Docstoc

patologi gangguan sistem peredaran darah

Document Sample
patologi gangguan sistem peredaran darah Powered By Docstoc
					         PATOLOGI
GANGGUAN SISTEM PEREDARAN
           DARAH
           OLEH
     Dr.HELMIZA FAHRY
Gangguan Sirkulasi
Agar fungsi jaringan dapat berjalan
normal maka perlu :
1. Sirkulasi darah yang baik
Keseimbangan antara cairan tubuh intra-
dan ekstravaskuler
2. Konsentrasi zat-zat dalam cairan yang
tetap, termasuk elektrolit-elektrolit.
3. Seluruh susunan sirkulasi tubuh
menyelenggarakan pengangkutan semua
substansi yang dibutuhkan untuk
digunakan, maupun yang telah dibentuk
dan harus dibuang.
Termasuk ini adalah oksigen,
karbondioksida, air, garam-garam, zat-
zat makanan, metabolit-metabolit,
hormon-hormon, panas, dll.
Pertukaran zat antara cairan tubuh dan
cairan intraseluler terjadi melalui
membran sel.
Karena fungsi sirkulasi peredaran cairan
tubuh melibatkan komponen cairan,
volume, dan aliran cairan ini, maka
gangguan fungsinya pun dapat
dikelompokkan seperti dalam tabel
berikut ini:
Jenis Gangguan Kejadian
  1. Gangguan cairan tubuh dan
  elektrolit
  2. Gangguan volume
  3. Gangguan obstruksi Edema,
  dehidrasi, defisiensi elektrolit atau
  kelebihan elektrolit.
  Hiperemi, perdarahan (hemoragi)
  dan syok.
  Trombosis, emboli, iskemi, infark,
  serta sumbatan akibat adanya hal
  lain seperti tumor, jaringan fibrosis
  dan parasit.
1. Kongesti (Hiperemia)
Kongesti adalah keadaan dimana
terdapat darah secara berlebihan
(peningkatan jumlah darah) di
dalam pembuluh darah pada
daerah tertentu.
Kata lain untuk kongesti adalah
hiperemia.
“keadaan yang menunjukan
adanya peningkatan volume
darah karena pelebaran
pembuluh darah kecil.”
   Dua mekanisme proses timbulnya
    kongesti :
    (1) kenaikan jumlah darah yg
    mengalir ke suatu daerah atau
    (2) Penurunan jumlah darah yang
    mengalir dari suatu daerah
   Pada dasarnya terdapat dua
    mekanisme dimana kongesti dapat
    timbul :
    1. Kongesti aktif
    Kenaikan jumlah darah yang mengalir
    ke daerah itu dari biasanya. Kenaikan
    aliran darah lokal ini disebabkan oleh
    karena adanya dilatasi arteriol yang
    bekerja sebagai katup yang mengatur
    aliran ke dalam mikrosirkulasi lokal.
    Kongesti aktif ini biasanya terjadi
    dengan waktu yang relatif singkat.
Contoh : Warna merah padam pada wajah
pada saat marah/ malu, yang pada
dasarnya adalah vasodilatasi yang timbul
akibat respon terhadap stimulus neurogenik.

2. Kongesti pasif
Penurunan jumlah darah yang mengalir dari
daerah yang disebabkan oleh adanya tekanan
pada venula-venula dan vena-vena yang
mengalirkan darah dari jaringan. Selain sebab
lokal tadi, kingesti pasif juga dapat terjadi
akibat sebab sistemik, sebagai contoh adalah
kegagalan jantung dalam memompa darah
yang mengakibatkan gangguan aliran vena
   Berdasarkan waktu serangannya,
    kongesti pasif dibagi 2, yaitu:

    a. Kongesti pasif akut : berlangsung
    singkat, tidak ada pengaruh pada
    jaringan yang terkena.

    b. Kongesti pasif kronis :
    berlangsung lama, dapat terjadi
    perubahan- perubahan yang
    permanen pada jaringan, terjadi
    dilatasi vena.
    Contoh kongesti pasif adalah varises.
2. Edema
Edema adalah penimbunan cairan secara
berlebihan diantara sel-sel tubuh atau di
dalam berbagai rongga tubuh (beberapa
ahli juga memasukkan dalam definisi itu
penimbunan cairan berlebihan di dalam
sel). Jika edema mengumpul dalam
rongga, biasanya dinamakan efusi,
misalnya efusi perikardium, efusi pleura.
Penimbunan cairan di dalam rongga
peritoneum biasanya diberi nama asites.
Sedangkan edema umum atau
menyeluruh disebut anasarka.
   Etiologi edema ada beberapa, yaitu:
    1) Tekanan hidrostatik
    2) Obstruksi saluran limfe
    3) Kenaikan permeabilitas dinding
    pembuluh
    4) Penurunan konsentrasi protein
Dalam edema, cairan yang tertimbun
digolongkan menjadi 2, yaitu :
1) Transudat : yaitu cairan yang
tertimbun di dalam jaringan karena
bertambahnya permeabilitas pembuluh
terhadap protein.
2) Eksudat : yaitu cairan yang tertimbun
karena alasan-alasan lain dan bukan
akibat dari perubahan permeabilitas
pembuluh.
   Akibat dari edema adalah sebagai
    petunjuk untuk mengetahui ada sesuatu
    yang terganggu dalam tubuh kita.
    Sebagai contoh adalah pada kasus payah
    jantung kongestif, terdapat edema pada
    mata kaki si penderita. Hal ini menjadi
    indikator adanya kehilangan protein.
    Edema juga berbahaya jika mengenai
    otak, otak akan membengkak dan
    tertekan pada tulang pembatas
    tengkorak, peningkatan tekanan
    intrakranial akan membahayakan aliran
    darah dalam otak dan dapat
    menimbulkan kematian.
   3. Perdarahan
    Perdarahan adalah keluarnya darah
    dari sistem kardiovaskuler, disertai
    penimbunan dalam jaringan atau
    ruang tubuh atau disertai keluarnya
    darah dari tubuh. Untuk menyatakan
    berbagai keadaan pendarahan
    digunakan istilah-istilah deskriptif
    khusus. Penimbunan darah pada
    jaringan disebut hematoma. Jika
    darah masuk ke dalam berbagai
    ruang dalam tubuh, maka
    dinamakan menurut ruangannya.
    Misalnya : hemoperikardium,
   Penyebab perdarahan yang paling
    sering dijumpai adalah hilangnya
    integritas dinding pembuluh darah
    yang memungkinkan darah keluar,
    dan hal ini sering disebabkan oleh
    trauma eksternal contohnya cedara
    yang disertai memar. Dinding
    pembuluh bisa pecah akibat penyakit
    maupun trauma. Penyebab lainnya
    adalah adanya gangguan faktor
    pembekuan darah.
   4. Trombosis
    Proses pembentukan bekuan darah
    atau koagulum dalam sistem
    kardiovaskuler selama manusia
    masih hidup, disebut trombosis.
    Koagulum darah dinamakan
    trombus. Terdapat tiga keadaan
    dasar dimana bekuan terbentuk
    secara tidak normal, yaitu :
    a. Adanya kelainan dinding dan
    lapisan pembuluh,
    b. Kelainan aliran darah,
    c. Peningkatan daya koagulasi darah
    sendiri
   5. Embolisme
    Embolisme adalah transportasi massa fisik
    yang terbawa dalam aliran darah dari satu
    tempat ke tempat lain dan tersangkut di
    tempat baru. Massa fisik itu sendiri dinamakan
    emboli. Emboli berasal dari :
    1) Emboli pada manusia yang paling sering
    dijumpai berasal dari trombus dan dinamakan
    tromboemboli.
    2) Pecahan jaringan dapat menjadi emboli bila
    memasuki sistem pembuluh darah, biasanya
    dapat terjadi pada trauma.
    3) Sel-sel kanker dapat menjadi emboli, cara
    penyebaran penyakit yang sangat tidak
    diharapkan.
   4) Benda asing yang disuntikkan ke
    dalam sistem kardiovaskular.
    5) Tetesan cairan yang terbentuk dalam
    sirkulasi akibat dari berbagai keadaan
    atau yang masuk ke dalam sirkulasi
    melaui suntikan dapat menjadi emboli.
    6) Gelembung gas juga dapat menjadi
    emboli.
    Emboli dalam tubuh terutama berasal
    dari trombus vena, paling sering pada
    vena profunda di tungkai atau di panggul.
    Karena keadaan anatomis, emboli yang
    berasal dari trombus vena biasanya
    berakhir sebagai emboli arteri
   Akibat dari emboli :
    1) Jika fragmen trombus yang
    sangat besar menjadi emboli maka
    sebagian besar suplai arteri
    pulmonalis dapat tersumbat dengan
    mendadak. Hal ini dapat
    menimbulkan kematian mendadak.
    2) Sebaliknya, emboli arteri
    pulmonalis yang lebih kecil dapat
    tanpa gejala, mengakibatkan
    perdarahan paru-paru sekunder
    karena kerusakan vaskular atau
    dapat mengakibatkan nekrosis
    sebagian dari paru-paru.
6. Aterosklerosis
  Aterosklerosis atau ”pengerasan
  arteri” merupakan fenomena
  penyakit yang sangat penting pada
  kebanyakan negara maju. Istilah
  aterosklerosis sebenarnya meliputi
  setiap keadaan pembuluh arteri yang
  mengakibatkan penebalan atau
  pengerasan dinding.
   Etiologi dan Insidens Aterosklerosis
    Laju peningkatan ukuran dan jumlah ateroma
    dipengaruhi oleh berbagai faktor.
    1) Faktor genetik tertentu penting, dan aterosklerosis
    serta komplikasinya sering cenderung terjadi dalam
    keluarga.
    2) Orang dengan kadar kolesterol yang meninggi
    (Hiperkolesterol )
    3) Orang yang menderita D.M. (Diabetes Melitus)
    seringkali peka akan aterosklerosis.
    4) Tekanan darah merupakan faktor penting bagi
    insiden dan beratnya aterosklerosis. Pada umumnya
    penderita hipertensi akan menderita aterosklerosis
    lebih awal dan lebih berat dan beratnya penyakit
    mempunyai hubungan dengan tekanan darah,
    walaupun dalam batas normal.
    5) Faktor risiko lain di dalam perkembangan
    aterosklerosis adalah merokok. Merokok merupakan
   Akibat Aterosklerosis
    Akibat aterosklerosis sebagian
    bergantung pada ukuran arteri yang
    terserang.
    1) Jika arteri berukuran sedang,
    aterosklerosis lambat laun dapat
    mengakibatkan penyempitan atau
    obstruksi total. Komplikasi aterosklerosis
    dapat mengakibatkan penyumbatan
    mendadak. (Trombosis cenderung
    menimbulkan penyumbatan dalam arteri
    kecil ataupun ukuran sedang, tetapi
    mungkin dalam bentuk endapan mural
    yang relatif tipis pada pembuluh besar
   2) Pembentukan trombus pada intima
    yang kasar, yang ditimbulkan oleh bercak
    aterosklerosis.
    3) Komplikasi lain aterosklerosis adalah
    perdarahan ke pusat bercak yang lunak
    4) Komplikasi lain yang dapat
    mengakibatkan penyumbatan arteri akut
    adalah ruptur bercak disertai
    pembengkakan kandungan lipid yang
    lunak ke dalam lumen dan penyumbatan
    pada bagian hilir pembuluh yang lebih
    sempit.
    5) Kerusakan tunika media yang dapat
    mengakibatkan kemungkinan
   7. Iskemia dan Infark
    Iskemia adalah suplai darah yang tidak
    memadai ke suatu daerah/jaringan. Jika
    jaringan dibuat iskemik, jaringan tersebut akan
    menderita karena tidak mendapat suplai
    oksigen dan zat-zat makanan yang dibutuhkan.
    Setiap hal yang mempengaruhi aliran darah
    dapat menimbulkan iskemia jaringan. Sebab
    yang paling jelas adalah obstruksi lokal arteri.
    Pengaruh iskemia bervariasi tergantung pada
    intensitas iskemianya, kecepatan timbulnya,
    dan kebutuhan metabolik pada jaringan itu
   Akibat dari Iskemik :
    1) Pada beberapa keadaan iskemia, biasanya
    yang mengenai jaringan otot, rasa sakit dapat
    merupakan gejala penurunan suplai darah.
    2) Efek lain dari iskemia jika timbul perlahan-
    lahan dan berlangsung lama, adalah atrofi dari
    jaringan yang terkena. (pengurangan massa
    jaringan)
    3) Akibat iskemia yang paling ekstrim adalah
    kematian jaringan yang iskemik. Daerah yang
    mengalami nekrosis iskemik dinamakan infark.
    Dan proses pembentukan infark disebut infarksi
   8. Shock
    Shock adalah suatu keadaan yang disebabkan
    oleh defisiensi sirkulasi akibat disparitas
    (ketidakseimbangan) antara volume darah
    dengan ruang susunan vaskuler.
    Gejala-gejala shock : Rasa Lesu dan Lemas,
    Kulit yang basah (keringat), Kesadaran
    menurun, kolaps vena, terutama vena-vena
    superfisial, Kepucatan, Nadi cepat dan lemah,
    Tachicardia (tekanan nadi tidak normal),
    Pernafasan dangkal (Sesak nafas), Tekanan
    darah rendah (hipotensi), oliguria dan kadang-
    kadang disertai muntah yang berwarna seperti
    air kopi akibat perdarahan dalam lambung
    (hematemesis).
9. Dehidrasi
  Dehidrasi ialah suatu gangguan dalam
  keseimbangan air yang disertai ”output”
  yang melebihi ”intake” sehingga jumlah
  air pada tubuh berkurang. Meskipun yang
  hilang terutama ialah cairan tubuh, tetapi
  dehidrasi juga disertai gangguan
  elektrolit.
  Dehidrasi dapat terjadi karena :
  1. Kemiskinan air (water depletion) ;
  2. Kemiskinan natrium (sodium
  depletion) ;
  3. Water and sodium depletion bersama-
  sama.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:1271
posted:5/30/2011
language:Indonesian
pages:27
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl