PENGEREMAN DINAMIK PADA MOTOR INDUKSI TIGA FASA by bukupdfwp

VIEWS: 2,425 PAGES: 6

Motor induksi tiga fasa banyak digunakan oleh dunia industri karena memiliki beberapa keuntungan antara lain motor ini sederhana, murah dan mudah pemeliharaannya. Pada penggunaan motor induksi sering dibutuhkan proses menghentikan putaran motor dengan cepat, terutama aplikasi untuk konveyor. Untuk menghentikan putaran rotor, torsi pengereman diperlukan yang dapat dihasilkan secara mekanik maupun secara elektrik. Pengereman untuk menghentikan putaran motor induksi dapat dirancang secara dinamik, yaitu sistem pengereman yang dilakukan dengan membuat medan magnetik motor stasioner. Keadaan tersebut dilaksanakan dengan menginjeksikan arus DC pada kumparan stator motor induksi tiga fasa setelah hubungan kumparan stator dilepaskan dari sumber tegangan suplai AC.

More Info
									Pengereman Dinamik Pada Motor Induksi Tiga Fasa                             (A. Warsito, M. Facta, M Anantha BP)


                                   PENGEREMAN DINAMIK PADA
                                    MOTOR INDUKSI TIGA FASA

                             Agung Warsito, Mochammad Facta, M Anantha B P
                         a.warsito@elektro.ft.undip.ac.id, facta@elektro.ft.undip.ac.id
                       Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Abstrak                                                yang terpasang pada poros rotor. Pada pengereman ini
                                                       energi putar dari rotor dikurangi dengan cara menekan
      Motor induksi tiga fasa banyak digunakan
oleh dunia industri karena memiliki beberapa
                                                       poros rotor menggunakan sepatu rem. Pengereman
keuntungan antara lain motor ini sederhana, murah      secara mekanik membutuhkan jadwal pemeliharaan
dan mudah pemeliharaannya. Pada penggunaan             teratur karena terdapat rugi – rugi mekanis seperti
motor      induksi     sering    dibutuhkan   proses   gesekan yang menimbulkan panas dan menghasilkan
menghentikan putaran motor dengan cepat,               debu akibat gesekan. Pengereman untuk menghentikan
terutama aplikasi untuk konveyor. Untuk                putaran motor induksi dapat dirancang secara dinamik,
menghentikan putaran rotor, torsi pengereman           yaitu menggunakan sistem pengereman yang dilakukan
diperlukan yang dapat dihasilkan secara mekanik        dengan membuat medan magnetik motor stasioner.
maupun secara elektrik.                                Keadaan tersebut dilaksanakan dengan menginjeksikan
      Pengereman untuk menghentikan putaran            arus DC pada kumparan stator motor induksi tiga fasa
motor induksi dapat dirancang secara dinamik,          setelah hubungan kumparan stator dilepaskan dari
yaitu sistem pengereman yang dilakukan dengan          sumber tegangan suplai AC. Metode pengereman
membuat medan magnetik motor stasioner.                dinamik (dynamic braking) memiliki keuntungan antara
Keadaan         tersebut     dilaksanakan    dengan    lain kemudahan pengaturan kecepatan pengereman
menginjeksikan arus DC pada kumparan stator            terhadap motor induksi tiga fasa.
motor induksi tiga fasa setelah hubungan kumparan
stator dilepaskan dari sumber tegangan suplai AC.      II.     DASAR TEORI
              Metode pengereman dinamik memiliki
                                                       2.1 Motor Induksi [1,3]
              keuntungan antara lain kemudahan
              pengaturan kecepatan pengereman
                                                            Pada motor induksi arus rotor bukan diperoleh dari
              terhadap motor induksi tiga fasa dan     sumber tertentu, tetapi merupakan arus yang terinduksi
              kerugian mekanis dapat dikurangi.        sebagai akibat perbedaan relatif antara putaran rotor
              Dengan mengaplikasikan pengereman        dengan medan putar yang dihasilkan oleh stator.
              dinamik pada motor induksi tiga fasa     2.2 Konstruksi Motor Induksi Tiga Fasa[1,3]
              didapatkan hasil proses menghentikan           Motor induksi tiga fasa memiliki dua komponen
              putaran motor induksi lebih cepat        dasar yaitu stator dan rotor, bagian
              dibandingkan       tanpa   pengereman    rotor dipisahkan dengan bagian stator oleh celah udara
              dinamik                                  yang sempit (air gap) dengan jarak antara 0,4 mm
                                                       sampai 4 mm. Tipe dari motor induksi tiga fasa
I.        PENDAHULUAN                                  berdasarkan lilitan pada rotor dibagi menjadi dua macam
      Motor induksi tiga fasa banyak digunakan         yaitu rotor belitan (wound rotor) adalah tipe motor
oleh dunia industri karena memiliki beberapa           induksi yang memiliki rotor terbuat dari lilitan yang
keuntungan. Keuntungan yang dapat diperoleh            sama dengan lilitan statornya dan rotor sangkar tupai
dalam pengendalian motor–motor induksi tiga fasa       (Squirrel-cage rotor) yaitu tipe motor induksi dimana
yaitu, struktur motor induksi tiga fasa lebih ringan   konstruksi rotor tersusun oleh beberapa batangan logam
(20% hingga 40%) dibandingkan motor arus               yang dimasukkan melewati slot-slot yang ada pada rotor
searah (DC) untuk daya yang sama, harga satuan         motor induksi, kemudian setiap bagian disatukan oleh
relatif lebih murah, dan perawatan motor induksi       cincin sehingga membuat batangan logam terhubung
tiga fasa lebih hemat.                                 singkat dengan batangan logam yang lain.
      Pengereman pada motor induksi tiga fasa,
secara umum masih menggunakan metoda yang              2.3   Beban Motor Induksi Tiga Fasa
sederhana, dengan cara pengereman mekanik
                                                                 Dalam melaksanakan pengujian pengereman
dimana torsi pengereman dihasilkan oleh peralatan
                                                       dinamik digunakan dinamometer DC (generator-motor
pengereman yang berupa sepatu rem dan drum


                                                                                                               1
Transmisi, Vol. 11, No. 1, Juni 2006 : 1 - 5


arus searah) sebagai beban motor induksi.                  berlawanan untuk menjadikan stasioner terhadap stator.
Dinamometer DC dalam percobaan berfungsi                   Interaksi medan resultan dan gerak gaya magnet rotor
untuk mengubah energi mekanik menjadi energi               akan mengembangkan torsi yang berlawanan dengan
listrik.                                                   torsi motor sehingga pengereman terjadi. Torsi
                                                           pengereman yang dihasilkan tergantung pada besarnya
                                                           arus injeksi DC pada belitan stator, karena torsi
2.4 Pengereman pada Motor listrik[6,8,10,14]
                                                           pengereman sebanding dengan arus injeksi. Sedangkan
     Pengereman        secara     elektrik,  torsi
                                                           nilai tahanan (R) berpengaruh pada nilai kecepatan torsi
pengereman dihasilkan berdasarkan nilai arus
                                                           pengereman terjadi. Semakin kecil nilai tahanan (R),
injeksi yang diberikan pada belitan stator.
                                                           semakin cepat torsi pengereman terjadi.
     Pada pengereman secara elektrik energi
putaran rotor diubah menjadi energi elektrik yang
kemudian dikembalikan ke suplai daya, atau                 2.6 Penyearah Penuh Satu Fasa
dengan memberikan suatu medan magnet stasioner                   Penyearah yang dipakai pada alat ini adalah
pada stator sehingga putaran rotor akan berkurang          penyearah gelombang penuh dengan menggunakan
dengan sendirinya, pengereman secara elektrik              transformator step down dan mempunyai keluaran
lebih halus dan tidak ada hentakan yang terjadi.           tegangan DC positif. Rangkaian penyearah gelombang
Pengereman secara elektrik tidak dapat                     penuh dengan menggunakan transformator step down
menghasilkan torsi untuk menahan beban dalam               dapat dilihat pada gambar 2.2.
keadaan sudah berhenti dan membutuhkan sumber                    Pada saat setengah siklus positif dioda D2 dan D3
energi listrik untuk mengoperasikannya.                    akan konduksi untuk menghasilkan satu siklus positif
                                                           dan pada siklus negatip dioda D4 dan D1 akan konduksi
2.5   Pengereman Dinamik                                   untuk menghasilkan satu siklus negatif.
                                                                                     N   1          N   2
      Pengereman dinamik digunakan untuk                                  220 v
                                                                                                               D   1              D   2
menghentikan putaran rotor motor induksi.                                  VA C                                               +                      +
Tegangan pada stator diubah dari sumber tegangan                                                               D   3              D   4
                                                                             0 v                                                                     VDC
AC menjadi tegangan DC dalam waktu yang
sangat singkat. Torsi yang dihasilkan dari
pengereman tergantung pada besar arus DC yang
diinjeksikan pada belitan stator. Pada gambar 2.1.         Gambar 2.2 Penyearah gelombang penuh
menunjukkan bentuk rangkaian pengereman
dengan injeksi arus searah pada motor induksi tiga
fasa.                                                      III.           PENGUJIAN
                                                               Blok diagram pengujian seperti tampak pada
                                                           gambar dibawah ini.

              K1

                                                              SUPLAI AC            PANEL KONTROL             MOTOR INDUKSI            GENERATOR DC         BEBAN
                                                              TIGA FASA                                       TIGA PHASA
                        K2
                                          Trafo
                                       Step Down
                                  Penyearah

                         Stator
                   M
                   3~    Motor


Gambar 2.1 Pengereman dinamis dengan injeksi arus searah      SU PLAIAC           TRAFO STEPDOW N             PENYEARAH
                                                              SATU FASA                                     PENUH SATU FASA
pada motor induksi tiga fasa.
                                                           Gambar 3.1 Diagram blok
      Arus searah yang diinjeksikan pada
kumparan stator akan mengembangkan medan
                                                           3.1. Pengujian Lama Waktu Berhenti Motor Induksi
stasioner untuk menurunkan tegangan pada rotor.
Oleh karena kumparan rotor terhubung singkat,                   Tiga Fasa tanpa Pengereman Dinamik
arus yang mengalir menghasilkan medan magnet.                   Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui lama
Medan magnet akan berputar dengan kecepatan                waktu berhenti motor induksi tiga fasa tanpa pengereman
yang sama dengan rotor tetapi dengan arah yang             dinamik. Hasil pengujian ini untuk mengetahui selisih



2
Pengereman Dinamik Pada Motor Induksi Tiga Fasa                                                                                                                                                                (A. Warsito, M. Facta, M Anantha BP)

lama waktu berhenti dengan dan tanpa                                                                                                                                                                                                                                 3
pengereman    dinamik.   Gambar     rangkaian                                                                                                        1    Konfigurasi A                                                          Idc =                                 Iac
penghentian motor induksi tiga fasa tanpa                                                                                                                                                                                                                            2
pengereman dinamik diperlihatkan pada gambar                                                                                                         2    Konfigurasi B                                                           Idc = 2 Iac
3.2.                                                                                                                                                                                                                                     3
                                                                                                                                                     3    Konfigurasi C                                                          Idc =      Iac
                                                                                                                                                                                                                                          2
                                                                                                                                                                                                                                         2
                                                                                                                                                     4    Konfigurasi D                                                          Idc =      Iac
                                                M C B 3 F asa
                                                                                   M C B 1 F a sa                                                                                                                                         3
                                                                                                                                                                                                                                         3Iac
                                              K o n ta k U ta m a N O
                                                   K o n ta k to r 1
                                                                                                                                                     5    Konfigurasi E                                                            Idc =
                                                                                  K o n ta k N C T im e r 1
                                                                                                                                                                                                                                         2 2
                                                                                                                                                                                                                                         3Iac
                                              P u s h B u tto n N C 1                                                                                6    Konfigurasi F                                                            Idc =
                                                                                                                                                                                                                                         2 2
                                                                                                                         K o n ta k B a n tu N O
             TO LR                                     PB N O 1                                                              K o n ta k to r 2
                                                                                  K o n ta k B a n tu N O
                                                                                      K o n ta k to r 1                                            3.3. Pengujian Lama Waktu Berhenti Motor Induksi
                                                                                   K o n ta k B a n tu N C      K o n ta k B a n tu N C
                                                                                                                                                        Tiga Fasa dengan Pengereman Dinamik
                                                                                       K o n ta k to r 1            K o n ta k to r 2
                                                                                                                                                         Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui lama
                             M                                                                                                                     waktu berhenti motor induksi tiga fasa dengan
                      M o to r In d u k s i
                        T ig a F a sa
                                                                                                                                                   pengereman dinamik. Hasil percobaan ini untuk
                                                        K o n ta k to r1     P ilo t L a m p           K 2          T1               R 1
                                                                                                                                                   mengetahui selisih lama waktu berhenti dengan dan
Gambar 3.2 Rangkaian penghentian motor induksi tiga fasa                                                                                           tanpa pengereman dinamik. Gambar rangkaian
tanpa pengereman dinamik                                                                                                                           penghentian motor induksi tiga fasa dengan pengereman
                                                                                                                                                   dinamik untuk keenam konfigurasi hubungan belitan
3.2. Perhitungan Besar Arus Injeksi DC untuk                                                                                                       stator diperlihatkan pada gambar 3.3.
     Pengereman Dinamik pada Motor Induksi
     Tiga Fasa
                                                                                                                                                                                                                                   T ra fo S te p D o w n                   M C B S a tu F a s a
     Sebelum       melaksanakan         pengujian                                                                                                                                     M C B T ig a F a sa

                                                                                                                                                                                     K o n ta k U ta m a N 0
pengereman dinamik terlebih dahulu melakukan                                                                                                                                              K o n ta k to r 1

                                                                                                                                                                                                                                                                           K o n ta k N C T im e r 1

perhitungan besar arus injeksi sesuai rumus pada
masing-masing konfigurasi dibawah ini.                                                                                                                                                                         P e n y ea ra h
                                                                                                                                                                                                                                        P u s h B u tto n 1 N C




                                                                                                                                                                                        TO LR                                         P u s h B u tto n 1 N 0                                                       K o n ta k N O K o n ta k to r 2
                IDC                                         I DC                                        IDC
                                                                                                                                                                                                                                                                        K o n ta k N O K o n ta k to r 1



                                                                                                              2/3                     1/3                                                                                         K o n ta k N C K o n ta k to r 1                                         K o n ta k N C K o n ta k to r 2

                                                                                                                     STATOR

                            STATOR
                                                                           STATOR                                                                                  M
                                                                                                                      1/3
                                                                              (b)                                              (c)                            M o to r In d u k si
                                 (a)
                                                                                                                                                                T ig a F a s a
                                                                                                                                                                                                                                                                  K 1 P ilo t L a m p           K2             T1               R1
      I DC                                               I DC


             1/2
                                                                                                                    STATOR
                      STATOR                                                                          I DC                                         Gambar 3.4 Rangkaian penghentian motor induksi tiga fasa dengan
                         1/2                                         STATOR
                                                                                                                                                   pengereman dinamik pada salah satu konfigurasi
                           (d)                                              (e)                                          (f)


Gambar 3.3 Konfigurasi hubungan belitan stator untuk
pengereman dinamik
                                                                                                                                                   IV. HASIL PENGUJIAN.
Pada rangkaian pengereman dinamik untuk                                                                                                            4.1 Lama Waktu Berhenti Motor Induksi Tiga Fasa
keenam konfigurasi rumus arus injeksi Idc                                                                                                              tanpa Pengereman Dinamik pada Variasi
ditabulasikan pada tabel 3.1.                                                                                                                          Tegangan 110, 220, 380 Volt Beban Lampu 75
 Tabel 3.1 Rumus arus injeksi DC pada keenam konfigurasi                                                                                               dan 150 Watt
    hubungan belitan stator untuk pengereman dinamis
                                                                                                                                                         Pada pengujian untuk mengetahui waktu berhenti
                                                                                                                                                   motor induksi tiga fasa tanpa pengereman dinamik untuk
 N                                                                                                                                                 variasi tegangan 110, 220, 380 Volt beban lampu 75 dan
                      Uraian                                                         Rumus
 o.                                                                                                                                                150 Watt pada keenam variasi hubungan belitan stator
                                                                                                                                                   hasilnya digambarkan dalam grafik sebagai berikut :


                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       3
Transmisi, Vol. 11, No. 1, Juni 2006 : 1 - 5




                                                                                                                                                                                                                                                                       4.25                      4.27
                                                                                                                                                                                                                                                                   5




                                                                                                                                                                                                                                 Besar Waktu Berhen ti d an Arus
          Besar Waktu Berhenti dan Arus


                                                                                         5,4                       5,55                     5,6                                                                                                                    4
                                                                                 6
                                                                                                                                                                                                                                                                                                        2.33
                                                                                 5                                                                                                                                                                                 3
                                                                                 4                                                                                                                                                                                 2
                                                                                 3                                                                                                                                                                                 1          0.91
                                                                                 2                                                                      1,31

                                                                                 1               0,38                      0,57                                                                                                                                    0
                                                                                 0                                                                                                                                                                                        110                         220      Teg angan Belitan Stato r

                                                                                           110                        220                         380
                                                                                                                                                   Tegangan Belitan Stator
                                                                                                                                                                                                                                                                       Waktu Berhenti (Detik)    Arus (Ampere)

                                                                                               Waktu Berhenti (Detik)              Arus (Ampere)

                                                                                                                                                                                  Gambar 4.4 Grafik hubungan waktu berhenti dengan arus pada
Gambar 4.1 Grafik hubungan waktu berhenti dengan arus                                                                                                                             variasi hubungan belitan stator hubung segitiga beban lampu
pada variasi hubungan belitan stator hubung bintang beban                                                                                                                         150 Watt
lampu 75 Watt
                                                                                                                                                                                        Berdasarkan grafik 4.3 dan 4.4 dapat dianalisa
                                                                                                                                                                                  berdasarkan hasil percobaan untuk belitan stator hubung
                          Besar Waktu Berhenti dan Arus




                                                                                     5
                                                                                          4.04                     4.3                     4.38
                                                                                                                                                                                  bintang bahwa waktu rata-rata berhenti untuk beban
                                                                                     4

                                                                                     3
                                                                                                                                                                                  lampu 150 Watt lebih cepat dibanding beban lampu 75
                                                                                     2
                                                                                                                                                        1.32
                                                                                                                                                                                  Watt. Namun waktu berhenti rata-rata beban lampu 75
                                                                                                 0.48                       0.59
                                                                                     1

                                                                                     0
                                                                                                                                                                                  Watt dan 150 Watt cenderung semakin lama jika
                                                                                               110                       220                     380                              tegangan cenderung naik.
                                                                                                                                                   Tegangan Belitan Stator
                                                                                                                                                                                        Berdasarkan grafik 4.1, 4.2, 4.3 dan 4.4 dapat
                                                                                               Waktu Berhenti (Detik)              Arus (Ampere)                                  dianalisa berdasarkan hasil percobaan untuk belitan
                                                                                                                                                                                  stator hubung bintang dan segitiga bahwa waktu rata-rata
Gambar 4.2 Grafik hubungan waktu berhenti dengan arus
                                                                                                                                                                                  berhenti cenderung sama pada masing-masing variasi
pada variasi hubungan belitan stator hubung bintang beban
lampu 150 Watt                                                                                                                                                                    tegangan karena tanpa pengereman dinamik.
      Berdasarkan grafik 4.1 dan 4.2 dapat                                                                                                                                        4.2 Lama Waktu Berhenti Motor Induksi Tiga Fasa
dianalisa berdasarkan hasil pengujian     untuk                                                                                                                                       dengan Pengereman Dinamik pada Variasi
belitan stator hubung bintang bahwa waktu rata-                                                                                                                                       Tegangan 110, 220, 380 Volt Beban Lampu 75
rata berhenti untuk beban lampu 150 Watt lebih                                                                                                                                        dan 150 Watt
cepat dibanding beban lampu 75 Watt. Namun
waktu berhenti rata-rata beban lampu 75 Watt dan                                                                                                                                        Pada pengujian untuk mengetahui waktu berhenti
150 Watt cenderung semakin lama jika tegangan                                                                                                                                     motor induksi tiga fasa dengan pengereman dinamik
cenderung naik.                                                                                                                                                                   untuk variasi tegangan 110, 220, 380 Volt beban lampu
                                                                                                                                                                                  75 dan 150 Watt pada keenam variasi hubungan belitan
                                                                                                                                                                                  stator hasilnya digambarkan dalam grafik sebagai
                                                                                                5.6                                5.66
                                                                                                                                                                                  berikut :
                                               Besar Wak tu Berhen ti dan Arus




                                                                                     6
                                                                                     5
                                                                                     4
                                                                                     3                                                          2.29                                                                  5
                                                                                                                                                                                      Besar Waktu Berhenti dan Arus




                                                                                     2                                                                                                                                    4.07
                                                                                     1
                                                                                                            0.87                                                                                                      4
                                                                                                                                                                                                                                                                       3.15
                                                                                     0
                                                                                                                                                                                                                      3
                                                                                                      110                                 220          Tegang an Belitan Stator
                                                                                                                                                                                                                                                                                          1.26    1.6
                                                                                                                                                                                                                      2
                                                                                                                                                                                                                                       0.47                                   0.71
                                                                                                                                                                                                                      1
                                                                                                 Waktu Berhenti (Detik)            Arus (Ampere)
                                                                                                                                                                                                                      0
                                                                                                                                                                                                                            110                                          220                    380
Gambar 4.3 Grafik hubungan waktu berhenti dengan arus                                                                                                                                                                                                                                            Tegangan Belitan Stator
pada variasi hubungan belitan stator hubung segitiga beban
lampu 75 Watt                                                                                                                                                                                                                    Waktu Berhenti (Detik)                              Arus (Ampere)



                                                                                                                                                                                  Gambar 4.5 Grafik hubungan waktu berhenti dengan arus pada variasi
                                                                                                                                                                                  hubungan belitan stator hubung bintang beban lampu 75 Watt




4
Pengereman Dinamik Pada Motor Induksi Tiga Fasa                                                                                                                                (A. Warsito, M. Facta, M Anantha BP)

                                                                                                                                                           IV.      KESIMPULAN
                                                                                                                                                           Dari hasil pengujian dapat ditarik kesimpulan sebagai
         Besar Waktu Berhenti dan Arus
                                                                    3.5
                                                                              2.89
                                                                      3
                                                                    2.5                              2.15
                                                                                                                                                           berikut :
                                                                                                                                   1.61
                                                                      2
                                                                    1.5
                                                                                                                                                           1. Waktu berhenti motor induksi tanpa pengereman
                                                                                                                          0.96
                                                                      1
                                                                    0.5
                                                                                     0.6                    0.72
                                                                                                                                                               dinamik semakin lama jika tegangan belitan stator
                                                                      0                                                                                        bertambah besar dan waktu berhenti berkurang jika
                                                                                110                    220                      380
                                                                                                                                 Tegangan Belitan Stator
                                                                                                                                                               beban lampu bertambah besar.
                                                                                                                                                           2. Waktu berhenti motor induksi belitan stator hubung
                                                                                 Waktu Berhenti (Detik)            Arus (Ampere)
                                                                                                                                                               bintang konfigurasi A, B dan E dengan pengereman
Gambar 4.6 Grafik hubungan waktu berhenti dengan arus
                                                                                                                                                               dinamik berkurang jika arus injeksi dc, tegangan
pada variasi hubungan belitan stator hubung bintang beban                                                                                                      belitan stator dan beban lampu bertambah besar .
lampu 150 Watt                                                                                                                                             3. Waktu berhenti motor induksi belitan stator hubung
      Berdasarkan grafik 4.5 dan 4.6 dapat                                                                                                                     segitiga konfigurasi C, D dan F dengan pengereman
dianalisa berdasarkan hasil pengujian untuk belitan                                                                                                            dinamik berkurang jika arus injeksi dc, tegangan
stator hubung bintang bahwa waktu rata-rata                                                                                                                    belitan stator dan beban lampu bertambah besar.
berhenti untuk beban lampu 150 Watt lebih cepat                                                                                                            4. Waktu berhenti motor induksi dengan pengereman
dibanding beban lampu 75 Watt walau arus injeksi                                                                                                               dinamik berkurang dibandingkan tanpa pengereman
DC relatif sama.                                                                                                                                               dinamik.
                                                                                                                                                           5. Pengereman dinamik konfigurasi A, B, E untuk
                                                                                                                                                               belitan stator hubung bintang cenderung mempunyai
                                   Besar Waktu Berhenti dan Arus




                                                                                 2.84                                       2.54
                                                                          3
                                                                     2.5                                                                                       karakteristik yang sama
                                                                          2
                                                                     1.5                      1.27                 1.02                                    6. Pengereman dinamik konfigurasi F untuk belitan
                                                                          1
                                                                     0.5                                                                                   stator hubung segitiga cenderung mempunyai
                                                                          0
                                                                                        110                               220    Tegangan Belitan Stator
                                                                                                                                                           karakteristik yang lebih baik dibanding konfigurasi
                                                                                                                                                           C, D karena arus injeksi DC tidak terlalu besar tetapi
                                                                                Waktu Berhenti (Detik)             Arus (Ampere)
                                                                                                                                                           mempunyai waktu berhenti yang kecil.

Gambar 4.7 Grafik hubungan waktu berhenti dengan arus
                                                                                                                                                           DAFTAR PUSTAKA
pada variasi hubungan belitan stator hubung segitiga beban
lampu 75 Watt                                                                                                                                              [1] Eugene C. Lister, Ir. Drs. Hanapi Gunawan, Mesin
                                                                                                                                                           Dan Rangkaian Listrik, Penerbit Erlangga, Jakarta, 1993.
                                                                                                                                                           [2] Fizgerald, Kingsley, Umans, Mesin - Mesin Listrik,
                                    Besar Waktu Berhenti dan Arus




                                                                          3                                                 2.58

                                                                     2.5         2.33                                                                      Penerbit Erlangga, Jakarta, 1997.
                                                                          2
                                                                     1.5                      1.31                                                         [3] Harten, P. Van, Instalasi Listrik Arus Kuat 3,
                                                                                                                   0.95

                                                                     0.5
                                                                          1
                                                                                                                                                           CV. Trimitra Mandiri, Jakarta, 1978.
                                                                          0                                                                                [4] I J Nagrath, D P kothari, Electric Machines, Tata
                                                                                        110                               220    Tegangan Belitan Stator
                                                                                                                                                           McGraw-Hill Publishing Co. Ltd., New Delhi, 1985.
                                                                                                                                                           [5] Kadir A, Mesin Tak Serempak, Djambatan,
                                                                                Waktu Berhenti (Detik)             Arus (Ampere)
                                                                                                                                                           Jakarta,1981.
Gambar 4.8 Grafik hubungan waktu berhenti dengan arus                                                                                                      [6] M. Chilikin, Electric Drive, MIR Publisher, Moscow,
pada variasi hubungan belitan stator hubung segitiga beban                                                                                                 1970.
lampu 150 Watt                                                                                                                                             [7] M. Rashid, Power Electronics Circuit, Device, and
      Berdasarkan grafik 4.7 dan 4.8 dapat                                                                                                                 Aplication 2nd, Prentice-Hall International Inc, 1988.
dianalisa berdasarkan hasil pengujian untuk belitan                                                                                                        [8] M. V. Deshpande, Electric Motors: Applications And
stator hubung bintang bahwa waktu rata-rata                                                                                                                Control, A. H. Wheeler & Co.Ltd, India, 1990.
berhenti untuk beban lampu 150 Watt lebih cepat                                                                                                            [9] ---, Peraturan Umum Instalasi Listrik 2000.
dibanding beban lampu 75 Watt walau arus injeksi                                                                                                           [10] P. C. Sen, Principles Of Electric Machines And
DC relatif sama.                                                                                                                                           Power Electronics, Second Edition, John Wiley & Sons,
      Berdasarkan grafik 4.5, 4.6, 4.7 dan 4.8 dapat                                                                                                       USA, 1997.
dianalisa berdasarkan hasil percobaan untuk                                                                                                                [11] Sumanto, MA, Motor Listrik Arus Bolak-Balik, Endi
belitan stator hubung bintang dan segitiga bahwa                                                                                                           Offset, Yogyakarta, 1993.
waktu rata-rata berhenti cenderung semakin kecil                                                                                                           [12] Team, Instalasi Listrik, TEDC, Bandung.
ketika tegangan dan arus injeksi DC semakin                                                                                                                [13] Theodore Wildi, Electrical Machines, Drives and
besar.                                                                                                                                                     Power Systems 3rd,Prentice Hall Inc, New Jersey, 1997.


                                                                                                                                                                                                                  5
Transmisi, Vol. 11, No. 1, Juni 2006 : 1 - 5


[14] Vedam Subrahmanyam, Electric Drives,
Concepts and Applications, Tata McGraw-Hill,
New Delhi, 1994.
[15] Zuhal, Dasar Tenaga Listrik Dan Elektronika
Daya, Gramedia, Jakarta, 1995.




6

								
To top