Docstoc

penilaian berbasis kelas

Document Sample
penilaian berbasis kelas Powered By Docstoc
					                                 Penilaian Berbasis Kelas
      Sesi
                                               120 Menit


A. Pengantar
          Penilaian merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran yang
          dimaksudkan untuk melihat sejauhmana proses pembelajaran yang berlangsung
  telah mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kenyataan di lapangan menunjukkan
  bahwa proses penilaian pembelajaran masih didominasi ranah kognitif, sehingga
  pencapaian kompetensi yang menyentuh ranah lainnya masih terabaikan dan belum
  banyak dikembangkan. Penilaian hendaknya dapat melihat profil anak secara utuh
  mencakup tidak hanya ranah kognitif, afektif, dan psikomotor, tetapi juga mencakup
  dampak pengiring serta kemampuan lainnya seperti metakognisi.
  Penilaian mengacu pada pengumpulan informasi dan sintesis oleh guru mengenai
  siswanya dan kelasnya. Biasanya penilaian disandingkan dengan evaluasi dan
  pengukuran. Penilaian ini dipengaruhi oleh hasil pengukuran dan dapat diartikan
  sebagai kegiatan menafsirkan data hasil pengukuran. Inti penilaian adalah proses
  memberikan nilai pada objek tertentu berdasarkan suatu kriteria yang dilakukan dalam
  bentuk interpretasi dan pertimbangan.


B. Tujuan
      Peserta dapat:
          Menjelaskan fungsi penilaian dalam pembelajaran.
             Menjelaskan pengertian penilaian kelas
     Membuat instrumen penilaian yang sesuai dengan kompetensi dasar yang telah
      ditentukan.
C. Penataan Kelas
          Peserta dibagi dalam kelompok-kelompok kecil dengan jumlah anggota sekitar
          5-6 orang.

D. Bahan dan Alat
        Kertas Plano                           20 buah
        Foto copy SK/KD
        Lembar Kerja                           10 buah
        LCD/ In fokus                          1 buah
                                                                  Sesi 2.1 Penilaian Berbasis Kelas



E. Langkah Kegiatan
     1. Pengantar (7 menit)
                      Fasilitator menyampaikan pengantar sesi yang meliputi tujuan sesi,
                      langkah-langkah proses pelatihan yang akan dilaksanakan dan Ice
                      breaking untuk menyiapkan mental peserta pelatihan.

     2. Kuis diberikan kepada peserta (13 menit)
     3.Demonstrasi Penilaian Otentik ( 35 menit)
          Fasilitator meminta 3 orang peserta untuk menjadi yuri dalam sebuah kontes
            tertawa yang sebentar lagi akan dilaksanakan.
          Fasilitator meminta 4 orang peserta secara sukarela untuk mengikuti kontes
            tertawa.
          Langkah-langkah kontes tertawa adalah sebagai berikut:
            1. 3 peserta yang berperan sebagai yuri dipersilahkan duduk di 3 tempat yang
                 berbeda.
            2. Kontestan ke-1 dipersilahkan melakukan tertawa semerdu mungkin tanpa
                 diberi bekal apapun sebelumnya. Dan yuri dipersilahkan menilai sesuka
                 mereka.
            3. Kontestan ke-4 dipersilahkan mengerjakan soal tentang tertawa dan baru
                 kemudian dipersilahkan untuk melakukan tertawa yang baik.
            4. Kontestan ke-2 dipersilahkan melakukan tertawa semerdu mungkin tanpa
                 diberi rambu-rambu terlebih dahulu. Sementara kepada yuri sudah
                 diberitahukan parameter tentang tertawa yang baik itu.
            5. Kontestan ke-3 dan yuri sama-sama sudah mengetahui parameter tertawa
                 yang baik sebelum melakukan kontes tertawa.
          Diskusi dan refleksi tentang proses yang telah dilaksanakan.

    4. Diskusi Kelompok ( 45 menit)
        Peserta dibagi dalam kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan sekitar 5-6
          orang.
          Setiap kelompok diberikan satu Kompetensi Dasar. Kompetensi Dasar itu
           dipilih dari daftar di bawah ini.
           o Membuat suatu karya/model untuk menunjukkan perubahan energi gerak
             akibat pengaruh udara, misalnya roket dari kertas/baling-baling/pesawat
             kertas/parasut (IPA Kelas 4 semester 2)
           o Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 500 (Kelas 2
             semester 1)
           o Mendeskripsikan tugas dan fungsi pemerintahan pusat dan daerah (PKN
             kelas 6 semester 1)

2                           Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif
                                                    Sesi 2.4 Pengembangan Alat Peraga Murah

       o Berbalas pantun dengan lafal dan intonasi yang tepat (Bahasa Indonesia
         kelas 4 Semester 2)
       o Menggunakan alat ukur panjang tidak baku dan baku (cm, m) yang sering
         digunakan (Matematika Kelas 2 semester 1)
       o Berwawancara sederhana dengan narasumber (petani, pedagang, nelayan,
         karyawan, dll.) dengan memperhatikan pilihan kata dan santun berbahasa
         (Bahasa Indonesia Kelas 5 semester 1)
       o Membuat denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah (IPS Kelas 3
         semester 1)
       o Mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan
            Belanda dan Jepang (IPS Kelas 5 Semester 2).
      Setiap kelompok mendiskusikan bentuk instrumen penilaian yang sesuai dengan
       Komptensi Dasar yang telah diterima.
      Setiap intrumen yang dikembangkan diharuskan juga disertai dengan pedoman
       penilaian atau rubrik penilaian.


5. Gallery walk (20 menit)
      Setiap kelompok menunjuk 2 orang sebagai perwakilan kelompok untuk
       menjelaskan tentang instrumen yang telah dibuat kepada kelompok lain.
      Anggota yang tidak ditunjuk bisa mengunjungi kelompok lain untuk belajar dan
       juga bisa memberikan masukan kepada kelompok lain tentang intrumen
       penilaian berbasis kelas yang telah dibuat oleh kelompok tersebut.
5. Penutup (10 menit)
      Fasilitator memberi penguatan dan kesimpulan tentang pentingnya penilaian
       berbasis kelas.
      Fasilitator memeriksa ketercapaian tujuan sesi.




                        Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif                        3
                                                            Sesi 2.1 Penilaian Berbasis Kelas




F. Lembar Kerja




    LEMBAR KERJA 1
    Berikan penilaian terhadap kontestan lomba tertawa. Tuliska n
    hasil pen ilaian Anda pada lembaran ini.




4                     Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif
                                                       Sesi 2.4 Pengembangan Alat Peraga Murah




Lembar Kerja 2

TERAPI TERTAWA

"Tertawa adalah ekspresi kebahagiaan dan bisa dilakukan tanpa syarat," ungkap Armand
Archisaputra, Instruktur Klub Tawa Seuri Euy. Menurut Armand, terapi tertawa sama
khasiatnya dengan meditasi sehingga sering disebut juga yoga tawa.
                           Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif                        5
                                                                    Sesi 2.1 Penilaian Berbasis Kelas

Tentu saja bukan sembarang tertawa melainkan tertawa alami. "Datang dengan sendirinya
dari dalam diri kita tanpa bantuan atau rangsangan dari luar seperti banyolan atau lawakan."
Jadi, harus ikut pelatihan tawa terprogram dibantu instruktur atau terapis. Dengan tertawa
alami, bebas, dan lepas, ujar Armand, "Terjadi proses biologis dan psikologis positif.
Pembuluh darah melebar, oksigen yang masuk ke dalam tubuh lebih banyak, sehingga sel
tubuh mendapatkan nutrisi dan sistem kekebalan tubuh meningkat."
Pasien juga disarankan ber latih pernapasan sebelum terapi. "Soalnya, total waktu terapi
tawa berkisar sejam di setiap programnya, sementara pasien diharapkan tertawa selama satu
menit. Itu sama dengan mengayuh sepeda selama 10 menit. Sama-sama mengucurkan
banyak keringat karena merangsang jantung dan peredaran darah."
Pada saat tertawa lepas, kondisi otak berada pada gelombang alfa (titik nol pikir atau zero
mind). "Tertawa meningkatkan kadar endorphin yang mengurangi rasa sakit akibat radang
sendi atau kejang otot," jelas Armand. Terapi tawa juga bisa meringankan bronchitis, asma,
migren, karena tertawa bisa meningkatkan kapasitas paru-paru dan kadar oksigen dalam
darah. Masih sederet lagi khasiat tertawa.
Tapi hati-hati, terapi ini punya efek negatif bagi beberapa penyakit. "Pasien wasir akut,
jantung dengan sesak napas, pasca operasi, hamil, flu, TBC, dan glukoma dianjurkan tidak
mengikuti terapi ini. Pasalnya, saat tertawa, muncul tekanan-tekanan dalam perut, " jelas
Armand.


Terapi Tertawa Bisa dilatih

Dalam kenyataannya, tertawa tidaklah selalu mudah bagi setiap orang. Pada umumnya,
orang terlalu tenggelam oleh masalah-masalahnya sendiri sehingga tidak bisa melihat sisi
humor dari masalah itu. Bila kita bisa melihat permasalahan kita dari sisi yang berbeda, sisi
yang membuat kita tertawa, maka kita akan bisa melihat penyelesaiannya dengan lebih
mudah.
Selain itu, kemampuan untuk mentertawakan situasi tak menyenangkan yang sedang
dihadapi, juga membuat kita merasa lebih kuat, memunculkan perasaan positif dan harapan.
Kita pun bisa lepas dari depresi dan perasaan tak berdaya bila mampu mentertawakan hal-
hal yang biasanya membuat kita resah.
Salah satu cara untuk bisa lebih mudah tertawa adalah dengan lebih sering melihat hal-hal
yang mudah membuat kita tertawa, contohnya yaitu kartun, parodi, lawakan, buku yang
bersifat humor, hingga film komedi. Terkadang di sekeliling kita pun ada Qrang-orang yang
bisa kita contoh karena selalu bisa melihat sisi humor dari setiap permasalahan hidup,
sehingga hidupnya jauh dari ketegangan.
Jadi yang dimaksud dengan terapi humor di sini, sama sekali bukan dengan jenis humor
yang sifatnya mengejek, agresif, atau bersifat melecehkan orang lain. Humor yang kasar atau
yang menyakitkan hati tentu saja tidak akan bisa menyembuhkan bukan?




Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas!
   1. Mengapa tertawa itu menyehatkan?
   2. Bagaimana tertawa yang baik itu ?
6                             Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif
                                                  Sesi 2.4 Pengembangan Alat Peraga Murah

3. Penyakit apa saja yang bisa disembuhkan dengan terapi tertawa?
4. Penyakit apa saja yang tidak dianjurkan untuk mengikuti terapi tertawa?
5. Apakah dengan tertawa dapat memudahkan menyelesaikan permasalahan hidup?




                      Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif                        7
                                          Sesi 2.1 Penilaian Berbasis Kelas




8   Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif
                                                Sesi 2.4 Pengembangan Alat Peraga Murah



LEMBAR KERJA 3

 Berikan penilaian terhadap kont estan lomba tertawa.
 Penilaian didasarkan pada 3 aspek, yaitu: Alami, volume,
  ekspresi.
 Tuliskan hasil penilaian Anda pada lembaran ini.




                    Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif                        9
                                                                     Sesi 2.1 Penilaian Berbasis Kelas



LEMBAR KERJA 4

 Sampaikan kepada kontestan lomba tertawa aspek yang akan
  dinilai dalam lomba.
 Penilaian didasarkan pada 3 aspek, yaitu: alami, volume
  tertawa, dan ekspresi tertawa.
 Berikan penilaian terhadap kontestan lomba tertawa.
 Tuliskan hasil penilaian Anda pada lembaran ini.

     TULISKAN HASIL PENILAIAN ANDA PADA LEMBARAN
     Rubrik untuk penilaian volume adalah sebagai berikut:
      Nilai 4 jika volume suara dapat terdengar dengan jelas.
      Nilai 3 jika volume suara kurang jelas karena terlalu keras.
      Nilai 2 jika volume suara kurang terdengar dengan jelas karena terlalu pelan.
      Nilai 1 jika volume suara tidak kedengaran.

     Rubrik untuk penilaian Irama adalah sebagai berikut:
      Nilai 3 jika tinggi rendah nada senandung serasi dan enak dinikmati.
      Nilai 2 jika tinggi rendah nada senandung belum serasi dan fales untuk
        didengarkan.
      Nilai 1 jika tinggi rendah nada senandung monoton dan kurang berfariasi




10                             Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif
                                                    Sesi 2.4 Pengembangan Alat Peraga Murah




LEMBAR KERJA 5
Buatlah Instrumen penilaiannya dengan kompetensi Dasar sebagai berikut ini!
   1. Membuat suatu karya/model untuk menunjukkan perubahan energi gerak
      akibat pengaruh udara, misalnya roket dari kertas/baling-baling/pesawat
      kertas/parasut (IPA Kelas 4 semester 2).
   2. Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 500 (Kelas 2
      semester 1).
   3. Mendeskripsikan tugas dan fungsi pemerintahan pusat dan daerah (PKN kelas 6
      semester 1)
   4. Berbalas pantun dengan lafal dan intonasi yang tepat (Bahasa Indonesia kelas 4
      Semester 2).
   5. Menggunakan alat ukur panjang tidak baku dan baku (cm, m) yang sering
      digunakan (Matematika Kelas 2 semester 1).
   6. Berwawancara sederhana dengan narasumber (petani, pedagang, nelayan,
      karyawan, dll.) dengan memperhatikan pilihan kata dan santun berbahasa
      (Bahasa Indonesia Kelas 5 semester 1).
   7. Membuat denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah (IPS Kelas 3 semester
      1)
   8. Mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan
      Belanda dan Jepang (IPS Kelas 5 Semester 2).
   9. Menentukan waktu (pagi, siang, malam), hari, dan jam (secara bulat)
      (Matematika Kelas 1 semester 1)
   10. Mendeskripsikan hubungan antara gaya, gerak dan energi melalui percobaan
       (gaya gravitasi, gaya gesek, gaya magnet) (IPA Kelas 5 semester 2)




                        Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif                       11
                                                                     Sesi 2.1 Penilaian Berbasis Kelas




G. Bahan Bacaan


                                 Penilaian Berbasis Kelas

           Istilah penilaian berbasis kelas digunakan untuk menggambarkan suatu penilaian
           yang dilakukan secara terpadu dengan kegiatan pembelajaran. Penilaian berbasis
           kelas ini bisa dipandang sebagai proses pengumpulan, pelaporan, dan
penggunaan informasi tentang hasil-hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip-prinsip
penilaian, pelaksanaan berkelanjutan, bukti-bukti otentik, akurat, dan konsisten sebagai
akuntabilitas publik. Proses ini mengidentifikasi pencapaian kompetensi atau hasil belajar
yang dikemukakan melalui pernyataan yang jelas tentang standar yang harus dicapai disertai
dengan peta kemajuan belajar siswa dan pelaporan.

Penilaian berbasis kelas secara umum bertujuan untuk memberikan penghargaan terhadap
pencapaian belajar siswa dan memperbaiki program dan kegiatan pembelajaran. Secara
rinci, tujuan penilaian berbasis kelas adalah untuk memberikan:
    informasi tentang kemajuan hasil belajar siswa secara individu dalam mencapai tujuan
     belajar sesuai dengan kegiatan belajar yang dilakukannya.
    informasi yaang dapat digunakan untuk membina kegiatan belajar lebih lanjut, baik
     terhadap masing-masing siswa maupun terhadap siswa secara keseluruhan.
    informasi yang dapat digunakan oleh guru dan siswa untuk mengetahui tingkat
     kemampaun siswa, menetapkan tingkat kesultian/kemudahan untuk melaksanakan
     kegiatan remedial, pendalamana, atau pengayaan.
    motivasi belajar siswa dengan cara memberikan informasi tentang kemajuannya dan
     merancangnya untuk melakukan usaha pemantapan atau perbaikan.


12                             Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif
                                                         Sesi 2.4 Pengembangan Alat Peraga Murah


   informasi tentang semua aspek kemajuan setiap siswa dan pada gilirannya guru dapat
    membantu pertumbuhannya secara efektif untuk menjadi anggota masyarakat dan
    pribadi yang utuh; dan
   bimbingan yang tepat untuk memilih sekolah atau jabatan yang sesuai dengan
    keterampilan, minat, dan kemampuannya.
Adapun fungsi penilaian berbasis kelas bagi siswa dan guru adalah sebagai berikut:
   untuk membantu siswa mewujudkan dirinya dengan mengubah atau mengembangkan
    perilakunya ke arah yang lebih baik dan maju;
   untuk membantu siswa mendapat kepuasan atas apa yang telah dikerjakannya;
   untuk membantu guru menetapkan apakah mentode mengajar yang digunakan telah
    memadai, dan
   untuk membantu guru membuat pertimbangan dan keputusan administrasi.


A. Prinsip-prinsip Penilaian Berbasis Kelas

Prinsip umum penilaian berbasis kelas adalah sebagai berikut:
a. Valid dan reliabel (Sahih dan terandalkan)
    Penilaian berbasis kelas harus mengukur apa yang seharusnya diukur dengan
    menggunakan alat yang dapat dipercaya, sahih, dan dapat diandalkan.
b. Mendidik
    Penilaian harus memberi sumbangan positif terhadap pencapaian hasil belajar siswa.
    Penilaian harus dinyatakan dan dapat dirasakan seabagai penghargaan yang motivasi
    bagi siswa yang berhasil dan menjadi pemicu semangat untuk meningkatkan hasil
    belajar bagi yang kurang berhasil.
c. Berorientasi pada kompetensi
    Penilaian harus menilai pencapaian kompetensi yang dimaksud dalam kurikulum.
d. Adil dan objektif
    Penilaian harus adil dan objektif terhadap semua siswa dan tidak membeda-bedakan
    latar belakang siswa yang tidak berkaitan dengan pencapaian hasil belajar. Untuk itu,
    perlu dibuat kriteria yang jelas sebagai dasar penskoran dan pengambilan keputusan.
e. Terbuka
    Kriteria penilaian hendaknya terbuka bagi berbagai kalangan sehingga keputusan
    tentang keberhasilan siswa jelas bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

                             Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif                       13
                                                                       Sesi 2.1 Penilaian Berbasis Kelas

f. Berkesinambungan
     Penilaian dilakukan secara berencana, bertahap, teratur, terus-menerus, dan
     berkesinambungan untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan kemajuan
     belajar siswa. Hasil penilaian perlu dianalisis dan ditindaklanjuti. Penilaian hendaknya
     merupakan bagian integral dari proses pembelajaran.
g. Menyeluruh
     Penilaian terhadap hasil belajar siswa harus dilaksanaan menyeluruh, utuh, dan tuntas
     yang mencakup aspek kognitif, afektif, psikomotorik, dampak pengiring, dan
     metakognitif serta berdasarkan pada berbagai teknik dan prosedur penilaian dengan
     berbagai bukti hasil belajar siswa.
h. Bermakna
     Penilaian hendaknya mudah dipahami dan dapat ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang
     berkepentingan. Hasil penilaian mencerminkan gambaran yang utuh tentang prestasi
     siswa yang mengandung informasi keunggulan dan kelemahan, minat dan tingkat
     penguasaan siswa dalam pencapaian kompetensi yang ditetapkan.

Prinsip khusus penilaian berbasis kelas adalah sebagai berikut:
a. Jenis penilaian yang digunakan harus memberikan kesempatan terbaik kepada siswa
     untuk menunjukkan apa yang mereka ketahui dan pahami, serta mendemonstrasikan
     kemampuannya. Implikasi dari prinsip ini adalah:
    pelaksanaan penilaian berbasis kelas hendaknya dalam suasana yang bersahabat dan
     tidak mengancam;
    semua siswa memperoleh kesempatan dan perlakuan yang sama dalam mengikuti
     pembelajaran dan selama proses penilaian;
    siswa memahami secara jelas apa yang dimaksud dalam penilaian; dan
    kriteria untuk mebuat keputusan atas hasil penilaian hendaknya disepakati dengan orang
     tua/wali.
b. Setiap guru harus mampu melaksanakan prosedur penilaian dan pencatatan secara
     tepat. Implikasi dari prinsip ini adalah:
    prosedur penilaian harus dapat diterima dan dipahami secara gelas oleh guru;
    prosedur penilaian dan catatan harian hasil belajar siswa hendaknya mudah
     dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran dan tidak menggunakan waktu
     yang berlebihan;
14                               Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif
                                                           Sesi 2.4 Pengembangan Alat Peraga Murah


   catatan harian harus mudah dibuat, mudah dipahami, dan bermanfaat untuk
    perencanaan pembelajaran;
   informasi yang diperoleh untuk menilai semua pencapaian belajar siswa dengan
    berbagai cara harus digunakan sebagaimana mestinya;
   penilaian pencapaian hasil belajar yang bersifat positif untuk pembelajaran selanjutnya
    perlu direncanakan oleh guru dan siswa;
   klasifikasi dan kesulitan belajar harus ditentukan sehingga siswa mendapatkan
    bimbingan dan bantuan belajar yang sewajarnya;
   hasil penilaian hendaknya menunjukkan kemajuan dan keberlanjutan pencapaian hasil
    belajar siswa;
   penilaian semua aspek yang berkaitan dengan pembelajaran, misalnya efektivitas
    pembelajaran dan kurikulum perlu dilaksanakan;
   peningkatan keahlian guru sebagai konsekuensi dari diskusi pengalaman dan
    membandingkan metode dan hasil penilaian perlu dipertimbangkan; dan
   pelaporan penampilan siswa kepada orang tua atau wali dan atasannya (kepala sekolah,
    pengawas) dan instansi lain yang terkait seharusnya dilaksanakan.

Berikut ini dikemukakan berbagai cara penilaian berbasis kelas untuk mengumpulkan bukti
(asesmen) belajar siswa.

B. Tes
Tes terbagi dua, yaitu tes tertulis dan tes lisan. Tes tertulis terutama digunakan untuk
mengukur hasil belajar siswa pada ranah kognitif. Tes Tertulis merupakan tes dimana soal
dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Tes tertulis terbagi
dua, yaitu tes uraian dan tes objektif.
1. Tes Uraian/Esai
Tes uraian dalah butir soal berbentuk pertanyaan atau tugas yang jawaban atau pengerjaan
tugas harus dilakukan dengan cara mengemukakan pikiran peserta tes secara naratif.
Bentuk tes uraian dapat diklasifikasikan ke dalam dua tipe yaitu tes uraian bebas (extended
response) dan tes uraian terbatas (restricted response). Perbedaan dua tipe tes uraian ini adalah
atas dasar besarnya kebebasan yang diberikan kepada siswa untuk menulis dan menyatakan
jawaban. Tes uraian bebas memberikan kebebasan yang lebih besar daripada uraian
terbatas.
                               Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif                       15
                                                                         Sesi 2.1 Penilaian Berbasis Kelas



2. Tes Objektif
Tes objektif adalah tes atau butir soal yang menuntut jawaban secara lebih pasti. Bentuk tes
objektif dapat mencakup banyak materi pelajaran, penskorannya objektif, dan mudah
dikoreksi.
a. Jawaban Singkat atau Isian Singkat. Bentuk ini digunakan untuk mengetahui tingkat
      pengetahuan dan pemahaman siswa. Materi yang diuji bisa banyak, namun tingkat
      berpikir yang diukur cenderung rendah.
b. Menjodohkan. Bentuk ini cocok untuk mengetahui pemahaman atas fakta dan konsep.
      Cakupan materi bisa banyak, namun tingkat berpikir yang terlibat cenderung rendah.
c. Benar Salah. Bentuk ini merupakan tes yang sederhana, karena dalam menjawab soal
      bentuk benar salah, siswa hanya dihadapkan dengan dua pilihan, yaitu menentuak
      apakah pernyataan yang tertera pada butir soal benar atau salah.
d. Pilihan Ganda. Bentuk ini bisa mencakup banyak materi pelajaran, penskorannya
      objektif, dan bisa dikoreksi dengan mudah. Tingkat berpikir yang bisa terlibat bisa dari
      tingkat pengetahuan sampai tingkat sintesis dan analisis.


Dalam menyusun instrumen penilaian tertulis perlu dipertimbangkan hal-hal berikut.
  materi, misalnya kesesuian soal dengan indikator pada kurikulum;
  konstruksi, misalnya rumusan soal atau pertanyaan harus jelas dan tegas.
 bahasa, misalnya rumusan soal tidak menggunakan kata/ kalimat yang menimbulkan
      penafsiran ganda.


                                   Contoh Format Penilaian Tes

                                              Jenis Tes                         Rerata
No.            Nama       Benar-          Pilihan       Menjo-       Uraian      Nilai     Keterangan
                           Salah          Ganda        dohkan

 1.     Ruri

 2.     Tono

 3.     ....

 4.     ....
16                                 Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif
                                                         Sesi 2.4 Pengembangan Alat Peraga Murah




Catatan:
Kolom jenis tes diisi dengan angka yang sesuai:
10-50 = kurang
60-70 = sedang
80-90 = baik
90-100 = amat baik

Secara ideal, spesifikasi tes hendaknya sedemikian lengkap, jelas, dan rinci, sehingga dua
orang pengembang alat ukur dengan kualifikasi sama yang menggunakan spesifikasi
tersebut secara terpisah, masing-masing akan menghasilkan perangkat tes yang setara.
Dalam mengembangkan spesifikasi tes kognitif, terdapat beberapa aspek yang perlu
menjadi pertimbangan adalah sebagai berikut:
a. Menentukan subjek yang akan dites
   Pengenalan siapa yang akan dikenai tes sangat perlu bagi pengembang tes. Hal ini perlu
   karena penguasaan pelajaran tertentu pada setiap ssiwa di jenjang berbeda akan berbeda
   pula.
b. Menentukan tujuan pengukuran
   Tujuan pengukuran merupakan hal penting dan yang menentukan dalam
   pengembangan tabel spesifikasi. Penyusunan suatu instrumen harus didasarkan pada
   tujuan tertentu. Oleh karena itu, tujuan pengukuran secara jelas harus dirumuskan sejak
   awal. Tes yang dimaksudkan untuk tujuan diagnostik tentunya akan berbeda dengan tes
   yang dimaksudkan untuk seleksi.
c. Menentukan tipe soal yang akan digunakan
   Dalam memilihi tipe soal yang akan digunakan, perlu dipertimbangkan beberapa hal
   sebagai berikut:
      Apakah tujuan pengukuran dapat dicapai;
      Apakah waktu yang tersdia memadai; dan
      Hubungan antara tipe soal yang digunakan dan tujuan tes, cara pemberian skor,
       pelaksanaan tes, dan pencetakan tes.
d. Menentukan materi

                             Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif                       17
                                                                        Sesi 2.1 Penilaian Berbasis Kelas

     Terdapat dua kriteria yang perlu diperhatikan dalam menentukan materi tes yang akan
     digunakan, yaitu:
     adanya kesesuaian materi yang diujikan dengan materi yang telah diajarkan yang
     dimaksudkan untuk mengetahui siswa mana yang telah mencapai tingkatan pengeahuan
     tertentu yang disyaratkan sesuai dengan tuntutan kurikulum/silabus; dan
     materi tes hendaknya menghasilkan informasi atau data yang dapat dijadikan landasan
     dalam meningkatkan proses pembelajaran.
     Aspek lain yang perlu diperhatikan dalam penentuan materi adalah: urgensi,
     kontinuitas, relevansi, dan keterpakaian.
e. Menentukan jumlah soal
     Jumlah soal sangat ditentukan oleh beberapa komponen, yaitu: tipe soal, cakupan
     materi soal, dan jenis mata pelajaran.
f. Menentukan sebaran soal
     Terdapat tiga hal penting yang perlu diperhatikan berkaitan dengan sebaran soal, yaitu:
        jenjang kelas atau semester siswa yang akan dites: jika tes yang akan dilakukan
         adalah tes semester, maka sebaran butir soal berimbang pada semua cakupan materi
         yang akan diteskan; jika tesnya adalah tes kenaikan kelas, maka proporsi soal dari
         materi semester ganjil bisa 30% atau 40% dan ; jika tesnya adalah tes akhir untuk
         jenjangh sekolah dasar, maka proporsi antara materi kelas 4, 5, dan 6 bisa 2:3:5, atau
         1:2:7.
        aspek kognitif: jika tesnya mencakup C1, C2, dan C3 (dari Taksonomi Bloom),
         maka proporsi bisa 3:5:2, atau 1:2:1, atau 2:5:3.
        tingkat kesukaran: proporsi antara soal-soal yang mudah, sedang, dan sukar bisa
         3:5:2, atau 1:2:1, atau 2:5:3.
g. Menyusun kisi-kisi
     Kisi-kisi merupakan penjabaran dari tabel spesifikasi. Untuk membuat suatu format
     kisi-kisi, perlu diperhatikan syarat kisi-kisi, yaitu: kisi-kisi harus mewakili silabus secara
     proporsional dan tepat; komponen-komponennya diuraikan dengan jelas dan mudah
     dipahami, dan materi/bahan yang hendak ditanyakan dapat dibuat soalnya.

C. Penilaian Unjuk Kerja

Penilaian unjuk kerja adalah penilaian berdasarkan hasil pengamatan penilai terhadap
     aktivitas siswa sebagaimana yang terjadi. Unjuk kerja yang dapat diamati seperti:
18                                Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif
                                                            Sesi 2.4 Pengembangan Alat Peraga Murah

    bermain peran, presentasi hasil penelitian sains sederhana, menggunakan peralatan
    laboratorium, mengoperasikan suatu alat, atau aktivitas lain yang bisa diamati. Langkah-
    langkah yang dilakukan dalam penilaian unjuk kerja adakah sebagai berikut:
   Identifikasi semua aspek penting.
   Tuliskan semua kemampuan khusus yang diperlukan.
   Usahakan kemampuan yang akan dinilai dapat teramati dan tidak terlalu banyak.
   Urutkan kemampuan yang akan dinilai berdasarkan urutan yang akan diamati.
   Apabila menggunakan skala penilaian, maka menyediakan kriteria untuk setiap pilihan,
    misalnya: baik, apabila ..., cukup, apabila ..., kurang, apabila ....

Penilaian unjuk kerja dapat menggunakan daftar cek, skala penilaian, atau rubrik.

    1. Daftar Cek

Penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek (ya - tidak). Pada
penilaian unjuk kerja yang menggunakan daftar cek, peserta didik mendapat nilai apabila
kriteria penguasaan kemampuan tertentu dapat diamati oleh penilai. Jika tidak dapat
diamati, peserta didik tidak memperoleh nilai. Kelemahan cara ini adalah penilai hanya
mempunyai dua pilihan mutlak, misalnya benar-salah, dapat diamati-tidak dapat diamati.
Dengan demikian tidak terdapat nilai tengah. Berikut contoh daftar cek.




                   Contoh Daftar Cek Keterampilan Penggunaan Termometer

    Nama peserta didik: ____________________                                     Kelas: _____

        No.                 Aktivitas yang Diamati                          Ya     Tidak

         1.     Mengeluarkan       termometer dari tempatnya
                dengan memegang bagian ujung termometer
                yang tak berisi air raksa.

         2.     Menurunkan posisi air raksa dalam pipa kapiler
                termometer serendah-rendahnya.


                                Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif                       19
                                                                         Sesi 2.1 Penilaian Berbasis Kelas


         3.      Memasang termometer pada tubuh teman (di
                 mulut atau di ketiak) sehingga bagian yang
                 berisi air raksa terkontak degan tubuh pasien.

         4.      Menunggu       beberapa        menit    (membiarkan
                 termometer menempel di tubuh pasien selama
                 beberapa menit).

         5.      Mengambil termometer dari tubuh pasien
                 dengan memegang bagian ujung termometer
                 yang tidak berisi air raksa.

         6.      Membaca tinggi air raksa dalam pipa kapiler
                 dengan posisi mata tegak lurus.

                             Skor yang dicapai

                              Skor maksimum                                           6


     2. Skala Penilaian

Penilaian unjuk kerja yang menggunakan skala rentang memungkinkan penilai memberi
nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu karena pemberian nilai secara
kontinuum di mana pilihan kategori nilai lebih dari dua. Skala rentang tersebut, misalnya,
sangat kompeten – kompeten – agak kompeten – tidak kompeten. Penilaian sebaiknya dilakukan
oleh lebih dari satu penilai agar faktor subjektivitas dapat diperkecil dan hasil penilaian lebih
akurat. Berikut contoh skala penilaian.
                  Contoh Skala Penilaian Keterampilan Penggunaan Termometer

     Nama peserta didik: _______________________                                      Kelas: _____

           No.             Aktivitas yang Diamati                             Penilaian
                                                                     1        2 3 4         5




20                                Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif
                                                           Sesi 2.4 Pengembangan Alat Peraga Murah


            1.    Mengeluarkan          termometer          dari
                  tempatnya dengan memegang bagian
                  ujung termometer yang tak berisi air
                  raksa.

            2.    Menurunkan posisi air raksa dalam
                  pipa kapiler termometer serendah-
                  rendahnya.

            3.    Memasang termometer pada tubuh
                  teman (di mulut atau di ketiak)
                  sehingga bagian yang berisi air raksa
                  terkontak degan tubuh pasien.

            4.    Menunggu            beberapa           menit
                  (membiarkan termometer menempel
                  di tubuh pasien selama beberapa
                  menit).

            5.    Mengambil termometer dari tubuh
                  pasien dengan memegang bagian ujung
                  termometer yang tidak berisi air raksa.

            6.    Membaca tinggi air raksa dalam pipa
                  kapiler dengan posisi mata tegak lurus.

                  Skor yang dicapai

                  Skor maksimum


Tafsiran angka:
1: sangat kurang, 2: kurang, 3: cukup, 4: baik, 5: sangat baik.

    3. Rubrik



                               Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif                       21
                                                                       Sesi 2.1 Penilaian Berbasis Kelas

Rubrik bisa juga digunakan untuk menilai unjuk kerja siswa. Rubrik adalah pedoman
penskoran yang digunakan untuk menilai unjuk kerja siswa berdasarkan jumlah skor dari
beberapa kriteria dan tidak hanya menggunakan satu skor saja. Ini memuat klasifikasi nilai
yang dapat diberikan pada siswa sesuai dengan unjuk kerja yang ditampilkan.


Banyak ahli yang meyakini bahwa rubrik bisa meningkatkan hail belajar siswa. Pada saat
guru memeriksa hasil karya proyek, guru tersebut akan mengetahui secara implisit tentang
bagaimana karya yang baik dan mengapa suatu karya digolongkan baik. Demikian halnya,
pada saat siswa menerima rubrik lebih awal, mereka akan memahami bagaimana mereka
akan dinilai dan mereka bisa mempersiapkan diri berdasarkan itu. Rubrik tersebut akan
berfungsi sebagai scaffolding yang dibutuhkan untuk meningkatkan mutu karya dan
pengetahuan mereka.


Pada saat ingin mengembangkan sebuah rubrik, pola berikut bisa digunakan untuk
membantu:
    Tentukan konsep yang akan diajarkan. Identifikasi tujuan pembelajaran yang esensial.
    Pilihlah kriteria yang akan dinilai. Berikan nama hal yang akan dihasilkan.
    Kembangkan kisi-kisi dan masukkan konsep serta kriteria yang telah ditentukan.
    Mintalah pertimbangan dari siswa atau guru lain.
    Tulislah rubrik yang lengkap untuk kemudian diujicobakan pada siswa.
    Lakukan revisi jika diperlukan.
Ada dua macam rubrik yang bias dikembangkan, yaitu: rubrik analitis yang mengidentifikasi
dan menilai komponen produk yang telah selesai, dan rubrik holistik yang dipakai untuk
menilai unjuk kerja siswa secara menyeluruh. Contoh rubrik untuk menilai perencanaan
penyelidikan.


             Contoh Rubrik Penilaian Unjuk Kerja Perencanaan Penyelidikan
Nilai                                            Kriteria
 4                 Merumuskan gagasan secara jelas dan memprediksi apa yang akan diuji.
 Amat              Mengumpulkan informasi awal yang relevan.
 Baik              Merencanakan pelaksanaan penyelidikan secara rinci.
                   Memilih alat dan bahan yang paling tepat.
                   Mengajukan saran perbaikan yang tepat untuk kebutuhan
                    penyelidikan tersebut.
22                               Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif
                                                         Sesi 2.4 Pengembangan Alat Peraga Murah



 3           Merumuskan      gagasan   yang   perlu    diuji   dalam
Baik          percobaan/penyelidikan.
             Merencanakan suatu urutan pelaksanaan penyelidikan.
             Memilih alat dan bahan yang cocok.
             Mengajukan saran perbaikan penyelidikan tersebut.

  2             Dengan bimbingan guru, dapat mengajukan gagasan sederhana yang akan diuji.
Cukup           Merencanakan percobaan tunggal secara garis besar.
                Memilih alat dan bahan yang cocok.
                Dapat menunjukkan adanya kelemahan dari rencana yang
                 dibuat.

  1          Dengan bimbingan guru, dapat mengajukan gagasan sederhana yang akan diuji.
Kurang       Terdapat banyak kelemahan dalam rencana penyelidikan
              yang dibuat.
             Alat dan bahan yang dipilih kurang sesuai.
             Tidak menyadari adanya kelemahan dari rencana yang
              dibuat.

  0          Tidak dapat mengajukan gagasan yang secara benar.
Sangat       Belum memahami langkah -langkah penyelidikan.
Kurang       Alat dan bahan yang dipilih tidak sesuai.




                         Contoh Rubrik Penilaian Tugas Presentasi


 Aspek                1              2                    3                     4       Skor
Pengorga-       Peserta         Peserta              Informasi           Informasi
nisasian        tidak bisa      mengalami            disampaik           disampaika
                memahami        kesulitan            an dengan           n     dengan
                presentasi      memahami             urutan              urutan
                karena          presentasi           logis yang          logis    dan
                informasi       karena               dapat               menarik,
                tidak           penyampai            diikuti             sehingga
                disampaika      an      ide          oleh                sangat
                n     secara    melompat-            peserta.            mudah
                runtut.         lompat.                                  dipahami
                                                                         oleh
                                                                         peserta.
Pengetahu       Siswa   tidak S i s w a              Siswa               Siswa
an              memahami      tidak                  menjawab            menunjukk

                             Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif                       23
                                                                    Sesi 2.1 Penilaian Berbasis Kelas

           informasi dan       menguasai            dengan                an
           tidak     dapat     informasi            mudah                 pengetahua
           menjawab            dan hanya            pertanyaa             n
           pertanyaan          mampu                n    tetapi           mendalam
           tentang      hal    menajwab             tidak                 dan mampu
           dipresentasikan.    pertanyaan           mampu                 menjawab
                               sederhana.           mengulas              pertanyaan
                                                    lebih                 dengan
                                                    jauh.                 ulasan dan
                                                                          penjelasan
                                                                          lebih
                                                                          lanjut.
Grafik     Siswa               Siswa kadang-        Grafik                Siswa
           menggunak           kadang               yang                  menampilk
           an    grafik        menggunakan          ditampilk             an    grafik
           yang                grafik, namun        an terkait            yang
           kurang              kadang-kadang        dengan                menjelaska
           penting             juga        tidak    naskah                n       dan
           atau tidak          mendukung            atau                  mendukung
           ada grafik.         naskah       atau    presentasi            naskah
                               presentasi.          .                     atau
                                                                          presentasi.
Mekanisa   Siswa               Presentasi           Presentas             Presentasi
si         menampilk           memuat               i memuat              tidak
           an    lebih         tiga                 dua                   memuat
           dari     tiga       kesalahan            kesalahan             kesalahan
           kesalahan           ejaan dan            ejaan dan             ejaan   dan
           ejaan    dan        kesalahan            kesalahan             kesalahan
           kesalahan           tatabahasa.          tatabahas             tatabahasa.
           tatabahasa.                              a.
Kontak     Siswa               Siswa                Siswa                 Siswa
Mata       hanya               kadang-              memperta              mempertah
           membaca             kadang               hankan                ankan
           laporan             menggunak            kontak                kontak
           dan   tidak         an kontak            mata,                 mata
           ada kontak          mata,                namum                 dengan
           mata                tetapi               masih                 peserta dan
           dengan              masih                sering                jarang
           peserta.            lebih                melihat               melihat
                               banyak               catatan.              catatan.
                               membaca
                               laporan.



 Aspek            1                    2                     3                 4           Skor
Elokusi    Siswa               Suara                Suara        siswa S i s w a
           berguman,           siswa                jelas.             menggunak
24                            Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif
                                                         Sesi 2.4 Pengembangan Alat Peraga Murah

               mengucapk        rendah.              Kebanyakan           an     suara
               an      kata     Istilah              kata                 yang jelas
               atau istilah     salah                diucapkan            dan
               tidak            diucapkan.           dengan               pengucapa
               benar,           Peserta              benar.               n       kata
               suara            mengalami            Kebanyakan           benar dan
               kurang           kesulitan            peserta bisa         tepat,
               jelas  bagi      mendengar            mendengarka          semua
               semua            kan                  n presentasi.        peserta
               peserta.         presentasi.                               bias
                                                                          mendengar
                                                                          kan
                                                                          presentasi.
                                                                         Total Point:




C. Penilaian Produk

Penilaian hasil kerja atau poduk merupakan penilaian kepada siswa dalam mengendalikan
proses dan memanfaatkan bahan untuk menghasilkan sesuatu, kerja praktik atau kualitas
estetik dari sesuatu yang mereka produksi. Penilaian produk tidak hanya diperoleh dari hasil
akhir saja tetapi juga proses pembuatannya. Penilaian produk meliputi penilaian terhadap
kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti: makanan,
pakaian, hasil karya seni (patung, lukisan, gambar), alat peraga murah, barang-barang
terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam.

Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan dalam setiap tahapan perlu diadakan
    penilaian yaitu:
   Tahap persiapan, meliputi: menilai kemampuan peserta didik merencanakan, menggali,
    dan mengembangkan gagasan, dan mendesain produk.
   Tahap pembuatan (produk), meliputi: menilai kemampuan peserta didik menyeleksi dan
    menggunakan bahan, alat, dan teknik.
   Tahap penilaian (appraisal), meliputi: menilai kemampuan peserta didik membuat
    produk sesuai kegunaannya dan memenuhi kriteria keindahan.
Penilaian produk akan menilai kemampuan siswa dalam:
   Bereksplorasi dan mengembangkan gagasan dalam merancang;
   Memilih bahan yang tepat;
   Menggunakan alat;
                             Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif                       25
                                                                      Sesi 2.1 Penilaian Berbasis Kelas


    Menunjukkan inovasi dan kreasi;
    Memilih bentuk dan gaya dalam karya seni.

Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik.
    Cara holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya dilakukan pada
     tahap appraisal.
    Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan terhadap
     semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan.


                               Contoh Tugas Penilaian Produk
Tugas: Buatlah rancangan model benda yang menggunakan katrol
Ketentuan:
Gambar rancangan model
Bahan untuk model tertulis dan rancangan
Tentukan spesifikasi bahan untuk model
Penskoran tugas penilaian produk:


                  No.              Kriteria                            Skor
                  1.    Ada gambar rancangan                     B          C   K
                        model
                  2.    Bahan tertulis dalam                     B          C   K
                        model
                  3.    Spesifikasi bahan                        B          C   K
                        tertulis
                  4.    Unsur estetika                           B          C   K


Kriteria penskoran:
B:       gambar proporsional, bahan tertulis lengkap, spesifikasi bahan jelas.
C:       gambar kurang proporsional, bahan tertulis kurang lengkap, spsifikasi bahan kurang
         jelas.
K:       gambar tidak proporsional, bahan tertulis tidak lengkap, spesifikasi bahan tidak
         jelas.


26                              Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif
                                                        Sesi 2.4 Pengembangan Alat Peraga Murah

                      Contoh Format Penilaian Produk Alat Peraga


Kelompok: _________
Siswa: _________________________
       _________________________
       _________________________
       _________________________
Kelas: ______________

                                                                            Nilai
No.              Aspek yang Dinilai
                                                                 1      2           3     4
 1.    Keaslian ide alat peraga
 2.    Pengetahuan yang mendukung
 3.    Alat dan bahan yang digunakan
 4.    Cara pembuatan
 5.    Penampilan alat peraga
 6.    Kepraktisan penggunaan alat peraga
 7.    Manfaat alat peraga
                      Jumlah
                 Skor Maksimum                                               28
Catatan:
Kolom nilai diisi dengan angka yang sesuai:
1 = kurang
2 = sedang
3 = baik
4 = amat baik


E. Penilaian Proyek

Penilaian penugasan atau proyek merupakan penilaian untuk mendapatkan gambaran
kemampuan menyeluruh/umum secara kontekstual, mengenai kemampuan siswa dalam
menerapkan konsep dan pemahaman mata pelajaran tertentu. Penilaian terhadap suatu
tugas yang mengandung aspek investigasi harus selesai dalam waktu tertentu. Investigasi

                            Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif                         27
                                                                    Sesi 2.1 Penilaian Berbasis Kelas

dalam penugasan memuat beberapa tahapan, yaitu perencanaan, pengumpulan data,
pengolahan data, dan penyajian data.
Contoh penilaian proyek:
Lakukan penelitian sederhana di lingkungan tempat tinggalmu untuk menetukan curah
     hujan.


                           Contoh Rubrik Penilaian Tugas Proyek
                                               Kriteria dan Skor
      Aspek
                               3                           2                          1
Persiapan            Jika     memuat           Jika     memuat            Jika       memuat
                     tujuan,   topik,          tujuan,   topik,           tujuan,      topik,
                     alasan, tempat            alasan, tempat             alasan,     tempat
                     penelitian,               penelitian,                penelitian, daftar
                     daftar                    daftar                     pertanyaan tidak
                     pertanyaan                pertanyaan                 lengkap.
                     dengan                    kurang lengkap.
                     lengkap.

Pengumpulan          Jika daftar               Jika daftar                Jika daftar
                     pertanyaan                pertanyaan                 pertanyaan tidak
Data
                     dapat                     dapat                      dapat
                     dilaksanakan              dilaksanakan               dilaksanakan
                     semuanya dan              semuanya,                  semuanya dan
                     data tercatat             tetapi data                data tidak
                     dengan rapi               tidak tercatat             tercatat dengan
                     dan lengkap.              dengan rapi                rapi dan lengkap.
                                               dan lengkap.

Pengolahan           Jika                      Jika                       Jika sekedar
                     pengolahan                pembahasan                 melaporkan hasil
Data
                     data sesuai               data kurang                penelitian tanpa
                     tujuan                    menggambarkan              membahas data.
                     penelitian.               tujuan
                                               penelitian.

Pelaporan            Jika sistematika          Jika sistematika           Jika penulisan
                     penulisan                 penulisan                  kurang
tertulis
                     benar, memuat             benar, memuat              sistematis, bahasa
                     saran, bahasa             saran, namum               kurang
                     komunikatif.              bahasa kurang              komunikatif,
                                               komunikatif.               kurang memuat
                                                                          saran.



28                            Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif
                                                         Sesi 2.4 Pengembangan Alat Peraga Murah

F. Portofolio

Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan
informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode
tertentu. Informasi perkembangan peserta didik tersebut dapat berupa karya peserta didik
(hasil pekerjaan) dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didiknya, hasil
tes (bukan nilai), piagam penghargaan atau bentuk informasi lain yang terkait dengan
kompetensi tertentu dalam satu mata pelajaran. Berdasarkan informasi perkembangan
tersebut, guru dan peserta didik sendiri dapat menilai perkembangan kemampuan peserta
didik dan terus melakukan perbaikan. Dengan demikian, portofolio dapat memperlihatkan
perkembangan kemajuan belajar peserta didik melalui karya peserta didik, antara lain:
karangan, puisi, surat, komposisi, dan musik.




Teknik Penilaian Portofolio
Teknik penilaian portofolio di dalam kelas memerlukan langkah-langkah sebagai berikut:
   Jelaskan kepada peserta didik maksud penggunaan portofolio, yaitu tidak semata-mata
    merupakan kumpulan hasil kerja peserta didik yang digunakan oleh guru untuk
    penilaian, tetapi digunakan juga oleh peserta didik sendiri. Dengan melihat
    portofolionya peserta didik dapat mengetahui kemampuan, keterampilan, dan minatnya.
    Proses ini tidak akan terjadi secara spontan, tetapi membutuhkan waktu bagi peserta
    didik untuk belajar meyakini hasil penilaian mereka sendiri.
   Tentukan bersama peserta didik sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat.
    Portofolio antara peserta didik yang satu dan yang lain bisa sama bisa berbeda.
    Misalnya, untuk kemampuan menulis peserta didik mengumpulkan karangan-
    karangannya. Sedangkan untuk kemampuan menggambar, peserta didik mengumpulkan
    gambar-gambar buatannya.
   Kumpulkan dan simpanlah karya-karya tiap peserta didik dalam satu map atau folder.
   Berilah tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan peserta didik
    sehingga dapat terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu.
   Tentukan kriteria     penilaian sampel-sampel           portofolio   peserta   didik   beserta
    pembobotannya bersama para peserta didik agar dicapai kesepakatan. Diskusikan

                             Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif                         29
                                                                     Sesi 2.1 Penilaian Berbasis Kelas

     dengan para peserta didik bagaimana menilai kualitas karya mereka. Contoh; untuk
     kemampuan menulis karangan, kriteria penilaiannya misalnya: penggunaan tata bahasa,
     pemilihan kosa-kata, kelengkapan gagasan, dan              sistematika penulisan. Sebaiknya
     kriteria penilaian suatu karya dibahas dan disepakati bersama peserta didik sebelum
     peserta didik membuat karya tersebut. Dengan demikian, peserta didik mengetahui
     harapan (standar) guru dan berusaha mencapai harapan atau standar itu.
    Mintalah peserta didik menilai karyanya secara berkesinambungan. Guru dapat
     membimbing peserta didik tentang bagaimana cara menilai dengan memberi keterangan
     tentang kelebihan atau kekurangan karya tersebut dan bagaimana cara memperbaikinya.
     Hal ini dapat dilakukan pada saat membahas portofolio.
    Setelah suatu karya dinilai dan ternyata nilainya belum memuaskan, kepada peserta didik
     dapat diberi kesempatan untuk memperbaiki lagi. Namun, antara peserta didik dan guru
     perlu dibuat “kontrak” atau perjanjian mengenai jangka waktu perbaikan, misalnya
     setelah 2 minggu karya yang telah diperbaiki harus diserahkan kepada guru.
    Bila perlu, jadwalkan pertemuan untuk membahas portofolio. Jika dianggap perlu,
     undanglah orang tua peserta didik untuk diberi penjelasan tentang maksud dan tujuan
     portofolio sehingga orangtua dapat membantu dan memotivasi anaknya.
Isi atau komponen portofolio biasanya disebut artifak.




30                             Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif
                            Sesi 2.4 Pengembangan Alat Peraga Murah




Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif                       31
                                                                                                          Sesi 2.1 Penilaian Berbasis Kelas



                                    Contoh Rubrik untuk Penilaian Artifak Portofolio


                 Kurang               Tidak                       Dasar                         Cakap                      Ahli
 Kriteria
                     1            Memuaskan 2                          3                           4                         5
Rasional    Tidak                Tidak                  Umumnya                          Sebagian berhasil        Mendefinisikan
            mendefinisikan       mendefinisikan         mendefinisikan                   mendefinisikan           dengan jelas
            tujuan/subjek dari   tujuan dan             tujuan dan subjek                tujuan dan subjek        tujuan dan
            artifak atau tidak   subjek artifak         artifak dan                      artifak dan              subjek artifak
            menunjukkan          dengan jelas           mampu                            menunjukkan              dan
            hubungan yang        atau tidak             menunjukkan                      hubungan dengan          menunjukkan
            jelas dengan         menunjukkan            beberapa                         standard yang telah      hubungan yang
            standar yang telah   hubungan               hubungan dengan                  ditetapkan.              jelas dengan
            ditetapkan.          dengan standar         standard telah                                            standard yang
                                 yang telah             ditetapkan.                                               telah ditetapkan.
                                 ditetapkan.

Kesesuaia   Isi tidak terkait    Isi memiliki           Isi secara umum                  Isi relevan dengan       Isi secara
n Isi       dengan standar       hubungan yang          terkait dengan                   standar yang telah       konsisten dan
            atau digunakan       kurang jelas           standar yang telah               ditetapkan.              jelas terkait
            lebih dua kali       dengan standar         ditetapkan.                                               dengan standar
            sebagai bukti        yang telah                                                                       yang telah
            dalam portofolio.    ditetapkan.                                                                      ditetapkan.
Kekuatan    Isi tidak terkait    Isi tidak              Terdapat                         Terdapat beberapa        Terdapat bukti
Isi         dan tidak memuat     memuat bukti           beberapa poin                    poin atau contoh         yang jelas dan
            bukti yang           yang jelas dan         atau contoh yang                 yang berfungsi           konsisten dan
            mendukung            mendukung              berfungsi sebagai                sebagai bukti yang       mendukung
            standar.             standar.               bukti yang jelas                 jelas dan mendukung      standar
32                                           Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif
                                                                                                Sesi 2.4 Pengembangan Alat Peraga Murah




                                                      dan mendukung                  standar.                   keseluruhan isi.
                                                      standar.

Penampila   Artifak tidak       Artifak kurang        Artifak sebagian               Artifak rapid an           Artifak rapi dan
n/Present   professional dan    professional,         sudah rapi dan                 professional dalam         professional,
asi         tidak memiliki      format kurang         professional.                  penampilan dan             penampilan
            tampilan/presenta   rapi.                 Beberapa                       presentasi. Materi         menarik, diatur
            si yang baik.       Pengorganisasia       pengorganisasian               dilabel, diatur, dan       dan dilabel
            Pengorganisasian    n dan                 dan pembagian isi              dibagi secara              dengan baik,
            isi                 pembagian isi         masih                          sistematis.                dibagi secara
            membingungkan.      membingungkan         membingungkan                                             sistematis, dan
                                .                                                                               mudah dipahami.




                                         Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif                                                  33
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sangat mendukung pelaksanaan penilaian berbasis
kelas. Khusus untuk portofolio, selain dengan menggunakan artifak berbentuk cetakan,
komponen portfolio juga sangat efektif jika ditampilkan dalam bentuk elektronik. Keuntungan
dari portofolio elektronik adalah kepraktisan dan kemudahan dalam pembuatan dalam
pemeriksaaannya. Akan tetapi, untuk melaksanakan penilaian portofolio elektronik, baik siswa
maupun guru dituntut memiliki kemampuan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya
menggunakan program-program komputer.


G. Penilaian Sikap
Penilaian sikap adalah penilaian terhadap perilaku dan keyakinan siswa terhadap suatu obyek,
fenomena, atau masalah. Sikap dapat dibentuk dan merupakan ekspresi perasaan, nilai, atau
pandangan hidup yang terkait dengan kecenderungan bertindak seseorang dalam merespon
sesuatu/objek. Sikap terdiri dari tiga komponen, yakni: komponen afektif, komponen kognitif, dan
komponen konatif. Komponen afektif adalah perasaan yang dimiliki oleh seseorang atau penilaiannya
terhadap sesuatu objek. Komponen kognitif adalah kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai
objek. Adapun komponen konatif adalah kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat dengan
cara-cara tertentu berkenaan dengan kehadiran objek sikap.


Secara umum, ada dua hal yang perlu dinilai dalam kaitannya dengan ranah afektif, yakni (1)
kompetensi afektif, dan (2) sikap dan minat siswa terhadap mata pelajaran dan pembelajaran.
Kompetensi afektif yang dicapai dalam pembelajaran berkaitan dengan kemampuan siswa dalam:
   memberikan respon atau reaksi terhadap nilai-nilai yang dihadapkan kepadanya;
   menikmati atau menerima nilai, norma, serta objek yang mempunyai nilai etika dan estetika;
   menilai (valuing) ditinjau dari segi baik buruk, adil tidak adil, indah tidak indah terhadap
    objek studi; dan
   menerapkan atau mempraktikkan nilai, norma, etika, dan estetika dalam kehidupan sehari-
    hari.
Sikap siswa merupakan aspek yang sangat berpengaruh terhadap keterlibatan siswa secara aktif
dalam belajar. Sikap positif terhadap sesuatu menyebabkan perasaan mampu. Minat berkaitan
dengan kecenderungan hati terhadap sesuatu yang akan mendorong tindakan positif untuk
menekuni dan meningkatkan intensitas kegiatan pada obyek tertentu. Teknik-teknik yang dapat
digunakan untuk penilaian sikap antara lain: observasi perilaku, pertanyaan langsung, dan laporan
pribadi. Teknik-teknik tersebut secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut.
                                                                                                                     P
   1. Observasi perilaku
Perilaku seseorang pada umumnya menunjukkan kecenderungan seseorang dalam sesuatu hal.
Misalnya orang yang biasa minum kopi dapat dipahami sebagai kecenderungannya yang senang
kepada kopi. Oleh karena itu, guru dapat melakukan observasi terhadap peserta didik yang dibinanya.
Hasil observasi dapat dijadikan sebagai umpan balik dalam pembinaan. Observasi                      perilaku di
sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan buku catatan khusus tentang kejadian-kejadian
berkaitan dengan peserta didik selama di sekolah.


                                 Contoh Isi Buku Catatan Harian
  No.          Hari/ tanggal             Nama Peserta Didik                   Kejadian (Positif atau Negatif)




Catatan dalam lembaran buku tersebut, selain bermanfaat untuk merekam dan menilai perilaku
peserta didik sangat bermanfaat pula untuk menilai sikap peserta didik serta dapat menjadi bahan
dalam penilaian perkembangan peserta didik secara keseluruhan. Selain itu, dalam observasi perilaku
dapat juga digunakan daftar cek yang memuat perilaku-perilaku tertentu yang diharapkan muncul dari
peserta didik pada umumnya atau dalam keadaan tertentu. Berikut contoh format Penilaian Sikap.




                         Contoh Format Penilaian Sikap dalam praktek IPA
                                               Perilaku
   No.      Nama       Bekerja       Berini-      Penuh              Bekerja          Nilai    Keterangan
                         sama         siatif      Perhatian         sistematis

                                  Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif                                     35
 Sesi ….          Penilaian Berbasis Kelas




     1.    Ruri

     2.    Udin

     3.    ....

     4.    ....
     Catatan: Kolom perilaku diisi dengan angka yang sesuai:
     1 = sangat kurang, 2 = kurang, 3 = sedang, 4 = baik, 5 = amat baik


     2. Pertanyaan langsung
     Kita juga dapat menanyakan secara langsung tentang sikap seseorang berkaitan dengan sesuatu
     hal. Misalnya, bagaimana tanggapan peserta didik tentang kebijakan yang baru diberlakukan di
     sekolah mengenai “Peningkatan Ketertiban.” Berdasarkan jawaban dan reaksi lain yang tampil
     dalam memberi jawaban dapat dipahami sikap peserta didik itu terhadap objek sikap. Dalam
     penilaian sikap peserta didik di sekolah, guru juga dapat menggunakan teknik ini dalam menilai
     sikap dan membina peserta didik.


     3. Laporan pribadi
     Melalui penggunaan teknik ini di sekolah, peserta didik diminta membuat ulasan yang berisi
     pandangan atau tanggapannya tentang suatu masalah, keadaan, atau hal yang menjadi objek sikap.
     Misalnya, peserta didik diminta menulis pandangannya tentang “Perubahan Iklim” yang terjadi
     akhir-akhir ini di Indonesia. Dari ulasan yang dibuat oleh peserta didik tersebut dapat dibaca dan
     dipahami kecenderungan sikap yang dimilikinya.




36                                       Pelatihan Pendampingan Pembelajaran Aktif

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:1811
posted:6/8/2011
language:Indonesian
pages:36
Description: penilaian berbasis kelas