Docstoc

BAB II KONSEP DASAR RADIO

Document Sample
BAB II KONSEP DASAR RADIO Powered By Docstoc
					BAB II. KONSEP DASAR RADIO

Kegiatan pengembangan Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) mengintroduksi cukup banyak istilah teknis dalam bidang penyiaran. Bab ini menjelaskan mengenai pengertian umum dan maksud dari istilah-istilah tersebut. Disamping itu, bab ini juga akan menjelaskan konsep-konsep yang diterapkan dalam kajian ini. 2.1 . PENGERTIAN SIARAN/PENYIARAN Kata „siaran‟ merupakan padanan dari kata “broadcast‟ dalam bahasa Inggris. Undang-undang Penyiaran memberikan pengertian siaran sebagai pesan atau rangkaian pesan dalam bentuk suara, gambar, atau suara dan gambar, atau yang berbentuk grafis, karakter, baik yang bersifat interaktif maupun tidak, yang dapat diterima melalui perangkat penerima siaran. Sementara penyiaran yang merupakan padanan kata „broadcasting‟ memiliki pengertian sebagai : kegiatan pemancarluasan siaran melalui sarana pemancaran dan/atau sarana transmisi di darat, laut atau di antariksa dengan menggunakan spektrum, frekuensi radio (sinyal radio) yang berbentuk gelombang elektromagnetik yang merambat melalui udara, kabel, dan atau media lainnya untuk dapat diterima secara serentak dan bersamaan oleh masyarakat, dengan perangkat penerima siaran. Dengan pengertian tadi, maka penyiaran radio bisa disimpulkan sebagai kegiatan pemancarluasan serangkaian pesan dalam bentuk suara, baik yang bersifat interaktif maupun yang tidak, yang dapat diterima melalui perangkat penerima siaran secara serentak. Dengan definisi itu, maka ada lima syarat untuk dapat terjadinya penyiaran, yaitu : a. Ketersediaan spektrum frekuensi radio b. Ketersediaan sarana pemancar atau transmisi c. Adanya program atau acara d. Ketersediaan perangkat penerima e. Harus dapat diterima secara serentak/bersamaan Spektrum frekuensi dapat diartikan sebagai jalur atau jalan tempat merambatnya sinyal yang membawa suara atau gambar dan sebagainya. Jalur ini tersebar di udara dan tidak terlihat atau terasa oleh indra manusia, tidak semua orang dapat 9

menggunakan spektrum frekuensi radio, karena jumlahnya terbatas. Oleh karena itu penggunaannya harus diatur dan diawasi. Menurut Undang-undang Penyiaran, spektrum frekuensi radio adalah kumpulan pita frekuensi radio, yang berbentuk gelombang elektromagnetik, serta memiliki lebar tertentu. Spektrum frekuensi radio terdiri atas kanal frekuensi radio yang ditetapkan untuk suatu stasiun radio. Siapa yang mengatur spektrum radio? Saat ini diatur oleh Departemen Komunikasi dan Informasi. Lembaga Penyiaran menurut Undang-undang Penyiaran diartikan sebagai penyelenggara penyiaran yang dalam melaksanakan tugas, fungsi, dan tanggungjawabnya berpedoman pada peraturan perundangan yang berlaku. Sedangkan Sydney W. Head dan Christopher Sterling menyimpulkan broadcasting sebagai suatu kesatuan (secara sendiri, bersama, korporasi, atau lembaga yang bukan lembaga pemerintah) yang diberi izin oleh pemerintah untuk mengorganisir, dan menjadwal program bagi komunitas tertentu, sesuai dengan rencana yang sudah disetujui dan menyiarkannya untuk penerima radio tertentu, sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. Dari definisi-definisi itu, dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur elemen stasiun penyiaran radio meliputi : - Izin - Kepemilikan - Fungsi - Kegiatan Penyiaran - Dan Audiens yang dituju

Dalam ilmu komunikasi, istilah penyiaran lebih sering digunakan sebagai padanan kata broadcasting. Lebih luas lagi, media penyiaran meliputi : Organisasi Kepemilikan Perijinan Fungsi Kegiatan Penyiaran

10

2.2. ORGANISASI PENYIARAN RADIO

Sejauh ini struktur organisasi penyiaran radio tidak memiliki standar baku. Bentuk organisasi media penyiaran radio berbeda-beda antara yang satu dengan yang lainnya. Perbedaan ini biasanya terjadi karena perbedaan skala usaha. Media penyiaran radio yang kecil biasanya hanya memiliki sedikit tenaga pengelola. Peralatan yang dipergunakan pun lebih sederhana. Namun stasiun penyiaran yang besar, memiliki bagian-bagian yang lebih kompleks. Meskipun demikian, menurut Willis dan Aldridge, stasiun penyiaran pada umumnya memiliki empat fungsi dasar, yaitu : Teknik Program Pemasaran Administrasi

Bagian teknik bertanggungjawab menjamin kelancaran siaran. Kegiatan penyiaran tidak dapat berjalan baik tanpa dukungan peralatan yang memadai. Teknologi siaran berubah dengan cepat. Oleh sebab itu, salah satu tugas penting bagian ini mengusulkan penggantian, pembelian peralatan baru, melakukan instalasi, dan merawatnya. Bagian program memiliki tugas utama menyediakan berbagai acara yang akan disiarkan kepada pendengar. Acara dapat diproduksi sendiri atau diproduksi pihak lain. Tapi umumnya media penyiaran radio di Indonesia memproduksi sendiri acaranya karena harus memperhatikan potensi wilayah masing-masing. Bagian program juga harus memilih dan menjadwalkan program yang sudah ada. Pemilihan, dan penentuan waktu tayang biasanya diputuskan setelah melalui pembahasan bersama menajemen. Hal ini terkait dengan kebutuhan pendengar yang dituju oleh stasiun radio itu sendiri. Pada media penyiaran yang besar, bagian program terpisah dari bagian redaksi dan produksi. Redaksi atau pemberitaan membutuhkan bagian tersendiri. Sebab bagian pemberitaan radio melibatkan banyak orang. Pada bagian pemberitaan terdapat beberapa reporter, editor, penyiar, dan lain sebagainya. Selain melibatkan banyak orang, sifat pemberitaan sangat terkait dengan waktu. Hal ini berbeda dengan program lain misalnya program musik, dan sebagainya.

11

Kepala bagian pemberitaan mempunyai tanggung jawab langsung kepada pimpinan stasiun radio tersebut. Di beberapa media penyiaran radio, ada juga pimpinan atau general manager merangkap sebagai kepala pemberitaan. Bagian pemasaran atau sales bertugas untuk menjual program dan space air time kepada pemasang iklan. Staf pemasaran harus selalu berkoordinasi dengan bagian program, agar diketahui program apa saja yang memiliki daya tarik tinggi bagi pendengar. Bagian administrasi, bertugas menyediakan berbagai kebutuhan yang terkait dengan fungsi administrasi, sebagaimana pada organisasi pada umumnya. Tanggung jawab lainnya adalah mengelola sumber daya manusia, akunting atau pembukuan, pembayaran gaji, dan pengelolaan anggaran. Selain itu, banyak juga staf administrasi yang diberi tanggung jawab menjalin hubungan dengan pihak-pihak luar. Misalnya ikut serta dalam organisasi asosiasi penyiaran,dsb. Masyarakat awam mungkin hanya mengenal penyiar atau reporter sebagai orang yang bekerja pada media penyiaran. Suara penyiar atau reporter memang lebih dikenal luas. Padahal kedua pejekerjaan itu hanya bagian kecil dari orang-orang yang bekerja di media penyiaran. Pemimpin tertinggi dari sebuah sebuah media penyiaran radio biasanya disebut general manager atau manajer umum. Pada stasiun radio berskala besar, pimpinan tertinggi kadang-kadang disebut direktur utama. Manajemen media penyiaran mengeluarkan berbagai kebijakan dan mewakili medianya dalam berhubungan dengan pihak luar. Manajemen juga bertugas melakukan koordinasi atas berbagai macam kegiatan yang dilaksanakan medianya. Di luar itu, manajemen juga tertentu, bertanggung jawab untuk mendatangkan keuntungan dari seluruh kegiatan itu.

2.3. PROGRAM RADIO SIARAN

Kata Program berasal dari bahasa Inggris”programme” yang berarti acara atau rencana. Program adalah segala hal yang ditayangkan media penyiaran untuk memenuhi kebutuhan audiennya. Dengan demikian, program memiliki pengertian yang sangat luas. Program atau acara yang disajikan adalah faktor yang membuat audien tertarik untuk mengikuti siaran yang dipancarkan oleh media penyiaran. Program dapat dianalogikan dengan produk atau barang (goods) atau pelayanan (services) yang dijual kepada pihak lain, dalam hal ini audiens. Dengan demikian, 12

program adalah produk yang dibutuhkan orang, sehingga mereka bersedia mengikutinya. Yang bertanggungjawab dalam mengelola program atau acara pada media penyiaran adalah bagian program.

Program yang dikelola harus disesuaikan dengan karakteristik audiennya, sehingga mampu menarik sebanyak mungkin audiens yang dituju. Format siaran radio dapat didefinisikan sebagai upaya pengelola stasiun radio untuk memproduksi program siaran yang dapat memenuhi kebutuhan audiennya. Format siaran diwujudkan dalam bentuk prinsip-prinsip dasar tentang apa, untuk siapa, dan bagaimana proses pengolahan suatu siaran, sehingga dapat diterima audien. Ruang lingkup format siaran tidak saja menentukan bagaimana mengelola program siaran, tetapi juga bagaimana memasarkan program siaran itu. Setiap stasiun radio sangat penting untuk menentukan format siaran, sebelum memulai kegiatan penyiaran. Proses penentuan format dimulai dari penentuan visi dan misi yang ingin dicapai, pemahaman tentang pendengar yang dituju, melalui riset ilmiah untuk mengetahui apa kebutuhan dan bagaimana perilaku sosiologispsikologis audien. Dari sini ditentukan format siaran apa yang relevan, beserta implementasinya pada wilayah program dan pemasaran. Tujuan penentuan format siaran adalah untuk memenuhi sasaran khalayak secara spesifik, dan untuk kesiapan berkompetisi dengan media lainnya di suatau lokasi siaran. Format siaran lahir dan berkembang seiring dengan tuntutan spesialisasi siaran, akibat maraknya pendirian stasiun radio, format siaran dapat ditentukan dari berbagai aspek, misalnya aspek demografis audien, seperti kelompok umur, jenis kelamin, profesi hingga geografi. Berdasarkan pembagian tersebut, maka muncullah media penyiaran berdasarkan kebutuhan kelompok tersebut. Pada stasiun radio, terdapat beberapa format siaran, misalnya anak-anak, remaja, dewasa dan tua. Berdasarkan profesi, perilaku, atau gaya hidup, ada radio berformat : professional, intelektual, petani, buruh, mahasiswa, dsb. Menurut Joseph Dominick ( Broadcasting, Cable, Internet and Beyond, An Introduction to Modern Electronic Media, USA), format stasiun penyiaran radio ketika diterjemahkan dalam kegiatan siaran harus disesuaikan dengan : - Kepribadian - Pilihan musik dan lagu - Pilihan Gaya Tutur 13

-

Pilihan Spot atau kemasan iklan, jingle, dan bentuk-bentuk promosi acara radio lainnya.

Bagian program bertugas merencanakan, memilih, dan menyusun acara. Membuat rencana siaran berarti membuat konsep acara yang akan suguhkan kepada audien. Bagian program harus bisa memperkirakan selera audiens. Radio bersifat lokal. Oleh karena itu, pimpinan bagian program hendaknya memahami budaya dan citarasa pemirsa lokal. Bagian pengelola program harus mempertimbangkan empat hal ketika merencanakan program siaran, yaitu : 1. Produk. Materi program yang dipilih haruslah yang disukai audien 2. Price. Biaya yang dikeluarkan dalam membuat program harus realistis 3. Place. Pengelola program harus mengetahui waktu siar yang tepat. Disesuaikan dengan kebutuhan audien. Hal ini akan mempengaruhi keberhasilan program yang bersangkutan. 4. Promotion. Pengelola program harus dapat memperkenalkan dan kemudian menjual acara itu, sehingga dapat mendatangkan iklan.

2.3.1. PRODUKSI PROGRAM Media penyiaran membutuhkan program untuk mengisi waktu siarannya. Media penyiaran tidak akan berfungsi apa-apa tanpa tersedianya program. Audien mengenal media penyiaran tersebut dari program-program acaranya. Ketersediaan program ditentukan oleh waktu siar di media tersebut. Media yang mengudara selama 20 jam sehari, maka mereka harus menyiapkan acara atau program selama itu pula. Media penyiaran yang mengudara 24 jam, maka harus siap dengan materi untuk 24 jam pula. Siapa yang bertanggungjawab menyediakan program? Tentu bagian program. Bagian ini harus menyiapkan program bukan saja untuk harian, tapi juga merancang untuk mingguan, bahkan bulanan. Program bisa diproduksi sendiri, bisa pula dibeli kepada pihak lain. Tapi umumnya radio membuat programnya sendiri. Jarang sekali sebuah radio penyiaran membeli program kepada pihak lain, kecuali memiliki nilai jual yang tinggi. Sedangkan media televisi, banyak membeli program kepada pihak lain. Contoh yang paling gampang acara-acara infotaiment yang banyak ditayangkan oleh stasiun televise. Program infotainment itu kebanyakan diproduksi oleh sebuah production 14

house atau PH. PH mengerjakan program itu secara keseluruhan, mulai dari reportase, editing, mixing, dan sebagainya. Pihak televisi hanya membeli jadi acara tersebut sesuai kontrak.

Banyak sedikitnya program yang dibuat sendiri atau dibeli, sangat bervariasi tergantung dari kondisi masing-masing media. Secara umum, program radio terdiri atas dua jenis, yaitu musik dan informasi. Kedua jenis ini kemudian dikemas dalam berbagai bentuk, yang pada intinya harus bisa memenuhi kebutuhan audien terutama dalam hal musik dan informasi. Produksi Program dapat berupa : 1. Produksi berita radio 2. Jinggle

Berita Radio Berita radio merupakan laporan atas suatu peristiwa atau pendapat yang penting atau menarik. Sajian berita adalah sajian fakta yang diolah kembali menurut kaidah jurnalistik radio. Berita radio hendaknya merupakan informasi yang dapat menarik sebanyak mungkin audien radio bersangkutan. Jika audien anda adalah para pebisnis atau eksekutif muda, maka tentunya prioritas berita yang disiarkan terkait dengan kebutuhan mereka. Format berita radio terdiri atas : 1. Siaran langsung (live report). Reporter mendapatkan fakta atau peristiwa dari lapangan dan pada saat bersamaan melaporkannya dari lokasi. 2. Siaran Tunda. Dalam hal ini reporter mendapatkan fakta dari lapangan, kemudian kembali ke studio untuk mengolahnya terlebih dahulu, sebelum disiarkan.

Jingle Jingle adalah gabungan musik dan kata yang mengidentifikasi keberadaan sebuah stasiun radio. Jinggle disebut pula sebagai radio air promo atau paket berbentuk spot yang mempromosikan radio. Durasinya antara 5 – 15 detik. Jenis Jingle : - radio expose : jingle untuk radio - programme expose : jingle untuk acara radio 15

-

announcer expose : jingle untuk penyiar radio

Bentuk kemasan jingle : - ad lib atau teks yang dibacakan secara berirama oleh narrator - spot : teks yang digabung dengan musik, atmosfir suasanam dsb - sekedar lagu atau musik Dua elemen utama dalam jingle adalah musik dan tuturan. Elemen musik berupa : - smash : biasanya ditempatkan antara slogan dengan informasi nama dan frekuensi radio - backsound : ditempatkan saat pengucapan narasi - musik tema : musik khusus untuk mengidentifikasi citra radio Elemen tuturan berupa : - nama stasiun - frekuensi - lokasi radio - slogan Prinsip pembuatan jingle : - mewakili citra radio - menyentuh dimensi emosi dan intelektual sehingga meninggalkan kesan kuat - materi dan kemasan yang khas dibanding radio lain - disiarkan secara berulang-ulang Proses produksi jingle : - menentukan tujuan spesifik jingle - menyiapkan elemen tuturan dan musi - merekam dan mixing

2.3.2. PRODUKSI SIARAN Suara merupakan hal yang sangat penting dalam produksi siaran radio. Dalam laporan jurnalistik radio, terdapat tiga elemen suara yang dibutuhkan yaitu : narasi yang dituturkan reporter atau penyiar, kutipan dari rekaman wawancara dengan narasumber, dan rekaman atmosfir (sound effect) atau suara asli peristiwa. Dari ketiga bentuk berita radio di atas, straight news adalah bentuk berita paling populer. Berikut beberapa ciri straight news : - ad lib (hanya teks yang dibacakan oleh penyiar atau reporter) - spot (gabungan teks, wawancara dan atmosfir peristiwa) 16

Struktur Piramida Terbalik - lead atau kepala berita berisi fakta inti - penjelasan dari lead - penjelasan tambahan Durasi - 30 detik untuk ad lib (narasi maksimal 20 baris) - 90 sampao 150 detik untuk spot Siaran berita radio berbeda dengan siaran informasi. Siaran berita adalah sajian fakta yang diolah kembali menurut etika jurnalistik. Sedangkan siaran informasi tidak selalu bersumber dari fakta di lapangan dan tidak selalu sesuai dengan kaidah jurnalistik, Contoh bentuk siaran informasi radio adalah membacakan berita koran pagi dan tips, durasinya sekitar 30-60 detik per item informasi.

Talk Show Interaktif Talk Show Interaktif merupakan ajang berinteraksi yang mencerdaskan dan menjadikan radio sebagai ruang publik yang bersifat populis, bukan elitis. Talk Show membutuhkan penyiar radio yang handal dan memiliki nalar bagus. Handal : - terampil mengolah pitch atau tinggi rendah nada dasar - menguasai speed - memiliki power Nalar Bagus : - berwawasan luas - terampil wawancara Tema Talk Show selalu berbasiskan pada : - isu-isu komunitas - kajian terhadap sebuah berita actual - program sindikasi Tiga bentuk Talk Show yang popular : - One on one show - Panel discussion (multiperson discussion) - Call in show : hanya melibatkan pendengar melalui telepon Konsep Talk Show : - topik yang dipilih actual dan sedang menjadi sorotan 17

-

bersifat analisis, bukan sekedar deskripsi khusus interaksi seimbang diantara narasumber atau sudut pandang ada kontroversi ada solusi terbuka di akhir perbincangan

Komponen Talk Show : - topik - pemandu dan narasumber - musik dan lagu sebagai backsound and selingan - suara suasana lokasi talk show (jika di luar studio) - bentuk acara : live interaktif atau siaran tunda Perencanaan Produksi Talk Show meliputi : - menentukan target pendengar - menentukan topic dan narasumber - menentukan pemandu - menyiapkan lokasi dan peralatan on air Urutan proses Talk Show : - Pembukaan : perkenalan topic, latar belakang, narasumber, dan peluang interaksi pendengar - Diskusi Utama : pertanyaan awal pemandu, tanggapan narasumber, interaksi pendengar - Penutup : kesimpulan, ucapan terima kasih, pemberitahuan topic/acara berikutnya.

2.3.3. INFOTAINMENT RADIO Ini adalah kombinasi sajian siaran informasi dan hiburan atau sajian informasi yang bersifat menghibur. Dalam kemasan yang lebih lengkap, infotainment sering juga disebut sebagai majalah udara, yang memadukan antara musik, lagu, tuturan informasi, berita iklan, bahkan drama. Segemenatsinya heterogen, disajikan secara easy listening, dengan durasi sekitar 5 – 60 menit. Infotainment terbagi dalam beberapa segmen yang diselingi oleh lagu atau jeda iklan. Segmen itu misalnya kupasan mengenai album baru, wawancara dengan artis, penyanyi, interaktif dengan pendengar. Bentuk Infotainment yang popular di Indonesia : - Info entertainment : informasi dari dunia hiburan yang diselingi pemutaran lagu 18

-

Infotainment : Penyampaian informasi, promosi dans sejenisnya dari dunia hiburan Information dan entertainment : berita informasi actual yang dilengkapi perbincangan dan diselingi pemutaran lagu, iklan, dsb.

2.4. PEMANCAR RADIO SIARAN

Di dalam dunia radio siaran kita kenal ada dua Jenis System Modulasi Pemancar yaitu : a. b. System AM ( Amplitudo Modulasi) System FM ( Frekuensi Modulasi)

Memang pada kenyataannya kita akui bahwa, Frekuensi Modulasi (FM) kualitas suaranya jauh lebih baik dan handal dari pada Amplitudo Modulasi (AM) ini disebabkan pada System Frekuensi Modulasi karena S/N (Signal to Noise Ratio) yang tinggi dapat diperoleh dengan daya pemcar yang relatif rendah bila dibandingkan dengan System Modulasi Amplitudo. Namun untuk FM Stereo jauh lebih mudah pembuatannya dibandingkan dengan AM Setereo karena sampai saat ini untuk Legalitas AM Stereo Systemnya masih dipertentangkan dari berbagai perusahaan antara lain : Harris Co, Bellar, Magnavox, Motorola dll tengah menawarkan untuk dijadikan standar pembuatan AM Stereo, disamping Radio penerimanya juga belum beredar dipasaran.

A. SYSTEM AM (AMPLITUDO MODULASI) Pemancar pada umumnya menghasilkan frekuensi tinggi (high frekuensi) disingkat HF. Frekuensi tinggi ini sering disebut Carrier yaitu frekuensi yang membawa frekuensi rendah atau audio. Bahwa perambatan energi dalam bentuk gelombang adalah Sinusoidal, adapun setiap Sinusoidal mempunyai 3 parametri yang disebut : Amplitudo, Frekuensi, dan Phase, ketiga parametri ini bisa diubah-ubah sesuai dengan signal informasi yang kita masukan, proses ini dikenal dengan MODULASI. Amplitudo Gelombang Pembawa (carrier) bisa berubah – ubah sesuai dengan perubahan-perubahan amplitudo m (t). 19

Adapun Pemancar jenis ini secara Schematis terdiri dari :

1.

OSCILATOR

Oscilator ini berfungsi untuk membangkitkan frekuensi, systemnya bermacammacam misalnya : Colpit, Hartley, Vaccar, dll disamping itu ada beberapa jenis alat pembangkit frekuensi ini antara lain : Kristal, V.F.O, V.C.O dll. Syarat terjadinya Osilasi ini : apabila ada feedback, pergeseran loop feedback kelipatan 2 Pi yang lebih dikenal dengan syarat Barkhausen. 2. BUFFER

Karena pemancar ini hanya terdiri dari 3 tingkat maka buffer (penyangga) ini juga berfungsi sebagai driver, untuk memenuhi exitasi power amplifier tabung 813 adalah 16 Milliampere untuk 2 buah tabung 813 = 16 x 2 + 32 Milliampere. Fungsi ganda ini dimaksud agar rangkaian oscilator tidak terpengaruh oleh RF yang dihasilkan Power Amplifier yang cukup besar itu, sedangkan fungsi yang lain adalah untuk menguatkan keluaran dari oscilator yang masih relatif kecil. 3. POWER AMPILFIER (RF)

Rangkaian ini menggunakan tabung 813 yang berfungsi menguatkan High frekuensi dari driver melalui kable penyalur yang lazim disebut Coxial cable ke antena, system rangkaian ini menggunakan klas C, keluaran (output) sekitar 175 watt ini memang disyaratkan ¾ dari power output, dimaksudkan agar punya cadangan apabila pemancar ini dimodulir. Karena output impedance dari tabung 813 cukup tinggi agar power output bisa maximal ke antena maka digunakan Tuning Resonansi output, untuk menurunkan impedance output tabung sekutar 8 K menjadi 50 Ohm ini sesuai dengan imepedance coaxial cable, ini artinya match dengan impedance antena, agar tidak terjadi gelombang tegak (SWR) disyaratkan output impedance pemancar harus sama dengan impedance artinya tidak ada refelected power atau swr 1 dibanding 1. Tuning ini menggunakan system Pi section, memang banyak macamnya tuning final ini.

4.

MODULATOR

Sebuah penguat audio bisa disebut sebagai Modulator apabila output dari penguat tersebut sudah bercampur dengan frekuensi tinggi sebagai gelombang pembawa, jadi jelasnya sebuah penguat audio belum tentu sebagai modulator tapi kalau modulator pasti penguat audio. Rangkaian modulator ini phuspul menggunakan 2 x 20

813 dengan system penguatan klas B (zerr bias). Rangkaian modulator ini untuk menguatkan driver amplifier yang masih relatif kecil power outputnya untuk bisa memodulir pemancar 813. Untuk bisa memodulir pemancar modulator harus mempunyai diatas power output pemancar.

5.

POWER SUPLAI

Power suplai ini berfungsi pencatu daya atau tegangan ke masing-masing penguat sesuai dengan kebutuhan tegangan masing-masing tabung maupun transistor. Dalam rangkaian pemancar kali ini power suplai terdiri dari : a. Power suplai untuk oscilator dan driver b. Power suplai untuk modulator (high voltage) c. Power suplai untuk Rf Power Amplifier (high voltage) d. Power suplai untuk screen grid ( G 2) Rf Power Amplifier e. Power suplai untuk exiter apabila menggunakan transistor

B. SYSTEM FM ( FREKUENSI MODULASI) Ada bermacam tipe pembangkit gelombang FM langsung dan tidak langsung, salah satunya yaitu gelombang FM langsung, pembuatannya mudah dan keuntungan yang didapat adalah DF (Deviasi Frekuensi) besar dapat dicapai dengan mudah kendati kerugiannya adalah harga L dan C resonator tidak mantap (stabil). Mudah terpengaruh oleh lingkungan, suhu, medan magnit, dll, namun semuanya bisa diatasi dengan memanfaatkan Automatic Frekuensi Control dan ini bisa direalisasikan dengan PLL (Phase Lock Loop). Tujuan dari pemancar FM adalah untuk merubah satu atau lebih sinyal input yang berupa frekuensi audio (AF) menjadi gelombang termodulasi dalam sinyal RF (Radio Frekuensi) yang dimaksudkan sebagai output daya yang kemudian diumpankan ke sistem antena untuk dipancarkan. Dalam bentuk sederhana dapat dipisahkan atas modulator FM dan sebuah power amplifier RF dalam satu unit. Sebenarnya pemancar FM terdiri atas rangkaian blok subsistem yang memiliki fungsi tersendiri, yaitu: 1. 2. 3. 4. FM exciter merubah sinyal audio menjadi frekuensi RF yang sudah termodulasi Intermediate Power Amplifier (IPA) dibutuhkan pada beberapa pemancar untuk meningkatkan tingkat daya RF agar mampu menghandle final stage Power Amplifier di tingkat akhir menaikkan power dari sinyal sesuai yang dibutuhkan oleh sistem antena Catu daya (power supply) merubah input power dari sumber AC menjadi tegangan dan arus DC atau AC yang dibutuhkan oleh tiap subsistem 21

5.

6. 7.

Transmitter Control System memonitor, melindungi dan memberikan perintah bagi tiap subsistem sehingga mereka dapat bekerja sama dan memberikan hasil yang diinginkan RF lowpass filter membatasi frekuensi yang tidak diingikan dari output pemancar Directional coupler yang mengindikasikan bahwa daya sedang dikirimkan atau diterima dari sistem antena

Keuntungan FM adalah bebas dari pengaruh gangguan udara, bandwidth (lebar pita) yang lebih besar, dan fidelitas yang tinggi. Jika dibandingkan dengan sistem AM, maka FM memiliki beberapa keunggulan, diantaranya :

1. Lebih tahan noise Frekuensi yang dialokasikan untuk siaran FM berada diantara 88 – 108 MHz, dimana pada wilayah frekuensi ini secara relatif bebas dari gangguan baik atmosfir maupun interferensi yang tidak diharapkan. Jangkauan dari sistem modulasi ini tidak sejauh, jika dibandingkan pada sistem modulasi AM dimana panjang gelombangnya lebih panjang. Sehingga noise yang diakibatkan oleh penurunan daya hampir tidak berpengaruh karena dipancarkan secara LOS (Line Of Sight).

2. Bandwith yang Lebih Lebar Saluran siar FM standar menduduki lebih dari sepuluh kali lebar bandwidth (lebar pita) saluran siar AM. Hal ini disebabkan oleh struktur sideband nonlinear yang lebih kompleks dengan adanya efek-efek (deviasi) sehingga memerlukan bandwidth yang lebih lebar dibanding distribusi linear yang sederhana dari sideband-sideband dalam sistem AM. Band siar FM terletak pada bagian VHF (Very High Frequency) dari spektrum frekuensi di mana tersedia bandwidth yang lebih lebar daripada gelombang dengan panjang medium (MW) pada band siar AM.

3. Fidelitas Tinggi Respon yang seragam terhadap frekuensi audio (paling tidak pada interval 50 Hz sampai 15 KHz), distorsi (harmonik dan intermodulasi) dengan amplitudo sangat rendah, tingkat noise yang sangat rendah, dan respon transien yang bagus sangat diperlukan untuk kinerja Hi-Fi yang baik. Pemakaian saluran FM memberikan respon yang cukup untuk frekuensi audio dan menyediakan hubungan radio dengan noise 22

rendah. Karakteristik yang lain hanyalah ditentukan oleh masalah rancangan perangkatnya saja. 4. Transmisi Stereo Alokasi saluran yang lebar dan kemampuan FM untuk menyatukan dengan harmonis beberapa saluran audio pada satu gelombang pembawa, memungkinkan pengembangan sistem penyiaran stereo yang praktis. Ini merupakan sebuah cara bagi industri penyiaran untuk memberikan kualitas reproduksi sebaik atau bahkan lebih baik daripada yang tersedia pada rekaman atau pita stereo. Munculnya compact disc dan perangkat audio digital lainnya akan terus mendorong kalangan industri peralatan dan teknisi siaran lebih jauh untuk memperbaiki kinerja rantai siaran FM secara keseluruhan. 5. Hak komunikasi Tambahan Bandwidth yang lebar pada saluran siar FM juga memungkinkan untuk memuat dua saluran data atau audio tambahan, sering disebut Subsidiary Communication Authorization (SCA), bersama dengan transmisi stereo. Saluran SCA menyediakan sumber penerimaan yang penting bagi kebanyakan stasiun radio dan sekaligus sebagai media penyediaan jasa digital dan audio yang berguna untuk khalayak.

Pemancar FM terdiri dari : 1. OSCILATOR

Konfigurasi rangkaian ini pada dasarnya adalah rangkaian oscilator colpit komponen aktifnya menggunakan transistor bipolar. Adapun penentu frekuensi ini adalah resonansi antara c 4 dan L 2 sebagai penekan harmonisa digunakan filter output terdiri dari C 8, C 9, C 11, dan L 3. D 1 dan D 2 adalah Varactor Diode, apabila diberi tegangan maka berfungsi sebagai kapasitor dan kapasitasnya tergantung dari besar kecilnya tegangan tersebut. 2. RANGKAIAN PENGUAT

Rangkain ini terdiri dari 4 tungkat dan berfungsi untuk menguatkan signal masih lemah untuk mengemudikan FR power amplifier. Penguat ini harus mampu memberikan penguatan (gain) yang cukup tanpa merusak titipan informasi. Pada sistem ini terdiri dari penguatan signal kecil (penguat RF) dan penguatn signal besar atau penguat daya. Penguat daya adalah memperkuat signal level rendah kurang dari 1 watt sedangkan untuk level daya yang lebih besar bisa digunakan penguat daya. Kedua sistem ini memang berbeda karena level daya yang diperkuat dan output level daya sangat mempengaruhi baik itu impedansi maupun parameter 23

transistor. Agar tidak terjadi penurunan faktor kualitas Q yang terlalu besar, maka mutlak diperlukan matching impedance sedangkan rangkainnya jauh lebih rumit dari pada penguat RF, mengenai jenis – jenis rangkaian penyesuaian impedansi bisa dipelajari dilain kesempatan. Bandwidth yang dibutuhkan untuk mentransmisikan signal FM adalah 200 Kc dengan demikian penguatnya dibuat dengan faktor kualitas (Q) yang besar. Dengan formula Q = Fo / Bw dimana Fo adalah frekuensi output Bw adalah Banwidth jadi misalnya Fo = 108 dan Bw = 200 maka Q = 108/0.2 =540. Dengan daya yang besar faktor kualitas ini sangat mempengaruhi penyesuaian impedansi karena tidak bisa dipisahkan dari frekuensi radio. Penguat tingkat pertama dan kedua memang dirancang untuk bisa memebrikan gain masing – masing 15 dB, sedangkan untuk tingkat ketiga dan keempat dirancang mampu memberikan gain sebesar 10 dB sebagai contoh umpama kita masukan 0,1 mW penguat ini mampu menghasilkan output 10 watt. Apabila gain diperkuat maka mudah terjadi osilasi dan ini sangat mengacau frekuensi yang seharusnya diteruskan.

3.

PENGUAT DAYA AKHIR

Penguat daya akhir ini dibuat dengan klas C dengan pertimbangan efisiensi karena penguat penguat klas C ini memiliki efisiensi sampai 75 %. Penguat daya akhir ini hanya satu tingkat namun mampu mengeluarkan daya sebesar 4000 watt, adapun tube (tabung) yang dipilih adalah CX3.3500 gainnya minimal 9 dB atau 60 kali. Keunggulan tube (tabung) ini untuk operasi Broad Band dan telah dites untuk beban tidak macth dengan VSWR 90 : 1. Penguat ini dirancang memberikan gain 10 dB atau 10 kali penguat jadi apabila rangkaian ini diberi input 10 watt maka penguat ini mampu memberikan output sebesar 4000 watt.

Teori Modulasi Frekuensi (FM) Baik FM (Frekuensi Modulation) maupun PM (Phase Modulation) merupakan kasus khusus dari modulasi sudut (angular modulation). Dalam sistem modulasi sudut frekuensi dan fasa dari gelombang pembawa berubah terhadap waktu menurut fungsi dari sinyal yang dimodulasikan (ditumpangkan). Misal persamaan gelombang pembawa dirumuskan sebagai berikut : Uc = Ac sin (wc +  ) c

24

Dalam modulasi amplitudo (AM) maka nilai 'Ac ' akan berubah-ubah menurut fungsi dari sinyal yang ditumpangkan. Sedangkan dalam modulasi sudut yang diubah-ubah adalah salah satu dari komponen 'wc +  '. Jika yang diubah-ubah adalah komponen c 'wc' maka disebut Frekuensi Modulation (FM), dan jika komponen ' ' yang diubahc ubah maka disebut Phase Modulation (PM).

Jadi dalam sistem FM, sinyal modulasi (yang ditumpangkan) akan menyebabkan frekuensi dari gelombang pembawa berubah-ubah sesuai perubahan frekuensi dari sinyal modulasi. Sedangkan pada PM perubahan dari sinyal modulasi akan merubah fasa dari gelombang pembawa. Hubungan antara perubahan frekuensi dari gelombang pembawa, perubahan fasa dari gelombang pembawa, dan frekuensi sinyal modulasi dinyatakan sebagai indeks modulasi (m) dimana : m = Perubahan frekuensi (peak to peak Hz) / frekuensi modulasi (Hz) Dalam siaran FM, gelombang pembawa harus memiliki perubahan frekuensi yang sesuai dengan amplituda dari sinyal modulasi, tetapi bebas frekuensi sinyal modulasi yang diatur oleh frekuensi modulator. Pre-Emphasis Pre-emphasis dipakai dalam pesawat pemancar untuk mencegah pengaruh kecacatan pada sinyal terima. Karena iru komponen pre-emphasis ditempatkan pada awal sebelum sinyal itu sempat masuk pada modulator. Pengaruh kecacatan itu berasal dari differential gain (DG-penguatan yang berbeda) dan differential phase (DP-fasa yang berbeda). Pre-emphasis akan menekan amplitudo dari frekuensi sinyal FM yang lebih rendah pada input. Dengan penggunaan alat ini ketidaklinearan (cacat) akibat sifat DG dan DP dalam transmisi dapat dikurangi. Nantinya di ujung terima pada demodulator dipasang komponen de-emphasis yang mempunyai fungsi kebalikan dari pre-emphasis.

25

FM Exciter

Jantung dari pemancar siaran FM terletak pada exciter-nya. Fungsi dari exciter adalah untuk membangkitkan dan memodulasikan gelombang pembawa dengan satu atau lebih input (mono, stereo, SCA) sesuai dengan standar FCC. Gelombang pembawa yang telah dimodulasi kemudian diperkuat oleh wideband amplifier ke level yang dibutuhkan oleh tingkat berikutnya. Direct FM merupakan teknik modulasi dimana frekuensi dari oscilator dapat diubah sesuai dengan tegangan yang digunakan. Seperti halnya oscilator, disebut voltage tuned oscilator (VTO) dimungkinkan oleh perkembangan dioda tuning varaktor yang dapat merubah kapasitansi menurut perubahan tegangan bias reverse (disebut juga voltage controlled oscillator atau VCO). Kestabilan frekuensi dari oscillitor direct FM tidak cukup bagus, untuk itu dibutuhkan automotic frekuensi control system (AFC) yang menggunakan sebuah kristal oscillator stabil sebagai frekuensi referensi. Komponen AFC berperan sebagai pengatur frekuensi yang dibangkitkan oscillator lokal untuk dicatukan ke mixer, sehingga frekuensi oscillator menjadi stabil.

Penguat Mikropon dengan Kompresor Tingkat Nada Dinamik

Pada rancangan ini transistor BC547C berlaku sebagai penguat awal sebesar 20 dB untuk sinyal dari mikropon. Tegangan kolektornya mengeset level tegangan DC untuk input op-amp sebesar kurang lebih setengah dari tegangan catu. Output sinyal audio dari op-amp disearahkan oleh diode D1 dan D2 yang mencatu kapasitor C1 dan C2 berturut-turut positif dan negatif. Beda tegangan antara C1 dan C2 menimbulkan pembuangan muatan yang melewati R3, D3, D4, dan R4. Kapasitor C3 dan C4 mempunyai fungsi ganda yaitu mengurangi riak-riak AC dari arus melalui D3 dan D4 dan menyediakan pembumian (ground) untuk pembagi tegangan yang terdiri atas R5 dan impedansi dari dioda D3 dan D4 ( paralel ). Impedansi pada kedua dioda tersebut bergantung pada besarnya pembuangan muatan oleh kapasitor C1 dan C2 yang melewati kedua dioda ini. Semakin besar arus pada rangkaian dioda, semakin kecil impedansinya, dan berati semakin kecil pula tegangan input untuk op-amp pada pin noninverting (positif).

26

Pada saat sinyal voltase di input op-amp kecil, ketidaklinearitasan dioda menciptakan distorsi yang kecil, sebesar 2,5 V p-p di output op-amp.

PEMBANGKIT FM STEREO Untuk bisa memancarkan secara stereo maka pemancar harus dimodulir dengan signal multipleks (STEREO MULTIPLEXED SIGNAL). MPX mempunyai 3 signal utama yaitu : 1. 2. Signal hasil penjumlahan signal kanan dan kiri ( R + L) Signal hasil selisih dari kiri dan kanan ( L – R ) dengan system Amplitudo Modulasi pada signal subcarrier 38 KHz, disini ada 2 side band 15 KHz dibaah 38 KHz atau 15 KHz diatas 38 KHz. Sebuah Pilot tone sebesar 19 KHz.

3.

Bandwidth dari penjumlahan ( L + R ) signal audio dibatasi 15 KHz sampai dengan 30 KHz. Untuk radio penerima mono hanya menerima penjumlahan signal L + R saja sedangkan lainnya ditindas dengan menggunakan Low pas Filter. Subcarrier 38 KHz ini tidak ikut dipancarkan sehingga bisa menaikan efisiensi pancaran dan didalamnya terdapat signal AM-DSB-SC (Amplitudo Modulasi Double Side Band Surpress Carrier) kemudian timbul pertanyaan Bagaimana bisa memunculkan kembali signal stereonya ? serahkan saja ini pada Pilot tone 19 KHz karena memang itu menjadi tugasnya, karena level amplitudinya sangat rendah maka pilot tone ini tidak akan mengganggu signal informasi, pilot tone 19 KHz ini didapat dari proses PLL. Untuk menaikan frekuensi respon signal audio diatas 3 KHz diperlukan rangkaian pre emphasis yang juga bertugas memperkuat frekuensi tinggi dan menaikan S/N, di radio penerima rangkaian De emphasis yang berlawanan dengan pre emphasis akan mengembalikan Amplitudo signal diatas 3 KHz dan ini akan terjadi jalur frekuensi yang datar (flat frekuensi respon). Oleh karena itulah audio yang dihasilkan signal FM jauh lebih baik daripada signal AM karena dengan signal FM frekuensi tinggi audio masih bisa dihasilkan.

27

28


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:27134
posted:7/5/2009
language:Indonesian
pages:20