makalah merokok by irpanharyono

VIEWS: 25,325 PAGES: 6

									MEROKOK A. GANGGUAN PADA SISTEM SIRKULASI AKIBAT MEROKOK
Penelitian terhadap penyakit epidemik telah membuktikan bahwa merokok dapat meningkatkan bahaya mengidap penyakit infarksi miokardial dan denyut jantung berhenti secara mendadak. Terutama pada golongan yang darahnya berkolesterol melebihi 180 mg%, penyakit jantung koroner meningkat dikalangan orang-orang yang suka merokok yang menghisap lebih dari 40 batang rokok setiap hari. Merokok juga dapat meningkatkan resiko bahaya kanker paru-paru, penyakit pneumokardial, dan penyakit saluran darah periferal. Sampai saat ini, belum ada yang dapat membuktikan bahwa kandungan tar dan nikotin tembakau yang rendah dapat menghindari bahaya penyakit jantung koroner. Merokok dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung koroner, karena kandungan tembakau dapat mengurangi lipoprotein yang tinggi (HDL). Bahkan sebaliknya dapat meningkatkan kandungan lipoprotein yang rendah (LDL) dan trigliserida. Pada waktu yang bersamaan, merokok dapat menghambat aliran darah dan mengurangi asupan oksigen ke dalam tubuh, juga dapat mengurangi oksigen yang dihirup oleh jantung. Setelah berhenti merokok dalam waktu setahun, penyakit jantung koroner berkurang sebanyak 50%. Dalam waktu 5 sampai 10 tahun, kandungannya mungkin akan mencapai tingkat yang sama dengan orang yang masih merokok. Merokok termasuk kebiasaan yang buruk. Untuk orang yang tidak biasa merokok tetapi berada dalam sebuah ruangan yang penuh dengan asap rokok, akan menghirup CO (Karbon Monoksida) dan nikotin yang bercampur di dalam darahnya akan meningkat. Merokok merupakan salah satu faktor yang paling berbahaya di dunia yang dapat menyebabkan penyakit jantung koroner. Masalah merokok Menjaga diri, teman dan keluarga untuk tidak merokok. Merokok merupakan salah satu penyebab kanker, penyakit jantung, penyakit pembuluh darah dan stroke. Seseorang yang berada di sekitar perokok, memiliki 70% risiko menderita penyakit akibat rokok. Menerapkan polan hidup sehat diawali dengan mengupayakan lingkungan rumah atau tempat-tempat umum sebagai areal bebas asap rokok

BEROLAH RAGA TIDAK TERATUR B. GANGGUAN PADA SISTEM SIRKULASI KARENA BEROLAH RAGA TIDAK TERATUR Melakukan olahraga secara teratur sebagai bagian dari hidup anda. Melakukan gerak jalan cepat selama 30 menit sehari dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Segera konsultasikan dengan dokter, bila ada hal-hal yang kurang enak di tubuh anda, supaya dokter dapat memilihkan olahraga yang cocok. Jagalah agar berat badan tetap ideal. Kegemukan dapat memperburuk risiko kematian dini akibat penyakit jantung dan pembuluh darah, hipertensi, atau stroke.

KELEBIHAN BERAT BADAN(OBESITAS) C. GANGGUAN PADA SISTEM SIRKULASI AKIBAT KELEBIHAN BERAT BADAN Perempuan hendaknya berhati-hati dengan berat badan,tekanan darah,diabetes, dan meningkatnya kolesterol. Nikmatnya diet seimbang, dengan memperbanyak makanan buah dan sayur, mengkonsumsi daging yang tidak berlemak, cara memasak sesuai anjurankesehatan, sertamenghindari gorengan-gorengan, santan, dan garam yang berlebihan. Bagi penderita diabetes hendaknya mengontrol giji yang baik sesuai dengan takaran yang dianjurkan. Periksa kesehatan secara teratur. D.GANGGUAN PADA SISTEM SIRKULASI AKIBAT STRES STRES Stres yang terus menerus dapat berakibat terkena penyakit jantung. Anda dapat mengurangi stres dengan waktu anda sendiri, misalnya: melakukan kegiatan fisik/olahraga, menjadi pekerja sosial, atau mengerjakan kegiatan sosial lainnya. Pola hidup sehat Seimbang gizi Enyahkan rokok Hindari dan atasi stres Awasi tekanan darah Teratur berolahraga

Menanamkan pentingnya kesehatan jantung Tanamkan kepada anak-anak sejak dini tentang cara menjaga jantung agar tetap sehat dan kuat, misalnya: Hidup dengan gaya hidup sehat Mengajarkan kebiasaan olahraga yang sehat secara teratur Menghindari kebiasaan mengkonsumsi gula, garam dan makananmakanan yang tidak sehat Memperbanyak konsumsi sayur, buah dan kacang-kacangan. Keadaan di hari tua, bagaimana memulainya di waktu muda Mencegah penyakit jantung sejak remaja tentu akan menurunkan risiko di hari tua terhadap penyakit jantung dan pembuluh darah. Biasakan dengan gizi seimbang, aktivitas fisik yang teratur, jangan mulai merokok, kurangi makanan-makanan cepat saji dengan karbohidrat dan lemak yang tinggi, serta sediakan waktu untuk senam atau olahraga lainnya. Dianjurkan mengontrol tekanan darah selama hamil secara teratur. Kurang kontrol kesehatan dan tekanan darah, dapat mengganggu anda saat hamil. Bukan saja membahayakan ibu, tetapi juga bagi janin yang dikandungnya.

MAKANAN TIDAK SEIMBANG E. GANGGUAN PADA SISTEM SIRKULASI AKIBAT MAKANAN TIDAK SEIMBANG Kehidupan modern kini menuntut segala sesuatu serba instant dan cepat. Baik dalam aktivitas pekerjaan, kehidupan rumah tangga dan makanan sehari-hari. Bahkan tidak sedikit di antara kita yang sering mengkonsumsi makanan cepat saji (fastfood). Perkembangan teknologi komunikasi dan transportasi serasa memperpendek jarak dan mempersingkat waktu. Manusia serasa dimanja dalam kehidupannya. Seiring dengan itu semua, ternyata kita harus membayar mahal dengan kesehatan kita. Pemakaian pestisida, limbah beracun, polusi udara, zat additive (pewarna, perasa, pengawet) di dalam makanan adalah beberapa faktor yang apabila dikonsumsi terus-menerus dalam jangka panjang dapat menurunkan kualitas kesehatan tubuh kita. Radikal bebas, karsinogen (gen penyebab kanker), zat beracun adalah beberapa istilah yang semakin sering kita dengar. Bahkan kanker, diabetes, kolesterol, stroke, asam urat, alergi, ada di kanan-kiri kita. Selain hal-hal eksternal di atas, kebiasaan hidup juga sangat berpengaruh bagi kesehatan tubuh kita. Makanan yang tidak

bergizi seimbang, sedikit olah raga dan kurangnya istirahat akan mendukung terjangkitnya penyakit. Makanan Bergizi Seimbang Makanan yang terlalu manis meningkatkan kadar gula darah yang berarti beresiko tinggi pagi penderita diabetes mellitus. Terlalu banyak mengkonsumsi garam menyebabkan tingginya kadar garam dalam darah yang meningkatkan resiko tekanan darah tinggi dan stroke serta gangguan ginjal. Begitu juga makanan yang kecut/asam dapat menurunkan pH darah (meningkatkan tingkat keasaman darah). Darah yang semakin asam, akan semakin kental. Menurut pakar gizi dan kesehatan, komposisi makan seharihari kita seharusnya adalah 80% sayur dan buah-buahan (makanan beralkali tinggi) serta 20% nasi, daging, ikan, roti dan lain-lain (makanan berasid tinggi). Tetapi yang biasa kita makan justru sebaliknya yaitu : 80% adalah nasi, daging, ikan, roti dan 20% adalah sayur dan buah-buahan. Komposisi yang salah ini, selama bertahun-tahun terjadi akumulasi, menyebabkan darah kita menjadi semakin asid dan semakin kental. Darah yang kental menyebabkan kerja jantung menjadi semakin berat. Aliran darah menjadi lambat, menyebabkan lebih banyak endapan terjadi dalam pembuluh darah. Akibatnya timbul penyakit tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Jika sudah terkena penyakit jantung dan tekanan darah tinggi, maka kita harus waspada terhadap gejala-gejala penyakit stroke. Apa sajakah itu? Gejala penyakit stroke di antaranya adalah migrain-migrain, kepala sering pusing, leher kaku-kaku, pundak terasa pegal, punggung linu-linu, tangan sering kesemutan, apalagi sampai kolesterol tinggi, asam urat hingga terjadi pembengkakan. Semua berawal dari keasidan darah yang tinggi, pengentalan darah dan penyumbatan pembuluh darah. Oleh karena itu, waspadalah! Apabila terjadi penyumbatan pada pembuluh darah di otak, maka terjadilah stroke. Jika penyumbatan terjadi di pembuluh darah arteri kiri/kanan di leher (middle cerebral artery), maka pasien

akan mengalami stroke berat sampai lumpuh sebagian/seluruh tubuhnya. Hal lain yang patut kita waspadai akibat tekanan darah yang tinggi dan beratnya kerja jantung adalah gejala penyakit modern. Apa sajakah itu? Gejala penyakit modern di antaranya adalah hipertensi, diabetes mellitus, penyakit jantung dan penyakit stroke. Disebut modern karena setiap hari wajib minum obat dan seumur hidup tergantung kepada obat. Tentu ini biayanya amat sangat tinggi. Ingat! Penyakit yang menjadi pembunuh nomor satu di dunia adalah penyakit jantung. Diikuti penyakit kanker dan selanjutnya adalah stroke. Inilah pentingnya artikel ini, karena penyakit jantung dan stroke berawal dari pola makan tidak seimbang, keasidan darah terlalu tinggi, pengentalan darah hingga akhirnya terjadi penyumbatan pembuluh darah.


								
To top