Docstoc

profesi Guru

Document Sample
profesi Guru Powered By Docstoc
					                                  KATA PENGANTAR

        Alhamdulillah dengan rasa puji syukur ke hadirat Allah SWT. Yang dengan rahmat
dan inayahNya. Makalah PROFESI TENAGA KEPENDIDIKAN KEGURUAN ini telah
selesai saya susun untuk dapat dipelajari secara bersama-sama.

        Makalah ini saya susun dengan maksud untuk dapat dijadikan pembelajaran dan
pengetahuan bagi teman-teman dan semua pihak yang membutuhkan makalah ini dalam
kegiatan belajar mengajar di kelas, khususnya untuk saya sendiri agar dapat menjadi
pembelajaran dan pengetahuan dalam kegiatan belajar mengajar. Semoga makalah ini dapat
dijadikan bahan dalam usaha meningkatkan pembelajaran.

       Pada bagian awal makalah ini menjelaskan tentang segala hal yang berhubungan
dengan arti dan ciri-ciri jabatan profesional. Mungkin ada diantara kita yang kurang
mengetahui apa saja yang berhubungan dengan profesi, profesi guru, dan syarat-syarat profesi
keguruan. Pada dasarnya ini semua sangat penting untuk para guru agar bisa menjadi guru
yang profesional.

      Pada bagian lain dari makalah ini disoroti dan diberikan berbagi penjelasan dalam hal
membenahi kualitas guru. Guru di indonesia sebenarnya memiliki kemampuan yang cukup
untuk membedah kualitas anak bangsa, tetapi persoalannya terletak pada kurangnya
penghargaan yang diberikan atas profesi guru. Itulah sebabnya makalh ini menuangkan
bagaiman profesionalisasi guru,guru yang profesional, dan persyaratan profesi guru.

       Selanjutnya dengan segala kerendahan hati saya menyampaikan bahwa bagaimanapun
tidak ada yang sempurna dari suatu upaya manusia biasa. Dan kekurangan itu juga berlaku
dalam makalah ini. Saya mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan selanjutnya.

      Mudah-mudahan sajian makalah ini membawa hikmah dan manfaat yang besar bagi
semuanya. Amin.




                                                                        Penyusun




                                                                        Anisa Agustina
                                      DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR                             …………………………………………1

DAFTAR ISI                                 …………………………………………2

PENDAHULUAN                                …………………………………………3

PEMBAHASAN                                 …………………………………………4

 Arti dan Ciri-ciri Jabatan Profesional    …………………………………………4

 Persyaratan Guru Sebagai Profesi          …………………………………………5

 Guru yang Profesional                    …………………………………………6

 Profesionalisasi Jabatan Guru             …………………………………………12

KESIMPULAN                                 …………………………………………13

DAFTAR PUSTAKA                            …………………………………………14
                                    PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
      Pendidikan sangat penting dalam kehidupan dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan.
   Sifatnya mutlak dalam kehidupan, baik dalam kehidupan seseorang, keluarga, maupun
   bangsa dan negara. Maju-mundurnya suatu bangsa banyak ditentukan oleh maju
   mundurnya pendidikan bangsa itu. Mengingat sangat pentingnya bagi kehidupan, maka
   pendidikan harus dilaksanakan sebaik-baiknya sehingga memperoleh hasil yang
   diharapkan. Untuk melaksanakan pendidikan harus dimulai dengan pengadaan tenaga
   pendidikan sampai pada usaha peningkatan mutu tenaga kependidikan.
      Kemarnpuan guru sebagai tenaga kependidikan, baik secara personal, sosial, maupun
   profesional, harus benar-benar dipikirkan karena pada dasarnya guru sebagai tenaga
   kependidikan merupakan tenaga lapangan yang langsung melaksanakan kependidikan dan
   sebagai ujung tombak keberhasilan pendidikan. Untuk itu, ilmu pendidikan memegang
   peranan yang sangat penting dan merupakan ilmu yang mempersiapkan tenaga ke
   pendidikan yang profesional, sebab kemampuan profesional bagi guru dalam melaksanakan
   proses belajar-mengajar merupakan syarat utama.
      Dengan alasan tersebut maka penulis mengambil Profesi Tenaga Kependidikan
   Keguruan sebagai judul makalah ini.

B. Permasalahan

   Pada dasarnya, kami masih belum mengetahui hakikat dari Profesi Tenaga Kependidikan
Keguruan sehingga dalam makalah ini, masalah yang akan dianalisa adalah:
   1.   Arti dan ciri-ciri jabatan profesional?
   2.   Persyaratan guru sebagai profesi?
   3.   Guru yang profesional/profesionalitas guru?
   4.   Profesionalisasi jabatan guru?
C. Tujuan

   Tujuan dari ditulisnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Profesi
Kependidikan, selain itu juga makalah ini dibuat untuk pengetahuan yang lebih jelas dan lebih
terperinci lagi.
                                     PEMBAHASAN
A.   Arti dan ciri-ciri jabatan profesional

a.   Pengertian profesi secara umum

      Profesi adalah suatu kegiatan/jabatan profesional yang memerlukan perbedaan keahlian
khusus dibidang tertentu, dan dilakukan melalui pembiasaan guna mementingkan pelayanan
sosial.

b.   Profesi guru

      Profesi guru adalah suatu jabatan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru, dan
tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang diluar bidang pendidikan, dengan kriteria
memiliki beberapa persyaratan untuk menunjang keahlian yang dimiliki.

c.   Syarat-syarat profesi keguruan

     Adapun syarat-syarat profesi keguruan adalah sebagai berikut:

     1.    Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual.

     2.    Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus.

     3.   Jabatan yang memerlukan persiapan profesional yang lama (dibandingkan dengan
           pekerjaan yang memerlukan latihan umum belaka).

     4.    Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan.

     5.    Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen.

     6.    Jabatan yang menentukan baku (standarnya) sendiri.

     7.    Jabatan yang lebih mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi.

     8.    Jabatan yang mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.

d.   Ciri-ciri Jabatan Profesional

     1. Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis: Profesional diasumsikan
         mempunyai pengetahuan teoretis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang
         berdasar pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktek.

     2.   Asosiasi profesional: Profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para
           anggotanya, yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya.
           Organisasi profesi tersebut biasanya memiliki persyaratan khusus untuk menjadi
           anggotanya.

     3.   Pendidikan yang ekstensif: Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan
           yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi.

     4. Ujian kompetensi: Sebelum memasuki organisasi profesional, biasanya ada
         persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoretis.

     5.   Pelatihan institutional: Selain ujian, juga biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti
           pelatihan istitusional dimana calon profesional mendapatkan pengalaman praktis
           sebelum menjadi anggota penuh organisasi. Peningkatan keterampilan melalui
           pengembangan profesional juga dipersyaratkan.

     6.    Lisensi: Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga
           hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya.
     7. Otonomi kerja: Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis
         mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar.

     8.   Kode etik: Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan
           prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.

     9.   Mengatur diri: Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa
           campur tangan pemerintah. Profesional diatur oleh mereka yang lebih senior,
           praktisi yang dihormati, atau mereka yang berkualifikasi paling tinggi.

     10. Layanan publik dan altruisme: Diperolehnya penghasilan dari kerja profesinya dapat
          dipertahankan selama berkaitan dengan kebutuhan publik, seperti layanan dokter
          berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat.

     11. Status dan imbalan yang tinggi: Profesi yang paling sukses akan meraih status yang
          tinggi, prestise, dan imbalan yang layak bagi para anggotanya. Hal tersebut bisa
          dianggap sebagai pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi
          masyarakat

B.   Persyaratan guru sebagai profesi

    Untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, efisien, dan efektif, guru harus
memenuhi persyaratan sebagai berikut:

     1.    Menguasai ilmu pendidikan termasuk konsep, teori, dan proses

     2.    Menguasai teaching learning strategies

     3.   Memahami ICT dan menguasainya untuk diaplikasikan dalam proses pembelajaran,
           terutama untuk mendukung penerapan learning strategies yang dikembangkan oleh
           guru

     4.    Menguasai developmental pcychology, psikologi anak, dan psikologi kognitif

     5.    Menguasai teori belajar

     6.   Memahami berbagai konsep pokok sosiologi dan antropologi yang relevan dalam
          proses pendidikan dan pertumbuhan anak

     7.   Menguasai bidang studi tertentu yang relevan dengan tugasnya sebagai guru pada
          jenjang persekolahan tertentu

     8.    Memahami administrasi pendidikan, terutama tentang management of learning

     9.    Menguasai konsep dan prinsip pengembangan kurikulum

     10. Memahami dan menguasai pendidikan nilai

     11. Memahami proses dan dampak globalisasi serta implikasinya terhadap proses
          pendidikan peserta didik

     12. Memahami strategic environment yang berpengaruh terhadap proses pendidikan
         peserta didik

     13. Memahami peran dan pengaruh aspek sosial, kultural,dan ekonomi terhadap proses
          pendidikan
C.   Guru yang Profesional/Profesionalitas Guru

     1.   Tugas guru

            Pada dasarnya terdapat seperangkat tugas yang harus dilaksanakan oleh guru
     berhubungan dengan profesinya sebagai pengajar. Secara garis besar, tugas guru dapat
     ditinjau dari tugas-tugas yang langsung berhubungan dengan tugas utamanya, yaitu
     menjadi pengelola dalam proses pembelajaran dan tugas-tugas lain yang tidak secara
     langsung berhubungan dengan proses pembelajaran, tetapi akan menunjang
     keberhasilannya menjadi guru yang andal dan dapat diteladani.

          Sedangkan Menurut Uzer (1990) terdapat tiga jenis tugas guru, yakni:

          a.    Tugas guru sebagai suatu profesi meliputi:

                 Mendidik, dalam arti meneruskan dan mengembangkan nilai hidup.
                 Mengajar, berarti meneruskan dan mengembangkan iptek.
                 Melatih, berarti mengembangkan keterampilan pada peserta didik.

          b.   Tugas guru dalam bidang kemanusiaan meliputi:

                 Guru di sekolah harus dapat menjadi orang tua kedua.
                 Dapat memahami peserta didik dengan tugas perkembangannya mulai dari
                  sebagai makhluk bermain (homoludens), sebagai makhluk remaja/berkarya
                  (homopither), dan sebagai makhluk berfikir/dewasa (homosapiens).
                 Membantu peserta didik dalam mentransformasikan dirinya sebagai upaya
                  pembentukan sikap.
                 Membantu peserta dalam mengidentifikasikan diri peserta itu sendiri.

          c.    Tugas guru dalam bidang kemasyarakatan

                Masyarakat menempatkan guru pada tempat yang lebih terhormat
          dilingkungannya karena dari seorang guru diharapkan masyarakat dapat
          memperoleh ilmu pengetahuan.ini berarti guru berkewajiban mencerdaskan bangsa
          indonesia seutuhnya berdasarkan pancasila.

          Tugas guru dalam proses pembelajaran tatap muka yaitu:

          1.    Tugas pengajar sebagai pengelola pembelajaran

          a.    Tugas manajerial

          Menyangkut fungsi administrasi (memimpin kelas), baik internal maupun
              eksternal.

          ·     Berhubungan dengan peserta didik.

          ·     Alat perlengkapan kelas (material).

          ·     Tindakan-tindakan profesional.

          b.   Tugas edukasional

          Menyangut fungsi mendidik, bersifat:

          ·     Motivasional

          ·     Pendisiplinan

          ·     Sanksi sosial (tindakan hukuman)
     c.       Tugas instruksional

     Menyangkut fungsi mengajar, bersifat:

     ·        Penyampaian materi

     ·        Pemberian tugas-tugas pada peserta didik

     ·        Mengawasi dan memeriksa tugas

     2.       Tugas pengajar sebagai pelaksana (Executive Teacher)

           Secara umum tugas guru sebagai pengelola pembelajaran adalah
     menyediakan dan menggunakan fasilitas kelas yang kondusif bagi bermacam-
     macam kegiatan belajar mengajar agar mencapai hasil yang baik. Lingkungan
     belajar yang kondusif adalah lingkungan yang bersifat menantang dan merangsang
     peserta untuk mau belajar, memberikan rasa aman dan kepuasan dalam mencapai
     tujuan.Sedangkan secara khusus, Tugas guru sebagai pengelola proses
     pembelajaran sebagai berikut:

     a.       Menilai kemajuan program pembelajaran.

     b.         Mampu menyediakan kondisi yang memungkinkan peserta didik belajar
              sambil bekerja (learning by doing).

     c.         Mampu mengembangkan kemampuan peserta didik dalam menggunakan
              alat-alat belajar.

     d.       Mengkoordinasi, mengarahkan, dan memaksimalkan kegiatan kelas.

     e.       Mengomunikasikan semua informasi dari dan/atau ke peserta didik.

     f.       Membuat keputusan instruksional dalam situasi tertentu.

     g.       Bertindak sebagai manusia sumber.

     h.       Membimbing pengalaman peserta didik sehari-hari.

     i.       Mengarahkan peserta didik agar mandiri (memberi kesempatan pada peserta
              didik untuk sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungannya pada guru).

     j.   Mampu memimpin kegiatan belajar yang efektif dan efisien untuk mencapai
           hasil yang optimal.

2.   Konsep dasar kemampuan guru

     Dasar kemampuan guru:

     1. Mengembangkan kepribadian

               Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
               Berperan dalam masyarakat sebagai warga negara yang berjiwa pancasila
               Mengembangkan sifat-sifat terpuji yang dipersyaratkan bagi jabatan guru

     2. Menguasai landasan pendidikan

                Mengenal tujuan pendidikan untuk pencapaian Tujuan Pendidikan
                 Nasional
                Mengenal sekolah dalam masyarakat
                Mengenal prinsip-prinsip psikologi pendidikan yang dapat dimanfaatkan
                 pendidikan dalam PBM
    3. Menguasai bahan pengajaran

              Menguasai bahan pengajaran kurikulum
              Menguasai bahan pengajaran

    4. Menyusun program pengajaran

              Menetapkan tujuan pembelajaran kurikulum
              Memilih dan mengembangkan bahan pengajaran
              Memilih dan mengembangkan strategi belajar mengajar
              Memilih dan mengembangkan media pembelajaran yang sesuai
              Memilih dan memanfaatkan sumber belajar

    5.   Melaksanakan program pengajaran

              Menciptakan iklim belajar mengajar yang sehat
              Mengatur ruang belajar
              Mengelola interaksi belajar mengajar
              Memilih dan memanfaatkan sumber belajar

    6. Menilai hasil dan proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan

              Menilai prestasi murid untuk kepentingan pengajaran
              Menilai proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan

    7. Menyelenggarakan program bimbingan

              Membimbing siswa yang mengalami kesulitan belajar
              Membimbing siswa yang kelainan dan berbakat khusus
              Membimbing siswa untuk menghargai pekerjaan di masyarakat

    8. Menyelenggarakan administrasi sekolah

              Mengenal pengadministrasian kegiatan sekolah
              Melaksanakan kegiatan administrasi sekolah

    9. Berinteraksi dengan sejawat dan masyarakat

              Berinteraksi dengan sejawat untuk meningkatkan kemampuan profesional
              Berinteraksi dengan masyarakat untuk penuaian misi sekolah

    10. Menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran

              Mengkaji konsep dasar penelitian ilmiah
              Melaksanakan penelitian sederhana

3   Kompetensi guru

    Kompetensi guru meliputi:

            Kompetensi pedagogik

             Merupakan kemampuan Guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik
             yang sekurangkurangnya meliputi:

    a.       pemahaman wawasan atau landasan kependidikan

    b.       pemahaman terhadap peserta didik

    c.       pengembangan kurikulum atau silabus
d.    perancangan pembelajaran

e.    pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis

f.    pemanfaatan teknologi pembelajaran

g.    evaluasi hasil belajar

h.   pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang
      dimilikinya

.    Kompetensi kepribadian

Kompetensi kepribadian sekurang-kurangnya mencakup kepribadian yang:

a.    beriman dan bertakwa

b.    berakhlak mulia

c.    arif dan bijaksana

d.    demokratis

e.    mantap

f.    berwibawa

g.    stabil

h.    dewasa

i.     jujur

j.    Sportif

k.    menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat

l.    secara obyektif mengevaluasi kinerja sendiri

m.   mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan

     Kompetensi sosial

     Merupakan kemampuan Guru sebagai bagian dari Masyarakat yang
sekurang-kurangnya meliputi kompetensi untuk:

a.    berkomunikasi lisan, tulis, dan/atau isyarat secara santun

b.    menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional

c.   bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga
      kependidikan, pimpinan satuan pendidikan, orang tua atau wali peserta
      didik

d.    bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar dengan mengindahkan
      norma serta sistem nilai yang berlaku

e.    menerapkan prinsip persaudaraan sejati dan semangat kebersamaan

     Kompetensi profesional

Berdasarkan peran guru sebagai pengelola proses pembelajaran, harus memiliki
     kemampuan:
          1.       Merencanakan sistem pembelajaran

                      Merumuskan tujuan.
                      Memilih prioritas materi yang akan diajarkan.
                      Memilih dan menggunakan metode.
                      Memilih dan menggunakan sumber belajar yang ada.
                      Memilih dan menggunakan media pembelajaran.

          2.       Melaksanakan sistem pembelajaran

                    Memilih bentuk kegiatan pembelajaran yang tepat.
                    Menyajikan urutan pembelajaran secara tepat.

          3.       Mengevaluasi sistem pembelajaran

                    Memilih dan menyusun jenis evaluasi.
                    Melaksanakan kegiatan evaluasi sepanjang proses.
                    Mengadministrasikan hasil evaluasi.

          4.       Mengembangkan sistem pembelajaran

                    Mengoptimalisasi potensi peserta didik.
                    Meningkatkan wawasan kemampuan diri sendiri.
                    Mengembangkan program pembelajaran lebih lanjut.

     Kompetensi guru dirumuskan kedalam:

     a.    standar kompetensi Guru pada satuan pendidikan di TK atau RA, dan pendidikan
              formal bentuk lain yang sederajat

     b. standar kompetensi Guru kelas pada SD atau MI, dan pendidikan formal bentuk
           lain yang sederajat

     c.        standar kompetensi Guru mata pelajaran atau rumpun mata pelajaran pada
                  SMPatau MTs, SMA atau MA, SMK atau MAK dan pendidikan formal
                  bentuk lain yang sederajat

     d.         standar kompetensi Guru pada satuan pendidikan TKLB, SDLB, SMPLB,
                  SMALB dan pendidikan formal bentuk lain yang sederajat

4.        Guru yang profesional

          Guru yang profesional meliputi:

          A.      Ciri-ciri guru profesional, antara lain:

          1.      Selalu punya energi untuk siswanya

                  Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan
                  atau diskusi dengan mereka. Guru yang baik juga punya kemampuam
                  mendengar dengan seksama.

          2.      Punya tujuan jelas untuk Pelajaran

                  Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran
                  dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.

          3.      Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif

                  Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif
                  sehingga bisa mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.
4.   Punya keterampilan manajemen kelas yang baik

     Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik
     dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat siswa belajar dan
     bekerja sama secara efektif, membiasakan menanamkan rasa hormat kepada
     seluruh komponen didalam kelas.

5.   Bisa berkomunikasi dengan Baik Orang Tua

     Seorang guru yang baik menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan
     membuat mereka selalu update informasi tentang apa yang sedang terjadi di
     dalam kelas dalam hal kurikulum, disiplin, dan isu lainnya. Mereka membuat
     diri mereka selalu bersedia memenuhi panggilan telepon, rapat, email dan
     sekarang, twitter.

6.   Punya harapan yang tinggi pada siswa nya

     Seorang guru yang baik memiliki harapan yang tinggi dari siswa dan
     mendorong semua siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan
     potensi terbaik mereka.

7.   Pengetahuan tentang Kurikulum

     Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum
     sekolah dan standar-standar lainnya. Mereka dengan sekuat tenaga
     memastikan pengajaran mereka memenuhi standar-standar itu.

8.   Pengetahuan tentang subyek yang diajarkan

     Hal ini mungkin sudah jelas, tetapi kadang-kadang diabaikan. Seorang guru
     yang baik memiliki pengetahuan yang luar biasa dan antusiasme untuk
     subyek yang mereka ajarkan. Mereka siap untuk menjawab pertanyaan dan
     menyimpan bahan menarik bagi para siswa, bahkan bekerja sama dengan
     bidang studi lain demi pembelajaran yang kolaboratif.

9.   Selalu memberikan yang terbaik untuk Anak-anak dan proses Pengajaran

     Seorang guru yang baik bergairah mengajar dan bekerja dengan anak-anak.
     Mereka gembira bisa mempengaruhi siswa dalam kehidupan mereka dan
     memahami dampak atau pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan
     siswanya, sekarang dan nanti ketika siswanya sudah beranjak dewasa.

10. Punya hubungan yang berkualitas dengan Siswa

     Seorang guru yang baik mengembangkan hubungan yang kuat dan saling
     hormat menghormati dengan siswa dan membangun hubungan yang dapat
     dipercaya.

B.   Syarat-syarat guru profesional, antara lain:

     1.    Komitmen tinggi

           Seorang profesional harus mempunyai komitmen yang kuat pada

           pekerjaan yang sedang dilakukannya.

     2.    Tanggung Jawab

           Seorang profesional harus bertanggung jawab penuh terhadap
            pekerjaan yang dilakukannya sendiri.
                3.    Berpikir Sistematis

                      Seorang yang profesional harus mampu berpikir sitematis tentang apa
                       yang dilakukannya dan belajar dari pengalamannya.

                4.    Penguasaan Materi

                      Seorang profesional harus menguasai secara mendalam bahan / materi
                       pekerjaan yang sedang dilakukannya.

                5.    Menjadi bagian masyarakat professional

                      Seyogyanya seorang profesional harus menjadi bagian dari masyarakat
                       dalam lingkungan profesinya.

C.   Profesionalisasi Jabatan Guru

     1.   Pengertian profesionalisasi

          Profesionalisasi adalah suatu proses menuju kepada perwujudan dan peningkatan
          profesi dalam mencapai suatu kriteria yang sesuai dengan standar yang telah
          ditetapkan.

     2.   Pentingnya usaha profesionalisasi jabatan guru sebagai pengajar dan pendidik

     3.   Usaha pengembangan profesi guru sebagai tenaga pendidik

     Untuk menjadi guru yang profesional tidaklah mudah, karena ia harus memiliki berbagai
     usaha-usaha pengembangan.

     Usaha-usaha pengembangan itu melalui beberapa hal, di antaranya adalah:

     a.   Pendidikan dan latihan (inservice training), pendidikan dan pelatihan adalah unsur
           utama dalam proses pengembangan pegawai (guru). Pendidikan disajikanuntuk
           membekali pendidik dalam memperluas kapasitas mereka untuk menerapkannya
           dimasa yang akan datang,

     b.   Tugas belajar,

     c.   formasi dalam arti penempatan pada jabatan yang lebih dari semula,Pemindahan
           jabatan,Pemindahan lapangan dan pemindahan wilayah (tour of duty and tour of
           area), usaha-usaha lain dalam bentuk seminar, work shop, konferensi, rapat dinas
           dalam berbagai bentuk. Dalam hal ini perlu diperhatikan data mengenai rata-rata
           ijazah dan usaha promosi guru.
                              KESIMPULAN

1.   Suatu pekerjaan yang bersifat profesional memerlukan beberapa bidang ilmu yang
      secara sengaja harus dipelajari dan kemudian diaplikasikan bagi kepentingan
      umum. Atas dasar pengertian ini ternyata pekerjaan profesional berbeda dengan
      pekerjaan lainnya karena suatu profesi memerlukan kemampuan dan keahlian
      khusus dalam melaksanakan profesinya

2.   Jabatan guru merupakan jabatan profesional, dan sebagai jabatan profesional,
      pemegangnya harus memenuhi kualifikasi tertentu. Karena itu diperlukan syarat-
      syarat diantaranya adanya motivasi yang kuat, memiliki pengetahuan dan
      keterampilan, pengabdian, memiliki kode etik, dan berhak mendapatkan imbalan

3.   Kriteria jabatan profesional antara lain bahwa jabatan itu melibatkan kegiatan
      intelektual, mempunyai batang tubuh ilmu yang khusus, memerlukan persiapan
      lama untuk memangkunya, memerlukan latihan dalam jabatan yang
      bersinambungan, merupakan karier hidup dan keanggotaan yang
      permanen,menentukan baku prilakunya, mementingkan layanan, mempunyai
      organisasi profesional, dan mempunyai kode etik yang diataati oleh anggotanya.

4.    Berangkat dari makna dan syarat-syarat profesi sebagaimana dijelaskan pada
      bagian terdahulu, maka dalam rangka pengembangan profesionalisme guru
      secara berkelanjutan dapat dilakukan dengan berbagai strategi antara lain
      berpartisipasi didalam pelatihan atau in servie training, membaca dan menulis
      jurnal atau makalah ilmiah lainnya, berpartisipasi di dalam kegiatan pertemuan
      ilmiah, melakukan penelitian seperti PTK, partisipasi di dalam
      organisasi/komunitas profesional, kerjasama dengan tenaga profesional lainnya
      di sekolah.
                               DAFTAR PUSTAKA

http://lib.uin-malang.ac.id/fullchapter/06110078.pdf

http://aadesanjaya.blogspot.com/2010/11/syarat-guru-profesional.html

http://gurukreatif.wordpress.com/2009/11/06/10-ciri-guru-profesional/

http://sitimasruroh.blogspot.com/2009/11/kompetensi-guru.html

http://uzey.blogspot.com/2010/05/10-dasar-kemampuan-guru.html

http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._BHS._DAN_SASTRA_INDONESIA
    /198001292005011-
    ANDIKA_DUTHA_BACHARI/GURU_SEBAGAI_PROFESI.pdf

http://bidanshop.blogspot.com/2010/05/kebidanan-sebagai-profesi_26.html

http://www.docstoc.com/docs/69205791/PROFESI-KEGURUAN

Uno, B. Hamzah. 2007. Profesi kependidikan. Jakarta:Bumi Aksara.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1668
posted:6/1/2011
language:Indonesian
pages:14