Naskah Drama proklamasi II by Muhammad Apriyanto_W

VIEWS: 13,301 PAGES: 7

									  NASKAH DRAMA DETIK-DETIK PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA


                             SCENE I         : Berita Kekalahan Jepang
                                                      Sutan Syahrir           : Apakah kalian sudah
       Pada tanggal 15 Agustus 1945, Kaisar           mendengar berita kekalahan Jepang ?

Hirohito        memerintahkan      penghentian        Sukarni               : Belum, Bung . Benarkah itu
permusuhan terhadap sekutu, setelah sebelumnya        ? Apa yang terjadi dengan Jepang ?

yaitu pada tanggal 14 Agustus 1945 sekutu             Sutan Syahrir      : Dari yang kudengar, Sekutu
menjatuhkan bom atom di kota Hiroshima dan            telah menjatuhkan bom di kota Hiroshima dan
                                                      Nagasaki. Oleh sebab itulah, Jepang melakukan
Nagasaki. Berita tentang genjatan senjata             genjatan senjata.
yang dilakukan oleh Jepang ini disiarkan di
                                                      Chairul Shaleh        : Kalau begitu, berarti kita
radio jepang dari Tokyo. Ternyata siaran              harus segera memproklamirkan kemerdekaan.
tersebut tertangkap di Indonesia dan Sutan
                                                      Sukarni           : Benar itu, Jepang sudah tak
Syahrir mendengarnya.                                 ada wewenang lagi di negeri kita. Kita harus
                                                      memanfaatkan momen ini !

                            SCENE II         : Peristiwa Rengasdengklok
Babak 1       : Perdebatan golongan tuan dengan golongan muda
                                                     memanfaatkan situasi ini untuk memproklamirkan
Setelah   mendengar berita kekalahan Jepang,         kemerdekaan.

Chairul Shaleh segera merencanakan pertemuan          Sukarni              : Tepat sekali . Kalau begitu,
dengan anggota golongan muda lainnya untuk            kita harus membagi tugas. Wikana dan Chairul ,
                                                      kalian harus pergi ke kediaman Soekarno untuk
membicarakan masalah proklamasi kemerdekaan.          menyampaikan kabar ini.
Pertemuan ini dilangsungkan di Jalan                  Saya dan Bung Darwis akan memerintahkan
                                                      anggota pemuda lainnya untuk merebut kekuasaan
Pegangsaan Tinur No. 17 Jakarta pukul                 dari Jepang.
20.00 WIB.
                                                      Kediaman Soekarno, Jl. Pegangsaan Timur
Chairul Shaleh     : Teman-teman sekalian,
sudahkah kalian mendengar berita tentang
                                                      No.56 Jakarta pukul 22.00 WIB. Terjadi
kekalahan Jepang ?                                    Perdebatan serius antara golongan pemuda
                                                      dengan Soekarno
Wikana                 : Belum, kawan . Darimana
engkau tahu tentang itu ?
                                                      Wikana                  :      Kita      harus
                                                      memproklamirkan kemerdekaan sekarang , Bung !
Chairul Shaleh        : Barusan saya dan Sukarni
berkumpul dengan Syahrir, ia mendengar siaran
                                                      Soekarno           : Ini batang leherku, seretlah
radio Jepang yang mengumumkan berita tentang
                                                      aku ke pojok itu sekarang dan potong leherku
genjatan senjata itu.
                                                      malam ini juga ! Kamu tidak perlu menunggu
                                                      hingga esok hari !
Darwis              : Berarti negeri kita sekarang
dalam kondisi vacuum of power ?
                                                      Chairul          Shaleh               : Tapi ini saat
                                                      yang tepat, Bung. Jepang sudah kalah oleh Sekutu
Chairul Shaleh         : Benar. Demikian, saya
                                                      dan tak ada kuasa lagi di negeri ini. Mengapa harus
mengumpulkan     kalian semua disini untuk
                                                      menunggu ? Rakyat sudah banyak menderita akibat
membicarakan     masalah    itu.  Kita   harus
                                                      penjajahan ini..
Moh. Hatta             : Jepang adalah masa yang     Moh. Hatta           : Bagaimana ini ? Para
silam. Belum lagi kita harus menghadapi Belanda      pemuda menuntut untuk segera memproklamasikan
yang hendak kembali berkuasa di negeri ini. Jika     kemerdekaan.
Saudara tidak setuju dengan apa yang saya katakan,
dan mengira diri Saudara telah sanggup menopang      Soekarno                 : Tapi kita tidak boleh
kekuatan sendiri, Mengapa datang pada Soekarno       gegabah, Bung. Kita butuh waktu untuk
dan    memintanya       untuk   memproklamirkan      mempersiapkan semuanya dengan matang agar
kemerdekaan?                                         tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Chairul Shaleh             : Apakah kita harus       Mr. Soebardjo        : Saya setuju. Menurut saya,
menunggu janji Jepang untuk memerdekakan             yang terpenting sekarang adalah menghadapi
bangsa ini ? Kita bisa, Bung . Kita harus bangkit    Sekutu yang hendak berniat kembali berkuasa di
dan memproklamirkan kemerdekaan sendiri .            negeri ini. Selain itu, masalah kemerdekaan
Mengapa harus menunggu janji manis itu ? Jepang      sebaiknya dibicarakan lagi dalam sidang PPKI 18
sendiri bahkan telah kalah dalam “Perang Suci” nya   Agustus mendatang.
!
                                                     Iwa Kusumasumantri : Lalu bagaimana dengan
Soekarno                : Kekuatan segelintir ini    pendapat golongan muda ? Apa kita abaikan saja ?
takkan mampu mengalahkan armada perang milik
Jepang ! Coba kau perlihatkan padaku, mana bukti     Djojo Pranoto         : Ya, lagipula mereka masih
kekuatan yang diperhitungkan itu ? Apa               muda, pemikiran mereka terlalu pendek. Kita harus
tindakanmu untuk menyelamatkan wanita dan anak-      melihat ke depan, mempersiapkannya dengan
anak jika ternyata terjadi pertumpahan darah ?       matang. Kalau tidak bagaimana nanti jika semuanya
Bagaimana cara kita nanti untuk mempertahankan       berantakan?
kemerdekaan ? Coba bayangkan, bagaimana kita
akan tegak di atas kekuatan sendiri.                 Iwa Kusumasumantri : Baiklah , Bung. Berarti kita
                                                     semua sudah sepakat.
Wikana                : Tapi semakin cepat kita
memproklamasikan kemerdekaan akan semakin            Setelah selesai berunding, para golongan tua
cepat pula kita mengakhiri penderitaan rakyat yang
sudah ditanggung selama ini.. Inilah yang sudah      segera menemui para anggota golongan muda
ditunggu-tunggu bangsa kita, Bung.                   yang menunggu di luar ruangan.
Moh. Hatta           : Baiklah. Tapi berikan kami
                                                     Moh. Hatta             : Setelah kami berunding
waktu untuk berunding sebentar.
                                                     tadi, kami memutuskan untuk tidak tergesa-gesa
                                                     mengenai hal proklamasi kemerdekaan. Hal ini
                                                     masih akan dibicarakan lagi dalam sidang PPKI.
Kemudian para anggota golongan tua yang
berada di kediaman Soekarno langsung
membicarakan permasalahan tersebut.
BABAK 2       : Penculikkan Soekarno dan Moh. Hatta oleh para pemuda.
                                                     tokoh itu ke Rengasdengklok agar terhindar
             Dengan berat hati mendengar             dari desakan pemuda dan pengaruh Jepang di
keputusan tersebut, para pemuda pun                  Jakarta.
meninggalkan kediaman Soekarno. Tetapi
mereka tidak putus asa. Mereka pun menyusun          Tanggal 16 Agustus 1945 Pukul 04.00
strategi bagaimana membujuk Soekarno dan             WIB, kediaman Soekarno
Moh. Hatta untuk memproklamasikan
                                                     Chairul Shaleh       : Assalamualaikum ..
kemerdekaan sesegera mungkin. Akhirnya
mereka memutuskan untuk mengasingkan kedua           Moh. Hatta            : Waalaikumsalam. Ada apa
                                                     Saudara datang sepagi ini ?
                                                      Mr. Soebardjo          : Apakah Saudara tahu
Darwis              : Kami bermaksud membawa          keberadaan Soekarno dan Bung Hatta ?
Anda dan Soekarno untuk ikut kami menuju tempat
pengasingan.                                          Wikana                : Maaf, saya tidak tahu,
                                                      Bung.
Soekarno            : Tempat pengasingan ? Apa
yang Saudara maksudkan ?                              Mr. Soebardjo           : Katakanlah kepadaku
                                                      dimana mereka sekarang, dan aku akan menjamin
Chairul Shaleh        : Ya, kami akan membawa         keselamatan mereka ketika kembali ke Jakarta, dan
kalian untuk diasingkan agar terhindar dari           aku akan menjamin kemerdekaan untuk kalian esok
ancaman bentrok antara rakyat dan Jepang.             harinya.

Moh. Hatta           : Baiklah, kami akan ikut.       Sudiro               : Akankah Anda bersumpah
                                                      untuk itu ?
Darwis               : Sebaiknya Ibu Fatmawati
dan anak Anda turut serta, Bung. Untuk menjamin       Mr. Soebardjo         : Kau bisa percaya padaku,
keselamatan mereka.                                   Nak

Soekarno               :   Baiklah,   saya    akan    Wikana                : Baiklah, kami akan
mengajak mereka.                                      menunjukkan tempatnya, di Rengasdengklok.

Hilangnya Soekarno dan Moh. Hatta secara              Mr. Soebardjo     : (memanggil salah seorang
                                                      pemuda) Hei, Nak ! Tolong antarkan kami ke
misterius pagi itu,menimbulkan kepanikan di           Rengasdengklok.
kalangan para pemimpin di Jakarta. Peristiwa
                                                      Yusuf Kunto            : Maaf, saya, Pak ? Baik,
ini baru diketahui oleh Mr. Ahmad Soebardjo           kalau begitu naiklah (Mr. Soebardjo naik ke mobil
pukul 08.00 pagi.                                     beserta Wikana dan Sudiro kemudian berangkat
                                                      menuju                           Rengasdengklok)
BABAK 3        : Perundingan dengan Soekarno di Rengasdengklok
                                                     kemerdekaan. Selain itu kita belum siap dan masih
Soekarno               : Nah , jelaskan sekarang     membutuhkan bantuan dari Jepang untuk merdeka.
mengapa Saudara sekalian membawa kami kesini.
                                                     Darwis                 : Bagaimana bila perkataan
Chairul Shaleh           : Maafkan kelancangan       Jepang tentang kemerdekaan bangsa kita hanya
kami, Bung . Ini demi keselamatan Anda.              janji manis belaka ? Apa yang akan Anda lakukan ?

Darwis               : Kami ingin membicarakan        Sukarni               : Apakah akan selamanya
masalah proklamasi kembali.                           menunggu janji itu, Bung ? Kita harus
                                                      memproklamasikan kemerdekaan sekarang juga,
Moh. Hatta           : Bukankah tempo hari sudah      demi rakyat yang sudah bertahun-tahun terbelenggu
kami katakan kepada kalian, masalah kemerdekaan       oleh penjajahan di Tanah Air mereka sendiri !
masih akan dibicarakan dalam sidang PPKI ?            Mereka berhak bebas, dan sekaranglah saatnya !

Chairul Shaleh        : Memang benar adanya.          Syodanco Singgih       : Tenang Saudara sekalian.
Tetapi kami semua berpendapat, Mengapa                Mari bicarakan semuanya dengan kepala dingin,
menunggu untuk di merdekakan oleh Jepang ?            tidak perlu ada ketegangan , ok ?
Mengapa menunggu hasil sidang PPKI, kalau kita
bisa bergerak dengan kekuatan sendiri ? PPKI itu      (Syodanco Singgih membawa Soekarno dan Moh.
bentukan      Jepang,   Bung.    Kami      ingin      Hatta menjauh dari perdebatan itu, kemudian
memproklamasikan kemerdekaan tanpa campur             mereka berunding)
tangan dari Jepang.
                                                      Syodanco Singgih    : Saya mengerti perhitungan
Soekarno             : Pendapat itu benar. Namun,     Anda berdua mengenai masalah proklamasi ini, kita
kita masih terlalu dini untuk memproklamasikan        memang belum mempertimbangkan semuanya
                                                      dengan matang. Tapi saya percaya kita dapat
bangkit dan memanfaatkan situasi ini. Kesempatan
tidak akan datang dua kali, Bung . Apa yang          Mr. Soebardjo            : Syukurlah kalian semua
mereka katakan benar adanya dan saya mendukung       baik-baik saja. Jadi bagaimana keputusannya ?
mereka.
                                                     Moh. Hatta            : Kami setuju kemerdekaan
Moh. Hatta              : Tetapi, apakah kita        akan dilaksanakan tanpa campur tangan Jepang.
bisa?Akankah ini semua mungkin dilakukan ?
                                                     Mr. Soebardjo         : Lalu, Kapan kita akan
Syodanco Singgih        : Tentu mungkin, Bung .      melaksanakannya? Menurut saya, bagaimana jika
Asal kita berusaha tentu akan kita temukan jalan     besok ? Pasukan pemuda di Jakarta sudah bersiap.
keluarnya. Lagipula, para pemuda di Jakarta sedang
menyusun strategi pertahanan untuk mencegah          Soekarno            : Jika mungkin, ya kita akan
serangan dari Jepang ataupun sekutu yang tidak       melaksanakannya esok pagi.
menerima proklamasi bangsa kita.
                                                     Selesailah perundingan di Rengasdengklok.
Soekarno              : Baiklah, saya setuju. Kita
akan memproklamasikan kemerdekaan tanpa ada          Semua anggota golongan tua maupun muda
campur tangan Jepang.                                kembali ke Jakarta untuk membahas lanjut
Pada pukul 17.30 WIB , rombongan dari                rencana proklamasi kemerdekaan tanggal 17
Jakarta tiba di Rengasdengklok untuk                 Agustus 1945.
menjemput Soekarno dan Moh. Hatta.
          SCENE III : Rumah Laksamana Maeda (Perumusan Teks Proklamasi)
                                                     Mr. Soebardjo         : Maaf kami mengganggu
Tanggal 16 Agustus 1945 pukul 23.00 WIB,             Anda malam-malam begini. Kami perlu tempat
                                                     untuk membicarakan rencana kemerdekaan yang
rombongan tiba di Jakarta.                           akan dilangsungkan esok hari.

Mr.   Soebardjo          :    Bagaimana   kita       Laksamana Maeda        : Benarkah itu ? Kalau
membicarakan     naskah    proklamasi   untuk        begitu,masuklah. Saya turut gembira mendengar
mendeklarasikan kemerdekaan kita ?                   kabar ini . Silakan gunakan ruangan yang kalian
                                                     butuhkan. Saya akan pergi istirahat dulu.
Chairul Shaleh        : Kita butuh tempat untuk
membahasnya, Bung. Tapi hari sudah malam dan         Chairul Shaleh        : Terimakasih, Pak Perwira.
pihak Jepang tak mungkin mengizinkan kita
melakukan kegiatan sekarang, apalagi jika mereka             Perumusan Teks Proklamasi dilakukan
tahu bahwa kita hendak membicarakan rencana
proklamasi.                                          di rumah makan Maeda. Tiga eksponen
                                                     pemuda yaitu Sukarni, Sudiro, dan B.M
Mr. Soebardjo   : Saya punya ide. Kita akan
meminjam rumah perwira Jepang, Laksamana             Diah menyaksikan Soekarno, Moh Hatta,
Maeda.                                               dan Mr. Ahmad Soebardjo membahas
(Rombongan kemudian berangkat ke rumah               perumusan naskah proklamasi.
Laksamana Maeda di Jl. Imam Bonjol No.1)
                                                              Acara Perumusan naskah proklamasi
                                                     berjalan lancar.Tidak ditemukan kesulitan untuk
Mr. Soebardjo        : (mengetuk pintu)              menemukan rumusan yang tepat. Sebagai hasil
Laksamana Maeda      : Selamat malam, Ada apa,       pembicaraan mereka bertiga, di perolehlah
Bung ?                                               rumusan yang di tulis tangan oleh Soekarno.
       Pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul             Setelah      semuanya setuju, Soekarno
04.00 WIB, dibacakanlah rumusan naskah                memerintahkan Sayuti Melik untuk mengetik
proklamasi untuk yang pertama kalinya di              teks proklamasi
depan para hadirin yang berada di rumah
                                                      Soekarno                : Tolong kau ketik teks
Maeda yang langsung disetujui. Namun                  proklamasi ini. Jagalah teks ini baik-baik.
kemudian timbullah persoalan tentang siapa saja
                                                      Sayuti Melik             : Baik, Bung . (dengan
yang akan menandatangani naskah proklamasi.           segera mengetik teks tersebut)

Chairul Shaleh       : Menurut saya, sebaiknya        Sayuti Melik pun mengetik teks tersebut.
naskah ini jangan ditandatangani oleh anggota
PPKI.                                                 Semua persiapan proklamasi rampung pada
                                                      pukul 04.30 WIB. Lalu, semua hadirin
B.M Diah             : Memang kenapa ? Lantas
siapa yang akan menandatanganinya?                    pulang ke rumah masing-masing dengan
                                                      perasaan gembira. Kemudian para pemuda
Chairul Shaleh          : PPKI kan lembaga
bentukkan Jepang . Kita sudah sepakat tadi untuk      mengirimkan kurir-kurir untuk menyampaikan
melaksanakan proklamasi tanpa campur tangan           bahwa saat proklamasi telah tiba. Mereka juga
Jepang.
                                                      mengatur pelaksanaan penyiaran berita
Mr. Soebardjo         : Kau benar, Nak. Bagaimana     proklamasi kemerdekaan. Menyebarkan
ini , Bung ?
                                                      beberapa pamfleet ke penjuru Jakarta dan
Soekarno             : Adakah dari kalian yang        sekitarnya. Pengeras suara diusahakan adanya.
punya pendapat untuk menyelesaikan masalah ini?
                                                      Semua dilakukan agar rakyat dapat turut
Sukarni              : Bagaimana jika naskah ini      menyaksikan momen paling berharga untuk
ditandatangani oleh hadirin yang datang saat ini?
Seperti Amerika ketika menandatangani teks            bangsa Indonesia
deklarasinya.
                                                      Pada saat yang sama, Soekarno dan Ibu
Moh.Hatta              : Jangan, kita tidak boleh
meniru. Kita harus berbeda dari bangsa lain.          Fatmawati sampai di kediaman mereka dan
                                                      berbincang sejenak.
Wikana                 : Lalu bagaimana, Bung
Karno ?
                                                      Soekarno              : Alhamdulillah akhirnya
Soekarno             : Karena ini semua berkat        semua berjalan dengan lancar. Terimakasih ibu
jasa-jasa Indonesia berarti “Atas nama bangsa         telah menemani saya di saat-saat yang cukup
Indonesia”                                            menguras pikiran ini.
Sukarni              : Saya setuju, dan saya punya    Ibu Fatmawati         : Iya, terimakasih Gusti Allah
usul. Yang menandatangani teks cukup dua orang        yang telah memberikan jalan pada bangsa kita
saja yaitu Anda dan Bung Hatta sebagai wakil dari     untuk memproklamasikan kemerdekaan. Oh iya
bangsa Indonesia. Bagaimana ?                         pak, apakah kalian sudah merencanakan bagaimana
                                                      proklamasi besok akan berlangsung ?
Soekarno                :   Usul   yang   bagus   .
Bagaimana hadirin ?                                   Soekarno                 : Sudah, kita akan
                                                      melaksanakan upacara bendera, yang nanti akan di
Hadirin (semua)       : Kami setuju !!!               iringi lagu Indonesia Raya karya Bung Supratman.

                                                      Ibu Fatmawati         : Bukankah kita belum punya
                                                      bendera ? lantas bagaimana ?
                                                      Ibu Fatmawati         : Baiklah, Pak. Dan, Ibu
Soekarno               : Ya ampun , Bapak sampai      punya ide. Kita namakan saja bendera nya “Sang
lupa, Bu. Kalau begitu bagaimana jika Ibu saja yang   Saka Merah Putih”. Bagaimana ?
menjahitkan bendera ?

Ibu Fatmawati       : Tapi Ibu tidak punya kain,      Soekarno            : Ide yang bagus. Ya, bendera
Pak. Kain yang ada hanya kain merah dan putih.        pusaka “Sang Saka” dan warna nya merah putih ,
Apa tidak apa-apa?                                    menjadi “Sang Saka Merah Putih” , Brilian !

Soekarno            : Tentu saja. Buatlah bendera     Ibu Fatmawati : Ya sudah, sebaiknya Bapak bersiap
yang sederhana. Yang penting kita sudah berusaha      sana. Menyusun pidato yang nanti akan bapak
untuk menyediakannya.                                 bacakan.


                             SCENE IV         : Proklamasi Kemerdekaan
                                                      Iskandardinata, Ki Hajar Dewantara, M.
Hari Jum’at pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul
10.00 WIB di Jl. Pegangsaan Timur No.56 ,             Tabrani dll.
dilangsungkan proklamasi kemerdekaan Indonesia.
                                                      Suasana menjadi sangat hening. Soekarno dan
Sesaat sebelum upacara dimulai…                       Hatta dipersilahkan maju beberapa langkah
Soekarno            : Trimurti, tolong Anda           dari tempatnya semula. Soekarno mendekati
kibarkan bendera Merah Putih ini sebagai tanda        mikrofon. Dengan suaranya yang lantang dan
awal kejayaan bangsa ini. (sambil menyerahkan
bendera)                                              mantap, Soekarno pun membacakan pidato
                                                      pendahuluan sebelum beliau membacakan teks
Trimurti                : Siap, Bung. Saya akan
menyuruh anak didik saya untuk mengibarkannya.        proklamasi.
(memanggil Suhud dan Latief) Hei, kalian ! Jaga
baik-baik bendera ini. Kalian mendapat kehormatan     Pidato Soekarno :
untuk mengibarkan bendera ini untuk pertama
kalinya dalam sejarah Indonesia.                                 Saudara-saudara sekalian ! Saya telah
                                                      minta Saudara hadir disini, untuk menyaksikan
Latief dan Suhud   : Siap, Komandan ! Kami tak        peristiwa maha penting dalam sejarah bangsa kita.
akan mengecewakan Anda.                               Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah
                                                      berjuang umtuk merdeka. Bahkan telah beratus-
                                                      ratus tahun lamanya, gelombang aksi kita tidak
                                                      putus dalam berjuang untuk memerdekakan negeri
                                                      ini. Kita jatuh bangun menyusun kekuatan untuk
Tiba saatnya Upacara                   Proklamasi     menggapai cita-cita Indonesia bebas dari penjajahan
                                                      bangsa lain. Semalam, kami para pemuka-pemuka
Kemerdekaan Indonesia…                                rakyat Indonesia dari berbagai penjuru bergabung
                                                      untuk memusyawarahkan dan permusyawaratan itu
Tokoh-tokoh pejuang Indonesia telah hadir di          seiya-sekata berkata : inilah saatnya bagi kita untuk
                                                      mengobarkan api revolusi kemerdekaan Indonesia.
lokasi. Di antaranya yaitu Mr. AA.                    Saudara sekalian ! Dengan ini kami menyatakan
Maramis, HOS Cokroaminoto, Otto                       kebulatan tekad itu. Dengarkanlah proklamasi kami
                                                      :
                                                 PROKLAMASI

 Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan Kemerdekaan bangsa Indonesia. Hal-hal yang
 mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain, diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam
                             tempo yang sesingkat-singkatnya

                                           Jakarta, hari 17 bulan 8 tahun 45
                                            “Atas nama bangsa Indonesia”

                                                   Soekarno-Hatta



Kemudian di kibarkanlah bendera Sang Saka
Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya.
Hadirin turut menyanyikan lagu kebangsaan
Indonesia tersebut.

Peristiwa   Proklamasi        ini     memang     hanya
berlangsung sebentar. Namun. Peristiwa itu telah
megubah     segala    sendi         kehidupan   bangsa
Indonesia. Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan
telah menjadi momentum puncak perjuangan
Bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kita sebagai
generasi penerus bangsa harus berprestasi dalam
rangka mengisi kemerdekaan tersebut, bukan
malah menodainya. Kita harus bisa membalas budi
para pejuang Tanah Air jaman dahulu dengan
cara mempertahankan kemerdekaan ini !

								
To top