Docstoc

Laporan Penilaian Saham PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company

Document Sample
Laporan Penilaian Saham PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Powered By Docstoc
					      No. 543.A/STAND.PENILAI-PBB/XX/10
    LAPORAN PENILAIAN SAHAM
           PER 31 DESEMBER 2009
PT ULTRAJAYA MILK INDUSTRY & TRADING CO. Tbk




                     Oleh :
             Debrian Ruhut Saragih
                 Evan Saputra
                 Irham Akbar
                 Udi Kuncoro




    SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA
          SPESIALISASI PENILAI / PBB
                    2010
                                                                             Tangerang, 8 Juli 2010
Kepada Yth,
Direksi PT ULTRAJAYA MILK INDUSTRY & TRADING CO. Tbk
Jl. Cimareme 131 Padalarang,
Kabupaten Bandung, 40522

No.   : No. 543.A/STAND.PENILAI-PBB/XX/10
Hal   : Laporan Penilaian Saham PT ULTRAJAYA MILK INDUSTRY & TRADING CO. Tbk per 31
        Desember 2009

Dengan Hormat,

INTRUKSI PENUGASAN
Dalam melakukan penilaian ini kami telah ditunjuk sebagai konsultan penilai independen oleh PT
ULTRAJAYA MILK INDUSTRY & TRADING CO. Tbk, dan kami telah menjalin perjanjian kerja dengan
Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 064.A/STAND.PENILAI-PBB/SPK/XX/10, pada tanggal 1 Juli 2010.

Penugasan ini meliputi penilaian saham.

BASIS DAN TUJUAN PENILAIAN
Dalam penilaian ini kami berpedoman pada Standar Penilaian Indonesia (SPI) dan Kode Etik Penilai
Indonesia (KEPI).
Tujuan penilaian ini adalah untuk mendapatkan hasil penilaian yang independen atas nilai pasar
wajar saham PT Exelcomindo Pratama Tbk, yang mencakup nilai seluruh saham perusahaan pada
posisi tanggal 1 Juli 2010. Laporan penilaian ini akan digunakan untuk laporan keuangan dalam
rangka informasi kepada pemegang saham dan manajemen atas saham portofolio perusahaan.

Basis Nilai Pasar disini seperti didefinisikan dalam Standar Penilaian Indonesia 2002 adalah sebagai
berikut:
Nilai Pasar adalah perkiraan sejumlah uang pada tanggal penilaian, yang dapat diperoleh dari
transaksi jual beli atau hasil pertukaran suatu aset, antara pembeli yang berminat membeli dengan
penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang penawarannya dilakukan
secara layak, dan kedua pihak masing-masing mengetahui, bertindak hati-hati dan tanpa paksaan
(SPI 0.5.39.1).

TANGGAL PENILAIAN
Kami telah melakukan peninjauan lapangan pada tanggal 1 Juli 2010 dan mengadakan wawancara
dengan managemen dan pihak lain yang dianggap layak dan relevan untuk memahami konsidi
sebenarnya objek perusahaan yang dinilai. Sehubungan dengan kemungkinan perubahan yang
terjadi terhadap kondisi pasar dan kondisi perusahaan tersebut, maka laporan penilaian ini hanya
dapat merepresentasikan tentang opini Nilai Pasar pada tanggal penilaian. Kami berasumsi bahwa
kondisi perusahaan tersebut pada saat tanggal penilaian sama dengan pada saat peninjauan
lapangan.

METODOLOGI
Untuk melakukan penilaian ini kami menggunakan Metode Data Pasar dan Metode Discounted Cash
Flow (DCF).
Metode tersebut di atas kami uraikan pada bagian lain dalam laporan ini.

KESIMPULAN
Berdasarkan praktek penilaian yang normal dan berdasarkan perhitungan serta analisa yang
dilakukan serta faktor lain yang berkaitan dengan penilaian dan berpedoman pda kondisi pembatas
dalam laporan ini, maka kami berkesimpulan bahwa representasi Nilai Pasar Wajar 2.888.382.000
lembar saham dengan nilai nominal setiap saham Rp. 200 yang merupakan 100% dari seluruh saham
yang ditempatkan dan disetor penuh pada PT ULTRAJAYA MILK INDUSTRY & TRADING CO. Tbk per
31 Desember 2009 adalah:

                                       RP. 1,201,659,202,994

 (Satu Triliun dua ratus satu miliar enam ratus lima puluh sembilan juta dua ratus dua ribu sembilan
                                      ratus sembilan puluh empat )
                                                  Atau
Per lembar saham sebesar:
                                               Rp. 416.03

                              (Empat ratus enam belas point nol tiga)

Selanjutnya kami menekankan bahwa bila terjadi perubahan atas salah satu atau kombinasi dari
asumsi-asumsi yang digunakan, yang akan memperngaruhi hasil penilaian ini, kami tidak dapat
menjamin realisasi nilai-nilai tersebut.

Laporan penilaian ini bukan merupakan satu-satunya dasar dari suatu evaluasi yang dilakukan oleh
pemberi tugas. Setiap pihak yang menggunakan laopran ini disarankan untuk melakukan evaluasi
secara terpisah untuk mengambil keputusan.

Laporan ini tidak dimaksudkan untuk dipublikasikan atau disebarluaskan selain untuk kepentingan
PT ULTRAJAYA MILK INDUSTRY & TRADING CO. Tbk sesuai dengan tujuan/kepentingan yang
tercantum dalam laporan ini.

Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan atas penggunaan laporan ini yang
bertentangan dengan syarat-syarat dan kondisi pembatas yang tercantum di dalam laporan ini.

Kami tegaskan pula bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun dari aset
saham yang kami nilai serta nilai yang kami laporkan, baik saat ini maupun di masa mendatang,
kecuali imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian tersebut.

                                           Hormat Kami,
                                         PT Penilai STAND




                                       Kelas 2c Penilai/PBB
                                     Debrian, Evan, Irham, Udi
                               SURAT PERNYATAAN PENILAI

Atas Laporan Penilaian File No : 543.A/STAND.PENILAI-PBB/XX/10 tertanggal 1 Juli 2010, perihal
Laporan Penilaian Saham PT ULTRAJAYA MILK INDUSTRY & TRADING CO. Tbk, kami yang bertanda
tangan di bawah ini dengan ini menyatakan bahwa dalam batas kemampuan dan keyakinan kami
sebagai penilai, menerangkan bahwa :

Pernyataan dalam laporan ini yang menjadi dasar dari analisa, pendapat dan kesimpulan yang
diuraikan di dalamnya adalah betul dan benar didasarkan pada pemeriksaan serta penyelidikan
secara nyata atas aset saham yang dinilai sebagaimana ditunjukkan pada saat peninjauan oleh
pemberi tugas.

Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatas yang mempengaruhi
analisa, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini.

Penilai sama sekali tidak mempunyai kepentingan finansial atau apapun terhadap aset saham yang
dinilai untuk sekarang dan masa yang akan datang.

Laporan ini telah disusun sesuai ketentuan-ketentuan dalam Standar Penilaian Indonesia Tahun 2002
dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).

Tangerang, 1 Juli 2010

Yang Membuat Pernyataan,

Penilai :                                                        Tanda Tangan
   1. Debrian Ruhut Saragih


   2. Evan Saputra


   3. Irham Akbar


   4. Udi Kuncoro
                                                          DAFTAR ISI



SURAT PENGANTAR ........................................................................................................ i
SURAT PERNYATAAN PENILAI ................................................................................... iii
DAFTAR ISI ...................................................................................................................... iv
DAFTAR TABEL ...............................................................................................................      v
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................................... vi
DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................................... vii

LAPORAN PENILAIAN LENGKAP
BAB I            RINGKASAN EKSEKUTIF ............................................................................                 1
                 1.1 Latar Belakang Penugasan Penilaian ............................................... 3
                 1.2 Dasar Penilaian ............................................................................... 4
                 1.3 Tujuan dan Kepentingan Penilaian .................................................. 7
                 1.4 Definisi dan Istilah .......................................................................... 9
                 1.5 Inspeksi dan istilah ........................................................................ 11
                 1.6 Tanggal Penilaian ........................................................................... 12
                 1.7 Informasi Ringkas Kegiatan dan Kinerja Keuangan PT ................. 13
                 1.8 Metode/Pendekatan Penilaian ........................................................ 15
                 1.9 Kesimpulan dan Saran ................................................................... 16
BAB II           SYARAT-SYARAT DAN KONDISI PEMBATAS ............................. 17

BAB III          URAIAN MENGENAI PERUSAHAAN ............................................. 20

BAB IV           METODOLOGI ................................................................................... 25

BAB V            KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................ 32

LAMPIRAN
             RINGKASAN
   1         EKSEKUTIF

1.1 Latar Belakang Penugasan Penilaian
    Penilaian saham ini dibuat dalam rangka memenuhi permintaan Direksi PT ULTRAJAYA MILK
    INDUSTRY & TRADING CO. Tbk untuk mengetahui perkembangan nilai pasar wajar saham
    (ekuitas) yang telah dikeluarkan oleh perusahaan tersebut. Perkiraan saham ini akan digunakan
    sebagai informasi kepada pemegang saham dan manajemen.

    Untuk mendapatkan hasil penilaian yang independen maka perlu dilakukan penilaian oleh pihak
    ketiga sebagai Konsultan Penilai Independen untuk melakukan penilaian terhadap saham
    perusahaan PT ULTRAJAYA MILK INDUSTRY & TRADING CO. Tbk.

    Kami, PT Penilai STAND, telah diminta ileh PT ULTRAJAYA MILK INDUSTRY & TRADING CO. Tbk
    untuk memperkirakan dan menyampaikan pendapat nilai yang idependen atas nilai pasar wajar
    (fair market value) dari 100% saham biasa, satu-satunya jenis saham yang dikeluarkan oleh
    perusahaan atau seluruhnya yang telah ditempatkan dan disetor penuh sebanyak
    2.888.382.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp. 200 atas saham portofolio perusahaan
    pada posisi tangal 31 Desember 2009.

1.2 Dasar Penilaian
    Penilaian berdasarkan Dasar Penilaian Nilai Pasar. Dasar penilaian mengacu kepada
            Standar Penilaian yang berlaku di Indonesia (SPI 2002) dan standar referensi dari
            International Valuation Standar Committee (IVSC)
            Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) yang berlaku.

    Berkenaan hal tersebut di atas kami PT Penilai STAND sebagai salah satu konsultan penilai
    independen di Indonesia, telah ditunjuk PT ULTRAJAYA MILK INDUSTRY & TRADING CO. Tbk
    untuk melaksanakan penilaian atas saham yang dimaksud.

1.3 Tujuan dan Kepentingan Penilaian
    Penilaian ini dibuat dalam rangka mengetahui perkembangan nilai pasar wajar saham (ekuitas)
    yang telah dikeluarkan oleh PT ULTRAJAYA MILK INDUSTRY & TRADING CO. Tbk per tangal 31
    Desember 2009 sebagai informasi kepada pemegang saham dan manajemen atas saham
    portofolio perusahaan.

1.4 Definisi dan Istilah
    1.4.1 Nilai Pasar Wajar (Fair Market Value)
             Nilai Pasar Wajar (Fair Market Value) adalah perkiraan jumlah uang tunai atau yang
             bersifat setara/ekuivalen yang dapat diperoleh dari suatu transaksi jual beli perusahaan
             atau saham atau kepentingan dalam perusahaan antara pembeli yang berminat
             membeli (willing buyer) dengan yang berminat menjual (willing seller) yang keduanya
            memiliki kapasitas untuk melakukan suatu transaksi bertindak tanpa ada keterpaksaan
            dan masing-masing memiliki fakta dan informasi yang relevan (SPI 12.3.1.37.1).
    1.4.2   Nilai Wajar (fair Value)
            Merupakan nilai dari perusahaan/saham yang berlaku secara khusus untuk kasus
            adanya pemegang saham yang berbeda pendapat (Dissenting Shareholders) yaitu nilai
            yang berhak diterima seorang (sekelompok) pemegang saham yang menolak atas suatu
            tindakan (Corporate Action) yang dilakukan oleh pemegang saham mayoritas (SPI
            2.3.14.1)
    1.4.3   Nilai Investasi (Investment Value)
            Merupakan nilai dari suatu perusahaan/saham (bussiness Interest) atau kepentingan
            dalam perusahaan yang bersifat spesifik terhadap seorang investor, didasarkan terkait
            dengan persyaratan tertentu dari seorang/kelompok investor yaitu akusisi strategis dan
            merjer (SPI 0.5.32).

1.5 Inspeksi, Pengumpulan dan Analisis Informasi
    Inspeksi telah kami lakukan pada tanggal 1 Juli 2010, sebagai kunjungan lapangan dan
    penelitian serta mengadakan wawancara dengan manajemen dan pihak lain yang dianggap
    layak dan relevan guna mengumpulkan, menganalisis data dan informasi untuk keperluan
    penilaian. Didalam melakukan inspeksi kami tidak mengalami adanya keterbatasan akses.

1.6 Tanggal Penilaian
    Berdasarkan latar belakang serta maksud dan tujuan PT ULTRAJAYA MILK INDUSTRY &
    TRADING CO. Tbk didalam melaksanakan penilaian ini, maka tanggal penilaian ditetapkan
    tangal 1 Juli 2010.

1.7 Informasi Ringkas Kegiatan dan Kinerja Keuangan PT ULTRAJAYA MILK INDUSTRY & TRADING
    CO. Tbk
    Induk Perusahaan bergerak dalam bidang industri makanan dan minuman, khususnya minuman
    aseptik yang dikemas dalam kemasan karton yang diolah dengan teknologi UHT (Ultra High
    Temperature) seperti minuman susu, minuman sari buah, minuman tradisional dan minuman
    kesehatan. Induk Perusahaan juga memproduksi rupa-rupa mentega, teh celup, konsentrat
    buah-buahan tropis, susu bubuk dan susu kental manis.
    Induk Perusahaan melakukan kerjasama dengan beberapa perusahaan multi nasional seperti
    dengan Morinaga dan lain-lain.

    Induk Perusahaan memasarkan hasil produksinya ke toko-toko, P&D, supermarket, grosir, hotel,
    institusi, bakeri dan konsumen lain yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan melakukan
    ekspor ke beberapa negara.

    Untuk menunjang kegiatan pemasaran dan memperlancar distribusi produknya, Induk
    Perusahaan memiliki kantor perwakilan dan stock point yang tersebar di Pulau Jawa.
    Terjadinya transaksi penjualan merk dagang “Buavita” dan “Go-Go” kepada PT Unilever
    Indonesia Tbk. tidak mengakibatkan berkurangnya volume produksi di bagian produksi, sebab
    produk-produk tersebut masih diproduksi oleh Induk Perusahaan sesuai dengan perjanjian yang
    telah disepakati.
    Kinerja keuangan selama periode 2007 – 2009 menunjukkan terjadinya fluktuasi laba (rugi)
    bersih setelah pajak, dimana pada tahun 2008 terjadi lonjakan laba bersih yang signifikan
    sebesar 901,79% yang disebabkan adanya keuntungan dari penjualan aktiva tak berwujud. Dari
    sisi penjualan bersihnya, rata-rata meningkat sebesar 19.68% yang dimbangi juga dengan
    kenaikan Harga pokok penjualan rata-rata sebesar 22.59%. sementara itu, perkembangan total
    aktiva berfluktuatif dengan kecenderungan meningkat rata-rata sebesar 13.46%. sedangkan
    perkembangan Total ekuitas menunjukkan kecenderungan meningkat dengan peningkatan rata-
    rata sebesar 20.77%.

1.8 Metode/Pendekatan Penilaian Usaha
    Dalam penilaian perusahaan tersebut, kami menggunakan asumsi bahwa yang dinilai sedang
    berjalan (going concern company) dan merupakan perusahaan terbuka (Tbk).

    Dalam melakukan penilaian, kami menggunakan 2 (dua) pendekatan, yakni metode pendekatan
    pendapatan (sebagai metode utama) dan metode pendekatan data pasar (sebagai metode
    pembanding). Metode utama ini terdiri dari metode yang diintegrasikan menjadi satu kesatuan
    nilai akhir. Metode utama tersebut adalah metode diskonto pendapatan ekonomi mendatang
    (Discounted Future Economic Income Method)

1.9 Kesimpulan dan Saran
1.9.1 Kesimpulan
       Berdasarkan praktek penilaian yang normal dan berdasarkan perhitungan serta analisa yang
       dilakukan serta faktor lain yang berkaitan dengan penilaian dan berpedoman pda kondisi
       pembatas dalam laporan ini, maka kami berkesimpulan bahwa representasi Nilai Pasar
       Wajar 2.888.382.000 lembar saham dengan nilai nominal setiap saham Rp. 200 yang
       merupakan 100% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh pada PT
       ULTRAJAYA MILK INDUSTRY & TRADING CO. Tbk per 31 Desember 2009 adalah:


                                       RP. 1,201,659,202,994

 (Satu Triliun dua ratus satu miliar enam ratus lima puluh sembilan juta dua ratus dua ribu sembilan
                                      ratus sembilan puluh empat )
                                                  Atau
Per lembar saham sebesar:
                                               Rp. 416.03

                              (Empat ratus enam belas point nol tiga)
            A S U M S I D A N
  2         KONDISI PEMBATAS

2.1 Asumsi –Asumsi Yang Digunakan Dalam Proyeksi Keuangan
2.1.1 Asumsi Umum
       Dalam penyusunan proyeksi keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja
       Perusahaan pada periode sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang
       akan datang. Di samping itu, berbagai informasi dan saran yang relevan diberikan oleh
       manajemen Perusahaan sehubungan dengan perubahan-perubahan pada setiap faktor
       dalam jangka waktu yang telah ditetapkan juga turut menjadi bahan pertimbangan.
       a. Tidak akan ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi hukum atau
          undang-undang yang akan mempengaruhi aktivitas Perusahaan, industri atau negara
          dimana Perusahaan beroperasi.
       b. Tidak akan ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai tukar
          mata uang, dan suku bunga yang dipergunakan dalam proyeksi yang dapat
          mempengaruhi kinerja Perusahaan.
       c. Tidak akan ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama Perusahaan
          atau pada sumber utama penghasilan Perusahaan.
       d. Tidak akan hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari perselisihan industri yang
          dapat mempengaruhi kegiatan usaha Perusahaan.
       e. Tidak akan ada perubahan yang material terhadap harga jasa Perusahaan dan biaya-
          biaya lain seperti yang berlaku sekarang ini dan yang diproyeksikan.
       f. Tidak akan ada perubahan yang material pada manajemen Perusahaan.
       g. Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan ketentuan-
          ketentuan yang ada.
       h. Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS diasumsikan berdasarkan kurs tengah Bank
          Indonesia sebesar Rp. 9400 per 1 Dollar AS selama periode proyeksi berdasarkan nilai
          tukar per 31 Desember 2009.
       i. Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti terhadap fungsi dan kualitas peralatan
          –peralatan pabrik yang digunakan untuk kegiatan produksi perusahaan selama periode
          proyeksi.
       j. Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti dalam pengadaan tenaga kerja yang
          berkualitas untuk menunjang operasional perusahaan selama periode proyeksi.
2.1.2   Asumsi Proyeksi
        Proyeksi meliputi laba rugi dan neraca, dengan dasar –dasar dan asumsi sebagai berikut:
        a) Laporan Laba Rugi (Tabel lampiran)
           1. Penjualan Bersih
               Penjualan bersih utama Perusahaan berasal dari penjualan dalam bidang industri
               makanan dan minuman, khususnya minuman aseptik yang dikemas dalam kemasan
               karton seperti minuman susu, minuman sari buah, minuman tradisional dan
               minuman kesehatan sebesar 80% dibandingkan dengan penjualan makanan yang
               hanya sebesar 20%. Angka pertumbuhan penjualan rata-rata didapat melalui data
               aktual pertumbuhan industri makanan dan minuman selama tahun 2007 - 2009 yaitu
               sebesar 19.68%.
           2. Harga Pokok Penjualan
               Harga pokok penjualan Perusahaan terdiri atas beban langsung dan beban tidak
               langsung dan ditambah atau dikurangi dengan persediaan barang jadi yang terdiri
               atas persediaan awal dan persediaan akhir. Harga pokok penjualan diasumsikan
               meningkat sesuai dengan peningkatan tingkat penjualan. Perhitungan harga pokok
               penjualan didapatkan melalui presentase harga pokok penjualan terhadap penjualan
               historis, kemudian dicari nilai rata-rata yaitu sebesar 75.37% dan dikalikan dengan
               penjualan pada masing-masing periode proyeksi.
           3. Beban Usaha
               a. Beban penjualan diasumsikan meningkat sesuai dengan peningkatan tingkat
                   penjualan. Perhitungan beban penjualan didapat melalui presentase beban
                   penjualan. Perhitungan beban penjualan didapatkan melalui presentase beban
                   penjualan terhadap penjualan historis kemudian dicari nilai rata-rata yaitu
                   sebesar 17,07% dan dikalikan dengan penjualan pada masing-masing periode
                   proyeksi.
               b. Beban administrasi dan umum diasumsikan meningkat sesuai dengan
                   peningkatan tingkat penjualan. Perhitungan beban administrasi dan umum
                   didapatkan melalui presentase beban administrasi dan umum terhadap
                   penjualan historis kemudian dicari nilai rata-rata yaitu sebesar 4.40% dan
                   dikalikan dengan penjualan pada masing-masing periode proyeksi.
               c. Pendapatan Bunga
                   Beban bunga terdiri dari 3 macam hutang perusahaan yaitu pinjaman jangka
                   pendek, hutang bank, dan hutang obligasi masing-masing sebesar ….
               d. Beban Bunga
               e. Beban bunga diasumsikan sama mengikuti suku bunga bank pasar, dengan
                   jumlah deposito tetap.
        b) Neraca (tabel lampiran 4,8,12)
           1. Kas dan Bank
               Kas dan bank dipertahankan pada tingkat tertentu untuk menutupi kebutujhan
               operasi. Kelebihankas yang timbul dari operasi akan digunakan untuk pembayaran
               hutang, pembelian aktive tetap dan sisanya akan ditempatkan pada investasi jangka
               pendek. Perubahan kas dan bank setiap tahunnya dapat dilihat melalui proyeksi
               laporan arus kas (tabel 5,9,13)
2.   Piutang Usaha
     Perusahaan melakukan transaksi dagang dengan beberapa pihak yang mempunyai
     hubungan istimewa. Perputaran piutang usaha masing-masing berkisar antara 5 hari-
     9 hari. Rata-rata piutang usaha diasumsikan meningkat sesuai dengan peningkatan
     tingkat penjualan. Perhitungan piutang usaha didapatkan melalui persentase piutang
     usaha terhadap penjualan historis kemudian dicari nilai rata-rata yaitu sebesar 9.99%
     dan dikalikan dengan penjualan pada masing-masing periode proyeksi.

3. Piutang lain-lain
   Piutang lain-lain merupakan piutang jangka pendek dan diperkirakan lancar serta
   memiliki kepastian atas pembayarannya diasumsikan meningkat sesuai dengan
   peningkatan tingkat penjualan. Perhitungan piutang lain-lain didapatkan melalui
   persentase piutang lain-lain terhadap penjualan historis kemudian dicari rata-rata
   yaitu sebesar 0.06% dan dikalikan dengan penjulan pada masing-masing periode
   proyeksii.
4. Persediaan
   Persediaan terdiri dari bahan baku, barang jadi, dan suku cadang. Perputaran
   persediaan masing-masing berkisar antara 2hari – 550hari selama periode proyeksi,
   rata-rata umur persediaan dapat ditekan sebesar 112 hari. Persediaan diasumsikan
   meningkat sesuai dengan peningkatan tingkat penjualan. Perhitungan persediaan
   didapatkan melalui persentase persediaan terhadap penjualan historis kemudian
   dicari nilai rata-rata yaitu sebesar 19.81% dan dikalikan denga penjualan pada
   masing-masing periode proyeksi.
5. Pajak Dibayar Dimuka
   Pajjak dibayar dimuka merupakan perkiraan pajak dari jumlah penghasilan pajak
   dibayar dimuka diasumsikan meningkat sesuai dengan peningkatan tingkat
   penjualan. Perhitungan pajak dibayar dimuka didapatkan melalui persentase pajak
   dibayar dimuka terhadap penjualan historis kemudian dicari nilai rata-rata yaitu
   sebesar 6.24% dan dikalikan denga penjualan pada masing-masing periode proyeksi.
6. Uang Muka
   Merupakan uang untuk pembelian bahan baku, yang terdiri dari uang jaminan
   pembukuan Letter of Credit impor untuk pembelian bahan baku dan bahan
   pembantu yang diasumsikan meningkat sesuai dengan peningkatan tingkat
   penjualan. Perhitungan uang muka didapatkan melalui persentase uang muka
   terhadap penjualan historis kemudian dicari nilai rata-rata yaitu sebesar 12.07% dan
   dikalikan denga penjualan pada masing-masing periode proyeksi.
7. Biaya Dibayar Dimuka
     Biaya dibayar dimuka diasumsikan meningkat sesuai dengan peningkatan tingkat
     penjualan. Perhitungan biaya dibayar dimuka didapatkan melalui persentase biaya
     dibayar dimuka terhadap penjualan historis kemudian dicari nilai rata-rata yaitu
     sebesar 2.19% dan dikalikan denga penjualan pada masing-masing periode proyeksi.

8. Aktiva Tetap
   Nilai perolehan aktiva tetap merupakan jumlah dari penambahan aktiva tetap
   dengan aktiva tetap. Penambahan aktiva tetap diasumsikan sebesar 0.05%. asumsi
   penambahan aktiva tetap yang kecil dikarenakan kapasitas produksi yang belum
   maksimal selain itu dimaksudkan pula sebagai usaha perusahaan untuk efisiensi
   biaya produksi.
9. Penyertaan Saham
    Penyertaan saham diasumsikan tidak mengalami perubahan.
10. Akriva Pajak Tangguhan
    Aktiva pajak tangguhan diiasumsikan nol karena besarnya aktiva pajak tangguhan
    tidak bisa diperkirakan secara pasti.
11. Penyisihan Dana Pelunasan Obligasi
    Penyisihan dana pelunasan obligasi diiasumsikan sebesar nol karena setiap tahun
    perusahaaan melakukan pelunasan dan penambahan hutang obligasi sebagai
    struktur bobo hutang untuk pembiayaan modal perusahaan.
12. Aktiva Lain-Lain
    Aktiva lain-lain tetap dan tidak ada penambahan.
13. Pinjaman Jangka Pendek
    Pinjaman jangka pendek digunakan sebagai modal kerja perusahaan dan
    diasumsikan tetap setiap tahunnya.
14. Hutang Usaha
    Hutang usaha merupakan hutang atas pembelian bahan baku dan beban penjualan
    lainnya, karena besarnya hutang sangat dipengaruhi oleh jumlah penjualan. Hutang
    usaha diasumsikan meningkat sesuai dengan peningkatan tingkat penjualan.
    Perhitungan hutang usaha didapatkan melalui persentase hutang usaha terhadap
    penjualan historis kemudian dicari nilai rata-rata yaitu sebesar 7.05% dan dikalikan
    denga penjualan pada masing-masing periode proyeksi.
15. Hutang Pajak
    Hutang pajak yang dibebakan pada perusahaan merupakan perkiraan tarif pajak
    yang dihitung berdasarkan jumlah penjualan ditambah atau dikurangkan dengan
    pendapatan atau beban pajak penghasilan. Hutang pajak diasumsikan meningkat
    sesuai dengan peningkatan tingkat penjualan ditambahkan atau dikurangkan dengan
    pendapatan atau beban pajak penghasilan. Perhitungan hutang pajak didapatkan
    melalui hutang usaha terhadap penjualan ditambahkan atau dikurangkan dengan
    pendapatan atau beban pajak penghasilan historis kemudian dicari nilai rata-rata
    yaitu sebesar 0.19% dan dikalikan denga penjualan pada masing-masing periode
    proyeksi.
16. Beban Masih Harus Dibayar
   Beban masih harus dibayar merupakan beban yang dipengaruhi oleh kinerja
   perusahaan, karenanya semakin besar tingkat produksi perusahaan semakin besar
   pula beban masih harus dibayar. Beban masih harus dibayar diasumsikan meningkatt
   sesuai dengan peningkatan tingkat penjualan. Perhitungan beban masih harus
   dibayar didapatkan melalui persentase beban masih harus dibayar dimuka terhadap
    penjualan historis kemudian dicari nilai rata-rata yaitu sebesar 0.85% dan dikalikan
    denga penjualan pada masing-masing periode proyeksi.
17. Kewajiban Manfaat Karyawan
    Kewajiban manfaat karyawan merupakan bagian dari fasilitas perusahaan yang
    diberikan kepada karyawan, sesuai dengan catatan keuangan perusahaan, kewajiban
    peruusahaan disisihkan perusahaan selama 2 tahun terakhir sudah menutupi
    kewajiban untuk keseluruhan jumlah karyawan. Sehingga pada tahunproyeksi akun
    ini wajib dikosongkan.
18. Hutang Bank
    Hutang bank digunakan sebagai modal kerja perusahaan dan diasumsikan tetap
    setiap tahunnya.
19. Hutang Obligasi
    Hutang obligasi digunakan sebagai modal kerja perusahaan dan diasumsikan tetap
    setiap tahunnya.
20. Modal Saham
    Modal Saham digunakan sebagai modal kerja perusahaan dan diasumsikan tetap
    setiap tahunnya.
21. Tambahan Modal Disetor-bersih
    Tambahan modal diisetor bersih diasumsikan tetap setiap tahunnya, karena tidak
    digabungkan dengan akun lain padda ekuitas ataupun kas perusahaan.
22. Selisih Penilaian Kembali Aktiva Tetap
    Selisih penilaian kembali aktiva tetap diasumsikan tetap tiap tahunnya, karena
    jumlah penilaian kembali aktiva tetap tidak dapat dimasukkan ke kas perusahaan
    juga tidak ditambahkan sebagai bagian dari aktiva tetap perusahaan dan diakui
    sebagai bagian dari modal Perusahaan.
23. Cadangan Laba
    Cadangan laba merupakan sistem manajemen perusahaanuntuk menutupi
    kemungkinan kerugian perusahaan. Cadangan laba diasumsikan tetap setiap
    tahunnya.
24. Laba Ditahan
    Laba ditahan merupakan hasil dari akumulasi laba bersih perusahaan per tahunnya
    yang tidak dibagikan kepada pemegang saham.
25. Laba Tahun Berjalan
   Laba tahun berjalan merupakan laba bersih perusahaan ditahun tersebut.
               URAIAN MENGENAI
   3           PERUSAHAAN

3.1 Gambaran Umum Perusahaan

       Perusahaan didirikan dengan akta No.8 tanggal 2 Nopember 1971 jo akta perubahan No.71
tanggal 29 Desember 1971 yang dibuat di hadapan Komar Andasasmita, S.H., notaris di Bandung.
Akta-akta tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan
keputusan No.Y.A.5/34/21 tanggal 20 Januari 19743, tambahan No.313.

       Perusahaan mulai berproduksi tahun 1975 dengan perusahaan susu yang sudah steril yang
memakai proses yang dikenal sebagai Ultra High Temperature (UHT). Untuk meningkatkan
performansi perusahaan agar dapat mencapai tingkat daya saing yaang tinggi dan tahan lama di
tingkat global, PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk, yang merupakan sebuah
perusahaan penghasil makanan dan minuman aseptic (Long Life product) dengan sistem UHT (Ultra
High Temperature), perlu untuk meningkatkan produktivitasnya di segala bidang. Upaya ini
dilakukan dengan jalan mengukur produktivitas dan produktivitas parcial yang meliputi produktivitas
produksi, produktivitas organisasi, produktivitas penjualan, produktivitas produk, produktivitas
tenaga kerja, dan produktivitas modal. Pengukuran produktivitas total dilakukan dengan melakukan
model pengukuran produktivitas David J. Summanth dengan konsep siklus produktivitas, yang
meliputi aspek-aspek pengukuran, evaluasi, perencanaan, dan perbaikan produuktivitas.

       Pengukuran produktivitas parsial dilakukan dengan menggunakan model pengukuran
produktivitas parsial Habberstad (POSPAC) yang sesuai dengan data keuangan di PT. Ultrajaya Milk
Industry & Trading Company Tbk. Kedua model tersebut hanya mengukur elemen input dan output
yang sifatnya dalam satuan mata uang rupiah. Dari hasil pengukuran produktivitas selama kurun
waktu 1994-1998, laju produktivitas yang mengalami peningkatan adalah produktivitas produksi,
produktivitas penjualan, dan produktivitas modal, sedangkan laju produktivitas yang mengalami
penurunan adalah produktivitas total, produktivitas organisasi, produktivitas produk, dan
produktivitas tenaga kerja. Terdapat hubungan antara masing-masing produktivitas parsial ini
dengan profitabilitas, sehingga bila masing-masing nilai produktivitas tersebuut dapat ditingkatkan
maka akan diperoleh pula profitabilitas yang lebih besar. Dengan adanya pengukuran dan analisa
produktivitas ini perusahaan dapat merancang target yang spesifik untuk dicapai pada masa yang
akan datang.
       Ruang lingkup kegiatan perusahaan adalah dalam bidang perindustrian, perkebunan,
pertanian, peternakan, perikanan darat / laut serta perdagangan. Perusahaan memiliki kantor pusat
dan pabrik yang berlokasi di Jl. Cimareme 131 Padalarang, Kabupaten Bandung 40522.

3.2 Manajemen Perusahaan

        Kantor pusat beralamat di Jl. Cimareme 131 Padalarang, Kabupaten Bandung 40522, Phone :
(62-22) 654-610, 654-611, 665-4610, Fax : (62-22) 665-4612. Alamat E-mail: eddikur@ultrajaya.co.id

Board of Commissioner

Presiden Komisaris             : Supiandi Prawirawidjaja
Komisaris                      : Drs. H. Soeharsono Sagir
Komosaris Independen           : Drh. Endang Suharya


Board of Director

Presiden Direktur              : Sabana Prawirawidjaja
Direktur                       : Samudra Prawirawidjaja
Direktur                       : Jutianto Isnandar, Ir.

Komisi Audit

Chairman of Audit Committe     : Drh. Endang Suharya
Komite Audit                   : Uun A. Djuanda, SE, Ak.
Komite Audit                   : Nadi Rusnadi, SH

Sekretaris Perusahaan
Sekretaris Perusahaan          : Eddy Kurniadi

       Jumlah remunerasi yang diterapkan untuk komiisaris dan direksi perusahaan pada tahun
2009 dan 2008 masing-masing maksimum adalah Rp 1.500.000.000 dan Rp 1.250.000.000.

       Jumlah karyawan Induk Perusahaan pada tahun 2009 lebih kurang 1.300 orang, karyawan
tersebut ditempatkan di Bagian Produksi, Bagian Distribusi dan Pemasaran dan Bagian Administrasi
dan Umum.

        Kompensasi untuk karyawan ditetapkan sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan yang
berlaku, dan tidak lebih rendah dari UMR..

3.3 Kegiatan Operasi

       Perusahaan bergerak dalam bidang industri makanan dan minuman, khususnya miniman
aseptik yang dikemas dalam kemasan karton yang diolah dengann teknologi UHT (Ultra High
Temperature) seperti minuman susu, minuman sari buah, minuman tradisional, dan minuman
kesehatan. Perusahaan juga memproduksi rupa-rupa mentega, teh celup, konsentrat buah-buahan
tropis, susu bubuk dan susu kental manis.

        Perusahaan melakukan kerjasama dengan beberapa perusahaan multinasional seperti
Nestle, Morinaga dan lain-lain. Perusahaan memasarkan hasil produksinya ke toko-toko, P&D,
supermarket, hotel, grosir, institusi, bakeri dan konsumen lain yang tersebar di seluruh wilayah
Indonesia dan melakukan ekspor ke beberapa negara.

        Untuk menunjang kegiatan pemasaran dan memperlancar distribusi produknya, perusahaan
memiliki kantor perwakilan dan stock point yang tersebar di pulau Jawa dan Sumatra.

3.4 Kepemilikan

        Adapun daftar-daftar nama pemilik / shareholder, adalah :




3.5 Gambaran Umum Industri

        PT. Ultrajaya selama ini dikenal sebagai produsen susu cair segar yang 100% alami, hanya
menggunakan susu segar yang berkualitas terbaik untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri.
Untuk memusnahkan berbagai mikroba dan bakteri berbahaya yang terkandung dalam susu cair, PT.
Ultrajaya menerapkan teknologi ultra high temperature (UHT). Untuk pengemasan, Ultrajaya juga
mengkombinasikan dengan kemasan aseptik yang keseluruhannya dilakukan di lingkungan yang
benar-benar steril. Setiap tahap produksi, beragam sampel secara acak diambil untuk 17 pengetesan
laboratorium yang terdiri dari komposisi fisik, kimia, dan mikrobiologi serta kandungan gizi, rasa dan
kesegaran. Kemasan yang dirancang khusus ini memiliki enam lapisan kertas bolak-balik, politiren
dan aluminium yang fungsinya untuk mencegah masuknya oksigen, sinar matahari dan bakteri.
Ultrajaya juga dalam penyempurnaan kualitas terbaik menggunakan sistem robotik dan
komputerisasi untuk mengontrol inventarisasi serta menjamin kualitas terbaik susu. Susu ultra
terbukti sama sekali tak tersentuh tangan manusia, hal ini untuk menjamin kualitas terbaik susu.
(www.investorindonesia.com)

       Didukung jaringan industri yang luas hingga menjangkau pelosok, manajemen Ultrajaya
optimis, target masyarakat akan memahami keunggulan susu cair di masa datang bisa meningkat. Ini
berdasarkan masih banyaknya masyarakat yang lebih memilih susu bubuk untuk dikonsumsi sehari-
hari, meski dengan harga yang lebih tinggi. Di indonesia, justru tingkat konsumsi susu cair paling
rendah ketimbang negara lainya. Karena itu, PT. Ultrajaya yang lebih dari tiga dekade berproduksi
menjadikan kondisi tersebut menjadi perhatian utama sebaga upaya menyehatkan bangsa. Apalagi,
PT. Ultrajaya selama ini dikenal sebagai produsen susu segar yang 100% alami. Sedangkan susu
bubuk, mutunya rentan terhadap perubahan gizi dan sensori. Ini disebabkan karena proses
pencoklatan, pembentukan reseminasi asam amino, dan penurunan mutu protein besar. Reaksi
oksidasi menyebabkan pencoklatan (penggelapan) warna, resiko minimal pada susu UHT. Sedangkan
resiko tinggi pada susu bubuk akibat kontak berulang-ulang dengan udara saat pembukaan dan
penutupan. (www.investorindonesia)

       Beragamnya jenis produk susu yang ada di pasaran, menimbulkkan asumsi di masyarakat
bahwa semua jenis memiliki kualitas gizi yang sama. Padahal faktanya tidak demikian. Manfaat susu
yang optimal sangat berhubungan erat dengan proses pengolahan, komposisi dan kualitas gizi susu.
Susu UHT dikemas secara higienis dengan menggunakan kemasan aseptik muilti lapis berteknologi
canggih.
      METODOLOGI
4     PENILAIAN

4.1
               Kesimpulan Nilai
   5
KESIMPULAN
Berdasarkan praktek penilaian yang normal dan berdasarkan perhitungan serta analisa yang
dilakukan serta faktor lain yang berkaitan dengan penilaian dan berpedoman pda kondisi pembatas
dalam laporan ini, maka kami berkesimpulan bahwa representasi Nilai Pasar Wajar 2.888.382.000
lembar saham dengan nilai nominal setiap saham Rp. 200 yang merupakan 100% dari seluruh saham
yang ditempatkan dan disetor penuh pada PT ULTRAJAYA MILK INDUSTRY & TRADING CO. Tbk per
31 Desember 2009 adalah:

                                       RP. 1,201,659,202,994

 (Satu Triliun dua ratus satu miliar enam ratus lima puluh sembilan juta dua ratus dua ribu sembilan
                                      ratus sembilan puluh empat )
                                                  Atau
Per lembar saham sebesar:
                                               Rp. 416.03

                                  (Empat ratus enam belas point nol tiga)
Lampiran 1. Perhitungan Nilai Pasar Wajar PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Co., Tbk pada tanggal 31 Desember 2009, menggunakan Pendekatan Data
Pasar dengan Metode PBV dan PER

                                                        Objek Penilaian                          Data Pembanding
                                                                                PT Tiga Pilar       PT. Wicaksana
                                                       PT. UltraJaya Milk,                                               PT Davomas
                                                                              Sejahtera Food,         Overseas
                                                               Tbk                                                        Abadi, Tbk
                                                                                    Tbk           International, Tbk
             1. Bobot Penilaian Total Aset
                    Total aset 2009                      1,732,701,994,634   1,347,036,482,667     218,436,559,363     2,806,017,091,339
                    Presentase Bobot                                                      78%                 13%                  162%
             2. Bobot Indikator
                    a. ROE - Operating Activity               0.051320674          0.088195685        0.113312495          -0.507331702
                    Bobot yang diberikan                                                80.00%             20.00%                 0.00%
                    b. Efisiensi - BOPO

                                 Total Revenue            421,894,870,285      152,977,559,465      48,153,144,404     (652,273,945,062)
                                 Total Operating
                       2009
                                 Exp.                     294,945,427,617       47,509,001,025      61,431,776,017      405,632,935,746
                                 BOPO                               69.91%              31.06%             127.58%              -62.19%
                    bobot yang diberikan                                                60.00%              40.00%                0.00%

             Summary :
                                   Objek Penilaian     Data Pembanding                                                   Jumlah bobot
                                    PT. UltraJaya         PT Tiga Pilar        PT. Wicaksana        PT Davo Mas             Total
                    a. ROE - Operating Activities                   80.00%              20.00%                0.00%             100.00%
                    b. Efisiensi BOPO                               60.00%              40.00%                0.00%             100.00%
                       Jumlah Total                                140.00%              60.00%                0.00%             200.00%
                       Prosentase Bobot                             70.00%              30.00%                0.00%             100.00%
                                                  Mencari Nilai PER dan PBV

  (Januari 2009)     Harga pasar saham    EPS      PER      Jumlah saham         Ekuitas        Ekuitas/saham   PBV
PT Ultra Jaya Milk                580    212.06      2.74       288,382,000
PT Tiga Pilar                     350     22.60     15.49     1,672,000,000   428,442,451,764          256.25    1.37
PT Wicaksana                        50     6.51      7.68     1,268,950,977    72,866,264,690           57.42    0.87
PT Davomas                          50    18.28      2.74    12,403,711,320   446,944,156,727           36.03    1.39


    Keterangan :

    EPS                  = Earning Perusahaan/Jumlah Saham Beredar
    PER                  = Harga Pasar Saham/EPS
    Jumlah Saham         = Earning Perusahaan/EPS
    PBV                  = Harga Pasar Saham/ (Ekuitas/saham)
    Earning Perusahaan   = Laba Bersih Setelah Pajak
                                                    Perbandingan composite dengan aktual PT UltraJaya Milk

                                                                              Composite     PT UltraJaya Milk
                                       Total asset                        1,494,844,338,508 1,732,701,994,634
                                       Total liabilities                  1,015,033,766,521   541,118,816,000
                                       Total equity                         479,810,571,987 1,191,583,178,276
                                       Price to book value- composite                  1.22
                                       Expected total market value          584,090,832,577   584,090,832,577     0.4902
                                          Total equities                                    1,191,583,178,276
                                       Harga Saham Per lembar
                                                                             Rp 202.22
                                       (2.888.382.000 Lembar)


Kesimpulan : Berdasarkan pendekatan data pasar dengan metode PBV, nilai pasar wajar seluruh saham PT UltraJaya Milk, Tbk pada tanggal 31 Desember 2009 adalah Rp.
584,090,832,577.00 atau dengan nilai buku equitas PT UltraJaya Milk Rp. 1,191,583,178,276.00 maka PBV saham PT Ultrajaya Milk, Tbk adalah 0.4902 kali.

                                        Perbandingan composite dengan aktual PT UltraJaya Milk Industry&Trading Co Tbk

                                                                              Composite       PT UltraJaya Milk
                                        Net Income                           44,424,123,565     61,152,852,190
                                        Price Earning Ratio - Composite               36.32
                                        Expected Equities total market
                                                                           1,613,371,449,938 1,613,371,449,938
                                        value                                                                     1.3540
                                           Total equities                                     1,191,583,178,276
                                        Harga Saham Per lembar
                                                                              Rp 558.57
                                        (2.888.382.000 Lembar)

Kesimpulan : Berdasarkan pendekatan data pasar dengan metode PER, nilai pasar wajar seluruh saham PT UltraJaya Milk, Tbk pada tanggal 31 Desember 2009 adalah Rp.
1,613,371,449,938.00 atau dengan nilai buku equitas PT UltraJaya Milk Rp. 1,191,583,178,276.00 maka PBV saham PT Ultrajaya Milk, Tbk adalah 1.3540 kali.
Lampiran 2. Perhitungan Proyeksi



                         PT ULTRA JAYA MILK INDUSTRY & TRADING COMPANY TBK
                                        PERHITUNGAN PROYEKSI

                                                                                Rata-
                                                     2007    2008      2009              Disesuaikan
                                                                                rata
   Laporan Rugi Laba
    Harga pokok penjualan terhadap penjualan         71.37% 80.87%    73.86%    75.37%       72.62%
    Beban penjualan terhadap penjualan               16.93% 19.91%    14.37%    17.07%       15.65%
    Beban administrasi dan umum terhadap penjualan    5.16% 4.14%      3.90%     4.40%        4.14%
   Neraca
   Aktiva Lancar
    Persediaan terhadap penjualan                    18.06% 17.61%    23.77%    19.81%       17.83%
    Piutang usaha terhadap penjualan                  9.68% 9.31%     10.98%     9.99%        9.50%
    Piutang lain terhadap penjualan                   0.07% 0.05%      0.06%     0.06%        0.06%
    Pajak dibayar dimuka thp Penjualan               18.06% 0.66%      0.00%     6.24%
   Aktiva Tidak Lancar
    Penambahan Aktiva tetap Thp Penjualan                                        0.05%
    uang muka dibayar thp biaya penjualan            11.65% 12.04%    12.52%    12.07%       12.04%
    Biaya Dibayar dimuka thp biaya penjualan          2.84% 1.80%      1.92%     2.19%        1.92%
   Kewajiban Lancar
                                                                            -
    Kenaikan pinjaman jangka pendek                          -4.32%   12.02%    -8.17%        6.24%
    Hutang usaha thp Penjualan                       6.00%    1.46%   13.68%     7.05%        3.73%
    Hutang Pajak dari jumlah penjualan & PPh         0.03%    0.19%    0.35%     0.19%        0.27%
    Beban masih harus dibayar thp penjualan          0.59%    0.81%    1.14%     0.85%        0.97%
    Kenaikan penjualan                                       20.93%   18.44%    19.69%
    kenaikan Beban Pokok Penjualan                           37.01%    8.18%    22.60%
    Kenaikan Aktiva Lancar                                   49.76%    1.05%    25.40%
    Kenaikan Total Aktiva Tetap                               0.07%    5.55%     2.81%
    Kenaikan Hutang Lancar                                   91.58%   -9.40%    41.09%
PT. ULTRA JAYA MILK INDUSTRY & TRADING COMPANY
TBK
PROYEKSI LAPORAN RUGI LABA Tahun Dasar 2007 - 2009
                                                                            Tahun Dasar                                                   Tahun Proyeksi
dan Tahun Proyeksi 2010 - 2012
                                                          2007                  2008                  2009                 2010                 2011                 2012
PENJUALAN/PENDAPATAN USAHA
 Penjualan bersih                                    1,126,799,918,436     1,362,606,580,492     1,613,927,991,404   1,931,640,010,818    2,311,895,667,754    2,767,007,076,187
 Harga pokok penjualan                               (804,228,233,740)   (1,101,875,796,134)   (1,192,033,121,119)   (436,478,230,289)    (522,401,753,961)    (625,239,871,325)
 Laba Kotor                                           322,571,684,696       260,730,784,358       421,894,870,285    1,495,161,780,529    1,789,493,913,792    2,141,767,204,862

Beban Usaha
  Beban penjualan                                    (190,711,945,703)    (271,322,394,313)     (231,978,120,762)    (302,301,661,693)    (361,811,672,003)    (433,036,607,423)
  Beban administrasi dan umum                         (58,118,181,687)     (56,420,386,329)      (62,967,306,855)      (79,969,896,448)     (95,712,480,645)   (114,554,092,954)
  Jumlah Beban Usaha                                 (248,830,127,390)    (327,742,780,642)     (294,945,427,617)    (382,271,558,141)    (457,524,152,648)    (547,590,700,377)
Laba Usaha                                              73,741,557,306     (67,011,996,284)       126,949,442,668    1,112,890,222,389    1,331,969,761,144    1,594,176,504,484

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
  Pendapatan Bunga                                      3,702,857,703        18,059,599,995        21,272,504,995       21,272,504,995       21,272,504,995      21,272,504,995
  Laba penjualan aktiva tetap                             409,000,000           401,337,500          1,670,440,000           -                    -                   -
  Bagian laba (rugi) bersih perusahaan asosiasi         6,418,783,500         3,928,590,600        34,164,353,700       34,164,353,700       34,164,353,700      34,164,353,700
  Bagian Laba (rugi) bersih perusahaan anak               200,253,699           366,020,481        (1,376,575,527)           -                    -                   -
  Amortisasi Keuntungan Ditangguhkan
    Atas Transaksi Sewa Guna Usaha                          -                 1,068,001,129         2,099,604,459        2,099,604,459        2,099,604,459        2,099,604,459
  Keuntungan Penjualan Aktiva Tidak Berwujud                -              400,000,000,000              -                    -                    -                    -
  Beban Bunga                                         (40,842,495,164)     (36,119,089,518)      (33,374,589,747)     (33,374,589,747)     (33,374,589,747)     (33,374,589,747)
  Laba (rugi) kurs - bersih                            (3,826,557,866)     (45,126,547,604)      (35,372,055,816)            -                    -                    -
  Lain-lain - Bersih                                     (700,284,153)      (6,783,779,118)      (17,754,324,171)     (17,754,324,171)     (17,754,324,171)     (17,754,324,171)
Jumlah Pendapatan/Beban Lain-lain Bersih              (34,638,442,281)     335,794,133,465       (28,670,642,107)        6,407,549,236        6,407,549,236        6,407,549,236
Laba (rugi) sebelum pajak                              39,103,115,025       268,782,137,181        98,278,800,561    1,119,297,771,625    1,338,377,310,380    1,600,584,053,720
Penghasilan/(beban) Pajak
 Pajak Kini                                                 -              (23,819,554,314)      (19,098,392,598)
 Pajak Tangguhan                                       (8,710,082,545)       58,894,948,262      (18,899,864,942)
 ToTal Pajak (tarif 28%)                               (8,710,082,545)       35,075,393,948      (37,998,257,540)     (43,111,090,274)     (49,236,808,633)     (56,574,788,355)
HAK MINORITAS ATAS BAGIAN LABA/(RUGI) BERSIH
 ANAK PERUSAHAAN                                           (76,387,904)      (146,029,925)          872,309,169          872,309,169        872,309,169         872,309,169
Laba (rugi) Bersih                                       30,316,644,576    303,711,501,204      61,152,852,190    1,077,058,990,520    1,290,012,810,916   1,544,881,574,534




PT. ULTRA JAYA MILK INDUSTRY & TRADING COMPANY TBK
PROYEKSI NERACA Tahun Dasar 2007 - 2009
dan Tahun Proyeksi 2010 - 2012                                       Tahun Dasar                                                  Tahun Proyeksi
                                             2007                       2008                 2009                 2010                2011                  2012
AKTIVA
Aktiva Lancar
  Kas dan Setara Kas                      39,992,003,196            162,869,889,775    214,879,968,612   145,162,242,950   232,076,359,541   350,920,772,971
  Investasi                                    -                    160,000,000,000          -                  -                 -                 -
  Piutang Usaha                           20,899,081,376            150,323,375,731    177,153,426,122   183,505,801,028   219,630,088,437   262,865,672,238
  Piutang Lain                             1,102,364,580                881,236,955        935,635,582      1,158,984,006     1,387,137,401     1,660,204,246
  Persediaan                             291,483,008,089            284,292,916,789    383,588,600,255   344,411,413,929   412,210,997,561   493,357,361,684
  Pajak dibayar dimuka                    21,836,751,502             10,714,528,879          -          120,562,349,887   144,295,817,460   172,701,369,506
  Uang muka                               28,983,597,553             29,967,284,656     31,163,939,105   232,569,457,303   278,352,238,398   333,147,651,973
  Biaya dibayar dimuka                     7,074,195,498              5,911,530,771      5,668,348,085    (7,339,613,916)   (8,784,463,731)  (10,513,741,447)
Jumlah Aktiva Lancar                     411,371,001,794            804,960,763,556    813,389,917,761 1,020,030,635,186 1,279,168,175,065 1,604,139,291,169

Aktiva Tidak Lancar
 Aktiva Tetap - Bersih                          765,807,423,073     766,344,567,479    808,903,387,439      831,648,232,122       855,032,619,137      879,074,531,216

 Penyertaan Saham                                42,230,336,526      46,524,947,606   40,912,725,779    40,912,725,779    40,912,725,779    40,912,725,779
 Aktiva Pajak Tangguhan                               -              43,096,041,929   24,196,176,987         -                 -                 -
 Hewan Ternak Produksi                                                                 9,889,415,002         -                 -                 -
 Aktiva Lain-lain                                  2,845,083,415    58,071,071,458    35,410,371,666    35,410,371,666    35,410,371,666    35,410,371,666
 Jumlah Aktiva Tidak Lancar                      810,882,843,014   914,036,628,472   919,312,076,873   907,971,329,567   931,355,716,582   955,397,628,661
JUMLAH AKTIVA                                  1,222,253,844,808 1,718,997,392,028 1,732,701,994,634 1,928,001,964,753 2,210,523,891,647 2,559,536,919,830
              REKONSILIASI NILAI PASAR WAJAR SAHAM PT ULTRA JAYA MILK INDUSTRY & TRADING COMPANY TBK


                                                                                     Nilai Pasar Wajar Seluruh Saham PT Ultra
                                    Market Approach                                    Jaya Milk Industry & Trading Co. Tbk
                                                                  Income Approach
     Posisi                                                                                   (2.888.382.000 lembar)
                                                                       (Rp.)
                                                                                        Seluruhnya
                            PBV                        PER                                                  Per Lembar (Rp.)
                                                                                    (dibulatkan) (Rp.)
                       584,090,832,577        1,613,371,449,938

                                                      60.00%
31 Desember 2009           40.00%

                       233,636,333,031        968,022,869,963                       1,201,659,202,994                  416.03
                                                                               0

				
DOCUMENT INFO
Description: Dokumen penilaian saham PT UltraJaya Milk per 31 Desember 2009, tangal penilaian 1 July 2010. Tugas Penilaian Properti Khusus (P2K) Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, Spesialisasi Penilai/PBB.