Docstoc

bisnis (DOC)

Document Sample
bisnis (DOC) Powered By Docstoc
					               MODUL 11


TEORI MANAJEMEN DAN TEORI MOTIVASI




                DOSEN
      ARIEF BOWO PRAYOGA K,SE.,MM




      PROGRAM STUDI AKUNTANSI
         FAKULTAS EKONOMI
      UNIVERSITAS MERCU BUANA
              JAKARTA
             TA.2007/2008
TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

  Agar mahasiswa diharapkan mampu memberikan pemahaman dasar mengenai
   motivasi dan hubungan kerja karyawan, menjelaskan factor-faktor yang dapat
  mempengaruhi motivasi karyawan serta implikasinya terhadap lingkungan kerja,
menerangkan dan memberi pemahaman mengenai teori motivasi berdasarkan teori
  kepuasan dan teori proses, memahami cara-cara pengelolaan dan peingkatan
       motivasi karyawan serta mampu menjelaskan hubungan kerja karyawan
               berdasarkan pendekatan Taylor dan Studi Hawthorne.




                        DAFTAR MATERI PEMBAHASAN


      Aspek utama dalam motivasi : Individu dan Kebutuhan
      Motivasi dan prestasi kerja
      Teori manajemen dan teori motivasi
      Pengelolaan dan peningkatan motivasi karyawan
      Hubungan Industrial
      Organisasi pekerja dan jaminan sosial




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                          ARIEF BOWO PK,SE.MM
                                                                PENGANTAR BISNIS
   PENDAHULUAN

              Motivasi adalah kondisi psikologis yang merupakan hasil dari interaksi
   antara kebutuhan individu dan faktor luar yang mempengaruhi perilaku
   seseorang. Sebagai contoh seseorang yang memiliki kebutuhan untuk makan,
   perilakunya akan diarahkan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dapat
   memuaskan kebutuhan makannya.
              Memahami tentang kebutuhan, perilaku, dan hubungannya dengan
   motivasi kerja merupakan masalah rumit yang harus dipikirkan manajer. Motivasi
   menyangkut masalah didalam diri karyawan, bukan persoalan yang secara
   eksplisit dapat digambarkan dan diselesaikan.

   ASPEK UTAMA DALAM MOTIVASI: INDIVIDU DAN KEBUTUHAN

              Seorang manajer diharapkan mampu mengenali dan mengerti tentang
   tipe dan tingkatan motivasi yang dimiliki karyawan. Manajer juga harus menjaga
   serta mengelola motivasi yang ada dalam kelompok karyawan yang diarahkan
   pada peningkatan kinerja individu sebagai karyawan. Perbedaan yang ada dalam
   masing-masing individu menjadi hambatan tersendiri bagi manajer dalam
   melakukan pemetaan kondisi karyawan yang dipimpinnya. Cara yang mudah
   untuk mengatasinya yaitu dengan mengenali dua hal yaitu kebutuhan dan tujuan.
              Kebutuhan adalah kekurangan yang dirasakan oleh individu pada
   saat-saat tertentu sehingga menciptakan rangsangan untuk menginginkan
   sesuatu. Kekurangan itu dapat berupa kekurangan secar fisik, psikologis,
   sosial,dll. Akibat adanya kekurangan itu maka muncul kebutuhan akan respon
   dari apa yang sedang terjadi. Proses selanjutnya adalah apabila kebutuhan itu
   muncul maka individu yang memiliki kebutuhan tersebut akan berusaha untuk
   mencari dan memenuhi kebutuhan itu.
              Hal penting dari tujuan-tujuan individu adalah kenyataan atau realitas.
   Individu merasa kekurangan akan sesuatu, kemudian individu tersebut berusaha
   mencari jalan keluar untuk memenuhi kekurangan itu. Langkah selanjutnya
   adalah menetapkan tujuan yang hendak dicapai dan melakukan evaluasi
   kemampuan diri untuk melengkapi persyaratan-persyaratan dalam mencapai
   tujuan tersebut. Dari hal itu kemudian akan diketahui apakah individu akan
   memperolah hadiah atau hukuman dari pencapaian tujuan atau tidak. Lalu
   terakhir yang terjadi adalah kekurangan kebutuhan lagi yang dirasakan oleh
   individu dari proses yang telah ia lakukan sebelumnya dan proses ini berulang
   kembali.
                           Bagan 7.1. Model Motivasi Dasar

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                              ARIEF BOWO PK,SE.MM
                                                                    PENGANTAR BISNIS
     Kebutuhan                Rangsangan               Keinginan                 Perilaku
   Tak terpuaskan                                   Terhadap sesuatu


                                  Kebutuhan                                 Tujuan individu
                                  terpuaskan

MOTIVASI DAN PRESTASI KERJA

        Secara teoritis, hubungan antara motivasi dan prestasi kerja dapat dijelaskan
dengan menggunakan teori pengharapan. Menurut teori ini, kinerja karyawan
merupakan fungsi dari kemampuan dan motivasi. Karyawan memiliki kemampuan
yang sama tetapi motivasi kerja lebih tinggi, maka dia mungkin sekali akan memiliki
prestasi kerja lebih baik dibandingkan karyawan lainnya.
        Karyawan yang memiliki motivasi tinggi memiliki kemungkinan lebih tinggi
untuk berprestasi dibanding dengan karyawan yang memiliki tingkat motivasi rendah.
Dengan demikian, motivasi memiliki hubungan yang positif dengan prestasi kerja
karyawan.
                    Bagan 7.2. Proses Motivasi pada Lingkungan Kerja

   Kebutuhan                Peningkatan             Kebutuhan                Ketegangan
       Tak                   tensi atau             terpuaskan                menurun
   terpuaskan               keteganagan
                                 n

                         Usaha


                                            Tujuan                Tujuan
                        Kinerja            Organisasi            Individu
TEORI MANAJEMEN DAN TEORI MOTIVASI

            McGregor mengamati praktek manajemen yang dilakuakn oleh para
manajer dalam mengelola para karyawannya. Ahli ini mengemukakan bahwa praktek
manajemen dari para manajer dipengaruhi oleh asumsi-asumsinya terhadap
karyawan. Motivasi mempunyai dua macam bentuk, yaitu motivasi positif dan
motivasi negatif.
a. Motivasi Positif
            Motivasi positif merupakan proses untuk mempengaruhi orang lain
dengan cara memberikan penambahan tingkat kepuasan tertentu, misalnya dengan



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                 ARIEF BOWO PK,SE.MM
                                                                       PENGANTAR BISNIS
memberikan promosi, intensif atau tambahan penghasilan, menciptakan kondisi
tempat kerja yang baik agar mereka merasa aman tenteram dan betah bekerja.
b. Motivasi Negatif
            Motivasi Negatif merupakan proses untuk mempengaruhi oranglain
dengan cara menakut-nakuti atau mendorong seseorang intuk melakukan sesuatu
secara paksa. Misalnya, menakut-nakuti bawahan dengan memberikan gambaran
seolah-olah mereka akan kehilangan jabatan, diturunkan pangkatnya, dipotong
gajinya, dll.

Teori X dan Y

Menurut McGregor, manusia dapat dikelompokkan menjadi dua tipe dengan ciri-ciri
yang berbeda.
Manusia tipe X memiliki ciri-ciri:
a. Pada         dasarnya   tidak   menyukai   pekerjaan   sehingga   sedapat   mungkin
     menghindarinya
b. Karena tidak menyukai pekerjaan, maka manusia seperti ini akan memberikan
     respon terhadap ancaman dan hukuman
c.   Menghindari tanggungjawab
d. Ingin selalau diarahkan serta ingin mendpatkan jaminan keamanan dn
     keselamatan pekerjaan.
Manusia tipe Y memiliki ciri-ciri:
a. Pada dasarnya bekerja adalah sama halnya dengan bermain, sehingga
     dianggap sebagai sesuatu yang perlu dinikmati
b. Memiliki pengendalian diri dan mampu mengatur perilaku untuk mencapai tujuan
c.   Memiliki respon (positif) terhadap imbalan, bukan ancaman dan hukuman
d. Menerima tanggungjawab
e. Memiliki inisiatif dan kreativitas dalam bekerja.

Terori Z

            Menurut William Ouchi, teori Z adalah teori manajemen berdasarkan
karakteristik praktek-praktek manajemen yang sukses, serta diterapkan oleh para
manajenr Jepang dan Amerika. Sistem manajemen ini umumnya merupakan praktek
manajemen konsensus.
            Perusahaan-perusahaan yang menerapkan teori Z memiliki ciri:
a. Karyawan dipekerjakan seumur hidup. Jika perusahaan menghadapi masa
     krisis, karyawan tidak akan di-PHK
b. Pengambil keputusan secara konsensus.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                  ARIEF BOWO PK,SE.MM
                                                                        PENGANTAR BISNIS
c.   Memberikan tanggungjawab individual.
d. Evaluasi prestasi dan promosi dilakukan secara hati-hati. Proses promosi
     dilakukan dari bawah secara perlahan.
e. Memberikan keleluasaan pada karyawan untuk menggunakan keterlampilan
     kerjanya.

Teori Kepuasan Motivasi
Teori Hierarki Kebutuhan Maslow

            Maslow mengemukakan bahwa manusia memiliki lima kebutuhan yang
bertingkat. Motivasi manusia dipengaruhi oleh kebutuhan yang mendesak nuntuk
dipenuh. Kebutuhan manusia bersifat hierarkis, artinyapemenuhannya dilakukan
secara bertingkat. Kebutuhan pada tingkat tinggi tidak mungkin dirasakan jika
kebutuhan tingkat yang lebih rendah belum terpuaskan. Lima hierarki tersebut
adalah:
1. Kebutuhan fisiologis, berupa sandang, pangan, papan, dan kebutuhan biologis.
2. Keamanan dan keselamatan, misalnya terbebas dari rasa sakit, ancaman PHK.
3. Kebutuhan sosial, kepemilikan, dan cinta, misalnya kebutuhan untuk berteman,
     menjadi anggota organisasi.
4. Kebutuhan akan penghargaan, misalnya berupa pujian.
5. Aktualisasi diri, yaitu kebutuhan untuk bertindak sesuai dengan kemauan dan
     bakatnya.

Teori Hierarki Kebutuhan Alderfer

            Aldefer berpendapat bahwa manusia memiliki kebutuhan yang bertingkat.
Menurutnya kebutuhan manusia terdiri atas tiga hierarki, yaitu:
1. Existence, meliputi kebutuhan fisiologis, keamanan, dan keselamatan.
2. Relatedness, meliputi kebutuhan untuk berhubungan dan bekerja sama dengan
     orang lain.
3. Growth, meliputi kebutuhan untuk dihargai dan aktualisasi diri. Kebutuhan ini
     setaraf dengan kebutuhan untuk berkembang dan tanggungjawab.

Teori Dua Faktor (Herzberg)

            Herzberg mengemukakan bahwa ada dua faktor yang mempengaruhi
ketidak puasan dan kepuasan kerja karyawan. Menurutnya, kepuasan dan ketidak
puasan kerja berada dalam kondisi yang berbeda dan tidak saling berhubungan.
Artinya, jika ketidakpuasan kerja rendah, tidak secara otomatis diikuti oleh kepuasan
kerja tinggi.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                               ARIEF BOWO PK,SE.MM
                                                                     PENGANTAR BISNIS
                                        Bagan 7.3.
                        Perbedaan Model Maslow dan Herzberg
                      HIERARKI MASLOW HERZBERG MODEL

                           Aktualisas Diri                  Pencapaian pekerjaan dan           Fak
                                                             tingkat tanggungjawab             tor
                                                                                               Mot
                                                              Pengenalan lebih lanjut          ivas
                           Penghargaan
                                                                                               i
                       Penghargaan                         Supervisi teknis Hubungan
                                                           antar personal dengan rekan         Fak
                     Rasa Aman                                    kerja & atasan               tor
                                                                                               Kes
                       Fisik                                       Tingkat Upah                ehat
                                                                       Gaji                    an

          Faktor yang mempengaruhi ketidakpuasan kerja disebut sebagai faktor
lingkungan (hygiene factors). Faktor lingkungan adalah karakteristik eksternal yang
penting untuk menghindari ketidak puasan kerja. Faktor ini terdiri atas upah dan gaji,
keamanan/jaminan pekerjaan, kondisi kerja, status, hubungan interpersonal,
supervisi teknis, dan kebijakan perusahaan. Faktor lingkungan berkaitan dengan
konteks pekerjaan (job context), imbalan ekstrinsik (extrinsic reward), atau faktor
ekstrinsik.
          Kepuasan kerja karyawan tergantung pada keberadaan faktor motivator
(motivator factor). Menurut Herzberg, Kepuasan kerja berhubungan positif dengan
motivasi kerja. Faktor motivator berkaitan dengan isi pekerjaan (job content), imbalan
intrinsik (intrinsic reward), atau faktor intrinsik. Faktor motivator terdiri atas prestasi,
pengakuan, pertumbuhan/perkembangan diri, pekerjaan itu sendiri, mkesempatan
untuk maju, dan tanggungjawab.
          Motivasi karyawan dapat ditingkatkan dengan jalan merekayasa pekerjaan
itu sendiri. Agar memberikan daya motivasi yang tinggi, pekerjaan harus dibuat
menantang, otonom, memrlukan keterlampilan yang bervariasi, memiliki tingkat
signifikasi tinggi, dan memiliki mekanisme umpan balik. Pendalaman pekerjaan
umumnya digunakan untuk merekayasa pekerjaan tersebut. Pendalaman pekerjaan
adalah teknik motivasi yang dicapai dengan menggabungkan beberapa jenis
kegiatan yang memerlukan keterlampilan berbeda dan tidak setingkat.
Teori Tiga Kebutuhan (McClelland)
          Menurut McClelland, manusia memiliki tiga jenis kebutuhan yang dipelajari
dari kebudayaan. Kebutuhan tersebut adalah kekuasaan (need for power), afiliasi
(need for affiliation), dan prestasi (need for achievement). Teori ini mungkin akan


Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                   ARIEF BOWO PK,SE.MM
                                                                         PENGANTAR BISNIS
    sangat berguna untuk menempatkan karyawan pada posisi tertentu dalam
    organisasi. Karyawan-karyawan tingkat bawah dituntut memiliki kebutuhan yang
    tinggi akan prestasi agar mereka memiliki motivasi kerja yang baik. Semakin tinggi
    posisinya, tuntutan kerja semakin berbeda. Tingkat manajemen yang semakin tinggi
    memerlukan keterampilan mempengaruhi orang lain, sehingga cocok ditempati oleh
    karyawan yang memiliki kebutuhan yang tinggi akan kekuasaan.
                                             Tabel 7.1.
                                    Perbandingan Teori Motivasi

Asumsi yang                Bagaimana megukur            Nilai dalam                 Masalah dan
Digunakan                       Motivasi                 Praktek                    Batasan-batasan

Setiap individu berusaha   Dengan memberikan           Memberi arti bagi mana-     Tidak dapat memaha-
Untuk memenuhi             pertanyaan dan mengguna     jer untuk memahami           mi perbedaan indivi-
Kebutuhan dasar sebelu     kan hak jawab dan dikuat    proses motivasi yang ter-    du,penelitian yang
m beranjak kekebutuhan      kan dengan skala laporan    jadi diantara karyawan      mendukung terbatas
lainnya                     individu
Individu yang tidak mam Laporan individu untuk   Memberikan gambaran               sedikit penelitian ya-
pu untuk mencapai per- mengetahui tiga kebutuhan jika pemuasan kebutuhan            ng mendukung dan
kembangan kepuasan,      dasar.                  Tidak tercapai, dan frus-          apakah benar indivi-
Akan frustasi dan berfo-                          tasi merupakan alasan             du hanya memiliki
kus kembali pada kebu-                            dominan terhadap penu-            tiga kebutuhan
tuhan dasar                                       runan kinerja karyawan
Hanya beberapa pekerja Menanyakan kepada kar-           Wawancara akan mem- Asumsi yang diguna-
an dan karakter tertentu yawan dalam wawancara         berikan pengertian dan      kan perlu diperbaiki
yang dapat memotivasi untuk menjelaskan                 identifikasi motivasi ke- sehingga merefleksi-
karyawan                  pekerjaan yang kritis         pada manajer sehingga      kan perubahan sosial
    Teori Proses Motivasi                                dapat mengembangkan yang terkait dengan
     Teori Penguatan (B.F. Skinner)                     motivasi tersebut          keamanan kerja
Kebutuhan individu di- Thematic Apperception     Jika kebutuhan dapat di- Interprestasi TAT sa-
pelajari dari budaya,   Test (TAT) sebuah teknik lacak,maka manajemen ngat sulit, dan
maka pelatihan dan pen- yang akan memberikan ke- dapat meningkatkan me- dampak pelatihan ter
didikan akan mempenga beranian responden untuk lalui pelatihan untuk mem hadap perubahan keb-
ruhi kebutuhan sese-    mengungkapkan kebutuhan bangun kebutuhan yang utuhan kurang sukses
orangMenurut Skinner, perilaku manusia dikendalikan oleh konsekuensi yang
                         mereka                   sesuai tujuan.           untuk diulang


    mengikutinya. Jika perilaku tertentu diikuti oleh sesuatu yang menyenangkan,
    sebagai konsekuensinya maka karyawan akan cenderung mengulangi perilaku yang
    sama. Sebaliknya jiak perilaku tertentu membawa konsekuensi yang tidak
    menyenangkan maka karyawan akan menghindarinya.
              Menurut teori ini, rekayasa perilaku dapat dilakukan dengan mengelola
    konsekuensinya. Manajer dapat memberikan imbalan tertentu agar karyawan
    bersedia mengerjakan pekerjaan tertentu. Sebaliknya, manajer dapat memberikan
    ancaman hukuman agar karyawan menghindari perilaku negatif yang dianggap
    merugikan organisasi. Segala sesuatu yang dapat digunakan untuk mendorong

    Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                      ARIEF BOWO PK,SE.MM
                                                                                PENGANTAR BISNIS
karyawan berprilaku tertentu disebut penguat positif. Penguatan positif mencakup
segala sesuatu yang dibutuhkan karyawan.

            Sebaliknya, perilaku yang tidak diinginkan perusahaan dapat dihentikan
dengan jalan memberikan penguatan negatif. Penguatan negatif adalah segala
sesuatu yang tidak disukai karyawan sehingga mereka akan menghindarinya dengan
berprilaku lebih baik. Bentuk-bentuknya dapat berupa ancaman hukuman atas
perilaku tertentu.

Teori Penetapan Tujuan (Edwin Locke)

            Adalah proses pengidentifikasian tingkat prestasi tertentu yang harus
dicapai dalam kurun waktu tertentu. Pada prinsipnya teori ini berpendapat bahwa
motivasi kerja karyawan akan meningkat jika mereka memahami tujuan yang akan
dicapai dan melihat keterkaitan tujuan tersebut dengan kepentingan pribadinya.
Semakin sulit tingkat tujuan, prestasi karyawan semakin meningkat. Pada tingkat
tertentu jika tingkat kesulitannya terlalu tinggi justru akan membuat karyawan
frustasi. Dengan demikian, manajer perlu mengidentifikasi level prestasi yang paling
rasional bagi karyawannya sehingga prestasi kerja dapat optimal.

Teori Keadilan ( J.S. Adams)

            Situasi keadilan terjadi jika output (hasil) dibanding input (pengorbanan)
seorang karyawan sama dengan karyawan lainnya. Jika situasinya tidak adil maka
akan mendorong karyawan untuk berbuat sesuatu agar kondisi keadilan tercapai.

Teori Pengharapan (V. Vroom)

            Teori pengharapan mengemukakan bahwa kinerja karyawan merupakan
fungsi dari kemampuan dan motivasinya. Motivasi dipengaruhi oleh ekpektansi dan
valensi. Secara matematis dirumuskan sebagai: P = f (A x M), M = f (E x V).
Pengharapan atau ekspektasi adalah probabilitas bahwa dengan usaha tertentu,
tugas yang dibebankan kepada karyawan dapat diselesaikan. Ekspetansi karyawan
dipengaruhi oleh kemampuan dan keterlampilan kerjanya.
            Valensi adalah prioritas hasil-hasil yang disukai karyawan atas prestasi
kerjanya.




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                ARIEF BOWO PK,SE.MM
                                                                      PENGANTAR BISNIS
PENGELOLAAN DAN PENINGKATAN MOTIVASI KARYAWAN

Memotivasi Melalui komunikasi Efektif

         Masalah yang sering terjadi dlam perusahaan adalah terjadinya komunikasi
satu arah dalam penyelesaian pekerjaan, penyampaian informasi dan aspek-aspek
lain antar individu. Konsep MBO (Management By Objective) menekankan bahwa
komunikasi yang terjadi dalm perusahaan sebaiknya adalah komunikasi dua arah
(two ways comunication). Dalam hal ini, pemimpin perusahaan berusaha
memberikan informasi yang mungkin berbeda dengan kehendak atasan. Hal ini
sangat penting untuk menghindari kesenjangan atau kesalahpahaman antara kedua
belah pihak.

Pemberdayaan Karyawan

         Pemberdayaan adalah memberikan otonomi, kekuasaan dan kepercayaan
kepada karyawn, serta mendorong karyawan untuk lebih fleksibel terhadap aturan
yang ada demi tercapainya tugas yang dilakukan.

Mengenalkan Intrapreneurship

         Intrapreneurship adalah sifat atau jiwa wirausaha yang berada pada
lingkungan organisasi formal. Pengenalan intrapreneurship dalam organisasi cukup
penting karena karyawan diberikan ruang dan kebebasan untuk mengembangkan
kreativitas dan semangat untuk melakukan inovai-inovasi.
         Beberapa    hal   yang   harus   dilakukan   atasan   dalam   mengenalkan
intrapreneurship adalah mendorong karyawan untuk melaksanakan tugas yang ada,
penggunaan pertemuan informal jika dimungkinkan, toleransi bila terdapat kesalahan
kecil dan menganggap sebagai proses pengalaman kerja, memberikan penghargaan
kepada karyawan yang sukses, dan mengelola karyawan menjadi tim sukses yang
berpandang masa depan.


HUBUNGAN INDUSTRIAL

         Hubungan manajer-bawahan telah mengalami pasang surut sesuai dengan
perkembangan ilmu manajemen maupun tuntutan bisnis. Sejarah hubungan kerja
karyawan dengan manajemen mengalami perubahan mulai dari tradisional atau
klasik, neo klasik dan modern.




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                             ARIEF BOWO PK,SE.MM
                                                                   PENGANTAR BISNIS
Manajemen Ilmiah (F.W. Taylor)

         Adalah studi ilmiah dan pembagian pekerjaan menjadi elemen-elemen
pekerjaan mekanis terkecil, kemudian merangkaikannyamelalui kombinasi cara yang
paling efisien. Kegiatan dibagi menjadi aktivitas kecil yang terbatas agar karyawan
dapat bekerja secara lebih efisien melalui penguasaan pekerjaan. Penerapan
manajemen ilmiah memungkinkan karyawan mudah diganti-ganti.

Studi Hawthorne (Elton Mayo)

         Adalah serangkaian percobaan-percobaan yang menemukan bahwa
kelompok kerja secara signifikan dipengaruhi oleh cara karyawan berprilaku dan
berprestasi. Salah satu percobaan yang dilakuakan adalah dengan membandingkan
antara dua kelompok karyawan yang mendapatkan perlakuan yang berbeda dari
segi ruangan, jam kerja serta jenis pekerjaan yang bebeda. Studi ini menemukan
sesuatu yang lain dari dimensi manusia. Karyawan bukan merupakan sumberdaya
yang dimilki untuk kita manfaatkan, tetapi adalah manusia yang menjadi partner
perusahaan dalam mencapai tujuan.


ORGANISASI PEKERJA DAN JAMINAN SOSIAL

         Perusahaan perlu menjaga hubungan dengan karyawan danhal ini perlu
mendapatkan perhatian serius dari perusahaan. Untuk itu perlu keseimbangan dalam
negosiasi, dimana karyawan diwakili oleh organisasi pekerja dan perusahaan diwakili
oleh pihak manajemen. Inti dari negosiasi itu adalah mencari kesepakatan kerja
yang saling menguntungkan untuk kedua belah pihak, bukan kekuatan tawar
menawar yang saling menjatuhkan.
Organisasi Pekerja

         Adalah organisasi yang mewakili karyawan dalam hal masalah penggajian,
jam kerja, dan kondisi atau lingkungan kerja yang merugikan karyawan.

Alasan Karyawan Bergabung dengan Organisasi Pekerja

         Alasan   mendasarnya    yaitu   bahwa   organisasi   pekerja   memberikan
beberapa hal yang diperlukan oleh karyawan dimana pihak manajemen atau atasan
tidak mampu untuk menyediakan.
         Hal ini membawa dampak bahwa y7ang diinginkan karyawan adalah ada
semacam tempat atau lembaga yang mampu mengimbangi kekuasaan atasan
terutama dalam kebijakan yang berkaitan langsung dengan karyawan. Disisi lain


Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                             ARIEF BOWO PK,SE.MM
                                                                   PENGANTAR BISNIS
karyawan akan memberikan karya terbaik bagi perusahaan selama perusahaan
menghargai dan memberikan kompensasi yang sesuai dengan usaha yang
dilakukan karyawan.

Kekuatan Tawar Menawar dan Negosiasi Efektif

             Tawar menawar yang dimaksud disisni adalah proses dimana karyawan
dan pemilik perusahaan diwakili oleh seseorang atau lembaga untuk bernegosiasi
tentang sebuah kontrak kerja yang mengatur penggajian, jam kerja dan beberapa
kebijakan terhadap karyawan. Beberapa hal yang biasa menjadi poin-poin penting
pembicaraan dalam negosiasi adalah:
1. Praktek kepegawaian, meliputi prosedur rekrutmen, rencana pemberhentian
    karyawan, senioritas, transfer, promosi, dll.
2. Pemberian kerja, meliputi jam kerja, jam istirahat, kerja lembur, sub kontrak, dll.
3. Penggajian, meliputi pemberian bonus, tarif upah dasar, upah lembur, pemberian
    tunjangan, dll.
4. Hak karyawan dan pihak manajemen, meliputi hak sebagai pemberi wewenang,
    hak organisasi pekerja dan keamanan, dll.
5. Keuntungan, meliputi pemberian diskon produk, pen\mberian asuransi, rekreasi,
    dll.
             Disamping itu, perusahaan juga perlu memperhatikan masalah adanya
jaminan sosial bagi karyawannya berikut pengelolaannya. Dengan dikeluarkannya
UU no. 3/1992 hak-hak sosial tenaga kerja yang selama ini agak terlupakan kembali
diperhatikan yaitu dengan dijalankannya kebijakan Jaminan Sosial Tenaga Kerja
atau Jamsostek.
                                   ************************
                                   DAFTAR PUSTAKA


Straub, Joseph T. dan Raymond F. Attner (1994), “Introduction To Businnes”, 5 ed.,
           California: Wadsworth Publishing Company.
Ouchi, William (1985), “Teori Z: Bagaimana Amerika Menghadapi Jepang Dalam
           Dunia Bisnis”, edisi terjemahan, Jakarta: Aksara Persada.
Luthans, Fred (1995), “Organizational Behavior”, 7 ed., New York: McGraw-Hill, Inc.
Schermerhom Jr., John R. Et.all., (1991), Managing Organizational Behavior, 4 ed.,
           New York: John Willey, Inc.
Gibson, James L. Et.al. (1994), “Organizations: Behavior, Structure, Processec”, 8
           ed., Illionis: Irwin.



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                    ARIEF BOWO PK,SE.MM
                                                                          PENGANTAR BISNIS
Greenberg, Jerald dan Robert A. Baron, (1995), Behavior in Organizations:
      Understanding and Managing the Human side of Work”, 6 ed., New Jersey:
      Prentice-Hall, Inc.




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                       ARIEF BOWO PK,SE.MM
                                                             PENGANTAR BISNIS

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags:
Stats:
views:246
posted:6/3/2011
language:Indonesian
pages:13