Docstoc

Tanaman Obat herbal

Document Sample
Tanaman Obat herbal Powered By Docstoc
					Tanaman Obat : Khasiat Jati Belanda (Guazuma
ulmifolia Lamk)




Nama Umum : Jati Belanda
Nama Ilmiah : Guazuma ulmifolia Lamk
Familia: Sterculiaceae
Synonyms: Theobroma guazuma, Guazuma tomentosa
Nama daerah: Jati londo; Jati sabrang

.
Diskripsi Tumbuhan :

Jati Belanda adalah pohon berukuran sedang, biasanya bercabang dari dasar. Daun adalah
alternatif, di pesawat rata di cabang lama, upperside hijau gelap, lampu bawah hijau-biru.
Daun dasar menonjol asimetris, dan daun memiliki nuansa kasar. Ada tiga urat daun
utama yang timbul bersama-sama dari pangkal daun, merupakan karakteristik dari
keluarga ini dan juga beberapa keluarga yang terkait.

Pohon itu mempunyai bunga berwarna putih krim selama musim kemarau. Ini
berkembang menjadi aneh, buah kayu yang terlihat mirip dengan Rudraksh benar,
digunakan sebagai manik-manik di maala rudraaksh dipakai oleh sadhus. Tetapi memiliki
rasa buah cherry jika dikunyah.

Jati Belanda ditemukan di Karibia,Asia Tenggara, Meksiko, Amerika Tengah dan
Kolombia, Ekuador, Peru, Bolivia, Paraguay, Argentina, dan Brasil. Telah dibudidayakan
di India selama lebih dari 100 tahun.

Guazumae Folium (Jati belanda)

Mengandung zat lendir yang merupakan serat (fiber) bersifat lubricating atau melicinkan
sehingga dapat menghambat penyerapan lemak, glucose, kolesterol yang terdapat dalam
makanan dan memperlancar buang air besar. Kandungan tanin bekerja sebagai
adstringent, zat yang akan mengendapkan protein yang terdapat pada mukus yang
melapisi bagian dalam usus sehingga lapisan ini sukar ditembus dan akan mengurangi
penyerapan lemak.

Manfaat Jati Belanda untuk:

KEGEMUKAN:

Daun jati belanda 7 helai; Daun tempuyung 7 helai; Serbuk majakan sedikit; Air 115 ml,
Direbus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml; diulang selama 30 hari.

PERUT KEMBUNG:

Buah jati belanda ( serbuk) 2 sendok teh; Air mendidih 100 ml; Minyak adas ( bila perlu)
1 tetes, Diseduh, Diminum 2 kali sehari; pagi; sore; tiap kali diminum 100 ml; diulang
selama 7 hari

PELURUH KOLESTEROL

Peluruh Kolesterol, ambil beberapa lembar daun jati belanda kering
kemudian seduh dengan air panas secukupnya seperti membuat teh.
Saring sebelum diminum Agar tidak hambar tambahkan 1 sendok
madu atau gula batu

PEREDA DIARE

Pereda Diare, Daun jati belanda kering di giling dan di jadikan serbuk
ambil 20gr serbuk ini dan seduh dengan air panas. kemudian saring
dan minum 2x sehari. Jika suka, bisa di campur kencur dan madu
secukupnya, tetapi untuk di perhatikan : Orang yang bermasalah
dengan Ginjal sebaiknya menghindarai ramuan ini

PELANGSING

Pelangsing, ambil 7 lembar daun jati belanda segar lalu cuci bersih
tambahkan sepotong rimpang bangle, temulawak atau kunyit putih.
Rebus dengan1, 5 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas.
Setelah dingin saring dan minum, saat meramunya harus bersamaan
dengan temulawak atau kunyit putih guna mengurangi efek
iritasi lambung. Selama mengkonsumsi ramuan ini teteplah minum
banyak air putih.




Manfaat / Khasiat Tanaman Pala (Myristica fragrans)
Nama Umum : Buah Pala
Nama Ilmiah : Myristica fragrans
Familia : Myristicaceae

Pendahuluan

Tanaman ini asli Kepulauan Banda di Indonesia, juga ditanam di Pulau Penang di
Malaysia dan Karibia, terutama di Grenada. Hal ini juga tumbuh di Kerala, sebuah negara
di bagian selatan India. spesies lain termasuk Papua Pala pala M. argentea dari New
Guinea, dan Bombay M. malabarica Pala dari India, yang disebut Jaiphal dalam bahasa
Hindi

Kini pala ditanam di negara-negara tropis, dan di kepulauan Antillia. Dikenal di India
dibawa oleh bangsa Hindu yang teIah menetap di Jawa dan di kepuIauan bagian timur.
Dari India sampai Irian dan Eropa, biji PaIa dan fulinya digunakan sebagai bumbu dan
obat. Tanaman ini biasa ditanamdi kebun dan tempat lain pada ketinggian sekitar 1000 m
dari permukaan laut.PaIa merupakan tumbuhan obat-obatan yang seringkaIi disebut di
Farmakope, Ramuan obat-obatan Nasional atau ditulis sebagai resep resmi, serta
dipergunakan sekurang-kurangnya di 23 negara.

Diskripsi Tanaman Pala:

Tumbuhan berbatang sedang ini memiliki tinggi sekitar 18 m. Daunnya berbentuk bulat-
telur atau lonjong-panjang dimana kaki dan ujungnya tajam. Bagian belakang daun
berwarna biru-hijau, sedang bagian atas daun berwarna hijau-tua, berukuran 15 x 7 cm
dan berbau wangi aromatis. Bunganya berwarna kuning; sebagian besar adalah bunga
jantan dan sebagian lagi bunga betina. Bunga tersebut berkumpul sebagai malai yang
bercagak kecil dan tidak berbulu. Bunga jantan berbentuk buyung, besarnya antara 7-9
mm, dengan tiang benang-sari sedangkan bunga betina agak lebih besar dan tidak
mempunyai tiang benang sari. Tanaman pala berbuah bundar, dengan kerut menurut
panjangnya buah dan terbagi dalam dua belah. Biji paIa yang diperdagangkan berwarna
merah, tertutup oleh mantel berdaging berupa daun (fuli atau arillus, dengan corak merah
tua halus); daging buah keras, berwarna keputih-putihan, mengandung getah putih, dan
rasanya kelat, enak dimakan dengan gula atau sirop.

Kandungan Kimia Buah Pala:

Buah pala mengandung zat-zat : minyak terbang (myristin, pinen, kamfen (zat membius),
dipenten, pinen safrol, eugenol, iso-eugenol, alkohol), gliseda (asam-miristinat, asam-
oleat, borneol, giraniol), protein, lemak, pati gula, vitamin A, B1 dan C. Minyak tetap
mengandung trimyristin.
Biji pala

Minyak atsiri diperoleh dengan penyulingan uap pala tanah, dan digunakan secara luas
dalam parfum dan industri farmasi. Minyak tidak berwarna atau cahaya kuning, dan bau
dan selera pala. Ini berisi sejumlah komponen bunga untuk industri oleokimia, dan
digunakan sebagai makanan alami rasa dalam makanan yang dipanggang, sirup,
minuman, dan permen. Hal ini digunakan untuk mengganti tanah pala karena tidak
meninggalkan partikel dalam makanan. Minyak atsiri juga digunakan dalam industri
kosmetik dan farmasi, misalnya, dalam pasta gigi, dan sebagai unsur utama dalam
beberapa obat batuk. Dalam obat tradisional minyak pala dan pala digunakan untuk
gangguan yang berkaitan dengan sistem saraf dan pencernaan.

Kegunaan Buah Pala:

PaIa dikenal sebagai obat pelepas kelebihan gas di usus dan sebagai obat perut. Kulit dan
daunnya mengandung minyak terbang dengan wangi pala yang menyenangkan. Pala Irian
dipakai sebagai obat pencahar sedangkan pala jantan dipakai sebagai obat rnencret dan
obat perangsang. Bunga kering (kembang Pala) dipakai pada pelbagai campuran jamu.
Getah segar yang berwarna kehijau-hijauan dari buahnya (beserta air) dipakai sebagai
obat kumur untuk mengobati sariawan. Sabun Pala beguna untuk mengobati encok.

Psychoactivity dan toksisitas Buah Pala

Dalam dosis rendah pala tidak menghasilkan respon fisiologis atau neurologis yang
nyata, tetapi dosis besar menyebabkan gejala dan bahaya.
Pala berisi myristicin, inhibitor oksidase monoamina lemah. keracunan Myristicin dapat
menyebabkan kejang-kejang, jantung berdebar, mual, akhirnya dehidrasi, dan nyeri tubuh
umum [7]. Hal ini juga terkenal sebagai deliriant kuat. [8]
Fatal myristicin keracunan pada manusia sangat jarang, tetapi dua telah dilaporkan,
dalam seorang anak 8 tahun [9] dan orang dewasa 55 tahun, kasus yang terakhir
disebabkan oleh kombinasi dengan flunitrazepam. [10].

Ardhi2010 dirangkum dari beberapa sumber antara lain dari EraMuslim.com dan
En.Wikipedia
http://en.wikipedia.org/wiki/Nutmeg
Posted on May 15th, 2010 by | 2 Comments »




Tanaman Obat : Khasiat / Manfaat Kucai (Allium
schoenoprasum)




Nama Umum : Kucai
Nama Ilmiah : Allium schoenoprasum
Familia : Umbelliferae

Pendahuluan:

Selama ini orang mengenal Kucai atau sebagai penyedap masakan. Ahli kuliner
mencacah sayuran itu sebagai campuran telur dadar, tahu, bakwan udang, atau martabak.
Aromanya sedap, membuat kucai jadi salah satu bumbu masakan favorit. Sayuran itu
digunakan untuk menambah rasa pedas dan menyeimbangkan rasa asam cuka pada
asinan.

Pertama kali saya mendengar manfaat kucai pada waktu mengikuti symposium Obat
Tradisionil tahun 1974 di Semarang waktu itu saya masih mahasiswa di UKSW, kalau
ngak salah presentasi dari dosen ITB. Anda tentu mengenal daun kucai yang serupa daun
bawang dengan penampilan lebih langsing.

Waktu itu saya masih ingat manfaat kucai untuk pengobatan kejang/step pada anak anak
dan ternyata lebih jauh lagi kucai dapat meredan gangguan tekanan darah tinggi.
Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung koroner di Indonesia. Saat ini
tujuan pengobatan hipertensi selain untuk mengendalikan tekanan darah juga
menurunkan komplikasi kardiovaskular.
Ada pilihan tanaman obat agar penderita hipertensi tidak tergantung pada obat
farmakologis. Sudah banyak obat tradisional yang mengandung fitofarmaka untuk
mengobati hipertensi yang telah dikonsumsi oleh masyarakat saat ini diantaranya seledri
dan kumis kucing sudah terbukti dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Ada satu lagi
jenis bahan alami yang sudah dikenal sebagai sayuran yaitu kucai yang memiliki kasiat
antihipertensi.

Khasiat Kucai sebagai Antihipertensi

Khasiat antihipertensi itu dikarenakan kucai mengandung senyawa tetrametiloksamida
dan ester 17-etadekadesenil. Efek antihipertensi ekstrak kucai sebanding dengan Atenolol
dosis 25 mg. Atenolol adalah zat penurun hipertensi yang kerap diresepkan dokter yang
tergolong suatu Beta bloker. Soal toksisitas, dari uji klinis tersebut terungkap,
mengonsumsi kucai dalam dosis tinggi sekalipun tetaplah aman.

Telah teruji secara klinis bahwa ekstrak kucai terbukti menurunkan tekanan darah sistolik
(angka fase darah sedang dipompa jantung) dan diastolik (angka saat fase darah kembali
ke jantung/berileksasi).

Periset di Sekolah Tinggi Farmasi Institut Teknologi Bandung mengekstrak 240 mg kucai
yang berumur dua bulan, ternyata kucai dapat menurunkan tekanan darah sistolik hingga
28,67 mmHg dan tekanan darah diastolik hingga 4,64 mmHg. Khasiat antihipertensi itu
dikarenakan kucai mengandung senyawa tetrametiloksamida dan ester 17-etadekadesenil.
Efek antihipertensi ektrak kucai sebanding dengan atenolol dosis 25 mg. Atenolol adalah
zat penurun hipertensi yang kerap menjadi resep dokter.

Bagaimana membuat Ramuan Kucai

Ada beberapa pilihan untuk mengolah kucai dengan resep berikut :
* 200 gram kucai yang masih segar, cuci bersih lalu rebus dalam 3 gelas air hingga
mendidih dan sisakan hingga 1 gelas. Minum ramuan 3 kali sehari, seusai makan.
* Jus daun kucai dengan air secukupnya lalu diminum. Dapat juga dipadukan dengan
buah yang memiliki kadar air banyak seperti belimbing atau melon. Agar lebih
bermanfaat sebaiknya diminum tanpa gula.
* Irisan daun kucai dapat digunakan sebagai campuran masakan kegemaran anda.

Dirangkum antara lain dari tulisan Dr Basuki Pramana dan Deddy Andria

http://deddyandria.wordpress.com/2009/03/22/kucai-sebagai-obat-antihipertensi/
http://basukipramana.blogspot.com/2009/07/khasiat-kucai-allium-schoenoprasum.html

Tanaman Obat : Khasiat / Manfaat Lempuyang Wangi
(Zingiber aromaticum Val.)
Nama Umum : Lempuyang Wangi
Nama Ilmiah : Zingiber aromaticum Val.
Familia : Zingiberaceae

Diskripsi Tanaman :

Berupa tanaman herba rendah sampai tinggi, perennial, batang asli berupa rimpang di
bawah tanah, tinggi lebih dari 1 m. Batang: batang semu berupa kumpulan pelepah daun
yang berseling, di atas tanah, beberapa batang berkoloni, hijau, rimpang; merayap,
berdaging, gemuk, aromatik.

Daun: tunggal, berpelepah, duduk berseling, pelepah; membentuk batang semu, helaian;
bentuk lanset sempit, telebar di tengah atau di atas tengah, panjang 3-7 kali lebar, pangkal
runcing atau tumpul, ujung sangat runcing atau meruncing, berambut di permukaan atas,
tulang daun atau di pangkal, 14-40 x 3-8,5 cm, tangkai berambut, 45 mm. Lidah daun;
tegak, tumpul, seperti membran, berambut 1,5-3 cm.

Bunga: susunan majemuk bulir, bentuk bulat telur, muncul di atas tanah, tegak, berambut
halus, ramping tebal, 9-31 cm, 2-2,5 kali lebar, ujung runcing agak lebar, daun pelindung
dengan ujung datar, ukuran 1,54 x 1,54 cm., sisik tangkai bulir 4-6, lanset, tumpul,
berambut, merah 3-6,5 cm. Daun pelindung sangat lebih besar dari kelopak, sama
panjang dengan tabung mahkota. Ukuran bulir 3,5-10,5 x 1,75-5,5 cm. Kelopak: 13-17
mm.

Mahkota: kuning terang, hijau gelap, atau. putih, tabung 2-3 cm, cuping bulat telur bulat
memanjang, ujung meruncing atau runcing, daun mahkota posterior paling besar 1,5-2,5
x 1-2 cm, bibir bibiran bulat telur atau membulat, jingga .atau kuning lemon, 12 – 20 x 15
– 20 mm. Benang sari: kepala sari elip bulat memanjang, kuning terang, 8 – 10 mm,
penghubung 7 mm. Putik: bakal buah 3 ruang, bakal biji banyak, posisi aksiler, tangkai
putik bercabang dua bebas. Buah: bulat telur terbalik, merah, 12 x 8 mm. Biji: bulat
memanjang bola, rata rata 4 mm. Waktu berbunga : Januari – April. Daerah distribusi,

Habitat dan Budidaya Tumbuhan :

Tanaman ini terdapat di daerah Asia tropika. Di Jawa dapat tumbuh di daerah dengan
ketinggian 1-1200 m dpl, banyak tumbuh sebagai tumbuhan liar di tempat-tempat yang
basah di dataran rendah dan tinggi. Tumbuh baik di bawah hutan jati. Perbanyakan: pada
umumnya dengan potongan rimpang yang bermata tunas atau anakan yang masih muda
setidaknya dengan 1 tunas. Secara alami potongan potongan rimpang yang telah bertunas
akan memperbanyak diri dengan biji. Tumbuhan ini akan dapat berkembang secara baik
di hutan, kebun, pekarangan dengan intensitas matahari di bawah naungan kurang lebih
11-585 lux. Hama: ulat pemakan daun Kerana diocles dan Udapes; sering menimbulkan
kerusakan.

Komposisi :

Rimpang: minyak atsiri yang tersusun dari a-kurkumen, bisabolen, zingiberen, kariofilen,
seskuifelandren, zerumbon, limonen, kamfer; di samping itu zat pedas gingerol, sogaol,
zingeron, paradol, heksahidrokurkumin, dihidrogingerol; informasi lain menyebutkan
damar, tanin, resin, pati, gula.

Penyakit Yang Dapat Diobati :

EFEK BIOLOGI DAN FARMAKOLOGI Rimpang: minyak atsiri rimpang dengan kadar
terendah 1,56% dapat menghambat pertumbuhan Streptococcus alpha secara in vitro; daa
antibakteri berbanding lurus dengan konsentrasi. perasan,

Infusa dan minyak atsiri rimpang lempuyang wangi mempunyai daya antibakteri terhadap
Staphylococcus aureus, Escherichia coli. Potensi daya antibakteri berturut-turut adalah
minyak atsiri, perasan, infusa.
Ekstrak rimpang dengan konsentrasi 100% mampu membunuh cacing tambang anjing.
Kenaikan kontraktilitas uterus yang diakibatkan dari pemberian infusa rimpang
diperkirakan karena sifat iritasi dan kemungkinan adanya efek penurunan kontraktilitas
uterus diperkirakan karena adanya efek langsung minyak atsiri pada otot uterus.

Fraksi ekstrak yang larut dalam. air rimpang lempuyang wangi dapat menyebabkan efek
stimulasi respon imun humoral, menekan respon imun seluler pada mencit. Fraksi ekstrak
yang tidak dapat larut dalam air dapat berefek stimulasi sistem fagositosis; fraksi ekstrak
yang larut dalam air menekan.

Manfaat / Khasiat Lempuyang Wangi :

Rimpang: biasanya digunakan dalam bentuk seduhan rimpang untuk obat asma,
merangsang nafsu makan, merangsang membran mukosa lambung, mengurangi rasa
nyeri, pembersih darah, penambah nafsu makan, menurunkan kesuburan pada wanita,
pencegah kehamilan, pereda kejang;

Disamping itu sering digunakan juga untuk mengobati penyakit empedu, penyakit
kuning, radang sendi, batuk rejan, kolera, anemia, malaria, penyakit syaraf, nyeri perut,
mengatasi kecacingan, masuk angin. Pada pemakaian luar digunakan untuk mengurangi
rasa nyeri .

CARA PEMAKAIAN

Untuk obat masuk angin:

Digunakan 10 gram rimpang segar lempuyang wangi; setelah dicuci, diparut, diperas dan
disaring, kemudian hasil saringan ditambah 2 sendok makan madu dan 1/2 gelas air
matang (panas), diaduk diminum dua kali sehari pagi dan sore sama banyak.

Untuk obat sakit perut dan menambah nafsu makan:

2 jari lempuyang wangi, 3 umbi bawang merah dibuat infusa dengan 110 mI air. Untuk
anak?anak diminum 2 kali sehari pagi dan sore, setiap kali 2 sendok makan.




Tanaman Obat : Khasiat / Manfaat Daun Mimbo
(Azadirachta indica Juss)




Nama Umum : Daun Mimbo
Nama lain/daerah Jawa : Imba, Mimba; Madura : Membha, Mempheuh; Bali :
Intaran, Mimba
Inggris/Belanda : Margosier, Margosatree, Neem tree (Heyne, 1987)
Nama Ilmiah : Azadirachta indica Juss
Familia : Meliaceae

Diskripsi Tanaman

Mimbo merupakan pohon yang tingi (Arbor) batangnya dapat mencapai 20 m bahkan
lebih. Kulit batangnya tebal, batang agak kasar, daun menyirip genap, dan berbentuk
lonjong dengan tepi bergerigi dan runcing, sedangkan buahnya merupakan buah batu
dengan panjang 1 cm.

Buah mimba dihasilkan dalam satu sampai dua kali setahun, berbentuk oval, bila masak
daging buahnya berwarna kuning, biji ditutupi kulit keras berwarna coklat dan
didalamnya melekat kulit buah berwarna putih.
Daun mimba tersusun spiralis, mengumpul di ujung rantai, merupakan daun majemuk
menyirip genap. Anak daun berjumlah genap diujung tangkai, dengan jumlah helaian 8-
16. tepi daun bergerigi, bergigi, beringgit, helaian daun tipis seperti kulit dan mudah laya.

Bangun anak daun memanjang sampai setengah lancet, pangkal anak daun runcing, ujung
anak daun runcing dan setengah meruncing, gandul atau sedikit berambut. Panjang anak
daun 3-10,5 cm (Backer dan Van der Brink, 1965).

Di dalam sel palissade terdapat hablur kalsium oksalat bentuk roset, kadang-kadang
dalam satu sel terdapat beberapa hablur, jaringan bunga karang terdiri dari beberapa lapis
sel berbentuk hampir bulat, rongga udara besar, di dalam jaringan bunga karang terdapat
ruang sekresi dan hablur kalsium oksalat bentuk roset.

Habitat
Tumbuhan liar di hutan dan di tempat lain yang tanahnya agak tandus, ada juga yang
ditanam orang ditepi-tepi jalan sebagai pohon perindang (Mardisiswodjo, 1985). Banyak
terdapat di daerah Jawa Barat, Jawa Timur, Madura 1-300 meter. Umumnya di tempat
yang sangat kering, di pinggir jalan, pada hutan yang terbuka (Backer dan Van der Brink,
1965).

Kandungan kimia

Daun Azadirachta indica Juss mengandung senyawa-senyawa diantaranya adalah ?-
sitosterol, hyperoside, nimbolide, quercetin, quercitrin, rutin, azadirachtin, dan nimbine.
Beberapa diantaranya diungkapkan memiliki aktivitas antikanker (Duke , 1992). Daun
Azadirachta indica Juss mengandung nimbin, nimbine, 6-desacetylbimbine, nimbolide
dan quercetin (Neem Foundation, 1997).

Khasiat dan kegunaan

Tanaman Azadirachta indica Juss mempunyai beberapa kegunaan. Di India tanaman ini
disebut “the village pharmacy”, dimana Azadirachta indica Juss, digunkaan untuk
penyembuhan penyakit kulit, antiinflamasi, demam, antibakteri, antidiabees, penyakit
kardiovaskular, dan insektisida (McCaleb, 1986). Daun Azadirachta indica Juss juga di
gunakan sebagai repelan, obat penyakit kulit, hipertensi, diabetes, anthelmintika, ulkus
peptik, dan antifungsi. Selain itu bersifat antibakteri dan antiviral (Narula, 1997).

Seduhan kulit batangnya digunakan sebagai obat malaria. Penggunaan kulit batangnya
yang pahit dianjurkan sebagai tonikum. Kulit batang yang ditoreh pada waktu tertentu
setiap tahun menghasilkan cairan dalam jumlah besar. Cairan ini diminum sebagai obat
penyakit lambung di India. Daunnya yang sangat pahit, di Madura digunakan sebagai
makanan ternak. Rebusannya di minum sebagai obat pembangkit selera dan obat malaria
(Heyne, 1987).

Sumber :Cancer Chemoprevention Research Centre UGM Yogyakarta
http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com/ensiklopedia-tanaman-anti-kanker/d/daun-mimba/




Tanaman Obat : Khasiat / Manfaat Panax Ginseng




Nama Umum : Ginseng
Nama Ilmiah : Panax ginseng
American ginseng (P. quinquefolius)
Ginseng Siberia (Eleutherococcus senticosus)

Ginseng (Panax ginseng [Latin]) adalah tanaman yang paling banyak digunakan dalam
pengobatan Cina, obat mujarab benar digunakan untuk mengobati hampir semua selama
ribuan tahun. Akar tanaman ginseng digunakan medicinally, dan memiliki bentuk kuasi-
manusia; nama Cina asli untuk ramuan ini adalah jen shen, yang berarti “akar manusia.”

Meskipun ada beberapa spesies yang berbeda dari ginseng, itu adalah bentuk ramuan
Cina ini (Panax ginseng) yang telah paling banyak dipelajari. American ginseng (P.
quinquefolius) adalah populer di Asia dan negara-negara Barat, dan sifat obat ginseng
Siberia (Eleutherococcus senticosus) juga menjadi semakin terkenal.
Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa ginseng dapat meningkatkan mood,
meningkatkan memori, meningkatkan konsentrasi dan ketahanan fisik, kemudahan
kecemasan, dan bahkan meningkatkan skor tes. Ginseng kemampuan untuk
meningkatkan fungsi mental tampaknya meningkat bila ramuan ini diberikan dalam
kombinasi dengan ginkgo.

Ginseng dianggap suatu adaptogen, artinya menyesuaikan diri seperlunya untuk
mengobati ketidakseimbangan dalam tubuh. Hal ini telah ditunjukkan untuk membantu
menyeimbangkan tekanan darah gula darah, trigliserida dan tingkat kolesterol, dan
hormon baik pada pria maupun wanita.

Ginseng juga merupakan penguat sistem kekebalan tubuh dan detoxifier alam. Ini
membantu menjaga hati, kelenjar adrenal, dan tiroid sehat, dapat membantu mencegah
penyakit mulai dari flu biasa sampai kanker.

Ada banyak kajian Asia ginseng mendemonstrasikan kemampuan untuk memperlambat
perkembangan kanker. Studi di Korea Selatan dan Cina keduanya menunjukkan bahwa
orang yang secara teratur mengkonsumsi ginseng yang kurang kemungkinan untuk
mendapatkan kanker paru-paru, dan ginseng yang tampaknya meningkatkan efek radiasi
dan kemoterapi. Studi menunjukkan bahwa dua senyawa dalam ginseng, ginsan dan
alkohol membantu polyacetylinic menghancurkan sel-sel kanker paru-paru dan
pertumbuhan tumor yang lambat.
menurunkan LDL
Ginseng diperkirakan memiliki efek stimulan ringan, yang dapat menjelaskan
kemampuan konon untuk mempertajam kesadaran mental dan mengurangi gejala
kelelahan kronis. Tes juga menunjukkan bahwa ginseng dapat membantu
mencegah serangan jantung dengan menurunkan detak jantung dan tekanan
darah. Ginseng telah terbukti dapat atau “buruk” kadar kolesterol, dan
meningkatkan kekuatan otot jantung itu sendiri.

Salah satu yang paling terkenal ini menggunakan ginseng adalah bahwa dari
stimulan-libido. Penelitian telah mendukung kepercayaan tradisional bahwa
ginseng bertindak sebagai afrodisiak dengan merangsang hipotalamus untuk
menghasilkan hormon seks yang merangsang pertumbuhan sel dan penyembuhan
pada organ seks. Ginseng sangat bermanfaat untuk laki-laki mengalami disfungsi
ereksi kesuburan atau; akan meningkatkan tingkat testosteron dan aliran darah ke
penis. Perempuan yang berada dalam tahap awal dan mengalami menopause hot
flashes juga dapat mengambil manfaat dari suplemen ginseng, karena ginseng telah
ditemukan untuk merangsang ovarium untuk menghasilkan estrogen lebih.

Ginseng kemampuan untuk meningkatkan fungsi otak dan bertindak sebagai
stimulan dapat membantu orang yang menderita depresi, stres, dan dependensi
beberapa obat (kokain atau methamphetamines, misalnya). Studi juga
menunjukkan bahwa suntikan ginseng dapat membantu meningkatkan kadar
hormon Adrenocorticotropic (ACTH) dan adrenalin dalam tubuh, yang
mendukung kelenjar adrenal dalam waktu stres dan mencegah kelenjar adrenal
membakar-out yang dapat menyebabkan penyakit yang serius seperti penyakit
Addison .

Dosis yang umum adalah 250-500 miligram dalam kapsul atau 1 sendok teh ekstrak
cair sehari-hari. Anda juga dapat membeli akar ginseng segar atau kering di
beberapa toko makanan kesehatan untuk membuat, ampuh rumah teh diseduh ½
sendok teh penggunaan akar dikeringkan dalam secangkir air panas sekali atau dua
kali sehari.

Meskipun daftar manfaat kesehatan yang terkait dengan ginseng bisa mengambil
halaman, beberapa manfaat yang seharusnya memiliki manfaat lebih ilmiah
daripada yang lain. Misalnya, ada bukti ilmiah yang baik, menurut Mayo Clinic,
ginseng yang mungkin bermanfaat bagi pasien yang memiliki masalah jantung.
Ginseng juga telah terbukti mengurangi kadar gula darah ke tingkat yang wajar
bagi orang-orang yang memiliki diabetes tipe-2. Penelitian juga menunjukkan
bahwa ginseng dapat meningkatkan efektivitas antibiotik dan vaksinasi flu. Tidak
ada yang yakin mengapa hal ini tampaknya kasus ini, dan penelitian lebih lanjut
diperlukan untuk memahami manfaat ini.

Sejauh berbagai klaim lain tentang ginseng dan manfaat kesehatan, putusan masih
keluar. Penelitian yang dilakukan namun beberapa hasil sudah tidak meyakinkan.
Sebagai contoh, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah
ginseng sebenarnya bisa membantu dalam pengobatan ADHD atau jika dapat
membantu pasien melalui kemoterapi untuk mempertahankan lebih berat dan
kemampuan sistem kekebalan tubuh. mungkin manfaat lain dari ginseng termasuk
menurunkan kolesterol, menurunkan tekanan darah, memperbaiki disfungsi ereksi,
menurunkan resiko kanker, dan puluhan kondisi kesehatan lainnya.
Sebagian alasan untuk masalah ini adalah bahwa banyak dari studi penelitian awal
dilakukan pada manfaat ginseng di daerah ini tidak dilakukan dengan benar atau
tidak dilakukan dengan kontrol yang tepat di tempat, yang berarti bahwa hasil bisa
dipertanyakan. Mengulangi penelitian di bawah kondisi yang lebih baik untuk
mencapai hasil yang lebih akurat membutuhkan waktu, relawan, dan pendanaan,
maka penundaan dalam mengembangkan bukti yang meyakinkan.

Bagaimana Pemakaiannya agar Ginseng Aman

Jika Anda memutuskan untuk memasukkan ginseng ke rutin kesehatan Anda,
berbicara dengan dokter Anda terlebih dahulu. Beberapa tumbuhan dapat
mengganggu dengan obat lainnya dan beberapa dapat menyebabkan efek samping
yang serius. Ingatlah bahwa hanya karena sesuatu yang alami tidak berarti selalu
aman. Ikuti saran dokter Anda pada dosis dan berhenti minum herbal jika Anda
mulai untuk mengalami reaksi negatif.

Anda juga mungkin ingin melacak manfaat kesehatan yang Anda alami setelah
mengambil ginseng sehingga Anda dapat menyumbangkan sesuatu untuk penelitian
yang sedang berlangsung.
http://www.vitaminstuff.com/herbs-ginseng.html
http://www.nutralegacy.com/blog/general-healthcare/the-benefits-of-ginseng/




Tanaman Obat : Manfaat / Khasiat Lidah Buaya (Aloe
vera)




Nama Umum : Lidah Buaya
Nama lain : Quadranal (Pakistan), Ghrtakumari (India),Sabila (Amerika);
katraazhai (Tamil)
Nama Ilmiah :Aloe vera

Diskripsi Tanaman :

Tanaman Lidah buaya adalah stemless atau batangnya sangat pendek berasal
tanaman segar tumbuh 60-100 cm (24-39 in) tinggi, menyebarkan oleh offset. Daun
tebal dan berdaging, hijau abu-abu-hijau, dengan beberapa varietas menunjukkan
bintik-bintik putih pada permukaan atas dan batang bawah margin daunnya
bergerigi dan. Memiliki gigi putih kecil.

Bunga diproduksi di musim panas di spike sampai dengan 90 cm (35 in) tinggi,
masing-masing bunga gantung, dengan mahkota berbentuk tabung 2-3 cm kuning
(0,8-1,2 dalam) lama. Seperti spesies buaya lainnya , lidah buaya bentuk mikoriza
arbuskular, sebuah simbiosis yang memungkinkan akses yang lebih baik untuk
tanaman nutrisi mineral dalam tanah.

Penyebaran/distribusi alami lidah buaya tidak jelas, karena spesies telah banyak
dibudidayakan di seluruh dunia. Ia telah mengemukakan bahwa berdiri
naturalisasi dari spesies yang terjadi melalui Afrika Utara di Aljazair, Maroko, dan
Tunisia, bersama dengan Kepulauan Canary dan Madeira.

Spesies diperkenalkan ke Cina, India dan di berbagai bagian Eropa selatan dalam
17 abad. Spesies ini secara luas naturalisasi di tempat lain, terjadi di daerah
beriklim sedang dan tropis Australia, Barbados, Belize, Nigeria, Paraguay Selain
menyuburkan rambut, lidah buaya juga dikenal berkhasiat untuk mengobati
sejumlah penyakit. Di antaranya diabetes melitus dan serangan jantung.

Lidah buaya atau Aloevera pada awalnya kita kenal sebagai penyubur rambut ,
sekarang adalah salah satu tanaman obat yang berkhasiat menyembuhkan berbagai
penyakit. Tanaman ini sudah digunakan bangsa Samaria sekitar tahun 1875 SM.

Makanan Kesehatan

Menurut seorang pengamat makanan kesehatan (suplemen), Dr. Freddy Wilmana,
MFPM, Sp.FK, dari sekitar 200 jenis tanaman lidah buaya, yang baik digunakan
untuk pengobatan adalah jenis Aloevera Barbadensis miller. Lidah buaya jenis ini
mengandung 72 zat yang dibutuhkan oleh tubuh.

Di antara ke-72 zat yang dibutuhkan tubuh itu terdapat 18 macam asam amino,
karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral, enzim, hormon, dan zat golongan obat.
Antara lain antibiotik, antiseptik, antibakteri, antikanker, antivirus, antijamur,
antiinfeksi, antiperadangan, antipembengkakan, antiparkinson, antiaterosklerosis,
serta antivirus yang resisten terhadap antibiotik.

Mengingat kandungan yang lengkap itu, lidah buaya menurut Dr. Freddy bukan
cuma berguna menjaga kesehatan, tapi juga mengatasi berbagai penyakit.
“Misalnya lidah buaya juga mampu menurunkan gula darah pada diabetesi yang
tidak tergantung insulin. Dalam waktu sepuluh hari gula darah bisa normal,”
katanya.

Mengandung Antioksidan

Menurut Dr. Freddy, beberapa unsur mineral yang terkandung dalam lidah buaya
juga ada yang berfungsi sebagai pembentuk antioksidan alami. Misalnya vitamin C,
vitamin E, dan zinc.
“Bahkan hasil penelitian yang dilakukan ilmuwan asal Amerika Serikat
menyebutkan bahwa dalam Aloevera barbadensis miller terdapat beberapa zat
yang bisa berfungsi sebagai antioksidan,” ujarnya. Antioksidan itu berguna untuk
mencegah penuaan dini, serangan jantung, dan beberapa penyakit degeneratif.

Lidah buaya bersifat merangsang pertumbuhan sel baru pada kulit. Dalam lendir
lidah buaya terkandung zat lignin yang mampu menembus dan meresap ke dalam
kulit. Lendir ini akan menahan hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit.
Hasilnya, kulit tidak cepat kering dan terlihat awet muda.
Selain wasir, lidah buaya bisa mengatasi bengkak sendi pada lutut, batuk, dan luka.
Lidah buaya juga membantu mengatasi sembelit atau sulit buang air besar karena
lendirnya bersifat pahit dan mengandung laktasit, sehingga merupakan pencahar
yang baik.

Sejauh ini, menurut Dr. Freddy, penelitian belum menemukan efek samping
penggunaan lidah buaya. Jika ada masalah, itu hanya berupa alergi pada mereka
yang belum pernah mengonsumsi lidah buaya. “Tapi, sejauh ini dari pasien saya
yang mengonsumsi suplemen berbahan dasar lidah buaya, reaksi yang muncul
adalah karena daya kerja obat yang melawan penyakit,” katanya.

Ramuan Lidah Buaya
1.Radang tenggorokan
Cara Meramu: 1 daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong-potong atau
diblender. Tambahkan 1 sendok makan madu murni. Minum 3 kali sehari.
Ambeien
Cara Meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dibuang durinya, dicuci,
lalu diparut. Beri setengah (1/2) gelas air panas, kemudian peras. Tambahkan 2
sendok makan madu. Dalam keadaan hangat, minum 3 kali sehari.

2.Sembelit
Cara Meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya
dipotong kecil-kecil. Seduh dengan setengah (1/2) gelas air. Beri 1 sendok makan
madu. Hangat-hangat dimakan 2 kali sehari.

3.Diabetes melitus/kencing manis

Cara Meramu: 2 batang daun lidah buaya, dicuci, dibuang durinya, dipotong-
potong. Rebus dengan 3 gelas air, lalu saring. Minum 3 kali sehari sesudah makan,
masing-masing setengah gelas.
Penurun kadar gula darah
Cara Meramu: 1 pelepah lidah buaya ukuran besar (kira-kira seukuran telapak
tangan) dibersihkan dengan mengupas kulit dan durinya. Rendam sekitar 30 menit
dalam air garam. Remas sebentar lalu bilas di bawah air yang mengalir (air kran).
Rebus dengan 3 gelas air hingga mendidih. Dinginkan. Minum sebanyak 1/2 gelas, 2
sampai 3 kali sehari.

4.Penyubur rambut
Cara Meramu: 2 pelepah lidah buaya dicuci lalu kupas. Isinya digosokkan pada
kulit kepala yang telah dikeramas pada sore hari. Bungkus dengan kain. Keesokan
harinya rambut dibilas. Lakukan setiap hari selama 3 bulan.

4.Batuk (yang membandel)
Cara Meramu: 20 g daun lidah buaya dicuci, dikupas, dipotong-potong. Beri 2
sendok makan madu murni. Minum 2 kali sehari. Ulangi selama 10 hari. @ Suharso
Rahman.
Ardhi2010 dirangkum dari berbagai sumber antara lain :
http://en.wikipedia.org/wiki/Aloe_vera
http://www.resep.web.id/obat/khasiat-lidah-buaya-aloevera.htm




Khasiat / Manfaat Jipang atau Labu Siem (Sechium
edule)




Nama Umum : Labu Siem,Labu siam,
Nama lain : Labu jipang (Jawa Tengah), manisah (Jawa Timur), waluh siam (Jawa
Barat), Manado bernama ketimun Jepang dan di dunia internasional biasa disebut
chayote (Mexico),Siem Pumpkin
Nama Ilmiah : Sechium edule
Familia : Cucurbitacae

Diskripsi Tanaman :

Tanaman Labu Siem termasuk tanaman merambat, atau menjalar. Untuk itu
sebaiknya kalau berkebun Labu Siem paling baik mempergunakan anjang-anjang .
Asli Amerika Selatan, daunnya berbentuk lekuk tangan, sedangkan buahnya
berbentuk genta.

Dalam kehidupan sehari-hari, labu siam dikenal sebagai sayuran buah yang
menyehatkan. Buahnya bisa dimasak sayur lodeh, oseng-oseng, atau sayur asam.
Pucuk batang dan daun mudanya biasa dibuat lalap, diasak oseng-oseng, sebagai
teman makan nasi.

Bila anda menderita penyakit darah tinggi di anjurkan untuk minum perasan air
labu siam. Resepnya, satu air labu siam. Resepnya, satu buah labu siam segar
diparut lalu diperas, dan air perasannya diminum setiap pagi dan sore.
Di Meksiko, umbi yang berumur setahun dijadikan makanan lezat setelah direbus.
Tak heran, tanaman yang di Jawa Tengah dikenal sebagai labu jipang, manisah
(Jawa Timur), waluh siam (Jawa Barat), dan di dunia internasional biasa disebut
chayote ini dijadikan cadangan pangan bagi penduduk Meksiko.

Kandungan Kimia :

Buahnya mengandung zat saponin, alkaloid, dan tannin. Daunnya mengandung
saponin, flafonoid, dan polifenol,” Daging buahnya terdiri dari 90 persen air, 7,5
persen karbohidrat, 1 persen protein, 0,6 persen serat, 0,2 persen abu dan 0,1
persen lemak. Juga mengandung sekitar 20 mg kalsium, 25 mg fosfor, 100 mg
kalium, 0,3 mg zat besi, 2 mg natrium, serta beberapa zat kimia yang berkhasiat
obat.

Efek Diuretik
Sudarman Mardisiswojo dalam buku Cabe Puyang Warisan Nenek Moyang,
tanaman yang di ini, buahnya mengandung vitamin A, B, C, niasin, dan sedikit
albuminoid. Karena bersifat dingin, jika dimakan terasa sejuk dan dingin di perut.

Dalam buku Cabe Puyang Warisan Nenek Moyang, Sudarman hanya menjelaskan
bahwa buah tanaman ini baik untuk menyembuhkan gangguan sariawan, panas
dalam, serta menurunkan demam pada anak-anak karena mengandung banyak air.
Maksudnya tidak ada penjelasan kandungan mana yang bisa meredakan darah
tinggi.

Seperti diketahui, melalui air seni yang banyak terbuang akibat sifat diuretik dari
labu siam, kandungan garam di dalam darah pun ikut berkurang. Berkurangnya
kadar garam yang bersifaat menyerap atau menahan air ini akan meringankan
kerja jantung dalam memompa darah, sehingga tekanan darah akan menurun.

Pasien dengan gangguan asam urat di Klinik Obat Tradisional RS Bethesda,
Yogryakarta, mengonsumsi labu siam. Katanya, air labu siam memiliki efek
diuretik yang baik, sehingga melancarkan buang air kecil. Dengan begitu, kelebihan
asam urat bisa segera dikeluarkan dari dalam tubuh.

Bagi penderita penderita kencing manis juga cocok mengonsumsi labu siam yang
telah dikukus. Kandunganpatinya mengenyangkan, sehingga penderita diabetes
melitus tak lagi mengonsumsi makanan pokok secara berlebihan.

labu siam tak cocok diberikan kepada penderita rematik lantaran sifat dinginnya
malah memicu munculnya gejala sakit.

Tanaman Obat : Manfaat / Khasiat Jahe Merah
(Zingiber officinale Roxb. var Rubra.)
Nama Umum : Jahe merah
Nama Ilmiah : Zingiber officinale Roxb. var Rubra.
Familia : Zingiberaceae

Merupakan tanaman herba semusim, tegak, tinggi 40-50 cm. Batang semu, beralur,
membentuk rimpang, warna hijau. Daun tunggal, bentuk lanset, tepi rata, ujung
runcing, pangkal tumpul, warna hijau tua. Bunga majemuk, bentuk bulir, sempit,
ujung runcing, panjang 3,5-5 cm, lebar 1,5-2 cm, mahkota bunga bentuk corong,
panjang 2-2,5 cm, warna ungu. Buah kotak, bulat panjang, warna cokelat.

Jahe gajah
Bentuknya besar gemuk dan rasanya tidak terlalu pedas. Daging rimpang
berwarna kuning hingga putih.

Jahe kuning
Merupakan jahe yang banyak dipakai sebagai bumbu masakan, terutama untuk
konsumsi lokal. Rasa dan aromanya cukup tajam. Ukuran rimpang sedang dengan
warna kuning.
Khasiat Jahe Merah

Jahe merah digunakan secara luas dalam pengobatan tradisional China. Dikatakan
bahwa ia adalah pengobatan Yang dan sangat mendukung limpa kecil,
perut/lambung dan ginjal (terutama untuk pria dan juga diklasifikasikan sebagai
aphrodisiac/zat perangsang dan pengobatan yang baik untuk impotensi) Migrain,
pusing-pusing, melancarkan peredaran darah, memperbaiki pencernaan, perut
kembung, memecah gas dalam perut, encok & pegal linu, masuk angin, influenza

Kemungkinan lain efek antihistamin pada jahe yang menyebabkan asma mereda,”
Namun, bagi Anda penderita asma sekaligus maag, sebaiknya menghindari
konsumsi jahe merah. “Karena gingerolnya bisa bikin lambung panas dan iritasi

Beberapa khasiat jahe merah yang masih harus dibuktikan karena tampaknya
terlalu fantastis:

Viagra alami, merangsang keluarnya air susu ibu, mendorong produksi getah
bening, menjaga kekebalan tubuh, mencegah kemandulan dan memperkuat daya
tahan sperma. Unsur farnesal yang terkandung dalam tanaman ini juga mampu
mencegah proses penuaan karena merangsang regenerasi sel kulit.

Pengobatan mabuk alkohol, menetralisir asam lambung, anti jamur, antioksidan,
antiseptik, anti kejang, anti virus, obat perangsang, bengkak arthritis, asma,
penyumbatan pembuluh darah, kutu air (jamur kaki), disentri bakteri, kebotakan,
masalah produksi air empedu, pengencer darah, penghangat tubuh, bronchitis,
pendarahan, luka bakar (diaplikasikan ke kulit), kanker, kolera, selesma, sakit
perut, pereda batuk, depresi, diare, bantuan pencernaan, kehilangan selera makan,
pengurangan atau pemberhentian dosis SSRI (selective serotonin reuptake
inhibitor:

Jahe merah Antara lain digunakan untuk obat anti depresi), sakit mens, masalah
pencernaan, kolesterol naik, infeksi jamur, perut kembung, flu, sakit kepala, infeksi
Helicobacter pylori, tekanan darah tinggi, stimulan sistem kekebalan tubuh,
impotensi, peningkatan penyerapan obat, peningkatan metabolisme, parasit usus,
Kawasaki’s disease, masalah ginjal, pencahar, masalah hati, tekanan darah rendah,
migren, malaria, penahan sakit, pernapasan, gigitan ular beracun, memperlancar
mens, psoriasis (dipakai di kulit), turunnya suhu tubuh akibat serotonin,
mempercepat kelahiran, obat penguat, sakit perut, luka lambung, bengkak pada
zakar, sakit gigi, infeksi pada sistem pernapasan bagian atas.

Rasanya sangat tepat jika jahe merah disebut si rimpang ajaib. Buku ini secara
rinci menguraikan keberadaan jahe merah, kekerabatan, cara pertumbuhan, cara
pengolahannya, sampai berbagai produk olahannya. Juga dipaparkan cara
membuat ramuan dan cara pemakaiannya, serta berbagai pengalaman orang-orang
(penderita penyakit) yang memakai jahe merah untuk mengobati penyakitnya.




Tanaman Obat : Manfaat / Khasiat Pulai (Alstonia
scholaris [L.] R. Br. )




Nama Umum : Pulai
Nama Ilmiah : Alstonia scholaris [L.] R. Br.
Sinonim : A. spectabilis, R.Br.
Familia : Apoeynaccae
Nama Lokal :
Lame (Sunda), pule (Jawa), polay (Madura). kayu gabus,; pulai (Sumatera).hanjalutung
(Kalimantan).kaliti, reareangou,; bariangow, rariangow, wariangow, mariangan,
deadeangow,; kita (Minahasa), rite (Ambon), tewer (Banda), Aliag (Irian),; hange
(Ternate). devil’s tree, ditta bark tree (Inggris).; Chatian, saitan-ka-jhad, saptaparna
(India, Pakistan).; Co tin pat, phayasattaban (Thailand).;
Deskripsi Tumbuhan

Tumbuhan Pulai tersebar di seluruh Nusantara. Di Jawa pulai tumbuh di hutan jati, hutan
campuran dan hutan kecil di pedesaan, ditemukan dari dataran rendah sampai 900 m dpl.
Pulai kadang ditanam di pekarangan dekat pagar atau ditanam sebagai pohon hias.
Tanaman berbentuk pohon, tinggi 20 – 25 m. Batang lurus, diameternya mencapai 60 cm,
berkayu, percabangan menggarpu. Kulit batang rapuh, rasanya sangat pahit, bergetah
putih. Daun tunggal, tersusun melingkar 4 – 9 helai, bertangkai yang panjangnya 7,5 – 15
mm, bentuknya lonjong sampai lanset atau lonjong sampai bulat telur sungsang,
permukaan atas licin, permukaan bawah buram, tepi rata, pertulangan menyirip, panjang
10 – 23 cm, lebar 3 – 7,5 cm, warna hijau.

Perbungaan majemuk tersusun dalam malai yang bergagang panjang, keluar dari ujung
tangkai. Bunga wangi berwarna hijau terang sampai putih kekuningan, berambut halus
yang rapat. Buah berupa buah bumbung berbentuk pita yang panjangnya 20 – 50 cm,
menggantung. Biji kecil, panjang 1,5 – 2 cm, berambut pada bagian tepinya dan
berjambul pada ujungnya. Perbanyakan dengan biji atau setek batang dan cabang.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Demam, malaria, limfa membesar, batuk berdahak, diare, disentri, ; Kurang napsu
makan, perut kembung, sakit perut, kolik, anemia, ; Kencing manis (diabetes melitus),
wasir, gangguan haid, bisul,; Tekanan
darah tinggi (Hipertensi), rematik akut, borok (ulcer), ; Beri-beri, masa nifas, payudara
bengkak karena ASI.;

BAGIAN YANG DIGUNAKAN :

Kulit kayu dan daun. Kulit kayu dikeringkan dengan cara di jemur atau
pemanasan.

INDIKASI :
Kulit kayu dapat mengatasi:
- demam, malaria, limpa membesar,
- batuk berdahak,
- diare, disentri,
- kurang nafsu makan,
- perut kembung, sakit perut, kolik,
- kencing manis (diabetes mellitus),
- tekanan darah tinggi (hipertensi),
- wasir,
- anemia,
- gangguan haid, dan
- rematik akut.

Daun dapat digunakan untuk mengatasi:
- borok (ulcer), bisul,
- perempuan setelah melahirkan (masa nifas),
- beri-beri, dan
- payudara bengkak karena bendungan ASI.

CARA PEMAKAIAN :
Kulit kayu sebanyak 1-3 g direbus, lalu minum. Untuk pemakaian luar,
getahnya diteteskan untuk mematangkan bisul, tertusuk duri dan radang
kulit. Air rebusan kulit batang pulai digunakan untuk mencuci luka,
radang kulit bernanah, borok atau sebagai obat kumur pada sakit gigi.

CONTOH PEMAKAIAN :
1. Demam
a. Kulit batang pulai sebanyak 3 g dicuci bersih lalu direbus dengan
1 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin disaring, tambahkan 1

sendok makan madu lalu diaduk merata. Minum sekaligus.

b. Kulit batang bagian dalam diremas-remas dengan daun kelici
(Caesalpinia crista Linn.) dan daun sembung, tambahkan sedikit
air. Peras dan saring, minum.

2. Malaria
Kulit batang pulai yang sudah digiling menjadi bubuk, diambil
sebanyak 2 sendok makan. Rebus dengan 2 gelas air bersih sampai
tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum sekaligus. Lakukan
setiap hari sampai sembuh. Selama minum obat ini, hindari makanan
yang asam dan pedas. Bila penyakitnya berat, gunakan kulit pulai
hitam.

3. Diare : Minumlah rebusan kulit batang pulai.

4. Memperkuat lambung :
Kulit batang pulai lapisan sebelah dalam diremas-remas dalam air,
minum.

5. Perut kembung, limpa membesar :
Kulit batang pulai bagian dalam. diremas-remas dengan cuka, lalu
minum.

6. Darah tinggi :
Kulit batang pulai 1/4 jari, daun kumis kucing dan daun poncosudo
sebanyak 1/5 genggam, daun pegagan, dan daun meniran masing-
masing 1/4 genggam, buah ketapang 1 buah, gula enau 3 jari.
Semua bahan dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan
3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring,
dibagi untuk 3 kaii minum. Setiap kaii minum cukup 3/4 gelas.

7. Kencing manis / Diabetes mellitus
Kulit batang pulai sebanyak 2 jari, dicuci lalu dipotong-potong
seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa
separonya. Setelah dingin disaring, minum 1/2 jam sebelum makan.
Sehari 2 kali, masing-masing 3/4 gelas.

8. Membangkitkan selera makan
Sebanyak 10 g bubuk dari kulit batang pulai diseduh dengan air
mendidih. Tambahkan air perasan 1 buah jeruk limau, 1 sendok
makan madu dan sedikit garam, aduk merata. Setelah dingin
diminum sekaligus.

9. Borok bernanah
Daun pulai kering digiling menjadi serbuk. Taburkan pada borok
bernanah setelah dibersihkan terlebih dahulu. Lakukan 2 kali sehari,
sampai sembuh.

10. Beri-beri
Ambil daun pulai yang masih muda sebanyak 16 lembar, masukkan
ke dalam bambu, lalu direbus dengan air,bersih. Air rebusannya
diminum pada pagi hari. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

11. Wanita setelah melahirkan (untuk membersihkan organ dalam)
a. Sediakan daun pulai dan rimpang jahe yang segar secukupnya,
lalu cuci bersih. Buat menjadi jus atau ditumbuk sampai halus.
Saring dan peras, airnya lalu diminum.

b. Kulit pulai dibersihkan, tambahkan sepotong kunyit, sedikit jahe

dan separo buah pala. Rebus dengan cuka encer pada periuk
tanah yang tertutup rapat. Setelah mendidih diangkat. Minum
selagi hangat.

12. Sakit badan dan dada
Gunakan akar pulai yang dikunyah dengan pinang. Balurkan pada
badan yang sakit.

CATATAN :
Ada beberapa jenis pulai, di antaranya pulai putih dan pulai hitam
(pulai
Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Kulit kayu rasanya pahit, tidak
berbau.

KANDUNGAN KIMIA :
Kulit kayu mengandung alkaloida ditain, ekitamin (ditamin), ekitenin, ekitamidin,
alstonin, ekiserin, ekitin, ekitein, porfirin, dan triterpen (alfa-amyrin dan lupeol). Daun
mengandung pikrinin. Sedangkan bunga pulai mengandung asam ursolat dan lupeol. Efek
Farmakologis dan Hasil Penelitian : 1. Zat aktif triterpenoid dari kulit kayu pulai dapat
menurunkan kadar glukosa darah kelinci (Setyarini, Fak. Farmasi Unair, 1987). 2.
Ekstrak air kulit kayu pulai secara in vivo dapat menekan daya infeksi telur cacing gelang
babi (Ascaris suum) pada dosis 130 mg/ml dan secara invitro menekan perkembang telur
berembrio menjadi larva an pada dosis 65 mg/ml

(Thresia Ranti, jurusan Farmasi FMIPA ITB, 1 99 1). 3. Pemberian infus 10% kulit kayu
pulai dengan dosis 0,7; 1,5 dan 39/kg bb kelinci mempunyai efek hipoglikernik (Sulina,
Jurusan




Tanaman Obat : Manfaat / Khasiat Gadung (Dioscorea
villosa)




Nama Umum: Gadung,
Nama Ilmiah : Dioscorea villosa
Nama Lain :Wild Yam, Huang Tzu Yao, Yu Shu, Yam
Famili : Dioscoreaceae
Bagian yang Digunakan: Akar Rimpang,

Deskripsi Tanaman :

Gadung kita kenal sebagai tanaman merambat, daun tunggal berbulu. Tumbuh ditempat
dataran rendah sampai ketinggian 1300 m dpl. Bergetah dan sangat beracun, Namun
dengan penanganan yang khusus yaitu setelah di iris-iris tipis gadung dilumuri dengan
abu dan dijemur beberapa hari, kemudian direndam diair mengalir selama 3-4 hari racun
akan hilang. Kemudian dijemur sampai kering dan siap dikonsumsi.
Gadung Didokumentasikan & mempunya khasiat sebagai senyawa : antispasmodic, Anti-
kelelahan, Anti-inflamasi, Chologogue, estrogenik, Hypocholesterolemic




Kandungan Bahan kimia tanaman:
Termasuk: Aluminium, asam askorbat-, Ash, Beta-karoten, kalsium, Chromium, Cobalt,
Dioscin, Dioscorin, diosgenin, Besi, Magnesium, mangan, Niacin, Fosfor, Kalium,
Protein, Riboflavin, Selenium, Silicon, Sodium, Thiamin, Timah, Seng

Dikutip Referensi dari beberapa tulisan

1. Umbi ini telah digunakan di beberapa budaya sebagai pengganti kopi. Hal ini
membantu mendukung limpa, paru-paru dan ginjal. Dioscoreae berisi hingga tiga belas
diosgenin persen. Diosgenin telah diproses dan diberikan kepada pasien untuk
mengurangi arthritis, asma, eksim, mengatur metabolisme dan kesuburan. diosgenin
menyediakan blok bangunan steroid untuk mengembangkan hormon seks manusia dan
dapat digunakan untuk mengembangkan massa otot dan kekuatan ini telah digunakan
untuk ketidakstabilan emosional, batuk kronis, diare, dan diabetes.. ”

2. Aksi dan Penggunaan Obat: antispasmodic Mungkin bantuan terbaik dan
menyembuhkan promptest untuk kolik empedu,. Sangat membantu dalam mual ibu hamil
berharga juga. Di morbus kolera menyakitkan dengan kram, kasih sayang bersifat sakit
saraf, cegukan hebat dan asma teratur.”

3. Nama Botani: Dioscorea oppositae Farmasi nama: Radix Dioscoreae Oppositae Bahasa
Inggris:. Cina Yam Root Properties:. Manis, netral. Saluran masuk: Limpa, Paru, Ginjal,
dan Fungsi. Klinis menggunakan: Tonifies dan menguntungkan Limpa dan Lambung:
digunakan dalam kasus-kasus dari Kurang Limpa atau perut dengan gejala seperti diare,
kelelahan, berkeringat spontan, dan kurangnya nafsu makan pada paru dan Manfaat.
memelihara Ginjal: digunakan untuk Wasting dan haus sindrom. Karena herbal ini
membasahi dan tidak panas atau dingin, itu manfaat baik itu Yin dan Yang dari paru dan
Ginjal. Hal ini juga digunakan untuk spermatorrhea, sering buang air kecil, dan
leukorrhea. ”

4. Wild yam root /Ubi Gadung telah digunakan selama ratusan tahun untuk mengobati
rematik dan penyakit radang sendi seperti Penemuan glikosida steroid (diosgenin). Di
akar divalidasi praktek kuno ini. Spesies Sebagian besar ubi rambat mengandung banyak
steroid tanaman, terutama diosgenin, saponin prekursor dalam sintesis progesteron.
Tanpa ubi, kompleks industri tidak akan mampu memenuhi permintaan dunia untuk
kortikosteroid sintetik. Tapi dengan mereka, para ilmuwan dapat menurunkan hewan atau
steroid manusia dalam proses multi langkah yang cukup mudah. Wild ubi adalah satu-
satunya sumber yang benar-benar baik steroid tanaman untuk tujuan tersebut.

Diosgenin menyediakan sekitar 50 persen dari bahan baku untuk sintesis steroid. Harus
ditekankan bahwa tidak ada suatu persamaan antara diosgenin dan steroid manusia.
Dibutuhkan banyak langkah sintetik untuk mendapatkan dari satu ke yang lainnya. Jika
yam memiliki efek steroid pada tubuh, itu bukan karena mengandung hormon steroid,
tetapi karena prekursor steroid memiliki efek yang sama. Tubuh tidak mengakui mereka
atau kesalahan mereka untuk hormon sendiri, tetapi menggunakannya dengan cara yang
sama.
Penelitian telah menunjukkan bahwa yam, yam ekstrak dan / atau diosgenin memiliki
yang baik untuk tindakan anti-inflamasi yang sangat baik. Dalam satu rangkaian
penelitian, ubi ditemukan untuk mendorong penurunan pendek tinggal di tekanan darah
dan peningkatan aliran koroner ketika disuntikkan intravena pada kelinci. Juga pada
kelinci, yang saponin ubi, makan secara oral, mencegah peningkatan besar dalam kadar
kolesterol darah. Efek terapi yang baik saponin gadung pada pasien dengan aterosklerosis
dikombinasikan dengan hipertensi telah dikonfirmasi dalam praktek klinis.

British Herbal Pharmacopoeia mengakui akar ubi liar sebagai yg mengeluarkan keringat,
spasmolytic ringan, anti-inflamasi, antirheumatic dan cholagogue, untuk digunakan
dalam pengobatan kolik usus, diverticulitis, rheumatoid arthritis, rematik otot, kram,
klaudikasio berselang, kolesistitis, dismenore, dan ovarium dan uterus nyeri. rheumatoid
arthritis kolik empedu dan indikasi spesifik untuk penggunaan ubi. ”




Tanaman Obat : Khasiat / Manfaat Tapak Dara (Vinca
Rosea)
Nama Umum : Tapak doro/tapak dara,
Nama lain : Tapak merpati, kembang sari cina, kembang pletekan
Nama Ilmiah : Vinca rosea, atau Catharantus roseus

Diskripsi tumbuhan :
Tapak dara kita kenal sebagai tanaman hias, sebutan untuk tanaman ini antara lain Vinca
Rosea, Lochnera rosea, catharanthus roseus. Nama lokalnya kembang sari cina dan
kembang pletekan. Bunganya berbentuk terompet warnanya merah muda seperti ros,
dengan merah tua di bagian tengah, putih dengan merah di tengah.

Pemberian nama tapak doro /tapak dara Dikenal juga dengan sebutan tapakdara (jejak
burung dara) karena buahnya yang panjang lonjong itu tersusun dua-dua, mengingatkan
orang dengan jari-jari kaki (tapak) burung dara.

Tanaman berbatang lunak tetapi hidup menahun.Tingginya 20-80 cm. Daunnya yang
bulat telur memanjang tersusun berhadap-hadapan pada batang itu. Di ketiak daun inilah
muncul bunganya yang berwarna merah ros atu putih, munculnya selalu di daerah pucuk
batang.
Vinblastin dan Vindolin

Daun tanaman ini populer untuk mengobati tumor
Karena kandungan vinblastin-nya, sejenis alkaloid yang antineoplastik (mampu
menumpas sel-sel tumor)
Vinblastin (vinca-leucoblastin) yang disarikan dari daun pernah diolah menjadi obat
paten yang diedarkan sebagai Velban, Exal dan Velbe. Kini obat-obat itu sudah tidak
dibuat lagi karena selain kurang manjur juga berakibat samping menimbulkan rasa nyeri.
Selain vinblastin, sari daun tapakdara juga mengandung vindolin, sejenis alkaloid lain
berbentuk metilester dari asam karboksilat aspidospermidin.

Untuk mengobati diabetes
Ambil segenggam daun tapakdara yang direbus dalam air 3 gelas. Setelah mendidih dan
dibiarkan begitu terus sampai air tinggal 2 gelas, sarinya diminum.Jamu seperti ini perlu
diminum 3 kali sehari
Menurut pengalaman orang-orang yang suka memanfaatkannya, dalam seminggu saja
rasa lemah badan dan sering capai gara-gara kencing manis itu sudah hilang




Tanaman Obat : Khasiat / Manfaat Temu Lawak
(Curcuma xanthorrhiza)




Nama Umum : TEMULAWAK
Nama Ilmiah : Curcuma xanthorrhiza
Familia : Zyngiberaceae

Pendahuluan
Bahwa Obat -obat tradisional sekarang sudah mulai diproduksi dan dipasarkan lewat
pabrik-pabrik obat Salah satunya adalah rimpang temulawak yang telah dikenal oleh
nenek moyang kita sejak jaman dahulu.
Selama ini, telah banyak penelitian-penelitian yang dilakukan baik oleh ilmuwan
Indonesia maupun ilmuawan asing untuk membuktikan khasiat temulawak, tetapi karena
belum adanya sistem pendokumentasiaan yang terpadu, maka belum semua hasil-hasil
penelitian tersebut dapat diakses oleh masyarakat umum.
Untuk mengetahui khasiat temulawak, telah dilakukan beberapa cara pengujian, baik
secara in vitro, pengujian terhadap binatang dan uji klinis terhadap manusia. Dari hasil-
hasil penelitian yang telah dilakukan, yang paling banyak adalah uji terhadap binatang
percobaan, sedangkan uji terhadap manusia masih tergolong jarang.
Efek analgesik
Yamazaki (1987, 1988a) melaporkan bahwa ekstrak metanol temulawak yang diberikan
secara oral pada tikus percobaan, dinyatakan dapat menekan rasa sakit yang diakibatkan
oleh pemberian asam asetat. Selanjutnya, Yamazaki (1988b) dan Ozaki (1990)
membuktikan bahwa germakron adalah zat aktif dalam temulawak yang berfungsi
menekan rasa sakit tersebut.

Efek anthelmintik
Pemberian infus temulawak, temu hitam dan kombinasi dari keduanya dalam urea
molasses block dapat menurunkan jumlah telur per gram tinja pada domba yang diinfeksi
cacing Haemonchus contortus (Bendryman dkk. 1996).

Efek antibakteri/antijamur
Dilaporkan bahwa ekstrak eter temulawak secara in vitro dapat menghambat
pertumbuhan jamur Microsporum gypseum, Microsporum canis, dan Trichophytol
violaceum (Oehadian dkk. 1985). Minyak atsiri Curcuma xanthorrhiza juga menghambat
pertumbuhan jamur Candida albicans, sementara kurkuminoid Curcuma xanthorrhiza
mempunyai daya hambat yang lemah (Oei 1986a).

Efek antidiabetik
Penelitian Yasni dkk. (1991) melaporkan bahwa temulawak dapat memperbaiki gejala
diabetes pada tikus, seperti : growth retardation, hyperphagia, polydipsia, tingginya
glukose dan trigliserida dalam serum, dan mengurangi terbentuknya linoleat dari
arakhidonat dalam fosfolipid hati. Temulawak khusus-nya merubah jumlah dan
komposisi fecal bile acids.

Efek antihepatotoksik
Pemberian seduhan rimpang temulawak sebesar 400, 800 mg/kg selama 6 hari serta 200,
400 dan 800 mg/kg pada mencit selama 14 hari, mampu menurunkan aktivitas GPT-
serum dosis hepatotoksik parasetamol maupun mempersempit luas daerah nekrosis
parasetamol secara nyata. Daya antihepatotoksik tergantung pada besarnya dosis maupun
jangka waktu pemberiannya (Donatus dan Suzana 1987).

Efek antiinflamasi
Oei (1986b) melaporkan bahwa minyak atsiri dari Curcuma xanthorrhiza secara in vitro
memiliki daya antiinflamasi yang lemah. Sementara Ozaki (1990) melaporkan bahwa
efek antiinflamasi tersebut disebabkan oleh adanya germakron. Selanjutnya, Claeson dkk.
(1993) berhasil mengisolasi tiga jenis senyawa non fenolik diarylheptanoid dari ekstrak
rimpang temulawak, yaitu : trans-trans-1,7-difenil-1,3,-heptadien-4-on (alnuston);
trans1,7-difenil-1-hepten-5-ol, dan trans,trans-1,7-difenil-1,3,-heptadien-5-ol. Ketiga
senyawa tersebut dinyatakan mempunyai efek antiinflamasi yang nyata terhadap tikus
percobaan.

Efek antioksidan
Jitoe dkk. (1992) mengukur efek antioksidan dari sembilan jenis rimpang temu-temuan
dengan metode Thiosianat dan metode Thiobarbituric Acid (TBA) dalam sistem air-
alkohol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak temulawak
ternyata lebih besar dibandingkan dengan aktivitas tiga jenis kurkuminoid yang
diperkirakan terdapat dalam temulawak. Jadi, diduga ada zat lain selain ketiga
kurkuminoid tersebut yang mempunyai efek antioksidan. Selanjutnya, Masuda dkk.
(1992) berhasil mengisolasi analog kurkumin baru dari rimpang temulawak, yaitu: 1-(4-
hidroksi-3,5-dimetoksifenil)-7-(4 hidroksi-3-metoksifenil)-(1E. 6E.)-1,6-heptadien-3,4-
dion. Senyawa tersebut ternyata menun-jukkan efek antioksidan melawan oto-oksidasi
asam linoleat dalam sistem air-alkohol.

Efek antitumor
Itokawa dkk.(1985) berhasil mengisolasi empat senyawa sesquiterpenoid bisabolan dari
rimpang temulawak, yaitu ??? -kurkumen, ar-turmeron, ??? -atlanton dan xanthorrizol.
Sebagian besar dari zat tersebut merupakan senyawa antitumor melawan sarcoma 180
ascites pada tikus percobaan. Efektivitas antitumor dari senyawa tersebut adalah: (+++)
untuk ??? -kurkumen, (++) untuk ar-turmeron, dan (++) untuk xanthorrizol. Sementara
itu, Yasni (1993b) melaporkan bahwa pemberian temulawak dapat mengaktifkan sel T
dan sel B yang berfungsi sebagai media dalam sistem kekebalan pada tikus percobaan.
Ahn dkk. (1995) melaporkan bahwa ar-turmeron yang terkandung dalam temulawak
dapat mem perpanjang hidup tikus yang terinfeksi dengan sel kanker S-180. Komponen
tersebut menunjukkan aktifitas sitotoksik yang sinergis dengan sesquifelandren yang
diisolasi dari tanaman yang sama sebesar 10 kali lipat terhadap sel L1210. Disamping itu,
kurkumin bersifat memperkuat obat-obat sitotoksik lainnya seperti siklofosfamida,
MeCCNU, aurapten, adriamisin, dan vinkristin.

Efek penekan syaraf pusat
Penelitian Yamazaki dkk. (1987, 1988a) menyatakan bahwa ekstrak rimpang temu lawak
ternyata mempunyai efek memperpanjang masa tidur yang diakibatkan oleh pento
barbital. Selanjutnya dibuktikan bahwa (R )-(-)-xantorizol adalah zat aktif yang
menyebab-kan efek tersebut dengan cara menghambat aktifitas sitokrom P 450. Selain
xantorizol, ternyata germakron yang terkandung dalam ekstrak temulawak juga
mempunyai efek mem perpanjang masa tidur (Yamazaki 1988b). Pemberian germakron
200 mg/kg secara oral pada tikus percobaan dinyatakan dapat menekan hiperaktifitas
yang disebabkan oleh metamfe-tamin (3 mg /kg i.p). Lebih lanjut dinyatakan bahwa
pemberian 750 mg/kg germakron secara oral pada tikus percobaan tidak menunjukkan
adanya toksisitas letal (Yamazaki 1988b).

Efek diuretika
Penelitian Wahjoedi (1985) menyatakan bahwa rebusan temulawak pada dosis ekuivalen
1x dan 10x dosis lazim orang pada tikus putih mempunyai efek diuretik kurang lebih
setengah dari potensi HCT (Hidroklorotiazid) 1,6 mg/kg.

Efek hipolipidemik
Penggunaan temulawak sebagai minuman pada ternak kelinci betina menunjukkan bahwa
tidak terdapat lemak tubuh pada karkas dan jaringan lemak di sekitar organ reproduksi
(Soenaryo 1985). Adapun penelitian Yasni dkk. (1993a) melaporkan bahwa temulawak
menurunkan konsentrasi triglise rida dan fosfolipid serum, kolesterol hati, dan
meningkatkan kolesterol HDL serum dan apolipoprotein A-1, pada tikus yang diberi diet
bebas koles-terol. Adapun pada tikus dengan diet tinggi kolesterol, temulawak tidak
menekan tingginya kolesterol serum walaupun menurunkan kolesterol hati. Dalam
penelitian tersebut dilaporkan bahwa kurkuminoid yang berasal dari temulawak ternyata
tidak mempunyai efek yang nyata terhadap lemak serum dan lemak hati, maka
disimpulkan bahwa temulawak mengandung zat aktif selain kurkuminoid yang dapat
merubah metabolisme lemak dan lipoprotein. Selanjutnya Yasni dkk. (1994)
membuktikan bahwa ??? -kurkumen adalah salah satu zat aktif yang mempunyai efek
menurunkan trigliserida pada tikus percobaan dengan cara menekan sintesis asam lemak.

Sementara itu, Suksamrarn dkk. (1994) melaporkan bahwa dua senyawa fenolik
diarilheptanoid yang diisolasi dari rimpang temulawak, yaitu : 5-hidroksi-7-(4-
hidroksifenil)-1-fenil-(1E)-1-hepten dan 7-(3, 4-dihidroksifenil)-5-hidroksi-1-fenil-(1E)-
1-hepten, secara nyata menunjukkan efek hipolipidemik dengan cara menghambat sekresi
trigliserida hati pada tikus percobaan.
Uji coba kemanjuran temulawak dilakukan oleh Santosa dkk. (1995). terhadap 33 orang
pasien penderita hepatitis khronis. Selama 12 minggu, setiap pasien menerima 3 kali
sehari satu kapsul yang mengandung kurkumin dan minyak menguap. Hasil pemantauan
menunjukkan bahwa data serologi (GOT, GPT, GGT, AP) dari 68-77% pasien
menunjukkan tendensi penurunan ke nilai normal dan bilirubin serum total dari 48%
pasien juga menurun. Keluhan nausea/vomitus yang diderita pasien dilaporkan
menghilang. Gejala pada saluran pencernakan dirasakan hilang oleh 43% pasien
sedangkan sisanya masih mera sakan gejala tersebut, termasuk 70% pasien yang
merasakan kehilangan nafsu makannya.

Efek hipotermik
Pemberian infus temulawak menunjukkan penurunan suhu pada tubuh mencit perco baan
(Pudji astuti 1988). Penelitian Yamazaki dkk. (1987, 1988a) menunjukkan bahwa ekstrak
metanol rimpang temulawak mempunyai efek penurunan suhu pada rektal tikus
percobaan. Selanjutnya dibuktikan bahwa germakron diidentifikasi sebagai zat aktif
dalam rimpang temulawak yang menyebabkan efek hipotermik tersebut (Yamazaki
1988b).

Efek insektisida
Pandji dkk. (1993) meneliti efek insektisida empat jenis rimpang dari spesies
Zingiberaceae yaitu: Curcuma xanthorrhiza, C. zedoaria, Kaempferia galanga dan K.
pandurata. Tujuh belas komponen terbesar termasuk flavonoid, sesquiterpenoid, dan
derivat asam sinamat berhasil diisolasi dan didentifikasi menggunakan NMR dan Mass
spektra. Semua komponen diuji toksisitasnya terhadap larva Spodoptera littoralis. Secara
contact residue bioassay, nampak bahwa xantorizol dan furanodienon merupakan
senyawa sesquiterpenoid yang paling aktif menunjukkan toksisitas melawan larva yang
baru lahir, tetapi efek toksisitas tersebut tidak nyata jika diberikan bersama makanan.
Selanjutnya dilaporkan bahwa ekstrak Curcuma xanthorrhiza mempunyai efek larvasida
terhadap larva nyamuk Aedes aegypti instar III (Wibowo dkk. 1995).
Efek lain-lain
Hasil wawancara dengan 100 orang responden wanita petani menunjukkan bahwa
penggunaan temulawak dapat memperbaiki kerja sistem hormonal yang mengontrol
metabolisme khususnya karbo hidrat dan asam susu, memperbaiki fisiologi organ tubuh,
dan meningkatkan kesuburan (Soenaryo 1985).
Komponen yang terkandung dalam temulawak dinyatakan mempunyai sifat koleretik
(Oei 1986a; Siegers et al 1997). Temulawak dilaporkan mempunyai efek mengurangi
pengeluaran tinja pada tikus percobaan (Wahyoedi 1980). Ekstrak temulawak tidak
menunjukkan efek toksik. Untuk mematikan Libistes reticulatus diperlukan ekstrak
Curcuma xanthorrhiza dengan dosis besar (Rahayu dkk. 1992).

Pemberian infus temulawak dinyatakan dapat meningkatkan kontraksi uterus tikus putih
(Damayanti dkk. 1995), dapat meningkatkan tonus kontraksi otot polos trachea marmut
(Damayanti dkk. 1996), dapat meningkatkan frekuensi kontraksi jantung kura-kura
(Damayanti dkk. 1997), dan dapat meningkatkan absorbsi glukosa pada usus halus tikus
(Halimah dkk. 1997)
Beberapa penelitian telah dilakukan untuk membuktikan khasiat kurkumin yaitu salah
satu zat aktif yang terkandung dalam temulawak, tetapi pembahasannya akan kami
sajikan pada kesempatan lain.

Prestasi Oei Ban Liang dari Indonesia bersama dengan PT Daria Varia Laboratoria perlu
kita banggakan. Mereka telah berhasil mempatenkan bahan anti-inflamasi berisi
kombinasi zat aktif yang berhasil diisolasi dari Curcuma sp. di Eropa dengan No.:
440885. Sementara itu, di Jepang, Yamazaki dkk. telah mempatenkan germakron yaitu
zat aktif yang terkandung dalam temulawak, sebagai penekan sistem syaraf pusat di
Jepang dengan nomor: 89139527. Sediaan tersebut berupa granul yang mengandung
germakron dan manitol dengan bahan pengikat hidroksipropilselulose 10% dalam etanol.
Pada tahun 1995, Imaisumi dari Suntory Ltd. Jepang telah mempatenkan makanan yang
mengandung ??? -kurkumen yaitu zat aktif yang berasal dari rimpang temulawak dengan
nomor paten 07 20, 149, 628. Dinyatakan bahwa makanan tersebut dapat meningkatkan
metabolisme lemak, dan secara in vivo dapat menurunkan trigliserida pada hati dan
serum tikus. Adapun Tanaka dkk. dari perusahaan Shiseido di Jepang, baru-baru ini yaitu
tahun 1997, berhasil mempatenkan kosmetik untuk kulit dengan nomor 09 20, 635.
Kosmetik yang mengandung ekstrak temulawak tersebut dinyatakan efektif sebagai
pembentuk melanin atau penghambat tirosinase.

Dari tulisan tersebut di atas dapat diketahui bahwa temulawak mempunyai berbagai
macam khasiat, yaitu sebagai: analgesik, anthelmintik, antibakteri, antijamur,
antidiabetik, antidiare, antiinflamasi, anti-hepatotoksik, antioksidan, antitumor, depresan,
diuretik, hipotermik, hipolipidemik, insektisida, dan lain-lain. Khasiat temulawak
tersebut telah dibuktikan melalui teknik ilmu pengetahuan modern baik oleh ilmuwan
dalam dan luar negeri.

Khasiat / Manfaat Tanaman Sirih Merah (Piper
crocatum)
Nama Umum : Sirih Merah
Nama Ilmiah : Piper crocatum
Familia : Piperaceae

Diskripsi tumbuhan :

Jenis Sirih merah atau dalam bahasa ilmiahnya Piper crocatum merupakan salah satu
jenis dari tanaman sirih piper betle yang merupakan tanaman merambat dengan bentuk
daun seperti hati berwarna merah biasanya hidup pada daerah dataran tinggi,

Bisanya bila sirih merah ditanam pada daerah yang memiliki kadar panas atau terkena
sinar matahari langsung maka batang pada sirih merah akan cepat mengering dan zat
warna merah yang terdapat pada bagian daun akan perlahan-lahan luntur.

Tanaman Sirih Merah sebenarnya telah digunakan oleh masyarakat Indonesia khususnya
masyarakat jawa sejak jaman dahulu. manfaat yang digunakan bukan saja sebagai
tanaman obat dari berbgai penyakit akan tetapi dimanfaatkan juga sebagai uborampe
dalam upacara-upacara adat juga sebagai alat kosmetik kecantikan wanita-wanita jawa
tempo dulu.

Kandungan Kimia

Kandungan kimia yang terdapat dalam sirih merah diantaranya adalah Flavonoid,
Polivenol,alkoloid, tanin, minyak astsiri, saponin, hidroksikaficol, kavicol,kavibetol,
allylprokatekol, karvokrol, eugenol, P-cymene, cineole, coryofelen, kadimen, ekstragol,
terpenana, dan fenil propoda

Khasiat dan Manfaat

Senyawa-senyawa kimia yang terkandung dalam siri merah memiliki khasiat sebagai
berikut:Senyawa flavonoid dan polivenol berfungsi sebagai antioksidan, antideabetik,
antikanker, antiseptik dan antiflamasi. senyawa alkoloid pada sirih merah juga dapat
dimanfaatkan sebagai penghambat pertumbuhan sel-sel kanker.

Suatu penelitian yang dilakukan dengan media tikus putih me3mbuktikan bahwa rebusan
daun sirih merah yang diberikan kepada tikus putih yang telah terkena diabetes dapat
menurunkan kadar gula dalam darah pada tikus putih tersebut ini membuktikan bahwa
Sirih merah dapat digunakan sebagai obat untuk menurunkan kadar gula darah dan
mengontrol kadar gula darah dalam tubuh penderitadiabetes militus yang di konsumsi
secara rutin. selain berkhasiat sebagai pengontrol dan penurun kadar gula darah dalam
tubuh sirih merah juga dapat dimanfaatkan untuk penyembuhan penyakit-penyakit lain
seperti Hipertensi, radang lever, radang prostat, radang mata, keputihan maag, kanker
payu darah, nyeri sendi dan juga dapat dimanfaatkan sebagai penjaga stamina.

selain sebagai obat sirih merah juga di manfaatkan oleh masyarakat jogja sebagai
uborampe dalam acara-acara adat kraton yang digunakan untuk ngadi saliro dan juga
digunakan sebagai alat kecantikan oleh beberapa putri-putri keraton sebagai penghalus
kulit. Kandungan karvakol pada daun sirih merah bermanfaat sebagai desenfektan, dan
anti jamur, sehingga berfungsi sebagai obat kumur dan obat keputihan.

Kandungan senyawa eugenol berfungsi sebagai obat pereda nyeri atau analgetik.
kandungan tanin berfungsi sebagai penyembuh sakit perut khusunya diare dan juga dapat
digunakan sebagai obat antiseptik pada luka. Sirih merah juga dapat dibudidayakan
karena tanaman ini bernilai ekonomis sangat tinggi 4 – 5 lembar daun sirih merah
mencapai harga 7 – 15 ribu rupiah sehingga dapat digunakan segabaimata pencaharian

Ramuan Tradisional Sirih Merah

Obat Keputihan
Pada awal tahun 2002, di sebuah desa di lereng Gunung Merapi, herbalis Bambang
Sadewo, penulis buku Basmi Penyakit dengan Sirih Merah, secara tidak sengaja
menemukan tanaman ini. Warna bagian bawahnya merah mengkilap dengan bentuk daun
tidak berbeda dengan sirih hijau. Tamanannya menjulur memanjang dan beruas.Rasa
daun sirih merah sangat pahit. Aromanya lebih tajam bila dibandingkan dengan sirih
hijau.

Meski kandungan kimia tanaman ini belum diteliti secara detail, dari hasil krematogram
diketahui daun sirih merah mengandung flavonoid, senyawa polevenolad, tanin, dan
minyak atsiri. Efek zat aktif yang terkandung daun sirih merah dapat merangsang saraf
pusat dan daya pikir.

Daun sirih merah memiliki efek mencegah ejakulasi dini, antikejang, antiseptik,
analgetik, antiketombe, mengendalikan gula darah, lever, antidiare, meningkatkan daya
tahan tubuh, dan meredakan nyeri. Juga dipercaya mampu mengatasi radang paru, radang
tenggorokan, radang gusi, hidung berdarah atau mimisan, dan batuk berdarah.
Ekstrak daun sirih merah juga mampu mematikan jamur Chandida albicans penyebab
sariawan. Selain itu, berkhasiat mengurangi sekrasi pada liang vagina, keputihan dan
gatal-gatal pada alat kelamin, sekaligus sebagai pembersih luka (efek antiseptik).

Secara empiris ekstrak daun sirih merah dalam pemakaian tunggal atau diformulasikan
dengan tanaman obat lain mampu membatasi aneka keluhan. Contohnya gangguan gula
darah, peradangan akut pada organ tubuh, luka yang sulit sembuh, kanker payudara dan
kanker rahim, leukemia, TBC dan radang hati, wasir, jantung koroner, darah tinggi, dan
asam urat.

Hasil penelitian Andayana Puspitasari, Apt., dari Biologi Farmasi, Fakultas Farmasi
UGM Yogyakarta, sirih merah mengandung flavonoid, alkoloid, senyawa polifenolat,
tannin dan minyak atsiri. Memanfaatkan daun sirih merah ini, selain dalam bentuk segar,
bisa juga dengan teknik pengeringan memakai sinar matahari.

Herbalis Bambang Sadewo menjelaskan, rajangan dauh sirih merah yang telah 60 persen
kering ditempatkan di tampah yang ditutup dengan kain hitam transparan. Penutupan
dengan kain ini agar daun tidak kabur terbawa angin.

Setelah kering benar, daun sirih merah dimasukkan ke dalam kantong plastik tebal
transparan atau bening. Tujuannya, agar kualitas sirih merah tetap terjamin dan bisa
bertahan hingga satu tahun.

Ramuan sirih merah, tunggal atau campuran
Untuk meramu daun sirih merah, menurut herbalis Bambang Sadewo, dapat secara
tunggal atau dicampur dengan tanaman obat lain. Berikut beberapa contoh ramuan daun
sirih merah untuk beragam gangguan:

1. Jantung
Ramuan tunggal:
- Ambil daun sirih berukuran sedang sebanyak 3-4 lembar atau ukuran kecil 6-8 lembar.
Cuci bersih, kemudian diiris kecil-kecil. Rebus dengan air sebanyak 4 gelas (800 ml)
sampai mendidih dan tersisa 2 gelas, lalu saring. Ramuan ini diminum selagi hangat, dua
kali sehari sebelum makan. Sekali minum satu gelas.

Ramuan dengan tanaman obat lain:
- Siapkan daun sirih merah ukuran sedang sebanyak 3-4 lembar, daun asam 30 gram,
belimbing sayur 2 buah, umbi dea kering 3 gram dan daun gingseng 4 lembar. Semua
bahan dicuci bersih, diiris kecil-kecil, lalu direbus dengan tiga gelas air (600 ml) hingga
tersisa 1,5 gelas. Ramuan ini diminum tiga kali sehari selagi hangat. Bisa ditambah satu
sendok teh madu. Sekali minum setengah gelas.

2. Diabetes
Ramuan tunggal:
- Petik tiga lembar daun sirih merah setengah tua dan daun keenam atau ketujuh dari
pucuk. Cuci bersih semua daun, kemudian iris kecil-kecil. Rebus dengan air sebanyak
tiga gelas (600 ml) sampai mendidih dan tersisa 1,5 gelas. Minum sehari tiga kali
sebelum makan, sekali minum setengah gelas.

Ramuan dengan tanaman obat lain:
- Ambil tiga lembar sirih merah ukuran sedang, 40 gram kulit kayu gayam yang sudah
dibersihkan bagian luarnya, dan 30 gram kulit kayu jamblang kering. Bahan-bahan ini
diseduh dengan 2 gelas (400 ml) air hingga mendidih dan tersisa 1 gelas. Saring, minum
sehari dua kali tiap pagi dan sore hari sebelum makan. Sekali minum setengah gelas.

3. Organ mulut
- Daun sirih segar sebanyak 5 lembar, dicuci dan direbus dengan dua gelas (400 ml)
sampai mendidih dan tersisa 1 gelas. Dinginkan, dan pakai untuk obat kumur tiga kali
sehari.
Catatan: Ramuan ini sangat baik untuk mengobati gusi berdarah, sariawan, gigi
berlubang, bau mulut, dan radang tenggorokan.

4. Batuk atau penambah nafsu makan
- Siapkan daun sirih merah yang tidak terlalu tua sebanyak 10 lembar, cuci, kemudian
rendam dalam alkohol 70 persen selama 30 menit agar bakteri yang menempel pada daun
mati. Daun sirih merah ditambah gula putih 100 gram direbus dengan air 4 gelas (800 ml)
sampai mendidih dan tersisa satu gelas. Setelah dingin, tuangkan ke dalam botol yang
bersih dan steril. Ramuan ini bisa diminum tiga kali sehari, sekali minum satu sendok
makan.

5. Organ kewanitaan
- Daun sirih merah tua sebanyak 8 lembar dicuci bersih, kemudian diiris-iris selebar 1
cm. Rebus dengan air 800 ml sampai mendidih. Setelah dingin, dipakai untuk
membersihkan organ kewanitaan dua kali sehari.

6. Radang mata
- Ambil daun sirih merah yang agak muda (daun kelima dari pucuk) sebanyak 4 lembar,
cuci bersih. Rebus dengan air dua gelas hingga mendidih dan tersisa satu gelas. Setelah
dingin, air tersebut digunakan untuk merendam mata yang sakit.

Cara pemakaian: Mata dibersihkan (cuci muka) kemudian direndam dengan air rebusan
sirih merah secukupnya menggunakan gelas khusus. Gunakan tidak lebih dari tiga kali
sehari agar tidak terjadi iritasi pada lapisan mata.




Tanaman Obat : Khasiat/Manfaat Buah Delima
(Punica granatum)
Nama Umum : Delima, ar-rumman dalam bahasa Arab
Nama Ilmiah : Punica granatum

Delima adalah sejenis buah yang berasal dari Mediterranean yang banyak digunakan
dalam perubatan tradisional untuk mengubatiu pelbagai jenis penyakit.

Dalam zaman Nabi Musa as, delima sudah ditanam di Palestin, Syria da Lebanon.
Rimmon, kota silam yang dikatakan bandar Hebron kini, terkenal karena hasil delima
atau rumman, sempena namanya.

Buah delima atau ar-rumman dalam bahasa Arab disebut tiga kali dalam Al-Quran. Ia
antara pokok di syurga. Kini delima ditanam dari sejauh China sehinggalah California.

Tanaman perdu berbatang kayu ini mempunyai batang berduri, daunnya lonjong, kecil
dan bertepi rata.
Kulit buah delima biasanya berwarna hijau kekuningan. Bentuk buahnya seperti epal
dengan kelopak bermahkota. Di dalamnya mempunyai beratus-ratus biji.

Antara keunggulannya ialah susunan dalamannya. Apabila kulit berkilat buah ini dikupas,
akan kelihatan kantung-kantung kecil berjus segar, manis masam rasanya.
Dalam banyak budaya, delima melambangkan kesuburan dan panjang usia. Orang Cina
misalnya menyajikannya sewaktu upacara perkawinan karena ia dianggap lambang
kesuburan, kemakmuran dan keturunan besar.
Khasiatnya tinggi kaya dengan zat sodium, riboflavin, thiamine, niacin, vitamin C,
kalsium dan forsforus. Ia juga sejenia penawar karena kandungan antioksidan yang tinggi
bagi penyakit jantung, cepat tua dan barah. Biji delima yang kering digunakan untuk
masakan asli India Utara. Bijinya adalah gantian kismis bagi bahan membuat kek.

Khasiat buah Delima
• Keputihan – 30g kulit delima kering, direbus dengan satu liter air. Masakkan sehingga
airnya tinggal separuh. Minum ramuan ini dua kali sehari
• Gangguan pencernaan – 50g daun delima segar dimasak dengan air. Minum sewaktu
suam.
• Perut Kembung – Lima helai daun delima kering direndam satu gelas air panas. Minum
setelah agak sejuk, minum tiga kali sehari.
• Menurunkan berat badan – Dua genggam daun delima muda diramas-ramas dengan air
masak, dicampurkan sedikit garam. Dapatkan perahan pati, minum dua kali sehari.
.
Delima dipercayai berasal dari Iran, kawasan banjaran Himalaya dan utara India. Ia
berkembang sebagai bahan masakan dan ditanam di pesisir Mediterranean, disesuaikan
dengan kawasan suhu dingin dan panas.

Ardhi 2010 dari beberapa sumber antara lain :

http://kerepek-net.blogspot.com/2008/08/khasiat-buah-delima.html
http://fazlisyam.com/2008/02/10/rahsia-buah-delima/

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:25952
posted:6/13/2011
language:Indonesian
pages:39
Description: If we talk of herbal medicine then our minds must have drifted into traditional medicine, herbal medicine carry, shop that provides packaging herbs for migraine headaches or colds. No one was because the herbs are in the category of traditional medicine.In other Asian countries, especially China, Korea and India for the rural population, herbal medicine into the first choice for treatment, even in developed countries today, especially the tendency to switch traditional herbal kepengobatan showed significant symptom improvement.From the results of the 2007 SUSENAS shows in Indonesia itself suffered pains of Indonesia's population amounted to 28.15% and of that number was 65.01% of them chose self-medication using drugs and 38.30%, others choose to use traditional medicine, so that Indonesia's population of 220 million people are assumed then who choose to use traditional medicine of approximately 23.7 million people, a very large number.Traditional medicine itself according to Law No. 36/2009 on Health cover material or ingredients of plant material, animal material, mineral materials, supplies Sarian [galenik] or mixtures of these materials which have traditionally used for treatment. In accordance with article 100 paragraph (1) and (2), the source of traditional medicines that have been proven efficacious and safe in use will remain preserved and guaranteed by the Government for the development and maintenance of their raw materials.Indonesia itself is located in the area has a unique tropical and biological wealth is extraordinary, carrying no less than 30,000 species of medicinal plants that grow in Indonesia, although that has been recorded as product Fitofarmaka [may be prescribed] there are 5 new products and new standardized herbal medicinal product is 28 products. Seen the potential that still has not been explored is still very large in the development of herbal medicines, especially herbal products that are native to Indonesia.Year 2007 has been announced