Hasil Edit BUKU UNICEF YANG DI SETUJUI

Document Sample
Hasil Edit BUKU UNICEF YANG DI SETUJUI Powered By Docstoc
					                                 PENGANTAR


   Alhamdulillah, segala puji syukur bagi Allah SWT. Karena berkat Hidayah dan
Inayah-NYA kami dapat menyelesaikan tulisan Draff buku keselamatan Ibu hamil
dan anak (safemotherhood) dalam prespektif Agama, Adat dan Kesehatan.
   Penulisan draff ini didasarkan atas keprihatinan kami dengan kondisi keselamatan
ibu hamil dan anak di negara kita. Berdasarkan laporan       dari Dinas Kesehatan
Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) tahun 2005, Angka Kematian Ibu (AKI) hamil
atau melahirkan berkisar 114 per 100.000 kelahiran. Kasus yang tidak tampak (tidak
dilaporkan) pasti jauh lebih banyak lagi bukan?. Selain dikarenakan keterbatasan
sarana dan prasarana, faktor kurangnya pemahaman dan kesadaran semua pihak
dalam keterlibatan memelihara kesehatan ibu hamil dan anak. Akibatnya, keselamatan
jiwa mereka menjadi ancaman besar dalam skala nasional dan internasional. Jutaan
ibu hamil dan anaknya terancam kekurangan gizi, didera penyakit dan kematian
terutama di negara - negara miskin.
   Dengan kesadaran yang penuh pihak IKADI (Ikatan Da’i Indonesia) NAD
bekerja sama dengan UNICEF NAD, mengagas sebuah kerja besar untuk
menanggulangi kondisi tersebut. Program tersebut direncanakan berlangsung dalam
tiga tahap. Dan penulisan draff buku ini merupakan tahapan pertama dari tiga tahap
sosialisasi keselamatan Ibu hamil dan anak (safemotherhood) di NAD. Program ini
difokuskan pada keterlibatan tokoh Adat dan Ulama Aceh, disamping ahli medis dan
kebidanan, dalam kegiatan sosialisasi nantinya.
   Akhirnya, kami tim penulis menyadari pekerjaan ini adalah secuil dari sekian
besar problema umat yang harus kita selesaikan bersama. Dan penulisan draff buku
ini masih terdapat kekurangan yang harus dibenahi, karenanya masukan, saran dan ide
kontruktif kami harapkan demi kesempurnaan.


                                                  Banda Aceh, Februari 2006
                                                         Tim Penulis




                                                                                 1
                                   BAB I
                               PENDAHULUAN

   Berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD)
tahun 2005, Angka Kematian Ibu (AKI) hamil atau melahirkan berkisar 114 per
100.000 kelahiran. Artinya, terdapat 114 bayi pada setiap 100.000 kelahiran yang
kehilangan kasih sayang ibunya dimasa pertumbuhan mereka. Kita yakin data ini
ibarat gunung es. Kasus yang tidak tampak (tidak dilaporkan) pasti jauh lebih banyak
lagi bukan? Hal ini dapat dipahami berdasarkan keterbatasan sarana dan prasarana
manusia. Namun lebih dari itu, ada faktor kurangnya pemahaman dan kesadaran
semua pihak dalam keterlibatan memelihara kesehatan ibu hamil dan anak.
Akibatnya, keselamatan jiwa mereka menjadi ancaman besar dalam skala nasional
dan internasional. Jutaan ibu hamil dan anaknya terancam kekurangan gizi, didera
penyakit dan kematian terutama di negara - negara miskin.
   Islam sebenarnya sudah mengatur semua aspek kehidupan. Islam sebuah agama
sempurna dalam proses determinatif peradapan manusia. Signifikansi bagi umat untuk
memberikan orientasi dan motivasi demi mengenal dan menghayati sesuatu yang
sakral/ uluhiyah. Termasuk memberikan perhatian besar terhadap kelangsungan
masyarakat dalam usaha menyelamatkan sebuah tatanan keluarga, termasuk ibu hamil
beserta anaknya.
   Tentu saja faktor keluarga menjadi penentu baik atau buruknya suatu masyarakat.
Apalagi dalam masyarakat Aceh, usaha penyelamatan ibu hamil dan anaknya sudah
terformat dalam proporsi tertentu. Fenomena adat-istiadat melalui pengalaman
manusia yang beragama, memberi peluang kita untuk peka rasa mengenal dan
memahami eksistensi (keberadaan) Sang Ilahi. Caranya, melalui berbagai upacara
adat yang bersumber pada suasana keagamaan. Tujuannya, mensosialisasikan
keserasian hubungan manusia baik secara vertikal dan horizontal.
   Sebagai suatu sistem, kebudayaan Aceh sebenarnya sudah terintegrasi secara
struktural dan kejiwaan melalui fungsi–fungsi konfigurasi. Fungsi–fungsi tersebut
sebagai pedoman dalam bertindak. Juga memahami serta menafsirkan lingkungan
yang dihadapi manusia sebagai pendukung sebuah kebudayaan. Konfigurasi
kebudayaan itu terdiri dari seperangkat kecenderungan manusia yang ada. Alhasil,
kebudayaan sifatnya ada yang tradisional, cenderung menjadi tradisi yang turun–
temurun dan tidak mudah berubah.



                                                                                  2
   Oleh karena itu, kesehatan ibu hamil dan anaknya cukup besar mendapat perhatian
dalam kultur masyarakat Aceh. Keduanya juga menempati kedudukan terhormat
dalam Islam. Pertumbuhan dan keselamatan seorang anak di masa kecil, menentukan
nasibnya di kemudian hari. Maka perlu upaya semua pihak dalam memperkecil AKI
dan Angka Kematian Bayi (AKB). Ya, anak–anak kecil ibarat anak–anak merpati
yang senantiasa mendambakan keteduhan kedua sayap induknya. Sayap perlindungan
bapaknya dan sayap kelembutan ibunya. Berarti semua pihak harus peduli. Termasuk
kewajiban suami terhadap istri yang sedang mengandung anaknya tersebut.
   Proses kehamilan yang diemban calon ibu ternyata sebuah kerja keras yang penuh
resiko. Keselamatan dan kesehatan ibu hamil, menempatkan wanita dalam ambang
atau situasi yang terancam jiwanya. Dari proses mengandung, melahirkan, dan hak -
hak mereka, harus diistimewakan. Perkembangan keluarga melalui proses keturunan,
menjadikan wanita berada di posisi terpenting dalam melahirkan generasi baru.


1.1 Proses Alamiah Mewujudkan Keturunan
   Melahirkan generasi baru merupakan bagian kodrat manusia. Oleh karena itu,
Allah SWT telah menciptakan manusia secara berpasangan. Ada laki-laki, ada juga
wanita. Dengan memiliki pasangan hidup, manusia berketurunan dan berkembang
dari masa ke masa. Proses alamiahnya dengan cara berhubungan suami istri. Tentunya
antara laki-laki dan wanita dalam wadah mulia ikatan suci yang bernama pernikahan.
Dari hasil hubungan tersebut, akan membuahkan janin dalam rahim seorang istri.
Proses kehamilan merupakan sesuatu yang alami dalam melanjutkan keturunan.
   Allah SWT berfirman:
   “...)Dialah( yang telah menciptakan kamu dari jiwa yang satu, lalu dijadikan
darinya pasangannya, lalu melahirkan dari keduanya banyak laki-laki dan
wanita...”(QS. An-Nisa’: 1)
   Kelahiran anak yang melewati proses kehamilan merupakan faktor peningkatan
kasih sayang ibu kepada anaknya. Kelahiran anak melewati proses yang panjang,
lebih kurang 9 bulan. Seorang ibu menunggu kelahiran buah hatinya dengan penuh
harap dan bahagia. Proses keibuan pun tumbuh secara alami. Sebab secara tak
langsung, sang ibu memapah calon anak yang ada dalam kandungannya selama
berlangsungnya proses kehamilan.
       Kasih sayang orang tua terutama ibu kepada anaknya, tonggak awal dari
keharmonisan dalam rumah tangga. Anak tumbuh sehat dan penuh perhatian dari
mata batin kedua orang tua. Kasih sayang itulah kunci dari keharmonisan rumah
                                                                                3
tangga. Menjadikan sebuah keluarga kokoh dan bahagia. Semua itu anugerah Sang
Pencipta. Sesuai firman Allah SWT: “Di antara tanda-tanda kebesaran Allah adalah
dijadikan bagimu pasangan dari golongan kamu sendiri, supaya kamu merasa
tentram kepadanya, dan Dia menjadikan di antara kamu rasa kasih dan sayang.”
(QS. Ar-Rum:21)
       Kasih sayang itu pulalah yang membuat anak tidak dapat melupakan kedua orang
tuanya. Bahkan ketika mereka meninggal dunia sekalipun. Sebagai rasa bakti anak
kepada orang tua Islam menganjurkan mereka untuk selalu berdoa: “ Ya Allah,
ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, sebagaimana               mereka telah
mendidikku di waktu kecil.”


1.2 Proses Penciptaan Manusia
       Allah SWT sebagai pencipta makhluk, telah menjelaskan proses demi proses
penciptaan manusia di dalam rahim seorang wanita. Proses perubahan janin dari
setetes mani hingga menjadi manusia yang sempurna. Sebelum teknologi
berkembang, hal itu perkara ghaib yang tidak diketahui oleh manusia karena letaknya
yang sangat dalam. Belum ada alat yang dapat menjangkau hingga ke dalam rahim
tersebut.
       Walaupun begitu, Al-Quran sebenarnya telah berbicara tentang proses penciptaan
manusia di dalam rahim tahap demi tahap. Menakjubkan, sejak 14 abad yang lalu
sampai sekarang, semua kandungan Al - Quran tersebut benar dan tidak salah
sedikitpun. Semuanya terbukti sesuai firman Allah SWT dalam surah–surah berikut
ini:
       “Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka
(ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari
setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang
sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu
dan Kami tetap kan dalam rahim, apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah
di tentukan. Kemudian Kami keluarkan kamu sebagi bayi, kemudian (dengan
berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada
yang diwafatkan dan ( ada pula) di antara kamu yang di panjangkan umurnya sampai
pikun , supaya dia tidak mengetahui lagi suatupun yang dahulu telah di ketahuinya.
Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di
atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam
tumbuh-tumbuhan yang indah.“ (QS. Al-Hajj : 5)
                                                                                   4
     “Dialah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes air mani,
 sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkan kamu sebagai seorang anak.
 Kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa).
 Kemudian (dibiarkan hidup lagi ) sampai tua. Di antara kamu ada yang di wafatkan
 sebelum itu. Kami perbuat demikian supaya kamu sampai kepada ajal yang
 ditentukan dan supaya kamu memahami(nya)”. (QS. Al-Mu’min: 67)
     “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu sari pati
 (berasal dari tanah). Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan)
 dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal
 darah. Lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging. Dan segumpal
 daging Kami jadikan tulang belulang. Lalu tulang belulang itu Kami bungkus
 dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka
 Maha Suci Allah, pencipta yang paling baik.” (QS. Al - Mu’minun: 12-14)


   Nah, dari uraian di atas, wanita jelas memegang peranan besar terhadap
kelangsungan dan kesinambungan manusia di bumi. Makanya ulama harus jeli dalam
melihat keadaan itu. Harus mampu memobilisasi dan mengangkat isu Safe
Motherhood ke permukaan. Sehingga suami, keluarga dan masyarakat itu sendiri
dapat menyelamatkan ibu hamil/ bersalin dan bayinya dari kematian melalui
pendekatan agama Islam dan budaya Aceh.




                                    BAB II
                  PERKAWINAN PROSES SUNNATULLAH


2.1 Sebelum Kehamilan
   Setiap pemuda yang sudah berkemampuan baik dari segi fisik (jasmani dan
rohani), bahkan dari segi materi dan mental, dianjurkan segera menikah. Memenuhi
sunnatullah dengan mendirikan rumah tangga yang islami, berdasarkan Hadist
Rasulullah SAW:


   ”Wahai sekalian pemuda, barang siapa yang telah mampu hendaklah menikah,
karena menikah itu lebih dapat menjaga pandangan dan memelihara kemaluan (dari
zina).” (HR: Bukhari Muslim).


                                                                                5
   Selain itu, anjuran Rasulullah SAW bahwa seorang pemuda hendaklah memilih
calon istri yang memenuhi kriteria. Baik dari segi agamanya, keturunan, harta dan
kecantikan. Di sinilah perlu kehati-hatian, tidak mengedepankan hawa nafsu kita
sehingga mengabaikan faktor agama sang istri.
   Pendidikan agama dalam sebuah keluarga dimulai sejak nikah. Calon suami istri
sering kali mempertimbangkan jodoh berdasarkan ketentuan agama. Sabda Nabi
tentang kriteria suami istri yang tepat sebagai pilihan adalah dari segi agama.
Memang, seseorang tertarik dengan lawan jenisnya melalui keterikatan terhadap hal –
hal yang telah disebutkan di atas. Namun, plihan Nabi atas dasar agama adalah yang
paling aman. Bahkan surah Al Baqarah ayat 221 menyebutkan:”.....Sungguh, hamba
sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik meskipun ia
menarik hatimu......”(QS. Al Baqarah ayat 221).


   Nah, setelah menikah pasti setiap pasangan mendambakan mempunyai anak sehat
dan cerdas. Untuk itu calon bayi perlu dirawat sejak dalam kandungan bahkan
sebelum terjadinya pembuahan itu sendiri. Kondisi kesehatan (fisik dan mental) calon
ibu sebelum hamil bahkan masa remaja yang dilewatinya, merupakan prasyarat
melahirkan bayi yang sehat dan cerdas. Untuk lebih menambah ilmu pengetahuan
tentang seluk–beluk pra kehamilan, mari kita ikuti ritme jawaban dari pertanyaan –
pertanyaan berikut ini.



Berapakah usia ideal untuk hamil ?

   Kesiapan seorang wanita untuk hamil atau mempunyai anak, ditentukan oleh
   kesiapan dalam tiga hal, yaitu :

1. Kesiapan fisik,

2. Kesiapan mental/ emosi/ psikologis, dan

3. Kesiapan sosial/ ekonomi.

Apa yang disebut dengan kesiapan fisik?

   Secara umum kesiapan fisik seorang wanita jika ia telah menyelesaikan
pertumbuhan tubuhnya. Sekitar usia 18 tahun dapat dijadikan pedoman kesiapan fisik.
Artinya, ketika tubuh wanita itu mulai berhenti tumbuh. Selain itu, calon ibu perlu
mendapatkan imunisasi seperti imunisasi tetanus. Agar tubuhnya memiliki antibodi
yang akan diturunkan kepada janinnya sebagai persiapan menuju persalinan.
                                                                                  6
Apa yang dimaksud dengan kesiapan mental/ emosi/ psikologis?

   Maksudnya adalah saat seorang wanita dan pasangannya merasa ingin memiliki
anak, dan merasa telah siap menjadi orang tua termasuk mengasuh dan mendidik
anaknya.

Kesiapan sosial/ ekonomi yang bagaimana perlu diketahui?

       Secara ideal, seorang bayi tidak hanya membutuhkan kasih sayang orang
tuanya, tetapi juga sarana yang membuatnya dapat tumbuh dan berkembang. Bayi
memerlukan tempat tinggal yang sehat. Oleh karena itu, orang tua dikatakan siap jika
ia telah mampu memenuhi kebutuhan dasar seperti pakaian, makan-minum, tempat
tinggal dan kebutuhan pendidikan bagi anaknya. Ada baiknya suami mempersiapkan
Tabungan Khusus Untuk Kehamilan dan Persalinan (TABULIN). Diharapkan
problem ekonomi tidak menjadi penghambat usaha penyelamatan ibu dan bayi.
Apalagi diketahui bahwa semua kehamilan beresiko.

       Melewati usia 18 tahun, secara fisik seorang remaja sudah siap menjadi ibu.
Tetapi dalam hal ini, jika remaja wanita dan pasangannya belum mampu memenuhi
kebutuhan sandang-pangan dan tempat tinggal bagi keluarganya, maka ia belum dapat
dikatakan siap untuk hamil dan melahirkan.

Apa yang terjadi jika seorang wanita menikah/ hamil pada usia muda (di bawah
18 tahun)?

       Remaja dimungkinkan untuk menikah pada usia di bawah 18 tahun. Sesuai
dengan Undang-undang Perkawinan No. 1 tahun 1979 yang menyebutkan bahwa usia
minimal menikah bagi wanita adalah 16 tahun dan bagi laki-laki 18 tahun.

       Tetapi tetap perlu diingat, ketiga persiapan yang telah disebutkan di atas!
Mempertimbangkan usia menikah bagi wanita yang belum mencapai 18 tahun, sedang
berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan fisik. Tubuhnya yang belum
berkembang secara maksimal, dapat menimbulkan hambatan/ kerugian antara lain :

      Ibu yang terlalu muda belum matang secara emosional sehingga kurang
       memperhatikan kehamilannya. Berdampak pada meningkatnya berbagai resiko
       kematian.

      Ibu muda pada waktu hamil sering mengalami ketidakteraturan tekanan darah
       yang berdampak pada keracunan kehamilan. Dapat menyebabkan kejang yang
       berakibat pada kematian.

                                                                                  7
      Bila pertumbuhan ibu belum maksimal, ukuran panggul ibu juga belum
       maksimal. Kemungkinan terjadinya panggul sempit yang mengakibatkan bayi
       sulit dilahirkan melalui persalinan normal (harus melalui operasi caesar).


       Dari pertimbangan psikologis, remaja masih merupakan kelanjutanan dari
masa kanak-kanak. Kebutuhan untuk bermain dengan teman sebaya, kebutuhan untuk
diperhatikan, disayang dan diberi dorongan, masih begitu besar sebelum ia benar-
benar siap untuk mandiri. Wawasan berpikirnya belum luas pada umumnya.
Emosinya belum cukup matang menghadapi kesulitan hidup. Kerap terjadi
perselisihan dengan pasangan hidup atau dengan lingkungan sekitarnya.
       Dengan demikian, jika seorang perempuan remaja harus menikah pada usia
yang sangat muda, seharusnya ia dapat memenuhi ketiga kebutuhan di atas atau dia
dapat menunda kehamilannya sampai ia berusia di atas 18 tahun. Sehingga diharapkan
mempunyai peluang yang lebih besar untuk melahirkan bayi sehat dengan selamat.


Bagaimana menjaga alat reproduksi sebelum masa kehamilan ?
   1. Menjaga gaya hidup yang sehat dengan menjalin hubungan dengan pasangan
       yang sah (tidak ganti-ganti pasangan). Jika tidak, akan menyebabkan
       terjangkitnya infeksi menular seksual yang menganggu alat reproduksi dan
       beresiko      tertularnya   infeksi   tersebut   pada   janin.   Infeksi     pada
       janinmengakibatkan cacat pada janin.
   2. Menjaga kesehatan alat reproduksi misalnya dengan menjaga kebersihan
       sehari-hari. Menghindari cairan pembersih kelamin secara berlebihan,
       berpakaian yang longgar dan menyerap keringat.
   3. Mengkonsumsi makanan yang sehat dan halal, olahraga yang cukup dan
       istirahat yang memadai agar tubuh siap menghadapi masa kehamilan.
   4. Kondisi mental yang tenang sehingga tidak mengganggu fungsi normal alat
       reproduksi.


2.2 Pra Kehamilan
       Ada beberapa hal yang harus diperhatikan bagi seorang muslim dalam
meghadapi kondisi keluarga yang sedang kedangan ”tamu baru” (bayi). Diantaranya
adalah sebagai berikut:



                                                                                      8
(A). Memberi nafkah terhadap istri
   Kemampuan memberikan nafkah lahir kepada istri merupakan kewajiban suami.
Berilah makanan yang halal pada ibu hamil, agar punya efek positif bagi anak yang di
kandungnya kelak. Suami harus berusaha kerja keras untuk memenuhi kebutuhan
rumah tangga. Bukan berdasarkan kerja tetap, tetapi tetap bekerja. Hal ini tegas
difirmankan Allah SWT dalam ayat – ayat berikut ini.
   “Hendaklah orang yang mampu itu memberikan nafkah kepada istrinya menurut
kemampuannya, dan orang yang sempit rezekinya itu, hendaklah memberi nafkah
menurut (kadarnya) apa yang diberikan Allah kepadanya.” ( QS. At-Talaq: 7)


   Perempuan sebagai istri berhak mendapatkan jaminan kesejahteraan. Baik berupa
pangan, sandang dan papan yang cukup. Tidak hanya ketika istri sedang menjalani
proses reproduksi saja ( mengandung, melahirkan dan menyusui). Tetapi di luar masa-
masa itu, statusnya sebagai istri dan ibu dari anak-anak, harus diperhatikan pula. Hal
ini telah disebutkan dalam firman Allah SWT :
   ”Di atas pundak ayah terletak tanggung jawab memberikan nafkah dan
perlindungan bagi ibu dan anak-anaknya secara makruf ”. (QS. Al-Baqarah:233)


(B). Hak tempat tinggal layak dari suami
   Seorang istri membutuhkan tempat tinggal yang aman dan nyaman untuk
mendukung perkembangan psikologis. Berbeda dengan laki–laki, tatanan kehidupan
seorang wanita lebih variatif dalam pertumbuhan dan perkembangan jiwanya. Wanita
mengalami masa pre–pubertas, pubertas, hamil, menyusui dan menoupause yang
setiap tahap perkembangannya mengalami perubahan fisik dan emosi yang sangat
dinamis.
   Maka wajar, suami harus lebih peduli terhadap istri maupun janin yang ada di
dalam kandungannya. Dalam hal ini Islam mewajibkan suami untuk bertanggung
jawab atas ketersediaan rumah dan tempat tinggal yang memadai untuk istrinya.
Bahkan dengan bahasa yang cukup jelas Al-Quran menyatakan:
   “Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal menurut
kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati)
mereka........” ( QS. At-Talaq:6)




                                                                                    9
Dalam ayat ini ada beberapa pengertian yang dapat diambil:
   1. Suami harus menyediakan rumah bagi istrinya sesuai dengan kemampuan.
   2. Suami harus tinggal bersama istri. Tidak sering meninggalkannya kecuali
       untuk keperluan yang sangat penting. Jika dalam kondisi normal saja seorang
       suami tidak diperbolehkan sembarangan meninggalkan istri, apalagi ketika
       hamil yang sangat membutuhkan perhatian dari suaminya.
   3. Suami tidak boleh menyakiti hati istri dengan tidak memberikan fasilitas yang
       dibutuhkan. Disinilah dibutuhkan saling pengertian suami-istri.


(C). Melayani istri dengan baik
   “Dan bergaullah dengan mereka secara baik, kemudian jika tidak menyukai
mereka (bersabarlah), karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah
menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (Qs. Annisa: 19)
   Dari ayat di atas, suami sebagai kepala keluarga diminta melayani istrinya dengan
baik. Saat suami menemukan satu kelemahan dari istri, suami harus meyakini bahwa
istri masih memiliki berbagai kebaikan lainnya. Demikian juga sebaliknya, istri harus
meyakini bahwa suaminya banyak kebaikan meskipun adakalanya memiliki sifat yang
kurang baik.


(D). Hak wanita melakukan dan menikmati hubungan suami istri
   Melakukan hubungan suami-istri dalam Islam boleh dilakukan kapan saja, kecuali
pada masa datang bulan (haid) dan nifas (melahirkan). Etika lain, ketika istri jatuh
sakit, seorang suami hendaknya juga menahan diri mengajak istri bersetubuh.
    Selain dari waktu terlarang tersebut kedua pihak baik suami maupun istri berhak
melakukannya selama masih dalam ketentuan yang ditetapkan Allah SWT. Berkaitan
dengan kehamilan tidak ada satu dalil pun yang melarang pasangan suami isteri untuk
melakukan hubungan tersebut.
    Allah SWT berfirman: “Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah
ladangmu itu kapan saja dengan cara yang kamu sukaii.” (QS. Al-Baqarah : 223)
   Dalam melakukan hubungan intim tersebut istri berhak untuk mendapatkan
kenikmatan dan kepuasan sebagaimana yang diperoleh suaminya. Dalam hal ini
Rasulullah saw telah memberikan peringatan supaya seseorang tidak egois dalam
melakukan hubungan intim dengan melupakan pasangannya.




                                                                                  10
   Rasulullah SAW bersabda:
   “Jika seorang ( suami) di antara kalian bersetubuh dengan istrinya maka
hendaklah ia melakukan dengan sungguh-sungguh. Bila ia sudah lebih dahulu
mencapai orgasme sebelum istri merasakannya, hendaklah ia tidak berburu-buru
(mengeluarkan zakarnya) sampai istri terpenuhi hajatnya memperoleh orgasme”.
(Al-Hadist)
Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda:
   “Jika seorang di antara kalian hendak menggauli isrtinya maka janganlah
melakukannya seperti dua ekor unta atau keledai. Hendaklah memulainya dengan
kata-kata (rayuan) dan ciuman.”(HR.Ibnu Majah)


Isi kandungan tersebut adalah:
   a) Suami istri memiliki hak yang sama memperoleh kepuasan melakukan
       hubungan intim.
   b) Dalam berhubungan intim, suami istri berperan sama-sama sebagai subjek.
       Tidak adil jika yang merasakan kenikmatan hanya satu pihak, sementara yang
       lain kecewa.
   c) Suami Istri berhak mendapatkan perlakuan yang baik dari pasangannya dalam
       berhubungan intim.


                                  BAB III
                            MASA KEHAMILAN


Memberikan Perhatian Penuh Saat Istri Hamil
     Seorang suami wajib memberikan perhatian terhadap istrinya. Lebih–lebih ketika
istri mulai menunjukkan masa kehamilan.


Firman Allah SWT:
     “Dialah yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu (Adam) dan daripadanya
dia menciptakan pasangannya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah
dicampurinya, (istrinya) mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia
merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian ketika dia merasa berat, keduanya
(suami istri) bermohon kepada Allah, Tuhan mereka (seraya berkata), “Jika engkau
memberi anak kami yang shaleh, tentunya kami akan selalu bersyukur.” (QS. Al-
A’raf : 189)
                                                                                11
Wanita Hamil Berhak Mendapat Perlindungan Suami
    Wanita berhak mendapatkan jaminan keselamatan dan kesehatan yang berkaitan
dengan fungsi reproduksinya. Hak ini mutlak mengingat resiko yang sangat besar bagi
kaum ibu dalam menjalankan fungsi reproduksinya. Mulai dari menstruasi,
berhubungan seks, mengandung, melahirkan maupun menyusui.
    Maka seorang wanita ketika sedang mengandung atau hamil, berhak mendapatkan
berbagai perlindungan dari suaminya. Islam telah menempatkan laki-laki (suami)
sebagai pemimpin dan pelindung dalam rumah tangga. Di dalam surah An-Nisa ayat
34 Allah Azza wa Jalla berfirman:


    “Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah
melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan
karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dan hartanya. Maka perempuan
yang shaleh adalah mereka yang taat (kepada Allah SWt) dan menjaga diri ketika
(suaminya) tidak ada, karena allah telah menjaga (mereka).”


    Sebagai pemimpin tentu saja seorang suami harus bertanggung jawab atas
keselamatan istrinya. Terutama ketika wanita dalam masa kehamilan yang
menyebabkan dirinya lemah dan semakin lemah secara fisik.


Firman Allah SWT:
    “ ....Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah,
dan menyapihnya dalam usia dua tahun....” (QS..Luqman:14)


    Perlindungan yang diberikan suami kepada istrinya meliputi berbagai aspek.
Perlindungan dari kekerasan dalam rumah tangga dengan tidak memperlakukan istri
dengan cara kasar. Perlindungan dari kelaparan, perlindungan dari penyakit dan lain-
lain.
    Ketika   seorang   wanita   hamil,   keluarga    biasanya   juga   berpartisipasi
menyelenggarkan upacara selamatan. Maksud upacara untuk memanjatkan doa
kepada Allah SWT dengan mengharapkan keselamatan. Di Aceh, upacara selamatan
ini sering dilakukan. Tidak jarang dalam upacara selamatan tersebut dibacakan Al
Quran, surat–surat tertentu, bacaan berzanji atau tahlil. Aceh memiliki adat istiadat
yang sangat menghargai dan memuliakan ibu hamil dan anaknya. Mendorong
keluarga dan masyarakat saling bekerja sama membantu mengayomi ibu hamil.

                                                                                  12
     Masyarakat Aceh memberi prioritas kepada kesehatan ibu hamil dan anak.
Keduanya merupakan tumpuan harapan yang sangat menentukan pertumbuhan,
perkembangan dan penerusan generasi Aceh ke depan. Karena itu, setiap ibu hamil di
sambut gembira oleh keluarga suami–istri dan diberikan spirit serta diciptakan kondisi
yang menyenangkan. Masyarakat Aceh dapat memahami pengaruh besar psikologis
ibu hamil terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak dalam kandungan. Dengan
ini lahirlah petuah–petuah dan pantangan–pantangan yang bertujuan menjaga
kehamilan terpelihara dan selamat sampai melahirkan.
     Kesehatan ibu hamil harus terus di perhatikan. Hal ini dapat dilihat dari
pelayanan keluarga terhadap kebutuhan ibu dari saat hamil sampai melahirkan, baik
dari segi makanan, ramuan, obat–obatan, thet batee (bakar batu), salee (diasapi), dan
lain-lain. Semua pelayanan ini sebagai upaya memulihkan kesehatan seperti semula,
sehingga keberadaan ibu maksimal dalam mendidik dan menjaga kesehatan anak -
anaknya. Begitu pula kepedulian terhadap kesehatan anak semata wayang yang
meneruskan keturunan orang tuanya.
     Berikut tradisi yang dilakukan masyarakat Aceh terhadap ibu hamil menurut
masanya:


1. Masa kehamilan 0-3 bulan
a.   Ketika mertua mendengar kabar bahwa menantunya sudah hamil maka dikirim
     utusan untuk diketahui kebenarannya.
b.   Pada bulan ketiga kehamilan, mertua bersama keluarga terdekat membawa
     berbagai jenis buah-buahan. Buah-buahan tersebut diolah oleh keluarga menjadi
     lincah (rujak). Kemudian disajikan kepada tamu dan dibagikan kepada tetangga
     sekitar. Bagi ibu hamil dimaksudkan untuk menambah selera makan ibu hamil
     sehingga kesehatannya lebih prima.


2.   Masa kehamilan 4-7 bulan
a.   Pada bulan kelima suami ditepungtawari (rah ulee) oleh ibu mertuanya. Ketan
     dan kue-kue disediakan, kemudian dikirim kerumah orang tua suami dan
     dibagikan kepada keluarga terdekat.
b.   Pada bulan keenam orangtua suami membawa nasi disertai lauk pauk dalam
     jumlah terbatas (bu cue), secara diam-diam tanpa diberi tahu terlebih dahulu
     kepada keluarga istri.


                                                                                   13
c.    Pada bulan ketujuh terdapat dua acara yaitu peumanou tujoh bulen. Pada saat ini
      diadakan acara yang disebut dengan keumaweh oleh keluarga istri. Keumaweuh
      adalah membawa bu gateing yang melibatkan keluarga suami atau mertua
      dengan mengantar nasi, lauk-pauk serta berbagai macam penganan seperti
      meusekat, wajeb(bukan wajiek???), dodoi, bhoi, thimphan, keukarah, makanan
      bouh manouk, sama loynag, peunajoh thoe dan lain-lain dalam jumlah yang
      besar. Acara keumaweh ini diikuti keluarga serta tetangga di kampung.
      Kehadiran mereka disambut oleh keluarga istri dan tetangga dengan suka cita.
      Pada kesempatan ini ibu hamil dipeusijuk (didoakan) oleh mertua dan keluarga
      dekat. Kegiatan adat ini dilakukan untuk memperkuat silaturrahmi dan ukhuwah
      islamiyah antar keluarga suami dan istri. Menumbuhkan semangat kebersamaan
      dan kepekaan sosial di masyarakat. Dari sisi psikologis dapat memperkuat rasa
      percaya diri dan meningkatkan nilai gizi ibu hamil.


3.    Masa kehamilan 8-9 bulan
a.    Perhatian dari keluarga terdekat diwujudkan dalam bentuk membawa makanan
      yang disukai oleh ibu hamil.
b.    Pemeriksaan kesehatan secara kontinyu dengan bidan atau ma blien di kampung.
4.    Pantangan adat ibu hamil, diantaranya:


a.    Suami diharapkan tidak pulang larut malam.
b.    Wanita hamil pantang duduk di atas tangga rumah (bak ulee reinyeun).
c.    Wanita hamil pantang melihat gambar binatang yang menyeramkan, seperti:
      kera, gambar kecelakaan dan gambar yang tidak islami.
      Pantangan adat tersebut dalam upaya memberi kenyamanan, ketenangan,
      menghilangkan rasa gundah dan cemas sehingga ibu dan bayi terpelihara. Di
      samping itu ibu hamil dapat berpikir positif dalam kehidupannya sehari-hari.
      Selalu berzikir dan berdoa kepada Allah SWT.

Nah, apa–apa saja tanda/ gejala awal kehamilan dari segi kesehatan?

    Tidak datang haid.

    Mual, pusing dan muntah terutama saat pagi hari.

    Payudara membesar, kadang terasa nyeri.

    Daerah sekitar puting susu menjadi agak gelap.

                                                                                  14
   Perut membesar.

   Sering buang air kecil.

   Merasa mudah lelah, tidak seperti biasanya.



Bagaimana proses terjadinya kehamilan dan perkembangan janin?

     Kehamilan merupakan sebuah proses yang diawali dengan keluarnya sel telur
yang telah matang dari indung telur. Ketika telur itu berada pada saluran telur, saat
itulah ada sperma masuk dan bertemu dengan sel telur. Keduanya akan menyatu
membentuk sel yang akan tumbuh dan berkembang.

     Sel telur yang dibuahi membentuk kumpulan sel yang disebut zygote. Dengan
cara membelah dari satu sel menjadi dua sel lalu membelah menjadi empat sel dan
seterusnya berkembang sambil bergerak menuju rahim. Sesampainya di rahim hasil
pembuahan tersebut akan menanamkan diri pada dinding rahim (uterus). Sel yang
tertanam tersebut disebut embrio. Jika embrio tersebut bertahan hingga dua bulan,
untuk selanjutnya disebut janin (fetus) sampai pada saat bayi dilahirkan.

     Perkembangan janin dibagi dalam tiga tahapan besar perkembangan yaitu :

1. Trimester I, mulai dari zygote terbentuk sampai janin berusia tiga bulan.
    Perkembangan terpusat pada perkembangan fungsi-fungsi organ seperti: otak,
    jantung, dan paru-paru.

2. Trimester II, (bulan ke-4, ke-5 dan ke-6), pertumbuhan terpusat pada anggota
    tubuh: kaki, tangan, dan jari-jari.

3. Trimester III, dapat dikatakan bahwa pertumbuhan sebagian besar telah lengkap.
    Jika janin terpaksa dilahirkan pada saat itu, bayi dapat hidup dan dibesarkan di
    luar rahim dengan menggunakan alat pemanas yang suhunya diatur seperti suhu
    dalam kandungan ibunya.

     Di dalam rahim, janin akan tumbuh dalam kantung yang berisi cairan yang
disebut ketuban. Janin terlindungi ketika sang ibu mengalami guncangan atau
benturan. Cairan ini hangat, membuat janin cukup nyaman untuk mengapungkan diri.
Janin hidup dan tumbuh berkat adanya tali pusat (plasenta) yang menghubungkan
janin dengan ibunya, dalam proses penyaluran oksigen dan zat-zat makanan kepada
janin.


                                                                                  15
     Kualitas bayi sangat dipengaruhi oleh nilai gizi yang dikonsumsi oleh ibunya
selama kehamilan. Ibu yang mengkonsumsi obat-obatan, alkohol, merokok dan
makan makanan yang tidak bergizi, akan mengancam atau menimbulkan masalah bagi
kesehatan bayinya. Sebaliknya ibu yang mengkonsumsi makanan dan minuman yang
baik, cukup istirahat, terhindar dari perasaan tertekan, memiliki kemungkinan terbaik
untuk melahirkan bayi yang sehat.


Bagaimana kehamilan yang menyenangkan? (“Apa yang terjadi dalam tubuh
saya, Dok?”)
     Itulah pertanyaan yang selalu muncul di benak sang calon ibu. Kehadiran janin
dalam rahim seorang ibu menghadirkan banyak perasaan baru, yang kadang
menyenangkan, kadang melelahkan, tapi lebih sering membingungkan. Terutama
kehamilan pertama, atau antara tiap kehamilan juga berbeda. Ada baiknya kita lihat
bagaimana perkembangan janin lewat gambar-gambar berikut.          Banyak orangtua
setelah melihat gambar-gambar ini terdorong untuk melakukan usaha-usaha dalam
mendidik anak sejak dalam kandungan, sehingga anak yang lahir menjadi anak yang
lebih cerdas dan sehat.
Gambar-gambar berikut ini adalah perkiraan rupa janin ibu pada waktu tertentu.


6 Pekan Setelah Pembuahan
Pada saat ini Ibu akan dikatakan positif hamil, jika ibu
memeriksakan air seni/kencing ibu kepada dokter ataupun
bidan. Pada tahap ini tulang belakang dan otak janin baru
mulai berkembang.         Walaupun janin belum tampak seperti
bayi, Allah sedang mengatur semua perkembangannya untuk
tumbuh. Subhanallah! Tiada satu organ tubuh pun yang Ia
lupakan!
( Ukuran janin kurang dari 2,5 cm).


7 Pekan Setelah Pembuahan
Benjolan-benjolan kecil mulai muncul yang kelak akan
berkembang menjadi tangan dan kaki. Kepala dan leher janin
mulai terbentuk.
(Ukuran janin sekitar 2,5 cm).

                                                                                  16
8-9 Pekan Setelah Pembuahan
Janin membuat gerakan-gerakan kecil pertamanya, tetapi ibu
tidak dapat merasakan. Janin ibu sudah mempunyai mata (tetapi
belum ada kelopak mata) dan telinga yang mulai terbentuk
(Ukuran janin sekitar 5-7,5 cm).




12 Pekan Setelah Pembuahan
Kini janin mulai tampak seperti bayi. Kepalanya terlalu besar
untuk tubuhnya dan indera perasanya menjadi sempurna.
Penciumannya telah berkembang sempurna. Dia pun telah bisa
berekspresi marah atau sedih.
( Ukuran janin sekitar 7,5-10 cm).


14 Pekan Setelah Pembuahan
Kini janin dapat melakukan fungsi fisik dalam, seperti menelan.
Janin bereaksi terhadap perubahan suhu dan juga dapat
membedakan rasa manis dan pahit. Ia sudah memiliki kuku-
kuku jari tangan dan kaki yang mungil. Matanya menjadi peka
terhadap cahaya. Ibu mungkin dapat melihat perut ibu mulai
membesar.
(Ukuran janin sekitar 12,5 cm).




18 Pekan Setelah Pembuahan
Kini janin dapat memejamkan matanya. Bulu mata dan alis,
serta rambut di kepalanya mulai tumbuh. Sekarang atau dalam
waktu 3-4 pekan ibu akan mulai merasakan ia bergerak.
Perkembangan otak semakin cepat dan mulai muncul lipatan-
lipatan otak. Ibu mungkin dapat merasakan bayinya cegukan
(Bahasa Aceh: ceumeukok)
( Ukuran janin sekitar 20 cm).




                                                                  17
22 Pekan Setelah Pembuahan
Janin mulai mempunyai waktu tidur dan jaga tertentu yang dapat
diperhatikan. Selain detak jantung ibu dan suara-suara biologis
lainnya seperti suara perut, pernafasan, kini janin dapat
mendengarkan suara-suara dari luar rahim (maka perhatikanlah)!
Kini ia juga peka terhadap sentuhan (eluslah janin Anda penuh
kasih sayang).
(Ukuran janin sekitar 28 cm).


26 Pekan Setelah Pembuahan
Kini janin diselimuti oleh lapisan pelindung tebal yang disebut
vernix. Tendangan janin menjadi lebih terasa dan sering. Berat
badan janin menjadi dua kali lipat selama 4 pekan terakhir.
Gerakan mata yang cepat dapat dideteksi lewat USG, karena ia
mungkin telah dapat bermimpi. Janin juga lebih tanggap terhadap
suara.
( Ukuran janin sekitar 30 cm).


30 Pekan Setelah Pembuahan
Paru-paru janin menjadi matang dalam persiapannya menghirup
udara. Janin mulai menghisap jempol. Kini ia sudah cukup besar
dan berat sehingga ibu berjalan dengan punggung ditarik ke
belakang (membusungkan dada) dan kaki agak mengangkang
untuk menjaga keseimbangan.          Kini janin dapat bergerak
mengikuti irama dan mungkin akan lebih suka terhadap nada
tertentu, seperti musik dan bacaan Al Qur’an.
( Ukuran janin sekitar 40 cm).
34 Pekan Setelah Pembuahan
Saat ini posisi kepala janin berada di bawah dan tidak mempunyai
tempat lagi untuk berputar-putar.    Tendangannya sangat terasa.
Anda (ibu juga bapak) sudah dapat mengamati gerakan tangan dan
kakinya dari luar perut ibu. Tanggapan bayi dapat berbeda-beda
terhadap suara ibu, suara ayah dan anggota keluarga lainnya.
( Ukuran janin sekitar 42 cm)

                                                                   18
38 Pekan Setelah Pembuahan
Kini janin sudah dianggap sempurna. Kepalanya (pada sebagian
besar kehamilan) berada di bawah, yaitu ke arah tulang panggul
dalam persiapan untuk lahir.
“Ibu, bapak, bersiaplah menyongsong kelahiranku!”
( Ukuran janin sekitar 45-60cm)




Nih Bu..., ada 10 tips menuju kehamilan yang menyenangkan:
    Periksakan kehamilan sebulan sekali pada dokter/ bidan. Walau ia adalah calon
anak ke empat Anda, ia punya hak sama dengan anak pertama untuk diperhatikan.
Ibu dan bapak sama sayangnya pada semua anaknya, bukan?
   1. Usaha untuk mendapatkan anak yang sehat dan cerdas, harus diimbangi
       dengan ibu yang sehat pula. Makanlah makanan bergizi, dan hindari makanan
       yang mengandung pengawet, zat-zat penyedap rasa. Mintalah saran dokter
       dan bidan tentang makanan apa yang sebaiknya dimakan oleh ibu. Kekurangan
       zat tertentu dapat berakibat kecacatan pada janin.
   2. Sejak awal kehamilan sampai dengan 12 pekan, tahanlah hubungan suami-istri
       agar tidak mengganggu janin yang masih lemah. Setelah 12 pekan adalah
       waktu yang aman. Menjelang persalinan (yang tidak beresiko tinggi) justru
       disarankan untuk mempersering senggama untuk merangsang kelahiran
       normal.
   3. Jika ada gangguan atau ketidaknyamanan selama hamil seperti mual, nyeri
       perut, perdarahan, nyeri pinggang, sembelit, varises, keputihan, maka carilah
       informasi dari dokter, bacaan dan saran dari orang-orang yang berpengalaman,
       seperti ibu dan mertua.    Peran bapak sangatlah besar dalam menciptakan
       suasana yang menyenangkan bagi calon ibu.
   4. Segera setelah mengetahui adanya janin dalam kandungan, perbanyaklah
       ibadah seperti shalat sunnah di samping shalat wajib. Sewaktu ibu sujud, darah
       akan mengalir banyak ke jaringan otak, berdampak bagi kesehatan dan
       kecerdasan ibu dan janin. Atau, perbanyaklah membaca Al-Quran dan
       perdengarkanlah dengan indah kepada janin sebab otak janin telah aktif
       mengingat. Ini semua berfaedah bagi kesehatan ibu hamil.(Sebagai ayah maka
       bacalah Al- Qur’an dekat perut ibu).


                                                                                  19
   5. Kepada bapak agar mengajak janin berbicara dengan lembut sesering
       mungkin. Otak janin akan dengan cepat merekam suara Anda. Subhanallah, ia
       akan mengenal Anda, saat pertama kali Anda bicara padanya saat lahir nanti!
       Ia akan jadi anak yang cerdas, taat pada orang tuanya dan pintar berbicara.
   6. Kendalikan semua suara di sekitar ibu, seperti TV, radio, teriakan-teriakan
       yang dapat menggelisahkan dan memberi rekaman buruk terhadap janin Anda.
       Lingkungan yang baik akan membentuk anak yang baik pula. Janin ternyata
       juga mampu mendeteksi lingkungan dimana dia berada.
   7. Rawatlah payudara ibu sejak 3 bulan kehamilan dengan membersihkan dan
       memijatnya dengan baby oil, agar ia tak mudah luka saat menyusui nanti.
       Payudara yang dirawat sejak awal akan menghasilkan ASI yang banyak dan
       tidak mudah lecet pada puting.
   8. Jangan lupa senam hamil bagi ibu untuk kesehatan dan kelancaran bersalin.
       Mintalah saran dari dokter dan bidan anda untuk senam hamil yang baik.
   9. Ajaklah seluruh anggota keluarga terlibat dalam menyambut adik baru.
       Ringankan beban ibu, supaya ibu nyaman dengan kehamilannya dan dengan
       sehat dapat melahirkan sang buah hati.


Apa-apa saja tanda bahaya yang harus diperhatikan saat menjelang persalinan?
   1. Ketuban pecah jauh sebelum masa perkiraan persalinan dan ibu mengalami
       demam.
   2. Posisi janin tidak normal (sungsang/melintang).
   3. Terjadi pendarahan setelah lima bulan kehamilan.
   4. Berat badan ibu bertambah lebih dari satu kilogram per-pekan disertai dengan
       bengkak kaki.
   5. Nyeri perut yang tidak tertahankan.


Wanita Hamil Berhak Mendapatkan Nafkah Memadai (Memenuhi Syarat
Kesehatan Dan Gizi)
   Masa kehamilan adalah masa dimana seorang wanita membutuhkan makanan
dengan gizi yang cukup. Bahkan dianjurkan seorang ibu hamil untuk makan dua kali
lebih banyak dari biasanya. Pola makan yang sehat bagi ibu hamil, makan ketika lapar
dan berhenti sebelum kenyang. Dalam hal ini Islam telah mewajibkan seorang suami
untuk memberikan nafkah yang layak dan halal.


                                                                                     20
   “Tiap-tiap daging yang tumbuh dari makanan haram, nerakalah tempatnya.(Al-
Hadist). Juga makanan yang diberikan itu, harus memenuhi standar gizi sesuai dengan
kemampuan suami itu sendiri.
Firman Allah SWT: “Hendaklah orang yang mempunyai keluasan memberi nafkah
menurut kemampuannya, dan orang yang terbatas rezekinya, hendaklah memberi dari
harta yang diberikan Allah kepadanya....”(QS. At-Talaq: 7)
   Bagi suami yang memiliki kemampuan secara ekonomi, tidak boleh berlaku pelit
kepada istrinya. Allah SWT telah menegaskan supaya mereka memberikan nafkah
sesuai dengan kemampuannya.


                                      BAB IV
                             MASA KELAHIRAN


Ada 12 peristiwa yang mendebarkan selama persalinan
       Apakah ibu dan bapak sudah siap melahirkan janinnya? Tak usah takut! Jalani
saja secara alamiah. Hal berikut ini adalah gambaran peristiwa besar yang akan ibu
dan ayah alami:
   1. Air ketuban pecah.
       Ini salah satu tanda persalinan sedang dimulai, kira-kira beberapa saat lagi
       dalam hitungan jam. Cairan ketuban berwarna bening kemerahan keluar dari
       vagina. Rasanya seperti buang air kecil, tapi air ini tak berbau seperti air seni,
       dan sulit berhenti. Segeralah pergi ke dokter atau bidan terdekat.


   2. Mulut rahim melebar.
       Pada persalinan normal, fase pertama disebut kala satu, mulut rahim akan
       terbuka. Perlahan-lahan sekali sampai kurang lebih 10 cm untuk
       mempermudah janin keluar. Proses pembukaan ini akan berlangsung kurang
       lebih 14-16 jam. Jadi tidak usah membayangkan mulut rahim akan langsung
       melebar secara mendadak! Pelebaran ini akan terjadi bersamaan dengan
       turunnya kepala janin ke rongga panggul, dan akhirnya turun ke jalan lahir


   3. Nyeri perut ternyata tidak terus menerus.
       Kontraksi atau kencang pada perut pasti menimbulkan nyeri, tapi nyeri ini
       terjadi seperti mendaki gunung, makin nyeri, lalu hilang perlahan-lahan. Lalu

                                                                                      21
   mulai lagi.      Ada kalanya selama periode satu kontraksi ke kontraksi
   berikutnya, ibu merasa tidak nyeri. Maka gunakan masa tidak nyeri ini untuk
   minum, makan dan sebagainya untuk menyimpan tenaga menuju proses
   persalinan aktif saat ibu harus mengejan.


4. Persalinan lebih mudah jika Anda tidak lelah.
   Wanita akan lebih cepat menyesuaikan diri terhadap kontraksi apabila mereka
   cukup tidur malam hari sebelum persalinan mulai. Karena itu, sebaiknya ibu
   tidak kelelahan di pekan-pekan terakhir menjelang persalinan


5. Masa sebelum mendorong janin keluar.
   Ada masa transisi antara kala satu saat mulut rahim telah melebar dan kala dua
   saat ibu harus mendorong janin keluar rahim. Walaupun masa transisi ini
   normal, nyatanya banyak wanita yang sulit bersabar dan sering merasa gelisah
   dan merasa tak sanggup melahirkan bayinya. Maka bapak harus memberi
   semangat dan ketenangan dan meyakinkan sang ibu untuk berjuang dan
   berjihad pada kala dua nanti


6. Ayo bu, dorooooooong!
   Begitu kepala janin sudah tampak di kemaluan ibu, ini adalah awal kala dua.
   Masa ini paling berat buat ibu karena ibu harus mengejan untuk mengeluarkan
   bayinya.    Kuatkan hati dan tarik nafas panjang sebelum mendorong, dan
   jangan berteriak-teriak karena akan menghabiskan tenaga.


7. Aduh, panasnya!
   Banyak ibu yang merasakan panas terbakar saat kepala bayi mulai kelihatan,
   karena jaringan kulit di sekitar vagina tertekan kepala bayi. Tak usah cemas,
   dokter atau bidan akan mengendalikan keluarnya kepala bayi dengan meminta
   Anda mendorong kepala bayi sedikit demi sedikit bertepatan saat kontraksi.
   Dengan demikian kulit vagina tidak akan robek.


8. Perut seperti ditarik-tarik.
   Jika Anda melahirkan lewat operasi caesar dan dibius lokal, jangan kaget bila
   perut terasa seperti ditarik-tarik. Memang betul, dokter akan mendorong perut
   Anda, agar bayi terdorong ke posisi bawah sehingga lebih mudah dilahirkan.

                                                                              22
9. Apa dan kapan ari-ari keluar ?
   Ari-ari adalah bagian dari tali pusat yang menghubungkan janin dengan rahim
   ibu. Melalui ari-ari darah ibu mengalir ke tubuh janin, ia bukan kembaran
   janin sehingga setelah lahir ari-ari tidak perlu perlakuan khusus. Pada
   persalinan normal, ari-ari akan keluar lebih kurang 10-30 menit setelah bayi
   lahir. Untuk mengetahui apakah ari-ari sudah lepas atau belum, dokter akan
   melakukan tekanan ringan pada perut bagian bawah.


10. Pemberian obat perangsang kontraksi
   Ada kalanya dokter akan memberikan obat untuk merangsang rahim
   berkontraksi, sehingga ari-ari cepat terlepas. Obat ini diberikan lewat injeksi 2
   menit setelah bayi lahir dalam dosis tertentu.       Hal ini antara lain untuk
   mencegah timbulnya perdarahan berat        setelah persalinan akibat kontraksi
   rahim yang kurang baik.


11. ASI yang luar biasa!
   Sejak 30 menit setelah melahirkan, segera susui bayi walaupun ASI belum
   keluar. Biarkan bayi mengisap puting untuk merangsang ASI keluar. Pada
   payudara yang dipijat, ASI telah keluar pada usia 7 bulan kehamilan. ASI
   yang pertama tidak putih, tapi bening kekuningan (namanya kolostrum), yang
   sangat kaya antibodi, zat kebal terhadap bakteri penyakit. Maka walaupun
   tidak putih, kolostrum ini sangat berharga. Jangan dibuang, justru berikan
   segera. Kolostrum akan berubah putih setelah 12 hari. Susui bayi setiap kali
   ia menangis lapar, tidak usah menunggu 2 jam.


12. Darah nifas.
   Setelah persalinan usai, Anda akan mengalami nifas, yakni keluarnya darah
   selama lebih kurang 40 hari. Darah ini awalnya merah terang, tapi kalau mau
   habis berwarna kecoklatan. Tidak usah kaget kalau Anda merasa rahim sakit
   waktu menyusui atau nifas, karena isapan bayi ini merangsang otak
   mengeluarkan hormon yang merangsang rahim berkontraksi untuk kembali ke
   bentuk semula. Subhanallah, maka susuilah bayi Anda, dan yakinlah ASI
   Anda akan cukup untuknya. Jangan terburu memberikan susu formula.




                                                                                 23
Beberapa penyebab resiko kematian ibu melahirkan :
     1. Pendarahan yang berlebihan, biasanya akibat ibu yang kurang baik gizinya
        sehingga rahim ibu sukar berkontraksi untuk menghentikan pendarahan akibat
        persalinan.
     2. Infeksi akibat pertolongan persalinan yang tidak memenuhi syarat kesehatan,
        maka seharusnya bersalin pada tenaga terlatih/ bidan/ dokter.
     3. Keracunan kehamilan yang ditandai dengan bengkak kaki, kenaikan berat
        badan yang berlebihan, dan tingginya tekanan darah ibu. Maka ibu sebaiknya
        memeriksakan kehamilannya pada dokter/ bidan setiap bulan.
     4. Terlambatnya pertolongan pada persalinan yang tidak normal biasanya akibat
        menunggu musyawarah keluarga atau kendala transportasi.


Apa yang seharusnya dilakukan suami dan keluarga selama kehamilan dan
persalinan :
     1. Menjamin kenyamanan dan perlindungan kepada ibu selama kehamilan dan
        persalinan (SIAGA : siap, antar, jaga).
     2. Meringankan beban ibu dari tugas-tugas yang berat selama kehamilan dan
        persalinan.
     3. Memotivasi ibu untuk menjaga kesehatan dan memeriksakan kehamilannya.
     4. Menumbuhkan keyakinan pada ibu bahwa ia sanggup menjalankan proses
        persalinan dan menyusui.


Saat Menanti Kelahiran
a.    Ketika menunjukan tanda-tanda melahirkan, suami dan orangtua istri memanggil
      bidan. Suami menyampaikan hal ini kepada keluarganya, maka keluarga suami
      dan keluarga dekatnya menunggu proses kelahiran.
b.    Jika persalinan berlangsung sulit, suami membacakan doa (tangkai seuleusoh)
      tertentu atau menyuruh orang yang dipercayai dalam segelas air kemudian
      diminumkan kepada istri. Jika masih belum lahir, bidan menganjurkan si istri
      untuk meminta maaf kepada suami. Selanjutnya sang suami dengan penuh kasih
      sayang memberikan motivasi sambil mencium kening istrinya dan mengucapkan
      “ Pakiban badee ngon keu lahe” yaitu bagaimana derasnya badai begitulah
      cepatnya engkau lahir. “Allahu akhrajakum mimbuthuni ummahaatikum,”
      Allahlah yang mengeluarkan kamu dari perut ibumu. Atau dibacakan juga doa
      untuk memudahkan proses kelahiran “Allahumma la sahla illa majaalahu sahla,
                                                                                24
      wa anta tajalu huzna iza syikta sahla,” Ya Allah tiada kemudahan kecuali
      kemudahan dari-Mu dan Engkau menjadikan segala kesukaran menjadi mudah).
      Jika usaha maksimal telah dilakukan tetapi proses melahirkan masih mengalami
      kesulitan, maka pihak keluarga atau suami segera membawa ke tempat pelayanan
      kesehatan yang lebih lengkap seperti puskesmas, rumah sakit, klinik bersalin,
      dan lain-lain.
        Subhanallah.....Maha Suci dan Maha Besar Allah SWT. Bagi seorang ibu yang
     menantikan detik–detik menegangkan, perbanyaklah istigfar. Mohon ampunlah
     kepada Sang Khalik agar pahala melahirkan seorang anak dicatat sebagai amalan
     jihad di jalan–Nya. Perbanyaklah membaca do’a, terutama doa Nabi Yunus.




                                       BAB V
                             PASCA KELAHIRAN


Perlakuan Terhadap Ibu Menurut Adat
           Ada beberapa tahapan adat Aceh terhadap wanita yang telah melahirkan,
didasarkan pada fitrah manusiawi:
a.    Setelah melahirkan ibu dimandikan. Pada siraman terakhir, disiram dengan ie
      boh kruet (jeruk prut) guna menghilangkan bau amis, setelah menganti pakaian
      diberikan merah telur dengan madu.
b.    Selama tiga hari diberikan ramuan daun-daunan yang terdiri dari daun peugaga,
      daun pacar, uon sempung (urang-aring) daun-daunan ini diremas dengan air lalu
      diminum. Hal tersebut berkhasiat untuk membersihkan darah kotor.
c.    Selama tujuh hari kemudian diberikan ramuan, dari kunyit, gula merah, asam
      jawa, jeura eungkot, boh cuko (kencur), dan lada. Semua bahan ini ditumbuk
      sampai halus lalu dicampur dengan air ditambah madu dan kuning telur.
      Khasiatnya menambah darah dan membersihkan darah kotor.
d.    Jika kesehatan ibu memungkinkan, mulai hari pertama diletakkan batu panas di
      perut dan dipeumadeung (disale). Ibu tidur di atas tempat tidur yang terbuat dari
      bambu yang dibawahnya dihidupkan api. Kebiasaan thet batei dan sale ini 30
      sampai 40 hari. Hal ini bertujuan untuk membersihkan darah kotor,
      mengembalikan otot dan merampingkan tubuh.
e.    Sejak hari pertama sampai dengan hari ketiga seluruh tubuh ibu diurut. Dalam
      upaya membersihkan darah kotor dan melancarkan ASI.
                                                                                    25
f.   Memasuki bulan kedua tidak boleh memakan sembarangan dan setiap pagi
     minum segelas saripati kunyit yang berkhasiat untuk ibu dan anak supaya tidak
     masuk angin, menguatkan tubuh dan upaya menjarangkan kelahiran.
g.   Ibu yang menyusui biasanya diminumkan air sari daun-daunan seperti daun
     kates, daun kacang panjang, daun katu, dan lain - lain. Tujuannya agar air susu
     lebih banyak. Selain itu ibu sebaiknya tidak makan makanan yang pedas karena
     dikhawatirkan bayi akan sakit perut.


       Selama dalam masa perawatan, di bagian muka dan badan ibu diberi bedak
dingin, sementara diperut diolesi obat-obatan ramuan dengan dipakaikan bengkung
(gurita) selama 3 bulan. Hal ini berguna untuk menghaluskan muka, tubuh dan
mengecilkan perut.
       Bayi yang didambakan ibu kini telah lahir. Selayaknya ia dirawat dengan
santai, ikhlas, lembut dan tidak boleh emosional. Dalam pangkuan atau gendongan
seorang ibu, bayi akan mendaptkan kehangatan. Mengendong bayi sering kali disertai
dengan “ uyon – uyon” atau nyanyian yang bersifat mendidik dan penuh pengharapan.
Banyak tembang atau nyanyian yang mengandung pelajaran bernilai moral. Bahkan
aqidah Islam serta tasawuf didendangkan ketika mengendong bayi.


PERLAKUAN TERHADAP ANAK
a.   Setelah bayi lahir, dipotong tali pusat, dibersihkan dan dibalut. Lalu diberikan ke
     ayahnya untuk di azankan ditelinga kanan dan diiqamatkan ditelinga kiri.
b.   Dipeucicap (dioleskan dibibir) dengan madu, kuning telur, air zamzam, dan sari
     buah-buahan, sambil membaca doa: “Kuluu wasyrabuu min rizkillah hallalan
     thayyibaa, Kuluu wasyrabuu walaa tusrifuu”(Makan dan minumlah dari rizki
     yang diberikan Allah yang halal dan baik. Makan dan minumlan jangan berlebih-
     lebihan). Hal ini dimaksud agar anak kelak berbicara santun dan baik.
c.   Bak urou ke tujoh, empat belas atau empat puluh empat maksudnya para hari
     tersebut diadakan kenduri aqiqah dengan menyembelih dua ekor kambing yang
     berumur dua tahun ke atas untuk anak laki–laki dan seekor saja untuk anak
     perempuan. Pertanda syukur kepada Allah dan terima kasih kepada semua
     keluarga dan sahabat andai taulan.
d.   Sebagai tanda kebahagiaan mertua (ibu suami) pada hari pertama membawa
     peralatan bayi (tilam disertai sprainya dan bantal di sertai sarungnya, kain popok,


                                                                                     26
     kain panjang, ayunan dan baju bayi). Untuk ibu dibawa limun, susu dan buah –
     buahan segar.
e.   Sejak lahir anak terus dicoba untuk disusui oleh ibunya jika susunya baik dan
     cukup 3 bulan anak tidak makan apa–apa. Kecuali air susu ibu bagi yang tidak
     cukup diberikan makan tambahan berupa sari pisang dan bubur tepung beras. Hal
     tersebut sesuai dengan prinsip kesehatan modern tentang pemberian ASI
     eksklusif. Hanya perkembangan ilmu pengetahuan saat ini menyarankan
     pemberian ASI ekslusif sampai usia 6 bulan.
f.   Pada bulan pertama kebiasaan mertua, keluarga dan tetangga dekat bergatian
     bermalam. Hal ini membantu memberikan pelayanan bagi bayi. Khusus ibu,
     diadakan acara bakar batu dan menjaga api. Hal ini dilakukan agar si ibu merasa
     adanya dukungan dan perhatian penuh dari keluarga dekat. Sehingga menambah
     percaya diri, nyaman, menghilangkan rasa takut, dan memberikan kebahagiaan.
g.   Pada umur 3 bulan anak diberi makanan. Adakalanya pisang dicampur nasi
     digiling halus dan ada pula bubur yang bahannya dari tepung beras. Hal ini juga
     sesuai dengan prinsip kesehatan moderen bahwa anak usia di bawah 1 tahun
     mendapat makanan secara bertahap; dari lunak ke nasi biasa. Pada umur 5 bulan,
     bayi biasanya diberikan nasi yang diulek. Di campur sayur rebus dan tomat.
     Lamanya diberikan nasi di sesuaikan dengan selera anak. Setelah itu nasi biasa
     di tambah sayur, telur    dan ikan segar. Namun sejalan dengan prisip ASI
     eksklusif, maka pemberian makanan lunak pada bayi,i dimulai pada usia 6
     bulan.
h.   Biasanya anak disusui sampai lebih kurang 2 tahun. Hal ini membentuk
     psikologis, kekebalan tubuh dan dapat menunda kehamilan berikutnya. Hal ini
     sesuai dengan firman Allah Surat Al-Baqarah ayat 233.
i.   Pada hari ke-44 di adakan hari peutroun bak tanouh. Pada hari di adakan kenduri
     menurut kemampuan masing-masing dan diikuti oleh beberapa acara antara lain:
     1. Mengundang orang yang alim untuk menurunkan anak ke bawah rumah
         sambil bersalawat. Di halaman rumah ditunggui oleh orang yang dituakan
         untuk mengambil bayi. Kemudian kaki bayi dipijakkan ke tanah sambil
         mengucapkan “Siiruu fil ardhii wabtaghuu min fadhillah, wasykuruu lillahi
         inkuntum iyaahu takbudunn.” Artinya adalah berjalanlah dimuka bumi
         carilah karunia ilahi/ rizki dan bersyukurlah pada Allah jika kamu
         menyembah-Nya. Saat anak dituruntanahkan, dibelah kelapa di atas
         kepalanya. Dibunyikan meriam bambu disertai takbir (Allahu Akbar). Dan

                                                                                 27
         tampillah beberapa orang ahli pedang menebas pohon pisang, serta pohon
         tebu yang melambangkan keberanian dan kepahlawanan menghadapi musuh
         Allah. Sambil berselawat, ayahnya membagi-bagikan hadiah kepada hadirin,
         agar kelak anaknya nanti menjadi dermawan dan berguna untuk masyarakat,
         agama, bangsa dan negara.
     2. Rambut anak dicukur dan ditimbang. Setelah itu berat rambut anak itu
         dinilai dengan emas. Nilai emas tersebut disedekahkan kepada hadirin. Hal
         ini dimaksudkan agar putra-putri mereka kelak menjadi orang yang
         dermawan yang suka membantu saudaranya.
     3. Seperangkat hati ayam diletakkan di atas daun jeruk bali yang di lapisi kapas
         dan cermin. Kemudian hati ayam dengan lapisannya di balik-balik di atas
         dada anak-anak (harapan semoga anak memiliki hati nurani yang cerdas dan
         cerdik dalam mengatasi berbagai masalah kehidupan dan memancarkan sinar
         ilahi).
     4. Pada hari peutren menerima kunjungan sanak keluarga dan tetangga sekitar, .
         Mereka membawa kue, buah-buahan dan uang.
     5. Ketika mengayunkan anak, ibu melantunkan kalimah thaibah, shalawat, dan
       lagu-lagu perjuangan contoh: Laailahaillallah Kalimah Thaiyibah, Bekai Ta
       Matee, Berijang Rayeuk Aneuk Meutuah, Jak Bantu Ayah Jak Prang Kaphee
       (arti dalam bahasa Indonesia : Kalimat Thayyibah, bekal untuk menghadapi
       kematian, Cepatlah Besar Anak Baik, Pergi Bantu Ayah memerangi kaum
       kafir).


Kini Ibu Memasuki Masa Nifas
1. Bebas dari aktivitas ibadah fisik
    Setelah melahirkan seorang ibu akan mengalami         masa nifas (darah kotor)
selama 40 hari. Individunya tidak dianggap kotor walaupun nifas itu sama halnya
dengan darah haid. Pada masa itu seorang wanita malah dibebaskan, bahkan
diharamkan dari kegiatan ibadah yang membutuhkan kekuatan fisik seperti shalat,
puasa, dan membaca Al-Quran.




                                                                                  28
\2. Wajib menjaga kebersihan dan kesehatan
     Pasca melahirkan wanita memerlukan perhatian khusus dibidang kesehatan. Di
samping banyaknya darah kotor yang keluar pada masa nifas, kondisi wanita juga
masih dalam keadaan luka (karena melahirkan). Perawatan kesehatan diperlukan
untuk mencegah berbagai penyakit. Diakui bahwa kebersihan merupakan pangkal
kesehatan Islam telah menjelaskan dengan sangat jelas bahwa kebersihan merupakan
anjuran yang dikaitkan dengan keimanan. Rasulullah SAW bersabda: Kebersihan itu
merupakan bagian dari iman.”(HR:Bukhari)
     Jika jatuh sakit, Islam menganjurkan supaya manusia segera berobat. Ikhtiar atau
usaha merupakan kewajiban dalam agama. Seseorang tidak boleh menyerah pada
nasib dengan alasan taqdir, karena sesungguhnya Islam selalu menyuruh kita berobat
ketika sakit. Rasulullah SAW kemudian berkata: “Berobatlah kamu karena Allah
tidak akan mengadakan penyakit melainkan mengadakan pula obatnya, kecuali hanya
satu penyakit yang tidak dapat diobati yaitu ketuaan”.(Al-Hadist)


3. Larangan melakukan hubungan suami istri selama masa nifas
   Islam melarang suami istri untuk melakukan hubungan intim pada masa nifas
sampai darah kotor tersebut berhenti. Kalau ditinjau dari segi kesehatan, larangan
tersebut mengandung cukup banyak hikmah, seperti, jalan lahir anak pada wanita
masih dalam penyembuhan dari luka yang diakibatkan dari kelahiran bayi.
   Firman Allah SWT:


   “ Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah,
“Itu adalah sesuatu yang kotor”. Karena itu jauhilah istri pada waktu haid; dan
jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci....” (Al-Baqarah: 222)
   Dari ayat di atas, dapat diambil pengertian bahwa suci itu artinya bersih.
Ya...bersih dari darah haid maupun nifas (setelah darah berhenti keluar).


4. Mandi setelah berakhirnya masa nifas
   Setelah berakhirnya masa nifas, seorang wanita diwajibkan untuk mandi. Dengan
demikian maka ia kembali menjadi bersih dan suci. Artinya, segala aktivitas
keagamaan mulai harus diaktifkan kembali dan juga telah sah untuk berhubungan
suami istri. Masa 40 hari merupakan waktu yang cukup untuk memulihkan seorang
wanita baik kesehatan fisik maupun mentalnya.


                                                                                  29
Masa Nifas: Kekhawatiran Ibu Baru
       Semua orang yakin bahwa Ibu dan bapak sesaat setelah lahir bayi merasakan
kebahagiaan yang luar biasa. Namun sebagai ibu baru, kebahagiaan ini tak jarang
disertai berbagai kekhawatiran, dari soal kondisi kesehatan bayi, ketidaktahuan cara
merawatnya, sampai urusan kedekatan hubungan ibu dengan suami. Tak perlu panik,
ibu tidak sendirian.     Banyak ibu baru yang senasib dengan ibu. Mungkin ibu
mengalami hal-hal berikut ini:
   1. Belum jatuh cinta
       Jika ibu mampu mengungkapkan rasa cinta Ibu pada bayi Ibu, maka dia akan
       menjadi orang yang mudah pula mencintai orang lain saat dia besar nanti.
       Namun tak perlu kecil hati jika rasa cinta pada bayi Ibu tidak langsung ada
       saat pertama kali Anda melihatnya.          Kehadiran bayi memang sangat
       mengubah irama kehidupan kita. Jadi kita memang perlu waktu untuk belajar
       jatuh cinta pada bayi kita. Selain itu, proses persalinan yang sulit, kelelahan
       setelah persalinan, atau kondisi bayi yang menangis terus menerus, dapat
       membuat ibu dan ayah menjadi stress. Bagaimana jalan keluarnya? Cobalah
       berbagi dengan saudara atau teman. Biasanya dengan berbagi pengalaman,
       Ibu akan lebih mudah menjalani saat-saat seperti ini.


   Tips:
      Ikatan batin dan kasih sayang dapat dimulai dengan menyusui bayi Ibu
       sesegera mungkin setelah ia lahir (biasanya setengah jam setelah lahir).
       Kontak fisik dan kontak mata pertama dengan buah hati Anda merupakan cara
       utama untuk menghidupkan ikatan batin Anda dengan si kecil
      Usahakan sering berdekatan dengan si kecil, hanya berdua! Cobalah memeluk,
       mengajaknya bermain, atau menyusui tanpa diganggu orang lain, sekalipun itu
       anggota keluarga sendiri.
      Ingatkan pada diri sendiri “Prestasi“ Anda, yaitu melahirkan Si Buah Hati
       dengan selamat.


   2. Belum pandai menyusui
       Jangan khawatir kalau ini terjadi. Sekalipun menyusui adalah proses alami,
       tidak semua ibu (juga bayinya) langsung dapat lancar menjalani proses ini.
       Hari-hari pertama kelahiran bayi merupakan waktu penyesuaian dalam
       menyusui, baik bagi Anda maupun si kecil. Beberapa masalah seperti
                                                                                   30
    payudara bengkak, sedikit luka di puting akibat bayi belum dapat menghisap
    dengan baik, merupakan sebagian dari hal-hal yang mungkin ibu hadapi. Tak
    hanya soal kondisi payudara, banyak ibu baru yang khawatir bayinya tidak
    dapat cukup ASI karena merasa ASI-nya terlalu sedikit. Padahal, tiap bayi
    berbeda. Pola minumnya tidak sama, begitu juga kebutuhannya. Ibu ingin
    tahu bayi ibu cukup mendapat ASI atau tidak? Bawa saja ke dokter atau bidan
    dan timbanglah badannya. Kalau umur 5 (lima) hari beratnya terus turun
    barulah dapat dikatakan kemungkinan ia kekurangan minum.


Tips:
   Kondisi Ibu yang tenang, santai dan sabar akan sangat disukai bayi saat ia
    ingin menyusu. Jadi, inilah kunci utama menyusui. Asal tahu saja, bayi dapat
    merasakan ketenangan ibu. Jadi agar menyusui dengan lancar, jangan gelisah
    dan cemas.
   Berikan ASI sesuai kebutuhan bayi. Bila bayi Ibu menangis karena kehausan,
    tidak usah menunggu sampai tiga jam, segera saja susui dia.




3. Aduh, kok menangis terus?
    Menangis adalah satu-satunya cara bayi baru lahir berkomunikasi. Tetapi ibu
    dapat menjadi panik juga mendengarnya, apalagi kalau belum mampu
    memahami penyebab tangisannya.
    Berikut penyebab bayi menangis:
    a. Lapar, begitu disusui ia akan segera tenang atau tertidur lagi.
    b. Perut kembung.       Mengatasinya, cobalah gosokkan minyak telon di
        punggung/ belakang badan atau di telapak tangannya.
    c. Tak suka “rasa“ ASI. Kalau ia menangis setelah Ibu susui, cobalah ingat-
        ingat, makanan apa yang baru bu makan. Bisa jadi “rasa“ makanan itu
        tidak disukainya atau membuatnya merasa kembung.
    d. Popoknya kotor. Kebanyakan bayi tidak suka popoknya basah atau kotor
        karena tinja.
    e. Merasa sendirian.      Bukankah selama 9 bulan dalam rahim, selain
        mendengar suara-suara dari dalam tubuh ibu, ia juga merasakan
        kehangatan? Itu sebabnya ada bayi yang baru merasa aman dan tenang jika
        ada orang di dekatnya.
                                                                             31
    Tips:
       Membedong bayi dibulan-bulan pertamanya akan membuat si kecil merasa
        hangat dan aman.
       Jika ingin menggendong sementara ibu perlu melakukan kegiatan rumah,
        gunakan alat gendong, sehingga tangan Anda bebas melakukan berbagai
        kegiatan.
       Sendainya bayi terus menerus menangis, bawalah ia ke dokter. Dikhawatirkan
        Si Kecil mengalami gangguan kolik di perut atau gangguan lain dan perlu
        segera mendapat penganan dokter.


    4. Mengapa bayi saya aneh?
        Sebagai ibu baru, secara alami Ibu tentu ingin bayi yang tampak sempurna.
        Tak heran kalau beberapa hal berikut ini membuat ibu khawatir:
        -   Bila ada semacam jerawat kecil di wajah bayi.
        -   Muncul kerak kepala, yakni semacam lemak yang menempel tebal seperti
            kotoran di rambut bayi.
        -   Kulitnya keriput seperti orang tua.
        -   Kulit di jari-jari dan bibirnya mengelupas.
        Jika ibu menemui hal-hal tersebut, tak perlu khawatir. Itu biasa pada bayi baru
        lahir. Tak perlu dilakukan hal khusus untuk mengatasinya, karena kebanyakan
        akan hilang sendiri.


    Tips:
        o Meski tak perlu khawatir, namun bila sangat mengganggu ibu, bawalah ia
            ke dokter agar tahu cara penanganan yang tepat.
        o Untuk kerak kepala, dapat ibu oleskan baby oil di kulit kepala bayi, agar
            mudah terkelupas ketika dimandikan.


    5. Tak terampil merawat
        Ibu belum pandai memandikan bayi, memakaikan baju, membersihkan
        kotoran atau mengganti popoknya? Tenang.....Ibu tak sendirian. Ketrampilan
        seperti ini memang memerlukan latihan berulang-ulang. Makanya, sebelum
        pulang dari rumah sakit, mintalah bantuan perawat untuk mengajari ibu, apa
        yang perlu dilakukan sehubungan dengan merawat bayi baru lahir. Setelah itu,
        cobalah lakukan sendiri di rumah, dengan bimbingan bidan atau orang yang
                                                                                    32
   berpengalaman seperti ibu atau mertua Anda. Percayalah, setelah beberapa
   kali latihan, pasti Anda sudah pandai dan piawai melakukannya sendiri.


Tips:
o Bacalah buku dan majalah sebanyak mungkin. Jangan ragu bertanya pada
   yang lebih berpengalaman dalam urusan merawat bayi. Biasanya Anda akan
   menemukan banyak trik simpel yang memudahkan kita.
o Agar mudah dikenakan, pilihkan si kecil baju yang berkancing depan.
o Pastikan kepala bayi tersangga dengan baik ketika dimandikan atau dipakaikan
   bajunya.


10 Langkah Menuju Pengalaman Indah Menyusui
1. Persiapan:
   Ibu harus banyak makan dan minum. Makanan ibu adalah 5 piring sehari
   (hamil: 4 piring) dan air putih minimal 12 gelas sehari dan juga susu. Tidak
   ada pantangan apapun, kecuali makanan yang ibu alergi dengannya atau tidak
   disukai rasanya oleh janin. Hindari minum jamu pada 6 bulan pertama, karena
   bayi bisa menderita mencret. Pada 6 bulan pertama, bayi tidak perlu diberikan
   makanan dan minuman apapun selain ASI (termasuk jangan memberi pisang
   wak), yakinlah akan kecukupannya karena Allah telah menjamin hal itu.
   Setelah 6 bulan, baru mulai berikan bubur susu, dan sari jeruk.


2. Posisi bayi dan ibu
   Keluarkan sedikit ASI dengan memencet, lalu oleskan pada puting dan daerah
   sekitarnya yang hitam (namanya areola) untuk memberi kelembaban pada
   daerah itu, sekaligus sebagai desinfektan pemati kuman. Pilih posisi ibu yang
   paling santai, boleh duduk, usahakan punggung menyandar pada kursi atau
   dinding, kaki tidak menggantung. Letakkan bayi menghadap perut/ payudara
   ibu. Perutnya menempel ke badan ibu. Pegang bayi pada bahunya dengan satu
   lengan, kepala bayi pada lengkung siku ibu, punggungnya ditahan dengan
   telapak tangan ibu. Satu tangan bayi diletakkan di belakang badan ibu, satu
   lagi di depan (seperti berpelukan dengan ibu). Posisi yang nyaman membuat
   bayi betah menyusui dan tidak pegal.




                                                                             33
3. Pandanglah bayi anda dengan kasih sayang
   Berilah perhatian padanya dengan penuh, jangan sambil mengobrol dengan
   orang lain. Belailah tubuhnya, karena ia akan lebih sehat dan pembangunan
   anti bodi akan lebih efektif dengan belaian ibu, ajak ia bicara dengan suara
   yang lembut.


4. Pegang payudara dengan tepat
   Pegang payudara dengan ibu jari di atas dan jari lain menopang dari bawah,
   jangan cuma menekan puting susu. Beri rangsang bayi agar ia membuka
   mulutnya dengan menyentuh pipi atau sudut mulutnya.          Setelah ia buka
   mulutnya, cepat dekatkan kepalanya ke payudara, masukkan puting ke
   mulutnya. Usahakan sebagian besar areola (daerah hitam sekitar puting) ikut
   masuk ke mulut bayi, bukan putingnya saja,          supaya aliran ASI tidak
   tersumbat, dan puting tidak cepat lecet. Saat bayi mulai menghisap, payudara
   tidak perlu disangga/dipegang lagi.


5. Susui bayi bergantian
   Susui bayi bergantian dengan kedua payudara ibu. Kalau sebelah telah terasa
   kosong, pindahkan bayi ke payudara ibu yang lain. Hindari menyusui hanya
   pada sebelah saja, karena produksi ASI akan menjadi tak seimbang, juga
   payudara akan bengkak bahkan tumbuh bisul akibat sumbatan ASI. Kalau ibu
   merasa kurang nyaman, latihlah berkali-kali agar terbiasa.


6. Melepaskan isapan bayi
   Caranya dengan memasukkan jari kelingking ibu ke mulut bayi lewat sudut
   mulut, atau dagu bayi ditekan ke bawah, sehinga puting tak lecet. Setelah
   menyusui, keluarkan sedikit ASI lagi dan oleskan ke puting dan biarkan
   kering, agar tidak infeksi dan mencegah lecet.


7. Sendawakan bayi
   Sendawa (Aceh : geureu-op) berguna supaya bayi tidak muntah. Caranya
   dengan menggendong bayi tegak menyandar pada bahu ibu atau bapak, sambil
   tepuk punggung badannya perlahan, atau tengkurapkan bayi di pangkuan ibu
   lalu tepuk punggung badannya perlahan untuk mengeluarkan sisa udara dalam
   perut.

                                                                            34
   8. ASI perah
      Jika Anda ingin pergi keluar rumah tanpa membawa bayi, maka perahlah ASI
      ke dalam plastik bersih dan simpan di lemari es (jika di tempat sayuran bisa
      bertahan 24 jam, di freezer tahan 1 bulan), agar penjaga bayi dapat
      menghangatkannya       dan    memberikannya       waktu    ia   haus.     Cara
      menghangatkannya, plastik yang tertutup rapat berisi ASI dicelupkan ke dalam
      air hangat di dalam mangkuk. Jangan panaskan dengan kompor karena akan
      merusak zat-zat yang sangat berguna, seperti antibodi.


   9. Berikan ASI 2 tahun
      Susui bayi sampai 2 tahun, masa perkembangan otak yang sangat cepat. ASI
      mengandung zat-zat yang mencerdaskan otak dan memberi kekebalan tubuh
      yang luar biasa. Ia akan jadi anak yang sehat, jarang sakit dan cerdas.


   10. Imunisasi dan berat badan
      Berilah imunisasi sejak ia baru lahir, tanyakan jadwalnya pada dokter atau
      bidan. Juga rajinlah menimbang berat badan bayi di Posyandu. Jika bayi ibu
      setelah 5 hari melahirkan tidak bertambah berat badannya, maka bawa ia ke
      dokter, mungkin ia kurang cairan. Kalau 3 bulan berturut-turut berat bayi
      tidak naik atau ia sering sakit, segera periksakan ke dokter.


Menjaga Jarak Kehamilan
   Islam secara tersurat dan tersirat telah menjelaskan bahwa seorang wanita boleh
menjaga jarak dalam mengatur kehamilan. Menjaga jarak dengan tujuan memberikan
anak perhatian yang cukup demi kesehatan wanita itu sendiri. Mengandung dan
melahirkan merupakan sebuah perjuangan yang beresiko tinggi. Kelalaian dalam
menjaga kesehatan dan keselamatan ibu hamil dapat berakibat fatal bahkan dapat
menyebabkan seorang wanita meninggal dunia ketika hamil atau melahirkan. Maka
Al-Quran menegaskan bahwa seorang ibu harus menyusui anaknya secara baik dan
mencukupi dengan batas waktu hingga 2 tahun.


   Firman Allah SWT:
   “ Dan Ibu-ibu hendaklah menyusui anaknya dua tahun penuh, bagi yang ingin
menyusui secara sempurna..”.(QS. Al-Baqarah: 233)


                                                                                 35
   Kalau seorang wanita memberikan ASI secara sempurna hingga 2 tahun, artinya
dia tidak hamil selama dalam proses tersebut. Kehamilan itu sendiri membutuhkan
sebuah perjuangan yang akan merepotkan seorang ibu dalam menyapih bayinya.
Setelah 2 tahun barulah seorang ibu boleh hamil kembali dan proses kehamilan itu
sendiri membutuhkan waktu hingga 9 bulan. Berarti jarak yang ideal bagi seorang ibu
untuk mempunyai anak (melahirkan) adalah 2 tahun 9 bulan.
       Meskipun memiliki anak merupakan hak kedua orang tua baik ibu maupun
bapak, bukan berarti seorang ayah sebagai pemimpin dalam rumah tangga boleh
memaksakan kehendaknya dalam menentukan jumlah anak dan mengatur jarak antar
anak, karena Islam sangat menekankan pentingya musyawarah dalam segala urusan.
Apalagi dalam hal yang sangat penting dan beresiko bagi salah satu pihak. Dalam hal
ini Allah SWT berfirman: “.... Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan
itu.” (QS. Ali Imran:159)




Hak – Hak Anak dalam Islam
1. Hak nafkah yang ma’ruf (baik secara kesehatan, dan sosial)
   Sejak masa bayi seorang anak membutuhkan makanan dengan gizi yang cukup
dan seimbang untuk mendukung pertumbuhannya. Ketidakseimbangan gizi pada masa
tersebut akan membuat anak rentan terhadap berbagai ancaman baik dari luar maupun
dari dalam. Ancaman dari luar seperti penyakit yang mudah masuk ke dalam tubuh
karena lemahnya daya tahan tubuh. Sedangkan dari faktor dalam dapat saja
disebabkan dari pertumbuhan yang tidak normal, bisa saja membuat anak tidak
tumbuh wajar secara fisik maupun psikis.
   Dalam Islam, nafkah kepada anak telah ditegaskan pada beberapa tempat dalam
Al-Quran:
   “ Hendaklah memberi nafkah menurut kemampuannya.”(QS. At-Talaq:5)


2. Mendapatkan air susu ibu (ASI)
   Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan pokok dan paling bagus bagi anak
terutama ketika hari-hari pertama kelahirannya, Islam telah menegaskan kepada orang
tua agar memberikan ASI yang cukup kepada anaknya hingga usia 2 tahun.:
Allah SWT berfirman:
   “ Seorang ibu mengandung anak dan menyapih (memberikan air susu) kepada
anaknya selama 30 bulan.” (QS. Al-Ahqaf : 15)

                                                                                36
       Dalam ayat di atas disebutkan masa 30 bulan diperlukan seorang ibu dalam
mengandung anak dan menyusuinya. Masa 30 bulan itu terbagi kepada dua fase, yaitu
fase kehamilan dan menyusui. Kalau menyusui telah disebutkan pada ayat
sebelumnya adalah 2 tahun yang sama dengan 24 bulan, berarti sisa 6 bulan lagi
adalah untuk masa mengandung. Masalah ini dapat ditafsirkan bahwa usia kandungan
seorang wanita hamil minimal adalah 6 bulan. Dengan kata lain, kalau seseorang
melahirkan pada usia kandungan 6 bulan, maka kandungan itu dapat digolongkan
telah sempurna.
       Ayat ini juga bisa digunakan untuk menyelesaikan perselisihan di antara suami
istri. Jika ternyata seorang istri melahirkan pada usia kandungan 6 bulan sejak
pertama kali berhubungan intim, dalam keadaan seperti ini seorang suami tidak boleh
menuduh istrinya telah berhubungan intim sebelumnya dengan orang lain, karena usia
kandungan 6 bulan tersebut diakui keberadaanya di dalam agama Islam.


3. Makanan harus cukup
   Di samping ASI, seorang anak membutuhkan makanan tambahan seiring dengan
bertambahnya usia. Orang tua harus menyediakan makanan yang cukup dan bergizi
supaya anak-anak dapat tumbuh sehat dan cerdas. Dalam masalah nafkah Islam
memberikan tanggung jawab tersebut kepada suami sebagai pemimpin dalam rumah
tangga. Hal ini termaktub dalam Firman Allah SWT: “ Ayah harus memberikan
kepada mereka nafkah dan pakaian dengan ma'ruf. (QS. Al-Baqarah 233)
Disini dapat dikatakan bahwa kedudukan suami akan mendapatkan tempat istimewa
di mata Allah SWT, manakala ia mampu bershadaqah kepada keluarganya.
   Seorang suami harus memberikan sesuatu kepada istrinya. Tetapi secara tersirat
dapat dikatakan bahwa memberikan nafkah kepada istri pasti juga akan ikut dimakan
oleh anak terutama yang masih bayi. Seorang anak khusunya bayi tidak mungkin
dapat dipisahkan dari ibunya.
   Ma'ruf dalam ayat di atas berarti layak dan sesuai dengan kemampuan, jika
seorang ayah mempunyai kemampuan di bidang ekonomi maka ia harus memberikan
nafkah berupa makanan kepada anaknya dengan standar yang sesuai dengan
penghasilannya, Demikian juga dengan ayah yang miskin, akan memberikan nafkah
sesuai dengan kemampuannya.




                                                                                 37
4. Pakaian harus layak
   Di samping makanan, seorang anak juga membutuhkan perlengkapan sehari-hari
seperti pakaian yang layak dan bersih. Masa bayi merupakan masa rentan terhadap
berbagai penyakit. Menyediakan pakaian yang layak dan menjaga kesehatan pakaian
yang digunakan bayi, sangat penting dalam menjaga kesehatan anak tersebut. Dalam
hal ini Al - Quran telah mewajibkan orang tua supaya memberikan pakaian kepada
anaknya dengan cara yang baik (makruf).
   Kata makruf berarti baik. Artinya pakaian yang diberikan kepada anak harus baik
dan memenuhi syarat dari segi kesehatan dan juga sesuai dengan penghasilan seorang
ayah. Di samping itu, juga harus selalu dijaga kebersihannya. Islam adalah agama
bersih dan sangat peduli terhadap kebersihan. Bahkan dalam sebuah hadits kebersihan
itu dikaitkan dengan keimanan. Bahkan kebersihan merupakan bagian dari iman.
Artinya orang yang tidak bersih berarti tidak memiliki sebagian dari iman. Sehingga
dapat dikatakan imannya belum sempurna.


5. Tempat tinggal yang memadai
   Seorang anak harus disediakan tempat tinggal yang layak dan bersih sesuai
dengan kemampuan seorang ayah. Islam mengakui kesederhanaan dalam hidup tetapi
sederhana tidak identik dengan kumuh dan jorok. Rasulullah SAW bersabda:
   “ Kebersihan adalah bagian dari iman.” (HR:Bukhari)
   Dalam memberikan tempat tinggal dan tempat tidur bagi anak khusunya bayi
harus selalu dijaga kebersihan dan kelayakannya. Sesuai firman Allah SWT: “
Tempatkan mereka di tempat tinggal yang kamu tempati.” (Al-Maidah;8)
   Dhamir (kata ganti) yang digunakan dalam ayat di atas adalah hunna yang
bermakna mereka (istri). Tapi tidak berarti Allah SWT hanya memerintahkan suami
untuk menyediakan tempat tinggal kepada istrinya saja. Perintah yang ditujukan untuk
istri juga mencakup anak-anak terutama bayi, karena tidak mungkin memisahkan
seorang istri (ibu) dengan anak yang masih kecil. Berarti kewajiban menyediakan
tempat tinggal juga mencakup anak, dengan memberikan kepada mereka kebutuhan
dan perlengkapan tidur yang dibutuhkan oleh anak-anak.


6. Hak memperoleh keadilan dari orang tua
   Seorang anak berhak memperoleh keadilan dari orang mereka baik dalam hal
nafkah, kesehatan maupun perhatian. Orang tua tidak boleh melebihkan salah seorang
anak terhadap yang lain

                                                                                 38
       Sebagai seorang pemimpin seorang ayah akan diminta pertanggungjawaban
atas kepemimpinannya dalam rumah tangga, masalah keadilan sangat diperhatikan
dalam Islam sehingga mengaitkannya dengan ketakwaan.
       Allah SWT berfirman:
   “ Berlaku adillah, karena keadilan itu lebih dekat kepada taqwa.” (QS. Al-
Maidah:8)
   Di samping keadilan merupakan bagian dari cara mencapai ketakwaan, keadilan
itu sendiri merupakan kewajiban yang tidak bisa diabaikan begitu saja, kalau
diabaikan akan berdosa.    Karena Allah telah mengharamkan kezaliman di antara
makhluknya.


7. Anak-anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak
   Pendidikan merupakan hak setiap manusia. Orang tua wajib memberikan
pendidikan layak dan cukup kepada anaknya. Bahkan sejak usia dini (kanak-kanak)
Islam menekankan pentingnya pendidikan tersebut. Dalam sebuah Hadits Rasulullah
SAW bersabda: ” Suruhlah anak – anakmu mengerjakan shalat bila mereka sudah
berumur 7 tahun, dan pukullah jika mereka meninggalkannya bila mereka telah
berumur 10 tahun, dan pisahkanlah mereka di tempat tidur”. (HR.Ahmad,Abu Daud
dan Hakim yang mengatakan hadits ini shahih atas syarah muslim).


   Usia 7 tahun adalah usia yang sangat cocok untuk diberikan berbagai pendidikan
kepada anak-anak. Sehingga orang tua harus memberikannya kepada anak mereka
sejak usia tersebut bahkan sebelum 7 tahun sekalipun.




8. Hak memperoleh nama yang baik dari orang tua
   Seorang anak berhakmendapatkan nama baik yang mengandung makna mulia,
sehingga secara psikologis seorang anak tidak merasa minder karena namanya dihina
oleh orang lain. Kesalahan atau asal-asalan dalam memberikan nama pada anak akan
berpengaruh dalam pergaulan ketika anak itu menjadi dewasa. Akibatnya anak
terhambat pergaulan dan kreatifitas di kemudian hari. Dalam hal ini Rasulullah SAW
bersabda: “Anak itu tergadai dengan aqikah yang disembelih pada hari ketujuh
kelahirannya. Dan dicukur rambutnya dan diberikan nama yang baik.” (HR:
Turmuzi)


                                                                               39
Ada kesalahpahaman masyarakat tentang perawatan ibu setelah persalinan dari
segi kesehatan:
   1. Ibu tidak boleh banyak minum. Hal ini keliru karena untuk menghasilkan
       banyak ASI dan mengembalikan jumlah darah setelah pendarahan persalinan,
       ibu memerlukan cairan terutama melalui minuman. Justru ibu seharusnya
       banyak minum susu, sari buah, air putih dan cairan lainnya, minimal 12 gelas
       sehari.
   2. Pengasapan (madeung).
       Perlakuan ini makin membuat ibu kekurangan cairan sehingga akan
       mengurangi produksi ASI dan memperlambat penyembuhan luka.
   3. Pemanasan dengan batu panas.
       Bagi ibu yang kekurangan cairan maka bila dipanaskan lagi dengan
       menempelkan panas tentu akan menyebabkan dehidrasi makin parah.
   4. Pantangan makanan bergizi bagi ibu.
       Biasanya ibu-ibu yang baru melahirkan hanya boleh mengkonsumsi ikan teri
       yang digongseng (kareng teulheue). Hal ini tentu akan menyebabkan ibu
       kekurangan protein dan bahan-bahan lain untuk penyembuhan luka,
       pengembalian jumlah darah, dan produksi ASI. Bahkan dapat menyebabkan
       terhentinya produksi ASI dan bayi akan kehilangan makanan paling berharga.


   5. Tidak boleh turun/ keluar rumah sebelum 40 hari. Perlakuan ini pada bayi
       akan menyebabkan bayi tidak terkena sinar matahari. Padahal ini sangat
       penting bagi pembentukan vitamin D yang bermanfaat untuk pertumbuhan
       tulang. Sementara bagi ibu yang baru melahirkan larangan ini akan membatasi
       ruang geraknya sehingga penyembuhan luka akan makin lambat.




Tumbuh Kembang Bayi
   Bayi tidak hanya bertambah besar, tapi ia bertambah pintar. Bertambah berat dan
besarnya tubuh disebut ’’Pertumbuhan“, sedangkan bertambah pintarnya dia duduk,
berdiri, berjalan, disebut ’’Perkembangan“. Ada anaknya pertumbuhannya normal,
tapi perkembangannya lamban (tidak normal). Maka kita perlu tahu tahap-tahap
perkembangannya, supaya dapat mengetahui lebih awal jika anak kita mengalami
kelainan tertentu. Ada beberapa macam ketrampilan yang mencakup :


                                                                                40
1. Perkembangan motorik kasar
   Kemampuan si kecil dalam menggunakan otot-otot besar untuk melakukan
   gerakan ’’Kasar“, Misalnya:
       o Usia 0-1,5 bulan, ia menggerakkan tangan dan kakinya untuk
          menunjukkan bahwa ia tertarik dengan sesuatu di dekatnya.
       o Usia 1,5-3 bulan, ia mulai mengangkat kepalanya pada posisi
          telungkup.
       o Usia 3-6 bulan, ia mulai dapat mengangkat dan menahan kepalanya
          sendiri untuk beberapa saat lamanya, mulai mengguling-gulingkan
          tubuhnya ke kanan dan ke kiri, dan belajar untuk duduk. Bantulah
          dengan mendudukkannya dan menyandarkan tubuhnya pada bantal
       o Usia 6-9 bulan, ia mampu duduk sendiri tanpa bantuan, mulai belajar
          merangkak, menggulingkan tubuhnya untuk berpindah tempat, dan
          kalau Anda pegang pinggangnya, ia bersemangat untuk menggerakkan
          kedua kakinya, dan.....belajar berjalan!
       o Usia 9-12 bulan, ia mampu merangkak             dan bersemangat belajar
          berjalan.


2. Perkembangan motorik halus
   Kemampuan lebih lanjut dari motorik kasar dalam mengendalikan diri serta
tubuhnya, memungkinkan ia melakukan gerakan-gerakan halus, misalnya;
o Usia 0-1,5 bulan, ia mengangkat tubuhnya seperti “ Kejang - Kejang“ dalam
   rangka belajar mengendalikan diri.      Itu sebabnya ibu perlu hati-hati dan
   memegangnya kuat-kuat saat menggendongnya.
o Usia 1,5- 3 bulan, ia mulai aktif mengendalikan terakan otot tangan dan
   kakinya.   Itu sebabnya ibu akan melihat si kecil mampu meraih serta
   menggenggam benda-benda kecil yang ibu berikan padanya.            Berikanlah
   mainan kecil, tapi jagalah supaya tidak dimakannya.
o Usia 3-6 bulan, ia mulai senang bermain dengan kedua tangannya, meraih jari-
   jari kakinya dan gemar memasukkan semua benda yang berhasil dipegangnya
   ke dalam mulut.      Beginilah cara ia mengenal aneka jenis mainannya.
   Sediakanlah mainan, biarkan ia menggigitnya tapi cucilah dahulu mainan itu
   dengan air panas agar ia tidak diare/mencret.
o Umur 6-9 bulan, ia gemar mengamati dan mempelajari bentuk dan ukuran
   benda yang dipegangnya, mulai belajar memegang cangkir minumnya dan

                                                                             41
       mampu memindahkan benda yang dipegangnya dari satu tangan ke tangan
       lain.
   o Umur 9-12 bulan, senang mengambil dan membuang benda, serta berlatih cara
       menjatuhkan benda dengan’’Baik“, belajar menggunakan ibu jari dan telunjuk
       untuk mengambil benda ukuran kecil.


   3. Perkembangan kognitif
       Yakni kemampuan si kecil memahami, dan menyelesaikan suatu masalah.
       Misalnya pada usia 2 bulan ia mampu mengenal dan menyentuh benda-benda
       di sekitarnya dengan menggunakan mata dan tangannya, ia mampu
       menyesuaikan gerakan tangan dengan matanya.


   4. Perkembangan Sosial dan Emosi
       Ini adalah kemampuan si kecil untuk dapat berinteraksi dengan orang lain.
       Misalnya bayi usia 10 bulan akan membalas lambaian tangan (dadah-dadah)
       kita padanya, dan mulai tersenyum.


   5. Perkembangan bicara dan bahasa
       Ini merupakan tingkat kemampuan si kecil memahami sekaligus menggunakan
       bahasa sebagai alat berkomunikasi. Umumnya muncul ketika si kecil
       mencapai satu tahun. Bayi yang sering diajak berbicara sejak dalam
       kandungan biasanya lebih cepat dan pandai berkomunikasi, sesuai bahasa
       yang digunakan orangtuanya.


   Mempelajari Perkembangan anak sangat penting agar kita dapat mendeteksi dini
gangguan-gangguan perkembangan yang ringan. Dapat merangsangnya jika ia kurang
stimulasi, ataupun gangguan perkembangan yang parah, seperti Autisme, Sindroma
Down, Hiperaktif, Disleksia dan sebagainya yang perlu penanganan ahli (dokter
ataupun psikolog Anak). Disinilah peran bapak dan keluarga akan sangat bermakna.




                                                                               42
                                     BAB VI

                                   PENUTUP

     Masyarakat Aceh (baik dari pandangan adat, agama dan kesehatan) memberi
prioritas kepada kesehatan ibu hamil dan anak secara prima. Bagi masyarakat Aceh
yang mayoritas muslim, ibu hamil dan anak merupakan tumpuan harapan yang sangat
menentukan pertumbuhan, perkembangan dan penerusan generasi Aceh ke depan.
Karena itu, setiap ibu hamil disambut gembira oleh keluarga suami–istri dan diberikan
spirit serta diciptakan kondisi yang menyenangkan. Masyarakat Aceh dapat
memahami pengaruh psikologis ibu hamil terhadap pertumbuhan dan perkembangan
anak dalam kandungan. Dengan ini lahirlah petuah–petuah dan pantangan–pantangan
yang bertujuan menjaga kehamilan terpelihara dan selamat sampai melahirkan.
     Kesehatan ibu hamil harus terus di perhatikan. Hal ini dapat dilihat dari pelayan
keluarga terhadap kebutuhan ibu itu melahirkan, baik dari segi makanan, ramuan, obat
–obatan, thet bate e(bakar batu), salee (diasapi), dan lain-lain. Semua pelayan ini
sebagai upaya memulihkan kesehatan seperti semula, sehingga keberadaan ibu
maksimal dalam mendidik dan menjaga kesehatan anak-anaknya. Begitu pula
kepedulian terhadap kesehatan anak semata wayang yang meneruskan keturunan
orang tuanya.
      Setiap orang tua menganggap anak adalah harta yang paling berharga di dunia
ini. Oleh karena itu, memelihara kesehatan anak merupakan kewajiban orang tua.
Diharapkan dukungan dari berbagai pihak untuk melestarikan kembali adat-istiadat
Aceh yang mulai terabaikan. Terutama pihak masyarakat, pemda, ulama, cendikiawan
serta elemen masyarakat lainnya.


Kesimpulan dan rekomendasi:
a.   Adat Aceh yang bersanding dengan Al-quran dan hadis, sangat memuliakan dan
     memberi penghormatan bagi ibu hamil dan anaknya. Mendorong anggota
     keluarga dan masyarakat untuk memberi bantuan dalam mengayomi ibu hamil
     dan anaknya.
b.   Persoalan kekurangan gizi, penyakit, serta ancaman kematian ibu hamil dan
     anaknya, dapat dicegah dan diatasi apabila masyarakat mematuhi ketentuan adat-
     istiadat Aceh nan islami.



                                                                                   43
c.   Ibu hamil tidak boleh melakukan kerja berat, untuk itu akan dibantu dari pihak
     keluarga dekat dan masyarakat.
d.   Kalaulah seluruh masyarakat memahami dan melaksanakan nilai-nilai Islam
     yang terdapat di dalam adat-istiadat Aceh, maka ia akan paralel dengan
     kebutuhan dan konsep kesehatan modern. Pada akhirnya akan membawa solusi
     kontruktif bagi problema kesehatan ibu hamil dan anak. Juga ibu dan anak dari
     keluarga miskin pun tidak akan kekurangan gizi, karena seluruh ahli famili,
     keluarga, masyarakat dan adat, siap memberi bantuannya.
e.   Pemeliharaan ibu hamil dan anak bayinya merupakan tanggung jawab keluarga
     suami dan masyarakat setempat.
f.   Maka untuk itu perlu dilakukan sosialisasi adat-istiadat Aceh dalam masyarakat,
     agar mereka memahami kembali pentingnya pengamalan nilai-nilai adat
     tertutama melindungi ibu hamil dan anak.
g.   Kegiatan sosialisasi dapat dilakukan dalam bentuk, antara lain:
     1. Penyuluhan dan pelatihan
     2. Pertemuan majelis taklim,
           i. Kegiatan PKK, POSYANDU.
           ii. Cerdas-cermat/ quis tentang Safe Motherhood, kaum ibu dan ayah.
           iii. Membudayakan seni dan budaya Aceh yang islami, seperti:
               perlombaan meayoun aneuk ngon syair aceh.
           iv. Melalui berbagai upacara adat dan adat-istiadat.




Tim Perumus:
1. Dr.H Mustanir M.Sc                 ( Ketua IKADI NAD )
2. Safrilsyah Syarief, M.Psi          ( Sekretaris IKADI NAD).
3. Drs. H. A. Rahman Kaoy             ( Wakil Majelis Adat Aceh NAD).
4. Hj. Dahlia M.Ag                    ( Presedium Syuraa Ureung Inong Aceh)
5. Maria Ulfa, S.Psi                  ( Dosen Fakultas Psikologi UNMUHA).
6. Dr.Hj. Rosaria Indah               ( Direktur R.S. BSMI )
7. Cut Januarita, S.Si                ( Da’iyah )
8. Abu Bakar, M.Si                    ( PKBI )
9. Israk Ahmadsyah. M. Ec             ( MPU Kota Banda Aceh )
10. Tgk. Hasbi al-Bayuni              ( HUDA )
11. Tgk.H.Muhammad Djuned             ( HUDA )
12. H.Muliadi Nurdin,Lc               ( Depag Aceh Besar )




                                                                                 44
                           DAFTAR PUSTAKA

Abd. Al Rahim Umran, Prof, 1997. Islam dan KB, Mizan, Bandung.
Andi Baso Zohra, Rahardjo Judi, 1997. Kesehatan Reproduksi Panduan Bagi
Perempuan,Cetakan pertama,Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Sulawesi
Selatan dan The Ford Foundation.
Anita Hardon and Elizabeth Hayes, 1300.Reproductive Right in Practice; a Femily
Report on the Quality of Care, Zed, New York.
Arifin, 2001. Menguak Misteri Ajaran Agama – Agama, PT. Golden Terayon Press,
Jakarta.
Asghar Ali Engeneer, 1994. Hak-hak Perempuan Dalam Islam, LSPP, Yogyakarta.
Baziat A.et.All, 1993. Endokrinologi Ginekologi, Kelompok Studi Endokrinologi
Reproduksi Indonesia, Media Aesculapius, Jakarta.
Chalidjah Hasan, 1974. Laporan Hasil Penelitian Kelahiran dan Pengasuhan Anak
di Pedesaan Aceh Besar, PLPUS Aceh, Banda Aceh.
Elga Sarapung,Masruchah, M.Imam Aziz, 1999. Agama dan Kesehatan Reproduksi,
tt: Pustaka Sinar Harapan Bekerjasama dengan Yayasan Kesejahteraan Fatayat dan
Ford Foundation.
Ibrahim Hosen, Prof, KH, 1971. Fikih Perbandingan dalam Masalah Nikah, Thalak,
Rujuk dan Hukum Kewarisan, Badan Penerbitan dan Perpustakaan Islam Yayasan
Ihya Ulumuddin Indonesia, Jakarta.
Kartini. 1993/1994. Laporan Hasil Penelitian, Pola Pengasuhan Anak Balita dalam
Keluarga di Pedesaan Aceh (Study pada beberapa desa di kecamatan
Mufid Syafi’i Ahmad. Dialog Agama dan Kebangsaan. 2001. Nur Arifin. Jakarta.
Masdar F. Mas’udi, 1997. Islam dan Hak-hak Reproduksi Perempuan, cetakan kedua,
Mizan, Bandung
Memorandum of Internasional Conference on Population and Reproductive Health in
the Muslm World, 1998 Cairo: 24-27 Februari
Mohsin Ebrahim, A.F., 1998. Aborsi Kontrasepsi dan mengatasi Kemandulan ( Isu-
isu Biomedis dalam Perspektif Islam), Cetakan kedua, Mizan, Bandung.
Ollenburger C. Jane. Dan Moore A. Helen. 2002. Sosiologi Wanita. PT Rineka Cipta.
Jakarta.
Qaimi, Ali. 2002. Menggapai Langit Masa Depan Anak. Cahaya. Bogor.
Sayyid Sabiq,Fiqh al-Sunnah,tt:t.p.,t.th.
Siti Marhamah Mujib,Siti Hayyinah Sodiqin, 2000. Kekerasan dalam Rumah Tangga
( KDRT ),Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perempuan ( LKP2) Fatayat NU dan
The Asia Foundation, Jakarta.
Wiknjosastro H, 1997. Ilmu Kebidanan, Ed. Ketiga, Cetakan Keempat, Yayasan Bina
Pustaka Sarwono Prawiroharjo, Jakarta.
YPP,1997. Seri Kesehatan Reproduksi dan Petani Perempuan, kerjasama Yayasan
Pengembangan Pedesaan Dengan The Ford Foundation, Malang.
Zainah Anwar,Rasyidah Abdullah, 2000. Islam,Reproductive Heath and Women’s
Rights, Sisters in Islam, Kuala Lumpur.
                                                                       45

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:406
posted:6/4/2011
language:Indonesian
pages:45
About