.100



                                  BENGKELYOGA
                                  Laporan Laba Rugi
                                 Per 31 Desember 2009
PENDAPATAN
1. Pendapatan Jasa bengkel                                   46.700
2. Pendapatan penjualan suku Cadang                          28.000
3. Pendapatan Bunga                                           4.000
Total Pendapatan                                                         78.700
BEBAN-BEBAN
1. Beban Gaji                                                  7.800
2. Beban LAT                                                  3.000
3. Beban Lain-lain                                             1.600
4. Beban Iklan                                                 1.600
5. Beban Perlengkapan Kantor                                   2.500
6. Beban Bunga                                                 3.300
7. Beban Sewa Gedung                                           1.600
8. Beban Asuransi                                                900
9. Beban Perlengkapan Bengkel                                23.800
10. Beban Pnystn Paltn Bengkel                                   400
11. Beban Pnystn Kendaraan                                       100
Total Beban-beban                                                        46.600
Laba Bersih                                                              32.100
                                                                                    130




                               BENGKELYOGA
                           laporan Perubahan Modal
                             Per 31 Desember 2009

    Modal Awal                                                  78.000
    laba                              32.100
    Prive                              (4.000)
    Kenaikan Modal                                              28.100
    Modal akhir                                               106.100




                                      BENGKEL YOGA
                                            Neraca
                                     Per 31 desember 2009
                          AKTIVA                                   UTANG DAN MODAL
Aktiva Lancar
1. Kas                                             40.000   Utang
2. Sewa Dibayar Dimuka                                400   1. Pinjaman Bank               50.000
3.Asuransi dibayar dimuka                             300   2. Utang bunga                    300
3. Piutang usaha                                    3.700   total utang                    50.300
4. Perlengkapan Bengkel                            25.200
5. Perlengkapan Kator                               1.500   Modal
6. Iklan Dibayar dimuka                               800   1. Modal Dony                 106.100
total aktiva lancar                               71.900
Aktiva Tetap
1. Peralatan Bengkel            80.000
2. Akm. Pnystn Paltn Bengkel   (44.000)
3. Kendaraan                    10.000
4. Akm. Pnystn Paltn Bengkel    (1.100)
total aktiva tetap                                84.500
TOTAL AKTIVA                                     156.400    Total utang dan modal         156.400
                                                                   131




                        BENGKEL WAWAN
                         Laporan Laba Rugi
                        Per 31 Desember 2009

PENDAPATAN
1. Pendapatan Jasa bengkel                 46.300
2. Pendapatan penjualan suku Cadang        28.000
3. Pendapatan Bunga                          4.000
Total Pendapatan                                      78.300
BEBAN-BEBAN
1. Beban Gaji                                7.100
2. Beban LAT                                 3.100
3. Beban Lain-lain                           1.600
4. Beban Iklan                               1.600
5. Beban Perlengkapan Kantor                 2.500
6. Beban Bunga                               3.300
7. Beban Sewa Gedung                         1.600
8. Beban Asuransi                               900
9. Beban Perlengkapan Bengkel              23.900
10. Beban Pnystn Paltn Bengkel                  400
11. Beban Pnystn Kendaraan                      200
Total Beban-beban                                     46.200
Laba Bersih                                           32.100




                              BENGKEL WAWAN
                            laporan Perubahan Modal
                              Per 31 Desember 2009

Modal Awal                                                78.000
laba                                  32.100
Prive                                  (5.000)
Kenaikan Modal                                            27.100
Modal akhir                                             105.100
                                                                            132




                               BENGKEL WAWAN
                                      Neraca
                               Per 31 desember 2009
                    AKTIVA                             UTANG DAN MODAL
Aktiva Lancar
1. Kas                                   27.500    Utang
2. Sewa Dibayar Dimuka                   1.900     1. Pinjaman Bank      50.000
3 Asuransi dibayar dimuka                 1.500    2. Utang bunga           300
3. Piutang usaha                          3.700    Total utang           50.300
4. Perlengkapan Bengkel                  25.100
5. Perlengkapan Kantor                     1.500   Modal
6. Iklan Dibayar dimuka                      800   1. Modal Dony         105.100
total aktiva lancar                      62.000
Aktiva Tetap
1. Peralatan Bengkel           80.000
2. Akm. Pnystn Paltn Bengkel   (4.400)
3. Kendaraan                   20.000
4. Akm. Pnystn Paltn Bengkel   (2.200)
total aktiva tetap                        93.400
TOTAL AKTIVA                             155.400 Total utang dan modal    155.400


                               BENGKEL SIAP SIAGA
                                 Laporan Laba Rugi
                                Per 31 Desember 2009
      PENDAPATAN
      1. Pendapatan Jasa bengkel                         46.700
      2. Pendapatan penjualan suku Cadang                28.000
      3. Pendapatan Bunga                                  4.000
      Total Pendapatan                                                   78.700
      BEBAN-BEBAN
      1. Beban Gaji                                        7.800
      2. Beban LAT                                         3.000
      3. Beban Lain-lain                                   1.600
      4. Beban Iklan                                       1.600
      5. Beban Perlengkapan Kantor                         2.200
      6. Beban Bunga                                       3.600
      7. Beban Sewa Gedung                                 1.600
      8. Beban Asuransi                                       900
      9. Beban Perlengkapan Bengkel                      25.800
      10. Beban Pnystn Paltn Bengkel                          400
      11. Beban Pnystn Kendaraan                              100
      Total Beban-beban                                                  48.600
      Laba Bersih                                                        30.100
                                                                             133




                             BENGKELSIAP SIAGA
                            laporan Perubahan Modal
                              Per 31 Desember 2009

    Modal Awal                                                   70.000
    laba                                30.100
    Prive                                (4.000)
    Kenaikan Modal                                               26.100
    Modal akhir                                                  96.100



                           BENGKEL SIAP SIAGA
                                    Neraca
                             Per 31 desember 2009
                      AKTIVA                              UTANG DAN MODAL
Aktiva Lancar
1. Kas                                      34.000   Utang
2. Sewa Dibayar Dimuka                         400   1. Pinjaman Bank               50.000
3. Asuransi dibayar dimuka                     300   2. Utang bunga                    600
3. Piutang usaha                             3.700   total utang                    50.600
4. Perlengkapan Bengkel                     21.200
5. Perlengkapan Kantor                       1.800   Modal
6. Iklan Dibayar dimuka                        800   1. Modal Dony                  96.100
total aktiva lancar                         62.200
Aktiva Tetap
1. Peralatan Bengkel         80.000
2. Akm. Pnystn Paltn Bengkel  (4.400)
3. Kendaraan                  10.000
4. Akm. Pnystn Paltn Bengkel  (1.100)
total aktiva tetap                          84.500
TOTAL AKTIVA                               146.700   Total utang dan modal         146.700
                                                                             134




                 Daftar Hadir Siswa XI IPS 1 SMA N 1 Boyolali
                                  SIKLUS 1

No              Nama Siswa                Pertemuan             Keterangan
                                          1 2 3        4
1    Alvinsa Adi W                        √ √ √        √
2    Andi Purnomo                         √ √ √        √
3    Anggar Kurniawati                    √ √ √        √
4    Anton Budiharjo                      √ √ √        √
5    Aria Prihantoko                      √ √ √        √
6    Bayu Bintoro                         √ √ √        √
7    Bella Ariesta W. F. A                √ √ √        √
8    Brian Pamungkas                      √ √ √        √
9    Dio Wahyu Anggoro                    √ √ √        √
10   Drama Hesti Jati                     √ √ √        √
11   Dwi Noor Cahya                       √ √ √        √
12   Dwi Santoso                          √ √ √        √
13   Eko Pranama                          √ √ √        √
14   Erin Widyastuti                      √ √ √        √
15   Galih Nihriani                       √ √ √        √
16   Hanggara .N.H.                       √ √ √        √
17   Heny Arianti                         √ √ √        √
18   Ifnu Syarifudin                      √ √ √        √
19   Ivan Rifky wiatmoko                  √ √ √        √
20   Joni Putra Apriando                  √ √ √        √
21   Kufu Andar .H.                       √ √ √        √
22   Kurnia sari Ambari                   √ √ √        √
23   Kusuma Adi .L.                       √ √ √        √
24   Lilis Nur Aysah                      √ √ √        √
25   Lilis Rahayu                         √ √ √        √
26   Lutfiana Nia Sari                    √ √ √        √
27   Muhammad Shidiq P                    √ √ √        √
28   Nur Rohman                           √ √ √        √
29   Pandu Harsinto.L.                    √ √ √        √
30   Pramudya Bayu.M.                     √ √ √        √
31   Prasetyo Adi.S.                      √ √ √        √
32   Rasyid Ghoniyyu.R.                   √ √ √        √
33   Rhisang fajar.S.                     √ √ √        √
34   Sakina Putri.M.                      √ √ √        √
                                                                               135




35    Savitri vidya larasati                √    √   √   √
36    Sony Sanjaya.W.                       √    √   √   √
37    Widhi Wiyono                          √    √   √   √
38    Wimpie Adi Guna.H.                    √    √   √   √
39    Fikri Nauval.U.M.                     √    √   √   √
40    Tiara Nur.R.                          √    √   √   √
41    Yusak Dwi.P.                          √    √   √   √


DAFTAR KELOMPOK DISKUSI

     KLOMPOK I                   KLOMPOK II                    KLOMPOK III

Alvinsa Adi W                  Brian Pamungkas               Galih Nihriyani
Andi Purnomo                   Dio Wahyu                     Hanggara N H
Anggar Kurniawati              Drama Hesti                   Heny Arianti
Anton Budiharjo                Dwi Noor Cahya                Ifnu Syarifudin
Aria Prihantoko                Dwi Santoso                   Ifan Rifky
Bayu Bintoro                   Eko Pranama                   Jony Putra
Bella Ariesta F.A              Erin Widyastuty               Kufu Andar




  KLOMPOK IV                       KLOMPOK V                   KLOMPOK IV

Kurnia Sari A                   Pramudya Bayu                Widhi Wiyono
Kusuma Adi                      Prasetyo adi                 Wimpie Adi G
Lilis Nur A                     Rasyid G                     Fikry Nauval U
Lilis Rahayu                    Rishang F                    Muhammad Shidiq
Lutfiana Nia S                  Sakina Putri M               Tiara Nur R
Nur Rohman                      Savitri V L                  Yusak D P
Pandu Harsinto                  Sony Sanjaya
                                                                                                                                           136




                                  Daftar Nilai Ulangan Akuntansi Siklus 1 ” Laporan Keuangan”
                                                     XI IPS 1 SMA N 1 Boyolali
                                                           Th 2009/2010


No        Nama Siswa                 Item            Skor faktor 1        Item        Skor Faktor         Item           Skor      total
                                                                                           2                            Faktor 3   skor
                             C1    C2    C3     C4     Lap L/R       C1   C3     C4   Lap. Prbhn    C1
                                                                                         mdl             C2   C3   C4   Neraca
1    Alvinsa Adi W           10      8   10      6        34          3     4     3       10        10    6   10    6     32         76
2    Andi Purnomo            10      8   10      8        36          3     4     3       10        10    5   10    5     30         76
3    Anggar Kurniawati       10      8   10      6        34          3     4     1       8         10    4   10    4     28         70
4    Anton Budiharjo         10      5   10      5        30          3     4     3       10        10    8   10    7     35         75
5    Aria Prihantoko          5      5      5    5        20          3     4     1       8         10    6   10    4     30         58
6    Bayu Bintoro            10    10    10     10        40          3     4     3       10        10    8   10    6     34         84
7    Bella Ariesta W. F. A   10    10    10      8        38          3     4     3       10        10    6   10    6     32         80
8    Brian Pamungkas         10      6   10      6        32          3     4     3       10        10    8   10    6     34         76
9    Dio Wahyu Anggoro       10      8   10      6        28          3     4     1       8         10    5   10    0     25         61
10   Drama Hesti Jati        10      8   10      6        34          3     4     1       8         10    6   10    6     32         74
11   Dwi Noor Cahya          10      8   10      6        34          3     4     3       10        10    6   10    6     32         76
12   Dwi Santoso             10      5   10      6        30          3     4     3       10        10    8   10    7     35         75
13   Eko Pranama             10      8   10      8        36          3     4     1       8         10   10   10   10     40         84
14   Erin Widyastuti         10      8   10      8        36          3     4     1       8         10    6   10    6     32         76
15   Galih Nihriani          10    10    10     10        40          3     4     3       10        10    5   10    5     30         80
16   Hanggara .N.H.          10    10    10      8        38          3     4     3       10        10    6   10    6     32         80
17   Heny Arianti            10      7   10      7        34          3     4     2       9         10    6   10    6     32         75
18   Ifnu Syarifudin         10      8   10      8        36          3     4     3       10        10    5   10    5     30         76
                                                                                                     137


19   Ivan Rifky wiatmoko      10   8    10   6    34   2   4   2   8    10   7    10   6   33   75
20   Joni Putra Apriando      10   4    10   5    29   3   4   3   10   10   6    10   4   30   69
21   Kufu Andar .H.           10   6    8    6    30   3   4   1   8    10   6    8    6   30   68
22   Kurnia sari Ambari       10   8    10   10   38   3   4   3   10   10   6    10   6   32   80
23   Kusuma Adi .L.           10   7    10   7    34   3   4   3   10   10   7    10   5   32   76
24   Lilis Nur Aysah          10   8    10   8    36   3   4   3   10   10   10   10   8   38   84
25   Lilis Rahayu             10   8    10   8    36   3   4   3   10   10   8    10   6   34   80
26   Lutfiana Nia Sari        10   8    10   8    36   3   4   3   10   10   6    10   4   30   76
27   Muhammad Shidiq P        10   5    8    5    28   3   4   3   10   10   6    8    6   30   68
28   Nur Rohman               10   6    8    6    30   3   4   2   9    10   6    8    6   30   69
29   Pandu Harsinto.L.        10   7    10   7    34   3   4   3   10   10   4    10   4   28   72
30   Pramudya Bayu.M.         10   6    10   6    32   3   4   2   9    10   6    10   4   30   71
31   Prasetyo Adi.S.          10   3    10   5    28   3   4   3   10   10   6    10   6   32   70
32   Rasyid Ghoniyyu.R.       10   6    10   7    33   3   4   3   10   10   6    10   6   32   75
33   Rhisang fajar.S.         10   5    8    5    28   3   4   3   10   10   6    10   4   30   68
34   Sakina Putri.M.          10   10   10   10   40   3   4   1   8    10   6    10   6   32   80
35   Savitri vidya larasati   10   10   10   10   40   3   4   3   10   10   6    10   6   32   82
36   Sony Sanjaya.W.          10   6    10   6    32   3   4   1   8    10   5    7    5   27   67
37   Widhi Wiyono             10   5    10   5    30   3   4   1   8    5    5    5    5   20   58
38   Wimpie Adi Guna.H.       10   6    10   8    34   3   4   2   9    10   8    10   4   32   75
39   Fikri Nauval.U.M.        10   8    10   8    36   3   4   3   10   10   6    10   6   32   78
40   Tiara Nur.R.             10   8    10   8    36   3   4   2   9    10   6    10   4   30   75
41   Yusak Dwi.P.             10   6    10   6    32   3   4   1   8    10   6    10   2   28   68
     jumlah
                                                                                                              138




Penilaian :
Criteria atau Aspek Yang dinilai              Penskoran
C1 = Kebenaran Format Laporan Keuangan        nilai 1-10 untuk Lap L/R dan Neraca 1-3 untuk Lap. Per. Modal
C2 = Kebenaran Urutan akun-akun               nilai 1-20 Untuk Lap. L/R dan Neraca
C3 = Kebebaran Jumlah Nominal / angka angka   nilai 1-10 untuk Lap L/R dan Neraca 1-4 untuk Lap. Per. Modal
C4 = Kerapian dan ketelitian                  nilai 1-10 untuk Lap L/R dan Neraca 1-3 untuk Lap. Per. Modal
                                                                            139




                           LEMBAR OBSERVASI
       PENERAPAN PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN
       CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA MATA
                         PELAJARAN AKUNTANSI
                   KELAS XI IPS 1 SMA N 1 BOYOLALI
                                  SIKLUS I
                           (Pengamatan pada siswa)
Hari / Tanggal       : 17, 24 Februari 2010 dan 03, 06Maret 2010
Nama pengamat        : Ardhiani Purwandari


 Lembar ini diisi oleh pengamat pada saat proses pembelajaran. Lembar observasi ini
 mencatat aspek-aspek pengukuran dari setiap peserta didik pada pembelajaran yang
 menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)
 Untuk kegiatan pembelajaran dan diskusi kelompok:
 Skor 3 : Siswa Aktif dengan dengan nilai Baik (B)
 Skor 2 : Siswa Cukup Aktif dengan nilai Cukup (C)
 Skor 1 : Siswa Kurang/ tidak aktif dengan nilai Kurang (K)
 Untuk ketelitian dan ketepatan menyelesaikan soal:
  Skor 3 : Siswa teliti dalam menyelesaiakan soal dengan nilai Baik (B)
aspek yang dinilai:
  Skor 2 : Siswa cukup teliti dalam menyelesaikan soal dengan nilai Cukup (C)
 Skor 1: siswa selama mengikuti teliti dalam mengerjakan soal dengan nilai Kurang (K)
KeaktifanSiswa kurang teliti/ tidak pembelajaran
                                                                                140




No     Nama Siswa                                Aspek yang Diamati
                          Keaktifan      Keaktifan       Ketelitian dan Nilai   Ketuntasan
                          siswa selama   siswa dalam     ketepatan      kuis    belajar(
                          mengikuti      mengikuti       siswa dalam            KKM
                          pembelajaran   diskusi         menyelesaikan          minimal 75)
                                         kelompok        soal
 1   Alvinsa Adi W            B=3             B=3             B=3        76     TUNTA
                                                                                  S
 2   Andi Purnomo             B=3            B=3             B=3         76     TUNTAS
 3   Anggar                   K=1            K=1             K=1         70     TUNTAS
     Kurniawati
 4   Anton Budiharjo          C=2            C=2             B=3         75      TUNTAS
 5   Aria Prihantoko          K=1            K=1             K=1         58       TIDAK
 6   Bayu Bintoro             B=3            B=3             B=3         84      TUNTAS
 7   Bella Ariesta W. F       B=3            B=3             B=3         80      TUNTAS
 8   Brian Pamungkas          C=2            C=2             B=3         76      TUNTAS
 9   Dio Wahyu A              K=1            K=1             K=1         61       TIDAK
10   Drama Hesti Jati         B=3            C=2             B=3         74      TUNTAS
11   Dwi Noor Cahya           C=2            C=2             C=2         76      TUNTAS
12   Dwi Santoso              C=2            C=2             C=2         75      TUNTAS
13   Eko Pranama              B=3            B=3             B=3         84      TUNTAS
14   Erin Widyastuti          B=3            B=3             B=3         76      TUNTAS
15   Galih Nihriani           B=3            B=3             B=3         80      TUNTAS
16   Hanggara .N.H.           C=2            B=3             B=3         80      TUNTAS
17   Heny Arianti             B=3            B=3             B=3         75      TUNTAS
18   Ifnu Syarifudin          B=3            K=1             B=3         76      TUNTAS
19   Ivan Rifky               B=3            B=3             B=3         75      TUNTAS
20   Joni Putra               K=1            K=1             C=2         69       TIDAK
     Apriando
21   Kufu Andar .H.           C=2            K=1             C=2         68       TIDAK
22   Kurnia sari              B=3            B=3             B=3         80      TUNTAS
     Ambari
23   Kusuma Adi .L.           B=3            C=2             B=3         76      TUNTAS
24   Lilis Nur Aysah          B=3            B=3             B=3         84      TUNTAS
25   Lilis Rahayu             B=3            B=3             B=3         80      TUNTAS
26   Lutfiana Nia Sari        C=2            C=2             B=3         76      TUNTAS
27   Muhammad                 C=2            C=2             B=3         68       TIDAK
     Shidiq
28   Nur Rohman               C=2            C=2             K=1         69       TIDAK
29   Pandu Harsinto.L.        B=3            B=3             C=2         72      TUNTAS
30   Pramudya                 K=1            K=1             K=1         71      TUNTAS
     Bayu.M.
31   Prasetyo Adi.S.          C=2            C=2             B=3         70      TUNTAS
32   Rasyid                   B=3            B=3             B=3         75      TUNTAS
     Ghoniyyu.R.
                                                                               141




33   Rhisang fajar.S.         C=2            C=2          C=2         68        TIDAK
34   Sakina Putri.M.          B=3            B=3          B=3         80       TUNTAS
35   Savitri vidya            B=3            B=3          B=3         82       TUNTAS
     larasati
36   Sony Sanjaya.W.          K=1            K=1          C=2         67        TIDAK
37   Widhi Wiyono             K=1            K=1          K=1         58        TIDAK
38   Wimpie Adi Guna          B=3            C=2          B=3         75       TUNTAS
39   Fikri Nauval.U.M.        C=2            K=1          B=3         78       TUNTAS
40   Tiara Nur.R.             C=2            C=2          B=3         75       TUNTAS
41   Yusak Dwi.P.             K=1            C=2          C=2         68        TIDAK



       B = 60, C = 26, K= 8

       B = 60 X 100% = 63.83%, C = 26 X 100% = 27.65, K = 8 X 100% = 8.51%
           94                       94                    94
       Keaktifan siswa dalam mengikuti diskusi kelompok
       B = 51 , C = 28 , K = 10

       B = 51 X 100% = 57.30%, C = 28 X 100% = 31.46, K = 10 X 100% = 11.23%
           89                      89                     89

       Ketelitian dalam menyelesaikan soal
       B = 78, C = 16, K =7

       B = 78 X 100% = 77.23%, C = 16 X 100% = 15.84%, K= 7 X 100% = 0.99%
           101                    101                    101

       Ketuntasan belajar (SKM minimal 75)

       Ketuntasan = jumlah siswa yang tuntas x 100%
                     Jumlah siswa


       Ketuntasan = 32 siswa x 100%
                     41 siswa

                  = 78%
                                                                      142




                            GAMBAR SIKLUS I




Gambar 1 : Peneliti memberikan materi dengan memberikan pertanyaan-
pertanyaan kepada siswa




Gambar 2: Siswa Berdiskusi menyelesaikan soal latihan
                                              143




Gambar 3: Siswa menyelesaikan soal individu




Gambar 4: Siswa mengerjakan soal ulangan
144
                                                                             145




                         CATATAN LAPANGAN 2
A. Pertemuan Pertama
  Hari / Tanggal                     : Rabu, 10 Maret 2010.
  Waktu                              : Jam 08.30-10.00
  Kelas                              : XI IPS I SMA N 1 Boyolali
  Model Pembelajaran                 : Pendekatan Contextual Teaching and
                                     Learning dengan Ceramah bervariasi
  Jumlah Siswa                       : 41 siswa
  Jenis                              : Observasi mendalam


  Deskripsi :
          Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan salam pembuka,
  kemudian mengecek kehadiran siswa, hal ini di lakukan untuk menegakkan
  kedisiplinan siswa. Guru menciptakan situasi pembelajaran yang kondusif
  untuk membangkitkan minat siswa dengan mengecek kondisi baik siswa
  maupun kelas. Guru membuka pelajaran dengan mengulas sedikit soal kuis
  pada siklus I. Sebelum guru memulai dengan materi yang baru guru terlebih
  dahulu memberikan pertanyaan pertanyaan seputar materi sebelumnya kepada
  siswa, dan hampir seluruh siswa merespon pertanyaan yang diberikan oleh
  guru. Beberapa siswa yang mampu menjawab pertanyaan guru diantaranya
  Bayu Bintoro, Lilis Rahayu, Erin Widyastuti, Savitri V, dan Galih Nihriyani.
          Pelajaran dilanjutkan dengan penjelasan materi jurnal penutup dan
  pembalik. Guru memulai penjelasan dari pengertian jurnal penutup dan akun-
  akun apasaja yang harus ditutup, serta fungsi dari jurnal penutup. Dalam
  memberikan penjelasan guru memberikan contoh-contoh yang dikaitkan
  dengan kehidupan nyata. Guru memberikan contoh di depan kelas tentang
  bagaimana cara membuat jurnal penutup. Dan bagaimana cara memposting
  jurnal penutup tersebut kedalam buku besar. Setelah memberikan penjelasan
  tentang bagaimana memposting kedalam buku besar, sehingga terlihat akun-
  akun yang bersaldo nol dan akun yang mempunyai saldo, guru menjelaskan
                                                                             146




  bahwa akun-akun yang memiliki saldo tidak nol dibuat neraca saldo setelah
  penutupan.
          Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan tentang materi yang belum
  dipahami, kemudian menunjuk siswa secara acak untuk menjawab pertanyaan.
  Siswa yang ditunjuk secara acak untuk menjawab pertanyaan sudah mampu
  menjawab dengan benar. Beberapa siswa yang yang mampu menjawab
  pertanyaan dan aktif adalah Aggar K, Rasyid Ghoniyyu, Lilis Nur A, Bella
  Ariesta, Andi P, Eko P, Kurnia Sari A, Lutfiana Nia sari, dan Ivan Rifky. Siswa
  yang mampu menjawab pertanyaan dan berani maju ke depan diberikan
  penghargaan berupa bintang, yang kemudian akan di tempel pada kertas
  ulangan. Penjelasan guru dilanjutkan dengan materi tentang jurnal pembalik.
  Setelah selesai menjelaskan materi guru memberikan latihan soal kepada siswa.
  Siswa mengerjakan soal latihan, setelah waktu yang ditentukan guru membahas
  soal latihan yang telah dikerjakan oleh siswa, dan memberikan kesimpulan
  terhadap materi yang dipelajari hari ini.Salam penutup
  Refleksi:
          Kegiatan belajar mengajar pada pertemuan pertama sudah berlangsung
  lancar. Hal itu dapat ditunjukkan dengan tidak ditemukannya kekurangan-
  kekurangan seperti pada siklus I. Pada saat apersepsi, hampir semua siswa
  merespon dengan baik ketika diberi pertanyaan guru. Saat guru menjelaskan,
  semua siswa memperhatikan dengan seksama dan tidak ada siswa yang
  melakukan aktifitas lain diluar pelajaran. Selain itu, guru juga sudah bisa
  mengkondisikan dan memotivasi siswa terutama bagi siswa yang pasif.
B. Pertemuan kedua
  Hari / Tanggal              : Sabtu, 13 Maret 2010
  Waktu                       : Jam 12.00-13.30 WIB
  Data Kelas                  : XI IPS 1 SMA N 1 Boyolali
  Model Pembelajaran          : Pendekatan Contextual Teaching and Learning
                              dengan Diskusi Kelompok
  Jumlah Siswa                : 41 siswa
  Jenis                       : Observasi mendalam
                                                                          147




Deskripsi:
         Sebelum guru memulai pelajaran, seperti biasanya guru mengabsen
siswa satu persatu, kemudiang guru membuka pelajaran dengan mengulang
kembali materi yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya yang
berkaitan dengan materi yang akan diajarkan dengan cara memberikan
pertanyaan kepada siswa. Siswa cukup antusias memperhatikan guru, hal ini
terbukti pada saat guru memberikan pertanyaan, banyak siswa yang dapat
menjawab dengan tepat dan sebagian besar pertanyaan dijawab secara
serempak. Siswa diberikan kesempatan untuk menanyakan tentang materi yang
belum dipahami, kemudian menunjuk siswa secara acak untuk menjawab
pertanyaan. Siswa yang ditunjuk secara acak untuk menjawab pertanyaan sudah
mampu menjawab dengan benar. Bagi siswa yan dapatmenjawab pertanyaan
dengan benar diberikan sebuah penghargaan berupa bintang, hal ini dilakukan
sebagai motivasi kepada siswa yang kurang aktif untuk berani berpendapat di
kelas.
         Setelah kegiatan apersepsi guru membagi siswa kedalam 6 kelompok
besar yang telah ditetapkan sebelumnya, dan mengintruksikan siswa duduk
secara berkelompok. Guru membagikan soal latihan yang harus dikerjakan
secara individual, tetapi siswa dapat mendiskusikan soal tersebut dengan teman
dalam kelompoknya. Siswa diberikan kewenangan untuk menjelaskan jawaban
soal latihan kepada teman dalam kelompoknya yang belum paham. Setelah
waktu yang diberikan untuk diskusi berakhir, guru mempersilakan masing-
masing siswa untuk mempresentasikan jawabannya. Berbeda pada Sikus I,
pada Siklus II ini siswa secara sukarela berani mempresentasikan jawaban
tanpa ditunjuk guru. Bagi siswa yang berani maju kedepan guru memberikan
penghargaan berupa bintang.
         Setelah kegiatan diskusi selesai guru memberikan kesimpulan tentang
materi yang telah disampaikan sebelum menutup pelajaran. Kemudian menutup
kegiatan pembelajaran dan mengingatkan siswa untuk belajar dirumah sebagai
persiapan mengikuti kuis yang akan datang. Pada pertemuan ke dua ini siswa
yang memperoleh bintang, diantaranya Bayu Bintoro, Bella Ariesta, Savitri V,
                                                                              148




  Eko Purnama, Andi Purnama, Muhammad Shidiq, Kufu Andar, Alvinsa Adi,
  Ivan Rifky, Lilis Rahayu, dll.


  Refleksi:
          Kegiatan diskusi yang dilaksanakan sudah berjalan dengan lancar, hal
  ini ditunjukkan dari banyaknya siswa yang antusias untuk maju ke depan, dan
  aktif mengajari temannya. Peningkatan lainnya adalah sudah tidak lagi ada
  siswa yang melakukan aktivitas lain ketika kegiatan diskusi. Guru juga telah
  dapat memotivasi siswa yang kurang aktif menjadi aktif dan berani maju
  kedepan.


C. Pertemuan ketiga
  Hari / Tanggal              : Rabu, 17Maret 2010.
  Waktu                       : Jam 08.30-10.00 WIB
  Data Kelas                  : Kelas XI IPS 1 SMA N 1 Boyolali
  Model Pembelajaran          : Pendekatan Contextual Teaching and Learning
                              dengan Latihan Individu
  Jumlah Siswa                : 41 siswa
  Jenis                       : Observasi mendalam


  Deskripsi:
               Guru mengucapkan salam pembuka dan mengabsen siswa. Siswa
  diberikan kesempatan untuk mempersiapkan diri menjawab pertanyaan kuis
  berupa soal pilihan ganda dan esai untuk materi yang telah didiskusikan dalam
  pertemuan sebelumnya yaitu membuat jurnal penutup, Neraca saldo setelah
  penutupan dan jurnal pembalik. Guru membagikan lembar soal kepada siswa
  dan meminta siswa untuk mengerjakannya secara tertib dan mandiri. Siswa
  mengerjakan soal kuis sampai waktu yang telah ditentukan berakhir, sedangkan
  guru mengawasi dengan tertib jalannya kuis. Berbeda pada Siklus I dimana
  posisi guru lebih banyak didepan kelas, pada evaluasi (kuis) Siklus II ini, guru
  berkeliling kelas dan lebih memperhatikan siswa yang duduk dibarisan
                                                                             149




belakang agar tidak ada siswa yang berani mencoba bertanya jawaban pada
temannya.
        Pelaksanaan evaluasi (kuis) pada Siklus II ini berjalan lebih tertib bila
dibanding pada Siklus I. Hal ini terbukti dari suasana kelas yang tenang dan
tidak ada siswa yang berbuat curang selama kuis berlangsung. Kegiatan
evaluasi (kuis) berlangsung baik, setelah waktu yang telah ditentukan untuk
menjawab kuis berakhir guru meminta siswa untuk mengumpulkan jawaban
mereka.Guru membahas soal yang telah dikerjakan dan memberikan
kesimpulan terhadap materi yang telah dipelajari. Salam penutup.


Refleksi:
     Pelaksanaan kegiatan evaluasi pada siklus II ini berlangsung lancar, sudah
tidak ada lagi siswa yang bertanya kepada temannya, dan guru juga lebih
disiplin dalam mengawasi jalannya kegiatan evaluasi.
        Wawancara yang dilakukan peneliti dengan siswa, menegaskan bahwa
siswa merasa lebih senang dengan pembelajaran yang telas dilaksanakan, baik
ketika penyampaian materi dan pemberian contoh yang jelas membantu siswa
memahami materi yang dipelajari, serta adanya kegiatan diskusi. Mereka
merasa lebih paham jika pengetahuannya diperoleh melalui presentasi dari guru
dan diskusi dengan teman sekelompoknya. Mereka merasa lebih memahami
pelajaran karena mereka cenderung termotivasi jika dilakukan secara diskusi.
Mereka berpendapat bahwa dengan diskusi, soal materi yang diajarkan guru
lebih mudah dipahami dan lebih meningkatkan kerja sama dalam kelompok
daripada dikerjakan secara individual. Jadi, keaktifan dan motivasi belajar
siswa pada Siklus II ini lebih meningkat dari Siklus I. Hal tersebut nampak
pada hasil evaluasi atau soal kuis, yaitu peningkatan prestasi belajar.
                                                                             150




    RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )



Sekolah                 : SMA N 1 Boyolali
Mata Pelajaran          : Ekonomi
Kelas / Semester        : XI (sebelas) / 2
Standar Kompetensi                  : 5. Memahami penyusunan siklus akuntansi
                                    perusahaan jasa
Kompetensi Dasar                    : 5.7 Menyusun laporan keuangan perusahaan
                                    jasa
Indikator                           : 1. Membuat Jurnal Penutup
                                      2. Menyusun Neraca Saldo setelah Penutupan
                                      3. Membuat Jurnal Pembalik
                                      4. Mendeskripsikan    Siklus     Akuntansi
                                         Perusahan Jasa
Alokasi Waktu           : 6 x 45 menit


A. Tujuan Pembelajaran
   d) Siswa dapat Membuat Jurnal Penutup
   e) Siswa dapat menyusun Neraca Saldo Setelah Penutupan
   f) Siswa dapat Membuat Jurnal Pembalik
   g) Siswa dapat Mendeskripsikan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
B. Materi Pokok
       Laporan keuangan perusahaan jasa
C. Uraian Materi
    d) Jurnal Penutup
    e) Neraca Saldo Setelah Penutupan
    f) Jurnal Pembalik
D. Metode Pembelajaran
       Implementasi (pelaksanaan) pendekatan CTL dalam penelitian ini
menonjolakan karakteristik CTL yaitu masyarakat belajar yang digabungkan
                                                                            151




dengan model klasikal dan direct intruction serta tutor sebaya. Model klasikal
dengan menggunakan metode tanya jawab yang menyajikan serangkaian
pertanyaan kepada siswa yang sifatnya menggali dan menuntun sehingga siswa
dapat diarahkan untuk membangun konsep (contructivism), melalui eksplorasi,
inkuiri, dan penalaran. Selain itu juga digunakan model direct intruction, yaitu
pemberian pengarahan secara langsung kepada siswa tentang bagaimana
mengerjakan soal (Permodelan). Dalam masyarakat belajar        dibuat kelompok
belajar dimana dalam satu kelompok tersebut masing-masing siswa dapat
memberikan penjelasan kepada temannya.
E. Skenario Pembelajaran
Skenario Pembelajaran ( Siklus II)
Pertemuan pertama (2x 45 menit)
Kegiatan awal (10 menit)
(14)   Salam pembuka, mengecek kehadiran siswa
(15)   Menciptakan situasi pembelajaran yang kondusif untuk membangkitkan
   minat siswa dengan mengecek kondisi baik siswa maupun kelas.
Kegiatan inti (70 menit)
6. Mengulangi sedikit materi yang terdahulu yang masih ada kaitannya dengan
   materi yang akan diajarkan dengan cara memberikan pertanyaan kepada siswa
   (tanya jawab) agar guru tahu seberapa jauh pemahaman siswa.
7. Guru menekankan tentang materi apa yang akan dipelajari yaitu tentang Jurnal
   Penutup, Neraca Saldo Setelah Penutupan, dan Jurnal Pembalik.
8. Guru menyajikan materi tentang Jurnal Penutup, Neraca Saldo Setelah
   Penutupan, dan Jurnal Pembalik.
9. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan materi yang
   belum dipahami, kemudian guru memanggil siswa secara acak untuk
   menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.
10. Siswa diberikan soal untuk diselesaikan.
Kegiatan akhir (10 menit)
4. Siswa mencermati lembar kegiatan yang telah dikerjakan dan menanyakan
   tentang kesulitan yang dihadapi saat mengerjakan tugas tersebut.
                                                                         152




5. Guru membuat kesimpulan dari materi yang telah disampaikan.
6. Salam penutup.
Pertemuan Kedua (2 x 45 menit)
Kegiatan awal (10 menit)
3. Salam pembuka, mengecek kehadiran siswa
4. Guru menyampaikan rencana kegiatan yang akan dilakukan dalam
   pembelajaran.
Kegiatan inti (60menit)
8. Membahas sedikit materi yang terdahulu dengan tanya jawab kepada siswa
   untuk menilai pemahaman/konsepsi yang ada pada diri siswa.
9. Siswa dibuat menjadi 6 kelompok besar dalam setiap kelompok siswa
   mengerjakan tugasnya masing-masing. Setiap siswa dapat memberikan
   penjelasan kepada temannya yang kurang mengerti dalam kelompok tersebut.
10. Guru mengawasi berjalannya belajar kelompok dengan berkeliling ke masing-
   masing kelompok.
Kegiatan akhir (20 menit)
3. Guru meminta hasil pekerjaan siswa dan membahas soal yang telah
   dikerjakan.
4. Guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari
5. Salam penutup
Pertemuan Ketiga (2 x 45 menit)
Kegiatan awal (10 menit)
3. Salam pembuka, mengecek kehadiran siswa
4. Guru menciptakan situasi yang kodusif agar siswa siap untuk mengerjakan
   soal Kuis
Kegiatan inti (75 menit)
4. Membahas sedikit materi yang terdahulu dengan tanya jawab kepada siswa
   untuk menilai pemahaman/konsepsi yang ada pada diri siswa.
5. Guru membagikan soal untuk kuis berupa soal esai dan meminta agar siswa
   dalam mengerjakan secara mandiri untuk menunjukkan apa yang telah siswa
   pelajari selama bekerja dalam kelompok.
                                                                                   153




     6. Guru bersama peneliti mengawasi dengan baik agar hasil dari kuis dapat
         mencerminkan kemampuan mereka dan memberikan kesempatan kepada
         siswa untuk mengerjakan soal dengan tertib dan tenang.
     Kegiatan akhir (15 menit)
     3. Guru meminta lembar jawab siswa.
     4. Salam penutup
F. Penilaian
         Hasil kerja kelompok
         Hasil Ulangan
         Lembar pengamatan
     G. Sumber dan Alat
               Buku teks dan spidol


                                                        Boyolali, 15 Februari 2010
         Guru Pamong                                        Praktikan/ mahasiswa




        Drs. H. Soeparno                                Ardhiani Purwandari
     NIP. 19560615 198003 1 023                         NIM. K7406003

                                         Mengetahui

       Dosen Pembimbing I                               Dosen Pembimbing II




     Prof. Dr. Siswandari, M. Stats                       Drs. Wahyu Adi, M. Pd
     NIP. 19590201 198503 2 002                         NIP. 19630520 198903 1 005
     Materi 2
                                      JURNAL PENUTUP
     Pengertian jurnal Penutup
                                                                               154




       Jurnal penutup adalah jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi
untuk menutup akun pada laporan laba rugi dan akun prive (penarikan modal oleh
pemilik).
Langkah-langkah menbuat jurnal penutup
1.   Memindahkan saldo akun-akun biaya kea kun laba rugi dengan mendebet
     akun laba rugi dan mengkredit saldo akun biaya atau beban.
2.   Memindahkan saldo akun pendapoatan kea kun laba rugi dengan mendebit
     akun laba-rugi.
3.   Memindahkan saldo akun laba rugi
Contoh Jurnal Penutup :
                    PERUSAHAAN KONVEKSI BERDIKARI
                              Jurnal Penutup
                           Per 31 Desember 2009

Tanggal          Nama Akun                       Reff   Debet         Kredit

2009        31   Pendapatan Jasa Jahit           311     17.775.000
Des              Pendapatan Obras                312      8.550.000
                      Ikhtisar laba/rugi         511                   26.325.000
                 Ikhtisar laba/rugi              511     13.850.000
                      Beban Gaji dan Upah        417                   4.500.000
                      Beban Rupa-rupa            418                      750.000
                      Beban Bunga                420                      500.000
                      Beban Pmb. Praltn Jhit     411                    1.200.000
                      Beban Pmb.Praltn Obrs      412                      600.000
                      Beban Sewa                 413                    4.000.000
                      Beban Pystn. Praltn Jhit   414                      500.000
                      BebanPystn. PraltnObrs     415                      800.000
                      Beban Pystn Gedung         416                    1.000.000
                 Ikhtisar laba/rugi              511     12.475.000
                      Modal M. Toha              231                  12.475.000
                 Modal M. Toha                   231      2.000.000
                      Prive M. Toha              232                    2.000.000

                                                        54.650.000    54.650.000
Menutup akun buku besar
       Akun buku besar sepanjang tahun dapat dicatat berdasarkan jurnal dan
pada akhir tahun dilengkapi dengan jurnal penyesuaian. Akun buku besar belum
                                                                           155




ditutup pada waktu kertas kerja selesai dekerjakan. Langkah berikutnya adalah
membuat jurnal penutup, yang kemudian dipindah bukukan ke dalam buku besar
bersangkutan. Setelah jurnal penutup dicatat di buku besar, maka akun tersebut
akan menjadi dua bagian, yaitu:
a. Akun terbuka atau akun neraca
b. Akun tak bersaldo yang merupakan akun nominal.
                  NERACA SALDO SETELAH PENUTUPAN
       Neraca saldo setelah penutupan adalah neraca saldo yang disusun dari
kaun buku besar setelah jurnal penutup dicatat. Neraca saldo setelah penutuan
dibuat dengan mencatumkan saldo-saldo akun terbuka (akun neraca). Jadi neraca
saldo setelah penutupan sama dengan angak-angka yang terdapat pada akun
terbuka dan merupakan saldo awal tiap akun pada periode berikutnya.
Contoh Neraca saldo setelah penutupan:
                      PERUSAHAAN KONVEKSI BERDIKARI
                          Neraca Saldo setelah Penutupan
                              Per 31 Desember 2009
No Akun        Nama Akun                              Debet           Kredit
111            Kas                                       6.500.000
112            Piutang usaha                            11.875.000
113            perlengkapan jahit                          300.000
114            Perlengkapan obras                          400.000
115            Sewa dibayar di muka                      2.000.000
121            Peralatan jahit                          10.000.000
121.1          Akm. Pnystn. Peraltn. Jahit                               4.500.000
122            Peralatan obras                           8.000.000
122.1          Akm. Pnystn. Peraltn. Obras                               2.800.000
123            Gedung kantor                            20.000.000
123.1          Akm. Pnystn. Peraltn. Kantor                              9.000.000
211            Utang usaha                                               7.100.000
222            Pinjaman Bank                                            10.000.000
231            Modal. M Toha                                            25.475.000
212            Bunga Terutang                                              200.000
                                                        59.075.000      59.075.000
                                                                                156




                               JURNAL PEMBALIK

          Setelah laporan keuangan disusun dan pembukuan ditutup, kita mungkin
perlu membalik jurnal penyesuaian yang digunakan pada waktu menutup periode
akuntansi. Tujuannya adalah untuk memudahkan pencatatan transaksi pad awal
periode akuntansi berikutnya, yaitu transaksi yang ada hubungannya dengan
jurnal penyesuaian. Penggunaaan jurnal pembalik tidak mengubah jumlah yang
dicatat dalam laporan keuangan. Oleh karena itu jurnal pembalik bukanlah suatu
keharusan dalam system akuntansi. Sehingga dapat disimpulkan jurnal pembalik
adalah jurnal yang dibuat untuk membalik jurnal penyesuaian untuk menghapus
akun yang tidak lazim digunakan selama periode akuntansi berjalan, selain itu
dengan jurnal pembalik pencatatn transaksi periode berikutnya akan konsisten dan
akurat.
          Pos-pos yang perlu dibuat jurnal pembalik adalah yang dicatat deferral dan
akrual antara lain beban dibayar kemudian, beban dibayar di muka, pendapatan
yang masih harus diterima, dan pendpatan diterima di muka.
1.   Beban yang masih harus dibayar
     Yaitu beban yang pencatatnnya dilakukan kemudian, tetapi manfaat dari
     beban tersebut telah diterima lebih dahulu. Misalnya utang gaji, utang bunga
     dll.
     Contoh:
     Pada 31 Desember 2009 masih ada gaji bulan desember yang belum dibayar
     sebesar Rp 500.000;00 karena pegawai yang bersangkutan cuti. Jurnal
     penyesuaiannya tanggal 31 Desember 2009 adalah:
     Beban gaji                 Rp 500.000;00
          Utang gaji                    Rp 500.000;00
     Jurnal pembaliknya
     Utang gaji         Rp 500.000;00
          Beban gaji                    Rp 500.000
2.   Beban dibayar di muka
     Yaitu beban yang dibayar terlebih dahulu sementara manfaatnya diterima
     kemudian. Jurnal pembalik untuk beban dibayar di muka perlu dibuat jika
                                                                             157




     transaksinya dicatat sebagai beban, tetapi jika transaksinya dicatat sebagai
     harta maka tidak perlu dibuat jurnal pembalik, sebab pada jurnal
     penyesuaiannya muncul akun beban yang akan menjadi nol pada waktu jurnal
     penutup diposting.
     Contoh:
     Pada tanggal 1 September 2009 dibayar di muka sewa gedung sebesar Rp
     600.000;00 untuk masa 6 bulan, jika transaksi ini dicatat sebagai beban,
     maka jurnalnya adalah:
     Beban Sewa                Rp 600.000;00
        Kas                          Rp 600.000;00
     Jurnal penyesuaiannya:
     Sewa dibayar dimuka       Rp 200.000;00
        Beban sewa                   Rp 200.000
     Jurnal pembaliknya:
     Beban sewa                Rp 200.000;00
        Sewa dibayar di muka         Rp 200.000;00
     Jika dicatat sebagai harta, maka jurnal awalnya:
     Sewa dibayar dimuka       Rp 600.000;00
        Kas                          Rp 600.000;00
     Jurnal Penyesuaiannya:
     Beban sewa                Rp 400.000;00
        Sewa dibayar dimuka          Rp 400.000;00
     Dalam hal ini jurnal pembalik tidak diperlukan, Karen asaldo akun yang
     muncul yaitu beban sewa akan menjadi nol oleh jurnal penutup dan setiap
     membayar sewa digunakan akun sewa dibayar dimuka.
3.   Pendapatan yang masih harus diterima
     Yaitu pendapatan yang sampai pada akhir periode telah dihasilkan tetapi
     belum dicatat atau dibayar. Contoh piutang sewa.
     Contoh:
                                                                         158




     Pada tanggal 31 Desember 2009 masih harus diterima pendapatan Rp
     200.000;00. Pada saat sewa diterim adicatat pada akun pendapatan, maka
     jurnal penyesuaiannya:
     Piutang sewa              Rp 200.000;00
        Pendapatan sewa              Rp 200.000;
     Maka jurnal pembaliknya:
     Pendapatan sewa           Rp 200.000;00
        Piutang sewa                 Rp 200.000;00
4.   Pendapatan diterima di muka
     Yaitu pendapatan yang telah diterima perusahaan tetapi dilihat dari segi
     waktu belum merupakan pendapatan.
     Contoh:
     Pada tanggal 1 Mei 2009 diterima sewa di muka sebesar Rp 6.000.000;00
     untuk masa satu tahun, jurnal transaksinya:
     Kas                       Rp 6.000.000;00
        Pendapatan sewa              Rp 6.000.000;00
     Jurnal penyesuaiannya:
     Pendapatan sewa                 Rp 2.000.000;00
        Sewa diterima dimuka                   Rp 2.000.000;00
     Sedangkan jurnal pembaliknya:
     Sewa diterima di muka           Rp 2.000.000
        Pendapatan sewa                        Rp 2.000.000
                                                                            159




Buatlah Jurnal Penutup berdasarkan lapran laba-rugi dibawah ini!!

                          SALON CANTIK JELITA
                            Per 31 Desember 2009
                             Laporan Laba-rugi
Pendapatan
1. Pendapatan Jasa Salon                                  Rp        16.000.000
2. Pendapatan Penjualan Kosmetik                          Rp          5.500.000
Total Pendapatan                                          Rp        21.500.000
Beban-beban
1. Beban Gaji                         Rp   3.500.000
2. Beban LAT                          Rp      500.000
3. Beban Iklan                        Rp      200.000
4. Beabn Sewa Gedung                  Rp   1.500.000
5. Beban Perlengkapan Salon           Rp      250.000
6. Beban Pnystn. Perltn Salon         Rp      300.000
7. Beban Lain-Lain                    Rp      250.000
Total Beban                                               Rp         6.500.000

Laba Bersih                                               Rp        15.000.000




                          Laporan perubahanmodal
                              Salon Cantik Jelita
                            Per 31 Desember 2009

Modal Awal                                          Rp   100.000.000
Laba Th 2009     Rp         15.000.000
Prive            Rp         (4.000.000)
Penambahan Modal                                    Rp    11.000.000
Modal Akhir                                         Rp   111.000.000
                                                                                      160




JAWABAN LATIHAN INDIVIDU
                              SALON CANTIK JELITA
                                   Jurnal Penutup
                                Per 31 Desember 2009

Tanggal        Nama Akun                                 Reff  Debet      Kredit
2009    31     Pendapatan jasa salon                     311 16.000.000
Des            Pendapatan penjualan kosmetik             312  5.500.000
                    Ikhtisar laba/rugi                   511            21.500.000
               Ikhtisar laba/rugi                        511  6.500.000
                    Beban Gaji dan Upah                  417             3.500.000
                    Beban sewa gedung                    418             1.500.000
                    Beban LAT                            420               500.000
                    Beban Pemb. Peraltn salon            411               300.000
                    Beban perlengkapan                   412               250.000
                    Beban iklan                          413               200.000
                    Beban lain-lain                      414               250.000
               Ikhtisar laba/rugi                        511 15.000.000
                    Modal M. Toha                        231            15.000.000
               Modal M. Toha                             231 4.000.000
                    Prive M. Toha                        232             4.000.000

                                                                 47.000.000 47.000.000



      LATIHAN DISKUSI                      1.   Ditetapkan sewa film yang menjadi
      Dari data data yang tersedia              beban sebesar Rp 1.600.000
      dibawah ini maka buatlah:            2.   Beban      penyusutan     peralatan
      1. Jurnal Penutup                         proyeksi per tahun ditetapkan 5 %
      2.    Jurnal    Penyesuaian    dan        dari harga perolehan.
      Pembalik                             3.   Persediaan perlengkapan kantor
      Berikut     adalah        beberapa        per 31 Desember 2009 ditetapkan
      penyesuaian yang dilakukan oleh           sebesar Rp 1.500.00
      bioskop Queen pada tanggal 31
      Desember 2009 :
                                                                                                                                                      161




                                                                       BIOSKOP QUEEN
                                                                         KERTAS KERJA
                                                                     Per 31 Desember 2009

No                      Nama Akun            Neraca Saldo             Jurnal Penyesuaian              NSD                      Lap L/R                      Neraca
                                      D                       K        D            K         D               K         D                  K        D                  K
101   Kas                           31.000                                                  31.000                                                31.000
102   Sewa film dibayar di muka      2.000                                         1.600     400                                                   400
103   Perlengkapan Kantor            5.000                                         1.500     3.500                                                 3.500
111   Peralatan proyeksi            80.000                                                  80.000                                                80.000
112   Akm. Pnystn pltn proyeksi                             40.000                 4.000                    44.000                                                   44.000
211   Pinjaman Bank                                         10.000                                          10.000                                                   10.000
301   Modal Prajoko                                         40.200                                          40.200                                                   40.200
302   Prive Prajoko                  4.000                                                   4.000                                                 4.000
401   Pendapatan Pnjualan Karcis                            40.000                                          40.000                       40.000
501   Beban Gaji                     5.000                                                   5.000                    5.000
502   Beban LAT                      2.000                                                   2.000                    2.000
503   Beban Iklan                    1.200                                                   1.200                    1.200
504   Beban perlengkapan kator                                       1.500                   1.500                    1.500
                                    130.200             130.200
505   Beban sewa film                                                1.600                   1.600                    1.600
506   Beban Pnystn pltn kntor                                        4.000                   4.000                    4.000
                                                                     7.100         7.100    134.200         134.200   15.300             40.000   118.900            94.200
                                                                                                                      24.700                                         24.700
                                                                                                                      40.000             40.000   118.900            118.900
                                                                             162




    JAWABAN LATIHAN DISKUSI
                        BIOSKOP QUEEN
                          Jurnal Penutup
                       Per 31 Desember 2009

Tanggal Nama Akun                              Reff       Debet           Kredit
2009 31 Pendapatan penjualan karcis            401        40.000.000
Des         Ikhtisar laba/rugi                 511                         40.000.000

             Ikhtisar laba/rugi                611        15.300.000
                  Beban Gaji dan Upah          501                          5.000.000
                  Beban penystn paltn kantor   506                          4.000.000
                  Beban LAT                    502                          2.000.000
                  Beban perlengkapan kantor    504                          1.600.000
                  Beban sewa film              505                          1.500.000
                  Beban iklan                  503                          1.200.000

             Ikhtisar laba/rugi                611        24.700.000
                  Modal prajoko                301                         24.700.000

             Modal prajoko                     301         4.000.000
                Prive prajoko                  302                          4.000.000
                                                          84.000.000       84.000.000


                                    BIOSKOP QUEEN
                                    Jurnal Penyesuaian
                                   Per 31 Desember 2009
      No                      Nama Akun                         Debet        kredit
    1) 505          Beban Sewa Film                           1.600.000
     102               Sewa Film Dibayar di muka                           1.600.000
    2) 506          Beban Pnystn Palatan proyeksi             4.000.000
     112               Akm. Pnystn Paltn Proyeksi                          4.000.000
    3) 504          Beban Perlengkapan Kantor                 1.500.000
     103               Perlengkapan Kantor                                 1.500.000
                                                           163




                      BIOSKOP QUEEN
                       Jurnal Pembalik
                     Per 31 Desember 2009

  No               Nama Akun                  Debet      kredit
1) 505   sewa Film Dibayar di muka          1.600.000
 102        Beban Sewa Film                             1.600.000
2) 506   Akm. Pnystn Paltn Proyeksi         4.000.000
 112       Beban Pnystn Paltn Proyeksi                  4.000.000
3) 504   Perlengkapan Kantor                1.500.000
 103       Beban Perlengkapan Kantor                    1.500.000
                                                                          164




                                                                     SOAL A
I. Jawablah pertanyaan berikut, dan berikan perhitungannya!
1. Dari data-data akuntansi usaha angkutan busway diketahui saldo-saldo akun
  berikut (dalam ribuan rupiah):
      Modal awal                   Rp 12.300;00
      Prive                        Rp 1.500;00
      Pendapatan jasa              Rp 18.000;00
      Beban gaji                   Rp 4.500;00
      Beban sewa                   Rp 3.500;00
      Beban perlrngkapan           Rp 2.500;00
      Modal akhir                  Rp 17.000;00
      Beban bunga                  ……………….
  Berdasarkan data ini beban bunga yang diperhitungkan adalah ……….
  a.   Rp 1.100;00                            d.   Rp 1.400;00
  b.   Rp 1.200;00                            e.   Rp 1.500;00
  c.   Rp 1.300;00
2. Diketahui jumlah pendapatan pada akhir tahun 2009 sebesar Rp 18.500.000;00
  dan jumlah beban pada akhir tahun 2009 sebesar Rp 16.000.000;00. Maka
  jurnal penutup yang harus dibuat pada akhir tahun untuk menutup laba yang
  diperoleh ke modal adalah …………
  a. Ikhtisar laba rugi     Rp 18.500.000;00
       Modal                         Rp 18.000.500;00
  b. Ikhtisar laba rugi     Rp 16.000.000;00
       Modal                         Rp 16.000.000;00
  c. Modal                  Rp 2.500.000;00
       Ikhtisar laba rugi            Rp 2.500.000;00
  d. Modal                  Rp 2.500.000;00
       Prive                         Rp 2.500.000;00
  e. Ikhtisar laba rugi     Rp 2.500.000;00
       Modal                         Rp 2.500.000;00
3. Jurnal penyesuaian per 31 Desember 2009 menunjukan adanya beban gaji yang
  harus masih dibayar sebesar Rp 75.000;00 per hari untuk masa lima hari kerja
  jurnal pembalik yang harus dibuat adalah …….
  a. Utang gaji       Rp 75.000;00
                                                                        165




      Beban gaji            Rp 75.000;00
  b. Beban gaji      Rp 75.000;00
      Utang gaji            Rp 75.000;00
  c. Beban gaji      Rp 375.000;00
      Utang gaji            Rp 375.000;00
  d. Utang gaji      Rp 375.000;00
      Kas                   Rp 375.000;00
  e. Utang gaji      Rp 375.000;00
      Beban gaji            Rp 375.000;00
4. Diketahui pada tanggal 31 Desember 2009 masih harus diterima pendapatan
  jasa bulan September-Desember sebesar Rp 35.000;00 per bulan. Jika jurnal
  penyesuaian dan pembalik telah dibuat maka jurnal yang dibuat pada saat
  pendapatan jasa dibayar pada tanggal 10 januari adalah ……..
  a. Kas             Rp 35.000;00
      Pendapatan            Rp 35.000;00
  b. Kas             Rp 140.000;00
      Pendapatan            Rp 140.000;00
  c. Kas             Rp 200.000;00
      Pendapatan            Rp 200.000;00
  d. Kas             Rp 200.000;00
      Pendapatan            Rp 140.000;00
      Piutang jasa          Rp 60.000;00
  e. Kas             Rp 50.000;00
      Pendapatan            Rp 35.000;00
      Piutang jasa          Rp 15.000;00
5. Data yang dikutip dari saldo akun PT Bang Yos per 31 Desember 2009 per 31
  desember adalah sebagai berikut (dalam ribuan rupiah):
      Pendapatan jasa                       Rp 7.500;00
      Laba penjualan inventaris             Rp 1.000;00
      Beban gaji                            Rp 5.000;00
      Beban sewa gedung                     Rp 2.000;00
      Beban administrasi                    Rp 1.000;00
      Beban bunga                           Rp 200;00
                                                                                 166




  Dari data di atas maka rugi atas usaha adalah ….
  a. Rp 750;00                                 d. Rp 700;00
  b. Rp 625;00                                 e. Rp 500;00
  c. Rp 600;00


II. Dari laporan Laba Rugi dan Perubahan Modal berikut ini buatlah jurnal
     penutupnya!!
                                        OKKY NET
                                  Per 31 Desember 2009
                                    Laporan Laba-rugi
Pendapatan
1. Pendapatan Jasa                                                       Rp      48.000.000
2. Pendapatan cetak/ print                                               Rp       5.500.000
Total Pendapatan                                                         Rp      53.500.000

Beban-beban
1. Beban Gaji                                  Rp    12.000.000
2. Beban LAT                                   Rp     4. 500.000
3. Beban sewa Gedung                           Rp     2. 500.000
4. Beban Perlengkapan kantor                   Rp     1.500.000
5. Beban Pnystn. Peraltn warnet                Rp        500.000
6. Beban Iklan                                 Rp        200.000
7. Beban Lain-Lain                             Rp        250.000
Total Beban                                                             Rp       21.250.000

Laba Bersih                                                             Rp       32.250.000



                               Laporan perubahanmodal
                                        Okky net
                                 Per 31 Desember 2009

Modal Awal                                                Rp       100.000.000
Laba Th 2009             Rp    32.250.000
Prive                    Rp    (4.000.000)
Penambahan Modal                                          Rp        28.250.000
Modal Akhir                                               Rp       128.250.000

                          SELAMAT MENGERJAKAN
                                                                          167




                                                                     SOAL B
I. Jawablah pertanyaan berikut, dan berikan perhitungannya!
1. Perhatikan data-data berikut! (dalam ribuan rupiah)
      Beban gaji                  Rp 4.500;00
      Beban sewa                  Rp 3.500;00
      Beban perlrngkapan          Rp 1.500;00
      Prive                       Rp 2.500;00
      Modal awal                  Rp 46.500;00
      Modal akhir                 Rp 51.500;00
  Berdasarkan data ini maka pendapatan usaha yang diperhitungkan adalah
 ……….
  a. Rp 26.000;00                              d. Rp 17.000;00
  b. Rp 22.000;00                              e. Rp 14.500;00
  c. Rp 18.500;00
2. Berdasarkan neraca per 31 Desember 2009 terdapat penarikan oleh pemilik
  (prive) sebesar Rp 7.000.000;00. Jurnal penutup yang harus dibuat pada ahkir
  tahun adalah……
  a. Prive                   Rp 7.000.000;00
       Ikhtisar laba rugi            Rp 7.000.000;00
  b. Ikhtisar laba rugi      Rp 7.000.000;00
       Prive                         Rp 7.000.000;00
  c. Ikhtisar laba rugi      Rp 7.000.000;00
       Modal                         Rp 7.000.000;00
  d. Modal                   Rp 7.000.000;00
       Prive                         Rp 7.000.000;00
  e. Prive                   Rp 7.000.000;00
       Modal                         Rp 7.000.000;00
3. Pada tanggal 1 maret 2006 dipinjam uang sebesar Rp 10.000;00. Bunga
  dibayar setiap 1 maret dan 1 september dengan suku bunga 12% setahun.
  Pembayaran bunga dibukukan pada akun beban bunga. Setiap 1 september
  mulai tahun pertama pinjaman diangsur sebesar Rp 2.000;00. Bunga dibayar
  kemudian. Jurnal pembalik yang diperlukan per 1 januari 2007 adalah….
  a. Beban bunga      Rp 320;00
                                                                       168




       Utang bunga          Rp 320;00
  b. Utang bunga      Rp 320;00
       Beban bunga          Rp 320;00
  c. Beban bunga      Rp 400;00
       Utang bunga          Rp 400;00
  d. Utang bunga      Rp 400;00
       Beban bunga                    Rp 400;00
  e. Beban bunga      Rp 600;00
       Utang bunga          Rp 600;00
4. Diketahui pada tanggal 31 Desember 2009 masih harus diterima pendapatan
  jasa bulan September-Desember sebesar Rp 35.000;00 per bulan. Jika jurnal
  penyesuaian dan pembalik telah dibuat maka jurnal yang dibuat pada saat
  pendapatan jasa dibayar pada tanggal 10 januari adalah ……..
  a.   Kas            Rp 35.000;00
       Pendapatan           Rp 35.000;00
  b. Kas              Rp 140.000;00
       Pendapatan           Rp 140.000;00
  c. Kas              Rp 200.000;00
       Pendapatan           Rp 200.000;00
  d. Kas              Rp 200.000;00
       Pendapatan           Rp 140.000;00
       Piutang jasa         Rp 60.000;00
  e. Kas              Rp 50.000;00
       Pendapatan           Rp 35.000;00
       Piutang jasa         Rp 15.000;00
5. Data yang dikutip dari saldo akun bengkel budiyono per 31 Desember 2009
  per 31 desember adalah sebagai berikut (dalam ribuan rupiah):
       Pendapatan jasa                      Rp 8.500;00
       Laba penjualan inventaris            Rp 1.000;00
       Beban gaji                           Rp 5.000;00
       Beban sewa                           Rp 2.000;00
       Beban administrasi                   Rp 1.000;00
       Beban bunga                          Rp 200;00
                                                                                169




  Dari data di atas maka laba bersihnya adalah ….
  a. Rp 750;00
  b. Rp 625;00
  c. Rp 600;00
  d. Rp 800;00
  e. Rp 500;00


II. Dari data-data transaksi berikut ini buatlah jurnal pada saat pembayaran, jurnal
penyesuaian , jurnal penutup, dan jurnal baliknya!!
  a)   Pada tanggal 1 Maret 2009 dibayar premi asuransi untuk masa 1 tahun
  sebesar Rp 6.000.000;00 terhitung mulai tanggal 1 Maret 2009 sampai 1 Maret
  2010 (pada saat pembayaran dicatat sebagai harta).
  b) Pada tanggal 1 mei 2005 diterima sewa rumah untuk masa 1 tahun sebesar
  Rp 18.000.000;00, terhitung mulai tanggal 1 mei 2005 sampai dengan 1 mei
  2006. (saat penerimaan dicatat sebagai pendapatan)
                                                            170




JAWABAN EVALUASI SIKLUS II
SOAL A
I.
1.     C
2.     E
3.     E
4.     B
5.     E

II.
                                   OKKY NET
                                JURNAL PENUTUP
                                    31-Des-09

      Tanggal                  Keterangan         Debit   Kredit
          2009 Pendapatan Jasa                   48.000
        Des-31 Pendapatan Cetak                   5.500
                  Ikhtisar Laba Rugi                      53.500
               Ikhtisar Laba Rugi                21.250
                  Beban Gaji                              12.000
                  Beban LAT                                4.500
                  Beban Sewa Gedung                        2.500
                  Beban Prlngkpn Kantor                    1.500
                  Beban Pnystn Paltn                         500
                  Beban Iklan                                200
                  Beban Lain-lain                            250
               ikhtisar Laba rugi                32.250
                  Modal Okky                              32.250
               Modal Okky                         4.000
                  Prive Okky                               4.000


SOAL B
1. D
2. D
3. D
4. D
5. A
                                                        171




II.
                     JURNAL PENYESUAIAN

      Tanggal               Keterangan    Debit    Kredit
 2009 Des 31     Beban Asuransi             5000
                    Asuransi dibyr dmk               5000
                 Pendapatan Sewa            6000
                    Sewa dbyr dmk                    6000


                        JURNAL PENUTUP

       Tanggal               Keterangan   Debit    Kredit
 2009 Des 31       Ikhtisar L/R            5000
                      Beban Asuransi                  5000


                       JURNAL PEMBALIK

      Tanggal              Keterangan     Debit    Kredit
 2009 Des 31     Sewa dtrm dmk             6000
                   Pendapatan Sewa                    6000
                                                                     172




                    Daftar Hadir Siswa XI IPS 1 SMA N 1 Boyolali
                                     SIKLUS 1

No                  Nama Siswa               Pertemuan        Keterangan

                                             1    2   3

1    Alvinsa Adi W                           √    √   √

2    Andi Purnomo                            √    √   √

3    Anggar Kurniawati                       √    √   √

4    Anton Budiharjo                         √    √   √

5    Aria Prihantoko                         √    √   √

6    Bayu Bintoro                            √    √   √

7    Bella Ariesta W. F. A                   √    √   √

8    Brian Pamungkas                         √    √   √

9    Dio Wahyu Anggoro                       √    √   √

10   Drama Hesti Jati                        √    √   √

11   Dwi Noor Cahya                          √    √   √

12   Dwi Santoso                             √   √    √

13   Eko Pranama                             √    √   √

14   Erin Widyastuti                         √    √   √

15   Galih Nihriani                          √    √   √

16   Hanggara .N.H.                          √    √   √

17   Heny Arianti                            √    √   √

18   Ifnu Syarifudin                         √    √   √

19   Ivan Rifky wiatmoko                     √    √   √

20   Joni Putra Apriando                     √    √   √
                                          173




21   Kufu Andar .H.           √   √   √

22   Kurnia sari Ambari       √   √   √

23   Kusuma Adi .L.           √   √   √

24   Lilis Nur Aysah          √   √   √

25   Lilis Rahayu             √   √   √

26   Lutfiana Nia Sari        √   √   √

27   Muhammad Shidiq P        √   √   √

28   Nur Rohman               √   √   √

29   Pandu Harsinto.L.        √   √   √

30   Pramudya Bayu.M.         √   √   √

31   Prasetyo Adi.S.          √   √   √

32   Rasyid Ghoniyyu.R.       √   √   √

33   Rhisang fajar.S.         √   √   √

34   Sakina Putri.M.          √   √   √

35   Savitri vidya larasati   √   √   √

36   Sony Sanjaya.W.          √   √   √

37   Widhi Wiyono             √   √   √

38   Wimpie Adi Guna.H.       √   √   √

39   Fikri Nauval.U.M.        √   √   √

40   Tiara Nur.R.             √   √   √

41   Yusak Dwi.P.             √   √   √
                                                   174




DAFTAR KELOMPOK SIKLUS II

     KLOMPOK I          KLOMPOK IV        KLOMPOK IV

 Bella Ariesta       Bayu Bintoro      Savitri Vidya
 Yusak Dwi P         Aria Prihantoko   Widhi Wiyono
 Alvinsa Adi         Wiempie Adi       Hanggara N
 Tiara Nur R         Lilis Rahayu      Sakina Putri
 Fikry Nauval        Brian Pamungkas   Dio Wahyu
 Anton Budiharja     Luthfiana Nia S   Jony Putra
 Ivan Rifky          Muhammad Shidiq   Kusuma Adi



     KLOMPOK IV         KLOMPOK IV        KLOMPOK IV

 Lilis Nur A         Andi Purnomo      Eko Pranama
Rasyid Ghoniyu       Drama Hesti       Anggar Kurniawati
Sony Sanjaya         Dwi Santoso       Kurnia Sari
Prasetyo Adi         Ifnu Syarifudin   Pandu Harsinto
Heny Arianti         Erin Widyastuti   Pramudya Bayu
Galih Nihriani       Dwi Noor Cahya    Kufu Andar
Nur Rohman           Rhisang Fajar
                                                                          175




                    " Jurnal Penutup dan Jurnal Pembalik"
               Nama Siswa                      Scor         Total Nilai
                                             I      II
Alvinsa Adi W                               40      45          85
Andi Purnomo                                50      45          95
Anggar Kurniawati                           45      40          85
Anton Budiharjo                             40      40          80
Aria Prihantoko                             30      35          65
Bayu Bintoro                                40      50          90
Bella Ariesta W. F. A                       50      40          90
Brian Pamungkas                             35      40          75
Dio Wahyu Anggoro                           40      40          80
Drama Hesti Jati                            40      35          75
Dwi Noor Cahya                              40      40          80
Dwi Santoso                                 35      20          55
Eko Pranama                                 50      45          95
Erin Widyastuti                             50      40          90
Galih Nihriani                              40      50          90
Hanggara .N.H.                              45      40          85
Heny Arianti                                40      30          70
Ifnu Syarifudin                             35      50          85
Ivan Rifky wiatmoko                         35      50          85
Joni Putra Apriando                         40      35          75
Kufu Andar .H.                              40      40          80
Kurnia sari Ambari                          40      50          90
Kusuma Adi .L.                              40      35          75
Lilis Nur Aysah                             45      45          90
Lilis Rahayu                                40      45          85
Lutfiana Nia Sari                           40      50          90
Muhammad Shidiq P                           35      40          75
Nur Rohman                                  45      30          75
Pandu Harsinto.L.                           40      35          75
Pramudya Bayu.M.                            45      35          80
Prasetyo Adi.S.                             40      40          80
Rasyid Ghoniyyu.R.                          45      45          90
Rhisang fajar.S.                            45      32          77
Sakina Putri.M.                             40      45          85
Savitri vidya larasati                      40      50          90
Sony Sanjaya.W.                             40      35          75
Widhi Wiyono                                40      40          80
Wimpie Adi Guna.H.                          40      35          75
Fikri Nauval.U.M.                           50      27          77
Tiara Nur.R.                                40      40          80
Yusak Dwi.P.                                35      40          75
                                                                              176




                           LEMBAR OBSERVASI
       PENERAPAN PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN
      CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA MATA
                        PELAJARAN AKUNTANSI
                   KELAS XI IPS 1 SMA N 1 BOYOLALI
                                  SIKLUS II
                           (Pengamatan pada siswa)
      Hari / Tanggal        : 10, 13, 17 Maret 2010
      Nama pengamat         : Ardhiani Purwandari

Lembar ini diisi oleh pengamat pada saat proses pembelajaran. Lembar
observasi ini mencatat aspek-aspek pengukuran dari setiap peserta didik pada
pembelajaran yang menggunakan pendekatan Contextual Teaching and
Learning (CTL)
Untuk kegiatan pembelajaran dan diskusi kelompok:
Skor 3 : Siswa Aktif dengan dengan nilai Baik (B)
Skor 2 : Siswa Cukup Aktif dengan nilai Cukup (C)
Skor 1 : Siswa Kurang/ tidak aktif dengan nilai Kurang (K)
Untuk ketelitian dan ketepatan menyelesaikan soal:
Skor 3 : Siswa teliti dalam menyelesaiakan soal dengan nilai Baik (B)
Skor 2 : Siswa cukup teliti dalam menyelesaikan soal dengan nilai Cukup (C)
Skor 1: Siswa kurang teliti/ tidak teliti dalam mengerjakan soal dengan nilai
       Kurang (K)
                                                                            177




 No       Nama Siswa                             Aspek yang Diamati
                            Keaktifan      Keaktifan    Ketelitian  Nila   Ketuntasan
                            siswa selama   siswa dalam dan          i      belajar(
                            mengikuti      mengikuti    ketepatan   kuis   KKM
                            pembelajaran   diskusi      siswa dalam        minimal 70)
                                           kelompok     menyelesaik
                                                        an soal
   1   Alvinsa Adi W            B=3            B=3           B=3      85   TUNTAS
   2   Andi Purnomo             B=3            B=3           B=3      95   TUNTAS
   3   Anggar Kurniawati        B=3            B=3           B=3      85   TUNTAS
   4   Anton Budiharjo          C=2            B=3           B=3      80   TUNTAS
   5   Aria Prihantoko          K=1            K=1          K=1       65   TIDAK
   6   Bayu Bintoro             B=3            B=3           B=3      90   TUNTAS
   7   Bella Ariesta W. F       B=3            B=3           B=3      90   TUNTAS
   8   Brian Pamungkas          C=2            B=3           B=3      75   TUNTAS
   9   Dio Wahyu A              B=3            B=3           B=3      80   TUNTAS
  10   Drama Hesti Jati         B=3            C=2           B=3      75   TUNTAS
  11   Dwi Noor Cahya           B=3            B=3           C=2      80   TUNTAS
  12   Dwi Santoso              K=1            C=2           C=2      55   TIDAK
  13   Eko Pranama              B=3            B=3           B=3      95   TUNTAS
  14   Erin Widyastuti          B=3            B=3           B=3      90   TUNTAS
  15   Galih Nihriani           B=3            B=3           B=3      90   TUNTAS
  16   Hanggara .N.H.           B=3            B=3           B=3      85   TUNTAS
  17   Heny Arianti             K=1            B=3           B=3      70   TUNTAS
  18   Ifnu Syarifudin          B=3            B=3           B=3      85   TUNTAS
  19   Ivan Rifky w             B=3            B=3           B=3      85   TUNTAS
  20   Joni Putra A             C=2            K=1           C=2      75   TUNTAS
21     Kufu Andar .H.           B=3            B=3           B=3      80   TUNTAS
22     Kurnia sari A            B=3            B=3           B=3      90   TUNTAS
23     Kusuma Adi .L.           B=3            C=2           B=3      75   TUNTAS
24     Lilis Nur Aysah          B=3            B=3           B=3      90   TUNTAS
25     Lilis Rahayu             B=3            B=3           B=3      85   TUNTAS
26     Lutfiana Nia Sari        B=3            B=3           B=3      90   TUNTAS
27     Muhammad S P             C=2            C=2           B=3      75   TUNTAS
28     Nur Rohman               C=2            C=2          K=1       75   TUNTAS
29     Pandu Harsinto.L.        B=3            B=3           C=2      75   TUNTAS
30     Pramudya Bayu            B=3            B=3           B=3      80   TUNTAS
31     Prasetyo Adi.S.          C=2            B=3           B=3      80   TUNTAS
32     Rasyid Ghoniyyu          B=3            B=3           B=3      90   TUNTAS
33     Rhisang fajar.S.         C=2            B=3           C=2      77   TUNTAS
34     Sakina Putri.M.          B=3            B=3           B=3      85   TUNTAS
35     Savitri vidya L          B=3            B=3           B=3      90   TUNTAS
36     Sony Sanjaya.W.          C=2            C=2           C=2      75   TUNTAS
37     Widhi Wiyono             B=3            B=3           B=3      80   TUNTAS
38     Wimpie Adi               B=3            C=2           B=3      75   TUNTAS
                                                                        178




39   Fikri Nauval.U.M.          C=2          K=1       B=3        77   TUNTAS
40   Tiara Nur.R.               B=3          B=3       B=3        80   TUNTAS
41   Yusak Dwi.P.               B=3          C=2       B=3        75   TUNTAS


     Aspek yang dinilai:

     Keaktifan siswa selama mengikuti pembelajaran
     B = 87, C = 18, K= 3

     B = 87 X 100% = 80.55%, C = 18 X 100% = 16.66%, K = 3 X 100% = 2.77%
         108                      108                 108
     Keaktifan siswa dalam mengikuti diskusi kelompok
     B = 90 , C = 16 , K = 3

     B = 90 X 100% = 82.56%, C = 16 X 100% = 14.67%, K = 3 X 100% = 2.75%
         109                     109                    109

     Ketelitian dalam menyelesaikan soal
     B = 99, C = 12, K =2

     B = 99 X 100% = 87.61%, C = 12 X 100% = 10.61%, K= 2 X 100% = 1.76%
         113                    113                    113

     Ketuntasan belajar (SKM minimal 75)

     Ketuntasan = jumlah siswa yang tuntas x 100%
                   Jumlah siswa


     Ketuntasan = 39 siswa x 100%
                   41 siswa

                 = 95%
                                                                          179




                           GAMBAR SIKLUS II




Gambar 5: Peneliti sedang memberikan penjelasan tentang materi Jurnal Penutup




Gambar 6: Peneliti memberikan contoh memposting jurnal penutup ke buku besar
                                                    180




Gambar 7: Siswa sedang menyelesaikan soal latihan




Gambar 8: Siswa maju ke depan menjawab soal
                                                                  181




Gambar 9: Peneliti membahas soal latihan yang ada di buku paket




Gambar 10 : Siswa sedang mengerjakan soal kuis siklus II
                                                                                       182




                    PEDOMAN WAWANCARA PENERAPAN
            PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN CONTEXTUAL
                            TEACHING AND LEARNING
                                       (Untuk Guru)
Responden       Variabel             Indikator                Daftar Pertanyaan
Guru        1. Penerapan          a.Pengertian     1. Bagaimana pemahaman Ibu tentang
               pembelajaran       pembelajaran           model        pembelajaran      yang
               dengan             dengan                 menggunakan               pendekatan
               menggunakan        pendekatan CTL         Contextual       Teaching       and
               pendekatan                                Learning?
               Contextual                          2.    Apa kelebihan dari pelaksanaan
               Teaching     and                         pembelajaran dengan menggunakan
               Learning.                                pendekatan Contextual Teaching
                                                        and Learning.


                                  b.Pelaksanaan    1. Apakah siswa dapat lebih mudah
                                   model                menguasai materi dengan adanya
                                   pembelajaran         penerapan model pembelajaran ini?
                                   dengan          2. Apakah         pembelajaran     dengan
                                   menggunakan          menggunakan                pendekatan
                                   pendekatan           Contextual Teaching and Learning
                                   CTL                  dapat meningkatkan prestasi belajar
                                                        siswa dibandingkan dengan Model
                                                        Pembelajaran sebelumnya?
                                                   3. Bagaimana tanggapan atau reaksi
                                                        siswa dengan adanya pelaksanaan
                                                        model pembelajaran ini?
                                                   1. Bagaimana         penilaian      dalam
                                                        pembelajaran dengan menggunakan
                                                        pendekatan    Contextual     Teaching
                                  c. Penilaian          and Learning menurut Ibu?
                                                   4. Bagaimana cara Ibu melakukan
                                                        penilaian     dalam     pelaksanaan
                                  183




   pembelajaran dengan menggunakan
   pendekatan Contextual Teaching
   and Learning?
5. Apakah       pembelajaran     dengan
   menggunakan              pendekatan
   Contextual Teaching and Learning
   mudah diterapkan untuk pelajaran
   akuntansi?
6. Apakah Ibu bersedia menerapkan
   pembelajaran dengan menggunakan
   pendekatan Contextual Teaching
   and   Learning    pada      pertemuan
   berikutnya?
                                                                            184




               ANGKET TANGGAPAN SISWA KELAS XI IPS 1
TERHADAP PENGGUNAAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING
                           AND LEARNING (CTL)
Petunujuk pengisian:
1. Tulis nama anda, kelas dan nomor absen pada tempat yang telah disediakan
2. Beri tanda silang (X) pada pilihan yang anda anggap paling benar.
3. Bacalah setiap item dengan teliti


Nama           :
Kelas          :
No. absent     :

Daftar Pertanyaan:
1. Saya lebih suka menyelesaikan soal akuntansi dengan belajar dalam
   tim/kelompok daripada menyelesaikan soal secara individu?
   a. Sangat setuju          b. Setuju     c. Kurang setuju      d. Tidak setuju
2. Saya lebih mudah memahami materi pelajaran akuntansi melalui contoh-
   contoh yang diberikan oleh guru.
   a. Sangat setuju          b. Setuju     c. Kurang setuju      d. Tidak setuju
3. Saya lebih aktif dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar setelah
   diterapkannya pembelajaran yang menggunakan pendekatan kontekstual.
   a. Sangat setuju          b. Setuju     c. Kurang setuju      d. Tidak setuju
4. Prestasi belajar (nilai) saya mengalami peningkatan setelah diterapankannya
   pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and
   Learning.
   a. Sangat setuju          b. Setuju     c. Kurang setuju      d. Tidak setuju
7. Menurut saya, pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Contextual
   Teaching and Learning cocok untuk pelajaran akuntansi.
   a. Sangat setuju          b. Setuju     c. Kurang setuju      d. Tidak setuju
                                                                           185




                      Hasil Wawancara dengan Guru Akuntansi
                          Kelas XI IPS 1 SMA N 1 Boyolali
Nama informan            : Dra. Soeparno
Tanggal wawancara :
Waktu                    :
Pewawancara              : Ardhiani Purwandari


1.   Pengertian Pembelajaran dengan Pendekatan Contextual Teaching and
      Learning
     P : Bagaimana pemahaman Bapak tentang model pembelajaran yang
            menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning?
     I   : ……………………………………………………………………………..
         ………………………………………………………………………………
         ………………………………………………………………………………
         ………………………………………………………………………………
     P    :Apakah kelebihan yang diperoleh dari pelaksanaan pembelajaran
          tersebut?
     I    :…………………………………………………………………………….
          ……………………………………………………………………………..
          ……………………………………………………………………………..
          ……………………………………………………………………………..
     2. Pelaksanaan          pembelajaran   yang   menggunakan     pendekatan
         Contextual Teaching and Learning?
     P     : Bagaimana peranan pembelajaran yang menggunakan pendekatan
          Contextual Teaching and Learning terhadap peningkatan hasil belajar
          siswa?
     I    : ……………………………………………………………………………
          ……………………………………………………………………………..
          ……………………………………………………………………………..
     P     : Apakah pembelajaran yang menggunakan pendekatan Contextual
           Teaching and Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa
           dibandingkan dengan model pembelajaran sebelumnya?
     I    : ……………………………………………………………………………
          ……………………………………………………………………………..
          ……………………………………………………………………………..
                                                                          186




  P     : Apakah siswa dapat lebih mudah mengusasi materi dengan adanya
        penerapan model pembelajaran ini?
  I    :…………………………………………………………………………….
       ……………………………………………………………………………..
       ……………………………………………………………………………..
  P   : Bagaimana tanggapan atau reaksi siswa dengan adanya pelaksanaan
        model pembelajaran ini?
  I    : ……………………………………………………………………………
       ……………………………………………………………………………..
       ……………………………………………………………………………..
3. Penilaian
   P : Bagaimana menurut bapak peilaian dalam pembelajaran dengan
       menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning?
  I    : ……………………………………………………………………………
       …………………………………………………………………………….
       …………………………………………………………………………….
       ……………………………………………………………………………..
  P      : Bagaimana cara Ibu melakukan penilaian dalam pelaksanaan
        pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching
        and Learning?
  I    : ……………………………………………………………………………
        ……………………………………………………………………………
        ……………………………………………………………………………
       …………………………………………………………………………….
       …………………………………………………………………………….
  P    : Apakah pembelajaran dengan menggunkan pendekatan Contextual
          Teaching and Learning        mudah diterapkan untuk pelajaran
          Akuntansi?
  I    : ……………………………………………………………………………
       ……………………………………………………………………………
  P    : Apakah Ibu bersedia menerapkan pembvelajaran dengan menggunakan
        pendekatan Contextual teaching and Learning?
  I    : ……………………………………………………………………………
       …………………………………………………………………………….
                                                                           187




   Pedoman Wawancara penerapan pendekatan Contextual Teaching and
 Learning dalam pembelajaran Akuntansi Kelas XI IPS 1 SMA N 1 Boyolali


A. Pengertian pembelajaran dengan pendekatan CTL
   1. Bagaimana pemahaman Bapak tentang model pembelajaran yang
       menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning?
   2. Apa kelebihan dari pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan
       pendekatan Contextual Teaching and Learning?
B. Pelaksanaan model pembelajaran dengan menggunakan pendekatan CTL
   1. Apakah siswa dapat lebih mudah menguasai materi dengan adanya
       penerapan model pembelajaran ini?
   2. Apakah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Contextual
       Teaching and Learning dapat meningkatkan prestasi belajar siswa
       dibandingkan dengan Model Pembelajaran sebelumnya?
   3. Bagaimana tanggapan atau reaksi siswa dengan adanya pelaksanaan model
       pembelajaran ini?


C. Penilaian
   1. Bagaimana     penilaian   dalam   pembelajaran   dengan   menggunakan
       pendekatan Contextual Teaching and Learning menurut Bapak?
   2. Bagaimana cara       Bapak   melakukan penilaian dalam pelaksanaan
       pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and
       Learning?
   3. Apakah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Contextual
       Teaching and Learning mudah diterapkan untuk pelajaran akuntansi?
                                                                               188




                    Hasil Wawancara dengan Guru Akuntansi
                       Kelas XI IPS 1 SMA N 1 Boyolali
Nama informan          : Dra. Soeparno
Tanggal wawancara : 29 Maret 2010
Waktu                  : pukul 10.30 WIB
Pewawancara            : Ardhiani Purwandari


1. Pengertian Pembelajaran dengan Pendekatan Contextual Teaching and
  Learning
   P    : Bagaimana pemahaman Bapak tentang model pembelajaran yang
          menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning?
   I    : Menurut saya, dalam pembelajaran ini guru dalam menyampaikan
        materi      memberikan   contoh-contoh       yang    nyata    atau   dengan
        mengkaitkannya pada kehidupan yang senyatanya. Selaian itu dalam
        kegiatannya siswa diberikan kesempatan untuk aktif dalam kegiatan
        pembelajaran.
   P    :Apakah kelebihan yang diperoleh dari pelaksanaan model pembelajaran
        tersebut?
   I    : Kelebihan yang diperoleh dari model tersebut antara lain:
         Guru lebih mudah dalam menyampaikan materi secara jelas dan
          mudah diterima oleh siswa, sebab materi yang disampaikan selalu
          dikaitkan dalam kehidupan nyata.
         Meningkatnya      motivasi     dan   keaktifan    siswa    dalam   proses
          pembelajaran
         Adanya kerja sama antar siswa
         Munculnya keberanian mengungkapkan pendapat
         Meningkatkan rasa percaya diri
         Saling melengkapi satu sama lain dalam mengungkapkan pendapat
2. Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Contextual
   Teaching and Learning.
                                                                            189




   P      : Bagaimana peranan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan
   Contextual Teaching and Learning terhadap peningkatan hasil belajar siswa?
   I      : Peranan model tersebut antara lain:
            Siswa lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran, sebab mereka
            lebih mudah memahami materi yang sedang dipelajari.
            Melalui kegiatan latihan yang rutin dapat meningkatkan ketrampilan
            siswa dalam menyelesaikan tugas.
            Motivasi yang diberikan dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam
            proses pembelajaran.
            Siswa lebih mudah memahami materi yang dipelajari melalui contoh-
            contoh yang diberikan, sehingga hasil belajar merekapun meningkat.
   P : Apakah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Contextual
   Teaching and Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan
   dengan model pembelajaran sebelumnya?
      I   : Ya. Karena pembelajaran yang demikian dapat meningkatkan
           pemahaman siswa terhadap materi yang sedang dipelajari dari contoh-
           contoh yang kongrit dan latihan yang terus menerus dapat
           meningkatkan motivasi siswa.
   P : Apakah siswa dapat lebih mudah mengusasi materi dengan adanya
   penerapan model pembelajaran ini?
  I       : Menurut saya siswa lebih bisa memahami materi karena siswa
          dihadapkan pada contoh-contoh yang nyata dan proses pembelajaran
          yang runtut sesuai pola pikir siswa.
   P      : Bagaimana tanggapan atau reaksi siswa dengan adanya pelaksanaan
   model pembelajaran ini?
   I      : Saya merasakan respon yang positif dari siswa.


3. Penilaian
   P : Bagaimana menurut bapak peilaian dalam pembelajaran dengan
   menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning?
                                                                          190




I    : Penilaian dalam pembelajaran ini merupakan penilaian yang
    sesungguhnya, artinya bahwa penilaian yang dilakukan tidak hanya dari
    hasil ulangan saja tetapi jugadari tingkah laku siswa selama proses
    pembelajaran. Dengan demikian keberhasilan dalam proses pembelajaran
    tidak hanya dilihat dari segi ketuntasan belajar saja, tetapi juga tingkah
    laku siswa itu sendiri.
P    : Bagaimana cara Bapak       melakukan penilaian dalam pelaksanaan
pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and
Learning?
I     : Saya menilai berdasarkan tiga aspek, yaitu:
      Pengamatan saat kegiatan belajar mengajar.
      Lisan, yaitu saat mereka menjawab pertanyaan
      Tes tertulis.
P   : Apakah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Contextual
Teaching and Learning. mudah diterapkan untuk pelajaran Akuntansi?
I   : Saya rasa cukup mudah diterapkan, sebab pembelajaran ini sangat
      komplit, bila diibaratkan seperti gado-gado. Ada aspek kemandirian
      dan kerjasama.
P : Apakah Bapak bersedia menerapkan pembelajaran dengan menggunakan
pendekatan Contextual Teaching and Learning dalam mengajar pada
pertemuan selanjutnya?
I   : saya akan menggunakan pendekatan ini dlam setiap kegiatan
     pembelajaran sebab pendekatan ini cocok sekali dengan mata pelajaran
     akuntansi, siswa lebih mudah menerima materi.
                                                                                     191




                              TANGGAPAN SISWA MENGENAI PENERAPAN
                        PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL


Poin                             Pernyataan                       Tanggapan Siswa    Jumlah
                                                                 SS   S    KS   TS   Siswa
A          Saya lebih suka menyelesaikan soal akuntansi          20   14   7          41
           dengan belajar dalam tim/ kelompok dari pada
           menyelesaikan soal secara individu
B          Saya lebih mudah memahami materi akuntansi            26   10   5          41
           dengan model pembelajaran yang menggunakan
           pendekatan      kontekstual        daripada   model
           pembelajaran konvensional yang diterapkan guru
           sebelumnya.
C          Saya lebih aktif dalam mengikuti kegiatan belajar     12   24   5          41
           mengajar setelah diterapkannya pembelajaran yang
           menggunakan pendekatan kontekstual


D          Prestasi belajar (nilai) saya mengalami peningkatan   18   20   3          41
           setelah     diterapkannya     pembelajaran     yang
           menggunakan pendekatan kontekstual
E          Menurut saya, pembelajaran yang menggunakan           16   21   4          41
           pendekatan kontekstual dapat diterapkan dalam
           pelajaran akuntansi


       Keterangan:
       SS = Sangat Setuju
       S    = Setuju
       KS = Kurang Setuju
       TS = Tidak Setuju
                                                                                      192




        Profil Hasil Tanggapan Siswa mengenai Pembelajaran dengan pendekatan
                          Contextual Teaching and Learning (CTL)

           30
           30
           25
                                                                         A   B
           20
           20                                                                                 SS
                                                                         C   D
           15                                                                                 S
           10                                                            E
                                                                                              TS
           10
                                                                                              STJ
            50
                     SS        S         KS         TS
            0
                      A             B               C             D          E


       Gambar 11. Grafik Tanggapan Siswa


       Keterangan:

Poin                                            Pernyataan


A        Saya lebih suka menyelesaikan soal akuntansi dengan belajar dalam tim/ kelompok dari
         pada menyelesaikan soal secara individu.
B        Saya lebih mudah memahami materi akuntansi dengan pembelajaran yang menggunakan
         pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) daripada model pembelajaran
         konvensional yang diterapkan guru sebelumnya.
C        Saya lebih aktif dalam mengukuti kegiatan belajar mengajar setelah diterapkannya
         pembelajaran dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL).
D        Prestasi belajar (nilai) saya mengalami peningkatan setelah diterapkannya pembelajaran
         dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL).
E        Menurut saya, pembelajaran dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)
         dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran akuntansi.
                                                                  193




               PERSENTASE TANGGAPAN SISWA MENGENAI
                 PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN
               CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL)

Pernyataan                            Persentase Tanggapan
                      SS               S              KS     TS
A                    48%              34%             18%    -
B                    64%              24%             12%    -
C                    29%              59%             12%    -
D                    44%              48%             8%     -
E                    40%              51%             9%     -
Tabel 7. Persentase tanggapan siswa
Keterangan:
SS = Sangat Setuju
S   = Setuju
KS = Kurang Setuju
TS = Tidak Setuju
                                                                                                          194



DAFTAR PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA

No        Nama Siswa         Nilai    Nilai Siklus 1   peningkatan      Nilai Siklus 2   Peningkatan
                             Dasar                       Prestasi                          Prestasi
 1   Alvinsa Adi W               70               76               9%              85               12%
 2   Andi Purnomo                75               76               1%              95               25%
 3   Anggar Kurniawati           65               70               8%              85               21%
 4   Anton Budiharjo             60               75              25%              80                7%
 5   Aria Prihantoko             60               58              -3%              65               12%
 6   Bayu Bintoro                70               84              20%              90                7%
 7   Bella Ariesta W. F. A       75               80               7%              90               13%
 8   Brian Pamungkas             70               76               9%              75               -1%
 9   Dio Wahyu Anggoro           60               61               2%              80               31%
10   Drama Hesti Jati            70               74               6%              75                1%
11   Dwi Noor Cahya              70               76               9%              80                5%
12   Dwi Santoso                 70               75               7%              55              -27%
13   Eko Pranama                 75               84              12%              95               13%
14   Erin Widyastuti             65               76              17%              90               18%
15   Galih Nihriani              70               80              14%              90               13%
16   Hanggara .N.H.              70               80              14%              85                6%
17   Heny Arianti                65               75              15%              70               -7%
18   Ifnu Syarifudin             75               76               1%              85               12%
19   Ivan Rifky wiatmoko         65               75              15%              85               13%
20   Joni Putra Apriando         65               69               6%              75                9%
21   Kufu Andar .H.              70               68              -3%              80               18%
22   Kurnia sari Ambari          70               80              14%              90               13%
23   Kusuma Adi .L.              75               76               1%              75               -1%
                                                            195



24   Lilis Nur Aysah           65   84    29%   90     7%
25   Lilis Rahayu              65   80    23%   85     6%
26   Lutfiana Nia Sari         70   76     9%   90    18%
27   Muhammad Shidiq P         65   68     5%   75    10%
28   Nur Rohman                65   69     6%   75     9%
29   Pandu Harsinto.L.         70   72     3%   75     4%
30   Pramudya Bayu.M.          65   72    11%   80    11%
31   Prasetyo Adi.S.           65   70     8%   80    14%
32   Rasyid Ghoniyyu.R.        65   75    15%   90    20%
33   Rhisang fajar.S.          60   68    13%   77    13%
34   Sakina Putri.M.           70   80    14%   85     6%
35   Savitri vidya larasati    75   82     9%   90    10%
36   Sony Sanjaya.W.           65   67     3%   75    12%
37   Widhi Wiyono              65   58   -11%   80    38%
38   Wimpie Adi Guna.H.        65   75    15%   75     0%
39   Fikri Nauval.U.M.         70   78    11%   77    -1%
40   Tiara Nur.R.              65   75    15%   80     7%
41   Yusak Dwi.P.              60   68    13%   75    10%
     rata rata peningkatan                           408%
     hasil belajar siswa 10%

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:4101
posted:6/19/2011
language:Indonesian
pages:213