Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

sendi by RheyzawQi1

VIEWS: 516 PAGES: 11

									Rheyzaw qi


Pengertian Sendi
Sendi merupakan hubungan antartulang sehingga tulang dapat digerakkan. Hubungan dua
tulang disebut persendian (artikulasi).


Struktur dan fungsi sendi
Bentuk kaku (rigid) dan kokoh antar rangka yang membentuk tubuh dihubungkan oleh
berbagai jenis sendi. Adanya penghubung tersebut memungkinkan satu pergerakan antar
tulang yang demikian fleksibel dan nyaris tanpa gesekan.
Tulang dan sendi dipakai untuk melindungi berbagai organ vital di bawahnya disamping
fungsi pergerakan (locomotor) / perpindahan makhluk hidup.
Penyakit reumatik paling banyak mengenai tulang dan sendi dalam bentuk keradangan sendi
(artritis). Pada dasarnya proses keradangan yang terjadi melibatkan banyak komponen dari
sendi itu sendiri, yaitu: sinovium, kapsul sendi, rawan sendi, tulang subkhondral,
ligamentum, dan meniskus.
Untuk itu diperlukan pemahaman akan berbagai struktur di atas serta fungsi sendi secara utuh
sebagai suatu organ guna memahami proses patologi yang terjadi pada berbagai penyakit
reumatik.


Beberapa komponen penunjang sendi:
* Kapsula sendi adalah lapisan berserabut yang melapisi sendi. Di bagian dalamnya terdapat
rongga.
* Ligamen (ligamentum) adalah jaringan pengikat yang mengikat luar ujung tulang yang
saling membentuk persendian. Ligamentum juga berfungsi mencegah dislokasi.
* Tulang rawan hialin (kartilago hialin) adalah jaringan tulang rawan yang menutupi kedua
ujung tulang. Berguna untuk menjaga benturan.
* Cairan sinovial adalah cairan pelumas pada kapsula sendi.




Klasifikasi sendi
Sendi paling mudah diklasifikasikan atas dasar jenis pergerakannya. Terdapat 3 tipe yaitu:
1. sendi yang pergerakkannya sangat terbatas atau tidak dapat digerakkan (synarthroses),
2. sendi dengan pergerakan yang terbatas (amphiarthroses) dan,
3. sendi dengan pergerakan luas (diarthroses).


                                 http://lemodtz.blogspot.com
Rheyzaw qi




Synarthroses (Persendian Fibrosa)
Dijumpai pada tulang tengkorak. Potongan tulang disambungkan oleh elemen fibrosa atau
rawan sendi. Sinartrtosis adalah persendian yang tidak memperbolehkan pergerakan. Dapat
dibedakan menjadi dua:


* Sinartrosis sinfibrosis: sinartrosis yang tulangnya dihubungkan jaringan ikat fibrosa.
Contoh: persendian tulang tengkorak.
* Sinartrosis sinkondrosis: sinartrosis yang dihubungkan oleh tulang rawan. Contoh:
hubungan antarsegmen pada tulang belakang.


Amphiarthroses (Persendian Kartilagenosa)
Jaringan berupa diskus fibrocartilage yang lebar dan pipih menghubungkan antara dua tulang.
Umumnya bagian tulang yang berada pada sisi persendian dilapisi oleh tulang rawan hialin
dan struktur keseluruhan berada dalam kapsul. Beberapa contoh sendi tersebut adalah: sendi
vertebra, tibiofibular distal, simfisis pubis, sakroiliaka dua pertiga proksimal.sendi
amphiarthroses adalah persendian yang dihubungkan oleh jaringan tulang rawan sehingga
memungkinkan terjadinya sedikit gerakan


* Sindesmosis:    Tulang    dihubungkan     oleh     jaringan   ikat   serabut   dan   ligamen.
Contoh:persendian antara fibula dan tibia
* Simfisis: Tulag dihubungkan oleh jaringan tulang rawan yang berbentuk seperi cakram.
Contoh: hubungan antara ruas-ruas tulang belakang.


Diarthroses (Persendian Sinovial)
Umumnya dijumpai pada sendi-sendi ekstremitas Dijumpai adanya celah sendi, rawan sendi
yang licin dan membran sinovium serta kapsul sendi.


Diartrosis adalah persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan. Dapat dikelempokkan
menjadi:


* Sendi peluru: persendian yang memungkinkan pergerakan ke segala arah. Contoh:
hubungan tulang lengan atas dengan tulang belikat.


                                 http://lemodtz.blogspot.com
Rheyzaw qi


* Sendi pelana: persendian yang memungkinkan beberapa gerakan rotasi, namun tidak ke
segala arah. Contoh: hubungan tulang telapak tangan dan jari tangan.
* Sendi putar: persendian yang memungkinkan gerakan berputar (rotasi). Contoh: hubungan
tulang tengkorak dengan tulang belakang I (atlas).
* Sendi luncur: persendian yang memungkinkan gerak rotasi pada satu bidang datar.
Contoh: hubungan tulang pergerlangan kaki.
* Sendi engsel: persendian yang memungkinkan gerakan satu arah. Contoh: sendi siku antara
tulang lengan atas dan tulang hasta.


Sendi diartrodial
Pada ujung tulang yang membentuk persendian akan terlihat tulang yang lebih padat dan ini
disebut sebagai articular (bony) endplate. Di dalam bagian ini akan dijumpai kanal Havers
yang paralel dengan permukaan sendi. Sebelah bawahnya terletak tulang yang lebih longgar
dan dapat mengandung sumsum tulang merah. Bony endplate akan diselubungi oleh rawan
sendi hialin yang diikat oleh jaringan serabut kolagen. Rawan sendi berguna untuk meredam
tekanan dan gerakan menggelincir (sliding). Diantara dua bony endplate terdapat rongga
sendi yang berisikan beberapa mililiter cairan sinovium. Stabilitas sendi penting untuk
pergerakan antar rawan sendi disamping rendahnya pergesekan antar rawan sendi. Stabilitas
sendi diperankan oleh struktur yang dibentuk oleh konfigurasi sendi, ligamentum, kapsul
sendi, dan otot yang mengontrol pergerakan. Perbedaan konfigurasi sendi disesuaikan dengan
dampak tekanan dan lingkup gerak sendi (range of motion / ROM) yang dimaksud.


Kapsul dan ligamentum terdiri dari jaringan ikat padat yang membungkus sendi serta melekat
pada tulang terdekat dengan persendian. Di dalam kapsul terletak ligamentum yang sebagian
besar adalah serabut kolagen.


Satu lapisan jaringan ikat yang mengandung sel sinoviosit akan menutupi seluruh rongga
sendi dan kapsul sendi membentuk kantong yang tidak lengkap yaitu pada bagian rawan
sendi tidak dilapisi. Sel ini akan dilindungi oleh struktur yang terdiri dari vascular adipose,
jaringan fibrosa atau areolar untuk memungkinkan lebih longgarnya kantong tersebut, mudah
digerakkan dan tidak terjepit diantara sendi saat pergerakkan. Jaringan sinovium kaya akan
pembuluh darah untuk menunjang hidup sinoviosit dan pembentukan cairan sendi, dan ujung
saraf. Saraf, selain pada jaringan sinovium, juga berada dalam kapsul, ligamentum, tendon
dan muscle spindles.


                                 http://lemodtz.blogspot.com
Rheyzaw qi




Struktur rawan sendi
Rawan sendi dan cairan sendi beranggung jawab atas pergerakan yang memiliki tingkat
gesekan rendah (low friction). Pada manusia tebal rawan sendi kurang dari 5 mm tergantung
jenis sendi dan lokasi di dalam sendi. Wrana putih padat rawan sendi ini akan berubah
kekuning-kuningan sesuai dengan pertambahan usia. Struktur rawan sendi pada umumnya
semirigid dan permukaannya yang tampak halus sebenarnya ireguler. Terdapat bagian yang
lebih rendah atau tertekan (depressed) dengan variasi kedalaman antara 20 – 40 ?m serta
jumlahnya cukup banyak yaitu sekitar 430/mm2. Ketidakteraturan permukaan sendi ini
dibuktikan melalui pencitraan mikroskop electron
.
Rawan sendi bersifat avaskular, aneural dan alimfatik. Makanan diperoleh melalui sistim
difusi ganda. Difusi ganda disini dimaksudkan adalah: pertama nutrien harus menembus
membran sinovial untuk masuk ke dalam ruang sinovia. Hal ini disebabkan letak dari
pembuluh darah yang relatif lebih banyak di daerah permukaan kapsul. Kedua, setelah berada
di dalam cairan sendi, maka nutrien akan berdifusi ke dalam matriks rawan sendi untuk
mencapai khondrosit. Mekanisme yang tampaknya sederhana ini ternyata tidk semudah itu
karena banyak faktor seperti ukuran partikel, perbedaan muatan listrik (charge) dan
konfigurasi molekul berperan dalam proses itu.


Secara histopatologik rawan sendi terdiri dari struktur matriks yang selular dengan distribusi
tertentu dan terbagi atas 4 zona, yaitu : a. tangential atau gliding zone, dimana terdapat
elongated fibroblast-like cells yang tersusun sejajar dengan permukaan rawan sendi; b.
transitional zone, tersusun atas sel yang lebih bulat dengan konfigurasi acak; c. radial zone,
sel tersusun dalam bentuk kolom yang iregular; dan d. calcified zone, dimana matriks dan
selnya dikelilingi oleh hidroksiapatit. Calcified zone ini terhadap radial zone dipisahkan oleh
satu band yang dikenal dengan tidemark dan melekat terhadap tulang di bawahnya.


Sel khondrosit satu sama lain tidak banyak berinteraksi sebagaimana layaknya sel lain.
Dengan kata lain sel ini lebih banyak memberikan respon gangguan sintesis atau aktifitas
degradatif akibat tekanan hidrostatik atau deforming forces lainnya.


Komposisi biokimiawi dari rawan sendi adalah sebagai berikut: 80% air, 50% dari sisa
komposisi matriks rawan sendi adalah kolagen. Jenis terbanyak adalah kolagen tipe II.


                                 http://lemodtz.blogspot.com
Rheyzaw qi


Kolagen lainnya dalam jumlah kecil dan berada di dalam matriks rawan sendi adalah kolagen
tipe IV, V, IX, dan X. Kolagen tipe IX berfungsi sebagai jangkar terhadap molekul
proteoglikan (aggrecan). Selanjutnya terdapat fibronektin, ankhorin, khondronektin yang
membantu mempertahankan integritas dan struktur rawan sendi. Selanjutnya sisa konstituen
organik terbanyak adalah proteoglikan. Makromolekul ini memiliki panjang sekitar 180-210
nm dan kepadanya melekat tiga jenis glikosaminoglikan, yaitu khondroitin-6-sulfat,
khondroitin-4-sulfat (5%) dan keratan sulfat (5%). Inti aggrcan adalah asam hialuronat (1%
dari total glikosaminoglikan). Melalui ikatan protein dengan berat molekul rendah terjadi
proses agregasi dengan rantai kolagen tipe II. Konstituen inorganik (5-6%) terbanyak adalah
kalsium. Lemak dijumpai kurang dari 1% berat kering.


Berbagai enzim, sitokin dan faktor pertumbuhan berperan dalam metabolisme rawan sendi.
Khondrosit akan mensisntesis proteoglikan dan kolagen. Turn over kolagen lebih stabil
dibandingkan proteoglikan.


Degradasi rawan sendi diakibatkan oleh berbagai enzim metaloprotease matriks dan
diperantarai pula oleh kerja sitokin terutama interleukin-1 (IL-1) dan tumor necrosis factor ?
(TNF-?) baik yang dikeluarkan oleh sinoviosit, makrofag, atau khondrosit dan fibroblast.
Aktivasi enzim perusak, yang dibentuk dalam keadaan tidak aktif, akan berinteraksi dengan
sistim aktivator plasminogen-plasmin dalam suatu kaskade degradatif. Kontrol mekanisme ini
diperankan oleh berbagai inhibitor seperti tissue inhibitor of metalloproteases (TIMP) dan
plasminogen activator inhibitor (PAI).


Sintesis dan degradasi matriks rawan sendi dipengaruhi banyak faktor, yaitu: faktor humoral
seperti insulin-like growth factor-1 (IGF-1), kortisol, obat anti inflamasi non-steroidal, faktor
mekanik terhadap rawan sendi, efek magnetik atau elektrikal.




Tulang subkhondral
Struktur tulang subkhondral lebih spesifik dibandingkan tempat lainnya, yaitu lempeng
subkhondralnya mengandung kanal Havers yang sejajar dengan permukaan rawan sendi dan
tidak terhadap sumbu tulang. Demikian pula letak lempeng tersebut berada dalam sudut
tertentu terhadap stres yang dominan.



                                  http://lemodtz.blogspot.com
Rheyzaw qi


Calcified cartilage
Zona ini menghubungkan rawan sendi dengan tulang subkhondral dengan struktur yang
bergelombang sehingga memperkokoh rawan sendi agar tidak mudah terkelupas. Khondrosit
pada zona ini umumnya tidak memiliki metabolisme yang terlalu aktif.


Membran dan cairan sinovium
Membran sinovium adalah jaringan ikat vaskular dan melapisi sisi dalam dari kapsul sendi
namun tidak menutupi rawan sendi. Banyaknya pembuluh darah dilapisan subsinovium
berperan dalam proses transfer dan transpor konstituen darah ke ruang sinovium dan
pembentukan cairan sinovium. Sel sinovium akan mensintesis asam hialuronat sebagai zat
tambahan plasma dalam membentuk cairan sendi.


Cairan sinovium berwarna kuning pucat, jernih dan kental. Biasanya jumlah cairan ini sedikit
berkisar antara 1-4 ml dan lebih sedikit lagi pada sendi-sendi kecil.


Ligamentum dan kapsul sendi
Pada dasarnya komposisi ligamentum dan kapsul sendi adalah identik baik secara histologik,
komposisi kimiawi dan susunan jaringannya. Secara umum strukturnya merupakan
gelendong kolagen (bersama-sama elastin merupakan protein terbanyak yaitu 90%) dan
diantaranya dapat dijumpai fibrosit. Sebagian besar serabut kolagen adalah tipe I (2?1,1?2)
Pada beberapa sendi, ligamentum ini akan menyatu dengan kapsul sendi dan pada sendi
lainnya terpisah secara total. Pembuluh darah dan saraf dapat ditemukan disela-sela serabut
kolagen.
Air adalah komponen utama (70%) dari kapsul sendi dan ligamentum. Disusul oleh kolagen
dan elastin serta proteoglikan.


Perlekatan kapsul sendi dan ligamentum ke tulang terutama pada stroma fibrokartilaginosa
diperankan oleh kolagen yang akan mengalami kalsifikasi begitu mendekati tulang dan
selanjutnya menembus jaringan tulang kortikal.


Meniskus
Meniskus, lempeng firbokartilago, dijumpai pada sendi tertentu seperti sendi lutut,
sternoklavikular, radioulnar distal, dan akromioklavikular. Meniskus tidak mengandung saraf



                                  http://lemodtz.blogspot.com
Rheyzaw qi


atau pembuluh limfatik dan sebagian besar avaskular, namun pada bagian dekat tulang
tampak susunan pembuluh darah yang membentuk arkade.


Kandungannya sebagian besar (70-78%) adalah air, bahan inorganik sekitar 3% dan bahan
organik terbanyak berupa kolagen tipe I (2?1,1?2) yaitu antara 60-90%. Selanjutnya dalam
jumlah kecil dapat dijumpai elastin (<1%), proteoglikan (<10%). Berbeda dengan rawan
sendi, maka meniskus dapat melakukan perbaikan apabila mengalami kerusakan.


Fungsi sendi
Proses tekanan pada sendi weight bearing berkisar antara 2.5 – 10 kali dari berat badan
individu tersebut. Seringkali besar tekanan yang terjadi mencapai 150-300 psi. Melihat
besarnya tekanan tersebut, sangat mengagumkan bahwa sendi-sendi itu mampu
mempertahankan fungsinya sepanjang kehidupan seseorang. Dalam mempertahankan
fungsinya, sendi dikontrol oleh berbagai faktor yaitu: neuromuskular, ligamentum, kapsul
sendi, meniskus, rawan sendi dan tulang sumkhondral.


1. Peran neuromuskular.
Sistim neuromuskular berperan dalam proses pergerakan sendi dan stabilisasi suatu sendi.
Otot juga membantu mengontrol pergerakan sendi dan atas pengaruh pergerakan involunter
akan dicegah pergerakan sendi yang berlebihan. Dengan kata lain akan dicegah pula
kerusakan ligamentum.


2. Peran ligamentum, kapsul sendi dan otot.
Ketiganya berperan dalam stabilisasi sendi. Ligamentum dapat mencegah proses luksasio
atau dislokasi serta menjadi pembatas gerak atau penuntun pergerakan sendi.
Otot memiliki peran besar dalam stabilisasi sendi proksimal seperti bahu dan koksa.
Sedangkan pada sendi kecil, selain otot, maka peran perlekatan antara ligamentum dan tulang
sangat penting.


3. Peran rawan sendi dan tulang subkhondral.
Rawan sendi merupakan permukaan sendi yang akan mengalami tekanan, gesekan berulang
sepanjang waktu dan tersusun atas serabut kolagen yang berjalan paralel terhadap permukaan
sendi. Susunan semacam ini membentuk semacam membran (cartilage skin) yang akan



                                http://lemodtz.blogspot.com
Rheyzaw qi


menahan komponen matriks di bawahnya. Pada bagian basal, serabut kolagen ini berjalan
secara vertikal dan berhubungan dengan calcified bone di bawahnya serta berfungsi menahan
tekanan putar (shear). Ketebalan rawan sendi yang masih memungkinkan kehidupan
khondrosit dengan baik maksimal setebal 6 mm.


Rawan sendi dapat dikompresi sampai dengan 20% dari tinggi awalnya. Pada kondisi
fisiologik tanpa tekanan maka sendi tersebut sedikit renggang pada bagian tertentu dan
menjadi lekat antara permukaan sendi dan bonggolnya apabila terdapat tekanan. Tekanan ini
akan diteruskan ke tulang subkhondral yang akan mendistribusikan beban tekanan tersebut.
Perubahan pada tulang subkhondral akan mengakibatkan mikrofraktur dan proses
remodeling. Hal ini akan tampak sebagai pola struktur yang memiliki kemampuan maksimal
dalam mengatasi beban tekanan. Pola ini tampak pada pencitraan radiologi polos, sehingga
pada stres abnormal dapat terlihat tulang tersebut menebal dan padat.


4. Peran meniscus
Diketahui bahwa sendi yang memiliki meniskus biasanya jenis sendi yang tidak hanya
megalami tekanan sumbu namun juga rotasi. Oleh karenanya ujung tulang akan dibentuk
membulat. Meniskus diperlukan untuk menutupi celah yang dibentuk antar dua tulang
dimana umumnya ujung tulang yang membulat yang mengalami kontak satu sama lain pada
sendi tersebut terjadi pada area yang kecil di tengah-tengah. Dengan kata lain meniskus
memperluas area kontak antar dua ujung tulang yang membentuk sendi. Selain menahan
beban tekanan , meniskus juga bertin-dak sebagai peredam kejut.


5. Lubrikasi sendi
Peran lubrikasi pada sendi memungkinkan gesekan yang sangat minim dengan tahanan gesek
sebesar 0.002. Terdapat dua sistim lubrikasi yaitu sistim hidrostatik yang berperan pada
tekanan besar dan boundary system yang berperan pada tekanan rendah. Pada teori sistim
hidrostatik, hialuronat (berat molekul lebih dari 1 juta d) memeiliki peran utama. Substansi
ini memiliki karaketristik thixotropic yaitu akan semakin mengental apabila flow nya
semakin lambat. Pada boundary system, maka lubricating glycoprotein lain yang berperan.
Pada tekanan tertentu air akan dirembeskan keluar masuk ke dalam ruang sendi dan akan
kembali setelah tekanan tersebut hilang. Proses ini mirip dengan efek spons dalam menyerap
air.



                                 http://lemodtz.blogspot.com
Rheyzaw qi


Diskus intervertebralis
Diskus dibentuk atas 3 bagian yaitu bagian luar berupa fibrous restraining band yaitu anulus
fibrosus; nucleus pulposus dan lempeng rawan sendi. Kompleks fibrokartilago ini hanya
memungkinkan pergerakan beberapa derajat saja pada semua bidang pergerakan, namun
penjumlahan dari sejumlah sendi tulang belakang ini menjadikan suatu lingkup gerak sendi
yang luar biasa.


Serabut fibrosa pada anulus fibrosus memiliki ketebalan kurang lebih 20 ?m. Pada sisi
anterior terlihat lebih tebal sedangkan sisi posterior lebih tipis. Sebagian besar, 65-70%,
adalah air dan kolagen diperkirakan sekitar 50-55% dari berat kering. Disamping itu terdapat
pula proteoglikan, khondroitin sulfat, keratan sulfat. Glikoprotein ditemukan dalam jumlah
kecil.
Nukleus pulposus biasanya terletak lebih ke posterior dan tersusun atas struktur cairan yang
kental dimana di dalamnya berjalan serabut-serabut kecil membentuk pita-pita dengan
konfigurasi membentuk sudut oblique pada sisi atas dan bawah berhadapan dengan lempeng
rawan sendi. Sebagian besar, 88%, adalah air dimana kadarnya akan jauh berkurang pada usia
lanjut (65%). Serabut kolagen tidak terlalu banyak yaitu 20-30%, dan sebagian besar adalah
proteoglikan. Umumnya khondroitin-6-sulfat berkisar 40%, keratan sulfat 50%, asam
hialuronat <2%. Integritas strukturnya dipertahankan oleh sejumlah kecil glikoprotein.
Lempeng rawan sendi hampir sama pada sendi diartodial, namun tidak memiliki collagenous
skin.


Fungsi diskus intervertebra


Diskus berfungsi sebagai penahan beban tekanan (weight bearing) terutama kompresi aksial.
Hal ini dimungkinkan oleh adanya struktur yang banyak mengandung air dari nukleus
pulposus yang mampu memodifikasi tekanan dengan cara barelling yaitu mengurangi tinggi
dan meningkatkan lebarnya. Fungsi ini juga diperankan oleh anulus fibrosus, sehingga secara
keseluruhan diskus berperan sebagai peredam kejut.


Kerusakan atau robekan lebih banyak diakibatkan oleh tekanan dan fleksi berlebihan
terhadap serabut-serabutnya. Hal ini akan mempengaruhi facet joints dalam mempertahankan
kerenggangan antar diskus dan menimbulkan rasa nyeri.



                                http://lemodtz.blogspot.com
Rheyzaw qi




Jumlah sendi pada tubuh manusia


A. 147 persendian yang terdapat pada vertebrae/ tulang punggung:
- 25 sendi di area vertebrae/tulang punggung
- 72 sendi di antara vertebrae/tulang punggung dan costae/tulang rusuk.
- 50 sendi di antara vertebraetulang punggung.


B. 24 persendian pada thorax/dada:
- 2 sendi di antara 2 tulang dada dan rongga dada
- 18 sendi di antara dada dan rusuk
- 2 sendi di antara tulang selangka dan tulang bahu
- 2 sendi di antara tulang bahu dan dada.


C. 86 persendian area atas:
- 2 sendi di antara 2 tulang bahu
- 6 sendi di antara 2 siku tangan
- 8 sendi di antara 2 pergelangan tangan
- 70 sendi di antara tulang-tulang tangan.


D. 92 sendi area bawah:
- 2 sendi di antara 2 paha
- 6 sendi di antara 2 lutut
- 6 sendi di antara 2 mata kaki
- 74 sendi di antara 2 kaki
- 4 sendi di antara tulang lutut


E. 11 sendi gelang panggul:
- 4 sendi di antara tulang punggung dan tulang ekor
- 6 sendi di antara tulang pangkal paha
- 1 sendi pada simfisis pubis (pubic symphysis).


Jumlah keseluruhan adalah: 147+24+86+92+11= 360 sendi.



                                    http://lemodtz.blogspot.com
Rheyzaw qi


Simpulan
Sendi merupakan satu organ yang kompleks dan tersusun atas berbagai komponen yang
spesifik satu dengan lainnya. Pada umumnya terdiri dari air dan tersusun atas serabut
kolagen, proteoglikan, glikorptein lain serta lubrikan asam hialuronat.
Pada beberapa bagian berfungsi sebagai peredam kejut misalnya diskus intervertebra dan
meniskus.
Struktur yang kompleks di atas memungkinkan suatu pergerakan sendi yang luas (fungsi
locomotor), frictionless dan tidak mengakibatkan kerusakan besar dalam jangka panjang.




                                 http://lemodtz.blogspot.com

								
To top