Docstoc

Replikasi DNA

Document Sample
Replikasi DNA Powered By Docstoc
					Replikasi DNA

DNA mempunyai kemampuan untuk mengadakan replikasi yaitu memperbanyak atau menggandakan
diri. Dengan kata lain, DNA mampu membentuk DNA baru yang sama persis dengan DNA awal. Replikasi
DNA berlangsung pada sel-sel muda saat interfase (mitosis), yaitu saat sel siap melakukan
pembelahan.Replikasi DNA adalah suatu proses menurunkan sifat genetik sehingga suatu jasad hidup
tetap menurunkan jenisnya. Sapi tetap menurunkan sapi, kelinci tetap menurunkan kelinci, dan manusia
tetap menurunkan manusia. Replikasi DNA bukan merupakan proses yang sederhana, melainkan proses
yang kompleks.

Dasar bangunan yang digunakan dalam replikasi DNA adalah deoksiribonukleosida trifosfat (dNTP),
meliputi deoksiadenosin trifosfat (dATP), deoksisitidin trifosfat (dCTP), deoksiguanosin trifosfat (dGTP),
dan deoksitimidin trifosfat (dTTP). Deoksinukleotida yang akan membentuk DNA barn ini membawa
kelompok fosfat ekstra dan kaya energi.

Replikasi diawali dengan membuka pilinan salah satu ujung DNA karena kerja enzim. Pilinan memisah
menjadi benang atau untaian tunggal karena ikatan hidrogen yang lemah. Selanjutnya, masing-masing
benang ini berlaku sebagai cetakan tempat menempel benang kedua berikutnya. Jadi, benang pertama
menjadi cetakan benang baru dan benang kedua juga menjadi cetakan benang kedua yang baru juga.

Kedua untaian heliks ganda membuka dan masing-masing menentukan untaian anak yang baru, dengan
memasangkan basanya. Sementara pilinan benang rangkap ini terurai, nukleotida barn (dalam hal ini d
ATP, dCTP, dGTP dan dTTP), terpasang berjajar sepanjang tiap benang (untaian). Nukleotida-nukleotida
ini digabungkan satupersatu, dengan cara sating melengkapi secara tepat, timin berseberangan dengan
adenin dan sitosin berseberangan dengan guanin. Polimerisasi nukleotida-nukleotida ini dikatalisis oleh
enzim DNA polimerase dan secara bersamaan dibebaskannya difosfat.

Karena tiap benang atau untaian baru merupakan komplemen salah satu komponen lama, untaian baru
yang menempel ini mempunyai susunan tepat sama seperti untaian semula. Hasilnya adalah sepasang
spiral (heliks ganda) yang identik. Dengan cara ini, sifat-sifat gen diturunkan dart sate generasi ke
generasi berikutnya.

Setelah heliks ganda memisah atau tidak membentuk pilinan, nukleotida-nukleotida sel, yaitu dNTP,
mulai mendekati rantai yang terpisah, kemudian mengikatkan diri mengikuti aturan basa. Adenin
membentuk ikatan hidrogen dengan timin dan sitosin membentuk ikatan hidrogen dengan guanin.
Enzim polimerase menghubungkan nukleotida-nukleotida ini membentuk rantai yang baru. Proses
berlangsung terus sampai akhirnya semua rantai tereplikasi.

Pembentukan rantai polinukleotida baru dalam replikasi DNA dari nukleotida-nukleotida (dNTP) adalah
melalui pembentukan ikatan 3′,5′-fosfodiester. Dalam hal ini, dua nukleotida membebaskan pirofosfat
atau difosfat sehingga kedua nukleotida tersebut bergabung menjadi satu. Proses berlangsung terus
sehingga terbentuk polinukleotida yang baru.
Mekanisme replikasi DNA total diteliti oleh Meselson dan Stahl. Hasil penelitian mereka menunjukkan
bahwa replikasi DNA berlangsung dengan mekanisme semikonservatif, yaitu dua pita dari heliks ganda
(induk) memisahkan diri dan selama proses replikasi, masing-masing pita membentuk pita
komplementernya dari nukleotida-nukleotida yang ada. Hasilnya adalah masing-masing pita yang lama
mendapatkan pasangan pita baru seperti pasangan yang lama. Setelah replikasi, terbentuk dua pita DNA
baru yang mirip.[ http://fkunhas.com]

Daftar Pustaka
Pengantar Kimia Buku Panduan Kuliah Mahasiswa Kedokteran Oleh Drs. Damin Sumardjo

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:105
posted:6/4/2011
language:Indonesian
pages:2
About