Docstoc

PEREMPUAN YANG KUFUR NIKMAT

Document Sample
PEREMPUAN YANG KUFUR NIKMAT Powered By Docstoc
					”PEREMPUAN YANG KUFUR NIKMAT”

Dari Asma’ binti Yazid Al-Anshariyyah r.a : Ketika aku sedang duduk bersama orang-
orang sebayaku, Rasullullah SAW lewat dan mengucapkan salam kepada kami.
Kemudian, beliau bersabda : ”Waspadalah kalian, jangan mengingkari orang-orang
yang telah memberikan kenikmatan.” Diantara mereka, akulah yang paling berani
untuk bertanya kepada beliau. Aku bertanya : ”Ya Rasullullah, apakah yang dimaksud
dengan pengingkaran terhadap orang-orang yang telah memberikan kenikmatan?”.
Rasullullah SAW menjawab : ”Bisa jadi seseorang dari kalian lama menjanda, lalu
ALLAH SWT menganugerahinya suami dan memberinya anak, tetapi ia sangat marah
dan mengingkari nikmat. Ia berkata, ”Aku tidak mendapatkan satu kebaikan pun
darimu.” (HR. Bukhari dalam Al- Adab Al-Mufrad dan Ahmad).

Hadits di atas mengingatkan kaum perempuan untuk MENSYUKURI NIKMAT
PERNIKAHAN dan KEHADIRAN SUAMI. Keberadaan suami adalah suatu ANUGERAH ILAHI
bagi perempuan. Apalagi (maaf) bagi mereka yang lama menjanda. Jika ALLAH SWT
menganugerahi mereka seorang pendamping hidup, maka seyogyanya mereka
bersyukur dan membina rumah tangga yang baik dan harmonis.

Memang tidak selamanya jalan hidup manusia akan berlaku lurus, tapi juga penuh
dengan lika liku. Ada perubahan dari waktu ke waktu. Seseorang bisa saja berada di
puncak dan menikmati berbagai kenyamanan hidup, tetapi ia juga bisa jatuh miskin
dan hidup sengsara dengan izin ALLAH SWT. Semua itu sudah diatur oleh Yang Maha
Kuasa, dan manusia hanya bisa berusaha.

Jika kemiskinan menimpa sebuah keluarga, istri yang shalihah harus bisa sabar
menerima keadaan suaminya. Istri yang shalihah harus bisa mensyukuri kehadiran
suami yang shaleh. Sebab dialah pelindung bagi istri dan anak-anaknya. Dialah orang
yang tetap berusaha keras untuk menghidupi keluarganya dengan makanan yang halal
demi meraih ridha ALLAH SWT.

Sungguh aneh, jika perempuan yang shalihah tidak mau mensyukuri kehadiran suami,
dalam keadaan lapang maupun sempit, istri yang shalihah semestinya mendukung
suaminya dengan sekuat tenaga.

Hal inilah yang hendak diingatkan oleh Rasullullah SAW, dalam haditsnya tersebut.
Seorang Istri yang shalihah, walaupun ia dari turunan bangsawan, seorang yang
mungkin memiliki harta lebih banyak, memiliki pekerjaan yang lebih baik dengan gaji
yang lebih tinggi harus tetap mensyukuri keberadaan suaminya dengan segala
kekurangan yang dimilikinya, dan dengan setia berbakti kepada selama sang suami
tidak melanggar perintah ALLAH SWT dan Rasullullah SAW.

Istri yang shalihah harus mampu mengukur kemampuan suaminya. Jika suami tidak
atau belum bisa memberikan pelayanan baginya, ia harus rela dan ikhlas mengerjakan
tugas-tugas rumah dengan hati yang lapang. Ia tidak boleh menuntut suaminya untuk
memenuhi kebutuhannya yang tidak sanggup dipikul oleh suaminya. Dan ia pun tidak
pantas iri dan dengki dengan orang kaya yang berpakaian bagus dan indah serta
menikmati berbagai fasilitas hidup yang nyaman.

Jika sang istri TIDAK RELA atas keadaan suaminya ---- ia selalu menuntut suami
dengan hal-hal yang tidak sanggup dipenuhi, atau hal-hal yang jelas melanggar
perintah ALLAH SWT dan Rasullullah SAW ---- ia telah memilih JALAN HIDUP yang
KUFUR NIKMAT, yaitu mengingkari orang yang telah memberikan kenikmatan sebab ia
tidak berterima kasih kepada suaminya, meniadakan pemberiannya, dan menyia-
nyiakan kenikmatan yang telah diberikannya disertai kebencian dan kemarahan. Dan
tunggu saja kemurkaan yang akan diberikan ALLAH SWT kepada dirinya.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:97
posted:6/4/2011
language:Malay
pages:2