PERANAN MIKRONUTRIEN SERTA AIR DAN ELEKTROLIT BAGI KESEHATAN MANUSIA by PutriAripitasari

VIEWS: 1,797 PAGES: 20

									PERANAN MIKRONUTRIEN SERTA AIR DAN ELEKTROLIT BAGI
               KESEHATAN MANUSIA
          Setiap orang memerlukan berbagai zat gizi, baik bagi anak-anak maupun
orang dewasa. Anak-anak sangat membutuhkan nutrisi untuk perkembangannya
sedang orang dewasa membutuhkannya untuk menjaga tubuh tetap sehat. Zat gizi
atau nutrisi adalah bahan-bahan kimia dalam makanan yang memberikan energi
bagi tubuh. Zat gizi dibagi menjadi 2 bagian besar, yaitu makronutrisi dan
mikronutrisi. Makronutrisi terdiri dari protein, lemak, karbohidrat dan beberapa
mineral yang dibutuhkan tubuh setiap hari dalam jumlah yang besar. Mikronutrisi
adalah nutrisi yang diperlukan tubuh dalam jumlah sangat sedikit (hanya dalam
ukuran miligram sampai mikrogram), seperti vitamin dan mineral.


A.MINERAL
          Mineral adalah suatu unsur atau senyawa yang dalam keadaan normalnya
memilili unsur kristal dan terbentuk dari hasil proses geologis. Istilahmineral
termasuk tidak hanya bahan komposisi kimia tetapi juga struktur mineral. Mineral
termasuk dalam komposisi unsur murni dan garam sederhana sampai silikat yang
sangat kompleks dengan ribuan bentuk yang diketahui (senyawaan organik
biasanya tidak termasuk). Ilmu yang mempelajari mineral disebut mineralogi .
Beberapa mineral dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang banyak seperti kalsium,
fosfat, natrium, klorida, magnesium dan kalium, yakni sekitar (1- 2 gram/hari).
          Stabilitas mineral selama proses dan penyimpanan ternyata mineral lebih
resistan dalam proses pabrik daripada vitamin. Factor-kaktor yang merugikan:
panas, udara, cahaya, kelembaban (untuk tembaga, besi, dan seng).
          Bioavailabilitas dari mineral yaitu tingkat yang menunjukkan jumlah
pencernaan nutrisi yang diabsorbsi dan tersedia untuk tubuh disebut bioaviabilitas.
Bioavailabilitas mineral dipengaruhi oleh:
a. Elemen di dalam makanan yang dapat secara kimia mengikat mineral (contoh:
oksalat pada baying).
b. Bentuk kimia mineral (contoh: sulfat besi lebih bio-aviabel daripada besi
dasar).
c. Bentuk mineral dari sumber hewani lebih mudah diabsorbsi daripada mineral
yang berasal dari tumbuhan (tumbuhan mengandung ikatan sepertiphytates).
        Mineral    dikelompokkan      atas   makromineral        dan   mikromineral
(traceminerals). Makromineral adalah mineral yang ditemukan dalam jumlah
besar di dalam tubuh. Kalsium dan fosfor adalah dua dari makro-mineral yang kita
perlukan. Trace mineral ditemukan dalam jumlah kecil di tubuh kita dan sedikit
diperlukan. Kita perlu memasukkan 9 trace mineral, yang mencakup besi dan
seng.


        Berikut ini tabel yang menunjukkan 16 mineral yang kita perlukan.




a. Sodium merupakan komponen utama dalam darah dan juga cairan tubuh.
Mineral tersebut berperan bersama-sama dengan potasium (kalium) untuk
mengatur keseimbangan elektrolit (asam dan basa) dalam cairan tubuh. Kondisi
tersebut akan mendukung berbagai proses metabolisme di dalam tubuh agar dapat
berjalan dengan lancar. Sodium dan potasium juga berperan dalam proses
penghantaran “pesan” dari reseptor (alat indera) ke otak serta sebaliknya.
Khusus pada kondisi ketika sedang hamil, seiring dengan meningkatnya volume
cairan tubuh selama kehamilan (sekitar 25-40%), maka kebutuhan sodium pun
akan sedikit meningkat. Rata-rata kebutuhan sodium pada ibu hamil adalah sekitar
2400 mg per hari atau kira-kira setara dengan satu sendok teh.
Kebutuhan sodium dapat dipenuhi dari berbagai makanan, seperti daging, susu,
makanan laut, buah-buahan, dan sayur. Garam yang kita konsumsi setiap hari
sebenarnya sudah lebih dari cukup, sekitar 4000-8000 mg karena sodium juga
sudah terdapat dalam penyedap makanan, kecap, aneka saus, bahan pengembang
kue, maupun bahan tambahan makanan lainnya.
b. Potasium (K) adalah sebuah mineral yang mempunyai banyak fungsi bagi
tubuh kita. Makanan yang banyak mengandung serat seperti: tomat, jeruk, buncis,
sayuran, susu, pisang dan semangka. Potasium dimanfaatkan oleh sistem syaraf
otonom. Sistem Syaraf Otonom (SSO) mengontrol detak jantung, fungsi otak, dan
proses fisiologi penting lainnya. Potasium juga terbukti membantu menurunkan
tekanan darah. Potasium berperan utama dalam fungsi kejut syaraf (sebuah respon
otomatis terhadap rangsangan), dan kontraksi otot.Potasium juga membantu
mengurangi rasa sakit pada otot karena olahraga. Kekurangan kadar potasium
dalam tubuh megakibatkan penurunan kekuatan, dan akan merasa lelah pada
permulaan olahraga. Potasium membantu mengatur keseimbangan cairan tubuh
dan juga dibutuhkan dalam proses sintesa protein dari makanan.
c. Fosfat adalah bahan tambahan pangan yang umum digunakan dalam produk
olahan berbasis daging.
Fungsi dari fosfat adalah untuk:
1. memecah atau memisahkan kompleks aktomiosin menjadi aktin dan myosin.
Kondisi ini sangat menguntungkan karena myosin akan lebih mudah larut dan
sifat fungsionalnya lebih baik daripada aktomiosin.
2. Meningkatkan pH, kekuatan ionic dan daya ikat air (WHC) sehingga akan
meningkatkan rendemen pemasakan (mengurangi susut masak) dan meningkatkan
3. Sebagai antioksidan (pengkelat ion divalent seperti Fe+2, Cu+2) à mencegah
oksidasi dan pembentukan flavor tengik
d. Kalsium adalah mineral yang amat penting bagi manusia, antara lain bagi
metabolisme tubuh, penghubung antar saraf, kerja jantung, dan pergerakan otot.
Manfaat bagi manusia
Berikut beberapa manfaat kalsium bagi manusia:
      Mengaktifkan saraf
      Melancarkan peredaran darah
      Melenturkan otot
      Menormalkan tekanan darah
      Menyeimbangkan tingkat keasaman darah
      Menjaga keseimbangan cairan tubuh
      Mencegah osteoporosis (keropos tulang)
e. Magnesium adalah sebuah mineral yang sangat penting bagi serangkaian
proses dari tubuh manusia, meliputi memproduksi energy, membentuk protein,
menghasilkan DNA dan membantu menghantarkan pesan-pesan ke syaraf.
Magnesium juga memeliharakadar normal dari potassium, fosfor, calcium,
adrenaline dan insulin dan menjaga tulang tetap kuat dan memelihara kesehatan
jantung. Magnesium membantu merelaxkan otot-otot jantung untuk memelihara
detak jantung yang regular dan hal ini bisa mencegah perubahan yang mendadak
pada tekanan darah. Kenyataannya Magnesium dapat digunakan untuk mengobati
tekanan darah tinggi, angina, arrhythmia. Jika magnesium diberikan segera setelag
serangan jantung dan untuk 4 minggu berikutnya, magnesium telah menunjukkan
membantu     mempercepat      penyembuhan    dengan    mengurangi    angka    dari
arrhythmias yang berbahaya.
f. Selenium adalah mineral penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita.
Mineral ini merupakan bagian penting dari enzim antioksidan yang akan
melindungi sel tubuh kita terhadap efek negatif yang ditimbulkan oleh radikal
bebas. Selenium bekerja sebagai kofaktor untuk enzim yang terlibat dalam
oksidasi asam lemak dan penghancuran asam amino. Tubuh mengembangkan
kemampuan untuk melawan radikal bebas karena radikal bebas akan
menghancurkan sel dan mempunyai kontribusi terhadap perkembangan berbagai
penyakit kronik. Karena itu, selenium diduga mampu untuk menahan laju ketuaan
dan pengerasan jaringan akibat proses oksidasi. Selain untuk melawan radikal
bebas, selenium juga berperan pada sistem imunitas (kekebalan tubuh) dan fungsi
kelenjar tiroid yang baik. Selain itu, keterlibatan selenium untuk mencegah kanker
(termasuk kanker kulit akibat paparan matahari) menambah pamornya sebagai
mineral yang berharga. Tumbuhan merupakan sumber utama dari selenium.
Sayangnya, kadar selenium yang terdapat pada tumbuhan seringkali berbeda-
beda. Selain dari tumbuhan, selenium bisa juga kita peroleh dari daging hewan
termasuk makanan laut. Selenium dalam makanan terdapat dalam bentuk seleno
methionin dan selenosistein.
g. Zinc adalah mineral penting yang terdapat pada hampir setiap sel. Zinc
menstimulasi aktifitas kurang lebih 100 enzim, yaitu substansi yang mendukung
reaksi-reaksi biokimia di dalam tubuh. Zinc diperlukan juga untuk mendukung
sistem pertahanan tubuh yang baik,untuk penyembuhan luka, membantu
kemampuan indera perasa dan penciuman, dan diperlukan untuk sintesis DNA.
Zinc juga berguna untuk pertumbuhan tubuh yang normal dan perkembangan
manusia    mulai     dari      masa   kehamilan,   anak-anak    dan       dewasa.
Zinc dapat ditemukan di berbagai macam makanan. Tiram mengandung paling
banyak zinc dibanding dengan makanan lainnya. Tetapi di dalam peraturan diet di
Amerika, daging merah dan unggas adalah sumber utama. Sumber makanan lain
yang mengandung zinc adalah biji-bijian, kacang-kacangan, beberapa makanan
laut tertentu, padi-padian dan gandum, sereal dan produk susu. Penyerapan zinc
lebih banyak jika dietnya pada protein hewani dibanding pada protein dari
tanaman. Zat phytate yang banyak ditemukan di roti-roti gandum, sereal dan
produk-produk lainnya dapat mengurangi penyerapan zinc. Defisiensi zinc juga
diduga sebagai komponen zat gizi utama yang berperan dalam penghambatan
proses pertumbuhan dan pematangan seksualitas. Secara biokimia, zinc terlibat
dalam biosintesis DNA (asam deoksiribonukleat) dan diduga sebagai aktivator
enzim kolagen sintetase, yaitu suatu enzim yang berperan dalam biosintesis
kolagen dan meningkatkan perbaikan jaringan.
       Mineral bekerja melalui dua jalan di dalam tubuh.
1. Mineral menyongkong sel dan struktur tubuh.
Sebagai contoh, kalsium dan fosfor membantu menguatkan tulang dan besi
sebagai bagian penting dalam sel darah merah.
2. Mineral juga berperan untuk mengatur banyak proses dalam tubuh kita.
Sodium dan potasium sangat penting bagi fungsi sistem nerves (nervous
system). Krom membantu menjaga kadar glukosa darah agar tetap normal.
Trace mineral selenium bekerja dengan vitamin E sebagai antioksidan: bebarapa
menjaga sel dari kerusakan yang ditimbulkan oksigen.
B. VITAMIN
Vitamin adalah suatu zat senyawa kompleks yang sangat dibutuhkan oleh tubuh
kita yang berfungsi untuk mambantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh.
Tanpa vitamin manusia, hewan dan makhluk hidup lainnya tidak akan dapat
melakukan aktifitas hidup dan kekurangan vitamin dapat menyebabkan
memperbesar peluang terkena penyakit pada tubuh kita.
Vitamin berdasarkan kelarutannya di dalam air :
1. Vitamin yang larut di dalam air          : Vitamin B dan Vitamin C.
2. Vitamin yang tidak larut di dalam air    : Vitamin A, D, E, dan K.


Vitamin A
a. sumber vitamin A :
susu, ikan, sayuran berwarna hijau dan kuning, hati, buah-buahan warna merah
dan kuning (cabe merah, wortel, pisang, pepaya, dan lain-lain)
b. Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin A :
rabun senja, katarak, infeksi saluran pernapasan, menurunnya daya tahan tubuh,
kulit yang tidak sehat, dan lain-lain.
Vitamin B1
a. sumber yang mengandung vitamin B1 :
gandum, daging, susu, kacang hijau, ragi, beras, telur, dan sebagainya
b. Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B1 :
kulit kering/kusik/busik, kulit bersisik, daya tahan tubuh berkurang.
Vitamin B2
a. sumber yang mengandung vitamin B2 :
sayur-sayuran segar, kacang kedelai, kuning telur, susu, dan banyak lagi lainnya.
b. Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B2 :
turunnya daya tahan tubuh, kilit kering bersisik, mulut kering, bibir pecah-pecah,
sariawan, dan sebagainya.
Vitamin B3
a. sumber yang mengandung vitamin B3 :
buah-buahan, gandum, ragi, hati, ikan, ginjal, kentang manis, daging unggas dan
sebagainya
b. Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B3 :
terganggunya sistem pencernaan, otot mudah keram dan kejang, insomnia, bedan
lemas, mudah muntah dan mual-mual, dan lain-lain
Vitamin B5
a. sumber yang mengandung vitamin B5 :
daging, susu, sayur mayur hijau, ginjal, hati, kacang ijo, dan banyak lagi yang
lain.
b. Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B5 :
otot mudah menjadi kram, sulit tidur, kulit pecah-pecah dan bersisik, dan lain-lain
Vitamin B6
a. sumber yang mengandung vitamin B6 :
kacang-kacangan, jagung, beras, hati, ikan, beras tumbuk, ragi, daging, dan lain-
lain.
b. Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B6 :
pelagra alias kulit pecah-pecah, keram pada otot, insomnia atau sulit tidur, dan
banyak lagi lainnya.
Vitamin B12
a. sumber yang mengandung vitamin B12 :
telur, hati, daging, dan lainnya
b. Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B12 :
kurang darah atau anemia, gampang capek/lelah/lesu/lemes/lemas, penyakit pada
kulit, dan sebagainya
Vitamin C
a. sumber yang mengandung vitamin C :
jambu klutuk atau jambu batu, jeruk, tomat, nanas, sayur segar, dan lain
sebagainya
b. Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin C :
mudah infeksi pada luka, gusi berdarah, rasa nyeri pada persendian, dan lain-lain
Vitamin D
a. sumber yang mengandung vitamin D :
minyak ikan, susu, telur, keju, dan lain-lain
b. Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin D :
gigi akan lebih mudah rusak, otok bisa mengalami kejang-kejang, pertumbuhan
tulang tidak normal yang biasanya betis kaki akan membentuk huruf O atau X.
Vitamin E
a. sumber yang mengandung vitamin E :
ikan, ayam, kuning telur, kecambah, ragi, minyak tumbuh-tumbuhan, havermut,
dsb
b. Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin E :
bisa mandul baik pria maupun wanita, gangguan syaraf dan otot, dll
Vitamin K
a. sumber yang mengandung vitamin K :
susu, kuning telur, sayuran segar, dll.
b. Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin K :
darah sulit membeku bila terluka/berdarah/luka/pendarahan, pendarahan di dalam
tubuh, dan sebagainya
C. AIR
     Mahkluk hidup tidak terlepas dari kebutuhan akan air. Manusia dalam
kehidupan sehari-hari memerlukan air untuk berbagai keperluan mulai dari air
minum, mencuci, mandi dan lain-lain. Sumber-sumber air tersebut adalah:
     1.    Air permukaan
     Air permukaan pada hakikatnya banyak tersedia di alam. Kondisi air
permukaan sangat beragam karena dipengaruhi oleh banyak hal yang berupa
elemen meteorologi, dan elemen daerah pengairan. Kualitas air permukaan
tersebut, tergantung dari daerah yang dilewati oleh aliran air. Pada umumnya
kekeruhan air permukaan cukup tinggi karena banyak mengandung lempung
substansi organik.sehingga ciri air permukaan yaitu melebihi padatan terendap
(dissolved solid) rendah, dan bahan tersuspensi (suspended solid) tinggi. Atas
dasar kandungan bahan terendap dan bahan tersuspensi tersebut maka kualitas air
sungai relatif lebih rendah daripada kualitas air danau, pond, rawa, reservoar. Air
permukaan tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, setelah melalui
proses tertentu.
     2.    Air tanah
     Air tanah adalah air yang bergerak dalam tanah, terdapat diantara butir-butir
tanah atau dalam retakan bebatuan. Air tanah lebih banyak tersedia daripada air
hujan. Ciri-ciri air tanah yaitu memiliki suspended solids rendah dissvolved solids
tinggi. Dengan demikian maka permasalahan pada air tanah yang mungkin timbul
adalah tingginya angka kandungan total dissvolved solids (TDS), besi, mangan,
kesadahan. Air tanah dapat berasal dari mata air di kaki gunung, atau sepanjang
aliran sungai atau berasal dari air tanah dangkal dengan kedalaman antara 15-30
meter, yaitu berupa air sumur gali, sumur pantek, sumur bor tangan, atau bahkan
terkadang mencapai lebih dari 100 meter.
     3.    Air angkasa
     Air angkasa yaitu air yang berasal dari atmosfir seperti hujan dan salju. Air
hujan jumlahnya sangat terbatas, dipengaruhi antara lain oleh musim, jumlah,
intensitas dan distribusi hujan. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh letak geografis
suatu daerah dan lain-lain. Kualitas air hujan sangat dipengaruhi oleh kualitas
udara atau atmosfir di daerah tersebut. Pencemaranyang mungkin timbul antara
lain berupa debu, dan gas. Pada umumnya kualitas air hujan relatif baik, namun
kurang mengandung mineral dan sifatnya mirip air suling. Air hujan biasanya
banyak dimanfaatkan apabila sukar memperoleh dan atau terkendala dengan air
tanah serta air permukaan, pada daerah bersangkutan. Pemanfaatan air hujan
tersebut biasanya bersifat individual. Caranya, air hujan yang berasal dari talang-
talang rumah ditampung pada tandon-tandon air yang telah dilengkapi dengan
saringan sederhana. (Setijo, dkk., 2002).
      Kualitas dari berbagai sumber air tersebut berbeda-beda sesuai dengan
alam, kondisi aktivitas manusia yang berbeda di sekitarnya. (Suripin, 2002).
     Parameter Kualitas Air yang digunakan untuk kebutuhan manusia haruslah
air yang tidak tercemar atau memenuhi persyaratan fisika, kimia, dan biologis
(Notoatmodjo,2003).
Persyaratan Fisika Air
Air yang berkualitas harus memenuhi persyaratan fisika sebagai berikut:
a.    Jernih atau tidak keruh
     Air yang keruh disebabkan oleh adanya butiran-butiran koloid dari tanah
liat. Semakin banyak kandungan koloid maka air semakin keruh.
b.   Tidak berwarna
     Air untuk keperluan rumah tangga harus jernih. Air yang berwarna berarti
mengandung bahan-bahan lain yang berbahaya bagi kesehatan.
c.    Rasanya tawar
     Secara fisika, air bisa dirasakan oleh lidah. Air yang terasa asam, manis,
pahit atau asin menunjukan air tersebut tidak baik. Rasa asin disebabkan adanya
garam-garam tertentu yang larut dalam air, sedangkan rasa asam diakibatkan
adanya asam organik maupun asam anorganik.
d.   Tidak berbau
     Air yang baik memiliki ciri tidak berbau bila dicium dari jauh maupun dari
dekat. Air yang berbau busuk mengandung bahan organik yang sedang mengalami
dekomposisi (penguraian) oleh mikroorganisme air.
e.    Temperaturnya normal
Suhu air sebaiknya sejuk atau tidak panas terutama agar tidak terjadi pelarutan zat
kimia yang ada pada saluran/pipa, yang dapat membahayakan kesehatan .
f.    Tidak mengandung zat padatan
       Air minum mengandung zat padatan yang terapung di dalam air.
Persyaratan Kimia
     Kualitas air tergolong baik bila memenuhi persyaratan kimia seperti berikut:
a.    pH netral
     Derajat keasaman air minum harus netral, tidak boleh bersifat asam atau
basa. Contoh air yang terasa asam adalah air gambut. Air murni mempunyai pH 7.
apabila pH di bawah 7 air bersifat asam, sedangkan di atas 7 berarti bersifat basa
(rasanya pahit).
b.   Tidak mengandung zat kimia beracun
     Air yang berkualitas baik tidak mengandung bahan kimia beracun seperti
sianida, sulfida, fenolik. Tidak mengandung garam atau ion-ion logam seperti Fe,
Mg, Ca, K, Hg, Zn, Mn, Cl, Cr dan lain-lain.
c.    Kesadahan rendah
     Tingginya kesadahan berhubungan dengan garam-garam yang terlarut di
dalam air terutama Ca dan Mg.
d. Tidak mengandung bahan organik
     Kandungan bahan organik dalam air dapat terurai menjadi zat-zat yang
berbahaya bagi kesehatan. Bahan-bahan organnik itu seperti NH4, H2S, SO42- dan
NO3- (Kusnaedi,2002).


D. ELEKTROLIT
     Cairan dan elektrolit sangat diperlukan dalam rangka menjaga kondisi tubuh
tetap sehat. Keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuh adalah
merupakan salah satu bagian dari fisiologi homeostatis. Keseimbangan cairan
dan elektrolit melibatkan komposisi dan perpindahan berbagai cairan tubuh.
Cairan tubuh adalah larutan yang terdiri dari air ( pelarut) dan zat tertentu (zat
terlarut). Elektrolit adalah zat kimia yang menghasilkan partikel-partikel
bermuatan listrik yang disebut ion jika berada dalam larutan. Cairan dan
elektrolit masuk ke dalam tubuh melalui makanan, minuman, dan cairan
intravena (IV) dan didistribusi ke seluruh bagian tubuh. Keseimbangan cairan
dan elektrolit berarti adanya distribusi yang normal dari air tubuh total dan
elektrolit ke dalam seluruh bagian tubuh. Keseimbangan cairan dan elektrolit
saling bergantung satu dengan yang lainnya; jika salah satu terganggu maka akan
berpengaruh pada yang lainnya.
        Cairan tubuh dibagi dalam dua kelompok besar yaitu : cairan intraseluler
dan cairan ekstraseluler. Cairan intraseluler adalah cairan yang berda di dalam sel
diseluruh tubuh, sedangkan cairan akstraseluler adalah cairan yang berada di luar
sel dan terdiri dari tiga kelompok yaitu : cairan intravaskuler (plasma), cairan
interstitial dan cairan transeluler. Cairan intravaskuler (plasma) adalah cairan di
dalam sistem vaskuler, cairan intersitial adalah cairan yang terletak diantara sel,
sedangkan cairan traseluler adalah cairan sekresi khusus seperti cairan
serebrospinal, cairan intraokuler, dan sekresi saluran cerna.
        Presentase dari total cairan tubuh bervariasi sesuai dengan individu dan
tergantung beberapa hal antara lain :
a.Umur
b.Kondisi lemak tubuh
c.Sex
Elektrolit Utama Tubuh Manusia
Zat terlarut yang ada dalam cairan tubuh terdiri dari elektrolit dan nonelektrolit.
Non elektrolit adalah zat terlarut yang tidak terurai dalam larutan dan tidak
bermuatan listrik, seperti : protein, urea, glukosa, oksigen, karbon dioksida dan
asam-asam organik. Sedangkan elektrolit tubuh mencakup natrium (Na+), kalium
(K+), Kalsium (Ca++), magnesium (Mg++), Klorida (Cl-), bikarbonat (HCO3-),
fosfat (HPO42-), sulfat (SO42-). Konsenterasi elektrolit dalam cairan tubuh
bervariasi pada satu bagian dengan bagian yang lainnya, tetapi meskipun
konsenterasi ion pada tiap-tiap bagian berbeda, hukum netralitas listrik
menyatakan bahwa jumlah muatan-muatan negatif harus sama dengan jumlah
muatan-muatan positif.
Perpindahan Cairan dan Elektrolit Tubuh
Perpindahan cairan dan elektrolit tubuh terjadi dalam tiga fase yaitu :
a. Fase I :
Plasma darah pindah dari seluruh tubuh ke dalam sistem sirkulasi, dan nutrisi
dan oksigen diambil dari paru-paru dan tractus gastrointestinal.
b. Fase II :
Cairan interstitial dengan komponennya pindah dari darah kapiler dan sel.
c. Fase III :
Cairan dan substansi yang ada di dalamnya berpindah dari cairan interstitial
masuk ke dalam sel.
       Pembuluh darah kapiler dan membran sel yang merupakan membran
semipermiabel mampu memfilter tidak semua substansi dan komponen dalam
cairan tubuh ikut berpindah. Metode perpindahan dari cairan dan elektrolit
tubuh dengan cara :
a. Diffusi
b. Filtrasi
c. Osmosis
d. Aktif Transport
       Difusi dan osmosis adalah mekanisme transportasi pasif. Hampir semua zat
berpindah dengan mekanisme transportasi pasif. Diffusi sederhana adalah
perpindahan partikel-partikel dalam segala arah melalui larutan atau gas.
Beberapa faktor yang mempengaruhi mudah tidaknya difusi zat terlarut
menembus membran kapiler dan sel yaitu :
a. Permeabilitas membran kapiler dan sel
b. Konsenterasi
c. Potensial listrik
d.Perbedaan tekanan.
       Osmosis adalah proses difusi dari air yang disebabkan oleh perbedaan
konsentrasi. Difusi air terjadi pada daerah dengan konsenterasi zat terlarut yang
rendah ke daerah dengan konsenterasi zat terlarut yang tinggi. Perpindahan zat
terlarut melalui sebuah membrane sel yang melawan perbedaan konsentrasi dan
atau     muatan        listrik   disebut   transportasi   aktif.   Transportasi   aktif
berbeda dengan transportasi pasif karena memerlukan energi dalam bentuk
adenosin trifosfat (ATP). Salah satu contonya adalah transportasi pompa kalium
dan natrium.Natrium tidak berperan penting dalam perpindahan air di dalam
bagian plasma dan bagian cairan interstisial karena konsentrasi natrium hampir
sama padakedua bagian itu. Distribusi air dalam kedua bagian itu diatur oleh
tekanan hidrostatik yang dihasilkan oleh darah kapiler, terutama akibat oleh
pemompaan oleh jantung dan tekanan osmotik koloid yang terutama disebabkan
oleh albumin serum. Proses perpindahan cairan dari kapiler ke ruang interstisial
disebut ultrafilterisasi. Contoh lain proses filterisasi adalah pada glomerolus
ginjal. Meskipun keadaan di atas merupakan proses pertukaran dan pergantian
yang terus menerus namun komposisi dan volume cairan relatif stabil, suatu
keadaan yang disebut keseimbangan dinamis atau homeostatis.
Regulating Body Fluid Volumes
        Di dalam tubuh seorang yang sehat volume cairan tubuh dan komponen
kimia dari cairan tubuh selalu berada dalam kondisi dan batas yang nyaman.
Dalam kondisi normal intake cairan sesuai dengan kehilangan cairan tubuh yang
terjadi. Kondisi sakit dapat menyebabkan gangguan pada keseimbangan cairan
dan elektrolit tubuh. Dalam rangka mempertahankan fungsi tubuh maka tubuh
akan kehilangan caiaran antara lain melalui proses penguapan ekspirasi,
penguapan kulit, ginjal (urine), ekresi pada proses metabolisme
a. Intake Cairan :
Selama aktifitas dan temperatur yang sedang seorang dewasa minum kira-lira
1500 ml per hari, sedangkan kebutuhan cairan tubuh kira-kira 2500 ml per hari
sehingga kekurangan sekitar 1000 ml per hari diperoleh dari makanan, dan
oksidasi selama proses metabolisme.Berikut adalah kebutuhan intake cairan
yang diperlukan berdasarkan umur dan berat badan, perhatikan tabel di bawah
ini :


No. Umur           Berat Badan (kg)   Kebutuhan     Cairan        (mL/24   Jam).
1.      3 hari        3,0                   250-300
2       1 tahun       9,5                   1150-1300
3.      2 tahun      11,8                   1350-1500
4.      6 tahun      20,0                   1800-2000
5.      10 tahun     28,7                   2000-2500
6.      14 tahun     45,0                   2200-2700
7.      18 tahun > 54,0                     2200-2700
         Pengatur utama intake cairan adalah melalui mekanisme haus. Pusat haus
dikendalikan berada di otak Sedangakan rangsangan haus berasal dari kondisi
dehidrasi intraseluler, sekresi angiotensin II sebagai respon dari penurunan
tekanan darah, perdarahan yang mengakibatkan penurunan volume darah.
Perasaan kering di mulut biasanya terjadi bersama dengan sensasi haus walupun
kadang terjadi secara sendiri. Sensasi haus akan segera hilang setelah minum
sebelum proses absorbsi oleh tractus gastrointestinal.


b. Output Cairan :
Kehilangan        cairan     tubuh   melalui     empat    rute    (proses)   yaitu
a. Urine
  Proses pembentukan urine oleh ginjal dan ekresi melalui tractus urinarius
merupakan proses output cairan tubuh yang utama. Dalam kondisi normal
output urine sekitar 1400-1500 ml per 24 jam, atau sekitar 30-50 ml per jam.
Pada orang dewasa. Pada orang yang sehat kemungkinan produksi urine
bervariasi dalam setiap harinya, bila aktivitas kelenjar keringat meningkat maka
produksi      urine   akan   menurun   sebagai    upaya   tetap   mempertahankan
keseimbangan dalam tubuh.
b. IWL (Insesible Water Loss)
  IWL terjadi melalui paru-paru dan kulit, Melalui kulit dengan mekanisme
difusi. Pada orang dewasa normal kehilangan cairan tubuh melalui proses ini
adalah berkisar 300-400 mL per hari, tapi bila proses respirasi atau suhu tubuh
meningkat maka IWL dapat meningkat.
c. Keringat
  Berkeringat terjadi sebagai respon terhadap kondisi tubuh yang panas, respon
ini berasal dari anterior hypotalamus, sedangkan impulsnya ditransfer melalui
sumsum tulang belakang yang dirangsang oleh susunan syaraf simpatis pada
kulit.
d. Feces
  Pengeluaran air melalui feces berkisar antara 100-200 mL per hari, yang diatur
melalui mekanisme reabsorbsi di dalam mukosa usus besar (kolon).
Faktor      yang   Berpengaruh     pada   Keseimbangan    Cairan       dan     Elektrolit
antara lain :
a. Umur
  Kebutuhan intake cairan bervariasi tergantung dari usia, karena usia akan
berpengaruh pada luas permukaan tubuh, metabolisme, dan berat badan. Infant
dan anak-anak lebih mudah mengalami gangguan keseimbangan cairan
dibanding usia dewasa. Pada usia lanjut sering terjadi gangguan keseimbangan
cairan dikarenakan gangguan fungsi ginjal atau jantung.
b. Iklim
  Orang yang tinggal di daerah yang panas (suhu tinggi) dan kelembaban
udaranya rendah memiliki peningkatan kehilangan cairan tubuh dan elektrolit
melalui keringat. Sedangkan seseorang yang beraktifitas di lingkungan yang panas
dapat       kehilangan    cairan     sampai    dengan      5       L         per    hari.
c. Diet
  Diet seseorag berpengaruh terhadap intake cairan dan elktrolit. Ketika intake
nutrisi tidak adekuat maka tubuh akan membakar protein dan lemak sehingga
akan serum albumin dan cadangan protein akan menurun padahal keduanya
sangat diperlukan dalam proses keseimbangan cairan sehingga hal ini akan
menyebabkan edema.
d. Stress
  Stress dapat meningkatkan metabolisme sel, glukosa darah, dan pemecahan
glykogen otot. Mrekanisme ini dapat meningkatkan natrium dan retensi air
sehingga bila berkepanjangan dapat meningkatkan volume darah.
e. Kondisi Sakit
  Kondisi sakit sangat b3erpengaruh terhadap kondisi keseimbangan cairan dan
elektrolit tubuh , misalnya
1. Trauma seperti luka bakar akan meningkatkan kehilangan air melalui IWL.
2. Penyakit ginjal dan kardiovaskuler sangat mempengaruhi proses regulator
keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh
3. Pasien dengan penurunan tingkat kesadaran akan mengalami gangguan
pemenuhan intake cairan karena kehilangan kemampuan untuk memenuhinya
secara mandiri.
f. Tindakan Medis
  Banyak tindakan medis yang berpengaruh pada keseimbangan cairan dan
elektrolit tubuh seperti : suction, nasogastric tube dan lain-lain.
g. Pengobatan
  Pengobatan seperti pemberian deuretik, laksative dapat berpengaruh pada
kondisi cairan dan elektrolit tubuh.
h. Pembedahan
  Pasien dengan tindakan pembedahan memiliki resiko tinggi mengalami
gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh, dikarenakan kehilangan
darah selama pembedahan.
Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit Tubuh
Dua kategori umum yang menjelaskan abnormalitas cairan tubuh adalah :
1. Volume
2. Osmolalitas
  Ketidakseimbangan volume terutama mempengaruhi cairan ekstraseluler (ECF)
dan menyangkut kehilangan atau bertambahnya natrium dan air dalam jumlah
yang relatif sama, sehingga berakibat pada kekurangan atau kelebihan volume
ekstraseluler (ECF). Ketidakseimbangan osmotik terutama mempengaruhi cairan
intraseluler (ICF) dan menyangkut bertambahnya atau kehilangan natrium dan air
dalam jumlah yang relatif tidak seimbang. Gangguan osmotik umumnya berkaitan
dengan hiponatremia dan hipernatremia sehingga nilai natrium serum penting
untuk mengenali keadaan ini. Kadar dari kebanyakan ion di dalam ruang
ekstraseluler dapat berubah tanpa disertai perubahan yang jelas dari jumlah total
dari partikel-partikel yang aktif secara osmotik sehingga mengakibatkan
perubahan komposisional.
a. Ketidakseimbangan Volume
1. Kekurangan volume ECF atau hipovolemia didefinisikan sebagai kehilangan
cairan tubuh isotonik, yang disertai kehilangan natrium dan air dalam jumlah
yang relatif sama. Kekurangan volume isotonik sering kali diistilahkan dehidrasi
yang seharusnya dipakai untuk kondisi kehilangan air murni yang relatif
mengakibatkan hipernatremia.
Cairan Isotonis adalah cairan yang konsentrasi/kepekatannya sama dengan
cairan tubuh, contohnya : larutan NaCl 0,9 %, Larutan Ringer Lactate (RL).
Cairan hipertonis adalah cairan yang konsentrasi zat terlarut/kepekatannya
melebihi cairan tubuh, contohnya Larutan dextrose 5 % dalam NaCl normal,
Dextrose    5%     dalam    RL,       Dextrose    5   %   dalam    NaCl   0,45%.
Cairan Hipotonis adalah cairan yang konsentrasi zat terlarut/kepekataannya
kurang dari cairan tubuh, contohnya : larutan Glukosa 2,5 %., NaCl.0,45 %, NaCl
0,33 %.
2. Kelebihan Volume ECF adlah kelebihan cairan ekstraseluler dapat terjadi bila
natrium dan air kedua-duanya tertahan dengan proporsi yang kira- kira sama.
Dengan terkumpulnya cairan isotonik yang berlebihan pada ECF (hipervolumia)
maka cairan akan berpindah ke kompartement cairan interstitial sehingga
menyebabkan edema. Edema adalah penunpukan cairan interstisial yang
berlebihan. Edema dapat terlokalisir atau generalisata.
b. Ketidakseimbangan osmolalitas
  Melibatkan kadar zat terlarut dalam cairan-cairan tubuh. Karena natrium
merupakan        zat       terlarut       utama       yang        aktif   secara
osmotik dalam ECF maka kebanyakan kasus hipoosmolalitas (overhidrasi)
adalah hiponatremia yaitu rendahnya kadar natrium di dalam plasma dan
hipernatremia yaitu tingginya kadar natrium di dalam plasma. Pahami juga
perubahan komposisional di bawah ini
a. Hipokalemia adalah keadaan dimana kadar kalium serum kurang dari 3,5
mEq/L.
b. Hiperkalemia adalah keadaan dimana kadar kalium serum lebih dari atau sama
dengan 5,5 mEq/L.
c. Hiperkalemia akut adalah keadaan gawat medik yang perlu segera dikenali, dan
ditangani untuk menghindari disritmia dan gagal jantung yang fatal
                             DAFTAR PUSTAKA
Almatsier, Sunita. 2003. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Gramedia Pustaka Utama.
Arisman. 2007. Gizi dalam Daur Kehidupan Buku Ajar Ilmu Gizi. Buku
       Kedokteran EGC. Jakarta.
Bachyar, dkk. 2002. Penilaian Status Gizi. Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
Depkes Direktorat Laboratorium Kesehatan. 2002. Pedoman Pemeriksaan Kimia
       Air Minum dan Air Bersih.
FKM UI .2007. Gizi dan Kesehatan Masyarakat. PT.Rajagrafindo Persada.
       Jakarta
Sumiaty, E. 2003. Bimbingan Teknis Pengambilan Contoh dan Analisis Kualitas
       Air. Serpedal Deputi VII. Jakarta.
Suripin. 2002. Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. Penerbit Andi.
       Yogyakarta.

								
To top