Docstoc

Bahasa Indonesia • Makna Leksikal 9 • Makna

Document Sample
Bahasa Indonesia • Makna Leksikal 9 • Makna Powered By Docstoc
					    • Makna Leksikal     9    • Makna Homograf
1
    • Makna Struktural        • Makna Homofon
2                        10
    • Makna Konotasi
3                        11   • Makna Sinestesia
    • Makna Denotasi
4                             • Makna Asosiasi
                         12
    • Makna Sinonim
5                             • Ungkapan / Ideom
    • Makna Antonim
                         13
6
                              • Majas
    •Makna Polisemi      14
7
                              • Peribahasa
8   • Kata Khusus        15
                              • Kata Umum
                         16
  Makna leksikal adalah makna dasar sebuah kata yang
sesuai dengan kamus. Makna dasar ini melekat pada kata
  dasar sebuah kata. Makna leksikal juga dapat disebut
  juga makna asli sebuah kata yang belum mengalami
    afiksasi (proses penambahan imbuhan) ataupun
         penggabungan dengan kata yang lain.

                        • Memiliki makna leksikal „sejenis
                          binatang berkaki empat yang
                          bisa dikendarai‟


                        Kuda
 Makna Struktural adalah makna kata yang terbentuk
  karena penggunaan kata tersebut dalam kaitannya
dengan tata bahasa. Makna gramatikal muncul karena
kaidah tata bahasa, seperti afiksasi, pembentukan kata
 majemuk, penggunaan kata dalam kalimat, dan lain-
                        lain.

                         Berumah = penambahan prefiks
                       atau awalan “ber” pada kata “rumah”
                        membuat makna “rumah” berubah
                          tidak sekedar bangunan untuk
                           tempat tinggal tetapi menjadi
                        memiliki bangunan untuk tempat
                                      tinggal.
Secara singkat makna konotasi dapat diartikan sebagai
makna tidak sebenarnya pada kata atau kelompok kata.
 Oleh karena itu, makna konotasi sering disebut juga
              dengan istilah makna kias.

                                   Contoh :
                        Adi menjadi kambing hitam dalam
                                kasus tersebut.
                       Makna kata “kambing hitam” pada
                        kalimat diatas adalah tersangka
                        dalam suatu perkara yang tidak
                                   dilakukan.
Sedangkan makna denotasi adalah makna sebenarnya
yang terdapat pada kata tersebut. Atau secara singkat
makna denotasi diartikan sebagai makna sebenarnya.
Makna sebenarnya yang dimaksud adalah makna dasar
       kata yang terdapat dalam kamus (KBBI).

                      • Contoh :
                      • Anton membeli kambing hitam kemarin
                        sore.
                      • Makna kata ”kambing hitam” pada
                        kalimat yang diatas memiliki makna
                        seekor hewan (kambing) yang warnanya
                        hitam.

                      Kuda
 Sinonim adalah suatu kata yang memiliki bentuk
yang berbeda namun memiliki arti atau pengertian
 yang sama atau mirip. Sinomin bisa disebut juga
    dengan persamaan kata atau padanan kata.


                               Contoh :
                      - Ayah dan paman budi sudah
                           lama tidak bertemu.
                        - Ajeng sudah lama tidak
                         berjumpa dengan ditha.
                          Bertemu = Berjumpa
   Antonim atau antinimi adalah hubungan semantik
    antara dua buah satuan ujaran yang maknanya
   menyatakan kebalikan, pertentangan, atau kontras
          antara yang satu dengan yang lain.

Antonimi yang bersifat         Antonimi yang bersifat relatif
mutlak                         atau bergradasi
• kata hidup dan mati          • kata besar dan kecil.
  berantonimi secara mutlak.

Antonimi yang bersifat
                               Antonimi yang bersifat hierarkial
relasional
• kata suami dan istri.        • kata tamtama dan bintara.
Sebuah kata disebut polisemi kalau kata itu mempunyai
 makna lebih dari satu, biasanya makna pertama (yang
      didaftarkan di dalam kamus) adalah makna
  sebenarnya,. Yang lain adalah makna-makna yang
   dikembangkan berdasarkan salah satu komponen
      makna yang dimiliki kata satuan ujaran itu.

            Contoh:
            • Kepalanya luka kena pecahan kaca.
            • Kepala surat biasanya berisi nama dan alamat kantor.
            • Kepala kantor itu paman saya.
            • Kepala jarum itu terbuat dari plastic.
  Homograf juga terdiri atas dua kata, yaitu homo dan
graf. Homo berarti sama, sedangkan graf berarti tulisan.
Jadi, yang sama adalah tulisannya. Jika menemukan dua
  kata yang tulisannya sama, tetapi diucapkan dengan
         cara berbeda, maka disebut homograf.

                                    Contoh :
                           Teras (bagian depan rumah)
              Teras, "te" dibaca agak lembut, (jabatan penting dalam
                             jajaran suatu departemen)
              Kedua contoh kata di atas memiliki bentuk tulisan yang
              sama, tetapi cara mengucapkannya berbeda, sehingga
                               artinya juga berbeda.
 Homofon terdiri atas dua kata, homo dan fon. "Homo"
   berarti sama atau sejenis, sedangkan "fon" berarti
       bunyi. Jadi, yang sama adalah bunyi atau
  pengucapannya. Jika ada dua kata yang bunyi atau
pengucapannya sama, walaupun tulisannya berbeda, itu
                    disebut homofon.

                                  Contoh :
              Bank (tempat simpan pinjam uang), bang (panggilan
                         untuk orang yang lebih tua).
             Kedua kata (bank dan bang) dibunyikan atau diucapkan
              sama walaupun tulisannya berbeda. Itulah homofon.
Homonim adalah suatu kata yang memiliki makna yang
       berbeda tetapi lafal atau ejaan sama.


                                  Contoh :
                   Wawan bisa bermain gitar dengan baik.
                    Bisa ular cobra itu sangat mematikan.
            Pada kalimat pertama kata bisa memiliki makna mampu
                  tetapi pada kalimat kedua bermakna racun.
Sebuah Metafora yang menggunkan ungkapan berupa
 sesuatu hal yang berhubungan dengan suatu indra
   manusia yang dikenakan kepada indra lainnya.
Menguraikan reaksi salah satu indra manusia dengan
 tanggapan yang pada keadaaan sebenarnya adalah
           tanggapan dari indra lainnya.


                                 Contoh :
             Betapa sedap memandang Gadis Cantik yang selesai
                              berdandan.
                          Suaranya terang sekali.
 Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah
leksem atau kata berkenan dengan adanya hubungan
  kata itu dengan suatu yang berada diluar bahasa.

                                  Contoh:
            Kata melati berasosiasi dengan sesuatu yang suci atau
                                  kesucian.
                  Kata merah berasosiasi dengan „berani‟.
            Makna asosiatif ini sebenarnya sama dengan lambang
           atau perlambang yang digunakanoleh suatu masyarakat
                 bahasa untuk menyatakan konsep lain, yang
            mempunyai kemiripan dengan sifat, keadaan, atau ciri
            yang ada pada konsep asal kata atau laksem tersebut.
Pengertian dari idiom/ungkapan adalah sebuah kata
   atau gabungan kata yang memiliki makna dan
    maknanya tidak sama dengan kata dasarnya.


                                Contoh :
                   Angkat topimu bila didalam ruangan !
            Aku angkat topi atas keberhasilanmu dalam bekerja.
Contoh:
a. Selesaikan masalah itu dengan kepala dingin!
( kepala dingin = pikiran yang tenang )


Contoh:
a. Jangan bermuka masam terus nanti kelihatan tua!
( muka masam = murung )



Contoh:
a. Gadis itu tampak merah muka jika bertemu dengan pemuda idamannya.
( merah muka = kemalu-maluan )



Contoh:
a. Sekarang keluarga Pak Joko jadi bumi langit di kampung ini.
( jadi bumi langit = orang yang selalu diharapkan pertolongannya)



Contoh:
a. Amin selalu menjadi kambing hitam di kelasnya.
( kambing hitam = orang yang dipersalahkan )



Contoh:
a. Semenjak musibah itu, sekarang Heny hidup sebatang kara.
( sebatang kara = hidup seorang diri )



a. Kita harus bersatu padu jika ingin menang dalam pertandingan nanti.
( bersatu padu = benar-benar bersatu )
1. Kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya dan
         biasanya mengiaskan maksud tertentu.
  2. Ungkapan atau kalimat-kalimat ringkas, padat yang
berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup
                atau aturan tingkah laku.
              • Jenis peribahasa yang berisi
  PEPATAH       nasihat atau ajaran dari orang
                tua-tua.

              • Jenis peribahasa yang berisi
PERUMPAMAAN     perbandingan yang menggunakan kata
                seperti, bagai, bak, laksana, dll.



              • Jenis peribahasa yang biasanya
   PEMEO        digunakan untuk semboyan.


              • Gabungan kata yang maknanya sudah
 UNGKAPAN       menyatu dan tidak ditafsirkan dengan
                makna unsur yang membentuknya.
Kata Khusus adalah kata-kata yang pemakaiannya dan
   maknanya bersifat spesifik dan sempit dan yang
  merujuk kepada pengertian kongkret dan tertentu.
 Bidang, ruang lingkup, dan obyek yang dicakup oleh
kata khusus itu sempit dan dia secara spesifik merujuk
 atau merepresentasikan bidang, ruang lingkup, atau
 obyek yang sempit, di samping juga hanya meliputi
                  aspek tertentu saja.

                                 Contoh :
                  Ibu menanam pohon Mangga di halaman.
                    Andri memberikan Melati kepada Isti.
 Kata umum adalah kata-kata yang pemakaiannya dan
 maknanya bersifat umum dan luas. Bidang dan obyek
yang dicakup oleh kata umum itu luas dan tidak secara
 spesifik merujuk atau merepresentasikan bidang atau
    obyek tertentu. Jenis kata umum tidak memiliki
     pertalian yang erat dengan obyeknya. Sebagai
akibatnya, kata umum kurang memberi daya imajinasi
  kepada audiens atau pembaca. Citra dalam pikiran
            audiens/ pembaca masih samar.

                                Contoh :
                     Ibu menanam pohon di halaman.
                   Andri memberikan bunga kepada Isti.
Majas adalah bahasa kias yang dapat menghidupkan dan meningkatkan efek atau
                    kesan menimbulkan konotasi tertentu.
Kesan yang terdapat dalam suatu majas disebabkan adanya perbandingan suatu
     benda atau hal tertentu dengan benda atau hal lain yang lebih umum.
                      Majas
Majas Sindiran
                  Pertentangan
           MACAM2
            MAJAS
    Majas
                 Majas Penegasan
Perbandingan
Personifikasi

• Majas yang melukiskan suatu benda dengan memberikan sifat-sifat
  manusia kepada benda-benda mati sehingga seolah-olah
  mempunyai sifat seperti manusia atau benda hidup.
• Contoh: Baru 3 km berjalan mobilnya sudah batuk-batuk.


Metafora

• Majas perbandingan yang dilukiskan sesuatu dengan perbandingan
  langsung dan tepat atas dasar sifat yang sama atau hampir sama.
 • Contoh: Dewi malam telah keluar dari balik awan (dewi malam =
   bulan)


Eufemisme
• Majas yang melukiskan suatu benda dengan kata-kata yang lebih
  lembut.
 • Contoh: Pramuwiswa bukan pekerjaan hina.
Sinedhoke

• 1. Pars Pro Toto, yaitu melukiskan sebagian tapi yg dimaksud
  seluruhnya.
• Contoh: Dia mempunyai lima ekor kuda.
• 2. Totem Pro Parte, yaitu melukiskan keseluruhan tetapi yang
  dimaksud sebagian.
• Contoh: Kaum wanita memperingati hari Kartini.


Hiperbola

• Majas yang melebih-lebihkan.
 • Contoh: Kakak membanting tulang demi menghidupi keluarganya.

Alegori
• Majas yang memperlihatkan suatu perbandingan utuh.
 • Contoh: Hidup ini diperbandingkan dengan perahu yang tengah
   berlayar di lautan.
Simbolik

• Majas yang melukiskan sesuatu dengan membandingkan benda-
  benda lain sebagai simbol / perlambangan.
 • Contoh: Dari dulu tetap saja ia menjadi lintah darat.
 • (lintah darat = pemakan riba)


Litotes

• Majas yang melukiskan keadaan dengan kata-kata yang berlawanan
  artinya dengan kenyataan yang sebenarnya guna merendahkan diri.
• Contoh: Perjuangan kami hanyalah setitik air dalam samudera luas.


Alusio

• Majas perbandingan dengan mempergunakan ungkapan peribahasa,
  atau kata-kata yang artinya diketahui umum.
 • Contoh: Ah, dia itu tong kosong nyaring bunyinya.
Asosiasi
• Majas yang membandingkan sesuatu dengan keadaan lain karena
  adanya persamaan sifat.
 • Contoh: Wajahnya muram, bagai bulan kesiangan.


Parabel

•Majas dengan menggunakan perumpamaan dalam hidup.
•Contoh: Bhagawat Gita, Mahabarata, Bayan Budiman.

Perifrasis
• Perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan menguraikan
  sepatah kata menjadi serangkaian kata yang mengandung arti yang
  sama dengan kata yang digantikan itu.
 • Contoh: Petang barulah dia pulang.
 • Menjadi: Ketika matahari hilang di balik gunung, barulah dia
   pulang.
Metonimia

• Majas yang menggunakan merk dagang / nama barang untuk
  melukiskan sesuatu yang dipergunakan sehingga kata itu
  berasosiasi dengan benda keseluruhan.
 • Contoh: Kemarin ia memakai fiat, sekarang naik kijang. (merk
   mobil)


Antonomasia

• Majas dengan menyebutkan nama lain terhadap seseorang
  berdasarkan ciri / sifat menonjol yang dimilikinya.
 • Contoh: Si Pincang, Si Jangkung, Si Keriting dan sebagainya.


Tropen
• Majas yang melukiskan sesuatu dengan membandingkan suatu
  perkejaan / perbuatan dengan kata-kata lain yang mengandung
  pengertian yang sejalan dan sejajar.
 • Contoh: Setiap malam ia menjual suaranya untuk nafkah anak dan
   istrinya.
      Ironi               Sinisme                     Sarkasme


    Majas yang
melukiskan sesuatu      Gaya sindiran       Majas sindiran
                                                               Contoh:
 yang menyatakan            dengan           yang terkasar
                                                               Otakmu
sebaliknya dari apa     menggunakan         serta langsung
                                                             memang otak
 yang sebenarnya          kata-kata            menusuk
                                                               udang!
  dengan maksud       sebaliknya seperti       perasaan.
 untuk menyindir      ironi tetapi kasar.
       orang.



    Contoh: Harum         Contoh: Itukah
    benar sore ini!           yang
                           dinamakan
                              kerja.
Pleonasme

• Majas yang menggunakan sepatah kata yang sebenarnya tidak perlu
  dikatakan lagi karena arti kata tersebut sudah terkandung dalam
  kata yang diterangkan.
 • Contoh: Salju putih sudah mulai turun ke bawah.



Repetisi

• Majas yang melukiskan sesuatu dengan mengulang kata /
  beberapa.
 • Contoh: Kita kunjung dia sebagai pemimpin, kita junjung dia
   sebagai pelindung, kita junjung dia sebagai pembebas kita.
Paralelisme

 • Majas seperti Repetisi tetapi dipakai dalam puisi.
  • Paralelisme dibagi atas:
  • 1. Anofora: bila kata / frase yang diulang terletak di awal kalimat.
  • 2. Epifora: bila kata / frase yang diulang terletak di akhir kalimat /
    lirik.



Tautologi

 • Majas yang melukiskan suatu dengan mempergunakan kata-kata yang
   sama artinya (bersinonim) untuk mempertegas arti.
  • Contoh: Saya khawatir serta was-was akan keselamatannya.



Simetri

 • Majas yang melukiskan suatu dengan mempergunakan satu kata,
   kelompok kata / kalimat yang diikuti oleh kata, kelompok kata / kalimat
   yang seimbang artinya dengan yang pertama.
  • Contoh: Kakak berjalan tergesa-gesa, seperti orang dikejar anjing gila.
Enumerasio
• Majas yang melukiskan beberapa peristiwa membentuk satu
  kesatuan yang dituliskan satu per satu supaya tiap-tiap peristiwa
  dalam keseluruhannya tampak jelas.
• Contoh: Angin berhembus, laut tenang, bulan memancar lagi.


Klimaks
• Majas yang menyatakan beberapa hal berturut-turut dengan
  menggunakan urutan kata-kata yang makin lama makin memuncak
  pengertiannya.
• Contoh: Anak-anak, remaja, dewasa datang menyaksikan film “Saur
  Sepuh”

Anti Klimaks
• Majas yang menyatakan beberapa hal berturut-turut dengan
  menggunakan urutan kata-kata yang makin lama makin melemah
  pengertiannya.
 • Contoh: Jangankan seribu, atau seratus, serupiahpun tidak ada.
Retorik

• Majas dengan mempergunakan kalimat tanya yang sebenarnya tidak
  memerlukan jawaban karena sudah diketahuinya.
 • Contoh: Mana mungkin orang mati hidup kembali?



Koreksio

• Majas yang menyebutkan beberapa benda, hal atau keadaan secara
  berturut-turut tanpa memakai kata penghubung.
 • Contoh: Kemeja, sepatu, kaos kaki, dibelinya di toko itu.



Asidention
• Majas yang menyatakan beberapa hal berturut-turut dengan
  menggunakan urutan kata-kata yang makin lama makin melemah
  pengertiannya.
 • Contoh: Jangankan seribu, atau seratus, serupiahpun tidak ada.
Polisidenion

• Majas yang menyatakan beberapa benda, orang, hal atau keadaan
  secara berturut-turut dengan memakai kata penghubung.
• Contoh: Dia tidak tahu, tetapi tetap saja ditanyai, akibatnya dia
  marah-marah.



Ekslamsasio

• Majas yang memakai kata-kata seru sebagai penegas.
 • Contoh: Amboi indahnya pemandangan ini!


Praeterito

• Majas yang melukiskan sesuatu dengan menyembunyikan /
  merahasiakan sesuatu dan pembaca harus menerka apa yang
  disembunyikan itu.
 • Contoh: Tidak usah kau sebut namanya, aku sudah tahu penyebab
   kegaduhan ini.
Interupsi
           Majas yang mempergunakan kata-kata / bagian
   kalimat yang disisipkan di antara kalimat pokok guna lebih
   menjelaskan dan menekankan bagian kalimat sebelumnya.
           Contoh: Aku, orang yang sepuluh tahun kerja di sini,
   belum pernah dinaikkan pangkatku.
Antitesis
 •Majas yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan kepaduan kata yang berlawanan arti.
  •Contoh: Cantik atau tidak, kaya atau miskin, bukanlah suatu ukuran nilai seseorang wanita.


Kontradisklo Intermimis
 •Majas yang memperlihatkan pertentangan dengan penjelasan semua.
 •Contoh: Semua murid kelas ini hadir, kecuali si Hasar, yang sedang ikut Jambore.



Paradoks
 •Majas yang melukiskan sesuatu dengan bantahan, tetapi kemudian diberi penjelasan atau
  diakhiri dengan kesimpulan.
  •Contoh: Merokok itu merusak kesehatan, akan tetapi si perokok tak dapat menghentikan
   kebiasaannya. Maka muncullah pabrik-pabrik rokok karena untungnya banyak.


Okupasi
 •Majas yang melukiskan sesuatu dengan menyembunyikan / merahasiakan sesuatu dan
  pembaca harus menerka apa yang disembunyikan itu.
  •Contoh: Tidak usah kau sebut namanya, aku sudah tahu penyebab kegaduhan ini.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:1041
posted:6/8/2011
language:Indonesian
pages:39