Docstoc

PRESENTASI BIO OPTIK

Document Sample
PRESENTASI BIO OPTIK Powered By Docstoc
					DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK
INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN
   DEPKES NAD PROGRAM STUDI
         KEPERAWATAN
          KOTA LANGSA
        TAHUN 2009/2010
 BIO OPTIK
   DALAM
KEPERAWATAN
     Berdasarkan sejarah
 a abad pertengahan Alhazan

 – 1038)   seorang Mesir di Iskandria
 endapat bahwa benda di sekitar itu
 t dilihat oleh karena benda-benda
ebut memantulkan cahaya atau
mancarkan cahaya yang masuk ke
 m mata . teori ini akhirnya di terim
pai abad ke 20 ini.
 TIK GEOMETRI
pangkal pada perjalanan cahaya dalam
 garis lurus, berkas-berkas cahaya di s
  dan gambar secara garis lurus. Deng
katan ini dapatlah melukiskan ciri-ciri
 alam bentuk matematika. Misalnya un
n dan lensa yang dikemukakan oleh :

Hukum Willebrord Sne
    (1581 -1626)
 Gejala cahaya seperti dispersi, interferensi da
 sisasi tidak dapat di jelaskan malui metode op
metri. Gejala-gejala ini hanya dapat dijelaskan
  an menghitung ciri-ciri fisik dari cahaya ters
 Sir Isaac Newton (1642-1727), cah
 menggambarkan peristiwa cahaya sebagai seb
 aliran dari butir-butir kecil (teori korpuskul
 Sedangkan dengan menggunakan teori kwan
 yang dipelopori Plank (1858-1947), cahaya itu
 terdiri atas kwanta atau foton-foton, tampak
 agak mirip dengan teori Newton yang lama it
 Dengan menggunakan teori Max Plank dapat
 menjelaskan mengapa benda itu panas apabil
 terkena sinar.
 dapat menjelaskan bahwa cahaya dapat melent
 ferensi. James Clark Mexwell (1831-1
bangsaan Skotlandia, dari hasil percobaannya d
elaskan bahwa cepat rambat cahaya (3 X 10 m/de
gga berkesimpulan bahwa cahaya adalah gelomb
                elektromagnetik.
gens ( 1690) menganggap cahaya itu sebagai gej
 ang dari sebuah sumber cahaya menjalarkan ge
 an ke semua jurusan. Setiap titik dari ruangan ya
 etar olehnya dapat dianggap sebagai sebuah pu
ang baru. Inilah prinsip dari Huygens yang belum
askan perjalanan cahaya dari satu medium ke me
             O FPTIK   ISIK
          Dari hasil percobaan
      Einstein (1879-1955) :
   dimana logam di sinari dengan
cahaya akan memancarkan electron
(gejala foto listrik). Hal ini dapat
disimpulkan bahwa cahaya memiliki
sifat fartikel dan gelombang magnetic.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan
bahwa cahaya mempunyai sifat materi
(partikel) dan sifat gelombang.
BUNGAN ANTARA INDEKS BIA
  DAN KECEPATAN RAMBAT

  Indeks bias dari suatu benda
     didefinisikan sebagai :
 epatan rambat cahaya dalam rua
mpa dibandingkan dengan kecepa
                      LENSA
 n bentuk permukaan lensa maka lensa dapat dibagi



mempunyai permukaan sferis

mempunyai permukaan silindris.

 ris ada dua macam pula yaitu :

ergen / konveks

 r sejajar yang menembus lensa akan berkumpul menjadi bayanga

nsa positif atau lensa cembung.

 gen / konkaf
atan lensa (aberasi lensa). Aberasi ini ada berm
  :
Aberasi sferis ( disebabkan oleh kecembungan le
 Sinar-sinar paraksial / sinar-sinar dari pinggir l
 membentuk bayangan di P’. aberasi ini dapat dihil
 dengan mempergunakan diafragma yang diletak
 depan lensa atau dengan lensa gabungan aplan
 terdiri dari dua lensa yang jenis kacanya berla
Koma
 Aberasi ini terjadi akibat tidak sanggupnya len
 membentuk bayangan dari sinar di tengah-tenga
 tepi. Berbeda dengan aberasi sferis pada abera
 sebuah titik benda akan terbentuk bayangan se
 bintang berekor, gejala koma ini tidak dapat dip
 dengan diafragma.
sma
                       DAN GEJALA
          TANDAyang disebabkan oleh titik benda
an suatu sesatan lensa
uk sudut besar dengan sumbu sehingga bayangan yang
k ada dua yaitu primer dan sekunder. Apabila sudut antar
ngan titik benda relatif kecil maka kemungkinan besar ak
k koma.
ngan medan
 yang dibentuk oleh lensa pada layer letaknya tidak dalam
melainkan pada bidang lengkung. Peristiwa ini disebut leng
ngkungan bidang bayangan.


atau gejala terbentuknya bayangan palsu. Terjadinya
dasar terjadinya aberasi kromatis oleh ka
a- beda untuk tiap-tiap warna. Akibatnya
uk akan   tampak berbagai jarak dari le
macam aberasi kromatis yaitu :
erasi kromatis aksial/longitudinal : perub
yangan sesuai dengan indeks bias.
erasi kromatis lateral : perubahan aberas
 uran bayangan.

enghilangkan terjadinya aberasi kromatis
 ca krown; lensa kembar ini disebut :

Achromatic double lens”
k pengetahuan yang kita peroleh mela
 hatan. Untuk membedakan gelap atau
 ergantung atas penglihatan seseora
ga komponen pada penginderaan pengl

ata memfokuskan bayangan pada r
syaraf mata yang memberi inform
   3. Korteks penglihatan salah
ian yang menganalisa penglihatan
      ALAT OPTIK MATA
        Bagian-bagian pada mata terdiri dari :


 batang dank ones/kerucut, fungsi rod untuk melihat pada malam
melihat siang hari. Dari retina ini akan dilanjutkan ke saraf optikus
s
ng yang berukuran 0,25 mm di tengah-tengahnya terdapat macula


nsa
upakan lapisan mata paling depan dan berfungsi memfokuskan ben
 ..
 il
 engah-tengah iris terdap
 il yang fungsinya menga
 aya yang masuk. Apabila
 aya terang pupil mengun
mikian sebaliknya.
  bisa mengamati objek dengan sudut yang s
ar
mata mempunyai kelopak mata dan ada cai
 ikasi
m satu detik dapat memfokuskan objek ber
 sangat efektif pada intensitas cahaya 10
 agma mata di atur secara otomatis oleh ir
ea terdiri dari sel-sel hidup namun tidak me
kularisasi
 nan bola mata diatur secara otomatis seh
capai 20 mmHg
mata dilindungi oleh tulang
ngan yang terbentuk oleh mata akan diter
k
mata dilengkapi dengan otot-otot mata ya
gatur gerakan bola mata (m=muskulus = ot
us medialis = menarik bola mata ke dalam

us lateralis = menarik bola mata ke
ping

us superior = menarik bola mata ke atas

us inferior = menarik bola mata ke bawah

gus inferior = memutar ke samping atas

gus superior = memutar ke samping dalam.
umpuhan salah satu otot m
n timbul gejala yang disebu
bismus (mata juling). Ada
 am strabismus yaitu:
 rabismus horizont
ertical dan torsiona
  DAYA AKOMODASI
am hal memfokuskan objek pada retina
  memegang peranan penting. Kornea mem
memfokuskan objek secara tetap demikian
diameter bola mata 20 – 23 mm). kemampu
 ntuk memfokuskan objek di sebut daya ako
  mata melihat jauh, tidak terjadi akomodas
 at benda yang dilihat semakin kuat mata /
komodasi. Daya akomodasi ini tergantung
Usia makin tua daya akomodasi semakin m
ini disebabkan kekenyalan lensa/elastisitas
             semakin berkurang.
ertambah jauhnya titi
  at akibat umur disebu
ta presbiop. Presbyop
kan merupakan cacat
  glihatan. Ada satu da
 ian jumlah orang tida
mpunyai lensa mata .
g mempunyai titik jauh/punktum remotum terhingga ak
benda secara tajam pada selaput retina. Dikatakan mata
n mata yang mempunyai titik jauh yang bukan tak terhin
disebut
ametropia.
tropia mempunyai punktum proksimum sekitar 25 cm, d
edangkan mata emetropia yang mempunyai punktum pro
25 cm di sebutmata presbiopia        .

metropia mempunyai dua bentuk :
pia (penglihatan dekat)
 rmetropia(penglihatan jauh)
  tropia yang mempunyai P dan r terlalu k

myopia. Mata myopia ini bentuk m
 maka benda berjauhan tak terhingga akan
  depan retina. Mata seperti ini dapat me
  da titik dekat tanpa akomodasi. Dengan
 uat akan terlihat benda yang lebih dekat
ametropia yang mempunyai P dan r terla
hipermetropia. Kalau diperhatik
 opia maka akan terlihat bola mata yang
 l. Mata yang demikian itu tanpa akomod
ngga akan terletak di belakang retina, te
n akomodasi akan terlihat benda-benda y
ga secara tajam bahkan dapat melihat be
        berada dekat di depan mata.
tigmatisma terjadi apabila salah s
mponen system lensa menjadi be
 ur daripada sferis. Tambahan pula
rnea atau lensa kristaline menjadi
emanjang ke salah satu arah. Deng
mikian radius kurvatura menjadi l
sar pada arah memanjang.
EHNIK KOREKSI
elah melalui pemeriksaan dokt
 mata dengan seksama maka
 ditentukan apakah penderita
nderita presbiopia, hipermetrop
 pia, astigmatisma atau campu
   (presbiopia dan myopia).
 esbiopia
 ta presbiopia tidak ada masalah untuk melihat jauh. Yang men
melihat dekat, untuk itu penderita dianjurkan memakai kacam
 permetropia
mikian kemampuan melihat jauh dan dekat terganggu dimana
 um dan       punktum remotum yang terlalu jauh sehingga dianj
 a positif.
pia
 ta myopia , kemampuan melihat dekat dan jauh tergganggu ol
m     proksimum dan punktum remotum yang terlalu dekat seh
ai kacamata negatif.
stigmatisma
a yang mengalami mata astigmatisma akan terganggu pengl
egala arah, sehingga penderita ini dianjurkan memakai kaca
oroidal. Penderita astigmatisma dengan satu mata akan me
arah lebih jelas daripada kea rah yang berlawanan.

uran
nderita yang matanya sekaligus mangalami presbipoi dan my
nyai punktum proksimum yang letaknya terlalu jauh dan punk
ecil, penderita demikian memakai kacamata rangkap yaitu k
negatif diatas, positif di bawah)
nderita yang hanya menderita presbiopia, myopia atau hiperm
  KETAJAMAN
 PENGLIHATAN
an penglihatan dipergunakan untuk menentukan pe
  di klinik dikenal dengan nama visus. Tapi bagi
 aman penglihatan ini disebut resolusi mata.
derita bukan saja memberi pengertian tentang o
 ) tetapi mempunyai arti yang lebih luas yaitu m
n tentang baik buruknya fungsi mata keseluruha
 definisi visus adalah : nilai kebalikan sudut (dal
mana sebuah benda masih kelihatan dan dapat d
ntuan visus, para ahli mempergunakan kartu Sn
 rbagai ukuran huruf dan jarak yang sudah diten
mata normal pada waktu diperiksa diperoleh 20/
MEDAN PENGLIHATAN
mengetahui besar kecilnya me
hatan seseorang dipergunakan
 ter”.
n alat ini diperoleh medan
hatan vertical ± 130°; sedangka
  penglihatan horizontal ± 155°.
TANGGAP CAHAYA
gian mata yang tanggap cah
 adalah retina. Ada dua tip
oreseptor pada retina yaitu
 (batang) dan Cone(kerucut)
d dan Kone tidak terletak p
 ukaan retina melainkan beb
 is di belakang jaringan sya
  Distribusi Rod dan Kone pada retina
kerucut)
ta mempunyai ± 6,5 juta cone yang berfungsi untu
 siang hari disebut “fotopik”.Melalui kone kita dap
al berbagai warna, tetapi kone tidak sensitive terh
a hanya sensitive terhadap warna kuning, hijau (pa
ang 550 nm). Kone terdapat terutama pada fovea se
atang).
nakan pada waktu malam atau disebut penglihata
rupakan ketajaman penglihatan dan dipergunakan
  ke samping. Setiap mata ada 120 juta batang. Dis
dak merata, pada sudut 20° terdapat kepadatan
al. Batang ini  sangat peka terhadap cahaya biru
api Rod dan Kone sama-sama peka terhadap cahay
 an banyak peralatan mata, hanya beberapa
 bahas dalam kaitan pemeriksaan mata. Ad
 riksaan mata yaitu : pemeriksaaan mata ba
 daya focus mata, penmgukuran kelengkun
  am pemeriksaan mata dan lensa ada 6 mac
 lmoskop
 skop
 meter
meter dari schiotz
 ula dipakai oleh Helmholtz (1851). Prinsip pemer
untuk mengetahui keadaan fundus okuli ( = retina ma
h khoroidea keseluruhannya). Ada dua prinsip kerja o

 mata secara langsung
 i penderita disinari dengan lampu, apabila mata pend
elakukan akomodasi maka sebagian cahaya akan dipa
ensa mata penderita dalam keadaan sejajar dan terkum
m pada selaput jaringan mata pemeriksa (dokter) yan
si. Pada jaringan mata dokter terbentuk gambar terba
n fundus penderita.
 mata secara tak langsung
alui lensa condenser diproyeksi ke dalam mata pender
KOP
dipakai untuk menentukan reset le
ata penderita tanpa aktivitas pender
 demikian mata penderita perlu terb
isi nyaman bagi si pemeriksa. Cahay
  ke dalam mata penderita dimana m
tanpa akomodasi. Cahaya tersebut k
an dari retina dan berfungsi sebagai
gi sipemeriksa.
 etinoskop dianggap normal, apabila
 tuk mengukur kelengkungan korne
an ini diperuntukkan pemakaian len
nsa kontak ini dipakai langsung yai
 mpel pada kornea yang mengalami
ngan. Ada dua lensa kontak yaitu :
ntact lens
dari plastic yang keras, tebal 1 mm d
 r 1 cm. sangat efektif bila dilepaska
terlepas oleh air mata tetapi dapat m
 tisma.
TER
n 1900, Schiotz (Jerman) memperke
ngukur tekanan intraocular yang dik
 ma Tono meter dari Schiotz.
 ar :
ditelentangkan dengan mata menat
 kornea mata dibius. Tengah-tengah
etakkan di atas kornea menyebabka
ngan terhadap kornea. Plug dari ton
er pupil dapat diukur dengan mengg
er dari eindhoven. Yaitu lempengan
 sejumlah lubang kecil dengan jarak
 melihat melalui lubang-lubang ini
ang dan tanpa akomodasi maka dip
 sinar sebagai berikut :
an yang terproyeksi pada jaringan re
h berarti garis 1 dan 2 adalah sejajar.
h garis terluar yang masih dapat ma
 at yang dipakai untuk emngukur ke
 dipakai si penderita atau sekedar un
ui dioptri lensa tersebut. Prinsip das
 an focus lensa positif sangat mudah
ra :
kuskan bayangan dari suatu objek ta
misalnya (matahari)
kuskan bayangan dari suatu objek ya
 araknya. Dengan memakai lensome
WASSALAM

 TERIMA KASIH

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1611
posted:5/30/2011
language:Indonesian
pages:39
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl