Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

asal usul kota Surakarta by ABUSY086

VIEWS: 191 PAGES: 1

									asal usul kota Surakarta
Dusun Sala dan Kraton Surakarta HadiningratMENGGAH dhusun ingkang nama Sala
punika sampun wonten ing Keraton Pajang, nalika jamanipun Kangjeng Sinuhun Sultan
Hadiwijaya. Kamisepuh bebekeling dhusun punika Ki Gedhe Sala, pramila dhusunipun
lajeng katelah aran nama dhusun Sala.(Babad Sala:RM Sajid)Jauh sebelum pindahnya
Keraton Kartasura, sebenarnya nama dhusun Sala (sekarang Solo) sudah lebih dahulu ada.
Seperti apa yang diungkapkan RM Sajid, ketika zaman Kerajaan Pajang pun dusun itu
telah sering disebut-sebut. Bahkan malah sudah sangat dikenal. Pada saat itu, ketika masih
belum menjadi kuthapraja Keraton Surakarta, sebenarnya wilayah dari Dhusun Sala juga
sudah cukup luas. RM Sajid menggambarkannya dengan memberikan batasan-batasan
yang kalau dilihat pada zaman sekarang bisa melintasi wilayah beberapa kecamatan (Pasar
Kliwon, Banjarsari, Laweyan, dan Jebres). "Dhusun Sala punika wiyar tebanipun. Ingkang
kangge wates kali kaliyan bengawan. Ing sisih eler Kali Pepe, ing sisih wetan Bengawan
Beton. Mangidul dumugi dhusun Nusupan, ingkang sisih kidul Kali Wingka. Dene ing
sisih kilen watesing garisipun menggak-menggok, wiwit saking Kali Pepe wingking
gedung bioskop Purbayan, mangidul terus dumugi Gadhing terus mengidul dumugi kali
wingka. Inggih punika ingkang dipun wastani dhusun Sala." Dengan referensi yang
demikian, maka usia dhusun Sala sebenarnya sudah mencapai 4 - 5 ratusan tahun.
Mengapa demikian? Karena menurut sejarah yang ada, Keraton Pajang itu sudah ada sejak
abad ke-16 atau sekitar tahun 1500-an Masehi. Namun yang terjadi sekarang, hari jadi
Kota Solo justru diperingati dengan berpijak pada perpindahan Keraton Kartasura ke dusun
tersebut pada 17 Februari 1745. Tentu saja itu menjadi menarik, mengingat jauh
sebelumnya dhusun Sala sebenarnya sudah ada. Setidaknya, mungkin akan timbul
pertanyaan, mengapa kemudian hari jadinya tidak diperingati dengan mencari data
sebelum pindahnya Keraton Kartasura. Tentang hal tersebut, kurator Museum Radyo
Pustoko Drs Mufti Rahardja memberikan alasannya. "Hal itu terkait dengan apa yang
disampaikan SISKS Paku Buwono (PB) II ketika kali pertama menempati Keraton
Surakarta," paparnya. Menurut dia, pada 17 Februari 1745 yang jatuhnya pada hari Rabu
Kliwon tersebut, PB II bertitah yang intinya, sejak saat itu meminta dhusun Sala untuk
diganti dengan nama Surakarta Hadiningrat. "Saat itu Sinuhun ngandika, dina iki desa Sala
tak pundhut, tak ganti dadi Surakarta Hadiningrat," ujar Mufti. Hari saat munculnya titah
itulah yang menurut dia menjadi rujukan. Kemudian, setiap tanggal tersebut digunakan
sebagai peringatan hari jadi Kota Solo. Meski sebenarnya jauh sebelum itu nama dhusun
Sala sudah ada, bahkan sudah berkembang pesat.

								
To top