Docstoc

MENGELIMINASI KESULITAN SISWA MENJAWAB SOAL UJIAN NASIONAL BAHASA INGGRIS MELALUI PEMBELAJARAN

Document Sample
MENGELIMINASI KESULITAN SISWA MENJAWAB SOAL UJIAN NASIONAL BAHASA INGGRIS MELALUI PEMBELAJARAN Powered By Docstoc
					     MENGELIMINASI KESULITAN SISWA MENJAWAB SOAL UJIAN
       NASIONAL BAHASA INGGRIS MELALUI PEMBELAJARAN
                                         Oleh : Burhanuddin

                                    Guru di SMKN 1 Watansoppeng

BAB I

PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang

        Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003 dijelaskan bahwa:

        Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan watak serta peradaban
        bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
        berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada
        Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi
        warga    Negara    yang   demokratis      serta   bertanggung    jawab    (2005:   65-66).

        Upaya pembaharuan pendidikan sebagaimana yang tertuang di dalam Undang-Undang Sistem
        Pendidikan Nasional Tahun 2003, adalah re-orientasi pendidikan ke arah pendidikan berbasis
        kompetensi. Di dalam pembelajaran berbasis kompetensi tersebut tersirat adanya nilai-nilai
        pembentukan manusia Indonesia seutuhnya, sebagai pribadi yang integral, produktif, kreatif dan
        memiliki sikap kepemimpinan dan berwawasan keilmuan sebagai warga negara yang
        bertanggung-jawab. Indikator ini akan terwujud apabila diiringi dengan upaya peningkatan mutu
        dan relevansi sumber daya manusia (SDM) melalui proses pada berbagai jenjang pendidikan,
        khususnya pendidikan pada Sekolah Menengah Kejuruan. Relevansi pendidikan kejuruan
        sebagai strategi dalam pemenuhan tenaga kerja di dunia usaha dan industri sampai saat ini
        belum menunjukkan hasil yang maksimal dalam peningkatan mutu SDM. Hal ini disebabkan
        karena pelaksanaan dan pengembangan pendidikan teknologi kejuruan masih jauh tertinggal,
        baik komparasi international maupun nasional.

        Menurut Dudung Agus (2004) pendidikan di Indonesia saat ini menghadapi masalah serius yaitu:
        (1) cukup banyak lulusan sekolah menengah yang tidak melanjutkan pendidikan (putus sekolah)
        yang jika tidak bekerja akan menambah jumlah pengangguran, (2) lulusan sekolah menengah
        yang tidak mampu menerapkan pengetahuan yang didapat dari sekolah ke dalam kehidupan
        sehari-hari, dan (3) secara komparatif mutu pendidikan di Indoensia sangat rendah di dunia. Data
        lain menunjukkan bahwa Human Developmen Index ( HDI) Indonesia menduduki peringkat 112
        dari 115 negara yang disurvei bahkan berada di bawah Vietnam (Sonhadji Ahmad, 2004).

        Selanjutnya menurut Maksum, H (2004) mengatakan sejumlah masalah yang dihadapi oleh
        pendidikan kejuruan antara lain adalah:

        (1) belum optimalnya pencapaian kompetensi lulusan,
        (2) rendahnya mutu lulusan,
        (3) perlunya penyesuaian relevansi antara lulusan dengan pasar kerja,
        (4) kepedulian industri terhadap pendidikan kejuruan,
(5) sarana dan prasarana pendukung pembelajaran yang belum memadai.

Menyikapi persoalan di atas, Direktorat Pembinaan SMK dalam Kebijakan Umum dikatakan
bahwa sejalan dengan arah Kebijakan Nasional Pembangunan Pendidikan sebagaimana
dituangkan dalam Renstra Departemen Pendidikan Nasional tahun 2005 - 2009, prioritas
pembangunan ke depan diarahkan pada pemerataan dan perluasan akses pendidikan,
peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing, serta penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan
pencitraan publik. Sedangkan upaya mengembangkan mutu, relevansi, dan daya saing SMK
diarahkan pada peningkatan kualitas pembelajaran dan kualitas lulusan sehingga akan dapat
meningkatkan jumlah lulusan SMK yang berwirausaha atau bekerja di dalam maupun luar negeri
melalui realisasi SMK bertaraf Internasional, SMK berbasis keunggulan lokal, Inovasi
pengembangan SMK, pengadaan peralatan pembelajaran SMK, pengembangan SMK model,
pengembangan perpustakaan, sertifikasi uji kompetensi, pengembangan kewirausahaan,
pengembangan club bakat dan minat, sertifikasi Bahasa Inggris, beasiswa prestasi, Bantuan
Operasional Manajemen Mutu (BOMM) SMK, dan Lomba Kompetensi Siswa (LKS)
http://publik.ditpsmk.net/program.

Untuk mengantisipasi permasalahan di atas maka lahirlah Kurikulum Berbasis Kompetensi
(KBK). Menurut Bintaro dan Handoyo (2004) bahwa KBK lahir dari anggapan adanya perbedaan
individu siswa menuntut perubahan prilaku guru di kelas. Jika selama ini guru merupakan sumber
informasi (teacher center) dan pelaku utama dalam proses pembelajaran, maka melalui
pendekatan kompetensi, guru sebagai manager dan kegiatan pembelajaran dilakukan oleh siswa
sendiri sebagai pelaku pembelajaran (student center learning). Dengan demikian dalam kelas
dituntut peranan seorang guru dalam mengoptimalkan pembelajaran. Sebagaimana yang
dikatakan oleh J.J. Hasibuan (1993) bahwa mengajar adalah suatu perbuatan yang kompleks (a
highly complexion process). Disebut kompleks karena dituntut daripadanya kemampuan
personal, professional, dan sosial-kultural secara terpadu dalam proses belajar-mengajar.
Dikatakan kompleks karena dituntut daripadanya

Fenomena yang digambarkan di atas haruslah disikapi bijak oleh guru sebagai motor penggerak
keberhasilan siswa untuk peningkatan kompetensi yang mampu bersaing didunia kerja. Salah
satu sekolah kejuruan yang telah menerapkan pola manajemen berbasis ISO 9001:2000 adalah
SMKN 1 Watansoppeng. Sekolah ini juga telah berhasil menjadi Sekolah Bertaraf Internasional
(SBI). Sebagai sebuah sekolah bertaraf internasional tentu harus menampilkan sesuatu yang
membedakan dengan sekolah lain. Dan yang membedakan itu adalah managemen kepala
sekolah, proses pembelajaran di kelas yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang,
memotivasi perserta didik untuk berpartisipasi aktif, nilai kelulusan siswa yang tercapai sesuai
target, dan adanya akuntabilitas dan transparansi publik. Dalam proses pembelajaran di kelas
minimal 50% jurusan produktif menggunakan Bahasa Inggris, begitu juga dengan Matematika
dan Bahasa Indonesia harus menggunakan bahasa Inggris dalam pembelajaran.

Kenyataan dilapangan tidak sesuai dengan harapan. Dalam pengamatan penulis hampir seluruh
guru produktif masih menggunakan bahasa Indonesia dalam pembelajaran. Begitu juga guru
Matematika dan bahasa Indonesia. Persoalannya adalah jika guru Matematika , Bahasa
Indonesia dan guru-guru lain menggunakan Bahasa Inggris, apakah siswa memahaminya.
Setelah melakukan wawancara terbuka non terstruktur dengan beberapa siswa, ternyata mereka
belum mampu untuk menerima pembelajaran dengan menggunakan pengantar Bahasa Inggris.
Ada dugaan bahwa ketidaksiapan dan ketidak mampuan siswa tersebut terkait dengan nilai
Bahasa Inggris mereka dibawah rata-rata.
Tabel 1.1 Data Tentang Nilai Lulusan Bahasa Inggris SMKN 1Watansoppeng

Tahun           Rata-rata       nilai    Tertinggi    Terendah     Std.     Deviasi    Klasifikasi
2004/2005       4,40                5,83                3,30                0,65                E
2005/2006       6,01                6,80                4,40                0,51                C

(Sumber: (WMM) Wakil Manajemen Mutu SMKN1 Watansoppeng, 2007) Dengan memperhatikan
tabel di atas nampaklah bahwa masalah yang dihadapi siswa SMKN 1Watansoppeng adalah ada
kesenjangan antara kualitas lulusan dengan kebutuhan masyarakat di era globalisasi. Kebutuhan
masyarakat diera globalisasi ini sebagaimana yang tersirat dalam dokumen ISO 9001:2000
adalah minimal ketercapaian nilai siswa 7,00 sebesar 20%. Kenyataannya adalah pada tahun
2004/2005 jumlah siswa yang mencapai 7,00 adalah 0%, begitu juga pada tahun 2005/2006
jumlah siswa yang mencapai angka 7,00 sebesar 0%.

Gambaran lain yang menunjukkan adanya kesulitan siswa menjawab soal-soal Ujian Nasional
Bahasa Inggris adalah ketika dilakukan "Try Out" tiga mata pelajaran UAN. Hasilnya dapat dilihat
pada tabel 1.2 di bawah ini:

Tabel 1.2. Rekapitulasi Nilai Try Out Mata Pelajaran UN 2006/2007.

Mata Pelajaran          Rata-rata       nilai Tertinggi          Terendah        Std. Deviasi
Matematika              3,78            6,00                     2,00                    1,06
Bahasa Indonesia        4,82            6,60                     2,00                    1,05
Bahasa Inggris          3,63            5,60                     1,20                    1,06
(Sumber: (WMM) Wakil Manajemen Mutu SMKN1 Watansoppeng, 2007)

Dari data di atas nampak jelas bahwa diantara tiga mata pelajaran yang masuk UN ( Ujian
Nasional), ternyata Bahasa Inggris adalah mata pelajaran yang paling sulit bagi siswa. Ini berarti
bahwa ada sesuatu yang harus diperbaiki mulai dari input, proses, output, dan outcome jurusan
ini memerlukan pembenahan sesegera mungkin, terlebih lagi sekolah ini masuk sebagai sekolah
bertaraf internasional. Kenyataannya untuk bersaing ditingkat kabupaten saja sulit, apalagi
nasional terlebih lagi internasional. Saat ini kita berada berada pada era AFTA yang menuntut
percepatan perbaikan mutu di semua aspek penyelenggaraan pendidikan terutama kemampuan
terhadap penguasaan Bahasa Inggris.

Berkaitan dengan paparan di atas, bahwa penelitian ini berawal dari berbagai kesulitan belajar
Bahasa Inggris siswa di SMKN 1 Watansoppeng. Hal tersebut menarik untuk diteliti dan dicarikan
solusinya. Hal tersebut sesuai dengan yang diungkapkan oleh Gibbs (dalam Ungsi Antara Oku
Marmai) bahwa untuk mengadakan perubahan demi perbaikan mutu, sehingga lulusan yang
dihasilkan unggul dalam menghadapi persaingan yang makin ketat dan meningkat, maka perlu
diadakan penelitian strategis tentang pengajaran dan pembelajaran, sehingga dapat diketahui
secara nyata apa, mengapa, dan bagaimana upaya-upaya yang seharusnya dilakukan dalam
meningkatkan mutu pendidikan yang diharapkan. Hasil-hasil penelitian demikian sangat perlu
karena berguna dalam memberikan informasi kepada para pembuat kebijaksanaan di bidang
pendidikan dan penelitian (http://www.depdiknas.go.id/).

Sejalan dengan pendapat di atas, Sidi mengungkapkan bahwa guru sebagai ujung tombak dalam
upaya peningkatan mutu peningkatan pendidikan masih perlu ditingkatkan kemampuannya,
mengingat perubahan yang terjadi begitu cepat dan pengetahuan terus berkembang begitu
   pesat. Untuk mengatasi seperti itu dibutuhkan guru yang pandai meneliti dan sekaligus
   memperbaiki proses pembelajarannya. Hal itu sangat diperlukan karena kemampuan meneliti
   merupakan cerminan guru yang profesional (dalam Sukidin dkk, 2002:2).

   B. Rumusan Masalah dan Pemecahannya

   1. Rumusan Masalah
      Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka dirumuskan permasalahan
      penelitian sebagai berikut:
      a. Bagaimana mengeliminasi kesulitan siswa dalam menjawab soal UN ( Ujian Nasional)
         dengan menggunakan pembelajaran TOEIC bertahap termodifikasi pada siswa SMKN 1
         Watansoppeng tahun ajaran 2006/2007.
      b. Bagaimana meningkatkan hasil belajar Ujian Nasional Bahasa Inggris dengan
         menggunakan pola pembelajaran TOEIC bertahap termodifikasi pada siswa SMKN 1
         Watansoppeng tahun ajaran 2006/2007?


   2. Pemecahan Masalah
      Untuk memcahkan masalah penelitian yang telah dirumuskan, akan dilakukan dilakukan
      dengan pembelajaran pembelajaran TOEIC bertahap termodifikasi. Pemecahan masalah
      tersebut menggunakan konteks Penelitian Tindakan kelas yang dikemukakan oleh Kurt
      Lewin yaitu melalui empat aspek,
      (1) Planning, (Perencanaan),
      (2) Acting (pelaksanaan tindakan),
      (3) Observing (Pengamatan), dan
      (4)Reflecting (Refleksi), ( dalam Depdiknas, 2004: 13).

       Adapun langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut:

       a. Melakukan test awal
          Test awal ini dimaksudkan untuk melihat kemampuan awal siswa, dan dari hasil test
          inilah kemudian dilakukan identifikasi kesulitan siswa.

       b. Memberikan Perlakuan/ Tindakan.
          Tindakan yang diberikan adalah pembelajaran TOEIC bertahap termodifikasi sesuai
          dengan rencana siklus yang telah ditetapkan. Dalam memberikan tindakan ini, materi
          TOEIC yang diberikan mengacu pada materi bahasa Inggris SMK, begitu juga kuantitas
          soal dengan 60 nomor yang terbagi dalam dua section yaitu listening dan Reading.

       c.   Pemberian Test
            Pada akhir tiap siklus diberikan test untuk melihat hasil belajar siswa.

B. Tujuan Penelitian
   Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan umum penelitian ini adalah untuk
   memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar Bahasa Inggris pada siswa
   kelas 3 SMKN 1 Watansoppeng. Adapun tujuan khusus yang ingin dicapai sebagai berikut:

   1. Untuk mengeliminasi kesulitan siswa dalam menjawab soal UN ( Ujian Nasional) dengan
         menggunakan pembelajaran TOEIC bertahap termodifikasi pada siswa SMKN 1 Watansoppengt
         ahun ajaran 2006/2007.

         2. Untuk meningkatkan hasil belajar Ujian Nasional Bahasa Inggris dengan menggunakan pola
            pembelajaran TOEIC bertahap termodifikasi pada siswa SMKN 1 Watansoppeng tahun
            ajaran                                                                      2006/2007.

             D. Manfaat Hasil Penelitian


Hasil dari pelaksanaan Penelitian Tindakan kelas yang merupakan'self-reflective teaching' ini diharapkan
akan memberikan manfaat yang berarti bagi:

1. Guru: dengan dilaksanakan penelitian tindakan kelas ini, guru dapat mengetahui strategi pembelajaran
yang bervariasi yang dapat memperbaiki dan mengoptimalkan pembelajaran di kelas, sehingga
permasalahan-permasalahan yang dihadapi baik oleh guru dan siswa dapat dikurangi atau dieliminasi.
Disamping itu dengan diberikan contoh penelitian tindakan ini, guru akan terbiasa melakukan penelitian
kecil tapi bermakna yang tentunya akan bermanfaat bagi peningkatan kualiats pembelajaran serta
profesionalisme guru itu sendiri. Dengan penelitian ini diharapkan dapat menumbuhkembangkan budaya
meneliti para guru dalam mencari solusi terhadap permasalah pembelajaran khususnya Bahasa Inggris.

2. Bagi siswa: hasil penelitian ini sangat bermanfaat bagi siswa yang mengalami kesulitan di dalam
pembelajaran, karena dengan mengetahui secara lengkap kesulitan dan kelemahan, maka dapat
melakukan tindakan preventif secara dini sebagai langkah antisipatif terhadap kemungkinan munculnya
kesulitan lain.

3. Bagi sekolah: menjadi bahan informasi yang bermanfaat sehingga diharapkan sekolah dapat
menyusun kebijakan yang berpihak pada guru dan siswa, sehingga nantinya dapat meningkatkan
kualitas lulusan.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Teori

1. Hakikat Pembelajaran

Belajar dan mengajar merupakan dua konsep yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Belajar
menunjukkan apa yang harus dilakukan seseorang sebagai subjek yang menerima pelajaran (sasaran
didik), sedangkan mengajar menunjukkan apa yang harus dilakukan oleh guru sebagai pengajar. Dua
konsep ini menjadi padu dalam suatu kegiatan manakala terjadi interaksi antara guru dan siswa pada
saat pembelajaran brlangsung. Inilah makna belajar dan mengajar sebagi suatu proses. Pembelajaran
memegang peranan penting untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif. Mengingat kedudukan
siswa sebagai subjek dan sekaligus sebagai objek dalam pembelajaran, maka inti proses pembelajarn
tidak lain adalah kegiatan belajar siswa dalam mencapai suatu tujuan pembelajaran.
Belajar merupakan suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri siswa. Inilah yang
merupakan inti proses pembelajaran. Menurut Sabri (2005:34) perubahan diri siswa dalam proses
pembelajarn memiliki tiga sifat yaitu masing-masing:

(1) bersifat intensional,
(2) bersifat positif-aktif, dan

(3) bersifat efektif-fungsional.

1) Perubahan intensional yaitu perubahan yang terjadi karena pengalaman atau praktek yang dilakukan
proses belajar dengan sengaja dan disadari, bukan terjadi secara kebetulan.

2) Perubahan yang bersifat positif-aktif. Perubahan yang bersifat positif yaitu perubahan yang bermanfaat
sesuai dengan harapan belajar, disamping menghasilkan sesuatu yang baru dan baik disbanding
sebelumnya, sedangkan perubahan yang bersifat aktif yaitu perubahan yang terjadi karena usaha yang
dilakukan siswa, bukan terjadi dengan sendirinya.

3) Perubahan yang bersifat efektif yaitu perubahan yang memberikan pengaruh dan manfaat bagi siswa.
Adapun yang bersifat fungsional yaitu perubahan yang relatif tetap serta dapat diproduksi atau
dimanfaatkan setiap kali dibutuhkan.

Selanjutnya dia mengatakan, bahwa perubahansebagai hasil proses belajar dapat ditunjukkan dalam
berbagai bentuk, seperti kecakapan, kebiasaan, sikap, pengertian, pengetahuan, atau apresiasi.

2. Urgensi Pembelajaran Bahasa Inggris

Pembelajaran bahasa Inggris berfungsi sebagai alat pengembangan diri anak didik dalam semua aspek
pembelajarannya, yaitu:

(1) kepribadian;

(2) ilmu pengetahuan, teknologi dan seni;

(3) wawasan global; dan

(4) kapabilitas komunikasi internasional (Puskur, 2001:8).

Bahasa merupakan kapabilitas manusia yang membuat kita mampu berkomunikasi, belajar, berpikir,
memberikan penilaian dan mengembangkan nilai-nilai. Belajar Bahasa Inggris adalah mempelajari
makna-makna yang disepakati oleh kelompok penutur asli Bahasa tersebut, la merupakan alat pokok
untuk berperan serta dalan kehidupan kultural masyarakat berbahasa Inggris. Pembelajaran Bahasa
Inggris di sekolah disamping merupakan wilayah pembelajaran tersendiri, tetapi juga sebagai alat yang
digunakan dalam belajar konsep dan gagasan-gagasan baru. Melalui belajar Bahasa Inggris, anak didik
dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan dan disposisi yang membuat mereka mampu
berkomunikasi, dan membuat perbandingan lintas bahasa dan budaya. Dengan belajar Bahasa Inggris,
mereka memperluas pemahaman terhadap diri sendiri dan bahasa mereka sendiri, memperluas jaringan
pergaulan, dan memperkuat keterampilan keaksaraan dan menghitung. Hal ini membuat mereka mampu
memberikan sumbangan positif dan produktif sebagai warga Negara Indonesia yang bercirikhas
keberagaman budaya dan juga sebagai warga global.

Belajar Bahasa Inggris secara komunikatif dapat menunjuk pengembangan anak dan pembelajar sebagai
komunikator. Mereka memperoleh kemampuan komunikatif dalam bahasa Inggris, pemahaman budaya
masyarakat berbahasa Inggris, dan kesadaran yang lebih tinggi terhadap keragaman cara berpikir dan
cara menghargai.

Dalam konteks Indonesia, belajar Bahasa Inggris dapat memacu penguasaan penerapan, dan
pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni karena kebanyakan buku ditulis dalam bahasa ini.
Disamping itu, belajar Bahasa Inggris dapat meningkatkan wawasan budaya sampai ketingkat global.

B. Kajian Hasil Penelitian

    1. Pengertian dan Gejala Kesulitan Belajar
       Kesulitan merupakan suatu kondisi tertentu yang ditandai dengan adanya hambatan-hambatan
       dalam kegiatan untuk mencapai tujuan, sehingga memerlukan usaha yang lebih keras lagi untuk
       dapat mengatasinya. Hambatan tersebut mungkin disadari atau mungkin juga tidak disadari oleh
       orang yang mengalami hambatan dalam proses mencapai hasil belajarnya yang optimal.
       Akibatnya prestasi yang diraihnya berada pada hasil yang semestinya. Menurut Kamus Besar
       Bahasa Indonesia (1999:971) dinyatakan bahwa kesulitan adalah sesuatu yang sukar atau dalam
       keadaan yang sulit.

        Seorang siswa yang mengalami kesulitan belajar akan menunjukkan ciri-ciri sebagai manifestasi
        dari adanya masalah yang dialami, seperti yang dituliskan oleh Mappaitta Muhkal (1997:6)
        sebagai berikut:

        (a) menunjukkan hasil belajar yang lebih rendah (dibawah nilai rata-rata yang dicapai oleh
        kelompoknya,
        (b) hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukannya,
        (c) lambat dalam melakukan tugas-tugas kegiatan belajar,
        (d) menunjukkan sikap-sikap yang kurang wajar,
        (e) menunjukkan tingkah laku yang berkelainan dan,
        (f) menunjukkan gejala emosional yang kurang wajar.

        Untuk itu diperlukan diagnosis dalam rangka menyelesaikan maslah yang dihadapi siswa
        tersebut. Ada beberapa teknik yang digunakan untuk menemukan siswa yang mengalami
        kesulitan belajar. Seperti yang dituliskan oleh Nurminah (1999:13) sebagai berikut:

        a. Menentukan siswa yang berprestasi rendah tetapi pada dasarnya siswa tersebut dapat
        berprestasi baik.
        b. Menghitung nilai rata-rata kelas.
        c. Menandai siswa yang memperoleh nilai prestasi dibawah rata-rata kelas.
        d. Membuat pringkat dalam kelompok siswa.

    2. Kesulitan dalam Menjawab Soal Bahasa Inggris Ujian Nasional
       Dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat SMK bahkan di setiap jenjang pendidikan,
       tidak semua peserta didik dapat menyerap dan memahami materi yang diberikan. Hal ini
       disebabkan karena setiap peserta didik mempunyai potensi, karakter dan intelegensi yang
       berbeda-beda. Sebagaimana yang diungkapkan oleh M. Dalyono (2005:229) bahwa aktivitas
       belajar bagi setiap individu tidak selamanya berlangsung secara wajar, kadang cepat menangkap
       apa yang dipelajari, kadang-kadang terasa amat sulit.

        Ujian Nasional Bahasa Inggris terdiri atas dua section. Section pertama dinamakan listening
        section yang terdiri atas empat bagian. Bagian pertama pictures yaitu siswa diberikan gambar
        dan mencocokan gambar tersebut dengan pilihan yang dibacakan melalui kaset. Bagian kedua
        adalah question-Response yaitu siswa mendengarkan pertanyaan dan respons yang ada di
        kaset. Tingkat kesulitan bagian ini adalah dituntut keterampilan mendengar, pemahaman dialog
        yang muaranya adalah penguasaan vocabulary yang memadai. Jika siswa lemah dalam
mendengar dan kurang kosa-kata, maka besar kemungkinan mengalami kesulitan dalam
menjawab. Bagian ketiga adalah short conversations yaitu siswa diperdengarkan percakapan
antara dua orang melalui kaset, dan dari percakapan tersebut siswa menjawab soal yang
diberikan secara tertulis. Tingkat kesulitan bagian ini adalah siswa harus memahami pertanyaan
atau soal, selain itu siswa dituntut untuk fokus terhadap dialog percakapan dalam kaset. Jika
siswa tidak memahami soal, maka besar kemungkinan siswa mengalami kesulitan dalam
menjawab soal secara benar. Bagian keempat adalah short talks yaitu siswa diberikan
pembicaraan pendek yang dibacakan oleh satu orang. Short talks tersebut dapat berupa
pengumuman, iklan, berita cuaca dan lain-lain. Tingkat kesulitan bagian ini adalah satu
pembicaraan memuat lebih dari satu soal, sehingga siswa dituntut untuk memahami beberapa
soal dan saat itu pula siswa harus konsentrasi terhadap kaset.

Selanjutnya section kedua adalah reading section. Dalam section ini terdiri atas tiga bagian yaitu
(1) incomplete dialogues/sentences;
(2) error recognition; dan
(3) reading comprehension.

Berdasarkan hasil pemantauan dan perbincangan dengan beberapa murid SMKN 1
Watansoppeng diperoleh informasi bahwa kesulitan yang paling umum dirasakan oleh siswa
adalah bagian listening, dan pada reading section yaitu bagian error recognition. Meskipun
demikian tidak berarti bahwa pada bagian yang lain tidak menemui kesulitan.

3. Model Pembelajaran TOEIC Bertahap Termodifikasi
Model pembelajaran TOEIC bertahap termodifikasi sebenarnya berawal dari pola pembelajaran
yang dikembangkan oleh Mirjam Anugerahwati (2004) dengan empat tahap, kemudian
dimodifikasi oleh peneliti baik nama maupun tahapannya dan selanjutnya disebut bertahap
termodifikasi dengan membagi menjadi tiga tahap seperti bagan berikut ini:

Gambar 2. Skema Pembelajaran Bertahap Termodifikasi

Pada tahap pertama (Building Knowledge Of Material) siswa diberikan pengetahuan,
pemahamam konsep tentang apa yang harus dilakukan, bagaimana melakukan, strateginya
bagaimana, dan bagaimana materi itu. Selanjutnya pada tahap kedua Modelling of material siswa
diberikan contoh tentang materi itu, baik pada bagian picture, Question-response, short
conversations, short talks, incomple sentences, error recognition, dan reading materials.
Selanjutnya pada tahap ketiga, siswa bekerja secara individu untuk mengerjakan soal-soal yang
diberikan atau mengaplikasikan berbagai pengetahuan dan pengalaman yang telah dilalui pada
tahap sebelumnya.

BAB III
METODE PENELITIAN
A. Objek Tindakan
   Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang berbasis kelas, tindakan dilakukan untuk
   meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran bahasa Inggris. Tindakan yang
   dimaksud adalah mengeliminasi kesulitan siswa dalam menjawab soal UN (Ujian Nasional)
   Bahasa Inggris melalui pembelajaran TOEIC bertahap termodifikasi.

    Prosedur atau langkah-langkah tindakan kelas meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan
    tindakan, pengamatan (observasi), dan evaluasi/refleksi. Langkah-langkah tindakan yang
            ditempuh merupakan kerja yang berulang (daur ulang atau bersiklus) hingga diperoleh hasil
            yang valid dari suatu proses penelitian yang bersifat sirkular-reflektif yang dapat disimpulkan
            sebagai jawaban masalah penelitian yang sedang dilaksanakan.

        B. Subjek Penelitian
           Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 1 Watansoppeng Kabupaten Soppeng. Subjek
           penelitian adalah siswa kelas 3 tahun pelajaran 2006/2007 yang terdiri atas 36 siswa. Siswa
           tersebut semuanya berjenis kelamin perempuan.

        C. Metode Pengumpulan Data
           Metode pengumpulan data mengikuti prosedur kerja Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
           Penelitian dilaksanakan selama dua bulan mulai dari tahap perencanaan sampai tahap
           pelaporan yaitu tanggal satu Maret sampai tanggal satu Mei yang dirancang atas dua siklus
           penelitian yaitu:

            a. Siklus pertama berlangsung selama 5 kali pertemuan ( tiga minggu yaitu minggu I,II, dan
               III Maret 2007).

            b. Siklus kedua berlangsung selama 5 kali pertemuan (tiga minggu yaitu minggu IV Maret
               sampai minggu II April 2007).

                Adapun    teknik   pengumpulan     data    penelitian   ini   adalah   sebagai   berikut   :

                1. Untuk data mengenai perubahan sikap, kehadiran dan keaktifan atau kesungguhan
                siswa mengikuti kegiatan belajar diambil dengan cara pengamatan atau observasi.

                2. Data mengenai kemampuan siswa mengeliminasi kesulitan dalam menjawab soal-soal
                UAN Bahasa Inggris diambil dari kemampuan siswa dalam menjawab soal-soal UAN
                baik yang dimodifikasi sendiri oleh peneliti maupun UAN Bahasa Inggris 2006/2007.

                Secara rinci pelaksanaan kedua siklus tersebut di atas diuraikan sebagai berikut:

Siklus 1.

Siklus pertama ini dibagi atas empat tahapan sesuai dengaan kriteria Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
yaitu tahapan perencanaan, tahapan tindakan, tahap observasi dan tahap refleksi.

a. Tahap perencanan

1) Mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan kelancaran penelitian seperti: menyediakan
tape recorder, kaset untuk listening, lembar jawaban test evaluasi, mempersiapkan alat perekam data /
camera.

2) Membuat instrumen penelitian yang meliputi penyusunan program pembelajaran, pembuatan alat
observasi untuk melihat kondisi pembelajaran Bahasa Inggris, mendesain alat evaluasi.

3) Adapun materi yang akan diajarkan yaitu: listening section yang meliputi (1) pictures; (2) question-
response; (3) short conversations; dan (4) short talks. Sedangkan pada reading section meliputi (1)
incomplete dialogues/sentences; (2) error recognition; dan (3) reading comprehension.
b. Tahap Tindakan

1) Melakukan tindakan sebagaimana skenario pembelajaran yang telah disusun dengan memberikan
materi model pembelajaran TOEIC.

2) Mengidentifikasi kemampuan awal siswa dalam menjawab soal ujian Bahasa Inggris dengan jalan
memberi test awal.

3) Mengidentifikasi kesulitan siswa dalam menjawab soal ujian Bahasa Inggris dengan jalan menganalisis
hasil test kemampuan awal mereka.

4) Jumlah pertemuan yaitu sebanyak lima kali, pertemuan pertama sampai empat adalah proses
pembelajaran sedangkan pada pertemuna lima adalah tahap evaluasi.

5) Mengamati prilaku siswa yang nampak ketika pembelajaran berlangsung dengan menggunakan
lembar observasi yang telah dirancang sebelumnya.

c. Tahap Observasi

Observasi dilakukan saat proses belajar mengajar berlangsung. Data observasi yang diambil adalah
kehadiran, keaktifan belajar siswa mulai pertemuan pertama sampai terakhir. Observasi dilakukan
dengan menggunakan lembar observasi yang telah disusun oleh peneliti.

Tiap pertemuan guru mencatat semua kejadian yang dianggap penting, baik keaktifan siswa mengikuti
pelajaran, mengerjakan soal-soal yang diberikan maupun tanggapan-tanggapan yang diberikan siswa.

d.      Tahap Refleksi
Hasil yang didapatkan dalam tahap observasi dikumpulkan serta dianalisis dalam tahap ini, demikian pula
hasil evaluasinya. Dari hasil yang didapatkan, peneliti membuat kesimpulan apakah hasil yang
didapatkan sudah dapat meningkatkan hasil belajar, atau apakah kesulitan siswa sudah dapat dieliminasi
hingga 60%, dan apakah persentase siswa yang mendapatkan nilai tujuh diatas 20%. Hasil analisis data
yang dilaksanakan dalam tahap ini dipergunakan sebagai acuan untuk melaksanakan siklus berikutnya.

Siklus II

Pada dasarnya, hal-hal yang dilakukan pada siklus II ini adalah mengulang kembali tahap-tahap yang
dilakukan pada siklus sebelumnya di samping itu, dilakukan juga sejumlah rencana baru untuk
memperbaiki atau merancang tindakan baru sesuai dengan pengalaman yang diperoleh pada siklus I.

a. Tahap Perencanaan
1) Pada dasarnya tahap-tahap yang telah dilakukan pada siklus I akan kembali diulang pada siklus 2 ini
setelah memperoleh refleksi.
2) Dari hasil refleksi serta tanggapan yang diberikan siswa, guru menyusun rencana baru yang akan
dibuat tindakannya.
b. Tahap Tindakan
Tindakan pada siklus kedua ini adalah melanjutkan langkah-langkah yang telah dilakukan pada siklus
pertama yang dianggap perlu dalam memecahkan persoalan yang muncul pada siklus I. Pelaksanaan
pembelajaran pada tahap ini lebih dipertajam dan lebih ketat serta dengan menyediakan waktu konsultasi
pada setiap akhir pembelajaran. Pada siklus 2 ini materi pembelajaran di setiap bagian seperti
(1) pictures;
(2) question-response;
(3) short conversations; dan
(4) short talks lebih diperketat dengan cara menanya siswa satu persatu alasan pemilihan jawaban dari
soal latihan yang diberikan.

Hal tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan data tentang kesulitan-kesulitan siswa. Begitu juga pada
reading section
(1) incomplete sentences;
(2) error recognition; dan
(3) reading comprehension semuanya dilakukan lebih cermat lagi.

c. Tahap Observasi
Secara umum, tahap observasi kedua ini adalah melanjutkan kembali kegiatan pada siklus pertama,
dilaksanakan pada saat proses belajar-mengajar. Observasi yang dilakukan ditingkatkan lagi
kecermatannya dan dapat diupayakan secara maksimal agar murid telah berpartisipasi secara aktif
dalam mengikuti proses belajar mengajar.

d.     Tahap Refleksi
       Pada tahap ini, umumnya tetap mengikuti kegiatan seperti yang dilaksanakan pada siklus I. Hasil
tes akhir siklus 2 yang diperoleh siswa diharapkan akan lebih baik daripada tes akhir siklus 1 sebagai
akibat dari tindakan perbaikan, dan pengoptimalan penggunaan strategi pembelajaran TOEIC bertahap
termodifikasi yang dilaksanakan selama dua siklus. Sebagai implikasi dari rfleksi ini, selanjutnya dibuat
kesimpulan apakah pembelajarn TOEIC bertahap termodifikasi dapat mengeliminasi kesulitan siswa
dalam     menjawab     soal    Ujian  Nasional   Bahasa     Inggris   sebesae       60%     atau    tidak.

D. Metode Analisis Data
        Data yang terkumpul akan dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Untuk menganalisis secara
kuantitatif, digunakan statistik deskriptif untuk mendeskripsikan karakteristik dari subjek penelitian yaitu
nilai rata-rata, nilai tertinggi, nilai terendah, standar deviasi, sedangkan untuk menganalisis secara
kualitatif digunakan teknik kategori.
        Adapun untuk keperluan analisis kualitatif digunakan teknik kategori tingkat penguasaan menurut
Wayang Nurkencana dan PPN Sumarta (dalam Abidin, 2005: 17) yaitu tingkat penguasaan siswa 90% -
100% dikategorikan sangat tinggi, 80% - 89% dikategorikan tinggi, 65% - 79% dikategorikan sedang,
55% - 64% dikategorikan rendah, dan 54% - 0% dikategorikan sangat rendah.

E. Cara Pengambilan Kesimpulan
        Yang menjadi indikator keberhasilan atau indikator kinerja penelitian tindakakan ini adalah bila
kesulitan yang dialami oleh siswa dalam menjawab soal ujian Bahasa Inggris dapat dieliminasi hingga
60%. Bila ini dapat dilakukan berarti kemampuan siswa dalam menjawab soal Ujian Nasional Bahasa
Inggris diharapkan dapat mencapai kebenaran minimal 60%, atau nilai mereka rata-rata 6,00.

Indikator lainnya adalah bila persentase siswa yang memperoleh nilai 7,00 sebesar 20% sebagaimana
sasaran mutu ISO 9000:2001 dalam dokumen ISO SMKN1 Watansoppeng.

       BAB IV
       HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
       A. Gambaran Selintas Tentang Setting
          Penelitian ini dilaksanakan SMKN 1 Watansoppeng dengan subjek penelitian kelas 3 tahun
          pelajaran 2006/2007. Lokasi sekolah sekitar satu kilometer dari pusat kota Watansoppeng.
          Subjek penelitian sebanyak 36 orang yang semuanya adalah perempuan.
   Gambar 3. Lokasi SMKN 1 Watansoppeng

B. Uraian Penelitian Secara Umum-Keseluruhan
   Penelitian ini adalah penelitian tindakan yang dimaksudkan untuk mengeliminasi kesulitan
   siswa menjawab soal Ujian Nasional yang sasaran akhirnya adalah dapat meningkatkan hasil
   belajar Bahasa Inggris melalui pembelajaran TOEIC termodifikasi. Jumlah siklus sebanyak
   dua siklus yang digambarkan dibawah ini:

   Siklus 1
   Tabel 4.1 Distribusi Skor Tes Awal siklus I

   URAIAN                                        NILAI                                STATISTIK
   Subyek                                                                                    36
   Skor                                          Tertinggi                                 4,67
   Skor                                           Terendah                                  2,5
   Skor                                          Rata-Rata                                 3,17
   Median                                                                                   3,0
   Standar                                         Deviasi                                 0,56

   Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi dan Presentase Tes Awal Siklus I
   No. Skor              Kategori               Frekuensi                  Persentase (%)
   1   0 - 54            Sangat Rendah          36                         100
   2   55 - 64           Rendah                 0                          0
   3   65 - 79           Sedang                 0                          0
   4   80 - 89           Tinggi                 0                          0
   5   90 - 100          Sangat Tinggi          0                          0
                Jumlah                          36                         100

   Analisis deskripsi terhadap hasil belajar siswa pada tes awal dan tes akhir ssiklus I seperti
   pada tabel 4.1 dan 4.2 di atas, menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil belajar siswa sebelum
   diadakan penelitian tindakan kelas (PTK) adalah 3,17 atau 31,7% dari skor ideal (total) yang
   mungkin dicapai yaitu 10 sedangkan skor terendah yang mungkin dicapai adalah 0.

   Apabila skor hasil belajar siswa tersebut dikelompokkan dalam lima kategori, maka diproleh
   distribusi skor yaitu sebanyak 100% siswa dikelompokkan dalam kategori sangat rendah. Skor
   terendah      yang     dicapai   adalah    2.50   dan   skor    tertinggi   adalah   4,67.

   Tabel           4.3       Distribusi          Skor        Tes        Akhir       siklus      I
   URAIAN                                        NILAI                                 STATISTIK
   Subyek                                                                                     36
   Skor                                          Tertinggi                                  6,83
   Skor                                           Terendah                                   3,5
   Skor                                          Rata-Rata                                  4,63
   Median                                                                                   4,42
   Standar                                         Deviasi                                  0,76

   Tabel     4.4     Distribusi   Frekuensi       dan      Persentase   Tes   Akhir    Siklus     I
   No.             Skor           Kategori              Frekuensi        Persentase             (%)
1          0             -                 54            Sangat            Rendah             32          89
2                55                   -                64               Rendah               3             8
3                65                   -                79               Sedang               1             3
4                80                    -                89               Tinggi              0             0
5           90               -                100           Sangat             Tinggi           0          0

Berdasarkan tabel 4.3 dan tabel 4.4 di atas dapat dijelaskan bahwa setelah dilakukan evaluasi
kepada siswa hasilnya adalah skor rata-rata yang dicapai siswa adalah 4,63, skor tertinggi
adalah 6,83 dan skor terendah 3,50. Jika nilai siswa tersebut dikelompokkan ke dalam lima
kategori maka hasilnya adalah sebanyak 32 orang atau 89% siswa termasuk kategori sangat
rendah, sebanyak tiga atau delapan persen siswa termasuk kategori rendah, dan satu orang
termasuk                                    kategori                                sedang..

Tabel           4.5              Distribusi            Skor         Tes         Awal          siklus      2
URAIAN                                                  NILAI                                     STATISTIK
Subyek                                                                                                   36
Skor                                                   Tertinggi                                       7,17
Skor                                                   Terendah                                        3,00
Skor                                                   Rata-Rata                                       4,82
Median                                                                                                 4,67
Standar                                                   Deviasi                                      0,92

Tabel     4.6    Distribusi            Frekuensi        dan    Persentase     Tes    Awal     Siklus   2
No.           Skor                   Kategori               Frekuensi           Persentase           (%)
1          0           -                  54             Sangat          Rendah           29          81
2             55                      -                64             Rendah             3             8
3             65                     -                 79           Sedang              4             11
4             80                       -                89             Tinggi            0             0
5          90            -                  100             Sangat           Tinggi         0          0
Jumlah                                                     36                                        100

Data pada tabel 4.5 dan 4.6 di atas yang menggambarkan tentang kemampuan siswa dalam
mengerjakan tes Bahasa Inggris yang diberikan menunjukkan bahwa skor rata-rata yang
dicapai 4,82, skor tertinggi adalah 7,17 dan skor terendah adalah 3,00. Apabila skor siswa
tersebut sikelompokkan ke dalam lima kategori maka didapat 29 orang atau sebesar 81%
tergolong sangat rendah, sebanyak tiga orang atau delapan persen tergolong rendah, dan
empat            orang             atau          11%           tergolong          sedang.

Tabel 4.7       Distribusi       Skor      Tes      Akhir siklus    2   Soal   Ujian    Nasional   2005/2006
URAIAN                                                  NILAI                                      STATISTIK
Subyek                                                                                                     36
Skor                                                   Tertinggi                                         8,80
Skor                                                   Terendah                                          3,80
Skor                                                   Rata-Rata                                         6,27
Median                                                                                                    6,1
Standar                                                   Deviasi                                        1,15

Data di atas menggambarkan bahwa kemampuan siswa dalam menjawab soal Bahasa Inggris
yang ditandai dengan nilai menunjukkan bahwa skor tertinggi yang dicapai adalah 8.80, skor
terendah            3,80,                dan               skor               rata-rata           6,27.

Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi dan Persentase Tes Akhir Siklus 2 dengan Soal Ujian Nasional
Bahasa                                   Inggris                                 2005/2006.
No.           Skor            Kategori          Frekuensi          Persentase           (%)
1          0           -         54         Sangat           Rendah           9          25
2            55             -            64            Rendah             14             39
3            65             -            79            Sedang             10             28
4             80              -            89             Tinggi            3             8
5          90            -         100          Sangat          Tinggi         0          0
Jumlah                                         36                                       100

Tabel 4.8 di atas memberikan gambaran bahwa sebanyak sembilan orang atau 25% dalam
kategori sangat rendah, 14 orang atau 39% dalam kategori rendah, sebanyak 10 orang atau
28% siswa dalam kategori sedang dan tiga orang atau delepan persen dalam kategori tinggi.

Tabel 4.9    Distribusi   Skor   Tes     Akhir siklus       2     Soal    Ujian   Nasional   2006/2007
URAIAN                                       NILAI                                           STATISTIK
Subyek                                                                                               36
Skor                                           Tertinggi                                           8,00
Skor                                           Terendah                                            4,40
Skor                                           Rata-Rata                                           6,16
Median                                                                                             6,20
Standar                                          Deviasi                                           1,04

Tabel 4.10 Distribusi Frekuensi dan Persentase Tes Akhir Siklus 2 dengan Soal Ujian
Nasional                   Bahasa                  Inggris                   2006/2007.
No.          Skor           Kategori        Frekuensi          Persentase           (%)
1         0          -         54        Sangat           Rendah          7          19
2           55            -          64            Rendah             15             42
3           65             -         79             Sedang            13             36
4            80              -         89             Tinggi            1             3
5         90           -         100        Sangat          Tinggi         0          0
Jumlah                                     36                                       100

Data pada tabel 4.10 di atas memberikan gambaran bahwa hasil belajar Bahasa Inggris siswa
setelah dikelompokkan menjadi lima kategori terdapat yaitu tujuh orang dalam kategori sangat
rendah, sebanyak 15 orang dalam kategori rendah, 13 orang atau 36% dalam kategori sedang
dan                satu                orang                   kategori                tinggi.

C.                          Penjelasan                              Per                           siklus

a)                                               Siklus                                               1

Siklus pertama berlangsung selama empat lima kali pertemuan. Pertemuan pertama sampai
empat adalah proses pembelajaran, sedangkan pada pertemuan lima adalah evaluasi. Materi
yang diajarkan siklus ini mengacu pada pembelajaran TOEIC yang terdiri dari dua section
yaitu listening and reading reading section. Pada pertemuan pertama dan dua yang diajarkan
adalah listening section yang mencakup pictures, question-response, short conversations, dan
short talks. Karena orientasi penelitian ini adalah bagaimana mengeliminasi kesulitan siswa
dalam menjawab soal Ujian Nasional Bahasa Inggris, maka tidak ditekankan pada satu pokok
materi tetapi secara menyeluruh dalam artian akumulasi pengetahuan dari kelas satu hingga
kelas tiga. Untuk maksud tersebut, buku yang menjadi acuan adalah "Building Skill For The
TOEIC Test" karya Gina Richardson dan Michele Peters, dan "30 Days To TOEIC Test" karya
Chauncey Group. Alasan pemilihan buku tersebut karena setelah latihan diberikan penjelasan
dan           sesuai         dengan            tingkat       kebutuhan         siswa.SMK.

Pada pertemuan tiga dan empat yang dibahas adalah reading section yang meliputi
incomplete  sentences,   error   recognition, dan    reading     comprehension.

Selanjutnya untuk melihat keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran model TOEIC
bertahap    ini,  peneliti merekam      dengan   menggunakan     lembar   observasi.

Tabel   4.11     Rekaman      Keaktifan    Siswa    Mengikuti    Pembelajaran   Siklus  1
No     Perilaku      yang      Diamati       Frekuensi    Untuk       Setiap    Pertemuan
1                      2                      3                     4                   5
1     Kehadiran      siswa      36      35     35      36     Tes     Akhir    Siklus   1
2     Siswa       bertanya      berkaitan      dengan     materi       3     2      5   6
3      Kedisiplinan       masuk         tepat      waktu       35       35     35      36
4 Jumlah siswa kurang perhatian saat pembelajaran berlangsung 5 5 4 2
5 Jumlah siswa yang mencatat materi pelajaran yang dijelaskan oleh guru 36 35 35 36
6 Jumlah siswa yang mengerjakan latihan yang diberikan oleh guru 36 35 35 36
7      Kerapihan         buku        catatan      siswa        31      31      33      36

Tabel         4.12            Nilai          Tes           Awal           Pada         Siklus         1
NO        NAMA              SISWA             JUMLAH            BENAR              JUMLAH         NILAI
Listening                                                                                       Reading
1               Mardewi                      5                10                   15              2,50
2           Amalia               Febrianti              10              18              28         4,67
3            Fitri              Apriani               6              12                18          3,00
4          Riskah                Damayanti                 6            11              17         2,83
5              Yulismayanti                     7               12                   19            3,17
6           Astriani                Ridwan               5             12               17         2,83
7           Anda                 Satriani              5              12               17          2,83
8                Garnis                    5                 13                    18              3,00
9            Nurbaya                  M               8              13                21          3,50
10                 Fitrih                  5                 13                    18              3,00
11        Andi              Syahria            Juwita          10           16            26       4,33
12                 Agustina                   7               14                    21             3,50
13          E             r           n            i         5             12            17        2,83
14            Erfiani                Rijal             4             12                16          2,67
15                 Hadriani                   7               13                    20             3,33
16                 Hasriani                  8                12                   20              3,33
17        K           a          s          m          a          11          12           23      3,83
18               Kasmasanti                     10               11                  21            3,50
19             Mukrimatunnisa                     11               17                 28           4,67
20               Mulianasari                    6               12                  18             3,00
21         Nunung              Sri            Handini           8           14            22       3,67
22        Nur             Asniwati             5                    11                 16         2,67
23           Nurazizah                 5                      12                  17              2,83
24           Nurdiana                 5                       11                  16              2,67
25           Nurhatisari               5                       11                 16              2,67
26        Nurul             Fatimah             6                    12                18         3,00
27      Nurul           Ummi           Rahim                  6            11            17       2,83
28            Nuryani               6                        11                   17              2,83
29        Riska            Puspatisari            6                   12               18         3,00
30            Risnah                5                        12                   17              2,83
31            Sartika               6                        11                   17              2,83
32         ST.            Fatimah             9                     16                 25         4,17
33            Suhartini              6                       12                   18              3,00
34           Sulfaidah                7                       13                  20              3,33
35            Yuliana               5                        12                   17              2,83
36         Aswira             Adil            5                     10                 15         2,50
JUMLAH                 236                  448                            684                  114,00
RATA-RATA                6,56                12,44                           19,00                3,17
Median                                                                                            3,00
Standar                                    deviasi                                                0,56

Tabel            4.13               Nilai            Tes            Akhir            Siklus          1
NO        NAMA               SISWA            JUMLAH           BENAR              JUMLAH         NILAI
Listening                                                                                      Reading
1                Mardewi                     8                13                  21              3,50
2           Amalia                Febrianti              14            24              38         6,33
3            Fitri              Apriani               10            14                24          4,00
4          Riskah                Damayanti                10            14             24         4,00
5              Yulismayanti                    10               14                 24             4,00
6           Astriani                Ridwan               9            15              24          4,00
7           Anda                  Satriani              9            13               22          3,67
8                Garnis                    9                 15                   24              4,00
9            Nurbaya                  M               11            18                29          4,83
10                  Fitrih                 8                 17                   25              4,17
11        Andi               Syahria           Juwita          13          24            37       6,17
12                Agustina                   11                18                  29             4,83
13          E              r           n           i         8            17            25        4,17
14            Erfiani                Rijal             8             18               26          4,33
15                 Hadriani                  11                18                  29             4,83
16                 Hasriani                  12                19                  31             5,17
17        K            a          s         m          a         15          26           41      6,83
18               Kasmasanti                     12              18                  30            5,00
19              Mukrimatunnisa                    15              23                 38           6,33
20               Mulianasari                   10               16                 26             4,33
21        Nunung                Sri          Handini          12           19            31       5,17
22            Nur                Asniwati              12             15              27          4,50
23               Nurazizah                    12                16                 28             4,67
24                Nurdiana                   12                17                  29             4,83
25               Nurhatisari                   12               17                 29             4,83
26           Nurul                Fatimah               10            15               25         4,17
27      Nurul          Ummi          Rahim                  10            16              26      4,33
28            Nuryani             10                        17                  27                4,50
29        Riska          Puspatisari          10                     17              27           4,50
30            Risnah              12                        16                  28                4,67
31            Sartika             10                        16                  26                4,33
32         ST.           Fatimah           15                      16                31           5,17
33           Suhartini             10                       15                  25                4,17
34           Sulfaidah              10                       16                 26                4,33
35            Yuliana             10                        15                  25                4,17
36         Aswira            Adil          10                     14                 24           4,00
JUMLAH                390                611                            1001                    166,83
RATA-RATA               10,83               16,97                          27,81                  4,63
Median                                                                                            4,42
Standar                                  Deviasi                                                  0,76

b)                                              Siklus                                              2

Sebagaimana halnya pada siklus pertama, maka pada siklus dua ini adalah mengulang apa
yang dilakukan pada siklus pertama, namun tingkat ketelitian dan kuantitas pertanyaan
kepada setiap siswa lebih ditingkatkan. Salah satu contohnya adalah ketika diberikan latihan,
maka satu persatu siswa ditanya tentang alasan pemilihan jawaban yang mereka berikan. Hal
tersebut dimaksudkan untuk mengorek keterangan tentang kesulitan mendasar yang dialami
oleh                                                                                   siswa.

Tabel         4.14             Nilai         Tes          Awal         Pada         Siklus           2
NO        NAMA               SISWA            JUMLAH           BENAR            JUMLAH           NILAI
Listening                                                                                      Reading
1                Mardewi                     8               10                 18                3,00
2           Amalia                Febrianti             17           23              40           6,67
3            Fitri              Apriani              10            15               25            4,17
4          Riskah                 Damayanti              14           15             29           4,83
5              Yulismayanti                    12               15               27               4,50
6           Astriani                Ridwan             10           14               24           4,00
7           Anda                  Satriani            8            14               22            3,67
8                Garnis                    9                15                  24                4,00
9            Nurbaya                  M              13            20               33            5,50
10                  Fitrih                 9                18                  27                4,50
11        Andi               Syahria           Juwita         15         26            41         6,83
12                Agustina                   12               19                 31               5,17
13          E              r           n           i        8           15            23          3,83
14            Erfiani                Rijal            8            17               25            4,17
15                 Hadriani                  12               19                 31               5,17
16                 Hasriani                  12               18                 30               5,00
17        K            a          s         m         a         16         27           43        7,17
18               Kasmasanti                     12              19                31              5,17
19              Mukrimatunnisa                    16             23                39             6,50
20               Mulianasari                   13               18               31               5,17
21        Nunung                Sri          Handini         13          21            34         5,67
22            Nur                Asniwati             12            16              28            4,67
23           Nurazizah                10                  16               26              4,33
24           Nurdiana               10                    17               27              4,50
25           Nurhatisari              12                   18              30              5,00
26        Nurul            Fatimah            10                16              26         4,33
27      Nurul          Ummi           Rahim              10           17          27       4,50
28            Nuryani               9                    19                28              4,67
29        Riska           Puspatisari          12                19             31         5,17
30            Risnah               12                    17                29              4,83
31            Sartika              11                    17                28              4,67
32         ST.            Fatimah           17                  18              35         5,83
33           Suhartini              10                    14               24              4,00
34           Sulfaidah               11                   16               27              4,50
35            Yuliana               9                    14                23              3,83
36         Aswira             Adil          11                  13              24         4,00
JUMLAH                413                 628                        1041                173,50
RATA-RATA                11,47               17,44                      28,92              4,82
Median                                                                                     4,67
Standar                                   Deviasi                                          0,92

Tabel 4.15 Nilai Tes Akhir Pada Siklus 2 dengan soal Ujian Nasional Bahasa Inggris
2005/2006.
NO        NAMA              SISWA            JUMLAH          BENAR            JUMLAH        NILAI
Listening                                                                                 Reading
1               Mardewi                     6               13                 19            3,80
2           Amalia               Febrianti             12            32            44        8,80
3            Fitri             Apriani               8            22              30         6,00
4          Riskah               Damayanti               10            25            35       7,00
5              Yulismayanti                    9              28                37           7,40
6           Astriani               Ridwan              7            20             27        5,40
7           Anda                Satriani              8            20             28         5,60
8                Garnis                   9                21                 30             6,00
9            Nurbaya                 M              10            25              35         7,00
10                 Fitrih                 9                22                 31             6,20
11         Andi             Syahria           Juwita         11          29           40     8,00
12                 Agustina                  9              26                 35            7,00
13          E             r          n           i         7            20           27      5,40
14            Erfiani               Rijal            7            20              27         5,40
15                 Hadriani                  8              27                 35            7,00
16                 Hasriani                 6               24                 30            6,00
17        K           a         s          m          a        12          32          44    8,80
18               Kasmasanti                    8              24                32           6,40
19             Mukrimatunnisa                    10             28               38          7,60
20               Mulianasari                   8              22                30           6,00
21         Nunung              Sri           Handini         9           27           36     7,20
22            Nur               Asniwati              9            21             30         6,00
23               Nurazizah                    8              24                32            6,40
24                Nurdiana                   7               23                30            6,00
25               Nurhatisari                  10              27                37           7,40
26            Nurul              Fatimah               8            23             31        6,20
27      Nurul           Ummi          Rahim        7          25             32     6,40
28            Nuryani               7             21               28               5,60
29        Riska           Puspatisari          10        25             35          7,00
30            Risnah               9              17               26               5,20
31            Sartika              9              21               30               6,00
32         ST.            Fatimah            8          27              35          7,00
33            Suhartini              8             14              22               4,40
34            Sulfaidah               7            16              23               4,60
35            Yuliana              10              17              27               5,40
36         Aswira             Adil          6           15              21          4,20
JUMLAH                306                 823                1129                 225,80
RATA-RATA                8,50               22,86              31,36                6,27
Median                                                                              6,10
Standar                                  Deviasi                                    1,15

Tabel 4.16 Nilai Tes Akhir Pada Siklus 2 dengan Soal Ujian Nasional Bahasa Inggris
2006/2007.
NO                       NAMA                         SISWA                 NILAI
1                                     Mardewi                                4,40
2                       Amalia                       Febrianti               8,00
3                        Fitri                       Apriani                 6,40
4                      Riskah                       Damayanti                6,60
5                                   Yulismayanti                             6,60
6                       Astriani                       Ridwan                6,20
7                        Anda                        Satriani                5,60
8                                      Garnis                                6,20
9                         Nurbaya                          M                 5,60
10                                       Fitrih                              7,20
11                Andi                Syahria                   Juwita       7,20
12                                     Agustina                              5,80
13               E                r                n                   i     7,60
14                        Erfiani                        Rijal               6,20
15                                     Hadriani                              7,20
16                                     Hasriani                              6,20
17            K               a            s             m               a   7,60
18                                   Kasmasanti                              5,80
19                                  Mukrimatunnisa                           6,80
20                                   Mulianasari                             6,00
21                Nunung                  Sri                  Handini       6,60
22                        Nur                        Asniwati                5,80
23                                    Nurazizah                              7,00
24                                     Nurdiana                              5,40
25                                    Nurhatisari                            7,60
26                       Nurul                        Fatimah                6,40
27                Nurul                 Ummi                    Rahim        6,20
28                                     Nuryani                               5,60
29                      Riska                      Puspatisari               7,00
30                                      Risnah                               6,20
31                                      Sartika                              6,80
32                           ST.                           Fatimah                            4,40
33                                          Suhartini                                         4,00
34                                          Sulfaidah                                         4,20
35                                           Yuliana                                          5,20
36                           Aswira                             Adil                          4,00
JUMLAH                                                                                      221,60
RATA-RATA                                                                                     6,16
TERTINGGI                                                                                     8,00
TERENDAH                                                                                      4,00
STANDAR                                          DEVIASI                                      1,04
MEDIAN                                                                                        6,20

D.                        Proses                         Menganalisis                          Data

Pada intinya proses menganalisis data dimulai sejak awal penelitian hingga selesainya
penelitian ini, namun analisis data lebih fokus ketika selesai diberikan evaluasi baik pada
siklus pertama maupun pada siklus dua. Data dianalisis dengan menggunakan analisis
deskriptif dan kuantitatif. Analisis deskriptif menurut Suharsimi Arikunto (1999:245)
digambarkan dengan kata-kata atau kalimat dipisah- pisahkan menurut kategori untuk
memperoleh                                                                      kesimpulan.

Analisis kuantittatif akan disajikan berupa skor rata-rata siswa dari setiap siklus, skor tertinggi,
skor terendah, median dan standar deviasi. Proses pengambilan kesimpulan dilakukan
setelah               selesai           refleksi            dari            dua              siklus.

E.             Pembahasan                 dan               Pengambilan                Kesimpulan

a)                                              Siklus                                            1

Untuk melihat keampuhan tindakan yang diberikan berupa pembelajaran TOEIC bertahap
termodifikasi kepada siswa dalam rangka untuk mengeliminasi kesulitan dalam menjawab
soal ujian Bahasa Inggris, maka dilakukan evaluasi. Bentuk soal yang diberikan berupa 60
soal pilihan ganda yang terdiri atas listening section sebanyak 30 soal dan reading section
section sebanyak 30 soal. Hasil dari evaluasi tersebut adalah rata-rata jumlah soal benar
dijawab adalah untuk listening section adalah 10,83 dari maksimal jumlah benar 30.
Sedangkan pada reading section sebesar 16, 97. Selanjutnya skor rata-rata pencapaian siswa
adalah 4,63 dengan skor tertinggi yaitu 6,83 dan skor terendah 3,50. Jumlah siswa yang
mencapai 0-54 sebanyak 32 orang dalam kategori sangat rendah, skor antara 55-64
sebanyak tiga orang dalam kategori rendah dan skor antara 65-79 yaitu satu orang dalam
kategori                                                                           sedang.

Memperhatikan deskripsi di atas dapat disimpulkan bahwa pada siklus pertama ini
kemampuan siswa dalam menjawab soal-soal Bahasa Inggris sangat rendah. Dengan
demikian pembelajaran TOIEC bertahap hanya mampu mengeliminasi kesulitan menjawab
soal sebesar 46%. Sedangkan indikator keberhasilan adalah mampu mengeliminasi kesulitan
sebesar 60%, oleh karena itu pada siklus 1 ini dianggap belum berhasil.

b)                                              Siklus                                            2
Pada siklus dua ini siswa diberikan evaluasi akhir sebanyak dua kali. Evaluasi pertama
diberikan soal Ujian Nasional Bahasa Ingris SMK 2005/2006 dengan kode PI (E2). Alasan
peneliti memberi dua kali evaluasi adalah evaluasi pertama dimaksudkan untuk melihat tingkat
kesiapan siswa menghadapi Ujian Nasional 2006/2007. Sedangkan evaluasi pada Ujian
Nasional Bahasa Inggris 2006/2007 adalah untuk melihat tingkat keberhasilan penelitian ini.
Jumlah nomor sebanyak 50 soal pilihan ganda dengan komposisi listening section sebanyak
15 nomor dan reading section sebanyak 35 nomor. Hasil dari evaluasi pertama ini
menunjukkan bahwa dari 36 peserta, skor rata-rata pencapaian adalah 6,27. Skor perolehan
tertinggi adalah 8.80 dan terendah 3,80. Jika dikelompokkan dalam lima kategori maka yang
mendapat nilai 0-54 sebanyak sembilan orang dalam kelompok sangat rendah, skor antara
55-64 sebanyak 14 orang dalam kelompok rendah, skor antara 65-79 sebanyak 10 orang atau
28% dlam kelompok sedang, sedangkan kelompok tinggi yang memperoleh skor antara 80 -
90                         sebanyak                        tiga                       orang.

Memperhatikan deskripsi di atas, maka dapat diberikan interpretasi bahwa pembelajaran
TOEIC bertahap termodifikasi dapat mengeliminasi kesulitan dlaam menjawab soal ujian
Bahasa Inggris sebesar 62,7%. Dengan memperhatikan indikator keberhasilan yang telah
ditetapkan yaitu 60%, maka pada siklus dua ini pembelajaran dianggap berhasil.

Selanjutnya hasil evaluasi pada Ujian Nasional Bahasa Inggris yang dilaksanakan pada hari
Selasa tanggal 17 April 2007 adalah skor rata-rata pencapaian siswa yaitu 6,16. Sedangkan
skor tertinggi yang dicapai adalah 8,00 dan skor terendah adalah 4,40. Jika dikelompokkan
dalam lima kategori mengenai tingkat penguasaan mereka terhadap materi, maka terdapat
tujuh orang sebagai kelompok sangat rendah, 15 orang dalam atau 42% dalam kategori
kategori rendah, 13 orang atau 36% dalam kategori sedang, dan satu orang dalam kelompok
tinggi.

Dari hasil evaluasi di atas nampak bahwa tingkat kesulitan dalam menjawab soal Ujian
Nasional Bahasa Inggris tahun 2006/2007 melalui pembelajaran TOEIC bertahap
termodifikasi dapat dieliminasi sebesar 61,6%. Jika dihubungkan dengan indikator yang telah
ditetapkan bahwa penelitian ini dianggap berhasil jika mampu mengeliminasi tingkat kesulitan
menjawab soal Bahasa Inggris sebesar 60%. Dan ternyata indikator tersebut telah terbukti
sehingga dianggap bahwa pembelajaran TOEIC bertahap dapat meningkatkan kualitas dan
hasil               belajar               Bahasa               Inggris               siswa.

Selanjutnya jika merujuk pada sasaran mutu SMKN 1 Waansoppeng dalam dokumne ISO
9000:2001 bahwa nilai Ujian Nasional Bahasa Inggris minimal 20% mendapat nilai tujuh ke
atas. Hasilnya adalah siswa yang mendapat nilai tujuh keatas sebanyak sembilan orang atau
sebesar 25%. Dengan demikian pembelajaran TOEIC bertahap dapat mengeliminasi kesulitan
siswa               menjawab              soal                Bahasa              Inggris.

Selanjutnya berdasarkan hasil rekaman keaktifan siswa mengikuti pembelajaran yang diambil
dari hasil pengamatan dengan menggunakan lembar observasi nampak bahwa terdapat
frekwensi kektifan dari pertemuan awal hingga pertemuan akhir di setiap siklus. Salah satu
indikasinya adalah kuantitas siswa bertanya meningkat, yang menurut peneliti bahwa ada
keinginan siswa untuk mengetahui lebih baik lagi. Begitu juga tingkat kehadiran siswa
mengikuti pembelajaran dan kerapihan catatan siswa menunjukkan indikasi yang meningkat.
Sehingga dengan demikian diasnggap bahwa pembelajaran model TOEIC bertahap ini dapat
meningkatkan motivasi siswa untuk belajar, yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil
belajarnya.

BAB                                                                                        V

KESIMPULAN                                     DAN                                   SARAN

A.                                                                               Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang berlangsung selama dua siklus, dapat disimpulkan hasil-hasilnya
sebagai                                                                             berikut:

1. Kemampuan awal siswa sebelum diberikan tindakan terhadap penyelesaian soal ujian
Bahasa Inggris yaitu skor rata-rata adalah 3,17 dengan skor tertinggi yaitu 4,67 dan skor
terendah                                   sebesar                                  2,50.

2. Skor akhir siklus pertama adalah rata-rata pencapaian siswa sebesar 4,63 dengan skor
tertinggi        yaitu        6,83         dan         skor       terendah        3,50.

3. Rata-rata pencapaian skor siswa pada awal siklus dua adalah 4,82. Skor tertinggi yang
dicapai      adalah      7,17       dan      skor      terendah       adalah        3.00.

4. Hasil belajar siswa pada akhir siklus dua dengan ujian Nasional 2005/2006 yaitu
pencapaian skor rata-rata sebesar 6,27. Nilai tertinggi yang dicapai adalah 8,80 dan skor
terendah                                                                            3,80.

5. Hasil belajar siswa pada akhir siklus dua dengan ujian Nasional 2006/2007 yaitu
pencapaian skor rata-rata sebesar 6,16. Nilai tertinggi yang dicapai adalah 8,00 dan skor
terendah                                                                            4,40.

6. Pembelajaran TOEIC bertahap termodifikasi dapat mengeliminasi kesulitan siswa
menjawab soal Ujian Nasional Bahasa Inggris 2006/2007 sebesar 61,6%. Pembelajaran ini
dapat meningkatkan hasil Belajar Bahasa Inggris, jika dibandingkan dengan tahun
sebelumnya nilai rata-rata Bahasa Inggris tahun ini sedikit lebih bagus. Meskipun demikian
jika dikategorikan tingkat penguasaan siswa berada pada tingkat rendah.

B.                                                                              Saran-saran

Dari hasil penelitian yang diperoleh, baik peningkatan hasil belajar siswa maupun perubahan
positif   yang     dialami   siswa,    dapat    diajukan    saran-saran    sebagai   berikut:

1. Pihak guru Bahasa Inggris khususnya di sekolah kejuruan agar senantiasa mencari inovasi-
inovasi dalam pembelajarn untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Inggris. Salah satu
tekhnik pembelajaran yang dapat mengeliminasi kesulitan siswa dalam menjawab soal-soal
ujian   Bahasa    Inggris    adalah   pembelajaran      TOEIC     bertahap   termodifikasi.

2. Pihak sekolah; kiranya dapat menfasilitasi dan mendorong tumbuh kembangya budaya
meneliti dikalangan guru agar kendala yang dihadapi murid dan guru dapat dicarikan
solusinya. Sehingga pada akhirnya dari budaya meneliti ini akan dapat meningkatkan
profesionalisme        guru      berkaitan         dengan      bidang      tugasnya.
DAFTAR                                                                                PUSTAKA

Abidin. 2005. Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas III SDN 216 Dualimpoe
Kabupaten     Wajo   Melalui   Pemberian     Latihan   Mencongak.Laporan    Penelitian.

Bintaro dan Handoyo. 2004. Peran Industri, Pemda dan Assosiasi Profesi dalam
Pengembangan KBK. Jakarta: Panitia Konvensi Nasional Aptekindo II dan temu Karya XIII
FT/FPTK/JPTK                                                            Se-Indonesia.

Departemen Pendidikan Nasional. 2004.Penelitian Tindakan Kelas.Jakarta: Direktorat
Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah, Direktorat Tenaga Kependidikan.

Dudung Agus. 2004. Pendidikan Teknologi Kejuruan dalam Mengatasi Pengangguran.
Jakarta: Panitia Konvensi Nasional Aptekindo II dan temu Karya XIII FT/FPTK/JPTK Se-
Indonesia.

Dedikbud.   1999.   Kamus     Besar       Bahasa   Indonesia.     Jakarta:   Balai     Pustaka.

J.J. Hasibuan dan Moedjiono.1993. Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya

Maksum, H. 2004. Relevansi Pengembangan Teknologi Kejuruan dengan Kebutuhan
Pengembanagan Daerah. Jakarta: Panitia Konvensi Nasional Aptekindo II dan temu Karya
XIII                         FT/FPTK/JPTK                               Se-Indonesia.

Mappaita Muhkal. 1997. Pengajaran Remedial Matematika Berdasarkan Hasil Diagnosis
Kesulitan Belajar   Siswa.  Laporan   Hasil  Penelitian  IKIP   Ujung   Pandang.

M.     Dalyono.     2005.     Psikologi      Pendidikan.        Jakarta:     Rineka      Cipta.

Mijam Anugerahwati. 2004. Pembelajaran Teks Deskriptif Bahan Pelatihan Terintegrasi Guru
SMP.                                Jakarta:                                  Depdiknas.

Nurminah. 1999. Deskripsi kesulitan belajar Siswa Kelas 1 SMU Negeri 1 Takalar Pada Pokok
Bahasan     Barisan    dan     Deret.     Skripsi.   FPMIPA    IKIP     Ujung    Pandang.

Puskur. 2001. Kurikulum Berbasis Kompetensi Sekolah menengah Umum. Jakarta:
Departemen                         Pendidikan                     Nasional.

Sabri,A. 2005. Strategi Belajar Mengajar dan Mikro Teaching. Jakarta: Quantum Teaching.

Suharsimi Arikunto. 1999. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek Edisi Revisi IV.
Jakarta                      :                      Rineka                       Cipta.

Sukidin, Basrowi, Suranto. 2002. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. ( tanpa tempat):
Insan                                                                        Cendikia.

Ungsi Antara Oku Marmai. 2007. Hubungan dan Upaya Penelitian dan Pengajaran dalam
Meningkatkan Mutu Pendidikan Tinggi. http://www.depdiknas.go.id/ Diakses pada tanggal 15
Juni                                                                               2007.

Lampiran

Lembar                                                                                               Observasi

Rekaman           Keaktifan       Siswa           Mengikuti           Pembelajaran               Siklus          1

No       Perilaku       yang      Diamati          Frekuensi          Untuk         Setiap           Pertemuan
1                        2                          3                           4                            5

1       Kehadiran       siswa      36        35        35        36     Tes         Akhir         Siklus        1

2       Siswa        bertanya      berkaitan           dengan         materi        3        2          5       6

3        Kedisiplinan          masuk         tepat           waktu         35        35            35           36

4     Jumlah    siswa   kurang    perhatian       saat      pembelajaran      berlangsung        5      5   4    2

5 Jumlah siswa yang mencatat materi pelajaran yang dijelaskan oleh guru 36 35 35 36

6 Jumlah siswa yang mengerjakan latihan yang diberikan oleh guru 36 35 35 36

7        Kerapihan         buku         catatan             siswa       31           31           33            36

Lembar                                                                                               Observasi

Rekaman           Keaktifan       Siswa           Mengikuti           Pembelajaran               Siklus         2

No.       Perilaku      yang       Diamati           Frekuensi        Untuk         Setiap           Pertemuan
1                        2                            3                         4                            5

1       Kehadiran       siswa      36        36        34        35     Tes         Akhir         Siklus        2

2       Siswa        bertanya      berkaitan           dengan         materi        4        5          4       7

3        Kedisiplinan          masuk         tepat           waktu         36        36            34           35

4     Jumlah    siswa   kurang    perhatian       saat      pembelajaran      berlangsung        3      3   2   1

5 Jumlah siswa yang mencatat materi pelajaran yang dijelaskan oleh guru 36 36 34 35

6 Jumlah siswa yang mengerjakan latihan yang diberikan oleh guru 36 36 34 35

7        Kerapihan         buku         catatan             siswa       36           36           34            35

DATA                                         HASIL                                               PENELITIAN
NO            NAMA                 SISWA                SIKLUS                1               SIKLUS          2
Jumlah          benar           JML            Nilai         Jumlah             benar            JML       Nilai
List.                              Read                                  List                             Read
1       Mardewi            8           13          21         3,50          6           13         19      3,80
2     Amalia         Febrianti          14       24        38       6,33          12        32        44   8,80
3     Fitri        Apriani          10        14         24        4,00          8         22        30    6,00
4      Riskah         D         10          14         24        4,00         10          25        35     7,00
5      Yulismayanti            10          14         24         4,00          9         28         37     7,40
6     Astriani        Ridwan            9       15        24        4,00          7        20        27    5,40
7     Anda          Satriani          9        13        22        3,67          8         20        28    5,60
8       Garnis          9            15          24          4,00          9           21          30      6,00
9     Nurbaya           M          11        18         29        4,83         10          25        35    7,00
10        Fitrih        8            17          25         4,17           9           22          31      6,20
11     A.        Syahria        J        13        24       37       6,17         11         29       40   8,00
12       Agustina           11           18         29         4,83          9          26         35      7,00
13      E        r     n         i       8        17       25        4,17          7        20       27    5,40
14      Erfiani        Rijal         8        18         26        4,33          7         20        27    5,40
15       Hadriani          11            18         29         4,83          8          27         35      7,00
16       Hasriani          12            19         31         5,17          6          24         30      6,00
17    K        a     s       m        a      15       26       41       6,83         12       32      44   8,80
18       Kasmasanti            12          18         30         5,00          8          24        32     6,40
19      Mukrimatunnisa              15        23        38        6,33          10         28        38    7,60
20       Mulianasari           10          16         26         4,33          8         22         30     6,00
21     Nunung          Sri         H       12       19       31        5,17         9        27       36   7,20
22      Nur        Asniwati           12        15        27        4,50          9        21        30    6,00
23       Nurazizah           12           16         28         4,67          8          24         32     6,40
24       Nurdiana           12           17          29        4,83          7           23        30      6,00
25       Nurhatisari          12          17         29         4,83         10           27        37     7,40
26      Nurul        Fatimah            10       15        25        4,17         8         23       31    6,20
27     Nurul        Ummi           R       10        16       26       4,33         7        25       32   6,40
28       Nuryani           10           17          27         4,50          7          21         28      5,60
29      Riska         P         10          17        27         4,50         10          25        35     7,00
30       Risnah           12            16         28         4,67          9           17         26      5,20
31       Sartika          10            16         26         4,33          9           21         30      6,00
32      ST.        Fatimah            15        16        31        5,17          8        27        35    7,00
33       Suhartini          10           15         25         4,17          8           14        22      4,40
34       Sulfaidah           10           16         26         4,33          7          16         23     4,60
35       Yuliana          10           15          25         4,17         10           17         27      5,40
36      Aswira         Adil          10        14        24        4,00          6         15        21    4,20
JUMLAH           390       611           1001         166,83         306           823         1129      225,80
RATA-RATA           10,83         16,97        27,81        4,63        8,50         22,86        31,36    6,27
Median                                                  4,42                                               6,10
Standar                             Deviasi                            0,763055                            1,15

Data        Hasil        Nilai       Ujian        Nasional          Bahasa          Inggris        2006/2007

NO                               NAMA                               SISWA                                NILAI
1                                                Mardewi                                                  4,40
2                             Amalia                               Febrianti                              8,00
3                          Fitri                               Apriani                               6,40
4                        Riskah                               Damayanti                              6,60
5                                           Yulismayanti                                             6,60
6                         Astriani                                 Ridwan                            6,20
7                         Anda                                    Satriani                           5,60
8                                              Garnis                                                6,20
9                          Nurbaya                                       M                           5,60
10                                              Fitrih                                               7,20
11                Andi                        Syahria                         Juwita                 7,20
12                                            Agustina                                               5,80
13                E                     r                     n                        i             7,60
14                          Erfiani                                  Rijal                           6,20
15                                             Hadriani                                              7,20
16                                             Hasriani                                              6,20
17            K                a                  s                  m                     a         7,60
18                                           Kasmasanti                                              5,80
19                                          Mukrimatunnisa                                           6,80
20                                           Mulianasari                                             6,00
21                Nunung                          Sri                        Handini                 6,60
22                      Nur                                       Asniwati                           5,80
23                                            Nurazizah                                              7,00
24                                             Nurdiana                                              5,40
25                                            Nurhatisari                                            7,60
26                         Nurul                                  Fatimah                            6,40
27                Nurul                        Ummi                          Rahim                   6,20
28                                             Nuryani                                               5,60
29                        Riska                               Puspatisari                            7,00
30                                             Risnah                                                6,20
31                                             Sartika                                               6,80
32                          ST.                                   Fatimah                            4,40
33                                            Suhartini                                              4,00
34                                            Sulfaidah                                              4,20
35                                             Yuliana                                               5,20
36                          Aswira                                   Adil                            4,00
JUMLAH                                                                                             221,60
RATA-RATA                                                                                            6,16
TERTINGGI                                                                                            8,00
TERENDAH                                                                                             4,00
STANDAR                                            DEVIASI                                           1,04
MEDIAN                                                                                               6,20

Rekaman                                            Saat                                          Evaluasi
Evaluasi                                             Siklus                                              1
Evaluasi                                             Siklus                                              2
Curriculum                                                                                          Vitae
1                       Nama                                Burhanuddin,                            S.Pd
2                                            NIP                                               132273792
3                        Jabatan                                Guru                              Dewasa
4            Pangkat/                 Gol.                  Ruang                 Penata             III/c
5    Tempat     dan    Tanggal      lahir   Mangkuntu         Soppeng,     31   Desember      1971
6               Jenis                kelamin                   Laki             -               laki
7                                           Agama                                            Islam
8         Mata          Pelajaran          yang            diajarkan         Bahasa        Inggris
9         Masa           kerja          guru           06           Tahun         07         bulan
10      Pendidikan      Terakhir      SDN         28      Malaka      Soppeng      tahun      1984
SMPN                  3                 Watansoppeng                      tahun               1987
SMAN                  1                 Watansoppeng                      tahun               1990
D3/A.III.              Bahasa                   Inggris                UNHALU                 1993
S.I/A.IV              Bahasa                   Inggris                UNHALU                 1999.
11                                                                                        Sekolah
a.            Nama              sekolah              SMKN               1          Watansoppeng
b.         Jalan          Jl.         Merdeka              No.          118        Watansoppeng
c.                         telepon                             (0484)                       21033
12                                          Alamat                                          rumah
a.        Jalan          BTN           Husada             Permai          C.2        No          10
b.                       Kelurahan                             Lalabata                      Rilau
d.                 Telepon                   /                    HP                085242569174
e.                            Email                               Etc_smkn1soppeng@yahoo.co.id.
Bathcity_bursmenker@yahoo.com.
13 Pengalaman Penelitian yang relevan 1. Finalis lomba Inovasi Pembelajaran dan
pengelolaan Sekolah pada SIMNAS III di Hotel Kinasih Bogor 17 s.d 20 Oktober 2005.
2. Peserta pada lomba Inovasi Pembelajaran se-Prov. Sulawesi Selatan dan Prov. Sulawesi
Barat      di     LPMP        Makassar         tgl      9       s.d    11      November       2006
Catatan:
Penulis adalah mahasiswa pada program Magister Administrasi Pemerintahan Daerah
Universitas Indonesia Timur Makasar.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:368
posted:6/4/2011
language:Indonesian
pages:27
About