Draft_Standar_Kompetensi by ay3ck

VIEWS: 665 PAGES: 41

									      BNSP                                              DRAF PEDOMAN PENYUSUNAN
   BADAN NASIONAL      KOMISI STANDARDISASI                       SKKNI
 SERTIFIKASI PROFESI                                             01082005




PEDOMAN PENYUSUNAN

                       STANDAR
                       KOMPETENSI KERJA
             BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI
                                       (BNSP)
                          DepnakertransGedung A. Lantai 3
                        Jln. Gatot Subroto Kav. 40-41 Jakarta
                                        2005
                                       Kata Pengantar


Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) merupakan salah satu komponen terpenting
dalam sistem standardisasi dan sertifikasi kompetensi/profesi, sebagai acuan dalam
penyelenggaraan sertifikasi kompetensi./profesi. Sebagai standar untuk sertifikasi kompetensi
SKKNI harus memiliki keandalan dan akurasi untuk mengukur kompetensi seseorang sesuai standar
yang ditetapkan. Atas dasar pemikiran itulah standar kompetensi harus memenuhi beberapa
persyaratan antara lain memiliki kandungan isi substansi yang benar, tersusun secara sistimatis,
komunikatif dan mampu menjadi alat ukur kompetensi serta kompatibel dengan standar sejenis dari
negara lain atau standar internasional. Untuk memperoleh SKKNI dengan kualitas yang baik
tersebut, diperlukan adanya acuan penyusunan standar kompetensi yang dapat dipakai oleh
berbagai pihak yang berkepentingan dalam penyusunan rancangan standar kompetensi.

Berkenaan dengan hal tersebut di atas Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) mengembangkan
panduan penyusunan SKKNI, yang diharapkan dapat dipakai oleh berbagai pihak untuk
penyususunan standar kompetensi. Pedoman penyusunan Standar Kompetensi dikembangkan
dengan menggunakan referensi Regional Model of Competency Standard (RMCS) yang telah
diperkenalkan oleh ASDEP ILO untuk wilayah Asia Pacific. Pemilihan model RMCS didasarkan
pada hasil telaah terhadap berbagai model standar yang akhirnya menunjukan bahwa standar
tersebut paling ideal untuk dipakai di Indonesia.

Sebagai suatu hasil perumusan dan pengembangan, pedoman tidak terlepas dari berbagai kelemahan
dan kekurangan, untuk itu saran dan kritik membangun diharapkan dari berbagai pihak untuk
kesempurnaan pedoman ini. Kepada berbagai pihak baik penyiap draf naskah dan pembahas serta
pihak lain yang terlibat dalam penyusunan ini, disampaikan apresiasi dan penghargaan atas
konstribusinya.

Semoga buku pedoman ini bermanfaat bagi berbagai pihak yang terkait dalam penyusunan standar
kompetensi.


Jakarta.        Agustus 2005




Ketua




Moedjiman



                                                                                               i

        BNSP                                                   DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
   BADAN NASIONAL              KOMISI STANDARDISASI                      01082005
 SERTIFIKASI PROFESI
                                                                    Daftar Isi



Kata Pengantar ................................................................................................................................

Daftar Isi               ..............................................................................................................................

Glosari ..............................................................................................................................................

BAB I. PENDAHULUAN

A.     Rasional
B.     Tujuan
C.     Sasaran


BAB II KERANGKA KONSEP

A.       Pengertian Kompetensi
B.       Pengertian Standar Kompetensi
C.       Mengapa Standar Kompetensi Dibutuhkan
D.       Bentuk Standar Kompetensi
E.       Struktur Standar Kompetensi
F.       Pengkatagorian Unit-Unit Kompetensi
G.       Format Unit Kompetsni
H.       Keterkaitan Antara Unit Kompetensi, Kriteria Unjuk Kerja, Level Kompetensi Kunci dan
         Level Taksonomi Bloom
I.       Pemaketan Unit-Unit Kompetensi kedalam Kualifkasi Jabatan atau Kerangaka Kualifikasi
         Pendidikan
J.       Karasteristik SKKNI dengan Model RMCS
K.       Mengapa RMCS dipilih

BAB III TEKNIS PENYUSUSNAN STANDAR KOMPETENSI
A.   Pembentukan Tim Pe nnyusun
B.   Strategi dan Methodologi
C.   Kerangka Penulisan Standar Kompetensi
D.   Penyusunan Draf Standar Kompetensi
E.   TahapPenyusunan Standar Kompetensi

Tambahan bahan usulan sistem kodefikasi standar kompetensi, untuk perbaikan Kemenakertrans
No. 227 tahun 1004, agar kompatibel dan dapat dipakai pada sistem informasi berbasis web dan
kompatibel dengan sistem yang dipakai di WTO


                                                                                                                                                          ii

        BNSP                                                                                             DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
   BADAN NASIONAL                                  KOMISI STANDARDISASI                                            01082005
 SERTIFIKASI PROFESI
Daftar Referensi



                             Daftar Glosari




                                                                         iii

        BNSP                                  DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
   BADAN NASIONAL      KOMISI STANDARDISASI             01082005
 SERTIFIKASI PROFESI
                                      BAB I
                                  PENDAHULUAN

A.     Rasional
Sesuai dengan kesepakatan GATT, AFTA dan APEC bahwa era perdagangan bebas telah
ditetapkan dan akan diberlakukan sebagai berikut:
• AFTA dan AFLA mulai dilaksanakan pada tahun 2003
• APEC mulai dilaksanakan pada tahun 2020

Era globalisasi dalam lingkup perdagangan bebas antar negara, membawa dampak ganda,
di satu sisi era ini membuka kesempatan kerjasama yang seluas-luasnya antar negara,
namun disisi lain era itu, membawa persaingan yang semakin tajam dan ketat. Oleh karena
itu, tantangan utama di masa mendatang adalah meningkatkan daya saing dan keunggulan
kompetitif di semua sektor industri dan sektor jasa dengan mengandalkan kemampuan
sumber daya manusia (SDM), teknologi dan manajemen.

Untuk menyiapkan SDM yang berkualitas sesuai dengan tuntutan kebutuhan pasar kerja
atau dunia usaha dan industri, perlu adanya hubungan timbal balik antara pihak dunia
usaha/industri dengan lembaga diklat baik pendidikan formal, informal maupun yang
dikelola oleh industri itu sendiri. Salah satu bentuk hubungan timbal balik tersebut adalah
pihak dunia usaha/industri harus dapat merumuskan standar kebutuhan kualifikasi SDM
yang diinginkan, untuk menjamin kesinambungan usaha atau industri tersebut. Sedangkan
pihak lembaga diklat akan menggunakan standar tersebut sebagai acuan dalam
mengembangkan program dan kurikulum sedangkan pihak birokrat akan menggunakannya
sebagai acuan dalam merumuskan kebijakan dalam pengembangan SDM secara makro.

Standar kebutuhan kualifikasi SDM tersebut diwujudkan ke dalam Standar Kompetensi
Bidang Keahlian yang merupakan refleksi atas kompetensi yang diharapkan dimiliki
orang-orang atau seseorang yang akan bekerja di bidang tersebut. Di samping itu standar
tersebut harus juga memiliki ekuivalen dan kesetaraan dengan standar-standar relevan yang
berlaku pada sektor industri di negara lain bahkan berlaku secara internasional

Sejalan dengan pemikiran di atas dan dengan telah dibentuknya Badan Nasional Sertifikasi
Profesi (BNSP) melalui PP No. 23 tahun 2003 dan Penpres No........ tahun 2005 tentang,
Pengangkatan Pengurus BNSP, perlu diikuti dengan pengembangan pranata-pranata sistem
standardisasi dan sertifikasi kompetensi/profesi. Standar Kompetensi Kerja Nasional
Indonesia sebagai salah satu komponen sistem, merupakan salah satu aspek yang perlu
segera dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan standar pada seluruh sektor
ketenagakerjaan yang ada. Untuk itulah rambu-rambu penyusunan standar kompetensi
kerja yang memenuhi kaidah-kaidah yang berlaku ditataran regional dan internasional,
perlu segera dikembangkan. Berdasar pada pertimbangan tersebut maka pedoman
penyusunan standar kompetensi kerja ini dirumuskan dan dibakukan. Dengan adanya
pedoman ini diharapkan berbagai pihak yang terkait dengan pengembangan standar
                                                                                         1
        BNSP                                                DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
   BADAN NASIONAL            KOMISI STANDARDISASI                     01082005
 SERTIFIKASI PROFESI
kompetensi khususnya dan pengembangan SDM berbasis kompetensi pada umumnya dapat
memahami konsep standar kompetensi yang pada akhirnya mampu memberikan konstribusi
sesuai dengan peran dan fungsi serta ekspertisnya masing-masing dalam mewujudkan
standar kompetensi kerja nasional Indonesia..



B.     Tujuan

Pedoman penyusunan standar kompetensi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan
arahan serta memperoleh standar kompetensi bidang keahlian, yang memiliki pengakuan
secara Nasional. Untuk memenuhi kriteria tersebut, standar yang dikembangkan harus:
 • Dikembangkan berdasar pada kebutuhan industri/dunia usaha, dimaknai dengan
     dilakukannya eksplorasi data primer dan sekunder secara komprehensif.
 • Menggunakan referensi dan rujukan dari standar-standar sejenis yang dipergunakan
     oleh negara lain atau standar internasional, agar dikemudian hari dapat dilakukan
     proses saling pengakuan ’mutual recognition arrangement’ (MRA).
 • Dilakukan bersama dengan representatif dari asosiasi profesi dan dunia industri/usaha
     secara institusional, agar memudahkan dalam pencapaian konsensus dan
     pemberlakuan secara nasional.

C.     Sasaran

LSP, calon LSP dan stakeholders yang terkait serta masyarakat lain yang peduli terhadap
pengembangan SDM berbasis kompetensi.




                                                                                      2
       BNSP                                               DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
  BADAN NASIONAL            KOMISI STANDARDISASI                    01082005
SERTIFIKASI PROFESI
                     STANDAR KOMPETENSI MODEL RMCS

                                        BAB II
                                   KERANGKA KONSEP

A.      PENGERTIAN KOMPETENSI

         Berdasar pada arti etimologi standar kompetensi terbentuk dari dua kosa kata, yaitu
         standar dan kompetensi. Standar diartikan sebagai ukuran atau patokan yang
         disepakati sedangkan kompetensi diartikan sebagai kemampuan yang dibutuhkan
         untuk melakukan atau melaksanakan pekerjaan yang dilandasi oleh pengetahuan,
         keterampilan dan sikap kerja. Deskripsi standar kompetensi ditinjau dari aspek
         etimologi tersebut, tentu harus didukung dengan referensi lain yang dapat diterima
         secara universal.

Berikut ini beberapa referensi yang berkaitan dengan definisi kompetensi:

°        A competency refers to an individual’s demontrated knowledge, skills or abilities
         (KSA’s) performed to a specific standard. Competencies are observable, behavioral
         acts that require a combination of KSAs to execute. They are demonstrated in a job
         context and as such, are influenced by an organization’s culture and work
         environment. In other words, competencies consist of a combination of knowledge,
         skill and abilities that are necessary in order to perfom a major task or function in the
         work setting. (JGN Consulting Denver. USA)
°        Competency comprises knowledge and skills and the consistent application of that
         knowledge and skills to the standard of performance required in employment.
         (Competency Standards Body Canberra 1994)
°        Competency models that identify the skills, knowledge, and characteristics needed to
         perform a job….. (A. D. Lucia & R. Lepsinger / Preface xiii)."

Dari ketiga definisi di atas dapatlah dirumuskan bahwa kompetensi diartikan sebagai
kemampuan seseorang yang dapat terobservasi mencakup atas pengetahuan, keterampilan
dan sikap dalam menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas sesuai dengan performen yang
ditetapkan.

B.      PENGERTIAN STANDAR KOMPETENSI

          Berdasar pada arti bahasa, standar kompetensi terbentuk atas kata standar dan
          kompetensi. Standar diartikan sebagai “ukuran” yang disepakati, sedangkan
          kompetensi telah didefinisikan sebagai kemampuan seseorang yang dapat
          terobservasi mencakup atas      pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam
          menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas sesuai dengan standar performen yang
          ditetapkan..
                                                                                                3
           BNSP                                                  DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
      BADAN NASIONAL             KOMISI STANDARDISASI                      01082005
    SERTIFIKASI PROFESI
     Dari berbagai referensi diperoleh beberapa definisi standar kompetensi yang diperoleh
     dari beberapa referensi.

     °   What are competency standards?
         Competency Standards are simply worded statements about the performance in
         workplace that describe in output terms:
         •    What the employee is expected to do.
         •    How well the employee is expected to perform.
         •    How to tell when the employee’s performance is at the expected level.
              (adopted from ANTA Australia) 13

     °   What are competency standards?
         Competency Standards define “competency” as;
         “The necessary knowledge and skills to perform a particular work role to the
         standard required within industry”.
         (adopted from the Northern Territory Public Sector of Australia)
     °     What are Competency Standards?
         The concept of competency focuses on what is expected of an employee in the
         workplace (outcomes) rather than on the learning process. It takes into account all
         aspects of work performance, recognising that task skills form only one component of
         work performance. It also includes the ability to transfer and apply skills and
         knowledge to new situations.

     Dengan demikian dapatlah disepakati bahwa standar kompetensi merupakan kesepakatan-
     kesepakatan tentang kompetensi yang diperlukan pada suatu bidang pekerjaan oleh
     seluruh “stake holder” di bidangnya.

     Dengan pernyataan lain yang dimaksud dengan Standar Kompetensi adalah perumusan
     tentang kemampuan yang harus dimiliki seseorang untuk melakukan suatu tugas atau
     pekerjaan yang didasari atas pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan
     unjuk kerja yang dipersyaratkan.
     Dengan dikuasainya standar kompetensi tersebut oleh seseorang, maka yang bersangkutan
     akan mampu:
     • bagaimana mengerjakan suatu tugas atau pekerjaan
     • bagaimana mengorganisasikannya agar pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan
     • apa yang harus dilakukan bilamana terjadi sesuatu yang berbeda dengan rencana
          semula
     • bagaimana menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk memecahkan masalah
          atau melaksanakan tugas dengan kondisi yang berbeda.



13
     Translation.
                                                                                           4
        BNSP                                                  DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
   BADAN NASIONAL               KOMISI STANDARDISASI                    01082005
 SERTIFIKASI PROFESI
C.    MENGAPA STANDAR KOMPETENSI DIBUTUHKAN

      Standar Kompetensi dibutuhkan oleh beberapa lembaga / institusi yang berkaitan
      dengan pengembangan sumber daya manusia, sesuai dengan kebutuhan masing-
      masing :

     1. Untuk institusi pendidikan dan pelatihan
        • Memberikan informasi untuk pengembangan program dan kurikulum
        • Sebagai acuan dalam penyelenggaraan pelatihan, penilaian serta sertifikasi

     2. Untuk dunia usaha/industri dan penggunaan tenaga kerja
        • Membantu dalam rekrutmen
        • Membantu penilaian unjuk kerja
        • Dipakai untuk membuat uraian jabatan
        • Untuk mengembangkan program pelatihan yang spesifik berdasar kebutuhan
          dunia usaha/industri

      3. Untuk institusi penyelenggara pengujian dan sertifikasi
        • Sebagai acuan dalam merumuskan paket-paket program sertifikasi sesuai
           dengan kualifikasi dan levelnya.
        • Sebagai acuan dalam penyelenggaraan pelatihan penilaian dan sertifikasi

D.    BENTUK STANDAR KOMPETENSI

     Standar Kompetensi suatu Bidang Keahlian distrukturkan dengan bentuk :

                       STRUKTUR STANDAR KOMPETENSI

                                  STANDAR KOMPETENSI
                 Terbentuk atas sejumlah unit kompetensi yang diperlukan untuk
                           melaksanakan melakukan pekerjaan tertentu
                                    UNIT KOMPETENSI
               Merupakan uraian fungsi dan tugas atau pekerjaan yang mendukung
            tercapainya standar kompetensi, setiap unit kompetensi memiliki sejumlah
                                        sub-kompetensi



                                  ELEMEN KOMPETENSI
               Merupakan sejumlah fungsi tugas atau pekerjaan yang mendukung
            ketercapaian unit kompetensi dan merupakan aktivitas yang dapat diamati.

                                                                                       5
       BNSP                                                DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
  BADAN NASIONAL             KOMISI STANDARDISASI                    01082005
SERTIFIKASI PROFESI
                                KRITERIA UNJUK KERJA
            Merupakan pernyataan sejauh mana subkompetensi yang dipersyaratkan
                  tersebut terukur berdasarkan pada tingkat yang diinginkan



                                  BATASAN VARIABEL
             Pernyataan-pernyataan kondisi atau konteks dimana kriteria unjuk kerja
                                    tersebut diaplikasikan



                                   PANDUAN PENILAIAN
                 Pernyataan-pernyataan kondisi atau konteks sebagai acuan dalam
                                    melaksanakan penilaian


                                TINGKAT KOMPETENSI KUNCI
                      Yang dimaksud dengan kompetensi kunci adalah kemampuan
                         kunci atau generik yang dibutuhkan untuk menyelesaikan
                         suatu tugas atau pekerjaan..




E.   STRUKTUR STANDAR KOMPETENSI

                                                                                      6
       BNSP                                               DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
  BADAN NASIONAL              KOMISI STANDARDISASI                  01082005
SERTIFIKASI PROFESI
      1.   BIDANG KEAHLIAN
           ATAU PEKERJAAN




            UNIT-UNIT
     2.     KOMPETENSI




 3.        URAIAN UNIT




           ELEMEN
 4.        KOMPETENSI




 5.         ELEMEN




6.          KRITERIAN
            UNJUK KERJA




7.          PANDUAN          PANDUAN PENILAIAN
            PENILAIAN

F.    PENGKATAGORIAN UNIT-UNIT KOMPETENSI DALAM STANDAR
      KOMPETENSI

                                                                               7
       BNSP                                         DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
  BADAN NASIONAL             KOMISI STANDARDISASI             01082005
SERTIFIKASI PROFESI
  Unit-Unit kompetensi dalam Standar Kompetensi suatu bidang keahlian dapat
  dikelompokan kedalam 3(tiga) katagori, yaitu: kelompok umum, kelompok utama dan
  kelompok pilihan.

  1. Kelompok umum.
     Pada kelompok ini mencakup unit-unit kompetensi yang berlaku dan dibutuhkan
     pada hampir semua sub-sub bidang keahlian, misal yang berkait dengan
     keselamatan kerja, berkomunikasi di tempat kerja, menggunakan komputer,
     memelihara dan menjaga ruang kerja, menggunakan peralatan tangan atau membaca
     dan membuat gambar teknik.

  2. Kelompok utama/inti.
     Pada kelompok ini mencakup unit-unit kompetensi yang berlaku dan dibutuhkan
     hanya untuk spesifik sub bidang keahlian (stream) tertentu dan merupakan unit yang
     wajib (compulsary) sub bidang keahlian dimaksud, contoh untuk bidang otomotif
     pada sub chasis antara lain: unit kompetensi dengan judul Memperbaiki sistem rem
     hidrolik konvesional kendarana penumpang, Memperbaiki sistem kemudi mekanis,
     Memperbaiki sistem transmisi penggerak,          Memperbaiki sistem real axle,
     Melakukan spooring dan balancing

  3. Kelompok pilihan
     Pada kelompok ini mencakup unit-unit kompetensi yang dapat ditambahkan
     kedalam sub bidang keahlian tertentu, sebagai pelengkap dan bersifat pilihan.
     Contoh untuk unit-kompetensi kelompok pilihan pada bidang otomotif s antara lain
     dengan judul : melayani pelanggan, mengelola persediaan suku cadang,
     melaksanakan pembelian persediaan suku cadang dan barang, dsb.

  Catatan: penggunaan kosa kata umum, inti dan pilihan merupakan hasil kesepakatan
  secara terbatas, bila suatu kelompok bidang keahlian ingin menggunakan kosa kata atau
  istilah yang lain dapat dilakukan sepanjang disepakati oleh kelompok dimaksud.




                                                                                     8
       BNSP                                              DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
  BADAN NASIONAL           KOMISI STANDARDISASI                    01082005
SERTIFIKASI PROFESI
G. BENTUK FORMAT UNIT KOMPETENSI

                                         FORMAT UNIT KOMPETENSI
          Kode Unit
          Terdiri dari berapa huruf dan angka yang disepakati oleh para pengembang dan
          industri terkait (merujuk Kepmenaker No. KEP-227/MEN/2003 tanggal 13 Oktober
          2003)
          Judul Unit
          Merupakan fungsi tugas/pekerjaan suatu unit kompetensi yang mendukung sebagian
          atau keseluruhan standar kompetensi. Judul unit biasanya menggunakan kalimat aktif
          yang diawali dengan kata kerja aktif yang dapat terobservasi.
          Deskripsi Unit
          Penjelasan singkat tentang unit tersebut berkaitan dengan pekerjaan yang akan
          dilakukan
                     Elemen Kompetensi                          Kriteria Unjuk Kerja
          Merupakan        elemen-elemen       yang Pernyataan-pernyataan tentang hasil atau
          dibutuhkan untuk tercapainya unit output yang diharapkan untuk setiap
          kompetensi tersebut di atas (untuk setiap Elemen Kompetensi yang dinyatakan
          unit biasanya terdiri dari 3 hingga 5 dalam kalimat pasif dan terukur.
          Elemen Kompetensi)                          Untuk setiap Elemen Kompetensi
                                                      sebaiknya mencakup aspek pengetahuan,
                                                      keterampilan dan sikap (KSA)
          Batasan Variabel
          Menjelaskan konteks unit kompetensi dengan kondisi pekerjaan unit yang akan
          dilakukan, prosedur atau kebijakan yang harus dipatuhi pada saat melakukan
          pekerjaan tersbut serta informasi tentang peralatan dan fasilitas yang diperlukan
          Panduan Penilaian
               • Menjelaskan prosedur penilaian yang harus dilakukan
               • Persyaratan awal yang mungkin diperlukan sebelum menguasai unit yang
                   dimaksud tersebut
               • Informasi tentang pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan terkait dan
                   mendukung tercapainya kompetensi dimaksud
               • Aspek-aspek kritis yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi
                   yang dimaksud

           Kompetensi kunci
Kompeten     Mengum      Mengkomun       Merencanakan   Bekerjasama    Menggunakan      Memecahkan     Menggunak
si Kunci     pulkan,     ikasikan ide    dan mengatur   dengan orang   ide dan teknik   persoalan/ma   an
             informasi   dan             kegiatan       lain dan       matematika       salah          teknologi
                         informasi                      kelompok
Tingkat

                                                                                                             18
         BNSP                                                            DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
    BADAN NASIONAL                      KOMISI STANDARDISASI                       01082005
  SERTIFIKASI PROFESI
   H. HUBUNGAN ANTARA UNIT, LEVEL UNJUK KERJA KOMPETENSI
      KUNCI DAN LEVEL TAKSONOMI “BLOOM”.

      1. Kompetensi Kunci
         Yang dimaksud dengan kompetensi kunci adalah kemampuan kunci atau generik
         yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu tugas atau pekerjaan.
          Berikut 7(tujuh) kompetensi Kunci:
          1. Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi
          2. Mengkomunikasikan ide dan informasi
          3. Merencanakan dan mengatur kegiatan
          4. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok
          5. Menggunakan ide dan teknik matematika
          6. Memecahkan persoalan/masalah
          7. Menggunakan teknologi
           (Sumber : Key Competencies, William Hall & Mark C. Werner)

      2. Deskripsi level Kompetensi Kunci


Kompetensi Kunci       Performen               Performen            Performen
                      level/Tingkat 1         level/Tingkat 2      leve/Tingkatl 3
                      Melakukan kegiatan Mengorganisasi             Mengevaluasi    dan
                                         kegiatan                   memodifikasi proses

Mengumpulkan,          Mengakses dan           Mengakses,memilih Mengakses,
menganalisa dan       merekam dari satu       dan merekam dari   mengevaluasi dan
mengorganisasikan     sumber                  lebih dari satu    mengorganisasikan dari
informasi                                     sumber             berbagai sumber
Mengkomunikasikan      Sederhana dan          Berisi hal yang      Mengakses,
ide dan informasi     pengaturan yang telah   kompleks             mengevaluasi dan
                      familier                                     mengorganisasikan dari
                                                                   berbagai sumber
Merencanakan dan      Dibawah pengawasan Dengan panduan             Inisiasi mandiri dan
mengorganisasikan     tau supervisi                                mengevaluasi kegiatan
kegiatan                                                           yang kompleks
Bekerjasama dengan    Kegiatan atau           Membantu              Berkolaborasi dalam
orang lain danb       aktifitas rutin         merumuskan tujuan     aktifitas yang
kelompok                                                            kompleks
Menggunakan ide       Sederhana dan telah     Memilih ide dan       Berkolaborasi dalam
serta teknik          ditetapkan              teknik yang tepat     menyelesaikan tugas
matematika                                    untuk tugas yang      yang kompleks
                                              kompleks
                                                                                         19
       BNSP                                               DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
  BADAN NASIONAL            KOMISI STANDARDISASI                    01082005
SERTIFIKASI PROFESI
Memecahkan masalah Rutin dan dibawah              Rutin dan dilakukan Problem yang
                   pengawasan                     sendiri berdasar    kompleks dengan
                                                  pada panduan        menggunakan
                                                                      pendekatan yang
                                                                      sistemik serta mampu
                                                                      menjelaskan
                                                                      prosesnya
Menggunakan              Yang berulang pada       Untuk membangun     Merancang,
teknologi                tingkat dasar            dan mengorganisisr  menggabungkan atau
                                                  atau mengoperasikan memodifikasi produk
                                                  produk atau jasa    atau jasa

     Contoh : Judul Unit : Merencanakan pemeliharaan berkala
Kompetens    Mengumpu     Mengkomu      Merencanak    Bekerjasam      Menggunaka     Memecah       Menggunak
i Kunci      lkan         nikasikan     an dan        a dengan        n konsep dan   kan           an
             informasi    ide dan       mengatur      orang lain      teknik         persoalan/    teknologi
                          informasi     kegiatan      dan             matematika     masalah
                                                      kelompok
 Tingkat          3            1             3             2               2             3             2


3.    Taksonomi Bloom dan level taksonomi

      Mengingat dalam awal pengembangan konsep standar kompetensi didasarkan pada teori
      psikologi belajar yang dikembangkan oleh Benjamin S. Bloom dan timnya (Taksonomi
      Bloom), maka dalam merumuskan standar kompetensi prinsip-prinsip teori tersebut
      akan selalu dipergunakan. Dalam teori belajar tersebut terbagi atas tiga tipe belajar yaitu
      kognitif, psikomotoris dan afektif (pengetahuan, keterampilan dan sikap) yang dapat
      diajarkan terintegrasi untuk mencapai tujuan suatu proses pendidikan dan pelatihan.
      Setiap tipe belajar tersebut memiliki karasteristik dan tingkat pencapaian didasarkan atas
      tingkat kesulitan yang dihadapinya.

      (1) Aspek kognitif (pengetahuan)
           Aspek kognitif mencakup pengembangan kemampuan intelektual dan pengetahuan
           yang terdiri atas enam katagori utama, yang tersusun dari yang sederhana hingga
           yang kompleks berdasar pada tingkat kesulitan yang ditanganinya. Dalam hal ini
           aspek yang sederhana harus dikuasai terlebih dahulu sebelum meningkat ketingkat
           kesulitan yang berikutnya.

                Level              Diskripsi              Ilustrasi Kata kerja yang
             Taksonomi                                               dipergunakan
            Pengetahuan      • Mengetahui            Dapat         Mendifine,
                                terminologi          mengulang     mengenal,
                                secara umum.         Hukum Ohm dan mencocokan,mengi
                                                                                                  20
        BNSP                                                   DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
   BADAN NASIONAL             KOMISI STANDARDISASI                       01082005
 SERTIFIKASI PROFESI
                         • Mengetahui fakta      Hukum Kirshoff. ngat,mengulang,
                            yang spesifik                          membedakan,mengi
                         • Mengetahui                              dentifikasi,
                            konsep dasar.                          menyebut, melabel,
                         • Konsep prinsip                          memanggil
                                                                   kembali,
                                                                   menghubungkan,
                                                                   mencatat
          Komperhensif • Memahami fakta.         Bila besar        Menterjemahkan,
                       • Mengintepretasika       Tegangan dan      merubah, menatur
                         n chart dan grafik.     Arus diketahui    kembali,
                       • Menjastifikasi          dapat mengitung mengekpresikan,
                         prosedur dan            tahan R yang      memberi contoh,
                         metode.                 terjadi.          mengilustrasikan,
                       • Mengestimasikan                           menggeneralis,
                         kebutuhan.                                menterjemahkan,
                                                                   menyimpulkan,
                                                                   mendiagnosis
          Aplikasi       •   Mengaplikasikan     Dapat             Mengaplikasikan,
                             konsep dan          membangun         mengorganisasikan,
                             prinsip-prinsip     rangkaian listrik merestrukturisasi,m
                             kedalam situasi                       emecahkan,mentran
                             yang baru.                            sfer,menggunakan,
                         •   Memecahkan                            mengklasifikasi,me
                             problem                               milih,
                             matematika.                           mendramatisasi,
                         •   Menyusun grafik                       membuat sket,
                             dan chart.                            mendemonstrasikan
                         •   Mendemontrasik                        , mengilustrasikan,
                             an penggunaan                         menangani,
                             metode dan                            mengkakulasi
                             prosedur.
          Analisis       •   Mengenal dan        Dapat               Membedakan,
                             menggunakan         membangunan         memilahkan,
                             logika berfikir     rangkaian listrik   membandingkan,
                             untuk               yang                mendferensialkan,
                             menyampaikan        komplikated         membuat diagram,
                             suatu alasan.                           menjelaskan,
                         •   Menevaluasi                             menganalisa,
                             relevansi data.                         mengkatagorikan,
                                                                     memeriksa,
                                                                     mendebat, menguji,
                                                                     melakukan
                                                                     eksperimen
          Sintesis       •   Mengungkap          Dapat               Memadukan,
                                                                                          21
       BNSP                                              DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
  BADAN NASIONAL          KOMISI STANDARDISASI                     01082005
SERTIFIKASI PROFESI
                               suatu konsepdi     melakukan          mengkomposisi,
                               yang               ”troubleshooting   mengkonstruks,
                               terorganisasi      ” pada             merencanakan,
                               secara baik.       rangkaian yang     memodifikasi,
                          •    Merumuskan         kompleks.          memformulasi
                               sesuatu konsepsi
                               baru.
          Evaluasi        •    Menjastifikasi     Dapat              Menyimpulkan,
                               nilai suatu        merancang          menjastifikasi,
                               pekerjaan.         kembali suatu      meranking,
                                                  rangkaian          mendukung,
                                                  dengan lebih       mengradasi,
                                                  efisien.           menjelaskan.
                                                                     Menilai,
                                                                     menyeleksi,
                                                                     mengapresiasi,
                                                                     membobot merevisi

(2) Aspek psikomotor (keterampilan)
     Aspek psikomotor mencakup kemampuan dalam mengkoordinasikan gerakan fisik dan
     menggunakan motoris. Untuk memperoleh kemampuan tersebut memerlukan pelatihan
     dan pembiasaan dan pengukuran yang mencakup tentang kecepatan, jarak, prosedur dan
     teknik pelaksdanaan. Dalam aspek psikomotor ini terdapat tujuh taksonomi sebagai
     berikut.


          Level               Diskripsi                    Kata kerja yang
                                                    Ilustrasi
       Taksonomi                                            dipergunakan
      Imitasi      • Menirukan          Seseorang mencoba Mengamati,
                     gerakan yang telah mengendari sepeda menirukan
                     diamati            setelah mengamati (gerakan)
                                        orang melakukan   sederhana
                                        hal tersebut
      Memanipulasi • Menggunakan        Dapat mengendari Memanipulasi
                     konsep untuk       sepeda dengan     gerakan (sesuai
                     melakukan gerakan beberapa gerakan   dengan instruksi),
                                        yang terbatas.    melakukan s\uatu
                                                          gerakan ( sesuai
                                                          dengan instruksi)
      Persisis     • Melakukan          Dapat mengendarai Mengartikulasi,
                     gerakan dengan     sepeda pada jalan melakukan sesuatu
                     benar              lurus tanpa       dengan akurat.
                                        bergoyang

                                                                                         22
       BNSP                                              DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
  BADAN NASIONAL           KOMISI STANDARDISASI                    01082005
SERTIFIKASI PROFESI
      Artikulasi       •  Merangkaikan            Dapat mengendarai Mengkoordinasikan
                         berbagai gerakan         sepeda dengan     beberapa
                         secara                   lancar            kemampuan.
                         berkelanjutan dan
                         terintegrasi
      Naturalisasi     • Melauknan                Dapat mengendarai Melakukan secara
                         gerakan secara           sepeda dengan baik habitual
                         wajat dan efisien        tanpa berpikir
                         serta telah menjadi      tentang hal
                         bagian dari              tersebut.
                         kebiasaannya

(3) Aspek afektif (Krathwohl)

     Aspek kognitif mencakup hal yang berkaitan dengan emosi seperti perasaan, apresiasi,
     antusiasme, motivasi, sikap. Aspek afektif terbagi atas lima katagori utama:

           Level                 Diskripsi             Ilustrasi        Kata kerja yang
        Taksonomi                                                        dipergunakan
      Receive/             •  Ingin menerima      Seseorang            Menerima, memilih,
      menerima             •  Ingin menghadiri    mendengarkan         menanyakan,
                           •  Sadar akan          pejelasan tentang    mendengar,
                             situasi dan kondis   keselamatan dan      menyeleksi dan
                             serta fenomena       kesehatan kerja      menghadiri.
      Responding/          • Aktif                Seseorang            Membuktikan,
      merespon               berpartisipasi       menyebut kembali     memberitahukan,
                                                  beberapa             menolong,
                                                  keselamatan dan      melakukan dengan
                                                  kesehatan kerja      sukarela,
                                                  pada saat            mengklaim
                                                  dibutuhkan
      Valuing/             •    Menerima nilai-   Seseorang            Memilih,
      menilai                  nilai/norma.       menyadari alasan     mendukung,
                           •    Taat kepada       penggunaan           “sharing”
                               nilai/norma        perlengkapan         mengapresiasi,
                           •    Memegang teguh    keselamatan kerja.   mengundang,
                               nilai/norma                             bergabung
      Organization/        •    Menghubungkan     Seseorang            Memformulasi,
      mengorganisasi           nilai/norma yang   menyadari akan       mempertahankan,
                               telah dianutnya.   kemungkinan          mengabstak,
                           •    Mengintegarsika   kecelakaan kerja     menghubungkan,
                               n nilai norma      dan meyakini untuk   melakukan dengan
                               kedalam            mempraktekan         benar dan
                               kebiasaan hidup    prosedur             menetapkan
                                                                                            23
       BNSP                                                 DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
  BADAN NASIONAL               KOMISI STANDARDISASI                   01082005
SERTIFIKASI PROFESI
                           sehari-hari.         keselamatan dan
                                                kesehatan kerja.
      Characterizatio • Internailasi            Seseorang selalu         Bertingkah laku,
      n                 nilai/norma             menggunakan              melakukan,
                        menjadi pola            perlengkapan             menyelesaikan,
                        hidup                   keselamatan kerja        membedakan.
                                                secara benar.

     Pemilihan kata kerja dari masing-masing ranah taksonomi untuk dipakai pada
     pernyataan judul unit, elemen kompetensi dan kriteria unjuk kerja, harus disesuaikan
     dengan tingkat kesulitan yang terkandung dalam unit serta level kompetensi kunci yang
     akan ditetapkan. Berdasar pada domain kognitif, psikomotor dan afektif, telah digradasi
     secara sistimatis dengan menggunakan kata kerja (verbs) sebagaimana tertuang dalam
     matrik di atas. Dengan demikian pada saat merumuskan unit-unit kompetensi gradasi
     pada level taksonomi tersebut harus dipergunakan untuk memilih dan menentukan kata
     kerja yang tepat sesuai dengan tingkat kesulitan unit dimaksud.

     Kata kerja yang tertuang dalam matrik terutama dipergunakan untuk merumuskan
     Kriteria Unjuk Kerja, agar memenuhi persyaratan yang terdiri dari kognitif, psikomotor
     dan afektif agar mencerminkan tentang hal yang terukur dan sesuai dengan level yang
     ditetapkan.

     (4.) Hubungan antara Level Kompetensi Kunci, level taksonomi dengan pemilihan
          kata kerka operasional yang tepat.
                                          Kognitif         Psikomotorik       Affektif




                                                                              Karakterisasi

                                          Evaluasi

                            3             Sintesa                             Organisasi


                                          Analisa

                      2                   Aplikasi         Respon             Menilai
                                                           komplek nyata
                                          Pemahaman        Mekanisme
                                                                              Respon
          1                                                Respon yang
                                          Ingatan
                                                           diarahkan
                                                           Set                Menerima
          LEVEL
          KOMPETENSI KUNCI
                                                           Persepsi
                                                                                              24
       BNSP                                                DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
  BADAN NASIONAL            KOMISI STANDARDISASI                     01082005
SERTIFIKASI PROFESI
Kata kerja Operasional (KKO) berdasar pada taksonomi , yang dapat dipilih untuk dipergunakan dalam Kriteria Unjuk Kerja
(KUK) untuk sapek pengetahuan, keterampilan dan sikap.


Ranah Kognitif                                  Ranah Psikomotorik                               Ranah Afektif
Aspek    Kata Kerja Operasional                 Aspek          Kata Kerja Operasional            Aspek         Kata Kerja Operasional
                                                                                                 5. Memililki        Mengerjakan,           membedakan,
                                                                                                    acuan            memperlihatkan,     memodivikasikan,
                                                                                                    nilai/karateri   menerapkan,         mempertanyakan,
                                                                                                    stasi            menggunakan,        memferifikasikan,
                                                                                                                     menyediakan
6. Evaluasi   Menilai,      membandingkan,                                                       4. Memaduka         Mengubah , mengatur, menggabungkan,
              menyimpulkan,   membedakan,                                                           n nilai          membandingkan,      mempertahankan,
              manfsirkan,     memutuskan,                                                                            menerangkan,          merealisasikan,
              menghubungkan                                                                                          mengintepretasikan,    momodifikasi,
                                                                                                                     mengorganisasikan,      menyiapkan,
                                                                                                                     menghubungkan, mengintensifkan.


5. Sintesis   Menjelaskan,       menyusun,
              mengatur            kembali,
              menghubungkann
              mengkonstruksi, merumuskan
4. Analisis   Memperinci,        membedakan,
              menyimpulkan,          memilih,
              memisahkan, menunjukan,
3. Aplikas    Menghitung,         meramalkan,   5. Respon       Menunjukan keterampilan tinggi   3. Menilai          Melengkapai,    mendiskripsikan,
   i          memecahkan,          menyusun,                    Melaksanakan                                         membedakan,         menerangkan,
              menunjukan, memilih                               Mengkonstruksi,                                      membentuk,          menggabung,
                                                                                                                     mengusulkan,         melaporkan,
                                                                                                                     menghafal, menulis, menceritakan
                                                                                                                     kembali.
2. Pemaha     Membedakan,          mengubah, 4.    Mekanismee   Mencampur, memotong,
   man        mengenal,        memperkirakan,                   melakukan, melukiskan,
              menjelaskan, memberi contoh,                      memanipulasi
              memilih, menuliskan

                                                                                                                                                        18
        BNSP                                                     DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
   BADAN NASIONAL                 KOMISI STANDARDISASI                     01082005
 SERTIFIKASI PROFESI
1. Ingatan   Menyatakan,        mengenal,    3. Respon yang   Meniru, meneruskan,
             menyebutkan,     melukiskan,                     melaksanakan
             menunjukan, memilih,

                                            2. Set            Mengingat langkah-langkah,     1. Menangga    Menanyakan,        memilih,
                                                              memilih     peralatan   yang      piMeneri    mendiskripsikan,
                                                              diperlukan,    melaksanakan       ma,
                                                              pekerjaan yang ditugaskan         memperha
                                                                                                tikan
                                                                                                rangsanga
                                                                                                n
                                             1. Persepsi      Mendengar,       melihat,
                                                              membedakan, mencium(bau)
                                                              dan mencicipi




                                                                                                                                      19
        BNSP                                                   DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
   BADAN NASIONAL              KOMISI STANDARDISASI                      01082005
 SERTIFIKASI PROFESI
I. PEMAKETAN/PENGEMASAN UNIT-UNIT KOMPETENSI BERDASARKAN
   JENJANG PEKERJAAN/JABATAN DAN ATAU KUALIFIKASI PENDIDIKAN

  Pemaketan/pengemasan unit-unit kompetensi sesuai dengan jenjang pekerjaan, level
  sertifikat maupun kualifikasi pendidikan, didasarkan atas beberapa pertimbangan.
  Pertimbangan tersebut mencakup antara lain : hasil idenfikasi judul dan jumlah kebutuhan
  unit kompetensi berdasarkan pada kelompok unitnya, lama waktu pengalaman kerja (bila
  diperlukan/dipersyaratkan) dan persyaratan lainnya.

 Pemaketan unit-unit kompetensi kedalam kualifikasi dapat dirujuk dengan dua dasar
 kualifikasi yang ada pada saat ini, yaitu Kerangka Kualifikasi Pendidikan dan Kerangka
 Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Gambaran penyandingan kedua kerangka
 kualifikasi tersebut sebagaimana tertuang pada gambar no    ., sedangkan deskripsi KKNI
 sebagaimana pada tabel

 Berdasar pada deskripsi masing-masing kualifiksasi, unit-unit kompetensi dipaketkan
 berdasar pada analisis karateristik masing-masing unit yang mencakup:
 • kelompok umum, inti, dan pilihan
 • tingkat kompetensi kunci yang dimiliki
 • tingkat kesulitan yang tertuang dalam kriteria unjuk kerja
 • tanggungjawab dan persyaratan yang tersirat dan tersurat pada uraian batasan variabel.




                                                                                        18
       BNSP                                              DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
  BADAN NASIONAL            KOMISI STANDARDISASI                   01082005
SERTIFIKASI PROFESI
                        Jalur-jalur Pendidikan, Pelatihan Kejuruan dan
                        Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)
       Jalur Pendidikan                                       Jalur Pelatihan                              Kualifikasi           Level Kualifikasi Mekanik
                                                                                                            Nasional                     Otomotif

        Jalur                   Jalur
     Pendidikan             Pendidikan
                                                                 Pelatihan Berbasis
     Akademik                Profesional                            Kompetensi
                                                                 Competence Base                                IX           n
                                                                                                                             .
                                                                                                                                               Ahli
                                                                      Training
          S3                                                                                                    VIII         .                   .
                                                                                                                VII          .
                                                                                                                                                 .
                         Spesialis                                 PIT                                                       .
                                                                                                                             .                   .
          S2                                                                                                                 .
                                                                                                                             .                   .
                                                                                                                             .                   .
                                                                                                                             .
         S1             D
                                        D4
                                                                                                                VI           .         .Supervisor Mekanik
                                                                                                                V            .           Master Mekanik
                                                                                                                             .
                                        D3
                                                                                                                IV           .                   .
       Univ.
                                                                   PIL                                          III          .           Mekanik Senior
                                       D2                                                                                    .
        Ins.                                                                                                                 .                   .
                    C                                 B
        S.T.
                                        D1
                                                                                                                             .
                                                                                                                             .
                                                                                                                                                 .
                    A                                                                                                        .                   .
                    A
                                                                                                                II           .
                                                                                                                                         Mekanik Yunior
                                                                                                                                                 .
                                             Kursus                                                                          .
       SMU                   SMK           Kejuruan           Udiklat          PIM                              I            .
                                                                                                                             1


                        KETERANGAN :

                        SP :    Spesialis
                        PIT :   Pelatihan Industri Tinggi
                        PIL :   Pelatihan Industri Lanjutan                 Jalur Formal / diperbolehkan
      orientation       PIM :   Pelatihan Industri Mula
        SLP
                                     Permeabilitas Akademik             A
                                     melalui bridging course
                                     Permeabilitas Profesional          B       Syarat-syarat bridging system
         SD                          bridging training
                                                                        C




   GAMBAR NO. 1




                                                                                                                                                             19
       BNSP                                                                                                              DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
  BADAN NASIONAL                                              KOMISI STANDARDISASI                                                 01082005
SERTIFIKASI PROFESI
  Tabel 1
                               RUMUSAN KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA (KKNI)
                                                                            PARAMETER
KUALIFIKASI
                               KEGIATAN                                    PENGETAHUAN                                    TANGGUNGJAWAB
               Melaksanakan kegiatan :                       • Mengungkap kembali.                            • Terhadap kegiatan sesuai arahan.
               • Lingkup terbatas                            • Menggunakan pengetahuan yang terbatas.         • Dibawah pengawasan langsung.
     I
               • Berulang dan sudah biasa.                   • Tidak memerlukan gagasan baru.                 • Belum dapat diberi tanggungjawab
               • Dalam konteks yang terbatas.                                                                   terhadap pekerjaan orang lain.
               Melaksanakan kegiatan :                       • Menggunakan pengetahuan dasar operasional.     • Terhadap kegiatan sesuai arahan.
               • Lingkup agak luas.                          • Memanfaatkan informasi yang tersedia.          • Dibawah pengawasan tidak langsung dan
               • Mapan dan sudah biasa.                      • Menerapkan pemecahan masalah yang sudah          pengendalian mutu.
     II        • Dengan pilihan-pilihan yang terbatas          baku.                                          • Punya tanggung jawab terbatas terhadap
                 terhadap sejumlah tanggapan rutin.          • Memerlukan sedikit gagasan baru.                 kuantitas dan mutu.
                                                                                                              • Dapat diberi tanggungjawab membimbing
                                                                                                                orang lain.
                Melaksanakan kegiatan :                      • menggunakan pengetahuan-pengetahuan            • Terhadap kegiatan sesuai arahan dengan
                • Dalam lingkup yang luas dan memerlukan       teoritis yang relevan.                           otonomi terbatas.
                  keterampilan yang sudah baku.              • Menginterpretasikan informasi yang tersedia.   • Dibawah pengawasan tidak langsung dan
                • Dengan pilihan-pilihan terhadap sejumlah   • Menggunakan perhitungan dan pertimbangan.        pemeriksaan mutu.
     III
                  prosedur.                                  • Menerapkan sejumlah pemecahan masalah          • Bertanggungjawab secara memadai
                • Dalam sejumlah konteks yang sudah            yang sudah baku.                                 terhadap kuantitas dan mutu hasil kerja.
                  biasa.                                                                                      • Dapat diberi tanggungjawab terhadap hasil
                                                                                                                kerja orang lain.
               Melakukan kegiatan:                           • Menggunakan basis pengetahuan yang luas        • Terhadap kegiatan yang direncanakan
               • Dalam lingkup yang luas dan memerlukan        dengan mengaitkan sejumlah konsep teoritis.      sendiri.
                 keterampilan penalaran teknis.              • Membuat interpretasi analistis terhadap data   • Dibawah bimbingan dan evaluasi yang
               • Dengan pilihan-pilihan yang banyak            yang tersedia.                                   luas.
                 terhadap sejumlah prosedur.                 • Pengambilan keputusan berdasarkan kaidah-      • Bertanggung jawab penuh terhadap
     IV
               • dalam berbagai konteks yang sudah biasa       kaidah yang berlaku.                             kuantitas dan mutu hasil kerja.
                 maupun yang tidak biasa.                    • Menerapkan sejumlah pemecahan masalah          • Dapat diberi tanggungjawab terhadap
                                                               yang bersifat inovatif terhadap masalah-         kuantitas dan mutu hasil kerja orang lain.
                                                               masalah yang konkrit dan kadang-kadang tidak
                                                               biasa
                Melakukan kegiatan:                          • Menerapkan basis pengetahuan yang luas         Melakukan:
     V          • Dalam lingkup yang luas dan memerlukan       dengan pendalaman yang cukup dibeberapa        • Kegiatan yang diarahkan sendiri dan
                  keterampilan penalaran teknis khusus         area.                                            kadang-kadang memberikan arahan

                                                                                                                                            26
          BNSP                                                 DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
     BADAN NASIONAL              KOMISI STANDARDISASI                    01082005
   SERTIFIKASI PROFESI
              (spesialisasi).                                • Membuat interpretasi analitik terhadap              kepada orang lain.
            • Dengan pilihan-pilihan yang sangat luas          sejumlah data yang tersedia yang memiliki         • Dengan pedoman atau fungsi umum yang
              terhadap sejumlah prosedur yang baku             cakupan yang luas.                                  luas.
              dan tidak baku.                                • Menentukan metoda-metoda dan procedure            • Kegiatan yang memerlukan tanggungjawab
            • Yang memerlukan banyak pilihan                   yang tepatguna, dalam pemecahan sejumlah            penuh baik sifat, jumlah maupun mutu dari
              procedure standar maupun non standar.            masalah yang konkrit yang mengandung unsur-         hasil kerja.
            • dalam konteks yang rutin maupun tidak            unsur teoritis.                                   • Dapat diberi tanggungjawab terhadap
              rutin.                                                                                               pencapaian hasil kerja kelompok.
            Melakukan kegiatan:                              • Menggunakan pengetahuan khusus yang               Melaksanakan:
            • Dalam lingkup yang sangat luas dan               mendalam pada beberapa bidang.                    • Pengelolaan kegiatan/proses kegiatan.
              memerlukan keterampilan penalaran teknis       • Melakukan analisis, memformat ulang dan           • Dengan parameter yang luas untuk
              khusus.                                          mengevaluasi informasi-informasi yang               kegiatan-kegiatan yang sudah tertentu
            • Dengan pilihan-pilihan yang sangat luas          cakupannya luas.                                  • Kegiatan dengan penuh akuntabilitas untuk
  VI
              terhadap sejumlah prosedur yang baku           • Merumuskan langkah-langkah pemecahan                menentukan tercapainaya hasil kerja
              dan tidak baku serta kombinasi prosedur          yang tepat, baik untuk masalah yang konkrit         pribadi dan atau kelompok.
              yang tidak baku.                                 maupun abstrak.                                   • Dapat diberi tanggungjawab terhadap
            • dalam konteks rutin dan tidak rutin yang                                                             pencapaian hasil kerja organisasi.
              berubah-ubah sangat tajam.

             Mencakup keterampilan, pengetahuan dan tanggungjawab yang memungkinkan seseorang untuk:
             • Menjelaskan secara sistematik dan koheren atas prinsip-prinsip utama dari suatu bidang dan,
 VII
             • Melaksanakan kajian, penelitian dan kegiatan intelektual secara mandiri disuatu bidang, menunjukkan kemandirian intelektual serta analisis
               yang tajam dan komunikasi yang baik.


            Mencakup keterampilan, pengetahuan dan tanggungjawab yang memungkinkan seseorang untuk:
            • Menunjukkan penguasaan suatu bidang dan,
 VIII
            • Merencanakan dan melaksanakan proyek penelitian dan kegiatan intelektual secara original berdasarkan standar-standar yang diakui secara
              internasional.


            Mencakup keterampilan, pengetahuan dan tanggungjawab yang memungkinkan seseorang untuk:
  IX        • Menyumbangkan pengetahuan original melalui penelitian dan kegiatan intelektual yang dinilai oleh ahli independen berdasarkan standar
              internasional




                                                                                                                                                27
       BNSP                                                    DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
  BADAN NASIONAL              KOMISI STANDARDISASI                       01082005
SERTIFIKASI PROFESI
J. KEDUDUKAN SKN DALAM SISTEM PENDIDIKAN DAN
   PELATIHAN KEJURUAN DAN PELATIHAN KERJA
         BADAN NASIONAL                            BADAN STANDAR PENDIDIKAN
        SERTIFIKASI PROFESI                                NASIONAL



   STANDAR KOMPETENSI KERJA                             STANDAR NASIONAL
      NASIONAL INDONESIA                               PENDIDIKAN NASIONAL
            SKKNI


    KERANGKA KUALIFIKASI                               STANDAR PENDIDIKAN
   KERJA NASIONAL INDONESIA                            MENENGAH KEJURUAN
             KKNI


        STANDAR PELATIHAN                                   STANDAR
              KERJA                                   PENYELENGGARAAN KBM



     SERTIFIKASI KOMPETENSI                           SERTIFIKASI KOMPETENSI




                                  SDM KOMPETEN




  K. KARASTERISTIK STANDAR KOMPETENSI MODEL REGIONAL MODEL
      COMPETENCY STANDARD (RMCS)

  Standar Kompetensi dengan pendekatan RMCS memiliki karasteriktik sebagai berikut:
    1. Kemampuan seseorang untuk melakukan suatu kegiatan, pekerjaan atau aktifitas
       tertentu yang bermakna, dihasilkan melalui ”proses belajar”. Baik belajar yang
       dilakukan secara kebetulan maupun terencana atau terorganisasi.
    2. Dalam teori psikologi belajar yang di kemukanan oleh Benyamin Bloom yang
       dikenal dengan Taksonimi Bloom) menyatakan bahwa belajar terbagi atas ranah

                                                                                     28
       BNSP                                           DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
  BADAN NASIONAL          KOMISI STANDARDISASI                  01082005
SERTIFIKASI PROFESI
        kognitif, psikomorik dan affektif yang secara sederhana dapat diartikan sebagai
        pengetahuan, kerampilan dan sikap.
     3. Berdasar pada pengertian pada butir 1 dan 2 kemampuan seseorang untuk melakukan
        suatua tugas atau pekerjaan yang kemudian disebut dengan kompetensi adalah
        kemampuan seseorang untuk melakukan suatu pekerajaan yang didasari oleh
        pengetahuan , keterampilan dan sikap kerja yang relevan dengan bidang kerjanya.
     4. Dengan pernyataan lain yang dimaksud dengan Standar Kompetensi adalah
        perumusan tentang kemampuan yang harus dimiliki seseorang untuk melakukan
        suatu tugas atau pekerjaan yang didasari atas pengetahuan, keterampilan dan sikap
        kerja sesuai dengan unjuk kerja yang dipersyaratkan.
        Dengan dikuasainya standar kompetensi tersebut oleh seseorang, maka yang
        bersangkutan akan mampu:
          • bagaimana mengerjakan suatu tugas atau pekerjaan
          • bagaimana mengorganisasikannya agar pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan
          • apa yang harus dilakukan bilamana terjadi sesuatu yang berbeda dengan
              rencana semula
          • bagaimana menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk memecahkan
              masalah atau melaksanakan tugas dengan kondisi yang berbeda.
     5. Standar dirumuskan dalam unit-unit kompetensi yang terstandar, tetapi tetap
        memiliki fleksibilitas untuk mengantisipasi perubahan atau penyempurnaan.
     6. Parameter keterukuran yang dirumuskan dalam KUK, ditentukan/dijabarkan dengan
        informasi yang tertuang dalam rentang variabel.
     7. Informasi yang tertuang dalam rentang variabel, dirumuskan dalam kalimat yang
        fleksibel sehingga akan selalu up to date. Contoh Peraturan K3L yang berlaku,
        Standar Produk yang berlaku, Manual Instruction yang dipergunakan, SOP yang
        ditetapkan, Kebijakan perusahaan yang diberlakukan dsb.
     8. Unit kompetensi tidak memiliki jenjang atau level, merekan akan memiliki level
        setelah dikemas atau dipaketkan dalam kualifikasi..
     9. Untuk dapat memanfaatkan standar kompetensi, baik untuk keperluan sertifikasi,
        pengembangan program pelatihan/kurikulum dan alat untuk keperluan
        pengembangan SDM lainnya, harus didampingi atau dilengkapi dengan manual
        instruction, SOP, peraturan-peraturan yang relevan dan berlaku, standar produk.jasa
        serta informasi yang relevan lainnya.



  MENGAPA “STANDAR KOMPETENSI” BANYAK DIPILIH SEBAGAI
  INSTRUMEN UNTUK PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)

  Ada beberapa alasan mengapa “standar kompetensi” dipilih sebagai acuan untuk
  pengembangan sumber daya manusia .




                                                                                         29
       BNSP                                               DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
  BADAN NASIONAL            KOMISI STANDARDISASI                    01082005
SERTIFIKASI PROFESI
  Pertama :       Kecepatan perubahan dan kemajuan teknologi yang diaplikasikan di
                  industri menuntut adanya SDM yang memiliki kemampuan beradaptasi dan
                  daya suai yang fleksibel untuk menghadapinya.
  Kedua :         Tinggi dan ketatnya persaingan global menuntut perusahaan atau industri
                  melakukan perencanaan strategik yang berdampak pada tuntutan dan
                  penyesuaian organisasi yang fleksibel. Penyesuaian organisasi tersebut
                  akan berpengaruh pada jabatan-jabatan yang akan mengisinya.
  Ketiga :        Dengan adanya tuntutan bentuk organisasi yang cenderung berubah,
                  pengembangan SDM yang mengacu kepada standar jabatan yang
                  tetap/baku, akan cepat tertinggal, maka perlu dicari model pendekatan lain
                  yang lebih efisien.
  Keempat:        Telah diperkenalkan dan dipakainya model standar kompetensi oleh
                  Internasional Labour Organizition (ILO) di beberapa negara Asia Pasifik
                  yang dinyatakan “compatible” secara International.
  Kelima :        Adanya keinginan “stakeholder” atau yang berkepentingan dari berbagai
                  pihak baik dari unsur pemerintah maupun swasta, untuk memiliki wadah
                  atau badan yang merumuskan arah kebijakan nasional dalam
                  pengembangan SDM, di mana pada saat ini sedang berlangsung proses
                  pembentukannya. Salah satu pemikiran yang telah dirumuskan adalah
                  dipergunakan model standar kompetensi untuk acuan pengembangan SDM.

  L. BAGAIMANA STANDAR KOMPETENSI DIKEMBANGKAN ?
  Pengembangan standar kompetensi dapat dilakukan dengan tiga pendekatan : Pertama
  dikembangkan dengan pendekatan “field research” dan kedua dikembangkan dengan
  pendekatan “benchmark, adopt & adapt” serta kombinasi dari keduanya

  • Pendekatan “field research”
    Pendekatan “field research” dimaksudkan adalah dengan mengadakan riset di
    lapangan untuk menghimpun data primer tentang pekerjaan-pekerjaan yang ada
    kemudian dirumuskan ke dalam draf standar kompetensi, divalidasi, diuji coba, dikaji
    ulang, disosialisasi dan ditetapkan.
  • Pendekatan “benchmarch, adopt & adapt”
    Pendekatan “benchmark, adopt & adapt” adalah dengan mempelajari dan
    membandingkan standar-standar kompetensi yang telah ada di berbagai negara maju
    atau sedang berkembang, standar yang dibutuhkan diadopsi dan disesuaikan dengan
    kebutuhan. Setelah melalui validasi, uji coba dan sosialisasi, standar tersebut dapat
    ditetapkan sebagai standar kompetensi edisi pertama.
  • Pendekatan kombinasi dari keduanya (komprehensif)”
    Pendekatan kombinasi adaah dengan memadukan kedua hal tersebut di atas, untuk
    mengurangi kekurangan dan kelemahan yang ada dan untuk meningkatkan keunggulan
    dari kedua metode tersebut.


                                                                                          30
       BNSP                                                DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
  BADAN NASIONAL             KOMISI STANDARDISASI                    01082005
SERTIFIKASI PROFESI
                            BAB III
             TEKNIS PENYUSUNAN STANDAR KOMPETENSI

A. PEMBENTUKAN TIM PENYUSUN
  Tim Penyusun SKKNI idealnya terdiri dari asosiasi industri, profesi, praktisi yang secara
  teknis menguasai bidang keahlian yang akan dikembangkan, praktisi diklat dan ahli
  perumus standar kompetensi model RMCS. Berdasar pada pengalaman dalam penyusunan
  standard dan metodologi diskusi maka jumlah anggota tim penyusun SKKNI berjumlah
  ganjil dan maksimum 25 orang.


B. STRATEGI DAN METODOLOGI
  1. Strategi penyusunan SKKNI dapat menggunakan strategi atau pendekatan:
          a. Adopsi dan adaptasi
          b. Riset lapangan
          c. Kombinasi adopsi adaptasi dan riset lapangasn

  2. Metodologi yang digunakan
         a.   Delphi
         b.   DACUM


C. KERANGKA PENULISAN STANDAR KOMPETENSI
  Standar kompetensi pada dasarnya merupakan suatu dokumen yang dipergunakan sebagai
  acuan atau referensi untuk berbagai keperluan dan dipergunakan oleh berbagai pihak yang
  berkepentingan, untuk itulah dokumen tersebut harus informatif bagi para penggunanya.
  Agar dokumen tersebut informatif dan mudah digunakan maka biasanya suatu dokumen
  standar kompetensi memiliki kerangka penulisan sebagai berikut:

  Halaman depan yang memuat judul dan lembaga penerbitnya serta versi tahun
  peluncurannya
  Daftar isi
  Lembar daftar Tim Penyusun
  Kata Pengantar
  Lembar Pengesahan
  Daftar istilah
     1. Bab I Pendahuluan
          ° Latar Belakang
                                                                                         31
       BNSP                                               DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
  BADAN NASIONAL           KOMISI STANDARDISASI                     01082005
SERTIFIKASI PROFESI
           ° Tujuan
           ° Penjelasan umum standar kompetensi
       2. Bab II Susunan Unit Kompetesi
           ° Daftar Unit Kompetensi
           ° Pemaketan Unit Kompetensi dalam kelompok level pekerjaan
           ° Unit-unit kompetensi yang tercakup dalam standar
       3. Bab. III Pedoman umum pengujian
           • Daftar referensi

D. PENYUSUNAN DRAFT STANDAR KOMPETENSI
  Mengingat standar kompetensi pada dasarnya memuat sejumlah unit-unit kompetensi yang
  dibutuhkan dalam bidang keahlian/sektor industri tertentu, maka perumusan unit-unit
  kompetensi merupakan tahap yang paling menentukan dalam pengembangan standar
  tersebut. Sub komponen lain dalam standar kompetensi yang berupa penjelesan umum,
  pengemasan/pemaketan ke dalam jenjang pekerjaan dan kualifikasi serta pedoman umum
  pengujian akan dilakukan setelah unit-unit kompetensi tersebut slesai dirumuskan dan
  ditetapkan. Pada umumnya penyusunan draf dilakukan oleh kelompok kerja yang
  memiliki ekpertis dibidangnya dan, memilki jumlah anggota yang ideal sekitar 15 s.d 21
  orang.

  Dalam merumuskan unit kompetensi untuk suatu bidang keahlian dapat dilakukan dengan
  pentahapan sebagai berikut: menetapkan kode unit, merumuskan judul unit, merumuskan
  uraian unit, menetapkan subkompetensi, menjabarkan subkompetensi ke dalam kriteria
  unjuk kerja, merumuskan kondisi unjuk kerja dan menetapkan acuan penilaian.

  1.    Penetapan Kode Unit.

        Penulisan kode unit    kompetensi mengacu kepada Kepmenaker No. KEP-
        227/MEN/2003 tanggal 13 Oktober 2003 ( lampiran 4).

  2.    Judul Unit Kompetensi.

          a. Kriteria penentuan judul unit
             Pada dasarnya setiap unit kompetensi merupakan unit terkecil dari suatu
             standar kompetensi bidang keahlian yang memenuhi ketentuan sebagai berikut:

              • Dinyatakan dalam kalimat aktif dan menggunakan kata kerja aktif, terukur
                  dan terobservasi.
                  • Kata kerja yang disarankan:
                     • Memperbaiki, mengoperasikan, melakukan, menggunakan,
                         melayani, merawat, merencanakan, membuat, dsbnya.
                  • Kata kerja yang harus dihindari :
                                                                                       32
       BNSP                                             DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
  BADAN NASIONAL           KOMISI STANDARDISASI                   01082005
SERTIFIKASI PROFESI
                      • Memahami,       mengetahui,      menerangkan,         menjelaskan,
                       menguraikan dsbnya.
                • Memiliki cakupan yang tidak terlaku luas atau terlalu sempit.
                • Tidak berkaitan dengan nama merek alat tertentu
            Contoh-contoh judul unit kompetensi:

              Judul unit kompetensi yang terlalu sempit:
              1. Memasang baut
              2. Mengisi minyak pelumas
              3. Memasang lampu
              4. Menarik kabel.
              5. Menuang minuman

              Judul unit kompetensi yang terlalu luas/besar
              1. Membangun rumah
              2. Memperbaiki mobil
              3. Mengelola perkebunan
              4. Mengelola jaringan listrik Jawa Bali
              5. Mengoperasikan pembangkit

              Judul unit kompetensi yang benar:
              1. Memperbaiki sistem rem konvensional kendaraan penumpang hingga
                 ukuran 750 kg.
              2. Melakukan “tune up engine” konvensional kendaraan penumpang hingga
                 ukuran 750 kg.
              3. Memasang instalasi listrik 3 titik lampu daya 450 VA /1 phasa pada rumah
                 sederhana.
              4. Melakukan perawatan rutin pada gardu listrik kapasitas.
              5. Merawat dan memperbaiki jaringan distribusi tegangan rendah kapasitas.

          b. Penentuan judul –judul unit untuk standar kompetensi bidang keahlian.
             Untuk menentukan judul-judul unit kompetensi pada bidang keahlian tertentu,
             dapat dilakukan dengan mengidentifikasi pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas
             yang dibutuhkan pada lingkup bidang tersebut dan diurutkan dari yang
             sederhana/mudah ke yang sulit atau kompleks. Hasil identifikasi pertama
             dibahas dan disempurnakan serta disepakati sebagai judul unit kompetensi
             pada standar dimaksud.

      3. Uraian Unit :
         Merupakan penjelasan singkat dari judul unit yang menerangkan secara singkat
         tentang kompetensi yang dimaksud. Contoh uraian unit untuk judul “Memperbaiki
         sistem rem konvensional kendaraan penumpang hingga ukuran 750 kg.”

                                                                                          33
       BNSP                                                DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
  BADAN NASIONAL            KOMISI STANDARDISASI                     01082005
SERTIFIKASI PROFESI
           Contoh Uraian Unit:
           Unit ini berlaku untuk perawatan dan perbaikan sistem rem konvesional yang
           dipakai pada kendaraan penumpang/niaga hingga beban 750 kg, baik yang
           dilakukan dalam bengkel perawatan maupun ditempat lain.

      4. Elemen Kompetensi
         Merupakan beberapa sub-tugas atau pekerjaan yang harus dilakukan untuk
         mencapai kompetensi yang dimaksud. Sub kompetensi dirumuskan dalam kalimat
         aktif dan diawali dengan kata kerja aktif. Setiap unit kompetensi terdiri atas 3 s.d 6
         sub kompetensi yang tersusun secara sekuensis dan logis untuk pencapaian judul
         unit kompetensi.

           Contoh judul elemen kompetensi yang benar :
           Judul unit kompetensi : Memperbaiki sistem rem konvensional kendaraan
           penumpang hingga ukuran 750 kg.”
           Sub-kompetensi :
           1. Mempersiapkan pekerjaan perbaikan
           2. Mendiagnose kerusakan rem
           3. Melakukan perbaikan rem
           4. Menyelesaikan pekerjaan
           5. Membuat laporan

      5.    Kriteria Unjuk Kerja
           Merupakan pernyataan yang memberikan ukuran atau batasan sejauhmana setiap
           sub kompetensi dapat dicapai sesuai dengan standar atau patokan yang ditetapkan.
           Kriteria Unjuk Kerja dirumuskan dalam kalimat terukur dengan bentuk pasif,
           dengan memberi penekanan pada ukuran / batas yang diharapkan tercapai. Batas
           ukuran tersebut didasarkan pada
           • Standard Operation Procedure (SOP)
           • Manual Instruction.
           • Peraturan perundang-undangan yang berlaku.
           • Kebijakan perusahaan.
           Untuk setiap subkompetensi harus/sedapat mungkin diuraikan kedalam aspek
           pengetahuan, keterampilan dan sikap secara komperhensif. Untuk menguraikan ke
           dalam tiga aspek atau domian/ranah tersebut, dapat menggunakan tabel/uraian
           Teori Taksonomi dari Bloom.

           Pemilihan penggunaan kata kerja dari taksonomi Bloom baik untuk ranah kognitif,
           psikomotor maupun afektif, akan menentukan tingkat kesulitan dan level pada unit
           kompetensi tersebut.



                                                                                            34
       BNSP                                                 DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
  BADAN NASIONAL             KOMISI STANDARDISASI                     01082005
SERTIFIKASI PROFESI
           Contoh Kriteria Unjuk Kerja : Memperbaiki sistem rem konvensional kendaraan
           penumpang hingga ukuran 750 kg.”
             1. Mempersiapkan pekerjaan 1.1 Prinsip kerja sistem rem konvensional
                perbaikan                      dipelajari /recall berdasar pada
                                               manual yang berlaku.(pengetahuan).
                                           1.2 Kebutuhan peralatan dan bahan
                                               diidentifikasi sesuai job order/ laporan
                                               kerusakan dan SOP yang berlaku
                                               (pengetahuan)
                                           1.3 Peralatan dan bahan dipersiapkan
                                               sesuai dengan SOP yang
                                               berlaku.(keterampilan)
                                           1.4 Tempat kerja dipersiapkan dan
                                               dibebaskan dari kemungkinan bahaya
                                               kecelakaan kerja(sikap)
                                           1.5 Penggunaan perlengkapan keselamatan
                                               dan kesehatan kerja serta langkah
                                               pengamanan dilakukan sesuai dengan
                                               prosedur yang diberlakukan(sikap)

            2. Mendiagnose      kerusakan 2.1 Dan seterusnya …………………
               rem



      6.   Batasan Variabel
           Merupakan pernyataan yang memberikan penjelasan konteks di mana unit
           kompetensi tersebut dipergunakan, pernyataan ini akan berpengaruh pada tingkat
           kesulitan atau spesifikasi unit yang dimaksud. Contoh tingkat kesulitan suatu
           kompetensi pada perbaikan dan perawatan sistem rem konvensional untuk
           kendaraan penumpang akan berbeda dengan perawatan dan perbaikan sistim rem
           ABS (anti block system) Hal lain yang dirumuskan dalam Kondisi Unjuk Kerja
           antara lain:
           • Konteks unit kompetensi dan lingkup penggunaannya
           • SOP, Manual Instruction Kebijakan Perusahaan.
           • Peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dan mandatori untuk
             dilaksanakan.
           • Peralatan dan perlengkapan yang harus dipenuhi.

           Contoh Kondisi Unjuk Kerja untuk judul unit : Memperbaiki sistem rem
           konvensional kendaraan penumpang hingga ukuran 750 kg.”
           1. Unit ini berlaku untuk perbaikan dan perawatan sistem rem konvensional pada
              mubil penumpang dan niaga hingga beban 750 kg, baik yang dilakukan di
              bengkel perawatan maupun di tempat lain.
                                                                                        35
       BNSP                                              DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
  BADAN NASIONAL            KOMISI STANDARDISASI                   01082005
SERTIFIKASI PROFESI
           2. Standard Operating Procedure (SOP) untuk perbaikan rem konvensional yang
              berlaku sesuai dengan merek tipe kendaraan masing-masing.
           3. Buku manual yang berlaku
           4. Peraturan K3 No. tahun ……
           5. Peraturan KLH No. tahun …… pasal …. tentang pembuangan limbah.
           6. Peralatan yang dipergunakan:
              • Peralatan umum bengkel meliputi, “car lift”, dongkrak, kompressor
              • Peralatan perbaikan rem (brake tool kit)
              • Bahan: minyak rem, bensin, sabun lunak

  7.    Panduan Penilaian
       • Merupakan pernyataan yang memberikan penjelasan singkat tentang bagaimana
          unit kompetensi dimaksud diujikan untuk mengungkap pengetahuan, keterampilan
          dan sikap sebagaimana dituntut dalam kompetensi tersebut;
       • Aspek kritis yang menjadi ciri utama pada unit tersebut;
       • Hal lain yang dirumuskan dalam acuan ini antara lain;
       • Pengetahuan dan keterampilan pendukung yang harus dimiliki untuk tercapainya
          kompetensi dimaksud;
       • Kompetensi yang harus dikuasai sebelum mencapai/sebagai prasyarat.

       Contoh Acuan Penilaian untuk judul unit : Memperbaiki sistem rem konvensional
       kendaraan penumpang hingga ukuran 750 kg.”
       1. Unit kompetensi dapat diujikan secara langsung kepada peserta uji di bengkel
          maupun ditempat lain sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
       2. Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain:
          • No.xxx xxx(A) Bekerja berdasar K3 di bidang perawatan dan perbaikan
              otomotif, dllnya..
       3. Aspek kritikal yang harus dipenuhi
          Setelah perbaikan kendaraan sistem rem harus mampu berfungsi dan mengerem
          kendaraan pada kondisi jalan beraspal dari kecepatan x km.jam pada jarak y mm
          dalam waktu z detik.
       4. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan:
          Hukum Boyle, prinsip kerja pesawat hidrolik, hukum pemindahan tekanan zat cair,
          instalasi rem hidrolik, pengetahuan bahan minyak rem, mekanika teknik yang
          terkait.
       5. Keterampilan pendukung yang dibutuhkan:
          Penggunaan peralatan bantu bengkel, penggunaan peralatan tangan, penggunaan
          peralatan khusus perbaikan rem hidrolik.

       8. Level kompetensi kunci:
       Kompeten       1         2           3          4             5           6             7
       si Kunci
                                                                                          36
       BNSP                                                DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
  BADAN NASIONAL            KOMISI STANDARDISASI                     01082005
SERTIFIKASI PROFESI
       Tingkat        2          1           1            2             2           3             3



  E. TAHAP PENYUSUNAN STANDAR KOMPETENSI

          Standar kompetensi disusun melalui beberapa tahapan, yaitu pembentukan tim
          pengembang, pengumpulan referensi, penyusunan draf, validasi draf, pembahasan
          dalam workshop, penyempurnaan dan peluncuran versi pertama.

          1. Pembentukan tim pengembang
             Tim pengembang standar dibentuk dengan mengikutsertakan unsur-unsur
             praktisi, asosiasi profesi, asosiasi pengusaha, para pakar, praktisi pendidikan
             dan pelatihan, serikat pekerja yang terkait dan sesuai dengan bidang keahlian
             atau sektor industri yang akan dikembangkan. Tim pengembang tersebut dapat
             bersifat “ad hoc” dan akan berakhir bila telah menyelesaikan tugasnya.

         2.   Pengumpulan referensi
              Data dan informasi yang berkaitan dengan penyusunan standar seperti uraian
              pekerjaan/jabatan, SOP yang terkait, manual, peraturan perundangan-
              undangan, standar produksi, kamus istilah, referensi adapatif dan referensi lain
              yang terkait dengan bidang keahlian/sektor industri yang akan dikembangkan
              dikumpulkan dan dipilah berdasar katagorinya.

          3. Penyusunan draf I
             Pada tahap ini draf standar kompetensi disusun dengan menetapkan lingkup
             bidang keahlian, mengidentifikasi unit-unit kompetensi, merumuskan sub-sub
             kompetensi untuk setiap unit kompetensi yang telah diidentifikasi, menetapkan
             kriteria unjuk kerja untuk setiap subkompetensi, menetapkan kondisi unjuk dan
             acuan penilaian dan menetapkan level kompetensi untuk setiap unit yang
             dirumuskan.

          4. Validasi draf I
             Draf I yang telah tersusun divalidasikan kepada pihak yang terkait atau “stake
             holder” yang kompeten, untuk memberikan masukan dan koreksi serta
             keterbacaan dari draf tersebut. Dalam proses validasi tersebut harus dilakukan
             secara sistimatis sesuai dengan kelaziman yang berlaku dalam kegiatan validasi
             suatu konsep.

          5. Workshop
             Workshop pengembangan standar kompetensi dimaksudkan untuk memperoleh
             masukan yang lebih komprehensif dari pihak yang terkait dan relevan..
             Workshop harus diselenggarakan secara formal pada tingkat nasional, agar
             hasil dari kegiatan tersebut sekaligus sebagai bagian dari serta merupakan


                                                                                             37
       BNSP                                                   DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
  BADAN NASIONAL             KOMISI STANDARDISASI                       01082005
SERTIFIKASI PROFESI
              wahana untuk sosialisasi sekaligus pengakuan atau”keberterimaan” atas standar
              kompetensi dimaksud secara nasional.

          6. Penyempurnaan hasil
              Draf yang telah dibahas dan disepakati dalam workshop disempurnakan pada
             aspek penyempurnaan bahasa, kesalahan ketik, peristilahan teknis dan non
             teknis selanjutnya dilakukan pengesahan sebagai Standar Kompetensi Versi
             Pertama.




                                                                                         38
       BNSP                                               DRAF PEDOMAN PENYUSNAN SKKNI
  BADAN NASIONAL            KOMISI STANDARDISASI                    01082005
SERTIFIKASI PROFESI
G. TAHAP PENYUSUNAN DRAF STANDAR KOMPETENSI
Tahap perumusan draf standar kompetensi dilakukan oleh Tim Kerja yang telah
terbentuk dengan tahapan sebagaimana tergambar dalam bagan alur berikut ini.
                                                        Proses
    Pemahaman konsep standar
     kompetensi oleh seluruh
          Tim Kerja
                                                 Identifikasi, perumusan dan
                                                  penetapan judul-judul unit
         Hasil                                        kompetensi yang
                                                   dibutuhkan pada bidang
                                                           keahlian
    Judul-judul unit kompetensi
          yang disepakati

                                                 Perumusan1(satu) judul unit
                                                    kedalam format unit
                                                 kompetensi dari daftar unit
                                                  yang telah disepakati oleh
     1(unit) kompetensi yang                        seluruh anggota Tim
     telah terumuskan dengan
          tepat dan benar

                                                 Perumusan masing-masing
                                                 1(satu) draf unit kompetensi
                                                     oleh Tim Kecil dan
                                                      dilanjutkan dengan
                                                           presentasi
    Perumusan masing-masing
        sejumlah draf unit
    kompetensi oleh Tim Kecil
      dan dilanjutkan dengan
             presentasi
                                                  Tersusunnya seluruh draf
                                                 unit kompetensi dari daftar
                                                  yang telah disepakati dan
                                                  terumuskan dengan tepat

     Penyempurnaan draf dari
   segi bahasa, peristilahan dan                 Draf standar kompetensi
      kesalahan pengetikan                       siap divalidasi




                                                                                37
Usulan Model Kodefikasi Unit-Unit Kompetensi Sebagai Pengganti Kodefikasi
Berdasar Pada Kepmenakertrans KEP-227/MEN/2003 Tanggal 13 Oktober 2003
Untuk Mempermudah Penggunaan Dalam Sistem Informasi Standar Kompetensi
Dan Proses Mutual Recognation Arrangement (MRA).



Untuk dapat mengembangkan sistem informasi standardisasi SKN diperlukan adanya
suatu sistem kodefikasi dan pemetaan standar kompetensi yang lebih mudah dibaca
dan/atau dimengerti (readable). Salah satu sistem standar klasifikasi industri/bidang usaha
yang cukup dikenal adalah Standard Industrial Classification (SIC) yang dikembangkan
sejak tahun 1930-an oleh Komisi Statistik Industrial Interdepartmental yang dibentuk oleh
Biro Pusat Statistik Amerika. SIC mencakup seluruh aktivitas ekonomi berbagai industri
sesuai dengan komposisi dan struktur usahanya. Walaupun SIC telah digunakan dan
mengalami revisi secara periodik, pada awal tahun 1990 para analisis dan pengguna data
mengkritisi SIC yang dianggap tidak “up to date” dan inkonsisten serta belum dapat
merefleksikan struktur ekonomi Amerika Serikat secara representatif.

Berdasarkan alasan di atas, maka OMB Amerika Serikat (Office of Management and
Budget) mengembangkan sistem klasifikasi baru yang lebih konsisten dan fleksibel serta
“up to date”, yaitu sistem klasifikasi industri/bidang usaha yang baru yang disebut NAICS
(North Atlantic Industrial Classification System) yang di”klaim” memiliki konformitas
(kesesuaian) dengan Canada, Mexico dan Negara-negara di Eropa melalui program-
program komparasi internasional yang telah dilakukan.

NAICS dikembangkan atas dasar sebuah konsep ekonomi yang konsisten di mana
pengelompokkan industri atau bidang usaha dilakukan berdasarkan kesamaan proses
(similar process to produced goods) atau pelayanan. Sementara itu, pengelompokkan
industri/bidang usaha pada SIC sebagian berbasis “demand” dan sebagian yang lain
berbasis “production”. Lebih dari itu, NAICS mampu beradaptasi dengan perubahan dan
pertumbuhan ekonomi berbasis pelayanan (service-based economy). NAICS terdiri dari
1170 industri di mana di antaranya terdapat 265 industri merupakan “service-based
industries”, sementara itu SIC terdiri dari 1004 industri di mana di dalamnya terdapat 416
“service related industries”. Sebanyak 358 industri baru direkognisi oleh NAICS, di mana di
antaranya terdapat 250 industri adalah industri-industri berbasis jasa layanan. Dari
sebanyak 20 sektor yang tersedia di NAICS, 16 sektor di antaranya merupakan “service-
related sectors”.
Berdasarkan hasil Inventarisasi dan analisis terhadap dokumen-dokumen pendukung yang
tersedia menunjukkan bahwa sistem kodefikasi dan pemetaan standar kompetensi
                                                                                        38
nasional   (SKN)    seyogyanya    bersifat   komprehensif      yang   dimulai   dari   sektor
industri/lapangan   usaha   sampai    dengan    nomor   unit    kompetensi      sebagaimana
diperlihatkan oleh Gambar 7.

Kerangka kodefikasi SKN di atas memperlihatkan sebuah pendekatan top-down dan
bersifat hirarkikal. Dengan cara semacam ini diharapkan di samping memberikan
kemudahan dalam proses klasifikasi, juga mampu menjamin kodefikasi yang unik
sehingga memudahkan dalam pengelolaan sistem informasinya.

Mengingat sifatnya yang komprehensif, fleksibel dan konsisten dan menjamin
penomoran yang unik, sistem klasifikasi 6 dijit NAICS akan dielaborasi dengan nomor
unit kompetensi (3 dijit) dan nomor pemutakhiran (2 dijit) untuk menghasilkan sistem
kodefikasi yang sesuai dengan kerangka konseptual sistem kodefikasi dan pemetaan
SKN yang diperlihatkan oleh Gambar 8.




                                                                                          39
                   Gambar 7. Kerangka sistem kodefikasi dan pemetaan SKN
      xxx      -    xxx   -   xxx    -   xx



     Sektor (2 dijit) dan sub-sektor (1 dijit)


            Bidang (1 dijit), sub-bidang (1 dijit) dan kegiatan/obyek kegiatan (1 dijit)


                       Nomor unit kompetensi (3 dijit)


                              Nomor pemutakhiran (2 dijit)
                     Gambar 8. Usulan Struktur Sistem Kodefikasi SKN

Gambar 8 memperlihatkan usulan struktur sistem kodefikasi SKN yang merupakan hasil
proses elaborasi antara 6 dijit NAICS dan 3 dijit nomor unit kompetensi serta 2 dijit nomor
pemutakhiran sehingga menghasilkan 11 digit kode SKN. Nomenklatur untuk level sektor,
sub-sektor dan kelompok industri mengikuti nomenklatur NAICS, sedangkan nomenklatur
untuk nama industri, sub-industri (bila ada) dan kegiatan mengikuti nama-nama yang ada
dalam SKN yang tersedia.

Untuk mewujudkan dan mengembangkan SSSK, sistem ini dikelola oleh BNSP (yaitu
instansi independen yang ditunjuk untuk mengelola kegiatan standardisasi dan sertifikasi
kompetensi), bekerjasama dengan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi,
Departemen Pendidikan Nasional dan instansi lainnya yang terkait.

Dalam hubungannya dengan Sistem Standardisasi dan Sertifikasi Kompetensi, SSSK
dapat digambarkan dalam diagram pada Gambar III.9.

Rancangan standar kompetensi disusun oleh masing-masing instansi sektoral bekerja
sama dengan semua instansi terkait, asosiasi profesi / industri, pelaku usaha, para pakar,
pendidik pihak-pihak terkait lainnya (stakeholders). Rancangan ini kemudian diserahkan
kepada BNSP untuk dapat dikonsensuskan dalam suatu konvensi. Rancangan standar
yang sudah dikonsensuskan ini kemudian diserahkan kepada masing-masing instansi
berwenang untuk ditetapkan sesuai dengan lingkup kewenangannya.

Standar Kompetensi Kerja Nasional – SKKNI yang sudah ditetapkan ini kemudian
didistribusikan ke semua pihak terkait untuk digunakan sebagai acuan dalam menjalankan
kegiatannya, termasuk kepada Lembaga Sertifikasi Profesi / Personel – LSP yang sudah

                                                                                           40
diakreditasi, yang akan mensertifikasi sumber daya manusia yang mengajukan
permohonan untuk disertifikasi. LSP nantinya akan melakukan uji kompetensi di tempat
kerja, yaitu di Tempat Uji Kompetensi – TUK yang memenuhi persyaratan.




Daftar referensi:
1. Benyamin S. Bloom, Bertram B, Mesia and David R. Krathwohl (1964). Taxonomy of
   Educational Objectives (two vols: The Affective Domian T The Cogniive Domain)
   New York. David Mckay.
2. Getting Grips with “Developing Competency Standard-NCVER-IAPSD Australia,
3. Competensi Based Tarining Toturial- JGN Consulting Denver USA
   http://home.att.net/-jnimmer/Competency.htm
4. Bloom’s Taxonomy -Aziz El-Mutwali.Webmaster –
   http://www.hct.ac.ae/gat/sec2/sec2_ab2htm
5. Bloom’s taxonomy – http://www.nwlink.com
6. Pedoman Penyususnan Standar Kompetensi- Majelis Pendidikan Kejuran Nasional
   Tahun 1997.
7. Slameto, Drs, b Evaluasi Pendidikan , Penerbit Bumi Aksara Cetakan Ketiga tahun
   2001




                                                                                  41

								
To top