Docstoc

aktivitas

Document Sample
aktivitas Powered By Docstoc
					Pengaruh terapi aktivitas gerak fisik terhadap peningkatan
   Basal Metabolisme Rate pada pasien Diabetes Mellitus
Posted on 23 Januari 2011 by grahacendikia
Aktivitas gerak yang teratur akan membantu meningkatkan metabolisme di dalam tubuh (Sharkey,
2003). Metabolisme sendiri secara sederhana berarti segenap reaksi kimia diseluruh sel tubuh,
dengan panas sebagai produk akhir pelepasan energi (Tamsuri, 2004:2). Sedangkan pengertian
metabolisme basal (Basal Metabolisme Rate, BMR) adalah kebutuhan kalori minimum yang
dibutuhkan seseorang hanya untuk sekedar mempertahankan hidup , dengan asumsi bahwa orang
tersebut dalam keadaan istirahat total , tidak melakukan aktivitas sedikitpun.
Biro Pusat Statistik memperkirakan pada tahun 2003 sudah terdapat 14 juta orang Indonesia yang
mengidap diabetes. Angka itu diprediksi akan terus melonjak hingga 51 juta pada tahun 2030.
Sementara itu di Jawa Timur prevalensi Diabetes Melitus sendiri sebesar 1,43 % didaerah urban dan
1,47 % di daerah rural ( Ilmu Penyakit Dalam, 2006: 1853). Berdasarkan studi pendahuluan di
Rumkit Militer Malang sendiri pada pertengahan bulan Nopember sampai tanggal 5 September
2008 jumlah penderita Diabetes Militus sebanyak 32 orang. Dari observasi terhadap beberapa
pasien NIDDM yang menjalani rawat inap lebih dari tiga hari dan belum mendapat aktivitas gerak
didapatkan nilai metabolisme basal mereka rata-rata 8,6 % dengan kadar glukosa puasa berada pada
rentang 150 sampai 200.
Menurut Brian J. Sharkey aktivitas yang teratur kembali menjadi perawatan NIDDM yang manjur
dan bagi penderita akan menghilangkan kebutuhan akan pengganti insulin. Efek latihan ini
khususnya penting bagi orang yang gemuk dan menderita diabetes tipe II atau NIDDM. Karena
pada keadaan seperti itu tingkat sirkulasi lemak yang tinggi menghalangi kemampuan insulin untuk
memindahkan glukosa ke otot. Aktivitas yang teratur akan meningkatkan metabolisme tubuh.
Dengan peningkatan metabolisme maka kemampuan jaringan tubuh untuk lebih memberikan respon
terhadap insulin juga akan meningkat sehingga akan lebih efektif sehingga membantu
mengendalikan diabetes dan mencegah komplikasinya (Marillin Johnson, 1998). Pada pasien
NIDDM yang tirah baring di rumah sakit tentunya mereka berada dalam keadaan yang mana terjadi
penurunan aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang menurun menyebabkan penurunan masa otot dan
peningkatan masa lemak sehingga hal ini akan berdampak terhadap metabolisme basal tubuh
sendiri.



SENAM KAKI Turunkan Nyeri Ulkus. Arlina Dewi Hubungan Aspekaspek Perawatan Kaki Diabetes
Hubungan Aspekaspek Perawatan Kaki Diabetes Dengan Kejadian Ulkus Kaki Diabetes Pada Pasien
Diabetes Mellitus
Sebuah Blog Dari AkhTyo Senam Kaki Diabetes Melitus. PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Diabetes
Melitus Merupakan Sekelompok Kelainan Heterogen Yang Ditandai Oleh Kenaikan Kadar Glukosa Darah
Atau Hiperglikemia
Luka Diabetes Melitus PDFQueen PDF Search Engine Free . PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN SENAM
KAKI DIABETES TERHADAP Melitus Mengenai Pentingnya Pelaksanaan Senam Kaki Diabetes Sehingga
Dapat Mencegah Luka Kaki Diabetes Lebih
Kaos Kaki Docstoc. LATIHAN SENAM KAKI PADA PASIEN DIABETES MELITUS Kelompok 3B 1 Fara
Choirunisa 2 Finta Widyanti 3 Ika
Senam Kaki Diabetes Mellitus Warta Warga. Pengertian Diabetes Mellitus Diabetes Mellitus Adalah Suatu
Kumpulan Gejala Yang Timbul Pada Seseorang Yang Disebabkan Oleh Karena Adanya Peningkatan Kadar
Gula Glukosa
Senam Diabetes Untuk Kontrol Kadar Gula Darah Info Diabetes Mellitus. Diabetisi Dianjurkan Melakukan
Senam Diabetes Secara Rutin Saat Ini Penyakit Diabetes Mellitus Kencing Manis Bukan Organ Tubuh
Manusia Mulai Otak Hingga Ujung Kaki
Senam Kaki Diabetes. SENAM KAKI DIABETES BAB I PENDAHULUAN A LATAR BELAKANG Diabetes Melitus
Merupakan Sekelompok Kelainan Heterogen Yang Ditandai Oleh Kenaikan Kadar Glukosa Darah Atau
Sehat Diabetes Pengobatan Herbal Diabetes Mellitus. Anda Menderita DIABETES MELLITUS Dan Tak
Kunjung Sembuh TUPAS + GANNA Salah Satu Komplikasi Kencing Manis Diabetes Adalah Pada Kaki Kaki
Merupakan
Senam Ritmik. The Currency Of Practice Reclaiming Autonomy For The MFA LATIHAN SENAM KAKI PADA
PASIEN DIABETES MELITUS
SENAM KAKI DIABETES Sehat Dengan Senam Kaki Diabetes. Pengidap Penyakit Diabetes Melitus Kini
Meningkat Tajam Tahun 2006 Tercatat Penderita Diabetes Sebanyak 120 Juta Orang Dan Diperkirakan
Bisa Meningkat Hampir 100 20



Bagi penderita Diabetes Mellitus (DM) seringkali mendapatkan pesan atau nasihat dari dokter yang
merawatnya agar melakukan kegiatan fisik. Seringkali pada pasien DM terutama DM tipe 2, faktor
resiko yang menyebabkan ia jatuh ke dalam kondisi DM adalah kegemukan atau obesitas. Obesitas
disini mempunyai peran dalam menyebabkan resistensi atau gagalnya tubuh mempergunakan
hormon insulin untuk menurunkan kadar gula di dalam darah.




                        Obesitas adalah salah satu resiko terjadi DM tipe II

Kegiatan fisik ternyata mempunyai manfaat yang besar bagi pasien penderita DM tipe II yang
masih terkontrol gula darahnya dan tidak mempunyai komplikasi. Ternyata dengan melakukan
kegiatan fisik seperti olahraga, selain mampu menurunkan berat badan untuk mencapai berat badan
yang ideal, ternyata dengan olahraga mampu menurunkan kadar gula darah. Untuk mengetahui
kenapa olahraga bisa menurunkan kadar gula darah, mari kita simak kelanjutannya di bawah ini.
                  Latihan fisik pada orang obesitas dapat menurunkan gula darah

Tubuh manusia mempunyai beberapa sistem transportasi yang mengantarkan gula yang terdapat di
dalam darah untuk masuk ke dalam sel, dimana gula ini di dalam sel akan dibakar untuk menjadi
energi supaya manusia bisa tetap hidup dan bisa melakukan aktivitas sehari-hari. Sistem transport
gula tersebut disebut juga sebagai GLUT (Glucose Transporter).




                        Proses kerja GLUT secara kimiawi di dalam tubuh

Di dalam otot manusia terdapat GLUT tipe 4, dimana pada saat manusia ini aktif melakukan
aktivitas fisik atau olahraga yang banyak mempergunakan otot, maka GLUT ini akan aktif
menangkap gula yang beredar di dalam darah dan akan dimasukkan ke dalam otot dan dibakar
untuk dirubah menjadi energi. Uniknya GLUT tipe 4 ini tidak memerlukan insulin dimana pada
penderita DM tipe II biasanya ditemukan insulin yang sedikit sekali sehingga kurang cukup
aktivitasnya untuk menurunkan kadar gula di dalam darah, sehingga cocok sekali dengan
mengaktifkan sistem GLUT ini bagi penderita DM untuk menurunkan kadar gula di dalam darah
dengan aktivitas fisik.

Namun aktivitas fisik dibatasi hanya pada penderita DM tipe II dimana gula darahnya terkontrol
baik oleh obat-obatan dan tidak mempunyai komplikasi yang berat, sehingga tidak ada halangan
dalam menjalankan aktivitas fisik seperti olahraga. Selain itu juga penderita DM tipe II yang
terutama yang gemuk, perlu berkonsultasi dahulu dengan dokter yang merawatnya untuk
pengaturan olahraga yang baik baginya agar olahraga tetap bisa dijalankan dengan baik.


Ditulis oleh:
Mohammad Caesario

Sumber:
1. Hediger M, Rhoads D (1994). \"Molecular physiology of sodium-glucose cotransporters\".
Physiol. Rev. 74 (4): 993–1026
2. Oka Y, Asano T, Shibasaki Y, Lin J, Tsukuda K, Katagiri H, Akanuma Y, Takaku F (1990). \"C-
terminal truncated glucose transporter is locked into an inward-facing form without transport
activity\". Nature 345 (6275): 550–3
3. http://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?tool=pmcentrez&artid=2288909


Lima Pilar Penanganan DM

Diabetes Mellitus (DM) atau yang dikenal dengan penyakit kencing manis adalah suatu penyakit
kronis di mana tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang ada dalam tubuh secara efektif,
sehingga didapatkan kadar gula dalam darah tinggi. Beberapa faktor resiko terjadinya DM adalah
obesitas atau kegemukan, kurang aktivitas fisik, dan pola makan yang tidak seimbang.

Gejala umum DM adalah 3P, yaitu: poliuria atau sering buang air kecil, polidipsia atau sering
merasa haus, dan polifagia atau sering merasa lapar. DM dapat menyebabkan berbagai macam
komplikasi, seperti: gangguan penglihatan, gagal ginjal.
Oleh karena itu, penanganan DM harus dilakukan dengan menyeluruh. Menurut Perkeni
(Perhimpunan Endokrinologi Indonesia) ada lima pilar penanganan DM, dengan tujuannya adalah
mengontrol kadar gula darah, sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat
komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien DM.

Lima pilar penanganan DM tersebut meliputi:

1.   EDUKASI

Edukasi dalam penangan DM meliputi pemahaman pasien DM tentang:
o Penyakit DM
o Perlunya pengendalian dan pemantauan penyakit DM
o Pengobatan secara farmakologis (dengan obat-obatan) dan non-farmakologis (tanpa obat-
obatan)
o Tanda – tanda hipoglikemia (kadar gula darah terlalu rendah) dan cara pencegahan
hipoglikemia. Tanda-tanda hipoglikemia, antara lain: sakit kepala, berdebar-debar, gemetaran, lapar,
mual dan muntah, berkeringat, bahkan dapat juga berupa penurunan kesadaran.
o Perawatan kaki pada pasien diabetes dan pencegahan timbulnya kaki diabetes

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya luka pada kaki penderita DM, yaitu:
penderita harus selalu menjaga kebersihan kakinya, mengetahui sedini mungkin jika ada luka,
bengkak, atau perdarahan pada kaki, sesering mungkin menggunakan alas kaki, meskipun di dalam
rumah, untuk mencegah trauma pada kaki, tidak menggunakan alas kaki yang terlalu sempit,
menjaga agar kaki tidak lembab, dan segera ke dokter jika terdapat luka pada kaki atau kaki
menjadi kurang terasa.

2.   DIET NUTRISI (PERENCANAAN MAKAN)

Untuk perencanaan makan atau diet nutrisi, diperlukan keterlibatan secara menyeluruh dari dokter,
ahli gizi, dan pasien itu sendiri serta keluarga pasien. Perencanaan makan harus disesuaikan
menurut kebiasaan dan kebutuhan masing-masing individu. Pada prinsipnya, pada pasien DM
diperlukan makanan yang seimbang (karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin, dan mineral) dan
sesuai dengan kebutuhan kalori pasien. Selain itu, pada pasien DM juga diperlukan pengaturan
jadwal makan, jenis dan jumlah makanan, terutama bagi pasien DM yang telah mengkonsumsi obat
penurun gula darah atau insulin.
Kebutuhan kalori pasien DM untuk setiap harinya oleh ahli gizi atau dokter yang menanganinya
akan dihitung secara terperinci dengan mempertimbangan usia, berat badan, tinggi badan serta
kegiatan sehari-hari dari pasien. Menu makanan yang direncanakan haruslah mengacu kepada
kebutuhan kalori yang telah dihitung, janganlah berlebihan atau kurang.

 Petunjuk Umum untuk Asupan Diet bagi Diabetes:
• Hindari biskuit, cake, produk lain sebagai cemilan pada waktu makan.
• Minum air dalam jumlah banyak, susu skim dan minuman berkalori rendah lainnya pada waktu
makan.
• Makanlah dengan waktu yang teratur.
• Hindari makan makanan manis dan gorengan.
• Tingkatkan asupan sayuran dua kali tiap makan.
• Jadikan nasi, roti, kentang, atau sereal sebagai menu utama setiap makan.
• Minum air atau minuman bebas gula setiap anda haus.
• Makanlah daging atau telor dengan porsi lebih kecil.
• Makan kacang-kacangan dengan porsi lebih kecil.

3. AKTIVITAS FISIK (OLAHRAGA)
Pada dasarnya, pasien DM disarankan untuk mengurangi aktivitas sedenter atau kurang gerak dan
bermalas-malasan (seperti: menonton televisi, bermain komputer) dan memperbanyak olahraga.
Hal ini selain dimaksudkan untuk menjaga kebugaran tubuh, juga untuk menurunkan berat badan
dan memperbaiki sensitivitas insulin, sehingga dapat memperbaiki kadar gula dalam darah.

Pasien DM disarankan untuk berolahraga minimal 3 kali seminggu selama paling sedikit 30 menit.
Olahraga yang disarankan adalah olahraga aerobik, seperti: jalan kaki, bersepeda, jogging, dan
berenang. Olahraga disesuaikan dengan umur dan status kesegaran jasmani individu. Untuk pasien
DM yang masih sehat, intensitas olahraga dapat ditingkatkan, namun untuk pasien yang telah
mengalami komplikasi, olahraga dapat dikurangi.

4.   OBAT-OBATAN
Apabila pengendalian diabetesnya tidak berhasil dengan pengaturan diet dan aktivitas fisik, pasien
DM akan diberikan obat penurun gula darah. Obat-obatan tersebut harus dikonsumsi secara teratur,
sesuai anjuran dokter. Selain itu, obat-obatan tersebut juga harus diminum seimbang dengan jumlah
makanan yang dikonsumsi. Obat-obatan ini akan selalu diperlukan oleh pasien DM untuk
mengontrol kadar gula dalam darah.
Obat-obatan DM bersifat individual artinya jenis dan dosis yang diberikan oleh dokter hanya
berlaku untuk satu pasien DM itu saja, tidak bisa digunakan pada pasien DM lainnya. Setiap pasien
DM harus meminumnya dengan teratur sesuai anjuran dokter dan tidak boleh diberhentikan sendiri
oleh pasien DM.

5.   MONITOR KADAR GULA DARAH
Pasien DM harus dipantau secara menyeluruh dan teratur. Pemeriksaan pada dasarnya untuk
memantau apakah dosis pengobatan sudah cukup dan apakah target pengobatan yang berikan sudah
tercapai. Pemeriksaan tersebut meliputi pemeriksaan kadar gula darah, pemeriksaan HbA1C, dan
beberapa pemeriksaan lain.

Pemeriksaan HbA1C dimaksudkan untuk menilai kadar gula darah selama 3 bulan terakhir.
Pemeriksaan dianjurkan untuk dilakukan minimal 2 kali dalam setahun. Pasien DM yang
menggunakan insulin atau obat untuk memperbanyak pengeluaran insulin juga disarankan untuk
melakukan Pemantauan Glukosa Darah Mandiri (PGDM). PGDM dilakukan dengan menggunakan
alat pengukur yang sederhana dan mudah untuk digunakan. Waktu pemeriksaan PGDM ini
ditentukan oleh dokter dan tergantung kebutuhan pasien.

Selain itu, pemeriksaan lain yang dianjurkan adalah pemeriksaan untuk mendeteksi adanya
komplikasi DM, yaitu: pemeriksaan mata, pemeriksaan urin, dan sebagainya.

Jika kelima pilar tersebut diterapkan dengan baik, maka komplikasi penyakit DM akan dapat
dicegah dan kualitas hidup pasien DM akan menjadi lebih baik.

(dr. Yahmin Setiawan, MARS – Direktur LKC Dompet Dhuafa)

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:597
posted:6/9/2011
language:Indonesian
pages:6