gizi seimbang

Document Sample
gizi seimbang Powered By Docstoc
					Kebutuhan Gizi Seimbang Anak Usia
Sekolah.
WHO memberi batasan anak usia sekolah adalah anak dengan usia 6-12 tahun. Mereka berbeda
dengan orang dewasa, karena anak mempunyai ciri yang khas yaitu selalu tumbuh dan
berkembang, sampai berakhirnya masa remaja. Anak sekolah sedang mengalami pertumbuhan
dan perkembangan. Pertumbuhan merupakan bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan
tubuh yang berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh. Sedangkan perkembangan
adalah bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks (Nasar, 2005).

Anak usia sekolah sedang mengalami:

(1) Perkembangan fisik. Fisik anak usia sekolah lebih kuat dibandingkan usia dibawahnya,
sehingga aktivitas fisiknya tampak lebih menonjol dan mempunyai kemampuan motorik/bermain
(2) Perkembangan mental. Anak mempunyai minat terhadap tugas-tugas sekolah seperti
membaca, menulis, berhitung dan menggambar. Mereka senang bertanya kepada orang lain
(guru atau orang tua) dimana mereka sedang mengeksplorasi apa yang dilihat dan dirasakan

(3) Perkembangan emosi. Anak pada usia ini sudah mampu mengendalikan emosi. Anak sudah
dapat mengendalikan emosi di lingkungannya tetapi di luar rumah kadang masih kurang

(4) Perkembangan sosial. Anak sedang mempelajari cara bersosialisasi pada peran social di
masyarakat.

Anak sekolah sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan seorang anak oleh karena itu
diperlukan asupan makanan yang mengandung gizi seimbang, agar proses tersebut tidak
terganggu. Pada masa sekolah selain peran orang tua, kesadaran anak sekolah juga diperlukan
karena mereka sudah mampu memilih makanan mana yang dia sukai. Status gizi baik atau status
gizi optimal terjadi bila tubuh memperoleh cukup zat-zat gizi yang digunakan secara efisien,
sehingga memungkinkan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan kerja dan
kesehatan secara umum pada tingkat setinggi mungkin. Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai
akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi (Almatsier, 2002).

Fase usia sekolah membutuhkan asupan makanan yang bergizi untuk menunjang masa
pertumbuhan dan perkembangannya. Kebutuhan tubuh akan energi jauh lebih besar
dibandingkan usia sebelumnya, karena anak sekolah lebih banyak melakukan aktivitas fisik
seperti bermain, berolahraga atau membantu orangtuanya. Memasuki usia 10-12 tahun, anak
semakin membutuhkan energi dan zat gizi yang lebih besar dibanding anak yang berusia di
bawahnya. Pada usia ini pemberian makanan untuk anak laki-laki dan perempuan mulai
dibedakan.

Gizi menjadi masalah yang penting bagi anak sekolah, karena gizi bisa mencerdaskan anak.
Anak yang kekurangan gizi mudah mengantuk dan kurang bergairah yang dapat menganggu
proses belajar di sekolah dan menurun prestasi belajarnya, daya pikir anak juga akan kurang,
karena pertumbuhan otaknya tidak optimal. Orang tua perlu memerikan perhatian pada anak usia
sekolah, karena pada umumnya mereka disibukkan dengan berbagai kegiatan di luar rumah
sehingga cenderung melupakan waktu makan termasuk kebiasaan makan pagi. Makan pagi yang
cukup akan memenuhi kebutuhan energi selama belajar di sekolah, sekaligus mencegah
penurunan kadar gula darah yang berakibat pada terganggunnya konsentrasi anak dalam
menerima pelajaran di sekolah.

Pola asupan makanan yang tidak seimbang pada anak usia sekolah dalam jangka waktu yang
lama akan menyebabkan kurangnya gizi dalam tubuh. Anak usia sekolah sangat memerlukan
asupan makanan yang seimbang untuk menunjang tumbuh kembangnya. Anak sekolah perlu
mendapat asupan gizi yang seimbang, sehingga akan tumbuh sesuai perkembangan usianya dan
ada kesesuaian antara BB/umur, TB/umur dan BB/TB. Pola asupan makanan dan pengaturan
makanan untuk anak usia sekolah sangat penting dilakukan.

Diet seimbang anak usia sekolah yang baik adalah rendah lemak, tinggi kalsium dan adekuat tapi
kalorinya tidak berlebihan. Syarat pemberian makanan bagi anak antara lain

(1) memenuhi kecukupan energi dan semua zat gizi yang sesuai dengan umurnya
(2) susunan hidangan disesuaikan dengan pola menu seimbang

(3) bentuk dan porsi makanan disesuaikan dengan daya terima, toleransi dan keadaan faali anak;
(4) memperhatikan kebersihan perorangan/anak dan lingkungan.



Pentingnya Gizi Seimbang Bagi Anak
Apa yang dimaksud dengan zat gizi ??

Zat gizi : Zat/ bahan yang terkandung dalam makanan yang dibutuhkan untuk hidup seseorang.

TRI GUNA MAKANAN:

   1. Sumber TENAGA untuk beraktifitas, Contoh: beras, jagung, mie, kentang, singkong,
      roti, sagu.
   2. Sumber Zat PEMBANGUN, Yaitu: lauk-pauk: ikan, tempe, tahu, udang, daging, telur.
   3. Sumber Zat PENGATUR, Yaitu: sayuran, buah2 spt: kangkung, bayam, kacang panjang,
      pisang, jeruk, mangga

Kurang gizi

Adalah kurangnya zat-zat gizi oleh tubuh sehingga terjadi perubahan pada tubuh.

Penyebab kurang gizi

   1.   Jumlah makanan yang dimakan kurang
   2.   Jenis makanan tidak seimbang
   3.   Makan tidak teratur
   4.   Salah dalam memilih dan mengolah makanan

Tanda-tanda kurang gizi

   1.   Badan kurus
   2.   Rambut tipis, kemerahan, dan mudah dicabut
   3.   Kulit kering
   4.   Lemah atau pucat
   5.   Pusing
   6.   Otot mengecil atau lembek
   7.   Kaki dan tangan bengkak
Akibat kurang gizi:

   1.   Gangguan pertumbuhan
   2.   Gangguan perkembangan
   3.   Mudah sakit
   4.   Kurangcerdas
   5.   Malas beraktifitas

Cara memilih makanan:

   1.   Kondisi bahan makanan masih segar
   2.   Nilai gizinya baik
   3.   Cara mendapatkannya mudah
   4.   Harga terjangkau

CARA MENGOLAH BAHAN MAKANAN

   1.   Sayuran dicuci sebelum dipotong
   2.   Sayuran dimasak jangan terlalu matang
   3.   Alat-alat masak harus bersih
   4.   Cuci tangan sebelum masak

CARA MENINGKATKAN SELERA MAKAN

   1.   Makan bersama keluarga
   2.   Jenis makanan bervariasi
   3.   Hidangkan makanan kesukaan
   4.   Cara penyajian yang menarik
Food Guide Pyramid Piramida Panduan Makanan
                     examples: contoh:

                                Servings Calcium Content
Food Makanan
                                 Porsi   Kalsium Konten

Milk, whole or lowfat Susu,     1 cup 1
                                             300 mg 300 mg
utuh atau lowfat                cangkir

                               1/2 cup 1 /
White beans Kacang putih                   113 mg 113 mg
                                2 cangkir

Broccoli, cooked Brokoli,      1/2 cup 1 /
                                              35 mg 35 mg
dimasak                         2 cangkir

Broccoli, raw Brokoli,          1 cup 1
                                              35 mg 35 mg
mentah                          cangkir

Cheddar cheese Keju            1.5 oz 1.5
                                          300 mg 300 mg
Cheddar                            oz

Yogurt, lowfat Yogurt,
                                8 oz 8 oz    300 mg 300 mg
lowfat

Orange juice, calcium
                                1 cup 1
fortified Jus jeruk, kalsium                 300 mg 300 mg
                                cangkir
difortifikasi

Orange, medium Orange,                       40-50 mg 40-50
                                  11
menengah                                           mg

Sweet potatoes, mashed         1/2 cup 1 /
                                              44 mg 44 mg
Ubi jalar, tumbuk               2 cangkir
                    examples: contoh:

                              Servings   Iron Content
Food Makanan
                               Porsi      Besi Konten

Beef, chicken, fish Daging
sapi, ayam, ikan

Liver Hati

Peanut butter Selai kacang

Nuts and seeds Kacang-
kacangan dan biji-bijian

Green peas, lima beans
Kacang polong hijau, kacang
lima

Pinto beans Pinto kacang

Spinach Bayam

Greens, turnip/collard
Hijau, lobak / collard

Strawberries Stroberi

Tomato juice Jus tomat

Squash Labu

Whole grain bread Roti
gandum utuh

Raisins Kismis

Watermelon Semangka
       Menurut seorang pakar gizi, ada 3 masalah gizi pada anak: 1. Kekurangan gizi 2.
       Kelebihan gizi 3. Salah gizi. Gizi seimbang diperlukan agar anak tumbuh optimal. Ini erat
       kaitannya dalam perencanaan makan anak yang terdiri dari 3-J.

       1. JUMLAH : Jumlah kalori harus sesuai dengan kebutuhan. Kebutuhan kalori anak: 1-3
       tahun = 1300 kalori. 4-6 tahun = 1800 kalori. 7-10 tahun = 2000 kalori. Makanan yang
       diserap oleh tubuh akan menghasilkan kalori. Kelebihan atau kekurangan kalori akan
       berdampak buruk pada anak.

       2. JADWAL : Waktu makan dijadwal dengan baik. Waktu makan yang baik bagi anak
       adalah 3 X makan utama dan 2/3 X snack. Ini dimulai sejak anak melewati usia 6 bulan.
       Aktifitas makan di pagi hari pun penting sebagai persiapan asupan energi untuk
       beraktifitas. Bagi anak sekolah, kegiatan ini dapat membantu dalam penerimaan materi
       belajar dan mencegah anak jajan di luar.

       3. JENIS : Komposisi Karbohidrat, protein, dan lemak seimbang. Secara keseluruhan
       harus saling terpenuhi. Komposisi seimbang yang diperlukan anak adalah:

      Karbohidrat: 45% - 65%. Utamakan karbohidrat komplex (beras, gandum, terigu, buah,
       sayur), kurangi yang simplex (gula, sirup, dsb). Karena karbohidrat simplex ini berkalori
       tinggi, namun kandungan gizi rendah.
      Protein: 10% - 25%. Kebutuhan protein didapat baik dari hewani (putih telur, ikan, ayam)
       ataupun nabati (kedelai, kacang2an, tempe, tahu). Akan lebih baik jika kebutuhan protein
       didapat dari gabungan hewani - nabati diatas. Susu pun merupakan sumber protein yang
       baik
      Lemak: 25% - 40%. Lemak esensial harus terpenuhi dari makanan. Sumber lemak terdiri
       dari: (1) Lemak jenuh: Lemak hewani & minyak kelapa (2) Lemak Trans: Margarin,
       makanan diproses, makanan digoreng (3) Lemak MUFA: Minyak zaitun, kacang-
       kacangan, alpukat (4) Lemak PUFA: Ikan, kedeleai, minyak sayur
      Vitamin dan Mineral A,D,E,K,B,C,Ca, dsb. Sebagai medium penghantar


10 Ciri Anak Bergizi Baik
1. Makin bertambah unur, tambah padat dan tinggi. Konsumsi protein dan kalsium yang cukup
membuat massa & tinggi tumbuh bertambah, serta tulang dan otot sehat.
2. Postur tubuh tegap dan otot padat, sebab tercukupinya protein dan kalsium.
3. Rambut berkilau dan kuat. Sebab tercukupinya protein yang bersumber dari daging, ayam,
ikan, kacang2an.
4. Kulit dan kuku bersih serta tidak pucat. Menandakan vit A,C,E dan nmineral terpenuhi.
Makanan kaya mineral didapat dari kangkung, bayam, jambu biji, jeruk, mangga, dll.
5. Wajah ceria, mata bening, bibir segar. Mata sehat dan bening didapat dari konsumsi vitamin
A&C seperti tomat dan wortel. Bibir segar didapat dari vitamin B,C,E seperti wortel, kentang,
udang, mangga, jeruk.
6. Gigi bersih dan gusi merah muda. Gigi dan gusi sehat dibutuhkan untuk membantu mencerna
makanan dengan baik. Yang diperlukanadalah asupan kalsium dan vitamin B.
7. Nafsu makan baik 3 kali sehari, serta buang air besar teratur, sehari sekali. Agar sisa makanan
dalam usus besar tidak menjadi racun yang dapat mengganggu nafsu makan.
8. Bergerak aktif dan lancar berbicara. Merupakan tanda yang baik, namun perlu diperhatikan
setiap ucapannya. apakah sesuai umurnya atau tidak.
9. Penuh perhatian dan bereaksi aktif. Sudah bisa melatih perhatian dan kemampuan fokusnya
dengan mampu menyelesaikan sesuatu.
10. Tidur nyenyak setelah beraktifitas sepanjang hari. Tubuh anak perlu istirahat (tidur) selama 8
jam. Ini dibutuhkan untuk perkembangan anak.

Lebih lanjut tentang: Mengoptimalkan Pertumbuhan Anak dengan Gizi Seimbang




Gizi Bekal Anak Prasekolah
Aktifnya balita di sekolah tentunya harus diseimbangi dengan bekal yang bergizi, agar ia
tetap prima dan tidak lemas. Contoh bekal makan prasekolah yang bergizi adalah
sandwich roti gandum dengan isi telur, jamur, keju, dan sayur. Yuk, kita ulik kandungan
salah satu inspirasi bekal si balita: Sandwich Telur- Keju-Sayur.

Roti Gandum (2 lembar)
Manfaat: sumber energi utama. Di dalam tubuh, roti gandum "dibakar" perlahan sehingga
membuat si kecil kenyang lebih lama. Roti gandum mengandung vitamin B kompleks untuk
metabolisme energi, serat untuk menstabilkan kadar gula darah sehingga energi bertahan lebih
lama dan zat besi yang bertugas membawa oksigen. Kalori: 80 kalori.

Telur (0,5 hingga 1 butir)
Manfaat: sumber protein untuk membangun, memperbaiki sel dan jaringan tubuh serta
meningkatkan imunitas, serta lemak yang memberi energi tahan lama. Telur juga mengandung
sembilan asam amino esensial, vitamin A, B D, zat besi, serta seng untuk meningkatkan daya
tahan tubuh dan penyembuhan luka. Kalori: 40-80 kalori.

Keju Cheddar (satu lembar)
Manfaat: semua jenis keju mengandung kalsium, fosfor dan vitamin D untuk memenuhi
kebutuhan kalsium yang penting bagi pertumbuhan tulang dan gigi. Protein dalam keju juga
menguatkan otot. Sementara riboflavin dan folat membantu proses metabolisme zat-zat gizi.
Kalori: 60 kalori.
Tip: Agar sisa keju tidak keras saat digunakan kembali, oles ujung-ujungnya dengan mentega
sebelum disimpan di kulkas.

Tomat (2 iris)
Manfaat: Tomat yang sudah diolah dengan pemanasan (jangan gunakan alat masak alumunium)
dan dibubuhi minyak, memiliki kandungan likopen yang tinggi sebagai antioksidan untuk
melawan paparan radikal bebas dan membentengi anak dari berbagai jenis penyakit. Selain itu,
tomat juga sumber beta karoten, vitamin C, serta kaya akan kalium yang baik untuk kesehatan
pembuluh darah. Kalori: 5 kalori.
Jamur Kancing (50 gram)
Manfaat: mencegah anemia lewat kandungan vitamin B12 yang jarang ada di sayuran lain.
Jamur juga kaya hyskon, amilase dan polipeptida (jenis-jenis protein) yang penting untuk
pertumbuhan. Jamur kancing meningkatkan imunitas tubuh agar anak dia tidak mudah sakit flu.
Kalori: 7 kalori.
Tip: untuk membersihkan jamur segar, cuci sebentar lalu lap dengan tisu agar tidak merusak rasa
dan tekstur. Potong-potong saat akan digunakan agar warnanya tidak kecokelatan.

Selada (5 gr)
Manfaat: seratnya tinggi, membantu pencernaan dan mencegah sembelit yang sering dialami
anak. Juga mengandung antioksidan untuk mencegah pembentukan sel kanker, serta
mengandung vitamin C, kalium, folat dan beta karoten. Selada dengan warna hijau tua lebih kaya
beta karoten. Kalori: 5 kalori.

Apel (1/2 butir)
Manfaat: camilan sehat karena menjauhkan anak dari flu. Vitamin C-nya membantu penyerapan
zat besi agar tubuh terhindar dari anemia. Bila dimakan bersama kulitnya, melancarkan
pencernaan dan mencegah sembelit. Beri perasan jeruk lemon agar warnanya tidak berubah
kecokelatan. Kalori: 40 kalori.

Susu (1 kotak kemasan)
Manfaat: mengandung protein dan lemak, sumber energi sekaligus kalsium untuk kesehatan
tulang. Susu diperlukan untuk pertumbuhan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kalori:
140 kalori.

Berikan variasi bekal seminggu untuk balita prasekolah Anda, agar ia tidak bosan. Berikut
contoh bekal makan balita prasekolah yang bergizi:
Senin: roti gandum isi telur, keju, tomat, selada + buah apel + susu UHT.
Selasa: kentang tumbuk campur brokoli dan ayam rebus suwir + anggur + susu UHT.
Rabu: sereal + potongan buah + susu UHT.
Kamis: nasi dengan telur dadar isi wortel, kacang polong, bawang bombay + jeruk + susu UHT.
Jumat: spageti dengan daging cincang dan keju parut + semangka + susu UHT.

Untuk melihat video cara menyiapkan bekal anak prasekolah, silahkan klik link Video Persiapan
Bekal Anak Prasekolah yang diperagakan oleh Trully Saraswati

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:1403
posted:6/5/2011
language:Indonesian
pages:11
Description: gizi seimbang