Management Proses Mac Os

Document Sample
Management Proses Mac Os Powered By Docstoc
					                   FUNDAMENTAL
        STRUCTURE QUERY LANGUAGE (SQL),
RELATIONAL DATABASE MANAGEMENT SYSTEM (RDBMS):
                     MySQL




      TUGAS SISTEM INFORMASI BERBASIS WEB
             Dosen : Yadi Utama M.Kom
                             Oleh:

              Asmuni Haris       (09071003061)




               JURUSAN SISTEM INFORMASI

      FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA

                             2009

                                                     1
                                                              Daftar Isi


Daftar Isi.................................................................................................................................2

BAB 1. PENGANTAR RDBMS
          1.1.       Pendahuluan............................................................................................................3
          1.2.       SQL-92…………………………………………………………………………………………….……………………….….…3
          1.3.       Relational Databases…………………………………………………………………….………………………….……4

BAB 2. PENGANTAR MySQL
          2.1.       Pendahuluan............................................................................................................7
          2.2.       Penyesuaian Dengan Standar - Standar SQL……………………………………………….………….…….7
          2.3.       Program - Program Klien MySQL………………………………………………………….….………..7
          2.4.       Database Secara Umum Dan Manipulasi Tabel……………………………………………………..……..9
          2.5.       Storage Engine dan Tipe-tipe tabel………………………………………………………………………10
          2.6.       Opsi - Opsi Kolom……………………………………………………………………………………………….12
          2.7.       Membuat dan Menggunakan Database……………………………………………………..……….12
          2.8        Manipulasi Table………………………………………………………………………………………………..13
                     2.8.1 Membuat table………………………………………………………………………….…………….13
                     2.8.2 Menghapus table………………………………………………………………………………..…..13
                     2.8.3 Merubah tabel…………………………………………………………………………..……….…..13
                     2.8.4 Merubah nama table…………………………………………………………………….………..14

Daftar Pustaka……..……………………………………………………………………….......................................15




                                                                                                                                                2
                                      BAB I
                                 PENGANTAR RDBMS

      1.1.   Pendahuluan

Relational Database Management System (RDBMS) adalah sebuah sistem yang secara otomatis
menyatukan semua DBMS yang saling berhubungan. RDBMS biasanya menggunakan 4th
Genration Languange (4GL) dan sangat fleksibel sehingga data dapat dimodifikasi dengan
mudah, demikian pula dengan struktur databasenya.

RDBMS tumbuh dari suatu teori yang pertama kali dikembangkan oleh E.F Codd (IBM, 1969).
Model relasi CODD ini digunakan untuk menciptakan sebuah sistem secara formal sebagai
media penyimpanan data yang memisahkan representasi data secara internal dari aksses dan
representasi / perwujudan logikanya.

Kekuatan RDBMS terletak pada kemampuannya untuk menyembunyikan detail dari
penyimpanan data dari pengguna database dan cara penggunaanya yang lebih mudah baik bagi
pembangunan aplikasi / programmer, maupun bagi pemakai akhir (end user). Hal ini didukung
pula dengan penggunaan Structured Query Languange (SQL) sebagi sumber dari semua RDBMS.




      1.2.   SQL-92

SQL telah distandarisasi, dan versi saat ini mengacu pada SQL-92. Beberapa database yang
mendukung SQL seharusnya menyesuaikan dengan standard SQL saat ini. Standarisasi
SQL    telah mejadikan        SQL     sebagai     perangkat    atau tool istimewa yang
digunakan dalam pengembangan dan desain web. Sebagian besar program atau        software
untuk pengembangan aplikasi web, terutama Allaire's Cold Fusion dan Macromedia
Dreamweaver Ultradev, mengandalkan pada SQL atau perintah-perintah SQL untuk
menghubungkan dan memperoleh informasi dari database.

Perintah     atau      statement        SQL            yang             paling    sederhana
yang memungkinkan seorang user dapat      menampilkan atau memperoleh data dari       suatu
tabel adalah perintah atau statement SELECT. Sesuai dengan namanya, pengan perintah
SELECT seorang user dapat memilih data yang spesifik dari tabel untuk menampilkannya.
Dengan mengasumsikan bahwa tabel dalam database Anda memiliki nama tabel


                                                                                         3
'mahasiswa', dengan struktur tabel sebagai berikut:




Kemudian Anda jalankan query seperti ini:

       mysql> select * from mahasiswa;




Untuk informasi lebih detil tentang SQL-92, kunjungi :

http://developer.mimer.se/documentation/html_82/Mimer_SQL_Reference_Manual/Intro_S

QL_Stds3.html

       1.3.     Relational Databases
                1.3.1. Relational vs. Flat File Databases

Flat flie database adalah suatu database yang didesain menyertakan suatu tabel tunggal. Flat
file database meletakkan seluruh data kedalam tabel                  tunggal,    atau daftar,
 dengan kolom-kolom yang merepresentasikan seluruh parameter. Sebuah flat file bisa terdiri d
ari banyak kolom, seringkali dengan duplikasi data yang cenderung menyebabkan kerusakan da
ta (data corruption).
Jika Anda memutuskan untuk menggabungkan data diantara dua flat file, maka Anda harus mel
                                                                                           4
akukan copy dan paste informasi yang relevan dari satu file ke file yang lainnya. Disini tidak ada
otomatisasi diantara dua flat file. Jika Anda memiliki dua atau lebih flat file yang berisi data ala
mat klien, sebagai contoh, klien telah berpindah alamat,
maka Anda harus merubah secara manual alamat klien tersebut yang ada dalam setiap flat file.
Perubahan informasi dalam satu file tidak memiliki sangkut paut dengan file lainnya. Flat file
menawarkan       fungsionalitas untuk menyimpan informasi, memanipulasi kolom-kolom,
 mencetak               dan                 menampilkan                informasi                 yang
terformat, pertukaran informasi dengan orang lain melalui email dan melalui internet. Beberap
a flat file bisa dikerjakan pada          file-file  eksternal, seperti text editor, agar
memperluas fungsionalitas dan mengatur informasi yang berhubungan.

Dilain pihak, suatu Relational database, menggabungkan tabel-tabel dengan
berbagai metode untuk dapat berkerjasama. Hubungan-hubungan antar tabel data
dapat dibandingkan, disatukan, dan ditampilkan dalam form-form database. Sebagian
besar relational database menawarkan fungsionalitas untuk berbagi (share) data:

      Melalui jaringan
      Melalui internet

      Dengan laptop dan perangkat elektronik lainnya seperti palm pilots
      Dengan software-software system yang lain

Mendesain flat file database adalah sederhana, dan memerlukan sedikit pengetahuan desain

database. Flat file dapat dikembangkan dengan hanya menggunakan satu database engine. Flat
file dapat dibuat dalam relational database engine dengan tidak mengambil manfaat atau keunt
ungan dari konsep-konsep desain relasional. Mendesain suatu relational database memerlukan
perencanaan        yang    lebih    dari     pada    flat   file   database.   Dengan    flat
file, menambah informasi sepertinya perlu dipertimbangkan. Dengan relational database, dapat
menyimpan data kedalam tabel-tabel sedemikian rupa sehingga hubungan antar tabel dapat di
mengerti. Membangun            suatu     relational database     sangat   tergantung pada
kemampuan Anda untuk menetapkan suatu model relasional. Model harus benar-benar mengg
ambarkan penuh bagaimana data diorganisir dalam ketentuan struktur data, intergriti,
query, manipulasi, dan penyimpanan.

Relational database memungkinkan user-user untuk mendefinisikan kolom-kolom record terten
tu sebagai key atau index, melakukan pencarian, menghubungkan record-record antar tabel da
n menetapkan batasan-batasan integritas. Query-query pencarian lebih cepat dan lebih akurat
                                                                                                   5
jika berdasarkan nilai-nilai yang telah diindex. Record-record tabel dapat dengan mudah
dihubungkan            dengan          nilai-nilai       yang         telah           diindex.
Batasan-batasan integritas dapat ditetapkan untuk menjamin bahwa hubungan antar tabel ters
ebut syah. Jika Anda dapat membuat sebuah hubungan satu-ke-banyak (one-to-many) dalam
tabel-tabel data Anda , sebaiknya Anda menggunakan relational database karena flat file tidak c
ukup untuk menangani seluruh pemrosesan data yang Anda butuhkan.

Relational database menawarkan proses reporting yang lebih baik, dengan berbagai report
generator      yang memfilter     dan menampilkan      kolom-kolom pilihan. Relational
database menawarkan kemampuan membuat module-module reporting Anda sendiri.
Sebagian besar relational database juga menawarkan kemampuan mengimpor dan mengekspor
 data dari software lainnya.

Terdapat tiga sistem relational database yang utama: proprietary, open source, dan
embedded.      Relational   database    yang    proprietary     biasanya    memerlukan
penggunaan bahasa-bahasa pengembangan yang juga bersifat proprietary guna menyempurna
kan SQL. Sebagai contoh MS Access yang menggabungkan visual basic dengan SQL.

Database-database open source, seperti MySQL, didistribusikan dengan gratis agar
mendorong pengembangan user. Embedded dan relational database dikemas sebagai bagian d
ari paket - paket software lainnya, seperti paket-paket software tax-preparation. Vendor
mensuplai database, dan seluruh perlengkapan-perlengkapan manipulasi yang berhubungan,
untuk mengontrol struktur database. Database-database ini biasanya disertakan oleh
perlengkapan-perlengkapan yang mana menyediakan audit bekas-bekas transaksi.




                                                                                              6
                                              BAB II

                                     PENGANTAR MySQL



2.1. Pendahuluan
         MySQL merupakan Database Management System SQL open source yang paling populer, yang di
kembangkan, didistribusikan, dan didukung oleh MySQL AB. MySQL AB adalah sebuah perusahaan kome
rsial, yang didirikan oleh para pengembang MySQL. MySQL AB adalah perusahaan open source generasi
kedua yang menyatukan nilai-nilai dan metodologi open source dengan suatu model bisnis yang sukses.
Berikut ini fitur-fitur utama MySQL:
      MySQL adalah relational database management system
      Software MySQL adalah open source
      Database server MySQL sangat cepat, reliable, dan mudah digunakan
      Database server cMySQL bekerja dalam client/server atau embedded system


2.2. Penyesuaian Dengan Standar - Standar SQL

MySQL mendukung entry-level SQL-92. Entry-level berisi serangkaian keistimewaan - keistimewaan
yang               mendefinisikan          dasar-dasar               pemenuhan               SQL-92.
Oracle menyesuaikan dengan SQL-89, yang mana adalah suatu sub-set dari tipe SQL-92 dengan tambaha
n tipe-tipe spesifik.
Beberapa tipe SQL-92 dipetakan kedalam tipe-tipe oracle. PostgreSQL menggunakan suatu sub-set dari
bahasa SQL92-99 yang diperluas dan bahasa SQL 3. Sintak tipe-tipe data SQL-92 dipetakan langsung ked
alam tipe asli postgreSQL.



2.3. Program - Program Klien MySQL

Program-program klien       MySQL      dapat       dipanggil    atau     dijalankan    dari
command-line, seperti dari sebuah console prompt Windows, atau dari sebuah UNIX prompt sh
ell. Ketika Anda menjalankan suatu program klien, Anda dapat menentukan opsi-opsi
untuk mengontrol tindak tanduk dari program klien. Beberapa opsi menjelaskan kepada progra
m klien tentang bagaimana menghubungi server MySQL. Beberapa opsi lainnya menjelaskan
kepada program klien aksi yang manakah yang harus dilakukan.
Program klien mysql memungkinkan Anda mengirimkan permintaan-permintaan (query)
ke server MySQL, dan menerima hasilnya. Untuk menentukan opsi-opsi yang didukung
                                                                                                   7
oleh program mysql, jalankan perintah dengan opsi –help. Sebagai contoh, untuk mencari
tahu bagaimana menggunakan mysql , ketiklah perintah berikut ini:
       shell> mysql --help

Untuk mengetahui versi dari program mysql, gunakan opsi –version:
      shell> mysql --version

Untuk menghubungi          server menggunakan program klien, klien harus mengetahui
 pada komputer yang manakah server MySQL aktif atau berjalan. Sebuah koneksi atau hubunga
n bisa dilakukan secara lokal pada suatu server MySQL yang berjalan pada komputer yang sama
dengan komputer yang sedang                 menjalankan program        klien    mysql, atau
dapat dilakukan secara jarak jauh (remote) ke suatu server MySQL yang berjalan pada kompute
r yang berbeda dengan komputer yang sedang menjalankan program klien mysql,Anda tentuny
a harus memiliki user account (username dan password) yang terdaftar pada server MySQL ters
ebut untuk dapat melakukan koneksi ke server.

Dua buah opsi yang menunjukkan kepada klien dimanakah server MySQL berjalan, begitu
juga tipe koneksi yang dilakukan.
        --host=nama_komputer
atau
        -h nama_komputer

Opsi ini menentukan pada komputer yang manakah server MySQL aktif atau berjalan. Nilai
dari opsi ini dapat berupa nama komputer atau nomor IP. Nilai default
adalah localhost.
        --port=nomor_port
atau
        -P nomor_port
Opsi ini menunjukkan nomor port yang manakah yang dapat dihubungi pada komputer server,
ini hanya diterapkan untuk koneksi TCP/IP. Default nomor port       MySQL adalah 3306.
Dua buah opsi           yang menyediakan          informasi                  indentifikasi,
yaitu username dan password atau user account yang Anda akan gunakan untuk dapat mengak
ses server.
        --user=username
atau
        -u username
Opsi ini menentukan username untuk account MySQL Anda.

                                                                                         8
       --password=password
atau
        -ppassword
Opsi ini menentukan password untuk account MySQL Anda. Berikut ini contoh-contoh
bagaimana menggunakan opsi-opsi program klien mysql untuk melakukan koneksi:
           ke server menggunakan default nama komputer dan default username
tanpa password:
shell> mysql
    Koneksi ke server pada komputer lokal dengan nama user 'naufal', dan meminta
        mysql untuk menanyakan password Anda:
               shell> mysql --host=localhost --password --user=naufal
    Koneksi ke server dengan opsi yang sama dengan contoh sebelumnya, tetapi
        menggunakan bentuk opsi singkat:
               shell> mysql -h localhost -p -u naufal
    Koneksi ke server dengan IP address yang spesifik, dengan nama user 'naufal' dan
        password 'rahasia':
               shell> mysql --host=1 92. 1 68. 1 .33 --password=rahasia --user=naufal
    Koneksi ke server pada localhost dengan default username dan password
        dan dengan mengkompress paket data yang lewat atau melintas antara klien dan server
               shell> mysql --host=localhost --compress

2.4. Database Secara Umum Dan Manipulasi Tabel

Setiap server MySQL memiliki suatu direktori data yang mana didalam direktori ini tabel-
tabel dan database berada dan dikelola. Server merepresentasikan hal berikut ini:
     MySQL menghubungkan masing-masing database dengan suatu direktori yang ada
        didalam direktori data (ini berarti direktori data adalah direktori parent dari semua
        direktori-direktori database). Sebuah direktori database memiliki nama yang sama
        dengan nama database itu sendiri. Sebagai contoh, suatu database diberi nama
        'sekolah' maka direktori databasenya juga memiliki nama 'sekolah' yang berada
        dalam direktori data. MySQL menggunakan direktori database untuk mengatur
        komponen-komponen database yakni tabel-tabel dan indek-indek. Sebuah database
        bisa jadi kosong atau hanya berisi satu atau beberapa tabel. Database tidak beranak
        atau tidak dapat memiliki sub-sub database, dengan kata lain suatu database tidak
        agi mengandung atau berisi database lainnya didalamnya.
     Setiap tabel dalam suatu database terdiri dari baris-baris dan kolom-kolom. Suatu
        tabel bisa jadi kosong (tidak memiliki baris-baris data atau record), tetapi minimal
                                                                                                9
       harus memiliki sebuah kolom. Suatu tabel bisa juga diindek agar meningkatkan
       performa query. Setiap tabel dihubungkan dengan sebuah file
       formaAUTO_INCREMENT, diterapkan pada kolom-kolom integer. Digunakan
       untuk menghasilkan integer dengan urutan nilai yang unik. Kolom demikian dalam
       suatu tabel hanya ada satu.
      BINARY, diterapkan pada CHAR dan VARCHAR
      NULL dan NOT NULL, dapat diterapkan pada semua kolom
      DEFAULT, menyediakan suatu nilai baku dalam kasus tidak ada nilai yang
       diberikan.
      PRIMARY KEY dan UNIQUEt dalam direktori database yang berisi definisi-
       definisi dan struktur-struktur tabel tersebut. Nama dari file format sama dengan
       nama tabel ditambah akhiran .frm. Sebagai contoh, file format untuk tabel pelajar
       dalam database sekolah diberi nama pelajar.frm dan diletakkan dalam direktori
       sekolah yang berada dibawah direktori data server MySQL. Bergantung pada tipe
       tabel, storage engine untuk suatu tabel biasanya akan membuat file-file tambahan
       untuk tabel tersebut.
        Jika tabel pelajar memiliki tipe MyISAM, maka storage
       engine MyISAM akan membuat file-file data dan indek yang diberi nama
       pelajar.MYD dan pelajar.MYIyang masing-masing digunakan untuk menyimpan yang ma
       sing-masing digunakan untuk menyimpan baris-baris data dan indek-indek. Jika tabel pel
       ajar memiliki tipe InnoDB, MySQL masih membuat suatu file format pelajar.frm
       dalam direktori database, tetapi storage engine InnoDB menyimpan tabel data
       dan informasi indeks kedalam InnoDB tablespace.

2.5 Storage Engine dan Tipe-tipe tabel
MySQL mendukung beberapa storage engine yang bertindak sebagai pengatur untuk
berbagai tipe tabel yang berbeda. Storage engine MySQL mencakup keduanya yang
mengatur tabel-tabel yang transaksinya aman (transaction-safe), dan yang mengatur
tabel-tabel yang transaksinya tidak aman (non-transaction-safe):
    Storage engine asli adalah ISAM, yang menangani tabel-tabel non-transaksi (non-
        transactional). Storage engine ISAM telah digantikan dengan MyISAM dan sudah
        lama tidak digunakan lagi. Pada MySQL 4.1 storage engine ini sudah kuno, bahkan
        pada MySQL 5.0 dihilangkan.

      Storage engine MyISAM diperkenalkan pada MySQL 3.23.0. MyISAM merupakan
       peningkatan untuk menggantikan ISAM. MyISAM menangani tabel-tabel non-
       transaksi (non-transactional). MyISAM memberikan kecepatan dalam proses
                                                                                          10
    penyimpanan dan pengambilan, begitu juga kemampuan-kemampuan pencarian
    keseluruhan teks (full-text). MyISAM didukung dalam seluruh konfigurasi MySQL,
    dan secara default MyISAM menjadi storage engine yang digunakan dalam
    MySQL, kecuali jika Anda mengkonfigurasi MySQL menggunakan storage engien
    yang lainnya.

   Storage engine MEMORY menyediakan tabel-tabel in-memory. Storage engine
    MERGE ditambahkan kedalam MySQL 3.23.25. Storage engine ini memungkinkan
    sekumpulan tabel-tabel MyISAM yang identik untuk dikelola sebagai suatu tabel
    tunggal. Seperti MyISAM, Storage engine MEMORY dan MERGE menangani
    tabel-tabel non-transasksi ( non-transactional), dan keduanya juga disertakan
    secara default dalam MySQL.
    Catatan: Storage engine MEMORY pertama kali dikenal sebagai HEAP engine.

   Storage engine InnoDB dan BDB yang menangani tabel-tabel transasction-safe
    diperkenalkan dalam versi MySQL 3.23 selanjutnya.BDB disertakan dalam
    distribusi binari MySQL-Max pada sistem operasi – sistem operasi yang
    mendukungnya. InnoDB juga disertakan dalam distribusi binari MySQL-Max
    untuk MySQL 3.23. Mulai dengan MySQL 4.0, InnoDB telah disertakan secara
    default dalam seluruh distribusi binari MySQL. Dalam distribusi-distribusi source,
    Anda dapat meng-enable atau men-disable storage engine - storage engine tersebut
    dengan mengkonfigurasi MySQL sesuai dengan kebutuhan Anda.

   NDB cluster adalah storage engine yang digunakan oleh MySQL cluster untuk
    implementasi tabel-tabel yang terpisah di beberapa komputer. Engine ini tersedia
    dalam distribusi source MySQL 4.1.2 dan distribusi binari MySQL-Max 4.1.3.
    Storage engine ini saat ini didukung hana di Linux, Solaris, dan Mac OS X .
    MySQL berniat untuk mendukung engine ini pada platform sistem operasi lainnya
    seperti MS Windows, dan dalam rilis MySQL mendatang.

   Storage engine EXAMPLE adalah suatu sub engine yang tidak menangani apapun.
    Anda dapat membuat tabel-tabel dengan engine ini, tetapi tidak ada data yang dapat
    disimpan atau diambil dalam tabel tersebut. Engine EXAMPLE ini disediakan
    sebagai contoh dalam kode sumber MySQL yang menggambarkan bagaimana
    memulai membuat storage engine baru. Ini umumnya untuk yang tertarik atau
    untuk para pengembang.


                                                                                         11
      Storage engine ARCHIVE digunakan untuk penyimpanan sejumlah besar data
       tanpa pengindekan dengan sebuah footprint yang sangat kecil.
       Storage engine CSV menyimpan data dalam file teks dengan menggunakan tanda
       koma sebagai format pemisah antar nilai-nilai dalam file teks tersebut.

      Storage engine BLACKHOLE menerima tetapi tidak menyimpan data, selalu
       mengembalikan atau menampilkan sesuatu yang kosong.

      Storage engine FEDERATED menyimpan data dalam remote database. Dalam
       MySQL 5.1, storage engine ini hanya bekerja dengan MySQL, dengan
       menggunakan MySQL C client API. Dalam rilis masa depan, dimaksudkan untuk
       memungkinkannya untuk terkoneksi dengan sumber data lainnya dengan
       menggunakan driver-driver atau metode-metode koneksi klien yang lainnya.

2.6 Opsi - Opsi Kolom
Dalam MySQL, pada waktu pertama membuat tabel, atau dikemudian waktu, Anda dapat
menambah, merubah opsi-opsi kolom tabel. Opsi-opsi kolom membatasi data agar
dimasukkan sesuai dengan opsi yang telah ditetapkan.
      ● UNSIGNED, membuat kolom tidak boleh memiliki nilai negatif
      ● ZEROFILL, mengisi lebar data yang ditampilkan dengan nol
      ● AUTO_INCREMENT, diterapkan pada kolom-kolom integer. Digunakan untuk
      menghasilkan integer dengan urutan nilai yang unik. Kolom demikian dalam suatu
      tabel hanya ada satu.
      ● BINARY, diterapkan pada CHAR dan VARCHAR
      ● NULL dan NOT NULL, dapat diterapkan pada semua kolom
      ● DEFAULT, menyediakan suatu nilai baku dalam kasus tidak ada nilai yang diberikan.
      ● PRIMARY KEY dan UNIQUE

2.7 Membuat dan Menggunakan Database

Sebelum Anda dapat membuat sebuah tabel Anda harus terlebih dahulu membuat
Database. Perintah SQL dapat Anda ketikkan dengan huruf besar maupun kecil. Hanya saja
di sini kita menggunakan huruf besar agar Anda lebih mudah membedakan antara
perintah SQL dengan objek-objek lainnya. Perlu diingat, setelah selesai mengetikkan
perintah SQL pada prompt MySQL, Anda wajib mengetikkan tanda titik koma yang
menandakan akhir dari perintah SQL. Sintak penulisan perintah untuk membuat database
seperti berikut ini :
                                                                                            12
       mysql> CREATE D ATABASE database_name;
Hal yang harus diperhatikan dalam penamaan database adalah nama idak boleh menggunakan
kata-kata yang menjadi kosakata SQL seperti select karena hal itu akan membuat rancu. Perlu ju
ga diperhatikan huruf besar atau huruf kecil sebuah nama database karena pada sistem UNIX h
uruf besar dan huruf kecil dibedakan. Pada contoh dibawah ini akan dibuat database
 dengan nama 'Perpustakaan' dan 'perpustakaan'.
Sesudah Anda membuat suatu database, selanjutnya jika Anda ingin 'perpustakaan'
menjadi database yang Anda akses saat ini maka Anda dapat mengakses database tersebut
dengan perintah sebagai berikut :
       mysql>USE perpustakaan;

2.8. Manipulasi Table

2.8.1 Membuat table
Setelah Anda memilih Database barulah Anda dapat membuat sebuah tabel, Sintak
penulisan perintah membuat tabel sebagai berikut:
       mysql> CREATE TABLE nama_tabel(
              kolom1 tipe_data opsi_kolom,
              kolom2 tipe_data opsi_kolom,
              ...........................,
              kolomN tipe_data opsi_kolom,
              PRIMARY KEY(nama_kolom),
              INDEX (nama_kolom)
              ) type=tipe_tabel

2.8.2 Menghapus tabel
       Untuk menghapus tabel gunakan perintah berikut ini:
             mysql> DROP TABLE buku;
       atau
             mysql> DROP TABLE IF EXIS T S buku;

2.8.3 Merubah tabel
       ALTER TABLE memungkinkan Anda untuk merubah struktur tabel yang ada. Anda dapat
merubah tabel untuk keperluan:
     Menambah atau menghapus kolom
     Merubah nama atau definisi kolom
     Menambah atau menghapus index
                                                                                           13
      Menerapkan suatu susunan berbeda pada baris-baris
      Merubah nama tabel

ALTER TABLE bekerja dengan cara membuat salinan tabel dari tabel yang asli yang
bersifat    sementara (temporer). Proses perubahan tabel dilakukan pada tabel
salinan, kemudian       tabel   asli   dihapus,      dan yang baru dirubah namanya.
 Ketika perintah ALTER TABLE sedang dieksekusi, tabel asli masih dapat dibaca oleh
klien-klien. Proses perubahan dan penulisan terhadap tabel dihentikan sampai tabel
yang baru siap, dan kemudian secara otomatis diarahkan ke tabel baru tanpa
kegagalan dalam proses perubahan.
Gunakan keyword MODIFY atau CHANGE,jika Anda akan melakukan perubahan
tipe data kolom. MODIFY dan CHANGE memiliki fungsi yang sama yaitu merubah tipe data
kolom, hanya saja dengan CHANGE memungkinkan nama kolom juga dapat dirubah.

2.8.4 Merubah nama tabel
RENAME merubah nama tabel, dan juga bekerja dalam perintah ALTER TABLE:




Merubah beberapa nama tabel sekaligus dapat dilakukan dengan satu perintah saja dimana
tabel-tabel dipisahakan dengan tanda koma, seperti berikut:




Merubah tipe dan opsi kolom tabel dapat dilakukan juga bersamaan dengan merubah
nama tabel dalam satu perintah seperti berikut ini:




                                                                                         14
                                        Daftar Pustaka


Fiade, Andrew. Usulan Perkembangan Metodologi SDLC Untuk Sistem Informasi Web,
             http://research.mercubuana.ac.id/proceeding/Metodologi-SDLC-Untuk-Sistem-Informasi-
             Web.pdf

Said Hasibuan, M. Firdaus, R. Metode Pembangunan dan Pengembangan Web Learning Dalam Proses
             Knowledge Sharing Community,

             http://journal.uii.ac.id/index.php/Snati/article/viewFile/1611/1386

Karlita, Tita. Metodologi Pembangunan Situs Web,

             http://lecturer.eepis-its.edu/~tita/temp/p1_html/Dasar%20WEB(1)%20-
             %20Metodologi%20pembangunan%20situs%20WEB.pdf




                                                                                              15

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:17
posted:6/16/2011
language:Indonesian
pages:15
Description: Management Proses Mac Os document sample