Docstoc

7. Metode

Document Sample
7. Metode Powered By Docstoc
					                   PERTEMUAN KE- 11, 12 , 13 DAN 14


7. METODE/PENDEKATAN PENDIDIKAN MIPA
7.1 Pengertian Metode
Metode : cara, jalan ke dan dibelakangnya selalu ada suatu tujuan yang
           hendak dicapai (Isme Syarif, dkk 1977:53) Pedoman Membuat
           Program Pengajaran di Sekolah.
Metode adalah cara untuk melakukan sesuatu atau cara untuk mencapai
           suatu tujuan.
Metode     dalam    pendidikan   adalah     kumpulan     prinsip-prinsip   yang
terkoordinir untuk melaksanakan pengajaran.
Metode ialah suatu cara untuk melangkah maju dengan terencana dan
teratur untuk mencapai suatu tujuan tertentu, yang dengan sadar
mempergunakan pengetahuan-pengetahuan sistematis untuk keadaan
yang berbeda-beda (Knor dalam Sukarno/ DDP Sc:49).
     Metode     sering     disamakan   dengan   teknik    mengajar.    Metode
mengajar terutama menyangkut cara-cara menyajikan suatu bahan
pelajaran pada suatu situasi tertentu.
     Teknik mengajar menyangkut hal-hal yang lebih umum yang
berhubungan dengan penguasaan kelas, motivasi, penegakan disiplin,
cara mengatur alat-alat untuk demonstrasi, tehnik mendemonstrasikan
dan sebagainya (DDP Science; Sukarno dkk:49).
     Metode mengajar adalah segala usaha yang sistematis dan
pragmatis (bersifat praktis) untuk mencapai tujuan pendidikan melalui
berbagai aktivitas baik di dalam dan di luar kelas dalam lingkungan
sekolah.
     Oleh karena itu metode mengajar berfungsi sebagai              salah satu
komponen pendidikan, alat untuk mencapai tujuan bersama dengan alat
bantu mengajar dan merupakan kebutuhan dalam suatu pendidikan.




                                       72
                                                                     73
       Metode baru dianggap penting apabila berhubungan dengan semua
komponen pendidikan lainnya seperti :
       Tujuan
       Materi
       Ketrampilan proses
       Evaluasi
       Situasi, dll.
Dalam pelaksanakan CBSA dapat dipilih metoda mengajar yang dapat
lebih banyak mengembangkan ketrampilan proses seperti:
       mengamati
       menggolongkan
       menafsirkan
       menerapkan
       meramalkan
       merencanakan penelitian
       mengkomunikasikan
       Metode sering juga disebut pendekatan. Beberapa jenis metode atau
pendekatan mempunyai tempatnya masing-masing dalam tiap mata
pelajaran. Untuk tiap jenis mata pelajaran, jenis metode yang digunakan
berbeda-beda.
contoh:
       Metode ceramah: mungkin menduduki tempat yang utama dalam
        pelajaran IPS.
       Metode resitasi: yaitu mengulang kembali yang telah dikatakan
        guru, banyak mengambil tempat dalam pelajaran bahasa.
       Metode demontrasi: mungkin banyak dilakukan dalam hal prakarya.
       Tidak ada satu mata pelajaran yang cukup diajarkan dengan
mengunakan satu jenis metode saja. penggunaan hanya satu metode saja
                                                                          74
menimbulkan kebosanan, tidak saja kepada siswa tetapi juga bagi guru
itu sendiri.
       Metode yang digunakan harus disesuaikan dengan:
      Tujuan
      Sifat pelajaran, isi, luas materi pelajaran.
      Situasi pada saat mata pelajaran diberikan
      Keadaan perlengkapan yang tersedia bagi pelajaran itu.
      Tingkat kematangan siswa.
       IPA merupakan suatu aktifitas. IPA bukan sesuatu yang patut
diceritakan melainkan harus dilakukan.
Metode     kerja   ilmiah   dan   sikap   ilmiah   harus   ditumbuhkan   dan
dikembangkan dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan siswa.
       Dapatlah dikatakan, bahwa metode atau pendekatan yang paling
utama dalam pendekatan IPA ialah pendekatan menemukan sendiri,
melalui langkah-langkah kerja ilmiah seperti:
      Mengamati
      mengumpulkan data
      mengukur
      mengartikan data
      menarik keimpulan
      menyusun suatu generalisasi
      mengadakan percobaan-percobaan
      membaca buku
      membaca artikel (tulisan) yang menyangkut IPA dari majalah atau
       surat kabar.
       Cara mengajar dengan menemukan atau cara mengajar dengan
menyelidiki disebut metode penemuan (inkuiri). cara mengajar ini banyak
mengandalkan pada penemuan dan penyelidikan dengan melakukan
eksperimen dan demontrasi.
                                                                        75
   Catatan: Metode/pendekatan inkuri (metode penemuan).
             Inquari = ikuri = penyelidikan
             Discovery = penemuan
                          = kegiatan interaksi belajar mengajar yang
                         memberi     kesempatan yang luas kepada para
                         siswa untuk melakukan berbagai kegiatan yang
                         bermakna untuk sampai kepada suatu penemuan
                         sendiri sebagai hasil belajar.
     Dengan eksperimen dan demontrasi yang disertai dengan rangkaian
pertanyaan-pertanyaan itu guru membantu siswa menemukan prinsip-
prinsip atau hukum-hukum IPA. Teknik bertanya yang baik merupakan
bagian yang sangat penting dari metode ini .
Dengan menunjukkan pertanyaan-peranyaan . Guru melibatkan siswa
dalam proses belajar mengajar. siswa belajar lebih efektif apabila terlibat
dalam proses belajar mengajar
       Keuntungan belajar dengan cara menemukan dibandingkan dengan
belajar secara diberitahu, antara lain:
   1. Pengertian yang diperoleh lebih tahan lama
   2. Pelajaran menjadi lebih berarti dan menyenangkan
   3. Disamping memperoleh pegetahuan yang berupa sekumpulan fakta
       siswa berlatih menggunakan metoda ilmiah dan sikap ilmiah dalam
       memecahkan masalah
     Salah satu ciri yang sangat penting yang terlihat pada cara mengajar
dengan menemukan ini ialah : guru banyak bertanya dan tidak banyak
memberi tahu. Siswa lebih banyak aktif berfikir dan berbuat jika
dibandingkan dengan aktivitas siswa dalam proses belajar yang biasa
(proses belajar tradisional).
                                                                        76
       Guru bertindak lebih banyak sebagai pembimbing dari pada sebagai
juru penerang. Pusat kegiatan terletak pada siswa (child centered), bukan
pada guru (teacher centered).
Contoh : yang menunjukkan bagaimana guru mengaktifkan siswa berfikir
          dan berbuat dengan jalan mengajukan banyak pertanyaan.
Misalnya pelajaran tentang udara.
Guru ingin menanamkan konsep :
“Udara terdapat dimana-mana”.
Terlebih dahulu disiapkan alat-alat dan bahan yang diperlukan yaitu :
       air
       beberapa ember kecil untuk air
       beberapa buah gelas minum
       gumpalan tanah kering
Sebagai motivasi dan pendahuluan,
       Guru menarik nafas panjang
       kemudian bertanya kepada siswa, “apa yang saya lakukan ?”
       jawaban yang dapat diharapkan dari siswa :
= Ibu bernafas
= Ibu menarik nafas
= Ibu menarik udara
= dan lain-lain jawaban (guru membiarkan sebanyak mungkin jawaban)
       Guru bertanya lagi :
= apa yang saya nafaskan, atau
= apa yang masuk ke dalam tubuh melalui hdung ?
= apa yang saya hirup.
       Siswa menjawab
= hawa, atau
= udara
                                                                     77
      Guru : di mana saja udara ?
      siswa mungkin sukar/sulit menjawabnya.
       kalau demikian maka guru melanjutkan dengan pertanyaan baru :
      lihat gelas minum ini ! apa isinya ?”
       Karean gelas yang diperlihatkan kosong, mungkin banyak yang
       menjawab : “kosong”.
      Guru : “Benarkan gelas ini kosong?
      Guru mengajak siswa untuk menyelidiki
      Guru mengelompokkan siswa dalam beberapa kelompok, sesuai
       jumlah gelas yang tersedia
Setiap kelompok diberi sebuah gelas dan sebuah wadah berisi air.
Guru bertanya : “Bagaimana kita dapat menyelidiki, kosong atau berisikan
gelas itu ?”
Guru menunggu saran-saran beberapa saat. Kalau tak ada yang memberi
saran, guru mencelupkan gelas “kosong” itu terbalik ke dalam air dalam
wadah.
“Perhatikanlah bagian dalam gelas itu ?”
“Apa isi gelas itu ?”
Guru mengharapkan bahwa siswa dapat menjawab : “udara”.
Selanjutnya guru menyuruh siswa mencelupkan gelas dalam-dalam
terbalik ke dalam air kemudian membalikkannya.
“Apa yang keluar ?”
Kemudian guru memegang dua gelas dalam air, yang satu berisi penuh
air, yang satu berisi udara.
“Siapa yang dapat memindahkan udara dalam gelas ini ke gelas yang satu
lagi ?”
Semua kelompok disuruh mencoba.
Guru : “Adakah udara dalam tanah ?”
“Bagaimanakah cara kita menyelidiki hal ini ?”
                                                                         78
Guru menunggu saran-saran dari siswa kalau tak ada yang menyarankan,
guru memberikan saran :
“Coba ambil segumpal tanah yang kering. Masukkan ke dalam air dan
perhatikan ! apa kesimpulanmu ?”
Guru : “Adakah udara di dalam air ?”
“Bagaimana cara kita menyelidii ?”
Sebaiknya guru langsung melakukan suatu demonstrasi memanaskan air
dalam sebuah gelas kimia (beker), sampai timbul gelembung-gelembung
udara di dinding gelas itu.
Kemudian guru bertanya : “Gelembung-gelembung apakah ini ?”
Siswa mungkin ragu-ragu. Kalau demikian barangkali tidak ada cara lain
kecuali mengatakan (memberi tahu) bahwa gelembung-gelembung itu
udara.
Akhirnya guru-guru merangkum apa yang telah diamati oleh siswa.
Apakah udara di sekitarmu ?
Apakah udara dalam tanah ?
Jadi di mana sajakah udara ?
Jawaban yang diharapkan : “dimana-mana!”
PENGAJARAN DENGAN INKUIRI
Istilah inkuiri berasal dari bahasa Inggris yang berarti penyelidikan.
Istilah “discovery” (bahasa Inggris) yang berarti “penemuan” sma halnya
dengan istilah inkuiri, istilah ynag sudah populer digunakan dalam
pengajaran dengan maksud hampir sama.
kedua-daunya dimaksudkan untuk memajukan kegiatan interaksi belajar
mengajar yang memberi kesempatan yang luas kepada para siswa untuk
melakukan berbagai kegiatan yang bermakna untuk sampai pada sautu
penemuan sendiri sebagai hasil belajar.
                                                                                 79
       pengajaran inkuiri dapat dilaksanakan melalui berbagai cara.
Menurut Collett (1984:51-62), cara untuk memulai dan melaksanakan
pengajaran adalah dengan melalui :
       Kegiatan     demonstrasi         tenatng       kejadian-kejadian      yang
        bertentangan.
       Kegiatan pemecahan masalah
       Kegiatan induktif
       Kegiatan deduktif
       Kegiatan tugas kelompok
        Memulai    pengajaran       inkuiri   dengan    kejadian-kejadian     yang
        menyimpang.
       Peristiwa/kejadian yang menyimpang atau bertentangan dengan apa
yang diharapkan siswa, dapat menimbulkan teka teki yang dapat
mendorong siswa untuk mengetahui dan menyelidiki mengapa peristiwa
itu terjadi. Pengajaran inkuiri dengan teknik ini biasanya dimuali satu
demonstrasi atau dalam pemutaran film.
        Siswa diminta mencatat lalu mengatakan apa yang mereka amati,
kemudian guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang peristiwa-
peristiwa yang dimaksud, untuk memusatkan pemikiran siswa pada apa
yang perlu mereka selidiki atau ketahui.
       Guru   berusaha      untuk    tidak    memberiakn     jawaban       terhadap
pertanyaan-pertanyaan atau memberiakn terlalu banyak informasi.
       Siswa hendaknya didorong untuk menemukan penjelasan dengan
merumuskan penjelasan itu dalam bentuk pertanyaan yang hanya dapat
dijawab oleh guru dengannya atau tidak dan tidak akan memberikan
penjelasan. Ini akan mendorong siswa menemukan banyak ide untuk
menemukan sendiri penjelasan-penjelasan itu. Jika siswa mengalami
kesulitan untuk menemukan sendiri penjelasan-penjelasan itu, mereka
diminta untuk mencarinya dari buku teks atau dari sumber lain. Akhirnya
                                                                           80
guru memberi penjelasan untuk mementapkan penjelasan yang telah
ditemukan sendiri oleh para siswa.
      Contoh :
      Pengajaran tentang temperatur dan pemuaian
      Guru   mendemonstrasikan       kepada    siswa    sebuah   bola    yang
      dimasukkan melalui sebuah ring.
      Siswa mengamati bahwa bola tidak boleh lolos melalui ring dan
      guru   mengajarkan       beberapa   pertanyaan     menyangkut      hasil
      pengamatan mereka.
      Setelah mengajukan beberapa pertanyaan ringkas guru mengulangi
      demonstrasinya dan ternyata kali ini bola itu sudah dapat lolos
      dengan mudah melalui ring itu.
      Semua siswa kaget (mereka tidak tahu bahwa bola itu sebelum
      demonstrasi pertama telah dipanasi oleh guru).
      Guru minta kepada siswa untuk memberikan cara-cara yang
      menurut pikiran mereka mengapa hal itu dapat terjadi. Setelah
      siswa diberi waktu berfikir tentang hal itu dan menuliskan jawaban,
      guru minta seorang siswa maju ke depan kelas untuk menjelaskan
      kemungkinan-kemungkinan        jawaban     yang    mereka    pikirkan.
      Ternyata banyak ide yang muncul dari siswa tentang pemecahan
      masalah itu. Demonstrasi baru merupakan awal pengalaman siswa
      mengenai temperatur dan pemuaian. Di laboratorium siswa
      mengumpulkan      data    tentang   pemuaian      benda    padat    jika
      dipanaskan.
                                                                    81
DAFTAR PUSTAKA


Karso, dkk 1993/1994.    Materi Pokok Dasar–dasar Pendidikan MIPA.
      Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat
      Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Bagian             Proyek
      Penataran Guru SLTP Setara D-III.


Selain itu anda diharapkan mengakses materi-materi dari internet sesuai
topik yang ada dalam kontrak perkuliahan ini sebagai penambah wawasan
dalam diskusi.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:1686
posted:6/9/2011
language:Indonesian
pages:10