Docstoc

MAKALAH KOMPETENSI PEMBELAJARAN

Document Sample
MAKALAH KOMPETENSI PEMBELAJARAN Powered By Docstoc
					   PAPER KOMPETENSI PEMBELAJARAN
Karakteristik pendidik dan kompetensi pendidik
           dalam pendidikan islam




                  Disusun oleh :
                RICKY ( 5115087422)




      UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
             TEKNIK ELEKTRO
                      2011
                                          Bab I
                                      Pendahuluan


1 Latar Belakang Masalah
        Sesuai dengan UU Sistem Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003 bahwa pendidik
   yaitu tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong
   belajar, widya iswara, tutor, instruktur, fasilitataor dan sebutan lain yang sesuai dengan
   kekhususan serta berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan.
   Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan
   Dosen. Pada Bab II pasal 2 disebutkan bahwa:
   guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing,
   mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak
   usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
   Pendidik dan peserta didik adalah komponen dasar dalam sistem pendidikan Islam.
   Mereka ini saling berinteraksi dalam proses pembelajaran agar tujuan pendidikan yang
   diinginkan bisa terwujud. Pendidik sangat berperan besar sekaligus menentukan ke mana
   arah potensi peserta didik yang akan dikembangkan. Agar mutu pendidikan Islam dapat
   berkualitas, maka guru atau pendidik harus mempunyai karakter pendidik pendidikan
   Islam yang mumpuni serta para pendidik harus berkompetensi.


2 Masalah atau Topik Bahasan Makalah
        Masalah atau topik bahasan makalah ini yaitu karakteristik pendidik dalam
   pendidikan Islam, uji kompetensi guru, dan materi uji kompetensi guru.


3 Tujuan Penulisan Makalah
        Makalah ini dimaksudkan untuk membahas tentang berbagai hal yang berhubungan
   dengan karakteristik pendidik dalam pendidikan Islam, uji kompetensi guru, dan materi
   uji kompetensi guru serta untuk memenuhi tugas mata kuliah kompetensi pembelajaran.
                                          BAB 2
                                   PEMBAHASAN


1. Karakteristik pendidik dalam pendidikan Islam
         Pendidikan yaitu usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan
   bimbingan, pengajaran, atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.
   Pendidikan Islam yaitu proses pembimbingan pembelajaran dan atau pelatihan terhadap
   manusia (anak, generasi muda) agar nantinya menjadi orang Islam, yang berkehidupan
   serta mampu melaksanakan peranan dan tugas-tugas hidup sebagai “muslim”, yang jika
   di Indonesiakan menjadi orang Islam.
    Menurut Moh.Fadil al-Djamil menyebutkan bahwa pendidik Yaitu orang yang
   mengarahkan manusia kepada kehidupan yang baik sehingga terangkat derajat
   kemanusiaannya sesuai dengan kemampuan dasar yang dimilki oleh manusia.
   Al Qosyandi , seorang pendidik Islam zaman khalifah Fatimiyah di Mesir mengatakan
   beberapa syarat bagi seorang pendidik Islam sebagai berikut:
   a. syarat fisik: bagus badannya, manis muka / berseri-seri, lebar dahinya, dahinya terbuka
   dari rambutnya (bersih).
   b. syarat psikis: berakar sehat, tajam pemahamannya, adil, bersikap perwira, lurus dada,
   bila berbicara artinya lebih dahulu terbayang dalam hatinya, perkataanya jelas dan mudah
   dipahami dan berhungan dengan yang lain, memilih perkataan yang mulia dan baik,
   menjauhi sesuatu yang membawa kepada perkataan yang tidak jelas.
   Selain itu pendidik juga harus menguasai ilmu dan mampu mengajarkannya.
   Seorang guru harus senantiasa belajar. Ini menjadi sangat penting, agar dalam proses
   belajar mengajar tidak terkesan bersifat monoton.
   Guru hendaknya mampu mendidik kreatifitas peserta didik. Dengan adanya kreatifitas
   peserta didik maka penyampaian bahan ajar akan semakin mudah
   Guru dituntut mampu menjadi model, panutan, sentral identifikasi diri bagi peserta didik
   misalnya guru harus memiliki sikap tegas dan terhormat. Apapun yang dilakukan guru
   biasanya akan ditiru oleh muridnya.
   Guru yang baik hendaknya memiliki komitmen pengembangan ilmu dan mengajarkannya
   kepada peserta didik. Dia senantiasa menambah ilmunya dari siapapun dan dari manapun.
   Sorang guru harus mampu mengembangkan nilai akhlak dan peradaban. Guru atau
   pendidik harus memiliki sifat zuhud, mengajar hanya untuk mendapat ridha Alloh, Ikhlas
   dalam melaksanakan tugas, suci dan bersih, murah hati, dan sebagainya. Kalau akhlak-
   akhlak mulia itu sudah tertanam dalam pribadi seorang guru maka dia akan mudah untuk
   mengembangkan akhlak peserta didiknya.
   Guru harus punya komitmen profesionalitas sebab untuk menjadikan mutu pendidikan
   kita berkualitas butuh keprofesionalan.
   Guru seharusnya mengerti dan benar-benar memahami karakter setiap anak didiknya,
   yang sudah pasti berbeda-beda. Tanpa itu, seorang guru mungkin hanya akan menjadi
   pelengkap atau bahkan hiasan formal belaka disuatu lembaga yang menaunginya.
   Sebagai anak didik, kami sangat merindukan sosok guru yang bersahaja, bijaksana, dan
   mau ngemong atau bahkan tulus ikhlas kehilangan apa yang dimiliki seperti harta, tenaga,
   atau bahkan waktu. Selain itu, kami juga rindu sosok guru yang sabar telaten, dan mau
   memperhatikan serta memikirkan masa depan anak didiknya.


2. Uji kompetensi guru
   Para guru hendaknya mengetahui Undang-undang Guru dan Dosen , Itu adalah suatu
   ketetapan politik bahwa pendidik yaitu pekerja profesional, yang berhak memperoleh
   hak-hak dan kewajiban profesional. Sangat diharapkan, pendidik dapat mengabdikan
   secara menyeluruh pada profesinya serta dapat hidup layak dari profesi tersebut.
   Dalam Undang-undang Guru dan Dosen ditentukan bahwa seorang:
   • Pendidik wajib memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi pendidik sebagai agen
   pembelajaran.
   • Kualifikasi akademik diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana (S1) atau
   program diploma empat (D-IV) yang sesuai dengan tugasnya sebagai guru untuk guru
   dan S-2 untuk dosen.
   • Kompetensi profesi pendidik meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian,
   kompetensi profesional, dan kompetensi sosial.
3. Manfaat Uji Kompetensi Guru
   • Pengelompokan guru
   • Acuan pengembangan kurikulum
   • Acuan pembinaan guru
   • Mendorong kegiatan dan hasil belajar


   Materi uji kompetensi guru
 Kemampuan dasar (kepribadian)
        Kemampuan dasar (kepribadian) yaitu kepribadian pendidik yang mantap, stabil,
   dewasa, arif, serta berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia,
   misalnya:
   • Beriman dan bertakwa
   • Berwawasan pancasila
   • Mandiri dan tanggungjawab
   • Berwibawa
   • Berdisiplin
   • Berdedikasi
   • Bersosialisasi dengan masyarakat
   • Mencintai peserta didik dan didikannya
 Kemampuan umum (mengajar)
        kemampuan umum (mengajar) yaitu kemampuan mengelola pembelajaran peserta
   didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan serta pelaksanaan
   pembelajaran, evaluasi hasil belajar, juga pengembangan peserta didik untuk
   mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Contoh kemampuan kepribadian
   yang dimiliki guru yaitu:
   • Menguasai ilmu kependidikan
   • Menguasai kurikulum
   • Menguasai metodologi pembelajaran
   • Menguasai pengelolaan kelas
   • Mampu mengevaluasi pelajaran
   • Mampu mengembangkan dan aktualisasi diri
 Kemampuan khusus (pengembangan ketrampilan)
         Kemampuan khusus (pengembangan ketrampilan) yaitu kemampuan pendidik
   dalam penguasaan materi pembelajaran secara luas serta mendalam yang
   memungkinkannya membimbing peserta didik memperoleh kompetensi yang ditetapkan.
   Gurun juga diharapkan memilki kemampuan untuk berrkomunikasi dan berinteraksi
   secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali
   peserta didik, dan masyarakat. Contoh dari kemampuan khusus (pengembangan
   ketrampilan yaitu:
   • Bertanya
   • Memberi penguatan
   • Mengadakan variasi
   • Menjelaskan
   • Membuka dan menutup pelajaran
   • Mengelola kelas
                                         BAB3
                                      PENUTUP


1. Kesimpulan
   Guru adalah ujung tombak dalam proses belajar mengajar. Karena guru lah yang
   berinteraksi langsung dengan siswa di dalam kelas. Gurulah yang memegang peranan
   yang sangat penting dalam membuat siswa mengerti dan paham mengenai mata pelajaran
   yang diajarkan. Sekolah sebagai institusi pendidikan perlu guru / pendidik yang
   memberikan bekal pengetahuan kepada siswanya mengenai etika, moral, empati, dan
   sebagainya.
   Uji kompetensi guru yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana guru menjalankan
   perannya sebagai pengajar sekaligus pendidik adalah salah satu faktor penting yang perlu
   dilakukan tetapi hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah sejauh mana hasil uji
   komptensi ini akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap proses belajar
   mengajar di sekolah serta output yang dihasilkan.


2. Penutup
   Jika ada kesalahan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kami nantikan saran dan
   kritik yang membangun. Terima kasih atas segala perhatiannya. Mungkin, nasehat
   berikut akan mampu membukakan mata hati kita semua...
                                     DAFTAR PUSTAKA


Al-Quraan dan Terjemahannya” Al-Hikmah”, 2007, Bandung:CV Penerbit Diponegoro
Prof.DR.Muhammad Athiyah Al-Abrasyin (Syamsyudin Asrofi,Dkk.penerjemah), “Beberapa
pemikiran pendidikan agama Islam”, Yogyakarta: Titian Ilahi PRESS, 1996, Hlm. 70.
Drs.H.Jadjab, M.A, 1996, dkk. “Dasar-dasar Kependidikan Islam” (Suatu Pengantar Ilmu
Pendidikan Islam), Surabaya: Karya Aditama
Prof.Dr.H.Ramayulis, “Ilmu Pendidikan Islam”, Jakarta: Kalam Mulia.
Proyek pembinaan prasarana dan sarana perguruan tinggi agama / IAIN di Jakarta Filsafat
Pendidikan Islam, Jakarta:Dirjen Pembinaaan Kelembagaan Agama Islam 1983
Achmad Chodjim, “Syekh Siti Jenar-Makna Kematian”, Serambi-cet. X November 2006
Eko Wahyudi, Menggagas Idealisme Guru, artikel koran Suara Merdeka, 28 Agustus 2006
Fasli Jalal, Sertifikasi Guru Untuk Mewujudkan Pendidikan Yang Bermutu?,
http://sertifikasiguru.org/index.php?page=info, diakses tanggal 7 Maret 2009

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:304
posted:6/14/2011
language:Indonesian
pages:8