Docstoc

3 INFEKSI NOSOKOMIAL

Document Sample
3 INFEKSI NOSOKOMIAL Powered By Docstoc
					                        By
Irma Arsiyanti, S.Si, M.Pd
   Infeksi adalah adanya suatu organisme pada jaringan atau
    cairan tubuh yang disertai suatu gejala klinis baik lokal
    maupun sistemik
   Infeksi yang diperoleh dari rumah sakit yang tidak diderita
    pasien saat masuk ke rumah sakit melainkan setelah ± 72
    jam berada di tempat tersebut (Wikipedia)
   Infeks yang diperoleh selama penderita mendapatkan
    perawatan di rumah sakit. Penyakit akibat infeksi ini tidak
    diderita pada waktu masuk ruma hsakit dan penderita
    tidak berada dalam inkubasi suatu penyakit infeksi.
   Infeksi nosokomial tidak hanya meningkatkan angka
    kematian, angka sakit dan penderitaan tetapi juga
    meningkatkan biaya perawatan dan pengobatan yang harus
    ditanggung penderita. Sekitar 5-15% penderita yang
    dirawat di rumah sakit mengalami infeksi
    nosokomial.Tahun 1999di Jogjakarta 0,0% - 12% atau rata-
    rata 4,26%
 Bakteri yang sering menyebabkan infeksi
  nosokomial adalah Escherichia coli,
  Staphylococcus aereus, Serratia marcescens,
  Pseudomonas aeruginosa, Klebsiella sp.
 Virus misalnya Hepatitis B dan C, RSV, ebola,
  influenza virus, Herpes simplex virus
 Parasit dan Jamur misalnya Candida albicans,
  Aspergillus spp, Cryptococcus neoformans,
  Cryptosporadium

Mikroba ini menular melalui makanan, obat, alat
  kesehatan atau kontak langsung melalui tangan
  medis, paramedic atau personil rumah sakit
  lainnya.Tahun 1999di Jogjakarta 0,0% - 12% atau
  rata-rata 4,26% kuman lantai ruang perawatan
 Infeksi endogen (self infection/auto
  infection):
  mikroorganisme sudah ada dalam tubuh
 Infeksi eksogen (cross infection):
  mikroorganisme berasal dari luar tubuh
 Kemudahan untuk terkena infeksi (susceptibility)
  yang dimiliki penderita, misalnya usia (bayi, usia
  lanjut), status gizi, (kurang gizi), penyakit yang
  sedang diderita (diabetes, AIDS).
 Jenis tindakan pengobatan yang diterima
  penderitaan di rumah sakit, misalnya
  pembedahan, penggunaan alat bantu
  pernapasan, pengabatan dengan corticosteroid
 Tingkat papar (eksposure) penderita oleh
  mikroba yang potensial pathogen yang
  dimilikinya (flora normal) maupun dari mikroba
  pathogen yang berasal dari penderita lain di
  rumah sakit.
 infeksi tractus urinarius (41%).
 Infeksi pada luka operasi (20%),
 tractus respiratorius (16%),
 bakteriaemia (6%),
 infeksi kulit (6%), dan lain lain (11%).
 palingsering terjadi karena pemasangan
 catheter terutama catheter yang dipasang
 berhari hari. Karenanya, tindakan secara
 aseptic adalah hal yang sangat penting dalam
 pencegahannya.
 dapat terjadi karena mikroba berasal dari
 flora normal tubuhnya dari infeksi di tempat
 lain (misalnya bakteriaemia berasal dari
 infeksi tractor urinarius), kontaminasi dari
 ruang operasi atau kontaminasi setelah
 operasi (posteperatif).
 terjadiantara lain karena tindakan aspirasi
 secret oropharyngeal (terutama bila
 penderita tidak sadar, misalnya dalam
 pengaruh anesthesia). Inkubasi endotracheal,
 tracheostomi, penggunaan alat bantu
 pernapasan.
 Bakteriaemia  nosokomial dapat terjadi pada
  pengobatan intravenous, tindakan diagnostic,
  misalnya catheterisasi jantung
 Infeksi nosokomial pada kulit sering terjadi
  pada luka bakar
 dilakukanterutama melalui peran serta
 medis, paramedic dnan seluruh personil
 rumah sakit dalam cara kerja secara aseptis,
 peningkatan kebersihan rumah sakit,
 kebersihan pnyediaan makanan, pembuangan
 sampah yang baik, pemberantasan vector
 penyakit (lalat, nyamuk)

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:1055
posted:5/30/2011
language:Indonesian
pages:11
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl